Transcript
SxG9Obgxck0 • Ekonomi China Lagi Krisis. Banyak Warganya Tambah Miskin!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1459_SxG9Obgxck0.txt
Kind: captions Language: id China adalah sebuah negara yang kita sekarang lihat adalah sebuah negara yang raksasa. Tapi di balik [musik] China yang gemerlap, bangunan yang mewah, yaitu adanya kasus developer properti yang bangkrut. [musik] Ada apa dengan itu semua? Ini gara-gara masyarakatnya terlalu rajin menabung. [musik] Kenapa bisa demikian? Tonton video ini dari awal sampai selesai. Kita akan bahas kontroversi China [musik] yang belum Anda ketahui. Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. selalu kembali ke acara favorit kesayangan Anda. Sisi yang lain, sebuah sisi yang tidak pernah dibahas oleh media-media biasa, tapi hanya Anda dapatkan melalui success for dirty. Di video kali ini saya akan membahas sisi China. Kalau kalau selama ini kan kita mengagung-agungkan China terus ya, perusahaannya keren, tencen, Alibaba dan sebagainya. Tapi di balik itu semua ada sebuah keresahan di rakyatnya yang mana keresahan ini gara-gara kasus tumbangnya dua developer properti besar. Nah, nanti saya akan bahas di pertengahan. Tapi inilah sebuah problem yang mungkin belum dibahas oleh media manapun, yaitu the wealth effect atau harta yang hilang. China secara enggak langsung ini juga sekarang sudah mulai mengalami crisis. Jadi, bukan cuman dunia, tapi China juga ada krisis. Anda harus paham dulu mindset orang China atau orang Asia pada umumnya, yaitu menabung. Bahkan menabung juga saya ajarkan di SP30. Tetapi masalahnya konsep menabung ini kekayaannya itu banyak. Kalau orang Amerika itu kan banyak di saham. Kalau orang Indonesia ini kan campur-campur. Ada di sawah, ada di sapi, ada di properti, bla bla bla dan sebagainya. Tapi di China itu semua bentuknya properti. Nah, kita harus tahu dulu beda filosofi nih orang China sama orang Indonesia atau orang Amerika. Jadi, bagi orang China rumah itu bukan cuman tempat tinggal tapi itu tabungan pensiun. Nah, saya pun juga pernah diwawancara sama teman saya, yaitu burung aja punya rumah, masa manusia enggak ada. Nah, kurang lebih seperti itu. Ini filosofian dulu diajarkan ayah saya. Jadi, setiap orang wajib punya rumah. Nah, harga diri itu adalah segalanya. Masalahnya sejak pemerintah China memperlakukan aturan ketat, developer raksasa ini bertumbangan. Ini problemnya. Harga rumah di sana hancur. Data menunjukkan harga rumah di China turun 19% sejak puncaknya 2021. Wih, gila. Jadi, Anda invest properti bukannya untung tapi malah buntung. Banyaknya kamu beli apartemen 1 M sekarang harganya tinggal Rp800 juta. Ini terjadi dan parahnya penurunan terjadi di 70 kota besar utama mereka. Nah, ini sebuah fenomena yang mungkin enggak diberitakan di media di Indonesia, tapi saya beritakan melalui Success Beword 30. Setiap harga turun properti 5% aja, kekayaan senilai 19 triliun UN atau 2,7 triliun Amerika Serikat US Dollar lenyap dari tangan rakyat China. Efeknya disebut negative wealth effect karena merasa miskin mendadak karena aset utamanya adalah properti. Nyangkut harganya turun. Jadi orang China takut belanja. Kalau Anda tidak punya uang cash, Anda takut karena nanti kebutuhan hidup gimana, anak mau sekolah gimana, kemudian cucu butuh uang gimana kalau anaknya lagi enggak mandiri. Nah, harga rumah turun, hutang pun, nilai pun menjadi turun di mata bank. Nah, inilah sebabnya akhirnya China ini juaranya hemat dunia 43%. Kalau Indonesia tinggi karena investasi infrastruktur 38%. Perbandingan tingkat tabungan nasional sama GDP kalau rata-rata di 2% China itu hampir dua kali lipat lebih hemat. Kenapa demikian? Dan Amerika Serikat negara paling konsumtif. Jadi kita harus tahu budaya Barat itu kan ee mereka itu disiapkan dana pensiun. Jadi, Anda harus tahu ya. Kebetulan kan kakak saya ini orang sudah jadi warga negara Amerika. Jadi, saya tahu persis mindsetnya warga negara Amerika itu seperti apa. Pertama, warga negara Amerika itu gajinya itu sudah pasti langsung otomatis dipotong 40 sampai 50%. Hampir sama kayak beberapa negara maju di Eropa. Kenapa? Karena Amerika itu ada namanya pension plan. What is pension plan? Yaitu dana pensiun. Jadi mereka itu sudah disiapkan sejak mereka bekerja. Makanya mereka itu dipaksa bekerja seumur hidup. Nah, itulah di Amerika karena mereka takut kehilangan pension plan-nya mereka. Itulah sebab misalkan gaji Anda 1$.000, enggak usah 1$.000 dolar. Nah, 5.000 maka 2.500 setiap bulan Anda cuma terima bersih 2.500-nya diaturkan pension band oleh pemerintah. Nah, kalau di Asia kan gak contoh Indonesia, Indonesia mungkin Anda cuman ambil 1 bulan Rp80.000, Rp100.000 untuk BPJS dana pensiun gak ada. Andos nabung sendiri. Nah, itulah sebab mungkin di Indonesia ada market untuk bisnis asuransi untuk memperis namanya pension plan. Tapi sebenarnya Indonesia atau sebagai negara Asia itu enggak ada pension plan. Di China juga sama. Makanya mereka terpaksa menabung untuk pension plan-nya mereka sendiri. Kurang lebih seperti itu. Jadi bisa Anda bayangkan 43,4% itu di China itu angka gila loh. Rata-rata orang Indonesia nabung cuma 25% dari penghasilan negara. Orang Amerika boros cuma 18%. Indonesia 38% cukup tinggi, tapi bedanya dikonsumsi. Ekonomi Indonesia 54%-nya digerakkan oleh belanja rakyat. China cuman 38%, penduduk China itu 1,5 miliar, Bapak, Ibu. Amerika itu cuman R50 juta. Itu gila 38%. Jadi, warganya tuh hemat. Sama-sama terlalu berani nabung. Dan mereka tuh hidupnya hemat. Terus kenapa harus emas butiran? Kenapa enggak taruh di bank aja? Teman-teman tahu bunga deposito di China [musik] saat ini itu rendah banget cuman 1,5% Indonesia aja 3% sudah jerat-jerit. Belum lagi meraih harga properti hancur. Jadi gensi di sana emas adalah satu-satunya aset yang paling masuk akal. Saya kemarin kalau Anda tahu saya kan mewawancara CEO-nya Bosum Indonesia. Beliau berkata di China itu sekarang hidupnya itu kejaran kejar-kejaran dengan cicilan. Jadi mereka harus kerja dari 996 budayanya mereka 996. Jadi mereka itu dari pagi sampai malam fight karena apa? Mereka mengejar angsuran. Karena semuanya kalau mereka mau beli properti di kota mewah eh properti yang layak di pusat kota [musik] ya sama hampir sama juga terjadi di Jakarta sama Surabaya kan. Kalau Anda mau beli apartemen di ee pusat kota itu kan Anda kejar-kejaran sama angsuran. Nah mereka ini beli 1 gram karena murah R00 un atau R sejuta. Jadi bisa jadi dicicil tiap gajian. Gensi memilih kacang emas 1 gram karena harganya terjangkau. Dibanding beli emas batangan besar. Ini adalah simbol ketidakpercayaan total pada mata uang dan uang [musik] mereka sendiri. Jadi mereka lebih percaya emas ya. Karena kita diajarkan oleh leluhur kita emas itu adalah mata uang yang lebih dipercaya. Jadi bukan cuman orang Arab yang percaya dinar ya kan. Tapi orang China sendiri juga percaya emas gitu. Nah, ini yang menyebabkan terjadi yang namanya eh deflasi. Bila ada gambaran seberapa parah efek nunggu murah ini susah. Perang harga mobil contohnya di sana BYD, Tesla, semua banting harga. Kalau kamu beli mobil bulan ini, bulan depan harganya bisa turun 10 R2 juta. Sakit kan? E siapa yang enggak mau gitu loh. Saya takut gitu loh. Jadi semua orang tahu dan celakanya BYD sendiri mengeluarkan model baru lagi dan akhirnya model lama enggak punya nilai. Akhirnya jatuh lagi, jatuh lagi, jatuh lagi. Karena di PHK lingkaran setan sehingga Amerika China macet total. Investor [musik] asing kabur. Capital flight tahun 2002 contohnya. Foreign direct investment-nya 185 eh 189 miliar US. 2025 turun 8 miliar. Anjlok Dust Juli 2025 tahun kemarin 58,3 miliar. Ini berita yang tidak baik bagi ekonomi China. Ini yang bikin investor asing kabur. Bayangkan kamu itu seorang investor mau buka pabrik sepatu, jualan HP di China, pas kamu lihat datanya, loh. Ya takutlah kok enggak ada yang mau keluar duit, kok enggak ada yang mau spend money. Nah, data investasi asing ke China ini anjlok parah. Ya, ini yang jadi masalah. Oleh sebab itu, filosofi di China itu kan tidak ada makan siang gratis. There are no freelance. Itu sebenarnya filosofi dari China. Karena China itu kan punya akar budaya konfusionisme work ethic. Confusionis. Confusius itu kan selalu mengajarkan delay gratification, menunda kesenangan, dan akumulasi kekayaan lewat kerja keras. Itu konsep daripada Confusius. Sikap pemerintah juga anti welfare. Si Jinping selalu menekankan hindari jebakan negara kesejahteraan. Anggapan uang tunai cuma-cuma itu membuat rakyat jadi malas. Jadi, BLT itu enggak ada di China. Kalau di Indonesia ini kan ditunggu-tunggu nih BLT [tertawa] ya. Jadi, teman-teman ini bagian yang paling menarik karena China kok teresan pelit sama raknya sendiri karena ya kalau Indonesia ini kan langsung BLT ya 600.000 setiap bulan. Jawabannya di akar budaya mereka. Jadi itulah sebab kenapa orang China itu enggak ada makan siang yang gratis. Semua itu harus berjuang. Nah, jadi oleh sebab itu di sinilah fakta 50 sampai 85% stimulus lari ke supply. Nah, ini agak berbeda sama Indonesia. Strategi mereka disebut SSS, supply side stimulus. Logika pemerintahnya itu gini, saya bantu bosnya, saya bantu pabriknya biar tetap ngebul. Makanya pabrik di China itu kan difasilitasi sama pemerintah tuh. Ongkosnya murah ya kan, listriknya murah, perizinan mudah gitu. Harapannya kalau pabrik jalan kamu tetap punya kerjaan. Kalau kamu kerja kamu dapat gaji, nah uang gaji itu yang kamu pakai belanja. Skemanya bantu pengusaha, pabrik jalan, rakyat kerja, rakyat dapat gaji, gitu loh di China. Makanya China itu pusatnya entrepreneur. Kenapa? Karena semua orang digalakkan untuk bangun pabrik. Pemilik pabrik mempekerjakan rakyat. Nah, rakyat di situ bekerja rajin, rakyatnya nyicil properti gitu loh. Makanya mereka hati-hati dengan gaji karena uangnya untuk cicilan propertinya. Logis, mulia, mengajarkan man ekonomi. Tapi ini juga 85% stimulus China itu larinya bukan ke BLT, bukan kasih ke rakyatnya langsung, tapi ke [musik] pabrik. Jadi BLT Indonesia itu larinya ke pabrik, makanya berlomba-lomba jadi entrepreneur. China itu larinya pabrik, infrastruktur, developer. Porsinya buat rakyat langsung kecil sekali. maklum negara komunis kan. Jadi enak mana tuh kamu hidup di China atau di Indonesia? Nah, kalau di negara Indonesia ini juga hampir sama dengan video yang lalu pernah saya bahas. Apa bedanya Republiken Partai Republik di Amerika sama Demokrat? Kalau Demokrat yang berkuasa, BLT, BLT itu kencang. Tapi kalau republik yang berkuasa kayak Donald Trump sekarang, pengusaha yang kencang. Jadi rakyatnya yang pemalas enggak punya tempat. Imigran yang pemalas enggak punya tempat. Ah, ini beda filosofi ya. Jadi bentuk stimulus China itu bukan uang tunai. Nah, bentuk stimulus China itu seperti apa? Mungkin teman-teman bertanya, loh kok bisa pemerintah kasih duitnya ke rakyat tapi enggak mau belanja? Gini, kalau di Indonesia itu namanya BLT kan tadi saya. Kalau di China itu bentuknya subsidi, tukar tambah dan voucher. Ini di China bedanya sama Indonesia BLT. Contohnya gini, pemerintah bilang, "Eh, rakyat, kalau kamu mau tukar kulkas atau mobil lamu dengan yang baru, pemerintah berikan subsidi potongan harga." Masalahnya di mana? Masalahnya untuk dapat subsidi itu rakyat harus keluar uang dulu. Nah, ini bedanya. Harus beli barang baru dulu. Padahal rakyatnya lagi mode ref jadi lagi takut keluar duit. Yang jelas enggak laku. Ibaratnya orang lagi puasa jajan malah dikasih kupon diskon restoran. Ya enggak mempan. Kurang lebih seperti itu BLT-nya China. Jadi intinya pemerintah China itu kamu harus fight dulu, kamu harus berjuang dulu. Kesannya bagus ya. Jadi betul-betul membuat rakyat itu rajin. Tapi itu akhirnya spending money-nya itu berkurang. Rakyat itu gak berani jajan karena semua hemat. Mode hemat semua. karena semua takut sama cicilan propertinya. Nah, ini ada sebuah blunder terjadi di 2021 kemarin. Puncaknya kondisi ekonomi lesu dan stimulus ini rakyat keluar uang duluan. Strategi ini blunder fatal di 2025. Mata rantainya putus, pabriknya semangat produksi karena disuntik modal, barangnya melimpah. Makanya sekarang kamu tahu kan kenapa di Indonesia ini ada Shopee barang-barang murah di China? itu buangan dari over supply-nya di China dilempar sampai ke Indonesia ya kan Thailand, Asia Tenggara deh. Asia Tenggara ini kan 600 juta penduduknya dibuanglah ke sini harga-harga murah karena ya itu tadi over supply gara-gara pemerintahnya sendiri tapi rakyatnya tetap enggak mau beli karena stimulusnya memberatkan. Mereka lebih pilih nabung daripada belanja. Nah, kurang begitu. Mereka ini lagi nabung emas di Gold Beans. Gajinya ditabung bukan buat tukar tambah nopil. Akhirnya [musik] uang stimulus ratusan triliun itu macet di pabrik. Nah, itulah sebab kalian tahu kan kenapa sekarang banyak barang-barang murah dari China itu ya gara-gara ini kebijakan pemerintahnya sendiri akhirnya enggak berputar ke pedagang kecil dan tidak ngalir ke ekonomi. Bah karena mereka enggak berani spending. Nak kayak orang Indonesia ada discontantited belanja ayo sale 888 999. Indonesia ini rajahnya konsumsi. Kenapa? Kalau pikir ke luar negeri pasti dipikirkan oleh-oleh. Ah, itu orang Indonesia. China enggak gitu ya. Mereka tuh mau spending takut. Ini rakyat keseluruhan loh ya. Tapi bukan yang berduit. Kalau berduit ya mereka tetap belanja karena kan penghasilan mereka besar. Tapi yang rata-rata yang buru pabrik, sopir Gojek istilahnya gitu kalau di sana itu juga ada mereka itu apalah namanya pedagang kecil, UMKM. Mikir mereka karena mereka tahu beli barang turun harganya, beli properti sekarang nilainya turun. Jadi mereka tuh takut. Jadi lebih baik mereka simpan emas gitu. Akhirnya ada bak global, gudangnya penuh dan terjadi perang dagang. Nah, ini awalnya juga gara-gara dari China. Jadi perginya barang-barang itu numpuk di gudang terjadilah disebut overcapacity. Ini yang buat Amerika dan Eropa ngamuk merasa China itu mensusi pabrik mematikan industri negara lain. Agen Amerika dan Eropa pasangga tarif pajak gila-gilaan sampai 124%. Ya, itulah perang dagang itu kemarin. Tarif perang dagang itu ya gara-gara pemerintah China itu sendiri. Nah, China mau didik rakyat biar rajin. Eh, malah micu perang dagang karena sudah jatuh tertimpa tangga. Ini awalnya itu dari sini. Nah, oleh sebab itu ini saya sedikit jok sarkas ya supaya Anda tahu apa bedanya kerja over kayak China sekarang sama kejar santui ala Indonesia. Orang Indonesia ini negara tersantai loh di dunia. Mari kita buktikan. Sekarang kita bandingkan ya. Orang China itu sukses karena kerja keras. Betul. Karena negaranya terlalu kerja keras. Rakyatnya fight semuanya sampai enggak sempat menikmati hidup. Mereka juga negara enggak punya agama, kan? Jadi enggak ada pengajian di sana itu. Enggak ada hari Minggu ke gereja itu enggak ada. Enggak ada. Mereka enggak punya waktu. Mereka tuh kerja kerja kerja terus gitu. Di China budaya kerjanya dikenal dengan 996. Masuk jam 09.00 pagi pulang jam 09.00 malam. 6 hari seminggu itu namanya 996. Gila kan? Hari Minggu mereka cuman punya waktu sama keluarga, itu pun gak berani belanja hari Sandi. Kalau besoknya ya 996 lagi. Dan itu saya buktikan baik beberapa kali ke China juga seperti itu. Data terbaru bilang rata-rata jam kerja mereka tembus 49 jam per minggu. Gila kan? Indonesia 40 jam per minggu aja gensi udah teriak-teriak koar-koar. Orang China 49 jam seminggu. Kalau enggak gitu habis mereka mau cicil uang properti di mana. Ini rekor tertinggi. Bandingkan Indonesia rata-rata cuma 40 jam. Kita ini sangat banyak tanggal merah lagi. Selalu berharap tanggal merah. Jadi ya kalah kalau kita ngomong produktivitas sama orang China. Orang China itu sendiri ya itu CCI data internasional efeknya itu apa? Orang Indonesia punya waktu. Waktu buat ke mall, buat nongkrong, buat healing, waktu dicck out di keranjang urin, waktu buat liburan. Karena kita ini santai, jadi kita konsumtif. Indonesia ini konsumtif. Coba kalau enggak percaya para TKI TKW yang ada kerja di Taiwan, ayo yang nonton video ini. Betul enggak? Kalian itu kalau terima gaji nomor satu bukan kirim duit ke tanah air. Cari diskonan dulu, ganti baju dulu supaya bisa matching sama teman-teman. Betul atau betul banget? Itu karena budaya konsumtif. Terus Wakrung punya pelanggan, Ojol punya orderan. Ekonomi berputar kencang. Lihat aja konsumen konfiden Indonesia, CCI-nya indeks keyakinan konsumen. China skornya 60 artinya depresi berat. Indonesia 115. Gila negara konsumtif Indonesia ini. Makanya kalau orang Indonesia belanja ke Thailand, ke Platinum, ke mana? Ke China, wah pulang pasti kopernya beranak gitu loh. Kenapa murah? Gila. Siapa bilang orang Indonesia itu miskin, kaya-kaya. Itu bagaikan bunyinya di langit. Sebenarnya bukan kaya dan miskin sih, itu masalahnya boros gitu, konsumtif. Orang China enggak rata-rata. Jadi kesimpulannya itulah butuh yang namanya balance. Jadi kalau dipikir-pikir memang China pekerja keras ya, tapi butuh namanya balance. Nah, balance itu krisis China ini mengajarkan kita sebuah pelajaran mahal. Ekonomi itu butuh keseimbangan. Nabung itu baik untuk pribadi. Tapi kalau satu negara pelit belanja, saking takutnya sama masa depan, negara itu runtuh dari dalam. Jadi hampir miliaran penduduk di China ini sekarang takut belanja. Betul. Terus butuh aliran uang berputar, bukan genangan uang yang berhenti di tabungan atau pabrik. Ini yang paling penting. Oleh sebab itu, China sekarang harus belajar keseimbangan hidup dengan warga negara Indonesia. Kenapa? Warga negara Indonesia ini keren loh. Ini China ini perlu belajar ini di sini. Bayangkan aja iPhone seri terbaru libur dikit langsung ganti iPhone. Dikit-dikit healing. Lihat aja IG-nya orang Indonesia healing. Utang rumah tangga 15%. Pinjol meraja lela. Pinjolnya bukan untuk apa? Untuk konsumsi. Terus hebatnya orang Indonesia itu saking inginnya duit berputar bukan cuman sektoral yang kasih duit. Sektor haram pun disuplly triliunan rupiah. Meskipun begitu bukti bahwa nafsu spending orang Indonesia itu luar biasa. Betul. negara itu Indonesia itu konsumsinya konsumtifnya luar biasa. Oleh sebab itu jarang nabung orang Indonesia punya geng sempit penuh pedagang laris-maris. Di China sorry to say banyak gedung juga mulai kosong. Saya kemarin aja salah satunya yang saya pergi itu ke Taiwan ini juga terjadi di Taiwan hampir juga terjadi di China. Di Taiwan di depan Taipe Main Station itu banyak hotel. Saya kaget hotelnya itu tapi kok di perkantoran ya? Ini perkantoran. Tapi rupanya setiap lantai yang kosong itu bukan buat kantor, tapi buat hotel. Hotelnya dijual harga murah-murah, cuma 5600.000, Rp700.000 satu malam. Karena apa? Karena dia tidak memastikan space itu kosong. Jadi dibuatlah para travel itu untuk nginp di situ. Itu Taiwan, China juga akan sama. Enggak lama lagi Anda ke Guangco, ke Beijing, ada bangunan kosong. Karena ya itu tadi rakyatnya ini bermasalah karena karena ada beberapa developer properti di China yang sekarang bermasalah itu tadi ibaratnya kayak Ciputra Grup lah di Indonesia. Oleh sebab itu banggalah jadi warga 62 karena doyan jajan. Tanpa sadar hobi belanja kamulah yang menyelamatkan ekonomi negara ini. So teruslah belanja, teruslah boros, negara Indonesia akan semakin kaya. Oke, ini sarkas ya, juk. Jangan ditelan mentah-mentah. Jadi ada plus, ada minus. Selama ini orang membakangkan China tapi enggak tahu internal dalamnya bermasalah. Semoga video ini mencerdaskan Anda. Sukses untuk Anda dan salam hebat luar biasa. Yeah.