Transcript
rNpLRCsGnHM • Untuk "Wakil Rakyat di DPR" yang Terhormat, Dengarkan Tuntutan Rakyat, Jangan Sampai Demo Terulang
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1409_rNpLRCsGnHM.txt
Kind: captions Language: id Tapi yang paling mencekam yang membuat trauma 98 itu kembali yaitu tiba-tiba saudara Afan Kurniawan, sopir Gojek itu yang lagi ngantar makanan itu. Sekali lagi, correct me if I'm wrong, memicu amarah besar dan langsung kami itu seperti recall dengan peristiwa Semanggi tahun 8. Mata dunia lagi tersorot ke Indonesia. Kalau beliau tidak bisa mengendalikan anarkisme penjarahan, maka kepercayaan investor akan hilang, ekonomi akan lumpuh. UMKM akan mati. Ini akan COVID kedua di mana orang susah makan, rakyat lapar. Avan itu memicu bagaimana membenturkan aparat dan seorang rakyat jelata. Itu enggak ada bedanya sama peristiwa Semangki 98. Sahabat S30, salam hebat luar biasa. Hari ini Anda lihat angle yang berbeda dan saya juga memakai baju yang berbeda. Karena kita tahu situasi Indonesia belakangan selama 1 minggu ini lagi panas dan saya juga bisa memahami bagaimana situasi Indonesia yang sangat mencekam. Saya di sini tidak mewakili siapapun, tapi saya hari ini mewakili posisi saya sebagai rakyat, sebagai warga yang sangat mencintai negeri ini. Di dalam channel saya, di dalam Instagram saya sekalipun saya ini jarang membahas politik, sangat jarang. Kalau saya sudah sampai membahas politik ini pasti ada sesuatu yang keterlaluan, sangat keterlaluan. sehingga saya tidak bisa tidak membahas. Anda tahu sendiri teman saya ini pejabat juga tidak sedikit. Teman saya yang hari ini terpilih sebagai anggota dewan DPR RI maupun DPRD juga tidak sedikit. Tetapi kali ini saya mohon mohon maaf saya harus memilih. Pilihan saya jatuh ke rakyat. Saya tahu resiko saya, saya membahas video ini, saya akan kehilangan dan dibenci teman-teman saya yang di DPR. Saya tahu, saya tahu juga saya akan kehilangan mereka. Tapi hati saya bergetar. Saya membuat video ini penuh dengan rasa amarah. Kenapa saya penuh dengan amarah? Saya membuat video ini saya sudah peringatkan banyak teman-teman saya, jangan terlalu flexing. Kalian itu pejabat. Pejabat itu artinya apa? Bos, kalian itu rakyat. Pejabat itu persepsinya berbeda dengan pejabat era Orde Baru. Di mana era Orde Baru itu pejabat itu ditakuti. Kamu punya kenalan siapa? Kamu punya orang dalam siapa? Kamu punya backingan siapa? Kamu dekat sama keluarga siapa? Cendana kah, Cikeas kah, Solo kah? Itu semua kalau kita menilik pada 98. Yes. Tetapi kalian jangan lupa ini era sosial media semua terpantau dengan jelas. Kalau tahun '98 ke bawah wajar media itu sentralisasi yaitu semua terpusat ke Kompas, Jawa Pos. Kalau di Bandung mungkin pikiran rakyat. Kemudian Kompas juga bikin radar. Jawa Pos bikin radar Jawa Pos. Media-media kecil. Kemudian semua berita terpusat hanya di RCTI sama TVRI. Pada saat itu orang yang hidup di tahun '98, penonton yang nonton video saya ini di tahun 8 pasti mengerti maksud saya. Betapa mencekamnya daerah saat itu, penjarahan, demo. Tetapi yang saya melihat Senin lalu ketika saya bikin video ini, ini hari Senin, tiba-tiba kita tahu mendadak ada demo tanggal 25 Agustus. Oke, itu biasa lempar-lemparan dan sebagainya. Tapi yang paling mencekam yang membuat trauma 98 itu kembali yaitu tiba-tiba saudara Afan Kurniawan, sopir Gojek itu yang lagi ngantar makanan itu. Sekali lagi, correct me if I'm wrong, memicu amarah besar dan langsung kami itu seperti recall dengan peristiwa Semanggi tahun 8. Kita juga tahu waktu itu Pak Prabowo waktu itu sebagai Danjen Kopasus kalau saya enggak salah diturunkan kurang kuat apa beliau? Beliau adalah menantu cendana. Beliau adalah suami daripada anggota DPR sekarang, Ibu Titik Soeharto. Kurang hebat apa diturunkan? Saya enggak mau bahas itu. Dan tiba-tiba peristiwa ini dikembalikan ke masa-masa nama beliau yang mana hari ini beliau sebagai seorang presiden. Inilah ujian besar bagi seorang presiden di mana beliau saat ini bagaimana beliau meng-handle crisis. Mata dunia lagi tersorot ke Indonesia. Kalau beliau tidak bisa mengendalikan anarkisme, penjarahan, maka kepercayaan investor akan hilang, ekonomi akan lumpuh, UMKM akan mati. Ini akan COVID kedua di mana orang susah makan, rakyat lapar. Avan itu memicu bagaimana membenturkan aparat dan seorang rakyat jelata. Itu enggak ada bedanya sama peristiwa Sumanggi 98. Di sinilah people power muncul. tahun 98 kita cuma mengandalkan wartawan media untuk meliput peristiwa itu. Tapi banyak momen-momen yang tak terlihat di tahun '98 karena apa? Medianya masih sentralisasi. Tetapi di tahun 2025 ini media sudah terdesentralisasi. Semua netizen punya HP. Bisa dicek validasinya itu bukan AI. Pak Candra, gimana orang bisa tahu itu bukan AI atau enggak? Itu dicek mudah. Meskipun sekarang AI semakin lama semakin canggih ya, tetapi kita lihat-lihat dengan jelas 2025 ini ada penyusup, ada pihak pihak ya kalau saya mau beli sampaikan adalah demonstran itu terdiri dari tiga level. Level pertama adalah demonstran sejati. Apakah itu mahasiswa yang menyampaikan aspirasi? Apakah itu rakyat yang tergolong daripada organisasi atau ormas tertentu untuk nyampaikan aspirasi, tuntunan rakyat. Oke, itu demonstran yang benar. Dan biasanya demonstran itu tidak anarkis. Tapi kenapa selalu di balik demonstran itu ada jenis yang kedua penyusup itu sudah enggak murni demonstr kerumunan massal dia bikin kekacauan. Terangkap kan dengan kamera-kamera yang enggak kelihatan blind spot. Ada orang berbaju putih semuanya tertutup kamera putih kemudian wajahnya ditutupnya putih. Itu siapa? Oknum kah? aparat kah, PORI kah, menyusup, BIN kah, TNI kah, semua enggak ada yang tahu. Nah, tapi itu gejala sudah aneh dulu. 298 gak kelihatan itu apa katanya karena tidak ada jajak digital. Sekarang sangat jelas. Nah, itulah sebab level kedua sudah kelihatan kan ada penyusun. Jadi ini demo sudah mulai yang ditunggangi, tidak murni suara rakyat dan yang paling bahaya level 3. Demo level 3 ini ada kepentingan-kepentingan asing yang pengin merusak keutuhan NKRI. Ini sudah ada karena demo itu butuh makan. Dulu demo siang selesai, sekarang sampai malam pun masih ada. Saya memang turut prihatin dengan sahabat-sahabat saya seperti yah kita tahu anggota DPR yang juga dulunya background-nya artis tiba-tiba rumahnya dijarah, rumahnya tiba-tiba disatroni. Apakah itu murni rakyat yang marah ataukah itu ada penyusup dan kepentingan yang ada di dalam? Siapakah mereka? Itu yang saya paling tidak suka. Banyak pihak yang tidak mau NKR ini bersatu. Dan di sini saya ingin berpesan dengan sangat-sangat jelas. Kita bangsa besar membangun bangsa kita 80 tahun ini. Kita tidak boleh dipecah belah. Semua fokus. Saya setuju dengan kata warga jaga warga. Saya setuju teman jaga teman. Jangan sampai kita mana teman mana lawan dirusak. Apalagi di grup-grup WA. Semua berita hoa itu menyebar. Dan mereka yang punya ketraumaan di 98 menjadi kacau. Wahai Anda para sahabat SP30 atau siapapun yang nonton video ini, tanyalah orang tua kalian yang mereka kena korban kerusuhan. Enggak tahu apa-apa. Tahu-tahu rumahnya dijarah gitu aja. Salah mereka di mana? Mereka kerja itu berpuluh-puluh tahun ngumpulkan uang itu enggak tahu apa-apa. Tiba-tiba dijara, "Kalau itu terjadi sama kamu, gimana? Cuma dengan satu kata Cina. Saya bukan membela saudara sayaing Tionghoa, bukan. Saya membela semua saudara di NKRI mau dari Medan, Aceh sampai Papua. Semua sahabat dan saudara saya. Kalau Anda nonton video saya, saya bukan kalau teman saya keturunan Tionghoa salah, gua juga gas. Gua juga maki-maki dia. Anda tahu sendiri. Ya kan? Saya enggak peduli. Saya enggak pernah lihat ras. Saya juga enggak pernah lihat suku. Lu salah ya salah. Bukan karena lu sukunya sama kayak gua. Gua bela. Enggak ada. Saya ini suku Indonesia. Camkan itu, camkan itu baik-baik. Saya enggak pernah peduli. Teman saya anggota dewan salah. Gua gas dan gua enggak lihat sukunya. Teman gue yang anggota dewan mau Tiongha, mau apa, mau Jawa, mau Banjar, mau Manado, mau Bali. Salah gua gas. Lu pejabat rakyat. Rakyat itu bos kamu. Kok kamu flexing di atas penderitaan rakyat? Saya gas. Sedekat apapun saja saya enggak peduli. Tapi saya rasa penjaraan rumah Uyakuya, penjaraan rumah Eko Patrio, penjaraan rumahnya Ahmad Saroni, semua tahulah. Anda lihat IG saya, saya ada follow mereka enggak? Mereka ada follow saya enggak. Sahabat kan? Bang Roni itu aja sendiri pernah masuk podcast saya. Cek aja video saya 4 tahun yang lalu. Sahabat saya sering kontak-kotakan sama beliau. Tapi kalau flexing-nya udah kebangetan emang rakyat itu enggak punya mata. Tapi saya rasa dengan peristiwa kemarin mereka semua dapat pelajaran berharga ya. Mereka rela rumah mereka dijarah, mereka rela rumah mereka diporak-porandakan dan itu sudah masuk stasiun televisi nasional bahkan internasional. Yah, semua ada ganjarannya. Kalau people power, rakyat sudah marah, ya ini ganjaran yang kamu dapat. Saya enggak bisa bela lagi. Kali ini saya di posisi rakyat. Karena wajar kamu anggota dewan. Anggota dewan itu perwakilan rakyat. Perwakilan rakyat. Kamu mewakili rakyat, kamu naik juga karena rakyat. Hari ini kamu jatuh pun juga karena rakyat. Pengusaha juga sama. Pengusaha yang terlalu sukses tapi enggak pernah berbagi charti sosial, pengusaha itu juga bisa jatuh. Video ini saya buat untuk perhatian bagi semua. Dan beberapa yang lalu saya juga ada postingan di Instagram saya. Saya bilang teman-teman, saya tahu kalau saya posting ini saya akan kehilangan teman. Teman saya pejabat banyak bukan kelas daerah aja tapi kelas nasional. Mereka tuh dipilih bukan satu dua orang loh, puluhan ribu orang. Tapi saya tahu saya diri saya mungkin kalau teman pejabat gak suka sama saya kalau era 98 mungkin saya bisa dihilangkan. Makanya saya ada polis tulis ee tulis postingan saya terakhir teman-teman. Saya minta maaf kalau saya bersuara terlalu keras. Kalau saya ada kenapa-kenapa, saya akan update ke sahabat-sahabat semua. Eh, ada netizen ngomong lebay lu. Loh, dia enggak ngerti. Saya bicara gini nih resikonya tinggi loh. Bukan saya cuman kehilangan teman loh. Ada loh ancaman keluarga saya tapi saya enggak peduli. Saya sangat mencintai negeri ini. Saya mau NKRI itu. Saya pun tidak pernah terpikir anak saya dan istri saya untuk pindah warga negara. Meskipun saya bisa. Banyak kok teman-teman saya diaspora di luar negeri yang a can pindah sini aja Indonesia enggak punya masa depan. Banyak event kakak kandung saya juga diaspora, dia tinggal di Amerika sekarang. Apa susahnya saya ke sana? Rumah ada, kediaman ada, enggak sulit kok. Tapi no, saya memilih untuk tinggal di negara ini. Saya posting, adik-adikku, sahabatku, saya tidak akan pergi ke luar negeri. Saya tetap ada di Indonesia selama kerusuhan ini. Penjaraan massal 2025. beberapa anggota eh sori eh apa kantor DPRD dibakar Surabaya, kantor gubernur, kantornya wagub terbakar. Saya banyak telepon dengan kepala-kepala daerah, amankah daerah kamu? Kepala daerah juga stres sekarang. Kalau kamu benar, ngapain kamu stres? Tapi kalau kamu flexing, ya habis kau. Ingat, kamu digaji sama rakyat loh. Jangan happy-happy. Ngomong kasar kamu main proyek belakang itu juga dari rakyat loh. Kalau enggak dari mana? Makanya semua teman-teman saya, kepala daerah, anggota DPR itu takut, tapi saya enggak takut bersuara. Kali ini saya bersama dengan rakyat. So, sahabat S30, pesan sama saya untuk Anda semua, bagi Anda warga negara Indonesia, tidak usah takut, berani bersuara, kamu enggak sendiri. Karena media sudah desentralisasi. Banyak teman-teman influencer memberitakan kebenaran. Justru sekarang seperti zaman pemisahan. Yang benar yang akan kumpul sama benar, yang jahat akan kumpul sama yang jahat. Penyusup di tengah-tengah tertangkap. Influencer yang benar akan kumpul sama influencer yang benar. Influencer yang ngacuk akan kumpul sama yang ngacuk. Pejabat yang benar saya enggak gas. Pejabat yang benar bagus. Kamu membawa bangsa ini. Kamu bosnya kamu itu bekerja untuk rakyat. Kerja yang baik. Jaga NKR ini. Semua bekerja di rana masing-masing. Saya juga dukung pejabat yang top, pekerja yang bersih, tidak mau korup. Silakan fight berjuang. Tapi kalau kamu mau jadi kaya raya, ya jangan jadi pejabat. Makanya kenapa pejabat yang goalsnya kaya raya akhirnya jadi korrupter? Pejabat yang mau kaya raya main proyek belakang yang enggak transparan. Jelas itu yang saya gas. Kalian jangan salah. Makanya saya ada video Instagram yang mana ada Kim Jong Un ngebom itu. Itu kan sarkas saking marahnya karena semua nganggap semua anggota DPR kayak gitu. Enggak. Banyak kok teman saya anggota DPR yang baik. Semua pada japri saya, "Bro, enggak apa-apa, kah?" Sor aku enggak ngomong kau. Kau bagus saya puji. Saya gas teman-teman lu yang oknum kurang ajar itu. Yang terlalu flexing, yang terlalu korup itu gua gas. Siap gua tembakin semua. Tapi lu kalau enggak benar gua juga siap tembakin lu loh. Oh siap-siap. Mereka takut. Nah sama-sahabat SP30 kita ini juga warga negara. Saya Canda putang negara tidak terafiliasi dengan partai politik manapun. Saya independen. Saya Candra putanegara. Saya cuma seorang anak bangsa yang berusaha dan cari nafkah di sini. Saya sama kayak kalian. Apa beda saya sama si Afan itu Kurniawan almarhum? Sama. Kita sama-sama cari makan. Lu sama gue enggak ada bedanya. Jangan bedain. Saya meraih prestasi ini semua, meraih kesuksesan ini semua karena prestasi, perjuangan. Enggak ada uang haram. Semua berjuang dari titik darah penghabisan. Kita sama-sama cari nafkah. Masa saya ini rela mengkhianati negara saya. Saya makan di sini, minum air di sini, tanah air yang begitu tercinta. Terus saya tinggalkan negara ini karena saya sudah meraih keuntungan. Pengkhianat itu nama saya Canda Putengara bukan pengkhianat negara. Dari saya seorang anak bangsa yang sangat mencintai negeri ini. I love Indonesia. Segera damai negeriku dan saya percaya setelah transformasi besar-besaran ini, Indonesia akan semakin kuat dan berjaya. Mari kita sambut Indonesia Mas 2045.