Transcript
85unyYAXF3I • Nampang "Bloon" Dijuluki "Koboi" (Ternyata Ini Rahasia "By Design" Purabaya)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1434_85unyYAXF3I.txt
Kind: captions Language: id Saya saya mainkan psikologi masyarakat Indonesia. Emang kayaknya blon gua ya ngomongnya cpras-cepros padahal itu by design. Anda tadi lihat sebuah video dari Pak Purbaya. Kayaknya gue blowon ya. Tapi sebetulnya gua ceplas-ceplos itu sebenarnya by design. Cerdas sekali Pak Purbaya ini. Tapi tahukah kalian? Di video ini saya akan bahas mengapa Pak Purbaya by design dan beliau sempat men-spill satu buku yang berjudul The Macroeconomics of Cell Fulfilling Prophecies. Nah, dari mana dasar Pak Purbaya bisa mengeluarkan kata ceplas-ceplosnya, bisa menebar optimismenya dan beliau baca dari buku ini. Mau tahu isi dari buku ini apa? Supaya Anda tahu bagaimana cara berpikir atau mindset berpikir Pak Purbaya, tonton video ini sampai selesai. So, sahabat SW30 yang saya cintai, salam hebat luar biasa. Dan di video kita kali ini seperti statement saya tadi di awal, yaitu mengapa Pak Purbaya itu bisa ceplos-ceplos. Orangnya nyantai, senyam-senyum, gayanya koboy kalau Anda lihat video-video saya sebelumnya. Tapi ternyata beliau berbicara itu ada dasarnya. Enggak ngawur. Seorang ekonom itu enggak boleh ngawur. Beliau bicara itu ada bukunya, ada acuannya. Dari sini kita akan melihat dari mana Pak Purbaya itu dasar bukunya. Pertama saat ini adalah titik terendah menuju pergeseran signifikan. Kita tahu Ibu Sri Mulyani sudah menghadapi sebuah penghakiman masal yang paling besar, yaitu rumahnya harus dijarah di akhir masa jabatannya. Secara enggak langsung beliau itu sebenarnya sudah capek, lelah, ngelola duit negara yang banyak disimpan dan safety ini. Tapi efeknya akhirnya ekonomi tidak bergerak. Semua orang takut belanja, semua orang takut melakukan ekspansi, semua orang-orang yang punya duit ndak berani agresif karena kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh menteri sebelumnya, Ibu Sri Mulyani. Puncak amarahnya rakyat kemarin demo DPR, puncak terakhir final destination-nya adalah rumahnya Bu Sri Mulyani. Saya sendiri itu sebetulnya juga agak sedih ya, kenapa ya kenapa kok Menteri Ekonomia sudah bekerja keras tiga periode itu pun akhirnya harus rumahnya di jarak? Ya, tapi kalau kita tidak memuaskan syahwat rakyat ini, orang enggak diberikan tontonan itu, mereka itu sepertinya Bu Sri Mulyani bahaya loh, ya. Jadi kalau orang bisa lihat di pinggir jalan itu ya, kalau orang gila itu enggak ada pengawalan. Kalau orang sudah gila, gua miskin, gua stres, gua hilang-hilang job gara-gara el. Bisa kayak gitu loh namanya rakyat lagi gila kan. Nah, tapi Pak Purbaya kenapa tiba-tiba menjadi seolah-olah dewa penyelamat di wase Padang Gurun ini? Jadi, sentimen publik itu sangat negatif Juli hingga September 2005. Itu titik teranda kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi. Bayangkan PPN dinaikkan belum lagi semua dipajakin. Aduh, stres pokoknya. Terus demo besar-besaran. Kan saya sudah bilang Agustus IPR hanya 3,5% indeks penjualan retail turun. publik mengerem belanja. Untuk memahami strategi ini, sentimen publik itu sangat negatif dan dibutuhkan ee sebuah stimulus atau sebuah pergerakan baru. Nah, pergeseran signifikannya setelah Juli kemarin titik terendah adalah di Oktober 2025 ini. Pertama, demo mereda. Yes. Tiba-tiba ada optimisme baru. Kedua, IKKP indeks kepercayaan konsumen naik. September 117, Oktober 130 naik 13,3 poin. Hanya dalam waktu 30 hari. Penjualan retail IPR tumbuh 5,8%. Per konsumsi rumah tangga kuartal kedua rekor tertinggi 1813 triliun. Kesimpulan ini bukan SIMS salabim. Data SPM berbalik alas secara drastis. Indeks kepercayaan konsumen lompat dari 117 menjadi 130 itu adalah lonjakan 13,3 poin hanya dalam waktu hitungan hari yaitu 30 hari. Aksi nyata muncul penjualan retail naik 5,8%. Data pengeluaran konsumsi rumah tangga di kuartal kedua mencapai rekor tertinggi yaitu 1800 triliun. Artinya manusia Indonesia, rakyat Indonesia sudah berani berbelanja. Perputaran roda ekonomi mulai kerasa. Ini bukan SIM salah BIM. Ini adalah hasil dari strategi tiga jurus yang dieksekusi secara seringon. Nah, dari mana? Seperti yang tadi saya janjikan di awal, Pak Purbaya mengambil buku tersebut. Nih bukunya di sini. Arsitek dan buku panduannya. Ini ekonomkun dua-duanya lulusan Amerika tapi beda kota ini. Anda cek aja Bu Sri Malati lulusan mana, Pak Purbaya lulusan mana. Ini dua mazhab atau dua paham yang sangat berbeda. Yang satu emak-emak yang ngerem belanjaan. Yang satu ayo belanja jangan khawatir. Jadi yang satu belanja tapi dengan harapan income lebih besar. Yang satu hemat hemat hemat. Jadi, Pak Purbaya buku panduannya The Macroeconomics of Self Fulfilling Prophecies. Arsiteknya Bapak Purbaya di sini bukunya milik Roger EA Farmer. Teori SFP atau selfulfilling prophecies ini teorinya ada tiga. Pertama adalah keyakinan. Dia menebar optimisme bukan ada dasar. Kemudian yang kedua, memicu aksi nyata. Tindakannya jelas. langsung tiba-tiba orang belanja gila-gila. Ketiga, membuat keyakinan menjadi nyata. Realitas. Sebuah keyakinan kolektif awalnya mungkin bisa jadi salah, tapi memicu serangkaian tindakan positif hardware dan akhirnya membuat semua itu fulfill atau menjadi kenyataan. Contoh klasik adalah bank run. Apa itu bank run? Gini, bank A itu akan bangkrut. Isu keluar di semua sosmet, semua influencer, semua media nasional membahas bank A. Hati-hati, kamu punya tabungan enggak di Bank A? Punya. Cepat tarik, bank itu akan bangkrut. Wah, ini kan menebar fear. Dan akhirnya apa yang terjadi? Semua nasabah ramai-ramai menarik uang, terutama nasabah prioritasnya. Nah, ini ngeri. Bank yang sehat pun agen ya beneran bangkrut karena terjadi ras. Itu yang terjadi di tahun 1998. Tonton video saya sebelumnya. Itu kan namanya rumor ya. Dan akhirnya semua narik dan bank yang sehat pun kehabisan uang tunai. Akhirnya benar-benar bangkrut. Nah, analisa Pak Purbaya jika ramalan negatif itu bisa menghancurkan, ramalan positif bisa didesain, bisa membangkitkan. Nah, Pak Purbaya memutuskan untuk membalikkan mekanisme ini. Jika ramalan negatif itu bisa menghancurkan, maka ramalan positif itu by desain yang dia ngomong seharusnya bisa membangkitkan. Ya, sama yang satu emak-emak menebar pesimisme semua dipajakin. Dia membela negara, dia membela supaya negara tidak lagi bocor. Tapi yang satu semua menebar optimisme. Ekonomi berputar, income juga naik. Akhirnya APBN. Jadi ini dua dua disiplin ilmu yang berbeda Pak ee Purbaya sama Bu Sri Mulyani. Sebagian ketiga adalah beda tiga jurus strategi by desain. Cara membedahnya gimana? pertama keyakinan confidence channel. Dua adalah aksi nyata fiscal channel dan yang ketiga adalah likuiditas credit channel. Jadi kebijakan keyakinan, kebijakan fal dan kebijakan kredit. Nah, ini menarik kita bahas. Yang pertama kita bahas dulu confidence channel. Ini software psikologi. Nah, bagian yang terpenting gaya ceplasceplos perubaha ini kan seperti santai, seperti kayak gini loh. Ibaratnya orang itu udah dihukum, stres, kena dosen killer, ekonomi udah tidak baik, semua pesimis. Tiba-tiba tim yang sudah kalah-kalah ini datanglah seorang motivator hebat. Dia bilang, "Tenang, enggak usah khawatir, enggak usah stres kalian. Ini biasa. Ini adalah sebuah kekalahan yang biasa. kita pernah ngalami hal yang lebih buruk dari Nah, orang itu kan harus diberikan semangat. Siapa bilang loh kamu babak pertama kalah 1-0 kalau sepak bola kalau datang tiba-tiba motivator dewa yang memberikan harapan yang memberikan sebuah optimisme. Tim itu bisa semangat dan bisa bangkit loh. Siapa yang bilang enggak bisa daripada sebuah pelatih yang kayak era nanti ngomong kita main defense loh ya main defense jangan kebobolan lagi. Tahan kita sudah menang 1-0 tapi akhirnya pemain diberikan ketakutan ketakutan. pesimisme. Hemat, hemat, hemat. Nah, inilah kurang lebih seperti itu. Yang enggak apa-apa main rileks saja, cetak gol kebobolan lagi. Enggak apa-apa. Jangan khawatir. Yang penting kamu bisa cetak gol lebih banyak. Gua percaya kok. Nah, kurang lebih kayak gitu ya. Jadi ini sedikit filosofi yang berbeda kalau saya analogikan dalam sepak bola. So, dari sini kita lihat otoritas ekonomi tertinggi Pak Purbaya menggunakan platform institusional untuk mengorkestrasi. Dia yang merancang ini semua menggunakan platform untuk mengorkestrasi psikologi pasar. Kedua, ceplas-cepllos itu 8% bisa 5,5% realistis. Keren ya. Yang ketiga, pengakuan langkah pertama saya menciptakan optimisme ke pasar. Dia sengaja bicara seperti itu. 8% bisa, 5,5% realistis untuk mengubah ekspektasi kolektif takut menjadi optimis. Nah, ini penting. Ini gaya Pak Purba ya. Ya, seperti analogi itu tadi. Jadi, data melonjak 13,3 poin ke 130 membuktikan bahwa statement dia itu berhasil mendorong psikologi pasar untuk berani konsumsi. Yang kedua, fiscal channel hardware, aksi nyata. Purbaya tahu bahwa omongan ini tidak akan dipercaya jika ada bahan bakar, hardware, ramalan positif, butuh bukti awal agar kredibel. Di sinilah jurus kedua di suki, aksi fiskal nyata. Software ini butuh bahan bakar agar kredibel. Ada dua program besar yang dicanangkan oleh Pak Prabo. Yang pertama MBG. Yang kedua adalah 8 paket stimulus ekonomi. Ini yang menjadi hardware atau fiscal channel. Detail program MBG kurang lebih seperti berikut. ini per Agustus 2025 ya. 13,2T anggaran terserap rupiah. 20 M penerima manfaat orang 20 juta orang penerima manfaat ada hampir 8% loh penerima manfaat MBG 290.000 lapangan baru kerja baru tercipta. Memang benar tiba-tiba yang emak-emak pengangguran tiba-tiba dapat orderan catering gara-gara dapat permintaan MBG. lah. Ini kan menciptakan ekonomi pasar dan ada 1 juta pelaku usaha terlibat petani nelayan UMKM. Jadi ada semacam 1 juta orang ekonominya bergerak karena permintaan MBG ini tadi. Ini bukan sekedar program sosial. Ini adalah stimulus grassroot yang menunjukkan 13,2 triliun anggaran telah terserap, 20 juta penerima manfaat, 290.000 tercipta lapangan kerja baru, dan 1 juta pelaku usaha. Ini real, ini data ya. Jadi kita jangan ee ini data sudah valid ya. Jadi ini memang terasa perpudaran ekonomi di roda paling bawah. Kedua, paket stimulus ekonomi. Jadi ee tiba-tiba nelayan petani sudah ada duit nih. Ibu-ibu rumah tangga, emak-emak daripada tiap hari nontonin sinetron enggak ada kerjaan. Yang ada adalah tambah stres. Suaminya ee ke mana-mana dia tambah overthinking karena angka perceraianya semakin tinggi. Daripada gitu mending dikasih kerjaan dapurnya tetap ngebul. So, bantuan pangan adalah R triliun beras 10 kilo untuk 18,3 juta keluarga. Magang fres graduate 188 miliar, uang saku 3,3 juta per bulan untuk 20.000 lulusan. PPH miliar pajak ditanggung untuk 552.000 pekerja. Kemudian diskon BPJS 36 miliar, diskon 50% untuk R30.000 ojek online. Ini berasa. Jadi di atas MBG pemerintah telah menggontorkan 8 paket stimulus senilai 16,23 triliun. Ini langsung jurus kedua nyata. Jadi poin utamanya sudah saya jelaskan tadi di awal. Kemudian ada bahan bakar lagi di jurus kedua MBG 13,2T 8 stimulus 16,23T dan total 29,43T. Ini adalah uang segar nyata yang masuk ke kantong masyarakat. dari yang 200 triliun kemarin di Bank Bimbara yang ee Anda silakan tonton video saya sebelumnya. Jadi, kesimpulan ini adalah amunisi nyata saat Pak Purbaya jangan takut belanja langsung terjadi nyata. Mungkin di tangan Anda belum terasa nyata, tapi nanti Anda perhatikan kalau ini ibaratnya kemarin kebakaran ini diredakan ya memang panasnya masih kerasa tapi sudah menuju ke dingin. Kurang lebih begitu. Ya, kalau enggak ini kebakar terus hangus. Nah, sekarang ini kan sudah mulai dingin. Memang namanya dingin kan habis kebakar kan enggak bisa langsung dingin. Masih ada sisa-sisa bara api. Tapi pelan-pelan akan mulai terasa ya. Kita harap bersama-sama. Oke, kita sama-sama on the track sama Pak Purbaya ini. Sama-sama menebar optimisme. Kalau saya Sucses WaterT dari dulu terkenal channel motivasi ya. Saya ini gayanya saya banget ini memberikan harapan kan. Dan yang ketiga adalah credit channel liquiditas. Jurus satu optimis. Jurus du uang di kantong macet jika ada satu battle per bank. Apa gunanya masyarakat mau belanja jika bank mengerem kredit? Masalah pertama juru 1 dan 2 akan gagal jika ada battlenck. Nah, ini yang kita bahas. Battlenck ini seperti batel leher di sini gede tapi menuju ke atas kan ada buntu ya. Ini yang disebut bank ngerem kredit. Pertanyaannya, apa gunanya masyarakat mau belanja jika bank takut menyalurkan kredit? Nah, di sinilah jurus ketiga di lakukan. Penempatan dana R triliun Bank Himbara kemarin yaitu di tanggal 12 September 2025 yaitu di mana penempatannya 27,5% di Bank Mandiri 55T, BTN 25T 12,5%, BRI 55T. ini dua porsi paling besar ya, karena dua yang dua bank ee BUMN yang paling gede di Indonesia dan BNI 55 triliun. Jadi tiga ini yang porsinya paling gede. 5% yaitu BSI 10 triliun. Pemerintah menempatkan dana kas negara sebesar R00 triliun. Strategi ganda hardware mampu. Bank punya likuiditas. Software berani bank ikut yakin. Target mendorong kredit 7% menjadi 10% di akhir tahun. memberikan bank software agar berani menyalurkan kredit. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan kredit dari 7% ke target 10% di akhir tahun. Jadi, tiga jurus ini saling mengunci keyakinan, amunisi, dan keran kredit bank. Jangan sampai bank ini salah menyalurkan. Ya, moga-moga enggak lama lagi BRI menurunkan suku bunganya, BNI menurunkan suku bunganya, Bank Mandiri menurunkan suku bunganya agar pengusaha lega. Kalau enggak gitu tercekik dengan bunga yang semakin tinggi. Dan oleh sebab itu data analis dari Fur Tatot bagian keempat validasi data apakah strategi ini bekerja. Sebagai pengamat netral kita harus melihat data apakah jurus ini mempan kita lihat datanya. Yang pertama adalah sentimen jurus pertama berhasil. Kok bisa? Kita lihat datanya. September masih biru ini. Oktober tiba-tiba naik. IKKP Oktober melonjak 13,3 poin ke 130,6. Ini adalah perubahan sentimen pasar yang sangat terukur dan sistematis hanya dalam waktu 30 hari. Nah, ini termasuk datanya ada. Jadi, ini ee jurus yang pertama sentimen berhasil. Saya harus akui Pak Purbaya cukup berhasil menaikkan sentimen pasar. Kedua, aksi belanja jurus kedua dan ketiga berhasil lagi juga. Oh, kok bisa? Indeks penjualan IPR naik dari 3,5 ke 5,8% dan akhirnya sektor makanan naik 7,3%. Manusia sudah mulai berani makan lagi, jajan lagi di luar. Ekonomi berputar. Anda lihat aja pemesanan GrabFB, Shopee Food atau Gojek atau Go Food naik enggak? UMKM omsetnya naik enggak? Nah, mungkin Anda yang sekarang belum naik ya bisa jadi mungkin bukan masyarakat enggak belanja, mungkin menumu enggak enak kali. Nah, ini yang harus diubah. Data kedua, konsumsi rumah tangga. Rekor tertinggi R813 triliun. Ini nyata berhasil. Jadi, IPR naik, konsumsi rumah tangga tiba-tiba naik. Dan validasi ketiga adalah hasil akhir kepuasan publik. Berhasil. Publik puas 85,8%. Wah, ini sukses sekali. Jadi yang kemarin kebakaran ini berhasil ibaratnya kebakaran amarah rakyat dipadamkan 85,8%. Sukses memang titik api pemadaman utamanya belum masih luka-luka ini. Tapi 85% berhasil. Pertama setuju MBG bermanfaat 89,8%. Yang kedua 71,8% ekonomi rumah tangga membaik langsung berasa hanya dalam waktu 2 bulan. Yang ketiga, 62% daya beli meningkat terjadi. Nah, yang lain masih ngerem-ngerem nih. Masih lihat ini benar atau enggak. Jadi validasi berhasil karena 85,8% ini cukup telak ini kemenangannya. Jadi ibaratnya kalau babak kedua itu eh tiba-tiba bisa menyamakan skor ini ya. Kurang lebih seperti itu. Jadi ee dari sini kesimpulannya semua indikator bergerak serentak dan dari sini cukup baik. Dan yang kelima adalah analisa jangka panjang. Apakah ini akan bertahan? Nah, ini pertanyaannya. Kalau berhubung dari buku Fulfly Prophecies itu tadi yang dibaca oleh Pak Purbaya, strategi self kickstarter ini adalah pemantik ini bukan mesin pertumbuhan abadi, tapi ini semacam kayak booster pertama tapi efektifnya sangat bergantung pada waktu. Jadi dari mana SFP ini jangka pendek sekarang kuartal kedua 2026. Kita lihat nih sampai setengah tahun ke depan. sentimen rendah, program baru, kredibilitas FES. Jangka menengah ini antara 2006, 2026 sampai 2027. Efektivitas 6,5 dibanding 10. Artinya strategi ini sangat efektif karena basis sentimennya rendah, program baru berjalan, kredibilitas Purbahaya sedang fres. Sedangkan momentum akan melambat, euforia konsumen berkurang, pasar akan mulai menagih janji yang besar yaitu 8%. Ini hambatan struktural. yang akan terjadi. Ini challenge bagi Pak Purba ya. Nah, jangka panjang ini faktor kunci panjangnya ini di gongnya ini nanti di 2028. Kenapa? Karena 2029 mau pemilihan presiden lagi. Nah, di sini kalau strategi ini Anda harus buktikan janji. Jadi, jangan cuman janji-janji kosong karena rakyat kan bisa menagih. Nah, di sini hati-hati kadang cuman 4 dibanding 10 loh. Pasar bukti fundamental. Mereka benar-benar bukti omsetku naik enggak, incomu naik enggak, utangku bisa lunas enggak. Nah, ini kan Indonesia ini kan kemarin terjadi pesimismean. Masyarakat bawah pinjol besar-besaran kena korban pinjol, kena korban judul yang menyentuh masyarakat. Belum lagi daya beli menurun, belum beli lagi omset menurun. shifting. Nah, belum lagi nanti ada faktor AI, belum lagi era robotik. Wah, ini besar-besaran. Faktor penentu segalanya adalah kredibilitas. Strategi ini 100% bergantung pada kepercayaan publik. So, masyarakat waktu itu enggak bisa lagi dibohongi, enggak bisa lagi dikasih janji-janji kosong. masyarakat akan nagih saat itu. So, efektivitas 410 ini di Tit ini pasar tidak bisa lagi digerakkan oleh kata-kata Purbaya yang menghibur hati itu yang seolah-olah memberikan angin segar. Mereka butau bukti fundamental. Jika tidak ada reformasi struktural nyata, peningkatan skill produktivitas, infrastruktur yang membaik, pertumbuhan akan stagnan di 4 sampai 5%. enggak peduli seberapa ceplas-cepllosan lelaki. Karena saat itu ceplas-cepllos mungkin sudah tidak efektif karena targetnya kan 8% 5,5% realistis. Betul enggak dia ngomong itu segampang ee apa buktinya segampang dia ngomong enggak waktu itu. Jadi masyarakat itu bisa nagi janji ibaratnya kamu ngutangin teman, benar enggak kamu bayar tepat waktu? Kalau enggak benar gimana? Nah, strategi ini 100% bergantung pada kepercayaan publik dan kepercayaan itu sangat diuji oleh target. Mari kita lihat uji kredibilitas pertama target 5,5% Q4 2025. Kalau skenario sukses target 5,5% tercapai. Kalau setengah skenario gagal 5,5% miss. Yang kedua, publik percaya bukan ngomong doang. Kalau Purbaya cuman ngomong doang, wah kata-kata Rocky Gerung bisa terbukti ini. Publik jadi skeptis. Wah, ini Sri Mulani kedua ini yang kemarin pesimis, ini optimis sami mawon ya kan sama aja. Yang ketiga, kredibilitas naik kalau sukses. Ya, kita berharap sih kalau pesimisnya gagalnya kredibilitas hilang. Dan yang keempat momentum berlanjut akhirnya orang wih gila Indonesia bisa naik nih ekonomi 5,5% growth-nya nih luar biasa. Dan yang keempat, settimen reverse. Tapi sepertinya kita lihat jalanan tetap ramai, mall tetap ramai. Ya, seharusnya masyarakat bawa dapat job baru dari MBG. Seharusnya ini sudah mulai terjadi ya. Dan kita enggak berharap yang skenario gagal ini menjadi sebuah ee hal yang mendominasi. Jadi target 5,5% ini adalah ujian kredibilitas pertama. Ya hampir samalah kayak kemarin timnas sepak bola lah kalau saya bilang pesimis waktu di zaman lagi cinta-cintanya eh harapan itu pupus setelah gagal Piala Dunia ya jawabannya itu menebar pesimisme ya pelatih Belanda itu kemarin bilang apa ya karena Indonesia cuma 120 ranking 120 dunia mari kita realistis itu kan jawaban yang menebar pesimisme. Betul dia realistis tapi kata-kata itu enggak terjadi di era pelatih sebelumnya kan. Nah, saya bukan tim Sintaong atau bukan tim Patrick Cliford, tapi saya timnas Indonesia. Kita dukung timnas Indonesia bertransformasi yang lebih baik. Jadi, kesimpulannya bukan SIM salah BIM, tapi desain. Desain ini penting. Betul Sim Tayong berhasil menaikkan pesimisme, tapi ketika dia gagal, publik juga bisa kecewa. Sama juga dengan ekonomi, Pak Purbaya ibaratnya Sinteyong zaman sekarang. Dia menebar posim golnya uh tercapai. Menang, menang, menang. Woh, keren kan? Tapi hati-hati jangan sampai beliau ke Seleo. Nah, saat ke seleo itu bagaimana? Ini hampir sama gitu. Apa yang kita saksikan di ekonomi saat ini bukanlah SIM salah BIM. Inilah studi kasus aplikasi sistematis dari teori ekonomi makro. Pertama, psikologi ini ya dari buku yang beliau baca. Aksi fiskal dan ketiga, likuiditas. Oleh sebab itu, Teman-teman, ujian akhir kita adalah empat. Data jangka pendek membuktikan lumayan strategi ini berhasil. Yang kedua, strategi ini pinjam kepercayaan dari masa depan. Memberikan harapan supaya masyarakat ini percaya, dingin, optimis. Dan yang ketiga adalah ujian pertama purba adalah kuartal 4 2025 sampai akhir tahun ini. Dan jika berhasil di sana terbukti jika tidak profesis atau ramalan itu berbalik arah menjadi bumerang. So, data jangka pendek membuktikan strategi ini bergejalan. Mari kita doakan 5,5% yang kata beliau masuk akal itu bisa terbukti. Jika ramalan bisa berbalik itu malah jadi bumerang. So, Bapak Ibu, demikian video saya kali ini. Semoga bisa memberikan Anda pencerahan dan memberikan Anda level up dari mana dasar Pak Purbaya menciptakan statement kata-kata optimisme tersebut. Jadi, ya beliau ya se kayak ngibul. ya, tapi juga beliau menebar optimisme. Yang penting ceplas-ceplosnya itu ada dasarnya. Sukses untuk Anda. Jangan lupa like-nya and always salam hebat. Luar biasa. Yeah.