HACKER SURABAYA CURI 875 MILYAR UANG PEMERINTAH AMERIKA DAN JADI BURONAN FBI
i8hqpV4HfbE • 2024-03-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id dan kalian tahu apa dia si surev hacker asal India ini berhasil mengakses dana bantuan covid milik Amerika sebesar rp875 miliar yang berhasil dia cairkan dari 30.000 data warga negara Amerika penerima bantuan covid tersebut 875 miliar geng hilang ak tuh hampir 1 t dalam waktu 1 hari dia langsung jadi konglomerat gitu karena 30.000 data tersebut adalah hasil kerja dari Sofi maka Berdasarkan kesepakatan Sofi ini pun diberikan uang senilai 30.000 USD atau setara dengan r69 juta yo geng tekan tombol subscribe geng Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry gengeng oke G kita hari ini akan membahas sebuah peristiwa atau kasus yang sebenarnya udah lama sih terjadi Tapi menurut gua ini cukup unik untuk kita bahas Mungkin kalian akan merasa takjub dengan orang yang akan kita bahas ini jadi Beberapa hari lalu kan gua udah sempat ngebahas juga tentang seorang tiktoker yang belajar dari YouTube cara untuk membobol kartu Imani atau kartu elektronik KRL kereta api gitu ya Yang mana dia berhasil e naik kereta api secara gratis dan bahkan men-top up kartu tersebut hingga mencapai Rp12 juta yang mana kejadian-kejadian Kayak gitu sebenarnya udah sering sekali terjadi di Indonesia dan memang Tidak diragukan hacker-hacker asal Indonesia itu lumayan punya nama di dalam dunia cyber internasional Kali ini Gua pengen ngebahas lagi nih seseorang yang lagi-lagi berhasil membobol sistem dan kali ini enggak main-main sistem yang dia bobol itu adalah sistem Amerika Serikat dan orang ini statusnya adalah seorang mahasiswa Indonesia tepatnya dari Surabaya dan dia berhasil membobol uang atau dana bantuan covid untuk warga negara Amerika Serikat gokil Enggak tuh dan sedikit gua Ingatkan ya tanpa terasa gitu ya seakan-akan kita tuh menjalani kehidupan tanpa merasakan yang namanya tahun 2019 2020 21 22 23 semuanya terlewat begitu aja dan kita enggak sadar awal mulanya covid itu adalah 5 tahun yang lalu geng kalian kerasa enggak sih gua aja sampai kayak Hah Iya ya covid 5 tahun yang lalu ya gila sebegitu cepatnya gitu ya Waktu berjalan dan kita tidak menyadari itu nah kita kembali ke pembahasan jadi pelaku dari pembobolan yang merupakan hacker ini itu adalah dua orang mahasiswa dan mereka sampai menjadi buronan FBI serta interpol yang mana akhirnya mereka berdua pun berhasil ditangkap karena memang di negara kita orang-orang pintar kayak gitu tidak mendapatkan perlindungan karena yang mereka lakukan adalah tindakan yang melanggar hukum dan hukumnya adalah hukum Inter internasional nah berbeda dengan hacker-hacker di Rusia gitu ya kalau hacker di Rusia negaranya itu melindungi para hackernya ya gua juga sudah pernah cerita tentang hacker Rusia yang berhasil membobol perusahaan-perusahaan milik Amerika Serikat sehingga mereka jadi kaya raya Sampai bisa beli Lamborghini dan mobil-mobil sport car lainnya nah kalian bisa nonton di video yang ini dan hal-hal kayak gitu yang terjadi di Rusia Jangan harap bisa terjadi di negara kita negara kita tidak akan melindungi para hacker-hacker lokal yang melakukan pembobolan atau tindakan kejahatan cyber di negara lain Nah sekarang kita bahas nih ya tentang kasus pembobolan dana covid milik warga Amerika Serikat yang dilakukan oleh mahasiswa asal Surabaya ini langsung aja dipermisi peristiwa misteri dari berbagai [Musik] sisi dua orang warga negara Indonesia diduga membuat situs palsu bantuan penanganan covid-19 Amerika Serikat untuk meraup dana bantuan covid-19 dari pemerintah Amerika Serikat mereka diperkirakan meraup dana hingga 60 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan r873 miliar rup kita langsung masuk ke dalam modus dan motif yang menjadi alasan hacker asal Indonesia ini membobol dana bantuan covid warga Amerika Serikat tersebut flashback Sedikit nih geng di masa covid itu Ya seperti yang kita tahu ya semuanya dalam kondisi yang terkekang semua orang berada dalam ketakutan mulai dari ketakutan terjangkit penyakit sampai ketakutan Jatuh Miskin dan kelaparan karena di saat itu kita tidak boleh beraktivitas dan bekerja jadi di saat itu kondisinya seperti pisau yang bermata dua kalau memaksakan diri untuk bekerja maka mereka akan berpotensi lebih besar tertular penyakit atau justru mereka ditangkap oleh otoritas dan kalau mereka tidak bekerja maka mereka tidak akan bisa makan atau rakyat tidak bisa makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari dan di saat itu sebenarnya pemerintah Ya sudah memberikan bantuan dan menerapkan kebijakan Lockdown dengan harapan akan mencegah penyebaran virus bisa terjadi Dan bantuan-bantuan yang disalurkan oleh pemerintah Sayangnya banyak mengalami kendala dan ya banyak permasalahannya sehingga di saat itu yang dihadapi oleh masyarakat tidak hanya covid tapi juga kelaparan namun fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia warga Amerika Serikat pun terdampak di saat itu dan di sana pemerintahnya menggelontorkan dana yang jor-joran habis-habisan benar-benar besar gitu dan rata-rata nyampai bantuannya tidak seperti di negara kita ada yang dikorupsilah ada yang dikuburlah banyak banget kasusnya di Amerika dalam upaya memberikan keringanan bagi masyarakat kongres Amerika mengesahkan sebuah rancangan undang-undang untuk bantuan dana sebesar 2,2 triliun USD atau setara dengan R34 kuadaliun yang disebut sebagai coronavirus aid relief and economic security act yang disingkat menjadi cares Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat dan mengurangi ketidakstabilan ekonomi yang diakibatkan karena Lockdown atau karena pandemi covid itu di saat itu Presiden Amerika yang masih dijabat oleh Donald Trump menandatangani rancangan undang-undang pada tanggal 27 Maret tahun 2020 nah kes tadi itu merupakan bantuan dana keuangan terbesar di dalam sejarah Amerika geng dan cares ini ini akan dialokasikan untuk dua hal yaitu yang pertama sebanyak 15 miliar USD untuk negara bagian dan juga daerah yang terdampak covid sementara yang kedua atau sisanya sebesar 185 miliar USD itu gunanya untuk meningkatkan sistem layanan kesehatan jadi dibagi dua tuh [Musik] geng lalu cares ini dibagi menjadi tujuh bidang utama yaitu yang pertama tunjangan bagi individu bantuan untuk pengangguran yang sedang tidak bekerja dan bantuan untuk usaha-usaha kecil atau umkm-nya mereka dan juga bantuan untuk perusahaan-perusahaan besar lalu subsidi keringanan pajak dan juga kredit serta yang terakhir yang dua tadi yang udah gua Sebutkan sebelumnya yaitu bantuan layanan kesehatan dan pemerintah negara bagian kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat ini di saat itu disambut baik nih geng oleh masyarakatnya nah mereka menganggap program car yang dibuat oleh pemerintah mereka ini akan menyelamatkan mereka dari keterpurukan ekonomi serta kelaparan tapi tapi ternyata geng kabar tentang program cares ini atau bantuan tunai untuk masyarakat Amerika Serikat ini tidak hanya terdengar di telinga masyarakat Amerika doang tapi ternyata beritanya sampai di telinga seseorang yang berasal dari India yang bernama saf Kumar dehuri yang kebetulan profesinya itu adalah seorang hacker bayangkan tuh geng ya dana milik negara untuk masyarakat luas tiba-tiba didengar oleh satu telinga hacker di saat itu dia mulai kepikiran Bagaimana caranya agar bisa membu bobol uang tersebut dan mendapatkan keuntungan atau menyedot semua dana bantuan covid milik warga Amerika itu nah di saat itu sebagai seorang hacker dia mulai menyusun rencana tapi dia sadar untuk melakukan aksinya dia enggak mungkin melakukan hal itu sendirian sehingga dia memutuskan untuk bergabung di sebuah grup yang ada di Facebook yang bernama kolam tuyul Nah dari namanya aja udah jelas ya kolam tuyul berarti bahasa Indonesia berarti isinya adalah orang-orang Indonesia tapi kebetulan masih banyak juga ee orang-orang dari negara lain yang ada di sana tapi yang jelas Kebanyakan yang masuk ke dalam grup Facebook itu adalah para hacker dia bergabung sekitar bulan Mei tahun 2020 dan grup tersebut dipenuhi oleh para hacker yang sudah menjadi member dan saling sharing di sana enggak cuma hacker ada juga scammer dan juga karder atau orang-orang yang membobol kartu kredit melalui grup tersebut para anggotanya akan saling membagikan mengenai illeegal aksess dalam ranah cyber jadi bisa dikatakan kalau orang-orang yang masuk ke dalam grup kolam tuyul itu adalah orang orang-orang yang memang memiliki niat untuk melakukan kejahatan cyber dari dalam grup itulah si hacker asal India yang bernama soraf ini mengenal seseorang yang bernama sofyansyah fahrur Rozi yang berasal dari Indonesia yang biasanya dia dipanggil dengan sebutan Sofi Sofi ini hanyalah seorang pria lulusan SMK yang tinggal di wilayah Jember Jawa Timur lalu Sofi ini saling berkomunikasi tuh sama si suraf asal India setelah mereka cukup dekat dan saling sharing ilmu suraf ini mulai mengajak Sofi untuk bekerja sama dalam melakukan aksi pembobolan dana bantuan Amerika di saat itu suraf ini meminta Sofi untuk membuat sebuah website palsu dan scamp page untuk melakukan pcing yang mana tujuannya adalah agar bisa mendapatkan data pribadi seseorang yaitu data pribadi orang Amerika di saat itu awalnya Sofi ya si hacker Indonesia ini enggak langsung mau begitu aja nah tapi si hacker India yang bernama soraf itu menawarkan Sofi uang sebesar 1 dolar untuk setiap data pribadi yang berhasil didapatkan oleh Sofi nah jadinya Sofi di saat itu tertarik Wah 1 dolar ya sekitar Rp1.000 memang tapi kalau ada banyak ratusan ribu jiwa ya berarti kan bayarannya akan cukup besar gitu Dan di saat itu Sofi yang juga merupakan warga Indonesia yang terdampak covid dan dia tidak memiliki kegiatan lain selain nge-hack gitu ya akhirnya dia mengambil tawaran dari suraf ini karena dia pikir itu lumayan dan hanya saja di saat itu Sofi sempat mengatakan kepada suraf kalau dia tidak bisa untuk membuat situs web palsu namun suraf mengatakan kalau dia akan mencari orang lain dari grup silent is gold untuk membuat Website palsu lalu dari grup silent is gold itu suraf menemukan seseorang yang menurutnya cocok untuk diberikan tugas tersebut yaitu seorang pria yang bernama Michael zebot melkisedek Boas Purnomo nah namanya Memang agak sedikit panjang gitu ya Yang mana dia ini merupakan seorang mahasiswa jurusan teknologi informasi dari Universitas Surabaya dan m ini adalah seorang pria asal Blora yang merantau ke Surabaya nah saat mengajak si Michael ini soraf ini sempat mengatakan kalau ada hacker lain yang juga asal Indonesia yang akan terlibat di dalam project ini yang bernama Sofi nah lalu sorafini meminta Michael untuk berkomunikasi dengan Sofi melalui Whatsapp dan juga telegram dan ketika itu Michael yang merupakan orang Indonesia ya nasibnya sama seperti Sofi dia juga membutuhkan uang untuk membayar kosnya sehingga dia di saat itu memutuskan untuk ikut di dalam aksi tersebut nah lalu Akhirnya dia pun berkomunikasi dengan sofi dan sepakat untuk melakukan kerja sama pada awalnya mereka ini hanya membuat beberapa web saja dengan tujuan ya mengumpulkan data orang-orang Amerika tadi sesuai dengan permintaan suraf nah tapi dari web yang mereka buat itu ternyata data yang mereka dapatkan tidak sebanyak yang mereka harapkan sehingga suraf di saat itu meminta kepada Michael untuk membuat lebih banyak situs palsu lagi agar bisa disebar ke beberapa warga negara Amerika Serikat lalu karena memang butuh uang Michael pun menuruti Apa yang diperintahkan oleh suraf dan dia berhasil membuat serta memalsukan sebanyak 14 situs di saat itu ada beberapa situs resmi milik pemerintahan Amerika Serikat yang berhasil dipalsukan nah totalnya ada 14 halaman yang pertama itu ada wwdmv.ca.ovi yaitu sebuah website Departemen of motor vehicle dari negara bagian California nah terus masih banyak lagi website-website yang lain ini gua terakkan di sini sekaligus juga fungsi serta asalmuasal website tersebut nah kalian bisa baca tuh ya website-website yang sudah dibuat oleh Michael ini lalu dikelola oleh suraf dengan memasukkan email pribadi milik Sofi yang tujuannya untuk mengakses data-data yang masuk nantinya jadi semua data pribadi warga Amerika Serikat akan masuk ke emailnya sofi dan cara kerjanya adalah hanya dengan mengklik link dari website buatan Michael tersebut dan menuliskan data pribadi mereka di sana maka semua informasi secara otomatis akan masuk ke email Sofi tadi Nah Lalu setelah Michael selesai membuat situs palsu tersebut tugas selanjutnya diserahkan kepada Sofi yang mana pada saat itu Sofi diharuskan untuk mendapatkan nomor handphone orang Amerika sebanyak-banyaknya lalu si Sofi ini untuk mendapatkan banyak kontak tersebut dia menggunakan sebuah software yang bernama python dan gilanya adalah geng dengan software Python tersebut Sofi ini bisa mendapatkan sekitar 20 juta nomor handphone bayangin tuh 20 juta nomor handphone secara random dia bisa kumpulkan berarti kan Itu adalah sebuah database yang sangat berharga dan nomor handphone seperti itu ee alias database kayak gitu itu bisa dijual mahal tuh geng karena Kenapa banyak perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan promosi iklan nah mereka membutuhkan database orang-orang kayak gitu nah lalu nih geng setelah mendapatkan 20 juta nomor handphone dari aplikasi Python tadi Sofi mulai mengirimkan pieing menggunakan SMS ya sms-nya itu SMS bless langsung dikirim ke 20 juta kontak tersebut nah SMS bless Ini adalah sebuah cara mengirimkan SMS dengan menggunakan nama perusahaan tertentu sebagai pengirimnya dan SMS tersebut akan dikirimkan secara bersamaan ke seluruh kontak ya logiknya adalah masa sih dari 20 juta kontak yang di Blast eh chat tersebut enggak ada 1000-nya atau 10.000 orangnya kan 20 juta tuh pasti ada l gitu ya 10.000 r.000-ya tuh yang ngeklik Link yang dikirimkan melalui SMS blast tersebut Lalu apa nih isi dari SMS itu yang membuat orang-orang yang menerima sms itu mau ngeklik jadi isi nya adalah sebuah pesan yang berisikan permohonan maaf karena pemilik nomor Itu diminta untuk meng-update kontak mereka dengan cara mengklik sebuah website yang tertera di dalam SMS tersebut orang-orang yang tidak mengetahui kalau link itu adalah link pising mereka pasti ya akan ngeklik link tersebut ya mengingat Terkadang ada orang tua atau justru anak di bawah umur yang masih gaptek dengan teknologi biasanya bakal penasaran dan ngeklik link tersebut tanpa mereka tahu kalau itu akan menjebak mereka dan seperti selayaknya pising ketika mereka mengklik link tersebut tersbut maka mereka akan diarahkan untuk mengisi data diri seperti nama lengkap alamat rumah nomor ponsel dan SSN atau sosial security number yang merupakan nomor identitas untuk orang Amerika Ya kayak KTP kali ya atau apa gitu id-nya lah gitu seperti yang k katakan sebelumnya kebanyakan dari mereka yang tidak mengetahui kalau link itu bukan link resmi dari pemerintah itu dengan sukarela mengisi semua kolom dengan data pribadi mereka dan langsung men-submit data-data itu dan semua data yang sudah disubmit itu langsung direct masuk ke email-nya sofi dan di dalam aksinya tersebut Sofi ini berhasil menjebak sekitar 30.000 orang dan mereka semua sudah mengisi data pribadi mereka di link tersebut Lalu setelah Sofi berhasil mengumpulkan data-data dari orang Amerika itu Sofi kemudian mengirimkan semua data-data tersebut kepada suraf yang menjadi koordinator sofi dan juga Michael lalu semua data yang sudah diterima oleh suraf si hacker asal India ini langsung diolah oleh surev dengan berbagai cara namun kebanyakan dari data tersebut sengaja digunakan oleh surev untuk mengakses bantuan covid milik Amerika yang gua sebut dengan care study dan kalian tahu apa dia si surev hacker asal India ini berhasil mengakses dana bantuan covid milik Amerika sebesar rp875 miliar yang berhasil dia cairkan dari 30.000 data warga negara Amerika penerima bantuan covid tersebut 875 miliar geng hilang tuh hampir 1 t dalam waktu 1 hari dia langsung jadi konglomerat gitu karena 30.000 data tersebut adalah hasil kerja dari Sofi maka Berdasarkan kesepakatan Sofi ini pun diberikan uang senilai 30.000 USD atau setara dengan rp469 juta Buset Enggak ada satu-satu m-nya tuh Padahal rp875 miliar loh Apa salahnya gitu ya ngasih ke si Sofi 1 M atau 10 m juga Enggak kerasa gitu Ini pelit banget nih Emang hacker perindfan yang satu ini surev itu memberikan uang tersebut kepada Sofi sebagai biaya atau upah jasanya dia itu melalui Bitcoin dan setelah mendapatkan bayaran tersebut Sofi langsung mencairkan uang tersebut ke dalam mata uang Rupiah Dan di saat itu Sofi tidak pernah membayangkan kalau dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu terlebih karena Sofi ini hanyalah seorang lulusan SMK yang mana dia ya tidak pernah bermimpi akan memegang uang hampir setengah miliar tersebut Namun satu hal yang Sofi Enggak tahu nih ya Ini agak-agak juga sih jadi dia enggak tahu kalau si surev yang meminta dia untuk mengumpulkan data tadi justru mendapatkan ribuan kali lipat dari yang dia dapatkan padahal ya kalau si sofinya tahu cara mengakses dana dari cares tadi dia justru akan mendapatkan yang jauh lebih besar daripada itu ini kan sama aja kayak dia yang kerja si surfnya tuh cuma ngelanjutin tapi dia hasilnya lebih besar Buset ketipu sama orang perindafan ya hacker kita lalu geng di saat itu Sofi sudah mulai berpikir dia enggak perlu capek-capek bekerja seperti Kebanyakan orang pada umumnya dia hanya melakukan hal tersebut saja dan bisa mendapatkan uang yang jauh lebih banyak dibandingkan gaji pegawai tiap bulannya di Indonesia Sofi di saat itu langsung menggunakan uang yang diadap dapatkan itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya geng dia membayar hutang-hutangnya terus dia pergi liburan dan juga membeli barang-barang mewah n Lalu bagaimana dengan salah satu temannya yang lain yang bernama Michael nah ternyata Michael yang bertugas membuat situs palsu itu Menurut sumber yang gua dapat dia tidak diberikan uang secara langsung oleh sureev melainkan sureev menjanjikan kepada Michael kalau dia punya hutang setiap hutangnya itu akan dilunasi oleh sureev Wah gila Cuma begitu doang lagi dapatnya lalu yang jadi pertanyaannya Masa sih pemerintah Amerika Serikat tidak mengetahui ee pembobolan ini dan masa sekelas Amerika aja Itu bisa dibobol secara gampang oleh dua anak Indonesia dan satu anak prindafan ini padahal jumlah uang yang diambil itu sangat banyak gitu yang jadi korban juga banyak Nah ternyata nih geng pemerintah Amerika sendiri ternyata sudah mulai mengetahui ada sesuatu yang aneh atau yang janggal dari aliran dana kers sehingga pemerintah Amerika di saat itu membuat himbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati kalau ada yang mengirimkan sebuah link dan meminta mereka untuk mengisi data diri dan pemerintah di saat itu mulai merilis bahwa telah terjadi scam oleh scammer yang belum diketahui asalmuasalnya dan juga Link yang diterima oleh para korban itu dinyatakan oleh pemerintah Amerika Serikat bukanlah link resmi dari pemerintah di saat itu 30.000 warga Amerika yang menjadi korban itu langsung panik mereka sampai menangis-nangis nih geng karena kan mereka membutuhkan uang tersebut Ya selama pandemi covid enggak ada pemasukan enggak ada penghasilan otomatis mereka bergantung sama hal itu mereka sangat berharap dengan hal itu lalu pemerintah Amerika Serikat itu murka geng karena adanya pembobolan untuk dana cares ini lalu mereka Langsung menyebarlaskan berita tentang pembobolan ini dan berita ini sampailah ke telinga pemerintah Indonesia dan menjadi pemberitaan yang hangat juga di Indonesia nah lalu pihak Amerika Serikat di saat itu sudah mengetahui nih identitas dari pelaku scammer atau pelaku hacker ini dua orang dari Indonesia dan satu orang dari prindavan nah di saat itu pihak Indonesia melalui siber did rest krimsus Polda Jatim mereka melakukan patroli cyber pada tanggal 1 Maret tahun 2002 satu di Facebook dan mengecek sebuah grup Facebook yang ternyata di dalamnya juga diikuti oleh si Sofi saat pihak kepolisian melakukan penyelidikan di grup tersebut polisi menemukan adanya satu postingan dari satu akun yang bernama Ozi local host yang tertulis Ozi ini ingin membeli sebuah akun twilio yang bisa digunakan untuk mengirimkan pesan spam ke nomor HP Amerika dan di postingan itu juga dia mengatakan kalau dia ingin membeli nomor kartu kredit curian ditemukannya postingan tersebut dari si pengguna akun yang bernama Ozi local host polisi langsung melakukan pendalaman lebih lanjut nih geng dan memprofiling semua anggota yang ada di dalam grup tersebut termasuk dengan sofi dan lalu benar aja setelah diselidiki ternyata Sofi ini ada kaitannya dengan kasus pembobolan dana covid milik Amerika di saat itu pihak otoritas Indonesia sampai kaget Kok bisa ada bocah hacker Indonesia yang mampu membobol sistem pertahanannya Amerika dan mengambil uang dalam jumlah yang sangat besar dari pemerintah Amerika lalu pihak kepolisian langsung melacak keberadaan Sofi di saat itu dan ternyata Sofi ini diketahui sedang berada di sebuah hotel yang bernama Quest Hotel Surabaya di saat itu ya entah dia ini sengaja berpindah-pindah sedang nomeden untuk menghindari incaran polisi atau justru dia sedang berfoya-foya menikmati uang hasil hackingnya atau uang hasil pencuriannya itu nah lalu polisi langsung menuju ke lokasi untuk menangkap sofi dan di saat polisi sampai di lokasi polisi yang menggerebek dia di dalam kamar membuat Sofi ini kaget karena ketika itu dia tidak menyangka kalau bakal banyak polisi di depan kamarnya bersamaan dengan tertangkapnya Sofi pihak kepolisian juga mengamankan beberapa laptop dan juga handphone milik sofi dan di dalam laptop serta hp-nya itu ditemukan banyak bukti-bukti website palsu dan data pribadi milik warga negara Amerika yang dia dapatkan dari aksi peacing yang dia lakukan karena ditugaskan oleh si surev tadi Sofi dia itu langsung digiring ke kantor polisi dan sampai di kantor polisi dia langsung dimintai keterangan dan berdasarkan keterangan dari Sofi Ternyata dia tidak bekerja sendirian di saat itu ya dia nyanyiilah dia ngasih tahu lagi kalau ya gua tuh enggak kerja sendiri ada orang lain yang ikut kerja sama gua dan menikmati Uangnya Dan di saat itu tetap aja Sofi ini mengira kalau dia tuh yang paling banyak dapat dia enggak nyangka kalau surev itu dapatnya ratusan miliar gitu nah sementara dia cuma dapat ratusan juta Nah di saat itu Sofi ini langsung menyebutkan nama pak partnernya yang bernama Michael dan hal tersebut dibuktikan oleh Sofi karena dia memiliki chat dengan Michael melalui telegram dan polisi kemudian mulai mengembangkan kasus ini dengan mencoba melacak keberadaan dari Michael dan polisi berhasil menemukan Michael pada tanggal 10 Maret tahun 2021 di sebuah hotel yang berada di dekat Stasiun Kereta Api Pasar Turi Surabaya nah lalu Michael pun dibawa digiring ke kantor Polisi untuk dimintai keterangan di saat itu Michael mengakui kalau dia membuat website tersebut belajar secara otodidak nah tapi penyelidikan tidak sampai di situ geng karena pihak kepolisian ternyata menemukan adanya keterlibatan warga asing di dalam kasus ini yaitu si surev dan dia ternyata adalah otak dari semuanya dan karena hal ini sudah merupakan kejahatan lintas negara dan para korbannya adalah orang Amerika Serikat sehingga pihak kepolisian mulai menghubungi dan berkoordinasi dengan FBI serta interpol di saat itu jadilah sofi dan Mike itu dijebloskan ke dalam penjara untuk uang yang sedang mereka nikmati itu gua enggak tahu ya Apakah diita oleh negara atau gimana atau ditarik lalu dikasih ke Amerika lagi gua juga enggak tahu nah tetapi yang jelas di saat itu sofi dan Michael diberitahu oleh pihak kepolisian bahwa di dalam aksi mereka tersebut surev itu mengantongi uang sebesar 87 sekian miliar Rupi setelah mendengar pernyataan dari polisi sofi dan Michael hanya bisa melongo dia menganga mulutnya kayak Hah Gila gua yang kerja dia yang nikmatin gila orang prindafan memang licik banget dan itu benar-benar membuat mereka syok nah di saat itulah mereka enggak mau merahasiakannya lagi semuanya dibongkar oleh mereka nah tapi apa boleh buat untuk informasi terakhir yang gua dapatkan dikatakan kalau si hacker India yang bernama surev tersebut Sampai detik ini belum tertangkap dan dia masih masuk dalam daftar pencarian orang tapi ya daftar pencarian orang sekelas internasional gitu ya bukan lokal dan sementara untuk sofi dan Michael itu sudah menjalankan sidang di Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 5 agustus tahun 2021 dan dikatakan kalau sebenarnya Sofi itu pernah dihukum sebelumnya yang berkaitan dengan narkotika sementara Michael belum pernah dihukum sama sekali alias ya masih bersihlah data dirinya belum pernah berurusan dengan Polisi dan mereka berdua pun akhirnya mengakui perbuatannya dan mereka diancam pidana pasal 35 jungt pasal 51 ayat 1 undang-undang tentang undang-undang ite nah lalu geng walaupun surev ini belum ditemukan namun Polda Jawa Timur itu mendapatkan penghargaan dari FBI langsung setelah mereka berhasil memecahkan kasus pembebolan dana covid milik Amerika ini nah padahal FBI aja tuh Udah pesimis gitu ya bisa memecahkan kasus ini karena kalau udah berhubungan dengan hacker pasti repot banget urusannya apalagi lintas negara Nah makanya Polda Jawa Timur mendapatkan penghargaan tersebut FBI juga sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik antara Polda Jatim dan FBI dalam menangani kasus ini dan mereka berharap kerja sama ini akan terus berjalan dengan baik karena kejahatan cyber lintas negara ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja Nah bisa lihat sendiri ya geng perbedaannya ya perlakuan negara kita kepada orang-orang jenius namun melakukan kejahatan seperti Sofie dan Michael dan perlakuan negara rusia kepada orang yang sama yang berhasil membobol Amerika Serikat mendapatkan keuntungan tapi pemerintahnya malah melindungi ya kalau di kita pihak kepolisiannya mendapatkan pujian oleh FBI tapi kalau di Rusia justru pemerintahnya memuji dan mendukung para hacker tersebut gimana nih Menurut kalian kalian lebih e suka dan lebih cocok Melihat kondisi Indonesia atau kondisi Rusia untuk perihal ini coba tinggalkan komentar di bawah tuh geng lalu geng Selain itu dalam mengungkapkan identitas dari sofi dan Michael ada dua mahasiswa dari magister kajian ilmu kepolisian sekolah pasc sarjana Universitas Langga yang bernama Eko Mangku Cipto dan juga Haryanto rantesalu itu dianggap sangat berjasa di dalam pemecahan kasus ini karena bantuan mereka mereka ini diundang oleh FBI untuk menjelaskan Bagaimana teknik yang mereka gunakan untuk menyelidiki dua hacker asal Indonesia ini Dan di saat itu akhirnya mereka berangkat ke Amerika nah mereka Langsung bertemu dengan pihak FBI dan memberitahukan pihak FBI langkah-langkah yang mereka lakukan Nah itu dia geng untuk si Sofi dan juga si Michael gua enggak tahu tahu nih apa mereka sudah dibebaskan atau justru mereka masih di dalam penjara tapi ee gua berharap sih Ya enggak usah dipenjara sih kalau menurut gua ya orang-orang kayak gitu tuh dibina gitu dan kita bisa lihat sendiri ya si Sofi itu kan senang banget dia bisa dapat 400 jutaan karena skill yang dia punya walaupun itu tindakan kejahatan tapi kan kalau dipikir-pikir dia melakukan hal itu karena ya dia melihat adanya penghargaan lebih terhadap skill yang dia punya gitu gimana kalau sebaliknya dia enggak usah disuruh mencuri tetapi digaji dengan besar dan syaratnya adalah dia harus bekerja untuk negara kenapa enggak gitu aja gitu kan tapi ya enggak tahulah kebijakan otoritas di negara kita itu ya mungkin e punya caranya sendiri untuk menangani orang-orang jenius seperti ini Oke thank you banget geng udah nonton konten kali ini semoga konten kali ini tuh menginspirasi kalian tapi dari sisi positif ya jangan sisi negatifnya kalian bisa lihat ya si Sofi itu cuma tamatan SMK ya kan Tapi dia bisa punya ilmu untuk dunia cyber gitu kalau kalian bisa mempelajari hal itu mungkin lebih baik kalian menjalankan pekerjaan sebagai white head hacker atau buck Hunter atau Bounty Hunter gitu ya kalau gak salah gua istilahnya kayak gitu deh karena gua pernah ngobrol sama salah satu hacker yang pernah e menemukan cela di perusahaan Nasa di website milik NASA Amerika Serikat yang bernama Putra Aji ini kalian bisa nonton podcastnya nah dia bilang dia itu bisa nge-hack dan jadi orang jahat jadi hacker jahat tapi dia lebih memilih untuk menjalankan pekerjaan yang positif jadilah dia disebut sebagai white head hacker i
Resume
Categories