T3W4S FIREFIGHTERS! EQUIPMENT CORRUPTED?
cYlvEhX1ye0 • 2024-10-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id memang benar adanya dan bukan sebuah kebohongan yang dia buat karena sudah menyampaikan mengenai kerusakan alat tersebut namun tidak kunjung diperbaiki sampai pada akhirnya sekarang menelan korban yaitu Martin yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar jeri [Musik] genggeng di video kali ini kita bakal membahas sebuah cerita mengenai meninggalnya seorang petugas Damkar atau pemadam kebakaran di wilayah Depok yang bernama martinius Reja Panjaitan dia gugur di dalam tugas untuk memadamkan api ketika adanya sebuah musibah kebakaran di saat itu apa yang menarik dari pembahasan ini kenapa kok gua tiba-tiba ngebahas soal ini nah menurut gua nih geng ya pembahasan ini patut untuk kita bahas Karena setelah ditelusuri Mengapa bisa si petugas Damkar yang bernama Martinus ini meninggal dunia ternyata disebabkan karena adanya dugaan kalau para petugas Damkar ini tidak memiliki peralatan yang memadai sehingga terjadilah kecelakaan kerja yang berakhir pada terenggutnya nyawa dari martinius nah kalian bisa bayangkan geng betapa mirisnya kondisi ini betapa mirisnya ya kondisi para petugas Damkar kita yang mana mereka bekerja dengan bertaruh nyawa tapi hanya menggunakan peralatan yang seadanya dan semenjak kejadian dari martinius ini akhirnya perhatian publik tertuju pada kasus ini geng karena isu mengenai kurangnya peralatan yang memadai untuk petugas Damkar sebelumnya pernah disuarakan oleh salah satu petugas Damkar yang lain yang juga berasal dari petugas Damkar Depok Nah mungkin kalian pernah ingat video yang ini Coba dicek dulu kebakaran Kota Depok Ya silakan untuk warga masyarakat kota Depok saya mohon maaf sekaliap adaelep petugas Damkar tersebut Bern petugas inieluhkan supaya pemadaman api yang dia lakukan bersama dengan petugas Damkar yang lain itu tidak berjalan dengan maksimal karena banyaknya alat-alat Damkar yang rusak dan tidak kunjung diganti dengan peralatan yang baru jadi enggak kunjung di-upgrade dan video dari sandi itu juga sempat viral banget di media sosial dan Sandi kabarnya setelah viral dengan video protesnya itu dia mendapatkan tekanan dari pihak atas nah tapi sandi ini enggak peduli dia tetap bersuara karena menurutnya apa yang dia Suarakan itu ya demi kepentingan dan keselamatan teman-temannya sama profesi dan hari ini semua yang dikeluhkan oleh sandi itu terbukti apa yang dia keluhkan apa yang dia takutkan akhirnya berdampak buruk kepada salah satu petugas Damkar lainnya yang mana Kejadian ini benar-benar miris banget pembahasan Ini akhirnya membuat kita jadi berpikir ya geng tingginya angka korupsi tingginya angka kecurangan di dalam badan pemerintahan negara kita akhirnya berdampak sangat fatal terutama kepada para pekerja yang bekerja bertaruh nyawa kayak pemadam kebakaran Ini bagaimana cerita selengkapnya dan bagaimana korelasinya antara kasus ini dengan beberapa kecurangan-kecurangan atau penyelewengan dana yang ada di pihak atas hari ini kita bakal bahas secara lengkap langsung aja di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] untuk pembahasan yang pertama kita masuk dulu ke dalam pembahasan kronologi gugurnya martinius Reja Panjaitan saat bekerja Kejadian ini terjadi pada tanggal 18 Oktober tahun 2024 jadi sekitar 3 hari yang lalu ketika gua syuting video ini di hari itu ada kebakaran yang terjadi di tempat pemotongan ayam yang berlokasi di Pasar Cisalak Cimanggis Depok sekitar jam 740 malam tempat pemotongan ayam ini terdiri dari dua lantai geng dan yang pertama kali mengetahui kebakaran itu adalah karyawan yang bekerja di perusahaan pemotongan ayam tersebut oleh karena itu untuk memadamkan api karyawan tersebut melaporkan adanya ke kebakaran ini kepada pihak pemadam kebakaran setempat dan tidak lama kemudian ada beberapa petugas dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan atau dpkp yang diturunkan untuk memadamkan api di Pasar Cisalak tersebut salah satu di antara mereka ada yang bernama martinius Reja Panjaitan ini martinius atau yang biasa dipanggil Martin itu selama bekerja sebagai petugas Damkar dia dikenal sebagai seseorang yang pendiam dan jarang merepotkan orang lain baik itu rekan kerjanya maupun pimpinannya ketika sedang tugas setiap bertemu dengan yang lain Martin ini hanya Senyum Dan memang dikenal sebagai orang yang baik gitu geng dan selama bertugas pun dia enggak pernah ngeluh dan menjalankan semua tugasnya dengan baik dan enggak pernah aneh-aneh nah sebelum para petugas ini mendapatkan laporan adanya kebakaran di sana Martin sempat makan bersama dengan para teman-temannya dan dia sempat ngobrol-ngobrol santai dan ketika Damkar dihubungi oleh warga karena adanya kebakaran Martin bersama dengan beberapa rekan kerja yang lain langsung ditugaskan untuk memadamkan api besar tersebut hanya saja pada saat dia memadamkan api itu dia enggak menggunakan masker penggunaan masker ini sebenarnya sangat penting geng agar ya si petugasnya tidak menghirup asap terlalu banyak dan menghindari dari sesak nafas dan biasanya penggunaan masker oleh petugas Damkar juga dilengkapi dengan tabung udara yang disebut dengan selfctain breathing aparatus atau yang disingkat dengan scba di saat itu geng Martin ini tidak menggunakan masker menurut Tesi Haryati selaku kasi penyelamatan dkpd Kota Depok dengan alasan karena lokasi kebakaran bukan merupakan ruangan tertutup seperti rumah atau gedung yang sirkulasi udaranya ya enggak cukup baik gitu nah sementara lokasi kebakaran Ini kan di pasar yang otomatis sekitar 80%nya adalah ruang terbuka sehingga masih memungkinkan adanya sirkulasi udara kabarnya kayak gitu selama melakukan proses pemadaman Martin tetap menjalankan tugasnya dia dengan baik dan tidak mengeluhkan apapun termasuk dengan kendala yang dia alami ketika memadamkan api tanpa menggunakan masker lalu ketika Martin bersama dengan rekannya selesai memadamkan api proses selanjutnya yang dia lakukan adalah melakukan pendinginan nah dalam proses pendinginan ini terjadi pergantian petugas nih geng jadi yang sudah bertugas memadamkan api beristirahat sejenak dan digantikan oleh personil lain pada saat pergantian inilah tiba-tiba Martin ini mengeluh kalau dia mengalami sesak nafas sehingga dia meminta waktu untuk beristirahat lebih lama untuk meredakan sesak nafas ini Martin mencoba untuk merebahkan badannya di tanah dan Ti Haryati selaku kasih penyelamatan dkpd meminta rekan kerja Martin yang bernama Irfan untuk bisa mendampingi Martin terlebih dahulu jadi di saat itu martinnya baringan terus e ditemenin gitu sama Irfan namun Irfan di saat itu melihat kalau Martin ini semakin lama semakin kesulitan untuk bernafas Jadi udah sesek banget geng sehingga dia meminta agar Martin dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan cuma di saat itu Pada saat perjalanan menuju ke rumah sakit terdapat kendala karena jalan menuju ke rumah sakit mengalami kemacetan ya bukan Jakarta bukan Depok bukan Bekasi namanya kalau enggak macet apalagi kalau ada musibah kebakaran kayak gini posisi di tengah Nap pas keluar dari lampu merah itu knya enggak bisa jalan sama sekali kita kita trak-terakan G maam dan ketika berada di dalam ambulans Martin dan Irfan sempat berbincang sedikit geng namun menurut Irfan obrolan tersebut seperti obrolan biasa antara sesama petugas dpkp dan enggak lama kemudian Irfan yang terus menjaga Martin di dalam ambulans melihat kalau ada yang tidak beres dengan kondisi Martin yang mana pada saat itu Irfan sempat meminta sopir ambulans untuk memeriksa kondisi Martin dan pada saat itu sopirnya mengatakan kalau Martin Kayaknya udah enggak bergerak terus sopir ambulans ini meniksa lagi dia bilang loh udah meninggal nih Nah perjalanan menuju ke rumah sakit itu belum sampai geng dan Martin di saat itu sudah dinyatakan meninggal Nah semuanya pada kaget kabar meninggalnya Martin ini diketahui oleh dpkp pada jam 09.35 malam lalu singkat cerita 2 hari kemudian tepatnya tanggal 20 Oktober tahun 2024 jenazah Martin pun akhirnya dipulangkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di pondok rajek Kecamatan Cibinong Bogor di dalam proses pemakaman Martin ini ada pihak keluarga dan puluhan rekan kerja Martin yang juga turut menghadiri pemakamannya dia dan terlihat beberapa Armada dari Damkar Depok juga mengiringi keberangkatan jenazah Martin dari rumah duka yang berada di gedung ronatama Kecamatan Pancoran Mas menuju ke TPU Pondok rajek dan dikatakan ada sebanyak 6 unit mobil Ranger dan empat Armada pemadam dari Mako kembang perwakilan unit pelaksana Tugas atau UPT dan pos pengawal ambulan yang mengantarkan Martin ke tempat peristirahatan terakhirnya nah Kejadian ini enggak selesai dengan meninggalnya Martin aja geng karena ternyata keluarga Martin sudah memberikan kuasa atas tindakan hukum kepada seorang kuasa hukum yang bernama deolpa bersama sekit ar 80 anggota Damkar kota Depok Pak deolpa ini menyampaikan kalau sebenarnya 3 minggu sebelum kejadian kebakaran tersebut ternyata pihak mereka sudah menyampaikan kepada pemerintah kota Depok untuk segera memperbaiki peralatan para petugas Damkar yang saat ini dinilai sudah tidak layak karena sangat beresiko untuk para petugas Damkar karena bisa menyebabkan kecelakaan kerja ketika bertugas namun sayangnya peringatan tersebut tidak ditanggapi dengan serius oleh pemerintah geng dan meninggalnya Martin ini menurut Pak Deol Lipa itu menjadi sebuah dampak dari jumlah peralatan Damkar yang rusak dan tidak kunjung diperbaharui sehingga enggak bisa digunakan dengan baik oleh petugas dan Martin enggak menggunakan masker itu bukan karena permasalahan tempatnya nah menurut Pak deolipa Kenapa Martin tidak menggunakan masker Ya karena memang peralatan yang disediakan itu enggak lengkap Jadi bukan karena dia sengaja enggak pakai masker beda nih penjelasannya dengan temannya Martin yang tadi Nah hal ini juga dikatakan oleh Pak Deol Lipa menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kota Depok dan instansi terkait atas hilangnya nyawa Martin Nah jadi pihak keluarga bersama Kuasa hukumnya ini meminta pertanggungjawaban geng terus geng pernyataan yang sama juga disuarakan oleh anggota dari dpkp lainnya yang bernama Heru mansah yang merupakan senior dari Martin Heru ini meminta agar pemerintah kota Depok lebih memperhatikan lagi keberadaan mereka dengan memperbaiki sarana dan prasarana di dinas Damkar kota Depok karena menurut Heru dia melihat selama ini seolah-olah petugas Damkar itu diabaikan dianggap seperti tidak ada sehingga enggak pernah ada penambahan anggaran untuk memperbaiki sarana dan prasarana mereka yang menyebabkan meninggalnya rekan kerja mereka yaitu salah satunya adalah Martin Heru juga meminta kepada pemerintah kota Depok untuk mengubah sistem dan pejabat untuk dinas Damkar yang mana kedua hal itu sangat penting bagi mereka agar mereka merasa terlindungi ketika sedang menunaikan tugas nah selama ini mereka cukup was-was dengan apa yang mereka jalani geng karena selama ini mereka itu terjebak di dalam sistem dan pejabat yang dianggap oleh mereka tidak peduli terhadap keselamatan mereka nah herumansyah juga mengatakan cukup Martin saja yang terakhir jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi Jangan sampai terulang lagi kepada rekan-rekan mereka yang lain dan mirisnya mereka ini kan tugasnya untuk menyelamatkan orang lain geng sementara keselamatan mereka enggak terjamin gimana Mereka bisa kerja dengan baik kalau gini kan dan Ya wajar aja mereka mengeluh dan selain mereka meminta kepada pemerintah kota Depok untuk memperbaiki sarana serta prasarananya Heru juga mengungkapkan fakta yang jadi pada saat kejadian di mana ternyata enggak ada ambulans sama sekali yang berjaga di lokasi kebakaran padahal seharusnya menurut Heru dinas Damkar memiliki ambulans yang bisa digunakan dan Heru yang sudah bertugas selama 11 tahun di dinas Damkar Depok mengaku tidak pernah melihat ambulans yang bersiaga ketika mereka bertugas untuk memadamkan api dan kalaupun ada nih ambulans yang berjaga Contohnya kayak yang membawa Martin ketika dia sesak gitu ya Nah itu juga bukan merupakan ambulans dari dinas tapi justru dari relawan dan jadi bisa dikatakan kan kalau ambulans yang ditugaskan untuk mengangkut Martin pada saat kejadian itu bukan ambulans milik dinas tapi justru pihak relawan atau ambulans dari swasta padahal keberadaan ambulans ini sangat penting geng untuk para korban apalagi korban kebakaran ataupun petugas Damkar agar bisa mendapatkan perawatan yang cepat kalau mereka mengalami luka dan kesulitan bernafas ya karena sesak nafas akibat menghirup terlalu banyak asap itu kan bahaya banget jadi perlu ada ambulans untuk bersiapsaga kemudian nih geng gua mencoba untuk mencari sop untuk untuk pemadam kebakaran dan di sana gua menemukan sebuah sop dari pemadam kebakaran Kota Semarang nih Nah ini gua Yakin banget mungkin sop-nya mirip-mirip lah enggak mungkinlah masih dalam satu negara sop-nya beda enggak mungkin gitu kan beda kota beda sop atau mungkin memang benar beda sop gua enggak tahu juga nih Coba deh tinggalkan komentar di bawah kalau kalian tahu tentang hal ini jadi Geng kalau gua lihat nih dari sop pemadam kebakaran Kota Semarang nih ya kita berkaca dari kasus ini jadi setiap Petugas pemadam yang sedang bertugas seharusnya menggunakan beberapa perlengkapan yang mana di antaranya adalah masker dan scba Geng dan di dalam sop tersebut juga enggak dijelaskan apakah penggunaan masker ini hanya untuk lokasi kebakaran di ruangan tertutup atau enggak jadi seharusnya mau bagaimanapun lokasinya keadaannya mau itu ruang terbuka ruang tertutup para petugas itu wajib menggunakan masker nah tapi gua enggak tahu nih geng Apakah Damkar di Depok memiliki sop yang beda mungkin atau gimana ya kalian boleh kalau misalkan tahu tentang informasinya tinggalkan komentar di bawah nah terus geng sementara itu ya keluarga dari Martin itu mendapatkan santunan sebesar rp290 juta melalui BPJS ke Tenaga kerjaan karena Martin sudah terdaftar di dalam program BPJS ketenagakerjaan yang memberikan jaminan kalau terjadinya kecelakaan kerja dan rincian dari santunan tersebut terdiri dari 163,2 juta yang didapatkan dari gaji bulanan Martin dikali 48 kemudian santunan berkala sebesar R1 juta dan biaya pemakaman sebesar 10 juta serta jaminan hari tua sebesar rp18.700.000 Lalu ada uang yang diberikan kepada anaknya Martin juga sebagai beasiswa pendidikan sejak TK sampai perguruan tinggi dengan total maksimal mencapai rp87 juta yang mana Kalau keseluruhannya diakumulasikan santunan tersebut mencapai rp90 juta sekian-sekian rupiah Ya lumayanlah tapi kan ya tidak bisa mengganti nyawa seseorang gitu ya Dan dari sini ya kita bisa lihat ya geng bah bahwa isu tentang kurangnya peralatan bagi Damkar yang ada di Kota Depok Itu bukan isapan jempol belaka karena ini diakui langsung oleh para petugasnya nah isu mengenai kurangnya sarana dan prasarana untuk Damkar kota Depok ini sebenarnya dari jauh-jauh hari sempat disuarakan juga geng oleh seorang anggota Damkar yang bernama sandi butar-butar yang mana dia sempat viral setelah membuat video yang berisikan keluhan soal ya peralatan Damkar di Depok yang tidak memadai Nah sekarang kita coba bahas nih geng mengenai sosok sandi ini yang merupakan anggota Damkar yang berani menyuarakan keresahannya terkait minimnya sarana dan prasarana Damkar Depok sampai akhirnya kejadian seperti Martin ini terjadi jadi geng sandi ini mengeluhkan mengenai sarana dan prasarana Damkar ini dan dia membuat video yang memperlihatkan bagaimana peralatan yang dimiliki oleh Damkar Depok sudah dalam kondisi yang rusak geng seperti gergaji mesin rem tangan dari mobil pemadam yang sudah enggak lagi berfungsi dan ini tentunya sangat berbahaya bagi petugas ketika mereka mengendarai mobil tersebut dalam keadaan rem tangan yang udah blong gitu dan ini merupakan bagian paling vital untuk keselamatan dalam berkendara tapi justru enggak berfungsi di dalam video tersebut sandi ini menyebutkan kalau kondisi peralatan yang sudah enggak layak pakai itu sudah dilaporkan ke atasannya namun belum ada respon terkait keluhan mengenai peralatan tersebut nah video yang dibuat oleh sandi Ini akhirnya langsung viral di sosial media Nah bukannya langsung bergerak setelah viral atau Penanganannya jadi lebih cepat gitu ya tapi justru sandi ini dikatakan sempat dipanggil oleh atasannya bersama dengan beberapa temannya yang lain sandi di saat itu mengaku kalau dia dan teman-temannya disalah-salahin dimarah-marahin di omel omelin setelah membuat video viral tersebut nah namun sandi di saat itu dengan beraninya mengatakan kalau dia enggak takut Kalaupun dia harus diperiksa bahkan sandi meminta kalau dia diperiksa sekalian Nah pemeriksaannya itu diadakan secara terbuka agar publik bisa mengetahui fakta sebenarnya dan Sandi juga meminta agar pejabat di Damkar Depok bisa diperiksa oleh aparat penegak hukum dan kalau memang terjadi penyelewengan anggaran untuk Damkar maka aparat penegak hukum bisa menangkap pejabat nakal di Damkar Depok tersebut Lalu sandi juga siap kalau dia harus disalahkan dan disebut sebagai pengkhianat dinas dibandingkan dia harus disebut sebagai pengkhianat negara geng karena menurut dia ya Apa yang dia lakukan ini Demi kemajuan bangsa dan keselamatan para petugas gitu Pokoknya dia berani banget dan wakil walikot Kota Depok yang bernama Imam Budi Hartono merespon keluhan sandi tersebut Nah Pak Imam ini mengatakan kalau selama ini yang bekerja untuk menebang pohon-pohon yang sudah rusak yang mengganggu kenyamanan lingkungan gitu ya itu selalu dikerjakan oleh dinas lingkungan hidup dan kebersihan Kota Depok jadi menurut beliau si bapak wakil walikota tadi enggak ada urgensinya untuk memperbaiki gergaji mesin milik Damkar katanya huh gila gua engak habis pikir deh sama negara kita nih huh dan apa yang dikeluhkan oleh sandi ini akan disampaikan ke pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Pak Pak Imam di saat itu sempat mengkritik sandi kalau dia seharusnya tidak membawa masalah internal dinas seperti ini ke media sosial karena seharusnya permasalahan tersebut diselesaikan secara internal dan ini semua berkaitan dengan etika profesi kata Pak Imam Ya tapi kan kembali lagi ya enggak viral enggak bergerak ini aja udah viral ya geraknya masih lama gitu jadi kayaknya Menurut kalian nih kalian lebih support sandi atau Pak Imam coba deh tinggalkan komentar di bawah pejabat Berjiwa Besar kalau mau nyerang nyerang saya aja gu usah teman-teman saya ditekan kalau lu punya mental kalau lu punya nyali gua usah ke teman-teman gua Serang gua sebelum video tersebut menjadi viral sandi Ini sebenarnya sudah pernah viral juga geng di tahun 2021 yang mana pada saat itu dia dengan beraninya berbicara mengenai adanya dugaan korupsi pengadaan sepatu dan pemotongan intensif mitigasi dan penyemprotan disinfektan kasus tersebut sudah diusut oleh Kejaksaan Negeri Depok dan Sandi juga diperiksa oleh Kemendagri dan singkat cerita dari kasus itu ada dua tersangka yang diyakini terlibat yaitu salah satunya mantan sekretaris dinas Damkar yang berinisial as dan bendahara pengeluaran pembantu pada dinas Damkar yang berinisial A Nah jadi sandi ini memang orangnya cukup vokal geng dia berani menyuarakan sesuatu yang benar terus geng permasalahan kembali berlanjut ketika sandi ini sedang bertugas untuk memadamkan api di Gereja Sidang Tuhan Jemaat Agape ministri yang berada di Depok pada tanggal tanggal 23 Juli tahun 2024 lalu Damkar menerima Laporan mengenai kebakaran yang terjadi di gereja tersebut dari Seorang warga yang bernama Josep sekitar pukul 7.50 malam dan setelah mendapatkan laporan dari Josep petugas Damkar kota Depok langsung menuju lokasi kebakaran bersama dengan 20 personil yang salah satunya adalah Si Sandi dan untuk memadamkan api di sana petugas Damkar tersebut dilengkapi dengan bantuan unit dari sejumlah pos termasuk dua unit dari UPT Cimanggis dan dua unit dari Mako dua unit dari UPT Tapos dan satu unit dari pos merdeka di saat itu para petugas berupaya untuk memadamkan api selama kurang lebih 2 jam dan api baru berhasil dipadamkan sekitar jam 101 malam Nah walaupun berhasil memadamkan api dikatakan ada satu kendala yang dialami oleh para petugas Damkar di saat itu sehingga upaya untuk memadamkan api menjadi terhambat yaitu di saat itu ya penghambatnya adalah truk yang berkapasitas 8.000 l air yang enggak bisa digunakan untuk menyedot air ke dalam tangki sementara truk kecil yang berkapasitas 1000 Lit itu sedang dalam perbaikan sehingga enggak bisa digunakan juga Karena mobilit yang kecil ini lagi perbaikan kita masuk mobil gede tapi sulit Kang sempit jadinya kan di saat itu para petugas serba salah harus pakai yang mana nih semuanya rusak gitu dan oleh karena itu pemadaman menggunakan alat itu sempat tertunda sekitar 15 sampai 20 menit geng petugas Damkar bersama dengan warga sekitar selama rentang waktu tersebut berusaha untuk memadamkan api menggunakan peralatan yang seadanya yait ya itu dengan menyambung selang ke tangki air sepanjang 50 m Hal ini dikarenakan peralatan yang tidak memadai dan upaya pemadaman yang terhambat akhirnya membuat para petugas Damkar tidak bisa dengan cepat memadamkan api sehingga api terlanjur membakar gereja tersebut dan untungnya enggak ada korban jiwa di saat itu ya tapi gereja tersebut ludes terbakar lalu geng setelah menyelesaikan tugas untuk memadamkan api akhirnya sandi kembali membuat video dengan kondisi matanya yang sudah berkaca-kaca seperti menahan tangis kita bisa lihat sendirilah dari raut wajahnya yang ada di dalam video ini geng dia di saat itu merasa sedih kesal dan marah di video tersebut dia bercerita kalau dia bersama dengan rekan-rekannya serta warga sekitar berjuang keras untuk memadamkan api yang membakar gereja namun apa yang mereka semua lakukan itu enggak berjalan maksimal karena ada alat-alat yang dipergunakan oleh mereka tidak berfungsi dengan baik sehingga dia mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Depok karena dia merasa gagal untuk memadamkan api di gereja tersebut sandi di saat itu juga mengatakan dia dan rekan rekannya sebenarnya memiliki kesempatan untuk bisa menyelamatkan kondisi bangunan gereja namun apa boleh buat peralatannya rusak gitu Kalaupun pihak Damkar Depok meminta bantuan kepada UPT lain hal tersebut menurut sandi juga enggak bisa mengubah keadaan karena api sudah terlanjur menghanguskan seluruh bangunan gereja dan kalau UPT lain menuju ke sana itu pasti bakal membutuhkan waktu jadi memang enggak ada cara lain selain memperbaiki peralatan milik Damkar Depok ini bukan dengan cara bergantung pada bantuan UPT lain Oleh karena itu sandi ini lagi-lagi memberikan kritik kepada pada pejabat Kota Depok khususnya Wakil Walikota Depok yang bernama Bapak Imam Budi Hartono tadi yang sebelumnya menyindir sandi karena videonya yang sempat viral Dengan mengatakan kalau Sandi ini tidak memiliki etika karena menyampaikan kritiknya mengenai peralatan Damkar yang rusak di sosial media dia maunya semua itu ya dibicarakan secara internal dan tidak perlu tahu masyarakat menurut Pak Imam Budi Hartono untuk bapak wakil nyalain saya bilang saya enggak ada etika ya saya sudah bicarakan loh pak semenjak saya viral dan ini buktinya Pak yang puasa ngasih lihat Pak Dan di saat itu sandi mengatakan kalau kebakaran yang menghabiskan bangunan gereja Ini adalah cara Tuhan untuk menunjukkan kalau kritik yang dia sampaikan sebelumnya memang benar adanya dan bukan sebuah kebohongan yang dia buat karena sudah menyampaikan mengenai kerusakan alat tersebut namun tidak kunjung diperbaiki sampai pada akhirnya sekarang menelan korban yaitu Martin Nah akhirnya Sandy melaporkan dugaan korupsi nih geng ke Kejaksaan Negeri Depok pada hari Senin tanggal 9 September tahun 2024 gara-gara dia sudah enek banget karena ya peralatan mereka tuh enggak kunjung diperbaiki enggak kunjung diperbaharui nah lalu ketika melaporkan kasus ini sandi juga didampingi oleh Pak Deol Lipa dan para anggota Damkar sandi di saat itu bersama dengan Pak Deol Lipa membawa beberapa dokumen yang berisikan bukti mengenai dugaan korupsi alat-alat Damkar Depok yang rusak dan tidak sesuai dengan anggaran yang ada dan dokumen tersebut terdiri dari 60 lembar dan 30 video yang diserahkan ke Kejari Depok yang mana rencananya sandi akan dimintai keterangan pada tanggal 23 Oktober tahun 2024 dengan dikirimkannya sebuah surat pemanggilan dari Kejari Depok yang sudah dia terima sebelumnya pada tanggal 18 Oktober tahun 204 sandi di saat itu memastikan kalau dia akan hadir dalam pemeriksaan tersebut dan akan didampingi oleh Pak deolipa Nah sandi juga mengatakan akan memperjuangkan kasus ini sampai tuntas geng dan dia enggak bakal menyerah dengan tekanan apapun nah salut banget ya geng dengan keberanian sandi ini Serta teman-teman yang lain yang berani melaporkan mengenai permasalahan yang selama ini mereka alami ya semoga nih kasus ini bisa terselesaikan agar petugas Damkar yang memiliki tugas Mulia ini bisa mendapatkan perlindungan yang baik dan enggak ada korban Selanjutnya ya sedih banget kan kalau sampai petugas Damkar kita yang ingin menyelamatkan nyawa para korban ya justru mereka yang meninggal dunia karena peralatan yang tidak [Musik] memadai oke itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai petugas Damkar yang bernama Martin yang gugur di dalam tugas dan permasalahan sarana dan prasarana yang kurang memadai dari jamkar Depok semoga dengan ini Pemerintah Kota Depok lebih memperhatikan lagi tentang hal tersebut gimana Menurut kalian geng Tentang pembahasan ini coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories