Transcript
T_v8BO5gs1Q • Rupiah Terdampak! Jadi Purbaya Susah! Maju Kena, Mundur Kena | Efek MBG Prabowo
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1422_T_v8BO5gs1Q.txt
Kind: captions
Language: id
Menteri Keuangan yang baru, Bapak
Purbaya maju kena, mundur kena. Kenapa
bisa dikatakan demikian? Nah, video ini
saya akan buat ditujukan untuk kepada
Anda para penonton setia Success Bury.
Bahwa saat ini kita sudah lihat di balik
janji ekonomi Pak Prabowo 8% ada sebuah
signal-signal yang cukup bahaya. Video
ini saya akan tunjukkan kepada Anda
semua bahwa sekarang sudah kelihatan
sinyal pertama yaitu US DO ke rupiah
sudah 16.700
00. Begitu dilantik sudah naik ke 16700,
Anda tahu ini dampaknya itu apa? Rupiah
melemah. Ketika rupiah melemah dan
ujung-ujungnya terakhir ini inflasi.
Video ini bukan cuman sekedar
memanas-manasin,
tapi video ini membuat sebuah analisa
mendalam yang tidak Anda temukan di
berita yang lain. Tonton video ini dari
awal sampai selesai. butuh sebuah
konsentrasi yang sangat tinggi untuk
mencerna video ini agar Anda level up
setelah menonton video ini dari awal
sampai selesai. Sahabat entrepreneur,
salam hebat luar biasa. Selamat datang
kembali ke dalam acara sisi yang lain.
Nah, di video kita yang kali ini saya
kembali akan membahas tentang Menteri
Keuangan kita yang baru yang koboy Bapak
Purbaya. Saya bukan pro Ibu Sri Mulyani.
Saya juga bukan pro Pak Purbaya. Saya
pro kebenaran ya. Anda harus tahu saya
pro pemerintahan kuat, pemerintahan
sehat, pemerintahan yang maju. Saya pro
di situ. Jadi kalau sesuatu yang jauh
daripada arah kita menuju Indonesia,
Mas, pasti akan saya kritik siapapun
Menteri Keuangannya. Pak Canda tukang
kritik, no. Saya bisa mengkritik, saya
juga bisa memberikan solusi. Nah, itu
ciri khas level up success before 30.
Nah, mari kita bahas analisa satu
persatu seperti opening saya di awal.
Apa yang terjadi sebetulnya? Ini namanya
krisis kepercayaan.
Saat ini kita tahu bahwa ini bukan
sekedar krism, tapi ini krisis kris
krisper kalau menurut saya. Kris
kepercayaan. The game of trust. Setelah
bertahun-tahun di era Ibu Sri Mulyani
yang mana semuanya itu serba
terprediksi, serba hati-hati, sekarang
kita masuk ke era ketidakpastian. Loh,
loh, kok bisa? Karena menterinya koboe,
kapten kapalnya ganti, gayanya beda
total. disukai netizen memang, tapi
netizen harus cerdas. Jangan cuman
menganalisa potongan-potongan
kliper-kliper secara yang
sedikit-sedikit. Memang gaya bicara
beliau disukai netizen karena
seolah-olah beliau santai, tenang kan
gayanya koboy. Tapi kita harus tahu loh
dampak sistemiknya itu seperti apa. Ini
orang beneran jenius atau cuman nekad?
Mari kita ulas secara lebih mendalam dan
lebih edukatif. Apa yang terjadi?
Intinya adalah rupiah dikorbankan. Kok
bisa? Investor global itu enggak suka
kejutan. Mereka suka kepastian. Ketika
resep ekonomi diubah total, reaksi
pertama mereka adalah amankan aset. Jual
aset rupiah, saham, obligasi. Lalu
mereka borong dolar kabur ke tempat
aman. Rupiah dibuang, dolar diburu,
hancurlah nilainya. Simpel. Dan yang
paling bahaya, rakyat ikut-ikutan. Orang
yang punya duit mulai mikir, "Wah,
bahaya ini. Menteri baru gayanya koboy
banget ini. Mending saya amankan duit
saya ke dolar." dan permintaan dolar
dalam dalam negeri meledak sehingga BRI
menaikkan bunga dolar jadi 4%. Ini
sebuah fakta istilahnya bagi mereka
ngemis dolar dari rakyatnya sendiri.
Nah, ini yang terjadi di Rupiah
Indonesia ini langsung melemah dan
sekarang mencapai 16.700.
Beritanya BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN
kompak bunga deposito dolar ke 4%.
Apakah ini ada imbasnya dengan pencairan
R triliun kemarin ke Bank Himbara? Ada
enggak dampaknya? Bisa jadi rupiah
dikorbankan dan ini hati-hati seperti
saya sudah pernah bilang di video
sebelumnya yaitu rupiah dikorbankan
kemudian takutnya kalau inflasi
gila-gilaan dan bisa nyusul simbabwe.
Simbabwe IHSG-nya juga naik loh. Jangan
salah. Oh, mungkin bagi para peraku
retail trader bilang we semua ISG naik
sepanjang sejarah. Keren Bapak Purbaya
keren. Setelah dijabat langsung ISG
naik. Tapi tunggu dulu.
Ada artinya uang Simbabwe. Itulah
dikorbankan tentang besarnya inflasi.
Anda jangan kaget kalau harga pangan
akan naik gila-gilaan. Anda jangan kaget
beberapa barang akan naik gila-gilaan.
Niat baik yang membakar rupiah. Anda
harus ngerti secara politik Pak Purbaya
enggak mungkin mundur. Dia enggak akan
ngerem. Jalurnya cuman satu maju terus.
Resikonya apa? Resiko itu namanya
paradoks stimulus. Ini gaya beliau. Niat
baik yang justru mengorbankan rupiah
dari dalam. Pemerintah punya andalan
supermasif yaitu MBG. Anggarannya 71T.
Tahun ini MBG ini 71T.
Rumornya nambah 50T lagi sampai 121T.
Tujuannya mulia anak-anak kita sehat
bergizi. Tapi inilah jadi potensi
penghancuran rupiah.
Nah, prosesnya gimana? Uang kan banyak
nih mau disalurkan lebih dari 200T. kita
pecah. Jadi langkah, langkah pertama dan
kedua, uang diguyur, permintaan meledak.
Pemerintah mencarkan dana triliunan uang
mengalir ke masyarakat, daya beli
permintaan susu meledak sekitika karena
uang banjir kan. Peledakan permintaan
konsumen, masyarakat pegang uang lebih
langsung belanja konsumtif, HP, baju,
dan yang paling penting makanan akan
naik. Dan yang ketiga, pabrik dan petani
lokal kaget karena peningkatan
permintaan bisa jadi seperti tsunami.
Peternak sapi, peternak ayam, petani
kita enggak siap, Bro. Kapasitas
produksi mereka terbatas. Kenapa? Karena
masalah struktural bertahun-tahun,
rantai pasok yang ribet, teknologi yang
ketinggalan, bibit yang susah. Ada
program atau insentif yang disiapkan
untuk membuat mereka bisa menghasilkan
susu daging dua kali lipat dalam
semalam. Pengusaha produsen Indonesia,
ada program enggak seperti di China,
insentif bisa produksi? Coba komen yang
tahu, bandingkan insentif dan kemudian
impor. Coba kolom di kolom komen. Mari
kita mikir. Langkah keempat dan 5, jalan
pintas impor dan perburuan dolar ini
akan terjadi ya, yaitu jalan pintas
tercepat impor. Pemerintah pengusaha
dihadapkan pada pilihan program gagal
karena bahan baku enggak ada. Ambil
jalan pintas. Pengusaha itu cari cuan.
Mana pengusaha enggak mau cuan? Bukan
pahlawan kedaulatan pangan. Di mana ada
permintaan, di situ ada jalan. Dan jalan
cerpat adalah impor. Kita akan impor
gila-gilaan. Susu bubuk dari New
Zealand, daging dari Australia, pakan
ternak dari Brazil, dan langkah kelima
berburu dolar dan rupiah dibakar. Untuk
bayar semua impor susu itu butuh apa?
Ya, dolar Amerika, US Dollar. Terjadilah
perbulan dolar besar-besaran bagi para
importir dan hasilnya rupiah sudah lemah
jadi makin hancur. Inilah paradoks
maut-nya, yaitu program yang niatnya
menyiakan anak bangsa justru
mengkanibal. menghancurkan rupiah itu
sendiri. Bila eksekusi buta mind
blowing. Anda enggak akan temukan berita
seperti ini dari ee berita konvensional
atau media konvensional. Enggak ada. Ini
adalah analisa mendalam riset dari tim
successiv 30. Jadi berita terbaru APBD
mau dinaikkan tahun depan. Bayangkan
kalau pakai impor sudah tahu kan nasib
rupiah mau ke mana. Ini terjadi kayak
tahun '98. Nah, ini ada sebuah berita
resmi loh dari sekretariat kepresidenan,
yaitu Presiden Prabowo perintahkan
penghapusan kuota impor. Presiden
meminta penghapusan kuota impor terutama
terhadap komoditas yang menyangkut hajat
hidup orang banyak. Netizen ya suka-suka
aja dengar berita ini, tapi tahukah
dampaknya itu apa? Intinya impor
sekarang itu gampang. Pengusaha swasta
biasanya enggak gampang. Tahu kan
masalahnya di mana? Anda tahu sendiri
tulis di kolom komen. Memang ini
permainan oligarki.
Terus Pak Purbaya bisa apa? Ekonom
Kementerian Purbaya hati-hati berucap
karena bisa pengaruh investor. Itu
beritanya dari detik ya. So siapa yang
pesta ya? The winners eksportir yang
pesta, pengusaha sawit, batubara, nikel.
Pendapatan mereka dolar. Biaya karyawan
rupiah. Cuan mereka meledak gila-gilaan.
Mereka lagi panen terbesar dalam
sejarah. Happy eksportir pemilik kaset
dolar ya orang yang cerdas beruntung
nyimpan dolar panen. Bahwa di saat yang
tepat cash is king tapi sekarang US
dollar naik di Indonesia. Turis asing
boleh-boleh datang ke Bali ya happy
karena semua terasa murah surga belanja.
Di permainan kejam ini ada yang tertawa
paling keras, ada yang menangis paling
dalam. Kamu harus tahu kamu posisinya di
mana. Kalau kamu cuma menghasilkan
rupiah, dalam rupiah, menjual rupiah,
tapi semua barang naik, keuntungan kamu
menipis. Terutama UMKM. Hati-hati loh.
Siapa yang sengsara? The losers, ya.
Yaitu kita semua rakyat biasa. Karyaan
gaji rupiah, pensiunan dana pensiunan
rupiah, gaji lo segitu-gitu aja. Tapi
harga tahu tempe kedele impor, mie
instan gandum impor sampai cicilan
motor, sparep-nya juga impor semuanya
meroket daya beliilu hancur semua. UMKM
di importir ini bahaya. Pengusaha
bergantung pada bahan baku impor,
penjual elektronik, pengusaha roti,
pengarat jin tempe, biaya produksi ini
kalau US dollar naik wah impor setengah
mati loh. Mereka menetapkan pricing itu
susah karena mereka kemarin sudah
ditetapkan harga barang sekian. Sekarang
tiba-tiba US dollar naik, APBN negara,
anggaran negara bisa habis cuman buat
bayar bunga hutang dolar, subsidi BBM
yang bengkak. Artinya apa? Duit bangun
jalan, sekolah, rumah sakit bisa
dipotong. Kesimpulannya ini ilusi
pertumbuhan 8%. Jadi apa gunanya bilang
tumbuh 8% kalau beli tahu tempe aja
sekarang terdampak gitu loh. Itulah
ilusinya. Jadi rakyat terkecil pun jadi
jangan kaget kalau besok Anda beli
Indomie yang biasanya 3.000 naik jadi
5.000. Naik pelan dan pasti loh. Enggak
langsung 5.000, pelan-pelan dulu. 3.500
4.000 nasi goreng abang-abang Rp15.000
nanti pelan-pelan naik 16.000 7 enggak
mungkin turun sudah enggak mungkin turun
ya kan itu omong kosong ini angka di
atas kertas buat pidato tapi enggak ada
artinya. Woh memang ekonomi tahun ini
naik sekian persen ini bagus Indonesia
negara kuat bagus untuk pidato. Tapi
dirasakan di masyarakat sehari-hari
enggak kerasa Simbabwe itu inflasi
gila-gilaan. Simbabwe IASG-nya naik.
Saya sudah bilang, tapi jok sarkasnya
itu kan pertumbuhan ekonominya dihitung
dari angka. Ekonomi itu angka dari
ribuan pers nih. Tuh lihat sampai juknya
50 triliun 550 billion dollars. Mana
berarti uangnya sampai segitu. So action
plan buat kita semua supaya jangan jadi
korban. Defend, attack, adapt. Ini tiga
solusi. Jadi saya bukan cuman
mengkritik, saya sudah membuat video.
Jadi Anda perhatikan baik-baik
video-video saya sebelumnya. Saya enggak
sembarangan riset. Kita riset yang cukup
mendalam. Jadi saya mencintai negeri
ini, tapi jangan sampai negeri kita ini.
Saya juga mencintai Pak Purbaya. Siapa
tahu Pak Purbaya menonton video saya ya
supaya ini juga peringatanlah ya.
Intinya Pak, Bapak sehat-sehat selalu
Pak. Semoga video saya ini memberikan
inset bagi Bapak. Anggaplah saya ini
sebagai rakyat kecil biasa yang
mencintai negeri ini. Melalui Bapak
Bapak bisa membuat kebijakan yang baik.
Jangan sampai membuat rakyat kita
semakin menderita, Pak. Nah, action yang
pertama defend bertahan. Di era rupiah
lemah. pegang rupiah terlalu banyak itu
artinya kamu dimiskinkan oleh inflasi.
Lindungi asetmu. Terpaksa harus simpan
emas atau simpan dolar. Ya, karena dari
zaman Firaun sampai sekarang emas itu
save heaven. Dan ini bukan lagi pilihan
investasi tapi adalah asuransi keuangan.
Jadi, ada apa-apa Anda masih terjaga.
Yang kedua, attack menyerang. Yaitu cara
terbaik bertahan adalah menyerang.
Jangan cuman main di kandang bangun
bisnis yang penghasilannya dolar. Entah
itu eksportir, freelancer, kerja di luar
negeri, remote Anda tinggal di Indonesia
tapi dibayar dolar. Ini juga cari jalan,
yaitu attack. Yang ketiga adalah adapt,
beradaptasi yaitu dunia sudah berubah
cari kerjaan upgrade skill yang bisa
dibayar dolar. Jadi talenta digital,
remote worker, kerja di Eropa, tapi Anda
tetap biaya hidup di Indonesia. The game
has changed. Era ini memisahkan antara
Anda bisa mengeluh dengan membaca
permainan. Memang tetap aja orang-orang
yang losers gonna be losers sampai
kapanpun mereka jadi tetap korban
pinjol, hidup dalam drama kemiskinan itu
enggak ada artinya. Video ini bukan
untuk sorry to say bukan untuk kalangan
bawah. Video ini untuk para pengusaha,
kaum-kaum muda yang memang mau fight,
mau berjuang untuk success before
thirty. Video ini mengajarkan kepada
Anda untuk Anda mengambil peluang dari
kondisi ekonomi Indonesia. Sekarang Anda
tetap kaum 99% akan mengkritik. Mereka
kritikus yang cuman mengungkapkan
kekesalahannya di sosial media biasa
netizen. Tapi mereka juga karena mereka
hidup juga tidak kunjung naik, gaji
tidak kunjung naik, cicilan sudah berat
tapi mereka asal jadi kritikus saja.
Sama kayak orang main sepak bola lagi
nonton Piala Dunia. Ee semua
seniman-seniman bola lagi bertarung,
tapi ketika ngegolkan enggak bisa.
Mereka langsung menjadi kritikus hebat.
mestinya dioper ke sini, dioper ke sana.
Anda itu jadi kayak penonton bola aja
yang enggak mungkin bisa menjadi 11
orang yang hebat di dalam lapangan itu.
Oleh sebab itu, success before juga
sama. Kami ini bukan cuman kritikus yang
tidak memberikan solusi. Makanya video
kami ini bukan dikonsumsi untuk semua
orang. Kalau Anda nonton video ini, Anda
bisa cerna dengan baik, maka saya yakin
Anda bisa melihat peluang ini timing
karena rupiah akan lemah terus. Ya,
pertanyaannya kamu yang mana? Jadi kalau
Anda memang mencintai video ini, jangan
lupa like dan jangan lupa join grup WA.
Kami di grup WA akan ada konten-konten
eksklusif di situ. Anda akan belajar
lebih banyak di situ. Dan mari kita
level up. Saya akan bangun Anda melalui
workshop-workshop yang premium, yang
bagus dan kita datangkan
narasumber-narasumber hebat bersama
Pelatihan Merdeka agar Anda juga bisa
level up. Sekali lagi untuk yang mau
level up. Yang enggak mau level up jadi
kritikus. Sorry, video ini bukan untuk
Anda. So, jangan lupa share dan sukses
untuk Anda. Salam hebat. Luar biasa.