THE FATE OF THAI WORKERS IN ISRAEL
7FRdnVCCOsQ • 2024-02-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
cimi dan pba ini adalah organisasi non
pemerintah alias mereka ini adalah badan
swasta yang memfasilitasi pemindahan
pekerja Thailand ke Israel karena mereka
swasta otomatis mereka mempunyai Mitra
Mitra di Thailand jadi kayak pihak di
Thailandnya itu harus ada tuh yang
mewadahi para pekerja-pekerja Thailand
sebelum diberangkatkan ke
Israel yo geng tekan tombol subscribe
geng e Yo what's good Welcome back to
kamar
[Musik]
jeri genggeng beberapa waktu lalu kita
sudah sempat ngebahas tentang sebuah
fenomena yang terjadi di Israel ketika
mereka berkonflik dengan Palestina yaitu
tentang pencurian organ spesifiknya yang
kita bahas kemarin itu mengenai
keberadaan bank kulit atau skin Bang
milik Israel yang mana skin Bang ini
diperuntukkan untuk orang-orang Israel
yang mengalami kker kulit dan
kulit-kulit yang ada di skinbang
tersebut dicurigai merupakan kulit
orang-orang Palestina yang menjadi
korban akibat perang antara Israel
melawan Hamas kalau kalian penasaran
dengan pembahasannya kalian bisa nonton
di sini ini videonya dan di dalam kasus
tersebut kejadiannya sudah berlangsung
selama bertahun-tahun makanya banyak
dari keluarga-keluarga di Palestina n
yang mencari jenazah anak atau sanak
famili mereka namun tidak diketahui di
mana keberadaannya tentang isu Ini
sebenarnya sudah berbukti tetapi
berkali-kali Perdana Menteri Israel
yaitu netanyahu Selalu membantah perihal
ini meskipun buktinya sudah jelas sekali
ya tapi apa boleh buat PBB HAM sama
sekali tidak bertindak atas
kecurangan-kecurangan atau kejahatan
perang yang dilakukan oleh
Israel nah ternyata geng perlakuan
semena-mena ini tidak hanya dilakukan
oleh Israel terhadap rakyat Palestina
aja yang mana Kalau Palestina kan selalu
menjadi target yang etnisnya ingin
mereka hilangkan nah tetapi untuk kali
ini kita akan membahas nih sebuah kasus
yang menimpa warga negara Thailand yang
menjadi korban kekejaman Israel nah
jujur aja nih geng Gua sebenarnya baru
tahu gitu ya ternyata warga negara
Thailand itu ada yang bekerja di Israel
yang mana mereka bekerja di sana itu
sebagai buruh kasar mereka ada yang jadi
pekerja kebun ada yang pekerja pabrik
ada yang jadi pemb dan lain-lain dan
ternyata warga negara Thailand yang
bekerja di Israel ini mereka
diperlakukan layaknya budak di sana dan
bahkan dari informasi yang beredar
banyak para pekerja perempuan asal
Thailand yang dilecehkan selama bekerja
di Israel nah Seperti apa fenomena
kejahatan yang satu ini yang dilakukan
oleh Israel terhadap warga Thailand ini
langsung aja kita bahas secara lengkap
di sisi
[Musik]
lain
[Musik]
untuk pembahasan pertama kita akan
membahas dulu Bagaimana sih kondisi para
pekerja asal Thailand di is
[Musik]
isu mengenai para pekerja Thailand yang
mendapatkan perlakuan yang tidak baik
dari orang-orang Israel ini sebenarnya
bukan isu yang baru ini merupakan isu
lama isu yang sudah bertahun-tahun
terdengar namun sayangnya isu ini Entah
kenapa jarang sekali dibahas jarang
sekali diblow up di media-media publik
Entah ini ada hubungannya dengan
pemimpin Thailand yang orangnya agak
nyeleneh kalau kalian tahu pemimpin
Thailand rajanya itu nyeleneh banget
banget orangnya tuh agak nyentrik Nah
mungkin ini ada hubungannya juga ya
mengapa dia seakan-akan tidak peduli
dengan para pekerjanya yang ada di luar
negeri yang mengalami pelecehan
perbudakan dan perlakuan yang tidak
menyenangkan
[Musik]
lainnya lalu usut punya usut para
pekerja Thailand yang ada di Israel ini
ternyata mereka dibayar dengan harga
yang sangat rendah dan bekerja selama
berjam-jam dan bahkan hampir tidak ada
waktu istirahatnya jadi benar-benar
seperti perbudakan modern nah di sini
gua enggak akan membahas banyak bidang
pekerjaan kita akan ambil contoh kasus
di bagian sektor pertanian yang ada di
Israel nah seperti yang kita tahu ya
geng Israel itu kan berdiri di atas
tanah Palestina yang mana tanahnya itu
gersang panas di sana dan Israel dengan
keilmuan mereka yang tinggi berhasil
membuat tanah Palestina tersebut menjadi
subur dan hijau Nah makanya pertanian
mereka lumayan maju tapi ternyata yang
menjadi Pak taninya itu bukan warga
negara Israel melainkan mereka mengambil
pekerja-pekerja dari luar Salah satunya
dari Asia yaitu Thailand Nah kita akan
membahas nih para pekerja Thailand yang
bekerja di sektor pertanian Israel yang
mana mereka ini selama di Israel tinggal
di sebuah gudang atau gubuk yang hanya
dilengkapi dapur sederhana dan tempat
untuk mencuci selebihnya udah mereka
tidur di sana bahkan ada dari beberapa
para pekerja ini tinggal di sebuah
bangunan yang dibangun dari kardus
benar-benar dari kardus geng kardus ya
Yang kalau kena air langsung lemb back
to dindingnya ini bukan hanya sekedar
berita hoax karena pihak dari media BBC
Thailand pernah melakukan investigasi
survei untuk melihat secara langsung
Bagaimana kondisi warga negara Thailand
yang bekerja di Israel di saat itu
jurnalis BBC Thailand itu mendatangi
lebih dari 50 perkebunan untuk berbicara
kepada ratusan pekerja Thailand yang ada
di
sana di beberapa dokumentasi foto dan
video kalian bisa lihat tempat tinggal
mereka benar-benar seperti rumah gembel
gitu kondisinya sangat buruk yangeng dan
ada salah satu pekerja Thailand yang
berbicara di video investigasi BBC kalau
dinding di tempat tinggalnya itu
sebenarnya sudah Lapuk dan berjamur
ditambah mereka harus tinggal di sana
bersama dengan tikus-tikus yang membuat
hal tersebut menjadi penyakit untuk
mereka dinding mereka yang berjamur itu
menyebabkan tubuh mereka gatal-gatal
terus tikus itu membuat mereka tertular
berbagai penyakit yang berasal dari
tikus tersebut di dalam pengakuan
tersebut mereka merasa Serba Salah
mereka harus bekerja sepanjang waktu dan
enggak boleh ada kata ngeluh nah tapi
bayangkan mereka harus tidur di tempat
seperti itu dan Terkadang ketika mereka
dikencingi oleh tikus mereka udah pasti
sakit dan bahkan sering sekali terjadi
hal yang menyedihkan yaitu ketika
makanan mereka baru ditinggal sebentar
itu sudah ada tikus yang makan atau
justru dikencingin Tikus Dan itu sudah
tidak bisa mereka makan
lagi nah lalu geng di bangunan tersebut
ada toilet dan toiletnya pun Ya Allah
bobrok banget Nah di sini Jujur aja ya
Ini ada dua persepsi ini apakah orang
Thailand ini Malas atau justru memang
toiletnya seperti itu atau justru ya
mereka enggak punya waktu untuk
membersihkan toilet tersebut karena
mereka sibuk bekerja Nah itulah beberapa
persepsinya tapi ya gua bisa melihat itu
tempat tidak layak sekali kalian bisa
lihat sendiri dari beberapa dokumentasi
yang ada enggak kebayang kan geng gimana
hidup mereka seperti itu ya sudahudah
pasti mereka ini akan terjangkit
berbagai macam penyakit jujur aja gua
kalau ke tempat yang kayak gitu lebih
baik gua nahan Ya nahan buang air lah
karena Aduh benar-benar joro banget geng
Nah lalu di dalam investigasi pihak BBC
ini juga ditemukan fakta lain Jadi
permasalahan kesehatan para pekerja
Thailand ini enggak cuma terancam
gara-gara mereka tinggal bersama
tikus-tikus tetapi mereka juga terancam
kesehatannya dikarenakan adanya
pestisida kimia kok bisa ini terjadi nah
ternyata memang Israel ini tercatat
merupakan salah satu negara yang
menggunakan pestisida kimia terbesar di
dunia untuk sektor pertanian mereka nah
jelas saja di dalam hal ini warga
israelnya sehat sehat sementara yang
berhubungan langsung dengan kimia
pestisida itu adalah para petaninya yang
merupakan orang-orang asing jadi yang
kecipratan penyakitnya gara-gara tuh
pestisida ya para petani-petani tadi
orang-orang yang terkena pestisida kimia
itu lama-kelamaan akan Mengalami
berbagai penyakit seperti iritasi kulit
keracunan gangguan reproduksi gangguan
kehamilan terus perkembangan janinnya
buat yang lagi hamil serta penyakit
parkinson Nah gua Jelaskan sedikit
penyakit parkinson Itu adalah sebuah
penyakit yang berhubungan dengan sistem
saraf yang mengganggu kemampuan tubuh
untuk mengontrol gerakan dan
keseimbangan jadi seseorang bisa saja
lupa caranya berjalan lupa caranya
berdiri kalau sudah terkena penyakit
parkinson ini jadi sudahah bisa
dipastikan pestisida kimia yang
digunakan dalam pertanian Israel itu
sangat-sangat mengancam para
pekerjanya dan yang lebih gilanya lagi
dari beberapa dokumentasi diperlihatkan
kalau para pekerja Thailand ini tidak
diberikan APD atau alat alat pelindung
diri yang layak gitu ya sehingga bisa
dikatakan nyawa mereka itu tidak ada
harganya ketika bekerja untuk
perusahaan-perusahaan pertanian Israel
dari beberapa dokumentasi diperlihatkan
kalau mereka ini hanya diberikan ya
pelindung seadanya yaitu jas hujan dan
juga masker sekali pakai yang mana
masker sekali pakai itu tidak dianjurkan
untuk menahan efek kimia pestisida Jadi
udah pasti tuh orang-orang bakal
keracunan perlahan-lahan dan menurut
para pekerja ini saking takutnya mereka
akan terjangkit berbagai penyakit gitu
ya akhirnya mereka mencari sendiri alat
keamanan tambahan atau pelindung diri
saat mereka bekerja itu mereka cari dan
beli sendiri karena mereka tidak mau
menanggung resikonya dan untuk saat ini
sudah banyak pekerja-pekerja Thailand
yang mulai merasakan dampaknya dan
mereka sudah dilihat oleh para
pengusaha-pengusaha Israel sebagai para
pekerja yang tidak lagi produktif alias
Ya udah enggak bisa pakai gitu udah
sakit-sakitan kebanyakan dari mereka
mengalami gejala awal biasanya mereka
akan merasakan tidak enak badan dan
pernah nih geng suatu hari salah satu
dari pekerja meminta izin kepada bosnya
untuk berobat ke dokter tetapi Sayangnya
dia tidak diberikan izin oleh si pemilik
perusahaan alias si Bosnya tersebut
alasannya ya simpel yaitu si orang
Israel pemilik usaha ini tidak mau
buang-buang waktu untuk si pekerja pergi
berobat karena menurut dia itu adalah
sebuah kerugian padahal secara logiknya
nih ya pekerja yang sakit ini minta izin
ke dokter agar dia lebih Fit dan juga
agar produktivitas mereka selama bekerja
tidak menurun ya keuntungan nya juga
untuk perusahaan tapi tetap aja mereka
tidak diizinkan untuk ke dokter dan
mereka diminta untuk bekerja terus
terusan yang mana perusahaan-perusahaan
pertanian milik Israel ini tidak peduli
jika mereka sakit atau kondisinya
semakin parah yang jelas mereka mau
kerja ya kerja sampai
selesai akibatnya nih geng banyak para
pekerja Thailand itu yang tewas di
Israel menurut dari investigasi BBC
tersebut ada sekitar 172 pekerja yang
yang tewas di Israel sejak tahun 2012
dan kasusnya bermacam-macam ada yang
memang meninggal secara wajar ada juga
yang meninggal karena mereka terjangkit
penyakit namun tidak kunjung diobati ada
salah satu cerita yang datang dari
seorang pekerja Thailand yang bernama
Wia Duang degaau ini koreksi gua kalau
salah dalam pengucapan namanya nih dia
ini meninggal di Israel yang mana Di
dalam berkas kematiannya penyebab dari
meninggalnya Wia ini tidak bisa
dipastikan jadi enggak ada kejelasan nah
ternyata dari berkat meninggalnya Wia
ini yang agak sedikit mencurigakan
akhirnya diinvestigasilah banyak
ternyata kejadian yang sama yang menimpa
warga Thailand ini dan ketika ditanyakan
ke dokter yang menangani jenazah-jenazah
mereka justru para dokter itu tidak bisa
menjawab dan mereka benar-benar enggak
punya jawaban apa-apa enggak ada rekam
medis sama sekali dan jarang sekali
jenazah para pekerja asal Thailand ini
diotopsi setelah mereka meninggal Jadi
kalau mereka sudah meninggal Ya udah
dibikinin berkasnya lalu dipulangkan ya
jika begitu Bagaimana bisa diketahui u
gitu ya kalau enggak ada autopsi Ya
gimana kita bisa tahu dia sakitnya Apa
penyebab dari awalnya Kenapa jadi tidak
ada otopsinya tidak ada rekam medisnya
semacam hal ini sengaja disembunyikan
karena kalau misalkan di autopsi
diperiksa Maka nanti dikam medis itu
akan terlihat tuh penyebab dari tewasnya
misalkan kayak penyakit terus juga
misalkan kayak infeksi atau apapun itu
nanti itu akan mengakar lagi akan
manjang ke Bagaimana kehidupan serta
kualitas hidup para pekerja itu selama
di Israel yang mana otomatis nanti
Israel bakal dis kan oleh pemerintah
Thailand Nah makanya mereka semacam
sengaja menutup-nutupi tentang fakta
[Musik]
ini lalu menurut catatan pemerintah
Israel antara tahun 2008 sampai 2013 itu
ada sebanyak 122 pekerja Thailand yang
meninggal di Israel dan 65 orang
meninggal karena sakit jantung dan 22
orang lainnya tidak diketahui
penyebabnya dan tidak pernah diutopsi
padahal nih geng ya pada tahun 2011
Israel l itu sudah meningkatkan prosedur
rekrutmen para pekerja dari Thailand
termasuk membuatkan sebuah undang-undang
yang mengatur upah minumum mereka jadi
upah mereka atau gaji mereka sudah
diatur dalam undang-undang Israel jadi
para pengusahanya enggak bisa
sembarangan dan bahkan di dalam
undang-undang itu juga sudah tertulis
soal pembatasan jam kerja memperbolehkan
mogok kerja dan menetapkan standar
tempat tinggal bagi pekerja asing
termasuk pekerja Thailand tadi Nah Tapi
entah mengapa praktik kecurangan atau
tindakan semena-mena terhadap warga
Israel ini masih sering terjadi Entah
dari mana salahnya entah undang-undang
itu hanya sebuah kamuflase gitu ya yang
nantinya akan dijadikan tameng oleh
Israel ketika Israel mendapatkan teguran
dari PBB atau dianggap melanggar HAM
Jadi mereka bisa berkilah Dengan
mengatakan kami udah bikin kok
undang-undangnya hanya saja banyak
pebisnis yang nakal Nah bisa aja mereka
menggunakan manuver itu nah tapi kalau
memang alasannya begitu harusnya para
pebisnis atau pengusaha Israel yang
nakal itu hanya satu dua orang gitu ya
tapi ini enggak hampir dari rata-ata
rata para pekerja Thailand yang di
Israel itu mengalami tindakan kekerasan
dan berakhir meninggal dunia Lalu
bagaimana dengan para pekerja Thailand
itu sendiri apakah mereka selama ini
tidak pernah mengadukan perihal ini ke
pemerintah mereka ya kalau kayak kita
misalkan para TKI atau TKW kita bisa
mengadu kepada KBRI Nah kalau Thailand
Apakah tidak bisa seperti itu Nah
jawabannya adalah mereka sebenarnya bisa
tetapi mereka tidak mau mengadukan itu
dengan alasan daripada mereka pulang ke
kampungnya lalu jadi pengangguran lebih
baik mereka tetap berada di Israel
sakit-sakitan tetapi mereka tetap
mempunyai
pekerjaan lalu sementara itu menurut
pihak pemerintah Israel mereka sudah
melakukan 400 inspeksi setiap tahunnya
dan lebih dari 100 investigasi dilakukan
sejak tahun 2013 mengenai upah dan jam
kerja yang diberlakukan pada
pekerja-pekerja asing termasuk pekerja
asal Thailand ini Pemerintah Israel
mengatakan mereka sudah mengeluarkan 300
peringatan dan 200 hukuman denda senilai
3,8 juta USD atau setara dengan rp59
miliar terhadap para pengusaha-pengusaha
yang nakal yang memperlakukan para
pekerja asing ini dengan semena-mena nah
lalu pihak human right watch mengatakan
kalau berbagai kasus di Israel ini masih
sering terjadi menurut mereka ada
beberapa penyebab kasus ini mengapa
masih terjadi sampai sekarang yaitu yang
pertama struktur pemeriksaan yang tidak
efektif lalu tim penegakan hukum yang
ada di Israel itu buruk dan kegagalan
penerapan sanksi terhadap pengusaha yang
melanggar hukum Nah jadi bisa dikatakan
pemerintah Israel itu tidak tegas dengan
para pengusaha-pengusaha
mereka human right watch juga
mengemukakan pola kematian dari para
pekerja Thailand yang seharusnya bisa
menjadi kcern para aparat Israel karena
bisa aja penyebab dari kematian para
pekerja ini itu disebabkan karena ada
yang menyiksa alias mereka ini ya
diperlakukan semena-mena Jadi bukan
hanya karena mereka bekerja terus sakit
capek bukan hanya itu tetapi lebih
daripada itu ada kemungkinan menurut
kecurigaan dari pihak Human Rights watch
ini ada perbudakan dengan menggunakan
kekerasan yang dilakukan oleh para
pengusaha dan sebenarnya hal ini ya
memang udah terlihat jelas kok di
pemberitaan BBC sudah langsung survei ke
sana dari tempat tinggal para pekerja
juga udah kelihatan mereka diperlakukan
seperti hewan kayak gitu ya masa human
right watch masih meminta peninjauan
kepada pemerintah Israel kelihatan
banget kayak gimana ya seolah-olah kayak
takut gitu sama pemerintah Israel Kenapa
tidak langsung ditindaklanjuti aja gitu
karena buktinya sudah banyak dan
sedihnya itulah yang terjadi kepada
warga negara Thailand yang bekerja di
Israel saat
ini nah menurut Sarah Leah whtson selaku
direktur human right watch untuk Timur
Tengah dan Afrika Utara Meskipun tidak
jelas Apakah ada hubungan antara
tingginya angka kematian pekerja
Thailand ini dengan kondisi kerja mereka
di sektor pertanian yang mungkin bikin
mereka sangat capek dan akhirnya
meninggal dunia nah tapi ini benar-benar
harus diselidiki ya tapi sampai saat ini
isu ini tidak pernah diangkat tidak
pernah diselidiki Ya mau gimana lagi
untuk saat ini Israel sedang sibuk
perang yang mana sempat mereka
mempedulikan atau mengurus hal-hal
seperti ini nah lalu geng di luar para
pekerja Thailand yang diperlakukan
seperti budak ini ternyata para pekerja
Thailand yang perempuan itu juga
mendapatkan perlakuan yang tidak pantas
ada sebuah laporan yang disampaikan oleh
komite khusus kineset mengenai pekerja
asing yang mengatakan setiap pekerja
pertanian di Israel mendapatkan
pelejahan
ualual laporan tersebut dibuat oleh
seorang ahli imigrasi yang bernama yahel
kurlander dan juga shahar shoham di
dalam laporan tersebut dikatakan 100%
pekerja asing yang bekerja di sektor
pertanian mengalami pelecehan seksual
dan sebanyak 654 orang pekerja asing
yang berasal dari Thailand mereka semua
mengaku pernah mengalami lecehan
tersebut gila enggak tuh
654 orang pekerja asing Thailand yang
cewek itu di Israel pernah dilecehkan
rata-rata sama seperti kasus yang
sebelumnya alasan mereka tetap sama
mereka ini hanya mengakui pengalaman
buruk mereka itu kepada media tetapi
tidak pernah melaporkan hal itu ke
pemerintah mereka dengan alasan mereka
tidak mau dipulangkan dan tidak mau
menganggur di Thailand jadi lebih baik
mereka Tutup mulut dan menerima keadaan
agar tetap bisa bekerja dan mendapatkan
upah di Israel dan sepertinya memang
Israel sendiri belum mampu untuk
menyediakan wadah yang layak dan juga
aman bagi para pekerja asing yang
menjadi korban pelecehan untuk bersuara
mengenai ketidakadilan yang mereka alami
jadi bisa dikatakan tuh Belum ada pusat
pengaduannya jadi Israel tidak
menyediakan itu untuk mereka nah menurut
kurlander Israel telah mengabaikan atau
bahkan melupakan para
perempuan-perempuan pekerja asal
Thailand ini apa yang mereka alami
pelecehan yang mereka alami itu tidak
mendapatkan perhatian ya mereka dibiar
kan begitu aja dan sejauh ini isu
tentang pelecehan Ini sebenarnya sudah
ramai dibicarakan karena di media-media
sudah banyak pemberitaannya tetapi tetap
aja pemerintah sangat Abai tidak ada
tindakan apapun dan juga tidak ada
perlindungan bagi mereka yang mengalami
pelecehan tersebut Padahal mereka ini
datang ke Israel untuk bekerja di
perusahaan-perusahaan Israel tersebut
yang mana kan tujuannya untuk membantu
Israel juga dan sampai saat ini fenomena
yang menyedihkan ini terus
berlanjut oke sekarang kita masuk ke
dalam pembahasan Bagaimana sih hubungan
kerj sama ekonomi antara Thailand dan
Israel Kok bisa Kejadian kelam kayak
gini
[Musik]
terjadi kalau membahas tentang ini geng
kita harus flashback sedikit mengenai
bagaimana awal mula banyak pekerja asing
terutama dari Asia yang berada di Israel
jadi ini semua bermula pada tahun 1993
geng di saat itu migrasi tenaga kerja
secara besar-besaran terjadi dari Asia
ke Israel yang mana setelah Israel
membatasi warga Palestina yang datang ke
Israel untuk bekerja setelah intifada
pertama di wilayah pendudukan Palestina
pada tahun
1987 Nah jadi Alasannya kenapa banyak
pekerja asing terutama Asia karena
Israel tidak mau membagi pekerjaan
kepada Palestina padahal sebelumnya nih
geng orang-orang Palestina sudah banyak
yang bekerja di berbagai sektor di
perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh
Israel salah satunya termasuk yang kita
bahas hari ini yaitu pertanian tetapi
karena orang Israel ini memang Ben
sekali kepada Palestina akhirnya
timbullah sebuah kebijakan untuk
membatasi orang Palestina masuk ke
Israel sehingga di saat itu Israel
membutuhkan tenaga kerja terutama Para
bos-bos pemilik perusahaan dan
pertanian kita mundur sedikit ke tahun
1991 di saat itu Israel memperkuat
Kerangka kerja mengenai perlindungan
tenaga kerja dengan undang-undang baru
yang dirancang khusus untuk para pekerja
asing baru di Israel singkat cerita pada
tahun 2011 pemerintah Israel
menandatangani perjanjian bilat al
dengan Thailand yang mana perjanjian ini
disebut dengan Thailand Israel
corporation atau C perjanjian ini
sebenarnya bertujuan untuk
menyederhanakan proses perekrutan para
pekerja pertanian asal Thailand untuk
masuk ke Israel yang mana Ini semua
dikarenakan dulunya sewaktu perekrutan
para pekerja asing masuk ke Israel itu
banyak terjadi korupsi makanya dengan
dibentuknya Tic ini akan mengurangi
korupsi dalam proses perekrutan dan juga
mengurangi biaya perekrutan yang harus
dibayar pekerja Thailand untuk bisa
mendapatkan izin kerja ke Israel
perjanjian seperti ini sebenarnya Enggak
cuma antara Israel dan Thailand geng
jadi Israel juga menerapkan perjanjian
yang sama dengan negara Bulgaria bedanya
kalau tenaga kerja Bulgaria itu
diperuntukkan ke bagian sektor
konstruksi nah mereka enggak di
pertanian yang pertanian Justru orang
Asia orang Thailand yang mana seperti
yang kita tahu memang ya Thailand ini
kan mirip-mirip sama orang Jawa ya
cekatan kalau berkebun berternak
bersawah itu cekatan mirip sekali Nah
jadi setiap pekerja-pekerja asing yang
datang ke Israel sudah punya porsi
masing-masing lalu geng berdasarkan
perjanjian antara Israel dan Thailand
tersebut akhirnya pemerintah Thailand
mengirimkan sekitar 2.000 pekerja ke
Israel pada tahun 2012 Nah kalau
sebelumnya warga yang dikirim ke Israel
itu bertahap sedikit demi sedikit terus
juga perizinannya agak sulit Tetapi
semenjak adanya perjanjian tersebut di
tahun 2012 masyarakat Thailand yang
masuk ke Israel jadi lebih gampang untuk
bekerja di sektor pertanian lalu di
tahun 2013 Thailand diminta untuk
mengirim 5.500 pekerja Wah Gila banyak
banget dan setelahnya jumlah pekerja
tahunan yang datang dari Thailand ke
Israel diperkirakan mencapai 4.000
pekerja dalam
setahun dari perjanjian itu sebenarnya
mereka ini punya batas waktu punya
tenggat waktu untuk bekerja di Israel
jadi enggak selamanya warga Thailand ini
bekerja di Israel sebenarnya mereka ini
diberikan waktu selama 63 bulan atau
sekitar 5 tahunan untuk bekerja di sana
tetapi syaratnya para pengusaha Israel
yang merekrut mereka harus selalu
memperbarui izin kerja para pekerja
Thailand setiap tahunnya Jadi enggak
boleh tuh kalau enggak dilapor setiap
tahunnya harus dilapor dan Harus dibikin
izin kerja baru dan seorang pengusaha
pertanian yang ingin mempekerjakan
pekerja dari luar negeri itu membutuhkan
persetujuan dari Kementerian Pertanian
yang menetapkan Berapa banyak pekerja
yang dapat direkrut oleh pengusaha
tersebut dan sebuah lembaga yang bernama
population immigration and border
authority atau disingkat dengan piba
yang mengeluarkan jumlah izin kerja yang
dibutuhkan dan para pengusaha pertanian
tersebut harus membayar biaya
administrasi yang diperlukan kepada
pihak piba tersebut yang mana jumlahnya
sesuai dengan jumlah izin kerja yang
sudah disetujui oleh Kementerian
Pertanian dan piba meneruskan perekrutan
petani ini ke Center for International
migration and integration atau
cimi cimi ini sendiri adalah sebuah
divisi dari American Jewish joint
distribution komite yang dalam bahasa
Indonesia nih artinya komite distribusi
gabungan Yahudi Amerika yaitu sebuah
badan amal milik Yahudi yang terdaftar
di Amerika dan beroperasi di Israel nah
kurang lebih kayak
gitu lagi-lagi ya ada amerikanya kalau
berbicara tentang Israel cimi dan piba
ini adalah organisasi nonpemerintah
alias mereka ini adalah badan swasta
yang memfasilitasi pemindahan pekerja
Thailand ke Israel karena mereka swasta
otomatis mereka mempunyai Mitra Mitra di
Thailand jadi kayak pihak di Thailandnya
itu harus ada tuh yang mewadahi para
pekerja-pekerja Thailand sebelum
diberangkatkan ke Israel Mitra mereka
yang ada di Thailand ini bernama
International organization for migration
atau tulisannya iom
iom yang memiliki perjanjian kerja sama
dengan Kementerian tenaga kerja Thailand
cimi itu bekerja sama dengan iom atau
iom ini dengan cara mereka itu berbagi
data jadi misalkan nih ada pengusaha
pertanian Israel yang sedang mencari
pekerja nanti pihak iom ini akan
mengirimkan kepada siimi list para
petani-petani Thailand yang ingin
bekerja atau bisa dikirim sebagai tenaga
kerja ke Israel dan lowongan pekerjaan
Israel ini bahkan disiarkan atau
dipromosikan di tvtv Thailand geng jadi
tvtv Thailand tuh ada tuh lowangan kerja
di Israel bisa Berangkatnya kapan
paketnya Seperti apa itu ada iklannya di
tv-tv Thailand Enggak cuma di TV bahkan
di surat kabar atau koran-korannya juga
banyak jadi sebegitu dekatnya nih
hubungan Thailand dengan Israel secara
ekonomi iklan tersebut dipasang di semua
daerah yang ada di Thailand Tetapi
menurut pihak iom sebagian besar pekerja
Thailand yang bekerja di Israel itu
kebanyakan berasal dari provinsi barat
laut Thailand yang mana mereka memang
terkenal sebagai warga-warga yang kurang
mampu alias menengah ke
bawah jadi kurang lebihnya nih ya alur
simpelnya tuh gini masyarakat miskin
Thailand yang ingin bekerja sebagai
petani ke Israel itu memberikan lamaran
kerja mereka ke kantor pemerintah
provinsi Nah itu biasanya mereka akan
mencari lowangan kerja tersebut dari TV
dari koran tadi dari iklan-iklan tadi
Nah setelah itu dari kantor pemerintah
provinsi akan mengirimkan lamaran
tersebut ke Kementerian tenaga kerja
Thailand yang ada di Bangkok kemudian
iom akan memilih nama-nama dari lamaran
yang masuk secara acak tujuannya memilih
dengan acak agar menghindari terjadinya
korupsi dalam proses seleksi jadi
ibaratnya tuh enggak ada orang titipan
ya kayak di salah satu negara di e
planet sana lah yang mana Kalau mau jadi
PNS harus ada orang dalam dan uang
pelicin nah di Thailand diterapkanlah
sistem pilih acak agar tidak terjadi
korupsi tidak terjadi suap dengan cara
penunjukan langsung yang bisa dibayar
nanti bagi yang terpilih mereka akan
dikabari melalui surat Ya maklum aja
kebanyakan dari mereka yang bekerja Ini
kan menengah ke bawah bahkan mungkin ada
yang gaptek Jadi dikabarinya melalui
surat setelah itu para petani Thailand
yang terpilih ini harus lulus
pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu
dan juga mereka harus melalui
pemeriksaan catatan kriminal Nah di sini
agak aneh kan banyak kejadian pekerja
Thailand ini yang meninggal di Israel
karena terjangkit penyakit padahal
ketika mereka akan diberangkatkan ke
Israel mereka itu sudah melalui tes
pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu
yang artinya kalau mereka sehat mereka
bisa ke sana Jadi bisa dipastikan
rata-rata yang ke Israel itu sehat tapi
banyak dari mereka yang kembali dalam
kondisi yang
mengenaskan Nah kita lanjut lagi nih
geng sistemnya setelah mereka lulus tes
kesehatan dan juga pemeriksaan catatan
kriminal mereka akan dicocokkan lagi
dengan para pengusaha pertanian Israel
yang sedang mencari pekerja Ini kalau
misalkan Cocok nih yang dicarinya pas
gitu barulah dibuat kontrak yang yang
dikeluarkan oleh pihak Israel langsung
dan nantinya akan ditandatangani oleh si
pengusaha pertanian Israel tersebut jadi
secara sistem ya mereka ini tetap dengan
sistem yang resmi lalu pihak iom dari
Thailand itu akan memesan tiket pesawat
sementara kedutaan Israel yang akan
memproses visanya setelah kedutaan
Israel mengeluarkan visa barulah iom
akan memberikan tiket pesawat ke para
petani Thailand ini dan mereka akan
diberikan arahan mengenai hak-hak mereka
selama bekerja di sana mengenai hak-hak
mereka selama hidup di Israel Nah
setelah melalui arahan tersebut mereka
juga akan menjalankan sedikit praktik
pendidikan Lalu setelah dirasa siap
barulah mereka menandatangani kontrak
tersebut jadi bisa dikatakan mereka ini
ya sistem kerjanya mirip TKI lah nanti
setelah itu sisanya akan diambil alih
oleh cimi yang mana saat tiba di bandara
Ben guurion yang ada di tel avif para
pekerja ini akan memberikan cek bank
kepada cimi sebesar 450 USD atau setara
dengan dengan Rp7 juta dan membayar agen
perekrutan sekitar Rp6 juta Nah Setelah
itu mereka akan menyerahkan kontrak yang
sudah mereka tandatangani Untuk
ditandatangani oleh para pemilik
pertanian tadi yang mana Para pemilik
pertanian ini akan menandatangani surat
kontrak tersebut di hadapan perwakilan
cimi dan juga agen
perekrutan Lalu setelah itu jika selama
bekerja ada perselisihan yang terjadi
antara si petani Thailand dengan pemilik
pertanian Israel ini maka itu merupakan
tanggung jawab dari Ejen perekrutan
terus Ejen perekrutan ini juga akan
membayar sebesar 60% dari biaya
perekrutan kalau pekerja Thailand
tersebut pulang ke Thailand dalam tempo
waktu yang tidak disepakati Ya kurang
lebih di bawah 18 bulan nah biasanya itu
akan terkena penalti yang mana si agen
harus membayar dendanya kalau kita lihat
dari sistem perekrutannya sebenarnya
udah baik gitu geng Ya udah bagus gitu
tertata rapi karena memang tujuan mereka
ya supaya antara masing-masing instansi
pemerintahnya itu menghindari korupsi
nah tapi justru permasalahannya terletak
pada aktivitas pekerjaan mereka yang
jauh sekali dari kata sejahtera yang
mana menurut undang-undang upah minumum
Israel pada tahun 1987 pekerja penuh
waktu yang berusia di atas 18 tahun
berhak atas upah minumum bulanan harian
atau per jam yang ditetapkan dan
diperbarui oleh pemerintah pada tanggal
1 April setiap tahunnya dan diterbitkan
di reshumot yang merupakan lembaran
negara nah tapi pada kenyataannya semua
pekerja Thailand yang bekerja di Israel
itu mengaku kepada human right watch
kalau mereka mendapatkan gaji yang jauh
di bawah upah minimum yaitu dari 173
pekerja Thailand hanya ada satu kelompok
yang terdiri dari 18 pekerja yang
mengatakan kalau mereka menerima slip
gaji rutin dari bos mereka sementara
tiga kelompok pekerja lainnya mengatakan
kalau mereka belum pernah melihat dan
menandatangani slip gaji jadi di saat
itu ya mereka digaji sesuka hati oleh
para pemilik usaha dan satu kelompok
yang terdiri dari 15 pekerja mengatakan
kalau mereka menandatangani sebuah
dokumen berbahasa Ibrani tetapi tidak
pernah menerima salinannya di dalam
bahasa Thailand jadi ibaratnya mereka
itu disodorkan perjanjian atau surat
tersebut Ya udah suruh tanda tangan aja
walaupun mereka enggak paham itu isinya
apa dan slip gaji yang diberikan juga
tidak sesuai dengan upah yang dibayarkan
misalkan di dalam slip gajinya tertulis
R5 juta tetapi yang diberikan ke mereka
misalkan hanya R juta dan yang lebih
parahnya lagi adalah mereka tidak
memiliki akses terhadap layanan
kesehatan tidak ada jaminan tidak ada
asuransi Padahal di dalam undang-undang
tenaga kerja asing Israel pada tahun
1991 itu mewajibkan para pekerja harus
menyediakan asuransi kesehatan bagi para
pekerja asing termasuk pekerja Thailand
ini di undang-undang lain juga dikatakan
kalau pekerja berhak atas izin 1u
setengah hari kalau mereka sedang sakit
Jadi enggak boleh dipaksakan kalau
mereka lagi sakit tuh harus kerja harus
benar-benar dikuat-kuatin itu enggak
boleh mereka tuh harus diberikan waktu
untuk berobat dan beristirahat ya tapi
lagi-lagi namanya juga pengusaha
jangankan di Israel di mana-manap pun
juga ya sudah banyaklah yang nakal-nakal
kayak gini peraturan hanyalah sekedar
peraturan tanpa benar-benar dijalankan
Dan sampai detik ini permasalahan tenaga
kerja Thailand yang ada di Israel ini
masih menjadi sebuah isu yang jarang
sekali diangkat padahal para pekerja ini
mengalami kesulitan dan tidak diberikan
kesejahteraan hidup selama di sana
nah Bagaimana menurut kalian geng untuk
negara-negara barat yang selalu
meneriakkan HAM Mengapa mereka jarang
sekali memperjuangkan hak asasi manusia
apabila itu terjadi kepada orang-orang
di luar ras mereka seperti misalnya
kalau menimpa orang-orang dari ras kita
Asia mereka diam menimpa ras arab mereka
diam menimpa ras orang-orang Afrika
mereka juga Diam coba yang kena itu
adalah orang-orang kulit putih Wah
mereka bersuara seolah-olah merekalah
korbannya
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:33 UTC
Categories
Manage