Transcript
0CvrTl93PkE • Gudang Garam SEKARAT! Legenda Rokok RI Sudah Tamat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1400_0CvrTl93PkE.txt
Kind: captions Language: id Guys, guys, guys. Ada sebuah berita yang paling heboh ke kini. Sebuah perusahaan yang menghidupi sebuah kota kecil dan akhirnya menjadi kota besar dan bahkan kota ini sampai punya bandara, yaitu kota Kediri, Jawa Timur. Siapa lagi kalau bukan perusahaan Gudang Garam Tbk, tapi perusahaan yang sudah hidup dan menikmati bagaimana keuntungan kesuksesan serta puluhan juta orang menikmati produknya yaitu rokok Gudang Garam. terancam collapse. Kenapa bisa demikian? Karena tahun 2024 saja dari laporan keuangannya rugi minus 80%. Wah, ini bahaya sekali. Dan keuntungan tergerus ratusan miliar. Nah, Anda mau tahu ceritanya bagaimana? Tonton video ini sampai selesai. [Musik] Sahabat S30, salam hebat luar biasa. Akhirnya Success Beforo 30 telah merilis WA channel. So join WA channel sekarang juga karena apa? Di situ ada konten-konten eksklusif yang tidak dipublish di channel Success Vivo khusus Anda yang memang menjadi orang pertama mendapatkan konten eksklusif tersebut sehingga Anda tidak ketinggalan berita dari kami. Join WA channel sekarang juga ya. Saya tunggu linknya ada di sini. Hari ini saya tidak akan basa-basi. Saya akan langsung ke jantung perusahaan. Ada sebuah kabar luar biasa buruk yang datang dari salah satu pilar industri Indonesia. Sebuah kisah tentang raksasa yang sedang terluka parah. Sebuah cerita tentang perusahaan legendaris yang namanya Gudang Garam. Kini sekarang dalam kondisi yang kritis tidak baik-baik saja. Banyak dari Anda, Teman-teman, mungkin Anda mengeluh harga rokok kok makin lama makin mahal. Dan banyak investor yang bingung, "Lenapa sih gudang Garam yang omsetnya ratusan triliun tiap tahunnya? Kok tahun 2024 kemarin ternyata labanya bisa ambles? Ini enggak main-main loh. Di tahun 2023 mereka masih bisa bersihnya 900an miliar. Ini bukan turun dikit, drop parah lebih dari 80%. Apakah merugi? Rugi sih enggak, tapi turun dari R triliun ke 900 miliar. Itu profitnya turun 80% lah. Main-main dong. Dan ini bukan cuman soal laba, tapi ini omsetnya pun rontok. Penjual mereka dalam 1 tahun terakhir lenyap 8 miliar batang rokok. Bayangkan 8 miliar batang. Banyak yang langsung menunjuk karena pemerintah. Ini salah cukai. Cukai rokok di Indonesia itu rata-ratanya naik gila-gilaan, naik drastis. Sudah naik 67% dalam 5 tahun terakhir. Artinya tiap tahun bisa naik sekitar 12%. Bayangkan dari satu bungkus rokok yang kamu beli katanya Rp40.000 cukainya tuh bisa setengahnya berdiri sendiri. Tapi hari ini saya di sini bukan untuk menyalakan cukai. Tapi karena Anda berpikir ini adalah semua salah cukai, Anda akan melihat puncak gunung es. Ada musuh yang jauh lebih besar, ada kanker yang menggerogoti dari dalam. Ada perang yang tak kasat matai membuat raksasa ini kelimpungan. Dan ini akan kita bongkar habis-habisan karena pelajaran dari kejatuhan raksasa ini bisa menjadi penyelamat bagi bisnis Anda. Oke, Guys. Sebelum kita bicara soal musuh tak terlihat itu, kita harus paham dulu bagaimana Gudang Garam secara tidak sadar mempercepat kejatuhannya sendiri. Mereka terjebak dengan yang saya sebut namanya lingkaran setan. Gini logikanya, karena penjualan anjlok 8 miliar batang, artinya apa? Stok di gudang menumpuk. Gudang garam tiba-tiba kelebihan stok. Konsekuensinya mereka tidak akan sanggup dan tidak realistis juga untuk membeli lebih banyak tembakau atau stok tembakau di gudang lebih banyak. Dan di sinilah bencana bagi para petani itu dimulai. Dulu, Guys, cerita dari penjual tembakau di Jawa itu luar biasa. Setiap panen raya tembakau itu adalah tren bagi petani. Untuk apa? Nambah istri, ganti mobil baru, ganti HP baru. Sampai banyak truk kontainer datang ke kampung-kampung menawarkan motor dan TV baru. Sekarang terbalik 180 derajat. Bukan lagi dijemput bola, tapi petani harus pergi ke gudang-gudang bawa tembakaunya. Dan apa yang terjadi? Mereka ditolak. Di Temanggung, sentra tembakau terbesar di tengah. Mereka memproduksi 11.000 ton tembakau setiap tahunnya. Dan yang diserap oleh gudang garam itu hampir 8.000 ton. Apa yang terjadi kalau suplly tiba-tiba banjir di pasar? Hukum supply and demand berlaku, harga turun, bahkan anjlok. Dari sinilah lingkaran setan itu menjadi semakin jahat. Gudang Garam sudah teranjur stok tembakau saat harga lagi tinggi-tingginya. Zaman dulu harga tembakau itu Rp100.000 per kilo. Mereka terjebak dengan aset mahal. Aksi mereka menolak panen petani membuat harga tembakau di pasar bebas jatuh. Sekarang cuman Rp20.000 per kg. Siapa yang berpesta? Pengusaha rokok ilegal. Pabrik-pabrik kecil mereka dapat bahan baku dengan harga super murah. [Musik] Akibatnya pasar dibanjiri oleh produk-produk rokok yang harganya jauh lebih murah. Ini membuat produk gudang garam yang modalnya mahal menjadi semakin tidak kompetitif. Mereka terjebak mau jual mahal kalah saing, mau jual murah rugi bandar. Karena modalnya sudah ketinggian. Inilah lingkaran setan yang mencekik mereka dari dalam. Oke, lingkaran setan tadi memang mengerikan, tapi itu adalah akibat, bukan penyebab utama. Penyebab utamanya adalah karena gudang garam dan mungkin banyak perusahaan besar lainnya gagal membaca medan perang yang sesungguhnya. Lihat bisnis rokok itu mengalami evolusi. Dulu orang merokok kretek lalu beralih ke sigaret kretek mesin. Sekarang evolusinya lebih brutal lagi. Ada generasi vape yang katanya lebih sehat dan lebih murah. Dan ada rokok ilegal yang tidak bayar cukai sama sekali. Tapi, Guys, itu semua masih perang di level produk. Perang antar rokok. Perang sesungguhnya ada di level yang jauh lebih dalam. Ini adalah perang untuk memperebutkan satu hal di otak kita, yaitu dopamin. Nah, kenapa orang candu merokok? Karena mereka merindukan rasa nyaman, rasa rileks, dan butuh stress rilase. Secara saintifik yang mereka cari adalah hormon endorfin dan dopamin. Dulu untuk mendapatkan dopamin itu susah. Mungkin kita bisa dapat dari nonton film Doraimon waktu kecil. Tapi sekarang di era teknologi ternyata hormon kebahagiaan itu sudah bisa diproduksi secara massal dengan harga yang jauh lebih murah. Kompetitor terbesar gudang karam sekarang bukanlah rokok lain, tapi mereka yang bisa memberikan hormon dopamin dalam jumlah besar dengan harga lebih murah yaitu biaya paket data. Orang bisa main Mobile Legends, mereka bisa buka TikTok lewat cewek-cewek joget, cewek-cewek seksi, nonton film, semua di satu gadget yang sama. Anak muda sekarang sudah menemukan candu dalam bentuk layar. Ini kan disebut dengan dopamin kick. Dari data terbaru, generasi muda ini memang enggak ngerokok. Cek aja data baru bahwa generasi baru Indonesia makin sedikit yang ngerokok karena mereka sudah punya solusi candu yang lebih murah, yaitu lebih seru dan lebih mudah diakses, yaitu gadget. Di tengah perang dopamin ini, kita bisa melihat dengan jelas siapa pemimpin visioner dan siapa yang tertinggal. Pertama si jenius adalah Jarum. Jarum itu super jenius. Jauh sebelum bisnis rokok collaps, mereka sudah melakukan diversifikasi bisnis-bisnis yang menjadi pabrik dopamin masa depan. Anda mau belanja online, dia punya Blib. Anda mau healing pesan tiket pesawat, dia punya tiket.com. Anda mau saving TV, dia punya Mola TV. Anda mau pakai sistem perbankaan, dia punya BCA. Anda mau pesan dokter online, dia punya Halo, Doc. Bahkan semua dopamin digital itu butuh signalkan yang punya tower telekomunikasinya, Sarana Menara Nusantara. Jarum juga. Jarum tidak lagi menjual produk. Mereka menguasai ekosistem. Kedua, si cerdas Sampurna. Sampurna juga brilian. Mereka berhasil exit dari bisnis rokok berpuluh-puluh tahun lalu. Mereka jual sahamnya ke Philip Morris dan melakukan diversifikasi cerdas. Mereka punya properti mega yaitu Sampurna Strategic Square. Mereka punya perkebunan hebat, Sampurna Agro. Mereka punya kependidikan dengan Sampurna Foundation. Mereka punya perbankan bank Sahabat Sampurna. Mereka tahu kapan harus berhenti dan pesta membangun kerajaan baru. Dan ketiga, silamban gudang Garam. Lalu apa yang dilakukan Gudang Garam? Yang lain sibuk berbisnis ke mancanegara dan menguasai dunia digital? Gudang karam melakukan hal yang luar biasa bodohnya. Mereka membangun bandara dengan kualitas kuburan yang sepi luar biasa. Bayangkan, Guys, kapasitasnya 1,7 juta penumpang setiap tahun, tapi realitanya mereka cuma dapat 14.000 penumpang aja. [Musik] Ini bukan cuman soal persaingan bisnis, tapi ini hubungannya dengan kita semua sebagai bangsa. Banyak yang bilang pemerintah jangan jadong sama industri rokok. Kan cukainya besar. Sekarang mari kita hitung-hitungan. Mari kita pakai data bukan perasaan. Pendapatan negara dari cukai rokok itu memang besar. Tahun 2024 saja penghasilan kita sampai Rp230 triliun. Tapi Anda harus lihat juga kerugiannya. Tahukah Anda berapa biaya yang harus negara tanggung lewat BPJS untuk penyakit penyapik yang berhubungan dengan rokok? Rp600 triliun. Tekor kan? Untung R30 ruginya R00 triliun. Anda tidak salah lihat negara dapat 230T tapi harus nombok 600T. Ini uang dari mana? Dari pajak kita semua. untuk bayar penyakit jantung 11 triliun, kanker 4 triliun, stroke 3 triliun, semua penyakit itu berhubungan dengan rokok. Jadi kalau ada yang bilang negara itu diuntungkan, itu salah besar negara justru di bandar. Maka pelajaran terakhir untuk kita semua bagi para pengusaha, kisah gudang garam adalah sebuah case study yang sangat mahal. Satu, jangan pernah melawan zaman. Baca arah angin, lihat ke mana generasi baru bergerak. Dua, kenali siapa kompetitor Anda. Sesungguhnya musuh Anda mungkin bukan yang jualan produk yang sama. tapi mencuri waktu perhatian dan dopamin dari konsumen Anda. Yang ketiga adalah diversifikasi otak. Jangan hanya membangun sesuatu yang megah, tapi bangunlah sesuatu yang relevan dengan masa depan. Belajar dari jarum. Jangan sampai bisnis yang sudah Anda rintis dengan darah dan air mata bernasib sama seperti raksasa yang sedang sekarang ini. So, bagi Anda yang ingin belajar lebih dalam bagaimana cara bangun bisnis yang visioner, saatnya Anda tung saya tunggu di komunitas yes atau Anda bisa datang ke workshop pelatihan merdeka yang kami adakan di tanggal 2627 ini. Bagaimana Anda bermutasi, beradaptasi, bisnis Anda harus shifting, cepat, private. Dan kami datangkan pembicara-pembicara top yaitu seperti Pak Ahok Komisaris Pertamina 2019-2024, Pak Henry Pribadi atau Hendra pribadi, Pak Hendy ahli ikatalog dan sekarang ketua LKPP. Dan yang ketiga Kang Yoto yang hari ini ee beliau adalah Walikota Bupati Bojonegoro 2008 sampai 2018. Saya dan Pak Toni siap memandu sesuai keahlian kami masing-masing. Pak Toni yang sebagai IPO konsultant, pemilik 27 perusahaan ahli keuangan dan saya di dalam bidang sales leadership membangun tim komunitas corporate culture itu adalah ranah saya. Lima dedengkot ini kami seperti Avenger. Siapa tahu kalau bisnis Anda luar biasa bukan mustahil. Bisnis Anda adalah siapa tahu komisaris utamanya adalah Pak Haok berikutnya. So, mari kita networking datang ke workshop kami. Kalau Anda belum punya bisnis, silakan bergabung di komunitas. Kami siap bantu Anda. Sukses untuk Anda. Salam hebat luar biasa. Yeah.