Transcript
QaP9-1-HeeI • Cara Punya Mindset Orang Sukses | Masih Miskin? Kamu Perlu Belajar ini!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1410_QaP9-1-HeeI.txt
Kind: captions
Language: id
Saya tidak menyarankan kamu yang nonton
video ini bagi Anda yang baperan. Terus
terang kenapa? Karena video ini memang
ditujukan tidak untuk semua orang. Hanya
mereka memang open mind menerima masukan
ini karena ini mengubah sistem yang
sudah ditanamkan kepada Anda sejak
kecil. Saya tidak suka berbicara ini,
tapi memang kenyataannya guru Anda,
orang tua Anda, lingkungan sekitar Anda
banyak berbohong kepada Anda. Mau apa
yang saya bahas, tonton sampai selesai.
Sahabat entrepreneur, salam hebat luar
biasa. Pembukaan saya tadi memang keras
ya. E tetapi seperti yang sudah saya
katakan bahwa orang sukses perbedaannya
sama orang gagal memang utamanya di
mindset. Makanya saya selalu bilang,
"It's all about mindset." Kenapa saya
katakan mindset itu yang paling utama?
Ya, karena kita tidak bisa pungkiri.
Kenapa saya tidak bosan-bosan membahas
masalah mindset. Karena hari ini kita
harus tahu kenapa orang bisa menjadi
orang terkaya. Kita enggak usah bicara
orang terkaya di dunia, levelnya sudah
terlalu jauh. orang terkait di kota
kalian aja deh. Itu pasti mereka itu
cara berpikirnya beda dengan masyarakat.
Rata-rata kita lihat resto atau depot
yang ramai di kota kalian itu pasti
mindsetnya beda dan dari rata-rata.
Mereka kalau diwawancara apa rahasianya
restonya bisa ramai? Kan banyak orang
mau curi dong ilmunya seperti apa. Dia
bilang, "Ya ini sebetulnya karena rezeki
dari Allah ya kan. Yang penting saya
kalau jatah sekian habis. Nah, itu
menurut saya bukan tips. Itu menurut
saya adalah jawaban aman kayaknya
politisi gitu. Jadi mereka lebih
memikirkan perut sendiri daripada
membocorkan rahasia dapur mereka sama
orang lain. Tapi poin yang saya utamakan
di sini sebenarnya saya ngerti rahasia
mereka itu apa. Poin yang saya mau
sampaikan di sini adalah cara breakf
mereka pasti berbeda dengan kamu yang
orang di bawah rata-rata. Dari mana saja
perbedaan cara berpikir itu? Mari kita
bahas ya. Perbedaan cara berpikir itu
dari yang pertama adalah komitmen.
Selamat bagi Anda yang masih bertahan
termasuk Anda sudah subscribe channel
Success Befory sejak 12 tahun yang lalu
2013. Sekarang kita akan bongkar tuntas
cara berpikir kalian. Yang pertama
adalah saya bertanggung jawab penuh atas
hidup saya. hidup saya ini betul saat
ini pemerintah mungkin ya sedang
bekerja, anggota DPR sudah bekerja,
tetapi kamu dipecat hari ini itu bukan
cuman salah dari sistem, tapi ada yang
salah dengan cara berpikirmu. Masalahnya
sistem pendidikan kita ini dari PG, TK
atau PG itu TK itu PAUD, mungkin SD, SMP
atau SMK atau SMA. Setelah itu cari
kerja kita itu dibangun sistem seperti
ini itu selama ratusan tahun dan sistem
seperti ini itu sudah ditanamkan di
zaman pendidikan Belanda sehingga kalian
diajak untuk follow the system ya.
ketika follow the system ya. Jadinya
kalian hari ini terlalu mengandalkan
ijazah untuk kamu cari kerja dan
akhirnya kita tahu bahwa saat ini
mengandalkan ijazah saja untuk cari
kerja itu sudah tidak pernah cukup ya.
Tidak pernah akan cukup apalagi yang
enggak punya ijazah gitu. Makanya hari
ini saya mau tegaskan bahwa kamu harus
punya mindset bahwa saya bertanggung
jawab 100%. Jadi suksesnya saya itu
bukan bergantung sama orang tua saya.
Suksesnya saya juga bukan bergantung
pada pasangan saya. Suksesnya saya ini
juga bukan bergantung dari kebijakan
pemerintah. Tapi suksesnya saya ini
bertanggung 100% tanggung jawab saya
sendiri. Contoh saya, saya berangkat
dari mahasiswa. Saya pernah kena badai,
orang tua saya pernah bangkrut. Terus
saya mau nyalahkan siapa? Orang tua.
Saya mau nyalahkan siapa? Partner orang
tua saya menipu usaha mama saya. Bisa
aja saya menyalahkan. Tapi ketika saya
merentung saya berhenti, saya terus
menyalahkan. Ternyata itu tidak menjadi
sebuah solusi. Justru skill menyalahkan
saya yang semakin hebat. Justru skill
saya yang komplainnya semakin hebat.
Akhirnya saya baru sadar ternyata saya
harus bertanggung jawab sama diri saya
sendiri. Ya, toh itu kalau ibu saya
ditipu sama partnernya, ayah saya hari
ini harus bangkrut karena krisis
moneter. Ya sudah, nasi sudah jadi
bubur. Terus mau diapain? Kita mau
nengok ke belakang ya enggak bisa
apa-apa ya. kita harus bertanggung jawab
sama diri kita sendiri. Akhirnya saya
merintis usaha saya yang pertama sampai
hari ini. Yang saya mau sampaikan adalah
saya bisa aja terus menyalahkan 25
tahun, tapi saya enggak berkembang. Yang
berkembang adalah skill menyalahkan
saya, skill komplain saya. Kalau skill
komplain saya itu yang semakin tinggi,
apa yang terjadi? Apakah komplain itu
bisa membuat hidup saya berubah?
Mengeluh bisa membuat hidup saya
berubah? Coba kamu pikirkan. Kalau bisa
silakan Indonesia juaranya ya kan? Ada
pertandingan Olimpiade komplain
contohnya gitu, juaranya Indonesia ya
kan. Apakah kamu itu termasuk orang yang
seperti itu? Atau yang kedua berkomitmen
untuk sukses bukan sekedar ingin. Apa
beda orang sukses sama orang yang
benar-benar sukses? Bedanya dikata mau
atau ingin. Kamu mau sukses enggak? Mau.
Tapi orang sukses, kamu mau sukses
enggak? Enggak cuman mau saya
berkomitmen untuk sukses. Beda loh kata
ingin sama berkomitmen untuk sukses itu
beda loh. Saya besok mau bangun pagi
sama saya besok berkomitmen bangun pagi
itu udah beda loh. Saya mau jogging sore
supaya badan saya kurus. Saya
berkomitmen untuk jogging untuk badan
saya kurus. itu sudah beda loh. Saya mau
punya income satu R00 juta per bulan
sama saya berkomitmen untuk saya punya
income R00 juta per bulan itu sudah beda
loh penekanannya. Nah, maka dari sini
mindsetnya pun sudah berbeda karena
kata-kata yang Anda ucapkan itu sudah
berbeda. Yang ketiga, berpikir besar dan
mencari jalan. Karena orang sukses itu
selalu cari jalan, bukan cari alasan.
Anda yang hari ini punya skill komplain,
mengeluh, menyalahkan pemerintah,
menyalahkan siapa-siapa, itu sudah cukup
membuat Anda hari ini enggak bisa maju.
Tapi sebaliknya, kalau kamu hari ini mau
maju, kamu harus mempunyai berpikir
besar dan mencari solusi dan mencari
jalan. Dan yang keempat, jauh lebih
besar dari masalah apapun. Orang gagal,
nasib nasib hidup saya ini kok selalu
sial. Merasa diri enggak kecil, enggak
enggak bisa berguna. Akhirnya cuman bisa
bacot di sosmap. Sedangkan orang sukses
enggak apa-apa. masalah ini akan membuat
saya lebih kuat, lebih tahan mental dan
mereka selalu memposisikan mereka jauh
lebih besar daripada masalah apapun yang
mereka hadapi. Yang kelima adalah
mengagumi dan berkomunitas dengan orang
sukses. Orang gagal cenderung cari-cari
kekurangan orang tersebut. Orang ini itu
kayaknya sukses gara-gara tuyul,
gara-gara pelihara ee ini korupsi ini
kayaknya jago menjilat ini. Dia itu
selalu mencari kesalahan orang lain.
Sedangkan orang sukses mereka justru
mengagumi beras. Orang ini kok bisa
sukses ya? Pasti dia punya skill di atas
rata-rata. termasuk orang bisa jadi
anggota DPR itu termasuk sukses loh.
Meskipun enggak semua kelakuan anggota
orang DPR itu benar ya, tapi dia bisa
terpilih jadi anggota DPR itu ya
termasuk luar biasa. Sean rakyat kan
hari ini cuma bisa mengkomplain perilaku
anggota DPR tapi dia sudah terpilih itu
termasuk sukses. Saya enggak bicara
kinerjanya dia, tapi dia bisa terpilih.
Itu sudah luar biasa. Sama juga kalau
hari ini kamu ingin berhasil maka kamu
harus belajar untuk belajar mengapa dia
bisa terpilih? Mengapa dia bisa sukses?
orang itu bisa jadi CEO itu juga panah
perjuangan dari bawah. Tapi orang yang
enggak terpilih kan cuman bisa nyinyir
ah jago jilat atasan. Ah, dia begini
begitu. Nah, hari ini maka kita harus
bisa memilah. Mindset orang sukses
adalah dia kagum, dia mau belajar apa
rahasianya. Dan pilar keenam, pandai
mempromosikan diri dan berjualan. Jadi,
seorang sahabat entrepreneur zaman
sekarang ini enggak cukup kamu harus
cuman berjualan sesuatu. Tetapi kalau
kamu mau berhasil, kamu harus pandai
personal branding ya di sosur match.
Karena kan personal branding itu mudah
gitu. Kamu mau upload jam berapa pun
bisa. Kamu tidak dibatasi konten 1 hari
itu harus berapa kali. Bebas kan?
Platform membebaskan kamu. Loh, tapi
view-nya kok kecil loh. Orang itu bisa
sukses sampai view-nya itu jutaan. Itu
bangun itu bukan sat du hari.
Bertahun-tahun. Kamu lihat konten
kreator yang sukses sama mereka itu
tidak terjadi dalam satu hari. Ada satu
view meledak jutaan views, tapi video
berikutnya yang nonton cuman ratusan. Ya
memang seperti itu algoritma. Kamu harus
bisa menemukan diri kamu itu yang siapa.
Ya. Yang ketujuh, pilar yang ketujuh
minta dibayar berdasarkan hasil bukan
waktu. Pay by result bukan waktu. Kalau
karyawan rata-rata yang penting gua
kerja jam 08.00 pulang jam .00. Yang
penting ya sudah. Soal kamu jam 08.00
dan jam .00 itu kamu hari ini apakah
yang penting gua ngantor aja kinerjanya
apa urusan belakang yang penting kan gua
terima gaji setiap bulan itu yang
membuat orang gagal semakin gagal saya
bukan mengatakan karyawan itu gagal ya
karena karyawan yang sukses juga ada
karyaan sukses dia itu bisa menjadi
profesional yang sukses karena dia
pantang pulang kalau kerjaan belum
selesai nah orang sukses bekerja itu
besar hasil bukan cuman berdasarkan saya
ngantor berapa jam per hari saya bekerja
berapa jam per hari ngantor bekerja itu
beda Totalitas yang berbeda loh. Kamu
cuman ngantor, ngantor belum tentu
bekerja. Tapi kalau kamu bekerja, kamu
itu by result saya enggak mau nunda
pekerjaan saya besok. Kalau mau kerjaan
di kantor itu kerjaan banyak banget.
Banyak yang bisa dikerjakan. Kamu hari
ini mau bahkan kalau kamu belum selesai,
saya enggak mau nunda. Saya enggak mau
ngelembur pulang. lebih baik saya lembur
selesaikan di kantor. Nah, itu kamu
tipikal orang yang sukses. Itu contoh
mentalitasnya seperti itu. Kedelapan,
fokus membangun aset bukan mencari gaji.
Orang yang hari ini tuh sudah
menghasilkan uang enggak dibuat
wya-woya, disisihkan jadi aset.
Disisikan jadi aset. Akhirnya asetnya
bekerja untuk Anda suatu hari, bukan
mencari gaji gitu. Dan pilar 9 ahli
dalam mengelola keuangan orang sukses
dan orang gagal. Jelas beda. Orang gagal
itu menyisakan. Oh, ini bayar ini having
fun ini ngave di sini dulu pokoknya
enjoy-enjoy terakhir baru sisa. Orang
sukses enggak pay me first. Disisihkan
dulu ini dulu nabung dulu, aset dulu,
aset dulu, nabung dulu, aset dulu.
Akhirnya terakhir baru disisihkan, baru
terakhir yang tersisa. Nah, itu
perbedaan mindsetnya. Ali dalam
mengelola keuangan. Dan yang terakhir
selalu haus akan ilmu dan terus belajar.
Zaman sekarang loh enak. Ilmu di YouTube
itu gratis ya. Ilmu di YouTube itu
gratis. Tapi kalau Anda mau ilmu yang
lebih advance, kejar workshopworkshop.
Sekarang saya setiap bulan juga ada
workshop ya. Ee saya ee bangun company
bersama Pak Tony Dikaro, ahli keuangan.
Beliau IPO konsultant. Kami punya
workshop namanya pelatihan merdeka.
Setiap bulan kami ada workshop yang
premium. Memang ditujukan untuk orang
yang memang haus ilmu, ilmu advance
untuk belajar. Workshop. Harga workshop
kami dimulai dari R10 juta. Kenapa loh
Pak Candra? Kalau Pak Candra tulus,
berbagi dong ilmu dia. Gini, sorry to
say ee ilmu yang di YouTube saya juga
bisa bagikan, tetapi di workshop itu
berbeda di YouTube. Kalau memang semua
ilmu itu bisa digandingkan di YouTube,
besok sekolah semua tutup, universitas
besok tutup, enggak perlu kuliah lagi.
Ya kan? Buat apa? Semua ganti YouTube
aja. Enggak bisa seperti itu. Kalau ada
sahabat SP3 yang bertanya, "Kenapa
ilmunya enggak digratiskan aja?" Gini
ya, saya mau tegaskan di dunia ini
enggak ada yang gratis. Yang gratis itu
cuman dua, kentut sama sinar matahari.
Catat itu di kolom komen. Kalau kamu
masih punya mental gratisan, kamu bukan
subscriber saya. Lebih baik unsubscribe
sekarang juga. Saya juga enggak pernah
dapat ilmu secara gratisan, tapi kamu
mintanya gratisan. Dan kamu itu
tipe-tipe kaum yang kalau DM di
Instagram cuman, "Pak, kasihani saya,
Pak. Ee tolong, Pak, anak saya belum
makan 2 hari." Ee jadi skill pengemiss
online-mu yang meningkat itu tipikal
bukan follower saya. Kalau subscriber
saya, follower saya, mereka tahu ilmu
itu harus dikejar. Ilmu itu harus
belajar. Eh, kursus mengebud di mobil
aja juga harus belajar. Nyetir aja juga
harus belajar. Enggak ada yang gratis,
Mas Bro. Paham enggak kamu? Kalau kamu
tipikal yang mau cari pengajaran gratis,
wah Pak Canda sekarang beda. Biasanya
dulu ilmu di YouTube gratis, sekarang
jualan kelas di workshop. Saya mau
beritahu kamu, kelas ini bukan untuk
kamu. Saya sudah bilang, "Bahkan video
ini bukan untuk kamu. Video ini untuk
orang yang mau maju. Orang mau jadi
bupati aja ada sekolahnya. Orang di
partai aja ada sekolahnya. Orang mau
jadi CEO itu ada sekolahnya. Kamu hari
ini mau sukses tapi enggak ada
sekolahnya. Sukses dari mana? Kadang
otaknya enggak nyampai. Jadi mending
kamu unsubscribe. Oke. Karena video ini
bukan untuk kalian. Sukses untuk Anda.
Salam hebat. Luar biasa. Yeah.