Transcript
y9vj0aMJsnQ • 300 MILIAR dari Jualan Makanan Kucing Anjing Peliharaan. Pembayar Pajak Tertinggi ft Tan Alexander
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1456_y9vj0aMJsnQ.txt
Kind: captions
Language: id
35 juta ekor itu jumlahnya sama dengan
penduduknya Malaysia itu.
Oh iya, lebih banyak kucingnya.
Nah, omset terakhir berapa kita
percepat?
Omset terakhir ee 300 M 1 tahun.
Edan, gila. Oh, berarti omset per bulan
25.
25 M.
Wow. Jadi Rp8 juta ke 25 M itu istimewa
loh.
Selamat tahun baru 2026. Selama 2025
saya ini ratusan pengusaha yang nemu
saya ini dari yang omsetnya miliaran,
puluhan miliar sampai ratusan miliar
polanya itu sama. Semua mengeluh. Apakah
ini ada hubungannya dengan pengetatan
anggarannya Pak Prabowo awal-awal beliau
menjabat. Nah, kali ini kita jangan
selalu mendengar berita negatif. Enggak
ada salahnya saya undang salah satu
tokoh success vivo 30. Beliau ini yang
saya tahu ternyata dia tuh nonton video
SP30 sudah lama sekali dan dia paling
tertarik dengan lima level pengusaha.
Siapakah beliau? Kita undang beliau
datang ke Level Up Podcast setelah yang
satu ini. Welcome to Level Up Podcast
akhirnya
yaitu Saudara Alexander.
Halo, Pak Candra.
Halo. Salam hebat. Luar biasa.
Salam hebat. Luar biasa.
Nah, ini subscriber SP30 sejati. Kalau
gini ceritanya nih. Ini kita ini kok
bisa akhirnya soalnya enggak semua orang
loh bisa duduk di sini. Ini
ini sebuah kehormatan bagi
Saudara Alex. Akhirnya Anda bisa duduk
di sini karena memang orang yang duduk
di sini itu biasanya orang yang
berprestasi.
Nah,
thank you. Thank you, Pak Chandra sudah
diundang. Nah, oke. Sekarang coba saya
panggil Alex saja ya. Karena usianya 20
tahun lebih muda dari saya. Jadi saya
panggil nama, tapi kalau Anda harus
panggil Pak Alex gitu loh ya. Anda
penonton kita. Nah, Alex coba by the way
ceritakan awal Anda kenal SB30 itu
gimana?
Nah, jadi gini ee Pak Candra, saya ini
kan dulu ini kan ee jaga toko sendiri
kan. Saya kan buka toko pet shop nih.
He.
Nah, itu saya jaga toko sendiri.
Iya.
Karena toko saya di awal-awal buka toko
itu kan sepi.
Tahun berapa itu?
Itu tahun 2016. 16 berarti 10 tahun yang
lalu ya?
10 tahun yang lalu.
Jadi ee toko sepi saya sering nonton
YouTube.
Nah, saya sering nonton YouTube-nya ee
channelnya Pak Candra nih S30.
Oke. Oke.
Jadi di sana itu ee setiap kali ee toko
sepi selalu nonton ee punyanya Pak
Candra. Dan saya bisa seperti ini
sekarang Pak Candra. Ini ini bukan
karena saya diundang sama Pak Candra nih
ya. Iya. Iya. Memang eh Pak Candra bisa
tanya sama istri saya. Saya suka eh
ngelihat podcast-nya Pak Candra sama
konten-kontennya Pak Candra. Apalagi
yang lima level pengusaha itu
itu
ee mindset saya berubah dari dari
dari apa ee kontennya Pak Candra
itu di 2016 ya?
2016. Kalau boleh tahu omsetnya masih
berapa toko itu?
2016 itu baru buka toko. Mungkin
omsetnya
1 bulan.
1 bulan sekitar Rp0 jutaan lah. 1 hari
saya masih omset ee Rp2 juta Rp3 juta.
Oke. Terus setelah nonton SB30 Anda kan
increase tuh dari level 1 sampai level 5
yang saya dengar ceritanya sebelum
podcast ini dibuat gitu ya. Omset
terakhir berapa? Kita percepat.
Omset terakhir eh 300 M 1 tahun
Eddian. Gila ya, Bapak Ibu. Jadi ini
namanya sahabat SB30 Sejati. Beliau
mampu mengubah 80 juta omset menjadi
omset 300 M itu 1 bulan.
Ee omset
1 tahun.
Oh berarti omset per bulan 25
25 M.
Wow. Jadi R8 juta ke 25 M itu istimewa
loh. Oke. Itu 2016. Terus Anda terapkan
betul-betul ilmu lima level pengusaha
itu
saya terapin sih ee Pak Candra karena
gini ya
ee dari
jaga toko itu kan saya jenuh sekali.
Benar.
Saya jenuh sekali. Saya mikir apakah ee
di apa namanya di waktu ee
senggang
senggang itu enggak. Maksud saya gini
Pak Candra. Apakah saya sampai mau tua
itu mau jaga toko terus?
Oh i banyak orang kayak gitu. Yes. Nah,
pemikiran saya itu kalau istri saya sih
ya mikirnya gitu. Karena dia kan istri
saya orang ee mau mere itu
dia punya orang tua kan jaga toko. Jadi
ya udah
kebiasaannya dia jaga toko terus gitu
kan.
Ya memang menurut dia harus seperti itu.
Iya. Tapi saya saya enggak kepengin saya
mikir gini kan kalau saya jaga toko
terus apakah nasib saya mau seperti
susu-susuk yang ada di Pasar Atom?
Betul. atau toko-toko di WTC atau di
manapun itulah. Kalau di Surabaya ya,
kalau Jakarta Glodok lah.
Nah, mungkin di Glodok ya. Masak sampai
tua harus jaga toko terus. Nah, dari
situ saya enggak mau.
Nah, saya cari cara gimana sih? Kan
ada yang bisnis bisa autopilot gitu kan.
Nah, saya ee banyak baca buku sama
nonton video.
Tapi kok yang paling aplikatif ini
ee kontennya Pak Candra yang lima level
pengusaha. Karena saya seorang pelaku
dan membuktikan kalau memang usahanya
sudah level 5. He.
Jadi saya mengajarkan apa yang sudah
saya buktikan. Nah, itu makanya masuk
itu. Oke, lanjut Alex
ya. Jadi dari sana ya benar-benar ee
saya belajar dari level 1
saya enggak punya karyawan, saya jaga
sendiri dulu buka toko jam 8.00 pagi.
Betul. Kita tes ya, benar enggak dia
menguasai ilmu lima level pengusaha ini
ya. Kita tes. Oke.
Jadi jam 5.00 pagi saya buka toko
tutupnya jam 10. malam.
Itu gantian tuh sama istri. Misalnya
saya mau ke toilet ya saya ke toilet
istri yang jaga. Jadi awalnya
itu ya
2016.
Jadi itu benar-benar ya seperti safe
employ lah.
Iya. Oke.
Nah terus saya bilang, "Wah, enggak bisa
gini terus. Kadang kita kalau punya
acara pengin keluar itu mikir." gitu
kan. Jadi terikat di toko.
Terikat di toko. Ini bedanya apa sama
karyawan?
Setuju.
Enggak ada bedanya.
Betul.
Makanya di level kedua yang ee Pak
Candra jelasin itu kan harus bikin
divisi.
Betul.
Minimal punya karyawan ada tujuh divisi.
Betul. Dia terapkan ini.
Jadi nanti
kalau saya jelasin panjang nih ya.
Iya. Heeh. Nanti nonton sendiri ya di
pemisah.
Iya. Oke. Jadi dari tujuh divisi itu
saya komitin
He.
sampai saya punya ee manager.
Iya.
Terus naik level ke level ketiga kan The
Directors. The
Director. Wah, ini penonton sejati ini.
Benar.
J.
Jadi dari manajer-manajer itu
berapa lama Anda level up? Anda punya
bisnis dari 2016 level 1 sampai ke level
3 itu baru berapa lama?
Saya enggak ingat tapi ee cukup lama ya
karena
iya
tantangannya luar biasa.
Betul.
Susahnya setengah mati karena bongkar
pasang tim.
Iya. I
ya. Dari
video itu pun saya banyak belajar juga,
banyak ditipu.
Karena kan begitu saya kita kan e
delegasi kan.
Iya.
Ke divisi A, divisi B, divisi C.
Ternyata di sini ada fraud, ada fraud,
ada fraud. Iya.
Jadi saya sudah mengalami
ee uang ongkos belajarnya juga cukup
banyak
untuk untuk bisa naik level itu ternyata
harganya cukup mahal lah.
Ini saya senang kalau tamu saya di level
up ini datang kayak gini ini senang
karena dia nerapin ilmu kita dan dia
praktikkan betul dan apa yang dia
ngomong ini benar sekali. Lanjut Alex
saya apresiasi. Betul. Ya, jadi ya
untuk naik ke level 2, level 3, level 4
itu kadang ee di perjalanan itu pernah
sampai ee pengin putus asa gitu kan.
Karena
Iya.
Saya pernah kejadian ee gudang saya juga
dicuri. Itu kerja sama dengan kepala
gudang.
Iya. Iya. bisnisnya makanan
makanan anjing dan kucing.
Makanan anjing dan kucing. Jadi
jangan-jangan makanan kucing dan anjing
yang kalian pelihara kucing di rumah itu
jangan-jangan dari brandnya Pak Alek.
Iya. Oke.
Ya, kalau ee Jawa Timuran lah atau
Indonesia Timur pasti tahulah apa
namanya ee pet shop saya ee Dias Pet
Shop.
Dias Pet Shop namanya. Mungkin beberapa
orang kalau belanja makanan kucing atau
anjing sudah di toko saya sih.
Oke. Oke. Itu
terus ee
apalagi tadi ya, Pak Candra ya?
Intinya Anda kan tadi sudah nerakkan
sampai di level 3, tapi kan tantangannya
berat.
Tantangannya yaitu ditipu, gudang
dicuri. Lanjut. Banyak macam-macam sih.
Jadi ee pusing juga. Jadi ngatur
divisi-divisi ini juga ee pusing juga.
Tidak semudah bikin konten video ya.
Iya.
Tapi video 20 menit itu 5 level
pengusaha itu juga puluhan tahun punya
perjuangan
baru bisa jadi video. Itu makanya
sekarang Alex merasakan kan
iya
tidak mudah bangun kampanye itu.
Enggak enggak mudah
rantai distribusinya
sulit banget sih. Justru
menurut saya pengusaha itu profesi yang
sangat-sangat
ee sangat-sangat susah.
Iya.
Ee butuh banyak pengorbanan. He
ya kan kita harus mikirin karyawan kita,
mikirin perusahaan kita. Jadi
kepentingan pribadi itu ditaruh di
belakang sih kalau sudah jadi pengusaha.
He betul. Terus kemudian sampai level 4.
Jadi tadi level 3 the director nih
sampai level 4 ini apa tantangan yang
paling berat kalau di level 4? Ya pasti
kan kita
udah enggak boleh aktif bekerja lagi kan
pastinya. kan namanya investor.
Investor.
Jadi kita harus cari orang yang tepat,
orang yang bisa dipercaya, jujur, dan
punya visi misi sama dengan kita.
Setuju.
Oke.
Nah, itu cari orang yang seperti itu ee
enggak gampang.
Iya.
Nah, kayak saya nih, saya punya klinik
hewan, saya bukan dokter hewan, tapi
saya full invest ke sana.
H.
Jadi, bisa dibilang saya e pengusaha
level 4 karena saya enggak aktif. Saya
hanya invest, saya cuman baca laporan
keuangan saja.
H.
Oke. Dari situ itu Alex perlu berapa
lama sampai di level 4 itu? Karena itu
kan klinik hewan kan bukan bisnis utamu
kan.
I
bisnis utamanya kan menjual makanan
kucing dan anjing. Tapi itu kan termasuk
support ekosistem bisnis Anda yang
pertama kan gitu. Baru berapa lama itu
ya? Saya enggak ngitung sih. Cuman ya
ngelihat klinik itu ee lahir di tahun
2000.
20-an lah. 2020 21 22 lah mungkin.
Berarti cuman butuh 5 tahun untuk Anda
di level itu ya.
Ya, tapi usahanya kan enggak enggak
besarlah kalau yang klinik kan ya enggak
enggak besar lah.
Enggak besar.
Omsetnya cuman ee 1 bulan cuman R00
jutaan lah kalau kliniknya.
Tapi high margin.
High margin karena klinik
guys. Kalian harus tahu apa yang
disampaikan Alex di sini itu valid.
Karena beliau yang saya tahu tadi
datanya yang saya terima adalah beliau
termasuk pembayar pajak terbesar di KPP
Gubeng ya.
Yes.
Jawa Timur Surabaya.
Yes. Jadi
nomor satu
I di Kubeng ya.
Wow. Tahun 2025.
2024.
2024. Jadi penghargaannya saya dapat di
2025 atas
ee pelaporan SPT 2024. Kan kita laporan
SPT kan di bulan 3 bulan 4 lah.
Iya. Jadi setelah itu dikasih
berarti omset yang beliau tadi sampaikan
di podcast itu tidak dibesar-besarkan.
Enggak seperti perusahaan lain
membesar-besarkan omsetnya. Ini beliau
karena sudah bayar pajak resmi. Jadi ini
warga negara yang baik ini. Iya kan?
Jadi yang tadi disampaikan omset 300 M
itu valid karena sesuai dengan SPT itu
semua enggak gampang loh. Jadi omset
dari Rp0 juta kalau setahun kan kurang
lebih ya anggap aja 1 M sampai upd 300 M
itu 300 kali lipat loh Alex ini istimewa
ini termasuk penonton SB30 yang saya
salut. Nah by the way itu bisnis Anda
booming itu tahun berapa? Jadi gini, Pak
Candra, saya ini ee industri pet ini
industri yang sebenarnya belum major ya,
belum major ya.
E saat saya masuk ya
di tahun 2016.
Jadi bisnis pet shop itu. Nah, ini ini
saya kasih wawasan sedikit ke ke e para
penonton lah ya.
Saat S kita ngomongnya sahabat SD
ini seb seberapa besar sih industrinya?
Karena kan orang kan merasa pet shop itu
kan oh bisnis hobi alah omsetnya paling
berapa kan
kan orang enggak menyangka ada tiba-tiba
kemarin saya viral kan omset 300 miliar
jualan makanan kucing orang itu
mengira bisnis pet itu ya bisnis hobi ya
omsetnya paling berapa jadi sebagai ee
saya mau share data
jumlah kucing yang ada di Indonesia yang
tercatat
yang tercatat
yang tercatat itu 35 juta ekor
35 juta ekor.
Nah, itu
itu tiap hari melahirkan itu kan betina
itu kan bisa melahirkan empat kali itu
1 tahun itu.
Nah, saya enggak tahu. Intinya 35 juta
ekor itu jumlahnya sama dengan
penduduknya Malaysia itu.
Oh, iya. Lebih banyak kucingnya.
Nah, berarti jumlah kucing yang ada di
Indonesia
Heeh.
kurang lebih sama dengan penduduknya
Malaysia. Gimana industri ini?
Oh, ya. Potensinya gede sekali. Dan itu
yang tercatat loh, yang enggak tercatat
kucing liar. yang diselamatkan di
pinggir jalan. Wah, itu jumlahnya bisa
kayak penduduk Indonesia. Itu artinya
tercatat yang punya KTP gitu ya.
Iya. Ini data dari Mars ya. Mars. Jadi
Mars itu
ee salah satu salah satu company
ee yang punya cokelat M&M Herc tahu kan?
Tahu.
Nah, dia punya divisi pad e mereknya
Royal Kanin, Wiskas. Oh, dia punya Iya.
Dia punya data. Dia punya data. Kemarin
saya ikut seminar, saya juga ee kaget
sih. Maksudnya jumlah kucing kita kok
banyak sekali.
Dan katanya cat lover semakin lama
semakin naik karena konten kucing aja di
sosm juga gila gitu.
I dan pertanyaannya tadi saya mau jawab
booming-nya itu di zaman COVID.
Oh,
justru di zaman COVID itu banyak
usaha-usaha yang collaps. Tapi di
industri saya itu
bertumbuhnya luar biasa.
Karena mereka enggak boleh keluar rumah
mainan kucing di rumah. Jadi uangnya ee
orang itu kan biasanya untuk spendingnya
untuk ke luar negeri,
spendingnya untuk jalan-jalan. Karena
COVID kan pengetatan semua.
Iya.
Jadi mereka mau spending di mana? Satu
pasti hobi.
Hobi.
Nah, ada yang mobil mewah, jam tangan
mewah,
peliharaan. Iya, peliharaan.
Terus apa namanya? Tumbuh-tumbuhan.
Betul.
Terus apa? Ee bahan kue. Pokoknya hobi
yang
dikerjakan di rumah.
Hobi lah. Memasak dan lain-lain itu kan.
Booming tuh.
Booming.
Nah, pet itu di zamannya COVID itu
naiknya bisa ratusan persen.
Oh, I see.
Jadi, uang saya itu cepat banget dan
saya karakteristiknya saya enggak pernah
ambil profit perusahaan biarin
menggulung di sana.
Oke.
Makanya cepat gede.
Nah, itu loh, Guys. Kalian kalau yang
mau sukses itu uang perusahaan itu harus
digulung lagi. Itu ciri pengusaha
sukses. Gak kayak kamu baru untung dikit
besok langsung dibeliin jam tangan baru,
iPhone-nya diganti lagi. Mikir itu. Oke,
lanjut
ya. Jadi ya kita, saya sih ee baru 3
tahun terakhir itu baru menikmati
Pak Pak Candra.
Sebelumnya saya sangat irit sekali.
Mobil ya mobil yang biasa.
Makan di luar juga jarang-jarang.
Oke.
Padahal omset saya bisa dibilang sudah
puluhan miliar atau ratusan miliar yang
awal-awal itu kan.
Iya. Iya.
Tetap saya maunya berhemat. Saya tetap
mementingkan mau gedein perusahaan. Jadi
saya laba perusahaan gulung terus,
gulung terus.
Itu namanya compounding.
Compounding ya.
Nah, keajaiban dunia ke-elapan.
Yes.
Kata Albert Einstein.
Nah,
sama saya ini kan background saya ada
asuransi nih.
Iya.
Jadi dari
Oh, pernah join asuransi?
Pernah. Pernah. Jadi saya orangnya
bosenan.
Kalau jaga toko kan bosen nih ya kan.
Iya. Senang keluar ya. Lap
saya orangnya suka keluarlah. Enggak
suka terkungkung. Makanya saya kan
gimana caranya
bisa bikin sistem dengan nonton
podcast-nya.
Setuju
ee Pak Candra
setuju.
Jadi dari situ ee 2016 saya jadi eenjen
asuransi sama buka toko. Jadi kalau ada
prospekan ya saya jalan yang jaga toko
istri saya.
Oh gitu.
Nah income saya dari asuransi saya juga
tembakin ke petshop.
Oh
makanya orang-orang petshop itu kadang
kaget sama saya. Ini anak baru kemarin
sore kok cepat cepat naiknya gitu kan.
Ada yang bilang saya nyuci duitnya orang
lah, money laundry lah. Iya i ya. Ini
bocah ajaib
karena ya yang kerja 20 tahun 30 tahun
itu sudah saya lampui gitu loh.
Oke. Anda lewati hanya dalam hitungan
tahun gitu ya.
Yes. Jadi mereka kan juga berkaget-kaget
kok bisa kok bisa seperti ini kaget gitu
kan
ya. Jadi uang saya di asuransi saya
masukkan semua. Jadi cuannya duit
asuransi itu bukan beli apa
bukan cuan ya kita jadi een asuransi
kita dapat komisi.
Komisi dari komisi itu anda belikan stok
lagi untuk
Yes. Tambah modal lah.
Kita masukin modal. Jadi beli stok lebih
banyak kita lengkapi supaya omsetnya
nambah.
Nambah dan itu naikkan level bisnis
kamu. Oke. Dan itu menurut Anda sekarang
itu kan boomingnya waktu COVID. Nah,
sekarang kan COVID sudah usai. ini sudah
masuk 2026. Artinya ini udah COVID dari
awal dimulai ditemukan di Wuhan itu
Maret 2020 sekarang ini sudah 6 tahun.
Apakah ini masih sebooming COVID atau
melandai atau start?
Oke. Jadi gini sebenarnya ee secara
industri petfood itu kan yang tadi saya
ee bilang tadi itu belum major
belum.
Jadi masih bertumbuh.
Hm.
Tapi karena saya ini kan sudah mengalami
ledakan. H
ledakan growth lah di COVID kita merasa
stagnan.
Tapi secara omset itu masih naik tapi
naiknya enggak bisa seperti tahun-tahun
sebelumnya.
Oh, I see.
Jadi misalnya nih ee
GR 20% itu sudah bagus sih
1 tahun ya.
Harusnya sudah bagus tapi menurut saya
enggak bagus
karena dulu saya COVID bisa naik 200%
ya.
I karena ada momentum berharap ada COVID
lagi ya.
Banyak pengusaha yang sukses COVID
berharap ada COVID lagi. Itu harapan
yang jelek sih.
Nah.
Nah, terus terus
jadi ya
kita
merasakan sekarang agak staknan ya,
tetapi masih growth ya, growth-nya lean
tapi
karena memang jumlah kucing di Indonesia
bertumbuh terus gitu ya.
Yes.
Dan jumlah cat lover bertambah. Contoh
kayak saya. Saya ini dulu bukan cat
lover. H
dari kecil saya enggak pernah pelihara
kucing, tapi gara-gara rumah saya banyak
tikus, saya kucing ya.
Netizen selalu bilang, "Pak, pelihara
tikus ternyata efektif." Eh, pelihara
tikus. Pelihara kucing
ternyata efektif. Kucing saya itu
berarti bisa. Nah, rupanya kucing saya
itu enggak saya steril, beranak sampai
17. Nah, itu kan namanya gimana enggak
cat lover. Jadi yang enggak ada jadi ada
gitu.
Dan punya 18 lagi ya.
Punya 18.
Nah, akhirnya itu
beli makanan kucing lebih banyak lagi
kan berarti
pasti. Saya tertarik nih, Lex. Karena
kan tadi bicara kucing, saya sendiri
juga pelihara kucing pun
banyak gitu loh.
Nah, pengeluarannya Pak Candra berapa
deh untuk kucing 1 bulan?
Misalkan ya, kalau kucing saya sendiri
itu sekarang ya kalau dulu itu 17 ekor,
sekarang kucingnya sudah berkurang. He.
Karena banyak yang sudah saya steril,
banyak saya sudah kasih ke orang ada
yang mati juga.
Iya.
Lebih kurang itu sekarang kucing 1 bulan
itu kalau royal canon mahal.
Iya.
Satu begnya bisa Rp400.000.
Betul. Jadi kurang lebih kucing sih 1
bulan saya bisa pengeluaran 2 sampai Rp3
juta.
Nah, kalikan kalau ada pet shop yang
punya customer seperti Pak Candra 100
orang deh.
2 sampai Rp3.100 orang ya 200 300 juta
satu.
Omset 1 bulan gimana?
Hm. Itu menarik
enggak usah 100 orang deh. Kalau 50
orang aja deh.
Iya ya. Ya. Iya. Bisa R juta 1 bulan.
Enggak ngapa-ngapain ya. Loh, ya
ngapa-ngapain pulaan barang dagangan
terus dijual.
Tapi ada ada satu toko yang bisa punya
jaminan omset R juta 1 bulan.
Ee kalau saya sih toko yang paling ramai
ya
omsetnya enggak segitu sih. Paling cuman
R0 jutaan sih.
Itu toko yang paling ramai.
Satu toko ya?
Satu toko. Ada berapa toko sekarang?
Saya punya empat toko sih.
Empat toko
itu pribadi ya.
Pribadi
R0 juta 1 bulan.
1 bulan
ya. Kalau dibanding
eh R0 juta 1 hari.
R juta 1 hari.
Hari. Oh, berarti 1 bulan 1,2 M dong.
Yes.
Itu yang paling ramai.
Itu paling ramai.
Tadi kan Alex bilang potensinya 100
sampai 200 juta
loh. Enggak 100 atau R00 juta itu kalau
punya customerandra
customer saya. Oke.
Per hari kalau bisa R juta kan luar
biasa.
Berarti R00 juta itu konservatifnya.
Konservatif sekali. Kalau toko-toko
kecil aja ya bisa omsetnya 200 sampai
R00 juta.
Oke. Nah, berarti konservatifnya 2300
kalau sampai optimisnya sampai 1,2 M.
Itu toko saya yang paling ramai 1,2 M
toko saya
itu kalau boleh tahu marginnya profitnya
bisa berapa persen?
Kalau retail kan kita setnya di gross
profitnya 25 sampai 30%.
Wow. Berarti kalau omset 1 M itu income
kita bisa R00 juta.
Gross profit ya. Tapi ya
gross potong karyawan, listrik bla bla
bla. Untuk pengusaha level 1
ya.
Anggap aja berapa persen?
7% lah netnya.
7% net. Ber
7 sampai 10%.
Berarti 1 bulan omset 1 M kita
berpotensi diam-diam bisa dapat 70
sampai R juta.
Betul.
Menarik.
Enggak nyangka toh? Enggak nyangka
karena saya pinjam bunga bank aja 1% 1
bulan lah. Ini 7% kan kali 7 kan saya
bisa pakai modal kerja masih masuk gitu.
Ini bicara ee sudut pandang pengusaha
ya. Jadi kalau Anda yang enggak pernah
berusaha, Anda pasti nonton video ini
pasti bingung. Intinya kalau Anda semua
tertarik untuk punya opportunity bisnis
baru, ya enggak ada salahnya Anda
sekarang lihat potensi makanan kucing
atau makanan anjing yang sekarang memang
lagi naik daun dan apalagi omset
perusahaan beliau sebagai holdingnya
sudah 300 miliar per tahun 2024 pembayar
pajak bersih. Saya rasa ini cukup
menarik. Oke, saya rasa untuk video kita
kali ini saya kenalan sama Alex sudah
cukup dan nanti saya akan kulik lagi di
video berikutnya setelah beliau sukses
omset 300 M ini, apa langkah berikutnya?
Ini bocah sakti ini bocah ajaib yang
saya akan kulik lebih jauh dan sekarang
beliau ini apakah bisnisnya mau di
TBK-kan atau dia hari ini tertarik ke
industri lain? Nanti di video
berikutnya. So stay tune di successo 30.
Kita akan banyak bicara dengan seorang
Alexander, bocah ajaib yang keren
sekali. Kita close dengan salam hebat
luar biasa.
Salam hebat luar biasa.