LG8T HARUS DI B*NUH ?? JERI TAUFIK ADU DEBAT SANTRI !!
PF_RiLL7kNw • 2020-05-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Gini gini taruh yang waktu di Palu ya.
Yang waktu di Palu
itu aneh dengarnya itu karena di sana
banyak yang namanya LGBT.
Lu bisa bertanggung jawab. Lu bisa
bertanggung jawab atas atas statement lu
ya. Ini direkam
enggak? Tapi lu tidak mempunyai solusi.
Masa iya kita membiarkan saudara-saudara
kita yang e LGBT ini mati gitu aja kan
enggak mungkin.
Gua pribadi enggak nganggap saudara P
gua. Baik.
Ngangkap saudara.
Ngangkap saudara ya. Oke.
Iya.
Gua bukannya santri alay man. Gua santri
gaul.
Berarti santri gaul itu boleh berkata
kasar.
Lu ngelihatnya cuma ustaz-ustaz yang ini
sih yang apa yang lemah gemulai gitu
yang ngomong-ngomongnya
yang ngomongnya kayak gimana.
Oh berarti berarti ada ustaz yang
ngomong kotor.
Oh banyak. Ada.
Jangankan ngomong bego. Ada kok yang
ngomong bangsat.
Yo, Geng, tekan tombol subscribe, Geng.
Eh, yo, what's good? Welcome back to
Kamar Jerry,
[Musik]
geng, geng. Hari ini gua diajak
berdiskusi oleh salah satu santri viral,
ya kan? Santri viral yang dia sempat
mengkritik para pengkritik gitu ya, para
pengkritik Ferdian Paleka dan dia
mengajak gua untuk berdiskusi karena gua
salah satu orang yang tidak mendukung,
tidak men-support Verdian Paleka. So,
dia sebagai orang yang mendukung Fian
Paleka dengan segala kejahatan ininya
ya, kejahatan moralnya gitu ya, mengajak
gua untuk berdiskusi kenapa sih gua
malah mendukung warya katanya gitu. Oke,
kita akan beritahu si Babang Tamfan ini
bahwasanya kita tidak mendukung warya
gitu ya. Akan kita berdiskusi. Nah, dari
tadi ini agak ribet nih, Geng. Dari tadi
tuh ada per bukan perseteruan sih, ini
ada beberapa kali nih dia minta kalau
dia penginnya itu live di IG-nya dia
duluan supaya teman-temannya tahu
sementara IG-nya private. Oke, dia sudah
live. Oke, geng, kita masuk ke live-nya
dia sekarang, ya. Eh, sor sori sori.
Wah, udah pakai peci dia. Oke, oke, gua
matiin yang ini ya. Kita masuk ke live
dia. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Oke, salam kenal dulu nih, Bro. Nama gua
Jerry.
Siap. Siap. Siap. Oke, e mungkin kita
jangan mulai dulu ya. Kita tunggu dulu e
beberapa teman-teman kita masuk ke sini.
Jadi supaya obrolan kita ini disaksikan
oleh teman-teman lah gitu ya.
Siap. Siap.
Baik ya.
Ya. Siap.
Gua juga pesantren nih.
Sebentar. Tadi udah lumayan ramai yang
masuk soalnya. Jadi kita tunggu dulu. Oh
i Bro. Sebelumnya gua minta izin dulu
sama lu nih, Bro ya. Kalau e obrolan
kita ini direkam, dicord aman ya?
Iya, enggak apa-apa. Enggak apa-apa.
Enggak apa-apa ya. Oke, alhamdulillah.
Oke. Oke. Kayaknya nih sudah lumayan
ramai nih yang ini yang masuk ya. Waduh,
jaringan jaringan ente nih, Bro.
Jaringan
jaringan ente. Agak agak ini nih, Bro.
Agak apa namanya?
Habis hujan soalnya. Habis hujan di
sini. Hujan.
Oh, lagi hujan. Aduh, gimana itu? Gimana
caranya? Ini enggak mungkin nih kita
berdiskusi nanti salah paham takutnya
nanti.
Enggak, enggak. Suaranya jelas kok.
Jelasin
suara maksudnya suara suara brownya ke
gua agak ini. Ke penonton juga agak ini
agak kurang jelas ini.
Aduh,
gimana pakai wifi woi? Itu yang komen
ngunjak amat. Yang komen ngunjak amat
itu.
Eh, ja. Ja. Aduh, astagfirullahalazim,
Bro. Jangan di jangan ditanggepin, Bro.
Orang ee komenter tuh biasa. Biarin aja.
Kita nih antara kita berdua aja.
Siap, siap. Siap.
Heeh.
Entarah kita berdua aja ya
sebentar. Ah, ini ah ini baru baru baru
baru aman nih ya. Oke,
bismillahirrahmanirrahim ya.
Asalamualaikum teman-teman ya. Jadi ini
ceritanya ee saya dengan lu panggilannya
siapa, Bro?
Rusdi aja. itu Rusdi.
Oh, Rusdi ya. Ee oke ee saya dengan
Rusdi ini agak berselisih paham masalah
kejadian ee Ferdian Paleka gitu ya. Kita
beda pemahaman gitu ya. Dan ee di awal
tuh Bro ee di apa namanya? di
YouTube-nya, Bro berkata kalau Bro
setuju gitu ya, mendukung Ferdian Paleka
untuk melakukan prank yang bersifat
bully ya menurut saya ya, bersifat bully
terhadap si ee para waria gitu ya. Dan
pada akhirnya eh dampaknya adalah ee
menuai sebuah kontroversi termasuk di
saya gitu. ee saya mere eh me-react
video Bro eh dan saya berkata di situ
saya agak kurang setuju dengan ee sikap
dan cara Bro menyampaikan pesan. Tapi
saya tidak membantah apa yang ee apa
yang Bro katakan secara apa ya ee hukum
Islam gitu ya ee sesuai dengan ee
Al-Qur'an e apa Al-Qur'an dan hadis
sesuai dengan fikih gitu ya. saya tidak
membantah. Nah, ee saya sempat membaca
gitu ya, Bro tersinggung gitu dengan apa
ee dengan konten saya sampai Bro bilang
saya goblok dan segala macam. Nah, baik.
Hari ini mari kita buka dengan ee saya
mempersilakan Bro untuk berbicara apapun
dari konten saya. Karena kan saya sudah
me-react konten Bro. Sekarang giliran
Bro me-react konten saya. apapun
statement Bro saya akan dengar tanpa
saya potong sama sekali. Silakan.
Tadi aduh.
Heeh.
Tadi aneh lupa lagi ente di video
ngomong apa. Oh,
agak lupa ya saya ber ee bentar kita
putar mau mau mau kita dengar.
Iya iya ya.
Oke sebentar ya ee kita putar ya video
saya ya yang e me-react eh siapa
namanya? Eh brother Rusdi ya kan? Nama
lu Iem?
Hah? Nama lu I?
IM maksudnya I.
Oh, I
IM tadinya terus
gua biasa keblokir jadi gua ganti aja
pakai E.
Oh, I ya. Ya, buat teman-teman jangan
gua blokir dia lagi.
Niat dia baik. Nah, ini kita dengar ya.
Tahu ngomong itu hukumannya.
Heeh. Sambil kita nonton
terbunin dari atas gedung yang paling
tertinggi lalu dilemparin pakai takut
sampai
yo geng. Eh, gimana sih? Sori, sori.
Kita kasih lihat dari HP aja kali ya.
Play dari HP ya. Heeh. Dari HP ya.
Biar biar lebih gampang ya. Buat
teman-teman yang sudah nonton, nonton
dua kali enggak apa-apa ya. Supaya ini
ee bisa lurus lah gitu ya. Tidak ada
salah paham gitu.
Bismillah. Mana sih? Eh, oke.
B atau kaum.
Oke. Wait.
Ah.
Hm. Dik, tolong pegang, Dek, dari sini,
Dek. Boleh enggak?
Tolong pegang dari sini.
Heeh. Oke.
Heeh. Sip. Dari situ ya kita play.
Bismillah.
Itu hukumannya dibunuh.
Nah, pegang dari atas yang paling
penting
ya. Agak ini aja. Cepetin. Cepetin di
pertengahan.
Di pertengahan ya.
Tombol.
Iya.
Oke.
Masih.
Nah, dari sini aja. Dari sini aja.
atau kayak begitu tapi ditek dulu
baru dibikin tarik pakai batu sampai
mati.
Heeh.
Bagaimana mungkin kita mau bela gitu?
Apalagi buat kalian yang yang ngeslim
yang beragama muslim.
Iya
karena capek-capek membela tersebut.
Oke.
Oke. Gua sudah nonton full videonya.
Jadi di video ini gua cut aja ya. Gua
cut pendek. Buat kalian yang penasaran
banget sama videonya, kalian bisa
searching di YouTube banyak banget
videonya. buat kalian nonton dulu,
kalian boleh nonton dulu terus balik
dulu ke sini terus kita bahas gitu ya.
Kalau sudah, ayo mari kita bahas. Oke,
geng. Pertama, pertama tidak ada yang
membela bencok di sini. Tidak ada yang
membela bencok. Gua harus melihat dari
sudut pandang yang berbeda, Bro. Santri,
gua sangat respect sama lu. Gua sangat
hormat sama lu. Lu adalah salah satu
orang yang masih dari ribuan orang
muslim di dunia, ya kan? Lu orang yang
masih mau mendalami ilmu agama, masih
mau menjadi santri. Gua salut banget
sama lu karena di era sekarang anak-anak
miliknya ya udah jarang gitu yang mau
ikut pengajian ya kan ikut belajar
agama. Astagfirull.
Awas sayang.
Speakernya aja bro di iniin dekatin
ya. Ya. Ya. Gimana gimana gimana? Entar
entar. Kenapa? Kenapa?
Hah?
Speakernya yang didekatin speakernya.
Gua enggak
enggak dengar. Oke oke oke. Oh
speakernya ya. Tunjukin speakernya.
Gunakan akal pikirannya dengan
berhati-hati ya kan. Berbicara lemah
lembut memandang dari sisi yang baik
gitu. Lu jangan apa-apa tuh memandang
dari sisi saja. Tidak ada yang membela
bencong di sini. Kita tuh membela
manusia. Bro, lu gini deh, kejadian
misalkan nih, oke kita balikkan.
Misalkan, ya. Kejadian ini tidak terjadi
sama bencong. Kejadian ini terjadi sama
mak lu. Misalkan gua contohin aja mak
lu. Mak lu cewek tiba-tiba mak lu lagi
misalkan ya di jam segitu bilanglah
belum pulang ke rumah habis beli apa?
Stop bro. Bro stop.
I ya ya. Siap siap siap. Oke oke stop
dek stopin dong ya Allah.
Ah, gimana gimana gimana? Gimana?
Lu kan tadi bilang ente kan tadi bilang
bahwasanya kalau misalkan misalkan yang
diprank itu maneh misalkan kan.
Iya. Iya. Heeh.
Gini gini bro. Kalau misalkan si perdian
tersebut nge-prank
ibu-ibu atau bapak-bapak atau anak kecil
tidak ada bencongnya maksudnya itu.
Tidak ada bencongnya, tidak ada
wariannya. Itu enggak bakalan aneh bikin
video. Enggak bakalan aneh bikin video.
Catat ya.
Iya. Catat. Oke.
Makanya aneh bikin video itu khusus cuma
ibaratkan suka aja dengan si perdian
tersebut yang nginiin ini. Jadi intinya
kalau misal jangan jangan bilang kalau
misalkan emang di-prank gimana misalkan
bapak lu yang diprank itu bukan bukan
ini maksudnya enggak bakalan aneh
misalkan bikin video misalkan yang
diprank mah cuma itu doang.
Siap. Oke
lanjut lanjut
lanjut ya. Lanjut lanjut. Gua jawab dulu
boleh gak?
Ya udah bebas.
Ah, gua jawab ya, Bro. Di konten lu itu
lu e lu mengkritisi orang-orang.
Mengkritisi orang-orang. Lu bilang,
"Untuk apa kalian membela bencong?" Lu
bilang gitu. Sementara kami-kami ini
tidak membela bencong, Bro. Yang bela
yang kami bela adalah sisi
kemanusiaannya, gitu.
Sekarang yang gua tanya sama lu ya,
apakah menurut lu bencong itu tidak
pantas hidup?
Bro, enggak persepsi pribadi loh. Oke.
Kemanusiaan sama agama itu di atas mana?
Lebih di atas mana agama sama
kemanusiaan. Kalau ente ngomongin
kemanusiaan
eh dengar ya. Kalau misalkan ente
masalah nginiin kemanusiaan di hukum
Islam itu para penghina agama dipenggal.
Itu kemanusiaan bukan?
Kalau misalkan dihitung dari sisi dari
sisi HAM ya itu sangat melanggar. Tapi
kalau misalkan di syariat itu enggak
apa-apa. Jadi ente lebih milih mana?
Syariat apa nginiin kemanusiaan? Coba
mikir.
Tergantung konteksnya. Tergantung
konteksnya kalau menurut gue
mikir.
Oke gua mikir. Oke ini gua kasih e
sebuah
sebuah cerita sama lu ya. Ini kenapa
nih? Ini jaringannya agak nge-lag. Sor
aman ya jaringannya.
Amanil
sinyal sinyal bang. Sinyal. Sinyal,
sinyal, sinyal, sinyal. Audio hilang.
Suaranya hilang. Suaranya hilang.
Aud hilang.
Ee, Bro, live ulang. Live ulang ulang.
Oke, ini kayaknya udah udah cukup nih.
Udah cukuplah, Teman-teman semua udah
pada masuk. Oke, gua sambung yang tadi
ya. E, gua kat aja bagian ceritanya.
Langsung ke sini aja deh. Eh, bukankah
di dalam agama Islam itu kita diajarkan
untuk memanusiakan manusia, Bro?
Bukannya kita diajarkan untuk saling
memaafkan adanya pintu tobat itu apakah
tidak El perhitungkan gitu,
Bro? Di dalam
ini permasalahannya adalah lihat dulu
ini kita lagi mau lagi ngebahas apaan?
Misalkan ini kita lagi ngebahas adalah
kaum yang menyukai sesama jenis.
Siap.
Baik. Jadi jangan jangan ngomong masalah
kemanusiaan, Bro.
Iya. Oke.
Allah aja nih.
Allah aja nih Tuhan kita. Ya, Tuhan kita
aja kan udah jelas melaknat, Bro.
Iya. Melaknat. Iya.
Nah, Tuhan kita melaknat para penyuka
sesama jenis itu bukan cuma di akhirat
melainkan di dunia juga langsung diajak.
Baik.
Pernah kali dengar cerita kaum Sodom,
kaum Luth, kaum ini?
Iya, pernah. Pernah. Oke.
Nah, itu dia. Makanya jadi enggak usah
ngebahas masalah kemanusiaan.
Siap. Allah aja Tuhan kita ini
ngelarang. Iya benar itu ngelarang. Gua
setuju kok di YouTube gua juga gua
bilang ee gua setuju akan hal itu. Gua
tidak membantah itu ya. Karena ee
sebagai seorang muslim
sudah seharusnya gua meyakini mengimani
apa yang sudah ada di dalam Al-Qur'an.
Benar banget. Nah, yang jadi pertanyaan
gua ya
lu solusi lu untuk untuk waria ini apa?
Kalau misalkan lu sudah berpedoman pada
itu terus lu sangat-sangat gua lihat
sangat-sangat membenci waria apa apa
solusi lu gitu?
Enggak, Bro. Jadi kan di video itu gua
cuma cuma berpendapat gitu. Maksudnya di
video yang gua buat itu gua cuma
menyatakan bahwasanya gua suka gua suka.
Oke.
Maksudnya suka perlakuan siapa namanya?
Si Perdian itu. Jadi itu doang. Ibarat
kan lu suka sesuatu terus lu ungkapin
gitu. Intinya gitu aja men. apa
masalahnya gitu maksudnya kan
enggak gua kita boleh putar kali ya
punya dia ya ele lu nge-judge lu
nge-judge kita-kita semua
ya
bahwasanya kita itu membela banci
dong lu bilang apakah kalian pengin jadi
banci kenapa kalian membela kaum banci
kan itu yang lu bilang yang lu sebut
giniilah gini gini bro gini bro gua
malah ng jawab gini
oke oke kita putar
cukup Allah kalian itu apa sih hah
kalian itu manusia yang benar-benar
parah ngebela bencong.
Astagfirullahalazim.
Bencong sih dibela. Emang kalian mau
jadi bencong? Hah?
Oke. Coba apa-apa gini? Heeh.
Kalau misalkan kita pikir ya
iya
seberapapun buruk dosa seseorang, mau
itu dia suka mabuk, mau itu dia suka
zinah, atau sama perempuan lain
misalkannya, itu dia lebih baik daripada
penyuka sesama jenis. catat itu
karena itu haknya udah hakikatnya udah
beda,
udah punya konteks lain lagi maksudnya
kalau dia ada dari apa dari segi agama
kalau misalnya apa penyuka sesama jenis.
Jadi misalkan taruhlah si Ferdian ini.
Oke.
Dia tukang tukang maksudnya tukang
berbuat maksiat gitu kan. Benar enggak
ya kan?
Heeh. Heeh. dilawanin sama penyuka
sesama jenis. Kira-kira kira lebih lebih
milih mana nih? Ibaratkan begitu loh.
Lebih milih mana diibaratkan?
Bukan lebih milih mana sih bukan lebih
bukan
misalkan kalau misalkan kalian semua apa
namanya ngebela yang apa penyuka sesama
jenis berarti kalian parah. Makanya saya
mengatakan berarti kalian apa memihak
kepada
kaum Lut ibaratkan. Jadi seperti itu,
Bro. Oke, berarti ee gini ya,
gua percoba sih kayaknya jawaban lu ke
mana-mana nih. Gua cuman gua cuma yang
gua maksud kenapa lu menuduh kita
membela banci gitu
ya? Karena lu enggak di pihak maksudnya
karena lu.
Oke. Oke. Karena gua enggak di pihak
Ferdian. Oke. Baik, baik oke baik.
Intinya gini loh, gua mau mengajak
kalian untuk mendukung si Perdian.
Mikirlah coba kalau mau ngebela coba.
Saya sangat mengecam keras terhadap
netizen yang nge-bully, yang malah
nge-bully si Ferdian ini. Udahlah,
justru saya saya pribadi mendukung
mendukung apa yang dilakukan si Ferd
Ferdian Paleka. Iya, kalau tidak salah
itu namanya. enggak mengajak sama sekali
nih buat para netizen. Gua enggak nyuruh
lu semua pada memihak ke si Perdian.
Cuma di sini adalah konteksnya
bahwasanya gue ini cuma menyampaikan
gitu rasa suka gua terhadap si Perdian
yang telah
menghinakan kaum Lut ibaratkan.
Oke, jadi seperti itu.
Gua kira gua kira suka yang lain. Oke,
ya udahlah ya. Ee biarkan biarkan
netizen yang menilai ya dari atas
jawaban lu ini. Karena kalau kita
berdebatkan enggak akan ada akhirnya ya
kan. Oke. Eh, tadi lu bilang bahwasanya
e oke gua gua bertanya sama lu ya,
karena el sangat menghinakan kaum kaum
apa? Kaum Lut ini. War ini.
Jangankan gua, jangankan gua, Allah aja
melaknat.
Enggak, enggak, enggak, enggak. Kita
bahas elu dulu. Kita bahas gua gua
paham, gua paham. Semua semua umat Islam
di bumi ini memahami itu. Di dalam ee
Quran dan hadis dikatakan bahwasanya
warya itu tidak pantas hidup di bumi.
Tidak ada tempat di bumi. Harus di ee
harus dijatuhkan dari gunung tertinggi
di kota itu. Lalu dirajam. Benar enggak?
Itu kalau ketahuan, kalau terciduk.
Iya iya B gua. Iya iya paham. Maksud gua
aturannya seperti itu kan
gua gis sendiri nih.
Ya aturannya seperti itu. Oke. Baik. Eh,
sekarang kita hidup di Indonesia.
Iya dong. Kita hidup di Indonesia.
Kita kita hidup di bumi Allah.
Di bumi Allah. Tepatnya di Indonesia
di negara NKRI gitu kan.
Gua pengin tanya sama lu, apa solusi lu
untuk kaum banci ini? Selain lu mengajak
orang untuk nge-bully mereka, menjauhi
mereka, apa solusi lu?
Solusi lu apa?
Solus solusi gua ya.
Iya. Ya, enggak enggak usah gua kasih
solusi, Men. Enggak usah gua kasih
solusi. Intinya begini loh. Eh, begini.
Masyarakat itu udah pada tahu bahwasanya
kaum penyuka sesama jenis yang biasa gua
gua enggak nyebutin ini ya, maksudnya
enggak nyebutin karakter dia ya
maksudnya takutnya nanti tersinggung
nanti gua diiniin lagiah. Enggak intinya
gua gua cuma nyebutnya penyuka sesama
jenis aja gitu ya. Kaum Lut lah.
Oke. Kaum Lut aja ya gua nyebutnya kaum
Lut.
Oke. Baik.
Jadi gini. gini.
Oke.
Kalau misalkan
eh tadi gua lupa kalau ngomong apalah.
Ee intinya gini, Bro. Bro, gua gua gua
cukup singkat pertanyaan gua dari
statement el yang lu bilang, untuk apa
kalian membela warya itu, bencong itu?
Kalian mau jadi bencong? Allah saja
melarang. Oke, Allah melarang. Yang gua
tanya, apa solusinya?
Apa solusinya untuk kita rakyat
Indonesia harus kita apakan benci itu?
Itu yang gua tanya.
Mau gimana lagi?
Karena mereka tuh bandel
kan ini bulan
suci Ramadan.
Bulan suci Ramadan gitu.
Harusnya beribadah.
Justru di saat lu ngomong ini bulan suci
Ramadan, di saat itu juga lu seharusnya
kalau memang lu kasihan sama si
banci-bancinya, berilah bantuan yang
sebenar-benarnya. Karena kenapa? Lu
lihat kan tadi ketika lu ngasih dia
bantuan, dia pulang, dia enggak kerja di
malam itu. Itu seedaknya lu mengurangi
maksiat di malam itu, gitu. Kalau lu
memang posisinya peduli dengan ini bulan
suci Ramadan gitu, bukan malah lu ngasih
sampah. Dengan lu ngasih sampah
sementara dia semalam enggak kerja, Men,
enggak punya uang. Paginya dia mau makan
apa? Kayak
gini gini gini gini.
Enggak usah nanya solusi ke aneh ke gua
ya. Enggak usah nanya solusi ke gua.
Kita lihat aja. Kita lihat aja.
Heeh.
Kaum Lut. Eh, kaum Lut enggak enak amat
kaum Lutnya. Kaum Sodom aja. Kaum
sodomak. Enggak apa. Kaum Lut aja. Kaum
Lut. Kaum Lut
enggak? Kaum Sodom aja biar enak. Kaum
Sodom. Sodom. Baik.
Kaun Sodom itu ya.
Oke. Oke.
Itu meresahkan masyarakat apa enggak?
Itu tuh. Coba pikir baik-baik. Menurut
menurut NT aja nih. Coba meresakan
Om Sodom. Meresakan masyarakat ee taraf
tergantung tarafnya. Kalau dibandingkan
apa dulu?
Aduh. Aduh.
Ya. Ya. Dengan adanya penyuka penyuka
lagi dengan adanya kaum sodom ente
merasa merasa ini enggak maksudnya apa
tadi?
Terganggu. Meresahkan.
Nah. I. Resahkan.
Merasa enggak?
Jujur. Jujur. Jujur. Jujur selama dia
tidak
ee jujur. Entar teman lu berisik banget.
Jujur selama dia tidak mengganggu gua,
selama dia tidak tidak e em e menyenggol
gua menurut gua, gua enggak ada masalah
sama mereka
karena mereka manusia.
Enggak ada masalah karena mereka
manusia.
Iya, karena mereka manusia.
Bagi gua pribadi
masalah. Masalah
bagi gua pribalahah. Kenapa?
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Kaum wait.
Oke oke oke. Gimana gimana? Oke coba
coba coba. Kaum Sodom. Kenapa
kaum Sodom?
Baik.
Nih intinya gini gini gua jelasin gini.
Walaupun kita tidak walaupun kita tidak
berbuat maksiat entah itu berzina mabuk
tapi kalau semakin banyak ada orang yang
berbuat maksiat di suatu negeri nih
taruhlah di negeri Indonesia. Maka
diajab sama Allah. Kalau diajab yang
mati siapa?
Yang mati siapa?
Kita semua. Paham. Paham. Ah, pertanyaan
gua.
Siap. Pertanyaan gua. Lu takut mati?
Takut mati.
Gua bukannya takut mati, gua takut azab
Allah.
Kalau lu orang yang benar, kenapa lu
harus takut azab Allah?
Hah?
Kalau lu kalau lu orang yang benar,
kenapa lu takut azab Allah? Ya Allah. Di
ini lagi nge-freeze lagi. Kalau kalau
ente orang yang benar, ya. Eh nih nih
nih gua gua ibaratkan ya. Allah sudah.
Halo. Hilang lagi suara hilang
yuk. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Asalamualaikum.
Oke, kita tunggu teman-teman masuk lagi
ya. Kita masih membahas kaum Sodom tadi
ya.
Umur lu berapa, Brother?
Hah?
Itu masalah ini, Bro. Masalah pribadi.
Enggak usah diiniuin.
Oh, privasy. Oke, siap. Gua menghormati
itu kok.
Teman-teman tolong dikondisikan ee
komen-komennya ya. Jangan ada yang hate.
Karena gini, ini saya berdiskusi bersama
teman saya ini sesama muslim gitu. Jadi
ini bukan musuh. So, kita saling
menghargai aja.
Kita di sini diskusi santui gitu
berkepala dingin. Jadi buat para netizen
jangan jangan terlalu baperan dan jangan
jangan gimana ya intinya gitulah.
Iya. Jangan nyerang. Jangan nyerang. Oke
ya. Oke. Ee ini udah udah lumayan. Udah
lumayan ya. Oke, nih gua gua gua gua
kasih lagi pertanyaan tadi ya. Lu bilang
kalau misalkan ee ee apa namanya? Azab
Allah turun ke bumi semua manusia mati
kan termasuk kita.
Iya. Yang baik-baik yang baik-baiknya
juga mati. Ikut
juga mati. Gua tanya sama lu, lu takut
mati?
Ya takutlahah.
Rugi amat gua. Dia yang dia dia yang
dosa gua. Kenapa gua ikut yang mati? dia
yang mau lakukan dosa, kenapa gua harus
mati gitu loh.
Kalau lu merasa lu di kalangan baik,
kenapa lu harus takut mati? Kalau lu
merasa lu di kalangan beriman, kenapa lu
harus takut mati?
Eh, azab Allah itu besar, Men. Lu jangan
paham.
Jangan meremehkan azab, Men.
Astagfirullah. Jangan meremehkan aja.
Tidak meremeh.
Taruhlah begini.
Tidak meremehkan
gini gini. Taruh yang waktu di Palu ya.
Yang waktu di Palu
itu aneh dengarnya itu karena di sana
banyak yang namanya LGBT.
Banyak yang namanya susu apa? Penyuka
sesama jenis. Banyak yang maksiat.
Lu bisa bertanggung jawab. Lu bisa
bertanggung jawab atas atas statement lu
ya. Ini direkam
enggak?
Ini direkam itu di Palu banyak LGBT
diturunkan laknat oleh Allah. Lu yang
ngomong ya?
Gua gua engak ceritanya kayak begitu
maksudnya sepai ini gua gua nyari-nyari.
Baik-ari
oke baik siap. Yang penting. Oke. Nah.
Oke. Kita case close. Persoalan takut
matinya dan dilaknatnya. Sekarang gua
kasih lu sebuah ee apa ya? Sebuah e gua
gua gua gua gua adalah orang yang bodoh,
El yang pintar. Karena kenapa? El
santri, gua hanya seorang berandalan
biasa. Lu lihat di vlog-vlog gua, lu
lihat gua pakai anting gua segala macam.
E dan gua belum memperkenalkan, belum
apa, belum sempat memperkenalkan gua
siapa sama lu tadi. Tapi kita sudah ee
berdiskusi.
Menurut ee menurut gua begini, Bro.
Menurut gua begini. azab yang diturunkan
oleh Allah di zaman Nabi Luth.
Insyaallah ya kan insyaallah tidak akan
sama kita rasakan karena sudah ada
hadisnya, sudah ada ayatnya. Mau gua
bacainak
bacain ya.
Artinya, "Dan Allah sekali-kali tidak
akan mengazab mereka sedang kamu berada
di antara mereka." Dan tidaklah pula
Allah akan mengazab mereka sedang mereka
meminta ampun. Jadi, azab di zaman Nabi
Lut itu tidak akan terjadi lagi setelah
ee zaman Nabi ee Rasul sallallahu alaihi
wasallam. Karena kenapa? sudah dijamin
oleh Allah selama ada orang-orang
seperti lu di dunia ini. Ee gini artinya
ya gua gua gua gua gua bacain tafsirnya
ya. Tafsirnya adalah Allah tidak akan
menimpakan azab kepada umatmu dalam
kurung baik di kalangan umat yang sudah
menerima dakwahmu ataupun umat yang
belum menerima dakwahmu. Artinya yang
sudah ditinggalkan oleh ee Rasul dengan
azab yang memusnahkan mereka selagi kamu
wahai Muhammad hidup di tengah-tengah
mereka. Jadi di saat Rasulullah itu
masih hidup di tengah-tengah umat
manusia, azab itu tidak diturunkan oleh
Allah karena akan dipindahkan ke akhirat
nanti. Nah, dan Allah tidak akan
menimpakan azab kepada mereka selagi
mereka mau memohon ampun kepada Allah
atas dosa-dosa mereka. Itulah fungsinya
orang-orang kayak lu ini. Orang kayak lu
itu yang masih mau berdoa, masih mau
istigfar. El yangah lu lah yang
melindungi dunia. So, so kenapa lu harus
harus takut e dengan adanya apa namanya
LGBT ini lu seolah-olah takut kena azab?
Sekarang gua tanya solusinya apa kalau
memang lu takut? Solusi lo apa kalau lu
memang takut?
Hah?
Apa solusi lu kalau lu memang takut?
Jadi jangan gini, Bro. Jangan hanya
mengajak orang-orang untuk membenci,
tapi lu tidak mempunyai solusi. Masa iya
kita membiarkan saudara-saudara kita
yang ee LGBT ini mati gitu aja kan
enggak mungkin
gitu.
Gua gua kalau pribadi gua pribadi enggak
nganggap saudara peng gua gua pribadi
nganggap saudara nganggap saudara ya.
Oke.
Iya.
E makanya gua tanya sama lu solusinya
apa? Solusinya apa untuk e untuk kaum
LGBT ini harus diapain? Solusinya adalah
negara ini harus menegakkan hukum Islam.
Lalu kalau misalkan menemukan yang
namanya kaum Sodom, lalu dihukum dengan
sesuai syariat Islam.
Apa? Dihukum mati.
Sesuai syariat Islam.
Oke. Itu syariat Islam. Ee e eh eh gini,
Bro. Itu e menurut hadis ya. Dan menurut
lu, Rasul Rasul membunuh LGBT atau
enggak? Sudah membunuh Rasul membunuh
LGBT.
Maksudnya bukan rasulnya, Men. Maksudnya
para sahabat.
Enggak, enggak. Maksud gua gini. Iya.
Ya, enggak enggak gini. Maksud gua gini,
kita kan mentauladani, mentauladani
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Ya dong, jelas dong. Nah, apakah Rasul
sudah melakukan hal itu? Sudah. Ini
kalau gua kan orang bodoh, gua bertanya
nih sama lu nih,
apakah Rasul langsung
apa?
Para sahabat melakukannya. melakukannya.
Melakukannya. Heeh. Melakukannya seperti
apa tuh? Ee langsung wah dia LGBT enggak
langsung berbeda.
Berbeda-beda.
Ada yang dikasih kesempatan enggak?
Ada yang berpendapat diterjunin dari
atas gedung, ada yang berpendapat
dibakar
enggak. Bukan, bukan itu maksud gua.
Kalau itu gua tahu ada tiga kan? Ada
tiga, ada tiga ininya kan? Heeh. Ada
tiga hisabnya ya. Ada masab. Ada tiga
masapnya. Maksud gua ini apakah ketika
dia mengetahui wah ini LGBT langsung
dipenggal atau gimana?
di dalam ininya ya.
Langsung langsung
langsung ya.
Heeh.
Bunuhlah
langsung ya.
Bunuhlah
jika intinya aja ya. Intinya aja ya.
Jika kamu menemukan
menemukan orang ini nih gua apa namanya
gua perjelas aja jadi enggak enggak
sesuai ini maksudnya ya.
Oke.
Jika kamu menemukan jika kamu menemukan
orang yang melakukan perbuatan kaum Lut
maka bunuhlah.
itu men
catat.
Iya.
Oke. Baik. Iya. Gua catat. Aman, aman,
aman. Insyaallah gua catat.
Em gini berarti ini yang gua
pertanyakan. Kalau itu kan hukumnya ya.
Iya.
Kalau itu hukumnya ya. Nah, menurut
pemahaman lu, lu kan yang e menghimbau
teman-teman untuk menjauhi mengapa gitu.
Apakah apakah
kita itu ee boleh memberikan kesempatan
pada warya-waria ini untuk bertobat atau
langsung dijauhin atau langsung
dipenggal atau langsung dibully atau
gimana?
Ya kalau ketemu langsung kan tadi sesuai
tadi ininya kalau misalkan kamu
menemukan
menciduk bahasa ininya
maka bunuhlah.
He
maka bunuhlah maksudnya.
Oke. Yang lu pilih yang mana?
Tapi kalau misalkan
Heeh. Yang lu pilih yang mana?
Intinya begini, Men. Intinya begini, L,
Men. Gua itu mendukung hukum-hukum Islam
harus ditegakkan. Jadi, kalau
permasalahan luanggap apa lu nanya
pendapat gua harus dibunuh langsung atau
enggak, lu jangan mancing-mancing. Entar
gua salah ngomong kan misalkan entar
pikirannya orang-orang,
Men. Men,
enggak. Kita harus punya kita harus
punya konsisten pendirian diri terhadap
apa yang kita omongin.
Intinya ada
harus ada tanggung jawab.
Intinya aja, Men. Intinya aja. Intinya
gua
sangat mendukung yang namanya penegakan
syariat Islam, penegakan hukum Islam.
Maka
gua juga gua juga
maka apa yang harus kita lakukan? Ya
intinya kalau misalkan ada yang apa
namanya orang yang melakukan kaum SOD
misalkan kita terciduk atau bagaimana
misalkan ya kita serahinnya ke yang
pihak
berwajib
ininya lah hisbahnya maksudnya.
Oh gua kira
Islamnya.
Oke. Gua tidak mendapatkan jawaban yang
valid dari lu. Gua gua gua tidak
mendapatkan jawaban yang valid dari lu
karena apa ya? Ngambang-ngambang. Oke,
ini aja deh lu jawab. Apabila lu
menemukan kaum Sodom itu di depan lu, lu
akan memaafkan mereka dan membiarkan
mereka bertobat atau lu langsung
menghina mereka?
Memberikan kesempatan atau langsung
menghina? Jawab. Jangan enggak usah
ngambang-ngambang.
Maksudnya menemukan kayak gimana nih?
Dia lagi ngapain? Dia lagi ngapain? Lu
bertemu, lu bertemu nih sama kaum Sodom
di depan lu, apa langsung lu hina? Bla
bla bla bla bla atau lu membiarkan kayak
astagfirullah teman bertobatlah. Lu
pilih yang mana?
Ya ya ya yang kedua ya kali gua langsung
berarti enggak konsisten. Tapi kata lu
di video itu boleh kita menghina, boleh
kita ini, boleh gitu. Berarti enggak
konsisten dong dengan apa yang lu buat.
Mana kata-kata gua yang menghina?
Maksudnya yang nyuruh menghina. Enggak
gua gua cuma
ada ada ada bukti lengkap bukti lengkap
ya Allah bukti lengkap
coba
brotherku sayang bukti lengkap sama mana
menghina mana menghina emang gua nyuruh
menghina mana coba
udahlah justru saya saya pribadi
mendukung mendukung apa yang dilakukan
si
Ferdian Paleka ya kalau tidak salah itu
namanya loh bencong itu memang pantaslah
digituin mau ngapain coba pantas memang
pantas di seperti digituin stok Stop,
stop. Oke. Stop. Oke. Gimana? Gimana?
Tadi lu bilang kan gua nyuruh menghina.
Mana? Enggak ada. Gua enggak nyuruh
menghina. Itu pendapat pribadi gua, Men.
Lu jangan ngada-ngada.
Gua tidak mengada.
Pendapat pribadi gua. Coba dia.
Oke, biarin dulu aja. Oke. Kosa kata lu
mereka pantas di-prank, pantas
dikerjain. Itu setara sama sebanding
lurus dengan menghina men. Yang di-prank
kan yang di-prank itu kan sampah, Bro.
Masa el manusia dikasih sampah itu bukan
menghina namanya.
Lu anggap apa itu? Memuji
gini, Man.
Iya, intinya gua nyuruh enggak gimana?
Oke, oke, oke, oke. Gimana, gimana?
Astagfirullah.
Gini, Mat, kan udah gua bilang
berkali-kali.
Seandainya ada seandainya ada seorang
nih. Nih intinya begini. Intinya di
antara misalkan misalkan ya misalkan ya
misalkan gua adalah orang yang penuh
dengan dosa. Gua suka mabok baik
lu itu penyuka sesama jenis lu itu kaum
Sodom.
Ada net nih eh ada nih netizen nih
ramai-ramai nih. Nah.
Heeh.
Gue itu jadi ibaratkan menganggap ngasih
tahu bahwasanya lu lebih baik memilih
yang pakai baju merah daripada memilih
yang el kaum Sodom. Intinya gua gitu
loh. Ngerti enggak lu? Iya.
Walaupun yang maju merah itu banyak
dosanya gitu.
Iya iya paham paham. Oke. Baitu berarti
berarti
ngambang terus berarti apa namanya?
Ee ya pertanyaan gua simpel sih tadi.
Berarti lu sama sekali tidak mentolerir
karena ini ada kata-kata lu ya. Ini ada
kata-kata lu nih.
Apa? Apa? Apa?
Gua gua capture nih kata-kata lu. Gua
capture di di ini gua di eh YouTube gua.
Gua meng-capture mana tadi? Ya Allah.
Ah, ini ya kan tulisan dulu nih. Kita
baca ya, Teman-teman sama-sama ya.
Heeh.
Si goblok malah membenarkan para waria
karena faktor ekonomi. Di Islam enggak
mentolerir segala macam kelakuan kaum
banci bencong. Ente enggak usah sok.
Udah, ayo kita live. Oke, ya. Nah, di
Islam tidak menginikan kan maksudnya
tidak mentolerir kata lu ya. Gua gua,
gua, gua, gua mau ngomong dulu nih. Gua
mau ngomong gua mau ngomong.
Lu tadi ngomong lu ngomong bahwasanya
atuh kasihan misalkan itu para ini dia
juga kayak nyari makan, dia itu nyari
ini enggak apa-ap l dia melakukan kayak
begitu, perbuatan kayak gitu. Itu adalah
pernyataan. Eh, di video lu ngomong
kayak gitu, Men. Intinya di video lu
ngomong kayak begitu. Intinya lu ngomong
kayak begitu. Intinya maksudnya lu
ngomong enggak apa-apal maksudnya atau
maksudnya gimana sih?
Lebih baik dia kayak begitu maksudnya.
Ya udah, ya udah boleh, boleh, boleh,
boleh. Ya udah, sebenarnya gua enggak
mau ngomong kayak gitu.
Iya, ya, ya. I, ya. Baik. Sebenarnya
bahasa sebenarnya, Brother, bahasa gua
enggak kayak gitu. Gua bilang gini, kita
tidak tahu background mereka. Kenapa
mereka bisa menjadi e seorang waria itu
bukan karena orientasi seks menyimpang
doang, bisa jadi ee terhimpit ekonomi.
Dan El langsung bilang gua kan, bentar,
bentar, lu jangan ketawa lu jah dulu. Lu
langsung bilang gua goblok kan karena
pernyataan itu. Oke. Baik, sekarang kita
lihat ya. Sekarang kita
makanya gua gua nanya sama lu tadi, "U
berapa tapi lu enggak jawab kan?" Kita
lihat e pernyataan seorang Kiprana, guru
spiritual yang ee banyak
memang agama melaknat orang-orang yang
berpakaian seperti wanita. Laki-laki
berpakaian seperti wanita, wanita
berpakaian seperti laki-laki. Tetapi
bukan berarti kita seenak jidadnya bisa
menghina mereka. Mereka juga manusia
sama-sama ciptaan Tuhan. Toh saya
percaya mereka berbuat seperti itu juga
karena terpaksa. Mungkin karena sulit
mencari ladang penghasilan, mungkin
karena sulit mencari penghasilan
sehingga mereka melakukan hal seperti
itu. Tapi saya ingatkan lagi, bukan
berarti kalian seenak jidatnya bisa
menghina orang lain, bahkan meremehkan
orang lain yang harusnya bulan Ramadan
ini kalian isi dengan hal-hal yang baik.
Dan yang perlu lu ketahui enggak semua
waria itu menjadi waria karena memang
mereka itu punya orientasi seks yang
berbeda, menyimpang. Bukan. Kadang juga
ada karena tuntutan ekonomi, men. Ada
yang dia ini sebenarnya ini seorang ayah
yang enggak tahu lagi mau harus kerja
apa. Karena di negara kita ini
kesejahteraan itu tidak merata.
Siap. Siap. Dah oke gua tidak gini gini
dari apa yang gua tunjukkan tadi
membenarkan brother
lu membenarkan
gua tidak membenarkan maksudnya
lu membenarkan perbuatan
dengan dengan alasan dia itu nyari makan
buat anak-anaknya benar benar enggak
iya ya ihah heh
itu lu membenarkan suatu orang yang
melakukan perbuatan yang dilaknat sama
Allah menfirullahalazim
Astagfirullahalazim.
Lu ibaratkan menghalalkan menghalalkan
segala cara.
Kalau begitu nih gua eh ya gua mau
ngomong nih dari gua dari sore nih gua
pengin ngomong kayak begini. Misalkan
ada orang
lu lu kira lu kira itu orang-orang
pelacur? Gua tanya gua tanya lu kira itu
orang-orang pelacur. Emang melacur buat
apaan? Buat apaan? Gua tanya
melacur buat apaan? Buat nyari makan.
Tapi tetap diharamin sama agama.
That's why gua tanya sama lu. Apa sih?
Aga diben kayitu walaupun buatini anak
walaupun buat nginiin anakin anak makan
anak.
Oke sudah ya. That's why gua bertanya
sama lu, apa solusi lu? Jangan cuman
bisa memaki dengan bertamengkan agama.
Solusinya apa?
Ya gua mah solusinya ya mudah-mudahan
negara ini menegakkan hukum-hukum Islam.
Mudah-mudahan,
mudah-mudahan
tidak ada pergerakan. El seorang santri
yang yang yang bersuara lantang
tiba-tiba ngomongnya mudah-mudahan.
Makanya gua ngejelasin di video tentang
masalah hukum Islam. Kata gua,
hukum-hukum para pelaku homoseksual itu
diterjunin dari atas.
Itu gua ngasih tahu, Men. Itu gua ngasih
tahu. Kalau
tanpa lu jelasin kita masih bisa baca.
Tanpa lu jelasin kita masih bisa baca.
Yang masalahnya adalah ketika lu
menyampaikan itu solusi lu apa? Itu yang
ditanyakan. buat statement tanpa
bertanggung jawab.
Berhenti lagi nih.
Berhenti lagi nih suara gua. Danil
berhenti.
Enggak. Enggak.
Langsung berhenti.
Halo. Ada ya suara?
Halo. Ada ada ada
tadi kan gua tanya kan ya kan lu kan ee
berkata tidak boleh diinikan, tidak
boleh diinikan. Nah, makanya gua tanya
sama lu sekarang dari statement lu itu
apa solusinya?
Lu punya solusi enggak sebelum
mengeluarkan statement?
Kan gua cuma ini doang nginiin pendapat
gua, men. Bukannya gua mau menggurui
atau gimana. Lu mah gak enggak ngerti.
Gua ngrection
gua ngreacion video si Ferdian dan gua
itu suka.
Paham. Bukannya gua mau ngasih solusi
buat para pelaku homo catat itu.
Catat kok ada bukti nyatanya ada.
Heeh. Ya udah kis ya udah. Baik baik ya
berarti
berarti kan ee gini ya. Setelah gua
bertanya sama lu, ternyata jawabannya ke
mana-mana nih. Karena lu tidak bisa
bertanggung jawab dengan perkataan lu
yang lu bilang.
Ema lu juga
ya. Bagaimana gua yang tidak bisa
bertanggung jawab? Bagaimana coba?
Ya, lu, ya. Lu tadi lu, lu bilang gua
nyuruh ngehina, mana gua ngghina apanya?
Gua nyuruh ngghina enggak
lah. Itu lu mendukung mendukung
ngerjain. Ngerjain apa? Wariah.
Mendukung itu adalah ada suatu perasaan
man yang diungkap
nice try. Oke, sip. Oke. Oke. Gini. Gini
yang dilakukan oleh seorang e apa?
Ferdinan Sule. Siapa namanya? Ferdinan
Sule. Enggak tuh. Ferdian. Ferdian
Paleka adalah memberikan e ngerjain
waria dengan memberikan sampah dan itu
menurut gua penghinaan. Tapi kalau
menurut lu bukan penghinaan itu hanya
sebuah apa? Penunjukan rasa katanya apa
gitu ya gitulah ya. Ya sudah cukup
jawaban lu di situ. Kita cas close
masalah itu ya. Sekarang kita dengarkan
Ustaz Khalid Basalamah
ee apa bercerita tentang kisah Nabi.
Bagaimana sikap Nabi, bagaimana sikap
Nabi terhadap kaum
ini.
Paham ya? Sudah dengar ya? Rasul saja,
Rasul saja mengambil langkah usir dia
dari Madinah. Selesai dia setelah ee
penyakitnya sembuh baru boleh dia balik.
Bro, itu artinya nabi rasul rasul kita
aja tuh memberikan kesempatan orang
untuk bertobat. Nah, orang kayak lu ini
ya kan yang ilmunya tinggi seharusnya
memberikan solusi kepada ee teman-teman
kita yaitu adalah merangkul. Ayo kita
kita ee bina mereka ini, pihak mereka
ini. Kalau lu memang khawatir dengan
kematian lu kena azab tadi kan, bina
para waria ini. Setelah dibina sampai
dia sembuh atau didoakan atau apa
daripada kita memaki daripada lu ini
udah bukan zaman purba menu udah ada
aturan gitu dan gua tahu dan gua tahu.
Oke, case close masalah itu lagi ya
karena akan mendapatkan jawaban yang ee
yang benar dari lu. Lu ngambang terus.
Gua mau tanya sama lu sekarang. Lu
santri nih.
Lu santri nih. Lu santri.
Lu santri. Iya.
Oke.
Gua pengin tanya sama lu ya.
Entar
menurut lu?
Menurut lu nih baca ya teman-teman. Baca
ya teman-teman. Menurut lu apakah sifat
yang seperti ini mencerminkan seorang
santri? Enggak
usah banyak omong sok pintar. Heeh.
Y ini ini lagi ditonton netizen. Jadi
jangan maksudnya jangan jangan gimana
sih? Itu adalah cat pribadi kita, Men.
Maksudnya itu cat pribadi kita. Jadi lu
enggak perlu enggak perlu enggak perlu
mengumbar-ngumbar seperti itu.
Ih kayak gini ini.
Lu lu lu mau niat ngejatuhin gua apa
gimanaj?
Tidak menjatuhkan, Brother. Gua
menanyakan status lu sebagai santri.
Heeh. Heeh. Heeh.
Woi, gua itu memperlakukan orang sesuai
dengan versinya, Men. Sesuai dengan
versinya.
Berarti gua ini hina.
Bukan hina, man. Bukan hina. Bukan. Lu
kan lu bilang kan lu katanya orang bukan
orang bukan apa namanya masih pakai
anting masih ini kan. Bener enggak? Ya
kali gua ngomongnya aku kamu aku kamu
kamu lagi ng ini.
Gua enggak kayak begitu. Kalau lu
misalkan ininya
dialihkan, dialihkan. Enggak apa-apa,
enggak apa-apa. Ini siapa sih? Ini Raya.
Oki real. Ini tolong jangan
ngecat-ngechat dulu dah. Gua enggak
butuh ini masukan dulu nih kita antara
kita pribadi jadi orang lain tidak boleh
ikut campur. Ini pemikiran kita berdua
aja. Ee yang Bro, bro bro, gua bukan
bermaksud lu, gua minta lu romantis ke
gua dengan manggil aku kamu. Tidak. Gua,
gua sayang sama lu sebagai sahabat,
saudara, tidak mencintai lu. Tapi bahasa
kita, bahasa el, Brother. Bahasa el coba
lihat ya. Enggak usah banyak omong sok
pintar diskusi aja. Ayo live. Oke, kita
enggak usah gua emang benar lu enggak
usah banyak ngomong di video lu yang
kata itu. Gua ngomong kayak begitu, man.
Lu enggak usah banyak ngomong. Lebih
baik kita ini gua bilang gitu daripada
lu misal di video itu tadi ngomong
di video yang di ini lu apa? YouTube lu
tuh. Lu apa YouTube lu tuh?
Iya. I
jadi gitu
ya. Lagian kata-kata gua kayak begitu
biasa aja kayak gitu. M emang anak-anak.
Oh biasa ya. Oh biasa ya.
Gua bukannya santri alay men. Gua santri
gaul. Maksudnya santri-santri yang apa
namanya?
Santri-santri yang yang apa namanya?
Yang biasa nongkrong sama anak-anak
tongkrongan juga maksudnya loh. Ngerti
enggak? Bukannya santri-santri yang ini.
Iya. I berarti santri gaul itu boleh
berkata kasar.
Siapa yang kata kasar? Emang gua ngomong
kasar kayak gimana itu tadi? Kayak
gimana sih?
We
emang gua ngomong anjing ngomong itu
asak enggak bentar gua tanya ke lu dulu
santri santri yang itu tuh boleh berkata
kasar enggak
masuk tuh santri gaul itu adalah santri
yang bergaul sama anak-anak muda yang
lainnya gitu maksud lo ngerti enggak
ngomongnya el gu gua
enggak enggak gu bertanya gua bertanya
gua bertanya apakah santri gaul itu ee
boleh berkata kasar
kasarnya di mana gua bilang gitu
kasarnya di mana emang gua ngomong kotor
kotor Ngomong kotor enggak?
Enggak. Ini
mana coba? Ngomong kotor. Gua
oke ya udah. Sebenarnya banyak nih video
lu kalau gua kasih lihat nih ya.
Eh bentar. Oh ya udah ni
men. Di video mah beda lagi
nih ni.
Itu di video gua lagi ngegas men. Itu
cara bentar sayangku. Bentar sayangku.
Apakah boleh seorang santri
Apakah boleh seorang santri mengatakan
si goblok malah membenarkan para waria
si goblok?
Apakah di di pesantren lu diajarkan
untuk memanggil orang si goblok?
Gini
itu gaul ya anjing kita gaul man. Lu
goblok gila gaul gua
lu. Eh gua udah udah santri gaul belum
nih? Udah pakai sarung nih. Ha. Men,
man, man. Gini, gini, gini, gini
lu. Gua blok.
Kan gua udah bilang berkali-kali gua
ngomong itu sesuai gua kalau ngomong
sama orang itu sesuai dengan apa yang
dia iniin, man. Kayak misalkan lu lu kan
tadi kan gua di komenan bilang lu itu
membenarkan yang namanya LGBT demi demi
demi sesuap nasi. Benar enggak?
Perlakuan
apa namanya? Lu itu membenarkan itu
membenarkan
membenarkan perbuatan kaum Sodom.
Iya benar.
Walaupun apa namanya gua
demi demi sesuap nasi itu lu
membenarkan. Makanya gua bilang apa?
Makanya gua bilang apa? Gua bilang
goblok.
Emang goblok.
Oh oh oh gitu. Berarti berarti berarti
seorang santri itu cara e cara menegur
sesama umatnya itu adalah dengan kata
kasar. Oke case close di situ. Siap.
Biarkan biarkan netizen yang menilai.
Catat nih buat semuanya nih. Catat buat
semuanya.
Catat.
Lebih baik ditampar membuat sadar
daripada dibelai membuat lalai. Paham
tuh?
Catat baik-baik buat semua netizen.
Masalahnya ente tidak menampar aneh.
Kalau ente tampar aneh terima. Dikatain
goblok ke hati. Yang ditampar hati
sama aja.
Catat itu baik. Bilang sekali lagi
bilang. lagi
sekali. He
lagi
i
bagian itu cas close ya gua bilang.
Heeh. Heeh. Gimana gimana gimana?
Enggak enggak gua lagi gua ngingatin
sekali lagi.
Lebih baik ditampar membuat sadar
daripada dibelai membuat lalai. Makanya
gua ngomong kayak begitu biar lu sadar.
Sadar.
Oh. Jadi cara membuat ee apa? Saudara
muslim itu sadar. Alah santri. adalah
memaki-maki. Oke, cas close di situ
enggak apa-apa. Kita bahas yang lain
nih. Masih seputar status lu sebagai
santri nih. Kita baca ya. Ada enggak
suara gua?
Ngelag lagi ya. Bentar bentar bentar.
Adaah. Hilang lagi kan? Hilang lagi kan?
Oke. Oke. Ee kita sambung ya. Kita
sambung ee tadi obrolannya eh persoalan
persoalan ee status lu sebagai santri.
Berarti lu ngatain gua goblok untuk
menegur gua. Benar dong?
Iya. Buat nampar lu biar sadar.
Biar sadar. Boleh. Siap. Berarti itu
cara santri nih buat menegur.
Enggak itu cara gua. Eh eh catat
baik-baik. Catat baik-baik. Semua
perkataan gua itu
semua perkataan gua itu itu resmi
pribadi gua, Men. Tidak mewakili santri,
tidak mewakili, tidak mewakili
pesantren, tidak mewakili habib, tidak
mewakili kiai. Itu emang cara gua.
Intinya begini loh, dakwah itu punya
cara masing-masing, Men. Kita itu
mempunyai kewajiban, kewajiban
berdakwah.
Dan cara dakwah gue ya kayak begini.
Gua enggak mau, enggak mau. T
dan itu lu belajar dari siapa?
Waduh, jaringannya.
Gua mau nanya, Men. Nanti, Men. Gua mau
nanya. Gua mau nanya sama lu.
Boleh, boleh. Tapi jangan dipotong dulu.
Oke. Nah, berarti kan tadi ee cara cara
el menegur gua, menampar gua adalah
dengan cara ngomong bilang gua goblok
tadi ya.
Dengan cara pribadi gua. Gua
cal pribadi lu yang gua pertanyakan, lu
belajar di mana? Masa iya lu enggak ada
enggak lu enggak ada seorang influence
gitu ya, panutan gitu untuk menerapkan
sifat dan sikap dalam hidup lu gitu.
Beda-beda. Beda-beda cara semua lu aduh
lu ngelihatnya cuma ustaz-ustaz yang ini
sih yang apa yang lemah gemulai gitu
yang ngomong-ngomongnya
yang ngomongnya kayak gimana. Oh berarti
berarti ada ustaz yang ngomong kotor.
Oh banyak. Ada juga bukan kotor
maksudnya bukan kotor. Tegas. Tegas
kalau bahasanya bukan kotor. Tegas.
Ini di ini direkam ya.
Astagfirullahalazim. Kotor tegas.
Tegas itu enggak, Bro. Ngomong bego itu
bukan tegas. Itu ngomong kotor. Itu itu
merendahkan martabat manusia dengan kata
bego. Bego itu kan bodoh dki gitu ya.
Jangankan ngomong bego, ada kok Habib
yang ngomong bangsat yang ngomong ini
juga.
Astagfirullah Habib yang ngomong
bangsat. Astagfirullahalazim. Lu bisa,
lu bisa pegang lah ya kata-kata lu ya.
Oke, casos di situ ya. Masalah bego itu
udah itu udah jadi ini lu lah ya
maksudnya prinsip lu sekarang kita
Iya. Baik-baik, kita enggak tahu. Kita
mah orang bodoh semuanya nih. Lu baca
ya. Nah. Heeh. Lihat ya dari chat elak
usah banyak omong sok pintar. Oke. Satu
lagi.
Dengar. Gua mau nanya sama lu. Gua mau
nanya sama lu. Gua mau nanya.
Bentar bentar bentar. Kita masih di kita
masih pembahasan ini dulu. Ini belum
belum selesai. Terus chat lu yang kedua
adalah besok jangan lupa buktiin kalau
lu lebih pintar dari gua. Yang gua mau
tanyakan sama lu,
iya.
Apakah
di dalam apakah di dalam ee apa ilmu
ilmu pesantren lu itu tidak mengajarkan
assalamualaikum kepada sesama umat
Islam? Gini loh, Men. Gini gini gini
gini gini gini
gini. Oke. Gimana?
Kenapa gua bilang gini? Kenapa gua
bilang tadi kata gua
buktiin siapa yang lebih pintar kan
maksudnya gua ngomong
bukan bukan bentar bentar enggak usah
ngambang lu kenapa tidak mengata lu
tidak kenapa tidak berucap
assalamualaikum
kepada gua sesama umat Islam itu yang
gua tanyakan lu santri bro l lu lihat
jawaban gua gua gua jawabnya apa.
Teman-teman baca sendiri ya.
Waalaikumsalam. Insyaallah. Sekarang
seorang berandalan seperti Jerry Taufik
Lizam ini yang pakai anting, yang
berteman dengan orang-orang bertato,
penzina nih gua nih. Masih bisa gua
mengerti yang namanya salam sesama
saudara gua. Masa saudara gua yang
santri ini tidak paham cara menyapa
saudara.
Udah berkali-kali gua bilang, "Man, gue
itu memperlakukan seseorang itu sesuai
dengan versinya. Gua mungkin enggak
salah sama lu."
Asagfirullahalazim. Masa iya?
Gua enggak salah sama lu bukan karena
gua enggak niat salam. Karena gua engak
lihat sal bukan karena gua enggak mau
salam sama el karena emang langsung aja
langsung maksudnya langsung to the point
aja man langsung to the poin kitaat
langsung
langsung bales di
di apa ini maksudnya langsung tadi lu
bro per tadi salam gua jawab ei entar
dulu lu tadi salam gua jawab kan di apa
ini dibab kan di lab
nah di lab
iya
jadi langsung aja kalau misalkan di cuma
dicatcat kayak gitu mah basnya dicat-cat
kayak itu mah gua cuma sama orang-orang
Yang ini aja
sama orang tertentu berarti gua hina
nih. Ya
enggak bukan hina juga, Men. Enggak
bukan gitu juga.
Masa lu enggak ngucapin salam, Bro? Gua
gua tidak belajar. Gua tidak.
Udah, jangan bahas itu. Jangan bahas
itu. Sekarang guanya yang ngebahas nih.
Gua
bahasar. Enggak, enggak. Gua, gua, gua,
Bro. Kita malu, Bro. Karena di sini yang
nonton, yang nonton tuh ada umat
Kristiani, Bro. Teman-teman gua tuh
banyak umat-umat Kristiani, Bro. Malu
kita, Bro. Mereka mereka itu
ya el eh eh eh entar dulu
ya el lu ngapain lu bahas bahas masalah
chat kayak gitu di sini itu el yang
asagfirullahalazim
lu ngapain lu lu tah ini ini ini ini ini
ini ini ini ini ini ini ini
ini nih status
lu yang lu yang pengen
lu yang pengin lu ngapain bahas di sini
gua tanya lu ngapain bahas di sini biar
dilihatin sama orang
hah masalah itu salam kata l kata l kata
Lu banyak banyak orang Kristen juga kan
banyak orang yang nonmuslim. Ngapain
masalah kayak begitu diiniin kan?
Kalau misalkan ini mah ya dicat aja men.
Aduh
bukan
ketahuan ketahuan banget mau kan. Oke
ketahuan banget saya map buruk citra
guanya
bukan. Ih tidak tidak maksud gua gini.
El di YouTube, el di YouTube. El di
YouTube berani menyerang tem El di
YouTube. Woi, wait, wait. El di YouTube
berani menyerang e teman-teman seagama
lu. Bilang kalian melaknat Allah gini
gini gini gini.
Oke, siap. Ya udahlah e enggak usah
ramai-ram nih biar ini aja. Entar bentar
entar biar paling enggak ada 200 300
orang ya kan.
Teman-teman tolong kata-katanya dijaga.
Jangan malu-maluin agama. Gila,
netizen jangan suka baper. Ini cuma
diskusi doang. Lu jangan pada baper.
Heeh.
Oke, Bro. Dah di YouTube, di YouTube el
berani menegur umat membawa bertamengkan
agama secara disebarkan. Yang nonton
YouTube lu kan enggak cuman umat Islam.
yang nonton YouTube lu kan juga ada
orang Kristiani. That's why kenapa lu
malu ketika gua membongkar kedok lu? Lu
seorang santri yang tidak santun dalam
dalam menyapa saudara lu. Kenapa lu malu
kalau lu berani?
Enggak enggak enggak enggak enggak
enggak.
He he.
Kalau di video di video itu udah gua
pilih men kata-kata gua kira-kira mana
nih yang misalkan pantas didengar sama
ini apa gimana. Itu adalah pembelaan
gua, Men, di video gua. Tapi kalau
misalkan ini, ini itu adalah fix fix ini
adalah lu memperburuk citra gua, men.
Jangan cara lu membahas-membahas masalah
kayak begituan.
Aduh.
Iya iya iya paham. Berarti lu ingin
terlihat baik di depan, padahal aslinya
di belakang. Minus intinya gitu ya.
Enggak. Sekarang gua ma
kekurangan lu harus disembunyikan.
Ya udah. Gantiannya ganti, ganti,
gantian. Ayo silakan silakan.
Ketahuan.
Iya. I
gua mau apa lagi?
Gimana sih enggak ngomong?
Iya. Gimana nih? Ngbat saya
lu kebanyakan ngomong sih gua lupa.
Ya udah ya udah apa apa gua tungguin gua
tungguin. Tenang tenang
gua tungguin.
Enggak yang mau gua tanyakan itu adalah
apa alasan el membenarkan suatu
perbuatan
kaum Sodom? Itu loh alasan paling ini.
Lu lu lu itu agama Islam, Men. Aduh,
astagfirullahalazim.
Makanya gua ng maaf ya, maaf-maaf aja
nih. Makanya gua bilang goblok ya karena
itu, karena lu itu membenarkan perkataan
eh perkataan perbuatan kaum Sodom.
Demi sesuap nasi, demiinin anak kata lu.
Iya. Itu apa alasan lu? Coba lu mikir.
Oke.
Lagian lagian di video lagian di video
gua bilang ini masalah maksudnya nginiin
bukan bukan bukan masalah kemanusiaan.
Catat itu gua di gua ngomong ini bukan
masalah kemanusiaan gua bilang makanya
gua nginiin masalah apa ngrex video
pergian itu gua bilang bukan masalah
kemanusiaan. Kalau misalkan masalah
kemanusiaan ya emang gua salah
maksudnya. Tapi kan gua masalahnya gua
enggak ngebahas itu
gua enggak enggak apa namanya
enggak menilai dari sisi kemanusiaan.
Gua nilainya dari sisi
sisi agama yang mana menghina
menghinakan para pelaku homoseksual.
Menghinakan ya.
Menghinakan.
Haram hukumnya bagi lu ee haram hukumnya
bagi lu ee berhubungan apa? Berhubungan
dengan mereka. Bersaudara, memakan
makanan hasil masakan mereka itu haram
ya. Tergantung dia perbuatannya itu
hasil duit dari mana. Kalau dari dia,
dari dia, dari dia ya apa apa
ya haram.
Hah? Operasi apa sih? Oh, maksudnya ini
dia prostitusi. Oke. Bilanglah. Misalkan
dia bencong salon.
Benjong salon?
Iya.
Haram enggak kira-kira?
Ya, halal kira-kira
halal.
Halal.
Halal itu udah jawabannya. Berarti lu
membenarkan waria itu mencari uang.
Berarti lu membenarkan adanya waria.
Apa di mana masalahnya?
Enggak, enggak, enggak, enggak. Catat
baik-baik. Catat baik-baik. Hei, hei,
hei.
Catat baik-baik. Yang lagi gua bahas di
video itu yang yang lagi gua bahas di
video itu adalah yang di video si
Perdian, man. Bukannya war-waria di luar
sana. Catat itu baik-baik.
Oke,
gua catat itu baik-baik. Loh, kok dia
selesai
dimatiin?
Kok dimatiin? Kepencetak
kepencet kali ini. Entar entar ini 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:13:54 UTC
Categories
Manage