IHSG KRITIS! Skenario "Kiamat Ekonomi" & Kenapa Indonesia Rapuh digoyang Amerika (Lihat China)
qzM5r8WqfEg • 2026-02-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Beberapa hari ini banyak sekali
pengusaha-pengusaha sharing dan curhat
sama saya. [musik] Pak Candra ISG ini
hancur ini mau dibawa lari ke berapa?
Sebelum saya [musik] menjawab, ada
baiknya kita harus paham logikanya
terlebih dahulu. Kenapa ISQ bisa turun
tajam? [musik] Saya selalu bilang satu
kalimat ini sangat berhubungan dengan
Donald Trump. Kalau Anda mau tahu dari
mana, kenapa kok bisa [musik] gara-gara
statement Donald Trump, barulah kita
bicara bahas soal MSCI [musik]
dan sebagainya. Mari kita bahas setelah
yang satu ini. Sahabat Entrepreneur,
salam hebat luar biasa. Selamat datang
kembali ke acara sisi yang lain. Seperti
biasa, sisi lain ini selalu membahas
sesuatu yang tidak dibahas oleh
media-media biasa. Tapi menurut riset
yang mendalam dari Success Before 30.
Kenapa ISG ambruk? Tadi saya di awal
bilang ada hubungannya dengan kebijakan
Trump, tapi sebetulnya ini juga didukung
oleh standar dari MSCI. Apa itu MSCI?
Yaitu Morgan Stanley Capital
International. Nah, beliau itu
sebetulnya menetapkan standar yang
akhirnya membuat IASG kita itu goncang.
Kita membahas akar permasalahannya. Mari
kita lihat. Yang pertama adalah semangat
nasionalisme itu bagus. Saya suka. Tapi
dalam ekonomi dan bisnis, semangat aja
enggak cukup. kita ini butuh kalkulator
dan kalau kita menutup diri sekarang
mengusir semua investor asing itu
namanya bunuh diri ekonomi. Nah,
sekarang realita ekonomi kita ini kita
sangat ketergantungan sama asing. Nah,
jadi ada tiga. Yang pertama itu ee kita
akan jelaskan mengapa nasionalisme buta
tanpa hitungan matematika [musik]
itu justru membuat piring nasi kita
kosong. Mari kita belajar dari China.
China ini pengalamannya luar biasa.
Bagaimana mereka bermain cantik,
memanfaatkan uang asing terlebih dahulu
baru menendang kemudian. Kita mari kita
bedah. Semoga video ini juga didengar
oleh para ekonom-ekonom yang ada di
negeri ini ataupun yang saat ini berada
di kabinetnya Pak Prabowo, kabinet merah
putih bisa video saya ini dijadikan
sebuah masukan dan pondasi berpikir bagi
Anda semua. Jadi kalau saya mau
ibaratkan pasar modal dunia bukan cuman
IASG loh ya, bukan cuman Bursa Efek
Indonesia. Kita bicara pasar modal dunia
itu ibaratkan liga sepak [musik] bola
global istilahnya kayak ya liga sepak
bola global itu kayak Liga Champion lah
kalau antar klub ya. Liga Champion.
[musik] Nah, Liga Champion itu sekarang
negaranya itu ada tiga. Amerika Serikat,
Jepang, dan Inggris. Kalau gini bukan
sepak bola analoginya yang pertama
aturannya ketat. Kedua, stadionnya harus
megah, standar FIFA. Dan yang ketiga,
wasit harus adil. Enggak boleh wasit itu
sembarangan. Ya, banyak yang bingung
loh, Pak. MSCI itu makhluk apa sih?
Morgan Stanley, Capital International
ini makhluk apa? Jadi kalau dia bicara
kenapa satu negara bisa gemeter? Gini,
bayangkan pasar modal dunia itu liga
sepak MSCI itu wasit. Nah, kalau
seandainya klub ini aneh-aneh,
intervensi wasip out, kartu merah,
pemain, pelatih official bisa di out,
orang itu bisa gemeter. Nah, masalahnya
uang triliunan dolar parkir di sini
dengan aman. Mari kita lihat. Nah,
posisi Indonesia saat ini itu baru Liga
1. [musik] Indonesia saat ini kita satu
liga dengan China, India, Brazil. Jadi
kayak bricks lah ya. Kita dianggap
bintang baru, banyak sponsor, investor
asing mau masuk tapi mereka masih
hati-hati ya. pendatang barulah, klub
baru. Bukan langganannya Liga Champion,
tapi klub baru yang baru masuk Liga
Champion. Nah, status kita ini kan
pemain bintang baru, [musik] banyak
sponsor asing masuk tapi hati-hati. Nah,
ancamannya justru dari Liga Tarkam, liga
yang di bawahnya Liga Champion ya, di
bawahnya jauh bukan Liga 1, tapi Liga 4,
di bawahnya Liga 4 lah kalau Liga
Indonesia. Nah, masalahnya Liga Tarkam
itu kan kondisi lapangannya becek,
wasitnya ya asal-asalan selalu
berhubungan dengan yang namanya
suapmenyuap. Mereka wasitnya bisa
dibeli, bisa kayak memenangkan ee laga
sebelah dan sebagainya. Terus aturannya
bisa berubah-rubah. Itu namanya Liga
Tarkam sesuai dengan kepentingan. Karena
ya namanya juga Tarkam, pemain juga
dapat pemain yang hebat bisa main di
Tarkam kan pasti dibayar. Ya, istilahnya
kalau pemain e sepak bola atau pemain
basket itu pemain bon-bonan lah ya
kurang lebih gitu. Nah, juga sama
wasitnya juga bon-bonan termasuk
pelatihnya juga bon-bonan. Namanya juga
Liga Tarkam. Nah, sekarang siapa yang
Liga Tarkam ini? Ini ada tiga negara
yaitu Kenya, Bangladesh, sama Pakistan.
Ini kayak negara yang ya [musik] grade
tig lah ibaratnya gitu. Nah, liga
kampung ini kasta di bawah kita negara
tiga negara tadi. Besok lapangan di sini
lapangan becek, wasit sering curang.
aturan berubah-berubah, sponsor malas
masuk di tempat ini. Sedangkan MSCI ini
kan kayak komite wasit dunia. Masalahnya
adalah MSI itu sedang pegang kartu
kuning diprit kemarin kartu kuning.
Makanya IASG langsung goyang. Mereka
bilang, "Hei, Indonesia aturan main
kalian itu soal pemantauan khusus atau
FCA, transparansi data itu membingungkan
katanya MSCI." Kenapa? Ya, maklum
namanya kan kita baru aja masuk ke liga
yang lebih baru. Kalau sampai Mei 2026
kalian tidak berbenah, kalian akan kita
degradasi lagi ke Liga Tarkam. Jadi
aturannya itu kalau sebuah emiten dia
itu kalau tidak rajin atau tidak pasti
harus memberikan 15%-nya aturannya itu
kan MSI itu kan 15% saham itu harus ada
di pasar, harus ada di ee market. Tapi
kadang-kadang kan ada banyak emiten ini
curang. 90 95% saham pengendali ada di
mereka. Mereka yang memainkan harga
saham mereka sendiri. Market mungkin
barangnya enggak dibeli kalau
seolah-olah apa harga emitennya naik
terus tapi padahal itu kan dimainkan
sama emitennya itu sendiri. Nah, ini
terpantau oleh MSI. Jadi aturan papan
pemantauan ini membingungkan. Nah, kita
diberikan deadline di Mei 2026. Jadi ini
cukup ketat juga ini ya. sehingga
mungkin ya kita harus ya samalah kalau
namanya kita mau masuk ke liga lebih
baik kan pasti aturan itu harus lebih
mengikuti yang [musik] lebih rapi.
Apakah stadion kita layak masuk Liga
Champion? Ya belum ya banyak yang
belumlah maksud saya tapi kalau GBK ya
sudah pertandingan kelas dunia sudah
atau beberapa stadion-stadion di
Indonesia itu sudah memenuhi syarat. Nah
masalahnya banyak stadion gak memenuhi
syarat kurang vi seperti itu. Ini risiko
degradasi dan capital outflow. Nah, dari
mana masalahnya dana pensiun raksasa
luar negeri itu punya aturan kaku
dilarang investasi di Liga Tarkam. Jadi
kalau kita turun kasta secara otomatis
suka tidak suka mereka tuh wajib jual
saham Indonesia dan bawa dolarnya kabur.
Ini yang jadi problem karena aturan gak
jelas. Estimasi dana yang keluar bisa
400 triliun sampai 1000 triliun dalam
hitungan sekejap. Itu sama aja kayak
bank itu tahun '98 dias tiba-tiba cash
habis goyang YG turun. Nah, inilah ee
sebuah permasalahan yang terjadi. Itulah
kenapa kemarin ISG itu ambrol ya. Paham
ya? Nah, saya kalau menghadapi gini saya
sudah cukup sering lah. Udah pengalaman.
Nah, Pak tapi kan saya enggak main saham
Pak. Biarin aja asing kabur. Bodo amat.
Salah besar. [musik] Kalau ratusan
triliun uang asing itu pergi, efeknya
bukan cuman ke aplikasi saham, tapi ke
dompet Anda. Loh, kok bisa? Nah, kita
bahas dampak yang pertama, rupiah
hancur. Ya, kalau Anda impor enak,
ekspor mati kamu. Bayangkan 2 tahun yang
lalu rupiah masih diangkat. 13,5,
sekarang udah sempat tembus Rp7.000. Ini
masalah. Kalau importir enak, tapi ya
bingung gitu loh. Kalau orang asing
masuk ke Indonesia income-nya dolar,
masuk Indonesia semuanya jadi serba
murah. Nah, yang kasihan kan UMKM lokal,
rupiah hancur, investor asing kabur.
Mereka jual saham tukar rupiah ke dolar,
ambrol rupiah jeblok. Ini dampak
pertama. Jadi kalian jangan main-main
masalah ini. Yang kedua adalah kita ini
importir BBM, gandum dan kedelai. Loh,
saya ulangi. Kita ini importir BBM,
importir gandum dan kedele. Jadi, tempe
yang kamu makan itu hampir 80 90% itu
impor dari Amerika. Kalian pikir itu
kalau enggak percaya kalian cek aja di
tetangga kalian ada enggak petani
kedele. Jarang. Kalau yang tanam beras,
jagung banyak, tanam tebu banyak. Kedele
jarang, ya kan? Jadi tempe kita itu
sebenarnya tempe impor tapi diolah jadi
tempe di Indonesia tapi kedelinya itu
kedele impor. [musik] Jadi apa
akibatnya? Kita ini negara importir BBM,
gandum dan kedele. Kalau dolar mahal,
harga tempe, mie instan, dan bensin naik
drastis.
Itu yang jadi masalah. Itu namanya
imported inflation. Jadi yang paling
dampak adalah makanan pokok kita. Tempe
tahu, mie instan. Karena min instan
bahannya gandum kan. Dan yang ketiga
adalah bensin atau harga minyak. [musik]
Itu akan fluktuatif. Nah, potensi dampak
kedua adalah bunga utang negara. Oke,
ini biasanya orang yang punya duit
mereka tuh suka beli namanya sukuk.
Mereka suka beli yang namanya ori,
obligasi retail Indonesia atau sekarang
namanya FR ya. Jadi negara ini
menerbitkan surat namanya obligasi
dengan bunga yang lebih tinggi daripada
deposito. Kalau bunga utang negara naik,
pemerintah butuh uang untuk bangun jalan
dan bayar gaji ASN. Kalau asing enggak
mau beli surat utang kita, pemerintah
terpaksa menaikkan bunganya supaya laku
agar pengusaha kita mau beli. Nah, itu
yang jadi masalah. Ya kan? Nah, potensi
dampak yang ketiga, cicilan mencekik.
Ini yang bahaya. Cicilan Anda ini
mencekik. Jadi gini, paling bahaya itu
kalau bunga negara naik, bank otomatis
menaikkan bunga kredit. Ini saya alami
juga di bab salah satu anak usaha saya
yang mana tiba-tiba kemarin katanya Pak
Purbaya mengucurkan dana R00 triliun
pemerintah RI untuk menurunkan suka
bunga. Eh malah suku bunga naik kan aneh
naik dari 6% ke 9% ini yang bahaya. Jadi
cicilan yang biasanya Rp3 juta bisa naik
R juta per bulan. 25% loh itu. Jangan
main-main. Nah mau kamu tiba-tiba harga
cicilan [musik] naik. Ini yang jadi
problem dan biaya hidup makin mahal.
Dampaknya apa? Bunga model UMKM naik,
ekspansi macet, lapangan kerja hilang.
Jatuhnya ISG adalah sinyal awal bahwa
biaya hidup Anda sebentar lagi akan
makin susah. Nah, inilah yang enggak
dipahami bagi orang yang hari ini
menonton video ini tapi Anda tidak ada
investasi di saham sedikitp. Jadi ISG
ini sebuah indikator penting bagi
kelangsungan hidup ekonomi di bangsa
ini. Nah, sering kita jawab komentar
netizen. Kita kan bangsa kaya. Oh, enak
kalau netizen memang ngomong enak. Pakai
uang kita sendiri dong, berdikari. Mari
kita menjadi tuan di negeri sendiri. Itu
kan bahasa politisi. Mari kita buka data
deh. Kalau bicara itu bukan janji-janji
politik. Kita buka data. Success before
30 selalu buy data. Pemerintah baru
punya target pertumbuhan ekonomi 8%.
Oke, saya dukung 1000%. Yes. [musik]
Siapa yang enggak kepengin ekonomi grow
8%? Tapi ini cuman sorry to say,
jangan-jangan cuman omon-omon. Kalau
bisa 8% kita butuh modal investasi yang
besar. Kok bisa? Nah, mari kita hitung.
Tabungan rakyat Indonesia total dana di
bank, asuransi, celengan dan sebagainya
itu hanya sekitar 37% dari PDB. Saya
ulangi, 37% dari PDB. Padahal untuk naik
investasi 8% itu harus butuhnya 50%.
Jadi kurang 13%. Nah, 13% itu lubang
dananya kalau kita hitung dirupiahkan,
singkat cerita saya sudah hitung lebih
kurang 4.000 triliun. 4.000 triliun
enggak main-main loh. Itu siapa yang
backup? Ya jelas asing. Jadi 4.000 trino
enggak ada di kantong kita supaya
ekonomi grow 8%. Kan kelihatan cantik
itu 8%. Tabungan kita enggak cukup
pilihannya cuman dua. Lupakan target 8%
kita tumbuh biasa aja 5%. negara sulit
maju. Kita tutup lubeng itu dengan FDI
atau dana dari asing. Jadi kita berharap
emiten-emiten kita itu diburu sama
asing. Ya. Ya. Kita berharap seperti
itu. Makanya ketika asing cabut sesaat
take profit goyang ya SKG. Nah, ini soal
matematika. Jadi ini bukan soal harga
diri, ini soal perhitungan. Kadang
realistis enggak sih 8%. Boleh optimis.
Saya ini kan juga motivator growth
mindset. Yes. 8% kita mau gitu. Tapi
somehow kita juga harus lihat realita
ya. Jadi kadang optimis dan realistis
itu ada perbedaannya. Nah perbedaan
inilah yang harus kita kalkulasi ulang.
Tanpa uang asing mimpilah 8% itu
terjadi. Jadi kadang-kadang digencot ini
memang benar. Marilah kita belajar dari
sang naga Republik Rakyat Tiongkok. Tapi
ya memang kita jangan lupa sejarah. Kita
enggak apple to app kalau bandingkan
Indonesia di 2026 sama China 2026 jauh.
Ini bagian paling menarik. banyak
bilang, "Pak, China itu mereka berani
lawan Amerika loh. Mereka berani using
investor asing loh. Ekonomi tetap jalan.
Ya, kita belum di level itu. Kalau mau
berani ngusir. Di video saya yang lalu
memang saya sudah bilang nilai tawaran
Indonesia 19% karena memang ada beberapa
bahan-bahan yang dibotuhkan Amerika ada
di Indonesia. Jadi ini masih tarik ulur.
Tapi enggak semudah itu kita langsung
usir Amerika ambrol. Enggak bisa seperti
itu. Tapi mari kita data berpikir
menolui logis dan data. Kenapa Indonesia
enggak kayak China aja? Anda lupa
sejarah, Anda memeringat Indonesia yang
sedang membangun dengan China yang sudah
jadi raksasa 2026. Itu enggak apple to
apple. Mari kita lihat sejarah China.
Yang pertama adalah fase pertama spons.
Fase spons menyerap itu China itu
dimulai dari tahun 1978
sampai 2015. Jadi ketika China itu
sejarahnya setelah revolusi budaya itu
tahun 197475-an
itu selesai. Nah, itu 78 dia mulai
bangun menyerap dia. Tank Shoping waktu
itu jelas dia mulai membangun yang
namanya The New China. The New China itu
sebenarnya benar-benar dimulai itu
adalah tahun 90-an lah. Tank Shoping ya.
Jadi apa yang dilakukan Tank Shoping?
Dia buka pintu selebar-lebarnya. Ini
penting. Jadi inilah yang mungkin
dilakukan sama Pak Prabowo sekarang.
Jadi China sudah mulai '8 setelah
presiden pertamanya Mau Setung. Mau
Zetung kan membikin revolusi budaya.
Akhirnya enggak boleh seperti ini.
Rakyat tertekan tambah miskin. Nah, tank
Xiaoping buka seluas-luasnya investor
asing. China mengundang pabrik asing
masuk. Arus modal asing meledak hampir
nol menjadi 135 miliar per tahun. Mereka
menyerap teknologi, menyerap modal,
menyerap lama pekerja dari asing selama
30 tahun. Ini benar. Jadi, Anda
perhatikan ya. Kalau kita tengok ke
belakang memang masuk akal dimulai 78
tapi benar-benar dia starting itu 85
sampai 90-an. Saya itu pernah loh ke
China itu awal tahun 2000 ya. Itu China
itu baru berbenah 10 tahun. Astaga.
Sencen itu masih apa ya? Masih kumu ya.
Memang sudah ada beberapa kota besar
Sencen itu masih ya ibaratnya kayak
masih kayak kayak masih kota apa ya?
Kayak Bekasi gitu loh ya. Lebih bagus
dikitlah kayak Cikarang lah. Tapi
sekarang Serpong yang kota yang modern
itu ya enggak ada apa-apanya sama
Sencen. Secepat itu dia maju. Nah,
inilah [musik] ini sebenarnya dari tank
souping. Tank shiauping lah the new
China terjadi. Sejarah kedua adalah fase
du benteng. Nah, spons lewat benteng
2018 ini mulai fase benteng ini 2018
sampai sekarang. Indonesia jangan
Indonesia ini masih spons jangan-jangan
baru mulai atau ya sudah mulailah dari
era Pak Jokowi sudah mulai ya. Moga-moga
kita segera menuju ke fase benteng.
Tabungan rakyatnya penuh 35% PDB.
Setelah BUMN mereka menguasai ekonomi
barulah di era si Jinping mereka berani
bilang kami mandiri ya kan si Jinping
berani nolak. Oh kalau Amerika kira kita
masih butuh dia, dia juga butuh kita.
Kita bersih kuku itu statement berani.
Pak Prabowo berani ngomong gitu enggak
boleh. Tapi Pak Probowo hebat. Ulang
tahun China ke 80 tahun dia datang.
Amerika diundang dia datang. Kemarin
perdamaian di dunia ee Donald Trump
bikin lawannya PBB. Pak Probowo datang.
Nah, harus seperti itu. Kenapa kita ini
nonblok dan sudah jelas kita ini tidak
memihak ke manaun? Pandailah Pak Prabo
main dua dua kaki. Harus seperti itu.
Karena ekonomi dunia yang tidak pasti
kita enggak boleh bermusuhan dengan
siapapun. Kita tetap di tengah-tengah.
Ini penting. Karena namanya fase spons
itu kita harus hati-hati dalam melakukan
gerakan. Jago. Memang Pak Prabo ini kan
jenderal ya, seorang intelijen. Jadi dia
paham gitu. Nah, kekuatan domestik China
98% investasi asing anjlok. Jadi, kenapa
sekarang investasi ising 90% anjlok?
Karena mereka tidak goyang. Jadi, kalau
seandainya ada yang cabut dari investor
China, mereka enggak goyang. Kenapa?
Karena mereka punya cadangan domestik
yang raksasa dan itu tidak dibangun
dalam waktu setahun, 2 tahun dari tahun
'8, Mas Bro. Jadi, pemerintah China bisa
suruh BUMN borong saham kalau harga
pasar jatuh. Terus pelajaran apa buat
Indonesia? Pelaj Indonesia. Saat ini kan
kita mirip China di tahun bukan 78 lah,
2000-an ya. Moga-moga kita bisa menjadi
fase benteng itu 10 sampai ya di 2045
lah ya. Makanya itu disebut Indonesia
emas. Jadi kita ini ketinggalan dulu
sama China kita ketinggalan 50 tahun
sekarang ya mungkin mau mau dikejarlah
20 tahun karena kolaborasi kan. China
tahun 2026 kita di fase membangun kita
butuh dana untuk infrastruktur
hilirisasi dan pabrik. Itu yang dimulai
dari eranya Pak Jokowi ya. Ada 10 tahun
lahirisasi, pabrik, Freeport diambil
ulang, bendungan dipasang, pelabuhan
dibangun, ee bandara dibangun, jalan tol
dibangun. Nah, itu China sudah bangun
lama. Amerika enggak usah tanya. Tahun 0
Amerika sudah punya jalan tol, bendungan
udah ada, hilirisasi sudah ada tahun
0-an. Kita loh baru mulai 2024- 2014.
Baru mulai 2014. Ketinggalan berapa
tahun? 45 tahun kan sama Amerika.
Terlalu jauh. Nah, China sudah bangun
tahun 90-an. Jadi kita ketinggalan sama
China 20 tahun ya. Moga-moga Indonesia
Mas 2045 itu terjadi. Kita enggak boleh
sok-sokan menutup diri padahal pondasi
tabungan kita belum sekuat China. Kita
bukan mandiri tapi jadi bangkrut kalau
sok-sokan. Makanya jadi pemimpin itu
hati-hati. Tialah strategi China gunakan
uang asing untuk membangun otot kita
sampai suatu hari kita cukup kuat tanpa
subsidi asing. Luar biasa. Tahun '98 kan
kita baru saja reformasi. Kita dihidupi
sama dalam tanda kutip IMF ya. Nah, nah
kita kan baru lepas dari IMF ini. Nah,
kita mulai belajar mandiri harus seperti
itu. IMF itu kayak pinjol lah. Kalau
saya bilang zaman sekarang pinjol
bunganya mencekik. Nah, mirip kayak
gitu. Jadi kita pelan-pelan sudah lepas
dari pinjol. Baru aja lepas dari pinjol.
Nah, kita sekarang menggunakan kredit
murah untuk bangun negeri. Harus seperti
itu. Eh, kita sudah merdeka 80 tahun
loh. Motel 81 ini. Makanya masih 19
tahun lagi kita mau mengejar Indonesia
emas. Jadi solusi dan mindset kita
apakah Indonesia hancur? Oh, ya enggak.
kita sudah jauh lebih kuat dibanding 98.
Jauh jauh lebih kuat kita sekarang. Jadi
kalau IASG, Pak, ada yang tanya, "Pak,
ISG bisa turun sampai 6.000 enggak?"
Menurut saya tidak. Ya, sekalipun Trump
itu berkata apapun menurut saya tidak.
Karena kita sudah punya kita enggak
sangat ketergantungan lah. Jadi, pinjol
dulu yang harus diasikan itu bunga
mencekik kita sudah mulai bangun, kita
udah APBN kita juga sudah mulai baik.
Jadi apa kesimpulannya Indonesia hancur?
Tidak. Tapi ancaman MSC ini sebenarnya
adalah obat pahit. Sama seperti
peringatan keras kartu kuning. Kalau me
nanti bulan Mei masih belum dibenahi ya
kita kartu merah ya degradasi kita turun
ke liat tarkam. Jadi MSI menyuruh kita
transparan yes menyuruh kita perbaiki
aturan itu which is bagus ya namanya
negara mau maju kan keuangan fundamental
juga mau maju kita mau berbenah sebelum
Mei 2026 kepercayaan akan puli uang
asing akan masuk lebih deras seperti
terjadi di Arab Saudi saat mereka
reformasi pasar modalnya. Ya, ini
sebenarnya sinyal positif. Apa yang
harus dilakukan sekarang? Jangan panik.
Kalau Anda ikut IGSG hancur, itu siklus
saja. Justru saat ini darah berceceran
jalan seperti kata orang bijak itu saat
terbaik untuk melirik asid bagus yang
lagi diskon. Waspada, cicilan. Karena
ada resiko bunga naik. Saran saya cash
is king. [musik]
Tahan dulu berhutang konsumtif. Pastikan
dana darurat Anda aman. So, yang
terakhir seperti biasa bukan success
before namanya kalau tidak memberikan
solusi, kita selalu punya solusi yaitu
tetap upgrade diri. Perbesarlah ember
rezeki. Ekonomi mungkin bergejola, tapi
skill mindset kita adalah aset yang
enggak bisa dicuri. Kita punya sumber
daya, kita punya demografi, kita perlu
belajar berbenah dan strategi lebih
cerdas. Kita doakan bulan Mei 2026
semoga kalau Indonesia ISG-nya Bursa
Efek Indonesia memenuhi standar MSI,
justru kita akan terbang. Dan kalau Anda
mau tahu video berikutnya saya bahas
apa, jangan lupa share video ini karena
setiap video saya pasti ada korelasinya
dengan video berikutnya. Dan ini seperti
bersaris. Sukses untuk Anda. Salam hebat
luar biasa. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:12:17 UTC
Categories
Manage