TNI CASIS KILLED AND FAMILY DECEIVED DURING 1 YEAR OF DUTY | IWAN TELAUMBANUA
QI49TyKfFJM • 2024-04-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Adnan ini sempat berkunjung ke rumah
Iwan yang berada di desa lahusa idanetae
Kabupaten Nias Selatan nah kemudian
atnan ini bertemu dengan Iwan beserta
keluarganya dan menyarankan agar Iwan
mengikuti seleksi di Kota Padang Dan di
saat itu dia menjanjikan Iwan ini bakal
lolos tanpa perlu melakukan tes apapun
nah atnan ini mengaku kalau dia juga
memiliki saudara atau pamannya yang
bertugas di pangkalan utama TNI angkatan
laut atau disingkat dengan lant tamal 2
Kota Padang yang katanya bisa mengurusi
masalah kelulusan siswa yang ingin
menjadi Bintara
TNI yo geng tekan tombol subscribe geng
e Yo what's good Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry geng geng hari ini kita bakal
ngebahas sebuah berita viral yang sedang
terjadi di Indonesia ini sebuah berita
yang berkenaan dengan kasus misterius
atas meninggalnya calon siswa tentara
yang berasal dari Nias Sumatera Utara
yang bernama Iwan sutrisman telaum Banua
Yang umurnya masih 22 tahun masih sangat
muda Mungkin kalian berpikir dia
meninggal karena tidak tahan terhadap
latihan fisik atau perlakuan tegas di
saat Mengikuti pendidikan Ya seperti
pada umumnya yang namanya pendidikan
militer itu pasti keras gitu ya apalagi
di dalamnya itu ada budaya senioritas
yang mana Junior harus hormat kepada
senior dan hal ini sangat lumrah tidak
dianggap sebagai bully atau tidak
dianggap sebagai penindasan karena
memang sudah turun tememurun mereka
terlatih seperti itu nah tapi kasus yang
menimpa Iwan ini berbeda geng dia ini
tidak meninggal karena senioritas
tersebut ataupun karena latihan fisik
yang keras dan tegas karena status dia
ini masih calon siswa belum menjalankan
pendidikan jadi dia belum menerima yang
namanya pendidikan apapun dan dia ini
sebelum diterima di Akademi TNI ternyata
dia dieksekusi oleh salah seorang oknum
polisi militer TNI Angkatan Laut Nias
yang bernama Serda Adan Arian Marshal
yang mana si pelaku ini sebelumnya
menjanjikan untuk Iwan akan bisa lolos
seleksi tentara tetapi justru Iwan malah
dieksekusi alias dihabisi oleh dia dan
selama 1 setengah tahun adenan ini
mencoba mengatur skenario untuk
membohongi keluarga dari Iwan yang
membuat keluarganya percaya seolah-olah
Iwan ini masih hidup dan sedang
menjalankan tugas nah padahal kan Iwan
pendidikan aja belum Gimana bisa dia
menjalankan tugas nah Bagaimana cerita
selengkapnya tentang kasus yang sedang
viral ini langsung saja kita bahas di
Permisi peristiwa misteri dari berbagai
[Musik]
sisi
[Musik]
Oke Langsung aja kita masuk ya ke
kronologi kejadiannya yang mana di sini
gua Jelaskan sedikit ya mungkin alurnya
itu bakal kayak alur mundur gitu ya geng
jadi gua bahas dulu kronologi yang
sedang viral sekarang Nanti gua juga
bakal ngebahas tentang kejadian di
tahun-tahun sebelumnya yang masih
berkenaan dengan kasus ini kita bahas
sekarang kronologinya
oke namanya adalah Iwan sutrisman telaum
Banua dia ini saat kejadian itu sudah
berumur 22 tahun dan dia adalah salah
satu warga dari desa lahusa idanotae
Kecamatan idanotae Kabupaten Nias
Selatan Sumatera Utara dia merupakan
anak ketiga dari delapan bersaudara geng
orang tuanya bernama lasawato telaum
Banua dan ibunya yang bernama Rosalina
hulu ayahnya yang bernama losawato itu
bekerja sebagai seorang guru honorer di
salah satu sekolah negeri di Sumatera
Utara sana sementara ibunya yang bernama
Rosalina adalah seorang
petani sedih ya kalau kita lihat
background dari kedua orang tuanya
berarti kedua orang tuanya ini memiliki
harapan besar kepada anak mereka yang
bernama sama Iwan sutrisman ini terus
geng Iwan ini sudah mempersiapkan diri
untuk menjadi prajurit TNI dengan
berlatih setiap hari untuk membentuk
fisik dan badannya lalu dia berencana
ingin mendaftarkan diri saat nanti
pendaftaran calon Bintara TNI dibuka
dari beberapa informasi yang gua dapat
ya salah satunya ini ada dari informasi
sebuah artikel yaitu detik Jogja di sana
dituliskan kalau Paman Iwan yang bernama
yanikasi telaum Banua berumur 35 tahun
dia menjelaskan awal mula kasus ini itu
terjadi ketika dibukanya seleksi bintara
gelombang 2 pada Tahun 2022
silam ada salah satu saudara dari
keluarga Iwan yang bernama Antonius
paiman telaum Banua atau sering
dipanggil paiman yang di saat itu
mencoba mendatangi pangkalan angkatan
laut yang menjadi tempat pendaftaran
calon Bintara TNI Angkatan Laut Nantinya
di sana paiman bertemu dengan si pelaku
yaitu Serda adenan Arian Marshall paiman
ternyata sudah mengenal adenan ini
sebelumnya di dalam pertemuan mereka
tersebut ternyata paiman ini meminta
tolong kepada Adnan untuk bisa
meloloskan Iwan ya ini mungkin sudah
menjadi rahasia umum ya di negara kita
itu terkadang masih ada orang-orang yang
mencoba menggunakan privilege mereka
yang mana mereka terkadang kenal sama
orang dalam lah atau mungkin punya uang
lebih atau apalah gitu ya masih ada nih
budaya-budaya curang kayak gini walaupun
tidak semuanya di saat itu karena paiman
ini sangat ingin Iwan ponakannya ini
lolos menjadi Bintara TNI dia minta
Tolonglah kepada Adnan ini tanpa dia
tahu Adnan ini sebenarnya punya
kapasitas untuk itu atau enggak ya dia
ngasal aja gitu karena lihat si Adnan
ini adalah anggota Ya udah langsung dia
minta
daftar di saat itu Adnan ini melihat
adanya sebuah kesempatan untuk meraup
Rupiah di sana dia melihat adanya ladang
basah untuk bisa membohongi keluarga
dari paiman alias keluarga dari Iwan
sebenarnya atlan sendiri tidak
mengetahui apakah Sebenarnya dia bisa
untuk meloloskan Iwan ini atau enggak
karena kan enggak semudah itu pakai
embel-embel orang dalam bisa lolos ke
sebuah instansi apalagi sekarang semakin
ketat gitu Ya nah tapi karena Adnan ini
udah gelap mata duluan dan melihat
adanya kesempatan di sana akhirnya Adnan
langsung menyanggupi permintaan dari
paiman tentunya hal tersebut tidak bisa
dilakukan dengan instan atau gratis yang
pasti Adnan ini meminta jaminan sehingga
Adnan mengatakan kepada Pak an agar
segera membayarkan uang jaminan sebesar
Rp200 juta terlebih dahulu di saat itu
paiman yang sudah sangat ingin Iwan
lolos menjadi Bintara TNI dia langsung
menyanggupi hal
tersebut nah jujur sebenarnya tidak ada
informasi yang mengatakan Dari mana asal
uang sebesar Rp200 juta ini karena kalau
kita lihat background dari keluarga Iwan
orang tuanya kan merupakan orang yang
sederhana ibunya petani ayahnya guru
honorer gitu ya Nah mungkin ya satu
keluarga Pak patungan mungkin bisa aja
untuk bisa meloloskan Iwan ini menjadi
Bintara
TNI lalu geng dari informasi yang lain
yang gua dapatkan Ya ada juga artikel
berita yang mengatakan Sebenarnya bukan
paiman yang menawarkan diri kepada Adnan
atau meminta bantuan kepada Adnan agar
bisa meloloskan Iwan menjadi Bintara TNI
ini Tapi justru sebaliknya Adnan lah
yang menawarkan diri untuk bisa
meloloskan Iwan setelah mengetahui kalau
Iwan tidak lolos seleksi bintara pada
gelombang kedua Tahun 2022 tersebut jadi
dia kayak ngasih tahu ke paiman yang
memang dia udah kenal untuk bisa
meloloskan Iwan
ini jadi suatu hari di tanggal 16
desember Tahun 2022 atnan ini sempat
berkunjung ke rumah Iwan yang berada di
desa lahusa idanetae Kabupaten Nias
Selatan nah kemudian Adnan ini bertemu
dengan Iwan beserta keluarganya dan
menyarankan agar Iwan mengikuti seleksi
di Kota Padang Dan di saat itu dia
menjanjikan Iwan ini bakal lolos tanpa
perlu melakukan tes apapun nahnan ini
aku kalau dia juga memiliki saudara atau
pamannya yang bertugas di pangkalan
utama TNI angkatan laut atau disingkat
dengan Lan tamal 2 Kota Padang yang
katanya bisa mengurusi masalah kelulusan
siswa yang ingin menjadi Bintara TNI Nah
jadi dia bilang nanti saya bakal kerja
sama nih sama paman saya pokoknya kamu
tenang aja kamu bakal lolos nah Padahal
di saat itu keluarga dari Iwan sendiri
tidak bisa memastikan Apakah Adnan ini
benar-benar punya koneksi atau punya
saudara sesuai dengan yang dia katakan
tadi yang ber tugas di Padang Nah tapi
mereka percaya-percaya aja kepada Adnan
karena merasa Adnan ini kan anggota Dan
di saat itu keluarga Iwan yang tidak
mengetahui sistem seleksi menjadi
Bintara TNI nah mereka akhirnya memilih
untuk percaya dan mengikuti arahan dari
Adnan ini dan menaruh harapan besar
kepada Adnan dan keluarga di saat itu
menyetujui anak mereka yang bernama Iwan
mengikuti seleksi di
Padang Nah untuk perjalanan Iwan ke
Padang Itu keluarga Iwan lah yang
menanggung semua biaya termasuk biaya
untuk Adnan nah di hari itu juga Iwan
dan Adnan itu berangkat ke Padang dan
mereka berangkat melalui Pelabuhan
Gunung Sitoli yang berada di kota Gunung
Sitoli Sumatera Utara nah dan kemudian
ternyata memang benar Adnan ini membawa
Iwan ke rumah Pamannya yang ada di
Padang dan mereka menginap di sana dan
Adnan di saat itu langsung mengatur
skenario dia menyampaikan kepada
pamannya kalau Iwan inilah orang yang
ingin lolos masuk Bintara TNI dan dia
minta diantarkan ke Lantamal 2 Padang
untuk mengikuti
pendidikan lalu untuk semakin
memperlancar skenario gitu ya Adnan ini
Menyiapkan baju loreng alat tentara
untuk dipakaikan kepada Iwan dan di sana
Bajunya sudah ada nama Iwan juga lalu
Iwan difoto menggunakan baju loreng
tersebut dengan kondisi kepala yang
sudah gundul yang menandakan seolah-olah
dia ini sudah mulai Mengikuti pendidikan
foto tersebut dia ambil dengan tujuan
untuk meyakinkan keluarga Iwan di
kampung dan Adnan ini langsung mengirim
foto itu kepada keluarganya Iwan dan
keluarga Iwan sudah sangat yakin kalau
Iwan sudah sudah mulai masuk pendidikan
atau sudah keterima menjadi seorang
tentara dan foto yang dikirim oleh Adnan
itu tepat di tanggal 22 Desember Tahun
2022 lalu usut punya usut Ternyata baju
TNI atau baju loreng tersebut bukanlah
punya Iwan melainkan itu punya atnan
yang sengaja dia Pakaikan ke Iwan dengan
mengganti bordiran nama menjadi nama
Iwan dan tujuan dari Adnan mengirimkan
foto Iwan seolah-olah sedang
melaksanakan pendidikan ini dengan
tujuan agar ked dua orang tua Iwan tidak
lagi menelpon Iwan karena Iwan Sedang
fokus kepada pendidikannya dan
pengabdiannya kepada negara jadi
skenario yang diatur oleh Adnan ini
benar-benar mulus dan tergolong kejam
gitu ya Adnan di saat itu mengatakan
kepada keluarga Iwan kalau selama
pendidikan Iwan ini tidak akan boleh
memegang handphone tidak boleh
berkomunikasi dengan keluarga dia harus
fokus dengan pendidikannya Dan di saat
itu keluarganya pun percaya mereka yakin
sekali kalau anak mereka Iwan sedang
menjalani pendidikan dan mereka bersabar
mau sampai ke pun mereka menuruti aturan
tersebut untuk tidak berkomunikasi
dengan anak mereka
Iwan lalu geng di saat keluarganya ini
mulai percaya keluarganya Ini kan mau
enggak mau ya enggak bisa bohong juga
gitu mereka pasti bakal kangen sama
anaknya Iwan dan butuh mendapatkan kabar
dari Iwan otomatis mereka ini mencoba
menanyakan kabar anak mereka melalui
Adnan orang yang menghandle Iwan untuk
bisa masuk menjadi anggota TNI di Padang
Nah semakin sering orang tua Iwan
menelepon Adnan ternyata Adnan ini jadi
risih di saat itu Adnan yang sebenarnya
memang sudah berniat untuk berbohong
atau menipu keluarganya Iwan karena
merasa risih dan takut ketahuan dia
berbohong dia mulai merencanakan aksi
eksekusi terhadap Iwan Dan di saat itu
Atan merasa dia enggak mau melakukan
aksi eksekusi ini sendiri dia mau
menghabisi nyawa Iwan itu dibantu oleh
seorang teman yang mana temannya ini
merupakan Seorang warga sipil yang
bernama Muhammad Alvin Andriana usianya
masih 22 tahun dengan menjanjikan uang
sekitar 20 sampai dengan Rp25 juta
apabila aksi menghabisi nyawa Iwan ini
berhasil nah Muhammad Alvin ini setuju
dengan penawaran dari Adnan dan Adnan
memberikan Don payment atau DP sebesar 2
juta Kepada Alvin nah lalu kabar lainnya
juga dikatakan Enggak cuma Alvin yang
sebenarnya diajak ada salah satu sepupu
dari Adnan yang berinisial t diajak juga
namun t ini menolak tawaran dari Adnan
di saat itu sebenarnya Adnan ini masih
koperatif dengan keluarganya Iwan dia
masih mengirimkan foto-foto Iwan kepada
keluarganya Iwan menjelang 2 hari
setelah dia mengirimkan foto Iwan kepada
keluarganya dan kondisi Iwan di saat itu
masih hidup Adnan ini yang sudah
merencanakan atau sudah mematangkan
strategi untuk menghabisi nyawa Iwan
langsung mengajak Iwan untuk pergi dari
rumah Pamannya menggunakan mobil rental
Adnan mengatakan kalau dia akan membawa
Iwan menuju lant tamal du Padang di
dalam perjalanan tersebut Adnan sempat
menjemput Alvin yang berada di kota
Solok namun bukannya membawa Iwan ke
Lantamal dua Padang mereka ini malah
pergi ke daerah Sawah Lunto dan di sana
Iwan yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba
mendapatkan penganiayaan dari Adnan yang
merupakan seorang Anggota militer ini
dia dihabisi oleh Adnan dengan cara
dipukuli dan dianiaya di saat itu Adnan
sempat memelintir leher dari Iwan hingga
Iwan terjatuh Iwan di saat itu berusaha
melawan namun akhirnya dia ditikam oleh
Calvin sebanyak tiga kali sampai empat
kali di bagian perut yang membuat tubuh
Iwan mengalami luka sobek yang sangat
besar dan mengeluarkan cairan merah yang
sangat banyak Nah di saat itulah Iwan
ini mulai lemas dan perlahan-lahan Iwan
pun kehabisan cairan merah dari tubuhnya
dan meninggal
dunia Lalu setelah menghabisi nyawa Iwan
sebagai upaya untuk menghilangkan jejak
tubuhnya langsung dibuang ke dalam
jurang sedalam 3 m dan tubuhnya itu
ditimbun menggunakan ranting-ranting
pohon Lalu setelah itu Adnan dan Alvin
yang sudah puas dan sudah berhasil
melakukan aksi keji mereka Langsung
kembali ke kota Padang dan Adnan pulang
kembali ke rumah Pamannya di saat itu
pamannya Adnan tidak mengetahui aksi
dari Adnan ini dia sempat bertanya
kepada Adnan ke mana Iwan pergi Kenapa
Iwan kok enggak ikut pulang di saat itu
Adnan menjawab kalau Iwan sudah dia
serahkan ke Lantamal dua Padang dan
Pamannya di saat itu ya tidak mencuri
Gai apapun karena memang tujuan mereka
datang ke Padang untuk masuk ke
pendidikan tentara tersebut dan setelah
Pak anya ini percaya dengan ucapan Adnan
di saat itu semuanya kembali seperti
keadaan normal dan Adnan pun memilih
untuk kembali ke Nias untuk melanjutkan
[Musik]
tugasnya setelah Iwan dieksekusi oleh
Adnan dan juga Alvin Adnan ini sempat
mengatakan kepada keluarga Iwan kalau
Tolong jangan ganggu Iwan lagi karena
Iwan Sedang fokus menjalankan tugasnya
dan dia mengatur strategi seolah-olah
Iwan ini masih hidup dan Iwan sudah
lolos dan sedang sibuk Mengikuti
pendidikan yang akan dilaksanakan di
Tanjung Uban nah lalu kejamnya Adnan ini
setelah dia mengeksekusi Iwan dia malah
meminta uang sebagai imbalan atas
bantuan dia untuk memasukkan Iwan ke
pendidikan tentara menurut Salah satu
artikel berita dari CNN pada pertengahan
bulan April tahun 2023 atnan ini
menghubungi keluarga Iwan melalui chat
WhatsApp dan menyampaikan agar keluarga
Iwan menyiapkan dua ekor burung Murai
Batu yang kemudian kedua burung itu
harus diserahkan kepada pamannya Adnan
yang berdinas di Padang entah syarat
macam Apa itu ya masa pembayarannya itu
dengan burung murai batu ya mungkin
burung murai batunya mahal kali Nah lalu
keluarga dari Iwan menyanggupi hal
tersebut dan langsung mencari syarat
yaitu membeli burung murai batu untuk
diberikan kepada pamannya Adnan dan
enggak tanggung-tanggung harga kedua
burung tersebut mencapai Rp14 juta dan
burung itu tidak dikirimkan ke Padang
melainkan Adnan lah yang datang ke rumah
Iwan untuk mengambil burung tersebut dan
setelah mendapat burung itu Adnan lah
yang bakal membawa burung itu ke
[Musik]
Padang Oh ya geng gua mau klarifikasi
sedikit ya mungkin nih ada kesalahan
dalam penyampaian di tengah-tengah gua
shooting konten ini gua malah baru sadar
namanya itu bukan Adnan tapi Adan jadi
gua enggak revisi lagi ya gua di sini
klarifikasi aja ke kalian nama pelakunya
itu Adan Oke selanjutnya gua bakal
nyebut nama dia Adan
oke lalu geng setelah itu beberapa bulan
pun berlalu Adan ini merasa sudah sangat
tenang menjalankan kehidupannya dan
merasa berhasil menutupi fakta
sebenarnya tentang keberadaan Iwan lalu
tiba-tiba karena tidak adanya kabar dari
Adan mengenai Iwan sampai akhirnya di
tanggal 3 September tahun 2023 akhirnya
Adan ini mencoba untuk menghubungi
keluarga Iwan dan memberitahu kalau Iwan
akan segera dilantik dan pelantikannya
itu akan dilaksanakan pada awal bulan
Oktober tahun 2023 dan saat itu Adan ini
entah apa yang ada di pikirannya dia
sampai-sampai menyusun sebuah seen
dengan mengajak keluarga Iwan untuk
menghadiri pelantikan Iwan namun dengan
syarat untuk bisa menghadiri pelantikan
tersebut tentunya tidak gratis A dan
kemudian meminta uang lagi kepada
keluarga tersebut yang mana jumlahnya
untuk bisa hadir di pelantikan itu
sebesar rp3,7 jutaah Wah kejam banget ya
udah anaknya dihabisi orang tuanya
diperes
terus lalu geng karena sudah kepalang
senang warga Iwan ini berusaha untuk
menyanggupi nominal yang disebutkan oleh
Adan demi bisa melihat anak mereka Iwan
dilantik menjadi seorang tentara Lalu
setelah mereka membayar sejumlah uang
dan mereka mulai prepare bersiap-siap
untuk menghadiri pelantikan anak mereka
Iwan pada awal bulan Oktober tepatnya di
tanggal 3 Oktober tahun 2023 keluarga
Iwan pun yang berjumlah empat orang
bersama saudara-sudaranya gitu ya menuju
ke Tanjung Uban untuk datang ke acara
yang disebut oleh Adan sebagai acara
pelantikan setelah keempat anggota
keluarga Iwan tersebut sampai di Tanjung
Uban keluarga Iwan sempat menanyakan
kepada Adan Kapan hari pelantikannya
akan dilaksanakan karena Adan tidak
memberitahukan kepada keluarga Iwan
tanggal pasti pelantikannya dan jam
berapa Iwan ini akan dilantik namun di
saat itu Adan kembali mengatur sebuah
skenario bohong untuk mengelabui
keluarga dari Iwan ini Dengan mengatakan
kalau pelantikannya diundur karena Iwan
terpilih sebagai anggota khusus Marinir
kasihan banget geng digocek terus nih
keluarganya Iwan sama si Adan ini di
saat itu keluarga Iwan masih belum
mencurigai apapun karena menurut mereka
ya ada benarnya juga apa yang dikatakan
oleh Adan ini kalau anak mereka terpilih
sebagai anggota khusus Ah pasti mereka
harus sabar menunggu pelantikannya
mungkin pelantikannya lebih khusus lagi
Dan di saat itu karena mereka percaya
dengan jawaban Adan Mereka pun
memutuskan untuk singgah di Tanjung Uban
sembari menunggu keputusan Kapan Iwan
akan dilantik namun sayangnya selama
mereka menunggu mereka masih saja belum
mendapatkan jawaban yang sebenarnya dan
Adan Terus berkelit mengenai hal
tersebut yang membuat keluarga dari Iwan
terus-menerus menunggu namun Adan terus
berjanji kepada P keluarga Iwan kalau
dia akan bertanggung jawab penuh atas
pelantikan yang akan dilaksanakan ini
dan dia berjanji akan segera mengabari
kapan jadwal Iwan segera dilantik nah
Namun karena terlalu lama menunggu
keluarga Iwan ini sudah tidak bisa
lama-lama lagi berada di Tanjung Uban
mereka punya pekerjaan di kampung yang
harus dikerjakan akhirnya mereka udah
banyak habis duit untuk penginapan untuk
biaya keberangkatan Mereka pun memilih
untuk pulang terlebih dahulu ke Nias
pada tanggal 15 Oktober tahun
singkat cerita pada Januari tahun 2024
keluarga Iwan mengetahui kalau si Adan
itu kan bertugas di Nias dan dia sedang
berada di Nias tepatnya di kantor polisi
militer angkatan laut atau pomal di
Lanal Nias nah di saat itu keluarga Iwan
menemui Adan ini untuk menanyakan
kembali mengenai keberadaan Iwan dan
kapan Iwan ini dilantik karena dari hari
kejadian di mana pelantikannya ditunda
itu sudah 3 bulan lamanya Iwan tidak ada
kabar dan Adan pun tidak memberikan
kepastian dan di saat itu keluarganya
juga menanyakan Iwan ini kalau memang
ditugaskan di pasukan khusus itu di mana
ditugaskannya dan Adan berkelit dia
bilang yang namanya pasukan khusus itu
keberadaannya enggak bisa diketahui oleh
semua orang yang tahu cuma Kesatuannya
katanya AD dan di saat itu terus mencoba
untuk meyakinkan keluarga Iwan kalau dia
bertanggung jawab mengenai tugas-tugas
Iwan di
keanggotaan Jadi intinya Adan ini terus
membohongi keluarga Iwan di saat itu dan
sebenarnya keluarga Iwan ini sudah mulai
merasa Curiga Tapi mereka berusaha
positif S King karena tidak memiliki
bukti-bukti apapun soal kebohongan Adan
ini dan untuk terakhir kalinya pihak
keluarga Iwan mencoba untuk mendatangi
Adan yaitu pada tanggal 5 Februari tahun
2024 di mespomal Lanal Nias Dan di saat
itu si Adan yang bejat banget ini
lagi-lagi bukannya memberikan kepastian
soal keberadaan Iwan kepada keluarganya
Iwan malah dia memeras keluarga Iwan
lagi dengan meminta sejumlah uang yaitu
sebesar
rp1.450.000 dengan alasan uang tersebut
digunakan untuk membeli pulsa agar bisa
menghubungi teman satu angkatan di
satuan
pendidikan Nah setelah itu tidak ada
informasi yang menjelaskan sebenarnya si
Adan ini benar-benar nelepon temannya di
kesatuan atau justru dia beralasan lagi
untuk meyakinkan keluarganya Iwan tapi
yang jelas nih geng ya dari total Dia
meminta uang kepada keluarga Iwan Adan
ini tercatat memiliki 46 transaksi yang
ditujukan ke rekening dia yang mana
Kalau ditotalkan ya transferan dari
keluarga Iwan kepada dia itu sebesar
rp241.950.000 Dan di saat itu keluarga
Iwan sudah semakin resah dan merasakan
kalau ini ya sudah janggal Iwan tidak
kunjung ada kabar Adan juga terus
berbelit ditambah lagi ternyata pamannya
Iwan itu sempat bermimpi kalau dia
melihat Iwan datang ke depan rumahnya
sambil meminta tolong agar dia
diselamatkan Nah itu adalah sebuah
firasat-firasat yang datang ee apa ya
percaya enggak percaya itu ada gitu ya
ya yang namanya kekuatan alam kekuatan
spiritual ya pasti akan ada
tanda-tandanya gitu geng dan itu yang
terjadi kepada pamannya Iwan Semenjak
itu semenjak pamannya ini bermimpi
kecurigaan keluarga semakin memuncak
keluarga Iwan memutuskan untuk
mendatangi Lanal Nias untuk mengetahui
keberadaan Iwan jadi di saat itu mereka
enggak lagi menanyakan hal tersebut atau
keterangan keberadaan Iwan ini kepada
Adan tapi mereka Langsung menanyakan
kepada kesatuan gitu menurut artikel
berita yang gua dapat yaitu dari
bangkaap Pos Gitu geng ya keluarga Iwan
ini mendatangi Lanal Nias pada tanggal
25 Maret tahun 2024 atau ada juga yang
mengatakan tanggal 27 Maret tahun 2024
ini ada dua sumber informasi jadi di
sana keluarganya itu menceritakan
Bagaimana awalnya Iwan bisa menjadi
Bintara karena bantuan salah satu
anggota yang bernama Adan pokoknya
diceritain tuh dari mulai ditawarkan
sampai dibawa ke Padang sampai akhirnya
dinyatakan akan dilantik nah sampai
sekarang kabar dari anak mereka enggak
diketahui kemudian atas laporan
keluarganya kepada kesatuan ini ini nama
anggota yang disebutkan oleh keluarga
Iwan ini yaitu Adan langsung dipanggil
untuk diperiksa dan dipertemukan secara
langsung dengan keluarga Iwan di dalam
pertemuan itu Adan tidak mengakui kalau
dia sudah membawa Iwan ke Padang dan
mengatakan kalau dia tidak pernah
menerima sppeser uang pun dari keluarga
Iwan nah di saat itu dia bergelit gitu
Ya nah tapi kan sebenarnya keluarga Iwan
ini punya bukti mulai bukti chat ya kan
bukti telepon sama bukti transfer juga
dan setelah diberikan semua bukti-bukti
oleh keluarga Iwan kesatuan mulai merasa
ada yang janggal nih ada yang aneh dan
Adan pun langsung diperiksa lebih dalam
lagi pada tanggal 28 Maret tahun 2024
yang membuat Adan mau tidak mau mengakui
perbuatannya dan dia mengakui kalau dia
sudah menghabisi Iwan tepat di tanggal
24 Desember Tahun
2022 gila gak tuh hancur banget dan
pihak dari Lanal Nias mencoba untuk
memberitahu keluarga Iwan dengan
mendatangi rumah keluarga Iwan pada
malam hari di saat itu ya pihak Lanal
Nias sebenarnya juga mencoba
berhati-hati dalam menyampaikan berita
ini karena kan ini berita duka saat itu
ada seorang Perwira berseragam beserta
dengan tiga tentara tanpa seragam
mendatangi rumah Iwan dan Sesampainya di
sana mereka berbicara dengan cara
kekeluargaan mengenai fakta sebenarnya
lalu keluarga Iwan yang mendengarkan
informasi tersebut sangat terkejut dan
tidak menyangka mereka langsung
berteriak menangis histeris menerima
kenyataan kalau Iwan sudah meninggal
[Musik]
dunia dan mereka di saat itu benar-benar
berteriak-teriak tidak menyangka mereka
meneriaki nama adan yang selama ini
sudah mereka anggap seperti keluarga
sendiri justru menghabisi nyawa anak
mereka Dan di saat itu keluarga
menanyakan Di mana keberadaan jasad dari
anaknya di sini gua pengen ajak kalian
untuk flashback sedikit geng Oke jadi
geng sebenarnya jas dari Iwan itu sudah
ditemukan sudah ditemukan Jauh sebelum
kasus ini viral jadi di tanggal 30
Desember Tahun 2022 itu tepat di jam
08.30 pagi ada Seorang warga yang
bernama Martinus dan juga abson
Situmeang yang sedang pergi ke kebun
untuk memanen getah pinus nah lokasinya
itu di daerah Bumbung Dusun Sungai
Betung Desa datar mansiang Kecamatan
talawai Kota Sawah Lunto yang mana
lokasinya itu persis di mana jasad e
Iwan dibuang oleh Adan Martinus di saat
itu sempat mencium adanya bau busuk yang
tidak sedap seperti bau bangkai dan
Martinus mencoba untuk mencari asal bau
tersebut Lalu saat itu dia sempat
melihat celana orang nah celana itu
semacam menjadi sumber bau dan dia
mencoba untuk memberitahu temannya dan
juga warga sekitar kalau dia menemukan
sebuah benda yang mencurigakan Nah
akhirnya dia bersama beberapa warga itu
langsung mendatangi lokasi tersebut dan
mereka mendapati sesosok jasad yang
sudah tidak utuh lagi dan sudah membusuk
dan tidak dapat dikenali lalu Martinus
dan abson beserta warga lain langsung
melaporkan kejadian ini ke Polres Sawah
Lunto yang akhirnya pihak kepolisian
dibantu oleh sejumlah anggota TNI serta
tim forensik langsung melakukan evakuasi
terhadap jasad tersebut dan ketika
ditemukan jasad itu memakai kaos
berwarna hitam dengan tulisan chilin old
day since forever dan juga celana jeans
berwarna biru dari berdasarkan kan
keterangan dari Kasat Res krim Polres
Sawah Lunto yaitu Iptu ferlianto Pratama
marasin Jasa tersebut berjenis kelamin
laki-laki yang berusia 20 sampai 30
tahun dengan tinggi badan 165 cm dan
giginya terlihat rapi jasad tersebut
tidak memiliki identitas sehingga tidak
diketahui siapa dari nama jasad tersebut
jasad itu akhirnya dibawa ke rumah sakit
RSUD Sawah Lunto untuk keperluan autopsi
dan identitasnya tetap tidak ditemukan
sampai akhirnya jasad itu pun dimakamkan
di TPU Puncak Cemara kota Sawah Lunto
dengan identitas yang belum
diketahui nah sampai pada akhirnya kasus
eksekusi terhadap Iwan Itu mencuat
keluarga sudah mulai mengetahui dan
polisi mulai mencari-cari data nih
Apakah dalam rentang waktu 2022 sampai
2024 ada penemuan jasad tanpa identitas
atau enggak nah ternyata ada yaitu
penemuan jasad yang ditemukan oleh si
pemanen karet tadi Martinus dan abson
lalu barang-barang dari jasad tersebut
dicocokkan dengan barang-barang milik
Iwan dan ternyata semuanya benar
terungkaplah jasad tanpa identitas yang
sudah dikuburkan itu adalah jasad
Iwan dan dilakukan juga pencocokan DNA
terhadap jasad yang ditemukan dengan
keluarga Iwan dan semuanya cocok itu
memang benar-benar Iwan Lalu setelah
mendapatkan keterangan dari Adan dan
pengembangan kasus tim gabungan yang
terdiri dari tim Buser Polres solokota
serta tim macan bata Polres Sawah Lunto
sudah berhasil melacak keberadaan Alvin
yang sedang melarikan diri atau
bersembunyi yang mana akhirnya Alvin ini
ditangkap di rumahnya yang berada di
kawasan Pandang Ujung kota Solok pada
hari Jumat dini hari tanggal 29 Maret
tahun 2024 dan setelah ditangkap Alvin
ini langsung dibawa ke lamtamal 2 Padang
untuk menjalani proses pemeriksaan lebih
lanjut dan Alvin di saat itu langsung
koperatif dia mengakui kalau dialah yang
menikam perut Iwan menggunakan pisau dan
dia juga yang membuang Iwan ke dalam
jurang Nah itu dia geng sebuah kasus
yang sangat memilukan dan sampai saat
sekarang ini belum ada keputusan gitu ya
terhadap kedua pelaku ini ya Kalau kata
gue sih pasti bakal hukuman mati ya
Enggak mungkin hukuman biasa-biasa
karena kan ini kejadiannya selain
penipuan juga eksekusi berencana ya kita
doakan aja gitu ya semoga keluarga dari
Iwan diberikan ketabahan dan Iwan juga
dihapuskan dosa-dosanya dan ditempatkan
di sisi yang Mahakuasa untuk
perkembangan kasus ini mungkin nanti
kita bakal bahas lagi setelah ada
informasi lebih lanjut kalau kalian
Setuju kita membahas kasus ini di part
2A silakan tinggalkan komentar di bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:39 UTC
Categories
Manage