A TERRIBLE THO'un PLAGUE ATTACKED THE PEOPLE OF MADURA AND EAST JAVA
EgT4WSNFiWU • 2021-07-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Lalu masyarakat Madura sana percaya dengan berkeliling desa beramai-ramai dan berselawat itu akan menghindarkan desa mereka dari wabah taun. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng. He yo. What's good? Welcome back to Kamar Cherry. [Musik] Genggeng. Sebelum gua mulai, gua pengin tanya dulu ke kalian. Asal kalian dari mana, Geng? Coba tinggalkan komentar di bawah. Dan adakah dari kalian di sini yang berasal dari Surabaya dan Madura? Kenapa gua nyebutnya Surabaya dan Madura? Dikarenakan antara Surabaya dan Madura itu sekarang terpisahnya itu hanya sebuah jembatan yang dinamakan Jembatan Suramadu, yaitu jembatan Surabaya Madura. Ya kan. Nah, memang berbeda pulau nih. Namun bisa dikatakan yang paling dekat dengan Madura adalah Surabaya. Ya, jadi bisa dikatakan mungkin kalau misalkan orang Madura keluar dari Madura, yang pertama mereka temui adalah Surabaya gitu. Oke, timbul sebuah pertanyaan, kenapa sih tiba-tiba kita berbicara tentang Madura? Nah, hari ini kita akan membahas sebuah fenomena atau kasus di Madura. Fenomena ini disebut dengan taun ya, sebuah fenomena yang sangat-sangat heboh dan lagi ramai-ramainya terjadi di Madura gitu. Semua masyarakat gempar dengan kejadian ini. Dan banyak menimbulkan pertanyaan nih, Geng. Sebenarnya taun ini apa sih? Namanya juga aneh banget kayak bahasa Arab gitu. Taun kayak pakai qalqalah gitu ya. Jadi taun ini, Geng, adalah sebuah wabah yang di mana ini sedang banyak dan marak terjadi di Madura sehingga menghebohkan warga di sana. Apa saja dampaknya? Seperti apa kehebohannya? Gitu ya. Hari ini akan kita bahas. Gengs, sebelum kita lanjut ke kontennya, gua mau ngajak kalian nih ya. Gua punya hadiah sebesar Rp100.000 berupa bentuk uang tunai dan pulsa untuk kalian yang beruntung dan jumlahnya itu 10 orang. Jadi, gua akan pilih 10 orang dan gua bagi-bagikan uang tunai. Jadi, totalnya itu berarti Rp1 juta, ya kan? Nah, buat yang beruntung, caranya gimana nih? Caranya kalian cek tuh link yang ada di deskripsi sama di pin komen. Nah, di situ linknya kalian klik lalu kalian akan masuk ke TikTok dan kalian daftarkan TikTok akun baru kalian tapi melalui link yang ada di bawah. Setiap kali kalian mendaftarkan akun TikTok baru kalian melalui link yang ada di bawah, maka nama kalian akan tertera di TikTok gua. Nah, nanti di situ gua akan pilih tuh siapa yang beruntung karena telah mendaftar TikTok dari link yang ada di bawah dan langsung one tunainya akan gua transfer atau kalau misalkan mau dalam bentuk pulsa gua kirim pulsa atau kalau mau gua top upin diamond game gua top upin sebesar Rp100.000 dan totalnya Rp1 juta. Let's go. Tidak ada yang tahu persis nih kapan awal mulanya fenomena atau wabah taun ini mulai ramai di Madura. Tapi yang jelas semenjak seringnya toa-toa di masjid yang ada di Madura membunyikan sirine atau peringatan bahwasanya banyak yang meninggal, orang-orang di Madura, terutama ibu-ibu sibuk mempersiapkan suabi dan ketupat. Karena memang mungkin di sana tuh adatnya seperti itu kali ya. Masing-masing adat di beda-beda tempat itu kalau ada yang meninggal dunia pasti ada sesuatu yang dibuatlah yang sesuai dengan adat. Dan apakah di Madura membuat surabi dan ketupat itu adalah sebuah adat ketika adanya yang meninggal? Coba deh kalian sharing ya dan dari Madura ya dan dari tempat yang lain nih teman-teman di kota yang lain boleh sharing kalau di tempat kalian kalau ada yang meninggal tuh bagaimana biasanya? Kalau di tempat gua biasanya tuh orang-orang dari warga-warga sekitar datang ke rumah duka bawa gula biasanya bawa gula terus bahan-bahan makanan lain itu dalam bentuk ya menyumbangkan kepada orang yang sedang berduka gitu ya. Nah, kita kembali ke kejadian taun yang ada di Madura ini ya. Tersiar isu bahwa fenomena taun ini adalah sebuah fenomena di mana adanya sosok yang menghampiri rumah warga lalu mengetok pintu rumah dan memanggil nama sang korban yang menjadi target. Nah, para orang tua yang ada di Madura mengatakan kepada anak-anaknya, "Apabila kamu merasa ada yang mengetuk pintu dan memanggil namamu, jangan sesekali kau jawab atau membuka pintu kalau tidak mau mati seketika." ya. Nah, kurang lebih bisa dikatakan begitulah cara kerja daripada wabah taun ini. Wabah taun ini telah diabadikan oleh Alhafiz Ibnu Fajar al-Asqaloni di dalam sebuah kitab yang bernama Bazlul Ma'un Fil Fadil Thaun. Nah, kitab ini adalah sebuah kitab yang membahas tentang wabah penyakit. Nah, salah satunya adalah penyakit taun ini, Geng. Memang agak membingungkan ya. Ada yang bilang ini penyakit, ada yang bilang wabah, ada bilang ini sebuah kejadian orang ngetuk pintu terus manggil nama sampai orang mati gitu ya. Nah, memang berita yang beredar tuh sangat simpang siur. Pembahasan dari Ibnu Hajar ini mengenai wabah Toun ini ya, dia mendasarkan pada analisisnya terhadap pendapat para ulama maupun bahasa kedokteran. Nih menurutnya taun ini adalah pandemi yang bisa menimpa dan menulari begitu banyak orang. Dalam hal ini tidak peduli apapun jenis kelaminnya, apapun bangsanya, apapun agamanya, taun ini bisa menyerang siapapun. Nah, dari di dalam ini taun itu bisa dikatakan adalah sebuah wabah. Namun, tidak semua wabah bisa dikatakan taun gitu ya, Geng. Jadi ada sebuah pengelompokan khusus gitu untuk sebutan taun ini. Namun di dalam kejadian di masyarakat Madura justru taun ini agak sedikit unik dan berbeda dari pemahaman yang dikatakan Ibnu Hajar tadi. Toun yang terjadi di masyarakat Madura justru berhubungan dengan hal mistis, Geng. Dan menurut cerita orang tua di sana, taun ini adalah makhluk pencabut nyawa yang biasanya datang hanya pada malam hari. Jadi fenomena taun ini bisa dikatakan semacam mungkin bisa ilmu hitam, hantu atau apalah itu. Dan ini bisa membunuh dan fenomena ini terjadi hanya pada malam hari, Geng. Nah, biasanya korban daripada Toun ini ditemukan pada pagi hari dan tidak ada penjelasan apapun tentang kematian si korban. Masyarakat di sana percaya kematian itu disebabkan oleh sosok taun ini. Saking melekatnya nih ya kabar dan fenomena taun ini di masyarakat Madura, banyak masyarakat di Madura sana yang tidak percaya angka kematian yang sangat tinggi sekarang disebabkan oleh COVID. Mereka enggak percaya ini karena COVID. Justru mereka lebih percaya hal ini terjadi karena adanya taun. Terlebih lagi ini semakin berkembang semenjak kabar tentang tahun ini disampaikan oleh ulama dan kiai berpengaruh di sana. Jadi di dalam pidato-pidato kiai-kiai di sana mereka tuh menyebutkan adanya fenomena taun ini. Jadi masyarakat semakin percaya gitu ya. Dikatakan kalau orang-orang di Madura nih ya biasanya menolak taun ini dengan cara tidak tidur di kamar mereka. Jadi kebanyakan dari masyarakat di sana tuh tidur di ruang tamu kabarnya. Nah, ini salah satu cara untuk terhindar daripada kematian yang disebabkan oleh Tongun ini. Dan mereka juga ada yang begadang. Apabila orang-orang di sana begadang itu disarankan untuk begadang sampai matahari terbit atau sampai pagi gitu. Dalam kondisi ketika mereka begadang itu pintu rumah terbuka. Gua juga bingung nih untuk apa ya maksudnya begadang dalam pintu rumah kebuka bukannya toun yang datang malah maling gitu ya. Atau mungkin ya di Madura aman mungkin ya. yang namanya maling di sana mungkin ya tidak setinggi di Jakarta ini gitu tingkat kriminalitasnya ya kan. Terus geng cara ketiga untuk menghindari kematian yang disebabkan oleh Toun ini adalah membuat sebuah api atau bisa dikatakan kayak api unggun gitu geng dan itu dibakar di depan rumah mereka dan dibiarkan menyala sampai pagi. Kayak orang berkemah gitu ya buat camping. Selain untuk menghangatkan badan, biasanya juga untuk mengusir binatang-binatang puas gitu. Kalau ini digunakan untuk mengusir toun, gua juga merasa kayak apa benar gitu ya, setan takut sama api. Bukannya jin itu terbuat dari api gitu ya. Ya gua enggak tahu. Mungkin kalian yang lebih paham bisa sharing sama gua jelaskan tentang fenomena toun ini. Dan apabila mereka mengalami yang namanya kedatangan Toun yaitu diketok pintu terus dipanggil namanya, alangkah lebih baik tidak menjawab, namun hanya mengintip melalui jendela. Dan banyak banget komentar-komentar yang mengatakan nih, Geng. Mereka mengaku kalau rumah mereka itu sempat diketuk. Terus juga ada yang mencet belell. Pas dilihat dari CCTV yang mencet belellnya itu gak ada gitu. Dan masyarakat percaya kalau itu adalah taun. Jadi apa yang mereka alami, mereka percaya mereka disamperin toun dan alhamdulillahnya mereka selamat gitu. Dikabarkan juga toun ini sebenarnya adalah sesosok jin yang menyerupai manusia. Berbeda banget dengan yang disebut dengan suanggi atau ilmu-ilmu hitam lain atau kuyang gitu ya. Itu kan kebalikan. Kuyang. Suanggi itu adalah sosok manusia yang menuntut ilmu hitam dan menyerupai jin. Kalau ini kebalikan. Jin yang menyerupai manusia dan targetnya adalah untuk membunuh si manusia tersebut. Tersar kabar juga kalau sudah lima korban atau lima orang yang tewas disebabkan oleh Toun ini dan banyak orang lain yang jatuh sakit dikarenakan wabah Toun ini, Geng. Lalu masyarakat Madura sana percaya dengan berkeliling desa beramai-ramai dan berselawat itu akan menghindarkan desa mereka dari wabah taun. Jadi mereka melakukan semacam konvoi gitu menggunakan obor, lalu berselawat bersama-sama berkeliling desa untuk membersihkan desa mereka atau menghindarkan desa mereka dari wabah tahun ini. Jujur aja nih, Geng, dari apa yang gua baca di berita-berita di media sosial dan berita-berita di media yang lain gitu ya, sebenarnya wabah tahun ini lebih kepada sebenarnya COVID ya. Jadi orang-orang yang meninggal karena COVID gitu. Namun memang mungkin karena di sana orang-orang tidak percaya dengan adanya COVID jadinya dikatakanlah ini toun gitu. Ditambah lagi dengan banyaknya tokoh-tokoh di sana yang memang meyakinkan dalam mereka berkhotbah mungkin dalam mereka menyampaikan pesan-pesan mungkin mereka mengatakan kalau yang terjadi di Madura adalah taun. Wallahualam ya. Masing-masing kita mungkin punya pemahaman masing-masing dan punya sisi percaya masing-masing gitu ya. Tapi gue jujur dari gua pribadi, gua tuh setengah-setengah. Toun ini mungkin benar ada atau sebenarnya toon ini adalah COVID itu sendiri. That's why kenapa banyak yang meninggal di Madura sekarang? Terus menurut kalian gimana, Geng? Apakah wabah tun ini benar-benar ada atau justru kalian setuju dengan gua yang di mana gua setengah-setengah gitu? Toun dan COVID. Coba tinggalkan komentar di bawah. Yeah.
Resume
Categories