Transcript
85unyYAXF3I • Nampang "Bloon" Dijuluki "Koboi" (Ternyata Ini Rahasia "By Design" Purabaya)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1434_85unyYAXF3I.txt
Kind: captions
Language: id
Saya saya mainkan psikologi masyarakat
Indonesia. Emang kayaknya blon gua ya
ngomongnya cpras-cepros padahal itu by
design. Anda tadi lihat sebuah video
dari Pak Purbaya. Kayaknya gue blowon
ya. Tapi sebetulnya gua ceplas-ceplos
itu sebenarnya by design. Cerdas sekali
Pak Purbaya ini. Tapi tahukah kalian? Di
video ini saya akan bahas mengapa Pak
Purbaya by design dan beliau sempat
men-spill satu buku yang berjudul The
Macroeconomics of Cell Fulfilling
Prophecies. Nah, dari mana dasar Pak
Purbaya bisa mengeluarkan kata
ceplas-ceplosnya, bisa menebar
optimismenya dan beliau baca dari buku
ini. Mau tahu isi dari buku ini apa?
Supaya Anda tahu bagaimana cara berpikir
atau mindset berpikir Pak Purbaya,
tonton video ini sampai selesai. So,
sahabat SW30 yang saya cintai, salam
hebat luar biasa. Dan di video kita kali
ini seperti statement saya tadi di awal,
yaitu mengapa Pak Purbaya itu bisa
ceplos-ceplos.
Orangnya nyantai, senyam-senyum,
gayanya koboy kalau Anda lihat
video-video saya sebelumnya. Tapi
ternyata beliau berbicara itu ada
dasarnya. Enggak ngawur. Seorang ekonom
itu enggak boleh ngawur. Beliau bicara
itu ada bukunya, ada acuannya. Dari sini
kita akan melihat dari mana Pak Purbaya
itu dasar bukunya. Pertama saat ini
adalah titik terendah menuju pergeseran
signifikan. Kita tahu Ibu Sri Mulyani
sudah menghadapi sebuah penghakiman
masal yang paling besar, yaitu rumahnya
harus dijarah di akhir masa jabatannya.
Secara enggak langsung beliau itu
sebenarnya sudah capek, lelah, ngelola
duit negara yang banyak disimpan dan
safety ini. Tapi efeknya akhirnya
ekonomi tidak bergerak. Semua orang
takut belanja, semua orang takut
melakukan ekspansi, semua orang-orang
yang punya duit ndak berani agresif
karena kebijakan ekonomi yang dilakukan
oleh menteri sebelumnya, Ibu Sri
Mulyani. Puncak amarahnya rakyat kemarin
demo DPR, puncak terakhir final
destination-nya adalah rumahnya Bu Sri
Mulyani. Saya sendiri itu sebetulnya
juga agak sedih ya, kenapa ya kenapa kok
Menteri Ekonomia sudah bekerja keras
tiga periode itu pun akhirnya harus
rumahnya di jarak? Ya, tapi kalau kita
tidak memuaskan syahwat rakyat ini,
orang enggak diberikan tontonan itu,
mereka itu sepertinya Bu Sri Mulyani
bahaya loh, ya. Jadi kalau orang bisa
lihat di pinggir jalan itu ya, kalau
orang gila itu enggak ada pengawalan.
Kalau orang sudah gila, gua miskin, gua
stres, gua hilang-hilang job gara-gara
el. Bisa kayak gitu loh namanya rakyat
lagi gila kan. Nah, tapi Pak Purbaya
kenapa tiba-tiba menjadi seolah-olah
dewa penyelamat di wase Padang Gurun
ini? Jadi, sentimen publik itu sangat
negatif Juli hingga September 2005. Itu
titik teranda kepercayaan masyarakat
terhadap ekonomi. Bayangkan PPN
dinaikkan
belum lagi semua dipajakin. Aduh, stres
pokoknya. Terus demo besar-besaran. Kan
saya sudah bilang Agustus IPR hanya 3,5%
indeks penjualan retail turun.
publik mengerem belanja. Untuk memahami
strategi ini, sentimen publik itu sangat
negatif dan dibutuhkan ee sebuah
stimulus atau sebuah pergerakan baru.
Nah, pergeseran signifikannya setelah
Juli kemarin titik terendah adalah di
Oktober 2025 ini. Pertama, demo mereda.
Yes. Tiba-tiba ada optimisme baru.
Kedua, IKKP indeks kepercayaan konsumen
naik. September 117, Oktober 130 naik
13,3 poin. Hanya dalam waktu 30 hari.
Penjualan retail IPR tumbuh 5,8%.
Per konsumsi rumah tangga kuartal kedua
rekor tertinggi 1813
triliun. Kesimpulan ini bukan SIMS
salabim. Data SPM berbalik alas secara
drastis. Indeks kepercayaan konsumen
lompat dari 117 menjadi 130 itu adalah
lonjakan 13,3 poin hanya dalam waktu
hitungan hari yaitu 30 hari. Aksi nyata
muncul penjualan retail naik 5,8%.
Data pengeluaran konsumsi rumah tangga
di kuartal kedua mencapai rekor
tertinggi yaitu 1800
triliun. Artinya manusia Indonesia,
rakyat Indonesia sudah berani
berbelanja. Perputaran roda ekonomi
mulai kerasa. Ini bukan SIM salah BIM.
Ini adalah hasil dari strategi tiga
jurus yang dieksekusi secara seringon.
Nah, dari mana? Seperti yang tadi saya
janjikan di awal, Pak Purbaya mengambil
buku tersebut. Nih bukunya di sini.
Arsitek dan buku panduannya. Ini
ekonomkun
dua-duanya lulusan Amerika tapi beda
kota ini. Anda cek aja Bu Sri Malati
lulusan mana, Pak Purbaya lulusan mana.
Ini dua mazhab atau dua paham yang
sangat berbeda. Yang satu emak-emak yang
ngerem belanjaan. Yang satu ayo belanja
jangan khawatir. Jadi yang satu belanja
tapi dengan harapan income lebih besar.
Yang satu hemat hemat hemat. Jadi, Pak
Purbaya buku panduannya The
Macroeconomics of Self Fulfilling
Prophecies. Arsiteknya Bapak Purbaya di
sini bukunya milik Roger EA Farmer.
Teori SFP atau selfulfilling prophecies
ini teorinya ada tiga. Pertama adalah
keyakinan. Dia menebar optimisme bukan
ada dasar. Kemudian yang kedua, memicu
aksi nyata. Tindakannya jelas. langsung
tiba-tiba orang belanja gila-gila.
Ketiga, membuat keyakinan menjadi nyata.
Realitas. Sebuah keyakinan kolektif
awalnya mungkin bisa jadi salah, tapi
memicu serangkaian tindakan positif
hardware dan akhirnya membuat semua itu
fulfill atau menjadi kenyataan. Contoh
klasik adalah bank run. Apa itu bank
run? Gini, bank A itu akan bangkrut. Isu
keluar di semua sosmet, semua
influencer, semua media nasional
membahas bank A. Hati-hati, kamu punya
tabungan enggak di Bank A? Punya. Cepat
tarik, bank itu akan bangkrut. Wah, ini
kan menebar fear. Dan akhirnya apa yang
terjadi? Semua nasabah ramai-ramai
menarik uang, terutama nasabah
prioritasnya. Nah, ini ngeri. Bank yang
sehat pun agen ya beneran bangkrut
karena terjadi ras. Itu yang terjadi di
tahun 1998. Tonton video saya
sebelumnya. Itu kan namanya rumor ya.
Dan akhirnya semua narik dan bank yang
sehat pun kehabisan uang tunai. Akhirnya
benar-benar bangkrut. Nah, analisa Pak
Purbaya jika ramalan negatif itu bisa
menghancurkan, ramalan positif bisa
didesain, bisa membangkitkan. Nah, Pak
Purbaya memutuskan untuk membalikkan
mekanisme ini. Jika ramalan negatif itu
bisa menghancurkan, maka ramalan positif
itu by desain yang dia ngomong
seharusnya bisa membangkitkan. Ya, sama
yang satu emak-emak menebar pesimisme
semua dipajakin. Dia membela negara, dia
membela supaya negara tidak lagi bocor.
Tapi yang satu semua menebar optimisme.
Ekonomi berputar, income juga naik.
Akhirnya APBN. Jadi ini dua dua disiplin
ilmu yang berbeda Pak ee Purbaya sama Bu
Sri Mulyani. Sebagian ketiga adalah beda
tiga jurus strategi by desain. Cara
membedahnya gimana? pertama keyakinan
confidence channel. Dua adalah aksi
nyata fiscal channel dan yang ketiga
adalah likuiditas credit channel. Jadi
kebijakan keyakinan, kebijakan fal dan
kebijakan kredit. Nah, ini menarik kita
bahas. Yang pertama kita bahas dulu
confidence channel. Ini software
psikologi. Nah, bagian yang terpenting
gaya ceplasceplos perubaha ini kan
seperti santai, seperti kayak gini loh.
Ibaratnya orang itu udah dihukum, stres,
kena dosen killer, ekonomi udah tidak
baik, semua pesimis. Tiba-tiba tim yang
sudah kalah-kalah ini datanglah seorang
motivator hebat. Dia bilang, "Tenang,
enggak usah khawatir, enggak usah stres
kalian. Ini biasa. Ini adalah sebuah
kekalahan yang biasa. kita pernah
ngalami hal yang lebih buruk dari Nah,
orang itu kan harus diberikan semangat.
Siapa bilang loh kamu babak pertama
kalah 1-0 kalau sepak bola kalau datang
tiba-tiba motivator dewa yang memberikan
harapan yang memberikan sebuah
optimisme. Tim itu bisa semangat dan
bisa bangkit loh. Siapa yang bilang
enggak bisa daripada sebuah pelatih yang
kayak era nanti ngomong kita main
defense loh ya main defense jangan
kebobolan lagi. Tahan kita sudah menang
1-0 tapi akhirnya pemain diberikan
ketakutan ketakutan. pesimisme. Hemat,
hemat, hemat. Nah, inilah kurang lebih
seperti itu. Yang enggak apa-apa main
rileks saja, cetak gol kebobolan lagi.
Enggak apa-apa. Jangan khawatir. Yang
penting kamu bisa cetak gol lebih
banyak. Gua percaya kok. Nah, kurang
lebih kayak gitu ya. Jadi ini sedikit
filosofi yang berbeda kalau saya
analogikan dalam sepak bola. So, dari
sini kita lihat otoritas ekonomi
tertinggi Pak Purbaya menggunakan
platform institusional untuk
mengorkestrasi.
Dia yang merancang ini semua menggunakan
platform untuk mengorkestrasi psikologi
pasar. Kedua, ceplas-cepllos itu 8% bisa
5,5% realistis. Keren ya. Yang ketiga,
pengakuan langkah pertama saya
menciptakan optimisme ke pasar. Dia
sengaja bicara seperti itu. 8% bisa,
5,5% realistis untuk mengubah ekspektasi
kolektif takut menjadi optimis. Nah, ini
penting. Ini gaya Pak Purba ya. Ya,
seperti analogi itu tadi. Jadi, data
melonjak 13,3 poin ke 130 membuktikan
bahwa statement dia itu berhasil
mendorong psikologi pasar untuk berani
konsumsi. Yang kedua, fiscal channel
hardware, aksi nyata. Purbaya tahu bahwa
omongan ini tidak akan dipercaya jika
ada bahan bakar, hardware, ramalan
positif, butuh bukti awal agar kredibel.
Di sinilah jurus kedua di suki, aksi
fiskal nyata. Software ini butuh bahan
bakar agar kredibel. Ada dua program
besar yang dicanangkan oleh Pak Prabo.
Yang pertama MBG. Yang kedua adalah 8
paket stimulus ekonomi. Ini yang menjadi
hardware atau fiscal channel. Detail
program MBG kurang lebih seperti
berikut. ini per Agustus 2025 ya. 13,2T
anggaran terserap rupiah. 20 M penerima
manfaat orang 20 juta orang penerima
manfaat ada hampir 8% loh penerima
manfaat MBG 290.000
lapangan baru kerja baru tercipta.
Memang benar tiba-tiba yang emak-emak
pengangguran tiba-tiba dapat orderan
catering gara-gara dapat permintaan MBG.
lah. Ini kan menciptakan ekonomi pasar
dan ada 1 juta pelaku usaha terlibat
petani nelayan UMKM. Jadi ada semacam
1 juta orang ekonominya bergerak karena
permintaan MBG ini tadi. Ini bukan
sekedar program sosial. Ini adalah
stimulus grassroot yang menunjukkan 13,2
triliun anggaran telah terserap, 20 juta
penerima manfaat, 290.000 tercipta
lapangan kerja baru, dan 1 juta pelaku
usaha. Ini real, ini data ya. Jadi kita
jangan ee ini data sudah valid ya. Jadi
ini memang terasa perpudaran ekonomi di
roda paling bawah. Kedua, paket stimulus
ekonomi. Jadi ee tiba-tiba nelayan
petani sudah ada duit nih. Ibu-ibu rumah
tangga, emak-emak daripada tiap hari
nontonin sinetron enggak ada kerjaan.
Yang ada adalah tambah stres. Suaminya
ee ke mana-mana dia tambah overthinking
karena angka perceraianya semakin
tinggi. Daripada gitu mending dikasih
kerjaan dapurnya tetap ngebul. So,
bantuan pangan adalah R triliun beras 10
kilo untuk 18,3 juta keluarga. Magang
fres graduate 188 miliar, uang saku 3,3
juta per bulan untuk 20.000 lulusan. PPH
miliar pajak ditanggung untuk 552.000
pekerja. Kemudian diskon BPJS 36 miliar,
diskon 50% untuk R30.000 ojek online.
Ini berasa. Jadi di atas MBG pemerintah
telah menggontorkan
8 paket stimulus senilai 16,23 triliun.
Ini langsung jurus kedua nyata. Jadi
poin utamanya sudah saya jelaskan tadi
di awal. Kemudian ada bahan bakar lagi
di jurus kedua MBG 13,2T
8 stimulus 16,23T
dan total 29,43T.
Ini adalah uang segar nyata yang masuk
ke kantong masyarakat. dari yang 200
triliun kemarin di Bank Bimbara yang ee
Anda silakan tonton video saya
sebelumnya. Jadi, kesimpulan ini adalah
amunisi nyata saat Pak Purbaya jangan
takut belanja langsung terjadi nyata.
Mungkin di tangan Anda belum terasa
nyata, tapi nanti Anda perhatikan kalau
ini ibaratnya kemarin kebakaran
ini diredakan ya memang panasnya masih
kerasa tapi sudah menuju ke dingin.
Kurang lebih begitu.
Ya, kalau enggak ini kebakar terus
hangus. Nah, sekarang ini kan sudah
mulai dingin. Memang namanya dingin kan
habis kebakar kan enggak bisa langsung
dingin. Masih ada sisa-sisa bara api.
Tapi pelan-pelan akan mulai terasa ya.
Kita harap bersama-sama. Oke, kita
sama-sama on the track sama Pak Purbaya
ini. Sama-sama menebar optimisme. Kalau
saya Sucses WaterT dari dulu terkenal
channel motivasi ya. Saya ini gayanya
saya banget ini memberikan harapan kan.
Dan yang ketiga adalah credit channel
liquiditas. Jurus satu optimis. Jurus du
uang di kantong macet jika ada satu
battle per bank. Apa gunanya masyarakat
mau belanja jika bank mengerem kredit?
Masalah pertama juru 1 dan 2 akan gagal
jika ada battlenck. Nah, ini yang kita
bahas. Battlenck ini seperti batel leher
di sini gede tapi menuju ke atas kan ada
buntu ya. Ini yang disebut bank ngerem
kredit. Pertanyaannya, apa gunanya
masyarakat mau belanja jika bank takut
menyalurkan kredit? Nah, di sinilah
jurus ketiga di lakukan. Penempatan dana
R triliun Bank Himbara kemarin yaitu di
tanggal 12 September 2025 yaitu di mana
penempatannya 27,5% di Bank Mandiri 55T,
BTN 25T 12,5%,
BRI 55T. ini dua porsi paling besar ya,
karena dua yang dua bank ee BUMN yang
paling gede di Indonesia dan BNI 55
triliun. Jadi tiga ini yang porsinya
paling gede. 5% yaitu BSI 10 triliun.
Pemerintah menempatkan dana kas negara
sebesar R00 triliun. Strategi ganda
hardware mampu. Bank punya likuiditas.
Software berani bank ikut yakin. Target
mendorong kredit 7% menjadi 10% di akhir
tahun. memberikan bank software agar
berani menyalurkan kredit. Tujuannya
adalah mendorong pertumbuhan kredit dari
7% ke target 10% di akhir tahun. Jadi,
tiga jurus ini saling mengunci
keyakinan, amunisi, dan keran kredit
bank. Jangan sampai bank ini salah
menyalurkan. Ya, moga-moga enggak lama
lagi BRI menurunkan suku bunganya, BNI
menurunkan suku bunganya, Bank Mandiri
menurunkan suku bunganya agar pengusaha
lega. Kalau enggak gitu tercekik dengan
bunga yang semakin tinggi. Dan oleh
sebab itu data analis dari Fur Tatot
bagian keempat validasi data apakah
strategi ini bekerja. Sebagai pengamat
netral kita harus melihat data apakah
jurus ini mempan kita lihat datanya.
Yang pertama adalah sentimen jurus
pertama berhasil. Kok bisa? Kita lihat
datanya. September masih biru ini.
Oktober tiba-tiba naik. IKKP Oktober
melonjak 13,3 poin ke 130,6. Ini adalah
perubahan sentimen pasar yang sangat
terukur dan sistematis hanya dalam waktu
30 hari. Nah, ini termasuk datanya ada.
Jadi, ini ee jurus yang pertama sentimen
berhasil. Saya harus akui Pak Purbaya
cukup berhasil menaikkan sentimen pasar.
Kedua, aksi belanja jurus kedua dan
ketiga berhasil lagi juga. Oh, kok bisa?
Indeks penjualan IPR naik dari 3,5 ke
5,8%
dan akhirnya sektor makanan naik 7,3%.
Manusia sudah mulai berani makan lagi,
jajan lagi di luar. Ekonomi berputar.
Anda lihat aja pemesanan GrabFB, Shopee
Food atau Gojek atau Go Food naik
enggak? UMKM omsetnya naik enggak? Nah,
mungkin Anda yang sekarang belum naik ya
bisa jadi mungkin bukan masyarakat
enggak belanja, mungkin menumu enggak
enak kali.
Nah, ini yang harus diubah. Data kedua,
konsumsi rumah tangga. Rekor tertinggi
R813 triliun. Ini nyata berhasil. Jadi,
IPR naik, konsumsi rumah tangga
tiba-tiba naik. Dan validasi ketiga
adalah hasil akhir kepuasan publik.
Berhasil. Publik puas 85,8%. Wah, ini
sukses sekali. Jadi yang kemarin
kebakaran ini berhasil ibaratnya
kebakaran amarah rakyat dipadamkan
85,8%. Sukses memang titik api pemadaman
utamanya belum masih luka-luka ini. Tapi
85% berhasil. Pertama setuju MBG
bermanfaat 89,8%.
Yang kedua 71,8% ekonomi rumah tangga
membaik langsung berasa hanya dalam
waktu 2 bulan. Yang ketiga, 62% daya
beli meningkat terjadi. Nah, yang lain
masih ngerem-ngerem nih. Masih lihat ini
benar atau enggak. Jadi validasi
berhasil karena 85,8% ini cukup telak
ini kemenangannya. Jadi ibaratnya kalau
babak kedua itu eh tiba-tiba bisa
menyamakan skor ini ya. Kurang lebih
seperti itu. Jadi ee dari sini
kesimpulannya semua indikator bergerak
serentak dan dari sini cukup baik. Dan
yang kelima adalah analisa jangka
panjang. Apakah ini akan bertahan? Nah,
ini pertanyaannya. Kalau berhubung dari
buku Fulfly Prophecies itu tadi yang
dibaca oleh Pak Purbaya, strategi self
kickstarter ini adalah pemantik ini
bukan mesin pertumbuhan abadi, tapi ini
semacam kayak booster pertama tapi
efektifnya sangat bergantung pada waktu.
Jadi dari mana SFP ini jangka pendek
sekarang kuartal kedua 2026. Kita lihat
nih sampai setengah tahun ke depan.
sentimen rendah, program baru,
kredibilitas FES. Jangka menengah ini
antara 2006, 2026 sampai 2027.
Efektivitas 6,5 dibanding 10. Artinya
strategi ini sangat efektif karena basis
sentimennya rendah, program baru
berjalan, kredibilitas Purbahaya sedang
fres. Sedangkan momentum akan melambat,
euforia konsumen berkurang, pasar akan
mulai menagih janji yang besar yaitu 8%.
Ini hambatan struktural. yang akan
terjadi. Ini challenge bagi Pak Purba
ya. Nah, jangka panjang ini faktor kunci
panjangnya ini di gongnya ini nanti di
2028. Kenapa? Karena 2029 mau pemilihan
presiden lagi. Nah, di sini kalau
strategi ini Anda harus buktikan janji.
Jadi, jangan cuman janji-janji kosong
karena rakyat kan bisa menagih. Nah, di
sini hati-hati kadang cuman 4 dibanding
10 loh. Pasar bukti fundamental. Mereka
benar-benar bukti omsetku naik enggak,
incomu naik enggak, utangku bisa lunas
enggak. Nah, ini kan Indonesia ini kan
kemarin terjadi pesimismean.
Masyarakat bawah pinjol besar-besaran
kena korban pinjol, kena korban judul
yang menyentuh masyarakat. Belum lagi
daya beli menurun, belum beli lagi omset
menurun.
shifting. Nah, belum lagi nanti ada
faktor AI, belum lagi era robotik. Wah,
ini besar-besaran. Faktor penentu
segalanya adalah kredibilitas.
Strategi ini 100% bergantung pada
kepercayaan publik. So, masyarakat waktu
itu enggak bisa lagi dibohongi, enggak
bisa lagi dikasih janji-janji kosong.
masyarakat akan nagih saat itu. So,
efektivitas 410 ini di Tit ini pasar
tidak bisa lagi digerakkan oleh
kata-kata Purbaya yang menghibur hati
itu yang seolah-olah memberikan angin
segar. Mereka butau bukti fundamental.
Jika tidak ada reformasi struktural
nyata, peningkatan skill produktivitas,
infrastruktur yang membaik, pertumbuhan
akan stagnan di 4 sampai 5%. enggak
peduli seberapa ceplas-cepllosan lelaki.
Karena saat itu ceplas-cepllos mungkin
sudah tidak efektif karena targetnya kan
8% 5,5% realistis. Betul enggak dia
ngomong itu segampang ee apa buktinya
segampang dia ngomong enggak waktu itu.
Jadi masyarakat itu bisa nagi janji
ibaratnya kamu ngutangin teman, benar
enggak kamu bayar tepat waktu? Kalau
enggak benar gimana? Nah, strategi ini
100% bergantung pada kepercayaan publik
dan kepercayaan itu sangat diuji oleh
target. Mari kita lihat uji kredibilitas
pertama target 5,5% Q4 2025. Kalau
skenario sukses target 5,5% tercapai.
Kalau setengah skenario gagal 5,5% miss.
Yang kedua, publik percaya bukan ngomong
doang. Kalau Purbaya cuman ngomong
doang, wah kata-kata Rocky Gerung bisa
terbukti ini. Publik jadi skeptis. Wah,
ini Sri Mulani kedua ini yang kemarin
pesimis, ini optimis sami mawon ya kan
sama aja. Yang ketiga, kredibilitas naik
kalau sukses. Ya, kita berharap sih
kalau pesimisnya gagalnya kredibilitas
hilang. Dan yang keempat momentum
berlanjut akhirnya orang wih gila
Indonesia bisa naik nih ekonomi 5,5%
growth-nya nih luar biasa. Dan yang
keempat, settimen reverse. Tapi
sepertinya
kita lihat jalanan tetap ramai, mall
tetap ramai. Ya, seharusnya masyarakat
bawa dapat job baru dari MBG. Seharusnya
ini sudah mulai terjadi ya. Dan kita
enggak berharap yang skenario gagal ini
menjadi sebuah ee hal yang mendominasi.
Jadi target 5,5% ini adalah ujian
kredibilitas pertama. Ya hampir samalah
kayak kemarin timnas sepak bola lah
kalau saya bilang pesimis waktu di zaman
lagi cinta-cintanya eh harapan itu pupus
setelah gagal Piala Dunia ya jawabannya
itu menebar pesimisme ya pelatih Belanda
itu kemarin bilang apa ya karena
Indonesia cuma 120 ranking 120 dunia
mari kita realistis itu kan jawaban yang
menebar pesimisme. Betul dia realistis
tapi kata-kata itu enggak terjadi di era
pelatih sebelumnya kan. Nah, saya bukan
tim Sintaong atau bukan tim Patrick
Cliford, tapi saya timnas Indonesia.
Kita dukung timnas Indonesia
bertransformasi yang lebih baik. Jadi,
kesimpulannya bukan SIM salah BIM, tapi
desain. Desain ini penting. Betul Sim
Tayong berhasil menaikkan pesimisme,
tapi ketika dia gagal, publik juga bisa
kecewa. Sama juga dengan ekonomi, Pak
Purbaya ibaratnya Sinteyong zaman
sekarang. Dia menebar posim golnya uh
tercapai. Menang, menang, menang. Woh,
keren kan? Tapi hati-hati jangan sampai
beliau ke Seleo. Nah, saat ke seleo itu
bagaimana? Ini hampir sama gitu. Apa
yang kita saksikan di ekonomi saat ini
bukanlah SIM salah BIM. Inilah studi
kasus aplikasi sistematis dari teori
ekonomi makro. Pertama, psikologi ini ya
dari buku yang beliau baca. Aksi fiskal
dan ketiga, likuiditas.
Oleh sebab itu, Teman-teman, ujian akhir
kita adalah empat. Data jangka pendek
membuktikan lumayan strategi ini
berhasil. Yang kedua, strategi ini
pinjam kepercayaan dari masa depan.
Memberikan harapan supaya masyarakat ini
percaya, dingin, optimis. Dan yang
ketiga adalah ujian pertama purba adalah
kuartal 4 2025 sampai akhir tahun ini.
Dan jika berhasil di sana terbukti jika
tidak profesis atau ramalan itu berbalik
arah menjadi bumerang. So, data jangka
pendek membuktikan strategi ini
bergejalan. Mari kita doakan 5,5% yang
kata beliau masuk akal itu bisa
terbukti. Jika ramalan bisa berbalik itu
malah jadi bumerang. So, Bapak Ibu,
demikian video saya kali ini. Semoga
bisa memberikan Anda pencerahan dan
memberikan Anda level up dari mana dasar
Pak Purbaya menciptakan statement
kata-kata optimisme tersebut. Jadi, ya
beliau ya se kayak ngibul.
ya, tapi juga beliau menebar optimisme.
Yang penting ceplas-ceplosnya itu ada
dasarnya. Sukses untuk Anda. Jangan lupa
like-nya and always salam hebat. Luar
biasa. Yeah.