BISAKAH MENKEU BARU PURBAYA PERBAIKI INI? Pajak Mencekik, Banyak UMKM Online Terancam Bangkrut
cmLUXKPfcBI • 2025-08-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bagi para peraku marketplace yang jualan di marketplace, Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi menerbitkan aturan baru e-commerce wajib memungut pajak penghasilan atau PPH dari para pedagang online. Tolong tonton video ini sampai selesai. Karena kalau kamu cuma mengandalkan marketplace saja untuk kehidupan kamu, untuk jualan kamu, siap-siap kamu bakal mati dalam hitungan bulan. Sabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali ke channel Success Before 30. Di video kali ini saya kembali membahas tentang bisnis dan financial mentoring. Saya mendapatkan keluan dari para pelaku marketplace baru-baru ini dan mereka mengatakan bahwa marketplace saat ini kejam. Marketplace baik itu yang di Shopee maupun di TikTok. Nah, sekarang TikTok sama topet kan jadi satu ya. Nah, oleh sebab itu saya mau negaskan bahwa seller online siap-siap mati karena belum apa-apa udah dipajakin 30%. Kalau hari ini Anda jual barang yang punya value it's ok. ya. Anda mungkin profit marginnya bisa 100%, Anda masih punya untung 70%. Tapi masalahnya kalau Anda jual produk mass production atau barang-barang laku, barang-barang yang fast moving, mungkin keuntungan Anda aja enggak sampai 30%. Nah, dari mana hitungannya? Jadi, ini ada yang namanya teror pajak gaib. Teror pajak gaib adalah sebuah pajak gaib yang tidak terlihat tapi nyata menggerogoti profit para seller. Pertanyaan, monster apa ini? Dan cara kita sebagai pebis cerdas untuk tidak hanya selamat, tapi justru menang di tengah medan perang yang baru. Nah, kita lihat ini monster ini nyata yaitu akumulasi biaya dan pajak yang 100% legal yang secara sistematis memotong omset Anda sebelum Anda menikmatinya. Kita bicara soal PPN 11%, admin 5%, gratis ongkir 4%, cashback 2% sampai komisi afiliator yang hingga 8%. total bisa lebih dari 30% loh. Oke, ini adalah aturan main yang baru. Tapi ini bukan alasan untuk kita menyerah. Ini bukan akhir dari cerita kalian. Tapi ini justru momen seleksi. Inilah filter alarm yang memisahkan antara pedagang biasa dengan pengusaha sejati. Apakah akhir dari era jualan asal murah ini akan habis atau era di mana seller dengan strategi dan pola pikir yang jitu justru akan menjadi pemenangnya. Jadi pertanyaan sekarang, bagaimana cara mengupgrade diri kita untuk jadi pemenang tersebut? Anatomi pajak gaib itu seperti ini ya. Potongan pemerintah. Anda lihat ya di video ini. Oke kita lihat cek aja. PPN 11% 1/2% potongan platform biaya admin 5%. Potongan promosi gratis apapun lah gratis ongkir cashback 2%. Biaya marketing komisi afiliator 5 sampai 8%. Jadi total bisa potongan sampai paling minim 23, tapi yang paling masuk akal 27 sampai 30% sebelum kita bisa ngalahkan musuh. Sedangkan Anda tahu profit margin Anda enggak sampai segitu. Jadi ini komisi potongan daripada platform ini yang menjadi masalah. Oke. Kemudian Anda mau ngamuk sama platform demo kayak sopir Gojek itu aplikator aplikator ya enggak akan mengubah apapun. Kamu mau demo para UMKM mau demo. Waduh Shopee memeras rakyat, Tokopedia memeras rakyat. Ya, enggak bisa apa-apa. Kamu tergantung sama platformnya, kamu tergantung sama si platform. Ya, platform mau menerapkan hit terus kamu mau ngomong apa. Dulu memang enak, sekarang enggak bisa, kamu harus adaptasi, gitu. Ini yang kita sebut dengan namanya perang value. Makanya perang value itu adalah nomor satu bangun brand. Brand yang bercerita. Makanya kita hari ini kita enggak bisa bekerja itu sendiri ya. Kita itu harus membangun brand. Kalau Anda jual produk orang lain, ya awalnya boleh sebagai seorang reseller. Tetapi sampai satu titik kalau profit margin Anda tidak bisa lebih dari 30% maka kamu siap-siap mati. Bahkan dalam hitungan bulan bisa 10 bulan, bisa 20 bulan, bisa 30 bulan, atau bahkan mungkin enggak sampai 5 bulan. Benar. Itu yang tadi saya katakan. Yang kedua adalah berikan kualitas di atas rata-rata. Kenapa? Karena kamu hari ini harus jual servis. Sama seperti orang kan saya sudah sering bilang bagaimana cara jual tanpa perang harga kemudian menjual barang di atas rata-rata. itu kamu harus bangun value. Kamu enggak bisa cuman bersaing dengan selalu setiap hari membanting harga lebih murah, lebih murah, lebih murah. Habis. Enggak bisa seperti itu. Atau yang ketiga, jadilah manusia bukan robot. Di tengah ribuan seller yang membelas chat dengan template, tapi kamu harus ini punya personal pribadi, chat pribadi. Ini sangat penting sekali. Oke. Jadikan marketplace itu kail, bukan kolam Anda. Di dalam curhatannya seller tadi itu sudah membocorkan rahasia. Kalau kalian mau lebih murah harganya, belilah dari WA. ubah mindset kita. Marketplace itu bukan lagi toko utama Anda anggap itu semua hanyalah kail. Sama seperti kalau kita lihat brand-brand di mall. Apakah kamu sangka brand baju di mall itu mereka berharap jualan di mall? Sepi sekali di mall yang beli jual beli baju. Sangat sepi. Kalau enggak ada promo mereka enggak akan rame. Tapi justru mall itu cuman tempat untuk pamer atau tempat untuk showroom aja menunjukkan bahwa brand ini eksis di mall. Tapi sebenarnya untungnya mereka, cuannya mereka itu bukan jualan di mall itu. Mereka pasti punya untung entah itu di mananya, apakah di penjualan online-nya yang tidak. Nah, mereka nganggap mall itu cuman biaya branding aja. Nah, oleh sebab itu Telegram, website, kanal direct selling itu sebagai salah satu ciri untuk anu meningkatkan value kalian. Nah, caranya simpel. Setiap pakaian yang kirim price dilipkan sebuah kartu. Tulis di sana, "Terima kasih orang hebat." Beliau pelanggan spesial. Dapatkan diskon 10% untuk pembelian selanjutnya dengan order langsung via WA. Itu juga bisa. Jadi, kamu kan dapat daftar nama karena platform marketplace itu tidak mengizinkan daftar namanya order itu dikirimkan kepada seller. Karena platform nanti akan dibohongin kan karena platform semakin tinggi. Tapi kamu bisa kirimkan kartu nama, dari situ kamu bisa dapat WA-nya. Nah, itu kan salah satu strategi. Lumayan kan belajar gratis kan dari saya. Terus tiga level strategi untuk menang. Era jualan online sudah berubah. medan perangnya semakin sulit dari pajak gaib, monster nyata, mengeluh tidak merubah keadaan dan kita harus mengubah strategi dan eksekusi. Yang pertama ada tiga level tertinggi yang harus Anda kuasai dari UMKM ya. Kalau Anda mau sampai level korporasi, Anda harus cek lima level pengusaha. Tapi kalau aran hari ini enggak punya lima level pengusaha, Anda langsung masuk aja ke kelas UMKM yang mau naik kelas. Yang pertama adalah level fundamental. Paham semua rincian biaya. Jangan ada lagi istilahnya biaya gaib. Tapi hitung ulang jualan Anda dengan cermat. Jadi sebelum kamu menentukan HPP atau harga pokok penjualan, pricing-nya itu dirancang lagi. Berapa profit margin yang Anda mau dapatkan, pantasnya itu berapa. Karena sudah jelas-jelas 30% ini sudah habis di platform, udah habis untuk bea bla bla bla dan sebagainya. Jadi kalau untungmu enggak lebih dari 30%, kamu harus pikir cara jualanmu harus berubah. Yang kedua adalah level strategis. Level strategis itu seperti apa? yaitu hentikan perang harga, mulailah perang value ya. Bangun merek Anda dan pindahkan pelanggan loyal Anda ke kolam pribadi. Cara itu tadi yang sudah saya sampaikan. Kalau Anda dapatkan diskon 10% dengan kalau mencantumkan nomor WA pribadi dan chat nomor admin sekarang juga. Nah, Anda bisa daftar nama. Lumayan dong. Jadi kamu enggak usah beli lagi di marketplace tapi langsung diskon 10%. Biasanya kamu beli di marketplace harga Rp10.000 mungkin langsung order via WA tinggal sekarang tinggal dipotong 10%. Siapa yang enggak mau lebih murah? 108.000 contohnya. Dan ketiga, level advance atau the blue ocean strategy. Yaitu ini ilmunya gimana produk Anda yang sudah terlalu umum, sudah terlalu pasaran, sulit sekali untuk menciptakan value. Di sini kamu perlu belajar namanya blue ocean strategy, pasar baru Anda sendiri. Anda lihat lautan merah, kita lihat skincare. Skinc ini sekarang bukan lagi red ocean strategy, tapi sudah apa ya, sudah dark ocean ya atau black ocean strategy. Sekarang semua hampir semua bisa bikin skinc dan skinc ini loyalitasnya rendah ya. Kalau apalagi skincare menengah ke bawah yaitu yang harganya di bawah Rp300.000. Sangat-sangat rendah. Jadi profit marginnya memang tinggi skinc tetapi karena persaingan tingkat loyalitas enggak ada. Jadi orang begitu muda habis ini coba merek A, besok pindah merek B, besok merek C. Sangat susah gitu. Dan yang kedua adalah Samudra Biru. Samudra biru kamu harus pikirkan sebuah strategi. Nah, serat mudra biru itu selalu saya selalu bilang PDB, positioning, differentiation, and branding. Positioningnya harus jelas. kamu itu mau segmen bawah atau segmen atas. RA Siat jelas membedik segmen bawah. Dia tidak akan perang dengan harga Garuda Indonesia atau Singapore Airlines. Enggak mungkin. Kamu harus jelas bolpenmu pilot atau Mon Blancang. Positioningnya jelas. Kalau Mon Blank sudah nyasar bolpen aja harga R2 juta lebih, segmennya orang-orang itu. Dia enggak mungkin nyasar segmen eh borpen pilot atau bpen apa yang harganya cuman ribu-an. Positioning itu jelas. Hotel juga sama. mau bintang lima atau bintang oyo sekalian jelas. Nah, jadi kamu kalau jual barang itu segmentasinya jelas. Kayak saya punya workshop, workshop saya jelas, premium ya. Saya enggak akan jual workshop yang harganya Rp50.000-an. Gak ada itu workshop apaan itu ya. Kamu mau kualitas, mau harga yang terbaik itu ada harga, ada mutu. Nah, itu baru namanya blue ocean. Kedua, differentiation. Differentiation-nya juga harus jelas. Apa yang membedakan kamu sama kompetitormu? Kamu jangan dicompare-kompare, kami beda. Kalau kamu beda, bedanya di mana? orang akan loyal di situ. Yang terakhir, tidak ada produk yang sukses tanpa branding. Branding aja bisa gagal, apalagi enggak ada branding. Nah, oleh sebab itu hari ini kalau Anda mau blow ocean, saya rasa itu jalan terbaik untuk kamu keluar dari seller online. Kalau para UMKM salah satu blow oceannya adalah bikin konten. Itu yang membuat kamu differentiation-nya berbeda, brandingmu beda. Ketika kamu bikin konten, maka kamu akan mencari seller-seller baru dengan cara konten kamu yang diminati. Dan itu tentu butuh effort. Daripada kamu hari ini bayar content creator, bayar selepgram, bayar influencer, mending bayar affiliator. Tapi kalau kamu enggak bisa bayar affiliator, mending kamu bangun konten sendiri. Nah, kalau kamu kontennya pun tidak menarik, ya pikir cara. Makanya zaman sekarang memang harus lebih keras pekerjaannya. Karena kalau tidak, maka UMKM ini pasti ya mati dalam hitungan bulan. Demikian video para sahabat S30, sharing singkat saya. Semoga sharing saya ini bisa bermanfaat untuk Anda. Tetap semangat, tetap stay tune. Saya aja yang sudah 12 tahun membangun media successiv 30 sampai hari ini pun juga tetap beradaptasi. Kami juga tidak pernah menyerah karena kalau mau fight ya pilihannya cuman seperti itu. Sukses untuk Anda. Jangan lupa salam hebat luar biasa. Yeah.
Resume
Categories