Transcript
GyV5sUuTsTg • THE FIRST INDONESIAN ASTRONAU! PRATIWI SUDARMONO
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1259_GyV5sUuTsTg.txt
Kind: captions
Language: id
tapi pasti timbul pertanyaan bukannya
ketika Bu Pratiwi ingin terbang ke luar
angkasa itu juga turut disertakan
Satelit Palapa dan Presiden Soeharto pun
mendukung ya sebagai pemimpin ketika
Satelit Palapa itu akan diterbangkan Kok
bisa dibilang orde baru Enggak mendukung
penelitian di bidang antariksa nih Yo
geng tekan tombol subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
jeri
[Musik]
genggeng Oke Setiap kali kita membahas
mengenai luar angkasa atau misalnya
mengenai NASA dan
astronaut-astronautnya pasti mereka
semua itu berasal dari luar negeri ada
yang dari Rusia misalkan yang disebut
dengan cosmonaut atau justru Astronaut
yang berasal dari Amerika Serikat Nah
tapi di luar itu belakangan kita juga
tahu bahwa negara India juga sudah
mengabarkan kalau Astronaut mereka sudah
mendarat di bulan kabar seperti itu aja
banyak banget yang enggak percaya ya kan
malah Banyak yang bilang hoax gitu Mana
mungkin sekelas India yang sikmanya
selalu jadi olok-olokan gitu ya
mengklaim kalau mereka bisa sampai ke
tahap menerbangkan astronut Ke Bulan
banyak banget yang meragukan walaupun
sebenarnya tidak bisa dipungkiri kalau
banyak anak muda India yang memang
pintar-pintar ya salah satu contohnya
nih banyak dari keturunan India yang
bekerja di perusahaan besar ternama
seperti Microsoft Facebook Google dan
lain-lain nah namun geng stigma kayak
gini enggak bisa disalahkan juga karena
menurut gua ini sebuah pemikiran yang
sudah secara berlarut larut dari lama
gitu ya ada di tengah-tengah masyarakat
nah ini semua dikarenakan memang ilmu
pengetahuan dan teknologi dari
negara-negara barat jauh lebih maju
dibandingkan dengan negara-negara lain
apalagi mengingat kalau penjelajahan
luar angkasa memang berawal dari
persaingan antara Amerika dan Uni Soviet
saat mereka berada di perang dingin atau
cold war
nah namun geng di tengah-tengah remehan
atau di tengah-tengah anggapan bahwa
negara India terus juga negara Asia gitu
ya mungkin enggak bisa seperti negara
barat Ternyata gua menemukan sebuah
fakta sejarah yang cukup mencengangkan
yaitu tentang negara kita yang ternyata
dulunya negara kita pernah ada seorang
astronut perempuan Bahkan Astronaut
perempuan ini menjadi astronut pertama
di Asia namanya itu adalah Pratiwi
Sudarmo dan Enggak banyak orang
Indonesia yang tahu kalau ternyata
Indonesia pernah punya seorang astronut
perempuan kayak gini Dan ini juga bukan
sebuah klaim semata karena Bu Pratiwi
itu pernah terlibat di dalam proyeknya
Nasa untuk menjalankan misi keluar
angkasa nah cuma sedihnya nih geng
beliau ini gagal untuk berangkat karena
ada sebuah tragedi yang bernama insident
Challenger nah Apa itu insident
challengers nanti kita bakal bahas
selengkapnya karena masih banyak di
antara kita yang belum mengetahui
mengenai bupratiwi ini gua tertarik nih
geng untuk membahas Bagaimana sepak
terjang beliau di dalam dunia antariksa
sampai akhirnya Bu Pratiwi ini bisa
terlibat di dalam proyek NASA dan juga
nantinya gua bakal membahas mengenai
perkembangan teknologi bidang antariksa
di Indonesia yang enggak kalah menarik
buat dibahas langsung aja nih kita bahas
secara lengkap di sisi lain
[Musik]
kita masuk ke dalam pembahasan profil
dari Bu Pratiwi Sudarmono
Oke Nama lengkapnya Pratiwi Puji Lestari
Sudarmono dia lahir di Bandung Jawa
Barat pada tanggal 31 Juli 1952
bupratiwi ini adalah anak pertama dari
enam bersaudara dan walaupun beliau
lahir di Jawa Barat sebenarnya bupratiwi
ini bukan orang sunda melainkan
keturunan Jawa sebenarnya sudah terlihat
dari namanya yang sangat kental dengan
ciri khas nama orang Jawa dan bupratiwi
sendiri juga bukan orang Jawa biasa
Karena beliau ternyata berasal dari
kalangan bangsawan kakeknya itu termasuk
ke dalam golongan ningrat dari
Kesultanan Surakarta Hadi ningrat dengan
latar belakang sebagai seorang ningrat
sejak dia masih kecil bu Pratiwi ini
sudah mendapatkan beberapa privilege
seperti misalnya kalau ada sebuah
upacara pernikahan dia dan keluarganya
bisa duduk di paling depan sementara
orang-orang yang enggak memiliki
keturunan ningrat itu tidak bisa duduk
sejajar dengan mereka tradisi seperti
ini masih dipertahankan di Jawa sana
terutama di daerah Yogyakarta dan juga
Solo yang masih kental akan tradisi adat
istiadatnya gelar ningrat yang dimiliki
oleh bangsawan-bangsawan Jawa juga masih
digunakan di universitas sampai saat
sekarang ini
nah lalu singkat ceritanya nih geng
sejak dia masih kecil beliau sudah
tertarik dengan hal-hal yang berhubungan
dengan tata surya antariksa serta hal
yang berhubungan dengan luar angkasa
penasaran dengan apa yang ada di luar
angkasa sana Apakah hanya ada bintang
dan bagaimana bintang bisa bersinar itu
selalu terlintas di dalam benak Bu
Pratiwi saat masih kecil dan sewaktu
beliau duduk di kelas 2 SD beliau ini
ditanyakan apa cita-citanya kalau dia
sudah besar nanti dan beliau pun
menjawab dengan mantap nih dia bilang
dia ingin menjadi bagian dari Indonesian
Space experiment atau disingkat dengan
inspex dan setelah dia lulus pendidikan
SD dan SMP di Bandung Bu Pratiwi ini
melanjutkan SMA di Jakarta dan lulus
pada tahun 1970-an lalu setelah lulus
pendidikan sekolah Bu pratewi kemudian
melanjutkan pendidikannya lagi ke
tingkat universitas dan masuk ke dalam
Universitas Indonesia nah di saat itu
beliau ini Saking pintarnya gitu ya
mengambil jurusan kedokteran setelah
lulus dia lulus S1 bupratiwi kembali
melanjutkan ke S2 masih sama juga di UI
dan berhasil lulus dengan gelar master
pada tahun 1977 lalu singkat ceritanya
lagi pasc dia lulus pendidikan di UI Bu
Pratiwi mengawali karirnya sebagai staf
pengajar dan peneliti laboratorium
mikrobiologi di fakultas kedoktoran UI
dan kemudian Bu Pratiwi memutuskan untuk
melanjutkan pendidikannya di Jepang
tepatnya di research Institute for
microbial diasis yang ada di Osaka
University dia pun lulus dengan meraih
gelar PhD atau doktor kalau di Indonesia
Bukan dokter ya tapi Doktor nah biasanya
tuh S3 Nah karena pendidikannya inilah
bupratiwi akhirnya menjadi perempuan
Indonesia pertama yang mendapatkan gelar
doktor dalam bidang kedokteran dengan
perguruan tinggi yang ada di Jepang jadi
dia orang yang
pertama nah walaupun sudah mendapatkan
gelar doktor bupratiwi ini enggak bisa
menjadi seorang Profesor geng bukan
karena dia enggak mau geng tapi
melainkan karena background dari
keluarganya yang mana sebelumnya sudah
gua Jelaskan Kalau Bu prati berasal dari
keluarga ningrat yang pasti masih kental
dengan adat istiadatnya sangat
menghormati orang yang lebih tua
termasuk dalam hal pendidikan jadi
bupratiwi enggak bisa menjadi seorang
Profesor karena orang yang lebih tua di
keluarganya belum ada yang mendapatkan
gelar tersebut gokil ya padahal Ya mau
gimana lagi gitu enggak boleh
dilangkahin Padahal dia pintar ya mau
gimana lagi ya kan nah jadi Bu Pratiwi
ini enggak bisa melangkahi orang yang
lebih tua kecuali sudah ada orang yang
lebih tua di keluarganya yang terlebih
dahulu menjadi Profesor barulah Bu
Pratiwi bisa melanjutkan S sampai
menjadi Profesor berbakti banget ya dan
menurut Bu Pratiwi bahkan tanpa adanya
prestasi atau pencapaian secara ilmiah
atau akademik orang yang lebih tua bisa
mendapatkan apapun terlebih dahulu nah
menurut Bu Pratiwi bahkan tanpa adanya
prestasi dan pencapaian secara ilmiah
atau akademik orang yang lebih tua itu
bisa mendapatkannya terlebih dahulu yang
mana menurut Bu Pratiwi bahkan tanpa
adanya prestasi pencapaian secara
akademik yang namanya orang tua gitu ya
itu mereka sudah makan asam garam
terlebih dahulu jadi Sudah wajar mereka
itu harus dihormati walaupun secara
akademik mungkin Bu Pratiwi lebih pintar
dan hal seperti ini memang sudah
dipraktikkan di dalam kehidupan keluarga
mereka bahkan ketika Belanda masih
menjajah Indonesia katanya dan mereka
masih mempertahankan tradisi
[Musik]
itu nah background keluarga bupratiwi
yang seperti itu bukan cuma berkaitan
dengan akademis aja tapi juga berkaitan
dengan gendernya ya bukan bermaksud
untuk menjelek-jelekkan tapi di
Indonesia bahkan sampai sekarang nih
geng perempuan sering sekali dinomor
duakan gitu itu dan terkadang dianggap
ya lebih lemahlah dibanding laki-laki
dalam banyak hal mau itu jabatan
pendidikan dan lain sebagainya begitu
juga yang awalnya dialami oleh Bu
Pratiwi beliau yang notabandnya berasal
dari keluarga ningrat Jawa pasti
mendapatkan banyak tantangan sebagai
seorang perempuan Jawa Apalagi kalau
berasal dari keluarga ningrat yang
banyak aturannya pada zaman dulu Enggak
seperti sekarang yang sudah ya lebih
bebas dan lebih openmed lebih terbuka
gitu kalau dulu apa-apa tuh dikaitkan
dengan gendernya ya misalkan kayak kamu
tuh perempuan enggak boleh mimpin
orang-orang banyak perempuan enggak
boleh mimpin atau kamu tuh perempuan
enggak boleh kerja terlalu keras enggak
boleh kerjain kerjaan laki-laki ya
kurang lebih kayak gitu dan bahkan di
zaman dulu perempuan sering sekali
terhambat untuk bisa memiliki pendidikan
dan karir hanya karena dia seorang
perempuan nah namun background
keluarganya tersebut ternyata tidak
membuat Bu Pratiwi menyerah terhadap
mimpi-mimpi dan cita-citanya dia Bu
Pratiwi ini membuktikan kepada
keluarganya sebagai perempuan Jawa dia
bisa memiliki pendidikan yang tinggi dan
bisa melakukan apa yang juga dilakukan
oleh laki-laki bahkan untuk sebuah
pencapaian yang sering sekali dianggap
terlalu tinggi dan mustahil dimiliki
oleh seorang perempuan itu digapai oleh
dia Nah makanya dia benar-benar gigih
yang mana pada awalnya dia berkuliah di
Jurusan Kedokteran akhirnya dia mengejar
cita-cita lamanya untuk menjadi bagian
dari dunia antariksa alias ya Dia pengen
jadi
astronut sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan perjalanan bupratiwi
Sudarmono dan dalam dunia
antariksa jadi geng singkat ceritanya
nih ya prestasi yang dimiliki oleh Bu
Pratiwi ini enggak sampai di sana aja
karena Setelah dia menyelesaikan
pendidikannya di Jepang pada tahun 1985
bupratiwi ini berangkat pergi ke jansson
Space center yang ada di Amerika Serikat
tujuannya untuk mengikuti pelatihan dan
mendapatkan sertifikat Astronaut
spesialis muatan sebagai cara agar
bupratiwi bisa mewujudkan cita
cita-citanya menjadi bagian dari inspex
karena kecintaannya terhadap antariksa
jadi sampai akhirnya nih ya ilmu
kedokterannya dia itu ya kan akhirnya
dia apa ya kayak Ya udah dia simpan dia
pendam dan dia tetap dengan cita-citanya
ingin menjadi bagian dari anggota inspek
tadi sampai pada akhirnya cita-cita ini
hampir terwujud geng karena Bu Pratiwi
akhirnya berhasil untuk terlibat dalam
sebuah misi penerbangan keeluar angkasa
bersama dengan Nasa Wah di saat itu ada
dua seleksi yaitu ada seleksi orang dan
juga seleksi program penelitian dan Bu
Pratiwi mengikuti seleksi program
penelitian dengan memasukkan proposal
riset ke inspeks Dan di saat itu ada
lima buah penelitian yang disetujui oleh
NASA dan salah satu penelitiannya adalah
penelitian yang diajukan dan dibuat oleh
Bu Pratiwi nah Lalu ada empat kandidat
lain dari Indonesia untuk bisa terbang
ke luar angkasa ada Bu Pratiwi sendiri
dan kemudian ada yang namanya Taufik
Akbar yang merupakan lulusan dari teknik
telekomunikasi ITB Lalu ada MK Yus dan
seorang wartawan dari tempo yang bernama
Bambang Harimurti dari empat orang
tersebut yang terpilih untuk menjadi
bagian dalam penerbangan Hanya dua orang
yaitu Bu Pratiwi dan taufi
[Musik]
Akbar tapi di dalam penerbangan itu yang
dari Indonesia yang memang mereka berdua
nah namun ada Astronaut lain yaitu
sebanyak en astronut yang ikut terbang
bersama mereka di Nasa selama 7 hari
untuk penelitian inspex nah penelitian
yang akan dilakukan oleh Bu Pratiwi dan
temannya yang lain yaitu itu percobaan
sel darah merah dalam kondisi tanpa
bobot pemantauan flora mikroba dan
pengembangan awal pertumbuhan sel
binatang dan tumbuhan di luar angkasa
Nah jadi bisa dikatakan ya ilmu
kedokterannya dia tuh membawa dia bisa
menjadi bagian dari penerbangan ke luar
angkasa ya untuk penelitian gitu dan di
dalam misi tersebut juga dikatakan
mereka akan membawa tiga satelit yang
salah satunya adalah satelit kebanggaan
dari Indonesia yaitu Palapa B3 nah Nasa
juga menawarkan Indonesia untuk terlibat
di dalam misi ini k karena sebelumnya
Indonesia pernah mencoba untuk
meluncurkan satelit hanya saja gagal
hingga akhirnya Nasa menawarkan bantuan
untuk meluncurkan satelit supaya tidak
gagal gitu dan hal ini disambut baik
oleh pemerintah Indonesia yang di saat
itu masih dipimpin oleh Presiden
Soeharto karena ini akan menjadi sebuah
momentum bersejarah bagi Indonesia untuk
terlibat di dalam dunia antariksa dan
sebagai acuan bagi negara kita dalam
bidang tersebut terus Selain itu dengan
adanya orang Indonesia yang nantinya
berhasil untuk mengorbit di luar angkasa
Presiden Soeharto berharap kalau
Indonesia akan lebih maju dalam segi
teknologi komunikasi dengan
diterbangkannya satelit Palapa tersebut
rencananya Bu Pratiwi dan teman-temannya
yang lain yang akan diterbangkan
menggunakan pesawat ulangalik yang
bernama Challenger pada bulan Juni tahun
1986 nah namun geng sedihnya ada sebuah
insiden yang terjadi beberapa bulan
sebelum jadwal dari penerbangan Bu
Pratiwi terlaksanakan tepatnya pada
tanggal 28 Januari tahun 1986 yaitu ada
sebuah kecelakaan pesawat ulang alik
Challenger jenis pesawat yang sama yang
akan dipakai oleh Bu Pratiwi dan
teman-temannya yang lain untuk misinya
nanti sebenarnya misi penerbangan
Challenger di tanggal 28 Januari ini
direncanakan berangkat pada tanggal 22
Januari atau 6 hari sebelumnya Hanya
saja karena ada berbagai kendala seperti
kerusakan teknis di pesawat dan juga
cuaca sehingga peluncurannya harus
diundur terus beberapa kali Sampai
akhirnya dijadwalkan terbang pada
tanggal 28 namun menurut brita Nika
ditundanya peluncuran tersebut
disebabkan karena keterlambatan yang
dialami oleh misi pesawat ulang alik
yang sebelumnya yaitu 61 sipse yang
belum kunjung mendarat dikatakan ada
tujuh orang kru yang berada di dalam
pesawat tersebut yaitu yang bernama
Francis kobi Lalu ada Michael Smith
Elison Onizuka Judith resnick Ronald
mcneir gregory Jarvis dan kraista mcet
koreksi gua kalau salah dalam pengucapan
namanya nah misi yang mereka bertujuhi
ini dikenal dengan sebutan 51 STP l
untuk meluncurkan satelit komunikasi
tdrs STP 2 di satelit tdrs trp 2 ini
juga membawa satelit Kecil Untuk
mengamati komet Heli ketika mendekat ke
matahari dan misi tersebut dikatakan
akan dilakukan selama 6 hari dan
mendaratkan Challenger di cape caneveral
Florida Nah Tapi sayangnya mereka ini
belum mendarat sehingga penerbangan
selanjutnya itu harus ditunda
terus-menerus
terus nah namun geng setelah itu
akhirnya peluncuran pun dilakukan pada
tanggal 28 Januari tahun 1986 pada pukul
11.38 pagi awalnya dikatakan semuanya
berjalan normal-normal aja sampai pada
akhirnya 73 detik setelah peluncuran dan
di ketinggian 14.000 m pesawat
Challenger tiba-tiba saja meledak dan
Challenger itu hancur berkeping-keping
dan puing-puingnya itu sampai jatuh ke
samudraa Atlantik
[Musik]
nah Kejadian ini benar-benar memilukan
karena ketika proses evakuasi dilakukan
tidak ditemukan adanya keberadaan dari
tujuh kru yang berada di dalam pesawat
sehingga diasumsikan kalau seluruh kru
meninggal dan hancur berkeping-keping
ketika terjadinya insiden tersebut nah
tragedi ini disaksikan oleh seluruh
orang di dunia melalui siaran TV di saat
itu enggak terkecuali orang-orang yang
ada di Indonesia yang mana semuanya
benar-benar terenyuh sedih melihat
situasi tersebut investigasi pun
dilakukan oleh pihak NASA dan Komisi
yang ditunjuk oleh presiden Amerika
Serikat pada saat itu adalah Ronald RAN
yang terdiri dari mantan menteri luar
negeri William Rogers dan Astronaut
yaitu Neil Armstrong serta Selly Wright
dan juga Chuck jageger selaku pilot uji
dan seorang Fisikawan yang bernama
Richard feinman timbul kecurigaan dan
asumsi kalau sebenarnya kegagalan
tersebut terjadi karena dana yang
dimiliki oleh Nasa di saat itu terlalu
sedikit sementara Nasa memiliki banyak
misi untuk dijalankan jadi bisa
dikatakan tuh kayak ya misi ini tuh
kekurangan support dari segi keuangan
lah dan berdasarkan hasil penyelidikan
beberapa minggu setelah insiden ini
terjadi penyebab kecelakaan akhirnya
diduga karena adanya kegagalan di bagian
o-ing yang ada pada roket pendorong yang
disebabkan karena temperatur yang
ekstrem yang mana temperaturnya itu
sekitar 8 derajat Celcius padahal
oringnya hanya mampu menahan sampai suhu
4 derajat Celcius aja kalau menurut
Pratiwi ada bagian di dalam Challenger
yang aus sehingga terjadi kebocoran dan
bagian tersebut sebelumnya engak
terpantau oleh komputer dan hal ini yang
membuat adanya kebocoran bahan bakar dan
menyebabkan semburan api yang begitu
besar lalu barulah terjadi
ledakan komisi yang menyelidiki
kecelakaan ini itu langsung menyalahkan
pihak NASA dan pusat penerbangan
antariksa Marshall yang ada di hansfield
Alabama yang mana mereka inilah yang
bertanggung jawab atas pendorong mesin
dan Tangki pesawat ulang-alik tersebut
kemudian pihak yang turut disalahkan
lagi adalah kontraktor dari morton
tiocol di okdin Utah yang memproduksi
mesin pendorong dan merakit pesawat
tersebut di cape canaveral Florida dan
insiden ini Tentunya berpengaruh
terhadap misi yang akan dijalankan oleh
Pratiwi karena pemerintah Amerika
langsung menghentikan program pesawat
ulang alik yang akan diluncurkan oleh
Nasa untuk beberapa waktu ke depan
sehingga misi perjalanan ke luar angkasa
untuk Pratiwi di saat itu menjadi enggak
jelas sama sekali jadi atau tidaknya ya
kalau jadi tinggal pastinya kapan gitu
tapi intinya enggak ada kejelasan sama
sekali semenjak kecelakaan Challenger
ini yang terjadi di tanggal 28 Januari
tersebut Namun Enggak seperti Pratiwi
Satelit Palapa B3 yang Rencananya akan
diterbangkan bersama dengan Pratiwi di
misi tersebut akhirnya diluncurkan
duluan sekitar kurang lebih 1 tahun
setel setelah insiden Challenger terjadi
tepatnya pada tanggal 21 Maret tahun
1987 untuk mengantisipasi meninggalnya
kru seperti sebelumnya Satelit Palapa di
saat itu dibawa menggunakan roket Delta
tanpa awak yang dioperasikan oleh Nasa
karena Nasa udah Kapok lah Wah ini
enggak mungkin nih kalau misalkan sampai
meledak lagi entar memakan korban jiwa
jadi mending pakai roket Delta tanpa
adanya
[Musik]
manusia nah lalu geng walaupun gagal
dalam menjalankan misi tersebut
kontribusi Pratiwi di bidang ilmu
pengetahuan enggak putus sampai di situ
aja ya memang dia gagal untuk terbang
bersama Nasa ke luar angkasa Nah Tapi
beliau menjadi peneliti di Nasa sampai
dengan tahun 1987 nah cuma di saat itu
terjadi krisis moneter di Indonesia yang
membuat kesempatan untuk Pratiwi bisa
terbang ke luar angkasa akhirnya semakin
Kandas karena sudah enggak ada lagi dana
untuk membiayai program latihan astronut
Indonesia dan akhirnya pupus sudah
semuanya Bu Pratiwi kemudian memutuskan
untuk mengabdikan diri dengan melakukan
berbagai penelitian sekaligus men
menjadi staf pengajar di UI jadi dia
kembali ke Indonesia dan di tahun 2008
Bu Pratiwi diangkat menjadi guru besar
ilmu mikrobiologi fakultas kedokteran UI
dan di tahun 2019 beliau mendapatkan
penghargaan recognation for inspiring
woman in stem yaitu science technology
engineering and
maematic Nah jadi ini benar-benar sebuah
kisah yang membanggakan sekaligus ya
bikin kita sedih juga gitu andai aja Bu
Pratiwi bisa terbang di saat itu ya
berarti tercatat di dalam sejarah kita
sudah punya Astronaut pertama seorang
perempuan gitu ya dan gua Yakin banget
kalau Bu Pratiwi bisa terbang di saat
itu bakal ada astronut-astronaut lainnya
karena tadi gua membahas mengenai
bupratiwi yang menjadi seorang astronut
pertama perempuan dari Indonesia gua
jadi tertarik juga nih geng untuk
membahas mengenai perkembangan ilmu
pengetahuan antariksa di Indonesia jadi
sekarang kita masuk nih ke dalam
pembahasan mengenai perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi antariksa yang
ada di Indonesia
Oke Indonesia ketika masih dipimpin oleh
Presiden Soekarno sebenarnya sudah sadar
akan pentingnya pengetahuan dan
teknologi antariksa apalagi ketika
Presiden Soekarno menjadi seorang
pemimpin negara kita yang melihat
langsung Bagaimana persaingan teknologi
antara Amerika dengan Uni Soviet ketika
perang dingin dan hal itulah yang
membuat Presiden Soekarno juga concern
terhadap hal tersebut terlebih lagi
untuk dunia antariksa bagi Presiden
Soekarno sendiri luar angkasa adalah
sebuah ilmu pengetahuan yang harus
orang-orang Indonesia miliki Dan
sebagaimana Amerika Serikat dan Uni
Soviet itu berlomba-lomba untuk
berkompetisi dalam bidang antariksa ini
dan menurut Presiden Soekarno di saat
itu adalah sebuah hal yang revolusioner
untuk mempelajari hal tersebut bahkan
ketika Presiden Soekarno berpidato pada
tanggal 25 Januari tahun 1960 dalam
pembukaan Musyawarah Nasional untuk
perdamaian Presiden Soekarno menyebutkan
ada lima tahap revolusi dunia yaitu
revolusi agama komersial industri atom
dan luar angkasa yang mana hal tersebut
sangat berpengaruh terhadap kedaulatan
sebuah negara mulai dari semangat Itulah
Nih geng pemerintah mendirikan sebuah
lembaga yang bernama Lembaga Antariksa
dan penerbangan nasional atau Pan Pada
tahun 1963 untuk menjadi media
penelitian antariksa yang ada di
Indonesia jadi kayak ibaratnya itu
nasaanya Indonesia lah dan hal ini
berdampak terhadap banyak mahasiswa yang
jadi termotivasi untuk melakukan
berbagai riset mengenai luar angkasa
terkhususnya mahasiswa dari ITB dan UGM
mereka melakukan berbagai eksperimen
peluncuran roket dan dilibatkan dalam
beberapa proyek roket milik pemerintah
seperti proyek Prima pada tahun 1967 dan
juga proyek S pada tahun 1965 di tahun
1964 Indonesia berhasil meluncurkan
roket Kartika 1 ke antariksa pada saat
itu cukup menghebohkan dunia lah dan
keberhasilan Indonesia itu yang
menjadikan Indonesia cukup
diperhitungkan di mata dunia pada
masanya dan menjadi negara kedua di
asiaafrika setelah Jepang yang bisa
meluncurkan roket ilmiah buatan sendiri
ke luar angkasa kalau ditanya sekarang
apakah masih ya gua enggak tahu deh
Jawabannya coba cari sendiri
dan sayangnya nih geng awal mula
prestasi negara kita ini enggak
berlanjut jadi karena bergantinya rezim
pemerintah dari orde lama ya ketika
Soekarno menjadi Orde Baru dipimpin oleh
e Soeharto pergantian rezim ini enggak
cuma mengganti pemimpin negaranya aja
tapi juga merubah arah politik yang juga
mengubah kepentingan nasional karena
pemerintah Orde Baru lebih fokus kepada
bidang pertanian karena dinilai jauh
lebih realistis untuk memberikan
kesejahteraan bagi
rakyat Karena itulah
yang duukung pada pertanian itu yang
harus nomor
satu ah sedih ya tapi ya udahlah mau
gimana lagi gitu Udah lewat tapi pasti
timbul pertanyaan bukannya ketika Bu
Pratiwi ingin terbang ke luar angkasa
itu juga turut disertakan Satelit Palapa
dan Presiden Soeharto pun mendukung ya
sebagai pemimpin ketika Satelit Palapa
itu akan diterbangkan Kok bisa dibilang
orde baru Enggak mendukung penelitian di
bidang antariksa nih Nah hal itu
ternyata enggak terlepas dari
kepentingan politik Pak Harto di zaman
itu geng yang mana pada saat saat itu
kita tahu sendiri bagaimana kondisi
politiknya dan bagaimana bisa Pak Harto
menjabat sampai 32 tahun Satelit Palapa
itu memang diperuntukkan untuk
komunikasi tapi dalam agenda pemilu yang
diadakan di zaman tersebut jadinya
karena dianggap menguntungkan dalam
situasi Pemilu makanya didukung penuh
Nah jadi dengan kata lain tuh itu
merupakan alat kampanye di masa itulah
kurang
lebih terus Apakah sebenarnya Indonesia
perlu untuk mengembangkan teknologi dan
ilmu pengetahuan mengenai antariksa ini
Nah kalau menurut Bu bupratiwi hal itu
sangat perlu geng untuk memahami bidang
kedirgantaraan termasuk mengenai
fenomena luar angkasa ditambah dengan
wilayah Indonesia yang strategis karena
berada di Katulistiwa sehingga kekuatan
untuk meluncurkan pesawat itu lebih
kecil dibandingkan wilayah lain yang
tidak berada di Katulistiwa karena
adanya gravitasi bumi Nah jadi kalau
dilihat dari sini Sebenarnya Indonesia
itu sudah unggul perihal lokasi kemudian
sebenarnya kalau dibandingkan dengan
India dan Cina Bu Pratiwi mengatakan
kalau Indonesia memang sudah lebih dulu
menguasai bidang ini karena di antara
negara-negara dunia ketiga yang lain
indonesial yang pertama kali memiliki
satelit bahkan Singapura dan Thailand
aja dulu numpang satelit di kita dan
kalau kata bupratiwi geng sekarang
memang Indonesia sudah punya banyak tapi
itu semua beli seperti Satelit Palapa
nah menurut dia Hal itulah yang
menyebabkan perkembangan Indonesia di
dunia antariksa menjadi terhenti karena
enggak ada media untuk belajarnya
teknologi untuk membuat satelitnya juga
udah ketinggalan kalau Indonesia enggak
ikut mempelajari antariksa ini akan
Tertinggal jauh lagi dan menurut
bupratiwi juga Indonesia memang sudah
ketinggalan karena menganggap bidang
astronomi ini bukanlah sebuah prioritas
terutama dimulai ketika zamannya Pak
Harto dan bahkan sampai sekarang karena
bukan menjadi sebuah prioritas jadi
inilah akhirnya enggak ada dana yang
digelontorkan dialirkan untuk
mempelajari dunia antariksa yang sudah
pasti menelan banyak biaya gitu nah tapi
ya dengan kondisi negara kita kayak gini
korupsinya aja banyak gitu ya Dan yang
pejabat aneh-anehnya aja dibiarin kayak
gitu aja kayaknya makin mustahil gitu
untuk bisa mendapatkan yang namanya
media untuk mempelajari dunia antariksa
ini dan tidak fokusnya Indonesia di
bidang tersebutlah menjadi salah satu
indikator Mengapa negara kita bisa
dikatakan Tertinggal dibandingkan India
yang selalu ya dianggap kotorlah
dianggap apalah gitu tapi ternyata
justru India yang lebih mampu untuk
membuktikan kalau mereka berhasil di
bidang ilmu pengetahuan mungkin ini
menjadi sebuah hal yang harus
diperhitungkan oleh pemerintah Indonesia
ke depannya untuk juga bisa fokus ke
bidang
antariksa nah itu dia geng pembahasan
kita hari ini mengenai Bu Pratiwi
Sudarmono sebagai Astronaut perempuan
pertama di Indonesia dan bagaimana
perkembangan ilmu pengetahuan serta
teknologi antariksa yang ada di
Indonesia gimana geng Menurut kalian
tentang pembahasan kita ini coba
tinggalkan komentar di bawah