File TXT tidak ditemukan.
Transcript
Qvyde9Hd8OE • FBI & INTERPOL PURSUIT MAN FROM KALIMANTAN FOR "HACKING IN 43 COUNTRIES"
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1038_Qvyde9Hd8OE.txt
Kind: captions Language: id itu harus bisa membuat sebuah program atau membuat sebuah aplikasi yang nantinya aplikasi itu dipakai untuk membobol atau meretas website-website orang lain di saat itulah dia mulai membangun tuh sebuah program atau sebuah aplikasi yang akan dia gunakan untuk percobaan pembobolan web nah di saat itu berhasillah dia membuat sebuah program untuk meretas data tepatnya di tahun 2018 dia memperjual belikan program yang berhasil dia buat tersebut untuk teman-temannya yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry genggeng hari ini kita akan kembali membahas tentang hacker Tapi kali ini justru kejadiannya nya atau kasusnya terjadi di dalam negeri alias di Indonesia Pasti kalian enggak bakal nyangka nih Geng kalau kasus ini bakal menjadi kasus yang harus ditangani oleh Polisi internasional interpol dan juga polisi Amerika yaitu FBI Kalau kemarin kan kita udah sempat ngebahas tentang salah seorang hacker yang berhasil membobol projject game GTA 6 milik perusahaan Rockstar yang gilanya adalah hacker tersebut merupakan seorang bocah pengidap autisme bahkan ketika dia sudah ditangkap hanya bermodalkan peralatan yang ada di sebuah hotel tempat dia ditahan dia tetap bisa melakukan pembobolan dan juga pengancaman bagi perusahaan-perusahaan yang dia hack nah kali ini ceritanya berbeda hacker yang akan kita bahas itu berasal dari daerah yang bernama amuntani Kalimantan Selatan Nah mungkin di sini kalian yang menonton ada yang berasal dari Kalimantan atau terkhususnya dari Kalimantan Selatan boleh tinggalkan komentar di bawah karena ini kejadiannya di daerah kalian hacker yang akan kita bahas ini bernama Riswanda Nur Saputra alias rns singkatan namanya umurnya masih terbilang muda yaitu 21 tahun Walaupun dia masih muda tetapi hacker yang satu ini track recordnya Enggak main-main dia tidak hanya membobol aset digital milik satu atau dua orang doang tetapi korbannya itu sampai Ribuan Orang di seluruh dunia bisa kebayang Enggak tuh anak umur 21 tahun tinggalnya di daerah Kalimantan Indonesia tetapi bisa membobol aset digital milik Ribuan Orang yang membuat gua takjub ini bocah dari kecil memang sudah familiar dengan yang namanya pemograman komputer dan juga coding jadi dari kecil tuh memang orang tuanya sudah mengarahkan dia ke sana tetapi bukan berarti orang tuanya itu meminta dia untuk melakukan kejahatan cyber tetapi mengarahkan dalam artian agar si rns ini pintar dalam bidang ilmu komputer jadi bisa dikatakan sedari kecil kalau untuk urusan it dia sudah sangat familiar jadi beda banget dengan anak-anak seangkatan dia yang mungkin di masa kecilnya sibuk dengan game ya sama-sama memainkan komputer atau program komputer atau gadget lah tetapi bedanya dia dia tidak memainkan game tersebut lebih kepada membongkar Bagaimana cara game itu bekerja atau sistem dari aplikasi-aplikasi komputer bekerja nah ternyata kepintaran dia di dunia it ini justru membuat dia di masa depan menjadi seorang hacker yang berbahaya sampai-sampai dia ini menjadi buronan interpol ASEAN dan juga F F Bi dan Dalam pengajaran rns ini pihak FBI dan interpol itu sampai dibantu oleh Bares krim poolri agar bisa mengetahui titik di mana rns ini Berada Bagaimana cerita selengkapnya tentang si hacker asal Kalimantan ini langsung aja kita bahas track record dia secara lengkap di sisi [Musik] lain [Musik] Oke sebelumnya kita bahas dulu profile dari si hacker namanya itu adalah Riswanda Nur saaputra atau disingkat dengan rns Dia berumur 2 1 tahun dan dari background-nya dia ini adalah anak broken home yang mana kedua orang tuanya itu sudah berpisah dari beberapa informasi yang gua dapat dikatakan kedua orang tuanya itu merupakan pegawai negeri sipil bahkan ibunya adalah seorang guru sebagai anak yang broken home Riswanda ini hidup dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan sehingga hal ini membuat Riswanda tidak punya kesempatan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi atau tidak bisa berkuliah karena keterbatasan biaya Nah tapi dia ini punya motivasi hidup yang tinggi ya karena sedari kecil tidak bisa merasakan hidup enak hidup serba pas-pasan Tetapi dia punya mimpi yang besar Nah akhirnya hal ini membuat tekad dia semakin besar untuk bisa sukses lalu ketika dia masih kecil tepatnya ketika masih SD nih geng Riswanda ini memang sudah tertarik dengan ilmu teknologi atau dunia it sehingga pada tahun 2012 ketika dia masih kelas 6 SD kedua orang tuanya itu sepakat untuk membelikan Riswanda komputer dan mulai Di saat itulah Riswanda semakin menunjukkan ketertarikannya terhadap komputer Dan dia bahkan mempelajari segala aspek dan selukbeluk dari komputer tersebut ketika itu dia merasa sangat penasaran ini komputer kok bisa pintar banget Terus cara jalannya gimana sih Apakah cukup dengan listrik doang terus komputer ini bisa bekerja atau ada aspek lain ada komponen lain lain yang bisa dibongkar dan dipelajari seiring perjalanan waktu dia mulai mengenal struktur-struktur tentang komputer terutama pada software ya biasanya Kebanyakan orang melihat komputer itu di hardware-nya ya kan Misalkan ada VGA ada ram-nya ada monitornya dan lain-lain nah Tetapi dia justru tertarik dengan aplikasinya software-nya gitu nah dia bertanya-tanya nih Gimana sih cara pembuatan software Gimana ya cara orang bisa menciptakan software ini sehingga software ini bisa dikendalikan dan bahkan software itu secara pintar ber Jalan secara otomatis nah mulailah tuh Semenjak dia masuk SMP ya tepatnya di kelas 1 SMP dia mulai mendalami tentang pemrograman tentang coding yaitu sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana caranya membangun sebuah software komputer ya membuat aplikasi ternyata hal ini membuat dia semakin tertarik untuk lebih dalam mempelajari hal tersebut dan terus dia lakukan dan dia pelajari sampai dia masuk ke SMK sekolah menengah kejuruan di saat itu dia sekolah di daerah amuntani dengan mengambil jurusan Teknik jaringan komputer atau TKJ selama dia sekolah di sana ternyata dia jenius banget geng pintar banget dia bahkan sampai bisa mewakili Provinsi Kalimantan di sebuah lomba web desain bahasa pemograman ketika dia masih kelas 2 SMK Kelas 2 SMK udah bisa ahli loh di dalam ilmu bahasa pemograman itu canggih banget di dalam lomba itu Bahkan dia bisa menjadi juara pertama untuk tingkat provinsi geng dan di tingkat nasional dia mendapatkan peringkat 12 nah namun hal itu tidak semerta-merta menggambarkan kalau dia ini tidak J news ya yang namanya perlombaan kan selain ditentukan oleh skill ditentukan juga oleh faktor hoki faktor nasib dan lain-lain gitu Nah setelah itu Riswanda ini semakin tertarik dan mulai mempelajari secara otodidak tentang bahasa pemrograman sampai-sampai dia menemukan ilmu yang tidak dia dapatkan di sekolah jadi dia bisa mendapatkan ilmu tersebut karena nyari sendiri baik itu itu secara tutorial di YouTube atau dari blog-blog website-website sehingga dia bisa menjadi lebih jenius atau lebih pintar daripada teman-temannya yang lain yang hanya mendapatkan ilmu di sekolah Salah satu hal yang sangat-sangat ingin dia tahu adalah bagaimana cara untuk meretas nah ternyata cara untuk menjadi seorang hacker itu harus bisa membuat sebuah program atau membuat sebuah aplikasi yang nanti nya aplikasi itu dipakai untuk membobol atau meretas website-website orang lain di saat itulah dia mulai membangun tuh sebuah program atau sebuah aplikasi yang akan dia gunakan untuk percobaan pembobolan web nah di saat itu berhasillah dia membuat sebuah program untuk meretas data tepatnya di tahun 2018 dia memperjual belikan program yang berhasil dia buat tersebut untuk teman-temannya nah Namun siapa sangka nih geng ternyata program yang dia jual ke temannya tersebut merupakan awal mula program ciptaannya ini bisa tersebar ke seluruh dunia hal ini bermula gara-gara teman yang membeli programnya itu mempunyai teman dari luar negeri dan teman dari luar negeri ini juga berminat dengan program yang dibuat oleh Riswanda Dan di saat itu Riswanda mulai menyadari kalau program buatannya ini ada pasarnya alias ada peminat dan bisa diperjual belikan yang akhirnya dia semakin berinisiatif untuk mengkomersilkan atau memperjual belikan program buatannya tersebut di media sosial dari sinilah satu demi satu orang-orang mulai mengetahui sebuah program peretas data milik Riswanda dan mulai membeli program tersebut dan Riswanda menghasilkan banyak uang dari hasil penjualannya pembelinya juga tidak hanya berasal dari Indonesia aja awalnya menyebar sampai ke Asia Tenggara lalu seluruh Asia dan bahkan sampai Eropa dan juga Amerika tetapi customer Yang membeli program Riswanda ini justru banyaknya itu adalah bule-bule yang berasal dari Amerika geng baru di posisi kedua disusul oleh orang-orang yang berasal dari Cina dan Hongkong dan dari penjualannya tersebut Riswanda ini menetapkan harga yang berbeda-beda tergantung dari mana asal customernya itu ya antara orang Asia dengan orang Amerika itu dia bikin harga yang berbeda misalkan untuk wilayah Asia seperti Indonesia misalnya itu dikenalkan biaya mulai dari Rp900.000 sampai dengan R juta sementara untuk wilayah Amerika itu dikenakan biaya sampai dengan Rp1,5 juta yang mana dikatakan menurut dia pembeli program ciptaannya itu sudah mencapai 400 orang jadi bisa dikalikan aja tuh kalau satu orang R juta berarti dia sudah meraup keuntungan sekitar 400 juta Dari hasil penjualan programnya aja ya Belum lagi dengan hal-hal lainlah misalkan dia ngeretas data orang terus dia dapat penghasilan dari situ pokoknya umur 21 tahun nih orang sudah mengantongi uang yang sangat banyak ada informasi yang mengatakan kalau Riswanda ini menjual programnya tersebut menggunakan situs yang transaksinya menggunakan Bitcoin yaitu situs 16 shop atau 16 shop dan 16 shop ini dilakukan untuk melakukan pcing ke Apple Amazon Paypal dan juga cash app sampai dengan aplikasi penyedia kartu kredit American Express jadi yang di bobol itu enggak main-main nah Riswanda membuat program ini memang terkhusus untuk sebagai media dalam melakukan peretasan jadi bisa dikatakan bukan dia yang nge-hack langsung tetapi orang-orang yang sudah beli programnya dia ini mengerjakan sendiri jadi ya bisa dikatakan hackernya si pembeli itu mereka yang melakukan aksi pembobolan tetapi tetap aja program tersebut atau alat untuk nge-hack tersebut adalah ciptaan dari Riswanda nah lalu kebanyakan dari para korban yang terjebak dengan program buatan Riswanda ini biasanya akan kebobolan berupa data pribadi mereka Misalkan seperti kartu kredit foto KTP foto pasport dan juga lain-lain nah hal ini bahaya banget geng bisa-bisa semua data pribadi itu disalah gunakan ya simpelnya kayak misalkan Kalian kececer ktp-nya itu kan bisa digunakan buat pinjol atau bisa digunakan buat hal-hal lain untuk melakukan penipuan-penipuan dengan data kalian Nah makanya program yang dibuat oleh Riswanda ini sangat berbahaya nah lalu geng di samping dia ini ahli dengan it ahli dengan pemrograman komputer ternyata Wanda juga memiliki hobi fotografi yang mana Ini hanya menjadi hobi sampingan atau aktivitas sampingan dia selain menjual program hacking nah namun yang bikin salut dari si Ris Wanda ini adalah ketika dia meraup banyak keuntungan dari hasil penjualan program peretasan tersebut dia enggak semerta-merta terbuai dengan zona nyaman itu jadi dia enggak terus-menerus menjadi seorang hacker yang merugikan banyak orang tetapi di saat itu dia berpikir Dari hasil penjualan program tersebut dia sudah mendapatkan banyak uang dan dia merencanakan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan jadi karena merasa oke udah punya duit nih harus kuliah enggak semerta-merta ya udah punya duit Stay di situ aja tetap bekerja dia tetap memikirkan yang namanya pendidikan Nah akhirnya dia pun bisa kuliah menggunakan uang dari hasil penjualan program peretasan tersebut geng dan selama berkuliah itu dia itu udah Sempat terpikir kalau Apa yang dia lakukan ini sebenarnya salah nah namun di balik itu semua Dia enggak punya pilihan lain hal tersebut tetap dia lakukan karena dia harus bertahan hidup jadi mau tidak mau dia tetap melakukan hal tersebut ya mungkin timbul pertanyaan dari Kalian nih ya dia kan ahli nih di bidang IT ngapain nge-hack Kenapa tidak bekerja di perusahaan besar aja udah pasti ya orang seperti dia ilmunya akan sangat berguna gitu kan itu memang anggapan kita geng tetapi fakta di lapangan menurut Pengakuan dari Riswanda dia ini sudah sangat-sangat berusaha untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya namun lagi-lagi belum ada lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya sekalinya ada sudah diisi oleh orang karena ya di Indonesia persaingan dunia kerja itu benar-benar ketat sarjananya mah banyak atau orang-orang yang pintarnya mah banyak lapangan pekerjaannya yang sedikit dan di saat itulah mau tidak mau Riswanda ini mencari jalan lain untuk bisa bertahan hidup dan menghasilkan uang yaitu alat untuk meretas atau program untuk meretas data-data orang lain kalau menurut kalian gimana tuh geng kalau kalian di posisinya Riswanda ini kalian lebih milih untuk kerja di perusahaan atau justru jadi hacker kayak dia gini ya kan kerja di rumah cukup dengan internet lalu bisa menghasilkan uang Coba deh Menurut kalian gimana tinggalkan komentar di bawah Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan kronologi penangkapan dari si Riswanda ini Oke seperti yang gua katakan sebelumnya geng korban dari program yang dibuat oleh Riswanda ini sudah sudah mencapai Ke mancanegara alias sampai ke luar negeri nah ternyata penangkapan Riwanda ini berawal dari seorang korban yang berasal dari Jepang di saat itu si korban ini melaporkan pembobolan data yang dia alami sehingga menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi orang tersebut akhirnya hal ini ditanggapi oleh kepolisian Jepang investigasi pun dilakukan oleh pihak otoritas Jepang dan kasus ini mulai mengarah ke Indonesia di saat itu diketahui kalau program yang digunakan oleh hacker dalam membobol data pribadi milik si korban itu berasal dari Indonesia enggak mudah bagi pihak otoritas Jepang bisa mengungkap kasus ini geng mereka melakukan investigasi selama bertahun-tahun sampai akhirnya bekerja sama dengan otoritas Indonesia dan juga interpol jadi Kejadian ini sekitar tahun 2019 di saat itu kerugian yang dialami oleh korban yang berasal dari Jepang ini enggak main-main yaitu dia sampai harus membayar tagihan Kredit card dengan jumlah yang enggak sedikit ini gara-gara program pising yang dibuat oleh Riswanda itu total kerugiannya mencapai 1,5 triliun atau ya r00 miliar bahasanya ya wah gila banyak banget geng dalam tempo waktu 6 bulan doang tuh itu kan kejadiannya 2019 lalu beranjak ke tahun 2020 kepolisian dari prefektur Osaka mulai mengetahui kalau ada seseorang yang berhasil mendapatkan akses secara ilegal ke op ator Cloud domestik Jepang yang mana posisinya di saat itu Riswanda memang sedang menjadi incaran tetapi belum ada titik terang yang mengarah kepada dia nah masing-masing polisi dari berbagai negara mulai mencari tahu hal itu nah lalu geng Riswanda ini diketahui pernah menghubungi cybertreat.id pada tanggal 5 Maret tahun 2021 di saat itu dia menanggapi laporan perusahaan keamanan cyber yang bernama zeroox yang mana zeroox ini mengaitkan Riswanda dengan alat pertas 16 shop yang dipakai untuk mencuri data dari para pengguna aplikasi cash app yaitu sebuah layanan pembayaran melalui handphone yang dikembangkan oleh Square Ink nah di saat Riswanda menghubungi cyber treid dia menerangkan kalau dia sudah tidak ada hubungannya lagi dengan 16 shop dia udah enggak terlibat apapun dengan program tersebut dia udah enggak ada tanggung jawab apapun udah enggak terikat sama sekali Nah memang program itu dia akui ada adalah buatan dia dia mengaku kalau dia adalah developer versi awal dari 16 shop tetapi untuk kasus cash App dia sudah tidak terlibat apapun di sana dia udah enggak tahu apakah aplikasi tersebut atau program tersebut sudah dikembangkan oleh para hacker atau masih menggunakan sistem lama atau cara lama ketika pertama kali dibuat oleh Riswanda 16 shop yang dibuat oleh Riswanda pada awalnya dipakai untuk menyerang user dari Apple Paypal dan juga Amazon yang mana dia bilang dia melakukan hal itu itu dalam rentan waktu tahun 2017 sampai dengan 2019 dia mengaku dia hanya membuat programnya aja untuk keterlibatan dalam pencurian data dia sama sekali tidak terlibat karena program tersebut dia perjualbikan jadi untuk penggunaannya Ya terserah yang beli mau menggunakan untuk apa sebenarnya di dalam hal ini dia membuat sebuah program yang mana dipergunakan oleh banyak orang yang membeli program tersebut untuk membobol data orang lain dan itu masuknya ke kriminal Riswanda di dalam hal ini juga mengaku kalau dia sudah tidak terlibat lagi dalam six shop sejak akhir tahun 2019 atau sekitar tahun 2020 dan penjualan program 16 shop ini saat ini justru dilakukan oleh dua orang temannya yang kebetulan sama sama orang Indonesia jadi Riswanda sudah tidak kebagian lagi Dari hasil penjualan tersebut yang meneruskan penjualan program itu justru teman-temannya dia hanya penciptanya aja lalu gengs sebelum itu Riswanda ini juga sempat muncul dalam sebuah laporan keamanan cyber Global yaitu ekem dan mcevy jejak Riswanda ditemukan di 16 shop juga dalam bentuk alamat email dengan nama samaran divil screm dan Di sana juga ada beberapa salinan kode skript yang menggunakan bahasa Indonesia bahkan Wah gila engak tuh karena penciptanya orang Indonesia tiba-tiba ada salinan kode skrip bahasa Indonesianya ya langsung ketahuanlah asal negara pembuat aplikasi untuk meretas tersebut namun di saat itu Riswanda belum pernah dihubungi oleh pihak kepolisian sama sama sekali Nah Tetapi dia berencana apabila dia ditangkap dia berjanji akan koperatif kalau sewaktu-waktu dimintai keterangan namun meskipun pengakuan Riswanda dia sudah tidak terlibat lagi dalam program 16 shop yang dia bangun ini tetapi dia mengakui memang di awal-awal Dia membangun six shop itu dia sudah meraup banyak keuntungan dari aplikasi yang berubah menjadi alat untuk kriminal tersebut ada informasi yang mengatakan dari hasil membuat program tersebut total yang sudah dikantongi oleh Riswanda itu sekitar rp1,7 miliar dan dari hasil itu semua Riswanda selain melanjutkan pendidikannya dia juga membeli beberapa barang mewah berupa sebuah mobil BMW bekas dan tiga sepeda motor nah lalu enggak tanggung-tanggung juga dia langsung melamar kekasihnya langsung menikah menggunakan uang dari hasil penjualan 16 shop tersebut dan menurut beberapa informasi dikatakan untuk saat ini Riswanda sudah memiliki satu orang anak Nah berbicara so soal barang-barang mewah yang dimiliki oleh Riswanda sebenarnya para tetangganya itu sudah mulai curiga jadi Riswanda ini tinggal di sebuah daerah yang lingkungannya bukan orang-orang berada gitu jadi ketika ada warga yang membeli barang mewah udah pasti ke Spotlight gitu kan kelihatan banget nih jadi warga di situ merasa aneh dan curiga dari mana Riswanda mendapatkan uang ketika membeli sebuah mobil BMW meskipun itu bekas gitu Ya tapi kan itu termasuk mobil mahal dan juga Sekaligus tiga motor dia beli Dan di saat itu banyak orang yang menuduh dia melakukan pesugihan atau justru memelihara tuyul atau babi ngepet katanya namun Riswanda ini tidak pernah ambil pusing karena di saat itu yang perlu dia lindungi adalah kerahasiaan tentang pekerjaannya yang sebenarnya termasuk pekerjaan ilegal hanya saja walaupun ilegal dia bekerja secara profesional dan termasuk kepada cara kerja pintar atau jenius dan selama Riswanda tinggal di daerahnya tersebut memang tidak ada satu pun dari para tetangganya yang mengetti ahui kalau dia adalah seorang hacker atau pencipta program hacker yang sedang diincar oleh dunia internasional total jumlah akun yang berhasil dibobol itu sebanyak 70.000 akun dan itu semua merupakan data dari perusahaan Unicorn internasional yang tersebar di 43 negara dan ini merupakan kejahatan tingkat internasional yang membuat FBI dan interpol sampai turun tangan untuk menangani kasus sini dan mengincar Riswanda Nah akhirnya Riswanda ini bisa tertangkap berkat adanya kerjaasama antara FBI dan interpol dengan pihak Kepolisian Indonesia pihak kepolisian sudah memeriksa sebanyak 30 orang saksi yang terdiri dari 24 orang warga negara Indonesia dan enam orang warga negara asing yang juga terkait dengan kasus ini Nah mungkin bisa jadi mereka ini adalah pembeli programnya Riswanda yang mana mereka untuk sementara itu menjadi saksi dimintai keterangan dan nanti bisa saja merembet mereka ini menjadi tersangka karenakan mereka yang menjalankan program tersebut sementara Riswanda hanya si pencipta atau pembuatnya pihak kepolisian juga meminta keterangan dari beberapa saksi ahli seperti dari laboratorium digital forensic programmer dari Universitas Bina Nusantara atau Binus dan juga ahli ite dari Kementerian komunikasi dan saksi ahli dari lab forensic Polri Nah akhirnya setelah melalui proses Investigasi yang panjang Riswanda pun ditangkap di daerah Banjarmasin Kalimantan Selatan setelah ah Bares krim Polri menerima surat ntionional Central biru atau ncb interpol yang dikeluarkan pada tanggal 25 Februari tahun 2021 dan juga surat dari kedotaan besar Amerika Serikat perihal adanya pcing tool atau metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target untuk mencuri akun si target tersebut dan juga crredit card dari target tersebut dan semua ini dilakukan melalui website 16 shop dan pemilik dari website ini dikatakan gal di Indonesia yaitu tidak lain bernama Riswanda dalam penangkapan Riswanda ini pihak kepolisian menyita beberapa barang bukti yaitu sebuah handphone Apple berjenis iPhone 11 pro satu Apple watch satu buku tabungan Tahapan BCA satu unit motor Honda Scoopy 1 unit motor Yamaha R6 dan satu unit motor lain dari brand Kawasaki dan satu unit mobil BMW 320i serta satu buah KTP dan 2 unit laptop canggih nah tapi geng dengan ditangkapnya Riswanda ini masih belum menyelesaikan kasus yang ada di Jepang karena berdasarkan Pengakuan dari Riswanda dia enggak ngelakuin pembobolan atau aksi hacking yang terjadi di Jepang karena dia mengaku hanya menjual alat tersebut atau programnya aja sehingga dia tidak mengakui kalau dia terlibat di dalam aksi yang terjadi di Jepang tersebut akhirnya pada awal tahun 2023 dibentuklah tim gabungan untuk menyelidiki siap tersangka yang melakukan kejahatan cyber di Jepang ini dan pada bulan Juli tahun 2023 polisi Indonesia datang ke Jepang untuk melakukan penyelidikan bersama nah singkat cerita pihak kepolisian Osaka menemukan sebuah komputer yang digunakan dalam serangan cyber yang berujung pada penangkapan seorang pria yang merupakan Warga Negara Indonesia yang berusia 40 tahun bernama derkisna dia ini tinggal di Jepang tepatnya di prefektur kanagawa nah dia ini sudah diincar oleh kepolisian Osaka dari 2020 2 tahun pengejaran baru ketangkap tuh pada tahun 2023 tangkapnya Der kalisna ini ditangkap dengan berupa barang bukti dia menggunakan software buatan dari Riswanda dengan media 16 shop yang sempat kita bahas tadi yang mana di 16 shop ini dia membuat situs belanja palsu dan mencuri nomor kartu kredit serta beberapa barang lainnya lalu kemudian barang-barang yang berhasil dia beli dari membobol kartu kredit tersebut barulah dia lelang dia jual dengan harga murah Nah jadi para hacker ini jarang sekali Geng kalau misalkan dia mau beli barang itu langsung pakai kartu kredit yang dia bobol biasanya dia akan membeli barang lain dulu nah barang itu nyampe barang ini dijual sama dia kalau udah dijual uang hasil dari penjualan itu baru dia belikan untuk kebutuhan dia Misalkan dia mau beli mobil beli rumah nah jadi tidak langsung menggunakan kartu kredit yang dia bobol dari hasil penangkapan siid Der kalisna ini pihak kepolisian Je Jepang mendapatkan beberapa informasi yang mana salah satunya Der ini dikatakan melakukan pembelian ilegal di Jepang dan mengirimkan produk yang dia beli tersebut kepada seorang pria yang tinggal di kanagawa serta beberapa orang lain yang tercatat sebagai pelajar asal Indonesia yang sedang bersekolah di Jepang orang-orang Indonesia serta pelajar Indonesia yang ada di Jepang ini tugasnya adalah sebagai penjual atau penadah barang-barang hasil pembelian dari proses hacking dari proses pembobolan Kredit card yang dilakukan oleh derkisna Nah setelah Mereka menjual barulah hasil penjualan itu mereka setorkan ke derkalisna jadi Der kalisna ini pintar caranya dia tidak bekerja sendiri bahkan Der kalisna ini pernah membeli sebuah komputer komputer canggih komputer mahal gitu ya menggunakan kartu kredit yang berhasil dia curi pada tahun 2019 dalam aksinya tersebut dia itu sempat ketahuan dan sempat ditangkap namun dia hanya dijatuhi hukuman percobaan Nah tapi di kasus-kasus dia yang ber berikutnya dia benar-benar enggak dapat ampun sekarang kita masuk ke dalam proses persidangan Riswanda nah Riswanda ini ketika ditangkap oleh pihak dari interpol yang bekerja sama dengan FBI dan juga Kepolisian Indonesia nah dia ini justru diidang di Indonesia geng jadi di dalam sidang perdananya yang diselenggarakan di pengadilan negeri Banjarbaru Kalimantan Selatan tepat di hari Kamis tanggal 17 Maret Tahun 2022 Riswanda justru tidak dihadirkan di ruang sidang tapi melainkan melakukan persidangan secara online dari mapolres Banjarbaru yang mana Sebelumnya dia sempat ditahan di mabes pori nah di dalam dakwaan itu masih berkenaan dengan pembuatan website yang bernama six shop tadi karena memang itu dia yang buat dan kerugiannya sudah mencapai triliunan rupiah gara-gara website tersebut skrip yang dibuat oleh Riswanda di dalam program 16 shop itu ternyata canggih banget geng yang mana kelebi bihannya bisa menghindari deteksi dari pihak kepolisian cyber sehingga tidak bisa terlacak dan program ini juga dilengkapi menggunakan Del bahasa yang dapat ditampilkan secara otomatis berdasarkan lokasi dari para korban singkat cerita sidang Riswanda ini berlangsung sebanyak empat kali geng di saat itu Riswanda didampingi oleh Kuasa hukumnya yang bernama Edi Gutomo nah menurut Kuasa hukumnya Riswanda meskipun sudah empat kali dilakukan persidangan JPU tetap tidak bisa menghadirkan dan saksi atas kasus yang menimpa Riswanda ini padahal sidang tersebut diagendakan akan dilaksanakan sampai 24 Kali Wah gila panjang banget prosesnya dan menurut kuasa hukum Riswanda dia berharap Riswanda ini tidak diperlakukan seperti narapidana lain atau pelaku-pelaku kriminal lain yang dilakukan oleh Riswanda ini berbeda dengan pelaku kejahatan pada umumnya ya dia bukan membunuh dia bukan jual narkoba atau hal-hal yang berbahaya secara fisik secara langsung sung bisa kita lihat itu mengerikan nah tapi justru menurut si Kuasa hukumnya Riswanda ini adalah aset bangsa yang mana Kalau saja dia diberikan lapangan pekerjaan ya dia enggak mungkin akan menjadikan jalan yang ilegal ya kan yang berbau kriminal sebagai jalan untuk mencari nafkah atau menyambung hidup ya karena kan background-nya itu tadi dia ini ahli it tetapi enggak ada pekerjaan ya akhirnya dia mencoba untuk memperjual belikan sebuah program hacking atau sebuah program pembobolan dan pencurian data dengan tujuan bisa mendapatkan uang nah lalu Edi selaku kuasa hukum berharap pihak kepolisian justru mengincar orang-orang yang menggunakan program buatan Riswanda ini bukannya Riswanda tetapi orang-orang yang menggunakan yang membeli lalu menjalankan program itu untuk mencuri data orang lain nah mereka itulah yang melakukan tindakan kejahatannya Ya seperti yang gua katakan tadi Riswanda ini ibarat Albert Einstein ketika Albert Einstein menemukan unsur atom ya bukan berarti Albert Einstein adalah pelaku dari bom Hiroshima Nagasaki Ya itu kan kesalahan dari Amerika gitu kan karena Amerika yang menggunakan unsur tersebut menjadi bahan peledak untuk membunuh banyak orang nah begitu juga dengan Riswanda yang dia lakukan hanya menciptakan program tersebut dan yang menggunakan program tersebut secara ilegal adalah orang-orang yang membeli nah kurang lebih harapan dari kuasa hukum Riswanda seperti itu lalu dari hasil sidang akhirnya Riswanda ini dijatuhi hukuman penjara oleh majelis hakim selama 2 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan serta biaya perkara sebesar Rp5.000 tetapi dari Kabar terakhir yang gua dapatkan ya dikatakan kalau Riswanda ini sudah dibebaskan melalui pembebasan bersyarat dan dia sekarang hidup di Kalimantan tetapi Enggak tahu juga nih wallahualam ya belum ada informasi yang benar-benar jelas tentang nasib Riswanda sampai sejauh ini mungkin teman-teman ada yang mengetahui Bagaimana nasib dari Riswanda boleh tinggalkan komentar di bawah dan gimana geng Menurut kalian kisah dari Riswanda ini Apakah kalian tertarik untuk menjadi seorang hacker juga ya mungkin enggak harus menjadi blackhe hacker bisa jadi white head hacker alias hacker-hacker yang menolong orang hacker-hacker yang bekerja sebagai buck Hunter mencari celah-celah pada website-website besar lalu nanti diupah gitu ya atau diberikan uang dari hasil penemuan itu kan bisa aja nah semoga nih ya kita doakan di Indonesia semakin banyak orang-orang jenius orang-orang pintar seperti Riswanda tetapi di Jalur yang baik amin sor amin ya rabbal [Musik] alamin