FERDIAN PALEKA & KATAK BHIZER IS THERE A PROBLEM WITH MANJI? #StopPodcastPlayBoy #KatakVsPaleka P...
VrFLPczVh-M • 2021-11-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
E, gua mau nanya satu
ke ini
ke berdua lah.
Berdua. Berdua berdua.
Kalian kan ng-reaction gua waktu itu.
Oh iya iya.
Itu ada kepuasan tersendiri atau gimana?
Ada yang ngegossipin kalau baru-baru ini
katak itu malah ngebantuin adik-adik
buat turun ke jalur. Itu benar enggak
sih beritanya? Coba boleh enggak
diobloin di sini ya?
Di suatu hari tanpa sengaja aku
mengganja.
Yo geng, tekan tombol subscribe, Geng.
E yo, what's good? Welcome back to Kamar
Jerry,
[Musik]
genggeng. Oke, hari ini gua kedatangan
musuh bebuyutan dari sebelum pandemi.
Musuh bebuyutan katak juga kan. Iya.
Yoi.
Ih.
I
tak kasih tahu tak
gak bisa gak bisa
gini.
Hei,
bro.
Halo, Pak. Halo.
Baik, Bang.
Alhamdulillah. Jadi dia yang nanya nih,
saya mendatangi musuh-musuh saya.
Siap.
Itu artinya gentle ya.
Gentle.
Gentle. Jangan kayak si
si botak.
Parah banget.
Siapa tuh?
Iya tahu anjir.
Siapa?
Siapa? Si Boper Boper si
botak baper
yaak tahu tah dia pura-pura, Guys.
Pura-pura dia.
Enggak botak tuh bokir katak maksudnya.
Masuk ya? Masuk.
Aduh gokil ke atas.
Sehat, Bro.
Sehatshat.
Lu datang kemari ngapain sih? Ny ribut.
Silaturahim aja ya. Silaturahim.
Silaturahim. Boleh. Boleh. Boleh. Boleh.
Aduh. By the way nih dia gini-gini loh.
Oh iya.
Udah siap banget ya.
Dedekan banget di sini.
By the way apa nih?
By the way nih bro eh lu kan apa ya bisa
dibilang dulu-dulu tuh banyak banget
yang ng-rosting lu ya.
Iya.
Itu lu masukin hati enggak sih kayak
gitu-gitu?
Ee gimana ya? Ada juga sih dua orang sih
gua masukin hati itu.
Oh iya
iya orang pemulang. Pemulang dua-duanya.
Enggak enggak enggak
kita dong.
Iya
enggak enggak enggak ada enggak ada
enggak ada. Masukin hatiak masukin hati
ya.
Apa sih maksudnya lu dari semua
orang-orang yang ee di saat itu kan
kasus lu tuh jadi kasus nasional tuh ya?
Nasional. Masuk ke luar negeri juga itu.
Hah?
Masuk.
Serius?
Serius.
Apa berita apa
yang tidak memanusiakan manusia yang
dibully di penjara?
Hm. Oh. Oke oke oke. Berarti
itu yang masuknya
itu kasus after-nya bukan kasus yang lu
itu ya.
Itu di berita mana? Luar negerinya di
mana?
Luar negeri. Enggak tahulah apa ya?
Manchester gitu.
Oh Manchester. Di luar ya?
W gila
gokil
gokil gokil. Bay udah go internasional
tapi sebagai narapidana.
Dia juga nara nara pidana. Oh iya. Oh
iya.
Lu kasus siapa? Tek.
Hah?
Emang iya?
Iya juga.
Iya kaus apa sia? Kaus naon goblok?
Siap. Goblok.
Sia anjing goblok.
Kaus apa? Tak.
Kaus apa? Tak. Emang ada
seminggu doang?
Seminggu
berarti enggak nara pidana dong.
Enggak. Kapal kecil.
Kapal kecil. Tak
jarang. Jarang orang ada yang tahu ini
baru di sini. Parah banget lu.
Oh iya
bongkar aib. Kita mau bongkar aib dia
malah dia bongkar aib.
Iya.
Hebat. Hebat. Boleh.
Berarti anggapan lu terhadap orang-orang
yang ng-roosting lu di saat itu gimana?
Apa?
Biasa aja sih sebenarnya. Enggak ada
dimasukin hati juga. Percuma juga
dimasukin hati juga.
Dan menurut lu ee maksudnya kayak ada
yang tipikal kayak ya wajarlah mereka
ngobrolin kayak gitu karena lagi ramai
gitu kali.
Iya wajar wajar wajar lagi ramai semua
orang malah
semua orang bukan lu berdua doang an
semua orang
semua orang rame ya.
Si botak juga botak lagak sih apa sih?
Padahal katak doang bok enggak ikut-ikut
ya.
Iya. Oh iya iya. Bokir katak. Mungkir
kat
itu yang lagi e itulah kalian
apa waktu itu lu suatu hari tanpa
sengaja gitu ngucapin hal
di suatu hari tanpa sengaja aku
mengganja
ganja
enggak dia dia tuh nih gua jelasin dulu
ya
si boper ini ya kita panggilnya boper
botak baper ya oke oke oke oke. Iya dia
nyenggol duluan kan, Bang. Tahu kan?
Trending satu anjir.
Di kasus el ya?
Di kasus gua.
Oke. Terus
terus dia ng-stitch di TikTok.
Heeh. Heeh.
Iya.
Ee sama di podcastnya ee Om Dead
botak juga.
Iya. Makanya Upin-Ipin ini. Aduh.
Gua ngakut.
Berani. Gua enggak ikutan. Ikutan. Gua
enggak ikutan.
Gua enggak ikutan.
Dia bilang gua disenggol katanya.
Oh
iya. E netizen kan ngomongnya iya baper
katanya.
Oh
dia duluan.
Dia duluan. Iya.
El cuma ibaratnya kayak momennya pas
banget lah.
Momennya pas banget.
Maaf. Kasus lama ya.
Iya. Enggak ada yang nyangka juga kan.
Ya. Puitis juga
enggak ada yang nyangka gitu.
Kaget-kaget saya bilang
terkatak-katak anjir.
E terpaleka-paleka.
Terpale-pale.
Oh gitu.
Berarti beradi katanya enggak ada yang
masukin hati. Ternyata ada. Ternyata
ada.
Satu doang. Satu. Satu. A. Satu aja
sebenarnya banyak sih yang ngasting ya
cuma yang
lebih ke tembus aja itu dia sih
dia doang
soalnya trending
soalnya mengiring orang buat repot aduin
channel dia sampai yang channel gua dua
ini enggak jalan lagi. Oh iya, itu jadi
pertanyaan gua juga tuh. Kenapa ibarat
kan gini ya, seorang verdian palka kan
ya sudah menjalankan tanggung jawab lu
lah ya.
Maksudnya lu kan dikena hukuman segala
macam. Harusnya setelah lu keluar enggak
seharusnya lu dijudge lagi gitu kan.
Terus juga gua lihat lu sempat bikin ee
dua channel eh satu channel dulu terus
lu pindah channel lagi
akhirnya sampai yang Paleka TV sekarang.
Berarti itu ada impact dari
Oh ada.
Oh iya
sampai sekarang gitu.
Sampai sekarang sampai sekarang
gokil. Gara-gara kenapa sih kok bisa?
Gara-gara yang ngelaporin?
Oh, enggak. Maksud gua orang ngelaporin
menurut lu itu karena kasus lu doang
atau ada yang nge-trigger gitu?
Ada juga pertama kasus gua ya.
Heeh.
Terus yang nge-trigger juga ada lebih
jadi lebih yang tadinya B aja jadi
ikut-ikutan. Oh
oke. Netizen kita ya.
Iyaen
Indonesia banget.
Indonesia ya. Saya terus ditanya ya.
Tetak.
Iya. Gimana ya? Iya.
Oke oke oke oke. Tapi gua, gua ngelihat
lu yang sekarang ya jauh beda l ya. Tapi
tetap aja ya maksudnya kayak gua lihat
niat baik lu kayak dulu kan kasusnya
ngasih sembako, nge-prank gitu ya. Gua
termasuk orang yang angkat itulah sampai
gua ribut sama santri, Pak. Entah dari
anta dari mana itu
tahu santri
anta berantah.
Iya anta berantah. Pokoknya ilmunya
tinggi dah. Nah,
ada gitu. Ee setelah itu kan lu bikinlah
ee apa ibaratkan
ee bersedekah lagi tapi yang real ya kan
yang real.
Tapi itu kan jadi pro dan kontra. Ada
yang ada yang menganggap itu ya udah lu
memang berubah ada juga kan yang apa
yang kayak ah pencitraan.
Oh iya iya
ada ya kayak gitu
ada. Gua juga heran kan itu kan yang
buruk aja gua videoin kan
kasarnya ya. Masa yang baiknya enggak
kan.
Iya iya iya.
Enggak peduli juga dia bilang ah ini mah
ee biar dimaafin atau apa. Enggak enggak
peduli juga sih.
Enggak peduli juga biarin aja. Pedul
juga. Tapi pernah enggak lu kayak ketika
lu bersedekah yang benar itu justru ee
apa ya kesan tidak menerimanya itu bukan
dari netizen tapi dari orang yang lu
kasih.
Ada
apa tuh?
Gila. Warut kali ya.
Dari war
takut
di Bandung. takut dia.
Terus, terus
katanya, "Ini saya mau bagiin sembakau
nih." Wah, enggak mau, enggak mau.
Hah?
Ee itu anak-anak saya kemarin di-prankin
katanya.
Tapi dia tahu itu lu
tahu anjir. Dilempar pakai mob main batu
mobil saya.
Oh, iya
ya. Lempar.
Gila.
Tapi tetap sabar lah ya.
Tetap sabar aja mau gimana lagi ya.
Ya sadar jugalah waktu itu bikin
kesalahan ya.
Kesalahan. Kesalahan yang membuat
booming seluruh Indonesia. Iya. Enggak
tahu ya giliran saya berbuat baik gitu
kan ee enggak enggak di-up gitu. Kenapa
ya di? Iya. Emangnya
netizen itu fokus satu ke titik
kesalahan aja.
Iya. Bidang putih besar ada titik hitam.
Yang dia fokus titik hitam bidang
putihnya padahal masih luas ya.
Kayak gitu juga kasus teman saya ini.
Oh
sedih kalau diceritain mah. Ceritain
enggak? Enggak usah ya.
Ceritain. Ceritain
ceritain anjing.
Enggak apa-apa.
Tak itu itunya lepasin lah. Baru banget
dikasih dikasih
dia suruh lepas tuh biar orang tahu dia
baru ngasih
baru baru dibeliin. Brandingnya kan
sedekah
kan katanya k
cuman katanya sedikit lagi mau sedekah
bang.
Hah?
Dikit lagi dia mau sedekah. Isinya
isinya kobra.
Kobra entar. Eh disenggol. Jangan
senggol-senggol ini dong Bang Panji
Petualang.
Enggak siapa yang nyenggol Bang Panji
ya? Bang Panji salam dari Gjay.
Jadi ke sana ya sana lu. Parah saya.
Aduh gila.
Aduh. Aduh
Bro di saat itu gua pengin gua penasaran
ya lu kan ee boleh enggak kita flashback
sedikit ke kasus yang itu? Bolehlah ya.
Boleh ya. Itu lu kan sempat benar-benar
ee ngilang tuh.
Ngilang
itu lu benar-benar cabut.
Cabut
ke mana?
ke pertama ke Bogor. Terus mobil gua
ketangkap. Waktu itu gua cabut ke
Palembang.
Oh, mobil lu doang yang di Sita.
Mobil gua doang satu diita.
Heeh.
Terus itu cabut lagi ke Palembang.
He.
Mereka juga ee heran gitu kenapa bisa
lolos kan. Sedangkan waktu itu maraknya
COVID.
Oh iya iya i
gila kan.
Kok bisa ya?
Aing tu
enggak gua gua nebeng gua nebeng gua
nebeng ke Spear Truck waktu itu.
Waktu itu enggak iya enggak enggak
boleh. Boleh mudik bawa oper enggak
boleh ya?
Heeh. Heeh.
Ini aja apa? Baju ada
iya nebeng ke
Mas. Saya mau nyebrang. Saya duduk di
sini ya Rp300.000 ya? Iya nyebrang.
Terus sampai di Lampung ya?
Sampai di Lampung Palembang.
Gua enggak ke ke rumah keluarga? Enggak.
Ke mana?
Ke rumah teman.
Jadi benar-benar sembunyi lu ya. Iya,
bersembunyi. Nah, pas itu gua dengar ada
tim gabungan
udah di titik gua 50 m jaraknya dari
titik gua ini.
Oh. Oh, ngetracking ya?
Udah, udah. Ini apa? Udah kedetect.
Udah kedetect, ya.
Nah, pas subuh gua telepon, "Saya mau
nyerahin aja, Pak."
Heh,
saya mau nyerahin aja. Nah, kata si
bapaknya, "Dikawal enggak? Mau dikawal
enggak?" "Enggak usah," katanya. Kata
saya, "Enggak usah, kata saya, enggak
usah." Pas begitu cabut tol Merak Banten
ya. Eh, Merak Tangerang.
Iya.
Tangkap di situ.
Tangkap.
Padahal udah mau nyerah ya.
Padahal udah nyerah ya. Gimana?
Biasalah biasalah.
Apa
biasa
apa tuh?
Apa tuh?
Iya itulah saya sudah menyerah. Kenapa
ditangkap diberitakan gitu ya?
Harusnya palak menyerahkan diri gitu
kan.
Oh tapi ditangkap tangan
ditangkap tangan di ah
ah pakai senjata.
Senjata.
Oke oke oke oke. Kayak
kayak aja wajar. Iya iya iya.
Tapi kenapa sih itu sampai segitunya ya?
Nyangka enggak sampai segitunya sih?
E gua gua sih gini karena mungkin karena
viral kali ya koruptor viral enggak
kayak gitu sih
ya. Waduh,
berat
gua ikutanuh.
Kan ada yang sampai nabrak ti listrik
kepala benjol juga.
Si Papi.
Iya
iya si Papi. J Papi.
Ya udah ya udah nih nenggol-nyenggu
lagi.
Bocor
bocor bocor.
Tapi benar enggak sih menurut
pemberitaan waktu itu lu dibantu sama
bokap ya?
Enggak.
Oh itu enggak.
Dia cuma apa? Ngarahin aja. Dia nyuruh
mahal nyuruh ini apa? Nyuruh nyerahin
cuma engak mau
nyerahin. Oh. Oke, mau karena dia takut
gua kenapa-napa di jal. Di dalam. Eh,
terbukti kan kenapa-napa kan.
Itu pemukulan bukannya settingan tuh
yang dipukul.
Mana ada settingan enggak? Ada lah.
Gila ditelanj ditelanjangin lur.
Kan lu maaf ya berbagi kan settingan
nih.
Enggak settingan berbagi asli
ya setting itu kan lu setting dalam batu
parah banget
ya. Iya. I kondusif ya Mang.
Eh enggak. Iya kan gua kira juga
settingan.
Bukan bukan asli.
Kalau settingan enggak akan ditangkap
atuh.
Iya sih benar.
Iya sih
iya iya
iya. Nah waktu itu ada kasus lagi prank
isi sampah daging. Tahu enggak sih?
Tahu gua itu sengaja
dia settingan tapi ditangkap ya.
Oh ditangkap. Itu
ditangkap. Jadi ini yang mana yang benar
coba settingan atau enggak? Settingan
tetap ditangkap.
Tapi sebenarnya fokusnya bukan di situ,
Bro.
E memberikan contoh yang tidak baik kali
ya. Iya, lebih ke situ sih. Jadi kayak
menter orang. Eh, contoh kayak gini dah.
Sekarang kan ee kalau memberikan contoh
yang tidak baik, let's say kayak podcast
kita sama katak dan teman-teman yang
lain, banyak yang salah mengartikan juga
kan.
He. Iya, benar.
Karena kan tujuan kita tuh bikin podcast
yang tauran, tujuan kita tuh ee di
endingnya ini ya, di ending-nya itu kita
edukasi ngajak anak-anak STM, ayo stop
tawuran anak-anak sekolah ayo stop
tawuran. Tapi tahu enggak kenapa jadi
apa namanya? kau ramai kacau gara-gara
TikTok.
TikTok mengcrop video-video yang
Iya. Jadi itu jadi gini ee di di partnya
kita tuh ya bercerita tentang gimana El
pertama kali misalkan ke katak nih
gimana tak pertama kali turun tawuran,
kenapa dia cerita
terus pernah ngeini orang? Pernah tapi
kataknya sendiri pernah dikenai orang?
Pernah kan ada bekas gitu ya.
Tapi kalau di TikTok yang dipotong cuma
bagian jagonya doang.
Iya. Bagian beraninya nantangin orang
doang. Yan. Eh, tapi enggak pernah
nantangin.
Hmm.
Intinya ngebacok orang lah.
Iya, ngebacok lah. Goblok. Jangan
rantangin gimana?
Jadi,
Iya.
Jadi, jadi jadi gimana
ya jadinya maksudnya hal itulah yang
nge-trigger anak-anak bocah buat pengin
jadi jago juga seperti mereka. Karena di
yang dikat bagian jago. Coba yang
dikatnya bagian yang cacat-cacatnya
sudah beda cerita gitu.
Bagian edukasinya. Jadi bagian
edukasinya dibuang justru bagian yang
nyerang-nyerangnya malah lebih banyak.
Nah, tapi yang disalahin tetap kita
gitu sebagai sama kayak lu juga kasus
lu.
Jadi yang dilihat buruknya doang.
Buruknya doang emang.
Iya gitu gitu.
Ialah kita kita ee
udah entar ribut dulu kan lu berdua ada
kasus.
Oh iya
jadi lu sama katak kenapa sih?
Tadinya gua enggak tahu enggak tahu gua
tahu ini katak tuh nge-reaction gua
dulu. Zaman dulu
dulu setahun yang lalu anjir itu
disebutnya dulu kan?
Oh iya
iya disebutnya dulu bukan kemarin.
Benar. Oke.
Iya gua enggak tahu waktu itu e dia
minta maaf tiba-tiba ke
lu
enggak
iya gua gua minta maaf. Iya Bang
lu ngetag gua dulu gua bilang ada apaan?
Bukan gue yang ngetag. Itu orang lain
siasel.
Iya
kan ada apa Bang gitu kan. E aku minta
maaf kan ini video yang itu. Sok
iya kan? Iya. Oke.
Minta maf dulu. Minta maaf duluan dia.
Dia rendah hati banget. Rendah. Rendah
banget.
Ken terus. Terus.
Nah, dari situ gua enggak tahu pas lihat
cek videonya. Oh, seatak gini. Ya udah.
Gua enggak bawa masukin nting. Enggak
masuk.
H enggak. Paling balik
itu. Itu di tas di di tas ada
parang-parang segala. Ngapain?
Mana
cari aman.
Cari aman.
Kat sudah tobat juga kan, Bang?
Iya. Alhamdulillah, Bang.
Udah gitu pakai bilang ini lagi ada
pohon pisang mau tinju. Ih, nyenggolnya
orang lain nyenggol.
Beda banget mas katak tuh sama yang dulu
ya.
Kenapa emang dulu?
Yang dulu kan nyenggol orang kan.
Oh, sekarang udah enggak ya.
Sekarang udah enggak. Masket. Tapi
enggak mau, Bang.
Kenapa enggak mau?
Ya ngapain nyenggol orang? Biarin aja l
santai aja nikmatin aja hidup.
Hari aman aja ya.
Iya.
Enggak bukan nyari aman cuman kayak
gimana ya. Ya kehidupan kita jalanin
masing-masing aja. Enggak usah
nyenggol-nyenggol orang, enggak usah
bersihin hidup orang.
Padahal padahal belum syuting tadi
bilang ya ngapain pohon pisang ditinju.
Iya. Pakai culurit aja.
Ngapain ditinju-tinju salam dari Garut?
Pak Curit aja sekali.
Cep putus
tadi dia ngomong kayak gitu.
Gua enggak ngomong lu. Pada
bisa lu dia luas nyenggol mau mau
nyenggol itu.
Hah?
Mau nyenggol si itu
bukannya anda yang berbicara?
Tapi kenapa Anda melempar ke saya?
Aduh gila. Gila.
Yuk. Next question.
Siap.
Mengantuk nih sebenarnya. Eh, tapi
ketika lu di dalam ee di pesantren eh
pesantren lagi ee pesantren pesantren
lah ya namanya ya. Di pesantren gitu ya.
Ada enggak sih teman-teman yang akhirnya
ngejauh atau semua teman-teman lu tetap
stay?
Ada.
Ada yang ngejauh?
Ada jauh sampai dia pindah pindah rumah.
Alasannya
karena takut lingkungan dia tuh udah
kacau banget ke gara-gara prank sampah
itu. Oh.
Oh. G
jadi dia udah dicap jelek banget.
Oh gitu. Jadi dia
pindah satu keluarga.
Satu keluarga. Kirain pedagang.
Padahal
itu itu otak-otakan mereka yang dua itu.
Teman saya kan tiga.
Iya. Bertiga di frame itu. Oke.
Mereka yang dua itu idenya.
Oh idenya
dikarenakan kita kan punya channel tuh
satu untuk bertiga kan.
Heeh. Heeh.
Enggak bisa upload makanya upload di
verdian Paleka.
Oh.
Akhirnya sekarang gimana hubungannya?
Sekarang udah agak baik sih cuma ee
masih komunikasinya masih kurang lancar
aja.
Kurang lancar aja. Mereka kegiatannya
apa? YouTube juga
ada yang kerja. Tadinya mau ngeyoutube
cuma udah enggak mau katanya dimarahin
sama orang tuanya.
Bukan dimarahin
takut terjadi lagi. Iya. Tapi mereka
gimana ngelihat lu sesukses sekarang
gimana?
Mereka senang juga sih.
Senang ya.
Gua udah tawarin juga waktu itu lu
kita udah tanggung lah maksudnya udah
dipukulin dari penjara masa udah mau
nyerah aja kan.
Iya benar benar benar benar benar benar
keren.
Ya udah kalau mau masing-masing
masing-masing udah masing-masing.
Iya iya iya. Berarti lu orangnya ini
juga ya maksudnya optimisme lu tinggi
ya. Heh,
keren keren keren keren. Gua juga enggak
kebayang sih kalau gua di posisi dia
benar
diekan seluruh Indonesia mental lu
pasti. Dan yang ngenekan juga bukan yang
apa ya cuma netizen tapi kalangan
entertain sendiri g
iya kalangan atas juga.
Iya ya. Tuh lu nanggapinnya gimana bro?
Nanggapin kalangan
iya maksudnya lu nanggapin tekanan itu
seperti apa?
Gua udah bodo amat Bang. Sumpah
jujur ya gua gua waktu itu mikir malah
nih anak nih memang batu. Gua mikir dulu
Iya. Maksudnya kayak berani gitu. I
orangnya
iya karena gua personality gua bikin
YouTube itu buat diri gua sendiri.
Tadinya apa yang gua lakuin itu terserah
gua aja. Tapi kan semakin gede angka
kita kan semakin jadi sorotan juga kan
sekarang. Iya iya juga
iya iya iya iya.
Gila. Tapi jujur cuma kuat dengan segitu
banyaknya orang ngjust dia. Cuma dia
tetap stay cool aja gitu.
Sty cool aja.
Iya malah balik mujim muji ya.
Oh iya ada
ada banyak
banyak yang akhirnya muji-muji lu
sekarang.
Iya banyak banyak.
Dan ada yang minta koleb-olleab juga.
Wah banyak
w
banyak waktu itu. Wah centang biru semua
itu.
Centang biru semua.
Oke.
Gua enggak terima.
Lu tolak tuh. Ya
tolak ini ngapain waktu gua di dalam lu
ikut-ikutan nge-judge gua waktu itu? Iya
iya i
iya.
Waktu itu
ketika gua keluar, ihol dong, colab
dong. Ah sor aja i
sori bos. Bos
gila bos.
Sadis nih katak. Ada yang mau ditanyain
enggak? Tak
yang jadi pertanya kok bisa banget kuat
gitu dengan banyak orang-orang ngejas
gitu pasti kan apalagi lu tinggal di
kota itu kan bahasa. Iya, di Bandung kan
maksudnya pro dan kontra enggak sih
orang-orang Bandung itu dan lu
nanggapinnya tuh gimana? Kuat enggak
sih?
Kuat sih, cuma pas waktu gua keluar itu
ada aja waktu itu. Waktu itu mobil gua
di palang. Hah? Di
palang anjir. Diambil kuncinya sampai
berdarah tangan gua.
Kenapa?
Turun katanya turun. Malu-maluin daerah
sini katanya.
Waduh
gila.
Terus
terus gimana lu ngadapin? Enggak lu
ributin
enggak? Diributin di gua panggil aja ke
rumah lu ngapain gini-gini kan. Ini gua
masih pantauan polisi kata gua. Kalau
ada apa-apa lu tanggung jawab ini.
Takut dia langsung minta. Takut dia.
Kita enggak usah main kekerasan lah.
Iya. Benar benar
pakai otak aja aja. Takut dia sampein
ais nangis ya.
Oh iya
iya.
Oke. Oke. Cerdas ya.
Tapi sampai saat ini masih ada aja gitu
yang kayak gitu.
Enggak ada. Enggak ada sekarang.
Enggak ada.
Tapi yang benci-benci banyak.
Nah warga TikTok tuh. I gua enggak
ngerti ya
sampai sekarang ya.
Sampai sekarang warga TikTok IG, YouTube
itu udah aman. Cuma TikTok tuh kayak,
"Bang, ke mana aja kok baru keluar?"
Gila gua udah lama anjing.
Ya tapi emang warna TikTok tuh random,
bro.
Iya sih
antah berantah maksudnya kayak
anh berantah.
Iya, Bro.
Hidup di hutan
anah berantah.
Jadi kadang malah gini,
gua ee gua selalu tuh kalau misalkan gua
ada something problem yang bikin rame,
gua akan klarifikasi di dua tempat itu.
Jadi enggak cukup di satu tempat kayak
Instagram doang atau YouTube doang.
Pasti orang TikTok enggak tahu kalau lu
udah klarifikasi.
Iya. Karena memang netizennya beda gitu.
Beda tempat bertapa kayaknya tuh.
Iya,
beda tempat mencari sesuatu.
Iya, gitu.
Benarbenar benar ya.
Iya, beda.
Sekarang katak kan lagi dihujat ya saya
dengarnya.
Iya.
Iya. Kenapa sih?
Enggak tahu. Padahal ya dia yang
ngomongin saya, dia yang naikin saya,
tapi dia yang kesal.
Aneh enggak sih?
Aneh sih.
Padahal saya biasa aja gitu.
Emang yang Anda harapkan itu apa? Ya
enggak ada yang darin cuma ya jalanin
aja
jalanin aja
apa yang sudah didapat ya kita
pertahankan gitu.
Iya toh di posisi sekarang bukan karena
keinginan katak juga kan keadaan keadaan
yang memaksa saya kan gitu.
Iya benar benar
banyak duit juga sekarang katak ya
wuhu
beli mobil buat mama.
Amin.
Gila gila. Tapi by the waydian Paleka
sekarang sudah menikah.
Oh sudah menikah.
Sudah menikah.
Sudah menikah. Asik. Wih,
tapi lu gua pengin tanya deh ee kan
konten lu konten nakal-nakal ya. Itu
realnya el atau itu hanya sebatas
kebutuhan buat
dulu. Dulu dulu gua pikir ee 18 plus itu
mancing buat mancing subscribers
viewers.
Oke.
Karena gampang banget kan 18 plus itu
ditonton orang tuh pada suka. Enggak
tahu suka pada suka. Penasaran sih.
Iya, penasaran gua. Gua survive di situ
kayak ngupload
ngupload cewek-cekeksi tapi terima.
Terima
terima. Benar benar benar
terima. Cuma ada yang enggak terima juga
sih kayak dari orang tua kan. Ngapain
sih bikin ini?
Oh orang tua juga protes ya.
Wah saya waktu itu ee kerja di manajemen
mall gara-gara YouTube saya cabut ya.
Saya sudah janji waktu itu 100.000
subscriber saya cabut.
Beneran aja 100.000 subscriber cabut
cabut
cabut. Gua udah mikir tuh ini YouTube
bakal ngejamin kali ya gitu ya. Eh
tahunya orang tua juga ngapain sih ini
ngeyoutubeyube tidur siang pulang malam
terus katanya.
He
wih begitu di
ah
orang tuanya diosting dong. Parah nih
enak nih.
Gokil.
Oh kayak gitu katanya. Oh terusin aja
nak
udah tahulah ya.
Dia tuh orang tua sekarang kan lihatnya
tuhnya main terus enggak tahu hasilnya
kan main terus videonya gas nonol gitu.
IO io io. I akhirnya lu pembuktian ya.
Keren sih dia.
Keren keren bro.
Udah gitu gua jujur aja nih bro. Gua
sama lu salut banget karena akhirnya lu
memilih menikah sekarang. Apa sih yang
ngedorong lu buat akhirnya munculin ah
gua nikah gitu?
Saya minum dulu, Pak.
E itu itu airnya tuh. Isi isi isi
sendiri ya.
Aduh,
oke. Lama jawabnya nih. Lagi mikir di
otak minum sambil menyelam mikir-mikir.
Kenapa saya menikah?
Iya
ya pengin aja sih menikah.
Kita udah nikah, kita udah nikah.
Kebanyakan orang enggak tahu gua nikah
siri.
Oh iya
iya. Gua konten-konten itu udah
nikahnya.
Oke. Dari awal itu udah nikah sama ini.
Udah nikah.
Kenapa lu milih dia?
Wah, di situ dia ada di waktu gua belum
jadi apa-apa.
Oh.
Oh, iya.
Pas lu di dalam lu udah sama dia?
Sama dia. Dari
gua waktu itu masih sekolah, masih pakai
motor butut lah, kehujanan mati terus
kan anak STM kan bor apa kan. Bor
STM
STM.
Oh, senjata paling lu suka apa di saat
itu? Senjata paling lu suka apa? Katak
pedang nih.
Enggak ada. Bandung kondusif.
Bandung kondusif.
Siap. Lanjut lanjut lanjut. Terus,
terus, terus cewek lu. Terus
nah terus tepi mana tadi?
Iya, pokoknya dia terima lu naik motor
butut
motor. Oh, iya udah lama juga dari 2015.
W lumayan.
Oke.
Dari 2015 menikah tuh awal tahun ini.
Oke. Terus
awal tahun ini.
Heeh.
Kenapa gua milih dia?
Iya.
Waktu itu dia nemanin gua juga dari
penjara.
Oh iya
iya nemenin gua udah mikirnya anjing ini
anceman 12 tahun kan. Oke.
Ancaman 12 tahun gua jadi apa anjir di
dalam?
Jadi bubur.
Gua tanya kayak gini kan kamu e apa kamu
bakal nungguin aku enggak?
Paleka
bucin.
Gua udah ketar-ketir tuh di situ kan
kayak
iya aku masih nungguin kamu
tapi batas umur aku 24 tahun. Kalau kamu
belum keluar, aku menikah dengan yang
lain.
Tapi untung sih, ajaib banget gua bisa
keluar karena korban mencabut tuntutan.
Oh,
thank you. Thank you.
Siap.
Y dimaafkan.
Iya. I akhirnya memilihlah yang
sekarang.
Iya, memilih yang sekarang karena ee
kita bisa ee ya itulah pokoknya.
Tapi dia keberatan enggak sih dengan
dia keberatan enggak sih dengan
konten-konten itu?
Iya. Enggak, enggak. Malah dia support.
Gokil.
istri kayak gitu tuh ya.
Iya karena lagi hamil aja ini gua enggak
ini takutnya kan ngaruh ke juniornya
kan.
Asik
junior kamu menyelamatkan papa sih
dari terbakarnya api neraka
gara-gara junior aja.
Gara-gara junior ya. Kapan mau lahiran?
Awal tahun
Januari akhir.
Gokil.
Kapan nikah nih?
Calon aja
suhu gimana nih? Suhu
aku sudah patah. Suhu sudah patah. Baru
patah lah. Oh
baru patah.
Dia dia tuh nanya ke gua, "Bang, ini
gimana ya yang ng-DM saya banyak
banget." Nah, kalau itu kan gua cuma
bisa jawab sabar. Justru sabar semakin
banyak ini kan nanti salah pilih
takutnya kan.
Nah, kalau misalkan mau belajar banget
nih sama ini ini kan lordnya nih. Lord
i.
Iya. Banyak banget cewek-cewek yang ke
dia. Tapi dia menetapkan pilihan.
pilihan
gimana tuh, Bro, caranya menghadapi gitu
gimana? Gila emang godaan kita tuh
cewek-cewek sih.
Cewek-cewek
cewek-cewek apa
apa lu kali lain cobain satu-satu.
Tidak.
Saya itu penyayang
semuanya disayang.
Penyayang
apa? Penyayang binatang nih.
Penyayang gua. Gua bisa bedain yang mana
yang benar, yang main-main kan. Cuma di
saat gua udah sekarang mereka mau sama
gua, gua bisa milih-milih.
Oh iya, ada kayak gitu.
Gua tahu cewek yang cuma maunya apaan
gitu tahu.
Siap siap.
Dia ini udah teruji lah ibaratnya kan.
Iya iya
teruji.
Dari gua dibawa banget sampai masuk
penjara
tetap ada.
Keren.
Walah waktu itu kita sempat kisah gua
punya pacar dia punya cowok
tapi kita sempat tetap konek kan.
Oke, keren keren keren keren.
Baru baru ini ya kita ngomong kerennya
dia ya biasa busuk banget nih orang ya.
Akhir hari ini lu keren loh. Positifnya
kelihatan kelihatan.
Baru satu positif
baru satu anjir. Baru satu positif. Amil
lagi. Ambil
baru satu kan.
Iya baru satu.
Iya iya
langsung empat.
Gila gila ternyata ada sisi yang bisa
kita pelajari lah ya dari seorang paleka
bro.
Arti keluarga buat lu apa, Bro?
Wah, segalanya itu. Segalanya itu
keluarga kita dapat masalah, musibah itu
cuma keluarga doang. Teman mana? Enggak
ada anjir. Teman itu adanya waktu kita
senang, banyak duit. Oke.
Iya. Waktu itu gua enggak ada teman.
Enggak ada teman sama sekali.
Serius loh.
Yang ngejenguk gua juga enggak ada.
Enggak ada sama sekali.
Enggak ada.
Kenapa
sahabat dekat gitu?
Apa menurut mereka itu aib? Ya tahu juga
gila
apa mereka takut ke bawah juga.
Nah, waktu itu gua mikir ini hanya
keluarga aja yang bisa bantu gitu kan
mulai dari makan kan
itu di dalam juga kita butuh juga kan
rokok. Iya
benar ituitu sih.
Lu udah ngerasain banget tuh ya.
Iya. Mau masuk penjara enggak?
Ee duluan duluan. Duluanudah silakan
silakan gua gua ini aja udah kenyang.
Gila
kacau kacau bocor.
Jadi gila
apa untuk sekarang kan lu lebih ke
melakukan yang positif-positif aja lah
ya.
He
ke depannya ya. Karena
ya gua udah enggak peduli juga soal
viewers juga. Kadang kan kita stres juga
lihat viewers. Kenapa jadi ini gua
oke
udah apa namanya
percaya jalan terus.
Jalan terus aja.
Bisa konsisten aja L
konsisten karena rezeki enggak akan
tertukar ya ada aja gitu ya.
Banyak banget yang nawarin ini ee lu
kabinya tapi kan enggak gua ambil karena
istri lagi hamil.
Oh
tawarannya juga lumayan itu
maksudnya colabnya itu dalam dalam
bentuk tuh apa maksudnya terlalu enggak
senonoh juga atau gimana?
Oh iya
ada yang nawarin ke lu tuh
ada. Berarti dia udah di posisi itu ya.
Maksudnya kalau contonent kreator-konten
kreator yang kayak gitu biasa nyari kan
nyari c
kalau kalau ini nawarin cewek-cewek
bang gua mau dong masuk konten gitu
sambil dimasukin apa gimana maksudnya
ada yang masukin ada.
Oh ada ya
ada yang masukin konten.
Oh
tapi dia yang bayar.
Ada juga.
Oh
kayak gua pengen colab nih. Eh gua bayar
berapa? Ya udah ya udah gua butuh duit
ya giginya bayar aja ya udah. Cuma
ini juga
realistis ya, Bro. Tos
baru laki-laki nih.
Cowok banget. Udah lu nawarin duit gua
mah enggak nawarin kan tadinya gua
enggak matok harga juga.
Heeh.
Ya udah segini mau enggak setelah
dirundingkan gitu kan.
Iya.
Ya udah ambil aja lah.
Ambil aja lah. Realistis kita butuh.
Butuh
benar benar benar
butuh ke tukang sampah.
Ngapa
anak
aja takuh
bocor bocor
katak waktu itu kenapa sih ng-rosting
dia ada apa
penginlah Mas Anji kita colab dia nanti.
Saya aja yang nyamperin. Saya saya aja
yang nyamperin ya Kak
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:43 UTC
Categories
Manage