MARK ZUCKERBERG INGIN MANUSIA HIDUP DALAM GAME VIRTUAL TECHNOLOGI METAVERSE
v6ipjQWRlNM • 2021-11-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Untuk ke depannya nanti Mark Zugberg akan menciptakan yang namanya metavers ini ketika kita bermain game, kita yang akan mengalami hal tersebut di dalam game. Jadi kita yang mewakilkan diri kita di dalam game. Jadi benar-benar jadi nanti kita tidak menggunakan remote lagi melainkan diri kita sendiri yang benar-benar masuk ke sana. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Gengs. E yo, what's good? Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Genggeng, hari ini kita akan membahas sebuah kontroversi yang sangat amat besar di dunia. Nah, kontroversi ini melibatkan seorang CEO dari Facebook yaitu Mark Zuckerberg. Beberapa kali ya kita mendengar berita tentang Mark Zuckerberg. Dia itu pengin banget merubah dunia ini menjadi digital gitu ya. Dia selalu berambisi untuk membuat terobosan-terobosan baru. Misalkan kayak AI, kalian tahu ya artificial intelligence gitu ya. Dia selalu berambisi untuk membuat kecerdasan buatan yang ingin menyamai bahkan melampaui manusia gitu. Banyak hal-hal yang kontroversial dilakukan oleh Markus Goberg ini mendapat tentangan dari beberapa orang, mendapat kritikan dari beberapa orang dikarenakan dianggap terlalu berlebihan dalam ambisinya gitu ya. Karena memang perkembangan teknologi kalau misalkan tidak didasari atau tidak selaras dengan perkembangan adab gitu ya, maka semuanya tuh akan melenceng dari kodrat kita sebagai manusia. Ada yang mengatakan hal-hal seperti ini dapat mendorong kita untuk tidak percaya akannya Maha Pencipta atau Maha Kuasa gitu kan. Dikarenakan memang jika ilmu pengetahuan atau teknologi sudah melampaui batas maka banyak generasi berikutnya yang tidak akan percaya akan sang pencipta. mereka lebih percaya kepada teknologi-teknologi gitu ya. Kecerdasan buatan yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg bersama timnya itu sekarang mengalami banyak perkembangan. Sampai-sampai Mark Zuckerberg pada saat ini dia berambisi untuk menciptakan yang namanya dunia virtual. Nah, mungkin berbicara dunia virtual ya dari dulu dunia virtual mungkin sudah ada ya beberapa tahun belakang. Tapi yang diciptakan oleh Max Gooberg ini benar-benar akan membuat orang terenganga dan tercengang gitu ya. karena ambisinya dia ini benar-benar akan membuat seisi dunia berubah. Oke, langsung kita bahas hari ini ambisi Max Zugberg untuk menciptakan metavers. Sebelumnya kita bahas dulu apa itu metavers. Nah, istilah metavers ini pertama kali muncul dalam novel fiksi ilmiah yang berjudul Snowcras hasil karangan dari Neil Stepenson pada tahun 1992. Novel ini bergenre distopian dan di dalam novel ini manusia direpresentasikan dengan avatar ya, kartun gitu geng ya. Dan kalau kita lihat di dalam novel ini, setiap manusia dapat berinteraksi dari jarak jauh hanya dalam bentuk 3D tiga dimensi dan mereka berada dalam satu ruang. Ya, kalian pasti pernah lihatlah film-film yang kayak gini ya. Film-film robot, film-film tentang mutan gitu ya. Di mana sang presiden bersama presiden dunia lainnya tuh bisa bergabung di dalam satu ruangan hanya menggunakan hologram atau program tiga dimensi gitu ya. Hampir tiga dekade metavers ini diperkenalkan ke dunia ya, hanya dalam sebuah konsep atau hanya dalam sebentuk gambaran atau novel gitu kan. Namun seiring perkembangan teknologi sekarang, banyak orang-orang yang terpikir untuk bagaimana kalau metavers ini benar-benar diciptakan di dunia nyata, namun dalam bentuk yang lebih gila lagi gitu. Kayak banyak perusahaan teknologi saat ini berlomba-lomba untuk membangun metavers. Tapi kembali lagi Mark Zugberg adalah orang dengan otak cerdas dan modal yang sangat banyak. Jadi kemustahilan agak-agak jauh gitu ya dari Max Zugberg gitu ya. Karena kan di dunia ini bisa dikatakan tidak ada hal yang tidak mungkin kalau Tuhan sudah berkehendak pasti akan terjadi. Ditambah lagi dengan Marx Gberg seorang yang pintar dan kaya raya gitu. Metavers ini sendiri menurut yang ingin diciptakan oleh Mark Zugerberg adalah sebuah teknologi di mana sebuah dunia virtual yang diwakilkan oleh Avatar atau dengan kata lain realitas maya gitu ya dan dapat berinteraksi satu sama lain walaupun dalam jarak yang jauh ya. Misalkan nih ya, bahasa simpelnya tuh gini, ketika kalian main game GTA atau PUBG atau Free Fire misalkan yang bentukannya itu ya manusia gitu ya, kalau kita main game itu yang kita pegang adalah gadget atau stick daripada PlayStation atau stick game-nya gitu kan. Untuk ke depannya nanti Mark Zgubberg akan menciptakan yang namanya metavers ini ketika kita bermain game, kita yang akan mengalami hal tersebut di dalam game. Jadi kita yang mewakilkan diri kita di dalam game. Jadi benar-benar kita yang ngerasain dipukul, kita yang ngerasain ditembak gitu, tapi dalam kondisi yaitu virtual. Jadi nanti kita tidak menggunakan remote lagi melainkan diri kita sendiri yang benar-benar masuk ke sana. Nah, hal ini juga akan direalisasikan oleh Mark Zugoberg untuk membuat orang-orang dapat berinteraksi, dapat melihat langsung bentuk daripada saudara-saudaranya ya kan, dapat menyentuh gitu ya di dunia virtual gitu ya. Bagi orang-orang yang sedang dipisahkan oleh jarak. Misalkan kayak gua di Jakarta, terus orang tua gua ada di Aceh, gua pengin ketemu sama orang tua gua enggak perlu video call. Cukup dengan metavers ini maka kita di dalam dunia virtual akan melihat wujud orang tua kita secara utuh gitu. Jadi benar-benar bertemu secara virtual. Nah, begitu juga dengan pemerintah-pemerintah atau petinggi-petinggi negara ketika mereka mau meeting, let's say PBB, mau mengadakan pertemuan PBB, mereka akan bertemu di dalam sebuah meja dalam bentuk virtual di mana itu benar-benar nyata seolah-olah mereka bertemu di dunia nyata gitu, Geng. Gila ya teknologinya segila itu. Teknologi ini benar-benar nanti akan merubah pola pikir dunia gitu ya. Benar-benar akan merubah sistem hidup dunia. Apalagi ditambah dengan sekarang kalian lihat ya kita sedang pandemi gini, semua orang tidak bisa keluar, tidak bisa bertemu. Ditambah dengan adanya metavers gua rasa nanti bakal ada penghalang baru gitu ya. Bakal baru untuk pemerintah membuat kita tidak keluar rumah. Pasti akan ada kata-kata, "Ya, sekarang teknologi sudah canggih, pakai metavers aja, enggak perlu keluar rumah, entar ada virus." Jadi benar-benar nanti kita akan hidup di dalam dunia yang kontrolnya luar biasa. New World Order bakal segera hadir di dunia kita. Tatanan dunia baru dengan satu pemerintahan dunia. Jadi gila banget. Sebentar berbicara tentang ambisi Mark Zuckerberg tentang Metaverse ini, saat ini dia benar-benar sudah merealisasikan rancangan daripada metavers ini dimulai dengan mengubah nama dari Facebook resmi menjadi meta. Hal ini menggambarkan bagaimana kuatnya visi dari perusahaan ini untuk mengembangkan teknologi virtual yang mereka tuju yaitu metavers. Dan ambisi daripada Mark Zugberg untuk menciptakan metafor ini agar batasan antara virtual atau dunia maya, dunia game gitu ya dengan dunia nyata itu batasannya tuh hilang tipis gitu ya. Jadi nanti tidak akan ada batasan. Jadi entar kita hidup di dunia ini, kita bisa masuk ke dunia game, kita bisa masuk ke dunia nyata. Jadi yang diinginkan oleh Markx Gberg seperti itu geng. Nah, untuk saat ini Facebook Ink sudah resmi berganti nama menjadi Meta platform ink dan mereka sekarang sedang berfokus menuju ke perusahaan teknologi metavers. Perusahaan yang masih mengepalai Instagram dan WhatsApp ini saat ini sedang berusaha untuk menciptakan Metavers menggunakan teknologi dari VR. Kalau kalian tahu ya, VR yang biasanya pakai buat di mata gitu ya. ini kepanjangannya adalah virtual reality dan akan dikombinasikan dengan augmented reality atau AR. Nah, dua hal ini akan dikolaborasikan untuk menciptakan teknologi metavers ini, Geng. Enggak tanggung-tanggung nih, Geng. Mark Zugerberg menargetkan perusahaan Facebook yang sudah berubah menjadi Meta platform inch ini akan berubah menjadi perusahaan metavers kurang lebih dalam 5 tahun. Gila, kalian harus siap-siap nih, Geng. Dan dia berkata, "Kami pada dasarnya bergerak dari Facebook sebagai perusahaan media sosial menjadi perusahaan metafers pertama di dunia." Jadi dia nyuist gitu, Geng. Ya, perusahaan lain mungkin masih ancang-ancang buat menciptakan metavers. Mereka pengin langsung tancep aja gitu. Nah, alhasil nanti banyak nih tiuan-teriannya nih ya, yang dari Cina lah, yang dari negara lainlah, Rusia gitu ya. Alhasil ya tetap Facebook yang bisa dikatakan ya nomor satu gitu kan, karena mereka pencipta pertama. Lantas seperti apa metavers yang ingin diciptakan oleh Mark Zuguckerberg? Sejauh mana jangkauannya? Gitu. Di dalam pidatonya Mark Zugerberg ini mengatakan akan ada 1 miliar orang di dunia yang dapat mengakses metavers nantinya. Karena di dalam visinya dia mengatakan metavers ini sama dengan masa depan. Dan di dalam metavers nanti akan ada banyak hal-hal unik yang terjadi termasuk sistem perdagangan. Dia akan merubah sistem perdagangan dengan sistem virtual dan akan mendukung pekerjaan bagi jutaan [musik] pengembang dan pencipta. Nah, ini agak sedikit unik ya kalau kita bahas tentang dunia perdagangan. Kalian tahu sendiri ya sekarang itu banyak banget hal-hal yang terjadi di Indonesia kayak salah paham tentang COD. Banyak orang-orang berantem gara-gara COD dikarenakan ini memang agak sedikit rancu gitu ya. Sebagian orang mengatakan kalau masih goblok jangan belanja COD. Ada juga yang bilang ya kalau misalkan yang dikirim oleh si penjualnya Zong atau barang yang tidak bagus gitu ya, kasihan si pembeli. Karena tidak semua pembeli bisa atau pintar untuk refund gitu loh, Geng. Kayak refun pengembalian barang. Dan juga kan bisa dikatakan ketika kita mendapatkan barang COD yang tidak sesuai ya, proses refund-nya itu lama gitu kan. Lama ditanggapi, lama dikirim balik gitu ya, lama pengembalian dananya gitu. Jadi makanya mungkin sistem COD ini agak sedikit menjadi apa ya momok yang tidak menyenangkan lah di negara kita. Ada yang berantem lah, ada yang sampai berbacok-bacokan gitu ya. Kalau metafers ini bisa terjadi ini akan sedikit membantu dunia jualan online kayaknya. Jadi ketika kita mau beli sebuah barang, kita bisa lihat dulu cek fisik melalui virtual tanpa harus bertemu dengan si penjual jauh-jauh ke lokasi si penjual itu. Ya kan? Jadi di dalam metavers bertemu dicek fisiknya secara virtual. Oh iya, enggak ada enggak ada ini semuanya mulus gitu kan. Karena kan fungsi dunia virtualnya begitu. Jadi bertemu di dalam dunia virtual secara fisik sama dengan fisik di dunia nyata. Hal ini akan mengurangi yang namanya berantem-berantem COD di Indonesia gua rasa. [tertawa] Tapi sori itu hanya pemikiran konyol gua. Tapi ya ini agak sedikit menarik gitu ya ketika kita bisa bertemu dengan seseorang dari jarak jauh tanpa harus melakukan perjalanan. Cukup dengan masuk ke dunia lain yaitu dunia virtual. Nah, tapi yang namanya hal-hal kayak gini udah pasti ada negatifnya. Misalkan let's say ada orang yang ambisi banget pengin naik haji ya kan secara muslim atau bagi umat Nasrani yang pengin banget ke Yerusalem gitu ya, alhasil tidak lagi ada yang namanya menabung untuk naik haji atau bagi umat Kristiani yang ke Yerusalem gitu ya. Jadi enggak ada yang nabung lagi semuanya pakai metavers. Akhirnya nanti suatu hari terciptalah stigma yang buruk tentang hal ini gitu ya. Di mana orang-orang malah memvirtualkan yang namanya ibadah. Jadi kan enggak enggak banget gitu. Ini udah negatif jatuhnya ya kan. Oke kita lanjutkan lagi nih geng. Di dalam pidato Mark Goberg ini dia menekankan selusin terobosan untuk mencapai ke metavers ini termasuk dia sempat mengatakan akan mempekerjakan 10.000 orang di Uni Eropa untuk mencapai perusahaan metavers-nya. Ini gila-gilaan nih dia bakal gelontorin dana sebesar-besarnya, Geng. Untuk projject ini. Sebenarnya nih, Geng, belum ada yang dapat mendefinisikan metavers ini secara jelas seperti apa. Tapi Mark Zugberg sendiri sudah ambisius banget mengatakan kalau ini adalah masa depan, ini adalah dunia baru. Sementara sebenarnya sebelumnya metavers ini pernah digunakan atau sempat digunakan oleh sebuah perusahaan untuk mempromosikan produknya. Nah, misalkan seperti sebuah perusahaan game atau sebuah perusahaan komunikasi ketika mereka meluncurkan yang namanya apps baru atau aplikasi baru. Nah, biasanya mereka akan menggunakan istilah metavers ini sebagai trial atau uji coba terhadap orang-orang yang penasaran dengan produknya. Misalkan tuh kayak uji coba secara online gitu atau orang-orang yang menggunakan trial download yang 7 hari gitu. Nah, di zaman dulu istilah metavers ini digunakan untuk hal-hal tersebut dan ada juga yang menggunakan istilah metavers untuk sebuah organisasi bincang-bincang atau organisasi ngobrol-ngobrol secara virtual. Contohnya kayak kemarin kita sempat ada yang namanya Clubhouse gitu kan atau sebuah grup-grup yang dapat ngobrol-ngobrol kayak Discord gitu ya, tapi hanya sebatas untuk video call atau sebatas untuk ngobrol suara seperti Zoom juga gitu. Nah, tapi ini akan sangat berbeda gitu ya. Secara fisik kita akan hadir di sebuah ruangan. Nah, metavers yang ingin diciptakan oleh Maksug malah kayak gitu. Nah, di dalam kasus ini yang namanya metavers ini bakal benar-benar menggunakan VR. Kalian tahu VR kan yang buat di mata. Nah, karena memang VR ini mampu menciptakan wujud dari simulasi 3D sebuah bentuk. Jadi, entar orang-orang akan melihat sesuatu itu seolah-olah nyata padahal itu hanya ilusi virtual. Namun ada yang masih menjadi tanda tanya jika kita bertemu di dalam dunia virtual. Di dalam dunia ini, ini yang selalu gua pertanyakan gitu ya. Kita sudah mampu menangkap atau merekam yang namanya gambar. Kalau video itu ada yang namanya frame per second FPS. Itu mengartikan kalau video itu adalah kumpulan banyak gambar yang digabungkan. Alhasil gambar [musik] tersebut terlihat seperti bergerak. Nah, itu video ya asal muasalnya dari gambar yang kaku gitu. Gambar biasa gitu. Nah, kalau suara itu biasanya menangkap gelombangnya atau ada distorsinya gitu. Suara dan video sudah mampu direkam. Bagaimana dengan bau aroma? Kalian kebayang enggak tuh jika metavers ini diciptakan dan di sini ambisinya adalah benar-benar menciptakan dunia virtual layaknya dunia nyata. Nah, misalkan kalau kita berbicara tentang jual beli gitu ya, kalau ada yang jual beli durian gitu kita kan harus cium baunya. Otomatis suatu hari nanti metavers ini akan menciptakan teknologi yang mampu menangkap bau. Merinding enggak lu? benar-benar sebuah kemajuan teknologi yang bisa-bisa nih ya melampaui kodrat kita sebagai manusia. Berbicara tentang metavers lagi, apakah ini hanya sebuah ide yang tiba-tiba muncul atau hanya gara-gara novel Snow Crash tadi gitu ya? Nah, ternyata enggak, Geng. ternyata sudah ada film yang menggambarkan bagaimana dunia virtual dari metavers ini. Nah, sekarang kita lihat film Ready Player One. Film Ready Player One ini adalah sebuah film yang sedikit menggambarkan tentang bagaimana wujud metaverse nanti. Nah, film ini dirilis pada tahun 2018 oleh sutradara yang bernama Stephen Spielberg. Walaupun sebelumnya sudah pernah dibahas di dalam novel yang berjudul Snowcras gitu ya, namun yang mampu menembus pasar internasional adalah film Ready Player One. Di mana di film ini digambarkan para karakter yang membintangi film Ready Player One ini hidup di dalam sebuah dunia virtual yang bernama Oasis. Oasis ini adalah gambaran dari metaverse di mana di dalamnya ada manusia asli dan para avatar dan mereka berinteraksi layaknya di dunia nyata, Geng. Lalu ada sebuah kompetisi dari si pencipta Oasis di mana dia mengatakan, "Barang siapa yang berada di dalam Oasis ini dapat memecahkan sebuah teka-teki, maka dia dapat menguasai penuh dan bisa mengendalikan dunia Oasis ini, Geng." Di sanalah pada akhirnya terjadi yang namanya kompetisi yang sangat hebat. Perusahaan Innovatif Online Industries atau disingkat dengan IOI, mereka menjadi sosok atau menjadi pihak antagonis di dalam film ini. IOI mencoba untuk menguasai Oasis dengan cara membayar orang untuk memenangkan kompetisi agar mereka dapat menguasai seluruh Oasis ini. Nah, kalau kalian penasaran dengan filmnya, kalian bisa langsung nonton gitu ya. Karena emang seru banget film ini dan film ini diproduksi oleh Warner Bros. Bagaimana nih menurut kalian, Geng? Dari film ini aja kalian sudah bisa melihat gambarannya gimana nanti dunia metavers ya. Terus jadi pertanyaannya apakah Facebook saat ini sudah mulai menjalankan eksperimen ini atau sudah setengah jalan gitu ya? Apakah sudah terjadi gitu yang namanya metavers? Kadang-kadang kan perusahaan ini bilangnya sedang meriset gitu. Tahu-tahu memang udah jadi tapi belum dirilis gitu kan. Seperti misalkan kayak Microsoft Word, dikatakan Microsoft Word nantinya ke depannya akan lebih canggih. Padahal di zaman tersebut Microsoft Word canggihnya sudah ada, hanya saja belum dirilis gitu. Ternyata nih geng, berbicara tentang hal itu, Facebook sudah mulai bereksperimen tentang metavers ini di perusahaan internal mereka. Mereka sudah menggunakan teknologi metavers ini demi keperluan komunikasi internal dan pekerjaan internal juga. Di perusahaan Facebook sudah ada yang namanya Horizon Worksroom. di mana di dalam ruangan ini sudah berbasis VR. Horizon Workroom ini adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk sarana tatap muka secara online. Jadi kalau meeting meeting online. Namun berbeda dengan meeting-meeting online lainnya kayak Zoom. Nah, ini beda banget. Nah, aplikasi di ruangan ini dioperasikan menggunakan headset VR Oculus Quest 2 buatan Facebook. Di dalam Horizon Work ini, para partisipan yang akan mengikuti meeting itu akan diilustrasikan dengan sebuah avatar 3D yang wujudnya dapat dirubah-rubah. Nah, jadi benar-benar sebuah kemajuan teknologi yang bikin kita tuh gila. Ini enggak hanya cuma ada di film gitu, Geng. Nah, itu dia tadi, Geng, ambisi daripada Mark Zuckerberg untuk menciptakan metavers ini. Gimana menurut kalian? Apakah penciptaan metavers ini adalah sebuah hal negatif atau justru ini adalah hal positif atau kemajuan sebuah teknologi. Dikarenakan berbicara tentang teknologi ini udah pasti gitu ya ada plus minusnya seperti yang kita rasakan sekarang gitu. Kalau zaman dulu orang-orang berlomba-lomba untuk belajar serta berinteraksi satu sama lain di dunia nyata. Sekarang semua orang itu berusaha untuk berinteraksi di dunia maya sehingga yang namanya sosial itu sudah sedikit memudar semuanya. Sekarang ke media sosial. [musik]
Resume
Categories