Transcript
9subOCePjgY • PERANG DUNIA KE 3 DIMULAI?!! AMERIKA SEGERA BERTEMU IRAN DI MEDAN PERTEMPURAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1041_9subOCePjgY.txt
Kind: captions Language: id Nah, lalu tiba-tiba sesaat setelah klaim yang dilakukan oleh Joe Biden ini muncullah satu nama yang mana ini merupakan sebuah kelompok yang bernama kelompok perlawanan Islam dan mereka mengakui kalau merekalah yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok ini mengaku kalau mereka itu merupakan koalisi yang menaungi sejumlah kelompok milisi yang ada di Timur Tengah, termasuk Hizbullah, Hamas sampai dengan Hot. Yang mana ketiga kelompok yang gue sebutkan itu merupakan kelompok yang disponsori oleh Iran. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng. Eo, what's good? Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Geng, hari ini kita akan kembali membahas perkembangan konflik yang terjadi di Timur Tengah yang mana semuanya berawal dari perang antara Hamas dengan Israel. Nah, sekarang perang ini semakin melebar, Timur Tengah semakin memanas. Kalau kemarin Hoti Yaman itu sudah mulai ikut di dalam perang, disambut oleh Amerika dan disusul oleh Inggris. Nah, sekarang tiba-tiba masuk lagi nih, Geng. Ada Iran. Iran siap berperang dengan Amerika. Tapi sebenarnya sudah dari jauh-jauh hari, sudah beberapa tahun belakangan, Iran ini memang dengan Amerika itu sudah berperang, tetapi ini sekarang perangnya semakin frontal, semakin nyata semenjak Iran menyerang pangkalan milik Amerika Serikat yang ada di Yordania. Di dalam serangan itu sebenarnya Amerika Serikat menuduh serangan itu datang dari kelompok bersenjata asal Irak yang di-support oleh Iran. Jadilah di saat itu Iran merespon. Mereka tidak terima dengan tuduhan itu yang akhirnya membuat kedua belah negara bersiap-siap akan segera berperang. Nah, tapi nih geng pihak Iran itu mengeluarkan sebuah pernyataan. Mereka bilang mereka tidak akan memulai perang dengan Amerika Serikat kecuali Amerika menyerang duluan. Jadi istilahnya Iran ini masih memantau keadaan. Jadi sebelum benar-benar dicolek oleh Amerika maka Iran enggak bakal bergerak. Tapi kalau sedikit aja Iran dicolek ya dicoleknya dalam maksud kayak Amerika berani membombardir wilayah Iran sedikit aja, maka Iran tidak akan tinggal diam. Nah, ternyata statement dari Iran ini membuat banyak negara jadi merinding, banyak negara jadi angkat bicara. Salah satunya adalah Rusia dan Cina. Nah, kenapa demikian? Apakah sekrusial itu? Apakah jika Iran ikut turun tangan maka perang ini enggak ada ampunnya alias bakal besar banget? Nah, kira-kira apa yang bakal terjadi jika antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar perang face to face? Apa yang membuat Rusia dan Cina sampai harus angkat bicara untuk menengahi hal ini? Langsung aja nih kita bahas secara lengkap di sisi [Musik] lain. Kantor berita resmi Teheran mengatakan Iran membantah tuduhan Amerika Serikat dan juga Inggris bahwa pihaknya mendukung milisi di balik serangan pesawat tak berawak di Yordania yang menewaskan tiga personel militer Amerika Serikat. [Musik] Oke, pembahasan yang pertama kita akan membahas tentang serangan yang menghancurkan pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania. Jadi, geng, gara-gara kejadian penyerangan pangkalan udara milik Amerika Serikat ini, hubungan antara Iran dan Amerika menjadi semakin memanas. Nah, pangkalan udara milik Amerika Serikat ini bernama Alrukban dan yang diserang itu tepatnya tower 22. menggunakan drone pada hari Minggu tanggal 28 Januari tahun 2024. Nah, kejadian itu pada pagi hari. Di saat itu terlihat sebuah drone itu terbang rendah dan langsung menghantam tower du-2 tersebut. Penyerangan tersebut dianggap penyerangan yang kejam karena berlangsung di saat waktu istirahat. Jadi, jam malam sama pagi hari itu rata-rata para petugas, para tentara itu sedang beristirahat. Nah, di saat itulah para tentara Amerika yang masih beristirahat ini tidak siap dengan serangan tersebut. Ditambah lagi fature respon otomatis di sistem pertahanan udara pangkalan tersebut kebetulan sedang dimatikan. Yang mana hal ini menurut pengakuan Amerika Serikat memang sengaja dimatikan sementara agar sistem teknologi tersebut tidak menembak jatuh drone milik Amerika sendiri. Jadi jangan sampai senjata makan tuan makanya dimatiin dulu. Nah, jadinya pada serangan pagi itu gara-gara sistemnya dimatikan membuat tidak adanya peringatan bagi personel yang sedang beristirahat di Tower 22 yang mana katanya di sana ada sebanyak 350 personel Amerika Serikat yang terkena dampak dari serangan ini. Di dalam serangan tersebut ada tiga orang yang tewas dan 30 personil lainnya mengalami luka-luka. Dan sekitar 34 personil itu harus mendapatkan perawatan karena mengalami cedera otak dan luka-luka di sekujur tubuhnya. Nah, jadilah di saat itu Amerika benar-benar murka dan ngamuk atas serangan tersebut. Mereka langsung mengevakuasi para personilnya dan mencari tahu siapa Dalang di balik serangan ini. Nah, jujur sebenarnya, Geng, enggak banyak artikel atau enggak banyak sumber informasi yang menjelaskan tentang pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania ini. Apalagi tower 22 yang mendapatkan serangan ini, Geng. Nah, tapi menurut salah satu artikel berita yang ada di CNN nih, tower 22 tersebut terletak di lokasi yang penting dan juga strategis yang berada di seberang perbatasan Suriah dan Irak. Nah, jadi tempatnya itu vital, lokasinya tuh vital. Dan tower ini perannya adalah untuk mengantisipasi dan melawan para teroris yang ada di Suriah, yaitu ISIS. Dan penempatan pangkalan militer Amerika Serikat di sana juga bertujuan untuk menghalangi pembangunan militer Iran yang ada di Suriah Timur. Nah, jadi intinya ya Amerika berada di sana itu sedari lama ya kurang lebih untuk mencampuri urusan Timur Tengah jatuhnya. Jadi ya resiko mereka mendapatkan serangan dari pihak Iran ya besar banget. Tetapi di dalam serangan pagi itu belum bisa dipastikan kalau itu benar-benar serangan dari Iran. Sedikit informasi nih, Geng. Pangkalan Amerika Serikat yang ada di Yordania ini merupakan satu dari beberapa pangkalan militer milik Amerika yang ada di Irak, Yordania, dan wilayah Suriah. Jadi, ada sekitar 3.000 tentara Amerika yang ada di Yordania. Wah, banyak banget 3.000 tentara. Lalu ada 2.500 di Irak dan ada 900 tentara yang berada di Suriah. Nah, lalu Amerika juga memiliki tiga pangkalan udara utama di Teluk dan pelabuhan yang ada di Bahrain yang mana itu fungsinya sebagai markas komando pusat angkatan laut Amerika dan armada kelima Amerika Serikat. Gila enggak tuh? Negaranya Amerika gitu ya, tentaranya Amerika. Tapi mereka punya titik-titik pangkalan militer di Timur Tengah. Ibaratnya itu tanah Arab udah kayak mereka yang jadi polisinya gitu. Nah, seperti yang kita tahu ya, kepentingan Amerika Serikat ke Yordania ya sama seperti ketika Amerika mencampuri urusan negara lain yaitu ingin menyebarkan pemahaman demokrasi. Walaupun sebenarnya pemimpin dari Yordania itu adalah raja bukan presiden. Nah, nama rajanya itu adalah Abdullah 2 bin Al-Husein dan ia diyakini merupakan keturunan ke-43 dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang mana kalau di Indonesia itu disebutnya dengan habaib gitu. Lalu geng, kita kembali lagi ke penyerangan pangkalan udara Amerika Serikat yaitu tower 22 tadi. Jadi presiden Amerika Serikat yaitu Joe Biden di dalam serangan tersebut dia langsung ngeklaim. Dia ngeklaim dan menyalahkan kalau serangan itu disebabkan oleh Iran. Walaupun sebenarnya belum jelas serangan itu benar dari Iran atau enggak ya. Kalaupun itu serangannya pakai drone ya. Drone Iran kan sudah dimiliki oleh banyak negara, sudah diperjual belikan ya. Bukan berarti Iranlah pelaku dalam penyerangan tersebut. Di dalam hal ini, walaupun Joe Biden sudah mengklaim itu adalah serangan dari Iran, tapi Presiden Amerika Serikat yang satu ini masih mengumpulkan fakta-fakta mengenai serangan tersebut. Jadi, istilahnya mereka sendiri belum mempunyai bukti kalau itu benar-benar Iran yang melakukan. Namun mereka sudah sangat yakin kalau serangan itu dilakukan oleh kelompok militan radikal yang di-support oleh Iran dan beroperasi di wilayah Suriah serta Irak. Jadi, tetap tuh mereka kekeh ini adalah serangan Iran. Nah, lalu tiba-tiba sesaat setelah klaim yang dilakukan oleh Joe Biden ini muncullah satu nama yang mana ini merupakan sebuah kelompok yang bernama kelompok perlawanan Islam. Dan mereka mengakui kalau merekalah yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok ini mengaku kalau mereka itu merupakan koalisi yang menaungi sejumlah kelompok milisi yang ada di Timur Tengah, termasuk Hizbullah, Hamas sampai dengan Hoti. Yang mana ketiga kelompok yang gue sebutkan itu merupakan kelompok yang disponsori oleh Iran. Menurut pengakuannya nih, Geng, kelompok perlawanan Islam ini lahir pada tahun 2023 bertepatan setelah Israel mengebom Gaza sebagai balasan atas serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober tahun 2023. Yang mana serangan Hamas tersebut dilakukan sebagai upaya respon atas pembantaian rakyat Palestina yang dilakukan oleh Israel. Nah, lalu kelompok perlawanan Islam ini juga mengakui kalau mereka sedang menargetkan tiga pangkalan Amerika yang ada di Suriah dan juga Yordania. yaitu pangkalan Syaddadi, pangkalan Rukban, dan pangkalan Tanf serta satu fasilitas minyak di daerah Mediterania. Nah, lalu setelah klaim dan pengakuan dari kelompok perlawanan Islam ini muncul, Joe Biden semakin berapi-api nih, Geng. Joe Biden mengatakan kalau Amerika akan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat dalam serangan ini pada waktu dan cara yang sudah Amerika pilih. Wah, kata-katanya deep banget tuh. waktu dan cara yang Amerika pilih. Jadi, Amerika akan melakukan pembalasan sebagai bentuk permintaan tanggung jawab atas serangan tersebut, tapi pakai cara mereka. Ya, caranya gimana? Ya, kita enggak tahu nih. Bisa saja ini menjadi sebuah kejutan yang akan diberikan oleh Amerika. Pernyataan dari Joe Biden ini semakin diperkuat oleh statement dari Menteri Pertahanan Amerika yang bernama Lot Austin yang mana dia secara terang-terangan memberikan ancaman kepada Iran. Dia berserta dengan senator Amerika lain meminta kepada Biden untuk segera melancarkan serangan balasan kepada Iran. Jadi langsung strike Iran. Yang enggak peduli itu kelompok siapa. Siapapun yang mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tower 2-2 itu. Nah, mereka tetap akan langsung membalas ke intinya yaitu Iran. Wah, ini gila sih kalau sampai terjadi. Nah, tapi geng ada satu masalah nih. Di dalam internal Amerika Serikat sendiri itu malah terjadi pergesekan yang mana gara-gara serangan yang dialami oleh tower 22 pengkalan udara Amerika di Yordania ini, maka Presiden Biden itu dinilai gagal. Dinilai gagal dalam menghadapi Iran. Presiden Biden dinilai tidak mampu menjaga perdamaian dan bahkan dikatakan tidak mampu untuk melakukan serangan balasan karena dianggap ya penakut gitu, dianggap gagal gara-gara kejadian itu. Nah, tapi anggapan gagal terhadap Presiden Joe Biden ini seolah-olah menjadi sebuah provokasi nih agar Amerika segera berperang dengan Iran. Padahal ini ya tidak diinginkan semua negara gitu. Kalau Iran Amerika berperang kacau, Geng. Nah, tapi pernyataan ini datang dari senator Amerika Serikat yang kemarin viral gara-gara kongres dengan CEO TikTok yaitu Tom Catton. Nah, yang mana Tom Catton ini mengeluarkan sebuah pernyataan yang kontroversial, yaitu satu-satunya jawaban atas serangan-serangan ini adalah pembalasan militer yang dahsyat terhadap pasukan teroris Iran. Jika tidak, maka hal ini akan menegaskan Joe Biden sebagai seorang pengecut. Kata dia. Wah, gila. Gimana enggak terbakar tuh Joe Biden? ya kan dianggap pengecut oleh senator di negaranya sendiri. Lalu selain itu ada lagi nih pemimpin partai republik di parlemen Amerika Serikat yang bernama Mitch McConnell yang mana dia juga mengkritik Joe Biden dengan mengatakan apa yang menimpa Amerika saat ini merupakan dampak dari lambannya Joe Biden dalam mengambil keputusan sehingga musuh-musuh Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah sekarang bisa dikatakan lebih kuat dari Amerika. Waduh deg-degan. Nah, lalu respon gak cuma datang dari internal Amerika nih, Geng. Akibat serangan tersebut, salah satu pejabat senior Hamas yang bernama Sami Abu Zuhri juga ikut angkat suara. Dia mengatakan, pembunuhan tiga tentara Amerika merupakan sebuah pesan kepada pemerintah Amerika bahwa jika pembunuhan terhadap warga tidak berdosa di Gaza tidak segera dihentikan, maka seluruh bangsa harus menghadapinya. Agresi yang dilakukan oleh Amerika dan Zionis yang terus berlanjut di Gaza bisa memperburuk situasi di wilayah tersebut. Wah, gila ancamannya. Yang mana maksudnya itu ya kalau kalian tidak menghentikan serangan di Palestina, serangan di Gaza terhadap warga sipil, maka kesakitan mereka harus kalian rasakan juga. Penderitaan mereka harus kalian rasakan juga. Jadi kalau mereka mati, kalian juga harus mati. Kurang lebih seperti itu. Wah, gila gila gila ancamannya bikin kita merinding banget. Nah, lalu geng tidak lama kemudian setelah Biden mendapatkan desakan kiri kanan, dia dikritik kiri kanan dan mulai merasa muak dengan hal tersebut, akhirnya Joe Biden mulai memerintahkan pasukan Amerika Serikat untuk segera melakukan serangan balasan. Huh. Welcome to perang dunia ketiga, Geng. Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan Amerika menyerang Irak dan [Musik] Suriah. Nah, ternyata Geng, rencana atau perkataan Joe Biden itu benar-benar dia wujudkan. Di saat itu Joe Biden mulai memerintahkan pasukan Amerika untuk melancarkan serangan balasan. Tetapi serangan balasan ini tidak secara langsung menyerang ke Iran, tetapi melainkan mereka justru menyerang ke 85 titik yang ada di empat lokasi di Suriah. Lalu ada tiga lokasi di Irak. Nah, serangan ini melalui udara menggunakan pesawat pengebom jarak jauh B1 pada hari Jumat tanggal 2 Februari tahun 2024 kemarin. Jadi, baru-baru aja. Di dalam serangan udara ini, Amerika menargetkan ruang operasi komando dan kontrol, lalu pusat intelijen, serta fasilitas senjata dan juga bankker yang digunakan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps atau disingkat dengan IRG. Jadi kurang lebih kalau di dalam bahasa Indonesia itu disebut dengan pasukan korps pengawal revolusi Islam Iran dan kelompok-kelompok milisi yang berafiliasi dengan revolusi Islam Iran. Menurut keterangan dari Legend Douglas Sim selaku direktur kepala staf gabungan, ia mengatakan lokasi tersebut dipilih dengan kemungkinan akan ada korban jiwa dari pihak RIGC dan personil milisi Islam lainnya. Nah, lalu setelah Amerika Serikat melancarkan serangan kedua negara tersebut, tiba-tiba Joe Biden malah bikin sebuah pernyataan. Dia bilang, "Amerika Serikat tidak menginginkan konflik di Timur Tengah atau di manapun di dunia," katanya. Tapi biarlah semua orang yang mungkin ingin menyakiti kami, kami itu Amerika gitu ya, mereka harus tahu jika kamu menyakiti orang Amerika maka kami akan meresponnya. Wah, deep nih kata-kata dari Joe Biden. Mengandung ancaman tapi santai. Tapi ya sedikit terdengar lucu juga gitu ya. Kan dia mengatakan enggak mau ada konflik di Timur Tengah. Tetapi dia juga yang memerintahkan untuk pasukan Amerika menginvasi negara-negara di Timur Tengah. Dan bahkan Amerika juga menjadi pendukung total, pendukung mutlak dari Israel yang jelas-jelas melakukan pembantaian atau genosida di Timur Tengah, terkhususnya Palestina. Katanya enggak mau konflik, tapi kok men-support genosida. Jadi istilahnya Amerika Serikat di sini lempar batu sembunyi tangan. Jadi mereka melakukan serangan tetapi mereka ngeles kalau serangan mereka itu bukanlah ajakan perang atau bukanlah sebuah serangan yang sengaja mereka lakukan untuk memancing peperangan, tetapi melainkan itu adalah sebuah peringatan katanya. Dan bahkan lucunya Joe Biden merasa Amerika adalah korban di dalam konflik ini. Padahal jelas-jelas gitu ya, mereka yang datang ke tanah orang lalu mereka ikut campur dengan perang di sana kok tiba-tiba merasa mereka yang korban. Dan semenjak itu Amerika terkhususnya Joe Biden mendapatkan banyak kecaman. Orang-orang jadi benci dengan mengatakan, "Ya gimana Amerika bisa direspek? Mereka suka mengendalikan negara lain, ikut campur dalam urusan negara lain, dan bahkan mensponsori negara-negara yang sedang berperang." Tapi ya balik lagi bisnis negara Amerika Serikat salah satunya adalah penjualan alusista atau penjualan senjata. Jadi kalau enggak ada perang Amerika mau jual senjatanya ke siapa gitu kan. Serangan yang dilancarkan oleh Amerika di Suriah dan juga Irak ini diprediksi akan menjadi awal beberapa serangan Amerika dengan skala yang akan lebih besar terhadap kelompok-kelompok yang mereka anggap berhubungan dengan Iran. Nah, di sini terdengar aneh. Amerika justru menyerang negara-negara yang mereka anggap di-support oleh Iran. Lalu mengapa tidak langsung menyerang ke Iran gitu? Ya memang sih banyak yang mengatakan kalau Amerika menyerang Iran ini bakal gokil banget. Maka perang dunia ketiga sudah pasti dimulai. Nah, lalu lucunya lagi Amerika sendiri menurut sumber yang gua dapatkan ya mereka malah ingin mencegah dan menghentikan serangan yang lebih lanjut dan tetap menghindari konflik skala besar dengan Iran. Padahal wilayah Timur Tengah akibat support mereka terhadap Israel sekarang sudah sangat-sangat memanas akibat agresi Israel ke Gaza yang didukung oleh Amerika. Nah, jadilah di saat itu banyak yang menganggap alibi Amerika dengan berkata ingin mencegah konflik lebih besar itu lebih tepatnya hanya kamuflase dan manuver yang menutupi fakta sebenarnya tentang mereka yang takut terhadap Iran. Yang mana seperti yang kita tahu Iran merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan militer terkuat di dunia. Sehingga Amerika harus berpikir 100 kali untuk terlibat perang langsung dengan Iran. Karena Amerika tidak mau menjadikan serangannya terhadap Iran justru menjadi bumerang untuk negara mereka sendiri. Karena untuk saat ini, Geng, Amerika kondisinya sedang memprihatinkan. Kemarin kita sudah sempat bahas kan bagaimana kondisi internal Amerika. Nih, kalian bisa lihat nih, ada dua hal yang gua bahas. Yang pertama gua pernah ngebahas tentang Philadelphia, sebuah daerah di Amerika Serikat yang benar-benar sudah mulai darurat, sudah mulai gawat banget. dengan para homeless atau gembel-gembelnya yang enggak punya rumah dan sekaligus mereka itu adalah pengguna narkotika. Mereka bahkan menggunakan narkotika itu di pinggir jalan sebebas-bebasnya dan kota itu disebut dengan kota zombie. Lalu ditambah lagi dengan perihal konflik internal antara Pemerintah Federal Amerika Serikat dengan Texas. Nah, makanya Amerika sekarang sedang kerepotan untuk mengurusi banyak hal. Jangankan untuk berperang dengan Iran, untuk di internal mereka aja mereka benar-benar keribetan. Dan ini semua dikarenakan siapa? Ya, dikarenakan oleh pemerintah federal mereka yang dipimpin oleh Presiden Joe Biden. Dan bahkan hal ini dikeluhkan oleh citizen Amerika sendiri. Banyak masyarakat Amerika yang menilai Joe Biden ini gagal dalam memimpin Amerika yang mana membuat Amerika terlihat lemah dan amburadul. Nah, kita kembali ke serangan yang dilancarkan oleh Amerika ke wilayah Irak dan Suriah. Jadi, di dalam serangan itu ada beberapa korban jiwa, yaitu sebanyak 16 orang dari Irak dan 23 orang dari Suriah. Yang mana di antara korban tewas ini ada yang warga sipil. Pemerintah Irak dan Suriah pun mengecam aksi yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut. Namun dalam hal ini Amerika Serikat mengklaim kalau mereka sudah menjalin koordinasi dengan pemerintah Irak sebelum melakukan serangan. Jadi, Amerika mau cuci tangan. Jadi, seolah-olah tuh serangan mereka sudah izin dulu gitu. Eh, izin ya, gua mau nyerang nih. Tolong bilangin sama warga lu gitu kurang lebih ya. Nah, tapi hal ini dibantah oleh juru bicara pemerintah Irak yang bernama Basim Alwadi. Ya, buktinya di dalam serangan itu ada warga sipil yang menjadi korban jiwa. Ya, otomatis berarti enggak ada koordinasi sama sekali. Nah, Basim Alwadi mengatakan apa yang Amerika sebut sebagai koordinasi dengan Irak sebelum serangan dilakukan adalah penipuan dan distorsi fakta. dan Alwadi mengecam Amerika Serikat yang menjadikan wilayah Irak sebagai medan perang untuk Amerika Serikat dalam menyelesaikan permasalahannya dengan Iran. Ini aneh banget. Irak enggak habis pikir lu bermasalah sama Iran, kenapa kita yang diserang? Gitu. Ya memang sih Irak tidak sekuat Iran apalagi semenjak lengsernya Saddam Husein. Jadi ibaratnya Amerika ini cuma berani lawan adiknya sementara sama kakaknya alias orang yang lebih tua yang sepadan sama mereka justru ragu. Nah, lalu Basem Alwadi juga menyurukan kepada Amerika Serikat agar pasukan koalisi antistremis internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat yang berada di Irak itu segera angkat kaki, segera pergi dari Irak karena Irak merasa sangat kecewa dan sakit hati terhadap Amerika Serikat atas serangan tersebut. Nah, lalu hal yang sama juga disampaikan oleh pemerintah dan militer Suriah. Mereka ingin membebaskan seluruh wilayah di negara tersebut dari pendudukan dan terorisme sehingga pendudukan sebagian wilayah Suriah oleh Amerika Serikat itu tidak dapat dilanjutkan lagi. Jadi, Suriah sudah enggak mau ada militer atau warga Amerika Serikat yang berada di Suriah sampai sekarang. Nah, namun seruan atau permintaan itu masih belum direspon oleh Amerika ya. Mereka masih berani melenggang kangkung di sana karena Irak dan Suriah belum punya kekuatan untuk menyerang Amerika secara langsung. Ya, satu-satunya harapan adalah respon dari Iran. Lalu, Geng, serangan Amerika ini juga mendapatkan respon dari Hamas. Nah, ini yang seram. Jadi, Hamas mengutuk serangan Amerika Serikat tersebut dengan mengatakan kalau Amerika sudah menuangkan minyak ke dalam bara api yang ada di Timur Tengah. yang mana ini artinya Amerika semakin memperbesar api peperangan yang ada di Timur Tengah. dan Hamas memperingatkan Irak serta Suriah. Selama Amerika masih ikut campur di wilayah mereka, maka tidak akan ada stabilitas negara dan tidak akan ada kedamaian sampai agresi Zionis atau Israel dan kejahatan genosida serta pembersihan etnis rakyat Palestina di jalur Gaza berhenti. Nah, lalu setelah respon dari banyak pihak terhadap Amerika, Iran yang sebelumnya hanya diam, hanya menonton saja, mereka stay cool lah gitu ya. akhirnya angkat bicara. Pihak Iran merespon dengan menyebutkan serangan Amerika sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan juga Irak serta integritas teritorial mereka. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang bernama Nasir Kanani, mereka mengatakan kalau serangan Amerika ke wilayah Irak dan Suriah itu merupakan kesalahan strategi perang yang fatal. Meskipun sebelumnya kelompok perlawanan Islam sudah mengaku kalau merekalah yang bertanggung jawab atas serangan di Yordania. Tetapi hal itu mereka lakukan secara independen. Enggak ada hubungannya sama Irak, sama Suriah, dan sama Iran. Jadi kelompok tersebut ya melakukan serangan atas keinginan mereka sendiri. Ya, walaupun di balik semua itu mereka membeli senjata menggunakan senjata itu atas support Iran. Tetapi Iran tidak tahu- menau dengan apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Mereka melakukan itu atas dasar keinginan mereka sendiri. Nah, jadilah nih, Geng. Konflik antara Iran dan Amerika ini seperti sudah di ujung tanduk. Tinggal ada yang nyolek dikit langsung boom meledak. Nah, namun dalam hal ini tinggal tunggu aja siapa yang mancing duluan. Apakah Amerika yang nyerang Iran secara langsung duluan atau justru Iran yang akan menyerang Amerika Serikat duluan? Nah, tetapi seperti yang gua katakan sebelumnya, Iran sudah mengatakan mereka enggak akan memulai perang. Mereka hanya akan merespon yang mana itu artinya mereka hanya akan terlibat perang apabila diajak. Nah, hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Iran yang bernama Ibrahim Risi dan bahkan Ibrahim Risi juga mengatakan kalau sebelumnya Amerika mencoba untuk ngobrol dengan pihak Iran. Jadi, Amerika nih udah mencoba untuk melakukan pendekatan dengan Iran. Nah, di saat itu katanya Amerika berkata kalau opsi militer tersedia. Tetapi sekarang mereka katakan mereka tidak punya niat untuk berkonflik dengan Iran. Jadi ibaratnya Amerika udah permisi terlebih dahulu kepada Iran dan mengakui kalau mereka enggak mau nyenggol Iran. Selama ini kekuatan militer dari Iran itu tidak pernah menjadi ancaman bagi negara lain karena memang Iran kalem-kalem aja. Tapi justru sebaliknya kekuatan militer Iran itu menjamin keamanan yang dapat diandalkan dan dipercaya oleh negara-negara lain yang berada di sekitar mereka. Jadi, Iran itu menjamin jangan sampai Amerika atau negara-negara sekutunya menyerang negara tetangga Iran, tetapi justru menyenggol Iran juga. Nah, itu bakal bahaya. Iran bakal bangkit. Dan mungkin menurut kalian nih, Geng, ya, peringatan Iran ini ya enggak ada apa-apanya lah ya. Terdengar seperti lelucon gitu ya. Karena kan selama ini brandingnya kalau kita lihat di film-film, kita lihat di berita-berita, Amerika itu adalah negara super power yang paling kuat yang bisa mengalahkan siapa saja. Tapi jangan salah, itu semua adalah branding alias image yang diciptakan. Yang mana hal itu membentuk pemikiran kita seolah-olah negara paling kuat di dunia ini adalah Amerika saja. Tanpa kita sadari, Iran itu termasuk salah satu negara dengan militer yang cukup kuat. Dan bahkan ketika Iran mulai merespon serangan Amerika ke Irak dan Suriah, Rusia dan Cina sampai angkat bicara, Geng. Sekarang kita bahas respon Cina dan Rusia terhadap serangan Amerika. Dua negara yang merupakan musuh dari Amerika yaitu Cina dan Rusia itu merespon apa yang terjadi di Timur Tengah. Untuk Cina melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri mereka yang bernama Wang Wenbin, pemerintah Cina mengeluarkan pernyataan resmi untuk meminta semua pihak tetap tenang jangan sampai situasi perangnya semakin melebar. Karena mengingat sekarang di Timur Tengah semuanya saling memanas. Bahkan beberapa negara-negara Arab ingin bergabung di dalam perang, termasuk salah satunya Arab Saudi. Situasi ini sangat rumit dan sensitif. Sudah sangat keruh. Sesama saudara sudah saling berperang dan di tengah-tengahnya ada orang asing yaitu Israel dan Amerika Serikat ditambah lagi dengan Inggris. Nah, maka dari itu Cina mewanti-wanti Amerika. Jangan sampai mereka mencolek Iran. Karena kalau Iran sampai memulai serangannya maka tamatlah bumi ini. Karena antara Amerika dan Iran itu negara yang sama-sama kuat yang memungkinkan banget membuat bumi ini hancur berkeping-keping dengan senjata mereka. Hal yang sama juga disampaikan oleh pemerintah Rusia. Pemerintah Rusia meminta semua pihak untuk menurunkan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah dengan langkah-langkah untuk meredakan konflik. Menurut juru bicara Kremlin yang bernama Demitri Peskov, Rusia menganggap tingkat ketegangan yang sedang terjadi di Timur Tengah sangat mengkhawatirkan dan saat ini adalah waktu untuk mengambil langkah-langkah dengan tujuan untuk meredakan ketegangan tersebut. Sebab ini merupakan satu-satunya cara yang dapat membantu untuk mencegah penyebaran konflik lebih lanjut khususnya konflik di Timur Tengah dan harus mencapai penyelesaian konflik. Nah, lalu Cina dan Rusia menyalahkan Amerika. Apa yang terjadi di Timur Tengah sekarang itu semua gara-gara Amerika. Dan hal ini disampaikan langsung oleh duta besar Rusia untuk PBB yang bernama Vasiline Nebenziia dengan mengatakan serangan udara Amerika Serikat kepada Irak dan Suriah itu adalah serangan yang sengaja untuk memicu konflik. Tapi untungnya Iran tidak merespon dengan serius. Dan pernyataan yang dikatakan oleh Vasili Nebzia ini diafirmasi atau disetujui dengan positif oleh duta besar Cina untuk PBB yang bernama Junzang yang mengatakan tindakan Amerika pasti akan memperburuk lingkaran setan kekerasan yang ada di Timur Tengah. Nah, lalu akhirnya karena situasi di Timur Tengah semakin memanas, hal ini membuat Rusia dan Cina mau tidak mau turun tangan karena mereka takut Amerika Serikat ini berbuat semakin semena-mena. Nah, lalu Rusia dan Cina mengajak Iran untuk melakukan latihan militer bersama. Latihan ini akan dilakukan sebelum bulan Maret. Nah, harusnya nih sebentar lagi nih. Yang mana tujuannya untuk meningkatkan keamanan regional. Dan latihan bersama ini tidak dikhususkan hanya untuk tiga negara itu aja, tapi Rusia juga mengundang beberapa negara lain untuk ikut serta dalam latihan. Nah, tapi enggak ada informasi yang mengatakan kalau Amerika juga diajak. Jadi ini lebih tepatnya semacam sebuah ultimatum kepada Amerika Serikat. Jangan macam-macam di wilayah Timur Tengah, terkhususnya di sekeliling Iran. Karena kalau mereka macam-macam melakukan serangan, maka itu pasukan militer yang sedang melakukan latihan bersama bisa saja dengan frontal atau direct langsung membalas serangan tersebut. Untuk saat ini belum ada informasi yang jelas mengenai lokasi latihan bersama itu akan dilaksanakan di mana. Tapi kemungkinan besar ya di wilayah Iran karena permasalahannya ada di sana. Tiga negara ini adalah negara yang antiat dan latihan militer bersama mereka itu merupakan sebuah ancaman bagi membuat barat itu jadi ketar-ketir dan was-was. Terkhususnya Amerika. Amerika sangat takut kalau hubungan antara Cina, Iran dan juga Rusia ini semakin erat atau lebih jauhnya mereka bisa menyusun sebuah rencana untuk melakukan serangan dadakan terhadap Amerika. Yang mana hal ini bisa terjadi kapan aja di dalam waktu dekat setelah negara-negara tersebut melakukan latihan bersama. Ya, jelas aja Amerika agak deg-degan karena dari sebelum-sebelumnya seperti ketika melawan Hoti, Amerika sempat mengundang beberapa negara tetapi negara-negara tersebut malah menolak seperti salah satunya Spanyol, terus ada Prancis gitu yang justru membantu Amerika adalah Inggris di dalam serangan tersebut. Nah, makanya Amerika tuh mulai deg-degan ini gimana ya kalau tiga negara kuat tersebut bersatu nyerang mereka. Sementara tingkat kepercayaan negara-negara barat kepada Amerika sudah menurun. Apalagi baru-baru ini Joe Biden sama Netanyahu itu berselisih paham ya. Otomatis kemungkinan Israel nantinya menarik diri apabila Amerika diserang dan ini merupakan ancaman besar bagi Amerika. Nah, itu dia geng pembahasan mengenai konflik di Timur Tengah. Selain Hamas Israel, hoti Amerika, ternyata di Timur Tengah ini sedang banyak sekali konflik. Tapi satu negara yang ngeborong semua konflik adalah Amerika. Mereka terlibat di konflik manapun yang ada di Timur Tengah. Jadi enggak salah Rusia dan Cina mencoba untuk bergabung karena Rusia dan Cina adalah musuh Amerika Serikat. Gimana menurut kalian tentang perang ini? Apa opini yang bisa kalian utarakan? Silakan tuliskan di kolom komentar di bawah. M.