Jangan Pegang Uang Tunai di 2026! CASH IS TRASH! GOLD IS KING! ft Prof Ferry Latuhihin
dDlCdWx4JYw • 2025-12-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Baru-baru ini kan kita tahu pinjol itu
sangat menjerat rakyat Indonesia
khususnya menengah ke bawah termasuk
[musik] judi online. Itu angkanya sampai
ratusan triliun. Ini duit kita ini
dirampok habis-habisan. Pak Feri ini
dampaknya apa sih bagi masyarakat kita
bahwa? Apakah perlambatan ekonomi ini
ada hubungannya sama pinjol sama julol
enggak sih?
Nah, tapi seperti bilang ya di mana ada
krisis di situlah kesempatan ya. Nah,
itulah [musik] makanya saya bilang
katakanlah kayak COVID kemarin ya. Pada
saat orang ketakutan kita harus gedra
yang belum terbayar atau macet itu
mencapai 91
triliun
hingga kuartal 3. Angka ini naik 22%
secara tahunan. Tapi saya ramalkan
sebaliknya kuartal ketiga tahun depan
kita harus hati-hati. Kemungkinan
pertumbuhan ekonomi kita kurang dari 3%
loh. Para ekonom ahli selalu bilang,
"Cas is a king. [musik] Cash is a king."
Tapi justru Pak Feri mengatakan cash is
a tress, gold is a king. [tertawa]
Nah, ini ini kok kontranya gimana ini
ceritanya? Lagi-lagi goals sudah agak
tinggi. Ini gimana ini? Kalau menurut
Pak Feri ini
terkait dengan apa yang Pak katakan ya,
geoltical ini belum rendah, Pak ya.
itu masih still going on. Bahkan katanya
memanas tensi antara Eropa dengan Rusia.
Welcome back. Welcome back to Level Up.
Wah, obrolan kita seru ini. Soal Icore,
soal Donald Trump, soal Crisis.com 2000.
Waduh, ini benar-benar seru ini obrolan
kita.
Banyak miliarder baru tercipta di
jatuhnya Lemon Brothers 2008. Banyak
miliarder baru tercipta dengan
terpuruknya Docom. Waduh, bayangkan itu
semua kalau orang yang pandai dan jeli
melihat peluang justru dengan adanya
krisis banyak miliarder baru tercipta.
Enggak usah jauh-jauh. Covid aja kemarin
kalau banyak orang tumbang tapi banyak
orang miliarder baru diam-diam loh.
Betul ya? Iya. Nah, Pak Feri kita
kembali ke cerita ekonomi Indonesia.
Baru-baru ini kan kita tahu pinjol itu
sangat menjerat rakyat Indonesia
khususnya menengah ke bawah termasuk
judi online. Dan itu datanya enggak
main-main ya. Itu angkanya sampai
ratusan triliun. Ini duit kita ini
dirampok habis-habisan. Pak Feri ini
dampaknya apa sih bagi masyarakat kita
bahwa apakah perlambatan ekonomi ini ada
hubungannya sama pinjol sama julol?
Enggak sih?
Malah gini ya, dengan adanya ee judul,
judul ini menggerogoti daya beli
masyarakat kelas menengah loh ee Pak
Candra ya. Kalau dia bilangah bawa ini
kan adalah kelas yang hidupnya bermimpi
dalam sekejap dia menjadi kaya ya kan
ya.
Iya. Oleh karena itu mereka ya berpikir
bahwa dengan judul itu mereka bisa
overnight langsung kaya tapi
kenyataannya itu justru menggeroboti
daya berik mereka ya itu satu ya. Nah,
mengenai pinjol ini memang juga sesuai
dengan data dari pegadaian, Pak Candra
ya. Pegadaian itu ee ininya sales-nya
naik luar biasa ya. Kebetulan ee berapa
minggu yang lalu saya memberikan satu
ceramah untuk pegadaian ya. Saya tanya
bukunya ya. Mereka sangat bulit sekali
sales-nya ya. Nah, itu kan menandakan
bahwa masyarakat sudah enggak punya
tabungan sehingga mereka harus
menggadaikan barangnya di pegadaian kan
begitu ya.
Oleh karena itu kalau kita lihat dari
sisi masyarakat dari household ya kan
ekonomi kita ini akan terkendala oleh
apa melemahnya daya beli masyarakat yang
masih still going on ya bukan baru aja
ya. Nah sementara di lapangan kita lihat
juga bagaimana ee company-cany atau
forms atau perusahaan-perusahaan juga
tidak berani mengambil kredit ya makanya
undisbus loya itu kan berdasarkan data
itu sampai 2.450 triliun. Sedangkan
pertumbuhan kredit itu cuma 7% yang
biasanya 10,5 sampai 11% double digit
ya. Nah, oleh karena itu saya juga kalau
kaitkan dengan global bukan tidak
mungkin 2026 itu yang jelas adalah tahun
yang jauh lebih berat dari tahun 2025
ya. Nah, tapi seperti bilang ya di mana
ada krisis di situlah kesempatan ya.
Nah, itulah makanya saya bilang
katakanlah kayak COVID kemarin ya. Pada
saat orang ketakutan kita harus gedy,
Pak Cendra ya.
Kita harus grid ya. Tapi pada saat orang
griy seperti sekarang indeks sampai
8.600 kita harus takut Pak Candra ya.
Kita harus
iya
harus dulu ya.
Iya kita harus kontrarian ya. Kalau
orang saat lagi saat greedy, kita harus
hati-hati, kita harus tak.
Terus gini nih, Pak Feri. Yang saya agak
ngeri-ngeri sedap. Ini ada data terbaru
ini. Total nilai kredit macet dari
outstanding pembiayaan P2P, peer to peer
landing yang belum terbayar atau macet
itu mencapai 91
triliun
hingga kuartal 3. Angka ini naik 22%
secara tahunan. Wih, ini kalau tambah
banyak kredit macetnya terus piye ini
gimana ini
ya? itu kan tanda beli atau sudah tanda
yang jelas ya bahwa kalau peer to peer
landing itu kan kebanyakan adalah
pemakainya adalah kelas menengah ya Pak
Candra ya
sangat mengerikan kalau memang ekonomi
kita ditopang oleh kelas menengah
sementara kelas kelas menengahnya reot
daya belinya ya gimana ramalan BI bahwa
tahun depan 5% pertumbuhan ekonomi itu
is impossible gitu loh ya malah
sebaliknya Heeh malah sebaliknya saya
ramalkan sori aja ya saya bisa salah
juga ya. Tapi saya ramalkan sebaliknya
kuartal ketiga tahun depan kita harus
hati-hati. Kemungkinan pertumbuhan
ekonomi kita kurang dari 3% loh ya. Dan
takutnya Heeh. Takutnya adalah apa Pak
Chandra? Pertumbuhan ekonomi trop di
bawah 3% itu bisa menyebabkan kerasaan
sosial dan kerasaan sosial bisa
menyebabkan kerusuhan sosial. Ya.
Wah khawatirnya gitu ya. Betul. Karena
rakyat lapar ya. Rakyat lapar ya. nih
rakyat lapar, susah cari kerja, tidak
punya tabungan pula ya. Makanya mereka
pinjol-pinjol ya. Nah, di saat rakyat
tidak lagi punya harapan, wah itu
senggol dikit bacok loh, Pak Candra.
Waduh. Nah, terus gini. Kita sering
dengar para ekonom, ahli selalu bilang,
"Cas is a king, Cash is a king." Tapi
justru Pak Feri mengatakan cash is a
tress, gold is a king. [tertawa]
Nah, ini ini kok kontranya gimana ini
ceritanya? Lagi-lagi gol sudah agak
tinggi ini. Gimana ini kalau menurut Pak
Feri? Ini
terkait dengan apa yang Pak Candra
katakan ya. Geopolitical tension ini
belum redah Pak Candra ya.
Itu masih still going on. Bahkan katanya
memanas tensi antara Eropa dengan Rusia.
Satu ya kan. Yang kedua Amerika juga
budget defisitnya ini sangat-sangat luar
biasa sehingga orang tidak mau memegang
dolar ya kan. Bahkan melepaskan dolar.
Cina sudah keluar dari dolar ya sebab
dia punya Heeh. dia punya holding untuk
ratio rebonds dari 1100 triliun sekarang
tuh sudah hampir setengahnya Pak Candra
selama 5 terakhir ya. Artinya apa?
Sekarang semua bank sentral bukan
emak-emak yang beli emas ya, tapi ini
masalahnya semua bank sentral yang
biasanya reserven-nya adalah dolar,
sekarang mereka lari keemas, Pak Candra.
Dan ini bisa emas setinggi ini bisa
bertahan sampai 5 tahun ke depan loh.
Bahkan beberapa
Heeh. Seperti JP Morgan and Morgan
Stanley itu memperawalkan emas masih
bisa naik 25% from now loh ya.
Heeh.
Sekitar 25%. Nah, oleh karena itu tadi
Pak Candra bilang cas stress ya benar
sih untuk safe haven sekarang ini kalau
saya itu adalah emas satu ya.
Yang kedua adalah dolar ya kan karena
tadiakan terjadi paradoks ya dolar
terhadap harta lain itu melemah tapi
terhadap Indonesia rupiah itu malah
menguat apa? Heeh. Karena memang ekonomi
kita yang fundamentalnya reot Pak Candra
ya.
Iya. Iya betul sekali. Nah, jadi gini
gini Pak Peri. Jadi intinya sekali lagi
hanya orang yang jeli melihat peluang
yang bisa memanfaatkan ombak ini.
Betul.
Jadi ketika dunia lagi heboh,
ekonomi lagi tidak baik-baik saja.
Sekali lagi miliarder yang jeli mereka
love crisis itu sudah itu sudah ilmunya.
Oh iya betul yang saya tahu war selalu
bilangul
rakuslah ketika ketika orang takut kan
gitu ya sebul rakuslah greedy kalau
orang takut tapi sebaliknya pada saat
orang takut kita harus greedy.
Pak Feri kan sudah berpengalaman ya di
bidang ekonomi dan saham dan keuangan.
Pak Feri itu beberapa kali analisanya
Pak Feri yang tepat ketika bisa
mengajarkan kepada kita yang akhirnya
orang yang jeli dan bisa melihat peluang
itu boleh diceritakan pengalaman Pak
Feri beberapa kali dari sejak tahun
90-an 2000 sampai sekarang.
Oh iya ee bahkan di tahun 2000-an itu
apa yang saya katakan setiap saham yang
saya sebut itu seringkiali auto
rejection atas Pak itu ada track
recordnya.
Wow. [tertawa]
Heeh. Dan saya berkali-kali terpilih
sebagai the most popular anal
itu 2002 saya pemenangnya dan tahun 2003
sampai saya diinterview oleh The
Washington Coach pada waktu itu karena
sangat fenomenal sekali gitu ya. Heeh.
Jadi kalau pengalaman
kalau pengalaman sih saya bilang ee
boleh dibilang saya cukup lama hampir 30
tahun di pasar modal.
Tolong Pak Feri bagikan pengalamannya
pada kita-kita dong yang pemula-pemula
yang kadang kita ini cuman dengar
YouTuber siapa atau analis keuangan
siapa yang dia memberikan signal apa.
Seringki malah boncos gitu loh. Pak
kalau kita ini belajar itu jangan
setengah-setengah. Kita harus ikut
kelas, kita harus profesional. Kita
supaya risetnya itu enggak
setengah-setengah. Ada dasarnya, ada
fundamentalnya,
ada reason-nya. di balik itu semua, di
balik krisis besar itu, apakah krisis
itu buatan manusia diciptakan ataukah
acoso seperti itu? Kenapa keuangan itu
kacau balau? Apakah itu semua karena
diciptakan atau memang ada orang yang
mau mengambil keuntungan besar dan hanya
orang-orang yang jeli, hanya orang-orang
yang lihai yang bisa menganalisa ini,
tolong dong, Pak, diajarkan ilmunya
kira-kira Pak Feri mau enggak berbagi
ilmunya sama kita-kita dengan
pengalamannya ini
diundang sama Pak Candra, saya siap
datang ke Surabaya.
[tertawa]
Pak, saya mengundang Pak Feri dengan
hormat ee di akhir bulan Januari 2026
sebagai kado awal tahun barulah supaya
teman-teman ini bisa melihat ah jadi
apakah pegang emas atau saham apa yang
lebih baik supaya kita ini ee enggak
bingung gitu loh. Karena dengar ini
ngomongnya lain, dengar itu ngomongnya
lain gitu loh, Pak Feri. Jadi gimana ya?
Apakah kalau dengar Pak Feri dari
apalagi Pak Feri ini yang kita percaya,
kenapa saya undang? Karena Pak Feli ini
kan sudah terbukti artinya kan ramalan
Pak Feri, analisanya Pak Feri di eh
bubelnya.com tahun 2000 kemudian Lemon
Brothers dan sebagainya dan sebagainya
itu kan Pak Feri itu bisa baca polanya
gitu loh, bisa baca pattern-nya itu loh.
Nah ini ini yang sulit gitu loh Pak
Feri. Itu itu ada ilmunya enggak sih Pak
Feri?
Ya ada ada ilmunya yang nanti akan saya
bagikan kepada teman.
Wah oke dong. Tapi ilmu ini enggak
mungkin gratisan ya, Pak ya, di YouTube
atau itu harus dipraktikkan ya, harus
diworkshop ya. Kita harus praktik,
belajar gitu ya. Soalnya kalau orang
cuma cari kelas gratisan di YouTube dan
sebagainya, sorry to say ya. Anda cuma
dapat kulit gitu. kita lagi-lagi Anda
cuman ee enggak mau investasi untuk
sebuah ilmu yang memang menurut saya itu
mahal dan itu enggak ada artinya dengan
ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh
Pak Feri. Dan itu ilmu-ilmu ee analisis
keuangan dunia ya, Pak Feri ya yang Pak
Feri bagikan ini.
Luar biasa. Nah, jadi kalau kita bicara
anak-anak muda nih, Gensi sekarang itu
suka sekali mendengarkan ekonom-ekonom,
analis-analis keuangan dari Amerika
Serikat. Bahasanya tentu bahasa Inggris.
Enggak usah jauh-jauh deh, di Indonesia
ada Profesor Feri Lattuhin yang
fenomenal dan legendaris yang tidak
kalah sama ekonomika Serikat. [tertawa]
Kenapa kita harus belajar gitu ya? Gitu.
[tertawa] Oke deh, Pak Feri. Obrolan
kita sangat menarik. Jadi meskipun
ekonomi Indonesia agak digoncang dengan
pinjol dan judul yang membuat daya beli
masyarakat menurun, terus ada peluang
apa kita harus masuk ke saham apa. Tapi
masalahnya ya itu tadi ketika kita sudah
oh Pak Feri sudah spill. Wah saham saat
ini yang AI tapi saya baru beli terus
enggak begitu lama sahamnya turun. Wah
ini ilmunya itu seperti apa? Nah, itu
daripada kita setengah-setengah,
daripada kita itu menjadi trader yang
pemula akhirnya beli di atas, jual di
bawah, waduh dan sebagainya dan
sebagainya. Daripada salah-salah mending
kita belajar dulu karena enggak ada
kesuksesan tanpa dari belajar kan gitu
ya, Pak Feri ya.
Betul.
Pak Feri sendiri by the way sebelum saya
tutup dulu belajarnya lama enggak sih
Pak Feri? Itu ilmu jalanan kali ya,
bukan cuma dari kampus ya. dari kampus
ya.
Ya, saya belajar di kampus dan saya juga
sempat e di Wall Street ya, di Limon
Brothers.
Oke. Apalagi kalau reputasi beliau
pernah di Wall Street ini sudah menjadi
sebuah ee apa? Ilmu yang sangat mahal.
Ingat daripada kita mendatangkan ekonom
dari Wall Street, mending saya hadirkan
orangnya langsung deh di depan Anda.
Paki, thank you banget ya obrolannya ya.
ini ringan renyah. Tapi yang terpenting
ee bukan kita mau jual kelas, tetapi
kita ini ingin memberikan edukasi yang
benar. Sekali lagi, edukasi yang benar
itu harus tatap muka gitu ya, Pak Feri
ya. Kalau kita enggak tatap muka enggak
nyambung deh. Kadang-kadang saya sudah
tatap muka aja masih enggak ngerti
apalagi enggak tatap muka gitu ya, Pak
Feri ya. [tertawa]
Harus tatap muka biar kita bisa diskusi
ya.
Yes. Baik, Pak.
Baik, kita bisa diskusi dan kita tutup
dulu untuk podcast kita hari ini. Terima
kasih semua sahabat S30 dan kita akan
jumpa nanti di Surabaya di akhir bulan
Januari. Kalau Anda mau tahu, link
pendaftarannya ada di bawah. Kita
langsung undang Prof. Feri Latuin untuk
memberikan pandangannya terhadap ekonomi
outlook 2026. Dan kira-kira kita tahu
bagaimana cara menilai atau memiliki
sebuah portofolio yang bukan cuma dengar
dari isu, tetapi kita tahu secara
analisis fundamental yang tepat sehingga
kita tahu di mana kita harus rakus dan
investasi secara tepat. Pak Feri sampai
jumpa di Surabaya akhir Januari. See you
always. Hey.
Thank you. Thank you. Bye
bye.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:11:32 UTC
Categories
Manage