Transcript
Aik7uAkFhxU • DUNIA DIKOCOK ULANG! Amerika Memancing Perang Dunia 3? Menguak Tatanan Baru & Deal Rahasia Davos
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1462_Aik7uAkFhxU.txt
Kind: captions Language: id Tanggal 19 Januari kemarin, tiba-tiba Presiden keenam Republik Indonesia, Bapak SBY [musik] yang kita cintai ng-etweet sesuatu yang membuat kita khawatir. Potensinya 5 miliar penduduk dunia bisa lenyap seketika karena perang nuklir. Tapi mendadak 4 hari kemudian semua perubahan dramatis terjadi. Dunia kita ini kita jaga keselamatannya. Intinya [musik] di situ. So a good news from Davos. Tanggal 24 Januari beliau bilang, "Good news from Davos." Eh, ada apa ini? Dunia aman, perang batal. Apa yang terjadi dalam 96 jam itu cuma 4 hari? Apakah Donald Trump, Putin, dan para [musik] pemimpin NATO tiba-tiba mendapatkan hidayah jadi orang suci? Kita akan bahas tuntas setelah yang [musik] satu ini. Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali ke acara sisi yang lain. Di acara ini kita akan membahas sesuatu yang media lain seperti biasa tidak pernah bahas, tapi saya bahas murni dari pengamatan saya dan tim. Kemudian pengamatan ini menelisik dan meneliti dari Pak SB. Dan dari sini kita bisa melihat dengan jelas bahwa perdamaian ini bukan karena doa, tapi di Davos terjadi sebuah kesepakatan yang sangat besar. Sebuah grandening yang menukar kedaulatan dengan uang, menukar idealisme dengan sumber daya alam. Kita akan bongkar apa yang media mainstream yang selama ini tidak pernah diceritakan. Dan ada sebuah berita kenapa PBB dianggap mati suri. Kita tahu PBB itu kan perserikatan bangsa-bangsa. Apa itu board of peace? Jadi seolah-olah organisasi ini akan menjadi penggantinya PBB. Tiket masuknya saja itu Rp16 triliun untuk menjadi anggota board of peace 1 billion US dollar. Dan mengapa di tengah kecuan ini Indonesia justru mengambil langkah nekad yang dipuji oleh Pak SBY? Simak sampai habis karena ini menyangkut masa depan dompet dan keamanan keluarga kalian. Yang pertama, kenapa PBB ini jadi mati suri? Kita tahu PBB itu kan semua menggunakan hak veto ya. PBB itu kenapa cemas? Karena anggota PBB kita tahu ini semua dimulai dari lima negara yaitu Amerika, Rusia, China, Inggris, dan Prancis. Kita harus paham dulu akar permasalahannya. Dulu tahun 5 PBB itu dibuat untuk menjaga perdamaian, tapi sistemnya punya cacat. Ya, itu yang dinamakan dengan hak veto. Nah, ini yang jadi sebuah problem. Ada lima bos besar yang menjadi anggota chairman daripada dewan BBB, yaitu Amerika, Rusia, China, Inggris, dan Prancis. [musik] Nah, hak veto itu masalahnya di sini. Dulu itu era single polar, sekarang multipolar. Pergeseran dari satu kekuatan dominan ke pemain besar lainnya mengubah aturan main global. Kita ambil satu contoh. [musik] Amerika Serikat mau menghukum anggota cermin yang lain, Rusia contohnya. Eh, Hak veto enggak jadi. Terus dunia mau menghukum sekutu Amerika Serikat. Kan Amerika dulu sekutu hak veto lagi lima orang ini. Enggak jadi hasilnya great lock mati total. Kok bisa? Kita lihat perang di mana-mana PBB cuman bisa pidato. Inilah yang membuat tatanan dunia bergeser. Kemudian kita hidup di era unipolar. Cuman ada satu preman besar yaitu Amerika. Sekarang kita masuk era multipolar ada banyak bos. Karena sekarang bosnya bukan cuman Amerika. Amerika dolarnya, China dengan pabriknya. Kita tahu semua paling murah. Rusia dengan energinya. Jadi ketika polisi dunia PBB ini lumpuh, hukum yang berlaku adalah hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang menang. Jadi PBB itu seperti kayak perserikatan tapi tumpul. Organisasi yang tumpul. Inilah konteks kenapa pertemuan di Davos kemarin begitu krusial. Karena PBB macet raksasa ini membuat pasar gelap. Artinya organisasi tandingan PBB diplomasi untuk mencegah nulir meledak. Karena itu yang penting kan. Buat apa PBB perdamaian dunia tapi ujung-ujungnya perang dunia ketiga terjadi. Mereka berkumpul nih di Davos. Nah, semua ini bermula dari namanya pasar gelap Davos. Kasus pertama yang dibahas adalah Greenland. Kita tahu Greenland itu adalah sebuah negara di Antartika, di kutub utara yang isinya tuh salju semuanya. Tapi di Greenland di bawah itu banyak sekali kekayaan alam, mineral. Intinya tuh agak mirip-mirip Freeportnya Indonesia. Ada emasnya jadi ada harta karun di bawah Greenland. Nah, masalahnya Greenland ini dimiliki satu negara yaitu Denmark. Nah, awalnya di sini. Kenapa Pak SBY dalam waktu 4 hari membuat statement di dalam eh konteks yang tadi ditampilkan di awan lega? Kita beda dua transaksi utama. Pertama, Greenland awal Januari Trump mengancam akan mengambil Greenland. Bahkan siap pakai militer Eropa ngamuk, NATO siaga. Kenapa Greenland bukan karena es, tapi di bawah es itu ada harta karun seperti rare earth elemen terbesar kedua di dunia. Jadi elemen langka mungkin mineralnya kan kutu utara ya, bukan es di atasnya, bukan di bawah itu banyak bongkan-bongkan mineral dan tanpa mineral ini tidak ada cip AI. Nah, sekarang kan teknologi menuju AI semuanya. Tidak ada lagi baterai mobil listrik, tidak ada lagi rudal yang canggih. Nah, semua itu di bawah Greenland. Nah, hasil deal Greenland ini apa? Terjadi deal-dealan. Trump membatalkan serangan militer dan mencabut ancaman tarif pajak ke Europe sebagai gantinya. Amerika mendapat hak eksklusif mineral di Greenland mirip sama Indonesia. Freeport itu memang kekayaan alam yang ada di Indonesia. Tapi siapa yang mengeksploitasi? Ya, Amerika. Dibikinlah PT Freeport di eranya Pak Soeharto. Intinya tanah tetap punya Denmark. Benderanya tetap punya Denmark. Tapi bawahnya hak eksploitasinya Amerika. Deal. Nah, jadi kalau deal real politik akhirnya ketegangan dunia mau pecah dur perang dunia ketiga mau hancur-hancuran reda karena terjadi dil-dilan. Perdamaian dibayar dengan menyerahkan kekayaan alam masa depan. Lagi-lagi Amerika mau menjadi penguasa. Dan ada deal yang kedua. Deal kedua ini apa? Rusia dan Ukrain yang saat ini lagi perang terjadi sebuah kesepakatan yaitu encourage formula. Apa itu encourage formula? Selama 4 tahun perang ini buntu, enggak ada kesepakatan. Ukrain yang awalnya diklaim sebagai bagian dari Uni Soviet dan bagian daripada Rusia kan ya mirip Amerika sama Taiwan lah. Maaf mirip China sama Taiwan. Taiwannya di ee China menganggap Taiwan itu negara ee bukan negara bagian ee provinsinya, tapi Taiwan mengklaim dirinya negara yang tidak diakui oleh PBB. Nah, serba salah kan? Akhirnya ada titik temu pahit. Rusia setuju gencatan senjata, tapi wilayah Donbas yang sudah mereka kuasai resmi dilepas ke Rusia. Jadi, Ukrain mengalah. Sehingga Ukrain ini tetap akan menjadi sebuah negara tapi 20% wilayahnya diambil sama Rusia. Namanya Donbas. Kompensasinya, sanksi ekonomi Barat ke Rusia dicabut ya kan. Ukrain diguyur dana. Rekonstruksi ratusan miliar dolar. SB menyebut ini good news karena potensi perang nuklir hilang karena perang nuklir diikan negara yang lain. Tapi pelajarannya kedaulatan negara bisa ditukar dengan monee, bisa ditukar dengan nego politik dan di atas meja perundingan. Ini yang ya kita tahu akhirnya yang berkuasa yang menang ya kan yang punya duit yang menang. Nah, inilah yang jadi masalah PBB jadi rusak karena membuat solusi elit global. Syaratnya jadi board of peace ini, BOP ini membuat satu ketentuan syarat jadi anggotanya bayar R miliar US dolar atau 16 sampai Rp7 triliun hari ini karena dolar sudah 17.000. Aturannya tanpa veto. Jadi sama-sama kuat. Kalau kemarin kan hak veto. Tunggu jangan nyerang saya. Ya, lima bos ini repot karena dulu bosnya kan Amerika. Sekarang lima negara ini sama-sama kuat. Amerika juga butuh. Cermannya Donald Trump dan ini berlaku kayak KTB seumur hidup. [tertawa] Jadi ya semua tunduk sama Trump karena PBB sudah dianggap rusak dan macet. Donald Trump dan elite global punya ide gila. Bikin perusahaan perdamaian swasta aja mundola board of beast. Konsepnya brutal. Masuk anggota 16 triliun. Kedua, tanpa veto. Jadi, enggak ada lagi Rusia China yang bisa membatalkan keputusan karena sama-sama kuat. Keputusan mutlak ada di tangan Chairman for Life, chairman seumur hidup yaitu Donald Trump. Upaya Amerika menciptakan new world order yang transaksional. Jadi, semua negara pada kuat seperti rapat pemegang saham. Siapa punya modal dia yang buat aturan. Jadi enggak ada duit ya diam, enggak ada hak veto-hak vetoan. Nah, di sinilah plot twist-nya terjadi karena Pak SBY kan sempat ng-etweet tuh mengerikan tanggal 19 Januari. Mengapa Indonesia nekat masuk? Ini pertanyaan pertama ya kan. Padahal katanya kita anggota BRIS tapi kok nekat ada Donald Trump. Nah, inilah kecerdasan Pak Presiden kita, Pak Prabowo. Kenapa SBI memuji? Banyak negara Eropa, Prancis, Jerman, negara berkembang menolak untuk bergabung. Mereka bilang ini organisasi ilegal yang merusak tatanan dunia. Jadi posisi Bot of Peace ini sebenarnya rapuh, terancam gagal total kalau anggotanya sedikit. Lalu pertanyaannya kalau organisasinya berisiko gagal di musuh Europe, Indonesia kok malah nekat masuk. Di sinilah plotisnya. Indonesia ini melakukan yang namanya asuransi diplomatik. Apa itu asuransi diplomatik? Pintar. [musik] Kita kan tahu Indonesia itu negara non blok. Kita tidak memihak pada pihak barat. Kita pun juga anggota bricks. Anggota blok selatan. Brazil, Russia, India. Nah, China sama South Africa kita menjadi anggota 10 dari anggota bricks. Jadi blok barat ini di diimbangi sama bricks. Tapi kok kita juga menjadi anggota board of peace? Nah, ini kan aneh katanya kita tidak memihak. Nah, kita tetap gerakan nonblok. Jadi kita tidak memihak sana, tidak memihak sini. Di sini letak kecerdikan strategi Pak Prabowo dipuji habis-habisan sama Pak SBY. Indonesia ini tahu bop ini kontroversial, tapi kita tetap tanda tangan. Kenapa? Karena kita ini apa bodoh diam-diam bakar duit 16 triliun kasih ke Board of Peace. Enggak. Ini adalah strategi asuransi diplomatik. Ngasih mukalah ke Presiden Trump. Prabowo membaca situasi ini dengan jeli. Jika Board of Peace sukses, Indonesia sudah ada di dalam. Kita jadi pemain inti. Nah, kan Donald Trump juga lihat. Wih, Indonesia mau nih jadi anggota. Weh, lihat Indonesia aja gabung Donald Trump kan gitu jualannya. Dapat akses proyek rekonstruksi Gaza atau Ukraine dan aman dari gangguan Amerika. Jadi Amerika ya pasti ngelindungi Indonesia jadi sekutulah istilahnya gitu. Kedua, jika Board of Peace gagal sekalipun Indonesia tetap untung. Kenapa? Karena kita sudah menunjukkan loyalitas ke Trump saat Eropa menolak dia. Jadi ini mirip waktu sama seperti Richard Nixon tahun 0-an. dia itu seperti seolah-olah ya kan saya sudah pernah bahas ya di video yang lalu yaitu dia memutuskan untuk apa? Yaitu yang dulu jaminan [musik] underlying-nya dolar itu dengan emas dia sendiri mencabut karena harga dolar kan printing money. Nah di sinilah letak kecerdikan Prabowo. Jadi istilahnya kasih dia muka taruh satu kaki. Jadi kalau ngapa-ngapain Indonesia ya dia sungkan karena Indonesia menjadi anggota board hospice yang mana dia member presidennya seber hidup. Padahal Donald Trump loh umur sudah mau 80 tahun. Mau berapa lama lagi sih dia hidup di dunia? Enggak lama. Tapi Pak Prabowo jeli. Okelah gua jadi anggota lu lah. Jadi ngasih dia muka gitu. Itu namanya asuransi diplomatik. [musik] Jadi mau diapa-apain enggak boleh. Trump itu pengusaha kita tahu. Saya sudah pernah bahas kan era how to deal like Donald Trump. Jadi ingat siapa yang dia dukung saat dia susah. Karena board of peace ini kalau enggak ada supporter stres juga dia. Tapi dengan join bop, Indonesia itu mengunci hubungan baik dengan Amerika secara bilateral. Jadi enggak cuman bricks, dia juga anggota. Karena Indonesia mendukung perdamaian dunia. Sementara di sisi lain ekonomi kita tetap jalan bareng sama China dan bricks. Inilah praktik nyata politik bebas aktif non blok di era modern. Pintar kan? Ya. Jadi kita harus pujilah Pak Presiden kita sekarang. Saya bukan orang Pak Probowo ya. Tapi saya sekali lagi puji bahwa beliau hebat dalam diplomasi ini. Itu yang membuat Pak SBY lega. Ye, group news from Davos. Karena Pak SBY juga diundang. Pak Prabowo ada di sana. Jadi kita bertaruh di semua meja. Hedging lah. Siapapun yang menang, Indonesia tetap selamat. Di bricks kita juga anggota. di board of peace yang digagas Donald Trump seumur hidup itu juga menjadi member 16 triliun gak main-main. Ditambah lagi jika kita membawa Danantara atau soin well fund-nya kita, kita datang bukan sebagai peminta sumbangan, tapi kita sebagai coinvestor yang sejajar. Oke, semoga video ini juga meramalkan bahwa moga-moga perang ke dunia ketiga tidak terjadi karena ya Pak Presiden kita sudah mengambil sikap Indonesia cerdas ya. Ini mungkin tidak diberitakan di media. Kalau media yang sor to say milik partai politik tertentu kan pemberitaannya tidak berimbang. [musik] Nah, karena saya tidak terafiliasi dengan partai politik manaun suka-suka saya, saya selalu bahas dari sisi yang lain. Semoga informasi ini bisa cukup valid. Kalau seandainya peran ke dunia ketiga tidak jadi terjadi, ya Anda akan tahu bahwa success before 30 analisanya cukup akurat dan mendalam dari kalimat ini. Oke, semoga sahabat SP30 mendapatkan insight yang berbeda. Sukses untuk Anda. Jangan lupa share and salam hebat luar biasa. Ev