Transcript
y9vj0aMJsnQ • 300 MILIAR dari Jualan Makanan Kucing Anjing Peliharaan. Pembayar Pajak Tertinggi ft Tan Alexander
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1456_y9vj0aMJsnQ.txt
Kind: captions Language: id 35 juta ekor itu jumlahnya sama dengan penduduknya Malaysia itu. Oh iya, lebih banyak kucingnya. Nah, omset terakhir berapa kita percepat? Omset terakhir ee 300 M 1 tahun. Edan, gila. Oh, berarti omset per bulan 25. 25 M. Wow. Jadi Rp8 juta ke 25 M itu istimewa loh. Selamat tahun baru 2026. Selama 2025 saya ini ratusan pengusaha yang nemu saya ini dari yang omsetnya miliaran, puluhan miliar sampai ratusan miliar polanya itu sama. Semua mengeluh. Apakah ini ada hubungannya dengan pengetatan anggarannya Pak Prabowo awal-awal beliau menjabat. Nah, kali ini kita jangan selalu mendengar berita negatif. Enggak ada salahnya saya undang salah satu tokoh success vivo 30. Beliau ini yang saya tahu ternyata dia tuh nonton video SP30 sudah lama sekali dan dia paling tertarik dengan lima level pengusaha. Siapakah beliau? Kita undang beliau datang ke Level Up Podcast setelah yang satu ini. Welcome to Level Up Podcast akhirnya yaitu Saudara Alexander. Halo, Pak Candra. Halo. Salam hebat. Luar biasa. Salam hebat. Luar biasa. Nah, ini subscriber SP30 sejati. Kalau gini ceritanya nih. Ini kita ini kok bisa akhirnya soalnya enggak semua orang loh bisa duduk di sini. Ini ini sebuah kehormatan bagi Saudara Alex. Akhirnya Anda bisa duduk di sini karena memang orang yang duduk di sini itu biasanya orang yang berprestasi. Nah, thank you. Thank you, Pak Chandra sudah diundang. Nah, oke. Sekarang coba saya panggil Alex saja ya. Karena usianya 20 tahun lebih muda dari saya. Jadi saya panggil nama, tapi kalau Anda harus panggil Pak Alex gitu loh ya. Anda penonton kita. Nah, Alex coba by the way ceritakan awal Anda kenal SB30 itu gimana? Nah, jadi gini ee Pak Candra, saya ini kan dulu ini kan ee jaga toko sendiri kan. Saya kan buka toko pet shop nih. He. Nah, itu saya jaga toko sendiri. Iya. Karena toko saya di awal-awal buka toko itu kan sepi. Tahun berapa itu? Itu tahun 2016. 16 berarti 10 tahun yang lalu ya? 10 tahun yang lalu. Jadi ee toko sepi saya sering nonton YouTube. Nah, saya sering nonton YouTube-nya ee channelnya Pak Candra nih S30. Oke. Oke. Jadi di sana itu ee setiap kali ee toko sepi selalu nonton ee punyanya Pak Candra. Dan saya bisa seperti ini sekarang Pak Candra. Ini ini bukan karena saya diundang sama Pak Candra nih ya. Iya. Iya. Memang eh Pak Candra bisa tanya sama istri saya. Saya suka eh ngelihat podcast-nya Pak Candra sama konten-kontennya Pak Candra. Apalagi yang lima level pengusaha itu itu ee mindset saya berubah dari dari dari apa ee kontennya Pak Candra itu di 2016 ya? 2016. Kalau boleh tahu omsetnya masih berapa toko itu? 2016 itu baru buka toko. Mungkin omsetnya 1 bulan. 1 bulan sekitar Rp0 jutaan lah. 1 hari saya masih omset ee Rp2 juta Rp3 juta. Oke. Terus setelah nonton SB30 Anda kan increase tuh dari level 1 sampai level 5 yang saya dengar ceritanya sebelum podcast ini dibuat gitu ya. Omset terakhir berapa? Kita percepat. Omset terakhir eh 300 M 1 tahun Eddian. Gila ya, Bapak Ibu. Jadi ini namanya sahabat SB30 Sejati. Beliau mampu mengubah 80 juta omset menjadi omset 300 M itu 1 bulan. Ee omset 1 tahun. Oh berarti omset per bulan 25 25 M. Wow. Jadi R8 juta ke 25 M itu istimewa loh. Oke. Itu 2016. Terus Anda terapkan betul-betul ilmu lima level pengusaha itu saya terapin sih ee Pak Candra karena gini ya ee dari jaga toko itu kan saya jenuh sekali. Benar. Saya jenuh sekali. Saya mikir apakah ee di apa namanya di waktu ee senggang senggang itu enggak. Maksud saya gini Pak Candra. Apakah saya sampai mau tua itu mau jaga toko terus? Oh i banyak orang kayak gitu. Yes. Nah, pemikiran saya itu kalau istri saya sih ya mikirnya gitu. Karena dia kan istri saya orang ee mau mere itu dia punya orang tua kan jaga toko. Jadi ya udah kebiasaannya dia jaga toko terus gitu kan. Ya memang menurut dia harus seperti itu. Iya. Tapi saya saya enggak kepengin saya mikir gini kan kalau saya jaga toko terus apakah nasib saya mau seperti susu-susuk yang ada di Pasar Atom? Betul. atau toko-toko di WTC atau di manapun itulah. Kalau di Surabaya ya, kalau Jakarta Glodok lah. Nah, mungkin di Glodok ya. Masak sampai tua harus jaga toko terus. Nah, dari situ saya enggak mau. Nah, saya cari cara gimana sih? Kan ada yang bisnis bisa autopilot gitu kan. Nah, saya ee banyak baca buku sama nonton video. Tapi kok yang paling aplikatif ini ee kontennya Pak Candra yang lima level pengusaha. Karena saya seorang pelaku dan membuktikan kalau memang usahanya sudah level 5. He. Jadi saya mengajarkan apa yang sudah saya buktikan. Nah, itu makanya masuk itu. Oke, lanjut Alex ya. Jadi dari sana ya benar-benar ee saya belajar dari level 1 saya enggak punya karyawan, saya jaga sendiri dulu buka toko jam 8.00 pagi. Betul. Kita tes ya, benar enggak dia menguasai ilmu lima level pengusaha ini ya. Kita tes. Oke. Jadi jam 5.00 pagi saya buka toko tutupnya jam 10. malam. Itu gantian tuh sama istri. Misalnya saya mau ke toilet ya saya ke toilet istri yang jaga. Jadi awalnya itu ya 2016. Jadi itu benar-benar ya seperti safe employ lah. Iya. Oke. Nah terus saya bilang, "Wah, enggak bisa gini terus. Kadang kita kalau punya acara pengin keluar itu mikir." gitu kan. Jadi terikat di toko. Terikat di toko. Ini bedanya apa sama karyawan? Setuju. Enggak ada bedanya. Betul. Makanya di level kedua yang ee Pak Candra jelasin itu kan harus bikin divisi. Betul. Minimal punya karyawan ada tujuh divisi. Betul. Dia terapkan ini. Jadi nanti kalau saya jelasin panjang nih ya. Iya. Heeh. Nanti nonton sendiri ya di pemisah. Iya. Oke. Jadi dari tujuh divisi itu saya komitin He. sampai saya punya ee manager. Iya. Terus naik level ke level ketiga kan The Directors. The Director. Wah, ini penonton sejati ini. Benar. J. Jadi dari manajer-manajer itu berapa lama Anda level up? Anda punya bisnis dari 2016 level 1 sampai ke level 3 itu baru berapa lama? Saya enggak ingat tapi ee cukup lama ya karena iya tantangannya luar biasa. Betul. Susahnya setengah mati karena bongkar pasang tim. Iya. I ya. Dari video itu pun saya banyak belajar juga, banyak ditipu. Karena kan begitu saya kita kan e delegasi kan. Iya. Ke divisi A, divisi B, divisi C. Ternyata di sini ada fraud, ada fraud, ada fraud. Iya. Jadi saya sudah mengalami ee uang ongkos belajarnya juga cukup banyak untuk untuk bisa naik level itu ternyata harganya cukup mahal lah. Ini saya senang kalau tamu saya di level up ini datang kayak gini ini senang karena dia nerapin ilmu kita dan dia praktikkan betul dan apa yang dia ngomong ini benar sekali. Lanjut Alex saya apresiasi. Betul. Ya, jadi ya untuk naik ke level 2, level 3, level 4 itu kadang ee di perjalanan itu pernah sampai ee pengin putus asa gitu kan. Karena Iya. Saya pernah kejadian ee gudang saya juga dicuri. Itu kerja sama dengan kepala gudang. Iya. Iya. bisnisnya makanan makanan anjing dan kucing. Makanan anjing dan kucing. Jadi jangan-jangan makanan kucing dan anjing yang kalian pelihara kucing di rumah itu jangan-jangan dari brandnya Pak Alek. Iya. Oke. Ya, kalau ee Jawa Timuran lah atau Indonesia Timur pasti tahulah apa namanya ee pet shop saya ee Dias Pet Shop. Dias Pet Shop namanya. Mungkin beberapa orang kalau belanja makanan kucing atau anjing sudah di toko saya sih. Oke. Oke. Itu terus ee apalagi tadi ya, Pak Candra ya? Intinya Anda kan tadi sudah nerakkan sampai di level 3, tapi kan tantangannya berat. Tantangannya yaitu ditipu, gudang dicuri. Lanjut. Banyak macam-macam sih. Jadi ee pusing juga. Jadi ngatur divisi-divisi ini juga ee pusing juga. Tidak semudah bikin konten video ya. Iya. Tapi video 20 menit itu 5 level pengusaha itu juga puluhan tahun punya perjuangan baru bisa jadi video. Itu makanya sekarang Alex merasakan kan iya tidak mudah bangun kampanye itu. Enggak enggak mudah rantai distribusinya sulit banget sih. Justru menurut saya pengusaha itu profesi yang sangat-sangat ee sangat-sangat susah. Iya. Ee butuh banyak pengorbanan. He ya kan kita harus mikirin karyawan kita, mikirin perusahaan kita. Jadi kepentingan pribadi itu ditaruh di belakang sih kalau sudah jadi pengusaha. He betul. Terus kemudian sampai level 4. Jadi tadi level 3 the director nih sampai level 4 ini apa tantangan yang paling berat kalau di level 4? Ya pasti kan kita udah enggak boleh aktif bekerja lagi kan pastinya. kan namanya investor. Investor. Jadi kita harus cari orang yang tepat, orang yang bisa dipercaya, jujur, dan punya visi misi sama dengan kita. Setuju. Oke. Nah, itu cari orang yang seperti itu ee enggak gampang. Iya. Nah, kayak saya nih, saya punya klinik hewan, saya bukan dokter hewan, tapi saya full invest ke sana. H. Jadi, bisa dibilang saya e pengusaha level 4 karena saya enggak aktif. Saya hanya invest, saya cuman baca laporan keuangan saja. H. Oke. Dari situ itu Alex perlu berapa lama sampai di level 4 itu? Karena itu kan klinik hewan kan bukan bisnis utamu kan. I bisnis utamanya kan menjual makanan kucing dan anjing. Tapi itu kan termasuk support ekosistem bisnis Anda yang pertama kan gitu. Baru berapa lama itu ya? Saya enggak ngitung sih. Cuman ya ngelihat klinik itu ee lahir di tahun 2000. 20-an lah. 2020 21 22 lah mungkin. Berarti cuman butuh 5 tahun untuk Anda di level itu ya. Ya, tapi usahanya kan enggak enggak besarlah kalau yang klinik kan ya enggak enggak besar lah. Enggak besar. Omsetnya cuman ee 1 bulan cuman R00 jutaan lah kalau kliniknya. Tapi high margin. High margin karena klinik guys. Kalian harus tahu apa yang disampaikan Alex di sini itu valid. Karena beliau yang saya tahu tadi datanya yang saya terima adalah beliau termasuk pembayar pajak terbesar di KPP Gubeng ya. Yes. Jawa Timur Surabaya. Yes. Jadi nomor satu I di Kubeng ya. Wow. Tahun 2025. 2024. 2024. Jadi penghargaannya saya dapat di 2025 atas ee pelaporan SPT 2024. Kan kita laporan SPT kan di bulan 3 bulan 4 lah. Iya. Jadi setelah itu dikasih berarti omset yang beliau tadi sampaikan di podcast itu tidak dibesar-besarkan. Enggak seperti perusahaan lain membesar-besarkan omsetnya. Ini beliau karena sudah bayar pajak resmi. Jadi ini warga negara yang baik ini. Iya kan? Jadi yang tadi disampaikan omset 300 M itu valid karena sesuai dengan SPT itu semua enggak gampang loh. Jadi omset dari Rp0 juta kalau setahun kan kurang lebih ya anggap aja 1 M sampai upd 300 M itu 300 kali lipat loh Alex ini istimewa ini termasuk penonton SB30 yang saya salut. Nah by the way itu bisnis Anda booming itu tahun berapa? Jadi gini, Pak Candra, saya ini ee industri pet ini industri yang sebenarnya belum major ya, belum major ya. E saat saya masuk ya di tahun 2016. Jadi bisnis pet shop itu. Nah, ini ini saya kasih wawasan sedikit ke ke e para penonton lah ya. Saat S kita ngomongnya sahabat SD ini seb seberapa besar sih industrinya? Karena kan orang kan merasa pet shop itu kan oh bisnis hobi alah omsetnya paling berapa kan kan orang enggak menyangka ada tiba-tiba kemarin saya viral kan omset 300 miliar jualan makanan kucing orang itu mengira bisnis pet itu ya bisnis hobi ya omsetnya paling berapa jadi sebagai ee saya mau share data jumlah kucing yang ada di Indonesia yang tercatat yang tercatat yang tercatat itu 35 juta ekor 35 juta ekor. Nah, itu itu tiap hari melahirkan itu kan betina itu kan bisa melahirkan empat kali itu 1 tahun itu. Nah, saya enggak tahu. Intinya 35 juta ekor itu jumlahnya sama dengan penduduknya Malaysia itu. Oh, iya. Lebih banyak kucingnya. Nah, berarti jumlah kucing yang ada di Indonesia Heeh. kurang lebih sama dengan penduduknya Malaysia. Gimana industri ini? Oh, ya. Potensinya gede sekali. Dan itu yang tercatat loh, yang enggak tercatat kucing liar. yang diselamatkan di pinggir jalan. Wah, itu jumlahnya bisa kayak penduduk Indonesia. Itu artinya tercatat yang punya KTP gitu ya. Iya. Ini data dari Mars ya. Mars. Jadi Mars itu ee salah satu salah satu company ee yang punya cokelat M&M Herc tahu kan? Tahu. Nah, dia punya divisi pad e mereknya Royal Kanin, Wiskas. Oh, dia punya Iya. Dia punya data. Dia punya data. Kemarin saya ikut seminar, saya juga ee kaget sih. Maksudnya jumlah kucing kita kok banyak sekali. Dan katanya cat lover semakin lama semakin naik karena konten kucing aja di sosm juga gila gitu. I dan pertanyaannya tadi saya mau jawab booming-nya itu di zaman COVID. Oh, justru di zaman COVID itu banyak usaha-usaha yang collaps. Tapi di industri saya itu bertumbuhnya luar biasa. Karena mereka enggak boleh keluar rumah mainan kucing di rumah. Jadi uangnya ee orang itu kan biasanya untuk spendingnya untuk ke luar negeri, spendingnya untuk jalan-jalan. Karena COVID kan pengetatan semua. Iya. Jadi mereka mau spending di mana? Satu pasti hobi. Hobi. Nah, ada yang mobil mewah, jam tangan mewah, peliharaan. Iya, peliharaan. Terus apa namanya? Tumbuh-tumbuhan. Betul. Terus apa? Ee bahan kue. Pokoknya hobi yang dikerjakan di rumah. Hobi lah. Memasak dan lain-lain itu kan. Booming tuh. Booming. Nah, pet itu di zamannya COVID itu naiknya bisa ratusan persen. Oh, I see. Jadi, uang saya itu cepat banget dan saya karakteristiknya saya enggak pernah ambil profit perusahaan biarin menggulung di sana. Oke. Makanya cepat gede. Nah, itu loh, Guys. Kalian kalau yang mau sukses itu uang perusahaan itu harus digulung lagi. Itu ciri pengusaha sukses. Gak kayak kamu baru untung dikit besok langsung dibeliin jam tangan baru, iPhone-nya diganti lagi. Mikir itu. Oke, lanjut ya. Jadi ya kita, saya sih ee baru 3 tahun terakhir itu baru menikmati Pak Pak Candra. Sebelumnya saya sangat irit sekali. Mobil ya mobil yang biasa. Makan di luar juga jarang-jarang. Oke. Padahal omset saya bisa dibilang sudah puluhan miliar atau ratusan miliar yang awal-awal itu kan. Iya. Iya. Tetap saya maunya berhemat. Saya tetap mementingkan mau gedein perusahaan. Jadi saya laba perusahaan gulung terus, gulung terus. Itu namanya compounding. Compounding ya. Nah, keajaiban dunia ke-elapan. Yes. Kata Albert Einstein. Nah, sama saya ini kan background saya ada asuransi nih. Iya. Jadi dari Oh, pernah join asuransi? Pernah. Pernah. Jadi saya orangnya bosenan. Kalau jaga toko kan bosen nih ya kan. Iya. Senang keluar ya. Lap saya orangnya suka keluarlah. Enggak suka terkungkung. Makanya saya kan gimana caranya bisa bikin sistem dengan nonton podcast-nya. Setuju ee Pak Candra setuju. Jadi dari situ ee 2016 saya jadi eenjen asuransi sama buka toko. Jadi kalau ada prospekan ya saya jalan yang jaga toko istri saya. Oh gitu. Nah income saya dari asuransi saya juga tembakin ke petshop. Oh makanya orang-orang petshop itu kadang kaget sama saya. Ini anak baru kemarin sore kok cepat cepat naiknya gitu kan. Ada yang bilang saya nyuci duitnya orang lah, money laundry lah. Iya i ya. Ini bocah ajaib karena ya yang kerja 20 tahun 30 tahun itu sudah saya lampui gitu loh. Oke. Anda lewati hanya dalam hitungan tahun gitu ya. Yes. Jadi mereka kan juga berkaget-kaget kok bisa kok bisa seperti ini kaget gitu kan ya. Jadi uang saya di asuransi saya masukkan semua. Jadi cuannya duit asuransi itu bukan beli apa bukan cuan ya kita jadi een asuransi kita dapat komisi. Komisi dari komisi itu anda belikan stok lagi untuk Yes. Tambah modal lah. Kita masukin modal. Jadi beli stok lebih banyak kita lengkapi supaya omsetnya nambah. Nambah dan itu naikkan level bisnis kamu. Oke. Dan itu menurut Anda sekarang itu kan boomingnya waktu COVID. Nah, sekarang kan COVID sudah usai. ini sudah masuk 2026. Artinya ini udah COVID dari awal dimulai ditemukan di Wuhan itu Maret 2020 sekarang ini sudah 6 tahun. Apakah ini masih sebooming COVID atau melandai atau start? Oke. Jadi gini sebenarnya ee secara industri petfood itu kan yang tadi saya ee bilang tadi itu belum major belum. Jadi masih bertumbuh. Hm. Tapi karena saya ini kan sudah mengalami ledakan. H ledakan growth lah di COVID kita merasa stagnan. Tapi secara omset itu masih naik tapi naiknya enggak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya. Oh, I see. Jadi misalnya nih ee GR 20% itu sudah bagus sih 1 tahun ya. Harusnya sudah bagus tapi menurut saya enggak bagus karena dulu saya COVID bisa naik 200% ya. I karena ada momentum berharap ada COVID lagi ya. Banyak pengusaha yang sukses COVID berharap ada COVID lagi. Itu harapan yang jelek sih. Nah. Nah, terus terus jadi ya kita merasakan sekarang agak staknan ya, tetapi masih growth ya, growth-nya lean tapi karena memang jumlah kucing di Indonesia bertumbuh terus gitu ya. Yes. Dan jumlah cat lover bertambah. Contoh kayak saya. Saya ini dulu bukan cat lover. H dari kecil saya enggak pernah pelihara kucing, tapi gara-gara rumah saya banyak tikus, saya kucing ya. Netizen selalu bilang, "Pak, pelihara tikus ternyata efektif." Eh, pelihara tikus. Pelihara kucing ternyata efektif. Kucing saya itu berarti bisa. Nah, rupanya kucing saya itu enggak saya steril, beranak sampai 17. Nah, itu kan namanya gimana enggak cat lover. Jadi yang enggak ada jadi ada gitu. Dan punya 18 lagi ya. Punya 18. Nah, akhirnya itu beli makanan kucing lebih banyak lagi kan berarti pasti. Saya tertarik nih, Lex. Karena kan tadi bicara kucing, saya sendiri juga pelihara kucing pun banyak gitu loh. Nah, pengeluarannya Pak Candra berapa deh untuk kucing 1 bulan? Misalkan ya, kalau kucing saya sendiri itu sekarang ya kalau dulu itu 17 ekor, sekarang kucingnya sudah berkurang. He. Karena banyak yang sudah saya steril, banyak saya sudah kasih ke orang ada yang mati juga. Iya. Lebih kurang itu sekarang kucing 1 bulan itu kalau royal canon mahal. Iya. Satu begnya bisa Rp400.000. Betul. Jadi kurang lebih kucing sih 1 bulan saya bisa pengeluaran 2 sampai Rp3 juta. Nah, kalikan kalau ada pet shop yang punya customer seperti Pak Candra 100 orang deh. 2 sampai Rp3.100 orang ya 200 300 juta satu. Omset 1 bulan gimana? Hm. Itu menarik enggak usah 100 orang deh. Kalau 50 orang aja deh. Iya ya. Ya. Iya. Bisa R juta 1 bulan. Enggak ngapa-ngapain ya. Loh, ya ngapa-ngapain pulaan barang dagangan terus dijual. Tapi ada ada satu toko yang bisa punya jaminan omset R juta 1 bulan. Ee kalau saya sih toko yang paling ramai ya omsetnya enggak segitu sih. Paling cuman R0 jutaan sih. Itu toko yang paling ramai. Satu toko ya? Satu toko. Ada berapa toko sekarang? Saya punya empat toko sih. Empat toko itu pribadi ya. Pribadi R0 juta 1 bulan. 1 bulan ya. Kalau dibanding eh R0 juta 1 hari. R juta 1 hari. Hari. Oh, berarti 1 bulan 1,2 M dong. Yes. Itu yang paling ramai. Itu paling ramai. Tadi kan Alex bilang potensinya 100 sampai 200 juta loh. Enggak 100 atau R00 juta itu kalau punya customerandra customer saya. Oke. Per hari kalau bisa R juta kan luar biasa. Berarti R00 juta itu konservatifnya. Konservatif sekali. Kalau toko-toko kecil aja ya bisa omsetnya 200 sampai R00 juta. Oke. Nah, berarti konservatifnya 2300 kalau sampai optimisnya sampai 1,2 M. Itu toko saya yang paling ramai 1,2 M toko saya itu kalau boleh tahu marginnya profitnya bisa berapa persen? Kalau retail kan kita setnya di gross profitnya 25 sampai 30%. Wow. Berarti kalau omset 1 M itu income kita bisa R00 juta. Gross profit ya. Tapi ya gross potong karyawan, listrik bla bla bla. Untuk pengusaha level 1 ya. Anggap aja berapa persen? 7% lah netnya. 7% net. Ber 7 sampai 10%. Berarti 1 bulan omset 1 M kita berpotensi diam-diam bisa dapat 70 sampai R juta. Betul. Menarik. Enggak nyangka toh? Enggak nyangka karena saya pinjam bunga bank aja 1% 1 bulan lah. Ini 7% kan kali 7 kan saya bisa pakai modal kerja masih masuk gitu. Ini bicara ee sudut pandang pengusaha ya. Jadi kalau Anda yang enggak pernah berusaha, Anda pasti nonton video ini pasti bingung. Intinya kalau Anda semua tertarik untuk punya opportunity bisnis baru, ya enggak ada salahnya Anda sekarang lihat potensi makanan kucing atau makanan anjing yang sekarang memang lagi naik daun dan apalagi omset perusahaan beliau sebagai holdingnya sudah 300 miliar per tahun 2024 pembayar pajak bersih. Saya rasa ini cukup menarik. Oke, saya rasa untuk video kita kali ini saya kenalan sama Alex sudah cukup dan nanti saya akan kulik lagi di video berikutnya setelah beliau sukses omset 300 M ini, apa langkah berikutnya? Ini bocah sakti ini bocah ajaib yang saya akan kulik lebih jauh dan sekarang beliau ini apakah bisnisnya mau di TBK-kan atau dia hari ini tertarik ke industri lain? Nanti di video berikutnya. So stay tune di successo 30. Kita akan banyak bicara dengan seorang Alexander, bocah ajaib yang keren sekali. Kita close dengan salam hebat luar biasa. Salam hebat luar biasa.