Transcript
tfdncfIqHHQ • INDONESIA TANPA DPR, Kata Ahmad Sahroni Orang Gobl*k
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1413_tfdncfIqHHQ.txt
Kind: captions Language: id Video ini akan membahas tentang logika dan oknum. Mengapa sih DPR tuh semakin lama, semakin tahun semakin kuat, semakin berkuasa, dan semakin banyak orang tergila-gila untuk menjadi anggota DPR. Ada apa sih privilege DPR itu? Apakah cuman karena gaji atajangan? Video ini akan membongkar tuntas mengapa semua orang tergila-gila menjadi anggota DPR. Sahabat Entrepreneur, salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali ke channel Success Before Dirty. Selamat datang kembali ke segmen sisi yang lain. Ini kali kedua ya saya sedikit membahas politik. Memang kita tahu ee kejadian kemarin selama 1 minggu dari awal ee September sampai saat ini ketika video ini dibuat, kita tahu Indonesia dalam 1 minggu itu tegangnya luar biasa. Ya, saya enggak usah bahas itu. Anda sudah banyak itu di sosial media Anda sudah lihat dari kejadian demo TPR kemudian sampai kejadian meninggalnya si Spir Ojol Afan itu sampai hari ini eh semua influencer dan ee di Indonesia memberikan tuntutan 17+ 8. Ya, memang sudah ada sebuah perbaikan, sudah ada penghapusan revisi, tunjangan apa dan sebagainya. Nanti saya akan bahas di video ini. Pertanyaan saya itu mengapa sih kok kita itu masyarakat kita itu tergila-gila menjadi pejabat apalagi sampai terpilih terpilih menjadi anggota DPR? Nah, mari kita pelajari satu persatu. Kalau kita berkaca-kaca ya sebetulnya jujur Anda di kolom komen sekarang tulis ya sewaktu kemarin pilek pemilihan legislatif kalian nyoblos enggak sih? Nyoblos enggak sih? Karena suara kalian itu juga menentukan wakil kalian loh. Ingat ya, DPR itu dewan perwakilan. Kalian itu nyoblos perwakilan kalian loh. Dan tahu enggak kalian kemarin pada puncaknya amarah rakyat karena boleh dikatakan selama Pak Prabowo menjabat ini sudah banyak kebijakan aneh-aneh yang membuat amarah rakyat memuncak. Dan akhirnya kemarin sampai keluar tuntutan 17/8 itu, itu juga andilnya kalian loh nyoblos di pemilian legislatif. Kalian nyoblos enggak sih kemarin anggota DPR? Kalau nyoblos ya jangan marah-marah dong. Dan apalagi kita tahu Salsa yang begitu vokalnya di Denmark dia memberikan statement tentang DPR itu sebenarnya adalah karyawan kita. Jadi enggak usah disembah. Pejabat itu enggak perlu Anda tunduk-tunduk. Pejabat itu sebenarnya mewakili kita, mewakili suara kita. Kalau dia kerjanya enggak benar, ya berhak kita marah-marahin, berhak kita olok-olok. Karena mereka tuh sebetulnya orang yang kita gaji dari uangnya kita. Betul itu kata-kata Salsa itu. Kalau mindsetnya orang luar negeri seperti itu ya. Tapi kenapa di Indonesia ini justru kebalik gitu loh. DPR tuh seolah-olah justru kita itu harus nyembah-nyembah orang DPR gitu loh. Dan kita sebagai rakyat tuh padahal uang gaji kita, uang dari pajak kita untuk gaji mereka. Jadi kalau mereka tuh kerjanya korap, mereka tuh kerjanya enggak gemar memang pantas diolok-olok gitu loh. Jadi caranya DPR ini bisa menjabat itu kursi itu gimana sih? Mari kita bahas ya satu persatu ya. Nah, biasanya orang itu punya koneksi ya. Jadi kita tahu sebenarnya orang-orang yang bisa di DPR ini punya bohir. Bohir itu istilahnya ada sponsor lah di belakangnya yang berkepentingan. Jadi, Bohir ini sebisa mungkin mengkandidatkan dan dia terafiliasi dengan partai politik tertentu dan akhirnya dia kalau namanya Bohir ya sudah pasti dia nomor satu harus berkontribusi untuk partainya dong. Enggak mungkin dia jadi anggota dan dia mewakili partai untuk jadi suara ee di dalam anggota dewan itu dia pasti harus berkontribusi pada partai. Yang namanya partai juga butuh duit. Nah, kalau dia bisa mensponsori partai, oh jelas dia diutamakan. Karena partai itu juga ee penentu suara rakyat gitu loh. Terus yang kedua, artis terkenal. Ya, kita tahu juga mewakili suara rakyat itu dia harus populer, rakyat harus kenal dia itu siapa, ya kan. Dan artis terkenal pun juga ujung-ujungnya di belakang juga ada bohirnya juga, ada sponsornya juga, ada donaturnya juga karena ada bosnya juga di belakang. Makanya artis itu harus nurut sama orang yang sponsorin dia gitu. karena popularitasnya ada, tapi ujung-ujungnya tetap ada sponsornya. Yang ketiga adalah orang yang punya benar-benar punya modal, pengusaha, pensiunan, aparat, dan sebagainya. Kita ambil satu contoh, salah satu anggota DPR yang sudah saya posting di Instagram saya yaitu pemilik Lion Air, Bapak Rusdi Kirana. Nah, kalau itu memang saya yakin dia seorang pengusaha plus politisi yang memang betul-betul ee saya yakin dia enggak cari duit lah di DPR karena dia sendiri pribadi sudah kaya raya gitu loh. Nah, jadi itu bedanya. Tapi orang yang setengah-setengah dia membangun karir di dunia entertainment atau orang yang bukan siapa-siapa dia itu mantan aktivis atau anggota parpol tiba-tiba mewakili partai dan duduk di parlemen itu ujung-ujungnya hampir kemungkinan besar ada bohirnya. Nah, ini semua harus dapat rekom dari partai. Jadi singkatnya orang yang punya koneksi, orang yang punya duit atau orang yang terkenal, semua itu dipilih dari suara rakyat mewakili rakyat antara orangnya terkenal atau ada sponsor, ada bohir di belakangnya. Mari kita baca ini sebuah statement sarkas dari pelaku sosial media bernama Afsul Fikar. Rahasia umum komposisi DPR satu, artis enggak laku. Ya jelaslah ketika artis itu udah enggak laku di TV, ujung-ujungnya nyalek kan gitu. Kedua, boomer gaptek. Ketiga, anak cucu, pejabat. Ya wajar bapak ibunya dulu kan mantan anggota dewan. Bapak ibunya dulu mantan ya paling gampanglah anaknya Pak Lurah, anaknya Pak Camat ya kan ujung-ujungnya diorbinkan juga anaknya. Keempat tropy wife ya Anda tahu sendirilah tropy wife. Kemudian mafia tambang dan pensiunan aparat. Yes. Ini kebanyakan seperti itu. Jadi mereka dipakailah untuk ee sebagai sebuah tameng atau mereka itu dianggap berpengalaman dan mereka dianggap mewakili suara rakyat. Terus ketua BER, ketua ormas, pengemis anggaran, keluarga korupter, mafia sawit, Korea-Korea, dan boneka partai. Nah, semoga banyak yang suka dengan UTA ini. Gue akan selalu bakas utas kayak gini agar kita lebih mudah memahami dan nambah informasi penting. Silakan di-share dan di-follow agar tulisannya itu bisa ngajak kita mikir. Dan tambahin juga jangan lupa sukol pengusaha muda, sukol gitu loh. Jadi kalau ada kata pengusaha muda kan terlihat keren. Makanya saya itu sering bercanda sama teman-teman HIMI ya sor ya teman-teman HIM HIMI itu kan himpunan pengusaha muda Indonesia salah himpunan politisi muda Indonesia. Jadi HIMI itu tempat sekolahnya politisi muda sebetulnya ini candaan ya. Apa yang tidak bagus dari DPR sekarang, perencanaan undang-undang tidak transparan. Ini problemnya tidak transparan. Pak Haok seringki ee berkata bahwa mau gaji DPR 1M pun gak masalah. asal transparansi ee tunjangan dan sebagainya. Gaji itu larinya ke mana harus transparan? Betul. Saya juga pernah diundang sebagai pembicara di Kementerian Koperasi, Kementerian beberapa divisi, semua transparan gitu loh. Sampai saya itu uang transport pun saya harus laporkan gitu loh. Nah, itu baru namanya transparansi. Kalau DPR seperti itu saya dukung karena dia kan pakai uang rakyat ya kan yang dia digaji oleh rakyat dan ada beberapa undang-undang yang keluar beritanya katanya rapat diam-diam dan disahkan diam-diam. Itu saya tahu. Saya punya banyak teman pengusaha hotel mereka itu tidak tinggal di hotel itu. Mereka rembers tapi dia tinggal di rumah entah selingkuhannya kali ya. Komunikasinya ke rakyat ini beneran ada enggak sih? Atau cuma membantu rakyat pilihan karena dulu membantu dukung. Nah, ini pertanyaan penting. Ramai juga nih di sosmet. Gimana rakyat kalau mau melakukan aspirasi ke DPR prosesnya tuh serumit ini. Alur proses pengaduan secara online. Astaga, Anda lihat ini belibet ini. Birokrasinya rumit. Lihat ini aja saya sudah pusing ini kepala. Nah, coba lihat proses pengaduan ke DPR. Jadi komunikasi ke rakyat pun jauh. Mundur dulu sebelum menyampaikan aspirasi. Nah, ini jokes yang paling sarkas di gedung DPR. Anda lihat nih, DPR didesain untuk jauh dari rakyat. Anda lihat nih di sini. Ini benar. Sedangkan kita lihat negara lain, Amerika Serikat contohnya gedungnya dekat enggak ada pagar ini ya. Ini benar loh di New York ya. Ini betul-betul saya pun juga pernah pergi gitu terus pagarnya enggak ada. Kita lihat juga malah di ini di mana? Di London, Inggris cuman pembatas jalan doang. Enggak ada itu. Kalau Anda lihat demo mau pagar DPR tuh mau mau dirobohin. Enggak bisa. Dia mau lempar petasan pun gak bisa. Jauh gedungnya. Itu gedung yang bentuknya itu seperti apa sih ya? Ya itu gedung DPR terlalu jauh. Jadi enggak tersentuh gedung itu gitu. Coba di Inggris dekat sekali sama rakyat. Ini definisi perwakilan rakyat karena gedungnya itu sangat dekat sama rakyat. China contohnya saya juga pernah berkali-kali ini gedungnya ini di Beijing ya kan sangat dekat sama rakyat. L rakyat bisa anytime bisa masuk gitu. Ini negara komunis loh. Rusia contohnya. Nah, Anda lihat ini mah kayak mall, kayak gedung bank aja, perbankan aja. Ini gedung DPR Prancis tuh Anda lihat malah betul-betul di pinggir jalan. Jadi, gimana? Apakah Indonesia ini lebih komunis dari negara komunis? Kelihatannya kita ini negara demokrasi, tapi gedung DPR itu jauh sekali sampai dipagerin. Jadi, gedung DPR ini harus dirombak desainnya ya betul-betul dekat sama rakyat. Jadi sekarang pertanyaan kunci, kenapa pada ngejar jadi DPR? Seperti statement saya di awal, kata kuncinya seringkiali itu bukan sewaktu mereka menjabat dapat uangnya. Itu kecil. Anda jangan mikir, "Wah, hari ini meskipun sudah revisi jadi Rp65 juta pun itu kecil. Uang DPR itu kecil banget. Gaji sudah jelas. Tapi masalahnya kalau Anda jadi DPR, orang itu dapat koneksi. Itu yang dikejar. Koneksi jauh lebih besar. Jadi dapatnya bukan lagi menjabat, tapi dapatnya setelah paripurna. Nah, apa yang diberikan DPR itu misalkan oligarki itu adalah aturan undang-undang orang aturan yang meloloskan dan menggampangkan oligarki. Jadi intinya adalah sewaktu Anda menjabat jadi anggota DPR ini berpihak pada orang tertentu, kerjaan tertentu. Nah, ini kan seperti nepotisme. Sewaktu mereka selesai jabat, kemungkinan mereka dapat jabatan terima kasih. itu tinggi. Hal ini enggak 100% buruk sih, cuman harus ada batasan yang perlu dilakukan. Ada yang memang punya hubungan dengan DPR itu bukan untuk main nakal, tapi untuk melindungi agar mereka tidak diserang sama pengusaha sebelah. Jadi ceritanya setiap pengusaha atau bohir itu yang saya sebut tadi di awal sponsor itu mereka itu orang titipan semua di dalam. Jadi kalau pebisnis sama pebisnis itu saling bersaing, nah orang mana yang lebih kuat di dalam gitu loh maksudnya. Saya bikin video ini cukup sensitif loh ya. Jadi kebanyakan orang akan mikir dapat uang cepat apalagi kalau naiknya pakai ini. Nih nih kita hitung-hitungan ya. GMAT versis versus anggota DPR. Jadi modal masuk kalau Anda mau jbat anggota PR nih beli suara anggaplah per orang ya Rp100.000 lah ya apa sih ee nasi bungkus ya kan Rp100.000 * 300K Rp300.000 kepala. Jadi 30 M jadi anggota DPR itu. Terus biaya kampany 2 M. Total modal 32 M. Pemasukannya dari mana? Kita lihat nih. Gaji tunjangan DPR bla bla bla bla bla R juta kemarin itu sebelum direvisi potongan partai 30% loh. Harus bayar ke partai loh. Jangan salah loh. Karena dia dapat rekom dari partai loh. Anggota partai itu banyak. Kenapa kok dia direkom? Makanya dia yang mampu menyumbangkan gajinya ke partai 30%. Gaji tungan bersih anggaplah R juta per bulan. Jadi total 50 tahun eh sori 5 tahun dia cuma dapat 4,2 M modalnya 30 M. Ujung-ujungnya enggak balik modal defisit 21,8 M. Pantesan pada korupsi. Nah itu loh dari situlah anggota DPR tuh korupsi. Kenapa? Coba kita lihat anggota DPR. Gila, waktu dia jabat kekayaannya yang dilaporkan sekian. Setelah dia 10 tahun menjabat kekayaannya naik dretis. Dari mana hitungannya kalau cuman gaji? Enggak mungkin. Coba kita mikir gitu loh ya. Pantesan korupsi. Nah, perbandingan pendapatan terbaru DPR nih kemarin setelah didemo 17+8 sebelumnya itu total Rp116.210. Setelah direvisi ya memang membuat rakyat sedikit lega. Jadi sekarang take home pay-nya Rp65.595 ya 65 66 juta lah. Anggaplah kurang lebih seperti itu ya. rakyat sedikit lega karena dipotong hampir separuh tunjangan-tunjangannya. Tapi masalahnya dari mana? Nah, di sinilah retak korupsi. Jadi mereka main proyek karena duitnya Boir harus dibalikin dong. Kalau enggak Boir mana rugi mau titip orang di DPR. Enggak mungkin. Nah, oleh sebab itu update gaji DPR di sini apa yang harus dilakukan? Pertama, transparansi dana DPR dan seluruh pejabat. Ini baru bisa maju. Kita lihat negara-negara maju ya. Makanya Salsa itu kenapa bersuara di Denmark? Karena dia melihat dengan jelas Denmark itu DPR itu pekerja. DPR itu wakil rakyat. Dia itu bekerja untuk rakyat dan orang DPR. Makanya si Jin pun juga pernah kalau mau kaya jangan jadi pejabat, jadilah pengusaha. Kalau sudah jadi pejabat jangan jadi orang kaya. Masalah makanya rakyat akan benci. Nah, itu kata-kata si Jin Ping loh ya. Bukan kata-kata saya. Transparansi kekayaan pejabat DPR yang kedua plus keluarga utamanya. Ini penting loh. Istrinya harus diaudit. Anak nomor satu, anak nomor 2, 3, 4, 5 harus diaudit. Menantu harus diaudit. Uang itu bisa pindah ke keluarga loh. Jangan salah. Iya kan? Tiga. Tidak boleh ada serangan fajar. Mungkinkah? Memang agak susah ya karena memang masyarakat kita ini pestanya 5 tahun sekali. Mereka berharap sembako, mereka juga berharap BLT. Nah, ini akarnya adalah kemiskinan. Saya sih menyarankan sebaiknya lebih baik kabur aja dulu. Entah anda jadi TKI, TKW atau Anda punya pekerjaan tetap gojek kek atau apa kek. Intinya manusia yang sudah punya pekerjaan tetap itu tidak mudah digoyah untuk mereka menjadi alat politik. Karena apa? Politikus paling suka menggunakan people power. Ketika people power ini dikerahkan, manusia ini bisa dibayar. Saya paling enggak suka kalau memang people power ini dimainkan. Konten-konten kreator aja juga contohnya. yang rami itu adalah mereka yang memberikan uang ke masyarakat dan itu diliput. Itu yang jadi problem. Itu loh bentuk bobroknya masyarakat kita. Dianggap disawer, dianggap sedekah. Itu adalah mereka tuh komoditas politik. Mereka itu ada maksudnya. Saya lagi ngomongin konten kreator siapa yang suka berbagi-berbagi uang. Saya paling tidak setuju itu. Akhirnya masyarakat kita ini jadi pembodohan dan mereka tidak mau cari kerja tapi berharap saweran terus. Nah, ini kapan majunya bangsa kita kalau seperti ini? Demo itu bagus. Demo itu harus mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Saya terima kasih sama teman-teman mahasiswa. Kalau enggak ada mahasiswa enggak ada itu yang apa tuntutan 17+8 itu. Tapi please dong, mahasiswa bagus, mereka menyuarakan aspirasi. Tapi saya paling benci kalau demo itu ditunggangi oleh bohir-bohir tertentu. Sehingga masyarakat yang sakit ini, yang tidak punya pekerjaan tetap ini mudah sekali digoreng, dibiayai agar mereka demo. Kerja dong. Itu yang jadi masalah. Yang keempat, sewaktu pemilihan harus terbuka anggota DPR mereka dapat sumbangan uang dari siapa? Ini mungkin enggak sebut boirnya siapa? Mungkin enggak kemarin demo itu yang menunggangi yang dia mau buka siapa yang menunggangi mana mau. Yang kelima, sewaktu jabat DPR atau calon DPR jangan ada memberikan sembako atas nama pribadi. Harus menggunakan organisasi pihak ketiga supaya orang tidak tahu. Karena kalau pakai nama pribadi itu namanya sedekah menggunakan pamrih. Mau dipilih lagi tujuannya coba sahabat yang beragama komen bagus enggak memberikan sedekah dengan menggunakan pamri. Nah, itulah sebab video ini saya buat dengan satu tujuan membuat masyarakat kita lebih cerdas. Bagi saya demo kemarin sampai harus menumbangkan nyawanya Arfan dan beberapa teman yang menjadi korban kemarin di Makassar kebakaran kantor DPRD dan beberapa korban itu. Ini adalah satua tumbal yang sebetulnya jangan sampai terjadi lagi di negara kita. Rakyat yang dikorbankan. Tapi inilah sistem kayaknya saya senang dengan influencer-influencer muda seperti Jerome, Feri Irwandi ya. Feri juga pernah masuk ke podcast kita. Kemudian juga Salsa, halo Salsa yang di Denmark. Keren sekali kamu ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Genzi ini supaya lebih cerdas. Jangan lagi kita mau dibohongi oleh wakil rakyat. Kita berhak kok mengata-ngatain anggota DPR. Kita berhak karena mereka memang digaji dari uang kita gitu. Kalau anggota DPR tambah lama tambah kaya ya kita patuh curigai ya. Kita patuh curigai dari mana dia dapat dana tersebut. Apalagi anggota DPR yang nyerempet-nyerempet ke mafia tambang, mafia sawit. Jadi mereka itu pengusaha-pengusaha besar oligarki itu sangat berharap sama anggota DPR itu untuk ngerubah undang-undang demi kepentingan siapa? Kepentingan oligarki lagi. Nah, ini makanya bangsa kita agennya yang begitu kaya raya, tapi kenapa hutangnya tetap banyak? Karena yang kaya koruptor. Makanya jangan sampai koruptor itu lepas. Saya di akhir video ini tidak memberikan statement apa-apa, cuma memberikan edukasi. Kita berdoa yang terbaik agar bangsa ini di era kepemimpinan Pak Prabowo menjadi lebih baik. Semoga beliau bekerja. Berikan kesempatan beliau itu untuk bekerja dengan baik. Ya, meskipun sekarang undang-undang sudah sedikit direvisi. Kita patut syukuri ya. Dan di video berikutnya saya akan membahas mengapa kalau kali ini DPR mengapa negara mau cetak uang? Nah, tonton video berikutnya setelah video ini selesai. Semoga Anda tercerahkan. Dan kita doakan semoga bangsa kita betul-betul menjadi bangsa yang optimis dan meraih Indonesia emas di tahun 2045. Stay optimis. Terima kasih rakyat, terima kasih para influencer, terima kasih pada penyuara, dan terima kasih juga kepada anggota DPR yang benar-benar bersih. Saya tetap puji ya, bukan saya enggak puji. Anggota DPR yang transparansi puji dan tidak mencari kekayaan dari rakyat. Saya acuinya Anda jempol. Anda adalah wakil rakyat yang sesungguhnya. Yang saya olok ini adalah oknum-oknum yang memang niatnya itu wakil rakyat berkedok wakil rakyat tapi sebenarnya koruptor sejati. [Musik]