IHSG KRITIS! Skenario "Kiamat Ekonomi" & Kenapa Indonesia Rapuh digoyang Amerika (Lihat China)
qzM5r8WqfEg • 2026-02-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Beberapa hari ini banyak sekali pengusaha-pengusaha sharing dan curhat sama saya. [musik] Pak Candra ISG ini hancur ini mau dibawa lari ke berapa? Sebelum saya [musik] menjawab, ada baiknya kita harus paham logikanya terlebih dahulu. Kenapa ISQ bisa turun tajam? [musik] Saya selalu bilang satu kalimat ini sangat berhubungan dengan Donald Trump. Kalau Anda mau tahu dari mana, kenapa kok bisa [musik] gara-gara statement Donald Trump, barulah kita bicara bahas soal MSCI [musik] dan sebagainya. Mari kita bahas setelah yang satu ini. Sahabat Entrepreneur, salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali ke acara sisi yang lain. Seperti biasa, sisi lain ini selalu membahas sesuatu yang tidak dibahas oleh media-media biasa. Tapi menurut riset yang mendalam dari Success Before 30. Kenapa ISG ambruk? Tadi saya di awal bilang ada hubungannya dengan kebijakan Trump, tapi sebetulnya ini juga didukung oleh standar dari MSCI. Apa itu MSCI? Yaitu Morgan Stanley Capital International. Nah, beliau itu sebetulnya menetapkan standar yang akhirnya membuat IASG kita itu goncang. Kita membahas akar permasalahannya. Mari kita lihat. Yang pertama adalah semangat nasionalisme itu bagus. Saya suka. Tapi dalam ekonomi dan bisnis, semangat aja enggak cukup. kita ini butuh kalkulator dan kalau kita menutup diri sekarang mengusir semua investor asing itu namanya bunuh diri ekonomi. Nah, sekarang realita ekonomi kita ini kita sangat ketergantungan sama asing. Nah, jadi ada tiga. Yang pertama itu ee kita akan jelaskan mengapa nasionalisme buta tanpa hitungan matematika [musik] itu justru membuat piring nasi kita kosong. Mari kita belajar dari China. China ini pengalamannya luar biasa. Bagaimana mereka bermain cantik, memanfaatkan uang asing terlebih dahulu baru menendang kemudian. Kita mari kita bedah. Semoga video ini juga didengar oleh para ekonom-ekonom yang ada di negeri ini ataupun yang saat ini berada di kabinetnya Pak Prabowo, kabinet merah putih bisa video saya ini dijadikan sebuah masukan dan pondasi berpikir bagi Anda semua. Jadi kalau saya mau ibaratkan pasar modal dunia bukan cuman IASG loh ya, bukan cuman Bursa Efek Indonesia. Kita bicara pasar modal dunia itu ibaratkan liga sepak [musik] bola global istilahnya kayak ya liga sepak bola global itu kayak Liga Champion lah kalau antar klub ya. Liga Champion. [musik] Nah, Liga Champion itu sekarang negaranya itu ada tiga. Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris. Kalau gini bukan sepak bola analoginya yang pertama aturannya ketat. Kedua, stadionnya harus megah, standar FIFA. Dan yang ketiga, wasit harus adil. Enggak boleh wasit itu sembarangan. Ya, banyak yang bingung loh, Pak. MSCI itu makhluk apa sih? Morgan Stanley, Capital International ini makhluk apa? Jadi kalau dia bicara kenapa satu negara bisa gemeter? Gini, bayangkan pasar modal dunia itu liga sepak MSCI itu wasit. Nah, kalau seandainya klub ini aneh-aneh, intervensi wasip out, kartu merah, pemain, pelatih official bisa di out, orang itu bisa gemeter. Nah, masalahnya uang triliunan dolar parkir di sini dengan aman. Mari kita lihat. Nah, posisi Indonesia saat ini itu baru Liga 1. [musik] Indonesia saat ini kita satu liga dengan China, India, Brazil. Jadi kayak bricks lah ya. Kita dianggap bintang baru, banyak sponsor, investor asing mau masuk tapi mereka masih hati-hati ya. pendatang barulah, klub baru. Bukan langganannya Liga Champion, tapi klub baru yang baru masuk Liga Champion. Nah, status kita ini kan pemain bintang baru, [musik] banyak sponsor asing masuk tapi hati-hati. Nah, ancamannya justru dari Liga Tarkam, liga yang di bawahnya Liga Champion ya, di bawahnya jauh bukan Liga 1, tapi Liga 4, di bawahnya Liga 4 lah kalau Liga Indonesia. Nah, masalahnya Liga Tarkam itu kan kondisi lapangannya becek, wasitnya ya asal-asalan selalu berhubungan dengan yang namanya suapmenyuap. Mereka wasitnya bisa dibeli, bisa kayak memenangkan ee laga sebelah dan sebagainya. Terus aturannya bisa berubah-rubah. Itu namanya Liga Tarkam sesuai dengan kepentingan. Karena ya namanya juga Tarkam, pemain juga dapat pemain yang hebat bisa main di Tarkam kan pasti dibayar. Ya, istilahnya kalau pemain e sepak bola atau pemain basket itu pemain bon-bonan lah ya kurang lebih gitu. Nah, juga sama wasitnya juga bon-bonan termasuk pelatihnya juga bon-bonan. Namanya juga Liga Tarkam. Nah, sekarang siapa yang Liga Tarkam ini? Ini ada tiga negara yaitu Kenya, Bangladesh, sama Pakistan. Ini kayak negara yang ya [musik] grade tig lah ibaratnya gitu. Nah, liga kampung ini kasta di bawah kita negara tiga negara tadi. Besok lapangan di sini lapangan becek, wasit sering curang. aturan berubah-berubah, sponsor malas masuk di tempat ini. Sedangkan MSCI ini kan kayak komite wasit dunia. Masalahnya adalah MSI itu sedang pegang kartu kuning diprit kemarin kartu kuning. Makanya IASG langsung goyang. Mereka bilang, "Hei, Indonesia aturan main kalian itu soal pemantauan khusus atau FCA, transparansi data itu membingungkan katanya MSCI." Kenapa? Ya, maklum namanya kan kita baru aja masuk ke liga yang lebih baru. Kalau sampai Mei 2026 kalian tidak berbenah, kalian akan kita degradasi lagi ke Liga Tarkam. Jadi aturannya itu kalau sebuah emiten dia itu kalau tidak rajin atau tidak pasti harus memberikan 15%-nya aturannya itu kan MSI itu kan 15% saham itu harus ada di pasar, harus ada di ee market. Tapi kadang-kadang kan ada banyak emiten ini curang. 90 95% saham pengendali ada di mereka. Mereka yang memainkan harga saham mereka sendiri. Market mungkin barangnya enggak dibeli kalau seolah-olah apa harga emitennya naik terus tapi padahal itu kan dimainkan sama emitennya itu sendiri. Nah, ini terpantau oleh MSI. Jadi aturan papan pemantauan ini membingungkan. Nah, kita diberikan deadline di Mei 2026. Jadi ini cukup ketat juga ini ya. sehingga mungkin ya kita harus ya samalah kalau namanya kita mau masuk ke liga lebih baik kan pasti aturan itu harus lebih mengikuti yang [musik] lebih rapi. Apakah stadion kita layak masuk Liga Champion? Ya belum ya banyak yang belumlah maksud saya tapi kalau GBK ya sudah pertandingan kelas dunia sudah atau beberapa stadion-stadion di Indonesia itu sudah memenuhi syarat. Nah masalahnya banyak stadion gak memenuhi syarat kurang vi seperti itu. Ini risiko degradasi dan capital outflow. Nah, dari mana masalahnya dana pensiun raksasa luar negeri itu punya aturan kaku dilarang investasi di Liga Tarkam. Jadi kalau kita turun kasta secara otomatis suka tidak suka mereka tuh wajib jual saham Indonesia dan bawa dolarnya kabur. Ini yang jadi problem karena aturan gak jelas. Estimasi dana yang keluar bisa 400 triliun sampai 1000 triliun dalam hitungan sekejap. Itu sama aja kayak bank itu tahun '98 dias tiba-tiba cash habis goyang YG turun. Nah, inilah ee sebuah permasalahan yang terjadi. Itulah kenapa kemarin ISG itu ambrol ya. Paham ya? Nah, saya kalau menghadapi gini saya sudah cukup sering lah. Udah pengalaman. Nah, Pak tapi kan saya enggak main saham Pak. Biarin aja asing kabur. Bodo amat. Salah besar. [musik] Kalau ratusan triliun uang asing itu pergi, efeknya bukan cuman ke aplikasi saham, tapi ke dompet Anda. Loh, kok bisa? Nah, kita bahas dampak yang pertama, rupiah hancur. Ya, kalau Anda impor enak, ekspor mati kamu. Bayangkan 2 tahun yang lalu rupiah masih diangkat. 13,5, sekarang udah sempat tembus Rp7.000. Ini masalah. Kalau importir enak, tapi ya bingung gitu loh. Kalau orang asing masuk ke Indonesia income-nya dolar, masuk Indonesia semuanya jadi serba murah. Nah, yang kasihan kan UMKM lokal, rupiah hancur, investor asing kabur. Mereka jual saham tukar rupiah ke dolar, ambrol rupiah jeblok. Ini dampak pertama. Jadi kalian jangan main-main masalah ini. Yang kedua adalah kita ini importir BBM, gandum dan kedelai. Loh, saya ulangi. Kita ini importir BBM, importir gandum dan kedele. Jadi, tempe yang kamu makan itu hampir 80 90% itu impor dari Amerika. Kalian pikir itu kalau enggak percaya kalian cek aja di tetangga kalian ada enggak petani kedele. Jarang. Kalau yang tanam beras, jagung banyak, tanam tebu banyak. Kedele jarang, ya kan? Jadi tempe kita itu sebenarnya tempe impor tapi diolah jadi tempe di Indonesia tapi kedelinya itu kedele impor. [musik] Jadi apa akibatnya? Kita ini negara importir BBM, gandum dan kedele. Kalau dolar mahal, harga tempe, mie instan, dan bensin naik drastis. Itu yang jadi masalah. Itu namanya imported inflation. Jadi yang paling dampak adalah makanan pokok kita. Tempe tahu, mie instan. Karena min instan bahannya gandum kan. Dan yang ketiga adalah bensin atau harga minyak. [musik] Itu akan fluktuatif. Nah, potensi dampak kedua adalah bunga utang negara. Oke, ini biasanya orang yang punya duit mereka tuh suka beli namanya sukuk. Mereka suka beli yang namanya ori, obligasi retail Indonesia atau sekarang namanya FR ya. Jadi negara ini menerbitkan surat namanya obligasi dengan bunga yang lebih tinggi daripada deposito. Kalau bunga utang negara naik, pemerintah butuh uang untuk bangun jalan dan bayar gaji ASN. Kalau asing enggak mau beli surat utang kita, pemerintah terpaksa menaikkan bunganya supaya laku agar pengusaha kita mau beli. Nah, itu yang jadi masalah. Ya kan? Nah, potensi dampak yang ketiga, cicilan mencekik. Ini yang bahaya. Cicilan Anda ini mencekik. Jadi gini, paling bahaya itu kalau bunga negara naik, bank otomatis menaikkan bunga kredit. Ini saya alami juga di bab salah satu anak usaha saya yang mana tiba-tiba kemarin katanya Pak Purbaya mengucurkan dana R00 triliun pemerintah RI untuk menurunkan suka bunga. Eh malah suku bunga naik kan aneh naik dari 6% ke 9% ini yang bahaya. Jadi cicilan yang biasanya Rp3 juta bisa naik R juta per bulan. 25% loh itu. Jangan main-main. Nah mau kamu tiba-tiba harga cicilan [musik] naik. Ini yang jadi problem dan biaya hidup makin mahal. Dampaknya apa? Bunga model UMKM naik, ekspansi macet, lapangan kerja hilang. Jatuhnya ISG adalah sinyal awal bahwa biaya hidup Anda sebentar lagi akan makin susah. Nah, inilah yang enggak dipahami bagi orang yang hari ini menonton video ini tapi Anda tidak ada investasi di saham sedikitp. Jadi ISG ini sebuah indikator penting bagi kelangsungan hidup ekonomi di bangsa ini. Nah, sering kita jawab komentar netizen. Kita kan bangsa kaya. Oh, enak kalau netizen memang ngomong enak. Pakai uang kita sendiri dong, berdikari. Mari kita menjadi tuan di negeri sendiri. Itu kan bahasa politisi. Mari kita buka data deh. Kalau bicara itu bukan janji-janji politik. Kita buka data. Success before 30 selalu buy data. Pemerintah baru punya target pertumbuhan ekonomi 8%. Oke, saya dukung 1000%. Yes. [musik] Siapa yang enggak kepengin ekonomi grow 8%? Tapi ini cuman sorry to say, jangan-jangan cuman omon-omon. Kalau bisa 8% kita butuh modal investasi yang besar. Kok bisa? Nah, mari kita hitung. Tabungan rakyat Indonesia total dana di bank, asuransi, celengan dan sebagainya itu hanya sekitar 37% dari PDB. Saya ulangi, 37% dari PDB. Padahal untuk naik investasi 8% itu harus butuhnya 50%. Jadi kurang 13%. Nah, 13% itu lubang dananya kalau kita hitung dirupiahkan, singkat cerita saya sudah hitung lebih kurang 4.000 triliun. 4.000 triliun enggak main-main loh. Itu siapa yang backup? Ya jelas asing. Jadi 4.000 trino enggak ada di kantong kita supaya ekonomi grow 8%. Kan kelihatan cantik itu 8%. Tabungan kita enggak cukup pilihannya cuman dua. Lupakan target 8% kita tumbuh biasa aja 5%. negara sulit maju. Kita tutup lubeng itu dengan FDI atau dana dari asing. Jadi kita berharap emiten-emiten kita itu diburu sama asing. Ya. Ya. Kita berharap seperti itu. Makanya ketika asing cabut sesaat take profit goyang ya SKG. Nah, ini soal matematika. Jadi ini bukan soal harga diri, ini soal perhitungan. Kadang realistis enggak sih 8%. Boleh optimis. Saya ini kan juga motivator growth mindset. Yes. 8% kita mau gitu. Tapi somehow kita juga harus lihat realita ya. Jadi kadang optimis dan realistis itu ada perbedaannya. Nah perbedaan inilah yang harus kita kalkulasi ulang. Tanpa uang asing mimpilah 8% itu terjadi. Jadi kadang-kadang digencot ini memang benar. Marilah kita belajar dari sang naga Republik Rakyat Tiongkok. Tapi ya memang kita jangan lupa sejarah. Kita enggak apple to app kalau bandingkan Indonesia di 2026 sama China 2026 jauh. Ini bagian paling menarik. banyak bilang, "Pak, China itu mereka berani lawan Amerika loh. Mereka berani using investor asing loh. Ekonomi tetap jalan. Ya, kita belum di level itu. Kalau mau berani ngusir. Di video saya yang lalu memang saya sudah bilang nilai tawaran Indonesia 19% karena memang ada beberapa bahan-bahan yang dibotuhkan Amerika ada di Indonesia. Jadi ini masih tarik ulur. Tapi enggak semudah itu kita langsung usir Amerika ambrol. Enggak bisa seperti itu. Tapi mari kita data berpikir menolui logis dan data. Kenapa Indonesia enggak kayak China aja? Anda lupa sejarah, Anda memeringat Indonesia yang sedang membangun dengan China yang sudah jadi raksasa 2026. Itu enggak apple to apple. Mari kita lihat sejarah China. Yang pertama adalah fase pertama spons. Fase spons menyerap itu China itu dimulai dari tahun 1978 sampai 2015. Jadi ketika China itu sejarahnya setelah revolusi budaya itu tahun 197475-an itu selesai. Nah, itu 78 dia mulai bangun menyerap dia. Tank Shoping waktu itu jelas dia mulai membangun yang namanya The New China. The New China itu sebenarnya benar-benar dimulai itu adalah tahun 90-an lah. Tank Shoping ya. Jadi apa yang dilakukan Tank Shoping? Dia buka pintu selebar-lebarnya. Ini penting. Jadi inilah yang mungkin dilakukan sama Pak Prabowo sekarang. Jadi China sudah mulai '8 setelah presiden pertamanya Mau Setung. Mau Zetung kan membikin revolusi budaya. Akhirnya enggak boleh seperti ini. Rakyat tertekan tambah miskin. Nah, tank Xiaoping buka seluas-luasnya investor asing. China mengundang pabrik asing masuk. Arus modal asing meledak hampir nol menjadi 135 miliar per tahun. Mereka menyerap teknologi, menyerap modal, menyerap lama pekerja dari asing selama 30 tahun. Ini benar. Jadi, Anda perhatikan ya. Kalau kita tengok ke belakang memang masuk akal dimulai 78 tapi benar-benar dia starting itu 85 sampai 90-an. Saya itu pernah loh ke China itu awal tahun 2000 ya. Itu China itu baru berbenah 10 tahun. Astaga. Sencen itu masih apa ya? Masih kumu ya. Memang sudah ada beberapa kota besar Sencen itu masih ya ibaratnya kayak masih kayak kayak masih kota apa ya? Kayak Bekasi gitu loh ya. Lebih bagus dikitlah kayak Cikarang lah. Tapi sekarang Serpong yang kota yang modern itu ya enggak ada apa-apanya sama Sencen. Secepat itu dia maju. Nah, inilah [musik] ini sebenarnya dari tank souping. Tank shiauping lah the new China terjadi. Sejarah kedua adalah fase du benteng. Nah, spons lewat benteng 2018 ini mulai fase benteng ini 2018 sampai sekarang. Indonesia jangan Indonesia ini masih spons jangan-jangan baru mulai atau ya sudah mulailah dari era Pak Jokowi sudah mulai ya. Moga-moga kita segera menuju ke fase benteng. Tabungan rakyatnya penuh 35% PDB. Setelah BUMN mereka menguasai ekonomi barulah di era si Jinping mereka berani bilang kami mandiri ya kan si Jinping berani nolak. Oh kalau Amerika kira kita masih butuh dia, dia juga butuh kita. Kita bersih kuku itu statement berani. Pak Prabowo berani ngomong gitu enggak boleh. Tapi Pak Probowo hebat. Ulang tahun China ke 80 tahun dia datang. Amerika diundang dia datang. Kemarin perdamaian di dunia ee Donald Trump bikin lawannya PBB. Pak Probowo datang. Nah, harus seperti itu. Kenapa kita ini nonblok dan sudah jelas kita ini tidak memihak ke manaun? Pandailah Pak Prabo main dua dua kaki. Harus seperti itu. Karena ekonomi dunia yang tidak pasti kita enggak boleh bermusuhan dengan siapapun. Kita tetap di tengah-tengah. Ini penting. Karena namanya fase spons itu kita harus hati-hati dalam melakukan gerakan. Jago. Memang Pak Prabo ini kan jenderal ya, seorang intelijen. Jadi dia paham gitu. Nah, kekuatan domestik China 98% investasi asing anjlok. Jadi, kenapa sekarang investasi ising 90% anjlok? Karena mereka tidak goyang. Jadi, kalau seandainya ada yang cabut dari investor China, mereka enggak goyang. Kenapa? Karena mereka punya cadangan domestik yang raksasa dan itu tidak dibangun dalam waktu setahun, 2 tahun dari tahun '8, Mas Bro. Jadi, pemerintah China bisa suruh BUMN borong saham kalau harga pasar jatuh. Terus pelajaran apa buat Indonesia? Pelaj Indonesia. Saat ini kan kita mirip China di tahun bukan 78 lah, 2000-an ya. Moga-moga kita bisa menjadi fase benteng itu 10 sampai ya di 2045 lah ya. Makanya itu disebut Indonesia emas. Jadi kita ini ketinggalan dulu sama China kita ketinggalan 50 tahun sekarang ya mungkin mau mau dikejarlah 20 tahun karena kolaborasi kan. China tahun 2026 kita di fase membangun kita butuh dana untuk infrastruktur hilirisasi dan pabrik. Itu yang dimulai dari eranya Pak Jokowi ya. Ada 10 tahun lahirisasi, pabrik, Freeport diambil ulang, bendungan dipasang, pelabuhan dibangun, ee bandara dibangun, jalan tol dibangun. Nah, itu China sudah bangun lama. Amerika enggak usah tanya. Tahun 0 Amerika sudah punya jalan tol, bendungan udah ada, hilirisasi sudah ada tahun 0-an. Kita loh baru mulai 2024- 2014. Baru mulai 2014. Ketinggalan berapa tahun? 45 tahun kan sama Amerika. Terlalu jauh. Nah, China sudah bangun tahun 90-an. Jadi kita ketinggalan sama China 20 tahun ya. Moga-moga Indonesia Mas 2045 itu terjadi. Kita enggak boleh sok-sokan menutup diri padahal pondasi tabungan kita belum sekuat China. Kita bukan mandiri tapi jadi bangkrut kalau sok-sokan. Makanya jadi pemimpin itu hati-hati. Tialah strategi China gunakan uang asing untuk membangun otot kita sampai suatu hari kita cukup kuat tanpa subsidi asing. Luar biasa. Tahun '98 kan kita baru saja reformasi. Kita dihidupi sama dalam tanda kutip IMF ya. Nah, nah kita kan baru lepas dari IMF ini. Nah, kita mulai belajar mandiri harus seperti itu. IMF itu kayak pinjol lah. Kalau saya bilang zaman sekarang pinjol bunganya mencekik. Nah, mirip kayak gitu. Jadi kita pelan-pelan sudah lepas dari pinjol. Baru aja lepas dari pinjol. Nah, kita sekarang menggunakan kredit murah untuk bangun negeri. Harus seperti itu. Eh, kita sudah merdeka 80 tahun loh. Motel 81 ini. Makanya masih 19 tahun lagi kita mau mengejar Indonesia emas. Jadi solusi dan mindset kita apakah Indonesia hancur? Oh, ya enggak. kita sudah jauh lebih kuat dibanding 98. Jauh jauh lebih kuat kita sekarang. Jadi kalau IASG, Pak, ada yang tanya, "Pak, ISG bisa turun sampai 6.000 enggak?" Menurut saya tidak. Ya, sekalipun Trump itu berkata apapun menurut saya tidak. Karena kita sudah punya kita enggak sangat ketergantungan lah. Jadi, pinjol dulu yang harus diasikan itu bunga mencekik kita sudah mulai bangun, kita udah APBN kita juga sudah mulai baik. Jadi apa kesimpulannya Indonesia hancur? Tidak. Tapi ancaman MSC ini sebenarnya adalah obat pahit. Sama seperti peringatan keras kartu kuning. Kalau me nanti bulan Mei masih belum dibenahi ya kita kartu merah ya degradasi kita turun ke liat tarkam. Jadi MSI menyuruh kita transparan yes menyuruh kita perbaiki aturan itu which is bagus ya namanya negara mau maju kan keuangan fundamental juga mau maju kita mau berbenah sebelum Mei 2026 kepercayaan akan puli uang asing akan masuk lebih deras seperti terjadi di Arab Saudi saat mereka reformasi pasar modalnya. Ya, ini sebenarnya sinyal positif. Apa yang harus dilakukan sekarang? Jangan panik. Kalau Anda ikut IGSG hancur, itu siklus saja. Justru saat ini darah berceceran jalan seperti kata orang bijak itu saat terbaik untuk melirik asid bagus yang lagi diskon. Waspada, cicilan. Karena ada resiko bunga naik. Saran saya cash is king. [musik] Tahan dulu berhutang konsumtif. Pastikan dana darurat Anda aman. So, yang terakhir seperti biasa bukan success before namanya kalau tidak memberikan solusi, kita selalu punya solusi yaitu tetap upgrade diri. Perbesarlah ember rezeki. Ekonomi mungkin bergejola, tapi skill mindset kita adalah aset yang enggak bisa dicuri. Kita punya sumber daya, kita punya demografi, kita perlu belajar berbenah dan strategi lebih cerdas. Kita doakan bulan Mei 2026 semoga kalau Indonesia ISG-nya Bursa Efek Indonesia memenuhi standar MSI, justru kita akan terbang. Dan kalau Anda mau tahu video berikutnya saya bahas apa, jangan lupa share video ini karena setiap video saya pasti ada korelasinya dengan video berikutnya. Dan ini seperti bersaris. Sukses untuk Anda. Salam hebat luar biasa. Yeah.
Resume
Categories