THE FATE OF THE ROHINGYA ETHNIC IN MALAYSIA WILL BE TERRIBLE IF THIS HAPPENS
c93XzLRgT88 • 2023-12-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id di Bangladesh sendiri sudah dibangun sebuah tempat tinggal untuk orang rohingya di sebuah pulau bernama basancar pemerintah Bangladesh mengatakan sudah menghabiskan dana sebesar r350 juta USD atau setara dengan Rp5 triliun untuk proyek ini yang mana tempat tinggal tersebut haruslah berukuran 3,5 m per untuk per orangnya yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry genggeng oke kemarin kita udah sempat bahas tentang polemik rohingya di negara kita yaitu di daerah Aceh yang mana masyarakat rohingya yang pada awalnya diterima oleh masyarakat Aceh Lalu setelah itu masyarakat Aceh jadi tahu gitu ya sifat-sifat buruk mereka akhirnya mereka pun pun ditolak dari komentar-komentar yang ada banyak sekali teman-teman kita dari Malaysia yang ikut bersuara tentang rohingya yang mana ternyata Malaysia sudah lebih berpengalaman atau sudah lebih dahulu tercemplung ke dalam jebakan rohingya ini dari beberapa sumber informasi yang gua dapat ternyata permasalahan keberadaan masyarakat pengusi rohingya di Malaysia itu sudah benar-benar dalam kategori Red Zone dalam kategori yang parah dan gua berharap banget gua berdoa semoga Indonesia tidak mengalami hal yang sama penolakan rohingya di Indonesia ini super alot super ketat yang di mana tiba-tiba ada pihak-pihak tertentu yang membela mereka yang seolah-olah Indonesia harus banget memberikan lahan memberikan tempat untuk para pengungsi ini dan gua jujur aja merasa kasihan gitu ya dari beberapa video yang gua dapatkan ketika orang-orang kampung orang-orang di desa ya kan yang ada di Aceh yang mungkin tidak tahu prosedur Bagaimana cara dan bahasa yang baik dalam menolak akhir akhirnya berdebat dengan orang-orang intelektual dari unhcr yang mana Di dalam video yang gua lihat masyarakat tuh sudah berusaha menjelaskan dengan bahasa mereka dengan keterbatasan intelektual mereka tetapi ya setiap perkataan mereka dipatahkan begitu aja jujur Gua ngelihat itu tuh sakit hati gitu ya tapi ya udahlah kita lihat aja nanti bagaimana keputusan dari pemerintah kita soal pengungsi rohingya ini hari ini gua pengen ngebahas tentang pengungsi rohingya yang menjadi permasalahan besar di Malaysia sekarang dan semoga nih ya informasi ini bisa membuat pemerintah kita berkaca dengan apa yang sudah dialami oleh Malaysia agar kita tidak ikut terjerumus atau kecemplung di dalam permasalahan yang sama Langsung aja kita bahas tentang permasalahan ini di sisi [Musik] lain [Musik] Malaysia merupakan salah satu negara ASEAN yang menerima pengungsi etnis rohingya ketika mereka diusir dari Myanmar yang mana Pada masa itu tidak hanya Malaysia yang menerima rohingya seperti yang kita tahu ada negara Indonesia negara kita dan juga Thailand yang menerima pengungsi rohingya nah Pada masa itu kenapa Thailand dan Indonesia serta Malaysia mau menerima pengungsi rohingya ini itu semua gara-gara masyarakat jadi rohingya ini semacam sudah mengetahui titik di mana mereka akan bisa diterima dengan membawa embel-embel agama ya yang kita tahu ya Malaysia Indonesia dan Thailand itu jumlah dari masyarakat muslimnya gede banget jadi enggak salah juga kalau ada orang yang mencoba untuk sarkas masalah kali kalimat seiman Nah karena memang Pada masa awal-awalnya rohingya ini diterima karena mereka seiman karena mereka beragama Islam jadinya masyarakat muslim yang ada di tiga negara yang gua sebutkan tadi menerima mereka dan memberikan perlindungan bagi mereka padahal nih geng ya Apa yang dilakukan oleh masyarakat Malaysia Indonesia dan Thailand itu layaknya bom waktu yang mana penilaian seiman ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena mau bagaimanapun ya agak apapun yang mereka peluk semuanya akan kembali kepada watak masing-masing karena agama itu tidak menentukan kepribadian mereka dan itu ternyata terbukti dari permasalahan-permasalahan yang mulai timbul ketika mereka mulai ditampung atau diberikan perlindungan mulai diberikan tempat dan yang mengagetkannya adalah beberapa dari rohingya yang mendarat di Malaysia Indonesia dan Thailand mereka ini saling berkomunikasi dan saling berhubungan nah mereka akan menilai nih negara mana atau daerah mana yang paling enak untuk dijadikan tempat untuk hidup alias ya menjadi pengungsi di cam-kem dan mereka itu mendapatkan kenikmatan yang enaklah makan cukup tidur nyenyak gitu nah ternyata dari tiga negara Malaysia adalah tempat yang paling enak menurut mereka sehingga di beberapa kasus etnis rohingya yang ditampung di Indonesia tepatnya di Aceh itu beberapa kali kedapatan mencoba untuk kabur agar bisa pindah ke Malaysia agar bisa bergabung dengan kerabatnya yang ada di Malaysia nah ini adalah fenomena dikasih hati minta jantung dan sering sekali ketika mereka ditangkap ketika ingin kabur mereka selalu mengatakan ya memang tujuan kami adalah ke Malaysia katanya tujuan kami adalah ingin menetap di negara yang mana bisa memberikan kami kenyamanan menurut mereka Padahal di beberapa kasus mereka ini justru ingin mencari swaka di tempat tujuan akhir yaitu Australia Jadi mereka itu ingin ke Australia untuk mendapatkan swaka di sana aslinya kayak [Musik] gitu nah tapi sayangnya untuk menembus Australia itu tidaklah gampang jadi banyak dari mereka yang tidak berhasil menembus Australia sehingga titik akhir atau nyangkutnya mereka itu kebanyakan di Malaysia sekarang kita bahas nih geng Nah Bagaimana dengan konstitusi Malaysia sendiri dalam memperlakukan para pengungsi etnis rohingya ini sekarang kita [Musik] bahas jadi geng meskipun Malaysia menerima pengungsi rohing nih ya pada awal-awalnya sebelum semua ini jadi masalah Menurut sumber yang gua dapatkan nih Sebenarnya Malaysia itu termasuk ke dalam negara yang tidak menandatangani Konvensi 1951 terkait status pengungsi dan protokol 1967 Konvensi pengungsi 1951 ini merupakan sebuah perjanjian di bawah naungan PBB untuk mendefinisikan mengenai status pengungsi menetapkan hak-hak individual untuk memperoleh swaka dan tanggung jawab negara yang memberikan swaka Nah jadi di Malaysia itu sebenarnya enggak ada Malaysia itu enggak menerima hal-hal seperti itu enggak menerima pengungsi-pengungsi ilegal kayak etnis rohingya tetapi balik lagi ya yang menerima itu siapa masyarakat ya mau bagaimanapun pemerintah melarang kalau udah melawan people power ya mau enggak mau dicarikan solusi nah di dalam konvensi tersebut juga menetapkan orang-orang yang tidak memenuhi kriteria pengungsi misalkan salah satu contohnya adalah penjahat perang Konvensi tersebut juga dilandaskan berdasarkan HAM universal yang mengakui hak-hak orang yang mencari swaka untuk menghindari penindasan di negara-negara lainnya melalui Konvensi ini juga disahkan protokol mengenai status orang tanpa kewarganegaraan atau lebih dikenal dengan protokol 1967 lalu Indonesia ternyata sama kayak Malaysia kita tuh enggak terlibat dalam konvensi pengungsi 1951 dan juga protokol 1967 geng jadi makanya setiap pengungsi rohingya yang datang ke Indonesia itu dianggap sebenarnya pengungsi ilegal selalu ditengani oleh United Nations high comissioner for refuges atau disingkat dengan unhcr tadi dan Indonesia negara kita itu tidak memiliki wewenang untuk menangani rohingya sepenuhnya tidak termasuk negara yang menandatangani Konvensi tersebut sama dengan Malaysia dan di Malaysia sendiri tidak ada mekanisme legislatif atau kebijakan untuk melindungi para pencari Suaka dan pengungsi sehingga para pengungsi yang ada di Malaysia sekarang itu dicap sebagai pengungsi ilegal dan pemerintah Malaysia sangat berhak untuk memulangkan mereka karena mereka datang enggak ada dokumen enggak ada kewarganegaraan dan malah sekarang mereka ngelunjak banget yang gua dengar-dengar sih mereka sampai minta tanah ke pemerintah Malaysia untuk dijadikan tempat mereka tinggal dan Bahkan mereka sering berdemo untuk meminta kewarganegaraan tapi nih geng ya itu adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi pengungsi rohingya sendiri karena kalau kita lihat dari status Malaysia dan juga status Indonesia yang tidak terlibat di dalam konvensi tadi maka apabila masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia jadi marah terhadap warga rohingya dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan jadinya itu para pengungsi akan kebingungan harus Meminta perlindungan terhadap siapa karena secara status mereka ilegal maka Apabila ada pergerakan massa Ya nantinya ujung-ujungnya ya nauzubillah minzalik jangan sampai gitu tahu-tahu mereka dibantai oleh masyarakat ayo gimana mau nuntut ke siapa statusnya ilegal kita enggak tahu apa yang bakal dilakukan oleh warga Kalau warga sudah Jengah ya kan sesama saudara sebangsa aja kadang bertikai bunuh-bunuhan kayak kemarin kita lihat yang pro Israel sama Pro Palestin di Sulawesi ya kan Apalagi ini pengungsi yang dari luar yang enggak ada hubungan batin sama sekali karena status seiman tidak akan membantu mereka jika watak dan sifat mereka tidak sesuai dengan tuan rumah bukannya begitu nah jadi di sini sebenarnya hal yang paling gua takutkan adalah pergerakan dari masa atau warga yang tiba-tiba sudah muak dengan para pengungsi ini nah sebenarnya hal ini sudah mulai terjadi geng di Malaysia karena kenapa status masyarakat rohingya yang ada di Malaysia itu bisa dikatakan semakin lama semakin enggak jelas mereka sudah cukup lama berada di Malaysia dan masyarakat Malaysia sudah cukup muak dengan mereka Maka di beberapa kasus mereka ini sempat menjadi sasaran tindak kekerasan oleh warga yang sudah muak dengan mereka nah bahkan di beberapa kasus nih kabarnya mereka ini bahkan menjadi korban pelecehan pemerasan dan bahkan dikurung di dalam penjara dan salah satu contoh kasusnya adalah ketika pandemi covid-19 tiba-tiba ada beberapa pria rohingya yang masuk ke Malaysia tanpa izin mereka memanfaatkan situasi di saat Lockdown yang mana setiap negara memang kondisinya lagi sepi banget gitu ya lagi enggak ada pergerakan gara-gara pandemi nah di saat itu mereka ketahuan dan mereka pun Dipenjara terus geng di Malaysia sendiri sebenarnya sudah diatur undang-undang imigrasi yang mengatur bagaimana para pengungsi harus diperlakukan nah tataap t tapi dalam undang-undang tersebut tidak tertuang mengenai prinsip hukum internasional seperti prinsip nonreformmen nah Apa yang dimaksud dengan prinsip nonreformment nah sederhananya prinsip reformment ini berarti hal yang menjamin kalau tidak ada seorang pun yang boleh dikembalikan ke suatu negara di mana mereka berasal dan di negara tersebut mereka mengalami penyiksaan perlakuan yang tidak baik dan hukuman yang kejam nah di undang-undang Imigrasi Malaysia prinsip nonrevolment ini enggak ada jadi pemerintah Malaysia itu berhak memulangkan semua pengungsi rohingya ini karena dianggap ilegal jadi enggak ada undang-undang yang melindungi mereka di Malaysia dan di undang-undang Imigrasi Malaysia Pasal 6 itu secara jelas dituliskan bahwa seseorang tidak boleh masuk ke negara Malaysia tanpa adanya izin yang sah dan siapapun yang melanggar aturan tersebut maka akan menerima hukuman termasuk cambuk tidak lebih dari 6 pukulan nah kurang lebih bunyinya kayak gitu koreksi gua kalau salah dalam menyampaikan informasi ini nah jadi guys sekedar informasi nih buat teman-teman di Malaysia apabila kalian muak dengan warga rohingya lalu kalian melakukan tindakan kekerasan kepada mereka Maka tidak ada hukum yang bisa melindungi mereka jadi bayangkan tuh ya ibaratnya Si Faris Fernandez mukul pohon pisang ya pohon pisangnya enggak bakal bisa nuntut Ya begitulah akhirnya masyarakat rohingya apabila diperlakukan kasar oleh warga Malaysia mereka tidak akan dilindungi oleh hukum ya mungkin yang melindungi adalah ham atau PBB mungkin ya tapi tetap aja pihak otoritas Malaysia jika kita melihat dari undang-undangnya itu tidak akan berkewajiban melindungi para pengungsi tersebut bahaya enggak tuh kalau tiba-tiba satu camp dibakar Gimana wah bahaya banget nah jadi walaupun masyarakat rohingya sekarang mengatakan mereka mendapatkan tempat yang enak dan nyaman di Malaysia tetap aja hidup mereka tidak aman karena enggak ada yang bisa nebak sewaktu- waktu kalau ada warga yang muak dan mulai muncul sifat jahatnya maka mereka akan menerima akibatnya geng [Musik] dengan demikian kalian sudah paham nih geng ya bahwa pengungsi rohingya itu sebenarnya Tanpa mereka sadari mereka itu enggak bisa banyak gerak enggak bisa banyak nuntut ya mungkin selama ini tidak semua teman-teman di Malaysia tahu kalau undang-undang di negara mereka tidak sama sekali melindungi orang rohingya atau justru mungkin ya orang-orang di Malaysia masih berbaik hati gitu enggak tega menyakiti para pengungsi makanya sejauh ini belum ada tindakan yang anarkis atau mungkin justru udah ada tapi kitanya yang enggak tahu ya atau gua yang enggak tahu gitu mungkin teman-teman yang dari Malaysia Bisa Tinggalkan komentar di bawah sepengalaman kalian Oke sekarang kita bakal ngebahas nih Nah Bagaimana kondisi Malaysia saat ini menghadapi pengusi rohingya setelah mereka menampung para pengungsi [Musik] ini [Musik] Nah jadi geng untuk saat ini Malaysia sudah menolak pengusi rohingya Jadi sebelum Aceh menolak Malaysia sudah jauh lebih duluan menolak pengungsi rohingya dan bahkan masyarakat Malaysia yang background-nya sangat dekat dengan warga Aceh itu juga sudah menyampaikan kepada saudara-saudara mereka yang tinggal di Aceh untuk tidak menerima rohingya Berdasarkan pernyataan dari Perdana Menteri Malaysia yaitu Muhyiddin Yasin dalam KTT Asen kalau Malaysia sudah di tidak bisa lagi menampung lebih banyak pengungsi karena sumber daya yang terbatas ditambah lagi kapasitas yang semakin menipis diperparah karena kemarin baru saja melewati pandemi covid-19 dan hal itu seperti yang kita tahu menghancurkan perekonomian banyak negara tidak terkecuali Malaysia dan etnis rohingya ini dicurigai sebagai pembawa penyakit juga salah satunya virus Corona ketika masa pandemi covid di Malaysia karena mereka masuk secara ilegal lalu menurut analisis lain gitu ya dikatakan Mengapa Malaysia sudah mulai menolak rohingya dan ini mungkin keterangan secara resminya gitu ya dari pemerintah dikatakan jumlah mereka terlalu banyak dan asal mereka yang terlalu dekat dengan Malaysia Jadi sebenarnya jaraknya enggak terlalu jauh nah lalu menurut Dr Oh eisun dari rajaaratnam School international studies di Nanyang teknological Singapura ketakutan terbesar pihak Malaysia terletak pada jumlah pengungsi rohingya yang datang ke negara tersebut karena memang banyak sekali kalau yang datang hanya beberapa aja mungkin pemerintah Malaysia Sangat terbuka untuk membantu dengan alasan kemanusiaan walaupun sebenarnya tetap kategorinya ilegal nah tapi karena jumlahnya sangat-sangat banyak hal ini malah merepotkan negara Malaysia itu [Musik] sendiri hal ini juga sama nih dikatakan oleh Wan Saiful wanjan yang merupakan pimpinan Institute for democracy and economic affair yang mana dia bilang ketika tahun 2009 Malaysia itu sangat berbaik hati untuk menolong pengungsi-pengungsi perang bahkan di 2009 itu Malaysia Pernah menawarkan perlindungan untuk 350 orang muslim Bosnia yang melarikan diri pada tahun 1994 karena konflik etnis setelah runtuhnya Yugoslavia ya gua udah pernah cerita nih tentang Pembantaian umat muslim Bosnia di konten gue yang ini nah kalian bisa nonton di sana Nah ternyata Malaysia Pernah menawarkan pertolongan untuk para pengungsinya karena jumlahnya enggak terlalu banyak 350 orang cukup Gitu enggak ada yang datang lagi datang lagi enggak ada yang ngabarin saudara-saudaranya untuk ke Malaysia lagi gitu kayak si rohingya ini berbeda nah kasus rohingya ini jarak antara Malaysia dengan Myanmar bisa dikatakan relatif sangat dekat karena masih berada sama-sama di kawasan Asia Tenggara dan jumlah yang datang itu sampai ribuan orang karena memang untuk menuju Malaysia dari tempat mereka berada hanya perlu menyeberang lautan sebentar aja enggak perlu lama-lama Nah jadi bisa disimpulkan ya masyarakat Malaysia itu sangat baik kepada para pendatang para pengungsi contohnya aja para pengungsi Bosnia tadi ketika mereka datang ke Malaysia banyak warga Malaysia yang memberikan bantuan nah tetapi tidak dengan rohingya rohingya pada awalnya memang ditolong dengan sangat baik oleh masyarakat Malaysia tapi lama-lama mereka ngelunjak nah lalu Perdana Menteri Malaysia yaitu Muhyiddin juga mengatakan apa yang mereka terima sekarang sangat-sangat tidak adil nah ini permasalahan yang sekarang diterima oleh Indonesia juga nah semoga nih ya pemerintah kita cepat bergerak supaya nantinya tidak alot seperti yang terjadi di Malaysia karena yang terjadi di Malaysia sekarang Perdana Menteri Muhyiddin ini sudah capek untuk mendesak unhcr agar mempercepat penempatan kembali pengungsi rohingya yang ada di Malaysia untuk dibawa ke negara ketiga dan menyerukan agar lebih banyak upaya untuk menanggulangi perdagangan manusia yang terjadi di antara etnis rohingya nah tapi permintaan ini sama sekali tidak membuahkan hasil pemerintah Malaysia sudah mendesak unhcr namun sampai sekarang belum ada pergerakan apapun nah padahal nih ya apa yang terjadi dengan pengungsi rohingya ini juga sebenarnya menyedihkan anak-anak mereka dieksploitasi anak-anak mereka diperjualbikan ya karena itu tadi mereka merupakan pengungsi yang datang ke negara orang lain sebagai imigran ilegal tapi malah dilindungi Nah akhirnya banyak tindakan-tindakan kejahatan yang ter jadi di tengah-tengah mereka nah lalu geng selama pengusi rohingya ini berada di Malaysia mereka ini mendapatkan ujaran-ujaran kebencian dari masyarakat Malaysia terutama di media sosial seperti yang terjadi di Facebook pada tahun 2020 ada dua grup yang sering menyebarkan kebencian terhadap warga rohingya yaitu grup anti rohingya club dan foren Mar malaysia's image yang sebenarnya saat ini udah ditakeedown nah lucunya nih geng masyarakat rohing yang sudah ada di Malaysia itu sekarang kan hidupnya udah Sejahtera mereka sudah bisa pegang handphone udah punya penghasilan untuk beli kuota nah Mereka mencoba untuk bikin Facebook dan di saat itu banyak sekali ancaman-ancaman yang mereka terima melalui direct message yang berasal dari warga Malaysia yang meminta mereka untuk pergi meninggalkan Malaysia dan pulang ke Myanmar Nah akhirnya terjadilah kegaduhan nih ada sebagian kelompok yang menamai mereka sebagai kelompok HAM Pok Ham Ini menuduh kalau ujaran kebencian yang dilakukan oleh warga Malaysia di saat itu didukung oleh pemerintah Malaysia karena ketika ujaran kebencian terhadap etnis rohingya ini banyak di Facebook pemerintah Malaysia di saat itu acuh-acuh aja sama sekali tidak menangani tidak mencegah yang seolah-olah terlihat seperti mendukung Apa yang dilakukan oleh warganya Tapi menurut gua itu wajar banget mungkin pemerintah sudahah Jengah dan muak banget gitu ya terhadap para pengungsi ini makanya pemerintah membiarkan adanya aksi people power alias pergerakan massa dari warga sendiri untuk membuat para pengungsi ini tidak nyaman berada di Malaysia lalu geng semakin ekstrem aja nih ada salah satu postingan dari kantor pusat angkatan tentara Malaysia atau disingkat dengan ATM nah di postingan itu dikatakan agar pengungsi rohingya ditembak sampai tewas dan meminta para warga Malaysia dan pengguna Facebook Malaysia bisa menjadi mata dan telinga terkait mereka yang merupakan Im ilegal ini Nah jadi di sini sebenarnya sudah mulai ada provokasi-provokasi yang mengarah kepada tindakan kekerasan terhadap etnis rohingya sebagai targetnya ya kalau udah kayak gini kan kita juga jadi bingung ya merasa kasihan juga sebenarnya tapi mau gimana ya mereka di negaranya dibantai gitu ya terus masuk ke negara orang karena sifatnya sangat mengganggu akhirnya bakal dibantai lagi ya ujung-ujungnya mereka semacam tidak punya tempat yang aman karena sifat mereka sendiri Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan kondisi para pengungsi rohingya di mal [Musik] Malaysia jadi geng ini menurut keterangan orang-orang etnis rohingya yang sudah berada di malaysia jadi mereka menganggap Malaysia adalah tempat yang paling potensial tempat yang paling nyaman untuk mereka jadikan tempat tinggal mereka melarikan diri dari genosida Myanmar dan menurut orang-orang rohingya ini di Malaysia mereka lebih berpeluang mendapatkan pekerjaan mendapatkan penghidupan yang layak dibanding kan mereka berada di Indonesia dan juga Thailand karena kalau misalkan di Thailand mereka juga mendapatkan diskriminasi karena mayoritas di Thailand tidak seagama dengan mereka Tapi itu semua kan hanya yang mereka pikirkan aja apa yang mereka bayangkan padahal aslinya mereka di Malaysia sendiri tidak diakui sebagai pencari Suaka atau pengungsi karena Malaysia tidak menandatangani Konvensi pengungsi Nah jadi mereka benar-benar mutlak tidak bisa mendapatkan pekerjaan formal kewarganegaraan dan juga penghidupan yang yang layak seperti warga negara Malaysia pada umumnya dan untuk saat sekarang ini mereka hidup di lingkungan yang kumuh yang jorok dan tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan gratis serta sekolah gratis tapi warga rohingya yang ada di Malaysia justru tidak keberatan dengan kondisi tersebut Meskipun mereka harus hidup dengan beribu tekanan di Malaysia namun mereka menganggap ini adalah sebuah langkah besar dan sesuatu yang harus mereka syukuri karena apa yang mereka dapat di Malaysia tidak pernah mereka dapatkan atau mereka rasakan ketika mereka ber ada di Myanmar atau justru di camp-kamp yang ada di Bangladesh dan untuk saat sekarang ini geng jumlah pengungsi rohingya di Malaysia itu enggak main main ada sekitar 46.000 orang rohingya yang terdaftar sebagai pengungsi oleh unhcr dan diperkirakan ada sekitar 40.000 orang rohingya lainnya yang masih belum terdaftar Jadi kalau misalkan ditotalin totalnya tuh hampir 0.000 atau ya 6.000 Rib Lebih lah dan walaupun mereka sudah banyak kayak gitu sudah bertahun-tahun di Malaysia namun pihak Malaysia tetap tidak menyediakan cem pengungsian yang layak sehingga para pengungsi rohingya ini harus hidup di pemukiman kumuh berdesak-desakan di dalam rumah susun sehingga mereka terisolasi di sana dan kebanyakan dari mereka itu bisa bekerja untuk penghidupan sehari-hari Tetapi hanya di tempat konstruksi restoran pabrik dan juga perkebunan dan semua pekerjaan itu adalah pekerjaan kasar nah tapi belakangan informasi yang gua dapat nih ya setiap pengungsi rohingya yang sudah terdaftar di unhcr nah mereka itu mendapatkan hak-hak spesial seperti misalnya mendapatkan diskon ketika berobat di rumah sakit nah tapi untuk bisa terdaftar di unhcr membutuhkan proses yang sangat panjang dan juga cukup lama pengurusannya nah sehingga masih banyak warga rohingya yang sekarang belum terdaftar Dan ketika mereka sakit mereka harus berobat dengan pembayaran yang cukup besar jumlahnya tapi untuk saat sekarang ini nih kalau kalian lihat ya Beberapa video-video yang tersebar di sosial media itu sudah mulai nih masyarakat Malaysia muak dan risih terhadap beberapa kelakuan pengungsi rohingya dari video yang gua dapatkan itu terlihat orang-orang rohingya ini berada di sekitar pasar borong Selayang dan memang banyaknya orang rhingga di pasar tersebut bukanlah isu yang baru dan mereka sudah berada di sana selama bertahun-tahun pada awalnya mereka dalam jumlah sedikit tapi lama-lama mereka jadi berkumpul banyak di sana dan membuat sebuah kelompok yang seolah-olah menguasai lokasi tersebut dan mereka merasa lokasi Pasar tersebut adalah milik mereka sendiri nah mereka di sana bisa berjualan di mana pun termasuk area parkir dan perempatan jalan nah jadi bisa dikatakan semuanya amburadul semuanya berantakan gara-gara keberadaan mereka lalu untuk warga rohingya yang masih baru tinggal di sana yang mana mereka belum memiliki modal nih biasanya mereka akan menjadi buruh kasar atau menjadi karyawan-karyawan toko dan mereka digaji sangat kecil dari sini Kita juga bisa lihat ya geng Sebenarnya ada azas pemanfaatan juga dari beberapa orang yang tidak bertanggung jawab yang mana mereka tidak senang dengan keberadaan rohingya tetapi ya mereka mempekerjakan rohingya ini karena bisa digaji dengan sangat kecil untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan bagi masyarakat rohingya sendiri untuk mereka yang mengungsi tidak bisa Bahasa lokal ya mau diupah berapa juga Syukur yang penting bisa untuk penghidupan mereka gitu kan namun menu menurut ketua Asosiasi kesejahteraan surplus Penang yang bernama Muhammad Sofan Muhammad Zain kalau orang rohingya ini datang sebagai pengungsi bukan untuk bekerja atau berdagang sehingga mereka seharusnya tidak boleh bekerja di Malaysia Beliau juga menyayangkan nih masuknya orang rohingya ke Malaysia itu berdampak kepada perputaran ekonomi Malaysia gara-gara masyarakat setempat Jadi enggak kebagian lapangan kerja ya mau gimana masyarakat rohingyanya menerima bayaran yang sangat murah ya pemilik usaha pasti pasti akan memanfaatkan hal tersebut Lalu pasti timbul pertanyaan Apakah para pengungsi rohingya ini Sepahit itu hidupnya Apakah benar mereka terombang-ambing di lautan baru akhirnya menepi nah sebenarnya hal ini enggak 100% benar mereka ini berpangkalan di Bangladesh makanya Terkadang mereka ini sering sekali bercampur dengan imigran-imigran asal Bangladesh yang mencari swaka yang mana imigran Bangladesh itu dia tidak mengalami genosida apapun tapi lebih tepatnya memang pengin cari negara lain agar bisa menyambung hidup di Bangladesh sendiri sudah dibangun sebuah tempat tinggal untuk orang rohingya di sebuah pulau bernama basanchar pemerintah Bangladesh mengatakan sudah menghabiskan dana sebesar 350 juta USD atau setara dengan 5 triliun R untuk proyek ini gila enggak tuh udah dibantu loh Nah kalau merujuk standar dari PBB karena Bangladesh diwajibkan untuk menyediakan bantuan untuk para pengungsi ini nah mereka akhirnya menyediakan tempat tinggal yang sesuai dengan dengan aturan dari PBB yang mana tempat tinggal tersebut haruslah berukuran 3,5 m² untuk per orangnya lalu pemerintah Bangladesh enggak tanggung-tanggung Malah dibikin jauh lebih gede lagi yaitu 3,9 m² Nah jadi kurang apa sebenarnya lalu Selain tempat berlindung di sana mereka juga akan disediakan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka seperti beras dan juga minyak goreng nah tetapi ternyata pulau tempat dibangunnya rumah susun atau camp untuk rohingya ini adalah pulau yang sering terjadi bencana Nah ada aja halangannya di pulau tersebut sering terjadi badai topan dan karena itu sebenarnya pihak PBB dan badan bantuan internasional lainnya sudah menentang proyek pembangunan camp untuk rohingya di tempat tersebut karena resikonya bencana alam dan juga gelombang laut sangat tinggi di sana tetapi ya proyek itu tetap dijalankan oleh pemerintah Bangladesh ya mungkin pemerintah Bangladesh enggak ada pilihan lain gitu ya Yang mana Ini sebenarnya bukan tanggung jawab mereka untuk menampung para pengung fungsi tersebut tapi mereka mau tidak mau harus berlapang dada lalu geng orang-orang rohingya yang berada di camp tersebut juga merasa takut karena mereka berada di tengah-tengah pulau yang berbahaya yang orang bangalades sendiri enggak mau tinggal di sana Nah tapi ada hal yang menjengkelkan yang mana orang-orang rohingya yang ada di camp tersebut merasa bantuan yang diberikan oleh pemerintah Bangladesh itu enggak cukup Mereka bilang mereka enggak cukup dikasih beras minyak goreng dan makanan doang entah apa yang mereka mau lagi nah tetap tapi di dalam alibinya mereka mengatakan mereka membutuhkan sayuran daging telur dan hal-hal lain yang lebih bergizi katanya ya sebenarnya permintaannya masuk akal tetapi ya Secara logik aja ya Enggak mungkin dong pemerintah Bangladesh naruh mereka di camp tersebut enggak ngasih bantuan makanan yang layak gitu kan pasti sudah dikasih tetapi ya alibi Mereka aja mereka ingin keluar dari tempat tersebut karena kesejahteraan di tempat tersebut enggak jauh beda dengan kesejahteraan ketika mereka di Myanmar karena rasa mereka kekurangan banyak dari mereka yang sudah ditampung oleh pemerintah Bangladesh malah protes kepada pemerintah Bangladesh dan mereka juga protes Kenapa mereka ditaruh di pulau tersebut pulau tersebut termasuk pulau yang sangat susah aksesnya dan memiliki layanan atau fasilitas publik yang terbatas dan juga mereka meminta pekerjaan kalaupun mereka harus tinggal di sana mereka harus diberikan pekerjaan nah saking banyaknya permintaan dari pengungsi rohingya ini nah lalu merujuk dari hal tersebut sebenarnya nih geng ya karena Bangladesh itu ditugaskan oleh PBB untuk menampung para pengungsi ini sudah seharusnya nih geng semua pengungsi yang ada di Malaysia Indonesia dan Thailand itu diberangkatkan lagi dipulangkan ke Bangladesh karena mereka sudah diberikan camp di sana mereka sudah diberikan tempat tinggal di sana ya terlepas tempat itu berbahaya badai dan segala macam ya apa boleh buat itulah yang ada karena kalau untuk Indonesia dan Malaysia mereka tidak akan pernah bisa menjadi warga negara yang sah karena Indonesia dan Malaysia tidak menandatangani perjanjian tentang pengungsi dan untuk saat sekarang ini kita harap nih ya semoga PBB atau Persatuan bangsa-bangsa memberikan solusi yang baik untuk penanganan etnis rohingya ini karena ini sangat mengkhawatirkan dan semoga di saat mereka sementara berada di negara kita mereka bisa merubah sikapnya agar tidak terlalu rusuh dan bikin risih
Resume
Categories