THEFT OF INDONESIAN HISTORICAL STATUES BY AMERICAN SMUGGLERS WORTH BILLIONS OF RUPIAH
rL7DH9oTHKc • 2024-05-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id namun arkeolog senior ini memahami mengapa dalam pernyataan Kejaksaan New York dikatakan kalau batu relief tersebut merupakan peninggalan Majapahit karena di dalam relief itu terukir sebuah figur yang menyerupai resi yang mana itu merupakan tokoh keagamaan yang sangat identik dengan kerajaan Majapahit pada zaman itu yo geng tekan tombol subscribe geng Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] jeri genggeng di saat kita sekolah dulu pastikan ada mata pelajaran sejarah yang mana biasanya pelajaran sejarah ini akan bercerita tentang masa lalu yang pernah terjadi termasuk masa lalu Negara kita Indonesia dari belajar sejarah ini juga kita jadi tahu gitu Negara kita Indonesia ini sebenar nya kaya akan budaya yang mana sepeninggalan dari budaya-budaya tersebut banyak benda-benda pusaka atau benda-benda peninggalan sejarah yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya kita contohin aja kayak Candi ya kan Di Indonesia ada Candi Borobudur ada Candi Prambanan dan candi-candi lainnya itu merupakan sebuah peninggalan sejarah yang ada di Indonesia yang dulunya dibangun oleh nenek moyang kita nah kalian bisa lihat sendiri betapa kayanya peninggalan sejarah yang ada di Indonesia Salah satu hal yang cukup berharga dan bisa dikatakan tidak ternilai harganya adalah peninggalan sejarah berupa arca yang mana Arca tersebut itu tidak bisa kita bayar dengan uang karena nilai sejarahnya yang cukup tinggi nah jadinya karena nilainya yang cukup tinggi Maka banyak penjahat-penjahat yang muncul yang mencoba untuk mencari serta sampai mencuri arca-arca peninggalan sejarah untuk bisa mereka jual ya ujung-ujungnya demi perut mereka sendiri penjualan arca-arca peninggal sejarah ini biasanya bakal banyak di pasar gelap dan harganya juga cukup fantastis makanya menarik minat orang-orang jahat untuk mencari atau justru mencuri arca-arca peninggalan sejarah karena memang banyak banget para kolektor-kolektor barang-barang antik yang mau membayar mahal dan Kali ini Gua pengen ngebahas nih geng sebuah kejadian yang menggemparkan terjadi di New York Amerika Serikat yang mana peradilan New York berhasil menangkap oknum yang memperdagangkan barang-barang bersejarah yang mana salah satunya ditemukan arca-arca peninggalan sejarah milik Indonesia arca-arca tersebut merupakan Arca peninggalan dari zaman Majapahit yang dicuri Nah nanti kita bakal bahas hal ini dan hari ini kita enggak cuma bahas mengenai penangkapan oknum penjual Arca di New York ini geng tapi juga kita bakal ngebahas lebih dalam lagi mengenai sindikat perdagangan Arca dan salah satu kasus yang paling fenomenal yang terjadi di Indonesia mengenai kematian seorang ang arkeolog terkenal yang bernama lambang Babar Purnomo yang mana kematiannya itu dicurigai karena dieksekusi oleh mafia yang memperdagangkan arca-arca bersejarah milik Indonesia gimana cerita selengkapnya tentang kasus yang satu ini langsung aja kita bahas di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] This is the result of a many years long Criminal Investigation into Among others the the Infamous trafficker subash kap Who traffied untuk yang pertama kita akan membahas tentang kasus penangkapan seorang penjual Arca ilegal yang ditangkap oleh pihak Amerika yang mana ada Arca Indonesia di sana peninggalan zaman Majapahit Nah akhirnya pihak Amerika memulangkan Arca tersebut ke Indonesia sekarang kita bahas kasus perdagangan ilegal barang antik bersejarah ini diungkap oleh Kejaksaan wilayah Manhattan New York di saat itu pihak Kejaksaan ini menangkap dua orang yang diduga sebagai pedagang seni yang berpartisipasi dalam perdagangan ilegal barang-barang antik dua orang tersebut yang pertama bernama subhas kapur dari namanya ya kita sudah tahu ya orang India dan yang satu lagi bernama Nancy Winner subhas kapur ini adalah seorang pria keturunan Amerika India dan dia dituduh sudah menjalankan jaringan untuk memperdagangkan barang-barang curian di Asia Tenggara dan menjualnya di Amerika terkhususnya di Manhattan dia ini sendiri sebenarnya sudah lama menjadi target inves ASI dari pengadilan Amerika Serikat Bahkan dia dijuluki sebagai hidden Idol selama 10 tahun belakangan nah di dalam trek rekordnya Sebenarnya dia udah pernah ditangkap geng tahun 2011 Dia ditangkap oleh otoritas Jerman yang mana kemudian dia diekstradisi atau dikembalikan ke negara asalnya yaitu India dan dia diadili di sana serta dijatuhi hukuman selama 13 tahun penjara sementara temannya yang bernama Nancy Winer itu juga pernah ditangkap dan sempat dijatuhi hukuman pada tahun 2021 karena ketahuan memperdagangkan karya seni curian dan berupaya untuk menjual patung dewa Siwa yang terbuat dari perunggu namun patung tersebut diserahkan ke museum seni Denver yang terletak di Colorado Amerika Serikat pada tahun 2007 Nah karena sudah ketahuan patung itu merupakan patung curian pada tahun 2021 Nany ditangkap dan pada tahun 2023 pengadilan New York akhirnya menyita barang tersebut dari mesi seni Denver patung dewa Siwa yang mereka curi dan mereka perdagangkan ini itu ternyata mereka curi dari koleksi artefak milik Kamboja jadi punya negara Kamboja dan juga ternyata ada yang punya Indonesia nah di saat mereka berdua ditangkap dan akan diadili mereka membantah segala tuduhan Dengan mengatakan kalau mereka tidak pernah terlibat dalam jaringan perdagangan ilegal artfak milik negara Indonesia dan Kamboja nah namun di saat itu pihak otoritas Amerika tidak percaya begitu aja mereka berdua akhirnya diinterogasi dan dilakukan pemeriksaan ternyata setelah dilakukan pemeriksaan pengusutan ditemukan ada sebanyak 30 barang antik yang merupakan hasil curian Dan juga sebagian besarnya Sudah mereka jual nah barang-barang antik tersebut nilainya cukup fantastis geng yaitu sebesar 3 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan 48 miliar dan di antara 30 artefak tersebut ada sebanyak tiga artefak yang berasal dari Indonesia yang nilainya mencapai rp6,5 miliar nah tiga artefak milik Indonesia ini itu berupa batu relief peninggalan masa kerajaan Majapahit dan juga sebuah patung perunggu arcabddha Dalam posisi duduk serta patung perunggu arca Dewa Wisnu dalam posisi berdiri informasi ini pertama kali dikabarkan ke Indonesia melalui hilmar fararit selaku Direktur Jenderal kebudayaan Kemendikbud ristek dari Departemen keamanan dalam negeri Amerika Serikat tentang otoritas mereka yang mendapatkan benda-benda tersebut dari jaringan perdagangan barang antik secara ilegal nah dan ternyata ini bukanlah kasus pertama yang berhasil diungkap oleh Amerika karena memang pihak Amerika sangat peduli dengan barang-barang bersejarah berdasarkan keterangan dari Junus Satria Atmojo sebagai arkeolog senior Amerika memang sudah sering mengembalikan artefak-artefak bersejarah yang berasal dari Indonesia karena setiap kali pihak otoritas Amerika menangkap para penjual barang antik secara ilegal itu udah pasti ada artefak atau arca yang berasal dari Indonesia Ya itu dia tadi sebagai bukti kalau negara kita ini sangat kaya geng dan Junus juga mengatakan salah satu artefak yang dikembalikan yang bentuknya berupa relif dari zaman Majapahit itu merupakan sebuah artefak yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan untuk membangun Candi yang ada di Jawa Timur bahannya itu terbuat dari kapur dan juga marmer kalau dilihat dari gaya reliefnya kemungkinan besar artefak ini bahkan sudah ada sebelum masa kejayaan Majapahit karena dari reliefnya itu lebih mirip dengan gaya Kerajaan Kediri dibandingkan dengan kerajaan Majapahit namun arkeolog senior ini memahami mengapa dalam pernyataan Kejaksaan New York dikatakan kalau batu relief tersebut merupakan peninggalan Majapahit karena di dalam relief itu terukir sebuah figur yang menyerupai resi yang mana itu merupakan tokoh keagamaan yang sangat identik dengan kerajaan Majapahit pada zaman itu resi ini sendiri merupakan tokoh agama campuran dari agama Hindu Buddha dan juga agama lokal atau yang disebut dengan animisme di dalam relief tersebut juga digambarkan resi mengenakan penutup kepala yang biasanya agak tinggi nah dan itu bukan ciri dari pendeta yang beragama Hindu dan Buddha melainkan itu merupakan ciri dari agama resi sendiri dan tokoh resi itu sudah muncul sebelum adanya era kekuasaan Majapahit Nah jadi bisa dikatakan Arca itu lebih tua daripada Kerajaan Majapahit bisa dibayangkan ya berharganya kayak gimana tuh nah untuk arca yang kedua yang terbuat dari perunggu Junus sebagai arkeolog senior mengatakan kalau patung tersebut memiliki gaya khas Jawa Tengah tetapi tidak menutup kemungkinan kalau patung tersebut juga berasal dari situs penggalian yang sama dengan batu relief tadi yang ada resinya nah asumsi ini didasarkan karena gaya seninya berkembang di luar zamannya yang dicontohkan oleh si arkeolog ini ketika zaman kerajaan Mataram yang runtuh di abad ke-12 tetapi gaya seninya masih berlanjut meski kerajaan Mataram sudah runtuh sebelumnya Nah jadi gaya reliefnya itu masih dibuatlah gitu nah memang sudah menjadi rahasia umum bagi orang-orang yang terlibat dalam perdagangan artefak ilegal ini selalu lolos atau berhasil melewati pemeriksaan Bea Cukai baik di dalam maupun luar negeri artefak-artefak yang dicuri banyak yang berhasil melewati Bali Jakarta Semarang dan juga Surabaya dan keempat kota besar yang gua Sebutkan itu memang menjadi pintu untuk keluar masuknya artefak-artefak peninggalan sejarah milik Indonesia untuk diperjualbelikan secara ilegal ke luar negeri memang sebenarnya sering ditemukan kasus yang mana pada awal-awal pembelian artefak itu dibeli secara legal atau sah oleh musesium atau kolektor nah namun di dalam prosesnya pasti ada campur tangan dari sindikat perdagangan gelap karena bagaimanapun juga artefak tersebut keluar dari berbagai macam cara seperti pembelian pencurian serta penyelundupan Nah karena kan sejatinya seharusnya nih ya ketika artefak itu ditemukan ya semuanya harus dikembalikan kepada pemerintah gitu ya bukannya diperjualbikan Nah jadi bisa dikatakan banyak kemungkinan besar transaksi penjualan artefak ini awalnya memang secara legal tapi lama kelamaan karena berpindah-pindah tangan itu menjadi ilegal dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2023 Kantor Kejaksaan dan dhs sendiri sudah menemukan lebih dari 2.500 barang yang diduga diperdagangkan oleh si orang India tadi yang bernama kapur beserta dengan jaringannya yang kalau di total ya Dari semua jumlah yang dia selundupkan itu jumlah uangnya sekitar 143 juta dolar Amerika atau setara dengan 2,3 triliun bisa kebayang Enggak tuh barang-barang berharga milik ee negara kita barang-barang bersejarah milik negara kita diperjualbikan oleh orang ini dan dia meraup keuntungan triliunan dan memang perdagangan artefakt bersejarah yang diselundupkan secara gelap ini itu merupakan bisnis yang menggiurkan lah bagi mereka karena memang pembelinya atau kolektornya tuh bukan orang-orang sembarangan dan pihak Kejaksaan New York itu sudah mengembalikan 30 artefak yang dicuri tersebut ke negara masing-masing untuk artefak dari Indonesia sendiri yang jumlahnya tiga buah tadi itu ketiganya sudah diserah kan kepada konsulat jenderal republik Indonesia atau kjri yang ada di New York dan diperkirakan akan sampai ke Indonesia di awal bulan ini geng tapi enggak cuma tiga artefak itu doang kjri New York juga akan mengirimkan tiga artefak lainnya yang mana artefak tersebut sudah dikembalikan sebelumnya ke kjri New York Nah jadi ada enam artefak semuanya dan keenam artefak tersebut akan dijadikan satu paket untuk dikirimkan ke Indonesia sesampainya nanti ke Indonesia Kemendikbud ristch akan mencari tahu asalusul dan dari artefak tersebut dengan melakukan pemeriksaan daftar artefak yang ada di museum-museum di seluruh Indonesia dan ini akan melibatkan para ahli yang melakukan penggalian di situs-situs penemuan Nah nanti orang-orang yang dulunya pernah menggali ee situs-situs sejarah gitu yang menemukan artefak Nah itu bakal dipanggil semua Adakah yang mengenal enam artefak ini mungkin mereka ada yang merasa mereka penemunya gitu kan Nah nanti bakal diarahkan gitu ke mesium mana akan dikembalikan tapi ya ya bukannya Tras isu atau ya enggak percaya gitu Ya yang udah-udah sih mafianya ada aja gitu semoga yang sudah dikembalikan oleh Kejaksaan New York ini tidak diselewengkan lagi ketika sampai di tanah air gitu ya tahu-tahu nanti bukannya dikembalikan ke museum malah ada lagi nih mafianya malah diperjualbikan ya Makanya Yah susah dipercaya ya dan kabarnya penelusuran terhadap asal muuasal dari artefak tersebut akan dilakukan secara detail dengan harapan bisa mengetahui bagaimana artefak-artefak tersebut bisa lolos dari perbatasan Indonesia dan bisa berada di tangan para sindikat perdagangan barang antik ilegal hingga akhirnya berakhir di Amerika Serikat Nah karena hal ini juga sesuatu yang cukup memalukan bagi negara kita karena ya seolah-olah negara kita ini enggak ketat gitu pengamanannya gitu kan walaupun sebenarnya jawabannya Iya gitu ya rohingya aja bisa lolos gitu dari perbatasan laut kita ya apalagi cuma patung yang tidak bisa bersuara gitu nah tapi ya semoga gitu pemerintah kita terus berusaha untuk memperketat dan menyingkirkan oknum-oknum yang nakal yang mencoba untuk bermain di belakang Ini semua Amin oke sekarang karena ini ada hubungannya dengan Indonesia tadi ya kita bakal masuk ke dalam pembahasan mafia-mafia artefak ilegal yang ada di Indonesia kita bakal bahas satu [Musik] kisahnya kalau kalian pikir selama ini penjualan barang-barang secara gelap dan ilegal itu ya menyangkut narkoba atau hal-hal yang yang tidak resmi gitu ya Nah ternyata barang antik ya seperti artefak ini juga sangat menggiurkan pasarnya cukup besar dan harganya cukup mahal permintaan Para kolektor-kolektor kaya untuk koleksi mereka terhadap artefak ini cukup tinggi dan itu Tidak sembarangan di publublish jadi terselubung gitu nah jadilah ketika permintaannya cukup tinggi muncullah mafia-mafianya atau orang-orang yang menjadi penyedia secara ilegal untuk kebutuhan para kolektor menurut seorang arkeolog dari Universitas Indonesia yang bernama Kresno Yulianto keberadaan mafia dalam dunia barang-barang kuno bersejarah ini memang benar adanya bahkan Yulianto ini mengaku kalau dia pernah berhubungan langsung dengan para mafia artefak kuno yang mengatakan kalau dia adalah seorang makelar Yulianto mengaku ketika dia bertemu dengan para mafia ini para mafia tersebut sudah memiliki peralatan yang proper dan juga canggih untuk mendapatkan dan memastikan artefak-artefak yang mereka beli secara ilegal ini as ketika ditemukan benda-benda peninggalan yang ada di bawah tanah maupun di dasar laut sekalipun para mafia tersebut siap untuk menampung atau mengambilnya tanpa mengenal di mana dan bagaimana pun caranya dan para mafia ini memang sudah ee apa ya fanatiklah dengan barang-barang antik tersebut karena itu merupakan ladang uang yang sangat besar buat mereka dan Bahkan mereka bisa hidup bergelimangan harta dengan menjual artefak-artefak kuno tersebut semakin tua usia sebuah artefak maka semakin unik semakin langka dan bernilai budaya tinggi serta sejarahnya maka harga dari artefak tersebut bakal makin mahal dan jumlah mafia artefak ini di Indonesia sendiri juga sangat banyak geng dan mereka bergerak secara diam-diam para mafia ini itu mereka memang ee bisa dikatakan tidak saling bekerja sama tapi mereka punya jaringannya lah jaringan untuk yang menampung jaringan untuk yang mencari dan mereka menjadi makelarnya atau perantaranya dan mereka selalu mengamati peredaran benda-benda bersejarah yang ada di Indonesia mereka hafal mereka tahu knowledge-nya dan mereka mencari di mana benda itu berada saking effortnya mereka dalam menjalankan aksinya mereka sampai rela menyewa sebidang tanah yang mereka anggap sebagai tempat keberadaan situs kuno agar bisa menggali tanah tersebut lalu mendapatkan artefak-artefak kuno bahkan tidak jarang juga mereka bekerja sama dengan masyarakat yang tinggal di sekitar situs kuno untuk sama-sama mencari artefak tersebut dan terjadilah penggalian ilegal yang melibatkan para masyarakat yang mana pada saat itu sudah pasti si mafia ini akan menawarkan sejumlah uang yang menggiurkan bagi masyarakat yang bisa membantu dia dalam menggali serta menemukan artefak tersebut nah Yulianto ini juga sering sekali dihubungi oleh para mafia-mafia artefak Ini yang mana tujuannya untuk menanyakan perihal artefak yang ditemukan misalkan mulai dari umurnya dari kerajaan mana sejarahnya seperti apa apa serta berapa harga yang pantas untuk artefak tersebut dan enggak jarang juga ada beberapa mafia yang Bahkan meminta tolong kepada dia untuk mencarikan barang dan meyakinkan Apakah barang ini adalah barang asli atau palsu tapi Yulianto sering sekali menolak dengan alasan dia bukanlah orang yang mendalami ilmu mengenai taksiran harga barang-barang kuno jadi dia hanya tahu soal sejarahnya aja untuk diperjual Belikan dia ya No komen katanya Yulianto sendiri mengatakan harga seperti yang mereka minta hanya bisa diperoleh setelah melakukan pengujian laboratorium dan penghitungan nilai-nilai yang terkandung di dalam sebuah benda yang ditemukan jadi enggak bisa langsung nentuin Oh ini dari zaman Majapahit harganya sem ya gitu enggak bisa harus melalui prosedur dan proses yang panjang nah lalu geng pernyataan berbeda diutarakan Oleh Direktur pelestarian cagar budaya kementerian pendidikan dan budaya yang bernama Harry Widianto menurut Pak Herry ini dia berbeda paham dengan Yulianto menurut dia jumlah mafia barang-barang ilegal atau barang-barang antik ini tidak terlalu ramai menurut dia memang ada tapi hanya kelompok-kelompok kecil yang mana mereka berawal dari orang-orang yang hobi untuk mencari artefak dan juga setelah menemukan artefak tersebut menjual artefak itu Tapi jujur aja ya gua agak bingung sih kalau menurut Pak Harry ini enggak ada mafianya kok bisa sampai ke Amerika gitu kok bisa sampai heboh banget sampai pengadilan New York juga menemukan enam artefak milik Indonesia di New York berarti kan ya pelakunya nih besar enggak mungkin dong kecil gitu nah lalu geng Meskipun begitu Pak Herry ini juga mengaku pihaknya sering mendapatkan laporan dari bagian imigrasi mengenai penemuan barang-barang kuno yang coba untuk dibawa ke luar negeri secara ilegal karena tidak memiliki dokumen yang sah dan pihak mereka sudah mewaspadai hal seperti ini karena setiap tahunnya menurut Pak Herry rata-rata mereka mendapatkan setidaknya 10 laporan kasus dari pihak imigrasi jadi setiap tahun tuh ada aja kasus-kasus yang melih ibatkan barang-barang kuno ilegal yang coba dibawa ke luar negeri nah tapi Menurut kalian gimana geng kalian percaya enggak enggak ada mafianya Kalau gua sih enggak percaya gua udah udah yakin banget pasti ada mafianya karena seperti yang kita tahu ya negeri kita ini kaya banget gitu ya sama peninggalan-peninggalan sejarah tapi jarang sekali kita lihat yang kayak kita ke museum Ada sih beberapa peninggalan sejarah tapi cuma ya beberapa barang yang Kayaknya udah rusak sudah tidak terawat gitu tapi kalau di luar negeri bahkan di Belanda sekalipun gitu ya kita bisa menemukan peninggalan-peninggalan di zaman dulu benda-benda kuno dalam sejarah Indonesia itu banyak banget di Belanda di museum-museumnya nah itu yang membuat kita Aneh Kok bisa sampai ke sana Okelah yang masuk akalnya mungkin ketika Belanda menjajah Indonesia ya mereka membawa ee benda-benda peninggalan sejarah tersebut gitu nah namun bagaimana dengan di negara lain seperti di Jerman di Amerika di Rusia nah mereka juga punya tuh di mesium mereka benda-benda kuno peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia bagaimana bisa sampai ke sana kalau bukan karena ada mafia yang memperjualbikan tuh gimana tuh Menurut [Musik] kalian nah lalu geng kita ambil aja salah satu contoh ini terjadi pada tanggal 31 Mei tahun 1961 ada sebuah kasus terjadinya pencurian di salah satu museum terkenal di Jakarta yang menyimpan banyak barang peninggalan bersejarah yaitu museum gajah atau yang sekarang dikenal dengan nama Museum Nasional pencurian tersebut dilakukan oleh seseorang yang bernama Waluyo alias kusnikadut alias kancil yang merupakan mantan prajurit perang kemerdekaan tahun 1945 sampai dengan tahun 1949 namun kusniikasdud alias kancil ini terpaksa menjadi seorang pencuri untuk bisa menyambung hidup karena dia sebagai seorang Veteran sudah tidak dihargai lagi tidak bisa ya mencukupi penghidupannya lagi akhirnya jadi pencuri semenjak tahun 1953 Di saat dia melakukan pencurian dia menyamar sebagai seorang polisi dan di dalam aksinya tersebut dia mengambil beberapa koleksi museum yang mana salah satunya adalah 11 butir berlian yang berhasil dia jual seharga Rp2,5 miliar dan yang saat ini mungkin nilainya sudah sampai ratusan miliar dia juga mengeksekusi satu petugas museium dan kejahatannya itu membuat dia akhirnya divonis mati dan dieksekusi pada tanggal 16 Februari tahun 1980 nah pernah ada tuh kasus pencurian di museum [Musik] dan untuk Museum Nasional sendiri itu enggak cuma sekali doang pernah terjadi pencurian kayak gini Museum Nasional ini sudah beberapa kali mengalami perampokan kedua kalinya itu terjadi pada Tahun 1979 yang mana para perampok itu mengambil koleksi uang logam dan di tahun yang sama juga museum tersebut kehilangan koleksi keramik senilai Rp1,5 miliar yang sampai sekarang keberadaannya tidak diketahui lalu terjadi kembali pada tahun 1996 ada oknum yang mencuri lukisan karya Basuki ullah Raden Saleh dan Afandi untungnya lukisan tersebut berhasil ditemukan ketika ingin dilelang di Balai Lelang Kristi Singapura bayangkan tuh lokisan udah dicuri ya kan Akhirnya bisa ditemukan di saat akan diperjualbikan akan dilelang di Singapura langsung ke gap di sana sampai tahun 2013 Museum Nasional lagi-lagi menjadi perbincangan karena ada empat artefak emas peninggalan Kerajaan Mataram kuno itu tiba-tiba hilang saat itu polisi hanya menemukan sidik jari di lemari kaca tanpa adanya bukti lain dan rekaman CCTV juga tidak ada di saat itu karena CCTV sudah rusak 2 bulan [Musik] sebelumnya bayangin ya sebuah Museum Nasional loh museum kebanggaan Indonesia cctv-nya rusak ya enggak tahu lagi deh gua gak berani komen entar takut Entar malah ada yang nelepon Woi lu aja yang beli CCTV gak ada duit wah yang disimpan berlian emas ya kan artefak-artefak bernilai miliaran rupiah tapi cctv-nya rusak percaya enggak tuh ya percaya ajaal dan Sebenarnya masih banyak lagi kejadian-kejadian yang melibatkan hilangnya artefak artefak kuno bersejarah dari museum-museum lain yang ada di Indonesia yang mana Enggak mungkin gua Sebutkan satu persatu secara rinci karena banyak banget nah ini menandakan bahwa besarnya lingkup orang-orang yang memang mengincar barang-barang bersejarah tersebut untuk koleksi pribadi mereka maupun untuk dijual kembali yang mana itu artinya di tengah-tengah lemahnya pengamanan terhadap barang-barang bersejarah tersebut ya muncullah banyak mafia-mafianya atau orang-orang yang suka menyelundupkan lalu memperjual belikan benda-benda tersebut secara ilegal Nah sekarang gua mau ajak kalian untuk membahas satu kasus ni ya ini kasusnya cukup menggemparkan seputar mafia barang-barang bersejarah atau barang-barang kuno yang mana kasus ini memakan korban di saat seorang arkeolog yang bernama lambang Babar Purnomo berusaha mengungkap sindikat penjualan artefak ilegal kita bahas [Musik] namanya itu adalah lambang Babar Purnomo dia lahir di Yogyakarta pada 18 Agustus tahun 1952 beliau ini adalah arkeolog serta aktivis perlindungan benda cagar budaya yang ada di Indonesia dia juga pernah menjabat sebagai ketua Kelompok kerja perlindungan di balai pelestarian peninggalan purubakala yang ada di Jawa Tengah lambang juga ikut turut aktif dalam menyelidiki dan melaporkan kasus-kasus pencurian benda-benda cagar budaya termasuk kasus pencurian Arca di koleksi mesium Radi Radia pustaka Solo kasus yang akan kita bahas ini pertama kali terungkap setelah staf museum Radia pustaka Solo itu menemukan sebuah fakta kalau koleksi Arca batu yang ada di sana itu ternyata palsu kebayang Enggak tuh arca yang sudah ada di museum lagi dipamerkan ternyata palsu nah saat itu pak lambang ini adalah orang yang dipercaya untuk melakukan pemeriksaan mengenai keaslian dari arca-arca yang dipamerkan di sana dan ternyata dari 85 koleksi arca yang ada di museum tersebut ternyata hanya 33 di antaranya yang merupakan Arca asli berarti ada sekitar 52 arca yang merupakan Arca palsu dan sudah diganti berarti Arca aslinya sudah diambil Pak lambang ini ketika itu menjadi saksi ahli pada kasus pencurian emas Arca batu koleksi museum Radia pustaka Solo Pak lambang sejak bulan November tahun 2007 sampai bolak-balik Solo Yogyakarta untuk memberikan keterangan termasuk dengan data-data dukung yang dia miliki sebagai upaya untuk mengungkap kasus ini ada beberapa orang yang terlibat di dalam kasus ini geng yaitu yang pertama krh dararmo diipuro atau yang lebih dikenal dengan mahadi dia adalah mantan kepala museum Radia pustaka Solo nah Lalu ada jawardi Suparjo dan Heru Suryanto nah Heru Suryanto ini merupakan kerabat keluarga kraton Yogyakarta dari cerita yang beredar kronologinya adalah pelakunya itu adalah Heru Heru ini dikatakan mencuri Arca tersebut dan menjualnya ke seorang penjual seni yang memiliki reputasi kolektor seni purbakala yang bernama Hugo kreitger asal Belanda ada informasi yang mengatakan kalau arca yang dibeli oleh Hugo ini dijual kembali kepada salah satu pengusaha yang berinisial HD dan HD ini membeli enam arca dari hugo yang sebelumnya didapatkan oleh Hugo dari Heru kebayang Enggak tuh ini ada nih ya kan salah satu kerabat dari keluarga kraton Yogyakarta dia mencuri Arca tersebut dia jual ke orang Belanda ya kan yang notaandnya nih Arca punya Indonesia nih dia jual ke orang Belanda ke kolektor Belanda kolektor Belandanya jual lagi ke Indonesia kepada salah satu ya bisa dikatakan konglomerat Indonesia lah dia adalah kolektor akhirnya berakhir di tangan kolektor tersebut sekarang Nah Lalu setelah kasus ini terungkap ada dua orang yang dinyatakan bersalah atas kasus pencurian tersebut yaitu yang bernama Hadi dan yang bernama Heru Tadi mereka berdua dijatuhi hukuman selama 18 bulan penjara nah Lalu bagaimana dengan arcanya Ya apa boleh buat arcanya sudah dibayar oleh oleh si pengusaha udah enggak mungkin buat diminta lagi jadi ya udah kayak gitu aja gitu tetapi tertangkapnya mereka berdua ternyata belum menutup kasus hilangnya Arca dan dipalsukannya Arca koleksi museum tadi karena Saat diperiksa Heru mengaku saat dia Ingin mencuri beberapa koleksi museum dia sudah menyadari kalau sudah ada arca yang dipalsukan di sana sehingga kasus ini bukan sekedar pencurian biasa melainkan ada seseorang dengan koneksi yang lebih luas memainkan peran besar di dalam kasus ini dan bukan hanya si Heru ini saja yang pertama kali melakukan pencurian dan pemalsuan Arca tersebut sebelumnya sudah ada yang melakukannya Jadi yang tadi 33 yang asli sementara 52-nya yang palsu nah di antara 52 palsu itu tidak semua itu karena si Heru ada orang lain yang sebelumnya lebih dulu melakukan sebelum Heru melakukan hal tersebut Lalu geng karena si pengusaha yang berinisial HD diketahui pernah membeli Arca milik orang Belanda yang bernama Hugo Nah langsung tuh pihak otoritas Indonesia meminta Pak lambang untuk memeriksa Arca milik si pengusaha yang berinisial HD tadi Dan di saat itu ternyata ditemukan fakta bahwa arca-arca milik si pengusaha itu merupakan benda-benda kuno yang diperjualbikan secara ilegal alias penyelundupan nah tapi ini semua tidak sepenuhnya kesalahan si pengusaha Karena kan dia cuma membeli gitu dia enggak minta untuk diselundupkan dan akibat kasus tersebut Pak lambang itu berhasil menemukan kasus yang lebih besar yaitu hilangnya 50 dua arca perunggu dengan total kerugian mencapai Rp1 triliun dari satu kasus itu menjadi terungkap kasus-kasus lainnya dan Pak lambang meyakini kalau kasus ini terbongkar maka mafia yang menjual artefak secara ilegal juga akan terungkap Tapi sayangnya nih geng ya sedihnya nih harapan tersebut hanyalah tinggal harapan semata di saat Pak lambang akan segera membongkar jaringan mafia ini mafia penjualan artefak tiba-tiba pada tanggal 9 Februari tahun 2000 teman pak lambang yang bernah nama Wahyu indrasana ketika itu sedang menggelar pesta perpisahan di rumahnya yang berada di piungan Bantul karena di saat itu ya Pak Wahyu Ini sudah memasuki masa pensiun dari jabatannya sebagai kepala benteng frederberg tiba-tiba nih geng ada beberapa orang yang datang ke rumah pak Wahyu di saat itu sekaligus Pak lambang juga datang ke rumah Pak Wahyu yaitu tepat di pukul .30 dini hari dengan kondisi yang sudah sangat rapi rambut kelimis memakai kaos berwarna orange dengan jaket kulit serta celana jeans biru dan berkacamata hitam mereka di sana sempat ngobrol-ngobrol dan bersenang-senang sampai akhirnya pesta tersebut berakhir pada jam .00 subuh dan Pak lambang pun pulang ke rumahnya dan tiba-tiba di saat dia menuju ke rumahnya terjadilah sebuah tragedi yang mengenaskan Pak lambang itu diksekusi oleh orang yang tidak dikenal Pak lambang di saat itu ditemukan di dalam sebuah selokan bersama dengan motor Honda Astrea 800-nya dia kondisi beliau di saat itu sangat mengenaskan ketika diangkat dia sudah dalam kondisi di dalam helmnya itu sudah mengucur cairan merah lah mengenaskan sekali kondisinya di saat itu kejadian itu tepat terjadi di depan rumah Seorang warga Jadi ceritanya itu ada seorang asisten rumah tangga yang bernama Ernie Permatasari yang bekerja di rumah seseorang yang bernama Imade Wibawa pada awalnya di pagi-pagi itu dia ingin menyiram bunga di halaman rumah majikannya ini jadi ketika dia mendekati pintu gerbang dia sempat mendengar suara laki-laki yang merintih kesakitan namun Erni ini mencoba untuk melihat ke jalan tapi ketika itu kondisi jalan sedang sepi dan masih lumayan gelap dia sempat melihat ada seorang laki-laki yang dengan tergesa gesa pergi menjauhi lokasi tempat dia berada jadi kayak orang panik gitu lalu Ernie yang merasa takut langsung masuk ke dalam rumah karena memang sebelumnya di lingkungan tempat majikannya ini tinggal itu ada tetangga yang habis kemalingan Nah jadi dia berpikir mungkin malingnya masih berkeliaran gitu Erni di saat itu curig lah Apa mungkin gitu ya suara rintihan laki-laki ini cuma pancingan dari si maling akhirnya ketika dia memutuskan masuk ke dalam rumah dia membangunkan majikannya yaitu Made untuk menceritakan apa yang dia alami tadi di saat itu made majikannya sama-sama ketakutan seperti Ernie lalu mereka pun berusaha untuk waspada di dalam rumah sampai pada akhirnya 2 jam kemudian Erni dan Made kaget ketika di depan rumahnya dikerumuni oleh banyak sekali orang Dan di saat itu mereka juga melihat sudah ada polisi di sana yang mencoba memasang garis kuning atau poliseline selayaknya sudah terjadi kasus kriminal di sana nah mereka berdua langsung keluar kan mereka enggak tahu apa-apa di saat itu itu depan rumah mereka dan mereka pun bertanya apa yang terjadi di saat mereka bertanya tersebut tiba-tiba warga yang membantu di lokasi kejadian mengangkat sebuah motor asrea 800 yang merupakan milik Pak lambang dan di saat itulah terlihat ternyata pak lambang tewas dengan kondisi mengenaskan di selokan rumah tersebut di saat itu Erni dan juga Made menyadari suara rintihan minta tolong yang mereka dengar 2 jam sebelumnya itu adalah suara dari Pak lambang Dan di saat itu polisi menyimpulkan kalau kejadian tersebut adalah kecelakaan tunggal bukan karena adanya aksi eksekusi atau disebabkan oleh seseorang namun ada kejanggalan ketika kesimpulan polisi mengatakan Pak lambang ini meninggal karena kecelakaan tunggal karena hasil dari otopsi mengatakan Pak lambang ini mengalami patah di tulang leher dan ada bekas sayatan di daerah pelipisnya yang mana Berarti itu ada seorang pelaku Padahal di saat itu helm yang digunakan oleh Pak lambang itu merupakan helm tipe full face dan masih terpasang sampai pak lambang ditemukan oleh orang-orang makanya ketika diangkat cairan merah bercucur deras dari dalam helm dan saat kejadian Pak lambang juga mengendarai motor Astrea yang sudah berusia lebih dari 15 tahun yang mana motor tersebut tidak mungkin bisa dikemudikan dengan kecepatan kencang sehingga Pak lambang ketika kecelakaan kok kayak habis nabrak apaan lah gitu lalu ketika ditemukan juga pakaian Pak lambang juga lengkap tidak ada compang-campingnya seperti habis mengalami kecelakaan tunggal ditambah lagi pernyataan dari kakak i Pak lambang yang bernama Ibnu Subianto yang mengatakan kalau Pak lambang mengalami cacat mata di sebelah kanan yang membuat penglihatan matanya menjadi kabur sehingga tidak mungkin pak lambang ini mengendarai motor dengan kecepatan tinggi lalu Ditambah lagi dengan keterangan si art tadi yang bernama Erni dia mengatakan dia sempat melihat seorang laki-laki di tempat sekitar Pak lambang jatuh dan dia mendengar Pak lambang merinti kesakitan serta sekaligus melihat laki-laki tersebut berlari tergesa-gesa jadi bisa dikatakan ini ada pelakunya dan hal ini Bert tepatan dengan Ketika pak lambang akan membongkar sindikat penjualan benda-benda kuno lalu apa boleh buat karena kasus ini melibatkan orang besar Meskipun banyak kejanggalan yang terjadi yang seharusnya bisa diusut dengan tuntas tapi pada saat itu semuanya sudah ditetapkan polisi menganggap kalau kejadian yang dialami oleh Pak lambang ini adalah kecelakaan tunggal dan kasusnya pun ditutup namun masih banyak yang tidak percaya kalau itu adalah kejadian yang sebenarnya karena orang-orang menganggap Pak lambang ini adalah korban dan dari jahatnya mafia-mafia artefak yang menjual artefak tersebut secara ilegal gimana tuh geng Menurut kalian gila ya itu benda-benda kuno gitu ya kalau di rumah kalian ada jam-jam kuno karpet kuno guci kuno hati-hati loh Itu benda berharga sebisa nyawa kalian terancam oke itu dia pembahasan kita hari ini tentang artefak-artefak kuno atau benda-benda bersejarah Milik Negara kita Indonesia yang ternyata harganya gila-gilaan mungkin kalau dikumpulin bisa bayar hutang negara atau bagi-bagi makanan gratis buat warga gitu ya tetapi harus dimonopoli atau diselundupkan oleh para mafia gimana Menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories