Transcript
DDKIT1FR980 • ROHINGYA TIDAK DITERIMA OLEH WARGA ACEH UNTUK ALASAN YANG SANGAT P4RAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/0985_DDKIT1FR980.txt
Kind: captions Language: id di dalam video yang bereder kalian bisa lihat sendiri nih bantuan warga Aceh yang diberikan kepada pengungsi rohingya Justru malah dibuang oleh para pengungsi tersebut ke laut Jadi mereka tuh kayak kecewa karena diusir mereka tetap ngambil tuh berasnya bajunya semuanya Nah pas mereka udah berada di atas kapal terus mau meninggalkan pantai tersebut mereka tiba-tiba membuang semua bantuan tadi ke air yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry geng geng Oke banyak banget yang ngetack gua tentang fenomena penolakan para pengungsi rohingya oleh masyarakat Indonesia terkhususnya Aceh nah jujur sebenarnya gua agak risi ya diminta untuk membahas hal ini hanya karena gua keturunan Aceh gitu yang seolah-olah tuh gua wajib banget dan harus banget ngebahas ini nah sebenarnya terlepas dari itu enggak apa-apa sih kita bakal bahas tapi mohon banget nih sebelum kalian menonton video ini sampai selesai jangan ngejat dulu karena kalau kalian terlebih dahulu mengambil kesimpulan Nanti kalian enggak tahu kalian enggak paham gitu Nah di sini gua pengen menjelaskan sejelas-jelasnya tentang fenomena itu karena di dalam kasus ini yang tadinya ini merupakan permasalahan kemanusiaan akhirnya dikait-kaitkan dengan agama akhirnya dikait-kaitkan dengan saudara seiman sebenarnya terlepas dari itu semua terlepas dari keimanan yang sama gitu ya Ada hal yang jauh lebih penting ada hal yang jauh lebih krusial dibanding itu yaitu apa yaitu soal adab dan keamanan serta kenyamanan Kehidupan masyarakat lokal sendiri ketika orang-orang pengungsi rohingya ini diterima di sana Jadi pertimbangannya itu banyak banget dan apakah penolakan kali ini adalah sebuah bentuk kesombongan dari masyarakat Aceh atau justru masyarakat Aceh sudah kapok karena sudah pernah punya pengalaman sebelumnya jadi enggak mau mengulangi cerita yang sama alias tercebur ke dalam permasalahan yang sama Nah di sini gua pengen bahas selengkap-lengkapnya gua mohon kalian Dengarkan dengan seksama jangan ada yang diskip dan ya semoga kalian dengar sampai akhir ya biar lengkap gitu informasinya tentang pengungsi rohingya ini mulai nanti dari Mengapa rohingya ini bisa menjadi pengungsi yang terombang-ambing dan mengapa mereka ini kok enggak kelar-kelar gitu enggak habis-habis Selama bertahun-tahun masih ada aja pengungsinya Apakah selama bertahun-tahun mereka hidup di laut atau justru ini merupakan Warga rohingya yang baru saja mengungsi kalau begitu berarti masih ada dong penduduk rohingya di negara mereka sana di Myanmar sana Nah nah terus apa yang membuat mereka terus-terusan sampai di Aceh Kenapa enggak ke tempat lain gitu Apakah ini ada sebuah skema yang mana kayak clotter pertama dari pengungsi menginformasikan ke saudara mereka yang ada di negaranya kalau di Aceh mereka diterima Apakah kemungkinan ada skema seperti itu Nah sekarang kita bahas secara lengkap kasus yang satu ini di sisi [Musik] lain [Musik] Oke geng Enggak seperti biasanya Gua kalau misalkan membahas hal-hal yang berbau kontrover versi atau berbau ee Ini apa ya permasalahan lah problem gitu ya biasanya gua bakal bahas di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi tapi kali ini justru gua menganggap Kejadian ini unik ini kejadian unik walaupun ya sebenarnya ada sedihnya di situ ya Ada hal yang menyentuh hatiah Tetapi menurut gua ini unik banget dan perlu kalian tahu agar menjadi pelajaran juga buat kita kita mulai dulu ya secara singkat tentang sejarah dari masyarakat rohingya ini mereka itu kenapa sih Apa sih yang membuat mereka ini ee menjadi pengungsi Apa yang membuat mereka Terusir dari tanahnya sekarang kita bahas Nah jadi seperti yang sudah kita ketahui ya karena ini berita lama rohingya itu adalah sebutan untuk komunitas muslim yang tinggal di Myanmar tepatnya di wilayah bagian rakine atau arakan di Myanmar barat yang mana wilayah tersebut berbatasan langsung dengan dengan Bangladesh Nah dari sini jangan heran ya kalian bisa melihat ciri fisik dari orang Bangladesh dengan masyarakat rohingya yang background-nya adalah masyarakat Myanmar itu mirip banget nah lalu geng rohingya sendiri berasal dari kata rohal atau roshange yang berarti penduduk muslim rohang atau rosang nah rohang atau rosang Ini adalah sebuah nama wilayah yang pada akhirnya dirubah sebutannya menjadi arakan lalu apa yang membuat etnis rohingya ini berperang dengan etnis asli dari Myanmar Nah kenapa gua bilang etnis asli ya karena memang rohingya ini kalau kita lihat roots-nya gitu Ya emang mirip banget Bangladesh mirip ke India gitu dan kemungkinan mereka ini memang ya sukunya Bangladesh cuman kebetulan aja Ketika pembagian wilayah kayaknya mereka itu tinggal di daerah teritorinya Myanmar lalu singkat cerita nih etnis dari rohingya ini berperang atau bertikai dengan etnis asli Myanmar itu berawal pada abad ke-18 yang mana Ini semua tercipta gara-gara Myanmar ini dijajah oleh Inggris dan memutuskan untuk menjadi negara koloni Inggris atau pesemakmuran Inggris Dan di saat itu orang-orang India yang juga dijajah oleh Inggris ikut datang ke Myanmar dengan maksud bekerja di wilayah koloni Inggris yang baru jadi bisa dikatakan India ini jauh lebih dulu nih menjadi koloni Inggris dan mereka bekerja untuk Inggris dan ketika Inggris mencaplok Myanmar nah tentara-tentara India atau pekerja-pekerja India itu ikut datang dibawa oleh Inggris ke Myanmar selama kedatangan orang India ke Myanmar orang-orang India ini terkesan seperti mengambil hak-hak dari warga Myanmar nah sehingga di saat itu orang Myanmar merasa seperti terjajah sebanyak dua kali dijajah oleh Inggris Lalu tiba-tiba ada orang India seperti terjajah oleh India juga nah lalu kebetulan ternyata perbatasan daerah mereka itu ditinggali oleh orang-orang ber etnis yang mirip seperti India yaitu etnis rohingya tadi Nah padahal nota bandnya nih ya masyarakat rohingya ini memang ya secara fisik mirip India tetapi secara agamanya mereka itu beragama Islam alias masyarakat muslim jadi agak berbeda dari masyarakat India yang notabandnya atau background-nya mayoritas beragama Hindu nah mulai dari situlah terciptalah gap antara masyarakat Myanmar dengan masyarakat rohingya karena fisik mereka mirip dengan orang India yang dianggap menjajah [Musik] Myanmar lalu singkat cerita nih geng ya pada era perang dunia keedua banyak masyarakat rohingya yang akhirnya direkrut oleh tentara Inggris dan pada perang dunia keedua tersebut sebagian besar umat Buddha Myanmar itu ternyata bersekutu dengan tentara Jepang ya tentara Jepang di perang dunia keedu kan cukup kuat juga tuh Nah akhirnya terpecahlah tuh masyarakat rohingya yang basicnya tinggal di Myanmar dan berseberangan dengan etnis Myanmar akhirnya berpihak kepada Inggris sementara Myanmar yang sudah sangat membenci Inggris terus juga membenci orang India tadi melihat orang-orang rohingya berpihak kepada Inggris mereka semakin benci dengan etnis rohingya ini Nah karena di saat itu Myanmar mulai berpihak kepada Jepang dan Jepang berhasil mengusir pengaruh Inggris dari Myanmar nah lalu di dalam perang antara Inggris yang dibantu oleh rohingya dan Jepang yang dis-upport oleh Myanmar nah Inggris ternyata kalah alias mundur di saat itu Inggris berhasil diusirlah oleh Jepang dan juga Myanmar tersisalah masyarakat rohingya geng jadi masyarakat rohingya ini enggak ikut dibawa oleh Inggris enggak ikut diangkut lah gitu mereka tetap Stay di tanah Myanmar Nah jadi ibaratnya tuh yang tadinya Sahabat tiba-tiba Jadi bangsat gitu ya Inggris cabut rohingyanya ditinggal di sana dan rohingya pun terkepung oleh etnis asli Myanmar masyarakat rongingya yang tadinya bersekutu dengan Inggris dan ditinggalkan oleh Inggris mulai bermukim di daerah rakine dan mereka menjadi sasaran kemarahan orang Myanmar karena dianggap mereka ini adalah sekutu Inggris Ditambah lagi dengan penampilan fisik mereka yang mirip dengan orang India tadi Dan mulai saat itu masyarakat Myanmar ditanamkan oleh orang tua mereka untuk menganggap masyarakat keturunan rohingya sebagai imigran ilegal yang dibawa oleh Inggris Padahal mereka sudah tinggal di sana jauh sebelum Inggris mencaplok Myanmar nah tetapi karena sentimen tadi ya akhirnya dianggap seperti itu dan dibuatlah cerita turuntemurun agar semua keturunan Myanmar membenci rohingya nah lalu singkat ceritanya lagi pada tahun 1947 mulai lahir konstitusi baru di Myanmar yang sempat memberikan masyarakat rohingya hak hukum dan suara secara penuh tetapi sayangnya terjadi kudeta militer pada tahun 1962 yang mengakibatkan rohingya kembali ditindas dan lahirnyaen pindasan Baru terhadap mereka nah lalu akibat dari kudeta itu dengan pemimpin yang baru rohingya semakinmakin menjadi Tidak Dianggap gara-gara dibuatnya sebuah undang-undang pada tahun 1982 yang berisikan tentang rohingya tidak lagi diakui sebagai sebuah kelompok etnis yang ada di Myanmar jadi kayak dianggap ilegal dan semua etnis rohingya di saat itu dihapuskan kewarganegaraannya sebagai warga Myanmar dan pemerintahan baru Myanmar tidak lagi mensensus mereka sebagai penduduk Myanmar jadilah mereka ini tidak lagi mempunyai tempat tinggal jadi mereka enggak boleh tinggal di Myanmar lagi karena dianggap sebagai manusia atau penduduk ilegal karena undang-undangnya sudah tercipta maka siapapun masyarakat Myanmar yang mau mengeksekusi masyarakat rohingya itu sah-sah aja karena setiap manusia rohingya ini tidak terlindungi oleh hukum jadi kalau mau diapain mau dicincang Mau dijadiin sate juga boleh dan di saat itulah masyarakat rohingya mulai ketakutan mereka merasa mereka sudah tidak aman lagi untuk hidup di Myanmar pelarian masyarakat rohingya sebenarnya sudah mulai jauh sebelum adanya undang-undang tadi jadi undang-undang tersebut kan baru ada 1982 tuh nah mereka UD mulai melarikan diri dari Myanmar sejak tahun 1970 secara berangsur-angsur nah dan proses pelarian masyarakat Myanmar ini secara besar-besaran itu dimulai setelah undang-undang itu ada sampai dengan tahun 1992 nah di saat itu masyarakat rohingya melarikan diri ke berbagai negara tetangga termasuk Bangladesh Thailand Malaysia serta negara kita Indonesia Nah pada awal pelarian mereka sebenarnya banyak yang prihatin banyak yang menyambut mereka dan memberikan Suaka terhadap mereka banyak yang membantulah di saat itu nah jadilah mereka mendapatkan tempat tinggal di negara-negara yang gua sebutkan tadi termasuk negara kita nah tetapi geng permasalahan mulai timbul ketika mereka sudah diberikan hak hidup di negara-negara yang membantu tadi Nah sekarang kita bahas nih tetapi gua terpusat pembahasannya yang di Aceh aja ya gua enggak mau ngebahas yang dari negara lain atau di daerah lain karena di sini kan framing-nya itu tentang penolakan yang ada di Aceh gitu ya jadi gua ambil studi kasusnya yang ada di Aceh aja untuk yang di daerah lain kalian silakan kembangkan sendiri atau car tahu sendiri apakah problemnya sama dengan yang terjadi di Aceh atau enggak oke nah sekarang kita bahas nih kedatangan etnis rohingya di [Musik] Aceh oke nah sebelum kita bahas penolakannya kita bahas dulu nih Bagaimana sih sejarahnya Kok bisa masyarakat rohingya ini ada di Aceh Bagaimana masyarakat Aceh bisa menerima mereka pada awalnya Nah jadi gini Geng gelombang pengungsi rohingya datang ke Aceh itu pertama kali pada tahun 2011 ketika itu masyarakat Aceh menyambut orang-orang rohingya ini dengan tangan terbuka rela membantu mereka sampai memberikan harta benda bahan pangan Pokoknya sampai berlebih deh untuk masyarakat rohingya ini dan masyarakat Aceh di saat itu menyebut pengungsi rohingya ini sebagai manusia perahu ya ini dikarenakan mereka datang menggunakan bot atau mengguna bukan perahu sih ya menggunakan bot ya bot besar gitu bisa nampung banyak orang dan mendarat di Aceh atau menepi di Aceh Makanya disebut dengan manusia perahu sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang terhitung ada sebanyak 2.446 pengungsi rohingya yang terdampar di Aceh nah tetapi dari 2400 tadi untuk saat ini yang masih tersisa di kem penampungan atau pengungsian sementara ada sebanyak 55049 orang wah sisanya yang ribuan tadi pada ke mana nanti kita bahas Nah jadi mereka ini berada di penampungan yang terletak di Kabupaten Aceh Besar terus juga di Aceh pidi dan juga di daerah loksumawe ketika mereka pertama kali datang mereka benar-benar disambut seperti saudara sedarah diberikan makanan obat-obatan dan bahkan tempat tinggal yang layak dan nyaman lalu masyarakat Aceh juga melihat mereka ini memiliki sedikit kesamaan fisik dengan orang lokal kalau lu perhatiin Coba deh lu lihat masyarakat rohingya ini kan ya agak Bangladesh agak ke India nah masyarakat Aceh Kebetulan juga ada yang keturunan india keturunan Arab erop sama Cina karena kan dulu Aceh itu Pusat perdagang nah jadilah di saat itu masyarakat Aceh yang ada darah keturunan Indianya itu persis mirip dengan orang rohingya ini nah terjadilah chemistry di sana ada hubungan batin karena ngelihat Wah gila mirip banget dengan orang lokal ya bedanya mereka enggak bisa Bahasa lokal enggak bisa Bahasa Indonesia aja nah diterimalah mereka di saat itu dan salah satu contoh di mana masyarakat rohingya benar-benar disambut itu sempat terjadi di Desa simpangle julo Aceh Timur nah di saat itu masyarakat di Aceh Timur tersebut membantu mereka bahkan sampai mendirikan dapur umum sebelum masyarakat rohingya ini menepi atau sampai ke bibir pantai Jadi intinya masyarakat Aceh itu sudah mempersiapkan dulu jadi bergotongroyong gitu ya nyiapin tendanya nyiapin tempat tinggal dapur segala macam masak dulu jadi ketika masyarakat rohingya itu menepi mereka Langsung siap santap makanannya jadi sespesial itu di saat itu ibu-ibu Aceh gitu ya emak-mak Aceh semuanya saling bahu-membahu untuk menyediakan Mas ak Wah kurang baik apa tuh para penduduk juga bergegas pulang ke rumah mereka masing-masing mengumpulkan baju-baju yang masih layak pakai untuk diberikan kepada masyarakat pengusi rohingya ini dan bahkan Ya bagi masyarakat rohingya yang mau mandi dipersilakan untuk mandi di rumah warga di saat itu dan bantuan semakin banyak datangnya mulai dari orang-orang atau warga Aceh timur sampai dengan luar Aceh Timur yang ikut terguga hatinya ketika mengetahui ada masyarakat atau manusia perahu yang terdampar di Aceh udah gitu seiman pula ya kan masyarakat Aceh kan mayoritasnya Muslim di saat itu mendengar pengungsi rohingya ini juga muslim yang terusir dari tanah mereka dan digadang-gadang katanya Mereka Terusir gara-gara mereka muslim nah padahal dari background ceritanya tadi Seperti yang gua katakan permasalahannya dimulai dari Perang Dunia keedua dulu gara-gara rohingya berpihak sama Inggris dan Myanmar berpihak pada Jepang jadi masyarakat Myanmar menganggap masyarakat rohingya ini berkhianat gitu Sebenarnya ya jauh dari itu tuh bukan permasalahan agama nah Tetapi kan Karena ada kata agama tadi ya kan Wah sama-sama muslim seperti kita jadinya tergugahlah masyarakat Aceh pun menolong di saat itu nah dan mulailah sejak itu masyarakat rohingya yang membawa pasangannya yang membawa anak-anaknya tinggal di Aceh walaupun sempat nih banyak daerah-daerah yang mencemooh tindakan masyarakat Aceh walaupun tidak sedikit yang memuji tetapi yang mencemooh ini mengatakan Loh kok bisa nih masyarakat Aceh dengan gampangnya ngasih tempat tinggal untuk orang dari negara lain gitu itu kan enggak boleh sembarangan sebenarnya itu kan pengungsi ilegal sebutannya nah tetapi atas alasan kemanusiaan masyarakat Aceh di saat itu mengabaikan mereka enggak peduli mereka tujuannya cuma pengin nolong karena kasihan ya udah sebatas itu tidak ada niatan untuk melanggar hukum atau ya menolong imigran ilegal enggak ada yang kayak gitu nah sampai di sini gua Yakin banget kalian udah paham ya bagaimana kondisi si orang rohingya ketika ditolong oleh warga Aceh seharusnya nih geng ya dengan segala fasilitas yang diberikan oleh masyarakat Aceh di saat itu pengungsi rohingya ini sudah sepatutnya menjaga norma-norma menjaga adab serta aturan yang ada di wilayah tempat mereka ditampung sejak tahun 2014 mereka tinggal di sana untuk 1 tahun sampai 2 tahun pertama itu masih oke-oke aja L mereka enggak pernah dianggap beban kok oleh masyarakat Aceh tetapi secara berangsur angsur udah mulai Kelihatan nih sikap yang mulai menjengkelkan sikap yang mulai membuat warga Aceh berpikir dua kali untuk tetap mempertahankan atau menampung mereka di sana Nah lalu tibalah permasalahan pertama terjadi yaitu pada tahun 2015 nah ini koreksi gua ya kalau gua salah kalau ternyata sebelum tahun 2015 juga ada problem boleh tinggalkan komentar di bawah Tetapi menurut riset gua di tahun 2015 nih pertama kali Nah yang mana ada empat orang perempuan rohingya tiba-tiba membuat klaim palsu atau membuat pengakuan palsu yang mana mereka mengaku sudah diperkaos oleh orang Indonesia menurut pengakuan mereka ya Siapa lagi orang Indonesianya kalau bukan masyarakat Aceh gitu kan karena kan mereka ditampung di sana Nah lalu mereka menceritakan kronologi dari kasus yang mereka klaim ini ketika itu dikatakan ada empat orang perempuan dan enam laki-laki yang berusia 14 sampai 28 tahun mereka ini dilaporkan gara-gara sedang berusaha untuk kabur dari kamp Atau meninggalkan kem penampungan untuk menuju ke Malaysia pada hari Senin tanggal 28 September tahun 2015 untuk apa mereka ke Malaysia ternyata nih geng usut punya usut di Malaysia itu banyak sekali masyarakat rohingya yang menetap di sana yang berbaur dengan masyarakat Malaysia nah lalu masyarakat rohingya yang mengungsi ke Aceh itu hanya menjadikan Aceh untuk tempat transit dan setelah mereka merasa aman berada di kem pengungsian mereka barulah kabur ke Malaysia untuk mencari keluarga mereka yang sudah menetap di sana yang sudah memiliki pekerjaan di sana dan ternyata di Malaysia sendiri mereka menjadi problem atau menjadi masalah untuk masyarakat lokal Malaysia Nah kita kembali lagi ke cerita empat perempuan dan enam laki-laki yang akan melarikan diri tadi jadi tiba-tiba nih geng sekelompok warga yang di saat itu sedang berpatroli mereka sengaja mengendap-ngendap menggunakan topeng karena memang sudah merasa curiga nih ada warga di pengungsian mencoba untuk melarikan diri nah lalu mereka langsung nge-gap tuh warga rohingya yang mau melarikan diri tadi Dan di saat itu mereka pun ditangkap dan digiring oleh warga tadi Nah lalu tiba-tiba di situlah mereka membuat sebuah klaim isu fitnah terhadap warga tadi Mereka bilang kalau enam laki-laki yang tadinya ikut kabur sama mereka itu diperlakukan tidak layak alias dipukulin terus dipaksa untuk masuk ke dalam hutan nah lalu empat perempuan itu diperkaos oleh warga tadi Nah makanya mereka dibawa ke area Hut katanya lalu isu ini didengar oleh para pengungsi yang lain yang membuat para pengungsi lain ikut mengamuk karena merasa kayak warga mereka sesama rohingya ada yang diperlakukan tidak baik atau diperlakukan buruk oleh warga lokal di situlah beberapa dari mereka ngamuk lalu mulai ngebungkus pakaiannya dan mau keluar dari Camp sebenarnya itu enggak boleh karena ilegal mereka tuh enggak boleh keluar dari Camp pengungsian kalau mereka keluar mereka dianggap sebagai imigran ilegal yang melanggar hukum Nah akhirnya sebagian pengungsi rohingya yang mengamuk tadi yang udah mau keluar itu ditahan oleh sebagian pengungsi lain yang memilih untuk tidak bereaksi karena mereka tahu kalau keluar dari Camp pasti ditangkap pasti bakal diproses secara hukum nah di saat itu mereka menahanlah teman-teman mereka yang lain ini biar enggak keluar nah lalu di saat itu pihak warga Indonesia yang merasa tidak terima dengan klaim tersebut meminta keempat perempuan yang berinisial am Ha Zu dan juga Ti untuk diperiksa ke rumah Rumah Sakit agar memiliki bukti yang konkret kalau memang mereka ini diperkaos oleh warga tadi Nah jadilah di saat itu keempat perempuan tadi merasa panik dan juga enam laki-laki tadi juga ikutan panik karena kan mereka cuma ngeklaim sepihak doang nah padahal pihak Indonesia sudah bilang kalau memang warga Indonesia yang ngegapin kalian tadi memperkaos kalian Kami bakal proses mereka secara hukum atas dasar kemanusiaan lah gitu ya enggak peduli mereka itu cuma pengungsi atau apa tapi ini warga Indonesia sudah melanggar hukum nah di saat itu justru keempat perempuan tadi malah ketakutan Mereka menolak untuk diperiksa di rumah sakit yang mana akhirnya hal ini semakin membuat warga lokal geram karena mereka terbukti memfitnah warga lokal tadi padahal aslinya mereka itu pengin kabur lalu singkat cerita pihak Indonesia yang enggak terima nih karena pengungsi rohingya ini udah Bikin Isu gitu ya Nah mereka tetap dipaksa untuk diperiksa di rumah sakit alias melakukan visum Nah akhirnya mereka dibawa ke rumah sakit umum Cut muutia yang ada di Aceh dan berdasarkan hasil visum ternyata mereka berempat tidak mengalami pelecehan apapun tidak diperkaos oleh siapapun seperti yang mereka klaim atau mereka ceritakan jadi enggak kebukti nah Dan di saat itu keempat perempuan tadi dilaporkan ke komite nasional untuk solidaritas rohingya atau knsr yang ada di Aceh Lalu masyarakat Aceh di saat itu benar-benar merasa sakit hati dan geram gara-gara reputasi rakyat Aceh yang sudah membantu dengan sepenuh hati dirusak oleh empat perempuan tadi gara-gara klaim mereka yang tidak terbukti nah mulailah tuh geng masalah demi masalah bermunculan ini kalau gua ceritain secara detail semua permasalahannya bakal panjang banget jadi gua ambil beberapa cerita doang ya Nah ini ada cerita kedua nih cerita kedua ini kalian bisa lihat di tiktok pengakuan seorang perempuan yang pernah menjadi relawan untuk para pengungsi rohingya di Aceh cerita dari akun tiktok @itame pemilik akun tiktok it'same ini merupakan warga Aceh yang mana kota tempat dia tinggal itu menjadi tempat penampungan bagi warga rohingya yang ditolong oleh masyarakat Aceh dia ini ikut terlibat dalam membantu warga rohingya tersebut dan kejadian ini katanya sama nih berawal pada tahun 2015 yang mana ketika itu Aceh kedatangan orang rohingya dari daerah Myanmar dan juga Bangladesh nah ini patut dicurigai nih pertama kali masyarakat rohingya ini ditemukan di tengah laut oleh nelayan Aceh baru Setelah itu mereka dibawa ke daratan dan mereka itu dibagi beberapa kelompok ke daerah-daerah yang berbeda yang ada di Aceh salah satunya di kotanya si Amei ini dan seperti biasa mereka ini ditempatkan di sebuah kamp penampungan yang berada dekat dengan pantai karena memang enggak boleh jauh-jauh dari pantai karena kan mereka imigran ilegal mereka diberikan bantuan seperti biasa tempat tidur yang layak makanan dan lain-lain lalu singkat cerita Amei yang di saat itu itu masih duduk di bangku sekolah mengikuti organisasi Palang Merah Remaja atau PMR sebagai anggota PMR Ame ini tidak hanya membantu masyarakat pengungsi rohingya ini dalam memberikan bahan pangan dan tenaga aja nah Amay dan teman-temannya sesama PMR juga memberikan pelajaran mengenai bahasa Indonesia bahasa Inggris serta Bahasa lokal yaitu bahasa Aceh agar mempermudah komunikasi antar masyarakat Aceh dengan pengungsi rohingya ini awalnya Ame dan teman-temannya ini sangat excited membantu masyarakat rohingya nah tapi tiba-tiba ada sebuah kejadian yang membuat si Ame ini benar-benar buyar semangatnya Nah si Ame ini mengatakan memang pada awalnya masyarakat rohingya ini Ramah banget dan anak-anak mereka memiliki semangat untuk belajar Nah tetapi lama-kelamaan ada yang dirasa aneh dengan masyarakat rohingya ini yang di mana ketika Ame ini mencoba untuk mendekati anak-anak rohingya banyak dari ibu-ibu mereka yang menarik anak mereka agar menjauh dari amamei dan teman-teman PMR lainnya pada saat itu mereka menganggap kemungkinan masyarakat rohingya ini ya mungkin masih syok atau trauma gitu ya dengan apa yang mereka alami di negara mereka jadinya ya mereka berhati-hati gitu nah Lalu setelah itu Amei pindah ke camp yang lain yang mana isinya kebanyakan laki-laki di saat itu Ame bersama teman pmr-nya yang laki-laki juga mereka datang ke sana tuh dikawal oleh Satpol PP serta polisi nah tapi ketika mereka masuk ke camp itu kan mereka agak mencar-mencar tuh geng Nah ada satu camp yang sebenarnya tidak boleh dimasuki oleh perempuan dan Amai berada di depan camp tersebut Lalu tiba-tiba ada satu pria dari pengungsi rohingya yang sedikit lancar nih berbahasa Indonesia dia tiba-tiba keluar dan mengucapkan kalimat pelecehan terhadap Amei yang mana dia semacam ingin mengajak Amei ini untuk gitu-gitu mendengar kalimat tersebut Amei benar-benar kaget dan dia langsung kabur lari dengan cepat meninggalkan tempat tersebut Dan mulai saat itu Ame benar-benar kapok dia enggak mau untuk jadi relawan di sana lagi nah lalu beberapa hari setelah kejadian yang dialami oleh Amei tiba-tiba nih geng tersebarlah sebuah berita tentang adanya foto serta video seorang gadis rohingya dengan laki-laki rohingya yang lain terekam sedang melakukan adegan tidak senonoh Padahal mereka bukan suami istri dan bahkan aturan dari warga lokal itu tidak memperbolehkan mereka melakukan hubungan badan di kamp yang notabandnya itu tanah Aceh di saat ketahuan tersebut ternyata nyata si perempuan rohingya yang merasa sangat malu dan juga ketakutan dia akan dihakimi oleh warga akhirnya berusaha untuk mengakhiri hidup dengan cara meminum racun nah lalu warga lokal yang mengamuk melihat adanya penyebaran video dan foto tersebut mulai melakukan penyerangan ke camp tersebut mereka meminta warga rohingya yang ada di sana angkat kaki dari kampung mereka nah lalu akhirnya warga rohingya tersebut dipindahkan oleh pemerintah lokal entah ke mana pokoknya masih di daerah Aceh tetapi tidak di kampung itu lagi Dan mulai saat itu warga Kampung tersebut menolak mentah-mentah setiap pengungsi rohingya yang akan ditampung di daerah mereka Jadi enggak mau diterima sama sekali Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan rakyat Aceh yang baru saja menolak lagi kedatangan pengungsi rohingya Beberapa hari lalu nih geng ya kejadiannya banyak sekali pengungsi rohingya yang tiba-tiba datang lagi ke Pantai Aceh dan di saat itu mereka datang secara berturut-turut dengan jumlah yang berbeda gelombang pertama mereka datang dengan membawa sebanyak 196 orang dan mereka mendarat di desa Kale Kecamatan Muara 3 Aceh pidi dan ini kejadiannya hari Selasa tanggal 14 November tahun 2023 lalu kemudian datang lagi gelombang kedua sebanyak 174 orang pengungsi dan kali ini mereka mendarat di daerah as merandeh Kecamatan bate Aceh pidi Nah ini terjadi Sat hari setelahnya tanggal 15 November 2023 nah lalu para pengungsi ini langsung ditolak dan akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di daerah ulemadun Kecamatan Muara Batu Aceh Utara dan ternyata warga di sana juga sudah bersiap karena mendengar bakal ada pengungsi rohingya yang mendarat di pantai mereka dan warga tersebut langsung menolaknya lagi dari manakah para mengungsi ini Kapan mereka berangkat Apakah mereka sudah terombang-ambing bertahun-tahun di sana Nah jawabannya adalah enggak mereka ini sudah berangkat 3 minggu sebelumnya dan mereka berangkat dari choks bazar yang terletak di Bangladesh dan memang Bangladesh sendiri sudah menampung setidaknya 960.000 pengungsi rohingya berdasarkan data dari PBB perlakuan warga Aceh terhadap warga pengungsi rohingya ini benar-benar berbanding terbalik dengan saat pertama kali mereka datang ke Aceh warga Aceh bahkan tidak mengizinkan mereka untuk turun dari kapal dan menginjak tanah Aceh mereka Langsung diusir oleh warga Aceh karena warga Aceh sudah trauma dengan kelakuan para pengungsi rohingya ini tetapi nih geng Ya gua baca nih dari postingan-postingan tentang kejadian ini banyak dari netizen yang justru menghina warga Aceh karena sikap ini padahal nih ya di balik itu semua kalian harus lihat meskipun warga rohingya ini diusir tetapi warga Aceh tuh tetap memberikan bantuan salah satunya itu makanan terus juga pakaian itu diberikan kepada mereka ada yang ngasih biskuit ada yang ngasih beras selimut bantal semuanya dikasih oleh warga Aceh Jadi bukan diusir begitu aja rasa kemanusiaan di sana tuh masih cukup besar tapi hanya saja warga Aceh tidak mau terkontaminasi atau kecolongan gara-gara beberapa dari oknum pengungsi tersebut ada yang bersifat tidak baik tidak sesuai dengan norma dan adab warga sekitar menurut gua itu sangat wajar sih sangat masuk akal kenapa warga Aceh menolak Tapi nih geng ya Di dalam video yang bereder kalian bisa lihat sendiri nih bantuan warga Aceh yang diberikan kepada pengungsi rohingya Justru malah dibuang oleh para pengungsi tersebut ke laut Jadi mereka tuh kayak kecewa karena diusir mereka tetap ngambil tuh berasnya bajunya semuanya Nah pas mereka udah berada di atas kapal terus mau meninggalkan pantai tersebut mereka tiba-tiba membuang semua bantuan tadi ke air parah banget ya dari situ aja kita sudah bisa lihat adabnya Seperti apa itu kan mubazir kalau memang enggak mau ya Jangan diterima atau justru ya Ada baiknya diterima dan dipergunakan kan dengan sebaik-baiknya gitu kan Yang penting kan sudah dibantu jadi inti dari semuanya adalah mereka itu membutuhkan daratan mereka itu menginginkan daratan Aceh untuk menjadi tempat tinggal mereka mereka enggak mau hanya diberikan bantuan makanan dan pakaian yang mana artinya kalau begitu mereka tidak kelaparan dan tidak susah yaitu buktinya makanan aja dibuang nah lalu geng dari komentar-komentar negatif nih ya yang tidak mendukung apa yang dipilih oleh warga Aceh di sana itu ada yang Bahkan menyamakan kalau kepahitan yang dialami oleh rohingya ini sama seperti kepahitan yang dialami oleh warga Palestina sebenarnya jauh beda banget gitu ya Palestina itu benar-benar perang kita bisa lihat ada buktinya mereka terbantai di dalam aksi genosida yang dilakukan oleh Israel nah sementara rohingya ini kalau kalian perhatikan mereka itu sudah mendapatkan swaka atau sudah mendapatkan penampungan di Bangladesh negara tetangga mereka sendiri dan menurut data PBB tadi gua udah Sebutkan sebanyak 960.000 jiwa lalu mereka Kenapa masih mau mencari swaka atau atau daratan lain lagi dan bahkan parahnya adalah setelah sampai di daratan Aceh yang notabennya adalah Indonesia mereka justru menjadi imigran gelap untuk berangkat ke Malaysia dan menetap di Malaysia nah yang rugi siapa yang rugi Ya kita-kita orang juga Malaysia rugi Indonesia rugi gara-gara sifat mereka yang seperti parasit nah lalu geng banyak yang enggak tahu sebenarnya di pemberitaan juga jarang sekali diberitakan tentang adanya praktik pembantaian di tengah laut ini diceritakan oleh orang rohingya sendiri yang mana orang rohingya ini sudah tinggal di Aceh dan dia ya bersikap baik dia bisa melakukan pendekatan dengan orang Aceh dan dia akhirnya diterima di tengah masyarakat dia tidak mau disebutkan namanya tetapi cerita ini pasti banyak yang sudah tahu terutama orang Aceh nah jadi itu geng di tengah-tengah laut ketika mereka terombang-ambing para pengungsi rohingya ini memang nota bandnya adalah orangorang baik sebenarnya mereka punya adab mereka taat agama dan mereka ya tujuannya Mencari Suaka untuk bisa melanjutkan hidup nah ternyata di tengah laut mereka itu bertemu dengan pengungsi dari Bangladesh yang mana pengungsi Bangladesh ini background-nya mereka itu tidak membutuhkan Suaka karena adanya konflik perang di negara mereka mereka itu membutuhkan Suaka atau membutuhkan daratan baru untuk memperbaiki kualitas ekonomi jadi bisa dikatakan urgensi mereka untuk mendapatkan negara baru sebagai tempat tinggal itu enggak sekepepet warga rohingya rohingya ini butuh Dar an baru dan negara baru itu demi bisa melangsungkan hidup karena negaranya perang sementara warga Bangladesh yang mencari swaka hanya ingin memperbaiki kualitas ekonomi lalu di tengah lautan mereka bertemulah mereka bertemu di tengah lautan pepet-pepetan kapal dan tiba-tiba sebagian besar pengungsi Bangladesh yang mencari swaka itu menghabisi laki-laki rohingya yang ada di atas kapal pengungsian rohingya disisakanlah perempuan dan anak-anak jadi para laki-laki nya itu dieksekusi karena secara kebetulan mereka ini memiliki ciri fisik yang sama keturunan dari ras yang mirip gitu ya ya kan orang India rohingya sama ee orang Bangladesh ini kan mirip begitu fisiknya nah Lalu setelah mereka menghabisi semua laki-laki rohingya semua laki-laki pengungsi rohingya Ini Mereka pun langsung berkamuflase seolah-olah mereka adalah pengungsi rohingya jadi ketika mereka mendapatkan tempat untuk mendarat yang salah satunya Aceh nah di sanalah akhirnya mereka berbuat mena-mena nah jadi itu adalah cerita dari warga rohingya sendiri yang mana mereka mengatakan kalau laki-laki rohingya yang asli itu justru tidak akan sebarbar itu Tetapi banyak dari laki-laki rongingya yang asli itu sudah dihabisi dan disusupi oleh orang-orang Bangladesh yang mana sesampainya mereka di daratan Aceh orang-orang Bangladesh inilah yang membuat masalah Nah itu adalah cerita yang jarang sekali terblow up karena ya kita tidak bisa bisa membedakan fisik mereka mana warga Bangladesh mana orang rohingya karena sudah bercampur akhirnya disamaaratakanlah pengungsi rohangya bersifat dan beradab tidak baik padahal di dalam itu ada pengungsi Bangladesh oke Geng itu dia cerita tentang penolakan rohingya di Aceh jadi semoga kalian paham ya bahwa tidak melulu karena embel-embel agama tidak melulu karena embel-embel seiman semuanya harus diterima yang namanya tuan rumah pemilik rumah Dia memiliki kewajiban atau keharusan untuk melindungi rumahnya agar tidak disusupi oleh orang jahat dan itu yang dipilih oleh warga Aceh