File TXT tidak ditemukan.
Kenapa Beli Properti/ Rumah Sekarang Adalah Saran Buruk!
nc2AMMGk1f4 • 2025-12-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Mengapa saat ini Anda harus menunda dulu untuk membeli properti? Video ini akan menggambarkan dengan sangat jelas dan gamblang. Kalau saat ini Anda membeli properti di lokasi yang salah, Anda membeli properti dengan harga overprice, dan Anda cicil dengan KPR sampai 30 tahun, itu sama aja dengan bunuh diri. Supaya Anda tidak salah kapra, tonton video ini seksama dari awal sampai selesai. Jangan putus satu detik pun karena video ini syarat dengan edukasi dan makna. Sahabat Entrepreneur, salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali ke channel Success Before Thy. Di opening saya tadi, saya kok sedikit agak berbeda dengan video-video saya sebelumnya yang mengatakan, "Pak Candra kan disuruh menabung properti, Pak. Kan Pak Candra suruh mengajarkan untuk membeli rumah." Setuju. Tapi video ini saya disclaimer dulu. Memang kondisi saat ini sangat berbeda dengan kondisi 30 tahun lalu. Dan di video ini saya akan menjabarkannya why. Nah, di video ini hati-hati karena saya akan mengajarkan kepada Anda. Anda harus betul-betul teliti sebelum membeli. Itusnya rumah ya. Tapi kalau beli sawah, kebun bebas. Tapi kalau khususnya beli rumah atau beli apartemen harus hati-hati. Mengapa? Karena di video ini kita harus tahu konteksnya kalau kita membeli barang-barang tersebut. Nah, yang pertama adalah kita bicara soal ilusi kenaikan gaji. Tahun 90-an awal waktu itu UMR masih Rp100.000 loh. Anda jangan kaget ya. UMR masuk Rp100.000. Dan saya masih ingat tahun 90-an awal itu kita naik pesawat Borak dan Mandala harganya juga Rp800.000 mirip seperti saat ini. Jadi waktu itu naik pesawat itu seperti barang mewah sekali. UMR Rp100.000, harga pesawat Rp800.000. Kalau kita mau faveran UMR saat itu kali harga pesawat Rp800.000, bayangkan ya, tiket pesawat Jakarta Surabaya waktu itu harganya Rp800.000. Saya masih ingat karena di era tahun 889 itu saya naik pesawat ke Jakarta waktu itu. Itu harganya Rp800.000. Mahal sekali. Dan Rp100.000 ke Rp800.000 itu kan sama dengan UMR Rp100.000. R000 itu sama dengan harus kali 8 untuk beli satu tiket pesawat. Bisa Anda bayangkan artinya apa? Dari sini kalau sekarang UMR katakanlah R5 juta, harga tiket pesawat itu R juta loh. Surabaya Jakarta kalau mau ver-feran, nah ini ada yang salah di mana? Makanya harga tiket pesawat sekarang itu sebenarnya sangat murah sekali ya kalau mau kita compare di era tahun-an. Tapi waktu itu kan teknologi pesawat juga enggak secanggih sekarang. Terus sekarang tahun 2024-2025 gensi UMR udah R juta kenaikannya ini 50 kali lipat. Terus orang tua dulu itu komplain, "Wah, anak muda sekarang ini manja masak dengan UMR R juta kita enggak bisa beli rumah. Papa aja dulu, Bapak ini dulu, Ayah ini dulu dengan gaji cuman Rp100.000 bisa loh beli rumah. Nah, ini sekarang kurang fair. Kok bisa kurang fair? Mari kita bahas. Mata uang yang paling fair itu adalah emas. Tahun 90-an GenX itu UMR Rp100.000, [musik] harga emas baru 24300. Artinya apa? UMR tuh setara 4,1 gr, emas. Sekarang kita lihat hitung itu zaman dulu kita beli emas dapat 4 gr UMR. Nah, sekarang kita cek nih tahun 2025 Gensi [musik] gaji memang R5 juta. Kitalah samakan lah ya Jakarta R5 juta. Harga Mas sekarang 2,5 berarti cuma dapat 2 gr Mas. Nah, ini kayaknya yang salah mana? Gaji memang UMR naik 50 kali lipat, tapi emas cuma dapat 2 gram. Berarti ini ada yang salah di mana? Mari kita lihat sejarah harga rumah. Kenapa orang tua dengan entengnya menyuruh beli? Ya, orang tua termasuk saya nih ya. Jadi kita nih compare head to head tahun-an tolong saya disclaimer dulu video ini bukan berarti saya suruh anak-anak Gensi itu enggak beli rumah. Enggak. Beli tapi teliti ya. Karena Anda sekarang ini kalau beli di harga di kota, Anda ini mungkin harganya sudah overprice sekali. Dan ini bukan cuman di Jakarta, di Surabaya, Medan, Makassar, Semarang dan sebagainya bukan. Tapi ini terjadi di hampir semua kota besar di seluruh dunia. Nah, jadi sekarang kita lihat baby boomer, kita bandingkan Gen X sama Gen C. Sekarang kita lihat topik rumah. Siapa yang berada di easy mode atau di hell mode ya? Easy mode itu sekarang yang gampang atau di era saat ini yang hellood atau ya nyicilnya kayak di neraka gitu loh. Bisa bayangkan era paling enak itu 8090-an. Generasi baby boomer itu generasinya ayah saya waktu itu ayah saya kan masih usia 25-an ya. Mereka baru saja membeli rumah. Jadi waktu itu saya masih ingat saya lihat di njop-nya beli rumah saat itu dia beli rumah 300 m² di pusat kota. Semacam kayak di Menteng gitu. Kalau di Jakarta Pusat atau di pusat kota Anda, harganya rumah saat itu sekitar dia beli di NJOP-nya Rp4,5 juta. 4,5 juta. [musik] What? Pak Candra enggak salah itu UMR, Pak? Yes. Tapi tahun 0. Artinya apa? Kalau sekarang sama kayak redonominasi dikalikan 1.000. Jadi naik harga rumah itu naik 1000 kali lipat. Jadi harga rumah itu sekarang 5 M. Masuk akal. Nah, sekarang pertanyaannya adalah harga rumah naik 1000 kali lipat, tapi harga gaji kalau dari tahun 0-an ya enggak tahu ya berapa kali lipat ya. Kalau tadi 90-an ke sekarang kan naiknya sekitar 50 kali lipat. Ini memang harga murah, rumah sangat murah. Kenapa? Ya kalau kita lihat kota itu kan baru berkembang, kota itu baru aja di-develop sehingga harga rumah memang murah sekali. Jadi rata-rata nabung 4 tahun rumah itu lunas. Terus GenX Data 95 ini mulai berat tapi masih terkejar. Ini era saya. Jadi saya gaji rata-rata Rp200.000. Saya masih ingat waktu saya lulus SMP, SMA waktu itu [musik] gaji saya Rp400.000 ya. Saya memberikan guru les privat. Harga rumah R30 juta ya. Waktu itu harga rumah saya beli era tahun 94 ya kisaran masih di angka 150 lah waktu itu. Ini kan harga R30 juta rasionya 150 bulan dan Anda bisa beli dalam waktu 12,5 tahun. Yes, ini memang benar sekali. Nah, Gensi ini 2024 ini yang Helmood. Memang Gensi ini kasihan ya. Jadi kalau Anda mau beli rumah di tengah kota, di pusat kota, itu hampir mustahil. [musik] Makanya Anda cuman mungkin pasti maksimal cuman bisa beli di bukan rumah ya, tapi apartemen. Kalau Anda mau beli benar-benar rumah mewah di tengah kota, itu rasanya hampir mustahil. Ini artinya apa? Gaji UMR 5,5 juta tapi Anda beli rumah 1,2 M. Ini yang ukuran biasa aja. Ini ukuran cuman 4 * 10 kali ya. Ini Anda bisa rumah seperti ini. Rasionya 237 bulan alias 30 Anda harus [musik] bisa beli sampai waktunya jangka waktu sampai 20 tahun. Nah, ini benar-benar terjadi di fakta sekarang. Terus ada lagi mitos bunga KPR. Dulu bunga KPR tuh 15%, sekarang cuman 9%. Tapi hati-hati ini jebakan. Faktanya itu dikali pokok utang. Kamu harus tahu apa itu namanya bunga flat dan kamu harus tahu apa itu namanya bunga efektif. [musik] Saya mau jelaskan sebentar ya. Hati-hati kita tuh jangan beli mobil atau jangan beli rumah kalau bisa jangka panjang. Betul nominal per bulannya itu kecil tapi semakin jangka panjang itu yang jadi masalah bagi kita. Kamu tahu masalahnya di mana? Yaitu ketika kita beli rumah dalam jangka panjang lama sekali. Ini problemnya satu, Anda harus potong dua. Misalkan Anda cicil rumah 15 tahun, kamu tahu enggak 7,5 tahun awal itu kamu cuman cicil bunganya loh. Berarti kalau kamu beli rumah 1,2 m, kamu sudah cicil 7 tahun, 1,2 M-nya enggak enggak berkurang sama sekali. Nah, itu harus hati-hati. Makanya semakin panjang kamu itu hanya nyicil bunganya di awal, Pak. 1,2 M itu saya nyicil setiap bulan. Oh, berat loh, Pak. Saya nyicil setiap bulan itu hampir R10 juta, Pak. Yes. Kamu nyicil juta 700 juta itu itu enggak [musik] dianggap rumahmu masih belum milikmu. Karena itu cuman bayar bunga. Ya mungkin orang sekarang ya katakanlah itu bunga ribalah bunga apa, I don't know. Tetapi satu hal yang saya mesti [musik] beritahu kepada Anda adalah Anda harus bisa bedakan yang namanya bunga flat sama bunga efektif. Jadi kesimpulannya hati-hati dengan perhitungan ini. Mitos bunga KPR ini. Ini hampir tidak pernah terjadi. Harus pikir baik-baik. Nah, realita KPR Genzi adalah bunga murah 9% floating. Pokok hutang 1,2 M. Bunga per tahunnya 108 juta loh. Benar kan saya sudah bilang tadi 108 juta itu kalau kamu cicil 20 tahun, betul kan saya bilang 10 tahun pertama kamu cuma nyicil bunga. Hati-hati ini betul-betul sebuah mitos yang kita harus baik-baik. Jadi anggap aja 10 tahun kamu kayak enggak nyicil apa-apa. Nah, terus jebakan tenor seumur hidup. Gen X cicil 5 tahun 10 tahun lunas. Ya, zaman saya dulu kalau cicil rumah rata-rata 8 tahun sudah lunas. Tapi gen 35 tahun. Ini hati-hati loh. Hati-hati. Akhirnya Anda cuman bisa membayar tiga kali harga rumah. Makanya saya bilang setengahnya Anda cuman bayar bunga. Ini harus hati-hati. Jadi saya sarankan Gensi itu sebaiknya kalau Anda pengin beli rumah pertama sebaiknya sih kalau Anda tinggali sebaiknya Anda memang beli di agak pinggiran enggak masalah. Atau Anda belilah mungkin ya apa sih ngontrak dulu juga boleh. Tapi suatu hari Anda punya cita-cita mau beli rumah di tengah kota boleh, tapi jangan paksakan dengan gaji Anda sekarang. Kayaknya hampir mustahil di era sekarang ini. Dan Anda bisa bayangkan kalau simulasi KPR orang tua GenX tahun '95 harga rumah R30 juta. Bunga memang 15%. tenor 10 tahun tapi total setor ke bank cuman R8 juta. Anda masih beli rumah itu hampir dua kali lipat. Itu wajar gen kali lipat. Hati-hati. Jadi simulasi KPR Gensi tahun 2025 ini harga rumah 1,2 M. Tenor 25 tahun Anda itu kena jebak beli rumah itu 1,2 M 3 M. Ini hati-hati. Ini harus hati-hati. Karena apa? gara-gara bunga panjang ini kan saya sudah bilang 12,5 tahun awal, 12,5 tahun awal Anda itu cuman cicil bunga. Anda itu tidak dianggap mengurangi pokok rumah sama sekali. Baru setengahnya Anda baru cicil 1,2 M. Jadi Anda itu cicil 25 tahun, 12,5 tahun sampai 15 tahun Anda itu cuma cicil 2 M bunga dan itu Anda belum memiliki rumahnya sama sekali. Keterlaluan, kan? Nah, hukum KPR tenor pendek, bunga kecil, aturan emas. Jangan ambil tenor lebih dari 15 tahun khususnya di Indonesia. Jadi saran saya video ini memang tujuannya saya buat hati-hati dengan jebakan bunga KPR. Hati-hati juga dengan membeli properti di yang overprice di tengah kota atau di pusat yang dijanjikan nanti bakal begini, bakal begitu. Hati-hati. Lebih baik Anda beli properti yang wajar tapi di pinggir kota dulu. Atau kalau enggak lah Anda beli yang ya apartemen lah. Harganya mungkin masih 300 juta loh, Pak. Tapi apartemen kan enggak punya tanahnya, Pak, daripada enggak punya tempat tinggal. Nah, seperti itu. Ini juga terjadi fenomena juga terjadi di kota-kota besar di dunia. Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Bangkok, Seul, Tokyo sama Shanghai semua sama, New York semua sama, Jonesburg di Afrika Selatan, di Paris sama, semua rata-rata agensi belinya apartemen. Kalau enggak, enggak bakal bisa beli. Jadi, berapa gaji aman buat beli rumah? 1,2 M. Anda lihat gajinya ya kalau R10 juta. Makanya ada rumusan saya di world managemen gaji pokok itu kali 30% ini maksimal angsuran. Ini sudah aturan baku. Kalau ini aturan baku enggak Anda lakukan, nanti takutnya Anda enggak bisa buat biaya hidup. Apalagi Anda punya istri, anak, dan istri tidak bekerja lagi. Rumusan bank itu maksimal 30% gaji. Jadi maksimal cicilannya Rp33 juta. 3,3 juta per bulan. Maaf, ini salah tulis, ya. Jadi artinya kalau Anda 3,3 juta sebaiknya Anda maksimal ya 1 kali dua kali UMR supaya Anda masih tetap bisa hidup. Kalau enggak sebaiknya Anda cari rumah di luar kota, jangan di dalam kota. Dan jangan jadi exit liquidity. Anda harus [musik] tahu exit liquidity itu apa. Exit liquidity itu gini. Mereka-mereka yang generasi tua beli rumah [musik] tapi jualnya di harga mahal. Loh, saya dulu beli rumah ini harganya Rp50 juta, tapi sekarang 5 M. Ya, dia jual rumah 5 M itu namanya ex liquidity. Gensi dipaksa beli pucuk dengan harga tinggi. I kan Anda beli 5 M padahal orang tua Anda dulu beli harganya di R juta. Itu namanya acid liquidity. Memang ini seolah-olah terkesan menyalahkan generasi tua ya. Tapi generasi tua dulu kan bisa punya rumah di daerah itu kan juga. Iya. Sebenarnya ada dua benefit. pertama kota masih berkembang, kawasan masih berkembang, tapi sekarang harganya tiba-tiba bisa naik 1000 kali lipat. Ya, itu karena memang zaman sekarang ini sangat sulit untuk memiliki rumah di tengah kota. Pintu kota tertutup, jendela pinggiran kota dan desa terbuka. Contoh, contoh ya. Saya ambil satu kawasan di Surabaya. Surabaya itu sekarang ada satu jalan yang paling panjang di kota Surabaya. Itu namanya MER. Mer itu apa? Singkatan dari Middle East, Ring Road. Dulu mer itu banyak semuanya sawah. Harga properti itu masih puluhan ribu dulunya. Nah, tiba-tiba ketika dibuka jalan sekarang harga propertinya rata-rata per meter tuh 20 sampai R3 juta. Even ada yang Rp50 juta per me per. Kalau Anda punya 1.000 m², woh harga rumahnya saja udah 20 M. Tanahnya doang loh. Itu kalau Rp20 juta bisa Anda bayangkan itu harga tanahnya doang. Bagaimana dengan rumahnya? Jadi beli saat jelek, jual saat cantik. Inilah yang [musik] terjadi. Jadi, hidden jam ini kalau Anda mau tahu bagaimana Anda bisa mempunyai tips-tips properti yang baik, Anda membeli harga yang baik, apalagi sekarang banyak rumah yang didiskon [musik] karena lelang, karena saat ini tuh likuiditasnya sangat-sangat rendah. Saya sarankan Anda memang join aja di grup WA kita, channel SP30. Di situ saya banyak berbagi tips bagaimana Anda bisa membeli barang yang murah, beli properti harga yang agak terjangkau dan supaya Anda juga bisa memiliki ee rumah yang bagus di pusat kota. [musik] Tapi sekali lagi kalau Anda baru gaji UMR, jangan coba-coba dan jangan main-main. Tapi Pak kan Pak Canda harus beli rumah pertama. Setuju. Beli rumah pertama itu harus tapi di pinggir kota. Jangan memasakkan diri di pusat kota. Kalau Anda masakan diri di pusat kota, Anda belum tahu namanya maintenance, Anda belum tahu namanya PBB, [musik] Anda juga belum tahu lagi biaya perawatan, bisa-bisa gaji UMR Anda sudah habis. Bisa sih beli rumah di tengah kota UMR, tapi rumah itu rumah kos-kosan alias ngekos terus cosnya Anda beli per petak. Itu kan sesuatu yang enggak mungkin. Oleh sebab itu, jangan lupa follow dan gabung WA channel kami SP30. Banyak hidden-hidden gym property di sana. So, disclaimer on ada empat yang jangan lupa. Pertama, jangan beli rumah overprice ya, saran penting. Yang kedua, kalau pilih rumah yang lokasinya bisa berkembang. Jangan pilih rumah yang lokasinya sudah staknan atau perumahan itu sudah enggak bisa di-develop lagi. Ke depannya justru daerah itu mati atau tidak ada pengembangan lagi. Jangan beli rumah di daerah tersebut. Yang ketiga, hati-hati jangan cicil 30 tahun. ini khususnya gensi karena tipuan soal bunga KPR itu tadi. Anda harus betul-betul teliti sebelum membeli. Jangan sampai Anda membeli 30 tahun tapi 15 tahun pertama hanya nyicil bunga. Dan yang keempat, beli rumah pertama jangan gegaba. Harus betul-betul diteliti. Harus betul-betul sebelum membeli harus diteliti. Contohnya Anda jangan beli rumah terkesannya murah tapi ternyata kawasan itu kawasan keamanannya tidak bagus. Hati-hati. Jadi sebaiknya uang yang sama. Kalau Anda mau di pusat kota seperti saya tadi, mending Anda beli rumah ee apartemen dulu atau ngontrak dulu. Tapi kalau rumah pertama mending menurut saya di kawasan pinggiran atau di kawasan pedesaan, Anda tetap bisa punya properti. Demikian tips saya kali ini. Semoga bermanfaat. Jangan lupa like-nya and always salam hebat luar biasa. Yeah.
Resume
Categories