Transcript
_IO8sdQFgo4 • KORB4N SENIORITAS STIP ENDS TRAGICALLY
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1115__IO8sdQFgo4.txt
Kind: captions Language: id nah diduga Tegar ini cemburu sama Rio gara-gara Rio ini terbilang sebagai siswa yang berprestasi dan karena prestasi Rio Inilah dia sampai lolos seleksi menjadi seorang mayoret yang nantinya akan dikirim ke negara Cina nah Tegar ini dianggap merasa iri dengan pencampaian Rio dan memanfaatkan momentum ketika Rio ini berbuat salah yo geng tekan tombol subscribe geng eyo What's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry geng geng konten hari ini e berhubungan dengan dunia pendidikan di Indonesia konten ini dibuat bertujuan untuk mengedukasi teman-teman semua terutama teman-teman yang statusnya masih pelajar untuk saling mengayomi saling menyayangi sesama teman-teman pelajar lainnya Jangan melakukan tindakan tindakan Di Luar Batas hal yang tidak diinginkan atau hal yang fatal seperti yang akan kita bicarakan ini tidak terjadi Oke sekarang kita akan bahas mengenai sebuah kasus yang menurut gua bikin elus dada semoga kalian bisa menanggapinya dengan bijak Oke kita kembali akan membahas tentang kasus yang ya membuat kita mirislah ya ini seputar dunia pendidikan yang ada di Indonesia seperti yang kita tahu ya senioritas itu semacam sudah menjadi tradisi atau budaya di dalam dunia sekolah kedinasan seperti sudah diwajarkan dimaklumi yang namanya senioritas ini dan sudah banyak terjadi di Indonesia tentang kasus-kasus senior e melakukan tindakan kekerasan kepada Junior dan tidak jarang memakan korban yang bikin gua heran ya Kenapa hal-hal kayak gini tuh terusmenerus terjadi dan seolah-olah setiap tahunnya ada aja dan penanganannya ya kita enggak tahu ya kayak enggak ada perubahan gitu ya mungkin buat kalian-kalian yang menjadi bagian daripada sekolah ini atau sistem pendidikan yang seperti ini kalian mungkin bisa bilang ya ke orang-orang kayak gua atau ke orang-orang lain yang tidak merasakan pendidikan seperti kalian ee dengan ucapan ah lu tahu apa sih tentang dunia sekolah kita lu tahu apa sih tentang apa yang kita jalani misalkan gitu kan Ya memang sih kita enggak tahu apa-apa Cuman kan di satu sisi semua dari kita ini adalah generasi yang nantinya akan berkeluarga terus kita punya anak dan bisa aja gitu ya anak-anak kita bakal masuk ke sekolah yang seperti kalian gitu seperti itu gitu kan masuk sekolah kedinasan terus masuk asrama atau apapunlah itu nah jadinya kan kita trash isu dengan hal-hal seperti itu timbul rasa tidak percaya untuk menitipkan adik-adik kita atau anak-anak kita ke sekolah yang sistemnya asrama yang ada tradisi senioritasnya Ya syukur-syukur kalau Adik kita atau saudara kita atau anak kita yang dititipkan di sana itu fisiknya kuat menerima setiap perlakuan keras ee perlakuan disiplin gitu ya ya kalau misalkan dia enggak kuat akhirnya kan berujung kepada meninggal dunia gitu seperti yang bakal kita kita bahas saat ini hari ini gua pengin ngebahas nih kasus yang bikin miris lagi dan kejadiannya baru aja terjadi sekitar 2 hari lalu yaitu tentang seorang siswa Taruna yang bernama Putu Satria Ananta rustika karena mendapatkan perlakuan disiplin yang begitu kelewatan lah ya gitu ya terlampau batas sehingga menyebabkan dia meninggal dunia dan seniornya tersebut yang melakukan hal ini bernama Tegar Raffi Sanjaya nah semua tindakan kekerasan tersebut murni dilakukan di sekolah di sekolah kedinasan itulah bagaimana nih kronologi selengkapnya tentang kasus yang satu ini kita langsung aja bahas di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] Oke sebelum kita bahas ke kronologi kejadiannya kita bahas dulu profile dari korban gitu ya yang bernama Putu Satria Oke Nama lengkapnya Putu Satria Ananta rustika dia ini sering dipanggil Rio Dia berasal dari desa gunaksa Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung Bali dia lahir pada tanggal 13 Juni tahun 2005 nah Rio ini merupakan anak dari pasangan Ketut Swastika yang mana ayahnya ini bekerja sebagai pedagang dan ibunya bernama n Nengah Rusmini yang berprofesi sebagai bidan Rio ini punya dua adik adiknya itu masing-masing masih duduk di bangku SMA dan juga kelas 6 SD sebagai kakak yang tertua Rio ini dikenal cukup dekat dengan adik-adiknya cukup mengayomi gitu ya bukan tipikal orang yang kasar dan secara pribadi Rio ini sendiri dikenal oleh warga sekitar di lingkungan tempat dia tinggal sebagai remaja yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman nah Rio ini juga dikenal cukup tangguh anaknya gitu ya dan dia adalah orang yang memiliki pendirian serta pantang menyerah apalagi Demi mengejar cita-cita yang dia inginkan nah namun geng tidak banyak informasi yang mencerita Bagaimana latar belakang Rio atau masa kecilnya Seperti apa tapi yang jelas ketika dia masih SMA Rio ini sempat menjadi anggota Paskibra untuk Kabupaten kulungkung Nah jadi bisa dikatakan dia cukup berprestasi Nah makanya enggak salah kalau Rio ini berkeinginan sejak lama untuk masuk ke dalam sekolah kedinasan dan keinginan dia tersebut baru tercapai Setelah dia diterima di Sekolah Tinggi Ilmu pelayaran atau STIP yang ada di Jakarta yang berada di wilayah Cilincing Jakarta Utara sejak bulan September tahun 2023 kedua orang tuanya cukup mendukung Rio gitu ya baik Ayahnya yaitu Ketut dan juga ibunya Rusmini benar-benar mendukung cita-cita anaknya ini Lagian siapa juga orang tua yang enggak bangga gitu ya ngelihat anaknya itu menjalani pendidikan di sekolah kedinasan itu udah pasti menjadi cita-cita banyak orang tuaah akhirnya singkat cerita Rio yang berasal dari Bali ini merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikannya tersebut yang sudahah pasti dia harus tinggal di asrama bersama teman-temannya yang lain termasuk suuk kakak kelasnya atau senior-seniornya selama Rio ini sekolah di STIP sebenarnya enggak ada yang janggal belum ada yang aneh semuanya berjalan lancar dan setiap harinya Rio ini sering berkabar dengan sang Ibu dan selama dia berkomunikasi dengan ibunya dia enggak pernah mengeluh atau menceritakan kejadian buruk apapun yang dia alami selama di asrama dan dari semua yang dia ceritakan terdengar seperti baik-baik aja Jadi ibunya atau kedua orang tuanya gitu ya sama sekali enggak khawatir mereka merasa semuanya aman-aman aja selama anak mereka Mengikuti pendidikan di STIP lalu geng singkat cerita di tanggal 1 Mei yang kebetulan bertepatan dengan tanggal merah di saat itu nah Rio ini sempat menghubungi ayahnya atau berkomunikasi dengan ayahnya melalui pesan Whatsapp dan di dalam percakapan itu Rio mengingatkan ayahnya Ketut untuk mengganti strip atau stiker di sepeda motornya jadi obrolan harian Bersama sang ayah lah hal-hal yang dibahas juga enggak yang penting-penting bangetlah gitu dan itu merupakan komunikasi terakhir antara Rio dengan sang ayah oke di sini kita bisa lihat ya Geng kalau Rio ini ternyata cukup dekat dengan keluarganya dan merupakan anak yang patuh atau penurut kepada orang tuanya Nah sekarang kita masuk ke dalam pembahasan kronologi kejadian yang tragis menimpa Rio peristiwa Ini pertama kali terjadi tepat pada hari Jumat tanggal 3 Mei tahun 2024 pada saat itu mahasiswa tingkat du sedang ada kegiatan belajar mengajar sementara mahasiswa tingkat satu sedang melakukan kegiatan olahraga menurut informasi yang gua dapat nih geng ya di saat itu Rio sudah bersiap-siap memakai baju olahraga bersama empat temannya yang lain Salah satunya bernama Angga Lalu ada Dicky Lalu ada Jeremi dan juga Reski di saat itu mereka ingin pergi ke kelas untuk memanggil rekan-rekan lainnya yang tertinggal atau tidak mengikuti kegiatan olahraga Nah setelah mereka ke asrama lalu mereka kembali lagi untuk mengikuti kegiatan olahraga tadi Nah namun geng menurut keterangan dari pamannya Rio yang bernama inyoman budiarta dia mengatakan kalau Rio dan teman-temannya itu sedang melakukan olahraga santai namun kemudian pembinanya meminta Rio yang saat itu sebagai ketua untuk naik ke atas dan membubarkan teman-teman Rio yang lain nah lalu di sana Rio bersama empat temannya tadi bertemu dengan empat orang Taruna tingkat dua yang salah satu di antaranya bernama Tegar Di saat itulah Tegar bersama teman-temannya yang lain Taruna tingkat du atau para senior gitu ya itu menegur Rio karena dia melihat Rio bersama empat rekannya yang lain masih menggunakan baju olahraga tapi masuk ke kelas nah kan niatnya Si Rio dan teman-temannya tadi untuk memanggil teman-teman yang lain gitu kan Nah sebenarnya itu dilarang enggak boleh menggunakan baju olahraga masuk ke kelas Lalu Tegar yang merasa kalau dia adalah senior Taruna tingkat dua dan budaya senioritas di lingkungan pendidikan tersebut juga masih sangat kental sehingga akhirnya dia merasa berhak untuk menghukum Rio lalu Tegar bersama sama teman-temannya memanggil Rio beserta empat rekan yang lain tadi untuk berkumpul di kamar mandi dan di dalam kesempatan itu Tegar sempat bertanya kepada Rio dan teman-temannya Geng dia nanyanya kurang lebih kayak gini Wei Di Antara Kalian berlima mana yang paling kuat Siapa yang paling kuat katanya nah kemudian Entah kenapa Rio tiba-tiba menjawab saya yang paling kuat nah kemungkinan besar nih ya Rio di saat itu merasa kalau dia adalah ketua di antara keempat teman-temannya tadi sehingga dia merasa punya tanggung jawab atas apa yang sudah terjadi atau atas pelanggaran yang sudah dia lakukan bersama keempat temannya yang lain mendengar jawaban dari Rio tanpa basa-basi senior yang bernama Tegar itu langsung menghantamkan tangan kosongnya ke arah Rio dan pemukulan tersebut terjadi beberapa kali yang mana kejadian tersebut terjadi tepat di jam .55 pagi bisa kebayang tuh geng ya masih pagi sudah harus kena bogem mentah Rio menjadi orang pertama yang menerima pukulan dari Tegar dan setelah itu pukulan yang paling fatal adalah pukulan yang dihantamkan tepat di diuluh hati Rio sebanyak lima kali yang menyebabkan Rio langsung jatuh pingsan ketika melihat Rio jatuh pingsan tiba-tiba di saat itu Tegar mendadak panik dan dia langsung membawa Rio ke ruang kelas nah kebetulan ruang kelas tersebut berada tepat di samping kamar mandi di saat itu kondisi Rio cukup memprihatinkan ya terlihat kayak orang kesakitan tapi kayak sekarat gitu loh geng Nah Tegar yang panik dia kebingungan harus melakukan apa Nah di tengah kepanikannya itu dia bingung harus membawa Rio ini ke mana kalau dia bawa ke klinik kampus bisa-bisa nantinya tindakan terlarang dia ini ketahuan oleh pihak kampus nah mau nolong sendiri tapi enggak punya ilmunya Akhirnya dia pun ngide dengan mencoba melakukan pertolongan kepada Rio yaitu dengan cara membuka mulut Rio dan menarik lidah Rio Mungkin maksudnya benar gitu ya agar saluran nafasnya itu bisa lega gitu nah namun justru tindakan tersebut adalah tindakan yang sangat fatal yang menjadi penyebab saluran pernafasan Rio tertutup rapat sehingga menghambat aliran oksigen karena di saat itu kondisi Rio tetap tidak sadarkan diri akhirnya Tegar bersama teman-temannya membawa Rio ke klinik kampus untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan Sesampainya di klinik kampus kondisi berubah menjadi horor yang mana ternyata Saat diperiksa Rio sudah dalam kondisi tidak lagi bernyawa alias tewas Hal ini ditandai dengan denyut nadi Rio yang sudah tidak ada dan juga Rio sudah tidak bernafas lalu di tengah-tengah kepanikan itu Mereka mencoba membawa Rio ke rumah sakit tarum Jaya dengan harapan Rio masih bisa tertolong dan sesampainya di rumah sakit tersebut Rio sekali lagi dinyatakan sudah meninggal dunia akhirnya si Tegar dan teman-temannya ini jadi panik mereka menyadari kalau sudah melakukan tindakan yang di luar batas dan sangat fatal ini merupakan sebuah tindakan kriminal yang mungkin nih ya di awal mereka enggak berniat untuk menghabisi Rio tetapi karena perlakuan yang di luar bat akhirnya ya terjadilah aksi eksekusi yang tidak berencana ini dan setelah Rio dilarikan ke rumah sakit tarum Jaya dari situlah kasus meninggalnya Rio terungkap yang mana Di saat itu pihak rumah sakit melaporkan kalau ada mahasiswa STIP yang meninggal dunia ke pihak Polres Jakarta Utara dan laporan mengenai meninggalnya Rio juga disampaikan ke pihak kampus STIP lalu dari pihak kampus menyampaikan laporan tersebut kepada pihak keluarga Rio yang ada di Bali di saat itu pihak keluarga semacam tersambar petir karena awalnya enggak percaya dengan kondisi itu mereka enggak percaya dengan berita itu mereka enggak menyangka kalau anak mereka meninggal dunia dengan cara yang tragis Ya gimana mau percaya geng mereka menitipkan anak mereka di tempat pendidikan ternama dijamin oleh negara tetapi anak mereka belum lulus malah harus menerima kenyataan kalau anak mereka meninggal di saat itu pihak keluarga yang bingung harus melakukan apa karena mereka syok mendengar kabar itu akhirnya memilih untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian di saat itu informasi atau keterangan tentang penyebab dari meninggalnya Rio ini belum diketahui nah sampai pada akhirnya karena polisi mencurigai adanya tindakan kekerasan karena laporan dari pihak rumah sakit terdapat beberapa bekas luka di tubuh Rio yang merupakan bekas luka seperti menerima tindakan kekerasan Nah akhirnya polisi langsung menyelidiki kasus ini di saat itu polisi meminta pihak rumah sakit untuk melakukan utopsi terhadap jenazah Rio Yang mana akhirnya autopsi dilaksanakan di rumah sakit poli Keramat Jati dan proses autopsi itu berjalan Kurang lebih 3 jam dari jam 09.00 pagi sampai dengan jam 12.00 siang nah dari hasil otopsi semuanya terlihat Rio mengalami luka memar tepat di bagian lengan atas dada dan juga lecet di bagian bibir yang mana itu semua jelas-jelas akibat hantaman benda tumpul memar juga terlihat di bagian paru-paru serta organ dalamnya Rio Dan setelah semua proses autopsi selesai dilakukan jenazah Rio dikembalikan kepada keluarga dan langsung diterbangkan ke kampung halamannya ke Bali dan sampailah di Bali tepat pada hari Minggu tanggal 5 Mei tahun 2024 jam 10 pagi waktu Indonesia bagian tengah nah di saat itu isak tangis dari keluarga dan kerabat mulai pecah saat jenazah Rio diturunkan dari mobil ambulans di RSUD Klungkung ibunya yang bernama Rusmini tidak kuasa menahan tangis ketika melihat peti jenazah Rio dan Rusmini di saat itu sampai tidak bisa bangun dia lemas tidak menyangka anak laki-lakinya harus menerima kondisi setragis itu nah bahkan di saat itu Rusmini sempat diajak oleh rekan kerjanya yang ikut menemani dia untuk duduk sebentar di ruang administrasi instalasi pemulasaran jenazah atau ipj nah di sana dia ditenangkan oleh beberapa kerabatnya dan setelah dia berhasil ditenangkan barulah Rusmini diajak masuk lagi ke ruang ipj dan di saat itu terlihat Dia sangat Terpukul dia mengusap-ngusap foto anaknya Rio Yang dipas Ang di atas peti jenazah untuk sementara waktu jenazah Rio itu dititipkan di ruang jenazah RSUD Klungkung sampai hari Kamis tanggal 9 Mei tahun 2024 dan di tanggal 10 Mei tahun 2024 atau keesokan harinya jenazah akan dipulangkan dan akan langsung dikremasi sesuai dengan adat istiadat yang dianut oleh keluarganya Nah jadi begitulah kronologi singkatnya geng ketika kejadian tragis menimpa Rio kejadiannya cukup singkat cukup cepat gitu ya dan tidak ada yang menyangka bahkan si pelaku pun enggak menyangka apa yang dia perbuat itu bisa berakibat sangat fatal gitu Nah ini mungkin bisa jadi pelajaran juga nih buat kita semua karena ya kita tidak bisa menormalisasikan tradisi senioritas yang dicampur dengan kekerasan kalau misalkan mau tetap ada tradisi senioritas ya enggak apa-apa tapi kayak penindakannya itu harus terukur gitu misal nih ya kalau memang mau menghukum kenapa enggak menghukum dengan cara disuruh push up disuruh sitat up atau disuruh lari keliling lapangan ya mungkin dengan porsi yang terukur juga ketimbang harus melepaskan emosi mengekspresikan kemarahan menghantam anak orang mukul anak orang kan akibatnya fatal gitu kalau misalkan dihukumnya dengan berolahraga ya kan disuruh push up berapa kali ya mungkin hal itu bukannya membuat si juniornya sakit hati malah berterima kasih suatu hari karena kan dengan begitu si juniornya bakal ingat terus wah ini senior gua nih yang pernah ngingatin gua dulu dan hukuman yang dia lakukan justru menyadarkan gua kalau gua salah gitu kan kan lebih fair lebih enak gitu nah tapi yang terjadi di lapang bukanlah seperti itu banyak senior-senior yang justru melampiaskan emosinya kepada junior-juniornya jadi ngelihat Junior tuu udah kayak samsak yang harus banget dipukul gitu dan itu merupakan sebuah tradisi yang ya masih sering Terjadilah di Indonesia Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan proses penyelidikan dari kasus [Musik] ini dikarenakan meninggalnya Rio ini setelah diutopsi itu banyak kejanggalan geng polisi di saat itu langsung melakukan penyelidikan berawal dari memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di dekat pintu toilet yang ada di STIP tersebut Nah langsung di dalam rekaman itu terlihat adanya adegan yang mengarah kepada kronologi sebenarnya nah di rekaman itu secara jelas memperlihatkan Rio yang sempat dibopong dari toilet ke klinik kampus setelah diduga mengalami penganiayaan di saat itu ada keterangan yang datang dari dari Kapolres Metro Jakarta Utara yaitu Pak gidion Arif Setiawan Beliau mengatakan bukti rekaman CCTV tersebut sudah menjadi bukti yang sangat cukup dan juga jeles untuk menceritakan Rangkaian peristiwa yang terjadi di kamar mandi atau di toilet STIP nah selain rekaman CCTV tersebut pihak kepolisian juga sudah mengamankan beberapa senior yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Ryu yang jelas sekali wajah-wajah mereka terekam di CCTV dari hasil pemeriksaan terhadap para senior ternyata hanya seni yang bernama Tegar yang menjadi satu-satunya tersangka atas meninggalnya Rio sementara yang lainnya mengaku tidak berada di lokasi di saat penganiayaan terjadi Nah untuk empat rekan Rio yang sama-sama dipanggil oleh Tegar di saat itu juga harus menjalani proses visum karena pihak kepolisian enggak mau mereka ini takut memberitahukan fakta sebenarnya Nah jadi harus dilakukan proses visum Apabila terjadi kekerasan juga terhadap mereka Nah maka nantinya bakal ada proses hukum tambahan nah lalu karena tegar sudah ditetapkan sebagai tersangka Akhirnya dia pun digiring kantor polisi dan dimintai keterangan lebih lengkap nah di saat itu dugaan awal dari motif Tegar melakukan penganiayaan terhadap Rio itu dikarenakan faktor budaya senioritas yang memang sudah lumrah terjadi di lingkungan tersebut Lalu Paman Rio yang bernama inyoman budiarta mengatakan bahwa ada faktor lain mengapa Rio ini menjadi target dari penganiayaan tersebut informasi ini dikatakan oleh Paman Rio dia dapatkan langsung dari Pembina STIP yang mana diduga Tegar ini sengaja melakukan kekerasan tersebut kepada Rio karena faktor kecemburuan nah diduga Tegar ini cemburu sama Rio gara-gara Rio ini terbilang sebagai siswa yang berprestasi dan karena prestasi Rio Inilah dia sampai lolos seleksi menjadi seorang mayoret yang nantinya akan dikirim ke negara Cina nah Tegar ini dianggap merasa iri dengan pencampaian Rio dan memanfaatkan momentum ketika Rio ini berbuat salah untuk melampiaskan emosinya dengan memukuli Rio namun geng sejauh ini informasi tersebut belum sepenuhnya valid dan pihak kepolisian masih terus akan menelusuri fakta-fakta sebenarnya dan untuk kasus ini Tegar akan dikenakan pasal 338 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun nah lalu geng pihak pengacara keluarga Rio yang bernama Tumbur Aritonang itu meminta agar Kementerian Perhubungan Yang menaungi STIP segera berbenah dengan sistem pendidikan yang ada dan juga melakukan pengawasan agar kejadian yang serupa tidak terjadi lagi peningkatan pengawasan ini sangat dibutuhkan karena kasus perpeloncoan atau dengan kata lain kayak di ospek gitu ya sama senior itu masih sangat marak terjadi di lingkungan STIP dan sampai-sampai memakan korban seperti ini yang mana akibatnya hal seperti ini akan membuat para orang tua merasa khawatir menitipkan anak mereka untuk dididik di Akademi kedinasan seperti ini dan dari pihak STIP pun akhirnya angkat bicara mengenai kasus ini geng menurut kepala STIP yang bernama Ahmad Wahid budaya kekerasan atau aksi perpeloncoan antara senior kepada Junior di STIP sebenarnya sudah hilang ya tapi kalau kita lihat sih kayaknya si bapak enggak tahu gitu ya ya dari kasus ini kita bisa lihat ternyata masih ada tuh kok Pak Ahmad Wahid ini bilang ya udah hilang udah enggak ada gitu berarti kan ada sesuatu yang kurang yang kurangnya apa ya mungkin kurangnya adalah Pak Ahmad Wahid mungkin masih agak kurang mensurvei langsung ke lapangan kali ya Atau mungkin berbaur dengan siswa-siswa dan bertanya langsung ngecek langsung langsung benar enggak udah enggak ada senioritas nah ini buktinya masih ada gitu kan di dalam penjelasannya juga Pak Ahmad Wahid ini mengatakan sudah selama setahun STIP mengatakan budaya tersebut sudah hilang dan kasus meninggalnya Rio ini karena mengalami penganiayaan oleh Tegar itu merupakan sebuah hal yang di luar kuasanya dia karena kejadian tersebut terjadi di luar program yang dibuat oleh STIP dan Pak Ahmad Wahid ini menganggap apa yang dialami oleh Rio ini bukan karena budaya senioritas di STIP melainkan ada ya masalah pribadi katanya nah namun pihak STIP menegaskan kalau tidak akan cuci tangan atas kasus ini karena mereka akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku yang terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa salah satu siswa mereka dan si pelaku ini bisa dipastikan akan dikeluarkan secara tidak hormat dari STIP nah lalu geng Kementerian Perhubungan Yang menaungi STIP ini akan melakukan investigasi melalui di badan pengembangan sumber daya manusia Perhubungan atau disingkat dengan bpsdmp mengenai kasus yang menimpa Rio supaya ke depannya tidak ada korban lainnya di saat itu pihak Kementerian Perhubungan juga mengatakan akan menambah banyak lagi CCTV di beberapa titik Blank Spot yang ada di kampus tersebut dan tidak hanya di STIP CCTV juga akan ditambah di kampus-kampus yang masuk ke dalam pengawasan bpsdmp nah selain CCTV bpsdmp juga menambahkan personel pengasuh dan ngawas di area kelas Lalu juga diakses tangga serta lorong bahkan sampai ke toilet sebagai bentuk pencegahan terhadap kasus serupa agar tidak terjadi lagi nah jadi kasus ini enggak berbelit-belit enggak bertele-tele pelakunya langsung ditangkap dan sampai saat sekarang ini kasusnya masih diproses geng nanti kita tunggu aja hasilnya seperti apa Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan maraknya kasus perpeloncoan di lingkungan STIP yang ter golong ke dalam bully seperti yang kuatakan tadi menurut kepala dari STIP bernama Pak Ahmad Wahid Beliau mengatakan kalau perpeloncoan di STIP sudah 1 tahun menghilang nah tapi sayangnya ternyata kecelongan lagi terjadi lagi dan menyebabkan meninggalnya Rio Nah kita agak tarik mundur dulu geng sedikit ini Memang agak sedikit jauh sih pernah terjadi di tanggal 12 Mei tahun 2008 yaitu menimpa seorang Taru Taruna tingkat pertama STIP yang bernama Agung begul Tom dia meninggal dunia di tangan 10 Taruna senior di saat itu Agung meninggal diduga karena kelelahan sehabis mengikuti latihan Pedang Pora oleh pihak STIP jadi pada awalnya itu ya meninggalnya dia ini dianggap normal dianggap bukan karena tindakan kekerasan Tetapi lebih kepada ya faktor alami yaitu kelelahan nah tetapi pihak kepolisian melihat adanya kejanggalan dari meninggalnya Agung ini sehing hingga pihak kepolisian mendesak keluarganya Agung agar mengizinkan jenazah Agung untuk diotopsi nah Lalu tiba-tiba ada tiga orang Taruna yang membuat laporan atau pengakuan kalau mereka sudah dianiaya atau mengalami penganiayaan beserta dengan Agung juga dianiaya katanya Mereka mengaku dianiaya oleh Taruna senior untuk alasan Karena melakukan pelanggaran dan di saat itu setelah mendapatkan informasi tersebut pihak kepolisian semakin mendesak pihak keluarga agar mau membongkar Makam Agung dan mengotopsi jenazahnya nah singkat cerita pihak keluarga pun mengizinkan pihak kepolisian untuk membongkar makamnya Agung dan jenazah Agung pun diotopsi dan ketika itu ternyata berdasarkan hasil dari otopsi ditemukan adanya luka memar di bagian dada dan juga bagian wajah serta kepala bagian belakang yang mengalami pendarahan dalam dan bagian liver itu rusak dari keterangan tiga Taruna sebelumnya mereka Langsung dipanggil dan Dim mintai keterangan untuk menunjukkan siapa Taruna senior yang sudah melakukan penganiayaan terhadap mereka serta Agung di saat itu ditetapkanlah ada 10 orang tersangka yang pertama bernama Lasmono yang kedua Anggi Dwi Wicaksono dan yang ketiga hari Nugraha lalu yang keempat Anton anguitan Raja Guguk lalu yang kelima Maulana keenam Rifki ketujuh Hans Patar keedelan iputu Indra kesemb Kartika ekapaksi dan yang terakhir bernama nama Edi tiawan nah 10 orang senior inilah yang ternyata melakukan tindakan kekerasan kepada juniornya salah satunya adalah korban yang meninggal dunia yang bernama Agung Nah itu satu kasus yang terjadi pada tahun 2008 nah lalu kita bergeser ke tahun berikutnya yaitu pada tahun 2014 tepatnya tanggal 25 April kali ini sebuah kasus menimpa seorang Taruna stip yang bernama Dimas Dikta Handoko yang saat itu masih berusia 19 tahun nah Dimas itu meregang nyawa ketika dianiaya oleh para senior di kosannya dia yang berlokasi di daerah Semper Barat Cilincing Jakarta Utara nah alasan Dimas mengalami penganiayaan ini gara-gara seniornya menganggap Dimas ini tidak menghormati mereka dan diketahui nama para senior yang melakukan tindakan kekerasan ini yang pertama yaitu Angga afriandi Lalu ada Fahri Husaini Kurniawan dan adenan Fauzi Pasaribu mereka melakukan tindak akan tersebut dengan cara menghantam perut sebelah kanan Dimas sebanyak empat kali lalu sampai menampar Dimas akibat dari perlakuan itu Dimas langsung jatuh dan tidak sadarkan diri dan di saat melihat Dimas tidak sadarkan diri barulah para pelaku ini panik dan berusaha untuk menolong Dimas dengan memberikan Dimas obat masuk angin nah tetapi di saat itu Dimas sama sekali tidak bereaksi sehingga karena sangking paniknya mereka langsung membawa Dimas ke rumah sakit Pelabuhan di daerah Koja Jakarta Utara dan di rumah sakit tersebut Dimas dinyatakan meninggal dunia Nah itu kasus yang terjadi pada tahun 2014 Sebenarnya masih banyak kasus-kasus lain lagi geng Tapi kalau gua bahas satu peratu bakal panjang banget dan kejadian seperti ini tidak bisa diabaikan karena sudah terjadi berulang kali ini semua disebabkan karena terjadinya pembiaran budaya senioritas yang secara semena-mena dan tidak adanya penegakan hukum yang jelas di sana ya mungkin tadinya hal-hal seperti ini hanya dilakukan oleh beberapa oknum tertentu Tetapi semakin lama Malah semakin meluas sehingga menjadi sebuah sistem yang dianut secara turun-temurun di lingkungan tersebut Namun berdasarkan keterangan dari ubaid matraji selaku koordinator nasional jaringan pemantau pendidikan Indonesia atau jppi Beliau mengatakan kultur kayak gini sebenarnya tidak hanya terjadi di sekolah sekolah dinas yang ada di bawah Kementerian Perhubungan aja sebab Ada kemungkinan kultur tersebut jug juga terjadi di sekolah kedinasan yang lain dan ini memang sudah menjadi rahasia umum ya geng dan ada juga keterangan dari Doni Kusuma sebagai seorang pakar pendidikan karakter juga sangat menyetujui statement tersebut Beliau mengatakan kalau kultur kekerasan yang dilakukan oleh senior itu masih ada di dalam banyak Sekolah kedinasan menurut dia arogansi yang dianut oleh semua kakak kelas ini harus segera dihilangkan di pendidikan kedinasan nah budaya ini akan terus ada karena kekeliruan proses pengasuhan di lingkungan pendidikan kedinasan yang mana sumber masalahnya terletak pada sistem pendidikan kedinasan dan penyiapan tenaga pendidik yang tidak dipersiapkan secara memadai nah sehingga perubahan kedinasan belum dapat terjadi secara menyeluruh ya kalian bayangkan aja geng sekolah kedinasan udah kayak sekolah militer ada kekerasannya dan oleh karena itu diperlukan adanya penataan kembali geng untuk seluruh sistem pembinaan dan pendidikan di sekolah kedinasan baik dari kurikulumnya praktik pengasuhannya maupun Tata hidup di dalam lingkungan asrama Nah itu dia geng kasus yang dialami oleh seorang Taruna atau siswa yang bernama Rio Yang mana dia harus meregang nyawa hanya karena melakukan kesalahan yang tidak terlalu fatal sepele gitu ya dan seniornya itu malah melakukan kekerasan fisik yang menyebabkan Rio meninggal dunia kira-kira geng dari e pembahasan kita ini pelajaran apa yang bisa kita ambil ya Menurut kalian coba tinggalkan komentar di bawah