THE TRAGEDY OF THE MOUNT MARAPI ERUPTION AND THE SAD STORIES OF THE VICTIMS
bjaQmqkOJN4 • 2023-12-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
dia takut ninggalin Divo sendirian di
sana tetapi Divo terus saja memaksa Dita
dan meyakinkan Dita kalau dia tidak akan
bertahan dengan kondisi kaki yang sudah
pat jadilah di saat itu Dita yang tidak
bisa berpikir lama-lama memilih untuk
meninggalkan Divo sesuai dengan
permintaan Divo dan Tita berlari
menyelamatkan diri sembari menangis
mengingat temannya Divo yang dia
tinggalkan Dan di saat itu Tita pun ber
hasil selamat kitata langsung
menyampaikan semua kejadian dan
permintaan dari Divo yang minta
ditinggalkan kepada pihak keluarga
Divo yo geng tekan tombol subscribe geng
e Yo what's good Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry geng geng beberapa waktu lalu
Indonesia berduka terjadi bencana alam
di negeri kita tercinta yaitu erupsi
gunung Marapi Nah di sini perlu gua
Jelaskan sedikit Marapi dan Merapi itu
adalah dua gunung yang berbeda ya geng
jadi letaknya juga berbeda Marapi sesuai
dengan penyebutan namanya ini merupakan
penyebutan yang berasal dari bahasa
Minang Marapi sementara Merapi yaitu
adalah bahasa Indonesia yang mana letak
gunungnya itu ada di pulau Jawa yang
mengagetkan di dalam bencana alam ini
geng erupsi gunung Mar itu terjadi
secara tiba-tiba jadi enggak ada
peringatan aktivitas vulkanik terlebih
dahulu jadilah di saat itu ketika erupsi
gunung merapi ini tiba-tiba terjadi
Masih banyak para pendaki yang berada di
puncak sana masih banyak para pendaki
yang sedang melakukan aktivitas sehingga
para pendaki ini terjebak dan menjadi
korban di dalam bencana ini Geng kalau
kalian lihat video-video yang tersebar
di media sosial mengenai para korban itu
sangat sedih banget banyak kisah-kisah
dari mereka yang Bikin merinding dan
bahkan dari beberapa korban yang bisa
bertahan hidup ketika berada di
tengah-tengah bencana itu mereka sempat
mengabadikan momen di mana mereka
sangat-sangat tersiksa di tengah-tengah
bencana itu wajahnya tertutup oleh
lumpur atau abu vulkanik mereka
kehabisan oksigen berusaha untuk
bernafas agar bisa bertahan hidup nah
Bagaimana cerita selengkapnya tentang
bencana alam yang satu ini langsung aja
kita bahas di Permisi peristiwa misteri
dari berbagai sisi
[Musik]
hingga selasa malam korban akibat erupsi
gunung Marapi di Sumatera Barat mencapai
orang
[Musik]
Oke kita langsung membahas tentang
kronologinya nih
geng jadi di sini gua Jelaskan sedikit
Gunung Merapi adalah sebuah Kompleks
gunung berapi di perbatasan kabupaten
Agam dan Tanah Datar Sumatera Barat
Gunung ini merupakan gunung berapi
paling aktif yang ada di Pulau Sumatera
pada tanggal 3 Desember tahun 2023
Gunung ini mengalami erupsi secara
tiba-tiba tidak ada tanda-tanda apapun
tepat pada minggu sore ya erupsinya
terjadi Nah dari beberapa informasi lain
ada juga yang mengatakan sebenarnya
erupsi ini sudah mulai terlihat yaitu
pada jam 14.54 Ya sudah mau menjelang
sore hari juga erupsi ini ditandai
ketika gunung Marapi mengeluarkan kolom
Abu berisikan material full vulkanik
yang ketinggiannya mencapai 3000 m dari
puncak kawah yang disertai dengan
gemuruh lalu kemudian terjadi erupsi
susulan keesokan harinya tepat pada
tanggal 4 Desember tahun 2023 pada jam
8.22 dengan mengeluarkan kolom Abu yang
mencapai ketinggian 800 M dan yang
menyedihkannya adalah akibat erupsi ini
ada 14 kecamatan di kabupaten Agam yang
mengalami h dan Abu dan batu nah nama
dari kabupaten-kabupaten itu kalian bisa
lihat di sini 14 kabupaten tersebut
benar-benar tertutupi oleh abum
vulkanik lalu Apakah benar erupsi ini
datang secara tiba-tiba Apakah selama
ini tidak ada peringatan apapun ternyata
ya dari sumber yang gua dapatkan nih
geng dikatakan kalau gunung Marapi sudah
memiliki status waspada atau level 2 itu
sejak bertahun-tahun lalu yaitu tepat
pada tahun 2000 11 dan aktivitas erupsi
dari gunung Marapi sempat meningkat pada
tanggal 7 Januari tahun 2023 sehingga
sebenarnya pihak berwenang sudah sempat
menutup sementara jalur pendakian di
Gunung tersebut Nah dari awal tahun udah
sempat ditutup Lalu kenapa dibuka lagi
gitu ya kan berbahaya banget dibukanya
kembali jalur pendakian itu entah apa
alasannya yang jelas di saat itu Balai
konservasi sumber daya alam atau bksda
Sumatera Barat membuka lagi jalur
tersebut pada tanggal 24 Juli tahun 2023
jadi belum lama Beberapa bulan yang lalu
Padahal statusnya masih dalam kondisi
waspada tapi dari kabarnya sih dikatakan
pemberian izin pendakian Gunung Marapi
ini sudah melalui kesepakatan dengan
semua pihak yang terkait termasuk dengan
Pemda setempat sehingga keputusan
tersebut dikatakan bukanlah keputusan
sepihak dari pihak
bksda Nah jadi dikatakan banyak pihak
yang bertanggung jawab nih atas
dibukanya jalur pendakian itu lagi di
dalam kasus ini makanya jumlah dari
korban yang meninggal dunia gara-gara
erupsi gunung Marapi itu cukup banyak ya
terakhir kabarnya adalah 23 orang dari
beberapa informasi dikatakan bahkan
sebelum terjadinya erupsi sempat
beberapa pendaki sudah mencapai puncak
dan kawah Marapi bahkan sempat menginap
di sana mendirikan
[Musik]
kemah
nah padahal itu sangat berbahaya karena
statusnya itu adalah waspada atau level
2 nah udah gitu nih geng di jalur pun
sebenarnya sudah terdapat beberapa papan
peringatan untuk para pendaki agar tidak
mendekati kawah dan peringatan lainnya
mengatakan kalau radius 3 km itu
merupakan area yang sangat berbahaya dan
tidak boleh dijangkau oleh para pendaki
nah menurut pelaksana harian kepala
bksda Sumatera Barat yang bernama Dian
indriati dia mengatakan seperti artinya
para pendaki mengabaikan papan
peringatan tersebut Tapi berbeda dengan
keterangan dari salah satu korban yang
selamat nih geng namanya itu adalah
irfanda Mulia irfanda ini bilang tidak
ada peringatan apapun atau tidak ada
peringatan dari petugas yang ada di
Posco pendakian mengenai larangan untuk
tidak mendekat ke radius 3 km dari
puncak katanya tapi dia juga mengakui
walaupun enggak diperingatkan oleh
petugas tetapi memang ada papan
peringatannya dan ketika itu kalian bisa
bayangkan bagaimana ngerikannya kondisi
di saat itu ya geng yang mana para
pendaki ini sempat berkemah di sekitar
Tugu Abel yang berjarak hanya 600 m dari
kawah yang mana jarak itu terhitung
sangat dekat dengan kawah dan bahkan
Hawa panasnya itu udah pasti kerasa
banget
Oke sedikit gua Jelaskan apa itu Tugu
Abel Nah jadi Tugu Abel ini merupakan
sebuah monumen yang dibangun dengan
tujuan memperingati atas tewasnya
seorang pendaki yang bernama Abel Tasman
yang disebabkan oleh erup Merapi pada
tanggal 5 Juli tahun 1992 nah Berarti
Gunung ini sudah pernah memakan korban
Kenapa tidak belajar dari situ ya Ya
tapi kita Gak tahulah mungkin para
teman-teman pendaki punya tujuan
tersendiri ketika
[Musik]
itu sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan aktivitas vulkanik yang tidak
terdeteksi
nah memang nih geng sejak izin
dikeluarkan oleh pihak bksda pada bulan
Juli tahun 2023 kemarin tentang jalur
pendakian yang kembali dibuka tidak
tercatat adanya aktivitas vulkanik yang
signifikan pada gunung Marapi bahkan
beberapa pendaki yang selamat dalam
kasus ini mengatakan mereka tidak
melihat adanya tanda-tanda erupsi sama
sekali jadi di saat itu aktivitas Gunung
marapinya tuh terlihat tenang tidak ada
hal yang janggal dan keterangan ini juga
dikonfirmasi oleh catatan dari pusat
vulkanologi dan mitigasi bencana geologi
atau
pvmbg yang mengatakan kalau tidak
terjadi gempa dan juga erupsi di Marapi
selama 2 minggu sebelum kejadian nah
ternyata nih geng memang menurut
beberapa pakar vulkanologi tipe letusan
gunung Marapi ini akan sangat sulit
terdeteksi nah salah satu keterangannya
datang dari pakar vulkanologi dari ITB
yaitu mirzam Abdurrahman Nah gua baca
nih keterangan dari mirzam Abdurrahman
ini dia mengatakan letutusan gunung
Marapi pada tanggal 3 Desember itu sulit
terdeteksi karena tidak terjadi
pergerakan Magma yang biasanya menjadi
indikator atau tanda bahwa sebentar lagi
akan terjadi erupsi nah gunung Marapi
ini benar-benar tenang tidak ada tanda
apapun dan katanya perihal Kenapa tidak
terjadi pergerakan magma ini juga ada
alasannya geng Nah masih menurut
keterangan dari mirzam dia mengatakan
kan dugaannya dikarenakan Gunung Merapi
yang berjarak hanya sekitar 5 km dari
Caesar aktif sumaterra dan bidang
bebatuan yang menopang gunung Marapi
terpecah menjadi blok-blok lalu kalau
blok-blok tersebut masuk ke dalam dapur
magma gunung Marapi secara tiba-tiba
maka akan terjadi kelebihan volume dan
erupsi secara tiba-tiba dan tidak
terdeteksi jadi ibaratnya tuh kayak
Kaget gitu loh tiba-tiba terjadi aja nah
lalu kemudian mirzam ini juga mengatakan
gunung Marapi ini mengalami mengerut
sebelum erupsi yang mana Ini menandakan
kalau benar-benar tidak terjadi
pergerakan magma karena biasanya kalau
mau terjadi erupsi gunung yang masih
aktif itu akan menggembung bukannya
mengerut nah statement tersebut berasal
dari pakar vulkanologi
[Musik]
ITB
sekarang kita masuk ke dalam pembahasan
proses evakuasi
[Musik]
korban jadi geng 23 orang yang kita
ketahui meninggal dunia dalam kasus ini
sebenarnya bukan angka keseluruhan dari
para pendaki jadi dalam kejadian itu ada
sekitar 75 orang pendaki dan dilaporkan
mereka semuanya terjebak di sana upaya
evakuasi 75 para pendaki ini itu
dilakukan oleh timsar serta tim gabungan
dari TNI Polri dan juga Basarnas serta
warga sekitar keterangan dari warga
dikatakan jumlah dari para pendaki yang
terjebak sebenarnya lebih dari 75 orang
kabarnya itu ada sekitar 100 lebih
tetapi ada yang sudah berhasil
dievakuasi oleh warga meskipun proses
evakuasi ini sudah melibatkan banyak
orang termasuk warga yang sukarela
tetapi tetap aja prosesnya itu
sangat-sangat sulit geng karena di saat
proses evakuasi itu kemungkinan untuk
korbannya semakin bertambah itu sangat
besar gara-gara tim evakuasi melakukan
tindakan evakuasi di saat erupsi kecil
masih terjadi di saat itu tim evakuasi
harus berjibaku dengan waktu dalam
proses evakuasi agar tidak terjadi
erupsi yang sama besarnya seperti yang
terjadi pada tanggal 3 Desember ada
kendala lain yang terjadi di saat itu
ternyata ketika tim penyelamat sudah
mulai mengevakuasi jumlah kantong
jenazah yang dibawa itu kurang sehingga
mengharuskan jenazah-jenazah para
pendaki itu harus digabung dua jenazah
di dalam satu kantong timsar gabungan
ini dibagi menjadi dua kelompok ada
kelompok yang berjalan sampai puncak
untuk menemukan para pendaki baik
selamat maupun tidak selamat ada juga
kelompok yang berjaga di titik yang
sudah ditentukan untuk menunggu evakuasi
dari puncak Nah nanti kemudian mereka
akan bersama-sama turun ke bawah
kelompok yang bertugas untuk mencari
para pendaki yang ada di puncak itu
harus berjalan selama beberapa jam geng
Nah akhirnya beberapa dari pendaki
tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa
ketika hampir semua pendaki sudah
berhasil ditemukan baik dalam kondisi
masih hidup ataupun sudah meninggal Nah
masih ada satu pendaki yang belum
berhasil ditemukan nah lalu kemudian di
hari Rabu tanggal 6 Desember tahun 2023
barulah satu pendaki yang hilang
tersebut berhasil ditemukan dalam
kondisi yang sudah tidak bernyawa nah
nama dari pendaki tersebut adalah Siska
afrina dengan sudah ditemukannya satu
korban terakhir tersebut akhirnya proses
evakuasi pun dihentikan karena dianggap
semuanya sudah berhasil ditemukan Nah
dari total 75 orang pendaki yang sudah
diselamatkan 23 di antaranya meninggal
dunia dan nama-nama dari para pendaki
yang meninggal dunia gua Tampilkan di
sini kalian bisa cek
sendiri nah di sana tertulis dengan
jelas ya geng umur dari para pendaki
mulai dari 19 tahun sampai dengan 39
tahun Nah ada 12 orang dari pendaki
tersebut mengalami luka yang cukup parah
dan 40 orang lainnya itu masih dalam
kondisi yang sehat dan sudah bisa pulang
ke rumah masing-masing Nah dari para
pendaki yang berhasil selamat banyak
cerita-cerita yang Bikin merinding Nah
sekarang kita bahas cerita dari para
pendaki yang berhasil selamat dalam
musibah
[Musik]
ini salah satu cerita yang sangat viral
yaitu berasal dari seorang perempuan
yang bernama n Zafirah zahrim Febrina
dia ini merupakan seorang mahasiswi
jurusan Teknik Sipil di Politeknik
Negeri Padang kisah Zafira ini menjadi
sangat-sangat viral karena dia sempat
memvideokan wajahnya dengan kondisi yang
tertutup abu vulkanik sebelum dia
berhasil dievakuasi video tersebut
dikirim melalui HP milik pendaki lain
yang tertinggal di jalur
pendakian
selain video tadi Zafira yang biasa
dipanggil I oleh ibunya itu juga sempat
mengirimkan voice note Pesan Terakhir
untuk ibunya pesan tersebut ya jujur
bikin sedih banget geng kalian bisa
dengar sendiri
pesannya aku at Bu badan EV
menggegel kepala EV berdarah tangan EV
patah Bu tolong cariin
bantuan Bu baterainya udah lemah kalau
EV enggak aktif cari aja EV di titik
terakhir dan jalan lurus ke
depannya nah dia sempat mengirimkan dua
kali voice note yang mana di voice note
kedua dia menjelaskan kepada ibunya
Kalau baterainya sudah mulai habis Dia
meminta kepada ibunya cari saja di titik
terakhir jalan terus ke depan jadi kayak
ngasih clue kepada ibunya agar Ibunya
bisa menyampaikan kepada tim penyelamat
menurut keterangan dari sang ibu yang
bernama Rani radelani Zafirah ini
mendaki bersama teman-teman kampusnya
dari hari Jumat tanggal 1 Desember dan
berencana pulang di hari ketika erupsi
terjadi yaitu di tanggal 3 Desember nah
sebenarnya sejauh ini Zafirah ini belum
pernah melakukan pendakian atau hiking
dia selama ini baru pernah melakukan
tracking alias jalan jauh jadi misalkan
kayak kita mau ke Curuk gitu atau air
terjun nah kegiatan itu disebut dengan
tracking jadi bisa dikatakan ini adalah
pengalaman pertama dari Zafira lalu
Mengapa orang tuanya mengizinkan kalau
ini memang pertama kali Nah ternyata
Zafira di saat itu minta izin ke orang
tuanya Dengan mengatakan pendakian
mereka ini akan ditemani oleh seseorang
yang sudah profesional alias yang sudah
sering mendaki gunung jadilah di saat
itu orang tuanya mengizinkan dan syukur
alhamdulillahnya nih geng ya Zafira ini
berhasil selamat dan dievakuas oleh
timsar Zafira di saat itu dalam kondisi
yang sangat lemah karena dia kekurangan
oksigen Nah setelah berhasil dievakuasi
Zafira ini langsung dibawa ke rumah
sakit Ahmad mokhtar di Bukit Tinggi dan
kondisinya benar-benar memprihatinkan
dia mengalami patah tulang dan juga
dibagian wajahnya mengalami luka bakar
yang disebabkan oleh Abu
vulkanik Sekarang kita ke cerita
selanjutnya yang berasal dari pendaki
yang bernama Sri Wahyuni
Oke salah satu korban yang bernama
sriwayuni ini berasal dari Pekanbaru
berbeda dengan Zafira yang sudah sedari
Tanggal 1 Desember melakukan pendakian
Sri Wahyuni ini justru dia baru sampai
di puncak pada hari Minggu tanggal 3
Desember pada pukul 7.50 waktu indonesia
barat jadi dia sampai di puncak itu pada
hari erupsi dia sempat menikmati
pemandangan alam dari puncak merpati di
Gunung Marapi bersama dengan sembilan
teman pendakinya Nah setelah puas mereka
langsung turun ke camp dan sampai ke
camp pada siang hari tepat di pukul
13.35 siang nah lalu pada pukul 14.45
mereka ini sudah berada di pos 5 di saat
itulah erupsi
terjadi Sri Dan teman-temannya di saat
itu merasa sangat panik karena mereka
tidak mengetahui kalau akan terjadi
erupsi dan tidak ada peringatan apapun
beberapa menit kemudian Sri dan
teman-temannya sempat mendengar suara
letusan yang sat sangat keras seri dan
teman-temannya langsung saling menatap
dan seperti mengisyaratkan kalau mereka
harus segera menyelamatkan diri nah di
saat itu di tengah-tengah kebingungan
satu sama lain tiba-tiba Mereka melihat
hujan batu yang menyebabkan
ranting-ranting pohon di sekitar mereka
mulai patah dan berjatuhan Sri Dan
teman-temannya di saat itu yang masih
merasa kebingungan mendapatkan arahan
dari salah satu teman mereka yang sudah
terbiasa mendaki gunung untuk mencari
pohon besar dan berlindung di bawah
pohon tersebut mereka langsung lari
sekencang-kencangnya mencari pohon untuk
berlindung dan sembunyi dari abu
vulkanik yang seketika keluar ketika
erupsi
terjadi nah lalu sembilan dari mereka
ada tiga orang yang memilih untuk tidak
bersembunyi tiga orang ini langsung
berlarian untuk Turun ke bawah
menyelamatkan diri nah lalu Sri bersama
lima teman yang lain masih berlindung di
bawah pohon besar mereka berlindung
cukup lama di sana sampai hujan abu
selesai mereka merasakan sendiri
bagaimana panasnya abu vulkanik tersebut
setelah memastikan kalau hujan abu itu
selesai Sri dan teman-temannya langsung
lari ke bawah tanpa berhenti sedikit pun
lalu kemudian mereka sampailah di pos 3
dan bertemu kembali dengan tiga temannya
yang lain yang sudah lebih dulu turun
setelah bertemu dan berkumpul kembali
mereka langsung turun menuju ke pos 2
dan memilih untuk beristirahat sejenak
di sana dan mereka dalam kondisi yang
masih kebingungan tidak meny nyangka hal
ini bisa terjadi Nah setelah
beristirahat sejenak Mereka kemudian
melanjutkan perjalanan ke bawah sampai
di Pos bksda dengan selamat dari
sembilan orang mereka syukur
alhamdulillahnya tidak ada yang
meninggal dunia dan hanya mengalami
luka-luka kecil dan Atas kejadian itu
Sri dan teman-temannya yang mengalami
trauma akan kejadian itu langsung
memilih untuk berangkat pulang ke
Pekanbaru sekarang kita masuk ke dalam
cerita korban yang tewas
cerita dari korban yang tewas ini datang
dari sanak famili Mereka salah satu
korban yang tewas dalam kejadian ini
yang bernama Muhammad Adan cerita ini
datang dari pamannya yang bernama Herman
pamannya yang bernama Herman ini
mengatakan pada awalnya Adan Berencana
untuk pergi ke Padang tetapi dia malah
berubah pikiran dan memutuskan untuk
melakukan pendakian Gunung nah di saat
itu entah siapa yang mengajak Adan ini
memilih untuk mendaki gunung Marapi
bersama teman-temannya berdasarkan
kesaksian dari temannya Adan ini ketika
berada di atas sempat menolong tiga
temannya yang lain yang mana Di saat
terjadi erupsi tiga temannya ini hampir
saja masuk ke dalam jurang di saat Adan
menolong temannya ini dia juga hampir
masuk ke dalam jurang yang akhirnya dia
terpeleset sampai kakinya patah dari
Informasi yang disampaikan keluarga
kabarnya ketika erupsi terjadi Adan
sempat menelepon ibunya di tengah-tengah
bencana alam tersebut di telepon
tersebut Adan mengatakan Bu Adan di sini
kena musibah Adan hauskali kaki Adan
satu putus satu patah Bu enggak bisa
jalan Adan kata Adan kepada ibunya Dan
di saat itu Adan juga sempat mengirimkan
share location kepada sang Ibu dan
setelah mengabarkan kepada ibunya ibunya
langsung mengabari keluarga yang lain
dan keluarga langsung berinisiatif untuk
menuju ke gunung Marapi Dan di saat itu
kondisi Gunung Marapi sudah sangat
berbahaya dan tidak diperbolehkan untuk
masuk dan keluarga Adan hanya bisa
menang nangis meratapi nasib adan yang
ada di
atas nah lalu singkat cerita ketika
evakuasi sudah bisa dilakukan Adan
adalah pendaki yang pertama kali
ditemukan oleh timsar tapi ketika
ditemukan Adan ini justru meminta kepada
timsar untuk menyelamatkan salah satu
temannya yang merupakan perempuan dan
Adan mengatakan enggak apa-apa Saya
tunggu di sini aja selamatkan teman saya
dulu dan menurut keterangan timsar Adan
ini mengaku kalau dia masih kuat padahal
timsar sudah melihat kondisi adan yang
benar-benar memprihatinkan kakinya putus
kakinya patah dan dia tidak bisa
bergerak Wah jujur merinding banget
dengan ketegaran hati Adan nih geng Adan
di saat itu benar-benar mengalah dia
lebih mendahulukan temannya yang wanita
yang penting temannya tersebut bisa
diselamatkan terlebih dahulu nah padahal
jika timsar sudah turun Butuh waktu
sekitar 4 jam untuk bisa mencapai lokasi
Adan lagi dan akhirnya Adan pun
meninggal dunia tidak sempat tersel
selamatkan Herman selaku Paman Adan
mengatakan kalau pihak keluarga sudah
mengikhlaskan dengan semua takdir yang
terjadi kepada Adan dan Adan pun
berhasil dievakuasi jenazahnya lalu
dimakamkan di Jalan Lintas Timur km 20
Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru Riau
pada hari Selasa tanggal 5 Desember
tahun
2023 Oke kita ke cerita dari korban
selanjutnya kali ini cerita dari Divo
Handra Divo ini adalah salah satu
pendaki yang terpisah dari
teman-temannya geng Divo berserta dengan
teman-teman rombongannya di saat itu
berusaha untuk menyelamatkan diri di
saat erupsi terjadi mereka semua panik
dan menyebabkan kaki Divo patah karena
tergelincir jadilah Divo tidak bisa
menyelamatkan dirinya di saat semua
rombongan berusaha untuk menyelamatkan
diri Divo menyadari kalau dia enggak
bakal bisa menyelamatkan diri lagi
karena kondisi dia yang tidak
memungkinkan dan ketika tahu kalau dia
tidak mungkin ikut turun gunung akhirnya
Divo ini meminta kepada salah satu teman
pendaki yang merupakan perempuan bernama
Tita nah di saat itu dia bilang dia
tidak mau merepotkan teman-teman yang
lain dan Divo meminta untuk ditinggalkan
di sana agar Tita temannya tersebut bisa
menyelamatkan diri ya tentu aja di saat
itu Tita enggak mau dia enggak mau
ninggalin Divo dia takut ninggalin Divo
sendirian di sana tetapi Divo terus saja
memaksa Dita dan meyakinkan Dita kalau
dia tidak akan bertahan dengan kondisi
kaki yang sudah patah jadilah di saat
itu Dita yang tidak bisa berpikir
lama-lama memilih untuk meninggalkan
Divo sesuai dengan permintaan Divo dan
Tita berlari menyelamatkan diri sembari
menangis mengingat temannya Divo yang
dia tinggalkan Dan di saat itu Tita pun
berhasil selamat Tita langsung
menyampaikan semua kejadian dan
permintaan dari Divo yang minta
ditinggalkan kepada pihak keluarga Divo
[Musik]
Oke sekarang kita ke cerita selanjutnya
cerita kali ini datang dari pendaki yang
bernama Novita Intansari dan wahlul
Adera
yang menyedihkan dalam kasus mereka ini
adalah Mereka berdua adalah ibu dan anak
mereka berasal dari lubuk miurun
Kecamatan kotoangah Kota Padang ketika
melakukan pendakian Novita ini sempat
melakukan live di Facebooknya di saat
itu dia melakukan pendakian bersama
anaknya dan juga beberapa pendaki lain
yang teridentifikasi sebagai yasirli
Amri dan Zafirah zahrim Febrina yang
sebelumnya sempat kita ceritakan dia
bahkan sempat live Facebook ketika
sampai di Tugu Abel salah satu anggota
keluarga mereka yang bernama Nurhayati
mengatakan kalau Novita baru kali itu
mendaki untuk menemani anaknya wahlul
yang merupakan mahasiswa Politeknik
Negeri Padang yang menyedihkannya adalah
mereka semua meninggal dunia dalam
kejadian erupsi gunung Marapi tersebut
nah pemakaman ibu dan anak ini dilakukan
di pemakaman keluarga yang berada di
daerah Lubuk Minturun lalu selain cerita
dari keempat korban timsar juga
menemukan sebuah fenomena yang
benar-benar bikin haru yang di mana ada
korban yang ditemukan dalam posisi
berpelukan nah menurut informasi posisi
berpelukan para korban ini dimaksudkan
untuk melindungi satu orang perempuan
yang berada di tengah-tengah para
pendaki laki-laki jadi perempuan itu
dilindungi oleh semua para laki-laki
agar dia terhindar dari abu vulkanik
namun sedihnya tidak ada satupun dari
mereka termasuk si perempuan yang
dilindungi tersebut yang selamat dan
beberapa dari korban lain ada yang di
ditemukan dalam posisi telungkup ada
juga yang terguling dari batu Cadas
sampai ke
bawah nah itu dia geng cerita mengenai
erupsi gunung Marapi banyak pelajaran
yang bisa kita ambil dari kisah ini geng
yang pertama yang sudah pasti kita harus
tetap waspada dan jangan pernah Abai
dengan peringatan bencana alam apapun
harus tetap waspada dan berhati-hati
Lalu pelajaran selanjutnya yang kita
bisa contoh dari para korban adalah
saling tolongmenolong apapun kondisinya
kita tetap harus saling tolong-menolong
Nah untuk para korban yang berpulang
dalam kejadian bencana alam erupsi
gunung merapi ini gua mengucapkan
belasngkawa sedalam-dalamnya
sebesar-besarnya dan Mari kita sama-sama
mendoakan untuk para korban semoga
diampuni semua dosanya di dunia dan
diberikan tempat terbaik di sisi yang
maha esa dan untuk para keluarga semoga
diberikan ketabahan amin ya rabbal
alamin
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:02 UTC
Categories
Manage