Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id cimi dan pba ini adalah organisasi non pemerintah alias mereka ini adalah badan swasta yang memfasilitasi pemindahan pekerja Thailand ke Israel karena mereka swasta otomatis mereka mempunyai Mitra Mitra di Thailand jadi kayak pihak di Thailandnya itu harus ada tuh yang mewadahi para pekerja-pekerja Thailand sebelum diberangkatkan ke Israel yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] jeri genggeng beberapa waktu lalu kita sudah sempat ngebahas tentang sebuah fenomena yang terjadi di Israel ketika mereka berkonflik dengan Palestina yaitu tentang pencurian organ spesifiknya yang kita bahas kemarin itu mengenai keberadaan bank kulit atau skin Bang milik Israel yang mana skin Bang ini diperuntukkan untuk orang-orang Israel yang mengalami kker kulit dan kulit-kulit yang ada di skinbang tersebut dicurigai merupakan kulit orang-orang Palestina yang menjadi korban akibat perang antara Israel melawan Hamas kalau kalian penasaran dengan pembahasannya kalian bisa nonton di sini ini videonya dan di dalam kasus tersebut kejadiannya sudah berlangsung selama bertahun-tahun makanya banyak dari keluarga-keluarga di Palestina n yang mencari jenazah anak atau sanak famili mereka namun tidak diketahui di mana keberadaannya tentang isu Ini sebenarnya sudah berbukti tetapi berkali-kali Perdana Menteri Israel yaitu netanyahu Selalu membantah perihal ini meskipun buktinya sudah jelas sekali ya tapi apa boleh buat PBB HAM sama sekali tidak bertindak atas kecurangan-kecurangan atau kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel nah ternyata geng perlakuan semena-mena ini tidak hanya dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina aja yang mana Kalau Palestina kan selalu menjadi target yang etnisnya ingin mereka hilangkan nah tetapi untuk kali ini kita akan membahas nih sebuah kasus yang menimpa warga negara Thailand yang menjadi korban kekejaman Israel nah jujur aja nih geng Gua sebenarnya baru tahu gitu ya ternyata warga negara Thailand itu ada yang bekerja di Israel yang mana mereka bekerja di sana itu sebagai buruh kasar mereka ada yang jadi pekerja kebun ada yang pekerja pabrik ada yang jadi pemb dan lain-lain dan ternyata warga negara Thailand yang bekerja di Israel ini mereka diperlakukan layaknya budak di sana dan bahkan dari informasi yang beredar banyak para pekerja perempuan asal Thailand yang dilecehkan selama bekerja di Israel nah Seperti apa fenomena kejahatan yang satu ini yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Thailand ini langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi [Musik] lain [Musik] untuk pembahasan pertama kita akan membahas dulu Bagaimana sih kondisi para pekerja asal Thailand di is [Musik] isu mengenai para pekerja Thailand yang mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari orang-orang Israel ini sebenarnya bukan isu yang baru ini merupakan isu lama isu yang sudah bertahun-tahun terdengar namun sayangnya isu ini Entah kenapa jarang sekali dibahas jarang sekali diblow up di media-media publik Entah ini ada hubungannya dengan pemimpin Thailand yang orangnya agak nyeleneh kalau kalian tahu pemimpin Thailand rajanya itu nyeleneh banget banget orangnya tuh agak nyentrik Nah mungkin ini ada hubungannya juga ya mengapa dia seakan-akan tidak peduli dengan para pekerjanya yang ada di luar negeri yang mengalami pelecehan perbudakan dan perlakuan yang tidak menyenangkan [Musik] lainnya lalu usut punya usut para pekerja Thailand yang ada di Israel ini ternyata mereka dibayar dengan harga yang sangat rendah dan bekerja selama berjam-jam dan bahkan hampir tidak ada waktu istirahatnya jadi benar-benar seperti perbudakan modern nah di sini gua enggak akan membahas banyak bidang pekerjaan kita akan ambil contoh kasus di bagian sektor pertanian yang ada di Israel nah seperti yang kita tahu ya geng Israel itu kan berdiri di atas tanah Palestina yang mana tanahnya itu gersang panas di sana dan Israel dengan keilmuan mereka yang tinggi berhasil membuat tanah Palestina tersebut menjadi subur dan hijau Nah makanya pertanian mereka lumayan maju tapi ternyata yang menjadi Pak taninya itu bukan warga negara Israel melainkan mereka mengambil pekerja-pekerja dari luar Salah satunya dari Asia yaitu Thailand Nah kita akan membahas nih para pekerja Thailand yang bekerja di sektor pertanian Israel yang mana mereka ini selama di Israel tinggal di sebuah gudang atau gubuk yang hanya dilengkapi dapur sederhana dan tempat untuk mencuci selebihnya udah mereka tidur di sana bahkan ada dari beberapa para pekerja ini tinggal di sebuah bangunan yang dibangun dari kardus benar-benar dari kardus geng kardus ya Yang kalau kena air langsung lemb back to dindingnya ini bukan hanya sekedar berita hoax karena pihak dari media BBC Thailand pernah melakukan investigasi survei untuk melihat secara langsung Bagaimana kondisi warga negara Thailand yang bekerja di Israel di saat itu jurnalis BBC Thailand itu mendatangi lebih dari 50 perkebunan untuk berbicara kepada ratusan pekerja Thailand yang ada di sana di beberapa dokumentasi foto dan video kalian bisa lihat tempat tinggal mereka benar-benar seperti rumah gembel gitu kondisinya sangat buruk yangeng dan ada salah satu pekerja Thailand yang berbicara di video investigasi BBC kalau dinding di tempat tinggalnya itu sebenarnya sudah Lapuk dan berjamur ditambah mereka harus tinggal di sana bersama dengan tikus-tikus yang membuat hal tersebut menjadi penyakit untuk mereka dinding mereka yang berjamur itu menyebabkan tubuh mereka gatal-gatal terus tikus itu membuat mereka tertular berbagai penyakit yang berasal dari tikus tersebut di dalam pengakuan tersebut mereka merasa Serba Salah mereka harus bekerja sepanjang waktu dan enggak boleh ada kata ngeluh nah tapi bayangkan mereka harus tidur di tempat seperti itu dan Terkadang ketika mereka dikencingi oleh tikus mereka udah pasti sakit dan bahkan sering sekali terjadi hal yang menyedihkan yaitu ketika makanan mereka baru ditinggal sebentar itu sudah ada tikus yang makan atau justru dikencingin Tikus Dan itu sudah tidak bisa mereka makan lagi nah lalu geng di bangunan tersebut ada toilet dan toiletnya pun Ya Allah bobrok banget Nah di sini Jujur aja ya Ini ada dua persepsi ini apakah orang Thailand ini Malas atau justru memang toiletnya seperti itu atau justru ya mereka enggak punya waktu untuk membersihkan toilet tersebut karena mereka sibuk bekerja Nah itulah beberapa persepsinya tapi ya gua bisa melihat itu tempat tidak layak sekali kalian bisa lihat sendiri dari beberapa dokumentasi yang ada enggak kebayang kan geng gimana hidup mereka seperti itu ya sudahudah pasti mereka ini akan terjangkit berbagai macam penyakit jujur aja gua kalau ke tempat yang kayak gitu lebih baik gua nahan Ya nahan buang air lah karena Aduh benar-benar joro banget geng Nah lalu di dalam investigasi pihak BBC ini juga ditemukan fakta lain Jadi permasalahan kesehatan para pekerja Thailand ini enggak cuma terancam gara-gara mereka tinggal bersama tikus-tikus tetapi mereka juga terancam kesehatannya dikarenakan adanya pestisida kimia kok bisa ini terjadi nah ternyata memang Israel ini tercatat merupakan salah satu negara yang menggunakan pestisida kimia terbesar di dunia untuk sektor pertanian mereka nah jelas saja di dalam hal ini warga israelnya sehat sehat sementara yang berhubungan langsung dengan kimia pestisida itu adalah para petaninya yang merupakan orang-orang asing jadi yang kecipratan penyakitnya gara-gara tuh pestisida ya para petani-petani tadi orang-orang yang terkena pestisida kimia itu lama-kelamaan akan Mengalami berbagai penyakit seperti iritasi kulit keracunan gangguan reproduksi gangguan kehamilan terus perkembangan janinnya buat yang lagi hamil serta penyakit parkinson Nah gua Jelaskan sedikit penyakit parkinson Itu adalah sebuah penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh untuk mengontrol gerakan dan keseimbangan jadi seseorang bisa saja lupa caranya berjalan lupa caranya berdiri kalau sudah terkena penyakit parkinson ini jadi sudahah bisa dipastikan pestisida kimia yang digunakan dalam pertanian Israel itu sangat-sangat mengancam para pekerjanya dan yang lebih gilanya lagi dari beberapa dokumentasi diperlihatkan kalau para pekerja Thailand ini tidak diberikan APD atau alat alat pelindung diri yang layak gitu ya sehingga bisa dikatakan nyawa mereka itu tidak ada harganya ketika bekerja untuk perusahaan-perusahaan pertanian Israel dari beberapa dokumentasi diperlihatkan kalau mereka ini hanya diberikan ya pelindung seadanya yaitu jas hujan dan juga masker sekali pakai yang mana masker sekali pakai itu tidak dianjurkan untuk menahan efek kimia pestisida Jadi udah pasti tuh orang-orang bakal keracunan perlahan-lahan dan menurut para pekerja ini saking takutnya mereka akan terjangkit berbagai penyakit gitu ya akhirnya mereka mencari sendiri alat keamanan tambahan atau pelindung diri saat mereka bekerja itu mereka cari dan beli sendiri karena mereka tidak mau menanggung resikonya dan untuk saat ini sudah banyak pekerja-pekerja Thailand yang mulai merasakan dampaknya dan mereka sudah dilihat oleh para pengusaha-pengusaha Israel sebagai para pekerja yang tidak lagi produktif alias Ya udah enggak bisa pakai gitu udah sakit-sakitan kebanyakan dari mereka mengalami gejala awal biasanya mereka akan merasakan tidak enak badan dan pernah nih geng suatu hari salah satu dari pekerja meminta izin kepada bosnya untuk berobat ke dokter tetapi Sayangnya dia tidak diberikan izin oleh si pemilik perusahaan alias si Bosnya tersebut alasannya ya simpel yaitu si orang Israel pemilik usaha ini tidak mau buang-buang waktu untuk si pekerja pergi berobat karena menurut dia itu adalah sebuah kerugian padahal secara logiknya nih ya pekerja yang sakit ini minta izin ke dokter agar dia lebih Fit dan juga agar produktivitas mereka selama bekerja tidak menurun ya keuntungan nya juga untuk perusahaan tapi tetap aja mereka tidak diizinkan untuk ke dokter dan mereka diminta untuk bekerja terus terusan yang mana perusahaan-perusahaan pertanian milik Israel ini tidak peduli jika mereka sakit atau kondisinya semakin parah yang jelas mereka mau kerja ya kerja sampai selesai akibatnya nih geng banyak para pekerja Thailand itu yang tewas di Israel menurut dari investigasi BBC tersebut ada sekitar 172 pekerja yang yang tewas di Israel sejak tahun 2012 dan kasusnya bermacam-macam ada yang memang meninggal secara wajar ada juga yang meninggal karena mereka terjangkit penyakit namun tidak kunjung diobati ada salah satu cerita yang datang dari seorang pekerja Thailand yang bernama Wia Duang degaau ini koreksi gua kalau salah dalam pengucapan namanya nih dia ini meninggal di Israel yang mana Di dalam berkas kematiannya penyebab dari meninggalnya Wia ini tidak bisa dipastikan jadi enggak ada kejelasan nah ternyata dari berkat meninggalnya Wia ini yang agak sedikit mencurigakan akhirnya diinvestigasilah banyak ternyata kejadian yang sama yang menimpa warga Thailand ini dan ketika ditanyakan ke dokter yang menangani jenazah-jenazah mereka justru para dokter itu tidak bisa menjawab dan mereka benar-benar enggak punya jawaban apa-apa enggak ada rekam medis sama sekali dan jarang sekali jenazah para pekerja asal Thailand ini diotopsi setelah mereka meninggal Jadi kalau mereka sudah meninggal Ya udah dibikinin berkasnya lalu dipulangkan ya jika begitu Bagaimana bisa diketahui u gitu ya kalau enggak ada autopsi Ya gimana kita bisa tahu dia sakitnya Apa penyebab dari awalnya Kenapa jadi tidak ada otopsinya tidak ada rekam medisnya semacam hal ini sengaja disembunyikan karena kalau misalkan di autopsi diperiksa Maka nanti dikam medis itu akan terlihat tuh penyebab dari tewasnya misalkan kayak penyakit terus juga misalkan kayak infeksi atau apapun itu nanti itu akan mengakar lagi akan manjang ke Bagaimana kehidupan serta kualitas hidup para pekerja itu selama di Israel yang mana otomatis nanti Israel bakal dis kan oleh pemerintah Thailand Nah makanya mereka semacam sengaja menutup-nutupi tentang fakta [Musik] ini lalu menurut catatan pemerintah Israel antara tahun 2008 sampai 2013 itu ada sebanyak 122 pekerja Thailand yang meninggal di Israel dan 65 orang meninggal karena sakit jantung dan 22 orang lainnya tidak diketahui penyebabnya dan tidak pernah diutopsi padahal nih geng ya pada tahun 2011 Israel l itu sudah meningkatkan prosedur rekrutmen para pekerja dari Thailand termasuk membuatkan sebuah undang-undang yang mengatur upah minumum mereka jadi upah mereka atau gaji mereka sudah diatur dalam undang-undang Israel jadi para pengusahanya enggak bisa sembarangan dan bahkan di dalam undang-undang itu juga sudah tertulis soal pembatasan jam kerja memperbolehkan mogok kerja dan menetapkan standar tempat tinggal bagi pekerja asing termasuk pekerja Thailand tadi Nah Tapi entah mengapa praktik kecurangan atau tindakan semena-mena terhadap warga Israel ini masih sering terjadi Entah dari mana salahnya entah undang-undang itu hanya sebuah kamuflase gitu ya yang nantinya akan dijadikan tameng oleh Israel ketika Israel mendapatkan teguran dari PBB atau dianggap melanggar HAM Jadi mereka bisa berkilah Dengan mengatakan kami udah bikin kok undang-undangnya hanya saja banyak pebisnis yang nakal Nah bisa aja mereka menggunakan manuver itu nah tapi kalau memang alasannya begitu harusnya para pebisnis atau pengusaha Israel yang nakal itu hanya satu dua orang gitu ya tapi ini enggak hampir dari rata-ata rata para pekerja Thailand yang di Israel itu mengalami tindakan kekerasan dan berakhir meninggal dunia Lalu bagaimana dengan para pekerja Thailand itu sendiri apakah mereka selama ini tidak pernah mengadukan perihal ini ke pemerintah mereka ya kalau kayak kita misalkan para TKI atau TKW kita bisa mengadu kepada KBRI Nah kalau Thailand Apakah tidak bisa seperti itu Nah jawabannya adalah mereka sebenarnya bisa tetapi mereka tidak mau mengadukan itu dengan alasan daripada mereka pulang ke kampungnya lalu jadi pengangguran lebih baik mereka tetap berada di Israel sakit-sakitan tetapi mereka tetap mempunyai pekerjaan lalu sementara itu menurut pihak pemerintah Israel mereka sudah melakukan 400 inspeksi setiap tahunnya dan lebih dari 100 investigasi dilakukan sejak tahun 2013 mengenai upah dan jam kerja yang diberlakukan pada pekerja-pekerja asing termasuk pekerja asal Thailand ini Pemerintah Israel mengatakan mereka sudah mengeluarkan 300 peringatan dan 200 hukuman denda senilai 3,8 juta USD atau setara dengan rp59 miliar terhadap para pengusaha-pengusaha yang nakal yang memperlakukan para pekerja asing ini dengan semena-mena nah lalu pihak human right watch mengatakan kalau berbagai kasus di Israel ini masih sering terjadi menurut mereka ada beberapa penyebab kasus ini mengapa masih terjadi sampai sekarang yaitu yang pertama struktur pemeriksaan yang tidak efektif lalu tim penegakan hukum yang ada di Israel itu buruk dan kegagalan penerapan sanksi terhadap pengusaha yang melanggar hukum Nah jadi bisa dikatakan pemerintah Israel itu tidak tegas dengan para pengusaha-pengusaha mereka human right watch juga mengemukakan pola kematian dari para pekerja Thailand yang seharusnya bisa menjadi kcern para aparat Israel karena bisa aja penyebab dari kematian para pekerja ini itu disebabkan karena ada yang menyiksa alias mereka ini ya diperlakukan semena-mena Jadi bukan hanya karena mereka bekerja terus sakit capek bukan hanya itu tetapi lebih daripada itu ada kemungkinan menurut kecurigaan dari pihak Human Rights watch ini ada perbudakan dengan menggunakan kekerasan yang dilakukan oleh para pengusaha dan sebenarnya hal ini ya memang udah terlihat jelas kok di pemberitaan BBC sudah langsung survei ke sana dari tempat tinggal para pekerja juga udah kelihatan mereka diperlakukan seperti hewan kayak gitu ya masa human right watch masih meminta peninjauan kepada pemerintah Israel kelihatan banget kayak gimana ya seolah-olah kayak takut gitu sama pemerintah Israel Kenapa tidak langsung ditindaklanjuti aja gitu karena buktinya sudah banyak dan sedihnya itulah yang terjadi kepada warga negara Thailand yang bekerja di Israel saat ini nah menurut Sarah Leah whtson selaku direktur human right watch untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Meskipun tidak jelas Apakah ada hubungan antara tingginya angka kematian pekerja Thailand ini dengan kondisi kerja mereka di sektor pertanian yang mungkin bikin mereka sangat capek dan akhirnya meninggal dunia nah tapi ini benar-benar harus diselidiki ya tapi sampai saat ini isu ini tidak pernah diangkat tidak pernah diselidiki Ya mau gimana lagi untuk saat ini Israel sedang sibuk perang yang mana sempat mereka mempedulikan atau mengurus hal-hal seperti ini nah lalu geng di luar para pekerja Thailand yang diperlakukan seperti budak ini ternyata para pekerja Thailand yang perempuan itu juga mendapatkan perlakuan yang tidak pantas ada sebuah laporan yang disampaikan oleh komite khusus kineset mengenai pekerja asing yang mengatakan setiap pekerja pertanian di Israel mendapatkan pelejahan ualual laporan tersebut dibuat oleh seorang ahli imigrasi yang bernama yahel kurlander dan juga shahar shoham di dalam laporan tersebut dikatakan 100% pekerja asing yang bekerja di sektor pertanian mengalami pelecehan seksual dan sebanyak 654 orang pekerja asing yang berasal dari Thailand mereka semua mengaku pernah mengalami lecehan tersebut gila enggak tuh 654 orang pekerja asing Thailand yang cewek itu di Israel pernah dilecehkan rata-rata sama seperti kasus yang sebelumnya alasan mereka tetap sama mereka ini hanya mengakui pengalaman buruk mereka itu kepada media tetapi tidak pernah melaporkan hal itu ke pemerintah mereka dengan alasan mereka tidak mau dipulangkan dan tidak mau menganggur di Thailand jadi lebih baik mereka Tutup mulut dan menerima keadaan agar tetap bisa bekerja dan mendapatkan upah di Israel dan sepertinya memang Israel sendiri belum mampu untuk menyediakan wadah yang layak dan juga aman bagi para pekerja asing yang menjadi korban pelecehan untuk bersuara mengenai ketidakadilan yang mereka alami jadi bisa dikatakan tuh Belum ada pusat pengaduannya jadi Israel tidak menyediakan itu untuk mereka nah menurut kurlander Israel telah mengabaikan atau bahkan melupakan para perempuan-perempuan pekerja asal Thailand ini apa yang mereka alami pelecehan yang mereka alami itu tidak mendapatkan perhatian ya mereka dibiar kan begitu aja dan sejauh ini isu tentang pelecehan Ini sebenarnya sudah ramai dibicarakan karena di media-media sudah banyak pemberitaannya tetapi tetap aja pemerintah sangat Abai tidak ada tindakan apapun dan juga tidak ada perlindungan bagi mereka yang mengalami pelecehan tersebut Padahal mereka ini datang ke Israel untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Israel tersebut yang mana kan tujuannya untuk membantu Israel juga dan sampai saat ini fenomena yang menyedihkan ini terus berlanjut oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan Bagaimana sih hubungan kerj sama ekonomi antara Thailand dan Israel Kok bisa Kejadian kelam kayak gini [Musik] terjadi kalau membahas tentang ini geng kita harus flashback sedikit mengenai bagaimana awal mula banyak pekerja asing terutama dari Asia yang berada di Israel jadi ini semua bermula pada tahun 1993 geng di saat itu migrasi tenaga kerja secara besar-besaran terjadi dari Asia ke Israel yang mana setelah Israel membatasi warga Palestina yang datang ke Israel untuk bekerja setelah intifada pertama di wilayah pendudukan Palestina pada tahun 1987 Nah jadi Alasannya kenapa banyak pekerja asing terutama Asia karena Israel tidak mau membagi pekerjaan kepada Palestina padahal sebelumnya nih geng orang-orang Palestina sudah banyak yang bekerja di berbagai sektor di perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh Israel salah satunya termasuk yang kita bahas hari ini yaitu pertanian tetapi karena orang Israel ini memang Ben sekali kepada Palestina akhirnya timbullah sebuah kebijakan untuk membatasi orang Palestina masuk ke Israel sehingga di saat itu Israel membutuhkan tenaga kerja terutama Para bos-bos pemilik perusahaan dan pertanian kita mundur sedikit ke tahun 1991 di saat itu Israel memperkuat Kerangka kerja mengenai perlindungan tenaga kerja dengan undang-undang baru yang dirancang khusus untuk para pekerja asing baru di Israel singkat cerita pada tahun 2011 pemerintah Israel menandatangani perjanjian bilat al dengan Thailand yang mana perjanjian ini disebut dengan Thailand Israel corporation atau C perjanjian ini sebenarnya bertujuan untuk menyederhanakan proses perekrutan para pekerja pertanian asal Thailand untuk masuk ke Israel yang mana Ini semua dikarenakan dulunya sewaktu perekrutan para pekerja asing masuk ke Israel itu banyak terjadi korupsi makanya dengan dibentuknya Tic ini akan mengurangi korupsi dalam proses perekrutan dan juga mengurangi biaya perekrutan yang harus dibayar pekerja Thailand untuk bisa mendapatkan izin kerja ke Israel perjanjian seperti ini sebenarnya Enggak cuma antara Israel dan Thailand geng jadi Israel juga menerapkan perjanjian yang sama dengan negara Bulgaria bedanya kalau tenaga kerja Bulgaria itu diperuntukkan ke bagian sektor konstruksi nah mereka enggak di pertanian yang pertanian Justru orang Asia orang Thailand yang mana seperti yang kita tahu memang ya Thailand ini kan mirip-mirip sama orang Jawa ya cekatan kalau berkebun berternak bersawah itu cekatan mirip sekali Nah jadi setiap pekerja-pekerja asing yang datang ke Israel sudah punya porsi masing-masing lalu geng berdasarkan perjanjian antara Israel dan Thailand tersebut akhirnya pemerintah Thailand mengirimkan sekitar 2.000 pekerja ke Israel pada tahun 2012 Nah kalau sebelumnya warga yang dikirim ke Israel itu bertahap sedikit demi sedikit terus juga perizinannya agak sulit Tetapi semenjak adanya perjanjian tersebut di tahun 2012 masyarakat Thailand yang masuk ke Israel jadi lebih gampang untuk bekerja di sektor pertanian lalu di tahun 2013 Thailand diminta untuk mengirim 5.500 pekerja Wah Gila banyak banget dan setelahnya jumlah pekerja tahunan yang datang dari Thailand ke Israel diperkirakan mencapai 4.000 pekerja dalam setahun dari perjanjian itu sebenarnya mereka ini punya batas waktu punya tenggat waktu untuk bekerja di Israel jadi enggak selamanya warga Thailand ini bekerja di Israel sebenarnya mereka ini diberikan waktu selama 63 bulan atau sekitar 5 tahunan untuk bekerja di sana tetapi syaratnya para pengusaha Israel yang merekrut mereka harus selalu memperbarui izin kerja para pekerja Thailand setiap tahunnya Jadi enggak boleh tuh kalau enggak dilapor setiap tahunnya harus dilapor dan Harus dibikin izin kerja baru dan seorang pengusaha pertanian yang ingin mempekerjakan pekerja dari luar negeri itu membutuhkan persetujuan dari Kementerian Pertanian yang menetapkan Berapa banyak pekerja yang dapat direkrut oleh pengusaha tersebut dan sebuah lembaga yang bernama population immigration and border authority atau disingkat dengan piba yang mengeluarkan jumlah izin kerja yang dibutuhkan dan para pengusaha pertanian tersebut harus membayar biaya administrasi yang diperlukan kepada pihak piba tersebut yang mana jumlahnya sesuai dengan jumlah izin kerja yang sudah disetujui oleh Kementerian Pertanian dan piba meneruskan perekrutan petani ini ke Center for International migration and integration atau cimi cimi ini sendiri adalah sebuah divisi dari American Jewish joint distribution komite yang dalam bahasa Indonesia nih artinya komite distribusi gabungan Yahudi Amerika yaitu sebuah badan amal milik Yahudi yang terdaftar di Amerika dan beroperasi di Israel nah kurang lebih kayak gitu lagi-lagi ya ada amerikanya kalau berbicara tentang Israel cimi dan piba ini adalah organisasi nonpemerintah alias mereka ini adalah badan swasta yang memfasilitasi pemindahan pekerja Thailand ke Israel karena mereka swasta otomatis mereka mempunyai Mitra Mitra di Thailand jadi kayak pihak di Thailandnya itu harus ada tuh yang mewadahi para pekerja-pekerja Thailand sebelum diberangkatkan ke Israel Mitra mereka yang ada di Thailand ini bernama International organization for migration atau tulisannya iom iom yang memiliki perjanjian kerja sama dengan Kementerian tenaga kerja Thailand cimi itu bekerja sama dengan iom atau iom ini dengan cara mereka itu berbagi data jadi misalkan nih ada pengusaha pertanian Israel yang sedang mencari pekerja nanti pihak iom ini akan mengirimkan kepada siimi list para petani-petani Thailand yang ingin bekerja atau bisa dikirim sebagai tenaga kerja ke Israel dan lowongan pekerjaan Israel ini bahkan disiarkan atau dipromosikan di tvtv Thailand geng jadi tvtv Thailand tuh ada tuh lowangan kerja di Israel bisa Berangkatnya kapan paketnya Seperti apa itu ada iklannya di tv-tv Thailand Enggak cuma di TV bahkan di surat kabar atau koran-korannya juga banyak jadi sebegitu dekatnya nih hubungan Thailand dengan Israel secara ekonomi iklan tersebut dipasang di semua daerah yang ada di Thailand Tetapi menurut pihak iom sebagian besar pekerja Thailand yang bekerja di Israel itu kebanyakan berasal dari provinsi barat laut Thailand yang mana mereka memang terkenal sebagai warga-warga yang kurang mampu alias menengah ke bawah jadi kurang lebihnya nih ya alur simpelnya tuh gini masyarakat miskin Thailand yang ingin bekerja sebagai petani ke Israel itu memberikan lamaran kerja mereka ke kantor pemerintah provinsi Nah itu biasanya mereka akan mencari lowangan kerja tersebut dari TV dari koran tadi dari iklan-iklan tadi Nah setelah itu dari kantor pemerintah provinsi akan mengirimkan lamaran tersebut ke Kementerian tenaga kerja Thailand yang ada di Bangkok kemudian iom akan memilih nama-nama dari lamaran yang masuk secara acak tujuannya memilih dengan acak agar menghindari terjadinya korupsi dalam proses seleksi jadi ibaratnya tuh enggak ada orang titipan ya kayak di salah satu negara di e planet sana lah yang mana Kalau mau jadi PNS harus ada orang dalam dan uang pelicin nah di Thailand diterapkanlah sistem pilih acak agar tidak terjadi korupsi tidak terjadi suap dengan cara penunjukan langsung yang bisa dibayar nanti bagi yang terpilih mereka akan dikabari melalui surat Ya maklum aja kebanyakan dari mereka yang bekerja Ini kan menengah ke bawah bahkan mungkin ada yang gaptek Jadi dikabarinya melalui surat setelah itu para petani Thailand yang terpilih ini harus lulus pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan juga mereka harus melalui pemeriksaan catatan kriminal Nah di sini agak aneh kan banyak kejadian pekerja Thailand ini yang meninggal di Israel karena terjangkit penyakit padahal ketika mereka akan diberangkatkan ke Israel mereka itu sudah melalui tes pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu yang artinya kalau mereka sehat mereka bisa ke sana Jadi bisa dipastikan rata-rata yang ke Israel itu sehat tapi banyak dari mereka yang kembali dalam kondisi yang mengenaskan Nah kita lanjut lagi nih geng sistemnya setelah mereka lulus tes kesehatan dan juga pemeriksaan catatan kriminal mereka akan dicocokkan lagi dengan para pengusaha pertanian Israel yang sedang mencari pekerja Ini kalau misalkan Cocok nih yang dicarinya pas gitu barulah dibuat kontrak yang yang dikeluarkan oleh pihak Israel langsung dan nantinya akan ditandatangani oleh si pengusaha pertanian Israel tersebut jadi secara sistem ya mereka ini tetap dengan sistem yang resmi lalu pihak iom dari Thailand itu akan memesan tiket pesawat sementara kedutaan Israel yang akan memproses visanya setelah kedutaan Israel mengeluarkan visa barulah iom akan memberikan tiket pesawat ke para petani Thailand ini dan mereka akan diberikan arahan mengenai hak-hak mereka selama bekerja di sana mengenai hak-hak mereka selama hidup di Israel Nah setelah melalui arahan tersebut mereka juga akan menjalankan sedikit praktik pendidikan Lalu setelah dirasa siap barulah mereka menandatangani kontrak tersebut jadi bisa dikatakan mereka ini ya sistem kerjanya mirip TKI lah nanti setelah itu sisanya akan diambil alih oleh cimi yang mana saat tiba di bandara Ben guurion yang ada di tel avif para pekerja ini akan memberikan cek bank kepada cimi sebesar 450 USD atau setara dengan dengan Rp7 juta dan membayar agen perekrutan sekitar Rp6 juta Nah Setelah itu mereka akan menyerahkan kontrak yang sudah mereka tandatangani Untuk ditandatangani oleh para pemilik pertanian tadi yang mana Para pemilik pertanian ini akan menandatangani surat kontrak tersebut di hadapan perwakilan cimi dan juga agen perekrutan Lalu setelah itu jika selama bekerja ada perselisihan yang terjadi antara si petani Thailand dengan pemilik pertanian Israel ini maka itu merupakan tanggung jawab dari Ejen perekrutan terus Ejen perekrutan ini juga akan membayar sebesar 60% dari biaya perekrutan kalau pekerja Thailand tersebut pulang ke Thailand dalam tempo waktu yang tidak disepakati Ya kurang lebih di bawah 18 bulan nah biasanya itu akan terkena penalti yang mana si agen harus membayar dendanya kalau kita lihat dari sistem perekrutannya sebenarnya udah baik gitu geng Ya udah bagus gitu tertata rapi karena memang tujuan mereka ya supaya antara masing-masing instansi pemerintahnya itu menghindari korupsi nah tapi justru permasalahannya terletak pada aktivitas pekerjaan mereka yang jauh sekali dari kata sejahtera yang mana menurut undang-undang upah minumum Israel pada tahun 1987 pekerja penuh waktu yang berusia di atas 18 tahun berhak atas upah minumum bulanan harian atau per jam yang ditetapkan dan diperbarui oleh pemerintah pada tanggal 1 April setiap tahunnya dan diterbitkan di reshumot yang merupakan lembaran negara nah tapi pada kenyataannya semua pekerja Thailand yang bekerja di Israel itu mengaku kepada human right watch kalau mereka mendapatkan gaji yang jauh di bawah upah minimum yaitu dari 173 pekerja Thailand hanya ada satu kelompok yang terdiri dari 18 pekerja yang mengatakan kalau mereka menerima slip gaji rutin dari bos mereka sementara tiga kelompok pekerja lainnya mengatakan kalau mereka belum pernah melihat dan menandatangani slip gaji jadi di saat itu ya mereka digaji sesuka hati oleh para pemilik usaha dan satu kelompok yang terdiri dari 15 pekerja mengatakan kalau mereka menandatangani sebuah dokumen berbahasa Ibrani tetapi tidak pernah menerima salinannya di dalam bahasa Thailand jadi ibaratnya mereka itu disodorkan perjanjian atau surat tersebut Ya udah suruh tanda tangan aja walaupun mereka enggak paham itu isinya apa dan slip gaji yang diberikan juga tidak sesuai dengan upah yang dibayarkan misalkan di dalam slip gajinya tertulis R5 juta tetapi yang diberikan ke mereka misalkan hanya R juta dan yang lebih parahnya lagi adalah mereka tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan tidak ada jaminan tidak ada asuransi Padahal di dalam undang-undang tenaga kerja asing Israel pada tahun 1991 itu mewajibkan para pekerja harus menyediakan asuransi kesehatan bagi para pekerja asing termasuk pekerja Thailand ini di undang-undang lain juga dikatakan kalau pekerja berhak atas izin 1u setengah hari kalau mereka sedang sakit Jadi enggak boleh dipaksakan kalau mereka lagi sakit tuh harus kerja harus benar-benar dikuat-kuatin itu enggak boleh mereka tuh harus diberikan waktu untuk berobat dan beristirahat ya tapi lagi-lagi namanya juga pengusaha jangankan di Israel di mana-manap pun juga ya sudah banyaklah yang nakal-nakal kayak gini peraturan hanyalah sekedar peraturan tanpa benar-benar dijalankan Dan sampai detik ini permasalahan tenaga kerja Thailand yang ada di Israel ini masih menjadi sebuah isu yang jarang sekali diangkat padahal para pekerja ini mengalami kesulitan dan tidak diberikan kesejahteraan hidup selama di sana nah Bagaimana menurut kalian geng untuk negara-negara barat yang selalu meneriakkan HAM Mengapa mereka jarang sekali memperjuangkan hak asasi manusia apabila itu terjadi kepada orang-orang di luar ras mereka seperti misalnya kalau menimpa orang-orang dari ras kita Asia mereka diam menimpa ras arab mereka diam menimpa ras orang-orang Afrika mereka juga Diam coba yang kena itu adalah orang-orang kulit putih Wah mereka bersuara seolah-olah merekalah korbannya
Resume
Categories