FENOMENA FLEXING INDONESIA: Influencer Tempat Terbaik Cuci Uang Judol?
OYBCpjGuVhQ • 2025-12-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Flexing, flexing, flexing. Anda merasa
aneh enggak sih? Anak muda tidak tahu
apa-apa, bermodelkan kekayaan, pamer
mobil, pamer rumah, bukan anak pengusaha
siapa, bukan anak konglomerat siapa,
tapi tiba-tiba mencuot ke sosmet, suka
bagi-bagi uang, pamer-pamer. Ini
sebetulnya ciri-ciri kejahatan finansial
yang terselubung, mane laundry yang
terselubung. Video ini akan membahas
tuntas supaya Anda tahu persis kenapa
kok tiba-tiba bukan siapa-siapa. Anak
kemarin sore tiba-tiba bisa kayanya
minta ampun. Kok bisa? Mau tahu
ciri-cirinya apa? Tonton video ini
sampai selesai. Sabat Entrepreneur,
salam hebat luar biasa. Selamat datang
kembali ke channel Success Before Thy
yang mana channel ini khusus membahas ee
tentang finansial, bisnis, makroekonomi,
investasi dan sebagainya. Nah, di video
kali ini kembali lagi saya akan membahas
tentang fenomena apakah Anda ini kagum
dengan seorang anak muda yang
menceritakan kisah kesuksesan mereka.
There is nothing wrong with that.
Tiba-tiba dia berhasil dalam waktu
sekian singkat. Kemudian dia juga bisa
menunjukkan ee kesuksesannya dan
kekayaannya. Itu bagus. Tapi yang patut
dicurigai adalah dari mana kekayaan itu
berasal. Apakah usahanya legal di
Indonesia? Apakah PT-nya legal di
Indonesia? Apakah dia menjalankan
bisnisnya itu secara valid? Nah,
hati-hati karena dunia flexing saat ini
di sosmet banyak orang yang memanfaatkan
ketenaran dan kekayaan sekarang untuk
menjadi kaum pengemis online. Kita tahu
kaum pengemis online ini jumlahnya
sangat banyak sekali. Instagram saya
saja hampir setiap hari itu ada DM masuk
orang mau pinjam uang lah, dia terli
pinjol lah, kemudian tolong bayarin dulu
lah, banyak sekali. Nah, saya percaya
itu kalau kelas saya padahal saya ini
hampir enggak pernah flexing. Saya
flexingnya cuman flexing ilmu, konten
edukatif. Enggak pernah saya flexing
kekayaan. Jarang sekali. Paling kalau
saya jalan-jalan ke luar negeri, ya saya
posting. Itu wajar ya menurut saya ya.
Saya punya sosm masa enggak boleh
posting. Tapi itu pun sudah begitu
banyak orang yang sedemikian apalagi
kaum-kaum yang disawer berbagi uang
kemudian dikontenin ya. Nah itu saya
yakin yang datang yang DM itu pasti
setiap hari ribuan DM hanya untuk minta
duit. Nah, Anda ini kagum atau curiga.
Maka dari sini kita harus tahu sosmate
itu kan pedang bermata dua. Hati-hati
ya. Ini adalah cara yang terbaik zaman
sekarang itu adalah sosm. Itu adalah
tempat untuk paling mudah untuk
memamerkan kekayaan. Mari kita buka
realitanya terlebih dahulu. Jadi,
profesi influencer itu bisa menghasilkan
kekayaan investasi secara legal. Ya,
secara fantasis itu legal. Yang pertama
endorsement wajar ya, content creator.
Kedua, brand deals. Masuk akal loh ya
karena dia populer di sosmet. Jadi ada
brand tertarik dengan sosmpad-nya,
akhirnya berkolaborasi dia sebagai KOL
ya, key opinion leader. Itu bisa. Yang
ketiga adalah bisnis digital yang
menguntungkan. Jadi misalkan ada
platform tertentu dia tawarkan, kemudian
dia bekerja sama, dia mempromosikan
platform tersebut itu memungkinkan dan
itu legal. Itu resmi, itu dia resmi
bayar pajak semuanya resmi. Tapi yang
enggak wajar itu adalah menjadi kaya
karena kamuflase sempurna. Kemudian ini
cela bagi koruptor, penipu, dan bandar
judi untuk membersihkan uang haram dan
jadi uang halal. Karena uang haram bisa
jadi uang halal adalah kalau dititipkan
kepada seseorang yang ya itu tadi yang
flexing itu tadi. Agennya uang haram
yang dia cuman tumpuk di bawah. Ingat
kasusnya Ferdi Sambo, dia punya uang
rupiah tunai dalam jumlah yang sangat
banyak di bawah bangkernya. Dan banyak
loh oknum-oknum seperti itu yang mana
mereka itu tidak berani masukkan ke
bank. Karena kalau masukkan ke bank maka
itu langsung kelacak. Kalau dia belikan
emas, emasnya itu kalau misalkan dalam
jumlah yang besar itu juga kelacak
karena itu uang yang ee sekali lagi
tidak halal. Nah, tentu jadi selebriti
dan influencer dia juga punya
kepentingan. Dia mau menghasilkan
kekayaan fantastis. Jadi berkedoknya
adalah endorse, brand deal, dan bisnis
digital. Tapi justru Citra Kaya Raya ini
menjadi celah paling berbahaya untuk
sistem keuangan dan keamanan kita.
karena membersihkan uang haram di mata
publik. Jadi, anatomi mesin cuci uang
itu ada tiga tahap inti. Yang pertama
adalah penempatan. Uang haram kalau
masuk sistem keuangan melalui bisnis
berbasis kas seperti restoran atau bar.
Jadi, hati-hati kalau ada restoran atau
bar yang mewah tapi sepi, hati-hati itu
indikasinya. Nah, ya saya sekali lagi
saya disclaimer bukan berarti saya
mengatakan bahwa semua restoran atau bar
itu pasti tempat cuci uang haram, enggak
semuanya. Tapi kalau sepi itu hati-hati.
Yang kedua, layering. Pelapisan. Jejak
uang dihilangkan melalui transaksi
kompleks. Transfer berkali-kali dan dari
perusahaan cangkang itu memang ada. Jadi
dia transfer entah dari mana itu bisa.
Yang ketiga adalah integrasi. Uang
kembali sebagai aset bersih dan legal
dalam bentuk deviden dan keuntungan
bisnis. Jadi untuk membongkar modus ini,
kita harus paham cara kerja dasarnya.
Mari kita bahas. Yang pertama adalah
kenapa influencer. Nah, ini kenapa
influencer tuh sasaran paling empuk uang
haram jadi uang halal. Karena
normalisasi transaksi besar miliaran itu
wajar kalau dia sebagai public figure.
Lihat tas yang dia pegang, kemudian
lihat jam tangan yang dia kenakan. Itu
memang wajar. Saya berbicara ini, itu
bukan berarti saya iri. Enggaklah,
Bapak, Ibu. Anda silakan lihat Instagram
saya. Saya ini paling kasihan lihat
oknum-oknum kita ini, rakyat kita ini
dibodohi sama influencer-influencer
bodong itu tadi. Dan akhirnya influencer
bodong tadi itu memperdaya masyarakat
kita. Dan yang kedua, legitimasi sosial.
Wajah terkenal membuat bisnis haram
terlihat halal. Bayangkan kalau Anda
yang memamerkan barang itu adalah Anda.
Jadi, uang haram pun jadi halal. Yang
ketiga adalah kamuflase sempurna.
Flexing bukan lagi pamer, tapi strategi
menyembunyikan sumber dana ilegal.
Hati-hati. Ini yang kenapa enggak orang
lain aja? Jawabannya satu kata
justifikasi. Jadi, seorang karyawan
tiba-tiba menerima transfer uang 5 M
langsung memicu alarm bank dan PPATK.
Jelas polisi juga sama itu ada alarm
tertentu. Kalau tiba-tiba rekening
polisi masuk 1 M itu sudah masalah gitu
loh. Jangankan 1 M, Rp100 juta aja
masalah. Tapi seorang Crazy rich yang
tiap hari pamer gaya hidup ya dia mau
lalu lintas tiap hari puluhan M di
rekeningnya juga enggak bakal masalah
gitu loh. Karena kelihatan dia bayar
pajak, bayar pajak uangnya jadi halal
gitu. Nah, modus operadinya ada tiga
yang paling umum. Pertama, bisnis
patungan etalase. Hati-hati modal dari
dana haram, pendapatan dari transaksi
fiktif, dan invoice palsu untuk
skincare, Fnb, dan fashion. Itu paling
gampang karena barang itu Anda lihat di
marketplace juga paling laku.
Marketplace itu hidup karena skincare,
FnB, dan fashion. Yang kedua, transaksi
aset mewah. Jadi contohnya transfer
melalui jual beli. Jual beli mobil. Jual
beli. Saya punya beberapa orang teman
ya, saya enggak perlu sebut namanya ya.
Mereka penjual spot car mewah. Mereka
juga sering mendapatkan hal-hal seperti
ini. Jadi mereka juga harus hati-hati
karena kita tidak tahu uang itu datap
dari mana. Jam tangan, mobil spot
sebagai kedok. Yang ketiga, proyek
endorsement fiktif. Jadi jasa yang tidak
wajar, proyek hantu yang tidak ada,
kontrak brand ambasador palsu. Jadi
bagaimana penjahat ini menggunakan
influencer? Ada tiga skenario. Ini harus
hati-hati. Bisnis patungan etalase ini
yang paling sering terjadi. Patungan
etalase itu mereka berkedok yang namanya
crowdfunding. Jadi satu ee orang
misalkan bisa beli restoran tapi
dipatung oleh 20 orang. Jadi restoran
ini milik 20 orang. Ada enggak teman
saya yang bisnisnya seperti itu? Ada.
banyak. Tapi sekali lagi yang paling
memungkinkan kan kalau dicuci ke
restoran kan paling enak ya. Bukti di
lapangan ini bukan teori kasus
Indonesia. Bahkan salah satu sudah
pernah masuk ke podcast saya Indra Kens
dan Doni Salmanan. Flexing untuk nipu.
Ya, saat ini dua-duanya masih ada di
penjara. Kemudian yang kedua adalah
skandal Turki. Ini juga boom yaitu
influencer Dylan dan Engin Polat. Cuci
uang 500 M lewat bisnis kosmetik dan
faktur palsu. Jaringan calon kecantikan
untuk menyalurkan dana judi online
ilegal. Hati-hati loh. Tapi berkedoknya
kosmetik. Ini sudah sangat sering
terjadi di Indonesia. Jalur cepat
kriminal paran cryptocurrency. Nah, ini
dia juga. Pertama, uang kripto kotor.
Hati-hati. Meskipun saya beberapa kali
podcast sama Pak Oscar pernah mengundang
beliau sebagai pembicara juga. Pak Oscar
bilang kalau uang haram lewat kripto itu
bisa dilacak, bisa diracing. Setuju.
Tapi tetap ada saja. Kalau dititipkan ke
orang tertentu itu bisa menjadi halal.
Yang kedua adalah mixing. Menggunakan
crypto miixer atau tumbler untuk
mengacak memutus jejak transaksi dengan
ribuan transaksi lainnya. Yang ketiga,
uang kripto bersih keluar dari dompet
digital yang bersih, jejak asli terputus
dan sulit dilacak oleh penegak hukum.
Kelebihan kriptursi untuk kriminal cepat
global dan tingkat anomitas tinggi. Nah,
ini harus hati-hati ya. Terus kenali
tanda bahaya nomor satu. Sumber
kekayaannya samar, enggak jelas gitu loh
ya. Pokoknya dia tiba-tiba kaya gitu
aja. Kedua, bisnis misterius. Citra
hebat di medsos tapi aktivitas minim.
Marketing miliar tapi kualitas produk
tidak sepadan. usaha tiba-tiba ramai
tapi e usaha tiba-tiba berdiri tapi
tiba-tiba sepi. Nah, ini hati-hati
dengan uang money laundry. Ketiga adalah
janji keuntungan yang enggak masuk akal.
Promosi investasi, imbal hasil
bombastis, keuntungan pasti, cepat,
sangat tinggi, hampir pasti penipuan.
So, dampak langsung bagi Anda adalah
satu risiko hukum, kedua kerugian
finansial, ketiga adalah dampak sosial
atau kerugian sosial. Jadi kesimpulannya
flexing bisa jadi alat canggih. Tapi
kalau digunakan untuk menipu, merugikan
masyarakat, laporkan. Oke, sekarang ada
OJK, IG, Instagram. Laporkan saja kalau
ada kejanggalan-kejanggalan. Kedua,
jangan telan mentah-mentah. Karena
seringkiali KOL yang pandai membuat
drama, pandai membuat konten, menarik,
memikat, like-nya bisa ratusan ribu
sampai jutaan likes, view-nya bisa
sampai puluhan juta. Hati-hati itu
seringki indikasi. Dan yang ketiga,
literasi digital dan kecerdasan
finansial adalah perisai terkuat Anda
untuk melindungi diri ini. So, bagikan
informasi ini, bagaikan video ini.
Karena video ini tujuannya untuk
menolong Anda juga. Kita saling
menolong, kita saling jaga. Jadi, ya
mirip-mirip waktu di zaman COVID lah.
Karena apa? Zaman sekarang media sosial
ini sudah seperti kayak yang asli jadi
palsu, yang palsu jadi asli. Apalagi
dengan adanya AI, wah ini semakin tidak
terlacak. Jadi pertanyaan kritis buat
kamu sekarang, influencer atau artis
kamu yang flexing atau pamer sekarang
ini muncul, menurut kamu banyak yang
terima cuci uang dari mana? judi online,
mungkin mafia, mungkin atau
kejahatan-kejahatan kriminal narkoba,
mungkin yang mana ada oknum-oknum
tertentu. Nah, kita enggak ada yang
tahu. Jadi, komen kita diskusi. So,
sahabat SP30 jangan lupa follow WA
channel Success Befors
positif di sana agar Anda menjadi
manusia yang lebih cerdas. Jangan lupa
like-nya and always salam hebat luar
biasa. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:12:15 UTC
Categories
Manage