Transcript
v8ErWYUdEgU • 3 Ajaran Bohong Yang Membuat Orang Tetap Miskin Terus
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1411_v8ErWYUdEgU.txt
Kind: captions
Language: id
Kamu sudah kerja keras, kamu sudah
mati-matian, kerja 1 hari sampai 10 jam,
tapi kok intinya hidup kamu kok
gitu-gitu aja alias kok masih miskin.
Ingat, permasalahannya bukan di kerja
keras, bukan di takdir, dan bukan di
nasib, tapi intinya ada di tiga
kebohongan ini. Apa saja tiga kebohongan
ini? Tonton sampai selesai. Sahabat
Entrepreneur, salam hebat luar biasa.
Kembali kepada channel Success Werty.
Saya kembali akan membahas masalah
mindset, mindset, dan mindset. Mengapa
mindset itu selalu menjadi jargon kita
selama 12 tahun terakhir? Ya, bahkan
sekarang banyak konten konten creator
baru yang juga mengambil kata mindset
dari kami gitu. Tapi it's ok karena
memang kuncinya di mindset, pola pikir.
Saya tadi sudah bilang ada tiga jenis
kebohongan yang hari ini membuat kalian
tidak bisa kunjung maju. Nah, kebohongan
itu apa saja? Yang pertama adalah
kebohongan berupa yang namanya penjara
mental.
Ya, apa itu maksudnya penjara mental?
Penjara mental sudah sangat jelas di
sini, yaitu sebuah kebohongan yang tidak
pernah akan ada akhirnya. Penjara mental
yang di sini yang saya maksud adalah
sebuah rantai mengikat yang terbuat dari
takdir. Bagaimana jika saya beritahu
kalau rantai yang mengikat pada kemision
bukan pada takdir, bukan pada nasib,
bukan juga karena kurang kerja keras,
tapi tiga kebohongan ini. Nah, yang
pertama adalah penjara mental. Pencara
mental ini ada kebohongan yang mengunci
e mental kalian sendiri. Jadi
seringkiali ini yang dinamakan sabotase
diri, self sabotase. Jadi kalian itu
paling gampang cari penjara mental itu
paling gampang ya istilah sekarang itu
disebut dengan mental block ya. Mental
block itu kamu mau paling gampang
menemukan mental block itu apa? Paling
gampang gini. Contoh, kamu tanya sama
diri sendiri, praktikkan kata-kata saya
ini. Sekarang kalau income sekitar R
juta 1 bulan, kamu tanya bisa enggak
saya income R10 juta 1 bulan? Kalau
jawabanmu eh
sulit? Nah, itu namanya penjara mental.
Jadi, penjara mental itu, mental blok
itu diciptakan oleh dirimu sendiri.
Kenapa? Karena kamu pasti belajar dari
lingkungan sekitar kamu. Kamu belajar
dari teman-teman kamu. Kamu belajar dari
circle sehingga akhirnya kamu sendiri
menciptakan penjara itu sendiri. Beda
kalau kamu hari ini ngomong, "Bisa
enggak saya lebih dari 10 juta 1 bulan?"
Bisa. R juta bisa. Loh, Pak Candra,
bukankah itu riak atau kesombongan?
Bedakan antara kesombongan sama
keyakinan. Karena kalau kamu berkata,
"Wah, itu berarti saya sombong, Pak.
Saya enggak boleh, Pak, di agama saya."
Sorry to say, mungkin di agamamu masa
mengajarkan kamu untuk tetap miskin.
Seharusnya tidak. Jangan-jangan kamu
salah tafsir dari agamamu atau
jangan-jangan itu penjara mental yang
kamu ciptakan sendiri sehingga kamu
tidak berani bermimpi lebih. Nah, itu
dia. Itulah seringkiali saya menemukan
manusia seperti itu. Nah, penjara mental
itu punya dua pilar utama. Yang pertama
adalah uang itu jahat dan orang itu kaya
itu serakah. Ini yang seringki saya
temukan di orang-orang yang selalu
berkata, "Uang itu jahat." Uang itu
netral, Bapak, Ibu. Uang itu netral,
Sahabat SW30. Uang itu cuman kertas,
alat tukar. Kalau kamu enggak ada uang,
gimana kamu beli makanan? Kamu enggak
ada uang, gimana kamu beli mobil? Gimana
kamu beli motor? Ya, apa kamu mau balik
ke zamannya uang itu masih barter? Saya
mau dapat dua telur, ya. Saya harus
ganti dengan contohnya apa? Barter
dengan apa? Kamu jualan apa? Kayu, kamu
jualan apa? Patung. Ya udah, saya butuh
makan. Ya udah, kamu tukar dengan beras
sekian. itu kan uang itu jahat dan orang
kaya itu serakah gitu. Nah, kamu terlalu
banyak nonton media, terlalu banyak
nonton media yang negatif, kamu selalu
bilang orang kaya itu serakah, anggota
DPR itu serakah, pejabat itu serakah dan
sebagainya dan sebagainya. Sehingga itu
adalah pondasi kemiskinan,
kebohongan-kebohongan yang diciptakan
oleh dirimu sendiri. Karena sumber yang
kamu tonton sangat berbeda dengan sumber
yang kamu dapatkan. Ee jadi gini, kenapa
orang kaya itu bisa makan steak yang
mahal? Contohnya gitu, bisa makan
makanan yang berkualitas. Sedangkan
orang miskin mungkin cuman makannya tahu
tempe. Tapi by the way saya tiap hari
juga makannya tahu tempe karena saya
seorang vegetarian gitu loh. Terus
akibatnya setiap kali Anda hampir
berhasil bawa sadar Anda mengatakan
melakukan sabotase diri. Jadi uang itu
jahat orang kaya itu seraka. Padahal
uang itu hanya alat untuk menukar. Terus
racun pikiran zona nyaman itu aman.
Inilah dinding penjara mental yang Anda
terjadi. Kalau kamu keluar dari
penghasilanmu, kamu itu mau makan apa?
Nah, itu nyaman. Padahal di dunia yang
ter padahal dulu sebelum kamu bekerja
kamu juga enggak punya penghasilan. Kamu
juga mati-matian untuk capai. Tapi
ketika kamu sudah aman, mengapa kamu
kehilangan semua kreativitas itu?
Padahal diam adalah tempat yang cara
pasti untuk tertinggal dan mati. Comfort
zone is the dead zone. Itu saya sering
kali bilang comfort zone. Jadi zona
nyaman itu adalah zona kematian. Anda
tidak pernah akan dapat hasil yang luar
biasa dari tindakan yang biasa-biasa
saja. Nah, kebuhan besar yang nomor dua
adalah jalan buntu strategi.
Kita lihat jalan buntu adalah strategi.
Setelah mental Anda salah, strategi
hidup Anda pun sudah salah. Anda sudah
melakukan hal yang benar di lari di
atasnya berkeringat tapi enggak pernah
sampai tujuan. Mitos kerja keras dan
ijazah pasti sukses. Padahal kerja keras
saja enggak cukup. Ijazah bukan jaminan
apalagi nilai tambah. Kamu punya aja S1
sekarang setiap tahun loh S1 itu yang
lulus itu berapa? Puluhan ribu sarjana
S1 dan kamu langsung kena penjara
mental. Saya aja enggak sampai S1. Saya
cuman alasan SMK bagaimana saya bisa
diterima dengan gaji yang lebih baik.
Enggak seperti itu. Saya loh punya
banyak murid yang sudah saya posting di
IG saya beberapa mereka itu loh bahkan
even mereka itu ada yang enggak tamat
SD, ada yang cuman security tapi hari
ini itu omset-nya mereka itu luar biasa.
Itu saya posting omsetnya mereka dari
mereka menjadi seller dan murid-murid
saya. Anda hari ini tidak cukup di situ
gitu loh. Makanya saya selalu bilang
mitos pertama dalam strategi adalah
kerja keras dan ijazah pasti sukses. Ini
kebohongan. Makanya mungkin di ada
beberapa contonent creator bilang
sekolah itu scam. Kalau saya sih enggak
setuju ya. Sekolah itu bukan scam.
Sekolah itu penting menurut saya. Karena
di sekolah itu kamu juga belajar
kedisiplinan. Kar di sekolah itu kamu
juga belajar disiplin setiap hari 8 jam
di sekolah itu tidak mudah gitu. Apalagi
di international school itu juga tidak
mudah gitu ya. Kalau kamu ngomong
sekolah itu scam itu saya sangat tidak
setuju gitu. sekolah itu penting tapi
enggak cukup. Kenapa? Dia bukan ukuran
untuk orang sukses. Karena zaman
sekarang S1 aja enggak cukup. Even di
content creator Anda punya subscriber
banyak aja itu enggak jaminan view Anda
pasti tinggi. Enggak jaminan. Tapi kamu
harus mempunyai sebuah strategi, metode
yang membuat kalian itu harus terus
maju. Sama sekolah juga sama. Kalau kamu
cuman berharap S1 terus kamu langsung
diterima kerja, ya enggak seperti itu.
Kamu harus bisa menjebol algoritma
content creator. Algoritma TikTok,
algoritma Instagram. Algoritma YouTube
kamu harus bisa jebol. Sama algoritma
kehidupan kamu juga harus bisa jebol.
Menabung akan membuatmu kaya. Mitos.
Loh, betul. Menabung apa dulu? Saya
selalu ngajarkan menabung itu benar.
Tapi bukan menabung di bank, tapi
menabung di emas, menabung di saham atau
sekarang mungkin ada yang kripto kalau
yang fundamentalnya kuat seperti
Bitcoin, Etherium. Nah, atau tujuan
menabung adalah memang tidak salah tapi
tujuannya untuk dana darurat bukan untuk
kekayaan. Orang kaya itu menabung untuk
menginvestasikan uangnya pada saat aset
itu bekerja keras untuk mereka. Pilihlah
aset-aset yang sudah pasti akan bekerja
keras selain bekerja keras dari diri
Anda. Mitos kedua adalah menabung
membuat mukaya. Ini adalah strategi yang
kad luarsa. Kebon yang ketiga adalah
jebakan eksekusi finansial. Kebon yang
paling konkret jebakan eksekusi
finansial adalah langkah terakhir
memastikan Anda tetap terikat. Bahkan
jika mental dan strategi Anda mulai
benar, satu kesalahan eksekusi finansial
bisa menghancurkan segalanya dan membuat
Anda dari nol.
Nah, jebakan ini rumah adalah aset dan
investasi pertama. Robert Kiosaki
bilang, "Rumah itu bukan dihitung aset.
Rumah itu adalah liability. Rumah itu
adalah aset kalau rumah itu menghasilkan
uang. Tapi kalau rumah itu tidak
menghasilkan uang cuman kenyamanan, maka
rumah itu adalah liability." Itu
kata-kata Robert Kiosaki. Memang kalau
di perbankan rumah itu masuk ke kategori
aset. Tapi kalau Anda rumah itu dari
POV, rumah itu bisa menghasilkan uang,
maka rumah itu adalah rumah itu adalah
aset. Tapi kalau selama rumah itu mati,
kamu cuman ngangsur layaknya kamu
bekerja KPR 30 tahun, ya mati. Kamu
bekerja untuk bank, asetnya kamu.
Apalagi banyak orang enggak tahu KPR 30
tahun, 15 tahun pertama kamu itu cuma
nyicil bunga. Bayangkan rumah itu
harganya R500 juta, kamu pinjam uang di
bank. Artinya 15 tahun pokok R500 juta
itu enggak berkurang. Kamu dianggap
tidak mencicil sama sekali. Gila kan? Ya
memang seperti itu hitungannya. Baru di
tahun ke-16 sampai tahun ke-30 baru
dikatakan uang kamu itu bisa
mencicilkan. Rumah itu bukan tempat
tinggal. Rumah itu investasi. Tapi kalau
mindsetnya rumah adalah tempat tinggal
it's ok. Tetapi jangkar mobilitas
cicilan 20 tahun bukan sekedar beban
finansial, tapi juga jangkar yang
membuat Anda terikat di satu bank. Yang
ketiga, bijak soal timing. Tidak ada
salahnya nabung untuk aset produktif
terlebih dahulu. Apalagi kita tahu bahwa
harga rumah cenderung stagnan. Jadi,
jebakan pertama rumah adalah aset dan
investasi pertama ini adalah jebakan
gengsi. Tapi, Pak Canda setuju enggak
bahwa punya rumah pertama itu penting?
Setuju. Apalagi kita tinggal di
Indonesia. Kenapa? Karena menurut saya
tetap eh Kyosaki bilang rumah itu adalah
liability. Itu berlaku di Amerika yang
mana pajaknya sudah sangat tinggi,
negaranya sangat maju. Tapi di Indonesia
untuk Anda memiliki rumah meskipun di
kota sangat sulit dibeli, tapi Anda
terus bisa beli rumah di pinggiran atau
beli rumah second. Karena bagaimana juga
memiliki rumah pertama itu penting
menurut saya. Jadi teori Kosaki ini
sedikit saya bantahkan karena itu
berlaku di Amerika, negara maju. Contoh,
Anda beli rumah di Singapura contohnya,
ya sudah jelas enggak mungkin ya kan?
Karena rumah Singapura itu hanya
diperuntukkan untuk warga negara
Singapura sendiri. Kalau orang di luar
Singapura paling banter Anda beli
kondominium, paling banter. Anda mau
tempat tinggal enggak mungkin karena itu
diutamakan untuk orang Singapura itu
sendiri. Dan Anda mau punya rumah di
Singapura itu sudah jelas amat-amat
sangat tidak mungkin karena harganya
bisa puluhan miliar. Mau uang dari mana?
Apalagi di Hongkong itu sudah jelas lagi
enggak mungkin. Tapi di Indonesia saya
yakin Anda masih bisa beli kok rumah di
bawah 1 M. Masih banyak ya. Apalagi di
pinggiran gak masalah. Menurut saya itu
masih bisa dihitung aset karena itu
termasuk capital gain daripada Anda
enggak punya rumah sama sekali. Nah, itu
sih dari sudut pandang saya ya. Jadi
kemudian utang adalah modal untuk
memulai. Cari customer dulu. Saya sudah
bilang dari mana bisnis besar dimulai?
Saya selalu bilang bukan tempat dulu,
bukan apa dulu, bukan modal dulu, tapi
cari customer dulu. Customer banyak baru
kamu bangun tempat, baru punya tempat
yang keren. Tapi kalau customer enggak
ada, buat apa? Kedua, validasi ide.
Buktikan produk dan jasa Anda memang
laku. Ada pasar yang mau membayar. Dan
yang ketiga, utang produktif. Kapan
boleh berhutang? Kalau hutang baik. Saya
selalu bilang hutang jelek itu enggak
boleh. Sistemnya mulai terbentuk. Anda
sudah butuh dana untuk membesar dan
skill usaha. Tapi kas usaha kamu sudah
jalan. Jangan hutang dulu tapi
customernya enggak ada. Itu bodoh. Jadi
hutang untuk model pemula ini adalah
kesalahan bagi pengusaha pemula. Dan
saya selalu bilang bahwa kalau mau cari
jalan lebih minim resiko adalah dari
segi modal atau kalian Anda harus lebih
kuat. Jadi jangan langsung berpikir
jalan pintas untuk mudah hutang. So, han
rantainya, ubah mindsetnya, ambil
tindakannya. Rantai ini yang paling
sulit karena ini sudah mengakar
beratus-ratus tahun di masyarakat
Indonesia. Cari uang, sekolah yang
tinggi agar cepat cari kerja, agar gaji
yang tinggi, setelah itu cari pensiunan.
Ini udah mengakar ratusan tahun dan
sistem di seluruh dunia. Ini rantainya.
Putuskan rantainya, Ubah mindsetnya.
Saya tahu ini tidak mudah, tetapi kalau
Anda mau ubah, Anda pasti bisa.
Pertanyaannya bukan lagi kenapa saya
harus hidup gini, tapi apa yang saya
lakukan setelah ini? Hancurkan
penjaranya, ubah strateginya, hindari
jebakannya hari ini dan sekarang.
Sahabat S30, saya rasa video saya ini
sudah sangat jelas ya. Jadi supaya
kalian harus mengambil take action now.
Kalau saat ini Anda masih punya
pekerjaan yang tetap, saya ucapkan
congratulation. Kamu hari ini seller
yang online di marketplace omsetmu laku,
congratulations. Kamu punya pekerjaan
tetap, congratulation. Tapi ingat, setia
payung sebelum hujan. Jangan sampai kamu
hari ini sudah rapi, sudah segala
sesuatunya bagus, tapi kamu tidak
mempersiapkan untuk masa depan. Apa yang
terjadi kalau kamu tiba-tiba di PKK
seperti teman-teman yang lain? Apa yang
terjadi kalau tiba-tiba perusahaanmu
tutup seperti teman-teman yang lain?
Enggak ada yang pasti di dunia ini. Oleh
sebab itu, bangun asetmu sekarang juga.
Bangun usahamu sekarang juga. Niscaya
kamu akan menjadi pengusaha yang luar
biasa. Sukses untuk Anda. Salam hebat.
Luar biasa. Yeah.