Transcript
DDKIT1FR980 • ROHINGYA TIDAK DITERIMA OLEH WARGA ACEH UNTUK ALASAN YANG SANGAT P4RAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/0985_DDKIT1FR980.txt
Kind: captions
Language: id
di dalam video yang bereder kalian bisa
lihat sendiri nih bantuan warga Aceh
yang diberikan kepada pengungsi rohingya
Justru malah dibuang oleh para pengungsi
tersebut ke laut Jadi mereka tuh kayak
kecewa karena diusir mereka tetap
ngambil tuh berasnya bajunya semuanya
Nah pas mereka udah berada di atas kapal
terus mau meninggalkan pantai tersebut
mereka tiba-tiba membuang semua bantuan
tadi ke
air yo geng tekan tombol subscribe geng
e Yo what's good Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry geng geng Oke banyak banget yang
ngetack gua tentang fenomena penolakan
para pengungsi rohingya oleh masyarakat
Indonesia terkhususnya Aceh nah jujur
sebenarnya gua agak risi ya diminta
untuk membahas hal ini hanya karena gua
keturunan Aceh gitu yang seolah-olah tuh
gua wajib banget dan harus banget
ngebahas ini nah sebenarnya terlepas
dari itu enggak apa-apa sih kita bakal
bahas tapi mohon banget nih sebelum
kalian menonton video ini sampai selesai
jangan ngejat dulu karena kalau kalian
terlebih dahulu mengambil kesimpulan
Nanti kalian enggak tahu kalian enggak
paham gitu Nah di sini gua pengen
menjelaskan sejelas-jelasnya tentang
fenomena itu karena di dalam kasus ini
yang tadinya ini merupakan permasalahan
kemanusiaan akhirnya dikait-kaitkan
dengan agama akhirnya dikait-kaitkan
dengan saudara seiman sebenarnya
terlepas dari itu semua terlepas dari
keimanan yang sama gitu ya Ada hal yang
jauh lebih penting ada hal yang jauh
lebih krusial dibanding itu yaitu apa
yaitu soal adab dan keamanan serta
kenyamanan Kehidupan masyarakat lokal
sendiri ketika orang-orang pengungsi
rohingya ini diterima di sana Jadi
pertimbangannya itu banyak banget dan
apakah penolakan kali ini adalah sebuah
bentuk kesombongan dari masyarakat Aceh
atau justru masyarakat Aceh sudah kapok
karena sudah pernah punya pengalaman
sebelumnya jadi enggak mau mengulangi
cerita yang sama alias tercebur ke dalam
permasalahan yang sama Nah di sini gua
pengen bahas selengkap-lengkapnya gua
mohon kalian Dengarkan dengan seksama
jangan ada yang diskip dan ya semoga
kalian dengar sampai akhir ya biar
lengkap gitu informasinya tentang
pengungsi rohingya ini mulai nanti dari
Mengapa rohingya ini bisa menjadi
pengungsi yang terombang-ambing dan
mengapa mereka ini kok enggak
kelar-kelar gitu enggak habis-habis
Selama bertahun-tahun masih ada aja
pengungsinya Apakah selama
bertahun-tahun mereka hidup di laut atau
justru ini merupakan Warga rohingya yang
baru saja mengungsi kalau begitu berarti
masih ada dong penduduk rohingya di
negara mereka sana di Myanmar sana Nah
nah terus apa yang membuat mereka
terus-terusan sampai di Aceh Kenapa
enggak ke tempat lain gitu Apakah ini
ada sebuah skema yang mana kayak clotter
pertama dari pengungsi menginformasikan
ke saudara mereka yang ada di negaranya
kalau di Aceh mereka diterima Apakah
kemungkinan ada skema seperti itu Nah
sekarang kita bahas secara lengkap kasus
yang satu ini di sisi
[Musik]
lain
[Musik]
Oke geng Enggak seperti biasanya Gua
kalau misalkan membahas hal-hal yang
berbau kontrover versi atau berbau ee
Ini apa ya permasalahan lah problem gitu
ya biasanya gua bakal bahas di Permisi
peristiwa misteri dari berbagai sisi
tapi kali ini justru gua menganggap
Kejadian ini unik ini kejadian unik
walaupun ya sebenarnya ada sedihnya di
situ ya Ada hal yang menyentuh hatiah
Tetapi menurut gua ini unik banget dan
perlu kalian tahu agar menjadi pelajaran
juga buat kita kita mulai dulu ya secara
singkat tentang sejarah dari masyarakat
rohingya ini mereka itu kenapa sih Apa
sih yang membuat mereka ini ee menjadi
pengungsi Apa yang membuat mereka
Terusir dari tanahnya sekarang kita
bahas Nah jadi seperti yang sudah kita
ketahui ya karena ini berita lama
rohingya itu adalah sebutan untuk
komunitas muslim yang tinggal di Myanmar
tepatnya di wilayah bagian rakine atau
arakan di Myanmar barat yang mana
wilayah tersebut berbatasan langsung
dengan dengan Bangladesh Nah dari sini
jangan heran ya kalian bisa melihat ciri
fisik dari orang Bangladesh dengan
masyarakat rohingya yang background-nya
adalah masyarakat Myanmar itu mirip
banget nah lalu geng rohingya sendiri
berasal dari kata rohal atau roshange
yang berarti penduduk muslim rohang atau
rosang nah rohang atau rosang Ini adalah
sebuah nama wilayah yang pada akhirnya
dirubah sebutannya menjadi arakan lalu
apa yang membuat etnis rohingya ini
berperang dengan etnis asli dari Myanmar
Nah kenapa gua bilang etnis asli ya
karena memang rohingya ini kalau kita
lihat roots-nya gitu Ya emang mirip
banget Bangladesh mirip ke India gitu
dan kemungkinan mereka ini memang ya
sukunya Bangladesh cuman kebetulan aja
Ketika pembagian wilayah kayaknya mereka
itu tinggal di daerah teritorinya
Myanmar lalu singkat cerita nih etnis
dari rohingya ini berperang atau
bertikai dengan etnis asli Myanmar itu
berawal pada abad ke-18 yang mana Ini
semua tercipta gara-gara Myanmar ini
dijajah oleh Inggris dan memutuskan
untuk menjadi negara koloni Inggris atau
pesemakmuran Inggris Dan di saat itu
orang-orang India yang juga dijajah oleh
Inggris ikut datang ke Myanmar dengan
maksud bekerja di wilayah koloni Inggris
yang baru jadi bisa dikatakan India ini
jauh lebih dulu nih menjadi koloni
Inggris dan mereka bekerja untuk Inggris
dan ketika Inggris mencaplok Myanmar nah
tentara-tentara India atau
pekerja-pekerja India itu ikut datang
dibawa oleh Inggris ke Myanmar selama
kedatangan orang India ke Myanmar
orang-orang India ini terkesan seperti
mengambil hak-hak dari warga Myanmar nah
sehingga di saat itu orang Myanmar
merasa seperti terjajah sebanyak dua
kali dijajah oleh Inggris Lalu tiba-tiba
ada orang India seperti terjajah oleh
India juga nah lalu kebetulan ternyata
perbatasan daerah mereka itu ditinggali
oleh orang-orang ber etnis yang mirip
seperti India yaitu etnis rohingya tadi
Nah padahal nota bandnya nih ya
masyarakat rohingya ini memang ya secara
fisik mirip India tetapi secara agamanya
mereka itu beragama Islam alias
masyarakat muslim jadi agak berbeda dari
masyarakat India yang notabandnya atau
background-nya mayoritas beragama Hindu
nah mulai dari situlah terciptalah gap
antara masyarakat Myanmar dengan
masyarakat rohingya karena fisik mereka
mirip dengan orang India yang dianggap
menjajah
[Musik]
Myanmar lalu singkat cerita nih geng ya
pada era perang dunia keedua banyak
masyarakat rohingya yang akhirnya
direkrut oleh tentara Inggris dan pada
perang dunia keedua tersebut sebagian
besar umat Buddha Myanmar itu ternyata
bersekutu dengan tentara Jepang ya
tentara Jepang di perang dunia keedu kan
cukup kuat juga tuh Nah akhirnya
terpecahlah tuh masyarakat rohingya yang
basicnya tinggal di Myanmar dan
berseberangan dengan etnis Myanmar
akhirnya berpihak kepada Inggris
sementara Myanmar yang sudah sangat
membenci Inggris terus juga membenci
orang India tadi melihat orang-orang
rohingya berpihak kepada Inggris mereka
semakin benci dengan etnis rohingya ini
Nah karena di saat itu Myanmar mulai
berpihak kepada Jepang dan Jepang
berhasil mengusir pengaruh Inggris dari
Myanmar nah lalu di dalam perang antara
Inggris yang dibantu oleh rohingya dan
Jepang yang dis-upport oleh Myanmar nah
Inggris ternyata kalah alias mundur di
saat itu Inggris berhasil diusirlah oleh
Jepang dan juga Myanmar tersisalah
masyarakat rohingya geng jadi masyarakat
rohingya ini enggak ikut dibawa oleh
Inggris enggak ikut diangkut lah gitu
mereka tetap Stay di tanah Myanmar Nah
jadi ibaratnya tuh yang tadinya Sahabat
tiba-tiba Jadi bangsat gitu ya Inggris
cabut rohingyanya ditinggal di sana dan
rohingya pun terkepung oleh etnis asli
Myanmar masyarakat rongingya yang
tadinya bersekutu dengan Inggris dan
ditinggalkan oleh Inggris mulai bermukim
di daerah rakine dan mereka menjadi
sasaran kemarahan orang Myanmar karena
dianggap mereka ini adalah sekutu
Inggris Ditambah lagi dengan penampilan
fisik mereka yang mirip dengan orang
India tadi Dan mulai saat itu masyarakat
Myanmar ditanamkan oleh orang tua mereka
untuk menganggap masyarakat keturunan
rohingya sebagai imigran ilegal yang
dibawa oleh Inggris Padahal mereka sudah
tinggal di sana jauh sebelum Inggris
mencaplok Myanmar nah tetapi karena
sentimen tadi ya akhirnya dianggap
seperti itu dan dibuatlah cerita
turuntemurun agar semua keturunan
Myanmar membenci
rohingya nah lalu singkat ceritanya lagi
pada tahun 1947 mulai lahir konstitusi
baru di Myanmar yang sempat memberikan
masyarakat rohingya hak hukum dan suara
secara penuh tetapi sayangnya terjadi
kudeta militer pada tahun 1962 yang
mengakibatkan rohingya kembali ditindas
dan lahirnyaen pindasan Baru terhadap
mereka nah lalu akibat dari kudeta itu
dengan pemimpin yang baru rohingya
semakinmakin menjadi Tidak Dianggap
gara-gara dibuatnya sebuah undang-undang
pada tahun 1982 yang berisikan tentang
rohingya tidak lagi diakui sebagai
sebuah kelompok etnis yang ada di
Myanmar jadi kayak dianggap ilegal dan
semua etnis rohingya di saat itu
dihapuskan kewarganegaraannya sebagai
warga Myanmar dan pemerintahan baru
Myanmar tidak lagi mensensus mereka
sebagai penduduk Myanmar jadilah mereka
ini tidak lagi mempunyai tempat tinggal
jadi mereka enggak boleh tinggal di
Myanmar lagi karena dianggap sebagai
manusia atau penduduk
ilegal karena undang-undangnya sudah
tercipta maka siapapun masyarakat
Myanmar yang mau mengeksekusi masyarakat
rohingya itu sah-sah aja karena setiap
manusia rohingya ini tidak terlindungi
oleh hukum jadi kalau mau diapain mau
dicincang Mau dijadiin sate juga boleh
dan di saat itulah masyarakat rohingya
mulai ketakutan mereka merasa mereka
sudah tidak aman lagi untuk hidup di
Myanmar pelarian masyarakat rohingya
sebenarnya sudah mulai jauh sebelum
adanya undang-undang tadi jadi
undang-undang tersebut kan baru ada 1982
tuh nah mereka UD mulai melarikan diri
dari Myanmar sejak tahun 1970 secara
berangsur-angsur nah dan proses pelarian
masyarakat Myanmar ini secara
besar-besaran itu dimulai setelah
undang-undang itu ada sampai dengan
tahun 1992 nah di saat itu masyarakat
rohingya melarikan diri ke berbagai
negara tetangga termasuk Bangladesh
Thailand Malaysia serta negara kita
Indonesia Nah pada awal pelarian mereka
sebenarnya banyak yang prihatin banyak
yang menyambut mereka dan memberikan
Suaka terhadap mereka banyak yang
membantulah di saat itu nah jadilah
mereka mendapatkan tempat tinggal di
negara-negara yang gua sebutkan tadi
termasuk negara
kita nah tetapi geng permasalahan mulai
timbul ketika mereka sudah diberikan hak
hidup di negara-negara yang membantu
tadi Nah sekarang kita bahas nih tetapi
gua terpusat pembahasannya yang di Aceh
aja ya gua enggak mau ngebahas yang dari
negara lain atau di daerah lain karena
di sini kan framing-nya itu tentang
penolakan yang ada di Aceh gitu ya jadi
gua ambil studi kasusnya yang ada di
Aceh aja untuk yang di daerah lain
kalian silakan kembangkan sendiri atau
car tahu sendiri apakah problemnya sama
dengan yang terjadi di Aceh atau enggak
oke nah sekarang kita bahas nih
kedatangan etnis rohingya di
[Musik]
Aceh oke nah sebelum kita bahas
penolakannya kita bahas dulu nih
Bagaimana sih sejarahnya Kok bisa
masyarakat rohingya ini ada di Aceh
Bagaimana masyarakat Aceh bisa menerima
mereka pada awalnya Nah jadi gini Geng
gelombang pengungsi rohingya datang ke
Aceh itu pertama kali pada tahun 2011
ketika itu masyarakat Aceh menyambut
orang-orang rohingya ini dengan tangan
terbuka rela membantu mereka sampai
memberikan harta benda bahan pangan
Pokoknya sampai berlebih deh untuk
masyarakat rohingya ini dan masyarakat
Aceh di saat itu menyebut pengungsi
rohingya ini sebagai manusia perahu ya
ini dikarenakan mereka datang
menggunakan bot atau mengguna bukan
perahu sih ya menggunakan bot ya bot
besar gitu bisa nampung banyak orang dan
mendarat di Aceh atau menepi di Aceh
Makanya disebut dengan manusia perahu
sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang
terhitung ada sebanyak
2.446 pengungsi rohingya yang terdampar
di Aceh nah tetapi dari 2400 tadi untuk
saat ini yang masih tersisa di kem
penampungan atau pengungsian sementara
ada sebanyak
55049 orang wah sisanya yang ribuan tadi
pada ke mana nanti kita bahas Nah jadi
mereka ini berada di penampungan yang
terletak di Kabupaten Aceh Besar terus
juga di Aceh pidi dan juga di daerah
loksumawe ketika mereka pertama kali
datang mereka benar-benar disambut
seperti saudara sedarah diberikan
makanan obat-obatan dan bahkan tempat
tinggal yang layak dan nyaman lalu
masyarakat Aceh juga melihat mereka ini
memiliki sedikit kesamaan fisik dengan
orang lokal kalau lu perhatiin Coba deh
lu lihat masyarakat rohingya ini kan ya
agak Bangladesh agak ke India nah
masyarakat Aceh Kebetulan juga ada yang
keturunan india keturunan Arab erop sama
Cina karena kan dulu Aceh itu Pusat
perdagang nah jadilah di saat itu
masyarakat Aceh yang ada darah keturunan
Indianya itu persis mirip dengan orang
rohingya ini nah terjadilah chemistry di
sana ada hubungan batin karena ngelihat
Wah gila mirip banget dengan orang lokal
ya bedanya mereka enggak bisa Bahasa
lokal enggak bisa Bahasa Indonesia aja
nah diterimalah mereka di saat itu dan
salah satu contoh di mana masyarakat
rohingya benar-benar disambut itu sempat
terjadi di Desa simpangle julo Aceh
Timur nah di saat itu masyarakat di Aceh
Timur tersebut membantu mereka bahkan
sampai mendirikan dapur umum sebelum
masyarakat rohingya ini menepi atau
sampai ke bibir pantai Jadi intinya
masyarakat Aceh itu sudah mempersiapkan
dulu jadi bergotongroyong gitu ya
nyiapin tendanya nyiapin tempat tinggal
dapur segala macam masak dulu jadi
ketika masyarakat rohingya itu menepi
mereka Langsung siap santap makanannya
jadi sespesial itu di saat itu ibu-ibu
Aceh gitu ya emak-mak Aceh semuanya
saling bahu-membahu untuk menyediakan
Mas ak Wah kurang baik apa tuh para
penduduk juga bergegas pulang ke rumah
mereka masing-masing mengumpulkan
baju-baju yang masih layak pakai untuk
diberikan kepada masyarakat pengusi
rohingya ini dan bahkan Ya bagi
masyarakat rohingya yang mau mandi
dipersilakan untuk mandi di rumah warga
di saat itu dan bantuan semakin banyak
datangnya mulai dari orang-orang atau
warga Aceh timur sampai dengan luar Aceh
Timur yang ikut terguga hatinya ketika
mengetahui ada masyarakat atau manusia
perahu yang terdampar di Aceh udah gitu
seiman pula ya kan masyarakat Aceh kan
mayoritasnya Muslim di saat itu
mendengar pengungsi rohingya ini juga
muslim yang terusir dari tanah mereka
dan digadang-gadang katanya Mereka
Terusir gara-gara mereka muslim nah
padahal dari background ceritanya tadi
Seperti yang gua katakan permasalahannya
dimulai dari Perang Dunia keedua dulu
gara-gara rohingya berpihak sama Inggris
dan Myanmar berpihak pada Jepang jadi
masyarakat Myanmar menganggap masyarakat
rohingya ini berkhianat
gitu Sebenarnya ya jauh dari itu tuh
bukan permasalahan agama nah Tetapi kan
Karena ada kata agama tadi ya kan Wah
sama-sama muslim seperti kita jadinya
tergugahlah masyarakat Aceh pun menolong
di saat itu nah dan mulailah sejak itu
masyarakat rohingya yang membawa
pasangannya yang membawa anak-anaknya
tinggal di Aceh walaupun sempat nih
banyak daerah-daerah yang mencemooh
tindakan masyarakat Aceh walaupun tidak
sedikit yang memuji tetapi yang
mencemooh ini mengatakan Loh kok bisa
nih masyarakat Aceh dengan gampangnya
ngasih tempat tinggal untuk orang dari
negara lain gitu itu kan enggak boleh
sembarangan sebenarnya itu kan pengungsi
ilegal sebutannya nah tetapi atas alasan
kemanusiaan masyarakat Aceh di saat itu
mengabaikan mereka enggak peduli mereka
tujuannya cuma pengin nolong karena
kasihan ya udah sebatas itu tidak ada
niatan untuk melanggar hukum atau ya
menolong imigran ilegal enggak ada yang
kayak
gitu nah sampai di sini gua Yakin banget
kalian udah paham ya bagaimana kondisi
si orang rohingya ketika ditolong oleh
warga Aceh seharusnya nih geng ya dengan
segala fasilitas yang diberikan oleh
masyarakat Aceh di saat itu pengungsi
rohingya ini sudah sepatutnya menjaga
norma-norma menjaga adab serta aturan
yang ada di wilayah tempat mereka
ditampung sejak tahun 2014 mereka
tinggal di sana untuk 1 tahun sampai 2
tahun pertama itu masih oke-oke aja L
mereka enggak pernah dianggap beban kok
oleh masyarakat Aceh tetapi secara
berangsur angsur udah mulai Kelihatan
nih sikap yang mulai menjengkelkan sikap
yang mulai membuat warga Aceh berpikir
dua kali untuk tetap mempertahankan atau
menampung mereka di sana Nah lalu
tibalah permasalahan pertama terjadi
yaitu pada tahun 2015 nah ini koreksi
gua ya kalau gua salah kalau ternyata
sebelum tahun 2015 juga ada problem
boleh tinggalkan komentar di bawah
Tetapi menurut riset gua di tahun 2015
nih pertama kali Nah yang mana ada empat
orang perempuan rohingya tiba-tiba
membuat klaim palsu atau membuat
pengakuan palsu yang mana mereka mengaku
sudah diperkaos oleh orang Indonesia
menurut pengakuan mereka ya Siapa lagi
orang Indonesianya kalau bukan
masyarakat Aceh gitu kan karena kan
mereka ditampung di sana Nah lalu mereka
menceritakan kronologi dari kasus yang
mereka klaim ini ketika itu dikatakan
ada empat orang perempuan dan enam
laki-laki yang berusia 14 sampai 28
tahun mereka ini dilaporkan gara-gara
sedang berusaha untuk kabur dari kamp
Atau meninggalkan kem penampungan untuk
menuju ke Malaysia pada hari Senin
tanggal 28 September tahun 2015 untuk
apa mereka ke Malaysia ternyata nih geng
usut punya usut di Malaysia itu banyak
sekali masyarakat rohingya yang menetap
di sana yang berbaur dengan masyarakat
Malaysia nah lalu masyarakat rohingya
yang mengungsi ke Aceh itu hanya
menjadikan Aceh untuk tempat transit dan
setelah mereka merasa aman berada di kem
pengungsian mereka barulah kabur ke
Malaysia untuk mencari keluarga mereka
yang sudah menetap di sana yang sudah
memiliki pekerjaan di sana dan ternyata
di Malaysia sendiri mereka menjadi
problem atau menjadi masalah untuk
masyarakat lokal
Malaysia Nah kita kembali lagi ke cerita
empat perempuan dan enam laki-laki yang
akan melarikan diri tadi jadi tiba-tiba
nih geng sekelompok warga yang di saat
itu sedang berpatroli mereka sengaja
mengendap-ngendap menggunakan topeng
karena memang sudah merasa curiga nih
ada warga di pengungsian mencoba untuk
melarikan diri nah lalu mereka langsung
nge-gap tuh warga rohingya yang mau
melarikan diri tadi Dan di saat itu
mereka pun ditangkap dan digiring oleh
warga tadi Nah lalu tiba-tiba di situlah
mereka membuat sebuah klaim isu fitnah
terhadap warga tadi Mereka bilang kalau
enam laki-laki yang tadinya ikut kabur
sama mereka itu diperlakukan tidak layak
alias dipukulin terus dipaksa untuk
masuk ke dalam hutan nah lalu empat
perempuan itu diperkaos oleh warga tadi
Nah makanya mereka dibawa ke area Hut
katanya lalu isu ini didengar oleh para
pengungsi yang lain yang membuat para
pengungsi lain ikut mengamuk karena
merasa kayak warga mereka sesama
rohingya ada yang diperlakukan tidak
baik atau diperlakukan buruk oleh warga
lokal di situlah beberapa dari mereka
ngamuk lalu mulai ngebungkus pakaiannya
dan mau keluar dari Camp sebenarnya itu
enggak boleh karena ilegal mereka tuh
enggak boleh keluar dari Camp
pengungsian kalau mereka keluar mereka
dianggap sebagai imigran ilegal yang
melanggar
hukum Nah akhirnya sebagian pengungsi
rohingya yang mengamuk tadi yang udah
mau keluar itu ditahan oleh sebagian
pengungsi lain yang memilih untuk tidak
bereaksi karena mereka tahu kalau keluar
dari Camp pasti ditangkap pasti bakal
diproses secara hukum nah di saat itu
mereka menahanlah teman-teman mereka
yang lain ini biar enggak keluar nah
lalu di saat itu pihak warga Indonesia
yang merasa tidak terima dengan klaim
tersebut meminta keempat perempuan yang
berinisial am Ha Zu dan juga Ti untuk
diperiksa ke rumah Rumah Sakit agar
memiliki bukti yang konkret kalau memang
mereka ini diperkaos oleh warga tadi Nah
jadilah di saat itu keempat perempuan
tadi merasa panik dan juga enam
laki-laki tadi juga ikutan panik karena
kan mereka cuma ngeklaim sepihak doang
nah padahal pihak Indonesia sudah bilang
kalau memang warga Indonesia yang
ngegapin kalian tadi memperkaos kalian
Kami bakal proses mereka secara hukum
atas dasar kemanusiaan lah gitu ya
enggak peduli mereka itu cuma pengungsi
atau apa tapi ini warga Indonesia sudah
melanggar hukum nah di saat itu justru
keempat perempuan tadi malah ketakutan
Mereka menolak untuk diperiksa di rumah
sakit yang mana akhirnya hal ini semakin
membuat warga lokal geram karena mereka
terbukti memfitnah warga lokal tadi
padahal aslinya mereka itu pengin kabur
lalu singkat cerita pihak Indonesia yang
enggak terima nih karena pengungsi
rohingya ini udah Bikin Isu gitu ya Nah
mereka tetap dipaksa untuk diperiksa di
rumah sakit alias melakukan visum Nah
akhirnya mereka dibawa ke rumah sakit
umum Cut muutia yang ada di Aceh dan
berdasarkan hasil visum ternyata mereka
berempat tidak mengalami pelecehan
apapun tidak diperkaos oleh siapapun
seperti yang mereka klaim atau mereka
ceritakan jadi enggak kebukti nah Dan di
saat itu keempat perempuan tadi
dilaporkan ke komite nasional untuk
solidaritas rohingya atau knsr yang ada
di Aceh Lalu masyarakat Aceh di saat itu
benar-benar merasa sakit hati dan geram
gara-gara reputasi rakyat Aceh yang
sudah membantu dengan sepenuh hati
dirusak oleh empat perempuan tadi
gara-gara klaim mereka yang tidak
terbukti nah mulailah tuh geng masalah
demi masalah bermunculan ini kalau gua
ceritain secara detail semua
permasalahannya bakal panjang banget
jadi gua ambil beberapa cerita doang ya
Nah ini ada cerita kedua nih cerita
kedua ini kalian bisa lihat di tiktok
pengakuan seorang perempuan yang pernah
menjadi relawan untuk para pengungsi
rohingya di Aceh cerita dari akun tiktok
@itame
pemilik akun tiktok it'same ini
merupakan warga Aceh yang mana kota
tempat dia tinggal itu menjadi tempat
penampungan bagi warga rohingya yang
ditolong oleh masyarakat Aceh dia ini
ikut terlibat dalam membantu warga
rohingya tersebut dan kejadian ini
katanya sama nih berawal pada tahun 2015
yang mana ketika itu Aceh kedatangan
orang rohingya dari daerah Myanmar dan
juga Bangladesh nah ini patut dicurigai
nih pertama kali masyarakat rohingya ini
ditemukan di tengah laut oleh nelayan
Aceh baru Setelah itu mereka dibawa ke
daratan dan mereka itu dibagi beberapa
kelompok ke daerah-daerah yang berbeda
yang ada di Aceh salah satunya di
kotanya si Amei ini dan seperti biasa
mereka ini ditempatkan di sebuah kamp
penampungan yang berada dekat dengan
pantai karena memang enggak boleh
jauh-jauh dari pantai karena kan mereka
imigran ilegal mereka diberikan bantuan
seperti biasa tempat tidur yang layak
makanan dan lain-lain lalu singkat
cerita Amei yang di saat itu itu masih
duduk di bangku sekolah mengikuti
organisasi Palang Merah Remaja atau PMR
sebagai anggota PMR Ame ini tidak hanya
membantu masyarakat pengungsi rohingya
ini dalam memberikan bahan pangan dan
tenaga aja nah Amay dan teman-temannya
sesama PMR juga memberikan pelajaran
mengenai bahasa Indonesia bahasa Inggris
serta Bahasa lokal yaitu bahasa Aceh
agar mempermudah komunikasi antar
masyarakat Aceh dengan pengungsi
rohingya ini awalnya Ame dan
teman-temannya ini sangat excited
membantu masyarakat rohingya nah tapi
tiba-tiba ada sebuah kejadian yang
membuat si Ame ini benar-benar buyar
semangatnya Nah si Ame ini mengatakan
memang pada awalnya masyarakat rohingya
ini Ramah banget dan anak-anak mereka
memiliki semangat untuk belajar Nah
tetapi lama-kelamaan ada yang dirasa
aneh dengan masyarakat rohingya ini yang
di mana ketika
Ame ini mencoba untuk mendekati
anak-anak rohingya banyak dari ibu-ibu
mereka yang menarik anak mereka agar
menjauh dari amamei dan teman-teman PMR
lainnya pada saat itu mereka menganggap
kemungkinan masyarakat rohingya ini ya
mungkin masih syok atau trauma gitu ya
dengan apa yang mereka alami di negara
mereka jadinya ya mereka berhati-hati
gitu nah Lalu setelah itu Amei pindah ke
camp yang lain yang mana isinya
kebanyakan laki-laki di saat itu Ame
bersama teman pmr-nya yang laki-laki
juga mereka datang ke sana tuh dikawal
oleh Satpol PP serta polisi nah tapi
ketika mereka masuk ke camp itu kan
mereka agak mencar-mencar tuh geng Nah
ada satu camp yang sebenarnya tidak
boleh dimasuki oleh perempuan dan Amai
berada di depan camp tersebut Lalu
tiba-tiba ada satu pria dari pengungsi
rohingya yang sedikit lancar nih
berbahasa Indonesia dia tiba-tiba keluar
dan mengucapkan kalimat pelecehan
terhadap Amei yang mana dia semacam
ingin mengajak Amei ini untuk gitu-gitu
mendengar kalimat tersebut Amei
benar-benar kaget dan dia langsung kabur
lari dengan cepat meninggalkan tempat
tersebut Dan mulai saat itu Ame
benar-benar kapok dia enggak mau untuk
jadi relawan di sana lagi nah lalu
beberapa hari setelah kejadian yang
dialami oleh Amei tiba-tiba nih geng
tersebarlah sebuah berita tentang adanya
foto serta video seorang gadis rohingya
dengan laki-laki rohingya yang lain
terekam sedang melakukan adegan tidak
senonoh Padahal mereka bukan suami istri
dan bahkan aturan dari warga lokal itu
tidak memperbolehkan mereka melakukan
hubungan badan di kamp yang notabandnya
itu tanah Aceh di saat ketahuan tersebut
ternyata nyata si perempuan rohingya
yang merasa sangat malu dan juga
ketakutan dia akan dihakimi oleh warga
akhirnya berusaha untuk mengakhiri hidup
dengan cara meminum racun nah lalu warga
lokal yang mengamuk melihat adanya
penyebaran video dan foto tersebut mulai
melakukan penyerangan ke camp tersebut
mereka meminta warga rohingya yang ada
di sana angkat kaki dari kampung mereka
nah lalu akhirnya warga rohingya
tersebut dipindahkan oleh pemerintah
lokal entah ke mana pokoknya masih di
daerah Aceh tetapi tidak di kampung itu
lagi Dan mulai saat itu warga Kampung
tersebut menolak mentah-mentah setiap
pengungsi rohingya yang akan ditampung
di daerah mereka Jadi enggak mau
diterima sama sekali
Oke sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan rakyat Aceh yang baru saja
menolak lagi kedatangan pengungsi
rohingya Beberapa hari lalu nih geng ya
kejadiannya banyak sekali pengungsi
rohingya yang tiba-tiba datang lagi ke
Pantai Aceh dan di saat itu mereka
datang secara berturut-turut dengan
jumlah yang berbeda gelombang pertama
mereka datang dengan membawa sebanyak
196 orang dan mereka mendarat di desa
Kale Kecamatan Muara 3 Aceh pidi dan ini
kejadiannya hari Selasa tanggal 14
November tahun 2023 lalu kemudian datang
lagi gelombang kedua sebanyak 174 orang
pengungsi dan kali ini mereka mendarat
di daerah as merandeh Kecamatan bate
Aceh pidi Nah ini terjadi Sat hari
setelahnya tanggal 15 November 2023 nah
lalu para pengungsi ini langsung ditolak
dan akhirnya mereka melanjutkan
perjalanan dan tiba di daerah ulemadun
Kecamatan Muara Batu Aceh Utara dan
ternyata warga di sana juga sudah
bersiap karena mendengar bakal ada
pengungsi rohingya yang mendarat di
pantai mereka dan warga tersebut
langsung menolaknya
lagi dari manakah para mengungsi ini
Kapan mereka berangkat Apakah mereka
sudah terombang-ambing bertahun-tahun di
sana Nah jawabannya adalah enggak mereka
ini sudah berangkat 3 minggu sebelumnya
dan mereka berangkat dari choks bazar
yang terletak di Bangladesh dan memang
Bangladesh sendiri sudah menampung
setidaknya
960.000 pengungsi rohingya berdasarkan
data dari PBB perlakuan warga Aceh
terhadap warga pengungsi rohingya ini
benar-benar berbanding terbalik dengan
saat pertama kali mereka datang ke Aceh
warga Aceh bahkan tidak mengizinkan
mereka untuk turun dari kapal dan
menginjak tanah Aceh mereka Langsung
diusir oleh warga Aceh karena warga Aceh
sudah trauma dengan kelakuan para
pengungsi rohingya ini tetapi nih geng
Ya gua baca nih dari postingan-postingan
tentang kejadian ini banyak dari netizen
yang justru menghina warga Aceh karena
sikap ini padahal nih ya di balik itu
semua kalian harus lihat meskipun warga
rohingya ini diusir tetapi warga Aceh
tuh tetap memberikan bantuan salah
satunya itu makanan terus juga pakaian
itu diberikan kepada mereka ada yang
ngasih biskuit ada yang ngasih beras
selimut bantal semuanya dikasih oleh
warga Aceh Jadi bukan diusir begitu aja
rasa kemanusiaan di sana tuh masih cukup
besar tapi hanya saja warga Aceh tidak
mau terkontaminasi atau kecolongan
gara-gara beberapa dari oknum pengungsi
tersebut ada yang bersifat tidak baik
tidak sesuai dengan norma dan adab warga
sekitar menurut gua itu sangat wajar sih
sangat masuk akal kenapa warga Aceh
menolak Tapi nih geng ya Di dalam video
yang bereder kalian bisa lihat sendiri
nih bantuan warga Aceh yang diberikan
kepada pengungsi rohingya Justru malah
dibuang oleh para pengungsi tersebut ke
laut Jadi mereka tuh kayak kecewa karena
diusir mereka tetap ngambil tuh berasnya
bajunya semuanya Nah pas mereka udah
berada di atas kapal terus mau
meninggalkan pantai tersebut mereka
tiba-tiba membuang semua bantuan tadi ke
air parah banget ya dari situ aja kita
sudah bisa lihat adabnya Seperti apa itu
kan mubazir kalau memang enggak mau ya
Jangan diterima atau justru ya Ada
baiknya diterima dan dipergunakan kan
dengan sebaik-baiknya gitu kan Yang
penting kan sudah dibantu jadi inti dari
semuanya adalah mereka itu membutuhkan
daratan mereka itu menginginkan daratan
Aceh untuk menjadi tempat tinggal mereka
mereka enggak mau hanya diberikan
bantuan makanan dan pakaian yang mana
artinya kalau begitu mereka tidak
kelaparan dan tidak susah yaitu buktinya
makanan aja dibuang nah lalu geng dari
komentar-komentar negatif nih ya yang
tidak mendukung apa yang dipilih oleh
warga Aceh di sana itu ada yang Bahkan
menyamakan kalau kepahitan yang dialami
oleh rohingya ini sama seperti kepahitan
yang dialami oleh warga Palestina
sebenarnya jauh beda banget gitu ya
Palestina itu benar-benar perang kita
bisa lihat ada buktinya mereka terbantai
di dalam aksi genosida yang dilakukan
oleh Israel nah sementara rohingya ini
kalau kalian perhatikan mereka itu sudah
mendapatkan swaka atau sudah mendapatkan
penampungan di Bangladesh negara
tetangga mereka sendiri dan menurut data
PBB tadi gua udah Sebutkan sebanyak
960.000 jiwa lalu mereka Kenapa masih
mau mencari swaka atau atau daratan lain
lagi dan bahkan parahnya adalah setelah
sampai di daratan Aceh yang notabennya
adalah Indonesia mereka justru menjadi
imigran gelap untuk berangkat ke
Malaysia dan menetap di Malaysia nah
yang rugi siapa yang rugi Ya kita-kita
orang juga Malaysia rugi Indonesia rugi
gara-gara sifat mereka yang seperti
parasit nah lalu geng banyak yang enggak
tahu sebenarnya di pemberitaan juga
jarang sekali diberitakan tentang adanya
praktik pembantaian di tengah laut ini
diceritakan oleh orang rohingya sendiri
yang mana orang rohingya ini sudah
tinggal di Aceh dan dia ya bersikap baik
dia bisa melakukan pendekatan dengan
orang Aceh dan dia akhirnya diterima di
tengah masyarakat dia tidak mau
disebutkan namanya tetapi cerita ini
pasti banyak yang sudah tahu terutama
orang Aceh nah jadi itu geng di
tengah-tengah laut ketika mereka
terombang-ambing para pengungsi rohingya
ini memang nota bandnya adalah
orangorang baik sebenarnya mereka punya
adab mereka taat agama dan mereka ya
tujuannya Mencari Suaka untuk bisa
melanjutkan hidup nah ternyata di tengah
laut mereka itu bertemu dengan pengungsi
dari Bangladesh yang mana pengungsi
Bangladesh ini background-nya mereka itu
tidak membutuhkan Suaka karena adanya
konflik perang di negara mereka mereka
itu membutuhkan Suaka atau membutuhkan
daratan baru untuk memperbaiki kualitas
ekonomi jadi bisa dikatakan urgensi
mereka untuk mendapatkan negara baru
sebagai tempat tinggal itu enggak
sekepepet warga rohingya rohingya ini
butuh Dar an baru dan negara baru itu
demi bisa melangsungkan hidup karena
negaranya perang sementara warga
Bangladesh yang mencari swaka hanya
ingin memperbaiki kualitas ekonomi lalu
di tengah lautan mereka bertemulah
mereka bertemu di tengah lautan
pepet-pepetan kapal dan tiba-tiba
sebagian besar pengungsi Bangladesh yang
mencari swaka itu menghabisi laki-laki
rohingya yang ada di atas kapal
pengungsian rohingya disisakanlah
perempuan dan anak-anak jadi para
laki-laki nya itu dieksekusi karena
secara kebetulan mereka ini memiliki
ciri fisik yang sama keturunan dari ras
yang mirip gitu ya ya kan orang India
rohingya sama ee orang Bangladesh ini
kan mirip begitu fisiknya nah Lalu
setelah mereka menghabisi semua
laki-laki rohingya semua laki-laki
pengungsi rohingya Ini Mereka pun
langsung berkamuflase seolah-olah mereka
adalah pengungsi rohingya jadi ketika
mereka mendapatkan tempat untuk mendarat
yang salah satunya Aceh nah di sanalah
akhirnya mereka berbuat mena-mena nah
jadi itu adalah cerita dari warga
rohingya sendiri yang mana mereka
mengatakan kalau laki-laki rohingya yang
asli itu justru tidak akan sebarbar itu
Tetapi banyak dari laki-laki rongingya
yang asli itu sudah dihabisi dan
disusupi oleh orang-orang Bangladesh
yang mana sesampainya mereka di daratan
Aceh orang-orang Bangladesh inilah yang
membuat
masalah Nah itu adalah cerita yang
jarang sekali terblow up karena ya kita
tidak bisa bisa membedakan fisik mereka
mana warga Bangladesh mana orang
rohingya karena sudah bercampur akhirnya
disamaaratakanlah pengungsi rohangya
bersifat dan beradab tidak baik padahal
di dalam itu ada pengungsi Bangladesh
oke Geng itu dia cerita tentang
penolakan rohingya di Aceh jadi semoga
kalian paham ya bahwa tidak melulu
karena embel-embel agama tidak melulu
karena embel-embel seiman semuanya harus
diterima yang namanya tuan rumah pemilik
rumah Dia memiliki kewajiban atau
keharusan untuk melindungi rumahnya agar
tidak disusupi oleh orang jahat dan itu
yang dipilih oleh warga
Aceh