9 ISTRI IR SOEKARNO ! PRESIDEN INDONESIA YANG JAGO MENAKLUKAN HATI WANITA
ZMn5GDJM2H4 • 2024-04-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bu Siti Utari bisa dikatakan ya di bawah
umur sih ya kalau di bawah umur untuk
standar umur sekarang ya jadi beliau di
saat itu masih 16 tahun pertemuan awal
mereka terjadi ketika Presiden Soekarno
sedang menempuh pendidikan di Sekolah
Menengah Atas dan mengontrak rumah di
sebuah kos yang ternyata milik ayah dari
Bu Siti Utari alias Pak host Cokro
aminoto yo geng tekan tombol subscribe
geng
e Yo what's good Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry geng Jeng oke Hari ini kita bakal
ngebahas sejarah nih g Karena kan
sebelum-sebelumnya yang kita bahas tuh
problem mulu gitu ya hal-hal yang
berhubungan dengan konspirasi atau
permasalahan-permasalahan yang
berhubungan dengan kriminal nah Kali ini
Gua pengen ngebahas tentang kisah
tentang presiden pertama Republik
Indonesia yaitu Ir Soekarno yang
memiliki sembilan istri sah yang mana
kesembilan istri sahnya ini
cantik-cantik banget k Wah ini merupakan
pelajaran sejarah tetapi ingat ya jangan
berarti dijadiin referensi untuk
tiba-tiba kalian nikah se kali juga gitu
Karena kan masing-masing orang itu punya
kemampuan yang berbeda-beda ya kan ada
yang bisa berlaku adil ada yang enggak
karena ya sebaik-baiknya kalau kalian
sudah punya satu pasangan kalian
harusnya Setia gitu Ya seperti yang kita
tahu ya geng Presiden Soekarno dikenal
juga sebagai Bapak proklamatornya
Indonesia beliau pertama kali menjabat
sebagai presiden negara Indonesia ini di
tahun 1945 sampai hingga tahun 1966 atau
1967 Jadi kurang lebih beliau menjabat
sebagai presiden Ya selama 22 tahun dan
pelantikan beliau menjadi presiden di
tanggal 17 Desember tahun 1945 melalui
sebuah proses upacara pelantikan yang
dilakukan di Bangsal City hinggil Kraton
yyakarta Ir Soekarno memimpin Indonesia
itu di masa-masa pahit alias masa-masa
sulit termasuk saat Agresi Militer
Belanda kedua pada Tahun
1948 dan beliau ini memang adalah sosok
yang karismatik terus juga berwibawa dan
dia dikenal sebagai sosok yang
intelektual dan pemikir ideologis yang
ulung dan beliau ini memang jago sekali
ya menaklukkan hati orang lain yang
tadinya mungkin berseberangan dengan dia
berlawanan dengan dia tetapi dengan
karismanya dia itu orang-orang bisa jadi
tunduk atau bahkan bersahabat dekat
dengan beliau tetapi diamp sing itu
beliau ini juga dikenal sebagai orang
yang temperamen dan meledak-ledak tapi
temperamennya itu dia tularkan sebagai
sebuah semangat yang membara kepada
orang-orang dan ternyata di balik
pembawaan dia yang karismatik memukau
bapak proklamator kita ini juga berhasil
memikat perhatian banyak wanita cantik
bahkan Enggak cuma di Indonesia tapi
dalam level internasional dan sejauh
yang kita tahu ya pemberitaan di
Indonesia selalu mengaitkan Presiden
Soekarno ini memiliki istri yang pertama
itu yang paling kita kenal bernama Ibu
Fatmawati Lalu ada ibu Inggit dan juga
yang sangat cantik sekali yaitu ibu
Ratnasari Dewi yang merupakan Warga
Negara
Jepang Nah lalu ternyata dari tiga nama
yang gua sebutkan tadi masih ada sekitar
enam orang lagi yang merupakan istri sah
dari proklamator yang karismatik ini
jadi di sini Gua pengin ngajak kalian
untuk membahas kesembilan istri Presiden
Soekarno ini dan bagaimana beliau bisa
menaklukkan para wanita-wanita cantik
untuk dia persunting apa sih ajian yang
dipakai oleh Presiden Soekarno dan
bagaimana kisah percintaan Presiden
Soekarno dengan sembilan istri sahnya
tersebut langsung aja kita bahas secara
lengkap di sisi
[Musik]
lain
Mungkin kalian penasaran Bagaimana sih
cara Presiden Soekarno membagi waktunya
hatinya dengan e sembilan istrinya ini
apa enggak capek gitu ya Setelah gua
cari tahu nih geng ya ternyata Presiden
Soekarno ini mempunyai pemikiran yang
sesimpel dia kagum pada sifat-sifat
wanita yang dia Jadikan pasangannya ini
bagi Presiden Soekarno ini menurut
keterangan beliau sendiri dikataan bkan
kecantikan wanita adalah sebuah
keindahan alami yang patut dihargai dan
oleh karena itu salah satu ekspresi
cintanya adalah dengan mengagumi
keindahan fisik mereka dan bagi Presiden
Soekarno mengagumi kecantikan wanita
bukanlah tindakan yang negatif Ataupun
dosa melainkan sebuah bentuk penghargaan
terhadap keindahan alam dan keindahan
sang
pencipta nah ini pernyataan yang
disampaikan oleh Beliau sendiri Memang
sih kalau dipikir-pikir ya ada benarnya
juga mengagumi itu kan bukan berarti
negatif bukan berarti dosa dan mengagumi
itu ya tidak hanya kepada satu bisa saja
kepada siapapun gitu nah tapi yang jadi
pertanyaannya setiap wanita yang beliau
kagumi itu sebagian kecilnya dijadikan
istri alias pasangan bisa kalian
bayangin enggak geng gimana beratnya
berlaku adil dan menjaga perasaan dari
istri-istrinya nah tapi Presiden
Soekarno mengatakan Dia memiliki
alasannya tersendiri alasan yang lebih
privasy dan pribadi yang berkaitan erat
dengan karakternya sebagai seorang
negarawan yang memiliki kepekaan Spirit
ritual tinggi dan hal itu menjadi salah
satu tolak ukur mengapa dia memiliki
banyak istri lalu menurut Presiden
Soekarno salah satu kuncinya dia agar
bisa memikat banyak wanita adalah dengan
memiliki Cakra energi yang hidup di
dalam tubuhnya termasuk Cakra ajena
Yaitu untuk pengliihatan yang lebih
dalam Lalu ada Cakra tenggorokan untuk
berkomunikasi dan Cakra hati untuk
keadilan dengan energi yang melimpah
tersebut yang dipercaya oleh Presiden
Soekarno berada di dalam dirinya dia
jadi Presiden Soekarno meng klaim kalau
dia mampu memikat hati banyak wanita
jadi itu alasan yang disampaikan oleh
Presiden Soekarno mengapa dia memikat
banyak wanita dan kenapa dia mampu
memikat banyak wanita Nah sekarang kita
masuk ke dalam pembahasan istri-istri
Presiden Soekarno dan yang pertama kita
akan membahas Ibu Siti
[Musik]
Utari Siti Utari Cokro aminoto nah ini
adalah nama dari istri pertama Presiden
Soekarno beliau ini merupakan putri dari
ha Umar Said Cokro aminoto alias yang
sering dikenal dengan host Cokro aminoto
Bu Siti Utari ini dinikahi oleh Presiden
Soekarno pada tahun
1921 di Surabaya Jawa Timur yang mana Di
saat itu Presiden Soekarno itu umurnya
masih muda banget dan bahkan masih di
bawah 20 tahun belum genap 20 tahun
sementara Bu Siti Utari bisa dikatakan
ya di bawah umur sih ya kalau di bawah
umur untuk standar umur sekarang ya jadi
beliau di saat itu masih 16 tahun
pertemuan awal mereka terjadi ketika
presiden sok sedang menempuh pendidikan
di Sekolah Menengah Atas dan mengontrak
rumah di sebuah kos yang ternyata milik
ayah dari Bu Siti Utari alias Pak host
Cokro aminoto Nah bisa gitu ya jadi di
sini kita bisa Nila lah ya berarti
memang gentle banget nih Presiden
Soekarno dia berani ngedekatin anaknya
yang punya kos kalau kita mungkin ya
Melakukan hal itu pasti punya tujuan
biar ngekosnya gratis gitu sama dapat
Makan tiap hari Nah tapi Presiden
Soekarno berbeda dia memang benar-benar
jatuh cinta dengan Pujaan Hati
pertamanya tersebut Akhirnya dia pun
memberanikan diri menikahi anak si
pemilik kosnya ini dan setelah menikah
dia mendapatkan kesempatan berharga
untuk belajar banyak dari mertuanya
yaitu host chokro aminoto dan terutama
mengenai keterampilan berpidato
berpolitik dan juga gerakan sosial Nah
itu semua dia pelajari dari mertua
pertamanya
itu meskipun usia Bung Karno di saat itu
baru menginjak 20 tahun tapi Bung Karno
selalu memiliki Pemikiran yang sangat
matang terkait dengan perjuangan politik
dan hal ini ternyata membuat Dia sangat
berbeda dengan sang istri yang masih
sangat muda yaitu Bu Siti Utari yang
mana Di saat itu Bu Siti Utari ini masih
sangat menikmati masa mudanya sebagai
seorang remaja dan alhasil karena
perbedaan sifat ini membuat antara
Presiden Soekarno dan istrinya itu
sering terjadi ketegangan dan perdebatan
dan akhirnya pasangan muda ini memilih
untuk bercerai secara damai dan mengakui
bahwa perbedaan minat dan pandangan
hidup mereka membuat keduanya tidak
dapat mempertahankan hubungan mereka
lagi
lalu kabarnya nih geng ya menurut
informasi yang gua dapat Ibu Siti Utari
ini merupakan istri Bung Karno yang
ternyata tidak pernah disentuh oleh Bung
Karno Aneh enggak ya Aneh sebenarnya
informasinya tapi ya begitulah jadi
ibaratnya tuh ya janda sih tapi bukan
janda yang gitulah pokoknya coba nilai
sendiri gua engak enak ngomongnya nah
jadi itu istri pertamanya sekarang kita
masuk ke pembahasan istri yang kedua
istri yang kedua bernama Ibu Inggit
ginarsih istri kedua dari Presiden
Soekarno ini dikenal sebagai salah satu
sosok yang berjasa menemani sang
proklamator di masa-masa sulitnya
sebelum kemerdekaan Republik Indonesia
Nah ini definisi perempuan yang menemani
dari nol nih Jadi Bu Inggit ini lahir
pada tanggal 17 Februari tahun
1888 dia lahir di desa Kamasan Kecamatan
Banjaran Kabupaten Bandung dia merupakan
anak dari pasangan suami istri yang
bernama amsi dan arjipan beliau dikenal
sebagai kembang Desa sehingga di saat
itu banyak sekali laki-laki yang
berusaha mendapatkan hatinya karena
memang cantik banget dan di antara
laki-laki yang ngedekatin dia itu ada
presiden pertama kita yaitu Pak Soekarno
dan ternyata geng sebelum menikah dengan
Pak Soekarno Bu Inggit ini sudah menikah
dua kali jadi sudah pernah menikah dan
bercerai dan Bu Inggit ginarsih itu
pertama kali menikah dengan seorang
Patih di kantor residen Priangan yang
bernama Nata Atmaja namun dia setelah
itu bercerai dan kemudian Bu Inggit ini
men nikah lagi dengan seseorang yang
bernama Haji Sanusi yang merupakan
seorang pengusaha yang aktif dalam
organisasi Serikat Islam lalu Dia
bercerai lagi nih dari Haji Sanusi nah
namun geng sebelum Bu Inggit ini
bercerai dengan Haji Sanusi Bu Inggit
ini sudah sempat bertemu dengan Presiden
Soekarno di saat Presiden Soekarno
dititipkan di rumah suaminya Bu Inggit
di rumah Haji Sanusi dan Hal itu
merupakan rekomendasi dari mertuanya
yang pertama yaitu bapak host Cokro
aminoto yang memang berkerabat atau atau
berteman dengan Haji Sanusi di saat
Presiden Soekarno berada di
tengah-tengah keluarga Haji Sanusi Di
saat itulah tumbuh adanya rasa cinta
dari Presiden Soekarno dan Hal itu
merupakan cinta terlarang karena Bu
Inggit masih statusnya sebagai istri
orang dan posisinya Bu Inggit juga sudah
berumur yaitu 34 tahun di saat itu dan
akhirnya Haji Sanusi mengetahui kalau
istrinya ini berselingkuh dengan Bung
Karno Di saat itulah Haji Sanusi ini
mulai tidak suka dengan istrinya
tersebut dan memilih menceraikan Bu
Inggit pada tahun 1922 dan Haji Sanusi
mengizinkan Bu Inggit untuk menikahi
Soekarno yang masih muda nah tapi jangan
salah juga ya geng walaupun di saat itu
Bu Inggit ya akhirnya memilih Bung Karno
untuk menikah lagi nah tapi ternyata di
balik semua itu Haji Sanusi sendiri juga
ya berselingkuh sebenarnya beliau mau
menikahi seorang perempuan yang berasal
dari Medan Sumatera Utara Nah jadi Bukan
Tanpa Alasan gitu ya dua-duanya pengin
nikah lagiah Nah akhirnya mereka
bercerai lalu 1 tahun kemudian setelah
perceraian antara bu Inggit dengan Haji
Sanusi tepatnya pada tanggal 24 Maret
tahun 1923 di Bandung Bung Karno
akhirnya secara sah menikahi Bu Inggit
surat undangan pernikahan antara Bung
Karno dan Bu Inggit ini dipajang dengan
Anggun di salah satu ruangan di rumah
bersejarah bagi Bu Inggit garnasih dan
di dalam surat pernikahan itu terdapat
sebuah catatan menarik yang menyebutkan
bahwa Bung Karno disebut berusia 24
tahun dan Bu Inggit itu dikatakan masih
berusia dia 23 tahun jadi dibikin fake
gitu loh umur Bu Inggit tuh didiskon
gitu ya sampai 23 tahun padahal pada
kenyataannya umur Bung Karno itu masih
22 tahun di saat itu dan Bu Inggit sudah
menginjak 35
tahun Bu Inggit garnasi ketika dia
menikah dengan Bung Karno dia ini tidak
hanya menjadi pendamping dan penopang
Bung Karno dalam perjuangan politiknya
tetapi bahkan beliau sebagai seorang
istri juga sekaligus menjadi tulang
punggung bagi keluarga di saat itu Bu
Inggit itu berprofesi sebagai Seorang
penjahit agen pengumpul dana yang
merupakan kontribusi penting ketika
Indonesia sedang berjuang menuju
kemerdekaan dan Bung Karno sendiri
mengakui di dalam hidupnya kalau dia
berhutang Budi besar kepada istrinya
tersebut Bu Inggit garnasi yang dia
katakan hal ini tidak akan terlunaskan
selama hayatnya atau sepanjang hidupnya
momen-momen di mana Bung Karno mengakui
hutang Budinya kepada bu Inggit itu
termasuk dalam acara penyambutan
kebebasannya pada tanggal 3 Desember
tahun 193 1 lalu dalam rapat kongres
Indonesia Raya pada tanggal 2 Januari
tahun 1932 dan dalam autobiografinya
selama Bung Karno ini menikah dengan Bu
Inggit mereka memiliki dua anak angkat
yaitu yang bernama Ratna juami dan juga
Kartika yang diadopsi pada bulan Juni
tahun
1923 di dalam pernikahan mereka selama
20 tahun mereka itu tidak memiliki anak
kandung tapi Bu Inggit tetap menjalani
perannya sebagai ibu terhadap kedua anak
angkatnya tersebut sebut dengan penuh
kasih sayang dan dia juga berbakti
kepada Bung Karno sebagai seorang istri
namun di dalam kabarnya nih geng ya ini
kabar yang gua dapatkan dari informasi
yang bisa kalian lihat gitu ya agak
sedikit menyedihkan sih yang mana
ternyata Bung Karno menceraikan Bu
Inggit dikarenakan mereka tidak memiliki
keturunan dan diceraikannya itu pada
tahun
1942 3 tahun sebelum Proklamasi
Kemerdekaan nah jadilah di saat itu
rumah tangga antara Bung Karno sudah
berakhir dengan Bu Inggit Dan di saat
itu sudah terhitung dua kali tu Presiden
Soekarno menikah di saat umur dia masih
sangat muda Oke sekarang kita masuk ke
dalam pembahasan istrinya yang ketiga
yang bernama Ibu
[Musik]
Fatmawati Ibu Fatmawati dia ini
merupakan perempuan kelahiran Bengkulu
tanggal 5 Februari tahun 1923 Dan di
saat itu Bung Karno menikahi Bu
Fatmawati pada tanggal 1 Juni tahun
1943 Nah Pak Soekarno di saat itu sudah
berumur 42 tahun un dan Bu Fatmawati itu
baru berusia 20 tahun mereka pertama
kali bertemu di saat Soekarno diasingkan
ke Bengkulu dan seperti yang kita tahu
ya Bu Fatmawati ini adalah penjahit
bendera merah putih dengan tangannya
sendiri dan menyelesaikan bendera merah
putih tersebut yang berukuran 2* 3 m dan
dikibarkan setelah Pembacaan naskah
Proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun
1945 dan perlu kalian tahu ya geng pada
saat itu kondisinya Bu Fatmawati ini
sedang mengandung loh geng dan Bu
Fatmawati ini adalah ibu dari ketua umum
partai PDI Perjuangan yaitu bu Megawati
Nah dari hasil pernikahan Bu Fatmawati
dengan Bung Karno itu lahirlah anak-anak
mereka yang pertama Guntur Soekarno
Putra Megawati Soekarno Putri Rahmawati
Soekarno Putri Sukmawati Soekarno Putri
dan guru Soekarno Putra Jadi ada lima
orang sepanjang perjalanan hidup mereka
Bu Fatmawati ini selalu memberi dukungan
penuh kepada suaminya yang di saat itu
bertugas sebagai Presiden Republik
Indonesia Namun hubungan mereka menjadi
renggang setelah Bung Karno meminta izin
kepada bu Fatmawati untuk bisa menikah
lagi dan Bu Fatmawati tidak setuju
dengan poligami Bu Fatmawati akhirnya
meminta presiden Soekarno untuk
mengembalikan dia kepada orang tuanya
alias menceraikannya setelah Presiden
Soekarno selesai dengan semua urusan
kenegaraan nah jadilah hal itu akhirnya
dipenuhi oleh Presiden Soekarno dengan
memulangkan Bu Fatmawati kepada orang
tuanya mereka resmi bercerai dan
Presiden Soekarno menikah dengan istri
keempat sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan istri keempat Presiden
Soekarno yang bernama Bu
Hartini Nama lengkapnya adalah Sri
suhartini dia ini lahir di Ponorogo
tanggal 20 September tahun 1924
buhartini ini merupakan janda dari
seseorang yang bernama suondo dia sudah
dikaruniai lima orang anak sebelum dia
akhirnya memilih menikah dengan Presiden
Soekarno di Salatiga pada tahun 1952 Dia
diangkat menjadi pelindung dari berbagai
konferensi internasional yang
berinspirasi aliran kiri dan dari hasil
pernikahan Bung Karno dengan Bu Hartini
mereka dikaruniai dua orang anak yaitu
Bayu Soekarno Putra dan Taufan Soekarno
Putra buh Hartini ini dikenal sebagai
istri yang setia menemani Bung Karno
ketika Bung Karno menjadi tahanan rumah
di wismayaso Jakarta yang mana kini
sudah menjadi Museum Satria
Mandala pada saat Bung Karno sudah mulai
sakit-sakitan di saat itu ginjal sebelah
kirinya Bung Karno sudah tidak berfungsi
sama sekali dan fungsi ginjal kanannya
hanya tinggal 25% namun dia terus berada
di sisi Bung Karno hingga sang
proklamator itu meninggal dunia pada 21
Juni tahun 1970 di rumah sakit pusat
Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta Nah
jadi bisa dikatakan istri keempatnya ini
sangat-sangat setia menemani Bung Karno
sampai akhir hayat Bung Karno nah tetapi
di dalam perjalanan pernikahan mereka
sebenarnya Bung Karno sudah punya istri
kelima jadi Sebelum meninggal itu Bung
Karno sudah berpoligami dengan istri
kelima 6 7 8 dan 9 Oke sekarang kita
masuk ke dalam pembahasan istri
kelimanya istri kelimanya ini bernama
Kartini Manopo Wah dari marganya aja
udah kelihatan ya Manopo jadi ingat
salah satu artis Indonesia Amanda Manopo
yang cantik banget itu gitu ya Manopo
itu kan Setahu gua itu adalah marga yang
berasal dari Sulawesi sana tepatnya
orang Manado gitu ya Dan orang Manado
memang dikenal cantik-cantik gitu nah
Kartini Manopo ini nih adalah istri
kelima Yang mana sebenarnya orang-orang
tahunya itu istri kelima adalah yang
keturunan Jepang itu loh geng yaitu Bu
Ratna Saridewi nah Ternyata bukan geng
istri kelima Bung Karno adalah Kartini
Manopo dan pertama kali mereka bertemu
ketika mereka berdua menyaksikan
Pagelaran Seni lukis karya Basuki
Abdullah yang mana Di saat itu Bu
Kartini Manopo itu menjadi model potret
lukisan pak Basuki dan Paras cantik dari
Bu Kartini Manopo sebagai seorang model
ternyata mencuri perhatian Bung Karno
lalu perempuan asal Bolang mondondo
Sulawesi Ara ini adalah salah satu
pramugari Garuda Indonesia dan Presiden
Soekarno di saat itu sebagai pemimpin
negara Dia memiliki privilege untuk
mengatur pertemuan dengan seorang
pramugari lalu Entah bagaimanalah ya
cara Bung Karno mendekati Bu Kartini
Manopo ini tapi yang jelas mereka
akhirnya saling jatuh hati dan kemudian
Bu Kartini Manopo dinikahi oleh Bung
Karno secara siri kabarnya pada tahun
1959 karena keluarga Bu Kartini yang
terpandang awalnya tidak menyetujui
pernikahan tersebut walaupun ya anak
mereka dinikahi oleh seor orangang
presiden tetapi mereka tidak menerima
kalau anak mereka justru jadi istri
kelima dan apa boleh buat semuanya sudah
terjadi ya mereka menikah secara
diam-diam atau secara siri dan dari
hasil pernikahan itu Bung Karno dan Bu
Kartini Manopo memiliki seorang Putra
yang diberi nama tot Suryawan Soekarno
Putra yang lahir pada tanggal 17 Agustus
tahun 1967 di daerah nurenberg Jerman
nah kenapa bisa lahir di Jerman karena
di saat itu Bu Kartini Manopo Di saat
dia hamil Bung Karno mengirim dia ke
Jerman dan memutuskan agar istrinya itu
melahirkan di Jerman gara-gara situasi
politik di Indonesia sedang tidak stabil
dan Bung Karno berada di masa akhir
kepresidenannya di saat itu dan awalnya
Bung Karno melarang Bu Kartini ini untuk
kembali ke Indonesia sampai dia
memberikan izin Namun ternyata Bu
Kartini akhirnya pulang ke Indonesia
karena dia sudah sangat merindukan
keluarganya di tanah air dan dia sendiri
sudah sangat rindu kepada
Soekarno lalu tidak ada informasi
mengenai bagaimana kelanjutan dari
hubungan mereka Apakah mereka masih
sepasang suami istri atau justru
bercerai tapi ada kabar yang mengatakan
kalau mereka itu bercerai dan perceraian
mereka ini merupakan kisah yang sangat
kompleks dan penuh dengan berbagai
interpretasi alasan dan detail
perceraian mereka masih menjadi misteri
Sampai detik ini Nah sekarang barulah
kita masuk ke pembahasan istri keenamnya
yang cukup terkenal karena cantik banget
bahkan anaknya aja cantik banget gitu ya
yaitu Ibu Ratna Sar
Dewi setelah menikahi model asal
Sulawesi yaitu Kartini manopi Bung Karno
menikah lagi untuk yang keenam kalinya
dengan warga negara Jepang yang mana
pernikahan ini penuh dengan kontroversi
karena keputusan dari wanita cantik
tersebut untuk menjadi istri kesekian
dari presiden kita berbagai aspek
menjadi pertimbangan di saat itu mulai
dari kebangsaannya dia masa lalunya dia
dan gaya hidupnya yang sering sekali
menjadi sorotan dan terlebih lagi
pernikahan antara Bung Karno dengan Ibu
Ratna Sari Dewi ini terjadi di
tengah-tengah merosotnya ekonomi
Indonesia pada masa orde lama dan yang
menyebabkan munculnya berbagai bentuk
protes adalah orang-orang menganggap
kayak Bung Karno Kenapa lebih fokus sama
urusan pribadinya ketimbang urusan
negara jadi masyarakat di saat itu
menganggap kok presidennya kawin mulu
Sementara negara sedang terpuruk Jadi
kurang lebih seperti itu isu yang
beredar lalu Bagaimana kisah mereka bisa
bertemu jadi dalam sejarahnya Bung Karno
Ini pertama kali bertemu dengan wanita
cantik asal Jepang ini di dalam sebuah
acara makan malam yang ada di Hotel
Imperial Tokyo pada tahun 1959 wanita
itu ber nama naoko nemoto jadi itu
merupakan nama asli dari Ibu Ratna
Saridewi sebelum resmi dinikahi oleh
Bung Karno pertemuan mereka tersebut
sangat menyenangkan bagi Bung Karno
karena banyak hal tentang kepribadian
dari naoko yang dia kagumi bagi Bung
Karno pertemuannya dengan wanita yang
masih berusia 19 tahun itu terasa
seperti takdirnya gitu karena mereka
berdua memiliki minat yang sama dalam
dunia seni naoko itu adalah orang yang
mencintai seni secara menyeluruh mulai
dari gemar dalam sastra Mahir menari
bahkan dia menyanyi dan memiliki minat
yang besar dalam seni lukis dan karena
mereka berdua sama-sama jatuh cinta di
dalam kondisi Presiden Soekarno sudah
memiliki istri dia menikahi naoko ini
pada tanggal 3 Maret tahun
1962 yang kemudian meminta naoko untuk
merubah namanya menjadi nama orang
Indonesia yaitu Ratna Sar Dewi jadi
tujuannya itu seolah-olah ingin membuat
istrinya ini seperti baru terlahir
kembali di dunia dan menjadi orang
Indonesia kehidupan yang dijalani oleh
presiden Soekarno bersama ibu Ratna
Saridewi di saat itu sangatlah romantis
dan harmonis namun publik mulai
mengetahui tentang pernikahan Bung Karno
dengan wanita Jepang ini terutama
setelah sebelumnya publik kecewa karena
Bung Karno menikahi Hartini sementara
statusnya masih sebagai suami sah dari
Bu Fatmawati lalu terjadilah demonstrasi
mahasiswa geng Pada tahun 1966 yang
menyeroti kritik terhadap Bung Karno
yang dinilai hobi kawin atau tukang
kawin Nah ini isu yang beredar di masa
itu ya geng bukan pernyataan gua nih Ibu
Ratna Sari Dewi menjadi salah satu istri
yang menjadi sasaran kritik mahasiswa di
masa itu terutama karena gaya hidupnya
yang mewah dan dianggap tidak sensitif
terhadap kesulitan rakyat Indonesia di
masa akhir kepemimpinan Bung Karno dan
dari hasil pernikahannya dengan Bung
Karno mereka memiliki anak yang bernama
Kartika Sari Dewi Soekarno dan kisah
cinta antara Bung Karno dan Bu Ratna
Sari Dewi Ini akhirnya surut karena
keadaan harus memisahkan mereka berdua
terutama di saat kekuasaan Bung Karno
akan segera berakh ir sebagai seorang
presiden yang mana Di saat itu Jenderal
Soeharto mengambil alih kekuasaan dan
menjadikan Bung Karno sebagai tahanan
politik dan dalam keadaan tersebut Bung
Karno dan juga Bu Ratna Sari Dewi
terpaksa harus berpisah karena Presiden
Soeharto di masa itu melarang semua
orang dekat dengan Soekarno bahkan
sampai keluarganya pun tidak boleh
bertemu dengan Bung
Karno lalu pada akhirnya demi
keselamatan dari Bu Ratna Sari Dewi dia
lebih memilih untuk meninggalkan
Indonesia dan dan sudah pasti tidak akan
bisa bertemu dengan Bung Karno lagi nah
di saat itu dia memilih untuk pulang ke
negaranya Jepang dan banyak sekali yang
menganggap bahwa Ibu Ratna Sari Dewi ini
tidak setia karena meninggalkan Bung
Karno pada saat dia sedang menghadapi
masa sulit padahal aslinya ya itu semua
demi keselamatannya dan menurut
pengakuan Bu Ratna Saridewi yang meminta
dia untuk meninggalkan Indonesia adalah
Bung Karno sendiri nah lalu di saat Bung
Karno dipenjara berakhirlah sudah
hubungan dia dengan wanita cantik asal
Jepang itu dan Bu Sari Dewi membawa
serta anak mereka ke Jepang
Oke sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan istri ketujuh Bung Karno yang
bernama
Haryati buh Haryati ini merupakan
seorang penari Dia bekerja sebagai staf
sekretaris negara bidang kesenian Bung
Karno menikahi wanita yang lahir pada
tanggal 24 Agustus tahun 1940 ini tepat
di tahun 1963 saat itu Buhari sudah
berumur 23 tahun pernikahan mereka
berdua tidak berlangsung lama hanya
berjalan 3 tahun aja dan dengan Bu
Hariati ini Bung Karno tidak memiliki
anak Bung Karno menceraikan buhariati
itu tepat pada tahun 1966 dengan alasan
tidak cocok jadi sudah 3 tahun menjalani
rumah tangga tidak ada kecocokan di
antara mereka berdua nah walaupun mereka
menikah secara resmi berbeda dengan
Kartini Manopo tadi ya yang dinikahi
secara siri tetapi Bung Karno itu enggan
untuk mengakui mantan istrinya ini
sebagai istri yang ketujuh Padahal
mereka nikah resmi loh geng jadinya di
dalam catatan sejarah Bung Karno tidak
mengakui buh Hariati dan terungkap bahwa
selama masa pernikahan mereka Bung Karno
masih menjaga kedekatannya dengan istri
keenamnya yang merupakan Warga Jepang
tadi yaitu Bu Ratna Saridewi nah jadilah
hubungan antara Bung Karno dengan istri
ketujuhnya amburadul 3 tahun kemudian
mereka
bercerai sekarang kita bahas istri
keedelapannya geng masih ada dua lagi
nih istri kedelapannya ini bernama
Yurike
sanger Nah dari namanya kita bisa paham
lah ya ini adalah wanita keturunan
campuran gitu Jadi pertama kali bung
Karno bertemu dengan istri kedelapannya
ini saat mereka masih sama-sama
mengikuti barisan bineka Tunggal Ika
Pada tahun 1963 di Gelora Senayan
buyurike ini adalah wanita kelahiran
1945 jadi bisa kebayang ya di saat
Indonesia baru diproklamasikan
kemerdekaannya Bu Yurike baru lahir gitu
dan Bu Yuri ketika pertama kali bertemu
dengan Bung Karno statusnya masih
seorang pelajar di dalam Kilas baliknya
Bu Yurike ini bercerita kalau Bung Karno
sempat memberikan perhatian lebih kepada
dia dan pertemuan mereka tersebut
rupanya langsung membuat Bung Karno
jatuh cinta kepada bu Yurike sanger
singkat cerita pada tanggal 6 Agustus
tahun 1964 Bung Karno dan Bu Yurike
sanger akhirnya menikah secara Islam di
rumah Bu Yurike yang mana Bu Yurike
akhirnya jadi mualaf jadi perkenalan
mereka itu sangat-sangat singkat dan di
saat itu hubungan mereka terlihat sangat
sangat harmonis sampai pada akhirnya 3
tahun kemudian pada tahun 1967 pada saat
situasi politik di saat itu membuat
Presiden Soekarno dideposisikan dari
jabatan presiden dan menjadi tahanan
rumah di wismayoso dan berdampak pada
kehidupan pribadinya sehingga Bung Karno
kemudian menyarankan Yurike untuk
mengajukan permohonan cerai dari hasil
pernikahan antara bu Yurike sanger
dengan Bung Karno itu mereka tidak
dikaruniai anak Walaupun dia mengaku
sempat mengandung anak dari Bung Karno
tetapi berdasarkan pemeriksaan oleh
dokter pribadi dari istana ternyata di
saat itu kehamilannya berada di luar
kandungan sehingga harus dilakukan
tindakan operasi untuk menggugurkan dan
karena Bung Karno akhirnya dipenjara dia
menjadi salah satu istri yang akhirnya
diceraikan oleh Bung Karno Oke sekarang
kita ke istri yang terakhir yaitu istri
nomor 9 yang bernama heldi
Jafar wanita yang bernama heldi Jafar
ini itu lahir pada tanggal 11 Juni tahun
1947 dia ini adalah anak terakhir dari
sembilan bersaudara yang lahir dari
pasangan Haji Jafar dan juga Hajah
hamiah heldi semasa kecil memang sangat
dekat dengan kehidupan beragama dia
bahkan mengkhatamkan al-qur'an dia ini
adalah gadis yang Salehah berparas
cantik dan cukup populer di masa itu ada
sebuah foto dia yang tersebar memakai
busana khas Tenggarong lengkap dengan
sanggul cepol dan di atasnya ada tusuk
kembang goyang dan foto tersebut menjadi
sebuah sampul majalah yang bernama
pancawarna HDI ini sendiri menjadi salah
satu wanita yang terpilih dalam barisan
bineka Tunggal Ika di istana negara
dalam rangka penyambutan tim Piala
Thomas pada tahun 1964 dan ya sesuai
tebakan kalianlah di situlah dia bertemu
dengan Presiden
Soekarno tidak lama setelah kejadian itu
tepat 2 tahun setelahnya yaitu tahun
1966 Presiden Soekarno dan heldi itu
menikah Nah jadi tidak diketahui tuh
bagaimana mereka menjalin hubungan
setelah bertemu pada tahun 1964 tapi
yang jelas di tahun 1966 mereka
tiba-tiba menikah dan ketika itu
Presiden Soekarno sudah berusia 65 tahun
sedangkan heldi Jafar masih berusia 18
tahun kebayang Enggak tuh umur 65 nikah
sama 18 jadi benar-benar di saat itu
Presiden Soekarno tuh sudah lansia gitu
ya menikah dengan seorang gadis muda
alias ABG pernikahan mereka bahkan
disaksikan oleh ketua DPA Idam Khalid
dan menteri agama Saifuddin Zuhri Namun
hubungan pernikahan mereka tidak
berlangsung lama hanya selama 2 tahun
yang mana Di saat itu ya lagi-lagi
alasannya sama situasi poliitk semakin
tidak stabil dan meskipun heldi pada
awalnya menginginkan untuk berpisah tapi
Presiden Soekarno sempat mencoba untuk
mempertahankan pernikahan mereka bagi
Bung Karno di saat itu dia hanya ingin
dipisahkan dengan heldi karena kematian
namun akhirnya pada tanggal 19 Juni
tahun 1968 helddi Jafar yang berusia 21
tahun di saat itu akhirnya memilih
menikah lagi dengan seseorang yang
bernama Gusti Suryansyah Nur yang
merupakan keturunan dari Kerajaan Banjar
dari informasi yang gua dapat ya Bu
heldi Jafar ini tidak memiliki keturunan
dari Presiden Soekarno dia hanya
memiliki keturunan atau anak dari suami
setelahnya yaitu Gusti Suryansyah Nur
nah sampai akhirnya Presiden Soekarno
pun meninggal dunia ditemani oleh istri
keempatnya yang bernama Bu Sri suhartini
pada tanggal 21 Juni tahun 1970 di rumah
sakit pusat Angkatan Darat Gatot Subroto
Jakarta Dan Berakhir sudah perjalanan
sebagai seorang pujangga dari Presiden
karismatik kita yaitu Ir
Soekarno
itu dia geng sejarah tentang sembilan
istri dari Bung Karno ya ceritanya cukup
panjang gitu ya sampai beliau punya
sembilan istri dan gua Sampai sekarang
masih bingung gitu gimana bisa gitu ya
beliau ini jatuh cinta Terus terus terus
tapi sangat gentle menyampaikan
keinginannya untuk menikahi
wanita-wanita yang dia sukai ya kebayang
enggak sih effort yang dilakukan oleh
Presiden Soekarno di saat itu sembari
Dia mendekati wanita-wanita yang dia
suka sembari dia menanganan permasalahan
di negara kita Indonesia apa opini yang
bisa kalian sampaikan di kolom komentar
silakan tinggal kan komentar kalian di
bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:06 UTC
Categories
Manage