Transcript
sGNswEOLjTs • 14-YEAR-OLD GIBRAN MISSING FOR 6 DAYS IN MOUNTAIN GUNTUR, HIDDEN BY SUPERHEROUS CREATURES
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/0392_sGNswEOLjTs.txt
Kind: captions
Language: id
Di sinilah detik-detik di mana Gibran
itu mulai agak sadar ada yang aneh gitu,
Geng. Karena ketika si perempuan ini
mengajak Gibran ke rumahnya, Gibran
melihat rumah perempuan itu ada di
jurang gunung.
Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng.
Eo. What's good? Welcome back to Kamar
Jerry,
[musik]
geng. Kita beberapa hari lalu sempat
membahas tentang kisah-kisah horor para
pendaki nih, Geng. Dan ternyata sekarang
cerita tersebut terulang lagi. Dan ini
terjadi kepada anak berumur 14 tahun
yang hilang di pendakian. Kisah ini
terjadi di Gunung Guntur, Garut, Jawa
Barat. Seorang anak berumur 14 tahun itu
tersesat di Gunung Guntur dan akhirnya
ditemukan selamat setelah 5 hari hilang,
geng. Bocah tersebut bernama Gibran
Arrasyid. Dan cerita tentang hilangnya
Gibran ini benar-benar membuat
orang-orang tuh terenganga gitu ya,
kaget gitu. Karena banyak yang
penasaran, orang-orang bertanya gitu
kepada Gibran apa yang mengalami atau
yang menimpa dia selama hilang gitu. Dan
menurut cerita Gibran, Gibran ini
mengalami hal-hal mistis yang
benar-benar menurut gua membuat bulu
kuduk merinding, Geng. Selama 5 hari dia
menghilang, bagaimana bisa dia bertahan
hidup? Itu yang membuat orang-orang tuh
bertanya-tanya gitu ya. 5 hari hilang di
hutan. Lu gak tahu tempat lu di mana dan
tidak membawa bekal. Tapi pas ditemukan
dia sehat walafiat gitu ya. Apa yang
sebenarnya terjadi kepada Gibran ini,
Geng? Nah, ketika penyelamatan Gibran
ini dia ditanya soal bagaimana dia
bertahan hidup. Ternyata jawabannya
mengejutkan banget. Dia bilang dia
sempat diberikan makanan oleh [musik]
tiga orang wanita. Bagaimana cerita
selengkapnya tentang Gibran? Mari kita
kupas satu persatu nih, Geng.
Gibran ini berangkat ke Gunung Guntur
pada tanggal 17 September. Tepatnya dia
ini berkenalan dengan orang-orang yang
dia kenal dari media sosial. Nah, jadi
dia tuh semacam gabung sebuah grup yang
di mana ketika merencanakan untuk naik
Gunung Guntur ini, mereka berjumlah 13
orang, Geng. Menurut keterangan Ayah
Gibran, dia itu sempat meminta izin itu
bahkan 3 minggu sebelum hari H, hari
keberangkatannya gitu, Geng. Nah, kedua
orang tuanya ini mengizinkan Gibran
karena memang menurut orang tuanya dia
ya butuh main lah gitu ya sama
teman-temannya. Nah, alhasil Gibran ini
memulai pendakiannya melalui posam
tenggorong Garut. Nah, bahkan di saat
pendakian dia sempat menelepon
keluarganya, Geng. Bahkan dia sempat
video call dengan keluarganya dan dia
bercerita tentang gimana dia senang
banget gitu ya mendaki Gunung Guntur
tersebut. Terus juga dia sempat pamitan
gitu ya sebelum mematikan handphone dia
bilang mau makan Indomie terlebih
dahulu. Barulah keesokan harinya,
tepatnya tanggal 19 September nih, Geng.
Di sinilah kejadian hilangnya Gibran
berawal. Di mana di saat itu Gibran dan
teman-temannya sempat berkemah di pos 3
sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke
puncak gunung. Jadi kayak istirahat
gitu, Geng. Mereka beristirahat itu
karena memang sudah memasuki waktu
magrib dan akhirnya mereka tidur di pos
3 tersebut. Tapi anehnya keesokan
harinya ketika teman-temannya udah pada
bangun semua, udah keluar dari tenda
yang ada di pos 3 itu, mereka ini mau
melanjutkan perjalanan untuk mendaki ke
puncak gitu ya. Anehnya Gibran justru
memilih untuk enggak ikut dan dia bilang
dia mau nunggu di tenda aja sendiri dan
ngelanjutin tidur. Ya mungkin ni anak
ngantuk kali ya, jadi mager gitu loh
untuk ikut teman-temannya ngelanjutin
pendakian. Memang ketika ditanya sama
teman-temannya nih, kenapa dia enggak
mau ikut lanjutin perjalanan ke Puncak,
dia tuh enggak jelas gitu jawabannya dan
dia milih untuk lanjut tidur gitu, Geng.
Barulah akhirnya sehari kemudian nih
pada tanggal 20 September sekitar pukul
15.00 waktu Indonesia Barat, 13 orang
temannya tadi itu turun dari puncak.
Jadi mereka udah sampai puncak turun
untuk menuju ke tenda tempat Gibran
istirahat yaitu di pos 3. Namun mereka
kaget banget ternyata di tenda tersebut
Gibran tidak ditemukan. Jadi benar-benar
menghilang gitu, Geng. Nah, mereka
sempat melakukan pencarian
memanggil-manggil Gibran di sekitar area
pos 3 tersebut. Namun, tidak ada
tanda-tanda keberadaan Gibran. Akhirnya
mereka melaporkan ke pos penjagaan kalau
ada salah satu orang pendaki yang
hilang. Lalu pihak Kapolsek Terogong
juga sempat menerima laporan atas
kehilangan pendaki tersebut. Di mana
menurut laporan orang-orang di sana
dikatakan kalau barang-barang si Gibran
ini sama sekali tidak hilang, Geng.
Masih utuh handphone-nya. tasnya,
sepatunya, bahkan tuh handphone tuh
masih menyala, Geng, kondisinya. Tapi si
Gibran tidak kunjung kelihatan. Akhirnya
pencarian Gibran ini dimulai. Ini
waktunya tuh belum sampai 24 jam dia
menghilang. Porter Camp Gunung Guntur
kemudian melakukan pencarian bersama
teman-temannya Gibran di area tenda
tempat Gibran menginap. Lalu pada hari
yang sama pihak Basarnas tiba di lokasi
tempat Gibran hilang juga nih, Geng.
Jadi benar-benar gerak cepat gitu. Namun
memang kondisi cuaca di Gunung Guntur
ini itu enggak karuan gitu ya. enggak
menentu. Kadang hujan, kadang angin,
terus tiba-tiba panas. Akhirnya hal ini
yang menghalangi proses pencarian
keberadaan Gibran. Proses pencarian
Gibran itu sama sekali tidak membuahkan
hasil di hari pertama, hari kedua,
bahkan sampai hari ketiga. Jadi
benar-benar enggak ada tanda-tanda
keberadaan Gibran di mana. Nah, di
posisi itu nih, Geng, ya, semua orang
tuh udah hampir give up gitu ya, udah
hampir nyerah dan udah nganggap ya ini
udah berhari-hari, enggak mungkin nih
bocah selamat gitu. Pasti sudah
meninggal dunia gitu ya. Karena ya
secara logika kalau dia gak meninggal
karena lapar ya dia bisa saja meninggal
karena dimakan binatang [musik] buas.
Karena kan itu gunung hutan gitu ya. Apa
aja bisa terjadi geng. Namun karena
desakan dari pihak keluarga dan
teman-teman serta masyarakat pihak
pencari dan para kru penyelamat itu
tidak menyerah sampai di situ aja nih
geng. Pencarian hingga ke tanggal 24
September. Para petugas menyisir lokasi
itu hingga siang hari, Geng. Namun
sayangnya [musik] tidak ditemukan juga
tanda-tanda keberadaan Gibran. Lalu
dilanjutkan lagi nih pencariannya
tepatnya pada pukul.
Waktu Indonesia Barat dan menyisir
lokasi di jalur pendakian gunung yang
berbeda gitu. Namun sayangnya tetap
masih tidak ada hasil. Sampai pada
akhirnya sore hari ini hampir menjelang
malam ya geng ya. Salah satu petugas
melihat ada seorang anak yang berada di
Curuk Cikoneng. Kondisi anak itu itu
kayak orang linglung, kayak orang yang
enggak sadar diri gitu ya. Jadi kayak
orang yang kebingungan gitu. Nah, ketika
dicek ternyata itu adalah Gibran. Nah,
akhirnya Gibran ditemukan di Curuk
Cikoneng dengan [musik] kondisi
kebingungan atau linglung gitu, Geng.
Lalu petugas langsung mengevakuasi
Gibran ke Puskesmas Terogong Color untuk
mengalami perawatan karena memang
kondisi Gibran tuh sehat-sehat aja.
Namun dia itu dehidrasi kayak orang yang
enggak minum gitu, Geng. Namun ada yang
aneh nih, Geng, dari penemuan Gibran
ini. Di mana menurut ayah Gibran yang di
saat itu juga ikut melakukan pencarian
di lokasi, tempat ditemukannya Gibran
ini itu sebenarnya sudah dilewati
berkali-kali. Namun, tidak ada satu
orang pun yang melihat Gibran ada di
situ. Nah, ini menurut warga-warga
sekitar itu para tim pencari matanya itu
ditutupkan atau justru Gibrannya itu
disembunyikan oleh makhluk gaib.
Sehingga ketika mereka melewati tempat
itu, mungkin mereka tuh udah berpapasan
dengan Gibran. Namun mereka enggak sadar
atau enggak melihat Gibran ada di
hadapan mereka, Geng. Memang agak aneh
gitu ya kalau kita pikir-pikir kok bisa
gitu hal ini bisa terjadi. Saat itu
banyak orang yang bertanya-tanya kepada
Gibran, "Bagaimana cara Gibran bertahan
diri selama 6 hari, Geng?" Tidak ada
makanan ditambah dengan cuaca buruk
gitu, ya. Karena emang di lokasi itu
cuaca itu enggak jelas. Kadang hujan,
kadang badai juga gitu, ya. Tapi Gibran
ini tetap sehat dan semacam tidak
terjadi apa-apa. Menurut pengakuan
Gibran, dia itu ditemani oleh tiga orang
wanita yang di mana salah satunya adalah
seorang wanita tua yang memberikan
Gibran makan. Dan menurut Gibran nih,
Geng ya, dia itu tidak pernah merasakan
yang namanya malam yang artinya dia itu
enggak sadar sebenarnya dia itu udah
hilang selama berhari-hari atau sampai 6
hari gitu, Geng. Yang dia tahu dia itu
cuma hilang atau pergi dari tenda hanya
dalam waktu beberapa jam. Dan kenapa dia
bisa tetap kenyang itu? karena diberikan
makanan oleh sosok wanita tua tadi,
Geng. Anjir, merinding gua. Di sini
Jibra juga mengakui kalau makanan yang
dia makan itu adalah nasi dengan lauknya
ikan. Dan orang-orang ini juga sempat
mengajak Gibran bermain sampai akhirnya
Gibran terjatuh. Menurut beberapa
penerawangan orang-orang pintar nih,
Guysat
di dalam hutan, makanan yang diberikan
oleh makhluk dari alam gaib itu ya
bentuknya atau rupanya itu seperti
makanan dunia kita gitu. Nah, tapi
sebenarnya aslinya makanan yang dimakan
itu bisa jadi itu belatung atau hal-hal
lain yang menjijikan. Gua juga enggak
paham ya, apakah hal ini valid gitu ya
bentuk makanan itu yang sebenarnya gitu.
Apakah misalkan makanan di dunia gaib
itu ikan ya di dunia kita juga ikan atau
mungkin benar seperti yang diisukan
sebenarnya ikan itu justru hewan-hewan
yang menjijikan seperti belatung dan
lain-lain. Menurut kalian gimana, Geng?
Nah, kita lanjutin nih, Geng. Gibran
mengaku awal pertama kali dia hilang itu
gara-gara dia tidur di tenda ketika
ditinggalkan oleh teman-temannya. Saat
itu yang dia ingat dia itu sedang tidur
dan tiba-tiba aja ketika dia bangun hari
sudah siang dan posisi dia bangun itu
sudah di sungai. Di mana ketika dia di
tepi sungai itu sungai itu terlihat
airnya itu agak kuning tapi jernih
katanya. Dan Gibran juga mengatakan dia
itu tidak merasakan yang namanya hilang
berhari-hari. Karena dia bilang dia itu
cuma bertemu tiga orang perempuan tua
tadi itu dalam beberapa jam doang sampai
akhirnya terjatuh dan dia bertemu dengan
para tim penyelamat. Jadi benar-benar
dia tuh enggak tahu kalau dia tuh udah
hilang selama 6 hari, Geng. Nah, lalu
ternyata yang ditemui Gibran ini bukan
hanya tiga orang perempuan, namun ada
lagi dua orang laki-laki. Kesemuanya itu
berjubah putih dan berkulit putih dan
wajah mereka itu tidak terlalu terlihat.
Ketika orang-orang ini menawarkan Gibran
makanan, Gibran justru tidak memakan
makanan tersebut. Gibran justru memilih
untuk hanya minum air sungai, Geng.
Selesai dia ditawari makan, Gibran ini
diajak untuk bermain ke rumah para
perempuan tadi. Di sinilah detik-detik
di mana Gibran itu mulai agak sadar ada
yang aneh gitu, Geng. Karena ketika si
perempuan ini mengajak Gibran ke
rumahnya, Gibran melihat rumah perempuan
itu ada di jurang gunung. Ih. Jadi
seandainya Gibran menuruti atau
mengikuti perempuan tersebut, mungkin
Gibran sudah meninggal dunia karena
terjun ke dalam jurang tersebut, Guys.
Di saat itulah Gibran langsung menolak
gitu ya, enggak mau ikut ke tempat
tersebut. Dan Gibran sempat terjatuh
juga nih, Geng, di dekat tebing yang ada
di lokasi sungai tersebut, Geng. Nah, di
situlah akhirnya Gibran ditemukan oleh
para warga dan tim pencari. Dan Gibran
juga sempat mendengar ada suara
teriakan-teriakan warga yang memanggil
namanya dia sampai akhirnya dia sadar
kalau dia sedang dicari. Akhirnya di
situlah Gibran bertemu dengan para warga
yaitu tepatnya di sungai Cikoneng itu.
Lalu ada hal mistis lain yang dialami
oleh Gibran ketika hilang tersebut,
Geng. Di mana detik-detik sebelum Gibran
ini ditemukan, itu dia sempat mendengar
suara azan. Nah, Gibran ini sempat
mendengar suara azan sampai akhirnya dia
baru mendengar suara warga yang sedang
mencari posisinya dia. Gibran ini
ditemukan dalam kondisi sedang duduk
dengan kakinya itu ada luka kecil, Geng.
Dan banyak yang mengatakan kalau
sebenarnya Gibran ini sudah masuk ke
alam lain dan di saat itu hampir saja
tidak bisa pulang lagi. Nah, jadi ada
beberapa kemungkinan nih. Satu, jika dia
memakan makanan dari perempuan tersebut
itu dia enggak akan bisa balik lagi.
Yang kedua, jika dia mengikuti perempuan
tersebut untuk ikut ke rumah yang
akhirnya Gibran yang sudah pasti tuh ya
akan melompat dari atas tebing dan jatuh
ke jurang. Ya, akhirnya yang ditemukan
hanya jasad, tapi rohnya akan tinggal
bersama para perempuan tua tersebut di
Gunung Guntur. Nah, dari sini kita bisa
mempelajari ya, Geng ya, ternyata isu
tentang alam gaib itu memang benar ada
karena apa yang dialami oleh Gibran ini,
Geng. Dan ini benar-benar semacam relate
gitu ya yang dikatakan oleh orang-orang
di mana perjalanan waktu di alam gaib
itu jauh lebih cepat dibandingkan di
alam kita. Hal ini bisa kita lihat ya.
Gibran mengatakan dia itu hanya hilang 3
jam. dia merasa 3 jam doang dia berpisah
dari teman-temannya atau dia terpisah
dari tenda gitu. Sementara yang kita
ketahui dia itu hilang 6 hari. Berarti 1
jam di dunia gaib itu adalah 2 hari di
dunia nyata, Geng. Nah, hal ini mirip
banget nih, Geng. Dengan apabila kita
itu pergi ke luar angkasa. Menurut para
ilmuwan nih, waktu yang ada di bumi
dengan waktu yang ada di luar angkasa
itu berbeda banget. 1 jam di bumi atau 1
hari di bumi dengan 1 jam atau 1 hari di
luar angkasa itu jauh berbeda. Nah, ini
disebut dengan dilatasi waktu. Misalnya
nih ya, kalau kalian nonton film
Interstellar di mana di situ dikisahkan
seorang ayah yang ditugaskan untuk
ngecek sebuah planet yang disebut dengan
planet Miller. Jadi, ayahnya ini adalah
seorang astronaut nih, Geng. Dia
berangkat ke planet tersebut untuk
mengecek planet tersebut cocok atau
tidak untuk ditempati oleh manusia.
Sebelum berangkat, astronaut ini
berpesan kepada anaknya kalau suatu hari
nanti jika dia kembali ke bumi, maka
umur mereka akan sama, katanya. Agak
aneh memang ya. Ya, ini memang film
fiksi tapi ini adalah sebuah pengandaian
nih, Geng. Bagaimana nih penjelasannya
nih, Geng? Ternyata menurut film
tersebut ketika mereka sampai di planet
Miller, mereka itu harus bekerja dengan
cepat. Karena menurut keterangan para
ilmuwan, dikatakan 1 jam di planet
Miller itu sama dengan 7 tahun di bumi.
Jadi, mereka benar-benar harus bekerja
dengan cepat. Dilatasi waktu ini memang
sudah banyak dibicarakan, terutama di
dalam ilmu fisika modern. Konsep ini
didasarkan pada teori relativitas khusus
Einstein yang menjelaskan kalau waktu
itu bersifat relatif berdasarkan acuan
pengamatan dan satu-satunya kecepatan
yang konsisten atau tetap itu adalah
kecepatan cahaya bukan kecepatan waktu.
Dalam ilustrasi Einstein dijelaskan
secara singkat bahwa jika ada sepasang
anak kembar, katakanlah nama misalkan
anak kembar ini Julian dan Iqbal
misalkan. Nah, ketika Julian ini menuju
ke luar angkasa dengan pesawat ruang
angkasa yang sangat cepat hingga
mendekati kecepatan cahaya. Lalu dia
kembali ke bumi setelah beberapa jam di
luar angkasa. Dan pada saat mereka
bertemu di bumi, waktu yang telah
berjalan di bumi sudah terjadi beberapa
tahun. Dan ketika Julian ini bertemu
dengan kembarannya si Iqbal tadi, si
Iqbal ini udah dalam posisi tua.
Sementara Julian masih dengan umur yang
sama saat dia berangkat. Nah, teori ini
berdasarkan kecepatan cahaya ya, Geng.
Kalau kecepatan waktu ya semuanya akan
berjalan sama gitu ya. Tapi kalau
kecepatan cahaya ya memang tidak bisa
diukur dengan kecepatan waktu. Dia akan
lebih cepat. Berdasarkan teori daripada
Einstein ini mungkin kita bisa lihat
gitu ya sisi lain dari kejadian Gibran
ini. Kita enggak bisa ngelihat hal ini
dari sisi gaib aja. Ternyata di dalam
ilmu sains atau ilmu pengetahuan ini
juga ada gitu ya. Bisa jadi tempat di
mana hilangnya Gibran ini atau alam di
mana Gibran ini menghilang yang
dikatakan hanya hilang beberapa jam ini
berada jauh dari tempat kita dan
perbandingannya itu bukan soal waktu
tapi cahaya. Jadi ukurannya itu bukan
berapa lama waktu Gibran untuk mencapai
tempat tersebut tapi justru berapa
kecepatan cahaya Gibran untuk mencapai
tempat tersebut. Jadi kira-kira kayak
gitulah Geng penjelasannya. Nah, namun
dalam hal ini memang tidak masuk akal
untuk kita bahas gitu ya. alam tersebut
kok bisa ada gitu. Dan ya sudah
dipastikan lah ya walaupun secara teori
sains ini ada, tetap aja gua sendiri
yakin hal yang membuat Gibran ini hilang
justru adalah alam gaib. Dan kalian
kebayang enggak, Geng, bila Gibran ini
hilangnya ternyata enggak cuma 6 hari,
ya. Let's say lah dia hilang setahun
atau 2 tahun, namun ketika ditemukan
masih dalam posisi umur yang sama. Seram
enggak, Geng? Jadi dia udah hilang 2
tahun, tiba-tiba balik umurnya masih 14
tahun enggak bertambah tua gitu. Nah,
inilah yang disebut dengan kecepatan
waktu di alam lain itu jauh lebih cepat
dibandingkan alam kita di dunia nyata.
Dan menurut kalian, Geng, apa yang
menyebabkan Gibran ini hilang? Benarkah
disembunyikan oleh alam gaib atau justru
Gibran ini hanya tersesat? Namun di saat
pencarian para pencari tidak melihat
posisi Gibran? Coba tinggalkan komentar
di bawah. [musik]
Yeah.