Naiknya Emas & Kehancuran Rupiah! Kenapa Orang Kaya Tidak Menabung Rupiah Saja!
MmOV0CuK7y8 • 2025-10-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Anda perhatikan orang-orang terkaya di
Indonesia. Kita enggak usah bicara
orang-orang terkaya yang sudah level
konglomerat. Kita bicara mereka-mereka
pengusaha-pengusaha yang punya toko,
yang punya pabrik yang ya kekayaan
mereka puluhan M sampai ratusan M ya.
Mereka itu rata-rata punya satu kesamaan
yaitu tidak hanya menabung rupiah. Loh,
kok bisa? Bukan berarti saya bicara
seperti ini artinya tidak nasionalisme,
tidak. Tetapi saya akan mengajarkan
mengapa rupiah itu adalah salah satu
instrumen saja dan mereka itu
menabungnya di mana saja. Kita akan
bahas tuntas karena di video ini saya
akan bicara tentang pengalaman pahit
saya di tahun 1997.
Sahabat preneur, salam hebat luar biasa.
Selamat datang kembali ke channel
Success Before Dirty. Di video kali ini
saya kembali akan membahas tentang
mengapa tidak cuman menabung rupiah
saja. Memang kita orang Indonesia, kita
wajib mencintai rupiah. Setuju? Apalagi
semua transaksi, pembayaran, segala
sesuatunya. kita
kkb ya kita hari ini mencicil, mencicil
mobil, mencicil rumah, semua itu
menggunakan rupiah. Tapi kita bicara
soal Anda sudah punya keuntungan lebih,
Anda sudah punya profit lebih, di mana
profit lebih tersebut Anda semua hari
ini tidak bingung dan tidak merasakan
sesuatu yang namanya saya harus ke
manakan uang ini. Kembali ke kata-kata
Robert Kiosaki, there is a two problem
of money. The first problem is lack of
money. The second problem is too much
money. So, which problem do you want?
Maksudnya itu apa? Ada dua masalah
manusia. Yang satu kekurangan uang.
Yaitu kalau di empat level financial,
financial mass eh uangnya carut-marut,
financial security, keuangannya sudah
safe. Nah, ini yang akan terjadi di dua
level berikutnya yaitu financial
stability, yaitu keuangan yang sudah
sangat stabil dan financial freedom.
Kita bicara soal financial stability dan
financial freedom. Kalau pengusaha itu
kan rata-rata uangnya itu kan kalau dia
dapat untung dari pabrik, dia jualan
barang, dia buka toko, dan sebagainya.
Kebanyakan termasuk para artis juga atau
pekerja profesional atau Anda hari ini
karyawan yang punya gaji. Kalau Anda
punya uang lebih setiap bulan yang Anda
sisihkan dalam bentuk aset, entah itu
Anda beli rumah, beli mobil, dan bla bla
bla dan sebagainya. Satu pesan daripada
saya yaitu uangnya mau dikemanakan. Nah,
apakah Anda menabung rupiah atau Anda
apa? Kalau saya kan di tahun 2015 saya
akan membuat video ada tiga cara
menabung. Menabung emas, menabung
properti, dan menabung surat berharga
atau saham. Nah, kembali cerita soal
mengapa kok saya tidak rekomendasikan
menabung rupiah. Begini ceritanya,
rupiah ini sakit secara kronis di bagian
satu. Mata uang kita cenderung lumah.
Satu jumlah rupiah terlalu banyak. Siap
negara butuh anggaran, cara termudah
adalah printing money atau cipta uang
utang baru. Sama seperti ekonomi dasar,
semakin banyak suatu pasar, harganya
akan semakin murah. Begitu juga dengan
rupiah. Semakin banyak dicetak, nilainya
cenderung turun. Ini problemnya. Kedua,
rupiah sakit secara kronis di bagian
dua, orang berduit tidak menjadikan
rupiah sebagai simpanan utama. Ya. Loh,
Pak Canda, ada tabangan rupa ya? Ada,
tapi apakah 100%? Tidak. Ini adalah
faktor psikologis yang paling kuat.
Mereka yang memiliki modal besar di
negeri ini tidak menyimpan kekayaan inti
mereka dan rupiah. Mereka bahkan memilih
dolar atau mata uang kuat lainnya.
Karena apa? Karena mereka paham. Poin
nomor satu, mereka tidak ingin nilai
aset mereka tergerus oleh inflasi dan
pelemahan kurs. Hasilnya adalah
lingkaran setan. Orang kaya tidak
percaya rupiah, permintaan terhadap
rupiah juga menjadi rendah. Ini yang
menjadi masalah rupiah itu. Kenapa kita
tidak menabung rupiah dulu dan sekarang?
Pengakuan jujur pemerintah. Setiap orang
kaya yang lebih percaya dolar. Ini bukan
hal baru. Ini pelajaran yang paling
menyakitkan bagi saya. Tahun 1997 waktu
itu saya masih berusia sekitar 21 tahun.
Saya menyaksikan sendiri karena namanya
anak kecil kan kita belum tahu ya waktu
itu US dollar berapa. Tapi ketika saya
sudah 21, saya sudah mulai konsern nih
ee ee melihat pergerakan mata uang.
Waktu itu saya masih ingat ee US Dollar
masih di angka 1.500 s 1 1 US DO ya
Rp1.500 sampai 1000.000 ee Rp800 lah
volatilitasnya di situ. Tetapi ayah saya
itu kan buka usaha ya, buka toko. Apa
yang terjadi ketika ayah saya buka toko,
dia buka usaha? Apa yang menjadi sebuah
problem adalah ayah saya waktu itu
memutuskan untuk mengirimkan kakak saya
untuk sekolah di luar negeri. Saya masih
ingat karena setiap kali mengirim uang
saya pasti tukar uang rupiah ke mata
uang asing. Nah, ayah saya waktu itu
berjuang mati-matian. Bagaimana dari
sekian rupiah ya itu saya tukar dari
100.00 1800. Kenapa saya masih ingat dan
puncak-puncaknya waktu itu ayah saya
sudah enggak tahan? Karena saya masih
ingat rupiah tiba-tiba dalam sekejap 1
US do menjadi Rp5.000. Rp5.000 itu
artinya udah 3 empat kali lipat terjadi
pelemahan yang luar biasa. Bayangkan
keuntungan bisnis Anda belum tentu empat
kali lipat. 4 kali lipat itu kan 400%.
Mungkin bisa jadi keuntungan bisnis
cuman 10% 15% 1 bulan. Tapi tiba-tiba
Anda harus drop sampai empat kali lipat.
Nah, baru-baru ini ee Menteri Pak
Purbaya mengakui bahwa banyak orang
lebih suka menyimpan dolar di Singapura.
Bahkan rencana membuat insentif agar
dolar itu mau pulang kampung. Ini
pengakuan level tertinggi pemerintah
bahwa tahu persis orang-orang kayak
Indonesia itu lebih percaya pada mata
uang asing. Anda tahu enggak depositonya
orang Singapura itu orang Indonesia
semua paling banyak karena dia dianggap
di Singapura lebih aman. So, pelajaran
brutal dari krisis 97 adalah kelompok
yang hancur. Nah, kelompok hancur yang
hancur adalah salah satunya ayah saya
dan saya juga mengalami dan akhirnya
ayah saya mengalami kebangkrutan. Para
pengusaha yang punya utang dalam dolar
waktu itu. Bisa Anda bayangkan? Sekarang
Anda kecek aja siapa Kongerat Indonesia
yang punya hutang sama dolar. Bayangkan
Anda punya uang 1 juta kurs 2.400 saat
itu. Tiba-tiba hutang Anda 2,4.
Tiba-tiba US Dollar naik ke 16.000. Anda
punya utang 2,4 M, tiba-tiba hutang Anda
jadi 16 M. Gimana kamu enggak bangkrut?
Itulah kurang lebih ayah saya. Pemenang
krisis tahun 97 adalah pemegang
komoditas dan eksportir. Belajar
pengalaman tahun 97. Komoditas pokok
pada waktu itu uang jadi tidak berharga.
Aset real menjadi raja. Orang yang saat
itu memegang stok besar komoditas
seperti beras, gula, minyak goreng
tiba-tiba menjadi sangat kaya dan
berkuasa. Loh, Pak Canda kan ayahnya
dagang beras. setuju. Tapi kan dagang
brasnya masalahnya satu, waktu itu
bayarnya pakai bunga bank dan modalnya
sudah habis ya karena harus ee salah
satunya menyekolahkan anak ke luar
negeri. Itu salah satu. Dan yang kedua
ketipu partner usahanya yaitu ibunda
saya. Sehingga yang harusnya hari itu
menjadi raja tapi habis dananya karena
untuk bayar hutang. Terus eksportir.
Kenapa eksportir itu bisa kayak
mendadak? Karena pengusaha mebel,
tekstil, udang biasanya produksinya
rupiah yang hancur. Tapi pendapatannya
mereka dibayar pakai US dollar meroket.
Jadi tiba-tiba mereka pegang dolar.
Sehingga pemenang krisis 97 adalah
pemburu aset murah. Setelah mereka dapat
eh komodi ekspor itu tadi. Aset murah
yaitu master classnya. Mereka yang punya
tabungan dolar akhirnya bisa belanja.
Perusahaan besar yang dibeli dengan
harga sangat murah, nilai mata uang kita
jatuh. Pelajaran 97 sangat jelas pegang
rupiah adalah bunuh diri finansial. Ini
adalah sebuah pelajaran yang ee tapi apa
mau dikatang saat itu kami Rp1 pun
akhirnya sudah enggak ada. Cenderung
minus kan. Nah, tapi pengalaman saya ini
saya akan ajarkan 28 tahun kemudian
melalui video ini belajar dari
pengalaman ayah saya. Ya, tapi apakah
ada orang kaya baru di tahun 7? Jelas.
Siapa orang kaya baru? Ya, mereka-mereka
itu contoh yang paling gampang adalah
Hartono bersaudara yang membeli BCA
dengan aset yang sangat murah. Kenapa?
Karena waktu itu kita tahu Bapak Sudono
Salim mempunyai hutang dalam bentuk US
dolar. So, hipotesis besarnya adalah
apakah rupiah sengaja dilemahkan? Yes,
dari sini rupiah dibiarkan lemah secara
struktural. Mungkin ini bagian dari
strategi nasional jangka panjang. Kita
lihat Viet 6. Mereka yang bintang baru
ekonomi Asia Tenggara. Pertumbuhan
ekonominya selalu tinggi, 6 sampai 8%
per tahun. Apa salah satu resep rahasia
mereka? Mereka secara sadar dan
terkendali membiarkan mata uangnya dong
lemah terhadap US Dollar. Mengapa?
Karena dengan mata uang yang lemah,
harga produk ekspor mereka menjadi
sangat murah dan kompetitif di pasar
global. Indonesia saat ini juga punya
ambisi besar untuk menjadi negara basis
ekspor dan nilirisasi. So, untuk membuat
produk kita laku di pasar dunia,
harganya harus kompetitif. Cara termudah
adalah kursus rupiah tidak terlalu kuat.
Itu yang dilakukan oleh China. Makanya
China sekarang ya kita lihat 10 tahun
terakhir ya 1 RMB ya kisaran 2.000
sampai sekarang 2.300. Mata uang lain
menguat dia tetap begitu-begitu aja
karena dia termasuk negara industri
manufaktur terbesar saat ini di dunia.
Barang mana enggak barung China. Terus
jika ada kemungkinan perleman rupiah
yang terjadi bukan hanya karena
kecelakaan, tapi juga bagian dari
strategi agar Indonesia bisa menjadi the
next Vietnam. Itu berarti rupiah akan
kembali ke 10.000 adalah sebuah
angan-angan. So, solusinya ada tiga
keranjang aset pelindung nilai. Apa
saja? Mungkin ini ada sedikit mirip
dengan video saya di tahun 2015 yang
lalu. Tapi sekarang yang pertama adalah
saya ada tambahan enggak ada salahnya
simpan dolar Amerika dan dolar
Singapura. Karena US Dollar termasuk
dunia panik. Semua lahir ke dolar tahun
2003 harganya 48.400.
Sekarang sudah 16.700 naik hampir 100%.
Dolar Singapura saat ini awalnya di
tahun 2003 Singapura cuman 4.940 atau
5.000 sekarang dolar Singapura sudah
tembus R.000.
E jadi investasi di Sing dolar itu
termasuk salah satu yang direkomend
perlindungan mata nilai uang. Pak Canda
ini berarti menyuruh orang untuk simpan
US dollar ya, enggak simpan rupiah ya
atau ee nyuruh orang simpan Singapura.
Ini saya kan sudah bicara tentang
perlindungan mata nilai. Mungkin
transaksi Anda rupiah tapi kelebihan
uangnya boleh disisihkan. Jangan teruk
taruh satu telur di satu keranjang.
Tidak. Tetapi seolah-olah video ini saya
buat untuk tidak nasionalisme, tidak.
Tapi bagaimana orang kaya tetap
mempertahankan kekayaannya. Terus
keranjang aset yang ketiga, Mas. atau
asuransi abadi atau safe heaven dan
sedikit perak. Ini adalah asuransi
terakhir bagi umat manusia. Enggak
peduli dolar, enggak peduli rupiah. Emas
itu adalah safe heaven, tempat
penyimpanan yang terbaik. Itu sudah saya
sampaikan video saya 10 tahun yang lalu.
Dan emas tetap akan bernilai. Jadi
bolehlah sekarang taruh silver sebagian.
Saya loh sempat beli kemarin silver 4
tahun yang lalu harga Rp2 juta. Sekarang
kalau enggak salah silver sudah 6070
jutaan ya kalau enggak salah ya. sama
kayak Bitcoin sama Etherium gitu kali
ya. Jadi kesimpulannya berhenti naif dan
mulai belajar cerdas. Pelajaran dari
tahun 1997 itu pengakuan pemerintah saat
ini potensi strategi ekonomi jangka
panjang itu semua menunjuk pada satu
kesimpulan yang tak terbandakan yaitu
mengandalkan tabungan rupiah adalah
strategi finansial yang sangat berisiko.
Saya ulangi, tabungan rupiah sangat
berisiko. Bukan berarti loh kalau Pak
Candra bisnisnya kan Indonesia Pak. Loh,
saya kan bicara tabungan. Kalau bisnis
ya transaksi semua rupiah dong. Bayar
supplier semua ya rupiah. Customer bayar
kita juga rupiah. Yang saya bicara ini
tabungan ya. Jadi video ini bukan untuk
membuat Anda pesimis tapi menjadi
realistis dan cerdas. So action plan
Anda lindungi dan tingkatkan. Save grow.
Jadi kan namanya hukumnya K eh E S K
safe grow.
rebit un save grow rebit. Jadi dapat
simpan tingkatkan rebit simpan eh sori
dapat simpan tingkatkan ribitgitr
namanya ya. Pertama lindungi aset mulai
buka tabungan valasikan pendapatan untuk
beli dolar AS Singapura dan Mas kedua
tingkatkan penghasilan. Nah carilah
pekerjaan atau bangun bisnis yang bisa
menghasilkan dalam bentuk dolar. rupiah
juga enggak apa-apa. Nah, nanti disimpan
lagi dalam bentuk tersebut. Jadi, saat
ini lindungi aset. Mulai buka tabungan
valas, sisikan pendapatan untuk beli
dolar. Tingkatkan penghasilan Anda. Dan
jangan sampai kita hari ini apa yang
sudah kita dapatkan hilang begitu saja.
Pak, boleh enggak, Pak, disimpan di
properti? Boleh. Kan saya sudah bilang
jangan taruh telur dia soto keranjang,
Pak. Boleh enggak, Pak ya disimpan di
surat berharga saham? Boleh. Beli aja
saham-saham blue chip. Boleh enggak,
Pak? Ya, beli crypto boleh. Bitcoin aja
ya. Beberapa kali orang saya sudah
ngomong itu kan perlindungan meskipun ya
fluktuatif tapi kalau disimpan dalam
hitungan jangka panjang uang itu yang
Anda enggak pakai kan kalau enggak
berputar kan bisa-bisa aja. Nah, sebagai
tambahan note terakhir kenapa sing dolar
itu kuat? Karena sing dolar itu punya
1000 sing dolar itu satu lembar. Artinya
satu lembar nilainya Rp13 juta. Satu
lembar sing itu juta loh. 1$.000
ini dan lucunya ada sedikit juk dolar
Singapura tuh mata uang pilihan koruptor
di Indonesia. Parah
ya. Ini sedikit mim. Oke. Bukan berarti
saya enggak mencintai rupiah. Kita
bisnis di Indonesia, bisnis rupiah. Kita
bekerja menghasilkan rupiah di
Indonesia. Tapi bukan cuman nabung
rupiah, tapi bisa Anda save ee tabung di
beberapa tempat yang lain. Itu pesan
saya. So, jangan dipelintir. Jangan lupa
join grup WA Success Beforo 30. Link
sudah saya letakkan di bawah. Sukses
untuk Anda dan salam hebat luar biasa.
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:10:24 UTC
Categories
Manage