Cara Orang Kaya Ngutang 100 Miliar Gak Bayar!
GEDtGyII_gw • 2025-10-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Orang yang enggak pernah mau bayar hutang dan memang niatnya pinjam dan memang niatnya enggak bayar itu ternyata ada levelnya loh. Kalau level yang paling bawah pinjaman online, pinjaman tanpa agunan dengan modal Rp2 juta itu paling banyak di Indonesia. Terus yang level kedua, nipu puluhan juta sampai ratusan juta. Ada cara kedua, yaitu apa? Kartu kredit. Yaitu kartu kreditnya memang dijebol dan memang niatnya tidak dibayar. Nah, ada yang levelnya puluhan M sampai ratusan M. Nah, ini memang cara kerjanya nipu puluhan sampai ratusan M. Gimana? Saya akan bahas tuntas di video ini. Tonton dari awal sampai selesai. Sahabat SP30, salam hebat luar biasa. Memang opening saya tadi itu seolah-olah menginspirasi Anda itu untuk menyuri duit ya, ngemplang duitnya teman, ngemplang duitnya bank atau niatnya enggak bayar. Bukan. Itu adalah sebuah jok sarkas dari saya agar Anda itu harus tahu ini bukan menginspirasi Anda untuk nyuri duitnya bank. Tapi memang video ini sengaja saya buat. Tujuannya adalah supaya kita tahu cara otak scammer itu, cara orang nipu duitnya orang di bank itu seperti apa. Makanya oleh sebab itu, e sekali lagi saya disclaimer dulu video ini itu bukan inspirasi untuk cara minjam duit bank untuk akhirnya enggak dibayar gitu. Bukan. Tapi saya harus beritahu cara-cara scammer bekerja itu termasuk Anda yang cultur-nya di kalangan bawah itu suka minjam duit teman Rp100.000 enggak pernah dibayar. Pinjam duit Rp1 juta enggak pernah dibayar. Tapi memang otak Anda itu isinya apa sih? Ternyata hampir sama polanya yaitu polanya orang bawah sama polanya orang atas itu hampir sama. Yaitu memang niatnya busuk, niatnya tidak baik. Nah, saya harus buat video ini tujuannya itu untuk satu memberikan sebuah wawasan yang mungkin Anda yang memang niatnya baik mungkin gak pernah kepikir cara kerja seperti ini. Nah, inilah cara kerja yang akhirnya kita bisa belajar daripada mereka. Mereka tuh biasanya ada pinjol-pinjol ilegal pakai KTP-nya mereka sendiri. Yang penting mereka bisa dapat pinjaman cair gampang R juta, R juta dan lari gitu loh. Memang niatnya untuk gagal bayar dan mereka sudah biasa disebarkan nomor-nomornya mereka dipermalukan di kalangan saudara, dipermalukan di kalangan teman. Mereka sudah siap mental untuk itu. Mereka dimaki-maki sama bank, mereka sudah siap seperti itu. Memang mentalnya adalah mental maling. Saya enggak tahu mereka itu gak mau kerja atau gaya hidup sosmet yang terlalu headon sehingga mereka mentalnya rusak, pengin cepat kaya. Tapi dengan cara nipu gitu loh, dengan cara akhirnya maling secara online. Dan ini modus-modus seperti ini itu ada. Dan ini juga terjadi loh, sampai di Facebook itu ada grup bagaimana cara ee ngambil duit dari pinjol ilegal. Saya sampai enggak habis pikir, ada aja. Dan itu kalau grup memang tujuannya menginspirasi gitu loh. Jadi diajarin harus pakai KTP, harus pakai apa gitu loh ya. Jadi itulah sebab nama mereka sudah jelas rusak gitu ya. Tapi memang ngerampok niatnya gitu. Dan ini juga terjadi di kalangan pengusaha yang memang niatnya ngerampok. Kalau saya tanya kenapa mereka niatnya ngerampok? Ya, karena mereka berpikir dengan kerja seperti saat ini untuk dapat kekayaan seperti itu belum tentu saya kerja 30 tahun, 40 tahun bisa menikmati hasil seperti itu. Tapi kalau tujuannya saya memang harus jadi orang jahat, harus ada yang dikorbankan, saya akan melakukan cara itu. Nah, ini cara yang menurut saya di pengusaha yang levelnya ratusan M, ada yang levelnya sampai puluhan triliun. Nah, itulah namanya oligarki. Jadi, makanya cara ngerampok duit negara itu seperti apa? Nah, itu saya enggak akan bahas di video ini. Saya akan bahas di video di level bagaimana pengusaha itu ngerampok duit ratusan M dari bank. Ini kisahnya tentang sang sutradara dan direktur tumbal. Sang sutradara adalah dalang di balik layar, yaitu orang pintar, koneksinya banyak, otak di balik skenario jahat ini semua namanya enggak pernah ada di dokumen. Anda jangan pernah harap namanya ada muncul di sosmet centang biru. Enggak bakal ada. Mereka mereka mengatur ini semua di balik layar. Terus direktur tumbal, nah ini dia profilnya keren, wajahnya kayak pengusaha, terus kemudian orang terkenal, orang yang dipercaya masyarakat. Oh, kayaknya mereka itu orang-orang bagus. Nah, kayaknya saya lagi ngomongin siapa ini ya? Ee orangnya ganteng. Jadi kalau bank itu melihat profilnya tuh terpercaya, bajunya necis, parfumnya wangi ya kan. Wah, pokoknya keren. Naik mobil keren, flexing keren. Nah, itu biasanya direktur atau bonekanya. Usianya enggak muda lagi karena wajahnya itu tampak seperti kayak pengusaha-pengusaha mapan terus butuh uang untuk keluarga atau mantan manajer yang bisa dikorbankan yang baru aja PHK atau mereka pensiunan-pensiunan. Nah, setiap penipuan besar tuh selalu butuh aktor dan panggung. Nah, aktor utamanya ada dua, yaitu sang sutradara dan yang kedua adalah pion yang bisa dikorbankan. Seperti baru-baru ini kan kasus banyak sekali ya kan centang-centang biru yang dipenjara ya kan. Nah, itulah aktor di balik skenario ini semua. So, tawaran yang terlalu indah. Jadi mereka tuh ditawarkan jadi seorang CEO daripada perusahaan ABC ini gajinya keren R juta per bulan. Terus bonus pensiunannya setelah 3 tahun R miliar. Uh, siapa yang enggak mau? Kalau Anda pensiunan, butuh pekerjaan, punya profil, punya wawasan, cocok. Bahkan Anda direktur utama perusahaan ABC, PT Cahaya ABC itu contohnya ya kan saya enggak mau sebut nih. Gajinya Rp0 juta, bonus pensiun 3 M. Tugasnya gampang, cuman satu, tanda tangan dokumen. Titik. Enggak perlu lagi yang lain. Tanda tangan dokumen kerjaan Anda tanda tangan sebagai direktur utama. Tanda tangan direktur utama. Karena direktur utama yang dicari itu adalah tanda tangannya gitu. Jadi tawaran indah untuk jadi kenyataan biasanya memang enggak nyata. Terus panggung sandiwara ini bernilai 20 M. Jadi ini mau ngerampok duit bank 20 M nih ceritanya gimana? Pertama setoran modal awal 20 M disuntikkan untuk membangun ilusi. Wis. Kedua, beli tanah 8 M untuk tanah industri murah. Jadi dia ini kan bikin skenario ke bank. Tanahnya ada, pabriknya ada, usahanya ada, terus mereka mulai sulap, mulai goreng rekening ya kan. Rokeningnya tampaknya keren sekali ya. Itu semua bisa dibeli ya kan. Nah, terus yang ketiga bangun pabrik nih 12 M untuk pabrik kosongan dengan mesin bekas. Sang sutradara mulai bangun skenarionya. Dia suntik model awal 20 M uang ini dibakar untuk membangun Lucy. 8 M dipakai beli tanah industri yang murah. 12 M dipakai bangun pabrik kosongan dan diisi mesin bekas. Kelihatannya megah, kelihatannya profesional padahal isinya semuanya bodong. Kemudian tester finansial dan LK yang palsu. LK itu laporan keuangan ya. Terkeluar masuk aktivitas palsu untuk menciptakan ilusi bisnis aktif. Kedua, invoice fiktif. Invoice-nya ada tapi fiktif semua. Dokumen palsu dicetak untuk melindungi laporan. Suppliernya keren. Dia bayarnya tepat waktu. Membayar buyernya juga sama. Bayernya banyak, transaksinya ada, namanya beda-beda. Seolah-olah memang ada konsumen yang memang membeli barang tersebut. Jadi, skenario itu jelas. Yang ketiga, laporannya digoreng. Akuntan bayaran memanipulasi angka keuangan. Nah, pabrik ini teman-teman tidak pernah jual satu baut pun. Ini misalkan pabrik baut gitu. Aktivitasnya cuman theater, teruk keluar masuk, invoice fiktif, dicetak. Tujuannya agar di atas kertas perusahaan ini terlihat super profit dan prospektif sehingga bank cukup terpikat untuk membiayai usaha tersebut. Aset pabriknya ada, saatnya mereka pergi ke Bangso proposal 200 M dan pelicin sistem mulai dijalankan. Jadi mereka mark up aset modal awal 20 M diapra dinilai 80 M. Mark up 400%. Swap sistem proposalnya 200 M. Wah suapnya 15 M. statusnya cair. Wah, jadi kenapa harus ada suap? Ya, karena ini main ya. Dan di sinilah permainan liciknya. Tanah pabriknya model 20 M, diapra 80 M, mark up-nya 400. Gila enggak? Bukan lagi 1 M, 2 M, mereka mintanya 200 M. Anda mungkin bertanya, "Loh, kok bisa cair?" Nah, ini kunci terakhirnya selalu ada ordal yang sudah siapkan 15 M hanya untuk menyuap oknum komite kredit bank. Jadi di bank itu kan ada persetujuan komite kredit. Komite-komite kredit itu adalah biasanya di dewan direksi terakhir mau kucurkan mau enggak ini proyek ini ee bisnis ini mau didanai ya. Ini ee tim komite kredit ini harus disuap. Disuap. Nah, suapnya itu lumayan karena mereka kan juga kerja di bank. Mereka kan cuman direktur makan gaji. Tiba-tiba disuap dengan 20 kali lipat gaji mereka. Siapa yang enggak mau? Mereka dapat bonus tahunan aja belum tentu setiap tahun mereka maulah ya kan. Nah itu ongkos suap itu harus ada. Jadi penjaraan dalam sekejap mata. Operasional gaji 50 M untuk operasi aliran dana 200 M ya dari bank ke perusahaan masuk ke rekening perusahaan oknum bank 15 M untuk pejabat dan rekening luar negeri 135 M ke akun asing. Nah 130 M ke jalur sutradara 15 M suap opnung baham dan 50 M operasional gaji dan cicilan setahun. 200 M masuk ke rekening perusahaan. Jadi ini cara scammer bekerja untuk kredit modal kerja dan ini untuk nyulap rekening koran. Dalam waktu kurang dari seminggu uang itu lenyap. 130 M langsung terbang ke rekening perusahaan cangkang di luar negeri. Inilah jata sang sutradara 15 M untuk terima ke oknum bank. Sisa 50 M tinggal direkening untuk bayar gaji operasional. Dan yang paling penting bayar gaji ke bank selama setahun ke depan. Cicilannya dibayar agar bank tenang, tidak ada kecurigaan dan itu namanya periode pendinginan. Grand final api, Abu dan Galb gagal bayar. 18 bulan kemudian dana di rekening menipis, saatnya pertunjukan final. Malam sunyi consleting restrik memicu kebakaran dahsyat. Jadi ini memang skenario pabriknya dibakar secara sengaja ya. Begitu aset musnah jaminan bank menjadi tumpukan abu. Dan berikut bangkrut perusahaan gagal bayar bank rugi 200 am. Inilah cara oknum pengusaha yang ngerampok duit bank 200 M. Jadi inilah sebuah cara kerja yang sangat keji dan jahat. Nah, OJK mengapa skema ini tidak lagi segampang dulu sistem OJK? Karena OJK sudah menemui beberapa cara kerja seperti ini, oknum-oknum nakal seperti ini, cara ngerampok duit bank seperti ini. Sehingga tiba-tiba bank harus kehilangan uang sampai ratusan M. Dan itu akhirnya bikin nonperforming loan karena skenario kebakaran. Sistem berubah, tanggung jawab hukum tidak lagi berhenti di Dirut, risiko tidak sepadan. Dalang tidak bisa lagi aman bersembunyi di balik korporasi. Hmm. Nah, Teman-teman, pertanyaannya apakah cara ini masih bisa dilakukan? Jawaban saya bisa, tapi jauh lebih sulit dan tidak seperti dahulu. Kenapa? Karena sistem sudah berubah. Dulu tanggung jawab hukum seringkiali berhenti di Dirut. Siapa yang tanda tangan dia tanggung jawab dalangnya bisa aman bersembunyi. Nah, senjata pamungkas piercing the corporate fail. OJK dan PPATK ada di mana-mana sekarang. Beneficial owner mencari dalang sebenarnya di balik tire siapa otak skenario jahat ini dan jejak digital transfer uang sekarang sangat mudah dilacak. lupakan OJK, lupakan PPATK, tapi hukum sekarang sudah enggak se bobrok dulu ya. Sekarang sudah jauh lebih bagus. Tidak hanya direktur, komisaris, dan direksi lain yang terlibat, tapi jejak digital itu sudah terjadi. So, pelajaran penting fondasi kekayaan sejati. Kalau jalan pintas, kecurangan, penipuan, risiko penjara, dan kehancuran total. Ya, direktur utama yang boneka itu tadi dia siap dipenjara. Betul. Mereka siap dipenjara, siap dibekukan. Karena kan memang niatnya seperti itu dan rupanya otak-otak koruptor di negara ini juga seperti itu loh ya kan integritas berikan nilai nyata, bisnis yang benar, kekayaan berkelanjutan. Kekayaan terbaik adalah kekayaan yang bertahan lama yang di membawa berkah dan hanya di bisa dibangun integritas. So, apa pelajaran untuk kita semua? Ini adalah bukti nyata bahwa jalan pintas menuju kekayaan itu kecurangan adalah jalan menuju kehancuran. Mereka punya prinsip gini, kapan lagi saya bisa ngumpulin duit 150 m? Mereka bisa nipu sekali 150 M. Tapi mereka kan tidak ada sustainability bisnis benar-benar yang real. Mereka itu kan semua rekayasa semua. Nanti akhirnya ini yang kelas 150 M, tapi yang kelas puluhan triliun itu yang kakap-kakap itu ke luar negeri polanya juga hampir sama. Mungkin tol di kolom komen saya akan buat kontennya kalau Anda memang bersedia. Tulis bagaimana cara koruptor besar merampok duit negeri ini sebagai oligarki melarikan duitnya ke luar negeri itu gimana? tulis di kolom komen. Jadi mereka itu adalah konglomerat fiktif ya kan. Tapi mereka ngerampok duit negara itulah yang bikin benci ya kan. Mungkin Anda tidak terengkap hari ini, tapi sistem terus membaik, terus berevolusi, kekayaan sejati bertahan lama dan kuncinya di integritas. Oleh sebab itu, sahabat SP30 yang saya cintai, video ini bukan tujuannya untuk menginspirasi, tapi untuk melihat cara kerja mereka itu seperti apa. Saya pribadi kenapa membuat video ini? Tujuan saya itu satu, yaitu untuk memberikan gambaran bahwa sisi gelap orang itu pasti ada. Kalau tidak semua orang mau membongkar sisi gelap bagaimana para penipu itu, maka negara kita ini akan terus digarong oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. bank juga akan digarong oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi, saya bikin video ini tujuannya untuk sistem pengamanan kredit di bank juga agar Anda tidak lagi tertipu dengan oknum-oknum yang memang niatnya jahat. Nah, oleh sebab itu saya cuma ingin berpesan kepada Anda semua, bagi Anda para penonton yang menonton video ini yang memang tujuannya dari niat jahat yang paling kecil ngerampok pinjol ilegal dengan nilai R juta. Kalau memang dasarnya Anda merampok, saya bahkan pernah bikin videonya itu dengan keras, mending Anda di penjara sekaligus saja. Di penjara itu kan enak, satu hari makan tiga kali gratis gitu ya kan. Karena Anda enggak bisa kerja apa lain misalnya otak Anda cuman ngerampok, ngerampok, ngerampok. Saya itu dulu pernah sampai ada seorang hacker itu lupa saya di Twitter ya yang sekarang namanya X ya itu namanya judul akunnya Hacker Insaf. Dia itu sampai DM saya dia bilang, "Pak Candra terima kasih kondan-kondan Bapak menyadarkan saya gitu. Saya ini dulu hacker yang jahat Pak Sekarang saya insaf. Saya mau hidup yang benar." Ya, bagus. Bersyukurlah. Jadi memang kalau Anda memang niatnya jahat, kenapa sih kok Anda niatnya mau cepat kaya dan sebagainya? Lagi-lagi sosm. Sosm ini kalau cuma diisi dengan orang yang flexing dan dengan cara kaya yang hitungan tahun tiba-tiba anak-anak muda jadi miliarder gitu ya bahaya ya kan. Enggak ada fundamentalnya. Fundamentalnya isinya otaknya nipu nipu nipu gitu. Dan akhirnya ujung-ujungnya uang itu gak berkah. Percaya sama saya kalau Anda nipu percaya sama saya. Keluarganya itu pasti ada yang enggak benar. Ada anak yang sakit ya kan ada entar keluarganya berantakan. Karena uang gampang isi otaknya cuma bikin skenario dan ibu. Makanya video ini tonton dari awal sampai selesai supaya Anda tahu cara kerja. Kalau memang Anda niatnya mencari inspirasi dari video ini untuk niatnya memang enggak bayar, berarti memang video ini tujuannya memang tidak cocok untuk Anda. Karena tujuan video ini adalah mengedukasi masyarakat yang memang mau tahu. Tapi video ini juga adalah sebuah video yang memang menginsafkan, menginsafkan orang-orang yang seperti kayak hacker insaf itu tadi. Saya rasa delapan aspek kehidupan yang selalu saya ajarkan di success water itulah goals kita yang ingin kita kejar. Jangan cuman panasan dengan cara shortcut seperti ini. Niscaya hidup Anda enggak ada yang beres. Ya, semoga video ini menginspirasi Anda. Sukses untuk Anda. I love you all dan salam hebat luar biasa. Yeah.
Resume
Categories