9 ISTRI IR SOEKARNO ! PRESIDEN INDONESIA YANG JAGO MENAKLUKAN HATI WANITA
ZMn5GDJM2H4 • 2024-04-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bu Siti Utari bisa dikatakan ya di bawah umur sih ya kalau di bawah umur untuk standar umur sekarang ya jadi beliau di saat itu masih 16 tahun pertemuan awal mereka terjadi ketika Presiden Soekarno sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas dan mengontrak rumah di sebuah kos yang ternyata milik ayah dari Bu Siti Utari alias Pak host Cokro aminoto yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry geng Jeng oke Hari ini kita bakal ngebahas sejarah nih g Karena kan sebelum-sebelumnya yang kita bahas tuh problem mulu gitu ya hal-hal yang berhubungan dengan konspirasi atau permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan kriminal nah Kali ini Gua pengen ngebahas tentang kisah tentang presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir Soekarno yang memiliki sembilan istri sah yang mana kesembilan istri sahnya ini cantik-cantik banget k Wah ini merupakan pelajaran sejarah tetapi ingat ya jangan berarti dijadiin referensi untuk tiba-tiba kalian nikah se kali juga gitu Karena kan masing-masing orang itu punya kemampuan yang berbeda-beda ya kan ada yang bisa berlaku adil ada yang enggak karena ya sebaik-baiknya kalau kalian sudah punya satu pasangan kalian harusnya Setia gitu Ya seperti yang kita tahu ya geng Presiden Soekarno dikenal juga sebagai Bapak proklamatornya Indonesia beliau pertama kali menjabat sebagai presiden negara Indonesia ini di tahun 1945 sampai hingga tahun 1966 atau 1967 Jadi kurang lebih beliau menjabat sebagai presiden Ya selama 22 tahun dan pelantikan beliau menjadi presiden di tanggal 17 Desember tahun 1945 melalui sebuah proses upacara pelantikan yang dilakukan di Bangsal City hinggil Kraton yyakarta Ir Soekarno memimpin Indonesia itu di masa-masa pahit alias masa-masa sulit termasuk saat Agresi Militer Belanda kedua pada Tahun 1948 dan beliau ini memang adalah sosok yang karismatik terus juga berwibawa dan dia dikenal sebagai sosok yang intelektual dan pemikir ideologis yang ulung dan beliau ini memang jago sekali ya menaklukkan hati orang lain yang tadinya mungkin berseberangan dengan dia berlawanan dengan dia tetapi dengan karismanya dia itu orang-orang bisa jadi tunduk atau bahkan bersahabat dekat dengan beliau tetapi diamp sing itu beliau ini juga dikenal sebagai orang yang temperamen dan meledak-ledak tapi temperamennya itu dia tularkan sebagai sebuah semangat yang membara kepada orang-orang dan ternyata di balik pembawaan dia yang karismatik memukau bapak proklamator kita ini juga berhasil memikat perhatian banyak wanita cantik bahkan Enggak cuma di Indonesia tapi dalam level internasional dan sejauh yang kita tahu ya pemberitaan di Indonesia selalu mengaitkan Presiden Soekarno ini memiliki istri yang pertama itu yang paling kita kenal bernama Ibu Fatmawati Lalu ada ibu Inggit dan juga yang sangat cantik sekali yaitu ibu Ratnasari Dewi yang merupakan Warga Negara Jepang Nah lalu ternyata dari tiga nama yang gua sebutkan tadi masih ada sekitar enam orang lagi yang merupakan istri sah dari proklamator yang karismatik ini jadi di sini Gua pengin ngajak kalian untuk membahas kesembilan istri Presiden Soekarno ini dan bagaimana beliau bisa menaklukkan para wanita-wanita cantik untuk dia persunting apa sih ajian yang dipakai oleh Presiden Soekarno dan bagaimana kisah percintaan Presiden Soekarno dengan sembilan istri sahnya tersebut langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi [Musik] lain Mungkin kalian penasaran Bagaimana sih cara Presiden Soekarno membagi waktunya hatinya dengan e sembilan istrinya ini apa enggak capek gitu ya Setelah gua cari tahu nih geng ya ternyata Presiden Soekarno ini mempunyai pemikiran yang sesimpel dia kagum pada sifat-sifat wanita yang dia Jadikan pasangannya ini bagi Presiden Soekarno ini menurut keterangan beliau sendiri dikataan bkan kecantikan wanita adalah sebuah keindahan alami yang patut dihargai dan oleh karena itu salah satu ekspresi cintanya adalah dengan mengagumi keindahan fisik mereka dan bagi Presiden Soekarno mengagumi kecantikan wanita bukanlah tindakan yang negatif Ataupun dosa melainkan sebuah bentuk penghargaan terhadap keindahan alam dan keindahan sang pencipta nah ini pernyataan yang disampaikan oleh Beliau sendiri Memang sih kalau dipikir-pikir ya ada benarnya juga mengagumi itu kan bukan berarti negatif bukan berarti dosa dan mengagumi itu ya tidak hanya kepada satu bisa saja kepada siapapun gitu nah tapi yang jadi pertanyaannya setiap wanita yang beliau kagumi itu sebagian kecilnya dijadikan istri alias pasangan bisa kalian bayangin enggak geng gimana beratnya berlaku adil dan menjaga perasaan dari istri-istrinya nah tapi Presiden Soekarno mengatakan Dia memiliki alasannya tersendiri alasan yang lebih privasy dan pribadi yang berkaitan erat dengan karakternya sebagai seorang negarawan yang memiliki kepekaan Spirit ritual tinggi dan hal itu menjadi salah satu tolak ukur mengapa dia memiliki banyak istri lalu menurut Presiden Soekarno salah satu kuncinya dia agar bisa memikat banyak wanita adalah dengan memiliki Cakra energi yang hidup di dalam tubuhnya termasuk Cakra ajena Yaitu untuk pengliihatan yang lebih dalam Lalu ada Cakra tenggorokan untuk berkomunikasi dan Cakra hati untuk keadilan dengan energi yang melimpah tersebut yang dipercaya oleh Presiden Soekarno berada di dalam dirinya dia jadi Presiden Soekarno meng klaim kalau dia mampu memikat hati banyak wanita jadi itu alasan yang disampaikan oleh Presiden Soekarno mengapa dia memikat banyak wanita dan kenapa dia mampu memikat banyak wanita Nah sekarang kita masuk ke dalam pembahasan istri-istri Presiden Soekarno dan yang pertama kita akan membahas Ibu Siti [Musik] Utari Siti Utari Cokro aminoto nah ini adalah nama dari istri pertama Presiden Soekarno beliau ini merupakan putri dari ha Umar Said Cokro aminoto alias yang sering dikenal dengan host Cokro aminoto Bu Siti Utari ini dinikahi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1921 di Surabaya Jawa Timur yang mana Di saat itu Presiden Soekarno itu umurnya masih muda banget dan bahkan masih di bawah 20 tahun belum genap 20 tahun sementara Bu Siti Utari bisa dikatakan ya di bawah umur sih ya kalau di bawah umur untuk standar umur sekarang ya jadi beliau di saat itu masih 16 tahun pertemuan awal mereka terjadi ketika presiden sok sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas dan mengontrak rumah di sebuah kos yang ternyata milik ayah dari Bu Siti Utari alias Pak host Cokro aminoto Nah bisa gitu ya jadi di sini kita bisa Nila lah ya berarti memang gentle banget nih Presiden Soekarno dia berani ngedekatin anaknya yang punya kos kalau kita mungkin ya Melakukan hal itu pasti punya tujuan biar ngekosnya gratis gitu sama dapat Makan tiap hari Nah tapi Presiden Soekarno berbeda dia memang benar-benar jatuh cinta dengan Pujaan Hati pertamanya tersebut Akhirnya dia pun memberanikan diri menikahi anak si pemilik kosnya ini dan setelah menikah dia mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar banyak dari mertuanya yaitu host chokro aminoto dan terutama mengenai keterampilan berpidato berpolitik dan juga gerakan sosial Nah itu semua dia pelajari dari mertua pertamanya itu meskipun usia Bung Karno di saat itu baru menginjak 20 tahun tapi Bung Karno selalu memiliki Pemikiran yang sangat matang terkait dengan perjuangan politik dan hal ini ternyata membuat Dia sangat berbeda dengan sang istri yang masih sangat muda yaitu Bu Siti Utari yang mana Di saat itu Bu Siti Utari ini masih sangat menikmati masa mudanya sebagai seorang remaja dan alhasil karena perbedaan sifat ini membuat antara Presiden Soekarno dan istrinya itu sering terjadi ketegangan dan perdebatan dan akhirnya pasangan muda ini memilih untuk bercerai secara damai dan mengakui bahwa perbedaan minat dan pandangan hidup mereka membuat keduanya tidak dapat mempertahankan hubungan mereka lagi lalu kabarnya nih geng ya menurut informasi yang gua dapat Ibu Siti Utari ini merupakan istri Bung Karno yang ternyata tidak pernah disentuh oleh Bung Karno Aneh enggak ya Aneh sebenarnya informasinya tapi ya begitulah jadi ibaratnya tuh ya janda sih tapi bukan janda yang gitulah pokoknya coba nilai sendiri gua engak enak ngomongnya nah jadi itu istri pertamanya sekarang kita masuk ke pembahasan istri yang kedua istri yang kedua bernama Ibu Inggit ginarsih istri kedua dari Presiden Soekarno ini dikenal sebagai salah satu sosok yang berjasa menemani sang proklamator di masa-masa sulitnya sebelum kemerdekaan Republik Indonesia Nah ini definisi perempuan yang menemani dari nol nih Jadi Bu Inggit ini lahir pada tanggal 17 Februari tahun 1888 dia lahir di desa Kamasan Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung dia merupakan anak dari pasangan suami istri yang bernama amsi dan arjipan beliau dikenal sebagai kembang Desa sehingga di saat itu banyak sekali laki-laki yang berusaha mendapatkan hatinya karena memang cantik banget dan di antara laki-laki yang ngedekatin dia itu ada presiden pertama kita yaitu Pak Soekarno dan ternyata geng sebelum menikah dengan Pak Soekarno Bu Inggit ini sudah menikah dua kali jadi sudah pernah menikah dan bercerai dan Bu Inggit ginarsih itu pertama kali menikah dengan seorang Patih di kantor residen Priangan yang bernama Nata Atmaja namun dia setelah itu bercerai dan kemudian Bu Inggit ini men nikah lagi dengan seseorang yang bernama Haji Sanusi yang merupakan seorang pengusaha yang aktif dalam organisasi Serikat Islam lalu Dia bercerai lagi nih dari Haji Sanusi nah namun geng sebelum Bu Inggit ini bercerai dengan Haji Sanusi Bu Inggit ini sudah sempat bertemu dengan Presiden Soekarno di saat Presiden Soekarno dititipkan di rumah suaminya Bu Inggit di rumah Haji Sanusi dan Hal itu merupakan rekomendasi dari mertuanya yang pertama yaitu bapak host Cokro aminoto yang memang berkerabat atau atau berteman dengan Haji Sanusi di saat Presiden Soekarno berada di tengah-tengah keluarga Haji Sanusi Di saat itulah tumbuh adanya rasa cinta dari Presiden Soekarno dan Hal itu merupakan cinta terlarang karena Bu Inggit masih statusnya sebagai istri orang dan posisinya Bu Inggit juga sudah berumur yaitu 34 tahun di saat itu dan akhirnya Haji Sanusi mengetahui kalau istrinya ini berselingkuh dengan Bung Karno Di saat itulah Haji Sanusi ini mulai tidak suka dengan istrinya tersebut dan memilih menceraikan Bu Inggit pada tahun 1922 dan Haji Sanusi mengizinkan Bu Inggit untuk menikahi Soekarno yang masih muda nah tapi jangan salah juga ya geng walaupun di saat itu Bu Inggit ya akhirnya memilih Bung Karno untuk menikah lagi nah tapi ternyata di balik semua itu Haji Sanusi sendiri juga ya berselingkuh sebenarnya beliau mau menikahi seorang perempuan yang berasal dari Medan Sumatera Utara Nah jadi Bukan Tanpa Alasan gitu ya dua-duanya pengin nikah lagiah Nah akhirnya mereka bercerai lalu 1 tahun kemudian setelah perceraian antara bu Inggit dengan Haji Sanusi tepatnya pada tanggal 24 Maret tahun 1923 di Bandung Bung Karno akhirnya secara sah menikahi Bu Inggit surat undangan pernikahan antara Bung Karno dan Bu Inggit ini dipajang dengan Anggun di salah satu ruangan di rumah bersejarah bagi Bu Inggit garnasih dan di dalam surat pernikahan itu terdapat sebuah catatan menarik yang menyebutkan bahwa Bung Karno disebut berusia 24 tahun dan Bu Inggit itu dikatakan masih berusia dia 23 tahun jadi dibikin fake gitu loh umur Bu Inggit tuh didiskon gitu ya sampai 23 tahun padahal pada kenyataannya umur Bung Karno itu masih 22 tahun di saat itu dan Bu Inggit sudah menginjak 35 tahun Bu Inggit garnasi ketika dia menikah dengan Bung Karno dia ini tidak hanya menjadi pendamping dan penopang Bung Karno dalam perjuangan politiknya tetapi bahkan beliau sebagai seorang istri juga sekaligus menjadi tulang punggung bagi keluarga di saat itu Bu Inggit itu berprofesi sebagai Seorang penjahit agen pengumpul dana yang merupakan kontribusi penting ketika Indonesia sedang berjuang menuju kemerdekaan dan Bung Karno sendiri mengakui di dalam hidupnya kalau dia berhutang Budi besar kepada istrinya tersebut Bu Inggit garnasi yang dia katakan hal ini tidak akan terlunaskan selama hayatnya atau sepanjang hidupnya momen-momen di mana Bung Karno mengakui hutang Budinya kepada bu Inggit itu termasuk dalam acara penyambutan kebebasannya pada tanggal 3 Desember tahun 193 1 lalu dalam rapat kongres Indonesia Raya pada tanggal 2 Januari tahun 1932 dan dalam autobiografinya selama Bung Karno ini menikah dengan Bu Inggit mereka memiliki dua anak angkat yaitu yang bernama Ratna juami dan juga Kartika yang diadopsi pada bulan Juni tahun 1923 di dalam pernikahan mereka selama 20 tahun mereka itu tidak memiliki anak kandung tapi Bu Inggit tetap menjalani perannya sebagai ibu terhadap kedua anak angkatnya tersebut sebut dengan penuh kasih sayang dan dia juga berbakti kepada Bung Karno sebagai seorang istri namun di dalam kabarnya nih geng ya ini kabar yang gua dapatkan dari informasi yang bisa kalian lihat gitu ya agak sedikit menyedihkan sih yang mana ternyata Bung Karno menceraikan Bu Inggit dikarenakan mereka tidak memiliki keturunan dan diceraikannya itu pada tahun 1942 3 tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan nah jadilah di saat itu rumah tangga antara Bung Karno sudah berakhir dengan Bu Inggit Dan di saat itu sudah terhitung dua kali tu Presiden Soekarno menikah di saat umur dia masih sangat muda Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan istrinya yang ketiga yang bernama Ibu [Musik] Fatmawati Ibu Fatmawati dia ini merupakan perempuan kelahiran Bengkulu tanggal 5 Februari tahun 1923 Dan di saat itu Bung Karno menikahi Bu Fatmawati pada tanggal 1 Juni tahun 1943 Nah Pak Soekarno di saat itu sudah berumur 42 tahun un dan Bu Fatmawati itu baru berusia 20 tahun mereka pertama kali bertemu di saat Soekarno diasingkan ke Bengkulu dan seperti yang kita tahu ya Bu Fatmawati ini adalah penjahit bendera merah putih dengan tangannya sendiri dan menyelesaikan bendera merah putih tersebut yang berukuran 2* 3 m dan dikibarkan setelah Pembacaan naskah Proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 dan perlu kalian tahu ya geng pada saat itu kondisinya Bu Fatmawati ini sedang mengandung loh geng dan Bu Fatmawati ini adalah ibu dari ketua umum partai PDI Perjuangan yaitu bu Megawati Nah dari hasil pernikahan Bu Fatmawati dengan Bung Karno itu lahirlah anak-anak mereka yang pertama Guntur Soekarno Putra Megawati Soekarno Putri Rahmawati Soekarno Putri Sukmawati Soekarno Putri dan guru Soekarno Putra Jadi ada lima orang sepanjang perjalanan hidup mereka Bu Fatmawati ini selalu memberi dukungan penuh kepada suaminya yang di saat itu bertugas sebagai Presiden Republik Indonesia Namun hubungan mereka menjadi renggang setelah Bung Karno meminta izin kepada bu Fatmawati untuk bisa menikah lagi dan Bu Fatmawati tidak setuju dengan poligami Bu Fatmawati akhirnya meminta presiden Soekarno untuk mengembalikan dia kepada orang tuanya alias menceraikannya setelah Presiden Soekarno selesai dengan semua urusan kenegaraan nah jadilah hal itu akhirnya dipenuhi oleh Presiden Soekarno dengan memulangkan Bu Fatmawati kepada orang tuanya mereka resmi bercerai dan Presiden Soekarno menikah dengan istri keempat sekarang kita masuk ke dalam pembahasan istri keempat Presiden Soekarno yang bernama Bu Hartini Nama lengkapnya adalah Sri suhartini dia ini lahir di Ponorogo tanggal 20 September tahun 1924 buhartini ini merupakan janda dari seseorang yang bernama suondo dia sudah dikaruniai lima orang anak sebelum dia akhirnya memilih menikah dengan Presiden Soekarno di Salatiga pada tahun 1952 Dia diangkat menjadi pelindung dari berbagai konferensi internasional yang berinspirasi aliran kiri dan dari hasil pernikahan Bung Karno dengan Bu Hartini mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Bayu Soekarno Putra dan Taufan Soekarno Putra buh Hartini ini dikenal sebagai istri yang setia menemani Bung Karno ketika Bung Karno menjadi tahanan rumah di wismayaso Jakarta yang mana kini sudah menjadi Museum Satria Mandala pada saat Bung Karno sudah mulai sakit-sakitan di saat itu ginjal sebelah kirinya Bung Karno sudah tidak berfungsi sama sekali dan fungsi ginjal kanannya hanya tinggal 25% namun dia terus berada di sisi Bung Karno hingga sang proklamator itu meninggal dunia pada 21 Juni tahun 1970 di rumah sakit pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta Nah jadi bisa dikatakan istri keempatnya ini sangat-sangat setia menemani Bung Karno sampai akhir hayat Bung Karno nah tetapi di dalam perjalanan pernikahan mereka sebenarnya Bung Karno sudah punya istri kelima jadi Sebelum meninggal itu Bung Karno sudah berpoligami dengan istri kelima 6 7 8 dan 9 Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan istri kelimanya istri kelimanya ini bernama Kartini Manopo Wah dari marganya aja udah kelihatan ya Manopo jadi ingat salah satu artis Indonesia Amanda Manopo yang cantik banget itu gitu ya Manopo itu kan Setahu gua itu adalah marga yang berasal dari Sulawesi sana tepatnya orang Manado gitu ya Dan orang Manado memang dikenal cantik-cantik gitu nah Kartini Manopo ini nih adalah istri kelima Yang mana sebenarnya orang-orang tahunya itu istri kelima adalah yang keturunan Jepang itu loh geng yaitu Bu Ratna Saridewi nah Ternyata bukan geng istri kelima Bung Karno adalah Kartini Manopo dan pertama kali mereka bertemu ketika mereka berdua menyaksikan Pagelaran Seni lukis karya Basuki Abdullah yang mana Di saat itu Bu Kartini Manopo itu menjadi model potret lukisan pak Basuki dan Paras cantik dari Bu Kartini Manopo sebagai seorang model ternyata mencuri perhatian Bung Karno lalu perempuan asal Bolang mondondo Sulawesi Ara ini adalah salah satu pramugari Garuda Indonesia dan Presiden Soekarno di saat itu sebagai pemimpin negara Dia memiliki privilege untuk mengatur pertemuan dengan seorang pramugari lalu Entah bagaimanalah ya cara Bung Karno mendekati Bu Kartini Manopo ini tapi yang jelas mereka akhirnya saling jatuh hati dan kemudian Bu Kartini Manopo dinikahi oleh Bung Karno secara siri kabarnya pada tahun 1959 karena keluarga Bu Kartini yang terpandang awalnya tidak menyetujui pernikahan tersebut walaupun ya anak mereka dinikahi oleh seor orangang presiden tetapi mereka tidak menerima kalau anak mereka justru jadi istri kelima dan apa boleh buat semuanya sudah terjadi ya mereka menikah secara diam-diam atau secara siri dan dari hasil pernikahan itu Bung Karno dan Bu Kartini Manopo memiliki seorang Putra yang diberi nama tot Suryawan Soekarno Putra yang lahir pada tanggal 17 Agustus tahun 1967 di daerah nurenberg Jerman nah kenapa bisa lahir di Jerman karena di saat itu Bu Kartini Manopo Di saat dia hamil Bung Karno mengirim dia ke Jerman dan memutuskan agar istrinya itu melahirkan di Jerman gara-gara situasi politik di Indonesia sedang tidak stabil dan Bung Karno berada di masa akhir kepresidenannya di saat itu dan awalnya Bung Karno melarang Bu Kartini ini untuk kembali ke Indonesia sampai dia memberikan izin Namun ternyata Bu Kartini akhirnya pulang ke Indonesia karena dia sudah sangat merindukan keluarganya di tanah air dan dia sendiri sudah sangat rindu kepada Soekarno lalu tidak ada informasi mengenai bagaimana kelanjutan dari hubungan mereka Apakah mereka masih sepasang suami istri atau justru bercerai tapi ada kabar yang mengatakan kalau mereka itu bercerai dan perceraian mereka ini merupakan kisah yang sangat kompleks dan penuh dengan berbagai interpretasi alasan dan detail perceraian mereka masih menjadi misteri Sampai detik ini Nah sekarang barulah kita masuk ke pembahasan istri keenamnya yang cukup terkenal karena cantik banget bahkan anaknya aja cantik banget gitu ya yaitu Ibu Ratna Sar Dewi setelah menikahi model asal Sulawesi yaitu Kartini manopi Bung Karno menikah lagi untuk yang keenam kalinya dengan warga negara Jepang yang mana pernikahan ini penuh dengan kontroversi karena keputusan dari wanita cantik tersebut untuk menjadi istri kesekian dari presiden kita berbagai aspek menjadi pertimbangan di saat itu mulai dari kebangsaannya dia masa lalunya dia dan gaya hidupnya yang sering sekali menjadi sorotan dan terlebih lagi pernikahan antara Bung Karno dengan Ibu Ratna Sari Dewi ini terjadi di tengah-tengah merosotnya ekonomi Indonesia pada masa orde lama dan yang menyebabkan munculnya berbagai bentuk protes adalah orang-orang menganggap kayak Bung Karno Kenapa lebih fokus sama urusan pribadinya ketimbang urusan negara jadi masyarakat di saat itu menganggap kok presidennya kawin mulu Sementara negara sedang terpuruk Jadi kurang lebih seperti itu isu yang beredar lalu Bagaimana kisah mereka bisa bertemu jadi dalam sejarahnya Bung Karno Ini pertama kali bertemu dengan wanita cantik asal Jepang ini di dalam sebuah acara makan malam yang ada di Hotel Imperial Tokyo pada tahun 1959 wanita itu ber nama naoko nemoto jadi itu merupakan nama asli dari Ibu Ratna Saridewi sebelum resmi dinikahi oleh Bung Karno pertemuan mereka tersebut sangat menyenangkan bagi Bung Karno karena banyak hal tentang kepribadian dari naoko yang dia kagumi bagi Bung Karno pertemuannya dengan wanita yang masih berusia 19 tahun itu terasa seperti takdirnya gitu karena mereka berdua memiliki minat yang sama dalam dunia seni naoko itu adalah orang yang mencintai seni secara menyeluruh mulai dari gemar dalam sastra Mahir menari bahkan dia menyanyi dan memiliki minat yang besar dalam seni lukis dan karena mereka berdua sama-sama jatuh cinta di dalam kondisi Presiden Soekarno sudah memiliki istri dia menikahi naoko ini pada tanggal 3 Maret tahun 1962 yang kemudian meminta naoko untuk merubah namanya menjadi nama orang Indonesia yaitu Ratna Sar Dewi jadi tujuannya itu seolah-olah ingin membuat istrinya ini seperti baru terlahir kembali di dunia dan menjadi orang Indonesia kehidupan yang dijalani oleh presiden Soekarno bersama ibu Ratna Saridewi di saat itu sangatlah romantis dan harmonis namun publik mulai mengetahui tentang pernikahan Bung Karno dengan wanita Jepang ini terutama setelah sebelumnya publik kecewa karena Bung Karno menikahi Hartini sementara statusnya masih sebagai suami sah dari Bu Fatmawati lalu terjadilah demonstrasi mahasiswa geng Pada tahun 1966 yang menyeroti kritik terhadap Bung Karno yang dinilai hobi kawin atau tukang kawin Nah ini isu yang beredar di masa itu ya geng bukan pernyataan gua nih Ibu Ratna Sari Dewi menjadi salah satu istri yang menjadi sasaran kritik mahasiswa di masa itu terutama karena gaya hidupnya yang mewah dan dianggap tidak sensitif terhadap kesulitan rakyat Indonesia di masa akhir kepemimpinan Bung Karno dan dari hasil pernikahannya dengan Bung Karno mereka memiliki anak yang bernama Kartika Sari Dewi Soekarno dan kisah cinta antara Bung Karno dan Bu Ratna Sari Dewi Ini akhirnya surut karena keadaan harus memisahkan mereka berdua terutama di saat kekuasaan Bung Karno akan segera berakh ir sebagai seorang presiden yang mana Di saat itu Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan dan menjadikan Bung Karno sebagai tahanan politik dan dalam keadaan tersebut Bung Karno dan juga Bu Ratna Sari Dewi terpaksa harus berpisah karena Presiden Soeharto di masa itu melarang semua orang dekat dengan Soekarno bahkan sampai keluarganya pun tidak boleh bertemu dengan Bung Karno lalu pada akhirnya demi keselamatan dari Bu Ratna Sari Dewi dia lebih memilih untuk meninggalkan Indonesia dan dan sudah pasti tidak akan bisa bertemu dengan Bung Karno lagi nah di saat itu dia memilih untuk pulang ke negaranya Jepang dan banyak sekali yang menganggap bahwa Ibu Ratna Sari Dewi ini tidak setia karena meninggalkan Bung Karno pada saat dia sedang menghadapi masa sulit padahal aslinya ya itu semua demi keselamatannya dan menurut pengakuan Bu Ratna Saridewi yang meminta dia untuk meninggalkan Indonesia adalah Bung Karno sendiri nah lalu di saat Bung Karno dipenjara berakhirlah sudah hubungan dia dengan wanita cantik asal Jepang itu dan Bu Sari Dewi membawa serta anak mereka ke Jepang Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan istri ketujuh Bung Karno yang bernama Haryati buh Haryati ini merupakan seorang penari Dia bekerja sebagai staf sekretaris negara bidang kesenian Bung Karno menikahi wanita yang lahir pada tanggal 24 Agustus tahun 1940 ini tepat di tahun 1963 saat itu Buhari sudah berumur 23 tahun pernikahan mereka berdua tidak berlangsung lama hanya berjalan 3 tahun aja dan dengan Bu Hariati ini Bung Karno tidak memiliki anak Bung Karno menceraikan buhariati itu tepat pada tahun 1966 dengan alasan tidak cocok jadi sudah 3 tahun menjalani rumah tangga tidak ada kecocokan di antara mereka berdua nah walaupun mereka menikah secara resmi berbeda dengan Kartini Manopo tadi ya yang dinikahi secara siri tetapi Bung Karno itu enggan untuk mengakui mantan istrinya ini sebagai istri yang ketujuh Padahal mereka nikah resmi loh geng jadinya di dalam catatan sejarah Bung Karno tidak mengakui buh Hariati dan terungkap bahwa selama masa pernikahan mereka Bung Karno masih menjaga kedekatannya dengan istri keenamnya yang merupakan Warga Jepang tadi yaitu Bu Ratna Saridewi nah jadilah hubungan antara Bung Karno dengan istri ketujuhnya amburadul 3 tahun kemudian mereka bercerai sekarang kita bahas istri keedelapannya geng masih ada dua lagi nih istri kedelapannya ini bernama Yurike sanger Nah dari namanya kita bisa paham lah ya ini adalah wanita keturunan campuran gitu Jadi pertama kali bung Karno bertemu dengan istri kedelapannya ini saat mereka masih sama-sama mengikuti barisan bineka Tunggal Ika Pada tahun 1963 di Gelora Senayan buyurike ini adalah wanita kelahiran 1945 jadi bisa kebayang ya di saat Indonesia baru diproklamasikan kemerdekaannya Bu Yurike baru lahir gitu dan Bu Yuri ketika pertama kali bertemu dengan Bung Karno statusnya masih seorang pelajar di dalam Kilas baliknya Bu Yurike ini bercerita kalau Bung Karno sempat memberikan perhatian lebih kepada dia dan pertemuan mereka tersebut rupanya langsung membuat Bung Karno jatuh cinta kepada bu Yurike sanger singkat cerita pada tanggal 6 Agustus tahun 1964 Bung Karno dan Bu Yurike sanger akhirnya menikah secara Islam di rumah Bu Yurike yang mana Bu Yurike akhirnya jadi mualaf jadi perkenalan mereka itu sangat-sangat singkat dan di saat itu hubungan mereka terlihat sangat sangat harmonis sampai pada akhirnya 3 tahun kemudian pada tahun 1967 pada saat situasi politik di saat itu membuat Presiden Soekarno dideposisikan dari jabatan presiden dan menjadi tahanan rumah di wismayoso dan berdampak pada kehidupan pribadinya sehingga Bung Karno kemudian menyarankan Yurike untuk mengajukan permohonan cerai dari hasil pernikahan antara bu Yurike sanger dengan Bung Karno itu mereka tidak dikaruniai anak Walaupun dia mengaku sempat mengandung anak dari Bung Karno tetapi berdasarkan pemeriksaan oleh dokter pribadi dari istana ternyata di saat itu kehamilannya berada di luar kandungan sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk menggugurkan dan karena Bung Karno akhirnya dipenjara dia menjadi salah satu istri yang akhirnya diceraikan oleh Bung Karno Oke sekarang kita ke istri yang terakhir yaitu istri nomor 9 yang bernama heldi Jafar wanita yang bernama heldi Jafar ini itu lahir pada tanggal 11 Juni tahun 1947 dia ini adalah anak terakhir dari sembilan bersaudara yang lahir dari pasangan Haji Jafar dan juga Hajah hamiah heldi semasa kecil memang sangat dekat dengan kehidupan beragama dia bahkan mengkhatamkan al-qur'an dia ini adalah gadis yang Salehah berparas cantik dan cukup populer di masa itu ada sebuah foto dia yang tersebar memakai busana khas Tenggarong lengkap dengan sanggul cepol dan di atasnya ada tusuk kembang goyang dan foto tersebut menjadi sebuah sampul majalah yang bernama pancawarna HDI ini sendiri menjadi salah satu wanita yang terpilih dalam barisan bineka Tunggal Ika di istana negara dalam rangka penyambutan tim Piala Thomas pada tahun 1964 dan ya sesuai tebakan kalianlah di situlah dia bertemu dengan Presiden Soekarno tidak lama setelah kejadian itu tepat 2 tahun setelahnya yaitu tahun 1966 Presiden Soekarno dan heldi itu menikah Nah jadi tidak diketahui tuh bagaimana mereka menjalin hubungan setelah bertemu pada tahun 1964 tapi yang jelas di tahun 1966 mereka tiba-tiba menikah dan ketika itu Presiden Soekarno sudah berusia 65 tahun sedangkan heldi Jafar masih berusia 18 tahun kebayang Enggak tuh umur 65 nikah sama 18 jadi benar-benar di saat itu Presiden Soekarno tuh sudah lansia gitu ya menikah dengan seorang gadis muda alias ABG pernikahan mereka bahkan disaksikan oleh ketua DPA Idam Khalid dan menteri agama Saifuddin Zuhri Namun hubungan pernikahan mereka tidak berlangsung lama hanya selama 2 tahun yang mana Di saat itu ya lagi-lagi alasannya sama situasi poliitk semakin tidak stabil dan meskipun heldi pada awalnya menginginkan untuk berpisah tapi Presiden Soekarno sempat mencoba untuk mempertahankan pernikahan mereka bagi Bung Karno di saat itu dia hanya ingin dipisahkan dengan heldi karena kematian namun akhirnya pada tanggal 19 Juni tahun 1968 helddi Jafar yang berusia 21 tahun di saat itu akhirnya memilih menikah lagi dengan seseorang yang bernama Gusti Suryansyah Nur yang merupakan keturunan dari Kerajaan Banjar dari informasi yang gua dapat ya Bu heldi Jafar ini tidak memiliki keturunan dari Presiden Soekarno dia hanya memiliki keturunan atau anak dari suami setelahnya yaitu Gusti Suryansyah Nur nah sampai akhirnya Presiden Soekarno pun meninggal dunia ditemani oleh istri keempatnya yang bernama Bu Sri suhartini pada tanggal 21 Juni tahun 1970 di rumah sakit pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta Dan Berakhir sudah perjalanan sebagai seorang pujangga dari Presiden karismatik kita yaitu Ir Soekarno itu dia geng sejarah tentang sembilan istri dari Bung Karno ya ceritanya cukup panjang gitu ya sampai beliau punya sembilan istri dan gua Sampai sekarang masih bingung gitu gimana bisa gitu ya beliau ini jatuh cinta Terus terus terus tapi sangat gentle menyampaikan keinginannya untuk menikahi wanita-wanita yang dia sukai ya kebayang enggak sih effort yang dilakukan oleh Presiden Soekarno di saat itu sembari Dia mendekati wanita-wanita yang dia suka sembari dia menanganan permasalahan di negara kita Indonesia apa opini yang bisa kalian sampaikan di kolom komentar silakan tinggal kan komentar kalian di bawah
Resume
Categories