File TXT tidak ditemukan.
Transcript
Qvyde9Hd8OE • FBI & INTERPOL PURSUIT MAN FROM KALIMANTAN FOR "HACKING IN 43 COUNTRIES"
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1038_Qvyde9Hd8OE.txt
Kind: captions
Language: id
itu harus bisa membuat sebuah program
atau membuat sebuah aplikasi yang
nantinya aplikasi itu dipakai untuk
membobol atau meretas website-website
orang lain di saat itulah dia mulai
membangun tuh sebuah program atau sebuah
aplikasi yang akan dia gunakan untuk
percobaan pembobolan web nah di saat itu
berhasillah dia membuat sebuah program
untuk meretas data tepatnya di tahun
2018 dia memperjual belikan program yang
berhasil dia buat tersebut untuk
teman-temannya yo geng tekan tombol
subscribe geng e Yo what's good Welcome
back to kamar
[Musik]
Jerry genggeng hari ini kita akan
kembali membahas tentang hacker Tapi
kali ini justru kejadiannya nya atau
kasusnya terjadi di dalam negeri alias
di Indonesia Pasti kalian enggak bakal
nyangka nih Geng kalau kasus ini bakal
menjadi kasus yang harus ditangani oleh
Polisi internasional interpol dan juga
polisi Amerika yaitu FBI Kalau kemarin
kan kita udah sempat ngebahas tentang
salah seorang hacker yang berhasil
membobol projject game GTA 6 milik
perusahaan Rockstar yang gilanya adalah
hacker tersebut merupakan seorang bocah
pengidap autisme bahkan ketika dia sudah
ditangkap hanya bermodalkan peralatan
yang ada di sebuah hotel tempat dia
ditahan dia tetap bisa melakukan
pembobolan dan juga pengancaman bagi
perusahaan-perusahaan yang dia hack nah
kali ini ceritanya berbeda hacker yang
akan kita bahas itu berasal dari daerah
yang bernama amuntani Kalimantan Selatan
Nah mungkin di sini kalian yang menonton
ada yang berasal dari Kalimantan atau
terkhususnya dari Kalimantan Selatan
boleh tinggalkan komentar di bawah
karena ini kejadiannya di daerah kalian
hacker yang akan kita bahas ini bernama
Riswanda Nur Saputra alias rns singkatan
namanya umurnya masih terbilang muda
yaitu 21 tahun Walaupun dia masih muda
tetapi hacker yang satu ini track
recordnya Enggak main-main dia tidak
hanya membobol aset digital milik satu
atau dua orang doang tetapi korbannya
itu sampai Ribuan Orang di seluruh dunia
bisa kebayang Enggak tuh anak umur 21
tahun tinggalnya di daerah Kalimantan
Indonesia tetapi bisa membobol aset
digital milik Ribuan Orang yang membuat
gua takjub ini bocah dari kecil memang
sudah familiar dengan yang namanya
pemograman komputer dan juga coding jadi
dari kecil tuh memang orang tuanya sudah
mengarahkan dia ke sana tetapi bukan
berarti orang tuanya itu meminta dia
untuk melakukan kejahatan cyber tetapi
mengarahkan dalam artian agar si rns ini
pintar dalam bidang ilmu komputer jadi
bisa dikatakan sedari kecil kalau untuk
urusan it dia sudah sangat familiar jadi
beda banget dengan anak-anak seangkatan
dia yang mungkin di masa kecilnya sibuk
dengan game ya sama-sama memainkan
komputer atau program komputer atau
gadget lah tetapi bedanya dia dia tidak
memainkan game tersebut lebih kepada
membongkar Bagaimana cara game itu
bekerja atau sistem dari
aplikasi-aplikasi komputer bekerja nah
ternyata kepintaran dia di dunia it ini
justru membuat dia di masa depan menjadi
seorang hacker yang berbahaya
sampai-sampai dia ini menjadi buronan
interpol ASEAN dan juga F F Bi dan Dalam
pengajaran rns ini pihak FBI dan
interpol itu sampai dibantu oleh Bares
krim poolri agar bisa mengetahui titik
di mana rns ini Berada Bagaimana cerita
selengkapnya tentang si hacker asal
Kalimantan ini langsung aja kita bahas
track record dia secara lengkap di sisi
[Musik]
lain
[Musik]
Oke sebelumnya kita bahas dulu profile
dari si
hacker namanya itu adalah Riswanda Nur
saaputra atau disingkat dengan rns Dia
berumur 2 1 tahun dan dari
background-nya dia ini adalah anak
broken home yang mana kedua orang tuanya
itu sudah berpisah dari beberapa
informasi yang gua dapat dikatakan kedua
orang tuanya itu merupakan pegawai
negeri sipil bahkan ibunya adalah
seorang guru sebagai anak yang broken
home Riswanda ini hidup dengan kondisi
ekonomi yang pas-pasan sehingga hal ini
membuat Riswanda tidak punya kesempatan
untuk menempuh pendidikan yang lebih
tinggi lagi atau tidak bisa berkuliah
karena keterbatasan biaya Nah tapi dia
ini punya motivasi hidup yang tinggi ya
karena sedari kecil tidak bisa merasakan
hidup enak hidup serba pas-pasan Tetapi
dia punya mimpi yang besar Nah akhirnya
hal ini membuat tekad dia semakin besar
untuk bisa
sukses lalu ketika dia masih kecil
tepatnya ketika masih SD nih geng
Riswanda ini memang sudah tertarik
dengan ilmu teknologi atau dunia it
sehingga pada tahun 2012 ketika dia
masih kelas 6 SD kedua orang tuanya itu
sepakat untuk membelikan Riswanda
komputer dan mulai Di saat itulah
Riswanda semakin menunjukkan
ketertarikannya terhadap komputer Dan
dia bahkan mempelajari segala aspek dan
selukbeluk dari komputer tersebut ketika
itu dia merasa sangat penasaran ini
komputer kok bisa pintar banget Terus
cara jalannya gimana sih Apakah cukup
dengan listrik doang terus komputer ini
bisa bekerja atau ada aspek lain ada
komponen lain lain yang bisa dibongkar
dan dipelajari seiring perjalanan waktu
dia mulai mengenal struktur-struktur
tentang komputer terutama pada software
ya biasanya Kebanyakan orang melihat
komputer itu di hardware-nya ya kan
Misalkan ada VGA ada ram-nya ada
monitornya dan lain-lain nah Tetapi dia
justru tertarik dengan aplikasinya
software-nya gitu nah dia bertanya-tanya
nih Gimana sih cara pembuatan software
Gimana ya cara orang bisa menciptakan
software ini sehingga software ini bisa
dikendalikan dan bahkan software itu
secara pintar ber Jalan secara otomatis
nah mulailah tuh Semenjak dia masuk SMP
ya tepatnya di kelas 1 SMP dia mulai
mendalami tentang pemrograman tentang
coding yaitu sebuah ilmu yang
mempelajari bagaimana caranya membangun
sebuah software komputer ya membuat
aplikasi ternyata hal ini membuat dia
semakin tertarik untuk lebih dalam
mempelajari hal tersebut dan terus dia
lakukan dan dia pelajari sampai dia
masuk ke SMK sekolah menengah kejuruan
di saat itu dia sekolah di daerah
amuntani dengan mengambil jurusan Teknik
jaringan komputer atau TKJ selama dia
sekolah di sana ternyata dia jenius
banget geng pintar banget dia bahkan
sampai bisa mewakili Provinsi Kalimantan
di sebuah lomba web desain bahasa
pemograman ketika dia masih kelas 2 SMK
Kelas 2 SMK udah bisa ahli loh di dalam
ilmu bahasa pemograman itu canggih
banget di dalam lomba itu Bahkan dia
bisa menjadi juara pertama untuk tingkat
provinsi geng dan di tingkat nasional
dia mendapatkan peringkat 12 nah namun
hal itu tidak semerta-merta
menggambarkan kalau dia ini tidak J news
ya yang namanya perlombaan kan selain
ditentukan oleh skill ditentukan juga
oleh faktor hoki faktor nasib dan
lain-lain gitu Nah setelah itu Riswanda
ini semakin tertarik dan mulai
mempelajari secara otodidak tentang
bahasa pemrograman sampai-sampai dia
menemukan ilmu yang tidak dia dapatkan
di sekolah jadi dia bisa mendapatkan
ilmu tersebut karena nyari sendiri baik
itu itu secara tutorial di YouTube atau
dari blog-blog website-website sehingga
dia bisa menjadi lebih jenius atau lebih
pintar daripada teman-temannya yang lain
yang hanya mendapatkan ilmu di
sekolah Salah satu hal yang
sangat-sangat ingin dia tahu adalah
bagaimana cara untuk meretas nah
ternyata cara untuk menjadi seorang
hacker itu harus bisa membuat sebuah
program atau membuat sebuah aplikasi
yang nanti nya aplikasi itu dipakai
untuk membobol atau meretas
website-website orang lain di saat
itulah dia mulai membangun tuh sebuah
program atau sebuah aplikasi yang akan
dia gunakan untuk percobaan pembobolan
web nah di saat itu berhasillah dia
membuat sebuah program untuk meretas
data tepatnya di tahun 2018 dia
memperjual belikan program yang berhasil
dia buat tersebut untuk teman-temannya
nah Namun siapa sangka nih geng ternyata
program yang dia jual ke temannya
tersebut merupakan awal mula program
ciptaannya ini bisa tersebar ke seluruh
dunia hal ini bermula gara-gara teman
yang membeli programnya itu mempunyai
teman dari luar negeri dan teman dari
luar negeri ini juga berminat dengan
program yang dibuat oleh Riswanda Dan di
saat itu Riswanda mulai menyadari kalau
program buatannya ini ada pasarnya alias
ada peminat dan bisa diperjual belikan
yang akhirnya dia semakin berinisiatif
untuk mengkomersilkan atau memperjual
belikan program buatannya tersebut di
media sosial dari sinilah satu demi satu
orang-orang mulai mengetahui sebuah
program peretas data milik Riswanda dan
mulai membeli program tersebut dan
Riswanda menghasilkan banyak uang dari
hasil
penjualannya pembelinya juga tidak hanya
berasal dari Indonesia aja awalnya
menyebar sampai ke Asia Tenggara lalu
seluruh Asia dan bahkan sampai Eropa dan
juga Amerika tetapi customer Yang
membeli program Riswanda ini justru
banyaknya itu adalah bule-bule yang
berasal dari Amerika geng baru di posisi
kedua disusul oleh orang-orang yang
berasal dari Cina dan Hongkong dan dari
penjualannya tersebut Riswanda ini
menetapkan harga yang berbeda-beda
tergantung dari mana asal customernya
itu ya antara orang Asia dengan orang
Amerika itu dia bikin harga yang berbeda
misalkan untuk wilayah Asia seperti
Indonesia misalnya itu dikenalkan biaya
mulai dari Rp900.000 sampai dengan R
juta sementara untuk wilayah Amerika itu
dikenakan biaya sampai dengan Rp1,5 juta
yang mana dikatakan menurut dia pembeli
program ciptaannya itu sudah mencapai
400 orang jadi bisa dikalikan aja tuh
kalau satu orang R juta berarti dia
sudah meraup keuntungan sekitar 400 juta
Dari hasil penjualan programnya aja ya
Belum lagi dengan hal-hal lainlah
misalkan dia ngeretas data orang terus
dia dapat penghasilan dari situ pokoknya
umur 21 tahun nih orang sudah
mengantongi uang yang sangat banyak ada
informasi yang mengatakan kalau Riswanda
ini menjual programnya tersebut
menggunakan situs yang transaksinya
menggunakan Bitcoin yaitu situs 16 shop
atau 16 shop dan 16 shop ini dilakukan
untuk melakukan pcing ke Apple Amazon
Paypal dan juga cash app sampai dengan
aplikasi penyedia kartu kredit American
Express jadi yang di bobol itu enggak
main-main nah Riswanda membuat program
ini memang terkhusus untuk sebagai media
dalam melakukan peretasan jadi bisa
dikatakan bukan dia yang nge-hack
langsung tetapi orang-orang yang sudah
beli programnya dia ini mengerjakan
sendiri jadi ya bisa dikatakan hackernya
si pembeli itu mereka yang melakukan
aksi pembobolan tetapi tetap aja program
tersebut atau alat untuk nge-hack
tersebut adalah ciptaan dari Riswanda
nah lalu kebanyakan dari para korban
yang terjebak dengan program buatan
Riswanda ini biasanya akan kebobolan
berupa data pribadi mereka Misalkan
seperti kartu kredit foto KTP foto
pasport dan juga lain-lain nah hal ini
bahaya banget geng bisa-bisa semua data
pribadi itu disalah gunakan ya simpelnya
kayak misalkan Kalian kececer ktp-nya
itu kan bisa digunakan buat pinjol atau
bisa digunakan buat hal-hal lain untuk
melakukan penipuan-penipuan dengan data
kalian Nah makanya program yang dibuat
oleh Riswanda ini sangat berbahaya nah
lalu geng di samping dia ini ahli dengan
it ahli dengan pemrograman komputer
ternyata Wanda juga memiliki hobi
fotografi yang mana Ini hanya menjadi
hobi sampingan atau aktivitas sampingan
dia selain menjual program hacking nah
namun yang bikin salut dari si Ris Wanda
ini adalah ketika dia meraup banyak
keuntungan dari hasil penjualan program
peretasan tersebut dia enggak
semerta-merta terbuai dengan zona nyaman
itu jadi dia enggak terus-menerus
menjadi seorang hacker yang merugikan
banyak orang tetapi di saat itu dia
berpikir Dari hasil penjualan program
tersebut dia sudah mendapatkan banyak
uang dan dia merencanakan untuk bisa
melanjutkan pendidikan ke jenjang
perkuliahan jadi karena merasa oke udah
punya duit nih harus kuliah enggak
semerta-merta ya udah punya duit Stay di
situ aja tetap bekerja dia tetap
memikirkan yang namanya pendidikan Nah
akhirnya dia pun bisa kuliah menggunakan
uang dari hasil penjualan program
peretasan tersebut geng dan selama
berkuliah itu dia itu udah Sempat
terpikir kalau Apa yang dia lakukan ini
sebenarnya salah nah namun di balik itu
semua Dia enggak punya pilihan lain hal
tersebut tetap dia lakukan karena dia
harus bertahan hidup jadi mau tidak mau
dia tetap melakukan hal tersebut ya
mungkin timbul pertanyaan dari Kalian
nih ya dia kan ahli nih di bidang IT
ngapain nge-hack Kenapa tidak bekerja di
perusahaan besar aja udah pasti ya orang
seperti dia ilmunya akan sangat berguna
gitu kan itu memang anggapan kita geng
tetapi fakta di lapangan menurut
Pengakuan dari Riswanda dia ini sudah
sangat-sangat berusaha untuk mencari
pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya
namun lagi-lagi belum ada lapangan
pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya
sekalinya ada sudah diisi oleh orang
karena ya di Indonesia persaingan dunia
kerja itu benar-benar ketat sarjananya
mah banyak atau orang-orang yang
pintarnya mah banyak lapangan
pekerjaannya yang sedikit dan di saat
itulah mau tidak mau Riswanda ini
mencari jalan lain untuk bisa bertahan
hidup dan menghasilkan uang yaitu alat
untuk meretas atau program untuk meretas
data-data orang lain kalau menurut
kalian gimana tuh geng kalau kalian di
posisinya Riswanda ini kalian lebih
milih untuk kerja di perusahaan atau
justru jadi hacker kayak dia gini ya kan
kerja di rumah cukup dengan internet
lalu bisa menghasilkan uang Coba deh
Menurut kalian gimana tinggalkan
komentar di bawah Oke sekarang kita
masuk ke dalam pembahasan kronologi
penangkapan dari si Riswanda
ini Oke seperti yang gua katakan
sebelumnya geng korban dari program yang
dibuat oleh Riswanda ini sudah sudah
mencapai Ke mancanegara alias sampai ke
luar negeri nah ternyata penangkapan
Riwanda ini berawal dari seorang korban
yang berasal dari Jepang di saat itu si
korban ini melaporkan pembobolan data
yang dia alami sehingga menyebabkan
kerugian yang sangat besar bagi orang
tersebut akhirnya hal ini ditanggapi
oleh kepolisian
Jepang investigasi pun dilakukan oleh
pihak otoritas Jepang dan kasus ini
mulai mengarah ke Indonesia di saat itu
diketahui kalau program yang digunakan
oleh hacker dalam membobol data pribadi
milik si korban itu berasal dari
Indonesia enggak mudah bagi pihak
otoritas Jepang bisa mengungkap kasus
ini geng mereka melakukan investigasi
selama bertahun-tahun sampai akhirnya
bekerja sama dengan otoritas Indonesia
dan juga interpol jadi Kejadian ini
sekitar tahun 2019 di saat itu kerugian
yang dialami oleh korban yang berasal
dari Jepang ini enggak main-main yaitu
dia sampai harus membayar tagihan Kredit
card dengan jumlah yang enggak sedikit
ini gara-gara program pising yang dibuat
oleh Riswanda itu total kerugiannya
mencapai
1,5 triliun atau ya r00 miliar bahasanya
ya wah gila banyak banget geng dalam
tempo waktu 6 bulan doang tuh itu kan
kejadiannya 2019 lalu beranjak ke tahun
2020 kepolisian dari prefektur Osaka
mulai mengetahui kalau ada seseorang
yang berhasil mendapatkan akses secara
ilegal ke op ator Cloud domestik
Jepang yang mana posisinya di saat itu
Riswanda memang sedang menjadi incaran
tetapi belum ada titik terang yang
mengarah kepada dia nah masing-masing
polisi dari berbagai negara mulai
mencari tahu hal itu nah lalu geng
Riswanda ini diketahui pernah
menghubungi
cybertreat.id pada tanggal 5 Maret tahun
2021 di saat itu dia menanggapi laporan
perusahaan keamanan cyber yang bernama
zeroox yang mana zeroox ini mengaitkan
Riswanda dengan alat pertas 16 shop yang
dipakai untuk mencuri data dari para
pengguna aplikasi cash app yaitu sebuah
layanan pembayaran melalui handphone
yang dikembangkan oleh Square Ink nah di
saat Riswanda menghubungi cyber treid
dia menerangkan kalau dia sudah tidak
ada hubungannya lagi dengan 16 shop dia
udah enggak terlibat apapun dengan
program tersebut dia udah enggak ada
tanggung jawab apapun udah enggak
terikat sama sekali Nah memang program
itu dia akui ada adalah buatan dia dia
mengaku kalau dia adalah developer versi
awal dari 16 shop tetapi untuk kasus
cash App dia sudah tidak terlibat apapun
di sana dia udah enggak tahu apakah
aplikasi tersebut atau program tersebut
sudah dikembangkan oleh para hacker atau
masih menggunakan sistem lama atau cara
lama ketika pertama kali dibuat oleh
Riswanda 16 shop yang dibuat oleh
Riswanda pada awalnya dipakai untuk
menyerang user dari Apple Paypal dan
juga Amazon yang mana dia bilang dia
melakukan hal itu itu dalam rentan waktu
tahun 2017 sampai dengan 2019 dia
mengaku dia hanya membuat programnya aja
untuk keterlibatan dalam pencurian data
dia sama sekali tidak terlibat karena
program tersebut dia perjualbikan jadi
untuk penggunaannya Ya terserah yang
beli mau menggunakan untuk apa
sebenarnya di dalam hal ini dia membuat
sebuah program yang mana dipergunakan
oleh banyak orang yang membeli program
tersebut untuk membobol data orang lain
dan itu masuknya ke kriminal Riswanda di
dalam hal ini juga mengaku kalau dia
sudah tidak terlibat lagi dalam six shop
sejak akhir tahun 2019 atau sekitar
tahun 2020 dan penjualan program 16 shop
ini saat ini justru dilakukan oleh dua
orang temannya yang kebetulan sama sama
orang Indonesia jadi Riswanda sudah
tidak kebagian lagi Dari hasil penjualan
tersebut yang meneruskan penjualan
program itu justru teman-temannya dia
hanya penciptanya
aja lalu gengs sebelum itu Riswanda ini
juga sempat muncul dalam sebuah laporan
keamanan cyber Global yaitu ekem dan
mcevy jejak Riswanda ditemukan di 16
shop juga dalam bentuk alamat email
dengan nama samaran divil screm dan Di
sana juga ada beberapa salinan kode
skript yang menggunakan bahasa Indonesia
bahkan Wah gila engak tuh karena
penciptanya orang Indonesia tiba-tiba
ada salinan kode skrip bahasa
Indonesianya ya langsung ketahuanlah
asal negara pembuat aplikasi untuk
meretas tersebut namun di saat itu
Riswanda belum pernah dihubungi oleh
pihak kepolisian sama sama sekali Nah
Tetapi dia berencana apabila dia
ditangkap dia berjanji akan koperatif
kalau sewaktu-waktu dimintai keterangan
namun meskipun pengakuan Riswanda dia
sudah tidak terlibat lagi dalam program
16 shop yang dia bangun ini tetapi dia
mengakui memang di awal-awal Dia
membangun six shop itu dia sudah meraup
banyak keuntungan dari aplikasi yang
berubah menjadi alat untuk kriminal
tersebut ada informasi yang mengatakan
dari hasil membuat program tersebut
total yang sudah dikantongi oleh
Riswanda itu sekitar rp1,7
miliar dan dari hasil itu semua Riswanda
selain melanjutkan pendidikannya dia
juga membeli beberapa barang mewah
berupa sebuah mobil BMW bekas dan tiga
sepeda
motor nah lalu enggak tanggung-tanggung
juga dia langsung melamar kekasihnya
langsung menikah menggunakan uang dari
hasil penjualan 16 shop tersebut dan
menurut beberapa informasi dikatakan
untuk saat ini Riswanda sudah memiliki
satu orang anak Nah berbicara so soal
barang-barang mewah yang dimiliki oleh
Riswanda sebenarnya para tetangganya itu
sudah mulai curiga jadi Riswanda ini
tinggal di sebuah daerah yang
lingkungannya bukan orang-orang berada
gitu jadi ketika ada warga yang membeli
barang mewah udah pasti ke Spotlight
gitu kan kelihatan banget nih jadi warga
di situ merasa aneh dan curiga dari mana
Riswanda mendapatkan uang ketika membeli
sebuah mobil BMW meskipun itu bekas gitu
Ya tapi kan itu termasuk mobil mahal dan
juga Sekaligus tiga motor dia beli Dan
di saat itu banyak orang yang menuduh
dia melakukan pesugihan atau justru
memelihara tuyul atau babi ngepet
katanya namun Riswanda ini tidak pernah
ambil pusing karena di saat itu yang
perlu dia lindungi adalah kerahasiaan
tentang pekerjaannya yang sebenarnya
termasuk pekerjaan ilegal hanya saja
walaupun ilegal dia bekerja secara
profesional dan termasuk kepada cara
kerja pintar atau jenius dan selama
Riswanda tinggal di daerahnya tersebut
memang tidak ada satu pun dari para
tetangganya yang mengetti ahui kalau dia
adalah seorang hacker atau pencipta
program hacker yang sedang diincar oleh
dunia
internasional total jumlah akun yang
berhasil dibobol itu sebanyak 70.000
akun dan itu semua merupakan data dari
perusahaan Unicorn internasional yang
tersebar di 43 negara dan ini merupakan
kejahatan tingkat internasional yang
membuat FBI dan interpol sampai turun
tangan untuk menangani kasus sini dan
mengincar Riswanda Nah akhirnya Riswanda
ini bisa tertangkap berkat adanya
kerjaasama antara FBI dan interpol
dengan pihak Kepolisian Indonesia pihak
kepolisian sudah memeriksa sebanyak 30
orang saksi yang terdiri dari 24 orang
warga negara Indonesia dan enam orang
warga negara asing yang juga terkait
dengan kasus ini Nah mungkin bisa jadi
mereka ini adalah pembeli programnya
Riswanda yang mana mereka untuk
sementara itu menjadi saksi dimintai
keterangan dan nanti bisa saja merembet
mereka ini menjadi tersangka karenakan
mereka yang menjalankan program tersebut
sementara Riswanda hanya si pencipta
atau pembuatnya pihak kepolisian juga
meminta keterangan dari beberapa saksi
ahli seperti dari laboratorium digital
forensic programmer dari Universitas
Bina Nusantara atau Binus dan juga ahli
ite dari Kementerian komunikasi dan
saksi ahli dari lab forensic Polri Nah
akhirnya setelah melalui proses
Investigasi yang panjang Riswanda pun
ditangkap di daerah Banjarmasin
Kalimantan Selatan setelah ah Bares krim
Polri menerima surat ntionional Central
biru atau ncb interpol yang dikeluarkan
pada tanggal 25 Februari tahun 2021 dan
juga surat dari kedotaan besar Amerika
Serikat perihal adanya pcing tool atau
metode untuk melakukan penipuan dengan
mengelabui target untuk mencuri akun si
target tersebut dan juga crredit card
dari target tersebut dan semua ini
dilakukan melalui website 16 shop dan
pemilik dari website ini dikatakan
gal di Indonesia yaitu tidak lain
bernama
Riswanda dalam penangkapan Riswanda ini
pihak kepolisian menyita beberapa barang
bukti yaitu sebuah handphone Apple
berjenis iPhone 11 pro satu Apple watch
satu buku tabungan Tahapan BCA satu unit
motor Honda Scoopy 1 unit motor Yamaha
R6 dan satu unit motor lain dari brand
Kawasaki dan satu unit mobil BMW 320i
serta satu buah KTP dan 2 unit laptop
canggih nah tapi geng dengan
ditangkapnya Riswanda ini masih belum
menyelesaikan kasus yang ada di Jepang
karena berdasarkan Pengakuan dari
Riswanda dia enggak ngelakuin pembobolan
atau aksi hacking yang terjadi di Jepang
karena dia mengaku hanya menjual alat
tersebut atau programnya aja sehingga
dia tidak mengakui kalau dia terlibat di
dalam aksi yang terjadi di Jepang
tersebut akhirnya pada awal tahun 2023
dibentuklah tim gabungan untuk
menyelidiki siap tersangka yang
melakukan kejahatan cyber di Jepang ini
dan pada bulan Juli tahun 2023 polisi
Indonesia datang ke Jepang untuk
melakukan penyelidikan
bersama nah singkat cerita pihak
kepolisian Osaka menemukan sebuah
komputer yang digunakan dalam serangan
cyber yang berujung pada penangkapan
seorang pria yang merupakan Warga Negara
Indonesia yang berusia 40 tahun bernama
derkisna dia ini tinggal di Jepang
tepatnya di prefektur kanagawa nah dia
ini sudah diincar oleh kepolisian Osaka
dari 2020 2 tahun pengejaran baru
ketangkap tuh pada tahun 2023 tangkapnya
Der kalisna ini ditangkap dengan berupa
barang bukti dia menggunakan software
buatan dari Riswanda dengan media 16
shop yang sempat kita bahas tadi yang
mana di 16 shop ini dia membuat situs
belanja palsu dan mencuri nomor kartu
kredit serta beberapa barang lainnya
lalu kemudian barang-barang yang
berhasil dia beli dari membobol kartu
kredit tersebut barulah dia lelang dia
jual dengan harga murah Nah jadi para
hacker ini jarang sekali Geng kalau
misalkan dia mau beli barang itu
langsung pakai kartu kredit yang dia
bobol biasanya dia akan membeli barang
lain dulu nah barang itu nyampe barang
ini dijual sama dia kalau udah dijual
uang hasil dari penjualan itu baru dia
belikan untuk kebutuhan dia Misalkan dia
mau beli mobil beli rumah nah jadi tidak
langsung menggunakan kartu kredit yang
dia bobol dari hasil penangkapan siid
Der kalisna ini pihak kepolisian Je
Jepang mendapatkan beberapa informasi
yang mana salah satunya Der ini
dikatakan melakukan pembelian ilegal di
Jepang dan mengirimkan produk yang dia
beli tersebut kepada seorang pria yang
tinggal di kanagawa serta beberapa orang
lain yang tercatat sebagai pelajar asal
Indonesia yang sedang bersekolah di
Jepang orang-orang Indonesia serta
pelajar Indonesia yang ada di Jepang ini
tugasnya adalah sebagai penjual atau
penadah barang-barang hasil pembelian
dari proses hacking dari proses
pembobolan Kredit card yang dilakukan
oleh derkisna Nah setelah Mereka menjual
barulah hasil penjualan itu mereka
setorkan ke derkalisna jadi Der kalisna
ini pintar caranya dia tidak bekerja
sendiri bahkan Der kalisna ini pernah
membeli sebuah komputer komputer canggih
komputer mahal gitu ya menggunakan kartu
kredit yang berhasil dia curi pada tahun
2019 dalam aksinya tersebut dia itu
sempat ketahuan dan sempat ditangkap
namun dia hanya dijatuhi hukuman
percobaan Nah tapi di kasus-kasus dia
yang ber berikutnya dia benar-benar
enggak dapat
ampun sekarang kita masuk ke dalam
proses persidangan
Riswanda nah Riswanda ini ketika
ditangkap oleh pihak dari interpol yang
bekerja sama dengan FBI dan juga
Kepolisian Indonesia nah dia ini justru
diidang di Indonesia geng jadi di dalam
sidang perdananya yang diselenggarakan
di pengadilan negeri Banjarbaru
Kalimantan Selatan tepat di hari Kamis
tanggal 17 Maret Tahun 2022 Riswanda
justru tidak dihadirkan di ruang sidang
tapi melainkan melakukan persidangan
secara online dari mapolres Banjarbaru
yang mana Sebelumnya dia sempat ditahan
di mabes pori nah di dalam dakwaan itu
masih berkenaan dengan pembuatan website
yang bernama six shop tadi karena memang
itu dia yang buat dan kerugiannya sudah
mencapai triliunan rupiah gara-gara
website
tersebut skrip yang dibuat oleh Riswanda
di dalam program 16 shop itu ternyata
canggih banget geng yang mana kelebi
bihannya bisa menghindari deteksi dari
pihak kepolisian cyber sehingga tidak
bisa terlacak dan program ini juga
dilengkapi menggunakan Del bahasa yang
dapat ditampilkan secara otomatis
berdasarkan lokasi dari para
korban singkat cerita sidang Riswanda
ini berlangsung sebanyak empat kali geng
di saat itu Riswanda didampingi oleh
Kuasa hukumnya yang bernama Edi Gutomo
nah menurut Kuasa hukumnya Riswanda
meskipun sudah empat kali dilakukan
persidangan JPU tetap tidak bisa
menghadirkan dan saksi atas kasus yang
menimpa Riswanda ini padahal sidang
tersebut diagendakan akan dilaksanakan
sampai 24 Kali Wah gila panjang banget
prosesnya dan menurut kuasa hukum
Riswanda dia berharap Riswanda ini tidak
diperlakukan seperti narapidana lain
atau pelaku-pelaku kriminal lain yang
dilakukan oleh Riswanda ini berbeda
dengan pelaku kejahatan pada umumnya ya
dia bukan membunuh dia bukan jual
narkoba atau hal-hal yang berbahaya
secara fisik secara langsung sung bisa
kita lihat itu mengerikan nah tapi
justru menurut si Kuasa hukumnya
Riswanda ini adalah aset bangsa yang
mana Kalau saja dia diberikan lapangan
pekerjaan ya dia enggak mungkin akan
menjadikan jalan yang ilegal ya kan yang
berbau kriminal sebagai jalan untuk
mencari nafkah atau menyambung hidup ya
karena kan background-nya itu tadi dia
ini ahli it tetapi enggak ada pekerjaan
ya akhirnya dia mencoba untuk memperjual
belikan sebuah program hacking atau
sebuah program pembobolan dan pencurian
data dengan tujuan bisa mendapatkan
uang nah lalu Edi selaku kuasa hukum
berharap pihak kepolisian justru
mengincar orang-orang yang menggunakan
program buatan Riswanda ini bukannya
Riswanda tetapi orang-orang yang
menggunakan yang membeli lalu
menjalankan program itu untuk mencuri
data orang lain nah mereka itulah yang
melakukan tindakan kejahatannya Ya
seperti yang gua katakan tadi Riswanda
ini ibarat Albert Einstein ketika Albert
Einstein menemukan unsur atom ya bukan
berarti Albert Einstein adalah pelaku
dari bom Hiroshima Nagasaki Ya itu kan
kesalahan dari Amerika gitu kan karena
Amerika yang menggunakan unsur tersebut
menjadi bahan peledak untuk membunuh
banyak orang nah begitu juga dengan
Riswanda yang dia lakukan hanya
menciptakan program tersebut dan yang
menggunakan program tersebut secara
ilegal adalah orang-orang yang membeli
nah kurang lebih harapan dari kuasa
hukum Riswanda seperti itu lalu dari
hasil sidang akhirnya Riswanda ini
dijatuhi hukuman penjara oleh majelis
hakim selama 2 tahun 6 bulan dan denda
sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan
kurungan serta biaya perkara sebesar
Rp5.000 tetapi dari Kabar terakhir yang
gua dapatkan ya dikatakan kalau Riswanda
ini sudah dibebaskan melalui pembebasan
bersyarat dan dia sekarang hidup di
Kalimantan tetapi Enggak tahu juga nih
wallahualam ya belum ada informasi yang
benar-benar jelas tentang nasib Riswanda
sampai sejauh ini mungkin teman-teman
ada yang mengetahui Bagaimana nasib dari
Riswanda boleh tinggalkan komentar di
bawah dan gimana geng Menurut kalian
kisah dari Riswanda ini Apakah kalian
tertarik untuk menjadi seorang hacker
juga ya mungkin enggak harus menjadi
blackhe hacker bisa jadi white head
hacker alias hacker-hacker yang menolong
orang hacker-hacker yang bekerja sebagai
buck Hunter mencari celah-celah pada
website-website besar lalu nanti diupah
gitu ya atau diberikan uang dari hasil
penemuan itu kan bisa aja nah semoga nih
ya kita doakan di Indonesia semakin
banyak orang-orang jenius orang-orang
pintar seperti Riswanda tetapi di Jalur
yang baik amin sor amin ya rabbal
[Musik]
alamin