THE FATE OF THE ROHINGYA ETHNIC IN MALAYSIA WILL BE TERRIBLE IF THIS HAPPENS
c93XzLRgT88 • 2023-12-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
di Bangladesh sendiri sudah dibangun
sebuah tempat tinggal untuk orang
rohingya di sebuah pulau bernama
basancar pemerintah Bangladesh
mengatakan sudah menghabiskan dana
sebesar r350 juta USD atau setara dengan
Rp5 triliun untuk proyek ini yang mana
tempat tinggal tersebut haruslah
berukuran 3,5 m per untuk per orangnya
yo geng tekan tombol subscribe geng
e Yo what's good Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry genggeng oke kemarin kita udah
sempat bahas tentang polemik rohingya di
negara kita yaitu di daerah Aceh yang
mana masyarakat rohingya yang pada
awalnya diterima oleh masyarakat Aceh
Lalu setelah itu masyarakat Aceh jadi
tahu gitu ya sifat-sifat buruk mereka
akhirnya mereka pun pun ditolak dari
komentar-komentar yang ada banyak sekali
teman-teman kita dari Malaysia yang ikut
bersuara tentang rohingya yang mana
ternyata Malaysia sudah lebih
berpengalaman atau sudah lebih dahulu
tercemplung ke dalam jebakan rohingya
ini dari beberapa sumber informasi yang
gua dapat ternyata permasalahan
keberadaan masyarakat pengusi rohingya
di Malaysia itu sudah benar-benar dalam
kategori Red Zone dalam kategori yang
parah dan gua berharap banget gua berdoa
semoga Indonesia tidak mengalami hal
yang sama penolakan rohingya di
Indonesia ini super alot super ketat
yang di mana tiba-tiba ada pihak-pihak
tertentu yang membela mereka yang
seolah-olah Indonesia harus banget
memberikan lahan memberikan tempat untuk
para pengungsi ini dan gua jujur aja
merasa kasihan gitu ya dari beberapa
video yang gua dapatkan ketika
orang-orang kampung orang-orang di desa
ya kan yang ada di Aceh yang mungkin
tidak tahu prosedur Bagaimana cara dan
bahasa yang baik dalam menolak akhir
akhirnya berdebat dengan orang-orang
intelektual dari unhcr yang mana Di
dalam video yang gua lihat masyarakat
tuh sudah berusaha menjelaskan dengan
bahasa mereka dengan keterbatasan
intelektual mereka tetapi ya setiap
perkataan mereka dipatahkan begitu
aja jujur Gua ngelihat itu tuh sakit
hati gitu ya tapi ya udahlah kita lihat
aja nanti bagaimana keputusan dari
pemerintah kita soal pengungsi rohingya
ini hari ini gua pengen ngebahas tentang
pengungsi rohingya yang menjadi
permasalahan besar di Malaysia sekarang
dan semoga nih ya informasi ini bisa
membuat pemerintah kita berkaca dengan
apa yang sudah dialami oleh Malaysia
agar kita tidak ikut terjerumus atau
kecemplung di dalam permasalahan yang
sama Langsung aja kita bahas tentang
permasalahan ini di sisi
[Musik]
lain
[Musik]
Malaysia merupakan salah satu negara
ASEAN yang menerima pengungsi etnis
rohingya ketika mereka diusir dari
Myanmar yang mana Pada masa itu tidak
hanya Malaysia yang menerima rohingya
seperti yang kita tahu ada negara
Indonesia negara kita dan juga Thailand
yang menerima pengungsi rohingya nah
Pada masa itu kenapa Thailand dan
Indonesia serta Malaysia mau menerima
pengungsi rohingya ini itu semua
gara-gara masyarakat jadi rohingya ini
semacam sudah mengetahui titik di mana
mereka akan bisa diterima dengan membawa
embel-embel agama ya yang kita tahu ya
Malaysia Indonesia dan Thailand itu
jumlah dari masyarakat muslimnya gede
banget jadi enggak salah juga kalau ada
orang yang mencoba untuk sarkas masalah
kali kalimat seiman Nah karena memang
Pada masa awal-awalnya rohingya ini
diterima karena mereka seiman karena
mereka beragama Islam jadinya masyarakat
muslim yang ada di tiga negara yang gua
sebutkan tadi menerima mereka dan
memberikan perlindungan bagi
mereka padahal nih geng ya Apa yang
dilakukan oleh masyarakat Malaysia
Indonesia dan Thailand itu layaknya bom
waktu yang mana penilaian seiman ini
tidak sesuai dengan apa yang diharapkan
karena mau bagaimanapun ya agak apapun
yang mereka peluk semuanya akan kembali
kepada watak masing-masing karena agama
itu tidak menentukan kepribadian mereka
dan itu ternyata terbukti dari
permasalahan-permasalahan yang mulai
timbul ketika mereka mulai ditampung
atau diberikan perlindungan mulai
diberikan tempat dan yang mengagetkannya
adalah beberapa dari rohingya yang
mendarat di Malaysia Indonesia dan
Thailand mereka ini saling berkomunikasi
dan saling berhubungan nah mereka akan
menilai nih negara mana atau daerah mana
yang paling enak untuk dijadikan tempat
untuk hidup alias ya menjadi pengungsi
di cam-kem dan mereka itu mendapatkan
kenikmatan yang enaklah makan cukup
tidur nyenyak gitu nah ternyata dari
tiga negara Malaysia adalah tempat yang
paling enak menurut mereka sehingga di
beberapa kasus etnis rohingya yang
ditampung di Indonesia tepatnya di Aceh
itu beberapa kali kedapatan mencoba
untuk kabur agar bisa pindah ke Malaysia
agar bisa bergabung dengan kerabatnya
yang ada di Malaysia nah ini adalah
fenomena dikasih hati minta
jantung
dan sering sekali ketika mereka
ditangkap ketika ingin kabur mereka
selalu mengatakan ya memang tujuan kami
adalah ke Malaysia katanya tujuan kami
adalah ingin menetap di negara yang mana
bisa memberikan kami kenyamanan menurut
mereka Padahal di beberapa kasus mereka
ini justru ingin mencari swaka di tempat
tujuan akhir yaitu Australia Jadi mereka
itu ingin ke Australia untuk mendapatkan
swaka di sana aslinya kayak
[Musik]
gitu nah tapi sayangnya untuk menembus
Australia itu tidaklah gampang jadi
banyak dari mereka yang tidak berhasil
menembus Australia sehingga titik akhir
atau nyangkutnya mereka itu kebanyakan
di
Malaysia sekarang kita bahas nih geng
Nah Bagaimana dengan konstitusi Malaysia
sendiri dalam memperlakukan para
pengungsi etnis rohingya ini sekarang
kita
[Musik]
bahas jadi geng meskipun Malaysia
menerima pengungsi rohing nih ya pada
awal-awalnya sebelum semua ini jadi
masalah Menurut sumber yang gua dapatkan
nih Sebenarnya Malaysia itu termasuk ke
dalam negara yang tidak menandatangani
Konvensi 1951 terkait status pengungsi
dan protokol 1967 Konvensi pengungsi
1951 ini merupakan sebuah perjanjian di
bawah naungan PBB untuk mendefinisikan
mengenai status pengungsi menetapkan
hak-hak individual untuk memperoleh
swaka dan tanggung jawab negara yang
memberikan swaka Nah jadi di Malaysia
itu sebenarnya enggak ada Malaysia itu
enggak menerima hal-hal seperti itu
enggak menerima pengungsi-pengungsi
ilegal kayak etnis rohingya tetapi balik
lagi ya yang menerima itu siapa
masyarakat ya mau bagaimanapun
pemerintah melarang kalau udah melawan
people power ya mau enggak mau dicarikan
solusi nah di dalam konvensi tersebut
juga menetapkan orang-orang yang tidak
memenuhi kriteria pengungsi misalkan
salah satu contohnya adalah penjahat
perang Konvensi tersebut juga
dilandaskan berdasarkan HAM universal
yang mengakui hak-hak orang yang mencari
swaka untuk menghindari penindasan di
negara-negara lainnya melalui Konvensi
ini juga disahkan protokol mengenai
status orang tanpa kewarganegaraan atau
lebih dikenal dengan protokol 1967 lalu
Indonesia ternyata sama kayak Malaysia
kita tuh enggak terlibat dalam konvensi
pengungsi 1951 dan juga protokol 1967
geng jadi makanya setiap pengungsi
rohingya yang datang ke Indonesia itu
dianggap sebenarnya pengungsi ilegal
selalu ditengani oleh United Nations
high comissioner for refuges atau
disingkat dengan unhcr tadi dan
Indonesia negara kita itu tidak memiliki
wewenang untuk menangani rohingya
sepenuhnya tidak termasuk negara yang
menandatangani Konvensi tersebut sama
dengan
Malaysia dan di Malaysia sendiri tidak
ada mekanisme legislatif atau kebijakan
untuk melindungi para pencari Suaka dan
pengungsi sehingga para pengungsi yang
ada di Malaysia sekarang itu dicap
sebagai pengungsi ilegal dan pemerintah
Malaysia sangat berhak untuk memulangkan
mereka karena mereka datang enggak ada
dokumen enggak ada kewarganegaraan dan
malah sekarang mereka ngelunjak banget
yang gua dengar-dengar sih mereka sampai
minta tanah ke pemerintah Malaysia untuk
dijadikan tempat mereka tinggal dan
Bahkan mereka sering berdemo untuk
meminta
kewarganegaraan tapi nih geng ya itu
adalah tindakan yang sangat berbahaya
bagi pengungsi rohingya sendiri karena
kalau kita lihat dari status Malaysia
dan juga status Indonesia yang tidak
terlibat di dalam konvensi tadi maka
apabila masyarakat Indonesia dan
masyarakat Malaysia jadi marah terhadap
warga rohingya dan melakukan hal-hal
yang tidak diinginkan jadinya itu para
pengungsi akan kebingungan harus Meminta
perlindungan terhadap siapa karena
secara status mereka ilegal maka Apabila
ada pergerakan massa Ya nantinya
ujung-ujungnya ya nauzubillah minzalik
jangan sampai gitu tahu-tahu mereka
dibantai oleh masyarakat ayo gimana mau
nuntut ke siapa statusnya ilegal kita
enggak tahu apa yang bakal dilakukan
oleh warga Kalau warga sudah Jengah ya
kan sesama saudara sebangsa aja kadang
bertikai bunuh-bunuhan kayak kemarin
kita lihat yang pro Israel sama Pro
Palestin di Sulawesi ya kan Apalagi ini
pengungsi yang dari luar yang enggak ada
hubungan batin sama sekali karena status
seiman tidak akan membantu mereka jika
watak dan sifat mereka tidak sesuai
dengan tuan rumah bukannya begitu nah
jadi di sini sebenarnya hal yang paling
gua takutkan adalah pergerakan dari masa
atau warga yang tiba-tiba sudah muak
dengan para pengungsi ini
nah sebenarnya hal ini sudah mulai
terjadi geng di Malaysia karena kenapa
status masyarakat rohingya yang ada di
Malaysia itu bisa dikatakan semakin lama
semakin enggak jelas mereka sudah cukup
lama berada di Malaysia dan masyarakat
Malaysia sudah cukup muak dengan mereka
Maka di beberapa kasus mereka ini sempat
menjadi sasaran tindak kekerasan oleh
warga yang sudah muak dengan mereka nah
bahkan di beberapa kasus nih kabarnya
mereka ini bahkan menjadi korban
pelecehan pemerasan dan bahkan dikurung
di dalam penjara dan salah satu contoh
kasusnya adalah ketika pandemi covid-19
tiba-tiba ada beberapa pria rohingya
yang masuk ke Malaysia tanpa izin mereka
memanfaatkan situasi di saat Lockdown
yang mana setiap negara memang
kondisinya lagi sepi banget gitu ya lagi
enggak ada pergerakan gara-gara pandemi
nah di saat itu mereka ketahuan dan
mereka pun
Dipenjara terus geng di Malaysia sendiri
sebenarnya sudah diatur undang-undang
imigrasi yang mengatur bagaimana para
pengungsi harus diperlakukan nah tataap
t tapi dalam undang-undang tersebut
tidak tertuang mengenai prinsip hukum
internasional seperti prinsip
nonreformmen nah Apa yang dimaksud
dengan prinsip nonreformment nah
sederhananya prinsip reformment ini
berarti hal yang menjamin kalau tidak
ada seorang pun yang boleh dikembalikan
ke suatu negara di mana mereka berasal
dan di negara tersebut mereka mengalami
penyiksaan perlakuan yang tidak baik dan
hukuman yang kejam nah di undang-undang
Imigrasi Malaysia prinsip nonrevolment
ini enggak ada jadi pemerintah Malaysia
itu berhak memulangkan semua pengungsi
rohingya ini karena dianggap ilegal jadi
enggak ada undang-undang yang melindungi
mereka di Malaysia dan di undang-undang
Imigrasi Malaysia Pasal 6 itu secara
jelas dituliskan bahwa seseorang tidak
boleh masuk ke negara Malaysia tanpa
adanya izin yang sah dan siapapun yang
melanggar aturan tersebut maka akan
menerima hukuman termasuk cambuk tidak
lebih dari 6 pukulan nah kurang lebih
bunyinya kayak gitu koreksi gua kalau
salah dalam menyampaikan informasi ini
nah jadi guys sekedar informasi nih buat
teman-teman di Malaysia apabila kalian
muak dengan warga rohingya lalu kalian
melakukan tindakan kekerasan kepada
mereka Maka tidak ada hukum yang bisa
melindungi mereka jadi bayangkan tuh ya
ibaratnya Si Faris Fernandez mukul pohon
pisang ya pohon pisangnya enggak bakal
bisa nuntut Ya begitulah akhirnya
masyarakat rohingya apabila diperlakukan
kasar oleh warga Malaysia mereka tidak
akan dilindungi oleh hukum ya mungkin
yang melindungi adalah ham atau PBB
mungkin ya tapi tetap aja pihak otoritas
Malaysia jika kita melihat dari
undang-undangnya itu tidak akan
berkewajiban melindungi para pengungsi
tersebut bahaya enggak tuh kalau
tiba-tiba satu camp dibakar Gimana wah
bahaya
banget nah jadi walaupun masyarakat
rohingya sekarang mengatakan mereka
mendapatkan tempat yang enak dan nyaman
di Malaysia tetap aja hidup mereka tidak
aman karena enggak ada yang bisa nebak
sewaktu- waktu kalau ada warga yang muak
dan mulai muncul sifat jahatnya maka
mereka akan menerima akibatnya geng
[Musik]
dengan demikian kalian sudah paham nih
geng ya bahwa pengungsi rohingya itu
sebenarnya Tanpa mereka sadari mereka
itu enggak bisa banyak gerak enggak bisa
banyak nuntut ya mungkin selama ini
tidak semua teman-teman di Malaysia tahu
kalau undang-undang di negara mereka
tidak sama sekali melindungi orang
rohingya atau justru mungkin ya
orang-orang di Malaysia masih berbaik
hati gitu enggak tega menyakiti para
pengungsi makanya sejauh ini belum ada
tindakan yang anarkis atau mungkin
justru udah ada tapi kitanya yang enggak
tahu ya atau gua yang enggak tahu gitu
mungkin teman-teman yang dari Malaysia
Bisa Tinggalkan komentar di bawah
sepengalaman kalian Oke sekarang kita
bakal ngebahas nih Nah Bagaimana kondisi
Malaysia saat ini menghadapi pengusi
rohingya setelah mereka menampung para
pengungsi
[Musik]
ini
[Musik]
Nah jadi geng untuk saat ini Malaysia
sudah menolak pengusi rohingya Jadi
sebelum Aceh menolak Malaysia sudah jauh
lebih duluan menolak pengungsi rohingya
dan bahkan masyarakat Malaysia yang
background-nya sangat dekat dengan warga
Aceh itu juga sudah menyampaikan kepada
saudara-saudara mereka yang tinggal di
Aceh untuk tidak menerima rohingya
Berdasarkan pernyataan dari Perdana
Menteri Malaysia yaitu Muhyiddin Yasin
dalam KTT Asen kalau Malaysia sudah di
tidak bisa lagi menampung lebih banyak
pengungsi karena sumber daya yang
terbatas ditambah lagi kapasitas yang
semakin menipis diperparah karena
kemarin baru saja melewati pandemi
covid-19 dan hal itu seperti yang kita
tahu menghancurkan perekonomian banyak
negara tidak terkecuali Malaysia dan
etnis rohingya ini dicurigai sebagai
pembawa penyakit juga salah satunya
virus Corona ketika masa pandemi covid
di Malaysia karena mereka masuk secara
ilegal
lalu menurut analisis lain gitu ya
dikatakan Mengapa Malaysia sudah mulai
menolak rohingya dan ini mungkin
keterangan secara resminya gitu ya dari
pemerintah dikatakan jumlah mereka
terlalu banyak dan asal mereka yang
terlalu dekat dengan Malaysia Jadi
sebenarnya jaraknya enggak terlalu jauh
nah lalu menurut Dr Oh eisun dari
rajaaratnam School international studies
di Nanyang teknological Singapura
ketakutan terbesar pihak Malaysia
terletak pada jumlah pengungsi rohingya
yang datang ke negara tersebut karena
memang banyak sekali kalau yang datang
hanya beberapa aja mungkin pemerintah
Malaysia Sangat terbuka untuk membantu
dengan alasan kemanusiaan walaupun
sebenarnya tetap kategorinya ilegal nah
tapi karena jumlahnya sangat-sangat
banyak hal ini malah merepotkan negara
Malaysia itu
[Musik]
sendiri hal ini juga sama nih dikatakan
oleh Wan Saiful wanjan yang merupakan
pimpinan Institute for democracy and
economic affair yang mana dia bilang
ketika tahun 2009 Malaysia itu sangat
berbaik hati untuk menolong
pengungsi-pengungsi perang bahkan di
2009 itu Malaysia Pernah menawarkan
perlindungan untuk 350 orang muslim
Bosnia yang melarikan diri pada tahun
1994 karena konflik etnis setelah
runtuhnya Yugoslavia ya gua udah pernah
cerita nih tentang Pembantaian umat
muslim Bosnia di konten gue yang ini nah
kalian bisa nonton di sana Nah ternyata
Malaysia Pernah menawarkan pertolongan
untuk para pengungsinya karena jumlahnya
enggak terlalu banyak 350 orang cukup
Gitu enggak ada yang datang lagi datang
lagi enggak ada yang ngabarin
saudara-saudaranya untuk ke Malaysia
lagi gitu kayak si rohingya ini berbeda
nah kasus rohingya ini jarak antara
Malaysia dengan Myanmar bisa dikatakan
relatif sangat dekat karena masih berada
sama-sama di kawasan Asia Tenggara dan
jumlah yang datang itu sampai ribuan
orang karena memang untuk menuju
Malaysia dari tempat mereka berada hanya
perlu menyeberang lautan sebentar aja
enggak perlu
lama-lama Nah jadi bisa disimpulkan ya
masyarakat Malaysia itu sangat baik
kepada para pendatang para pengungsi
contohnya aja para pengungsi Bosnia tadi
ketika mereka datang ke Malaysia banyak
warga Malaysia yang memberikan bantuan
nah tetapi tidak dengan rohingya
rohingya pada awalnya memang ditolong
dengan sangat baik oleh masyarakat
Malaysia tapi lama-lama mereka
ngelunjak nah lalu Perdana Menteri
Malaysia yaitu Muhyiddin juga mengatakan
apa yang mereka terima sekarang
sangat-sangat tidak adil nah ini
permasalahan yang sekarang diterima oleh
Indonesia juga nah semoga nih ya
pemerintah kita cepat bergerak supaya
nantinya tidak alot seperti yang terjadi
di Malaysia karena yang terjadi di
Malaysia sekarang Perdana Menteri
Muhyiddin ini sudah capek untuk mendesak
unhcr agar mempercepat penempatan
kembali pengungsi rohingya yang ada di
Malaysia untuk dibawa ke negara ketiga
dan menyerukan agar lebih banyak upaya
untuk menanggulangi perdagangan manusia
yang terjadi di antara etnis rohingya
nah tapi permintaan ini sama sekali
tidak membuahkan hasil pemerintah
Malaysia sudah mendesak unhcr namun
sampai sekarang belum ada pergerakan
apapun nah padahal nih ya apa yang
terjadi dengan pengungsi rohingya ini
juga sebenarnya menyedihkan anak-anak
mereka dieksploitasi anak-anak mereka
diperjualbikan ya karena itu tadi mereka
merupakan pengungsi yang datang ke
negara orang lain sebagai imigran ilegal
tapi malah dilindungi Nah akhirnya
banyak tindakan-tindakan kejahatan yang
ter jadi di tengah-tengah
mereka nah lalu geng selama pengusi
rohingya ini berada di Malaysia mereka
ini mendapatkan ujaran-ujaran kebencian
dari masyarakat Malaysia terutama di
media sosial seperti yang terjadi di
Facebook pada tahun 2020 ada dua grup
yang sering menyebarkan kebencian
terhadap warga rohingya yaitu grup anti
rohingya club dan foren Mar malaysia's
image yang sebenarnya saat ini udah
ditakeedown nah lucunya nih geng
masyarakat rohing yang sudah ada di
Malaysia itu sekarang kan hidupnya udah
Sejahtera mereka sudah bisa pegang
handphone udah punya penghasilan untuk
beli kuota nah Mereka mencoba untuk
bikin Facebook dan di saat itu banyak
sekali ancaman-ancaman yang mereka
terima melalui direct message yang
berasal dari warga Malaysia yang meminta
mereka untuk pergi meninggalkan Malaysia
dan pulang ke
Myanmar Nah akhirnya terjadilah
kegaduhan nih ada sebagian kelompok yang
menamai mereka sebagai kelompok HAM Pok
Ham Ini menuduh kalau ujaran kebencian
yang dilakukan oleh warga Malaysia di
saat itu didukung oleh pemerintah
Malaysia karena ketika ujaran kebencian
terhadap etnis rohingya ini banyak di
Facebook pemerintah Malaysia di saat itu
acuh-acuh aja sama sekali tidak
menangani tidak mencegah yang
seolah-olah terlihat seperti mendukung
Apa yang dilakukan oleh warganya Tapi
menurut gua itu wajar banget mungkin
pemerintah sudahah Jengah dan muak
banget gitu ya terhadap para pengungsi
ini makanya pemerintah membiarkan adanya
aksi people power alias pergerakan massa
dari warga sendiri untuk membuat para
pengungsi ini tidak nyaman berada di
Malaysia lalu geng semakin ekstrem aja
nih ada salah satu postingan dari kantor
pusat angkatan tentara Malaysia atau
disingkat dengan ATM nah di postingan
itu dikatakan agar pengungsi rohingya
ditembak sampai tewas dan meminta para
warga Malaysia dan pengguna Facebook
Malaysia bisa menjadi mata dan telinga
terkait mereka yang merupakan Im ilegal
ini Nah jadi di sini sebenarnya sudah
mulai ada provokasi-provokasi yang
mengarah kepada tindakan kekerasan
terhadap etnis rohingya sebagai
targetnya ya kalau udah kayak gini kan
kita juga jadi bingung ya merasa kasihan
juga sebenarnya tapi mau gimana ya
mereka di negaranya dibantai gitu ya
terus masuk ke negara orang karena
sifatnya sangat mengganggu akhirnya
bakal dibantai lagi ya ujung-ujungnya
mereka semacam tidak punya tempat yang
aman karena sifat mereka sendiri Oke
sekarang kita masuk ke dalam pembahasan
kondisi para pengungsi rohingya di mal
[Musik]
Malaysia jadi geng ini menurut
keterangan orang-orang etnis rohingya
yang sudah berada di malaysia jadi
mereka menganggap Malaysia adalah tempat
yang paling potensial tempat yang paling
nyaman untuk mereka jadikan tempat
tinggal mereka melarikan diri dari
genosida Myanmar dan menurut orang-orang
rohingya ini di Malaysia mereka lebih
berpeluang mendapatkan pekerjaan
mendapatkan penghidupan yang layak
dibanding kan mereka berada di Indonesia
dan juga Thailand karena kalau misalkan
di Thailand mereka juga mendapatkan
diskriminasi karena mayoritas di
Thailand tidak seagama dengan mereka
Tapi itu semua kan hanya yang mereka
pikirkan aja apa yang mereka bayangkan
padahal aslinya mereka di Malaysia
sendiri tidak diakui sebagai pencari
Suaka atau pengungsi karena Malaysia
tidak menandatangani Konvensi pengungsi
Nah jadi mereka benar-benar mutlak tidak
bisa mendapatkan pekerjaan formal
kewarganegaraan dan juga penghidupan
yang yang layak seperti warga negara
Malaysia pada umumnya dan untuk saat
sekarang ini mereka hidup di lingkungan
yang kumuh yang jorok dan tidak memiliki
akses terhadap pelayanan kesehatan
gratis serta sekolah gratis tapi warga
rohingya yang ada di Malaysia justru
tidak keberatan dengan kondisi tersebut
Meskipun mereka harus hidup dengan
beribu tekanan di Malaysia namun mereka
menganggap ini adalah sebuah langkah
besar dan sesuatu yang harus mereka
syukuri karena apa yang mereka dapat di
Malaysia tidak pernah mereka dapatkan
atau mereka rasakan ketika mereka ber
ada di Myanmar atau justru di camp-kamp
yang ada di Bangladesh dan untuk saat
sekarang ini geng jumlah pengungsi
rohingya di Malaysia itu enggak main
main ada sekitar
46.000 orang rohingya yang terdaftar
sebagai pengungsi oleh unhcr dan
diperkirakan ada sekitar 40.000 orang
rohingya lainnya yang masih belum
terdaftar Jadi kalau misalkan ditotalin
totalnya tuh hampir 0.000 atau ya 6.000
Rib Lebih lah dan walaupun mereka sudah
banyak kayak gitu sudah bertahun-tahun
di Malaysia namun pihak Malaysia tetap
tidak menyediakan cem pengungsian yang
layak sehingga para pengungsi rohingya
ini harus hidup di pemukiman kumuh
berdesak-desakan di dalam rumah susun
sehingga mereka terisolasi di sana dan
kebanyakan dari mereka itu bisa bekerja
untuk penghidupan sehari-hari Tetapi
hanya di tempat konstruksi restoran
pabrik dan juga perkebunan dan semua
pekerjaan itu adalah pekerjaan kasar nah
tapi belakangan informasi yang gua dapat
nih ya setiap pengungsi rohingya yang
sudah terdaftar di unhcr nah mereka itu
mendapatkan hak-hak spesial seperti
misalnya mendapatkan diskon ketika
berobat di rumah sakit nah tapi untuk
bisa terdaftar di unhcr membutuhkan
proses yang sangat panjang dan juga
cukup lama pengurusannya nah sehingga
masih banyak warga rohingya yang
sekarang belum terdaftar Dan ketika
mereka sakit mereka harus berobat dengan
pembayaran yang cukup besar
jumlahnya tapi untuk saat sekarang ini
nih kalau kalian lihat ya Beberapa
video-video yang tersebar di sosial
media itu sudah mulai nih masyarakat
Malaysia muak dan risih terhadap
beberapa kelakuan pengungsi rohingya
dari video yang gua dapatkan itu
terlihat orang-orang rohingya ini berada
di sekitar pasar borong Selayang dan
memang banyaknya orang rhingga di pasar
tersebut bukanlah isu yang baru dan
mereka sudah berada di sana selama
bertahun-tahun pada awalnya mereka dalam
jumlah sedikit tapi lama-lama mereka
jadi berkumpul banyak di sana dan
membuat sebuah kelompok yang seolah-olah
menguasai lokasi tersebut dan mereka
merasa lokasi Pasar tersebut adalah
milik mereka sendiri nah mereka di sana
bisa berjualan di mana pun termasuk area
parkir dan perempatan jalan nah jadi
bisa dikatakan semuanya amburadul
semuanya berantakan gara-gara keberadaan
mereka lalu untuk warga rohingya yang
masih baru tinggal di sana yang mana
mereka belum memiliki modal nih biasanya
mereka akan menjadi buruh kasar atau
menjadi karyawan-karyawan toko dan
mereka digaji sangat kecil dari sini
Kita juga bisa lihat ya geng Sebenarnya
ada azas pemanfaatan juga dari beberapa
orang yang tidak bertanggung jawab yang
mana mereka tidak senang dengan
keberadaan rohingya tetapi ya mereka
mempekerjakan rohingya ini karena bisa
digaji dengan sangat kecil untuk
mendapatkan keuntungan yang lebih besar
dan bagi masyarakat rohingya sendiri
untuk mereka yang mengungsi tidak bisa
Bahasa lokal ya mau diupah berapa juga
Syukur yang penting bisa untuk
penghidupan mereka gitu kan namun menu
menurut ketua Asosiasi kesejahteraan
surplus Penang yang bernama Muhammad
Sofan Muhammad Zain kalau orang rohingya
ini datang sebagai pengungsi bukan untuk
bekerja atau berdagang sehingga mereka
seharusnya tidak boleh bekerja di
Malaysia Beliau juga menyayangkan nih
masuknya orang rohingya ke Malaysia itu
berdampak kepada perputaran ekonomi
Malaysia gara-gara masyarakat setempat
Jadi enggak kebagian lapangan kerja ya
mau gimana masyarakat rohingyanya
menerima bayaran yang sangat murah ya
pemilik usaha pasti pasti akan
memanfaatkan hal
tersebut Lalu pasti timbul pertanyaan
Apakah para pengungsi rohingya ini
Sepahit itu hidupnya Apakah benar mereka
terombang-ambing di lautan baru akhirnya
menepi nah sebenarnya hal ini enggak
100% benar mereka ini berpangkalan di
Bangladesh makanya Terkadang mereka ini
sering sekali bercampur dengan
imigran-imigran asal Bangladesh yang
mencari swaka yang mana imigran
Bangladesh itu dia tidak mengalami
genosida apapun tapi lebih tepatnya
memang pengin cari negara lain agar bisa
menyambung hidup di Bangladesh sendiri
sudah dibangun sebuah tempat tinggal
untuk orang rohingya di sebuah pulau
bernama basanchar pemerintah Bangladesh
mengatakan sudah menghabiskan dana
sebesar 350 juta USD atau setara dengan
5 triliun R untuk proyek ini gila enggak
tuh udah dibantu loh Nah kalau merujuk
standar dari PBB karena Bangladesh
diwajibkan untuk menyediakan bantuan
untuk para pengungsi ini nah mereka
akhirnya menyediakan tempat tinggal yang
sesuai dengan dengan aturan dari PBB
yang mana tempat tinggal tersebut
haruslah berukuran 3,5 m² untuk per
orangnya lalu pemerintah Bangladesh
enggak tanggung-tanggung Malah dibikin
jauh lebih gede lagi yaitu 3,9 m² Nah
jadi kurang apa sebenarnya lalu Selain
tempat berlindung di sana mereka juga
akan disediakan kebutuhan pokok untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka
seperti beras dan juga minyak goreng nah
tetapi ternyata pulau tempat dibangunnya
rumah susun atau camp untuk rohingya ini
adalah pulau yang sering terjadi bencana
Nah ada aja halangannya di pulau
tersebut sering terjadi badai topan dan
karena itu sebenarnya pihak PBB dan
badan bantuan internasional lainnya
sudah menentang proyek pembangunan camp
untuk rohingya di tempat tersebut karena
resikonya bencana alam dan juga
gelombang laut sangat tinggi di sana
tetapi ya proyek itu tetap dijalankan
oleh pemerintah Bangladesh ya mungkin
pemerintah Bangladesh enggak ada pilihan
lain gitu ya Yang mana Ini sebenarnya
bukan tanggung jawab mereka untuk
menampung para pengung fungsi tersebut
tapi mereka mau tidak mau harus
berlapang
dada lalu geng orang-orang rohingya yang
berada di camp tersebut juga merasa
takut karena mereka berada di
tengah-tengah pulau yang berbahaya yang
orang bangalades sendiri enggak mau
tinggal di sana Nah tapi ada hal yang
menjengkelkan yang mana orang-orang
rohingya yang ada di camp tersebut
merasa bantuan yang diberikan oleh
pemerintah Bangladesh itu enggak cukup
Mereka bilang mereka enggak cukup
dikasih beras minyak goreng dan makanan
doang entah apa yang mereka mau lagi nah
tetap tapi di dalam alibinya mereka
mengatakan mereka membutuhkan sayuran
daging telur dan hal-hal lain yang lebih
bergizi katanya ya sebenarnya
permintaannya masuk akal tetapi ya
Secara logik aja ya Enggak mungkin dong
pemerintah Bangladesh naruh mereka di
camp tersebut enggak ngasih bantuan
makanan yang layak gitu kan pasti sudah
dikasih tetapi ya alibi Mereka aja
mereka ingin keluar dari tempat tersebut
karena kesejahteraan di tempat tersebut
enggak jauh beda dengan kesejahteraan
ketika mereka di Myanmar karena rasa
mereka kekurangan banyak dari mereka
yang sudah ditampung oleh pemerintah
Bangladesh malah protes kepada
pemerintah Bangladesh dan mereka juga
protes Kenapa mereka ditaruh di pulau
tersebut pulau tersebut termasuk pulau
yang sangat susah aksesnya dan memiliki
layanan atau fasilitas publik yang
terbatas dan juga mereka meminta
pekerjaan kalaupun mereka harus tinggal
di sana mereka harus diberikan pekerjaan
nah saking banyaknya permintaan dari
pengungsi rohingya ini nah lalu merujuk
dari hal tersebut sebenarnya nih geng ya
karena Bangladesh itu ditugaskan oleh
PBB untuk menampung para pengungsi ini
sudah seharusnya nih geng semua
pengungsi yang ada di Malaysia Indonesia
dan Thailand itu diberangkatkan lagi
dipulangkan ke Bangladesh karena mereka
sudah diberikan camp di sana mereka
sudah diberikan tempat tinggal di sana
ya terlepas tempat itu berbahaya badai
dan segala macam ya apa boleh buat
itulah yang ada karena kalau untuk
Indonesia dan Malaysia mereka tidak akan
pernah bisa menjadi warga negara yang
sah karena Indonesia dan Malaysia tidak
menandatangani perjanjian tentang
pengungsi dan untuk saat sekarang ini
kita harap nih ya semoga PBB atau
Persatuan bangsa-bangsa memberikan
solusi yang baik untuk penanganan etnis
rohingya ini karena ini sangat
mengkhawatirkan dan semoga di saat
mereka sementara berada di negara kita
mereka bisa merubah sikapnya agar tidak
terlalu rusuh dan bikin risih
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:29 UTC
Categories
Manage