TNI CASIS KILLED AND FAMILY DECEIVED DURING 1 YEAR OF DUTY | IWAN TELAUMBANUA
QI49TyKfFJM • 2024-04-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Adnan ini sempat berkunjung ke rumah Iwan yang berada di desa lahusa idanetae Kabupaten Nias Selatan nah kemudian atnan ini bertemu dengan Iwan beserta keluarganya dan menyarankan agar Iwan mengikuti seleksi di Kota Padang Dan di saat itu dia menjanjikan Iwan ini bakal lolos tanpa perlu melakukan tes apapun nah atnan ini mengaku kalau dia juga memiliki saudara atau pamannya yang bertugas di pangkalan utama TNI angkatan laut atau disingkat dengan lant tamal 2 Kota Padang yang katanya bisa mengurusi masalah kelulusan siswa yang ingin menjadi Bintara TNI yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry geng geng hari ini kita bakal ngebahas sebuah berita viral yang sedang terjadi di Indonesia ini sebuah berita yang berkenaan dengan kasus misterius atas meninggalnya calon siswa tentara yang berasal dari Nias Sumatera Utara yang bernama Iwan sutrisman telaum Banua Yang umurnya masih 22 tahun masih sangat muda Mungkin kalian berpikir dia meninggal karena tidak tahan terhadap latihan fisik atau perlakuan tegas di saat Mengikuti pendidikan Ya seperti pada umumnya yang namanya pendidikan militer itu pasti keras gitu ya apalagi di dalamnya itu ada budaya senioritas yang mana Junior harus hormat kepada senior dan hal ini sangat lumrah tidak dianggap sebagai bully atau tidak dianggap sebagai penindasan karena memang sudah turun tememurun mereka terlatih seperti itu nah tapi kasus yang menimpa Iwan ini berbeda geng dia ini tidak meninggal karena senioritas tersebut ataupun karena latihan fisik yang keras dan tegas karena status dia ini masih calon siswa belum menjalankan pendidikan jadi dia belum menerima yang namanya pendidikan apapun dan dia ini sebelum diterima di Akademi TNI ternyata dia dieksekusi oleh salah seorang oknum polisi militer TNI Angkatan Laut Nias yang bernama Serda Adan Arian Marshal yang mana si pelaku ini sebelumnya menjanjikan untuk Iwan akan bisa lolos seleksi tentara tetapi justru Iwan malah dieksekusi alias dihabisi oleh dia dan selama 1 setengah tahun adenan ini mencoba mengatur skenario untuk membohongi keluarga dari Iwan yang membuat keluarganya percaya seolah-olah Iwan ini masih hidup dan sedang menjalankan tugas nah padahal kan Iwan pendidikan aja belum Gimana bisa dia menjalankan tugas nah Bagaimana cerita selengkapnya tentang kasus yang sedang viral ini langsung saja kita bahas di Permisi peristiwa misteri dari berbagai [Musik] sisi [Musik] Oke Langsung aja kita masuk ya ke kronologi kejadiannya yang mana di sini gua Jelaskan sedikit ya mungkin alurnya itu bakal kayak alur mundur gitu ya geng jadi gua bahas dulu kronologi yang sedang viral sekarang Nanti gua juga bakal ngebahas tentang kejadian di tahun-tahun sebelumnya yang masih berkenaan dengan kasus ini kita bahas sekarang kronologinya oke namanya adalah Iwan sutrisman telaum Banua dia ini saat kejadian itu sudah berumur 22 tahun dan dia adalah salah satu warga dari desa lahusa idanotae Kecamatan idanotae Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara dia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara geng orang tuanya bernama lasawato telaum Banua dan ibunya yang bernama Rosalina hulu ayahnya yang bernama losawato itu bekerja sebagai seorang guru honorer di salah satu sekolah negeri di Sumatera Utara sana sementara ibunya yang bernama Rosalina adalah seorang petani sedih ya kalau kita lihat background dari kedua orang tuanya berarti kedua orang tuanya ini memiliki harapan besar kepada anak mereka yang bernama sama Iwan sutrisman ini terus geng Iwan ini sudah mempersiapkan diri untuk menjadi prajurit TNI dengan berlatih setiap hari untuk membentuk fisik dan badannya lalu dia berencana ingin mendaftarkan diri saat nanti pendaftaran calon Bintara TNI dibuka dari beberapa informasi yang gua dapat ya salah satunya ini ada dari informasi sebuah artikel yaitu detik Jogja di sana dituliskan kalau Paman Iwan yang bernama yanikasi telaum Banua berumur 35 tahun dia menjelaskan awal mula kasus ini itu terjadi ketika dibukanya seleksi bintara gelombang 2 pada Tahun 2022 silam ada salah satu saudara dari keluarga Iwan yang bernama Antonius paiman telaum Banua atau sering dipanggil paiman yang di saat itu mencoba mendatangi pangkalan angkatan laut yang menjadi tempat pendaftaran calon Bintara TNI Angkatan Laut Nantinya di sana paiman bertemu dengan si pelaku yaitu Serda adenan Arian Marshall paiman ternyata sudah mengenal adenan ini sebelumnya di dalam pertemuan mereka tersebut ternyata paiman ini meminta tolong kepada Adnan untuk bisa meloloskan Iwan ya ini mungkin sudah menjadi rahasia umum ya di negara kita itu terkadang masih ada orang-orang yang mencoba menggunakan privilege mereka yang mana mereka terkadang kenal sama orang dalam lah atau mungkin punya uang lebih atau apalah gitu ya masih ada nih budaya-budaya curang kayak gini walaupun tidak semuanya di saat itu karena paiman ini sangat ingin Iwan ponakannya ini lolos menjadi Bintara TNI dia minta Tolonglah kepada Adnan ini tanpa dia tahu Adnan ini sebenarnya punya kapasitas untuk itu atau enggak ya dia ngasal aja gitu karena lihat si Adnan ini adalah anggota Ya udah langsung dia minta daftar di saat itu Adnan ini melihat adanya sebuah kesempatan untuk meraup Rupiah di sana dia melihat adanya ladang basah untuk bisa membohongi keluarga dari paiman alias keluarga dari Iwan sebenarnya atlan sendiri tidak mengetahui apakah Sebenarnya dia bisa untuk meloloskan Iwan ini atau enggak karena kan enggak semudah itu pakai embel-embel orang dalam bisa lolos ke sebuah instansi apalagi sekarang semakin ketat gitu Ya nah tapi karena Adnan ini udah gelap mata duluan dan melihat adanya kesempatan di sana akhirnya Adnan langsung menyanggupi permintaan dari paiman tentunya hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan instan atau gratis yang pasti Adnan ini meminta jaminan sehingga Adnan mengatakan kepada Pak an agar segera membayarkan uang jaminan sebesar Rp200 juta terlebih dahulu di saat itu paiman yang sudah sangat ingin Iwan lolos menjadi Bintara TNI dia langsung menyanggupi hal tersebut nah jujur sebenarnya tidak ada informasi yang mengatakan Dari mana asal uang sebesar Rp200 juta ini karena kalau kita lihat background dari keluarga Iwan orang tuanya kan merupakan orang yang sederhana ibunya petani ayahnya guru honorer gitu ya Nah mungkin ya satu keluarga Pak patungan mungkin bisa aja untuk bisa meloloskan Iwan ini menjadi Bintara TNI lalu geng dari informasi yang lain yang gua dapatkan Ya ada juga artikel berita yang mengatakan Sebenarnya bukan paiman yang menawarkan diri kepada Adnan atau meminta bantuan kepada Adnan agar bisa meloloskan Iwan menjadi Bintara TNI ini Tapi justru sebaliknya Adnan lah yang menawarkan diri untuk bisa meloloskan Iwan setelah mengetahui kalau Iwan tidak lolos seleksi bintara pada gelombang kedua Tahun 2022 tersebut jadi dia kayak ngasih tahu ke paiman yang memang dia udah kenal untuk bisa meloloskan Iwan ini jadi suatu hari di tanggal 16 desember Tahun 2022 atnan ini sempat berkunjung ke rumah Iwan yang berada di desa lahusa idanetae Kabupaten Nias Selatan nah kemudian Adnan ini bertemu dengan Iwan beserta keluarganya dan menyarankan agar Iwan mengikuti seleksi di Kota Padang Dan di saat itu dia menjanjikan Iwan ini bakal lolos tanpa perlu melakukan tes apapun nahnan ini aku kalau dia juga memiliki saudara atau pamannya yang bertugas di pangkalan utama TNI angkatan laut atau disingkat dengan Lan tamal 2 Kota Padang yang katanya bisa mengurusi masalah kelulusan siswa yang ingin menjadi Bintara TNI Nah jadi dia bilang nanti saya bakal kerja sama nih sama paman saya pokoknya kamu tenang aja kamu bakal lolos nah Padahal di saat itu keluarga dari Iwan sendiri tidak bisa memastikan Apakah Adnan ini benar-benar punya koneksi atau punya saudara sesuai dengan yang dia katakan tadi yang ber tugas di Padang Nah tapi mereka percaya-percaya aja kepada Adnan karena merasa Adnan ini kan anggota Dan di saat itu keluarga Iwan yang tidak mengetahui sistem seleksi menjadi Bintara TNI nah mereka akhirnya memilih untuk percaya dan mengikuti arahan dari Adnan ini dan menaruh harapan besar kepada Adnan dan keluarga di saat itu menyetujui anak mereka yang bernama Iwan mengikuti seleksi di Padang Nah untuk perjalanan Iwan ke Padang Itu keluarga Iwan lah yang menanggung semua biaya termasuk biaya untuk Adnan nah di hari itu juga Iwan dan Adnan itu berangkat ke Padang dan mereka berangkat melalui Pelabuhan Gunung Sitoli yang berada di kota Gunung Sitoli Sumatera Utara nah dan kemudian ternyata memang benar Adnan ini membawa Iwan ke rumah Pamannya yang ada di Padang dan mereka menginap di sana dan Adnan di saat itu langsung mengatur skenario dia menyampaikan kepada pamannya kalau Iwan inilah orang yang ingin lolos masuk Bintara TNI dan dia minta diantarkan ke Lantamal 2 Padang untuk mengikuti pendidikan lalu untuk semakin memperlancar skenario gitu ya Adnan ini Menyiapkan baju loreng alat tentara untuk dipakaikan kepada Iwan dan di sana Bajunya sudah ada nama Iwan juga lalu Iwan difoto menggunakan baju loreng tersebut dengan kondisi kepala yang sudah gundul yang menandakan seolah-olah dia ini sudah mulai Mengikuti pendidikan foto tersebut dia ambil dengan tujuan untuk meyakinkan keluarga Iwan di kampung dan Adnan ini langsung mengirim foto itu kepada keluarganya Iwan dan keluarga Iwan sudah sangat yakin kalau Iwan sudah sudah mulai masuk pendidikan atau sudah keterima menjadi seorang tentara dan foto yang dikirim oleh Adnan itu tepat di tanggal 22 Desember Tahun 2022 lalu usut punya usut Ternyata baju TNI atau baju loreng tersebut bukanlah punya Iwan melainkan itu punya atnan yang sengaja dia Pakaikan ke Iwan dengan mengganti bordiran nama menjadi nama Iwan dan tujuan dari Adnan mengirimkan foto Iwan seolah-olah sedang melaksanakan pendidikan ini dengan tujuan agar ked dua orang tua Iwan tidak lagi menelpon Iwan karena Iwan Sedang fokus kepada pendidikannya dan pengabdiannya kepada negara jadi skenario yang diatur oleh Adnan ini benar-benar mulus dan tergolong kejam gitu ya Adnan di saat itu mengatakan kepada keluarga Iwan kalau selama pendidikan Iwan ini tidak akan boleh memegang handphone tidak boleh berkomunikasi dengan keluarga dia harus fokus dengan pendidikannya Dan di saat itu keluarganya pun percaya mereka yakin sekali kalau anak mereka Iwan sedang menjalani pendidikan dan mereka bersabar mau sampai ke pun mereka menuruti aturan tersebut untuk tidak berkomunikasi dengan anak mereka Iwan lalu geng di saat keluarganya ini mulai percaya keluarganya Ini kan mau enggak mau ya enggak bisa bohong juga gitu mereka pasti bakal kangen sama anaknya Iwan dan butuh mendapatkan kabar dari Iwan otomatis mereka ini mencoba menanyakan kabar anak mereka melalui Adnan orang yang menghandle Iwan untuk bisa masuk menjadi anggota TNI di Padang Nah semakin sering orang tua Iwan menelepon Adnan ternyata Adnan ini jadi risih di saat itu Adnan yang sebenarnya memang sudah berniat untuk berbohong atau menipu keluarganya Iwan karena merasa risih dan takut ketahuan dia berbohong dia mulai merencanakan aksi eksekusi terhadap Iwan Dan di saat itu Atan merasa dia enggak mau melakukan aksi eksekusi ini sendiri dia mau menghabisi nyawa Iwan itu dibantu oleh seorang teman yang mana temannya ini merupakan Seorang warga sipil yang bernama Muhammad Alvin Andriana usianya masih 22 tahun dengan menjanjikan uang sekitar 20 sampai dengan Rp25 juta apabila aksi menghabisi nyawa Iwan ini berhasil nah Muhammad Alvin ini setuju dengan penawaran dari Adnan dan Adnan memberikan Don payment atau DP sebesar 2 juta Kepada Alvin nah lalu kabar lainnya juga dikatakan Enggak cuma Alvin yang sebenarnya diajak ada salah satu sepupu dari Adnan yang berinisial t diajak juga namun t ini menolak tawaran dari Adnan di saat itu sebenarnya Adnan ini masih koperatif dengan keluarganya Iwan dia masih mengirimkan foto-foto Iwan kepada keluarganya Iwan menjelang 2 hari setelah dia mengirimkan foto Iwan kepada keluarganya dan kondisi Iwan di saat itu masih hidup Adnan ini yang sudah merencanakan atau sudah mematangkan strategi untuk menghabisi nyawa Iwan langsung mengajak Iwan untuk pergi dari rumah Pamannya menggunakan mobil rental Adnan mengatakan kalau dia akan membawa Iwan menuju lant tamal du Padang di dalam perjalanan tersebut Adnan sempat menjemput Alvin yang berada di kota Solok namun bukannya membawa Iwan ke Lantamal dua Padang mereka ini malah pergi ke daerah Sawah Lunto dan di sana Iwan yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba mendapatkan penganiayaan dari Adnan yang merupakan seorang Anggota militer ini dia dihabisi oleh Adnan dengan cara dipukuli dan dianiaya di saat itu Adnan sempat memelintir leher dari Iwan hingga Iwan terjatuh Iwan di saat itu berusaha melawan namun akhirnya dia ditikam oleh Calvin sebanyak tiga kali sampai empat kali di bagian perut yang membuat tubuh Iwan mengalami luka sobek yang sangat besar dan mengeluarkan cairan merah yang sangat banyak Nah di saat itulah Iwan ini mulai lemas dan perlahan-lahan Iwan pun kehabisan cairan merah dari tubuhnya dan meninggal dunia Lalu setelah menghabisi nyawa Iwan sebagai upaya untuk menghilangkan jejak tubuhnya langsung dibuang ke dalam jurang sedalam 3 m dan tubuhnya itu ditimbun menggunakan ranting-ranting pohon Lalu setelah itu Adnan dan Alvin yang sudah puas dan sudah berhasil melakukan aksi keji mereka Langsung kembali ke kota Padang dan Adnan pulang kembali ke rumah Pamannya di saat itu pamannya Adnan tidak mengetahui aksi dari Adnan ini dia sempat bertanya kepada Adnan ke mana Iwan pergi Kenapa Iwan kok enggak ikut pulang di saat itu Adnan menjawab kalau Iwan sudah dia serahkan ke Lantamal dua Padang dan Pamannya di saat itu ya tidak mencuri Gai apapun karena memang tujuan mereka datang ke Padang untuk masuk ke pendidikan tentara tersebut dan setelah Pak anya ini percaya dengan ucapan Adnan di saat itu semuanya kembali seperti keadaan normal dan Adnan pun memilih untuk kembali ke Nias untuk melanjutkan [Musik] tugasnya setelah Iwan dieksekusi oleh Adnan dan juga Alvin Adnan ini sempat mengatakan kepada keluarga Iwan kalau Tolong jangan ganggu Iwan lagi karena Iwan Sedang fokus menjalankan tugasnya dan dia mengatur strategi seolah-olah Iwan ini masih hidup dan Iwan sudah lolos dan sedang sibuk Mengikuti pendidikan yang akan dilaksanakan di Tanjung Uban nah lalu kejamnya Adnan ini setelah dia mengeksekusi Iwan dia malah meminta uang sebagai imbalan atas bantuan dia untuk memasukkan Iwan ke pendidikan tentara menurut Salah satu artikel berita dari CNN pada pertengahan bulan April tahun 2023 atnan ini menghubungi keluarga Iwan melalui chat WhatsApp dan menyampaikan agar keluarga Iwan menyiapkan dua ekor burung Murai Batu yang kemudian kedua burung itu harus diserahkan kepada pamannya Adnan yang berdinas di Padang entah syarat macam Apa itu ya masa pembayarannya itu dengan burung murai batu ya mungkin burung murai batunya mahal kali Nah lalu keluarga dari Iwan menyanggupi hal tersebut dan langsung mencari syarat yaitu membeli burung murai batu untuk diberikan kepada pamannya Adnan dan enggak tanggung-tanggung harga kedua burung tersebut mencapai Rp14 juta dan burung itu tidak dikirimkan ke Padang melainkan Adnan lah yang datang ke rumah Iwan untuk mengambil burung tersebut dan setelah mendapat burung itu Adnan lah yang bakal membawa burung itu ke [Musik] Padang Oh ya geng gua mau klarifikasi sedikit ya mungkin nih ada kesalahan dalam penyampaian di tengah-tengah gua shooting konten ini gua malah baru sadar namanya itu bukan Adnan tapi Adan jadi gua enggak revisi lagi ya gua di sini klarifikasi aja ke kalian nama pelakunya itu Adan Oke selanjutnya gua bakal nyebut nama dia Adan oke lalu geng setelah itu beberapa bulan pun berlalu Adan ini merasa sudah sangat tenang menjalankan kehidupannya dan merasa berhasil menutupi fakta sebenarnya tentang keberadaan Iwan lalu tiba-tiba karena tidak adanya kabar dari Adan mengenai Iwan sampai akhirnya di tanggal 3 September tahun 2023 akhirnya Adan ini mencoba untuk menghubungi keluarga Iwan dan memberitahu kalau Iwan akan segera dilantik dan pelantikannya itu akan dilaksanakan pada awal bulan Oktober tahun 2023 dan saat itu Adan ini entah apa yang ada di pikirannya dia sampai-sampai menyusun sebuah seen dengan mengajak keluarga Iwan untuk menghadiri pelantikan Iwan namun dengan syarat untuk bisa menghadiri pelantikan tersebut tentunya tidak gratis A dan kemudian meminta uang lagi kepada keluarga tersebut yang mana jumlahnya untuk bisa hadir di pelantikan itu sebesar rp3,7 jutaah Wah kejam banget ya udah anaknya dihabisi orang tuanya diperes terus lalu geng karena sudah kepalang senang warga Iwan ini berusaha untuk menyanggupi nominal yang disebutkan oleh Adan demi bisa melihat anak mereka Iwan dilantik menjadi seorang tentara Lalu setelah mereka membayar sejumlah uang dan mereka mulai prepare bersiap-siap untuk menghadiri pelantikan anak mereka Iwan pada awal bulan Oktober tepatnya di tanggal 3 Oktober tahun 2023 keluarga Iwan pun yang berjumlah empat orang bersama saudara-sudaranya gitu ya menuju ke Tanjung Uban untuk datang ke acara yang disebut oleh Adan sebagai acara pelantikan setelah keempat anggota keluarga Iwan tersebut sampai di Tanjung Uban keluarga Iwan sempat menanyakan kepada Adan Kapan hari pelantikannya akan dilaksanakan karena Adan tidak memberitahukan kepada keluarga Iwan tanggal pasti pelantikannya dan jam berapa Iwan ini akan dilantik namun di saat itu Adan kembali mengatur sebuah skenario bohong untuk mengelabui keluarga dari Iwan ini Dengan mengatakan kalau pelantikannya diundur karena Iwan terpilih sebagai anggota khusus Marinir kasihan banget geng digocek terus nih keluarganya Iwan sama si Adan ini di saat itu keluarga Iwan masih belum mencurigai apapun karena menurut mereka ya ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Adan ini kalau anak mereka terpilih sebagai anggota khusus Ah pasti mereka harus sabar menunggu pelantikannya mungkin pelantikannya lebih khusus lagi Dan di saat itu karena mereka percaya dengan jawaban Adan Mereka pun memutuskan untuk singgah di Tanjung Uban sembari menunggu keputusan Kapan Iwan akan dilantik namun sayangnya selama mereka menunggu mereka masih saja belum mendapatkan jawaban yang sebenarnya dan Adan Terus berkelit mengenai hal tersebut yang membuat keluarga dari Iwan terus-menerus menunggu namun Adan terus berjanji kepada P keluarga Iwan kalau dia akan bertanggung jawab penuh atas pelantikan yang akan dilaksanakan ini dan dia berjanji akan segera mengabari kapan jadwal Iwan segera dilantik nah Namun karena terlalu lama menunggu keluarga Iwan ini sudah tidak bisa lama-lama lagi berada di Tanjung Uban mereka punya pekerjaan di kampung yang harus dikerjakan akhirnya mereka udah banyak habis duit untuk penginapan untuk biaya keberangkatan Mereka pun memilih untuk pulang terlebih dahulu ke Nias pada tanggal 15 Oktober tahun singkat cerita pada Januari tahun 2024 keluarga Iwan mengetahui kalau si Adan itu kan bertugas di Nias dan dia sedang berada di Nias tepatnya di kantor polisi militer angkatan laut atau pomal di Lanal Nias nah di saat itu keluarga Iwan menemui Adan ini untuk menanyakan kembali mengenai keberadaan Iwan dan kapan Iwan ini dilantik karena dari hari kejadian di mana pelantikannya ditunda itu sudah 3 bulan lamanya Iwan tidak ada kabar dan Adan pun tidak memberikan kepastian dan di saat itu keluarganya juga menanyakan Iwan ini kalau memang ditugaskan di pasukan khusus itu di mana ditugaskannya dan Adan berkelit dia bilang yang namanya pasukan khusus itu keberadaannya enggak bisa diketahui oleh semua orang yang tahu cuma Kesatuannya katanya AD dan di saat itu terus mencoba untuk meyakinkan keluarga Iwan kalau dia bertanggung jawab mengenai tugas-tugas Iwan di keanggotaan Jadi intinya Adan ini terus membohongi keluarga Iwan di saat itu dan sebenarnya keluarga Iwan ini sudah mulai merasa Curiga Tapi mereka berusaha positif S King karena tidak memiliki bukti-bukti apapun soal kebohongan Adan ini dan untuk terakhir kalinya pihak keluarga Iwan mencoba untuk mendatangi Adan yaitu pada tanggal 5 Februari tahun 2024 di mespomal Lanal Nias Dan di saat itu si Adan yang bejat banget ini lagi-lagi bukannya memberikan kepastian soal keberadaan Iwan kepada keluarganya Iwan malah dia memeras keluarga Iwan lagi dengan meminta sejumlah uang yaitu sebesar rp1.450.000 dengan alasan uang tersebut digunakan untuk membeli pulsa agar bisa menghubungi teman satu angkatan di satuan pendidikan Nah setelah itu tidak ada informasi yang menjelaskan sebenarnya si Adan ini benar-benar nelepon temannya di kesatuan atau justru dia beralasan lagi untuk meyakinkan keluarganya Iwan tapi yang jelas nih geng ya dari total Dia meminta uang kepada keluarga Iwan Adan ini tercatat memiliki 46 transaksi yang ditujukan ke rekening dia yang mana Kalau ditotalkan ya transferan dari keluarga Iwan kepada dia itu sebesar rp241.950.000 Dan di saat itu keluarga Iwan sudah semakin resah dan merasakan kalau ini ya sudah janggal Iwan tidak kunjung ada kabar Adan juga terus berbelit ditambah lagi ternyata pamannya Iwan itu sempat bermimpi kalau dia melihat Iwan datang ke depan rumahnya sambil meminta tolong agar dia diselamatkan Nah itu adalah sebuah firasat-firasat yang datang ee apa ya percaya enggak percaya itu ada gitu ya ya yang namanya kekuatan alam kekuatan spiritual ya pasti akan ada tanda-tandanya gitu geng dan itu yang terjadi kepada pamannya Iwan Semenjak itu semenjak pamannya ini bermimpi kecurigaan keluarga semakin memuncak keluarga Iwan memutuskan untuk mendatangi Lanal Nias untuk mengetahui keberadaan Iwan jadi di saat itu mereka enggak lagi menanyakan hal tersebut atau keterangan keberadaan Iwan ini kepada Adan tapi mereka Langsung menanyakan kepada kesatuan gitu menurut artikel berita yang gua dapat yaitu dari bangkaap Pos Gitu geng ya keluarga Iwan ini mendatangi Lanal Nias pada tanggal 25 Maret tahun 2024 atau ada juga yang mengatakan tanggal 27 Maret tahun 2024 ini ada dua sumber informasi jadi di sana keluarganya itu menceritakan Bagaimana awalnya Iwan bisa menjadi Bintara karena bantuan salah satu anggota yang bernama Adan pokoknya diceritain tuh dari mulai ditawarkan sampai dibawa ke Padang sampai akhirnya dinyatakan akan dilantik nah sampai sekarang kabar dari anak mereka enggak diketahui kemudian atas laporan keluarganya kepada kesatuan ini ini nama anggota yang disebutkan oleh keluarga Iwan ini yaitu Adan langsung dipanggil untuk diperiksa dan dipertemukan secara langsung dengan keluarga Iwan di dalam pertemuan itu Adan tidak mengakui kalau dia sudah membawa Iwan ke Padang dan mengatakan kalau dia tidak pernah menerima sppeser uang pun dari keluarga Iwan nah di saat itu dia bergelit gitu Ya nah tapi kan sebenarnya keluarga Iwan ini punya bukti mulai bukti chat ya kan bukti telepon sama bukti transfer juga dan setelah diberikan semua bukti-bukti oleh keluarga Iwan kesatuan mulai merasa ada yang janggal nih ada yang aneh dan Adan pun langsung diperiksa lebih dalam lagi pada tanggal 28 Maret tahun 2024 yang membuat Adan mau tidak mau mengakui perbuatannya dan dia mengakui kalau dia sudah menghabisi Iwan tepat di tanggal 24 Desember Tahun 2022 gila gak tuh hancur banget dan pihak dari Lanal Nias mencoba untuk memberitahu keluarga Iwan dengan mendatangi rumah keluarga Iwan pada malam hari di saat itu ya pihak Lanal Nias sebenarnya juga mencoba berhati-hati dalam menyampaikan berita ini karena kan ini berita duka saat itu ada seorang Perwira berseragam beserta dengan tiga tentara tanpa seragam mendatangi rumah Iwan dan Sesampainya di sana mereka berbicara dengan cara kekeluargaan mengenai fakta sebenarnya lalu keluarga Iwan yang mendengarkan informasi tersebut sangat terkejut dan tidak menyangka mereka langsung berteriak menangis histeris menerima kenyataan kalau Iwan sudah meninggal [Musik] dunia dan mereka di saat itu benar-benar berteriak-teriak tidak menyangka mereka meneriaki nama adan yang selama ini sudah mereka anggap seperti keluarga sendiri justru menghabisi nyawa anak mereka Dan di saat itu keluarga menanyakan Di mana keberadaan jasad dari anaknya di sini gua pengen ajak kalian untuk flashback sedikit geng Oke jadi geng sebenarnya jas dari Iwan itu sudah ditemukan sudah ditemukan Jauh sebelum kasus ini viral jadi di tanggal 30 Desember Tahun 2022 itu tepat di jam 08.30 pagi ada Seorang warga yang bernama Martinus dan juga abson Situmeang yang sedang pergi ke kebun untuk memanen getah pinus nah lokasinya itu di daerah Bumbung Dusun Sungai Betung Desa datar mansiang Kecamatan talawai Kota Sawah Lunto yang mana lokasinya itu persis di mana jasad e Iwan dibuang oleh Adan Martinus di saat itu sempat mencium adanya bau busuk yang tidak sedap seperti bau bangkai dan Martinus mencoba untuk mencari asal bau tersebut Lalu saat itu dia sempat melihat celana orang nah celana itu semacam menjadi sumber bau dan dia mencoba untuk memberitahu temannya dan juga warga sekitar kalau dia menemukan sebuah benda yang mencurigakan Nah akhirnya dia bersama beberapa warga itu langsung mendatangi lokasi tersebut dan mereka mendapati sesosok jasad yang sudah tidak utuh lagi dan sudah membusuk dan tidak dapat dikenali lalu Martinus dan abson beserta warga lain langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Sawah Lunto yang akhirnya pihak kepolisian dibantu oleh sejumlah anggota TNI serta tim forensik langsung melakukan evakuasi terhadap jasad tersebut dan ketika ditemukan jasad itu memakai kaos berwarna hitam dengan tulisan chilin old day since forever dan juga celana jeans berwarna biru dari berdasarkan kan keterangan dari Kasat Res krim Polres Sawah Lunto yaitu Iptu ferlianto Pratama marasin Jasa tersebut berjenis kelamin laki-laki yang berusia 20 sampai 30 tahun dengan tinggi badan 165 cm dan giginya terlihat rapi jasad tersebut tidak memiliki identitas sehingga tidak diketahui siapa dari nama jasad tersebut jasad itu akhirnya dibawa ke rumah sakit RSUD Sawah Lunto untuk keperluan autopsi dan identitasnya tetap tidak ditemukan sampai akhirnya jasad itu pun dimakamkan di TPU Puncak Cemara kota Sawah Lunto dengan identitas yang belum diketahui nah sampai pada akhirnya kasus eksekusi terhadap Iwan Itu mencuat keluarga sudah mulai mengetahui dan polisi mulai mencari-cari data nih Apakah dalam rentang waktu 2022 sampai 2024 ada penemuan jasad tanpa identitas atau enggak nah ternyata ada yaitu penemuan jasad yang ditemukan oleh si pemanen karet tadi Martinus dan abson lalu barang-barang dari jasad tersebut dicocokkan dengan barang-barang milik Iwan dan ternyata semuanya benar terungkaplah jasad tanpa identitas yang sudah dikuburkan itu adalah jasad Iwan dan dilakukan juga pencocokan DNA terhadap jasad yang ditemukan dengan keluarga Iwan dan semuanya cocok itu memang benar-benar Iwan Lalu setelah mendapatkan keterangan dari Adan dan pengembangan kasus tim gabungan yang terdiri dari tim Buser Polres solokota serta tim macan bata Polres Sawah Lunto sudah berhasil melacak keberadaan Alvin yang sedang melarikan diri atau bersembunyi yang mana akhirnya Alvin ini ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Pandang Ujung kota Solok pada hari Jumat dini hari tanggal 29 Maret tahun 2024 dan setelah ditangkap Alvin ini langsung dibawa ke lamtamal 2 Padang untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut dan Alvin di saat itu langsung koperatif dia mengakui kalau dialah yang menikam perut Iwan menggunakan pisau dan dia juga yang membuang Iwan ke dalam jurang Nah itu dia geng sebuah kasus yang sangat memilukan dan sampai saat sekarang ini belum ada keputusan gitu ya terhadap kedua pelaku ini ya Kalau kata gue sih pasti bakal hukuman mati ya Enggak mungkin hukuman biasa-biasa karena kan ini kejadiannya selain penipuan juga eksekusi berencana ya kita doakan aja gitu ya semoga keluarga dari Iwan diberikan ketabahan dan Iwan juga dihapuskan dosa-dosanya dan ditempatkan di sisi yang Mahakuasa untuk perkembangan kasus ini mungkin nanti kita bakal bahas lagi setelah ada informasi lebih lanjut kalau kalian Setuju kita membahas kasus ini di part 2A silakan tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories