THEFT OF INDONESIAN HISTORICAL STATUES BY AMERICAN SMUGGLERS WORTH BILLIONS OF RUPIAH
rL7DH9oTHKc • 2024-05-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
namun arkeolog senior ini memahami
mengapa dalam pernyataan Kejaksaan New
York dikatakan kalau batu relief
tersebut merupakan peninggalan Majapahit
karena di dalam relief itu terukir
sebuah figur yang menyerupai resi yang
mana itu merupakan tokoh keagamaan yang
sangat identik dengan kerajaan Majapahit
pada zaman itu yo geng tekan tombol
subscribe geng
Yo what's good Welcome back to kamar
[Musik]
jeri genggeng di saat kita sekolah dulu
pastikan ada mata pelajaran sejarah yang
mana biasanya pelajaran sejarah ini akan
bercerita tentang masa lalu yang pernah
terjadi termasuk masa lalu Negara kita
Indonesia dari belajar sejarah ini juga
kita jadi tahu gitu Negara kita
Indonesia ini sebenar nya kaya akan
budaya yang mana sepeninggalan dari
budaya-budaya tersebut banyak
benda-benda pusaka atau benda-benda
peninggalan sejarah yang sangat berharga
dan tidak ternilai harganya kita
contohin aja kayak Candi ya kan Di
Indonesia ada Candi Borobudur ada Candi
Prambanan dan candi-candi lainnya itu
merupakan sebuah peninggalan sejarah
yang ada di Indonesia yang dulunya
dibangun oleh nenek moyang kita nah
kalian bisa lihat sendiri betapa kayanya
peninggalan sejarah yang ada di
Indonesia Salah satu hal yang cukup
berharga dan bisa dikatakan tidak
ternilai harganya adalah peninggalan
sejarah berupa arca yang mana Arca
tersebut itu tidak bisa kita bayar
dengan uang karena nilai sejarahnya yang
cukup tinggi nah jadinya karena nilainya
yang cukup tinggi Maka banyak
penjahat-penjahat yang muncul yang
mencoba untuk mencari serta sampai
mencuri arca-arca peninggalan sejarah
untuk bisa mereka jual ya ujung-ujungnya
demi perut mereka sendiri penjualan
arca-arca peninggal sejarah ini biasanya
bakal banyak di pasar gelap dan harganya
juga cukup fantastis makanya menarik
minat orang-orang jahat untuk mencari
atau justru mencuri arca-arca
peninggalan sejarah karena memang banyak
banget para kolektor-kolektor
barang-barang antik yang mau membayar
mahal dan Kali ini Gua pengen ngebahas
nih geng sebuah kejadian yang
menggemparkan terjadi di New York
Amerika Serikat yang mana peradilan New
York berhasil menangkap oknum yang
memperdagangkan barang-barang bersejarah
yang mana salah satunya ditemukan
arca-arca peninggalan sejarah milik
Indonesia arca-arca tersebut merupakan
Arca peninggalan dari zaman Majapahit
yang
dicuri Nah nanti kita bakal bahas hal
ini dan hari ini kita enggak cuma bahas
mengenai penangkapan oknum penjual Arca
di New York ini geng tapi juga kita
bakal ngebahas lebih dalam lagi mengenai
sindikat perdagangan Arca dan salah satu
kasus yang paling fenomenal yang terjadi
di Indonesia mengenai kematian seorang
ang arkeolog terkenal yang bernama
lambang Babar Purnomo yang mana
kematiannya itu dicurigai karena
dieksekusi oleh mafia yang
memperdagangkan arca-arca bersejarah
milik
Indonesia gimana cerita selengkapnya
tentang kasus yang satu ini langsung aja
kita bahas di Permisi peristiwa misteri
dari berbagai sisi
[Musik]
This is the result of a many years long
Criminal
Investigation into Among others the the
Infamous trafficker subash kap Who
traffied untuk yang pertama kita akan
membahas tentang kasus penangkapan
seorang penjual Arca ilegal yang
ditangkap oleh pihak Amerika yang mana
ada Arca Indonesia di sana peninggalan
zaman Majapahit Nah akhirnya pihak
Amerika memulangkan Arca tersebut ke
Indonesia sekarang kita
bahas kasus perdagangan ilegal barang
antik bersejarah ini diungkap oleh
Kejaksaan wilayah Manhattan New York di
saat itu pihak Kejaksaan ini menangkap
dua orang yang diduga sebagai pedagang
seni yang berpartisipasi dalam
perdagangan ilegal barang-barang antik
dua orang tersebut yang pertama bernama
subhas kapur dari namanya ya kita sudah
tahu ya orang India dan yang satu lagi
bernama Nancy
Winner subhas kapur ini adalah seorang
pria keturunan Amerika India dan dia
dituduh sudah menjalankan jaringan untuk
memperdagangkan barang-barang curian di
Asia Tenggara dan menjualnya di Amerika
terkhususnya di Manhattan dia ini
sendiri sebenarnya sudah lama menjadi
target inves ASI dari pengadilan Amerika
Serikat Bahkan dia dijuluki sebagai
hidden Idol selama 10 tahun belakangan
nah di dalam trek rekordnya Sebenarnya
dia udah pernah ditangkap geng tahun
2011 Dia ditangkap oleh otoritas Jerman
yang mana kemudian dia diekstradisi atau
dikembalikan ke negara asalnya yaitu
India dan dia diadili di sana serta
dijatuhi hukuman selama 13 tahun penjara
sementara temannya yang bernama Nancy
Winer itu juga pernah ditangkap dan
sempat dijatuhi hukuman pada tahun 2021
karena ketahuan memperdagangkan karya
seni curian dan berupaya untuk menjual
patung dewa Siwa yang terbuat dari
perunggu namun patung tersebut
diserahkan ke museum seni Denver yang
terletak di Colorado Amerika Serikat
pada tahun
2007 Nah karena sudah ketahuan patung
itu merupakan patung curian pada tahun
2021 Nany ditangkap dan pada tahun 2023
pengadilan New York akhirnya menyita
barang tersebut dari mesi seni Denver
patung dewa Siwa yang mereka curi dan
mereka perdagangkan ini itu ternyata
mereka curi dari koleksi artefak milik
Kamboja jadi punya negara Kamboja dan
juga ternyata ada yang punya
Indonesia nah di saat mereka berdua
ditangkap dan akan diadili mereka
membantah segala tuduhan Dengan
mengatakan kalau mereka tidak pernah
terlibat dalam jaringan perdagangan
ilegal artfak milik negara Indonesia dan
Kamboja nah namun di saat itu pihak
otoritas Amerika tidak percaya begitu
aja mereka berdua akhirnya diinterogasi
dan dilakukan pemeriksaan ternyata
setelah dilakukan pemeriksaan pengusutan
ditemukan ada sebanyak 30 barang antik
yang merupakan hasil curian Dan juga
sebagian besarnya Sudah mereka jual nah
barang-barang antik tersebut nilainya
cukup fantastis geng yaitu sebesar 3
juta dolar Amerika Serikat atau setara
dengan 48 miliar dan di antara 30
artefak tersebut ada sebanyak tiga
artefak yang berasal dari Indonesia yang
nilainya mencapai rp6,5
miliar nah tiga artefak milik Indonesia
ini itu berupa batu relief peninggalan
masa kerajaan Majapahit dan juga sebuah
patung perunggu arcabddha Dalam posisi
duduk serta patung perunggu arca Dewa
Wisnu dalam posisi berdiri informasi ini
pertama kali dikabarkan ke Indonesia
melalui hilmar fararit selaku Direktur
Jenderal kebudayaan Kemendikbud ristek
dari Departemen keamanan dalam negeri
Amerika Serikat tentang otoritas mereka
yang mendapatkan benda-benda tersebut
dari jaringan perdagangan barang antik
secara ilegal nah dan ternyata ini
bukanlah kasus pertama yang berhasil
diungkap oleh Amerika karena memang
pihak Amerika sangat peduli dengan
barang-barang bersejarah berdasarkan
keterangan dari Junus Satria Atmojo
sebagai arkeolog senior Amerika memang
sudah sering mengembalikan
artefak-artefak bersejarah yang berasal
dari Indonesia karena setiap kali pihak
otoritas Amerika menangkap para penjual
barang antik secara ilegal itu udah
pasti ada artefak atau arca yang berasal
dari Indonesia Ya itu dia tadi sebagai
bukti kalau negara kita ini sangat kaya
geng dan Junus juga mengatakan salah
satu artefak yang dikembalikan yang
bentuknya berupa relif dari zaman
Majapahit itu merupakan sebuah artefak
yang terbuat dari bahan yang sama dengan
bahan untuk membangun Candi yang ada di
Jawa Timur bahannya itu terbuat dari
kapur dan juga marmer kalau dilihat dari
gaya reliefnya kemungkinan besar artefak
ini bahkan sudah ada sebelum masa
kejayaan Majapahit karena dari reliefnya
itu lebih mirip dengan gaya Kerajaan
Kediri dibandingkan dengan kerajaan
Majapahit namun arkeolog senior ini
memahami mengapa dalam pernyataan
Kejaksaan New York dikatakan kalau batu
relief tersebut merupakan peninggalan
Majapahit karena di dalam relief itu
terukir sebuah figur yang menyerupai
resi yang mana itu merupakan tokoh
keagamaan yang sangat identik dengan
kerajaan Majapahit pada zaman itu resi
ini sendiri merupakan tokoh agama
campuran dari agama Hindu Buddha dan
juga agama lokal atau yang disebut
dengan animisme di dalam relief tersebut
juga digambarkan resi mengenakan penutup
kepala yang biasanya agak tinggi nah dan
itu bukan ciri dari pendeta yang
beragama Hindu dan Buddha melainkan itu
merupakan ciri dari agama resi sendiri
dan tokoh resi itu sudah muncul sebelum
adanya era kekuasaan Majapahit
Nah jadi bisa dikatakan Arca itu lebih
tua daripada Kerajaan Majapahit bisa
dibayangkan ya berharganya kayak gimana
tuh nah untuk arca yang kedua yang
terbuat dari perunggu Junus sebagai
arkeolog senior mengatakan kalau patung
tersebut memiliki gaya khas Jawa Tengah
tetapi tidak menutup kemungkinan kalau
patung tersebut juga berasal dari situs
penggalian yang sama dengan batu relief
tadi yang ada resinya nah asumsi ini
didasarkan karena gaya seninya
berkembang di luar zamannya yang
dicontohkan oleh si arkeolog ini ketika
zaman kerajaan Mataram yang runtuh di
abad ke-12 tetapi gaya seninya masih
berlanjut meski kerajaan Mataram sudah
runtuh sebelumnya Nah jadi gaya
reliefnya itu masih dibuatlah
gitu nah memang sudah menjadi rahasia
umum bagi orang-orang yang terlibat
dalam perdagangan artefak ilegal ini
selalu lolos atau berhasil melewati
pemeriksaan Bea Cukai baik di dalam
maupun luar negeri artefak-artefak yang
dicuri banyak yang berhasil melewati
Bali Jakarta Semarang dan juga Surabaya
dan keempat kota besar yang gua Sebutkan
itu memang menjadi pintu untuk keluar
masuknya artefak-artefak peninggalan
sejarah milik Indonesia untuk
diperjualbelikan secara ilegal ke luar
negeri memang sebenarnya sering
ditemukan kasus yang mana pada awal-awal
pembelian artefak itu dibeli secara
legal atau sah oleh musesium atau
kolektor nah namun di dalam prosesnya
pasti ada campur tangan dari sindikat
perdagangan gelap karena bagaimanapun
juga artefak tersebut keluar dari
berbagai macam cara seperti pembelian
pencurian serta penyelundupan Nah karena
kan sejatinya seharusnya nih ya ketika
artefak itu ditemukan ya semuanya harus
dikembalikan kepada pemerintah gitu ya
bukannya diperjualbikan Nah jadi bisa
dikatakan banyak kemungkinan besar
transaksi penjualan artefak ini awalnya
memang secara legal tapi lama kelamaan
karena berpindah-pindah tangan itu
menjadi ilegal
dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2023
Kantor Kejaksaan dan dhs sendiri sudah
menemukan lebih dari 2.500 barang yang
diduga diperdagangkan oleh si orang
India tadi yang bernama kapur beserta
dengan jaringannya yang kalau di total
ya Dari semua jumlah yang dia
selundupkan itu jumlah uangnya sekitar
143 juta dolar Amerika atau setara
dengan 2,3 triliun bisa kebayang Enggak
tuh barang-barang berharga milik ee
negara kita barang-barang bersejarah
milik negara kita diperjualbikan oleh
orang ini dan dia meraup keuntungan
triliunan dan memang perdagangan
artefakt bersejarah yang diselundupkan
secara gelap ini itu merupakan bisnis
yang menggiurkan lah bagi mereka karena
memang pembelinya atau kolektornya tuh
bukan orang-orang sembarangan dan pihak
Kejaksaan New York itu sudah
mengembalikan 30 artefak yang dicuri
tersebut ke negara masing-masing untuk
artefak dari Indonesia sendiri yang
jumlahnya tiga buah tadi itu ketiganya
sudah diserah kan kepada konsulat
jenderal republik Indonesia atau kjri
yang ada di New York dan diperkirakan
akan sampai ke Indonesia di awal bulan
ini geng tapi enggak cuma tiga artefak
itu doang kjri New York juga akan
mengirimkan tiga artefak lainnya yang
mana artefak tersebut sudah dikembalikan
sebelumnya ke kjri New York Nah jadi ada
enam artefak semuanya dan keenam artefak
tersebut akan dijadikan satu paket untuk
dikirimkan ke Indonesia sesampainya
nanti ke Indonesia Kemendikbud ristch
akan mencari tahu asalusul dan dari
artefak tersebut dengan melakukan
pemeriksaan daftar artefak yang ada di
museum-museum di seluruh Indonesia dan
ini akan melibatkan para ahli yang
melakukan penggalian di situs-situs
penemuan Nah nanti orang-orang yang
dulunya pernah menggali ee situs-situs
sejarah gitu yang menemukan artefak Nah
itu bakal dipanggil semua Adakah yang
mengenal enam artefak ini mungkin mereka
ada yang merasa mereka penemunya gitu
kan Nah nanti bakal diarahkan gitu ke
mesium mana akan dikembalikan tapi ya ya
bukannya Tras isu atau ya enggak percaya
gitu Ya yang udah-udah sih mafianya ada
aja gitu semoga yang sudah dikembalikan
oleh Kejaksaan New York ini tidak
diselewengkan lagi ketika sampai di
tanah air gitu ya tahu-tahu nanti
bukannya dikembalikan ke museum malah
ada lagi nih mafianya malah
diperjualbikan ya Makanya Yah susah
dipercaya ya dan kabarnya penelusuran
terhadap asal muuasal dari artefak
tersebut akan dilakukan secara detail
dengan harapan bisa mengetahui bagaimana
artefak-artefak tersebut bisa lolos dari
perbatasan Indonesia dan bisa berada di
tangan para sindikat perdagangan barang
antik ilegal hingga akhirnya berakhir di
Amerika
Serikat Nah karena hal ini juga sesuatu
yang cukup memalukan bagi negara kita
karena ya seolah-olah negara kita ini
enggak ketat gitu pengamanannya gitu kan
walaupun sebenarnya jawabannya Iya gitu
ya rohingya aja bisa lolos gitu dari
perbatasan laut kita ya apalagi cuma
patung yang tidak bisa bersuara gitu nah
tapi ya semoga gitu pemerintah kita
terus berusaha untuk memperketat dan
menyingkirkan oknum-oknum yang nakal
yang mencoba untuk bermain di belakang
Ini semua Amin
oke sekarang karena ini ada hubungannya
dengan Indonesia tadi ya kita bakal
masuk ke dalam pembahasan mafia-mafia
artefak ilegal yang ada di Indonesia
kita bakal bahas satu
[Musik]
kisahnya kalau kalian pikir selama ini
penjualan barang-barang secara gelap dan
ilegal itu ya menyangkut narkoba atau
hal-hal yang yang tidak resmi gitu ya
Nah ternyata barang antik ya seperti
artefak ini juga sangat menggiurkan
pasarnya cukup besar dan harganya cukup
mahal permintaan Para kolektor-kolektor
kaya untuk koleksi mereka terhadap
artefak ini cukup tinggi dan itu Tidak
sembarangan di publublish jadi
terselubung gitu nah jadilah ketika
permintaannya cukup tinggi muncullah
mafia-mafianya atau orang-orang yang
menjadi penyedia secara ilegal untuk
kebutuhan para kolektor menurut seorang
arkeolog dari Universitas Indonesia yang
bernama Kresno Yulianto keberadaan mafia
dalam dunia barang-barang kuno
bersejarah ini memang benar adanya
bahkan Yulianto ini mengaku kalau dia
pernah berhubungan langsung dengan para
mafia artefak kuno yang mengatakan kalau
dia adalah seorang makelar Yulianto
mengaku ketika dia bertemu dengan para
mafia ini para mafia tersebut sudah
memiliki peralatan yang proper dan juga
canggih untuk mendapatkan dan memastikan
artefak-artefak yang mereka beli secara
ilegal ini as ketika ditemukan
benda-benda peninggalan yang ada di
bawah tanah maupun di dasar laut
sekalipun para mafia tersebut siap untuk
menampung atau mengambilnya tanpa
mengenal di mana dan bagaimana pun
caranya dan para mafia ini memang sudah
ee apa ya fanatiklah dengan
barang-barang antik tersebut karena itu
merupakan ladang uang yang sangat besar
buat mereka dan Bahkan mereka bisa hidup
bergelimangan harta dengan menjual
artefak-artefak kuno tersebut semakin
tua usia sebuah artefak maka semakin
unik semakin langka dan bernilai budaya
tinggi serta sejarahnya maka harga dari
artefak tersebut bakal makin mahal dan
jumlah mafia artefak ini di Indonesia
sendiri juga sangat banyak geng dan
mereka bergerak secara diam-diam para
mafia ini itu mereka memang ee bisa
dikatakan tidak saling bekerja sama tapi
mereka punya jaringannya lah jaringan
untuk yang menampung jaringan untuk yang
mencari dan mereka menjadi makelarnya
atau perantaranya dan mereka selalu
mengamati peredaran benda-benda
bersejarah yang ada di Indonesia mereka
hafal mereka tahu knowledge-nya dan
mereka mencari di mana benda itu berada
saking effortnya mereka dalam
menjalankan aksinya mereka sampai rela
menyewa sebidang tanah yang mereka
anggap sebagai tempat keberadaan situs
kuno agar bisa menggali tanah tersebut
lalu mendapatkan artefak-artefak kuno
bahkan tidak jarang juga mereka bekerja
sama dengan masyarakat yang tinggal di
sekitar situs kuno untuk sama-sama
mencari artefak tersebut dan terjadilah
penggalian ilegal yang melibatkan para
masyarakat yang mana pada saat itu sudah
pasti si mafia ini akan menawarkan
sejumlah uang yang menggiurkan bagi
masyarakat yang bisa membantu dia dalam
menggali serta menemukan artefak
tersebut nah Yulianto ini juga sering
sekali dihubungi oleh para mafia-mafia
artefak Ini yang mana tujuannya untuk
menanyakan perihal artefak yang
ditemukan misalkan mulai dari umurnya
dari kerajaan mana sejarahnya seperti
apa apa serta berapa harga yang pantas
untuk artefak tersebut dan enggak jarang
juga ada beberapa mafia yang Bahkan
meminta tolong kepada dia untuk
mencarikan barang dan meyakinkan Apakah
barang ini adalah barang asli atau palsu
tapi Yulianto sering sekali menolak
dengan alasan dia bukanlah orang yang
mendalami ilmu mengenai taksiran harga
barang-barang kuno jadi dia hanya tahu
soal sejarahnya aja untuk diperjual
Belikan dia ya No komen katanya Yulianto
sendiri mengatakan harga seperti yang
mereka minta hanya bisa diperoleh
setelah melakukan pengujian laboratorium
dan penghitungan nilai-nilai yang
terkandung di dalam sebuah benda yang
ditemukan jadi enggak bisa langsung
nentuin Oh ini dari zaman Majapahit
harganya sem ya gitu enggak bisa harus
melalui prosedur dan proses yang panjang
nah lalu geng pernyataan berbeda
diutarakan Oleh Direktur pelestarian
cagar budaya kementerian pendidikan dan
budaya yang bernama Harry Widianto
menurut Pak Herry ini dia berbeda paham
dengan Yulianto menurut dia jumlah mafia
barang-barang ilegal atau barang-barang
antik ini tidak terlalu ramai menurut
dia memang ada tapi hanya
kelompok-kelompok kecil yang mana mereka
berawal dari orang-orang yang hobi untuk
mencari artefak dan juga setelah
menemukan artefak tersebut menjual
artefak itu Tapi jujur aja ya gua agak
bingung sih kalau menurut Pak Harry ini
enggak ada mafianya kok bisa sampai ke
Amerika gitu kok bisa sampai heboh
banget sampai pengadilan New York juga
menemukan enam artefak milik Indonesia
di New York berarti kan ya pelakunya nih
besar enggak mungkin dong kecil gitu nah
lalu geng Meskipun begitu Pak Herry ini
juga mengaku pihaknya sering mendapatkan
laporan dari bagian imigrasi mengenai
penemuan barang-barang kuno yang coba
untuk dibawa ke luar negeri secara
ilegal karena tidak memiliki dokumen
yang sah dan pihak mereka sudah
mewaspadai hal seperti ini karena setiap
tahunnya menurut Pak Herry rata-rata
mereka mendapatkan setidaknya 10 laporan
kasus dari pihak imigrasi jadi setiap
tahun tuh ada aja kasus-kasus yang melih
ibatkan barang-barang kuno ilegal yang
coba dibawa ke luar
negeri nah tapi Menurut kalian gimana
geng kalian percaya enggak enggak ada
mafianya Kalau gua sih enggak percaya
gua udah udah yakin banget pasti ada
mafianya karena seperti yang kita tahu
ya negeri kita ini kaya banget gitu ya
sama peninggalan-peninggalan sejarah
tapi jarang sekali kita lihat yang kayak
kita ke museum Ada sih beberapa
peninggalan sejarah tapi cuma ya
beberapa barang yang Kayaknya udah rusak
sudah tidak terawat gitu tapi kalau di
luar negeri bahkan di Belanda sekalipun
gitu ya kita bisa menemukan
peninggalan-peninggalan di zaman dulu
benda-benda kuno dalam sejarah Indonesia
itu banyak banget di Belanda di
museum-museumnya nah itu yang membuat
kita Aneh Kok bisa sampai ke sana Okelah
yang masuk akalnya mungkin ketika
Belanda menjajah Indonesia ya mereka
membawa ee benda-benda peninggalan
sejarah tersebut gitu nah namun
bagaimana dengan di negara lain seperti
di Jerman di Amerika di Rusia nah mereka
juga punya tuh di mesium mereka
benda-benda kuno peninggalan nenek
moyang bangsa Indonesia bagaimana bisa
sampai ke sana kalau bukan karena ada
mafia yang memperjualbikan tuh gimana
tuh Menurut
[Musik]
kalian nah lalu geng kita ambil aja
salah satu contoh ini terjadi pada
tanggal 31 Mei tahun 1961 ada sebuah
kasus terjadinya pencurian di salah satu
museum terkenal di Jakarta yang
menyimpan banyak barang peninggalan
bersejarah yaitu museum gajah atau yang
sekarang dikenal dengan nama Museum
Nasional pencurian tersebut dilakukan
oleh seseorang yang bernama Waluyo alias
kusnikadut alias kancil yang merupakan
mantan prajurit perang kemerdekaan tahun
1945 sampai dengan tahun 1949 namun
kusniikasdud alias kancil ini terpaksa
menjadi seorang pencuri untuk bisa
menyambung hidup karena dia sebagai
seorang Veteran sudah tidak dihargai
lagi tidak bisa ya mencukupi
penghidupannya lagi akhirnya jadi
pencuri semenjak tahun 1953 Di saat dia
melakukan pencurian dia menyamar sebagai
seorang polisi dan di dalam aksinya
tersebut dia mengambil beberapa koleksi
museum yang mana salah satunya adalah 11
butir berlian yang berhasil dia jual
seharga Rp2,5 miliar dan yang saat ini
mungkin nilainya sudah sampai ratusan
miliar dia juga mengeksekusi satu
petugas museium dan kejahatannya itu
membuat dia akhirnya divonis mati dan
dieksekusi pada tanggal 16 Februari
tahun 1980 nah pernah ada tuh kasus
pencurian di museum
[Musik]
dan untuk Museum Nasional sendiri itu
enggak cuma sekali doang pernah terjadi
pencurian kayak gini Museum Nasional ini
sudah beberapa kali mengalami perampokan
kedua kalinya itu terjadi pada Tahun
1979 yang mana para perampok itu
mengambil koleksi uang logam dan di
tahun yang sama juga museum tersebut
kehilangan koleksi keramik senilai Rp1,5
miliar yang sampai sekarang
keberadaannya tidak diketahui lalu
terjadi kembali pada tahun 1996 ada
oknum yang mencuri lukisan karya Basuki
ullah Raden Saleh dan Afandi untungnya
lukisan tersebut berhasil ditemukan
ketika ingin dilelang di Balai Lelang
Kristi Singapura bayangkan tuh lokisan
udah dicuri ya kan Akhirnya bisa
ditemukan di saat akan diperjualbikan
akan dilelang di Singapura langsung ke
gap di sana sampai tahun 2013 Museum
Nasional lagi-lagi menjadi perbincangan
karena ada empat artefak emas
peninggalan Kerajaan Mataram kuno itu
tiba-tiba hilang saat itu polisi hanya
menemukan sidik jari di lemari kaca
tanpa adanya bukti lain dan rekaman CCTV
juga tidak ada di saat itu karena CCTV
sudah rusak 2 bulan
[Musik]
sebelumnya bayangin ya sebuah Museum
Nasional loh museum kebanggaan Indonesia
cctv-nya rusak ya enggak tahu lagi deh
gua gak berani komen entar takut Entar
malah ada yang nelepon Woi lu aja yang
beli CCTV gak ada duit wah yang disimpan
berlian emas ya kan artefak-artefak
bernilai miliaran rupiah tapi cctv-nya
rusak percaya enggak tuh ya percaya
ajaal dan Sebenarnya masih banyak lagi
kejadian-kejadian yang melibatkan
hilangnya artefak artefak kuno
bersejarah dari museum-museum lain yang
ada di Indonesia yang mana Enggak
mungkin gua Sebutkan satu persatu secara
rinci karena banyak banget nah ini
menandakan bahwa besarnya lingkup
orang-orang yang memang mengincar
barang-barang bersejarah tersebut untuk
koleksi pribadi mereka maupun untuk
dijual kembali yang mana itu artinya di
tengah-tengah lemahnya pengamanan
terhadap barang-barang bersejarah
tersebut ya muncullah banyak
mafia-mafianya atau orang-orang yang
suka menyelundupkan lalu memperjual
belikan benda-benda tersebut secara
ilegal Nah sekarang gua mau ajak kalian
untuk membahas satu kasus ni ya ini
kasusnya cukup menggemparkan seputar
mafia barang-barang bersejarah atau
barang-barang kuno yang mana kasus ini
memakan korban di saat seorang arkeolog
yang bernama lambang Babar Purnomo
berusaha mengungkap sindikat penjualan
artefak ilegal kita bahas
[Musik]
namanya itu adalah lambang Babar Purnomo
dia lahir di Yogyakarta pada 18 Agustus
tahun 1952 beliau ini adalah arkeolog
serta aktivis perlindungan benda cagar
budaya yang ada di Indonesia dia juga
pernah menjabat sebagai ketua Kelompok
kerja perlindungan di balai pelestarian
peninggalan purubakala yang ada di Jawa
Tengah lambang juga ikut turut aktif
dalam menyelidiki dan melaporkan
kasus-kasus pencurian benda-benda cagar
budaya termasuk kasus pencurian Arca di
koleksi mesium Radi Radia pustaka Solo
kasus yang akan kita bahas ini pertama
kali terungkap setelah staf museum Radia
pustaka Solo itu menemukan sebuah fakta
kalau koleksi Arca batu yang ada di sana
itu ternyata palsu kebayang Enggak tuh
arca yang sudah ada di museum lagi
dipamerkan ternyata palsu nah saat itu
pak lambang ini adalah orang yang
dipercaya untuk melakukan pemeriksaan
mengenai keaslian dari arca-arca yang
dipamerkan di sana dan ternyata dari 85
koleksi arca yang ada di museum tersebut
ternyata hanya 33 di antaranya yang
merupakan Arca asli berarti ada sekitar
52 arca yang merupakan Arca palsu dan
sudah diganti berarti Arca aslinya sudah
diambil Pak lambang ini ketika itu
menjadi saksi ahli pada kasus pencurian
emas Arca batu koleksi museum Radia
pustaka Solo Pak lambang sejak bulan
November tahun 2007 sampai bolak-balik
Solo Yogyakarta untuk memberikan
keterangan termasuk dengan data-data
dukung yang dia miliki sebagai upaya
untuk mengungkap kasus ini ada beberapa
orang yang terlibat di dalam kasus ini
geng yaitu yang pertama krh dararmo
diipuro atau yang lebih dikenal dengan
mahadi dia adalah mantan kepala museum
Radia pustaka Solo nah Lalu ada jawardi
Suparjo dan Heru Suryanto nah Heru
Suryanto ini merupakan kerabat keluarga
kraton
Yogyakarta dari cerita yang beredar
kronologinya adalah pelakunya itu adalah
Heru Heru ini dikatakan mencuri Arca
tersebut dan menjualnya ke seorang
penjual seni yang memiliki reputasi
kolektor seni purbakala yang bernama
Hugo kreitger asal Belanda ada informasi
yang mengatakan kalau arca yang dibeli
oleh Hugo ini dijual kembali kepada
salah satu pengusaha yang berinisial HD
dan HD ini membeli enam arca dari hugo
yang sebelumnya didapatkan oleh Hugo
dari Heru kebayang Enggak tuh ini ada
nih ya kan salah satu kerabat dari
keluarga kraton Yogyakarta dia mencuri
Arca tersebut dia jual ke orang Belanda
ya kan yang notaandnya nih Arca punya
Indonesia nih dia jual ke orang Belanda
ke kolektor Belanda kolektor Belandanya
jual lagi ke Indonesia kepada salah satu
ya bisa dikatakan konglomerat Indonesia
lah dia adalah kolektor akhirnya
berakhir di tangan kolektor tersebut
sekarang Nah Lalu setelah kasus ini
terungkap ada dua orang yang dinyatakan
bersalah atas kasus pencurian tersebut
yaitu yang bernama Hadi dan yang bernama
Heru Tadi mereka berdua dijatuhi hukuman
selama 18 bulan penjara nah Lalu
bagaimana dengan arcanya Ya apa boleh
buat arcanya sudah dibayar oleh oleh si
pengusaha udah enggak mungkin buat
diminta lagi jadi ya udah kayak gitu aja
gitu tetapi tertangkapnya mereka berdua
ternyata belum menutup kasus hilangnya
Arca dan dipalsukannya Arca koleksi
museum tadi karena Saat diperiksa Heru
mengaku saat dia Ingin mencuri beberapa
koleksi museum dia sudah menyadari kalau
sudah ada arca yang dipalsukan di sana
sehingga kasus ini bukan sekedar
pencurian biasa melainkan ada seseorang
dengan koneksi yang lebih luas memainkan
peran besar di dalam kasus ini dan bukan
hanya si Heru ini saja yang pertama kali
melakukan pencurian dan pemalsuan Arca
tersebut sebelumnya sudah ada yang
melakukannya Jadi yang tadi 33 yang asli
sementara 52-nya yang palsu nah di
antara 52 palsu itu tidak semua itu
karena si Heru ada orang lain yang
sebelumnya lebih dulu melakukan sebelum
Heru melakukan hal
tersebut Lalu geng karena si pengusaha
yang berinisial HD diketahui pernah
membeli Arca milik orang Belanda yang
bernama Hugo Nah langsung tuh pihak
otoritas Indonesia meminta Pak lambang
untuk memeriksa Arca milik si pengusaha
yang berinisial HD tadi Dan di saat itu
ternyata ditemukan fakta bahwa arca-arca
milik si pengusaha itu merupakan
benda-benda kuno yang diperjualbikan
secara ilegal alias penyelundupan nah
tapi ini semua tidak sepenuhnya
kesalahan si pengusaha Karena kan dia
cuma membeli gitu dia enggak minta untuk
diselundupkan dan akibat kasus tersebut
Pak lambang itu berhasil menemukan kasus
yang lebih besar yaitu hilangnya 50 dua
arca perunggu dengan total kerugian
mencapai Rp1 triliun dari satu kasus itu
menjadi terungkap kasus-kasus lainnya
dan Pak lambang meyakini kalau kasus ini
terbongkar maka mafia yang menjual
artefak secara ilegal juga akan
terungkap Tapi sayangnya nih geng ya
sedihnya nih harapan tersebut hanyalah
tinggal harapan semata di saat Pak
lambang akan segera membongkar jaringan
mafia ini mafia penjualan artefak
tiba-tiba pada tanggal 9 Februari tahun
2000 teman pak lambang yang bernah nama
Wahyu indrasana ketika itu sedang
menggelar pesta perpisahan di rumahnya
yang berada di piungan Bantul karena di
saat itu ya Pak Wahyu Ini sudah memasuki
masa pensiun dari jabatannya sebagai
kepala benteng frederberg tiba-tiba nih
geng ada beberapa orang yang datang ke
rumah pak Wahyu di saat itu sekaligus
Pak lambang juga datang ke rumah Pak
Wahyu yaitu tepat di pukul .30 dini hari
dengan kondisi yang sudah sangat rapi
rambut kelimis memakai kaos berwarna
orange dengan jaket kulit serta celana
jeans biru dan berkacamata hitam mereka
di sana sempat ngobrol-ngobrol dan
bersenang-senang sampai akhirnya pesta
tersebut berakhir pada jam .00 subuh dan
Pak lambang pun pulang ke rumahnya dan
tiba-tiba di saat dia menuju ke rumahnya
terjadilah sebuah tragedi yang
mengenaskan Pak lambang itu diksekusi
oleh orang yang tidak dikenal Pak
lambang di saat itu ditemukan di dalam
sebuah selokan bersama dengan motor
Honda Astrea 800-nya dia kondisi beliau
di saat itu sangat mengenaskan ketika
diangkat dia sudah dalam kondisi di
dalam helmnya itu sudah mengucur cairan
merah lah mengenaskan sekali kondisinya
di saat
itu kejadian itu tepat terjadi di depan
rumah Seorang warga Jadi ceritanya itu
ada seorang asisten rumah tangga yang
bernama Ernie Permatasari yang bekerja
di rumah seseorang yang bernama Imade
Wibawa pada awalnya di pagi-pagi itu dia
ingin menyiram bunga di halaman rumah
majikannya ini jadi ketika dia mendekati
pintu gerbang dia sempat mendengar suara
laki-laki yang merintih kesakitan namun
Erni ini mencoba untuk melihat ke jalan
tapi ketika itu kondisi jalan sedang
sepi dan masih lumayan gelap dia sempat
melihat ada seorang laki-laki yang
dengan tergesa gesa pergi menjauhi
lokasi tempat dia berada jadi kayak
orang panik gitu lalu Ernie yang merasa
takut langsung masuk ke dalam rumah
karena memang sebelumnya di lingkungan
tempat majikannya ini tinggal itu ada
tetangga yang habis kemalingan Nah jadi
dia berpikir mungkin malingnya masih
berkeliaran gitu Erni di saat itu curig
lah Apa mungkin gitu ya suara rintihan
laki-laki ini cuma pancingan dari si
maling akhirnya ketika dia memutuskan
masuk ke dalam rumah dia membangunkan
majikannya yaitu Made untuk menceritakan
apa yang dia alami tadi di saat itu made
majikannya sama-sama ketakutan seperti
Ernie lalu mereka pun berusaha untuk
waspada di dalam rumah sampai pada
akhirnya 2 jam kemudian Erni dan Made
kaget ketika di depan rumahnya
dikerumuni oleh banyak sekali orang Dan
di saat itu mereka juga melihat sudah
ada polisi di sana yang mencoba memasang
garis kuning atau poliseline selayaknya
sudah terjadi kasus kriminal di sana nah
mereka berdua langsung keluar kan mereka
enggak tahu apa-apa di saat itu itu
depan rumah mereka dan mereka pun
bertanya apa yang terjadi di saat mereka
bertanya tersebut tiba-tiba warga yang
membantu di lokasi kejadian mengangkat
sebuah motor asrea 800 yang merupakan
milik Pak lambang dan di saat itulah
terlihat ternyata pak lambang tewas
dengan kondisi mengenaskan di selokan
rumah tersebut di saat itu Erni dan juga
Made menyadari suara rintihan minta
tolong yang mereka dengar 2 jam
sebelumnya itu adalah suara dari Pak
lambang
Dan di saat itu polisi menyimpulkan
kalau kejadian tersebut adalah
kecelakaan tunggal bukan karena adanya
aksi eksekusi atau disebabkan oleh
seseorang namun ada kejanggalan ketika
kesimpulan polisi mengatakan Pak lambang
ini meninggal karena kecelakaan tunggal
karena hasil dari otopsi mengatakan Pak
lambang ini mengalami patah di tulang
leher dan ada bekas sayatan di daerah
pelipisnya yang mana Berarti itu ada
seorang pelaku Padahal di saat itu helm
yang digunakan oleh Pak lambang itu
merupakan helm tipe full face dan masih
terpasang sampai pak lambang ditemukan
oleh orang-orang makanya ketika diangkat
cairan merah bercucur deras dari dalam
helm dan saat kejadian Pak lambang juga
mengendarai motor Astrea yang sudah
berusia lebih dari 15 tahun yang mana
motor tersebut tidak mungkin bisa
dikemudikan dengan kecepatan kencang
sehingga Pak lambang ketika kecelakaan
kok kayak habis nabrak apaan lah gitu
lalu ketika ditemukan juga pakaian Pak
lambang juga lengkap tidak ada
compang-campingnya seperti habis
mengalami kecelakaan tunggal ditambah
lagi pernyataan dari kakak i Pak lambang
yang bernama Ibnu Subianto yang
mengatakan kalau Pak lambang mengalami
cacat mata di sebelah kanan yang membuat
penglihatan matanya menjadi kabur
sehingga tidak mungkin pak lambang ini
mengendarai motor dengan kecepatan
tinggi lalu Ditambah lagi dengan
keterangan si art tadi yang bernama Erni
dia mengatakan dia sempat melihat
seorang laki-laki di tempat sekitar Pak
lambang jatuh dan dia mendengar Pak
lambang merinti kesakitan serta
sekaligus melihat laki-laki tersebut
berlari tergesa-gesa jadi bisa dikatakan
ini ada pelakunya dan hal ini Bert
tepatan dengan Ketika pak lambang akan
membongkar sindikat penjualan
benda-benda kuno lalu apa boleh buat
karena kasus ini melibatkan orang besar
Meskipun banyak kejanggalan yang terjadi
yang seharusnya bisa diusut dengan
tuntas tapi pada saat itu semuanya sudah
ditetapkan polisi menganggap kalau
kejadian yang dialami oleh Pak lambang
ini adalah kecelakaan tunggal dan
kasusnya pun ditutup namun masih banyak
yang tidak percaya kalau itu adalah
kejadian yang sebenarnya karena
orang-orang menganggap Pak lambang ini
adalah korban dan dari jahatnya
mafia-mafia artefak yang menjual artefak
tersebut secara
ilegal gimana tuh geng Menurut kalian
gila ya itu benda-benda kuno gitu ya
kalau di rumah kalian ada jam-jam kuno
karpet kuno guci kuno hati-hati loh Itu
benda berharga sebisa nyawa kalian
terancam oke itu dia pembahasan kita
hari ini tentang artefak-artefak kuno
atau benda-benda bersejarah Milik Negara
kita Indonesia yang ternyata harganya
gila-gilaan mungkin kalau dikumpulin
bisa bayar hutang negara atau bagi-bagi
makanan gratis buat warga gitu ya tetapi
harus dimonopoli atau diselundupkan oleh
para mafia gimana Menurut kalian tentang
pembahasan kita kali ini coba tinggalkan
komentar di bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:04 UTC
Categories
Manage