FERDIAN PALEKA & KATAK BHIZER IS THERE A PROBLEM WITH MANJI? #StopPodcastPlayBoy #KatakVsPaleka P...
VrFLPczVh-M • 2021-11-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id E, gua mau nanya satu ke ini ke berdua lah. Berdua. Berdua berdua. Kalian kan ng-reaction gua waktu itu. Oh iya iya. Itu ada kepuasan tersendiri atau gimana? Ada yang ngegossipin kalau baru-baru ini katak itu malah ngebantuin adik-adik buat turun ke jalur. Itu benar enggak sih beritanya? Coba boleh enggak diobloin di sini ya? Di suatu hari tanpa sengaja aku mengganja. Yo geng, tekan tombol subscribe, Geng. E yo, what's good? Welcome back to Kamar Jerry, [Musik] genggeng. Oke, hari ini gua kedatangan musuh bebuyutan dari sebelum pandemi. Musuh bebuyutan katak juga kan. Iya. Yoi. Ih. I tak kasih tahu tak gak bisa gak bisa gini. Hei, bro. Halo, Pak. Halo. Baik, Bang. Alhamdulillah. Jadi dia yang nanya nih, saya mendatangi musuh-musuh saya. Siap. Itu artinya gentle ya. Gentle. Gentle. Jangan kayak si si botak. Parah banget. Siapa tuh? Iya tahu anjir. Siapa? Siapa? Si Boper Boper si botak baper yaak tahu tah dia pura-pura, Guys. Pura-pura dia. Enggak botak tuh bokir katak maksudnya. Masuk ya? Masuk. Aduh gokil ke atas. Sehat, Bro. Sehatshat. Lu datang kemari ngapain sih? Ny ribut. Silaturahim aja ya. Silaturahim. Silaturahim. Boleh. Boleh. Boleh. Boleh. Aduh. By the way nih dia gini-gini loh. Oh iya. Udah siap banget ya. Dedekan banget di sini. By the way apa nih? By the way nih bro eh lu kan apa ya bisa dibilang dulu-dulu tuh banyak banget yang ng-rosting lu ya. Iya. Itu lu masukin hati enggak sih kayak gitu-gitu? Ee gimana ya? Ada juga sih dua orang sih gua masukin hati itu. Oh iya iya orang pemulang. Pemulang dua-duanya. Enggak enggak enggak kita dong. Iya enggak enggak enggak ada enggak ada enggak ada. Masukin hatiak masukin hati ya. Apa sih maksudnya lu dari semua orang-orang yang ee di saat itu kan kasus lu tuh jadi kasus nasional tuh ya? Nasional. Masuk ke luar negeri juga itu. Hah? Masuk. Serius? Serius. Apa berita apa yang tidak memanusiakan manusia yang dibully di penjara? Hm. Oh. Oke oke oke. Berarti itu yang masuknya itu kasus after-nya bukan kasus yang lu itu ya. Itu di berita mana? Luar negerinya di mana? Luar negeri. Enggak tahulah apa ya? Manchester gitu. Oh Manchester. Di luar ya? W gila gokil gokil gokil. Bay udah go internasional tapi sebagai narapidana. Dia juga nara nara pidana. Oh iya. Oh iya. Lu kasus siapa? Tek. Hah? Emang iya? Iya juga. Iya kaus apa sia? Kaus naon goblok? Siap. Goblok. Sia anjing goblok. Kaus apa? Tak. Kaus apa? Tak. Emang ada seminggu doang? Seminggu berarti enggak nara pidana dong. Enggak. Kapal kecil. Kapal kecil. Tak jarang. Jarang orang ada yang tahu ini baru di sini. Parah banget lu. Oh iya bongkar aib. Kita mau bongkar aib dia malah dia bongkar aib. Iya. Hebat. Hebat. Boleh. Berarti anggapan lu terhadap orang-orang yang ng-roosting lu di saat itu gimana? Apa? Biasa aja sih sebenarnya. Enggak ada dimasukin hati juga. Percuma juga dimasukin hati juga. Dan menurut lu ee maksudnya kayak ada yang tipikal kayak ya wajarlah mereka ngobrolin kayak gitu karena lagi ramai gitu kali. Iya wajar wajar wajar lagi ramai semua orang malah semua orang bukan lu berdua doang an semua orang semua orang rame ya. Si botak juga botak lagak sih apa sih? Padahal katak doang bok enggak ikut-ikut ya. Iya. Oh iya iya. Bokir katak. Mungkir kat itu yang lagi e itulah kalian apa waktu itu lu suatu hari tanpa sengaja gitu ngucapin hal di suatu hari tanpa sengaja aku mengganja ganja enggak dia dia tuh nih gua jelasin dulu ya si boper ini ya kita panggilnya boper botak baper ya oke oke oke oke. Iya dia nyenggol duluan kan, Bang. Tahu kan? Trending satu anjir. Di kasus el ya? Di kasus gua. Oke. Terus terus dia ng-stitch di TikTok. Heeh. Heeh. Iya. Ee sama di podcastnya ee Om Dead botak juga. Iya. Makanya Upin-Ipin ini. Aduh. Gua ngakut. Berani. Gua enggak ikutan. Ikutan. Gua enggak ikutan. Gua enggak ikutan. Dia bilang gua disenggol katanya. Oh iya. E netizen kan ngomongnya iya baper katanya. Oh dia duluan. Dia duluan. Iya. El cuma ibaratnya kayak momennya pas banget lah. Momennya pas banget. Maaf. Kasus lama ya. Iya. Enggak ada yang nyangka juga kan. Ya. Puitis juga enggak ada yang nyangka gitu. Kaget-kaget saya bilang terkatak-katak anjir. E terpaleka-paleka. Terpale-pale. Oh gitu. Berarti beradi katanya enggak ada yang masukin hati. Ternyata ada. Ternyata ada. Satu doang. Satu. Satu. A. Satu aja sebenarnya banyak sih yang ngasting ya cuma yang lebih ke tembus aja itu dia sih dia doang soalnya trending soalnya mengiring orang buat repot aduin channel dia sampai yang channel gua dua ini enggak jalan lagi. Oh iya, itu jadi pertanyaan gua juga tuh. Kenapa ibarat kan gini ya, seorang verdian palka kan ya sudah menjalankan tanggung jawab lu lah ya. Maksudnya lu kan dikena hukuman segala macam. Harusnya setelah lu keluar enggak seharusnya lu dijudge lagi gitu kan. Terus juga gua lihat lu sempat bikin ee dua channel eh satu channel dulu terus lu pindah channel lagi akhirnya sampai yang Paleka TV sekarang. Berarti itu ada impact dari Oh ada. Oh iya sampai sekarang gitu. Sampai sekarang sampai sekarang gokil. Gara-gara kenapa sih kok bisa? Gara-gara yang ngelaporin? Oh, enggak. Maksud gua orang ngelaporin menurut lu itu karena kasus lu doang atau ada yang nge-trigger gitu? Ada juga pertama kasus gua ya. Heeh. Terus yang nge-trigger juga ada lebih jadi lebih yang tadinya B aja jadi ikut-ikutan. Oh oke. Netizen kita ya. Iyaen Indonesia banget. Indonesia ya. Saya terus ditanya ya. Tetak. Iya. Gimana ya? Iya. Oke oke oke oke. Tapi gua, gua ngelihat lu yang sekarang ya jauh beda l ya. Tapi tetap aja ya maksudnya kayak gua lihat niat baik lu kayak dulu kan kasusnya ngasih sembako, nge-prank gitu ya. Gua termasuk orang yang angkat itulah sampai gua ribut sama santri, Pak. Entah dari anta dari mana itu tahu santri anta berantah. Iya anta berantah. Pokoknya ilmunya tinggi dah. Nah, ada gitu. Ee setelah itu kan lu bikinlah ee apa ibaratkan ee bersedekah lagi tapi yang real ya kan yang real. Tapi itu kan jadi pro dan kontra. Ada yang ada yang menganggap itu ya udah lu memang berubah ada juga kan yang apa yang kayak ah pencitraan. Oh iya iya ada ya kayak gitu ada. Gua juga heran kan itu kan yang buruk aja gua videoin kan kasarnya ya. Masa yang baiknya enggak kan. Iya iya iya. Enggak peduli juga dia bilang ah ini mah ee biar dimaafin atau apa. Enggak enggak peduli juga sih. Enggak peduli juga biarin aja. Pedul juga. Tapi pernah enggak lu kayak ketika lu bersedekah yang benar itu justru ee apa ya kesan tidak menerimanya itu bukan dari netizen tapi dari orang yang lu kasih. Ada apa tuh? Gila. Warut kali ya. Dari war takut di Bandung. takut dia. Terus, terus katanya, "Ini saya mau bagiin sembakau nih." Wah, enggak mau, enggak mau. Hah? Ee itu anak-anak saya kemarin di-prankin katanya. Tapi dia tahu itu lu tahu anjir. Dilempar pakai mob main batu mobil saya. Oh, iya ya. Lempar. Gila. Tapi tetap sabar lah ya. Tetap sabar aja mau gimana lagi ya. Ya sadar jugalah waktu itu bikin kesalahan ya. Kesalahan. Kesalahan yang membuat booming seluruh Indonesia. Iya. Enggak tahu ya giliran saya berbuat baik gitu kan ee enggak enggak di-up gitu. Kenapa ya di? Iya. Emangnya netizen itu fokus satu ke titik kesalahan aja. Iya. Bidang putih besar ada titik hitam. Yang dia fokus titik hitam bidang putihnya padahal masih luas ya. Kayak gitu juga kasus teman saya ini. Oh sedih kalau diceritain mah. Ceritain enggak? Enggak usah ya. Ceritain. Ceritain ceritain anjing. Enggak apa-apa. Tak itu itunya lepasin lah. Baru banget dikasih dikasih dia suruh lepas tuh biar orang tahu dia baru ngasih baru baru dibeliin. Brandingnya kan sedekah kan katanya k cuman katanya sedikit lagi mau sedekah bang. Hah? Dikit lagi dia mau sedekah. Isinya isinya kobra. Kobra entar. Eh disenggol. Jangan senggol-senggol ini dong Bang Panji Petualang. Enggak siapa yang nyenggol Bang Panji ya? Bang Panji salam dari Gjay. Jadi ke sana ya sana lu. Parah saya. Aduh gila. Aduh. Aduh Bro di saat itu gua pengin gua penasaran ya lu kan ee boleh enggak kita flashback sedikit ke kasus yang itu? Bolehlah ya. Boleh ya. Itu lu kan sempat benar-benar ee ngilang tuh. Ngilang itu lu benar-benar cabut. Cabut ke mana? ke pertama ke Bogor. Terus mobil gua ketangkap. Waktu itu gua cabut ke Palembang. Oh, mobil lu doang yang di Sita. Mobil gua doang satu diita. Heeh. Terus itu cabut lagi ke Palembang. He. Mereka juga ee heran gitu kenapa bisa lolos kan. Sedangkan waktu itu maraknya COVID. Oh iya iya i gila kan. Kok bisa ya? Aing tu enggak gua gua nebeng gua nebeng gua nebeng ke Spear Truck waktu itu. Waktu itu enggak iya enggak enggak boleh. Boleh mudik bawa oper enggak boleh ya? Heeh. Heeh. Ini aja apa? Baju ada iya nebeng ke Mas. Saya mau nyebrang. Saya duduk di sini ya Rp300.000 ya? Iya nyebrang. Terus sampai di Lampung ya? Sampai di Lampung Palembang. Gua enggak ke ke rumah keluarga? Enggak. Ke mana? Ke rumah teman. Jadi benar-benar sembunyi lu ya. Iya, bersembunyi. Nah, pas itu gua dengar ada tim gabungan udah di titik gua 50 m jaraknya dari titik gua ini. Oh. Oh, ngetracking ya? Udah, udah. Ini apa? Udah kedetect. Udah kedetect, ya. Nah, pas subuh gua telepon, "Saya mau nyerahin aja, Pak." Heh, saya mau nyerahin aja. Nah, kata si bapaknya, "Dikawal enggak? Mau dikawal enggak?" "Enggak usah," katanya. Kata saya, "Enggak usah, kata saya, enggak usah." Pas begitu cabut tol Merak Banten ya. Eh, Merak Tangerang. Iya. Tangkap di situ. Tangkap. Padahal udah mau nyerah ya. Padahal udah nyerah ya. Gimana? Biasalah biasalah. Apa biasa apa tuh? Apa tuh? Iya itulah saya sudah menyerah. Kenapa ditangkap diberitakan gitu ya? Harusnya palak menyerahkan diri gitu kan. Oh tapi ditangkap tangan ditangkap tangan di ah ah pakai senjata. Senjata. Oke oke oke oke. Kayak kayak aja wajar. Iya iya iya. Tapi kenapa sih itu sampai segitunya ya? Nyangka enggak sampai segitunya sih? E gua gua sih gini karena mungkin karena viral kali ya koruptor viral enggak kayak gitu sih ya. Waduh, berat gua ikutanuh. Kan ada yang sampai nabrak ti listrik kepala benjol juga. Si Papi. Iya iya si Papi. J Papi. Ya udah ya udah nih nenggol-nyenggu lagi. Bocor bocor bocor. Tapi benar enggak sih menurut pemberitaan waktu itu lu dibantu sama bokap ya? Enggak. Oh itu enggak. Dia cuma apa? Ngarahin aja. Dia nyuruh mahal nyuruh ini apa? Nyuruh nyerahin cuma engak mau nyerahin. Oh. Oke, mau karena dia takut gua kenapa-napa di jal. Di dalam. Eh, terbukti kan kenapa-napa kan. Itu pemukulan bukannya settingan tuh yang dipukul. Mana ada settingan enggak? Ada lah. Gila ditelanj ditelanjangin lur. Kan lu maaf ya berbagi kan settingan nih. Enggak settingan berbagi asli ya setting itu kan lu setting dalam batu parah banget ya. Iya. I kondusif ya Mang. Eh enggak. Iya kan gua kira juga settingan. Bukan bukan asli. Kalau settingan enggak akan ditangkap atuh. Iya sih benar. Iya sih iya iya iya. Nah waktu itu ada kasus lagi prank isi sampah daging. Tahu enggak sih? Tahu gua itu sengaja dia settingan tapi ditangkap ya. Oh ditangkap. Itu ditangkap. Jadi ini yang mana yang benar coba settingan atau enggak? Settingan tetap ditangkap. Tapi sebenarnya fokusnya bukan di situ, Bro. E memberikan contoh yang tidak baik kali ya. Iya, lebih ke situ sih. Jadi kayak menter orang. Eh, contoh kayak gini dah. Sekarang kan ee kalau memberikan contoh yang tidak baik, let's say kayak podcast kita sama katak dan teman-teman yang lain, banyak yang salah mengartikan juga kan. He. Iya, benar. Karena kan tujuan kita tuh bikin podcast yang tauran, tujuan kita tuh ee di endingnya ini ya, di ending-nya itu kita edukasi ngajak anak-anak STM, ayo stop tawuran anak-anak sekolah ayo stop tawuran. Tapi tahu enggak kenapa jadi apa namanya? kau ramai kacau gara-gara TikTok. TikTok mengcrop video-video yang Iya. Jadi itu jadi gini ee di di partnya kita tuh ya bercerita tentang gimana El pertama kali misalkan ke katak nih gimana tak pertama kali turun tawuran, kenapa dia cerita terus pernah ngeini orang? Pernah tapi kataknya sendiri pernah dikenai orang? Pernah kan ada bekas gitu ya. Tapi kalau di TikTok yang dipotong cuma bagian jagonya doang. Iya. Bagian beraninya nantangin orang doang. Yan. Eh, tapi enggak pernah nantangin. Hmm. Intinya ngebacok orang lah. Iya, ngebacok lah. Goblok. Jangan rantangin gimana? Jadi, Iya. Jadi, jadi jadi gimana ya jadinya maksudnya hal itulah yang nge-trigger anak-anak bocah buat pengin jadi jago juga seperti mereka. Karena di yang dikat bagian jago. Coba yang dikatnya bagian yang cacat-cacatnya sudah beda cerita gitu. Bagian edukasinya. Jadi bagian edukasinya dibuang justru bagian yang nyerang-nyerangnya malah lebih banyak. Nah, tapi yang disalahin tetap kita gitu sebagai sama kayak lu juga kasus lu. Jadi yang dilihat buruknya doang. Buruknya doang emang. Iya gitu gitu. Ialah kita kita ee udah entar ribut dulu kan lu berdua ada kasus. Oh iya jadi lu sama katak kenapa sih? Tadinya gua enggak tahu enggak tahu gua tahu ini katak tuh nge-reaction gua dulu. Zaman dulu dulu setahun yang lalu anjir itu disebutnya dulu kan? Oh iya iya disebutnya dulu bukan kemarin. Benar. Oke. Iya gua enggak tahu waktu itu e dia minta maaf tiba-tiba ke lu enggak iya gua gua minta maaf. Iya Bang lu ngetag gua dulu gua bilang ada apaan? Bukan gue yang ngetag. Itu orang lain siasel. Iya kan ada apa Bang gitu kan. E aku minta maaf kan ini video yang itu. Sok iya kan? Iya. Oke. Minta maf dulu. Minta maaf duluan dia. Dia rendah hati banget. Rendah. Rendah banget. Ken terus. Terus. Nah, dari situ gua enggak tahu pas lihat cek videonya. Oh, seatak gini. Ya udah. Gua enggak bawa masukin nting. Enggak masuk. H enggak. Paling balik itu. Itu di tas di di tas ada parang-parang segala. Ngapain? Mana cari aman. Cari aman. Kat sudah tobat juga kan, Bang? Iya. Alhamdulillah, Bang. Udah gitu pakai bilang ini lagi ada pohon pisang mau tinju. Ih, nyenggolnya orang lain nyenggol. Beda banget mas katak tuh sama yang dulu ya. Kenapa emang dulu? Yang dulu kan nyenggol orang kan. Oh, sekarang udah enggak ya. Sekarang udah enggak. Masket. Tapi enggak mau, Bang. Kenapa enggak mau? Ya ngapain nyenggol orang? Biarin aja l santai aja nikmatin aja hidup. Hari aman aja ya. Iya. Enggak bukan nyari aman cuman kayak gimana ya. Ya kehidupan kita jalanin masing-masing aja. Enggak usah nyenggol-nyenggol orang, enggak usah bersihin hidup orang. Padahal padahal belum syuting tadi bilang ya ngapain pohon pisang ditinju. Iya. Pakai culurit aja. Ngapain ditinju-tinju salam dari Garut? Pak Curit aja sekali. Cep putus tadi dia ngomong kayak gitu. Gua enggak ngomong lu. Pada bisa lu dia luas nyenggol mau mau nyenggol itu. Hah? Mau nyenggol si itu bukannya anda yang berbicara? Tapi kenapa Anda melempar ke saya? Aduh gila. Gila. Yuk. Next question. Siap. Mengantuk nih sebenarnya. Eh, tapi ketika lu di dalam ee di pesantren eh pesantren lagi ee pesantren pesantren lah ya namanya ya. Di pesantren gitu ya. Ada enggak sih teman-teman yang akhirnya ngejauh atau semua teman-teman lu tetap stay? Ada. Ada yang ngejauh? Ada jauh sampai dia pindah pindah rumah. Alasannya karena takut lingkungan dia tuh udah kacau banget ke gara-gara prank sampah itu. Oh. Oh. G jadi dia udah dicap jelek banget. Oh gitu. Jadi dia pindah satu keluarga. Satu keluarga. Kirain pedagang. Padahal itu itu otak-otakan mereka yang dua itu. Teman saya kan tiga. Iya. Bertiga di frame itu. Oke. Mereka yang dua itu idenya. Oh idenya dikarenakan kita kan punya channel tuh satu untuk bertiga kan. Heeh. Heeh. Enggak bisa upload makanya upload di verdian Paleka. Oh. Akhirnya sekarang gimana hubungannya? Sekarang udah agak baik sih cuma ee masih komunikasinya masih kurang lancar aja. Kurang lancar aja. Mereka kegiatannya apa? YouTube juga ada yang kerja. Tadinya mau ngeyoutube cuma udah enggak mau katanya dimarahin sama orang tuanya. Bukan dimarahin takut terjadi lagi. Iya. Tapi mereka gimana ngelihat lu sesukses sekarang gimana? Mereka senang juga sih. Senang ya. Gua udah tawarin juga waktu itu lu kita udah tanggung lah maksudnya udah dipukulin dari penjara masa udah mau nyerah aja kan. Iya benar benar benar benar benar benar keren. Ya udah kalau mau masing-masing masing-masing udah masing-masing. Iya iya iya. Berarti lu orangnya ini juga ya maksudnya optimisme lu tinggi ya. Heh, keren keren keren keren. Gua juga enggak kebayang sih kalau gua di posisi dia benar diekan seluruh Indonesia mental lu pasti. Dan yang ngenekan juga bukan yang apa ya cuma netizen tapi kalangan entertain sendiri g iya kalangan atas juga. Iya ya. Tuh lu nanggapinnya gimana bro? Nanggapin kalangan iya maksudnya lu nanggapin tekanan itu seperti apa? Gua udah bodo amat Bang. Sumpah jujur ya gua gua waktu itu mikir malah nih anak nih memang batu. Gua mikir dulu Iya. Maksudnya kayak berani gitu. I orangnya iya karena gua personality gua bikin YouTube itu buat diri gua sendiri. Tadinya apa yang gua lakuin itu terserah gua aja. Tapi kan semakin gede angka kita kan semakin jadi sorotan juga kan sekarang. Iya iya juga iya iya iya iya. Gila. Tapi jujur cuma kuat dengan segitu banyaknya orang ngjust dia. Cuma dia tetap stay cool aja gitu. Sty cool aja. Iya malah balik mujim muji ya. Oh iya ada ada banyak banyak yang akhirnya muji-muji lu sekarang. Iya banyak banyak. Dan ada yang minta koleb-olleab juga. Wah banyak w banyak waktu itu. Wah centang biru semua itu. Centang biru semua. Oke. Gua enggak terima. Lu tolak tuh. Ya tolak ini ngapain waktu gua di dalam lu ikut-ikutan nge-judge gua waktu itu? Iya iya i iya. Waktu itu ketika gua keluar, ihol dong, colab dong. Ah sor aja i sori bos. Bos gila bos. Sadis nih katak. Ada yang mau ditanyain enggak? Tak yang jadi pertanya kok bisa banget kuat gitu dengan banyak orang-orang ngejas gitu pasti kan apalagi lu tinggal di kota itu kan bahasa. Iya, di Bandung kan maksudnya pro dan kontra enggak sih orang-orang Bandung itu dan lu nanggapinnya tuh gimana? Kuat enggak sih? Kuat sih, cuma pas waktu gua keluar itu ada aja waktu itu. Waktu itu mobil gua di palang. Hah? Di palang anjir. Diambil kuncinya sampai berdarah tangan gua. Kenapa? Turun katanya turun. Malu-maluin daerah sini katanya. Waduh gila. Terus terus gimana lu ngadapin? Enggak lu ributin enggak? Diributin di gua panggil aja ke rumah lu ngapain gini-gini kan. Ini gua masih pantauan polisi kata gua. Kalau ada apa-apa lu tanggung jawab ini. Takut dia langsung minta. Takut dia. Kita enggak usah main kekerasan lah. Iya. Benar benar pakai otak aja aja. Takut dia sampein ais nangis ya. Oh iya iya. Oke. Oke. Cerdas ya. Tapi sampai saat ini masih ada aja gitu yang kayak gitu. Enggak ada. Enggak ada sekarang. Enggak ada. Tapi yang benci-benci banyak. Nah warga TikTok tuh. I gua enggak ngerti ya sampai sekarang ya. Sampai sekarang warga TikTok IG, YouTube itu udah aman. Cuma TikTok tuh kayak, "Bang, ke mana aja kok baru keluar?" Gila gua udah lama anjing. Ya tapi emang warna TikTok tuh random, bro. Iya sih antah berantah maksudnya kayak anh berantah. Iya, Bro. Hidup di hutan anah berantah. Jadi kadang malah gini, gua ee gua selalu tuh kalau misalkan gua ada something problem yang bikin rame, gua akan klarifikasi di dua tempat itu. Jadi enggak cukup di satu tempat kayak Instagram doang atau YouTube doang. Pasti orang TikTok enggak tahu kalau lu udah klarifikasi. Iya. Karena memang netizennya beda gitu. Beda tempat bertapa kayaknya tuh. Iya, beda tempat mencari sesuatu. Iya, gitu. Benarbenar benar ya. Iya, beda. Sekarang katak kan lagi dihujat ya saya dengarnya. Iya. Iya. Kenapa sih? Enggak tahu. Padahal ya dia yang ngomongin saya, dia yang naikin saya, tapi dia yang kesal. Aneh enggak sih? Aneh sih. Padahal saya biasa aja gitu. Emang yang Anda harapkan itu apa? Ya enggak ada yang darin cuma ya jalanin aja jalanin aja apa yang sudah didapat ya kita pertahankan gitu. Iya toh di posisi sekarang bukan karena keinginan katak juga kan keadaan keadaan yang memaksa saya kan gitu. Iya benar benar banyak duit juga sekarang katak ya wuhu beli mobil buat mama. Amin. Gila gila. Tapi by the waydian Paleka sekarang sudah menikah. Oh sudah menikah. Sudah menikah. Sudah menikah. Asik. Wih, tapi lu gua pengin tanya deh ee kan konten lu konten nakal-nakal ya. Itu realnya el atau itu hanya sebatas kebutuhan buat dulu. Dulu dulu gua pikir ee 18 plus itu mancing buat mancing subscribers viewers. Oke. Karena gampang banget kan 18 plus itu ditonton orang tuh pada suka. Enggak tahu suka pada suka. Penasaran sih. Iya, penasaran gua. Gua survive di situ kayak ngupload ngupload cewek-cekeksi tapi terima. Terima terima. Benar benar benar terima. Cuma ada yang enggak terima juga sih kayak dari orang tua kan. Ngapain sih bikin ini? Oh orang tua juga protes ya. Wah saya waktu itu ee kerja di manajemen mall gara-gara YouTube saya cabut ya. Saya sudah janji waktu itu 100.000 subscriber saya cabut. Beneran aja 100.000 subscriber cabut cabut cabut. Gua udah mikir tuh ini YouTube bakal ngejamin kali ya gitu ya. Eh tahunya orang tua juga ngapain sih ini ngeyoutubeyube tidur siang pulang malam terus katanya. He wih begitu di ah orang tuanya diosting dong. Parah nih enak nih. Gokil. Oh kayak gitu katanya. Oh terusin aja nak udah tahulah ya. Dia tuh orang tua sekarang kan lihatnya tuhnya main terus enggak tahu hasilnya kan main terus videonya gas nonol gitu. IO io io. I akhirnya lu pembuktian ya. Keren sih dia. Keren keren bro. Udah gitu gua jujur aja nih bro. Gua sama lu salut banget karena akhirnya lu memilih menikah sekarang. Apa sih yang ngedorong lu buat akhirnya munculin ah gua nikah gitu? Saya minum dulu, Pak. E itu itu airnya tuh. Isi isi isi sendiri ya. Aduh, oke. Lama jawabnya nih. Lagi mikir di otak minum sambil menyelam mikir-mikir. Kenapa saya menikah? Iya ya pengin aja sih menikah. Kita udah nikah, kita udah nikah. Kebanyakan orang enggak tahu gua nikah siri. Oh iya iya. Gua konten-konten itu udah nikahnya. Oke. Dari awal itu udah nikah sama ini. Udah nikah. Kenapa lu milih dia? Wah, di situ dia ada di waktu gua belum jadi apa-apa. Oh. Oh, iya. Pas lu di dalam lu udah sama dia? Sama dia. Dari gua waktu itu masih sekolah, masih pakai motor butut lah, kehujanan mati terus kan anak STM kan bor apa kan. Bor STM STM. Oh, senjata paling lu suka apa di saat itu? Senjata paling lu suka apa? Katak pedang nih. Enggak ada. Bandung kondusif. Bandung kondusif. Siap. Lanjut lanjut lanjut. Terus, terus, terus cewek lu. Terus nah terus tepi mana tadi? Iya, pokoknya dia terima lu naik motor butut motor. Oh, iya udah lama juga dari 2015. W lumayan. Oke. Dari 2015 menikah tuh awal tahun ini. Oke. Terus awal tahun ini. Heeh. Kenapa gua milih dia? Iya. Waktu itu dia nemanin gua juga dari penjara. Oh iya iya nemenin gua udah mikirnya anjing ini anceman 12 tahun kan. Oke. Ancaman 12 tahun gua jadi apa anjir di dalam? Jadi bubur. Gua tanya kayak gini kan kamu e apa kamu bakal nungguin aku enggak? Paleka bucin. Gua udah ketar-ketir tuh di situ kan kayak iya aku masih nungguin kamu tapi batas umur aku 24 tahun. Kalau kamu belum keluar, aku menikah dengan yang lain. Tapi untung sih, ajaib banget gua bisa keluar karena korban mencabut tuntutan. Oh, thank you. Thank you. Siap. Y dimaafkan. Iya. I akhirnya memilihlah yang sekarang. Iya, memilih yang sekarang karena ee kita bisa ee ya itulah pokoknya. Tapi dia keberatan enggak sih dengan dia keberatan enggak sih dengan konten-konten itu? Iya. Enggak, enggak. Malah dia support. Gokil. istri kayak gitu tuh ya. Iya karena lagi hamil aja ini gua enggak ini takutnya kan ngaruh ke juniornya kan. Asik junior kamu menyelamatkan papa sih dari terbakarnya api neraka gara-gara junior aja. Gara-gara junior ya. Kapan mau lahiran? Awal tahun Januari akhir. Gokil. Kapan nikah nih? Calon aja suhu gimana nih? Suhu aku sudah patah. Suhu sudah patah. Baru patah lah. Oh baru patah. Dia dia tuh nanya ke gua, "Bang, ini gimana ya yang ng-DM saya banyak banget." Nah, kalau itu kan gua cuma bisa jawab sabar. Justru sabar semakin banyak ini kan nanti salah pilih takutnya kan. Nah, kalau misalkan mau belajar banget nih sama ini ini kan lordnya nih. Lord i. Iya. Banyak banget cewek-cewek yang ke dia. Tapi dia menetapkan pilihan. pilihan gimana tuh, Bro, caranya menghadapi gitu gimana? Gila emang godaan kita tuh cewek-cewek sih. Cewek-cewek cewek-cewek apa apa lu kali lain cobain satu-satu. Tidak. Saya itu penyayang semuanya disayang. Penyayang apa? Penyayang binatang nih. Penyayang gua. Gua bisa bedain yang mana yang benar, yang main-main kan. Cuma di saat gua udah sekarang mereka mau sama gua, gua bisa milih-milih. Oh iya, ada kayak gitu. Gua tahu cewek yang cuma maunya apaan gitu tahu. Siap siap. Dia ini udah teruji lah ibaratnya kan. Iya iya teruji. Dari gua dibawa banget sampai masuk penjara tetap ada. Keren. Walah waktu itu kita sempat kisah gua punya pacar dia punya cowok tapi kita sempat tetap konek kan. Oke, keren keren keren keren. Baru baru ini ya kita ngomong kerennya dia ya biasa busuk banget nih orang ya. Akhir hari ini lu keren loh. Positifnya kelihatan kelihatan. Baru satu positif baru satu anjir. Baru satu positif. Amil lagi. Ambil baru satu kan. Iya baru satu. Iya iya langsung empat. Gila gila ternyata ada sisi yang bisa kita pelajari lah ya dari seorang paleka bro. Arti keluarga buat lu apa, Bro? Wah, segalanya itu. Segalanya itu keluarga kita dapat masalah, musibah itu cuma keluarga doang. Teman mana? Enggak ada anjir. Teman itu adanya waktu kita senang, banyak duit. Oke. Iya. Waktu itu gua enggak ada teman. Enggak ada teman sama sekali. Serius loh. Yang ngejenguk gua juga enggak ada. Enggak ada sama sekali. Enggak ada. Kenapa sahabat dekat gitu? Apa menurut mereka itu aib? Ya tahu juga gila apa mereka takut ke bawah juga. Nah, waktu itu gua mikir ini hanya keluarga aja yang bisa bantu gitu kan mulai dari makan kan itu di dalam juga kita butuh juga kan rokok. Iya benar ituitu sih. Lu udah ngerasain banget tuh ya. Iya. Mau masuk penjara enggak? Ee duluan duluan. Duluanudah silakan silakan gua gua ini aja udah kenyang. Gila kacau kacau bocor. Jadi gila apa untuk sekarang kan lu lebih ke melakukan yang positif-positif aja lah ya. He ke depannya ya. Karena ya gua udah enggak peduli juga soal viewers juga. Kadang kan kita stres juga lihat viewers. Kenapa jadi ini gua oke udah apa namanya percaya jalan terus. Jalan terus aja. Bisa konsisten aja L konsisten karena rezeki enggak akan tertukar ya ada aja gitu ya. Banyak banget yang nawarin ini ee lu kabinya tapi kan enggak gua ambil karena istri lagi hamil. Oh tawarannya juga lumayan itu maksudnya colabnya itu dalam dalam bentuk tuh apa maksudnya terlalu enggak senonoh juga atau gimana? Oh iya ada yang nawarin ke lu tuh ada. Berarti dia udah di posisi itu ya. Maksudnya kalau contonent kreator-konten kreator yang kayak gitu biasa nyari kan nyari c kalau kalau ini nawarin cewek-cewek bang gua mau dong masuk konten gitu sambil dimasukin apa gimana maksudnya ada yang masukin ada. Oh ada ya ada yang masukin konten. Oh tapi dia yang bayar. Ada juga. Oh kayak gua pengen colab nih. Eh gua bayar berapa? Ya udah ya udah gua butuh duit ya giginya bayar aja ya udah. Cuma ini juga realistis ya, Bro. Tos baru laki-laki nih. Cowok banget. Udah lu nawarin duit gua mah enggak nawarin kan tadinya gua enggak matok harga juga. Heeh. Ya udah segini mau enggak setelah dirundingkan gitu kan. Iya. Ya udah ambil aja lah. Ambil aja lah. Realistis kita butuh. Butuh benar benar benar butuh ke tukang sampah. Ngapa anak aja takuh bocor bocor katak waktu itu kenapa sih ng-rosting dia ada apa penginlah Mas Anji kita colab dia nanti. Saya aja yang nyamperin. Saya saya aja yang nyamperin ya Kak
Resume
Categories