Transcript
A3wN3Ku4Nr4 • DESA INDAH INI PUNYA STOCK MAKANAN HINGGA 95 TAHUN KEDEPAN & BISA MAKAN GRATIS | DESA CIPTA GELAR
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1199_A3wN3Ku4Nr4.txt
Kind: captions
Language: id
jadi G masyarakat desa Cipta gelar ini
memiliki kepercayaan terhadap padi jadi
padi itu spesial buat mereka dan mereka
memiliki budayanya sendiri untuk
memperlakukan padi nah masyarakat desa
Cipta gelar ini percaya kalau padi
adalah suatu hal yang sangat istimewa
bahkan harus dihormati dan dianggap suci
bagi
masyarakat yo geng tekan tombol
subscribe
geng Halo geng welcome back to kamar
[Musik]
jeri geng geng kita udah lama banget nih
geng ya enggak ngebahas mengenai sesuatu
yang unik dari Indonesia karena
belakangan ini banyak banget kasus-kasus
yang terjadi di muka bumi ini termasuk
di Indonesia jadi sejauh ini kita
ngebahas soal kontroversi terus gitu nah
tapi hari ini gua pengen ngebahas sebuah
topik yang sangat inspiratif dan juga
positif banget gitu Ini terlepas dari
segala hal kurang mengenakkan yang
terjadi di negara kita tapi kita enggak
boleh melupakan juga kalau sebenarnya
Indonesia ini menjadi salah satu negara
yang kaya akan sumber daya alam yang
kalau semua sumber daya tersebut bisa
dikelola dengan baik oleh orang-orang
yang jujur gitu ya ya gue yakin 100%
mungkin Indonesia akan setara dengan ya
negara-negara maju lainnya misalkan
kayak Singapura Arab dan Amerika bahkan
gitu ya ya cuma sayangnya dalam
pengelola annya ya banyak
praktik-praktik kecurangan atau korupsi
gitu terus geng Indonesia sendiri secara
geografis itu sangat strategis ditambah
dengan kekayaan alam yang melimpah nah
mengingat Spesialnya letak daripada
Tanah Air ini geng hari ini gua pengen
ngebahas sebuah desa nih yang berada di
wilayah Jawa Barat tepatnya di Kabupaten
Sukabumi yang bernama Desa Cipta gelar
Nah apa nih Yang menarik dari desa yang
satu ini kok sampai-sampai gua harus
ngebahas di sini dan jujur gua senang
banget membahas tentang Desa ini desa
ini dikatakan memiliki sumber daya
pertanian yang begitu Makmur
sampai-sampai hasil panen mereka itu
diklaim bisa menjadi cadangan pangan
untuk 95 tahun ke depan jadi anak cucu
mereka dijamin enggak bakal kelaparan
dan masyarakat mereka selalu tercukupi
kebutuhan pangannya sampai hampir 100
tahun nanti Bagaimana bisa nih
masyarakat adat Cipta gelar ini
mengelola hasil panen mereka tersebut
sampai mereka bisa memiliki cadangan
pangan sebesar itu Langsung aja kita
bahas secara lengkap cerita dari Desa
Cipta gelar ini di sisi lain
[Musik]
Oke Sebelum kita mulai ke ceritanya
jangan lupa buat check out genlabs
watermelon Bubble Gum linknya udah ada
di kolom deskripsi dan Cobain
kesegarannya Eh I kemarin ada yang
sedikit salah menanggapi informasi gitu
ya jadi genlabs ini bukan minuman geng
tapi e adalah cairan untuk Ya gitulah
pokoknya kalian kalau mau tahu cek aja
langsung di link tokpadnya ada di
deskripsi nanti baca keterangannya jadi
ini bukan minuman jadi kemarin tuh ada
beberapa orang yang nge-chat gua Bang
minuman lo itu bisa beli di mana Bang
gitu nah ini bukan minuman geng Oke Dan
kalau kalian udah beli jangan lupa buat
tag gua atau ngasih review-nya langsung
di
tokpad sekarang kita mulai nih
pembahasan tentang Desa Cipta gelar
Nah jadi geng desa yang terletak di
Kabupaten Sukabumi ini yang bernama Desa
Cipta gelar ini merupakan sebuah desa
yang sangat indah dan Mungkin kalian
sudah membayangkan seolah-olah Desa ini
adalah desa yang masyarakatnya
terisolasi karena kehidupannya kan
bertani terus juga benar-benar
tradisional gitu dan peradabannya enggak
maju mungkin itu yang kalian pikirkan
gitu ya tapi intinya kehidupan di sana
itu sangat-sangat kontras dengan
kehidupan perkotaan seperti Jakarta
walaupun tidak terisolasi dan justru
menurut gue nih ya kemampuan masyarakat
desa di sana dalam bertahan hidup itu
keren banget geng karena mereka bisa
memanfaatkan segala sesuatu yang
bersumber dari alam sebaik mungkin yang
mana semuanya jauh dari teknologi
canggih yang sebagian besar dari kita
sudah bisa dengan mudah digunakan di
kehidupan sehari-hari inilah yang
terjadi di Desa Cipta gelar geng yang
mana ada salah satu hal yang sangat
menarik dari Desa ini yaitu kemampuan
untuk memiliki cadangan makanan yang
cukup untuk 95 tahun ke depan kalau kita
lihat dari foto dan video yang
memperlihatkan ya kondisi dari Desa
Cipta gelar ini kita bisa lihat kalau
desa tersebut terletak di pegunungan
yang dikelilingi oleh persawahan
sehingga bisa dipastikan kalau
lingkungan Desa ini sangat subur dan
masyarakatnya juga Makmur ibaratnya nih
ya mereka itu jadi petani nanam sendiri
untuk makan sendiri jadi enggak untuk
cari Cuan di sana tuh Cuan ya enggak
terlalu berfungsi mungkin yang berfungsi
itu adalah pangan gitu nah jadi
sebenarnya enggak heran kalau mereka ini
memiliki cadangan makanan untuk 95 tahun
ke depan karena terlihat dari ladang
mereka sawah mereka sangat
subur tapi gua menemukan sebuah laporan
dari lima orang mahasiswa Universitas
Gajah Mada yang sempat melakukan riset
langsung ke desa Cipta gelar yang mana
Di dalam laporan mereka tersebut
dijelaskan dalam pembangunan desa
tersebut secara m sendiri masyarakat
desa Cipta gelar ini menggunakan ilmu
pengetahuan lokal kepercayaan pandangan
hidup dan adat istiadat yang memiliki
nilai serta warisan dari para leluhur
mereka mereka ini memanfaatkan sumber
daya alam yang tersedia dan melimpah di
lingkungan mereka itu untuk dipergunakan
sebaik mungkin demi memenuhi kebutuhan
dan aktivitas mereka sehari-hari dan
dikatakan juga kalau Desa ini bisa
mandiri karena adanya upaya masyarakat
dalam menjaga kelestarian hutan mereka
karena mereka memiliki Kay akinan yang
disebut dengan Lewung tutupan Nah
mungkin di sini ada teman-teman yang
keturunan Sunda yang paham artinya apa
boleh tinggalkan komentar di bawah terus
geng bagi masyarakat Cipta gelar hutan
Mereka itu memiliki peran yang sangat
vital bagi kehidupan mereka sehingga
mereka itu wajib untuk memelihara hutan
tersebut sebaik mungkin nah begitu juga
dengan sumber daya alam mereka yang lain
seperti dari perkebunan persawahan
Karena itulah yang menjadi nyawa mereka
geng Jadi mereka itu enggak bergantung
kepada maaf nih ya enggak bergantung
kepada aturan pemerintah banget gitu
Yang kalau misalkan nih pemerintah
bilang harga cabe naik semuanya pada
panik gitu nah mereka tuh enggak berlaku
itu mereka benar-benar menanam sendiri
untuk kehidupan anak cucu mereka sendiri
sumber pangan masyarakat desa ini
berasal dari karbohidrat alami yaitu
sebesar
89,6% dalam bentuk beras lalu
51,4% dalam bentuk jagung dan
66,7% dalam bentuk singkong dan 60%
dalam bentuk ubi jalan dan
70,8% untuk talas jadi masyarakat Cipta
gelar ini rata-rata bekerja sebagai
petani di sana Nah Enggak ada tuh
istilahnya yang kayak anak-anaknya malu
untuk jadi petani bercita-cita tuh yang
beda gitu jadi dokter jadi polisi
misalkan nah di sana tuh ya ada yang
pendidikannya tinggi tetap ada gitu tapi
kebanyakan Memang mereka biasanya jadi
petani dan mereka cukup bahagia dengan
kehidupan sesederhana itu geng
dan yang menjadi petani di sana juga
bukan cuma laki-laki aja bahkan ada
perempuan yang sudah menikah juga
bekerja sebagai petani ada sebanyak
90,2% laki-laki yang bekerja sebagai
petani sementara perempuannya sebesar
41,5% jadi setengahnya itu perempuan
sementara sisanya mereka itu bekerja ya
macam-macam gitu geng ada yang bekerja
non Tani ada juga yang menjadi pedagang
ada juga yang menyediakan jasa kalau
para perempuan atau istri-istri mereka
di sana itu
4,6%-nya memang bekerja sebagai pedagang
atau membuka jasa Nah karena sebagian
besar masyarakat Cipta gelar itu bekerja
sebagai petani sehingga sumber pangan
utama mereka itu merupakan hasil dari
pertanian mereka sendiri nah lalu
kemudian barulah lauk-lauk yang lain
seperti sayuran dan juga hewan-hewan
untuk mereka makan itu mereka beli dari
pihak lain Nah jadi misalkan kayak
mereka butuh ikan biasanya mereka bakal
beli dari luar Desa mereka tapi kalau
untuk sayuran padi beras Wah jangan
tanya deh itu itu stoknya banyak banget
nah sebelumnya nih geng gua udah
Sebutkan kan kalau Desa Cipta gelar ini
bisa mandiri karena menganut kepercayaan
tertentu terus mereka masih menjunjung
tinggi adat istiadat serta ilmu
pengetahuan lokal yang sudah mereka
percaya selama turun temurun Jadi mereka
ini enggak pernah meninggalkan adat
istiadat yang diturunkan oleh leluhur
mereka jadi dilestarikan terus geng
makanya hidup mereka setenang itu Jadi
mereka enggak ngejar yang namanya
kemewahan enggak perlu stres dengan hal
yang modern cukup dengan kehidupan
tradisional
mereka Nah selanjutnya nih geng gua
bakal menjelaskan mengenai Sistem adat
diciipta gelar yang juga berkaitan
dengan pengelolaan sumber daya pangan
desa tersebut yang sampai dikatakan ya
bisa cukup sampai 95 tahun ke depan Nah
sekarang kita masuk ke dalam pembahasan
sistem adat yang berkontribusi dalam
pengelolaan sumber daya pangan dicipta
gelar
[Musik]
jadi geng Desa Cipta gelar itu adalah
salah satu pemukiman atau kampung adat
yang masuk ke dalam kesatuan adat Banten
kidul informasi lain menyebutkan ya
kalau Cipta gelar Ini adalah sebuah nama
pemukiman adat yang dijadikan sebagai
pusat pemerintahan bagi kesepuhan adat
Banten kidul bahkan dikatakan kalau Desa
Cipta gelar ini masih memiliki hubungan
dengan kerajaan Sunda milik Prabu
Siliwangi nah sejarahnya kurang lebih
kayak gitu dan lokasinya memang berada
di daerah yang jauh dari lingkungan kota
tepatnya berada di pedalaman Gunung
Halimun salak di bagian selatan dari
Pegunungan Kendeng di Jawa Barat Desa
Cipta gelar ini secara administrasi
berada di desa sirna resmi Kecamatan
Cisolok Kabupaten Sukabumi Jawa Barat
Nah karena menjadi sebuah Kampung Adat
pastinya ada sebuah budaya yang
dilakukan secara turun-temurun dan tetap
dijaga oleh masyarakat sana di
lingkungan sosial mereka yang wajib
dijalankan oleh setiap orang yang
tinggal di desa tersebut contohnya nih
ya misalkan kayak suku badui gitu nah
mereka ini masih menjalankan budaya
mereka sampai sekarang bahkan aturan
adat istiadat seperti itu Harus dipatuhi
oleh para pengunjung yang nonbadui
sekalipun yang datang ke sana Jadi
benar-benar harus ngikutin aturan gitu
hal ini juga sama geng dengan yang
terjadi di Desa Cipta gelar ini di desa
ini ada seorang tetua adat atau yang
biasa disebut dengan Abah yang diangkat
berdasarkan keturunan Nah jadi
benar-benar kayak zaman dulu geng kayak
raja-raja gitulah Yang tahtanya itu bisa
di diwariskan secara turun-temurun
kepada anak-anaknya nah terus masyarakat
di sana geng masih memegang kuat adat
dan tradisi yang sudah dijalankan selama
kurang lebih
640 tahun jadi ini desa tua banget nah
itu artinya mereka itu sudah melalui ya
Beberapa generasi dan yang jelas memang
udah lama banget adat dan tradisi
tersebut dijalankan makanya enggak heran
kalau adat istiadat di sana sangat
mengakar dengan sangat kuat di
tengah-tengah masyarakat Nah pasti
kalian penasaran nih Apa sih adat
istiadat yang mereka jalankan Selama
ratusan tahun ini Jadi G masyarakat desa
Cipta gelar ini memiliki kepercayaan
terhadap padi jadi padi itu spesial buat
mereka dan mereka memiliki budayanya
sendiri untuk memperlakukan padi nah
masyarakat desa Cipta gelar ini percaya
kalau padi adalah suatu hal yang sangat
istimewa bahkan harus dihormati dan
dianggap suci bagi masyarakat Ya mungkin
kalian akan berpikir gila nih masyarakat
di sana menuhankan tumbuhan gitu padi ya
tapi begitulah adatnya geng dan memang
bisa terbukti ya padi bisa jadi beras
dan beras bisa menjadi penghidupan dan
itu semua bisa terjadi karena padi
dianggap oleh mereka sebuah bagian dari
kehidupan masyarakat mereka jadi Padi
ini adalah sesuatu yang memberi mereka
kehidupan dan menganggap kalau padi itu
layaknya manusia yang memiliki roh dan
jiwa serta hidup dan memiliki bagian
tubuh yang
penting karena kepercayaan itulah
masyarakat Cipta gelar ini memperlakukan
padi ya tumbuhan padi yang ada di sawah
itu sangat berhati-hati seperti merawat
anak mereka sendiri ya karena mereka
tahu sumber hidup mereka dari situ dan
salah satu perlakuan khusus yang
diberikan oleh masyarakat Cipta gelar
kepada padi adalah dengan memberikan
rumah khusus untuk padi-padi mereka yang
sudah dibangun yang mana rumah-rumah
tersebut adalah lumbung jadi tempat
menyimpan padi yang sudah panen nah
terus geng untuk menanam padi bisa
dilakukan di dua tempat yaitu di lahan
kering atau ladang atau biasa juga
disebut dengan Huma nah serta bisa juga
ditanam di lahan yang basah atau sawah
kalau di desa Cipta gelar masyarakatnya
itu melakukan cocok tanam untuk padi di
kedua tipe lahan tersebut jadi di lahan
kering juga di lahan basah juga dan di
antara kedua lahan tersebut sebenarnya
masyarakat Cipta gelar lebih dahulu
menanam padi di ladang atau Huma yang
mana ini merupakan lahan kering gitu Ya
nah tapi untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat terkait pangan di desa
tersebut akhirnya masyarakat Cipta gelar
mulai melakukan cocok tanam padi di
sawah alias di lahan yang
basah terus geng semenjak masyarakat di
sana itu sudah mengenal dan melakukan
cocok tanam padi di sawah mereka itu
enggak sepenuhnya berpindah atau
meninggalkan Huma Huma itu ladang yang
kering tadi tapi justru masyarakat Cipta
gelar jadi menerapkan menanam padi di
kedua tipe lahan tersebut baik di lahan
yang kering maupun di lahan yang basah
dan menurut mereka padi yang ada di
sawah itu sebenarnya sangat bergantung
dengan padi yang ditanam di lahan kering
jadi apapun yang berkaitan dengan dengan
aktivitas padi yang ada di sawah itu
harus diawali dengan padi yang ada di
Huma atau lahan kering terlebih dahulu
aktivitas menanam padi itu baru dimulai
dengan apa yang disebut ngasek ini
koreksi gua kalau salah dalam penyebutan
nah ini adalah ketika masyarakat menanam
padi di Huma atau di lahan kering baru
kemudian mereka melanjutkan dengan apa
yang disebut tandur Nah itu adalah
sebutan untuk menanam padi di sawah atau
di lahan
basah terus enggak cuma proses
menanamnya aja a geng tapi urutan
tersebut juga berlaku ketika musim panen
yang mana itu berarti panen pertama
harus di Huma terlebih dahulu atau di
lahan kering terlebih dahulu baru
kemudian di lahan basah atau di sawah
Jadi enggak boleh tuh kebalik ketika
musim panen atau masyarakat Cipta gelar
biasanya menyebut dengan ngunjal seluruh
hasil panennya itu baik yang dari lahan
kering atau Huma maupun sawah lahan
basah akan dibawa ke pemukiman untuk
dikumpulkan di
sana masyarakat Cipta gelar ini percaya
ya kalau padi yang mereka tanam di lahan
kering atau Huma adalah padi yang
dirawat oleh ibu bumi atau Dewi padi Nah
ada kepercayaan semacam itu geng Hal ini
dikarenakan Huma itu adalah lahan kering
yang enggak dialiri oleh air sama sekali
nah jadi itu kan biasanya bakal terlihat
mustahil gitu kan Tapi menurut mereka
setelah Huma atau lahan kering itu
ditanami dengan benih padi benih padi
tersebut dibiarkan begitu aja geng agar
tumbuh dengan sendirinya dan enggak
disiram sama sekali ataupun ya selama
proses tumbuh padi itu enggak kena air
gitu Nah makanya masyarakat Cipta gelar
percaya kalau padi tersebut dirawat oleh
ibu bumi sampai akhirnya padi itu siap
panen walaupun enggak mereka rawat pakai
air berbeda dengan padi yang mereka
tanam di sawah atau di lahan basah yang
pertumbuhan padinya masih ada campur
tangan dari manusia jadi enggak bisa
dibiarin gitu aja harus benar-benar
diliiatin diairin gitu Oleh karena itu
padi yang tumbuh di Huma itu sangat
disakral oleh masyarakat Cipta gelar dan
diutamakan Penanganannya karena dianggap
suci yang melibatkan kekuatan yang
dimiliki oleh ibu bumi atau Dewi Sri
tadi menurut kepercayaan
mereka terus lokasi untuk menanam padi
di Huma atau lahan kering ini sering
berpindah-pindah setiap tahunnya nah Hal
ini dikarenakan kondisi kesuburan dari
Huma itu sendiri yang terus-menerus
berkurang setelah ditanami padi nah
ketika datang masa panen atau ngunjal
padi yang sudah dipanen akan dibawa ke
pemukiman lalu disimpan di dalam lumbung
atau yang mereka sebut dengan kata luit
jadi ada tiga jenis luit di desa
tersebut yaitu ada luwit jimat yaitu
lumbung kesepuhan ada luwit rurukan atau
lumbung adat dan luwit warga nah
dikatakan nih kalau jumlah dari luwid
rurukan dan luwid warga itu terus
bertambah setiap tahunnya tapi rata-rata
setiap kepala keluarga itu memiliki dua
luwit dengan kapasitas kurang lebih 2
ton padi Wah gila ini satu kepala
keluarga punya 2 ton Buset buat makan
berapa tahun tuh geng terus geng di
cipta gelar sendiri ada salah satu
aturan adat yang wajib ditaati yaitu
ritual yang disebut dengan ngadiuken nah
ngadiuken ini adalah ritual meletakkan
padi di dalam luit yang diambil dari
Huma maupun dari sawah dan ngadiuken ini
adalah ritual sakral dalam prosesi
budaya padi milik masyarakat Cipta gelar
Nah kalau ada masyarakat yang tidak
menanam padi Huma atau tidak
menghasilkan padi Huma di lahan kering
yang jumlahnya mencukup i nah dilarang
untuk menggelar ritual ngadiuken ini Hal
itu menyebabkan hasil produksi dari padi
Huma sangat dianggap penting geng bagi
masyarakat Cipta gelar nah meskipun ya
hasil yang diperoleh dari panen ketika
menanam padi di Huma atau lahan kering
hanya berjumlah satu ikat aja tapi
ritual ngadiuken ini sudah harus
dilaksanakan selain ritual ngadiuken ada
lagi tradisi yang dijalankan oleh
masyarakat Cipta gelar yaitu upacara
Seren Taun upacara Seren Taun ini
sendiri berasal dari kata Seren dan taun
yang digabungkan jadi satu yang dalam
bahasa Sunda Seren itu berarti
menyerahkan dan tahun itu berarti tahun
jadi menyerahkan tahun artinya ya dengan
kata lain ini merupakan upacara serah
terima dari panen tahun lalu untuk tahun
depan dan upacara Ini sudah berlangsung
sejak 655 tahun yang lalu geng dan
ditunjukkan untuk mengungkapkan rasa
syukur atas hasil alam atau panen yang
mereka terima nah Seren taahun ini juga
sebagai sebuah upacara yang dimaksudkan
untuk melepas tahun yang sudah dilalui
dan menerima tahun yang akan datang atau
tahun
baru lalu geng ada sebuah informasi yang
datang dari media detik Jabar yang
ditulis pada Tahun 2022 mengenai Desa
Cipta gelar ini geng yang mana tim dari
detik Jabar berhasil melakukan wawancara
dengan Abah Ugi sugriana Rakasiwi yang
menjadi ketua adat di cipta gelar dan
merupakan generasi ke-10 yang mewarisi
status sebagai ketua adat dari ayahnya
yang bernama Abah uncup Sucipta atau
dikenal dengan dengan nama Abah Anom si
Abah Ugi ini anaknya Abah Anom dan dia
sendiri sudah menjadi ketua adat di
cipta gelar sejak tahun 2007 Abah Ugi
ini mengatakan kalau masyarakat Cipta
gelar itu hanya menanam padi satu kali
dalam setahun nah beda nih dengan
petani-petani modern petani modern tuh
ya setahun mungkin bisa berkali-kali
panennya atau justru 6 bulan sekali gitu
Nah tapi di cipta gelar mereka sangat
menghargai yang namanya ya sistem alam
enggak pakai kimia enggak pakai
pestisida enggak pakai pupuk yang
aneh-aneh Nah makanya mereka hanya
menanam padi 1 tahun sekali tetapi
stoknya melimpah hasilnya melimpah cukup
untuk stok beberapa tahun di desa mereka
semua hasil panen padi tersebut yaitu
untuk kehidupan mereka sehari-hari
enggak mereka jual gitu kalaupun ada
sisa biasanya mereka akan simpan untuk
di tahun berikutnya jadi enggak ada
satupun padi mereka yang diperjual
belikan saking dihargainya Nah jadi kita
enggak bisa tuh datang ke desa tersebut
untuk membeli padi dari mereka tapi kita
boleh makan di sana Jadi kalau kita
datang ke sana kita disuguhi tuh
makanannya dan Pak padinya dikatakan
super enak karena ya ditanam dengan cara
tradisional dan hal ini memang sudah
diterapkan oleh masyarakat adat Cipta
gelar sejak zaman nenek moyang mereka
dulu Nah untuk menanam padinya sendiri
mereka memiliki waktu tertentu yang
sesuai dengan rasi bintang dan dikenal
oleh masyarakat dengan sebutan kidang
dan Kerti Nah jadi walaupun mereka
enggak pakai kimia atau alat yang
canggih tapi mereka tuh punya patokan
yaitu patokannya tadi adalah rasi
bintang tersebut dan mereka biasanya
nyebutnya tadi kidang atau Kerti jadi
masyarakat Cipta gelar enggak bisa
sembarangan untuk menanam padi geng
mereka bisa melihat rasi bintang itu
pada malam hari kalau kidangnya sudah di
atas kepala berarti mereka sudah bisa
menanam padi tapi kalau Kerti yaitu
ketika kidangnya tidak kelihatan itu
artinya hama sudah mulai bermunculan
sehingga mereka itu harus panen segera
sebelum kidangnya enggak kelihatan
lagi terus geng selain dua upacara yang
sempat gua Sebutkan sebelumnya ada
beberapa upacara lainnya yang dilakukan
oleh masyarakat Cipta gelar yaitu
upacara sapang jadian Pare yaitu
syukuran penanaman padi pada waktu 1u
minggu saat benih padi yang ditanam
mulai tumbuh Nah kemudian ada lagi Pare
nyiram yaitu syukuran ketika benih padi
mulai tumbuh subur Lalu ada lagi yang
disebut dengan mapak Pare bekah atau
syukuran saat padi siap dipanen nah
terus ada lagi mipit Pare yaitu syukuran
setelah menanam padi kemudian ada lagi
nganyaran atau syukuran besar bagi
simbol pertama kali menikmati hasil
panen pada tahun tersebut di mana ketika
upacara itu dilaksanakan ibu-ibu yang
memasak nasi dilarang berbicara satu
sama lain Dan dianjurkan ketika memasak
ini sambil menyirih atau mengunyah sirih
geng Wah gila ya kuat banget adat
istiadatnya terus enggak cuma upacara
dan keyakinan yang dianut oleh
masyarakat Cipta gelar aja mereka juga
memiliki satu dapur bersama kebayang
engak tuh keren banget ya itu sekampung
punya tempat masak atau satu dapur
bareng-bareng dan di dapur tersebut
enggak pernah ada yang berhenti memasak
jadi setiap hari itu Desa dipenuhi
dengan makanan anak-anak mereka
sehat-sehat dan mereka juga enggak pakai
kompor jadi benar-benar pai kayu bakar
cara tradisional untuk memasak nah
nantinya seluruh orang di desa itu juga
akan makan di dapur bersama itu sehingga
mereka itu enggak makan di rumah atau
enggak masak di rumah jadi setiap hari
makanannya ada terus di dapur bersama
itu dan hal ini bukanlah tentang memasak
atau makan aja geng tapi juga menjadi
simbol dari kehidupan yang terus
berjalan dan hubungan yang harmonis
dengan alam bahkan kayu yang mereka
pakai untuk memasak juga enggak diambil
dengan asal-asalan masyarakat Cipta
gelar memastikan ketika mereka mengambil
kayu itu tidak merusak ekosistem yang
ada nah meskipun namanya Desa kalian
Jangan menganggap remeh Desa Cipta gelar
ini geng karena gara-gara Desa ini ada
sebuah stasiun radio yang diberi nama
radio Suara Cipta gelar yang dibangun
pada tahun 2005 dan menjadi sarana
komunikasi yang penting bagi masyarakat
adat yang ada di sana Jadi ya kemajuan
teknologi juga masuk di sana saluran
radio ini juga sudah mendapatkan lisensi
dari diskominfo Kabupaten Sukabumi dan
sudah resmi menjadi radio komersial di
daerah tersebut terus Selain itu mereka
juga udah punya alat elektronik walaupun
mereka hidupnya tradisional Jadi mereka
udah punya Media TV lokal yang bernama
chiga TV yang sudah ada sejak tahun 2008
chiga TV itu banyak menayangkan
dokumenter mengenai keseharian
masyarakat desa terus memutar lagu-lagu
serta edukasi mengenai lingkungan jadi
tayangan tv-nya aja tuh positif Enggak
ada tuh sinetron-sinetron yang
settingan-settingan tuh enggak ada di
sana tuh semuanya positif terus kemudian
kerennya ya di desa ini mereka itu
mengandalkan sinar matahari dan air
untuk dijadikan sebagai sumber energi
listrik Nah jadi masyarakatnya itu udah
pintar geng enggak ketinggalan zaman
gitu Dan salah satu energi ini menjadi
sumber daya bagi masyarakat untuk bisa
mendapatkan wi-fi dari hasil kerja sama
masyarakat Cipta gelar dengan beberapa
desa yang berada di sekitarnya Nah jadi
kalau kalian pikir Desa ini enggak
terjangkau listrik enggak terjangkau
internet karena berada di daerah yang
jauh dari perkotaan dan masih
menggunakan obor atau lampu minyak ya
kenyataannya enggak gitu geng mereka ini
hanya mempertahankan gaya hidup yang
sederhana sesuai dengan adat tetapi
mereka juga mengikuti perkembangan zaman
bahkan yang lebih kerennya mereka itu
menghasilkan listrik mereka sendiri
tanpa mengandalkan listrik dari PLN nah
masyarakat Cipta gelar ini benar-benar
memanfaatkan semua yang tersedia di alam
untuk menunjang kebutuhan mereka
sehari-hari dan tentu merawat sumber
daya tersebut sebaik mungkin agar tetap
terpelihara agar kehidupan mereka terus
[Musik]
berlanjut Nah itu dia geng pembahasan
kita hari ini mengenai indahnya Desa
Cipta gelar yang menakjubkan dan unik
kehebatan mereka dalam mengelola sumber
daya alam yang benar-benar membuat kita
tercengang Coba ya ilmu atau cara yang
dilakukan oleh masyarakat Cipta gelar
ini bisa diterapkan di daerah lain pasti
Indonesia enggak akan lagi mengimpor
beras karena semua masyarakatnya bisa
tercukupi kebutuhan pangan ya dari hasil
menanam sendiri nah gimana Menurut
kalian geng tentang cerita dari Desa
Cipta gelar ini Apa pelajaran yang
mungkin bisa kita ambil dari sini coba
tinggalkan komentar di bawah