Transcript
_IO8sdQFgo4 • KORB4N SENIORITAS STIP ENDS TRAGICALLY
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1115__IO8sdQFgo4.txt
Kind: captions
Language: id
nah diduga Tegar ini cemburu sama Rio
gara-gara Rio ini terbilang sebagai
siswa yang berprestasi dan karena
prestasi Rio Inilah dia sampai lolos
seleksi menjadi seorang mayoret yang
nantinya akan dikirim ke negara Cina nah
Tegar ini dianggap merasa iri dengan
pencampaian Rio dan memanfaatkan
momentum ketika Rio ini berbuat salah yo
geng tekan tombol subscribe geng eyo
What's good Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry geng geng konten hari ini e
berhubungan dengan dunia pendidikan di
Indonesia konten ini dibuat bertujuan
untuk mengedukasi teman-teman semua
terutama teman-teman yang statusnya
masih pelajar untuk saling mengayomi
saling menyayangi sesama teman-teman
pelajar lainnya Jangan melakukan
tindakan tindakan Di Luar Batas hal yang
tidak diinginkan atau hal yang fatal
seperti yang akan kita bicarakan ini
tidak terjadi Oke sekarang kita akan
bahas mengenai sebuah kasus yang menurut
gua bikin elus dada semoga kalian bisa
menanggapinya dengan bijak Oke kita
kembali akan membahas tentang kasus yang
ya membuat kita mirislah ya ini seputar
dunia pendidikan yang ada di Indonesia
seperti yang kita tahu ya senioritas itu
semacam sudah menjadi tradisi atau
budaya di dalam dunia sekolah kedinasan
seperti sudah diwajarkan dimaklumi yang
namanya senioritas ini dan sudah banyak
terjadi di Indonesia tentang kasus-kasus
senior e melakukan tindakan kekerasan
kepada Junior dan tidak jarang memakan
korban yang bikin gua heran ya Kenapa
hal-hal kayak gini tuh terusmenerus
terjadi dan seolah-olah setiap tahunnya
ada aja dan penanganannya ya kita enggak
tahu ya kayak enggak ada perubahan gitu
ya mungkin buat kalian-kalian yang
menjadi bagian daripada sekolah ini atau
sistem pendidikan yang seperti ini
kalian mungkin bisa bilang ya ke
orang-orang kayak gua atau ke
orang-orang lain yang tidak merasakan
pendidikan seperti kalian ee dengan
ucapan ah lu tahu apa sih tentang dunia
sekolah kita lu tahu apa sih tentang apa
yang kita jalani misalkan gitu kan Ya
memang sih kita enggak tahu apa-apa
Cuman kan di satu sisi semua dari kita
ini adalah generasi yang nantinya akan
berkeluarga terus kita punya anak dan
bisa aja gitu ya anak-anak kita bakal
masuk ke sekolah yang seperti kalian
gitu seperti itu gitu kan masuk sekolah
kedinasan terus masuk asrama atau
apapunlah itu nah jadinya kan kita trash
isu dengan hal-hal seperti itu timbul
rasa tidak percaya untuk menitipkan
adik-adik kita atau anak-anak kita ke
sekolah yang sistemnya asrama yang ada
tradisi senioritasnya Ya syukur-syukur
kalau Adik kita atau saudara kita atau
anak kita yang dititipkan di sana itu
fisiknya kuat menerima setiap perlakuan
keras ee perlakuan disiplin gitu ya ya
kalau misalkan dia enggak kuat akhirnya
kan berujung kepada meninggal dunia gitu
seperti yang bakal kita kita bahas saat
ini hari ini gua pengin ngebahas nih
kasus yang bikin miris lagi dan
kejadiannya baru aja terjadi sekitar 2
hari lalu yaitu tentang seorang siswa
Taruna yang bernama Putu Satria Ananta
rustika karena mendapatkan perlakuan
disiplin yang begitu kelewatan lah ya
gitu ya terlampau batas sehingga
menyebabkan dia meninggal dunia dan
seniornya tersebut yang melakukan hal
ini bernama Tegar Raffi Sanjaya nah
semua tindakan kekerasan tersebut murni
dilakukan di sekolah di sekolah
kedinasan itulah bagaimana nih kronologi
selengkapnya tentang kasus yang satu ini
kita langsung aja bahas di Permisi
peristiwa misteri dari berbagai sisi
[Musik]
Oke sebelum kita bahas ke kronologi
kejadiannya kita bahas dulu profile dari
korban gitu ya yang bernama Putu Satria
Oke Nama lengkapnya Putu Satria Ananta
rustika dia ini sering dipanggil Rio Dia
berasal dari desa gunaksa Kecamatan
Dawan Kabupaten Klungkung Bali dia lahir
pada tanggal 13 Juni tahun 2005 nah Rio
ini merupakan anak dari pasangan Ketut
Swastika yang mana ayahnya ini bekerja
sebagai pedagang dan ibunya bernama n
Nengah Rusmini yang berprofesi sebagai
bidan Rio ini punya dua adik adiknya itu
masing-masing masih duduk di bangku SMA
dan juga kelas 6 SD sebagai kakak yang
tertua Rio ini dikenal cukup dekat
dengan adik-adiknya cukup mengayomi gitu
ya bukan tipikal orang yang kasar dan
secara pribadi Rio ini sendiri dikenal
oleh warga sekitar di lingkungan tempat
dia tinggal sebagai remaja yang mudah
bergaul dan memiliki banyak teman nah
Rio ini juga dikenal cukup tangguh
anaknya gitu ya dan dia adalah orang
yang memiliki pendirian serta pantang
menyerah apalagi Demi mengejar cita-cita
yang dia inginkan nah namun geng tidak
banyak informasi yang mencerita
Bagaimana latar belakang Rio atau masa
kecilnya Seperti apa tapi yang jelas
ketika dia masih SMA Rio ini sempat
menjadi anggota Paskibra untuk Kabupaten
kulungkung Nah jadi bisa dikatakan dia
cukup berprestasi Nah makanya enggak
salah kalau Rio ini berkeinginan sejak
lama untuk masuk ke dalam sekolah
kedinasan dan keinginan dia tersebut
baru tercapai Setelah dia diterima di
Sekolah Tinggi Ilmu pelayaran atau STIP
yang ada di Jakarta yang berada di
wilayah Cilincing Jakarta Utara sejak
bulan September tahun 2023 kedua orang
tuanya cukup mendukung Rio gitu ya baik
Ayahnya yaitu Ketut dan juga ibunya
Rusmini benar-benar mendukung cita-cita
anaknya ini Lagian siapa juga orang tua
yang enggak bangga gitu ya ngelihat
anaknya itu menjalani pendidikan di
sekolah kedinasan itu udah pasti menjadi
cita-cita banyak orang tuaah akhirnya
singkat cerita Rio yang berasal dari
Bali ini merantau ke Jakarta untuk
menempuh pendidikannya tersebut yang
sudahah pasti dia harus tinggal di
asrama bersama teman-temannya yang lain
termasuk suuk kakak kelasnya atau
senior-seniornya selama Rio ini sekolah
di STIP sebenarnya enggak ada yang
janggal belum ada yang aneh semuanya
berjalan lancar dan setiap harinya Rio
ini sering berkabar dengan sang Ibu dan
selama dia berkomunikasi dengan ibunya
dia enggak pernah mengeluh atau
menceritakan kejadian buruk apapun yang
dia alami selama di asrama dan dari
semua yang dia ceritakan terdengar
seperti baik-baik aja Jadi ibunya atau
kedua orang tuanya gitu ya sama sekali
enggak khawatir mereka merasa semuanya
aman-aman aja selama anak mereka
Mengikuti pendidikan di
STIP lalu geng singkat cerita di tanggal
1 Mei yang kebetulan bertepatan dengan
tanggal merah di saat itu nah Rio ini
sempat menghubungi ayahnya atau
berkomunikasi dengan ayahnya melalui
pesan Whatsapp dan di dalam percakapan
itu Rio mengingatkan ayahnya Ketut untuk
mengganti strip atau stiker di sepeda
motornya jadi obrolan harian Bersama
sang ayah lah hal-hal yang dibahas juga
enggak yang penting-penting bangetlah
gitu dan itu merupakan komunikasi
terakhir antara Rio dengan sang ayah oke
di sini kita bisa lihat ya Geng kalau
Rio ini ternyata cukup dekat dengan
keluarganya dan merupakan anak yang
patuh atau penurut kepada orang tuanya
Nah sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan kronologi kejadian yang
tragis menimpa
Rio peristiwa Ini pertama kali terjadi
tepat pada hari Jumat tanggal 3 Mei
tahun 2024 pada saat itu mahasiswa
tingkat du sedang ada kegiatan belajar
mengajar sementara mahasiswa tingkat
satu sedang melakukan kegiatan olahraga
menurut informasi yang gua dapat nih
geng ya di saat itu Rio sudah
bersiap-siap memakai baju olahraga
bersama empat temannya yang lain Salah
satunya bernama Angga Lalu ada Dicky
Lalu ada Jeremi dan juga Reski di saat
itu mereka ingin pergi ke kelas untuk
memanggil rekan-rekan lainnya yang
tertinggal atau tidak mengikuti kegiatan
olahraga Nah setelah mereka ke asrama
lalu mereka kembali lagi untuk mengikuti
kegiatan olahraga tadi Nah namun geng
menurut keterangan dari pamannya Rio
yang bernama inyoman budiarta dia
mengatakan kalau Rio dan teman-temannya
itu sedang melakukan olahraga santai
namun kemudian pembinanya meminta Rio
yang saat itu sebagai ketua untuk naik
ke atas dan membubarkan teman-teman Rio
yang lain nah lalu di sana Rio bersama
empat temannya tadi bertemu dengan empat
orang Taruna tingkat dua yang salah satu
di antaranya bernama Tegar Di saat
itulah Tegar bersama teman-temannya yang
lain Taruna tingkat du atau para senior
gitu ya itu menegur Rio karena dia
melihat Rio bersama empat rekannya yang
lain masih menggunakan baju olahraga
tapi masuk ke kelas nah kan niatnya Si
Rio dan teman-temannya tadi untuk
memanggil teman-teman yang lain gitu kan
Nah sebenarnya itu dilarang enggak boleh
menggunakan baju olahraga masuk ke
kelas Lalu Tegar yang merasa kalau dia
adalah senior Taruna tingkat dua dan
budaya senioritas di lingkungan
pendidikan tersebut juga masih sangat
kental sehingga akhirnya dia merasa
berhak untuk menghukum Rio lalu Tegar
bersama sama teman-temannya memanggil
Rio beserta empat rekan yang lain tadi
untuk berkumpul di kamar mandi dan di
dalam kesempatan itu Tegar sempat
bertanya kepada Rio dan teman-temannya
Geng dia nanyanya kurang lebih kayak
gini Wei Di Antara Kalian berlima mana
yang paling kuat Siapa yang paling kuat
katanya nah kemudian Entah kenapa Rio
tiba-tiba menjawab saya yang paling kuat
nah kemungkinan besar nih ya Rio di saat
itu merasa kalau dia adalah ketua di
antara keempat teman-temannya tadi
sehingga dia merasa punya tanggung jawab
atas apa yang sudah terjadi atau atas
pelanggaran yang sudah dia lakukan
bersama keempat temannya yang lain
mendengar jawaban dari Rio tanpa
basa-basi senior yang bernama Tegar itu
langsung menghantamkan tangan kosongnya
ke arah Rio dan pemukulan tersebut
terjadi beberapa kali yang mana kejadian
tersebut terjadi tepat di jam .55 pagi
bisa kebayang tuh geng ya masih pagi
sudah harus kena bogem mentah Rio
menjadi orang pertama yang menerima
pukulan dari Tegar dan setelah itu
pukulan yang paling fatal adalah pukulan
yang dihantamkan tepat di diuluh hati
Rio sebanyak lima kali yang menyebabkan
Rio langsung jatuh
pingsan ketika melihat Rio jatuh pingsan
tiba-tiba di saat itu Tegar mendadak
panik dan dia langsung membawa Rio ke
ruang kelas nah kebetulan ruang kelas
tersebut berada tepat di samping kamar
mandi di saat itu kondisi Rio cukup
memprihatinkan ya terlihat kayak orang
kesakitan tapi kayak sekarat gitu loh
geng Nah Tegar yang panik dia
kebingungan harus melakukan apa Nah di
tengah kepanikannya itu dia bingung
harus membawa Rio ini ke mana kalau dia
bawa ke klinik kampus bisa-bisa nantinya
tindakan terlarang dia ini ketahuan oleh
pihak kampus nah mau nolong sendiri tapi
enggak punya ilmunya Akhirnya dia pun
ngide dengan mencoba melakukan
pertolongan kepada Rio yaitu dengan cara
membuka mulut Rio dan menarik lidah Rio
Mungkin maksudnya benar gitu ya agar
saluran nafasnya itu bisa lega gitu nah
namun justru tindakan tersebut adalah
tindakan yang sangat fatal yang menjadi
penyebab saluran pernafasan Rio tertutup
rapat sehingga menghambat aliran
oksigen karena di saat itu kondisi Rio
tetap tidak sadarkan diri akhirnya Tegar
bersama teman-temannya membawa Rio ke
klinik kampus untuk mendapatkan
penanganan lebih lanjut dan Sesampainya
di klinik kampus kondisi berubah menjadi
horor yang mana ternyata Saat diperiksa
Rio sudah dalam kondisi tidak lagi
bernyawa alias
tewas Hal ini ditandai dengan denyut
nadi Rio yang sudah tidak ada dan juga
Rio sudah tidak bernafas lalu di
tengah-tengah kepanikan itu Mereka
mencoba membawa Rio ke rumah sakit tarum
Jaya dengan harapan Rio masih bisa
tertolong dan sesampainya di rumah sakit
tersebut Rio sekali lagi dinyatakan
sudah meninggal dunia akhirnya si Tegar
dan teman-temannya ini jadi panik mereka
menyadari kalau sudah melakukan tindakan
yang di luar batas dan sangat fatal ini
merupakan sebuah tindakan kriminal yang
mungkin nih ya di awal mereka enggak
berniat untuk menghabisi Rio tetapi
karena perlakuan yang di luar bat
akhirnya ya terjadilah aksi eksekusi
yang tidak berencana ini dan setelah Rio
dilarikan ke rumah sakit tarum Jaya dari
situlah kasus meninggalnya Rio terungkap
yang mana Di saat itu pihak rumah sakit
melaporkan kalau ada mahasiswa STIP yang
meninggal dunia ke pihak Polres Jakarta
Utara dan laporan mengenai meninggalnya
Rio juga disampaikan ke pihak kampus
STIP lalu dari pihak kampus menyampaikan
laporan tersebut kepada pihak keluarga
Rio yang ada di Bali di saat itu pihak
keluarga semacam tersambar petir karena
awalnya enggak percaya dengan kondisi
itu mereka enggak percaya dengan berita
itu mereka enggak menyangka kalau anak
mereka meninggal dunia dengan cara yang
tragis Ya gimana mau percaya geng mereka
menitipkan anak mereka di tempat
pendidikan ternama dijamin oleh negara
tetapi anak mereka belum lulus malah
harus menerima kenyataan kalau anak
mereka meninggal di saat itu pihak
keluarga yang bingung harus melakukan
apa karena mereka syok mendengar kabar
itu akhirnya memilih untuk melaporkan
kejadian ini kepada pihak
kepolisian di saat itu informasi atau
keterangan tentang penyebab dari
meninggalnya Rio ini belum diketahui nah
sampai pada akhirnya karena polisi
mencurigai adanya tindakan kekerasan
karena laporan dari pihak rumah sakit
terdapat beberapa bekas luka di tubuh
Rio yang merupakan bekas luka seperti
menerima tindakan kekerasan Nah akhirnya
polisi langsung menyelidiki kasus ini di
saat itu polisi meminta pihak rumah
sakit untuk melakukan utopsi terhadap
jenazah Rio Yang mana akhirnya autopsi
dilaksanakan di rumah sakit poli Keramat
Jati dan proses autopsi itu berjalan
Kurang lebih 3 jam dari jam 09.00 pagi
sampai dengan jam 12.00 siang nah dari
hasil otopsi semuanya terlihat Rio
mengalami luka memar tepat di bagian
lengan atas dada dan juga lecet di
bagian bibir yang mana itu semua
jelas-jelas akibat hantaman benda
tumpul memar juga terlihat di bagian
paru-paru serta organ dalamnya Rio Dan
setelah semua proses autopsi selesai
dilakukan jenazah Rio dikembalikan
kepada keluarga dan langsung
diterbangkan ke kampung halamannya ke
Bali dan sampailah di Bali tepat pada
hari Minggu tanggal 5 Mei tahun 2024 jam
10 pagi waktu Indonesia bagian tengah
nah di saat itu isak tangis dari
keluarga dan kerabat mulai pecah saat
jenazah Rio diturunkan dari mobil
ambulans di RSUD Klungkung ibunya yang
bernama Rusmini tidak kuasa menahan
tangis ketika melihat peti jenazah Rio
dan Rusmini di saat itu sampai tidak
bisa bangun dia lemas tidak menyangka
anak laki-lakinya harus menerima kondisi
setragis itu nah bahkan di saat itu
Rusmini sempat diajak oleh rekan
kerjanya yang ikut menemani dia untuk
duduk sebentar di ruang administrasi
instalasi pemulasaran jenazah atau ipj
nah di sana dia ditenangkan oleh
beberapa kerabatnya dan setelah dia
berhasil ditenangkan barulah Rusmini
diajak masuk lagi ke ruang ipj dan di
saat itu terlihat Dia sangat Terpukul
dia mengusap-ngusap foto anaknya Rio
Yang dipas Ang di atas peti jenazah
untuk sementara waktu jenazah Rio itu
dititipkan di ruang jenazah RSUD
Klungkung sampai hari Kamis tanggal 9
Mei tahun 2024 dan di tanggal 10 Mei
tahun 2024 atau keesokan harinya jenazah
akan dipulangkan dan akan langsung
dikremasi sesuai dengan adat istiadat
yang dianut oleh keluarganya Nah jadi
begitulah kronologi singkatnya geng
ketika kejadian tragis menimpa Rio
kejadiannya cukup singkat cukup cepat
gitu ya dan tidak ada yang menyangka
bahkan si pelaku pun enggak menyangka
apa yang dia perbuat itu bisa berakibat
sangat fatal gitu Nah ini mungkin bisa
jadi pelajaran juga nih buat kita semua
karena ya kita tidak bisa
menormalisasikan tradisi senioritas yang
dicampur dengan kekerasan kalau misalkan
mau tetap ada tradisi senioritas ya
enggak apa-apa tapi kayak penindakannya
itu harus terukur gitu misal nih ya
kalau memang mau menghukum kenapa enggak
menghukum dengan cara disuruh push up
disuruh sitat up atau disuruh lari
keliling lapangan ya mungkin dengan
porsi yang terukur juga ketimbang harus
melepaskan emosi mengekspresikan
kemarahan menghantam anak orang mukul
anak orang kan akibatnya fatal gitu
kalau misalkan dihukumnya dengan
berolahraga ya kan disuruh push up
berapa kali ya mungkin hal itu bukannya
membuat si juniornya sakit hati malah
berterima kasih suatu hari karena kan
dengan begitu si juniornya bakal ingat
terus wah ini senior gua nih yang pernah
ngingatin gua dulu dan hukuman yang dia
lakukan justru menyadarkan gua kalau gua
salah gitu kan kan lebih fair lebih enak
gitu nah tapi yang terjadi di lapang
bukanlah seperti itu banyak
senior-senior yang justru melampiaskan
emosinya kepada junior-juniornya jadi
ngelihat Junior tuu udah kayak samsak
yang harus banget dipukul gitu dan itu
merupakan sebuah tradisi yang ya masih
sering Terjadilah di
Indonesia Oke sekarang kita masuk ke
dalam pembahasan proses penyelidikan
dari kasus
[Musik]
ini dikarenakan meninggalnya Rio ini
setelah diutopsi itu banyak kejanggalan
geng polisi di saat itu langsung
melakukan penyelidikan berawal dari
memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di
dekat pintu toilet yang ada di STIP
tersebut Nah langsung di dalam rekaman
itu terlihat adanya adegan yang mengarah
kepada kronologi sebenarnya nah di
rekaman itu secara jelas memperlihatkan
Rio yang sempat dibopong dari toilet ke
klinik kampus setelah diduga mengalami
penganiayaan di saat itu ada keterangan
yang datang dari dari Kapolres Metro
Jakarta Utara yaitu Pak gidion Arif
Setiawan Beliau mengatakan bukti rekaman
CCTV tersebut sudah menjadi bukti yang
sangat cukup dan juga jeles untuk
menceritakan Rangkaian peristiwa yang
terjadi di kamar mandi atau di toilet
STIP nah selain rekaman CCTV tersebut
pihak kepolisian juga sudah mengamankan
beberapa senior yang diduga melakukan
penganiayaan terhadap Ryu yang jelas
sekali wajah-wajah mereka terekam di
CCTV dari hasil pemeriksaan terhadap
para senior ternyata hanya seni yang
bernama Tegar yang menjadi satu-satunya
tersangka atas meninggalnya Rio
sementara yang lainnya mengaku tidak
berada di lokasi di saat penganiayaan
terjadi Nah untuk empat rekan Rio yang
sama-sama dipanggil oleh Tegar di saat
itu juga harus menjalani proses visum
karena pihak kepolisian enggak mau
mereka ini takut memberitahukan fakta
sebenarnya Nah jadi harus dilakukan
proses visum Apabila terjadi kekerasan
juga terhadap mereka Nah maka nantinya
bakal ada proses hukum
tambahan nah lalu karena tegar sudah
ditetapkan sebagai tersangka Akhirnya
dia pun digiring kantor polisi dan
dimintai keterangan lebih lengkap nah di
saat itu dugaan awal dari motif Tegar
melakukan penganiayaan terhadap Rio itu
dikarenakan faktor budaya senioritas
yang memang sudah lumrah terjadi di
lingkungan tersebut Lalu Paman Rio yang
bernama inyoman budiarta mengatakan
bahwa ada faktor lain mengapa Rio ini
menjadi target dari penganiayaan
tersebut informasi ini dikatakan oleh
Paman Rio dia dapatkan langsung dari
Pembina STIP yang mana diduga Tegar ini
sengaja melakukan kekerasan tersebut
kepada Rio karena faktor kecemburuan nah
diduga Tegar ini cemburu sama Rio
gara-gara Rio ini terbilang sebagai
siswa yang berprestasi dan karena
prestasi Rio Inilah dia sampai lolos
seleksi menjadi seorang mayoret yang
nantinya akan dikirim ke negara Cina nah
Tegar ini dianggap merasa iri dengan
pencampaian Rio dan memanfaatkan
momentum ketika Rio ini berbuat salah
untuk melampiaskan emosinya dengan
memukuli Rio namun geng sejauh ini
informasi tersebut belum sepenuhnya
valid dan pihak kepolisian masih terus
akan menelusuri fakta-fakta sebenarnya
dan untuk kasus ini Tegar akan dikenakan
pasal 338 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP
dengan ancaman pidana penjara paling
lama 15 tahun nah lalu geng pihak
pengacara keluarga Rio yang bernama
Tumbur Aritonang itu meminta agar
Kementerian Perhubungan Yang menaungi
STIP segera berbenah dengan sistem
pendidikan yang ada dan juga melakukan
pengawasan agar kejadian yang serupa
tidak terjadi lagi peningkatan
pengawasan ini sangat dibutuhkan karena
kasus perpeloncoan atau dengan kata lain
kayak di ospek gitu ya sama senior itu
masih sangat marak terjadi di lingkungan
STIP dan sampai-sampai memakan korban
seperti ini yang mana akibatnya hal
seperti ini akan membuat para orang tua
merasa khawatir menitipkan anak mereka
untuk dididik di Akademi kedinasan
seperti ini dan dari pihak STIP pun
akhirnya angkat bicara mengenai kasus
ini geng menurut kepala STIP yang
bernama Ahmad Wahid budaya kekerasan
atau aksi perpeloncoan antara senior
kepada Junior di STIP sebenarnya sudah
hilang ya tapi kalau kita lihat sih
kayaknya si bapak enggak tahu gitu ya ya
dari kasus ini kita bisa lihat ternyata
masih ada tuh kok Pak Ahmad Wahid ini
bilang ya udah hilang udah enggak ada
gitu berarti kan ada sesuatu yang kurang
yang kurangnya apa ya mungkin kurangnya
adalah Pak Ahmad Wahid mungkin masih
agak kurang mensurvei langsung ke
lapangan kali ya Atau mungkin berbaur
dengan siswa-siswa dan bertanya langsung
ngecek langsung langsung benar enggak
udah enggak ada senioritas nah ini
buktinya masih ada gitu kan di dalam
penjelasannya juga Pak Ahmad Wahid ini
mengatakan sudah selama setahun STIP
mengatakan budaya tersebut sudah hilang
dan kasus meninggalnya Rio ini karena
mengalami penganiayaan oleh Tegar itu
merupakan sebuah hal yang di luar
kuasanya dia karena kejadian tersebut
terjadi di luar program yang dibuat oleh
STIP dan Pak Ahmad Wahid ini menganggap
apa yang dialami oleh Rio ini bukan
karena budaya senioritas di STIP
melainkan ada ya masalah pribadi katanya
nah namun pihak STIP menegaskan kalau
tidak akan cuci tangan atas kasus ini
karena mereka akan memberikan sanksi
tegas kepada pelaku yang terbukti
melakukan penganiayaan yang menyebabkan
hilangnya nyawa salah satu siswa mereka
dan si pelaku ini bisa dipastikan akan
dikeluarkan secara tidak hormat dari
STIP nah lalu geng Kementerian
Perhubungan Yang menaungi STIP ini akan
melakukan investigasi melalui di badan
pengembangan sumber daya manusia
Perhubungan atau disingkat dengan
bpsdmp mengenai kasus yang menimpa Rio
supaya ke depannya tidak ada korban
lainnya di saat itu pihak Kementerian
Perhubungan juga mengatakan akan
menambah banyak lagi CCTV di beberapa
titik Blank Spot yang ada di kampus
tersebut dan tidak hanya di STIP CCTV
juga akan ditambah di kampus-kampus yang
masuk ke dalam pengawasan bpsdmp nah
selain CCTV bpsdmp juga menambahkan
personel pengasuh dan ngawas di area
kelas Lalu juga diakses tangga serta
lorong bahkan sampai ke toilet sebagai
bentuk pencegahan terhadap kasus serupa
agar tidak terjadi lagi nah jadi kasus
ini enggak berbelit-belit enggak
bertele-tele pelakunya langsung
ditangkap dan sampai saat sekarang ini
kasusnya masih diproses geng nanti kita
tunggu aja hasilnya seperti apa
Oke sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan maraknya kasus perpeloncoan
di lingkungan STIP yang ter golong ke
dalam
bully seperti yang kuatakan tadi menurut
kepala dari STIP bernama Pak Ahmad Wahid
Beliau mengatakan kalau perpeloncoan di
STIP sudah 1 tahun menghilang nah tapi
sayangnya ternyata kecelongan lagi
terjadi lagi dan menyebabkan
meninggalnya Rio Nah kita agak tarik
mundur dulu geng sedikit ini Memang agak
sedikit jauh sih pernah terjadi di
tanggal 12 Mei tahun 2008 yaitu menimpa
seorang Taru Taruna tingkat pertama STIP
yang bernama Agung begul Tom dia
meninggal dunia di tangan 10 Taruna
senior di saat itu Agung meninggal
diduga karena kelelahan sehabis
mengikuti latihan Pedang Pora oleh pihak
STIP jadi pada awalnya itu ya
meninggalnya dia ini dianggap normal
dianggap bukan karena tindakan kekerasan
Tetapi lebih kepada ya faktor alami
yaitu kelelahan nah tetapi pihak
kepolisian melihat adanya kejanggalan
dari meninggalnya Agung ini sehing
hingga pihak kepolisian mendesak
keluarganya Agung agar mengizinkan
jenazah Agung untuk diotopsi nah Lalu
tiba-tiba ada tiga orang Taruna yang
membuat laporan atau pengakuan kalau
mereka sudah dianiaya atau mengalami
penganiayaan beserta dengan Agung juga
dianiaya
katanya Mereka mengaku dianiaya oleh
Taruna senior untuk alasan Karena
melakukan pelanggaran dan di saat itu
setelah mendapatkan informasi tersebut
pihak kepolisian semakin mendesak pihak
keluarga agar mau membongkar Makam Agung
dan mengotopsi jenazahnya nah singkat
cerita pihak keluarga pun mengizinkan
pihak kepolisian untuk membongkar
makamnya Agung dan jenazah Agung pun
diotopsi dan ketika itu ternyata
berdasarkan hasil dari otopsi ditemukan
adanya luka memar di bagian dada dan
juga bagian wajah serta kepala bagian
belakang yang mengalami pendarahan dalam
dan bagian liver itu rusak dari
keterangan tiga Taruna sebelumnya mereka
Langsung dipanggil dan Dim mintai
keterangan untuk menunjukkan siapa
Taruna senior yang sudah melakukan
penganiayaan terhadap mereka serta Agung
di saat itu ditetapkanlah ada 10 orang
tersangka yang pertama bernama Lasmono
yang kedua Anggi Dwi Wicaksono dan yang
ketiga hari Nugraha lalu yang keempat
Anton anguitan Raja Guguk lalu yang
kelima Maulana keenam Rifki ketujuh Hans
Patar keedelan iputu Indra kesemb
Kartika ekapaksi dan yang terakhir
bernama nama Edi tiawan nah 10 orang
senior inilah yang ternyata melakukan
tindakan kekerasan kepada juniornya
salah satunya adalah korban yang
meninggal dunia yang bernama Agung Nah
itu satu kasus yang terjadi pada tahun
2008 nah lalu kita bergeser ke tahun
berikutnya yaitu pada tahun 2014
tepatnya tanggal 25 April kali ini
sebuah kasus menimpa seorang Taruna stip
yang bernama Dimas Dikta Handoko yang
saat itu masih berusia 19 tahun nah
Dimas itu meregang nyawa ketika dianiaya
oleh para senior di kosannya dia yang
berlokasi di daerah Semper Barat
Cilincing Jakarta Utara nah alasan Dimas
mengalami penganiayaan ini gara-gara
seniornya menganggap Dimas ini tidak
menghormati mereka dan diketahui nama
para senior yang melakukan tindakan
kekerasan ini yang pertama yaitu Angga
afriandi Lalu ada Fahri Husaini
Kurniawan dan adenan Fauzi Pasaribu
mereka melakukan tindak akan tersebut
dengan cara menghantam perut sebelah
kanan Dimas sebanyak empat kali lalu
sampai menampar Dimas akibat dari
perlakuan itu Dimas langsung jatuh dan
tidak sadarkan diri dan di saat melihat
Dimas tidak sadarkan diri barulah para
pelaku ini panik dan berusaha untuk
menolong Dimas dengan memberikan Dimas
obat masuk
angin nah tetapi di saat itu Dimas sama
sekali tidak bereaksi sehingga karena
sangking paniknya mereka langsung
membawa Dimas ke rumah sakit Pelabuhan
di daerah Koja Jakarta Utara dan di
rumah sakit tersebut Dimas dinyatakan
meninggal
dunia Nah itu kasus yang terjadi pada
tahun 2014 Sebenarnya masih banyak
kasus-kasus lain lagi geng Tapi kalau
gua bahas satu peratu bakal panjang
banget dan kejadian seperti ini tidak
bisa diabaikan karena sudah terjadi
berulang kali ini semua disebabkan
karena terjadinya pembiaran budaya
senioritas yang secara semena-mena dan
tidak adanya penegakan hukum yang jelas
di sana ya mungkin tadinya hal-hal
seperti ini hanya dilakukan oleh
beberapa oknum tertentu Tetapi semakin
lama Malah semakin meluas sehingga
menjadi sebuah sistem yang dianut secara
turun-temurun di lingkungan tersebut
Namun berdasarkan keterangan dari ubaid
matraji selaku koordinator nasional
jaringan pemantau pendidikan Indonesia
atau jppi Beliau mengatakan kultur kayak
gini sebenarnya tidak hanya terjadi di
sekolah sekolah dinas yang ada di bawah
Kementerian Perhubungan aja sebab Ada
kemungkinan kultur tersebut jug juga
terjadi di sekolah kedinasan yang lain
dan ini memang sudah menjadi rahasia
umum ya geng dan ada juga keterangan
dari Doni Kusuma sebagai seorang pakar
pendidikan karakter juga sangat
menyetujui statement tersebut Beliau
mengatakan kalau kultur kekerasan yang
dilakukan oleh senior itu masih ada di
dalam banyak Sekolah kedinasan menurut
dia arogansi yang dianut oleh semua
kakak kelas ini harus segera dihilangkan
di pendidikan kedinasan nah budaya ini
akan terus ada karena kekeliruan proses
pengasuhan di lingkungan pendidikan
kedinasan yang mana sumber masalahnya
terletak pada sistem pendidikan
kedinasan dan penyiapan tenaga pendidik
yang tidak dipersiapkan secara memadai
nah sehingga perubahan kedinasan belum
dapat terjadi secara menyeluruh ya
kalian bayangkan aja geng sekolah
kedinasan udah kayak sekolah militer ada
kekerasannya dan oleh karena itu
diperlukan adanya penataan kembali geng
untuk seluruh sistem pembinaan dan
pendidikan di sekolah kedinasan baik
dari kurikulumnya praktik pengasuhannya
maupun Tata hidup di dalam lingkungan
asrama
Nah itu dia geng kasus yang dialami oleh
seorang Taruna atau siswa yang bernama
Rio Yang mana dia harus meregang nyawa
hanya karena melakukan kesalahan yang
tidak terlalu fatal sepele gitu ya dan
seniornya itu malah melakukan kekerasan
fisik yang menyebabkan Rio meninggal
dunia kira-kira geng dari e pembahasan
kita ini pelajaran apa yang bisa kita
ambil ya Menurut kalian coba tinggalkan
komentar di bawah