BOS RENTAL DITEMBAK PENCURI MOBIL YANG DIDUGA OKNUM APARAT MILITER
tzAF0wrA2-U • 2025-01-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
namun di saat itu tiba-tiba ada
seseorang yang berada di dalam mobil
yang mengeluarkan senjata api dan juga
berteriak ke arah Pak Ilyas dan juga
rekan-rekan yang lain sambil mengatakan
siapa lu saya ini anggota TNI Awas
enggak lu kayak gitu kurang lebih
kata-katanya Nah Pak Ilya serta
rombongannya itu berinisiatif mendatangi
pihak yang berwajib tepatnya Polsek
Cinangka untuk meminta pendampingan
namun di saat itu permintaan mereka
untuk mendapatkan perlindungan justru
ditolak oleh Polsek
Cinangka yo geng tekan tombol subscribe
geng e Yo what's good Welcome back to
kamar
[Musik]
jeri kingeng Oke baru aja awal tahun
kita sudah harus menghadapi
problem-proem lagi ada sebuah kasus yang
tiba-tiba sangat menggemparkan Indonesia
yaitu sebuah kasus yang melibatkan
pemilik usaha rental mobil di Kabupaten
Tangerang sebenarnya kalau kita
berbicara tentang kasus-kasus mengenai
ee pemilik usaha rental mobil itu sudah
ada beberapa kasus geng sebelumnya yang
pernah terjadi dengan modus yang
mirip-mirip yaitu si penyewanya bakal e
menggadaikan mobil sewa an terus
digelapkan atau diserahkan kepada
seseorang dibawa kabur Biasanya
tindakan-tindakan seperti ini adalah
permainan dari sindikat penadah mobil
curian dan operasi seperti ini sudah
sangat lumrah dan sering terjadi dalam
beberapa tahun terakhir di negara kita
Indonesia sama seperti kasus yang bakal
gua bahas ini nah di dalam kasus yang
satu ini si pemilik rental mobil itu
bernama Pak Ilyas Abdurrahman dia
menyewakan mobilnya ke seseorang namun
si penyewa tersebut justru membawa kabur
mobil itu dengan cara melepas GPS dengan
sengaja yang terpasang di mobil tersebut
nah tapi untungnya ya si pemilik rental
pintar dia memasang GPS beberapa titik
sehingga jika ada satu GPS yang dilepas
maka masih ada GPS lain yang masih
terpasang di dalam kejadian yang naas
ini Pak Ilias bersama beberapa orang itu
mencoba untuk mengejar mobilnya tersebut
yang sudah dicuri dan siapa sangka
ketika dia menemukan mobilnya tersebut
dia harus menghadapi malapetaka yaitu di
dia dihadiahi timah panas oleh si
pencuri tersebut hingga Pak Ilyas ini
tewas kasus ini langsung viral geng
Kenapa viral karena ternyata kasus ini
itu enggak sesimpel yang kita dengar
karena di sini ada kekecewaan dari
masyarakat yang mana dari pengakuan
keluarga Pak Ilias dikatakan kalau
ternyata mereka itu sudah meminta
pendampingan dari pihak yang berwajib
namun ditolak sampai akhirnya kejadian
ini terjadi pasca Kejadian ini juga
masyarakat dikecewakan lagi dengan
pernyataan dari pimpinan ya instansi
yang membawahi si pelaku Ini yang mana
Pernyataan tersebut menurut para netizen
sangat menyedihkan Terdengar sangat
mengecewakan dan terkesan seperti
sedikit membela pelaku nah ini menurut
pernyataan netizen nah seperti apa sih
pernyataannya nanti juga kita bakal
bahas Langsung aja kita bahas secara
lengkap tentang kasus yang sedang viral
ini dipermisi peristiwa misteri dari
berbagai sisi
[Musik]
Oke kita langsung masuk ke dalam
pembahasan kronologi
kejadiannya jadi geng korbannya itu
bernamaas Rahman yang berusia 48 tahun
dia ini adalah seorang pemilik rental
yang bernama Makmur Jaya yang berlokasi
di kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang
kita mundur Sedikit nih geng ke beberapa
hari sebelum kejadian tepatnya di hari
Selasa tanggal 31 Desember tahun
2024 jadi pada hari itu geng ada seorang
pria yang bernama Ajat Sudrajat yang
datang ke usaha rental milik Pak Ilyas
ini untuk menyewa sebuah mobil Honda
Brio yang mana rencananya akan disewa
selama 3 hari dihitung dari hari Selasa
sampai dengan Har hari Kamis tanggal 2
Januari tahun
2025 Pak Ilias ini enggak merasa ada
yang salah dan yang aneh dari si penyewa
ini karena ya berdekatan dengan hari
libur tahun baru sehingga kalau ada yang
menyewa mobil untuk kebutuhan liburan ya
pasti sangat wajar gitu mobil pun
diserahkanlah kepada si Ajat ini dan
dibawa Pergilah oleh si Ajat Setelah dia
melengkapi semua syarat-syarat dan
dokumen di saat itu masih belum ada
kecurigaan atau hal-hal yang aneh dari
penyewaan yang dilakukan oleh si Azat
ini ya transaksinya semua sah jelas dan
berbukti gitu tiba-tiba keesokan harinya
tepatnya di hari Rabu tanggal 1 Januari
tahun 2025 Salah satu perangkat GPS yang
terpasang di mobil Honda Brio yang
disewa oleh si Azat ini terdeteksi kalau
gps-nya dicabut atau dimatikan dan tidak
berfungsi dipasangnya GPS di mobil
sewaan ini memang menjadi sebuah hal
yang wajar dan ini harus banget gitu
geng agar si pemilik rental bisa terus
memant atau pergerakan dari mobil-mobil
yang disewa tersebut karena ya Bahaya
kalau misalkan enggak ada GPS ee itu
bisa ke mana-man l mobilnya nih gua
jelasin sedikit ya jadi fungsi GPS ini
enggak cuma mendeteksi mobil itu ada di
mana tapi GPS ini juga bisa mendeteksi
Apakah mobil ini bensinnya full itu bisa
dicek Apakah mobil ini sudah keluar dari
jangkauan yang seharusnya itu bisa dicek
karena GPS sekarang itu udah canggih
banget geng Kenapa ada GPS yang dipasang
di mobil sampai bisa ngecek bank bin itu
biasanya diperuntukkan untuk para
suopir-supir truk tuh jadi si Bosnya
tahu si suirnya ini isi bensinnya
main-main atau enggak biasa kan ada
permainan tuh ngisinya cuma R juta
tahu-tahu ngerembes atau bikin tagihan R
juta r jutanya ditilp gitu nah kurang
lebih kayak gitu
penjelasannya nah terus geng di dalam
kejadian ini ya ketika GPS di mobil
Honda Brio milik Pak Ilias ini dicopot
beruntungnya di mobil tersebut sudah
dipasang 3 GPS nah saking waspadanya nih
jadi meskipun sudah dilepas satu ya
masih ada dua dan ternyata GPS kedua itu
terdeteksi juga nih sama si pencuri ini
dan dilepas lagi Jadi udah dua GPS yang
dilepas dan tanpa dia sadari masih ada
satu GPS lagi yang tersisa sehingga di
saat itu pak Ilias masih bisa melihat
pergerakan mobilnya tersebut dan sinyal
GPS itu mulai hilang di arah Pandeglang
Banten nah dikejarlah sampai ke
sana Pak Elias saat itu mencurigai
dengan GPS yang dicabut itu karena GPS
tersebut enggak akan dilepas kecuali ada
niat tertentu dan setelah mengetahui
kalau dua gps-nya dipotong pak Ilyas
bersama dengan anak pertamanya yang
bernama Agam Muhammad itu mengajak
rekan-rekan mereka dan berusaha untuk
menelusuri keberadaan mobil tersebut
sekitar jam 10.30 malam berbekal dengan
informasi keberadaan terakhir mobil yang
diambil dari GPS di saat itu mereka
berangkat tuh menggunakan ee sebuah
mobil minibus ya rame-rame mereka
berangkat ke arah titik GPS
tersebut singkat cerita Pak Ilias
beserta dengan rekan-rekannya yang lain
dan juga anaknya itu melakukan
pengajaran terhadap mobil tersebut dan
mereka menemukan jejak mobil berada di
pertigaan Saketi namanya yaitu kabupaten
padeglang Banten nah mereka mengejar ke
sana dan berusaha untuk Menghadang mobil
tersebut ketika mereka sudah mulai
melihat mobil itu di dekat mereka namun
di saat itu tiba-tiba ada seseorang yang
berada di dalam mobil yang mengeluarkan
senjata api dan juga berteriak ke arah
Pak Ilias dan juga rekan-rekan yang lain
sambil mengatakan siapa lu saya ini
anggota TNI Awas enggak lu kayak gitu
kurang lebih kata-katanya ketika dia
berteriak seperti itu si orang yang
mengaku sebagai anggota TNI lebih
spesifiknya adalah TNI AU angkatan udara
ini menodongkan senpi ke arah mereka dan
enggak lama dari itu datanglah sebuah
mobil sigra berwarna hitam yang
tiba-tiba mundur dan menabrakkan
mobilnya ke mobil yang dikendarai oleh
pak Ilyas dan rekan-rekannya situasi di
saat itu berubah menjadi tidak
terkendali mobil sigra yang tadi
menabrak mobilnya Pak Ilias tiba-tiba
kabur dan tidak jauh dari itu mobil Brio
yang dicuri dari Pak Ilyas tadi juga
mengikuti jejak mobil sigra tersebut
jadilah mereka kejar-kejaran di saat itu
pak yias ini masih enggak nyerah dia
beserta dengan e tim yang lain itu masih
membututi jejak kedua mobil tersebut
dengan mengandalkan sinyal dari GPS yang
tersisa dari mobil BRI dan diketahui
kalau mobilnya itu mengarah ke arah
Pantai Carita Anyer Banten Nah jadi bisa
dikatakan ya Si Pencuri ini Enggak tahu
kalau ya mereka itu diikuti dari GPS
mereka pikir mereka itu diikuti dari
belakang gitu aja dan mereka kaget
padahal udah ngebuka du GPS ternyata di
mobil itu masih ada satu GPS yang
tersisa terus di sisi lain Pak Ilias dan
rekan-rekannya serta anaknya mulai
menyadari nih Wah kalau yang mereka
hadapi ini bukan orang biasa punya senpi
ngaku anggota dan di antara mereka yang
membawa senjata itu cukup percaya diri
ketika menodongkan senjata Nah Pak Ilias
serta rombongannya itu berinisiatif
mendatangi pihak yang berwajib tepatnya
Polsek Cinangka nah ini dari kabar yang
beredar kayak gitu nih geng Nah jadi
datanglah mereka ke sana untuk meminta
pendampingan ketika melakukan pengejaran
terhadap mobil yang dibawa kabur oleh si
oknum tersebut yang awalnya di wa oleh
orang yang bernama Ajat di saat itu pak
Ilias dan anaknya serta rekan-rekannya
berpikir tidak mungkin mereka bisa
menghadapi para pelaku ini kalau di
antara mereka ada yang membawa senpi
bisa-bisa justru nantinya akan terjadi
hal yang fatal celaka makanya mereka
membutuhkan perlindungan dari pihak
kepolisian setempat namun di saat itu
Ini masih Pengakuan dari e pihaknya Pak
Ilyas ya yang diwakilkan oleh
rekan-rekannya dan anaknya permintaan
mereka untuk mendapatkan perlindungan
justru ditolak oleh Polsek Cinangka Nah
untuk penjelasan lebih lengkapnya alasan
kenapa Polsek Cinangka menolak gua bakal
Jelaskan nanti ya geng e di belakang dan
itu merupakan penjelasan menurut E pihak
polseknya Nah sekarang kita lanjutkan
dulu kronologinya supaya lebih jelas
gitu singkat cerita setelah mendapatkan
penolakan tersebut Pak Ilyas dan
rekan-rekannya itu tidak lantas
menghentikan pengejaran karena menurut
mereka kalau dibiarkan sampai besok
nunggu lagi ini bisa-bisa GPS terakhir
tuh bakal dibuka nah di saat itu mereka
memilih untuk kembali melakukan
pengejaran Meskipun tidak mendapatkan
dukungan dan pendampingan dari pihak
kepolisian karena situasinya sudah
darurat Kepepet Ya mau gimana lagi
enggak ada pilihan lain Mereka pun di
saat itu langsung bergerak dari Cilegon
Banten menuju ke Tangerang pada waktu
itu ya udah menunjukan dini hari sekitar
jam 41 pagi Pak Ilias dan yang lain itu
berhasil menemukan keberadaan dari titik
GPS ya itu di daerah rest area tol KM 45
Tangerang Merak nah lalu mereka menuju
ke sana dan berhenti di sana terus
mereka berkeliling muter-muter untuk
mencari Di mana keberadaan mobil Brio
milik Pak Ilias ini dan ternyata
ditemukanlah mobil tersebut terparkir di
depan sebuah
miniarket nah di saat itu mereka melihat
ada salah satu pelaku yang sedang
beristirahat di lokasi tersebut hal ini
menjadi kesempatan bagi Pak Ilyas dan
timnya untuk langsung mengamankan dia
karena Awalnya dia yang menodongkan
senpi tadi Nah si pelaku ini dipegang
oleh Pak Ilias dan juga yang lain agar
dia tidak bisa mengambil senpi untuk ya
melakukan tindakan yang mengerikan ini
kemudian situasi malah berbalik ketika
rekan dari pelaku yang mengandarai mobil
sigra dan ternyata para pelaku yang
menggunakan mobil sigra ini juga
sama-sama punya senpi dan dia langsung
mengambil senpinya dan menembakkan senpi
tersebut ke arah Pak Ilias dan yang lain
Entah kenapa dia melakukan itu entah
karena panik atau ada tekanan yang jelas
dia langsung melepaskan timah panas
itu pada saat itu terdengar suara
letusan senpi sebanyak 4 sampai l kali
Nah mendengar suara letusan tersebut
beberapa orang dari rombongan Pak Ilias
sampai berusaha untuk mencari
perlindungan dan karena suara ledekan
itulah akhirnya para pelaku
berkesempatan membawa kabur lagi mobil
Brio milik Pak Ilyas karena semua orang
di saat itu enggak berani mendekat Nah
anak pertama dari Pak Ilyas yaitu Agam
Muhammad Kembali ke tempat awal Di mana
tempat mereka menangkap salah satu
pelaku tadi dan di saat itulah Agam ini
mengetahui kalau salah satu rekan mereka
yang bernama Ramlee yang berusia 59
tahun ternyata terkena peluru timah
panas tepat di bagian tangan samping itu
menembus ke perutnya nah Agam pun di
saat itu langsung menolong Ramlee yang
terluka karena peluru tersebut nah namun
pada saat itu barulah dia sadar ternyata
korbannya bukan cuma ramlie tapi ayahnya
sendiri yaitu Pak Ilias tu turut menjadi
korban dan terbaring di dalam minimarket
dengan bersimbah cairan merah kebayang
gak tuh gimana perasaan anaknya pas
melihat atau menemukan ayahnya sudah
dalam kondisi kayak gitu jujur aja gua
sedih banget sih ngebayangin ya
G kalau itu ke terjadi ke orang tua kita
gimana ya Anjing gua merinding
bro gila
[Musik]
nyari nari rezeki susah banget man gila
bro buka rental baik-baik di
dooror Oke kita lanjutkan nah di saat
itu pak Ilyas ini sempat berusaha untuk
menenangkan anaknya dia masih apa ya
masih sadar lah gitu dia bilang kalau
dia enggak kenapa-kenapa sambil e dia
menahan luka dia menahan luka bekas ee
peluru tadi yang berada di bagian
dadanya geng ah kebayang engak tuh Eh
siapa yang ggak kena Kenapa dapat luka
di situ ya buat kalian yang mungkin
punya ayah yang Ya udah enggak muda
lagiah ya kalau misalkan kalian seumuran
gua seumuran si Agam itu kalian lihat
sendiri looks-nya udah pasti ayahnya
bukan yang masih muda gitu ya kira-kira
tubuh rentahnya masih bisa menahan apa
enggak rasa sakit kayak gitu kebayang
gitu ya gua jujur aja sebagai anak nih
ketimbang bapak gue yang ngerasain kayak
gitu mending gua aja gitu ini nih biar
gua aja yang ngerasain gila enggak tega
Bro Masa orang tua kita gitu g
kan terus geng singkat cerita ketika dia
melihat ayahnya sudah terluka Agam ini
segera berfokus ke Pak Ilyas ke ayahnya
dan Langsung menangis berteriak berusaha
menyelamatkan ayahnya untuk dibawa ke
rumah sakit umum daerah bala raja nah
sayangnya nih ya selama di perjalanan
Pak Elias ini sudah berusaha bertahan
dan sampainya di rumah sakit Pak Ilias
tidak tertolong dia meninggal dunia
sementara yang satunya yang bernama
ramlie itu harus dibawa ke RSCM di
Jakarta sebab dalam kondisi yang kritis
karena terkena peluru tadi Nah ada
sebuah video memperlihatkan ketika
korban serta yang lain sempat bertengkar
sempat cek cok dengan si pelaku dan
video ini sempat viral beredar di media
sosial kalian bisa lihat
sendiri
mobil di dalam video tersebut terlihat
ada salah satu seorang pelaku yang
disergap oleh beberapa orang serta
terdengar suara ledakan senpi tadi Nah
kemudian ada video lainnya yang
memperlihatkan e korban sudah tergeletak
di dalam minimarket yang kemungkinan
besar itu adalah Pak Ilias setelah para
pelaku ini berhasil kabur dari tempat
kejadian huh sedih banget ya Nah
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan yaitu proses penyelidikan
terhadap kasus pencurian mobil dan
penembakan terhadap Pak Ilias ini yang
mengakibatkan dia harus meregang
nyawa jadi geng Kejadian ini di tangan
oleh Kepolisian Resort kota atau
pooresta Tangerang Nah setelah
mengetahui adanya insiden tersebut
pooresta Tangerang langsung melakukan
olah TKP hasilnya polisi di saat itu
menemukan adanya lima selongsong peluru
dengan kaliber 9 mm merek luger di dalam
hasil uji balistik yang dilakukan oleh
Polresta Tangerang diketahui kalau
selongsong jenis tersebut dipastikan
digunakan dalam senjata jenis pistol dan
peluru kaliber 9 mm merek luger ini atau
luger kali ya atau bacanya gimana tuh
nah yang jelas tulisannya lu Ger dan ini
sudah dikenal sebagai salah satu amunisi
paling umum baik untuk pistol dan
senjata militer jadi bisa dikatakan ini
pasti digunakan oleh Angkatan Bersenjata
resmi negara dan peluru ini memiliki
beberapa varian mulai dari tipe yang
tajam untuk penetrasi tinggi hingga tipe
subsonic yang bisa mengurangi suara
tembakan untuk di lingkungan militer
sendiri peluru jenis ini sering
digunakan di pistol P1 atau P2 serta
pistol Mitra liur seperti pm2 atau pm2
nah peluru 9 mm ini dirancang untuk
jarak dekat meskipun digunakan untuk
militer enggak jarang juga peluru jenis
ini beredar di kalangan warga sipil
untuk olahraga menembak atau eh koleksi
gitu nah namun geng mengingat di
Indonesia perdagangan senpi Itu adalah
sebuah hal yang ilegal dan hanya
orang-orang tertentu aja yang punya
dalam hal ini aparat penegak hukum yang
memiliki senpi banyak yang mencurigai
kalau aksi ini melibatkan oknum aparat
negara ara terlebih lagi memang ada
salah satu di antara pelaku yang sudah
mengaku atau menyebut diri mereka adalah
anggota TNI Angkatan Udara nah namun ada
kemungkinan lain kalau para pelaku bisa
memiliki senpi ini karena membeli dari
pasar gelap atau mungkin senpi itu
adalah rakitan tapi pelurunya tetap
peluru
asli di dalam hal ini Polresta Tangerang
memeriksa sejumlah rekaman CCTV yang ada
di sekitar lokasi kejadian untuk bisa
menyelidiki jejak dari para pelaku ini
geng setidaknya di saat itu ada tujuh
saksi yang dimintai keterangan oleh
pihak kepolisian untuk kepentingan
penyelidikan Nah jadi berbekal informasi
yang sudah didapatkan pihak polesta
Tangerang langsung melakukan penyergapan
terhadap para pelaku yang sudah
diketahui identitasnya pihak kepolisian
di saat itu langsung menangkap yang
pertama dulu nih yang melakukan
transaksi penyewaan yaitu Ajat Supriatna
yang mana dia ini sedang berada di
kontrakan milik saudaranya yang
berlokasi di Bitung kabupaten Pandeglang
Banten pada hari Jumat tanggal 3 Januari
tahun 2025 Ajat ini ditangkap oleh
Polres Pandeglang dan langsung
diserahkan ke polesta
Tangerang sempat bersembunyi di rumah
kontrakan saudaranya di wilayah Picung
Pandeglang Banten penyewa mobil yang
diduga terkait dengan penembakan Bos
rental akhirnya ditangkap polisi saat
ini polisi Tengah memeriksa insentif
penyewa mobil yang diduga ikut berperan
membawa kabur mobil sewaan dan setelah
Ajat ini ditangkap pihak kepolisian juga
berhasil menangkap seseorang yang
berinisial Im nah namun di beberapa
media disebutkan kalau inisialnya ini
ini sebenarnya bukan Im tapi bisa saja I
atau ih nah tapi biar lebih gampang di
sini kita sebut aja inisialnya Im geng
jadi di dalam kasus ini Berdasarkan
informasi yang diperoleh oleh Polisi
Ajat ini berperan untuk mencari mobil
sewaan atau mencari targetnya agar bisa
dibawa kabur setelah Ajat berhasil
mendapatkan mobil Ajat ini memberikan
mobil tersebut kepada si penadah yaitu
si Im untuk melancarkan aksinya Ajat
memberikan identitas palsu kepada pihak
penyewa mobil dengan mengubah tempat dan
tanggal lah akhirnya yang tercantum di
KTP itu nah jadi mungkin namanya Tetap
asli tapi alamat dan nomor ktp-nya beda
dan Enggak cuma itu dia juga mengubah
identitasnya yang ada di SIM dan semua
identitas palsu ini sudah disiapkan oleh
cem nah Jadi cem ini yang menyediakan
Tuh semua dokumen-dokumen palsu itu
untuk si Azat dan kalau Azat ini
berhasil mendapatkan mobil curian
ternyata Azat akan diberikan komisi oleh
Im sebesar Rp5 juta Nah namun Ajat di
saat itu ya keburu ditangkap sebelum
mendapatkan komisinya di dalam kasus ini
si Im ini geng memang dia itu enggak ada
ketika peristiwa mengerikan ini terjadi
ditangkapnya Im ini berdasarkan hasil
penelusuran dan pengembangan kasus yang
dilakukan oleh pihak kepolisian setelah
Ajat ditangkap jadi ternyata ya yang
terlibat di sini tuh sindikat dan rameai
gitu dan selain Ajat dan Im barulah
diduga ada oknum TNI AL nah ya kalau
sebelumnya disebut au gitu ya
pengakuannya Tuh saya TNI Angkatan Udara
nah ternyata ditemukan faktanya adalah
TNI Al yang terlibat di dalam kasus ini
oleh sebab itu pihak kepolisian
melakukan koordinasi dengan puspom TNI
AL untuk menyelidiki Apakah anggotanya
benar terlibat di dalam kejadian ini di
sisi lain di saat itu Panglima komando
Armada Republik Indonesia atau Pangko
Armada RI yang bernama Laksamana Madya
Deni Hendrata itu mengatakan kalau
pihaknya sempat mendapatkan laporan
terkait insiden ini di tanggal 2 Januari
tahun 2025 dari asintel Pangko Armada RI
sekitar jam 00 malam dari informasi
tersebut disebutkan kalau ada tiga orang
anggotanya yang berinisial Sersan Satu
atau Sertu yaitu Sertu Aa dan Sertu RH
dan kelasi kepala atau klkba yang berada
di pangkalan Pondok dayung Tanjung Priuk
Jakarta Utara nah di saat itu dikatakan
tiga orang anggotanya tersebut mengalami
pengeroyokan oleh sekitar 15 orang yang
tidak dikenal di Rest Area Km 45 Tol
Merak Tangerang dan pengeroyokan ini
terjadi disebabkan karena pemilian mobil
yang mana salah satu di antara mereka
melepas kan timah panas tersebut nah ini
kalimat yang sebenarnya ini agak
kontroversial dan agak mengecewakan
masyarakat dan netizen-netizen Indonesia
terus geng Dikatakan lagi dari ketiga
oknum TNI tersebut dua orang ini berasal
dari satuan komando pasukan katak TNI AL
sementara satu orang lainnya bertugas Di
Kri Bontang nah ketiga Num ini saling
kenal geng Sertu Aa adalah keponakan
dari klkba dan RH adalah rekan dari Aa
yang juga ikut terlibat di dalam
sindikat pencurian mobil tersebut Nah
jadi cukup apa ya Kompleks gitu ya
problem ini nah menurut informasi yang
gua dapatkan dari beberapa sumber nih
mereka bertiga ini turut terlibat di
dalam aksi pencurian mobil ini dan
setelah Im ya yang tersangka sebelumnya
yang sudah ditangkap mendapatkan mobil
dari si Azat si penyewa Im ini
menyerahkan mobil tersebut kepada si
oknum TNI yang berinisial RH untuk
dijual dengan harga rp23 juta kemudian
RH menjual mobilnya lagi kepada oknum
TNI yang lain yang berinisial Aa melalui
seseorang yang berinisial SJ seharga
Rp135 juta hanya saja penjualan tersebut
belum lunas karena si Aa ini hanya
membayar DP sejumlah Rp40 juta Nah harga
tersebut jauh lebih tinggi dari harga
yang diberikan oleh Im kepada RH dan
dikatakan kalau Aa mengetahui adanya
orang yang menjual mobil ini dari sosial
media Nah jadi Udah berani banget nih
penjualan mobil bodong curian kayak gini
di sosmet dan oleh karena itu Aa meminta
RH dan ba untuk nemenin dia COD mobil
tersebut dan ketika COD Aa dan pelaku
yang menyediakan mobil itu sepakat agar
Aa membayar DP terlebih dahulu dan akan
melunasinya ketika berkas-berkas mobil
tersebut sudah lengkap nah padahal
sebenarnya Aa sendiri sudah berniat
ingin meng-cancel pembelian mobil
tersebut hanya saja dia terus dibujuk
yang membuat dia berubah pikiran dan
akhirnya jadi untuk membeli mobil
[Musik]
itu kemudian geng singkat cerita
diketahui dari penyelidikan yang
dilakukan oleh puspom kalau si Aa ini
adalah seorang ajudan yang memang
dipersenjatai dengan senpi makanya
enggak heran kalau terjadi penembakan
pada saat itu hanya saja yang
menembaknya itu bukan aa tapi melainkan
pamannya yang berinisial ba nah akibat
dari keterlibatan oknum TNI Inilah
banyak asumsi yang beredar kalau
sindikat ini dibackingi oleh aparat nah
ini adalah asumsi ya kita enggak bisa
100% percaya geng karena ya yang namanya
asumsi itu liar gitu penyelidikan masih
berjalan nanti kita tunggu aja
keterangan dan statement dari pihak yang
berwenang gitu ya terus geng mendapati
kabar tersebut Pangko Armada yang
bernama Laksamana Madia Denny Hendrata
itu mengatakan kalau sejauh ini belum
ditemukan keterlibatan upaya untuk
membekingi sindikat penggelapan e mobil
kayak gini karena pembelan mobil
tersebut untuk pemakaian pribadinya si
Aa katanya nah namun untuk memastikan
dugaan ini pihak dari TNI akan melakukan
pengembangan kasus ini Nah untuk saat
ini ketiga anggota tersebut sedang
menjalani proses hukuman di pusat Polisi
Militer TNI AL selama 20 hari ke depan
Nah Pak Deni ini juga menegaskan kalau
akan menindak secara tegas kepada tiga
oknum TNI tersebut kalau mereka terbukti
bersalah atau ternyata memang mereka ini
terlibat di dalam operasi sindikat
pencurian mobil Nah tunggu aja nanti
geng Gimana
keputusannya nah terus geng dari
sebelumnya kan di cerita ini tuh ada
yang mengaku sebagai TNI AU Angkatan
Udara nah bagaimana geng dengan si oknum
dari TNI I Au ini nah sebab sudah ada
Pengakuan dari dia nah berdasarkan
keterangan dari kepala dinas penerangan
TNI Angkatan Udara atau Kadis pen yang
bernama marsama TNI Ardi Syahri itu
mengatakan kalau penyelidikan sudah
dilakukan oleh dinas pengamanan dan
persandian tniau terus ada polisi
militer tniau serta berkoordinasi juga
dengan Polresta Tangerang dan hasilnya
enggak ada keterlibatan anggota TNI AU
di dalam insiden ini nah jadi si orang
tersebut cuma ngaku-ngaku jadi entah itu
adalah sebenar nya Eh oknum TNI AL yang
berbohong dengan menyebut dia dari tniau
atau justru memang ada pelaku lain tapi
yang jelas di dalam hal ini tidak
disebutkan atau tidak diakui ada
personel dari tniau yang terlibat di
dalam kejadian
tersebut terus geng Setelah semua pelaku
dan alur dari operasi sindikat pencurian
mobil ini sudah kita ketahui nih dari
cerita tadi Nah sekarang gua mau
ngebahas sesuatu yang masih menjadi
pertanyaan buat kita semua Apa alasan
dari pihak berwenang atau pihak berwajib
yang mana Di Sini yang berperan adalah
Polsek Cinangka yang kabarnya sempat
menolak pendampingan terhadap Pak Ilias
dan rekannya yang lain ketika mereka
berusaha untuk mengejar para pelaku ini
Nah sekarang kita masuk nih geng ke
dalam pembahasan mengenai alasan
ditolaknya permintaan dan laporan
mereka jadi geng ketika gua menjelaskan
kronologi Kejadian ini gua kan sempat
bercerita nih Kalau Pak Ilias dan
rekannya yang lain sempat mendatangi
Polsek Cinangka di sela-sela pengeajaran
pelaku yang mana tujuannya adalah
Meminta perlindungan Sebab di antara
para pelaku ada yang membawa senpi nah
hanya saja permintaan tersebut ternyata
ditolak oleh Polsek Cinangka nah
sebenarnya apa sih alasan dari pihak
Polsek Cinangka menolak e permintaan
tersebut jadi geng berdasarkan cerita
dari anak kedua dari Pak Ilyas yang
bernama Rizki Agam yang juga ikut dalam
pengejaran bersama ayahnya di saat itu
nah pihak Polsek Cinangka sempat salah
paham terhadap mereka sebab dikiranya
gitu ya mereka ini adalah pihak lasing
yang sedang mengejar mobil Brio yang
disewa oleh si Azat padahal pak Ilias
sudah menjelaskan kalau mobil yang
dibawa oleh si Azat si penyewa ini
adalah mobil pribadi mereka yang
disewakan dan Pak Ilyas juga membawa
dokumen-dokumen yang mendukung klaim
tersebut seperti BPKB STNK dan kunci
cadangan nah semisalnya pihak Polsek
Cinangka mengira mereka adalah orang
lising ya Pak Ilyas tidak akan berani
menunjukkan dokumen-dokumen tersebut
tetapi pihak Polsek tetap tidak percaya
dan masih berpikir kalau mereka adalah
orang lising nah ini menurut keterangan
dari anaknya Pak ilas saya minta
perlindungan atau pendampingan ya untuk
mengambilot tersebut
eh polisi yang bertugas pada saat itu
ternyata tidak bersedia untuk
mendampingi ada kecewa rasa kecewa di
situ
ya di saat itu anggota polisi yang
menera mka di kantor Polsek Cinangka
juga sudah menelpon Kapolsek Cinangka
yang bernama AKP Asep Iwan Kurniawan
tapi di saat itu Kapolsek juga tidak
bersedia untuk memenuhi permintaan dari
Pak Ilias dan kawan-kawan oleh karena
itu Mereka menolak ketika diminta untuk
melakukan pendampingan terhadap Pak
Elias dan kawan-kawan ini Nah anak pak
Elias yaitu Rizki Agam juga bercerita
personel yang berjaga di malam itu malah
memberikan saran kepada Pak Elias serta
yang lain untuk mengejar atau mengambil
mobil tersebut sendiri
Jadi disuruh kayak Ya udah kjar sendiri
aja gitu mereka itu datang ke sana
karena tahu kalau pelaku itu membawa
senpi tapi mereka justru diminta untuk
mengejar sendiri nah ini menurut
keterangan dari pihak Pak Ilyas melalui
anaknya dan Ya enggak tahu kenapa ada
pemikiran seperti itu terlintas dari si
personil polisi tersebut geng karena
kalau kita pikir-pikir kan itu bahaya
banget gitu ya Nah itu kan cerita dari
pihaknya Pak Ilyas melalui anaknya nah
berbeda dari cerita pihak kepolisian
dari kapol se Cinangka yang bernama AKP
Asep Iwan Kurniawan ini berbeda lagi dan
beliau mengaku kalau pihaknya tidak
menolak permintaan perdampingan terhadap
Pak Ilyas tapi justru pihaknya sempat
menawarkan kepada Pak Ilyas untuk
membuat laporan polisi terlebih dahulu
agar personel posek Cinangka bisa
bertindak Pak Asep menjelaskan ketika
dikonfirmasi perihal kasus tersebut Pak
Ilyas ini menyatakan kalau mobilnya itu
dari lesing katanya gitu yang saat itu
ketika di konfirmasi yang bersangkutan
eh menyatakan bahwa itu
dari
lesing nah sementara kawannya lagi
menyatakan kalau mobil tersebut adalah
mobil rental nah personil Polsek
Cinangka bermaksud untuk menanyakan
legalitas atau dokumen dari kendaraan
tersebut serta mencari tahu apa
permasalahan yang sedang dihadapi oleh
pak Ilyas sehingga mereka melakukan
pengejaran terhadap si mobil itu nah
namun masih menurut Kapolsek nih karena
Pak Ilias dan yang lain terburu-buru
karena enggak sempat menunjukkan surat
atau dokumen mobil ut atau membuat
laporan sementara surat mobil dan
laporan polisi adalah hal yang
dibutuhkan sebagai dasar tindakan pihak
kepolisian agar menghindari dan
meminimalisir pelanggaran hukum nah Oleh
karena itu tidak ada sedikit pun maksud
untuk menolak pendampingan itu menurut
pihak
kepolisian rupanya yang
bersangkutan memburu waktu
atau
tergesa-gesa sehingga tidak sempat
menunjukkan dokumen yang diminta oleh
petugas nah tapi karena terburu-buru
sehingga tidak sempat menunjukkan surat
mobil serta laporan polisi akhirnya
pendampingan tersebut tidak
terlaksanakan dan Pak Asep juga
mengatakan kalau keputusan untuk tidak
mendampingi Pak Ilias didasarkan pada
pertimbangan resiko keselamatan anggota
dan sop yang berlaku nah pernyataan ini
justru menimbulkan kritikan nih geng
karena di sini ya menurut netizen nih
Bukankah sudah seharusnya atau Bukankah
sudah sepantasnya atau memang itu sudah
tugasnya polisi untuk ya bekerja di
dalam resiko tersebut karena menurut
netizen gini logikanya nih ya si
pelakunya memiliki senjata Sementara Pak
Ilias enggak punya senjata yang punya
senjata adalah polisi Nah sudah
seharusnya si pelaku yang memiliki
senjata dihadapi oleh penegak hukum yang
juga sama-sama memiliki senjata Nah itu
menurut pemikiran netizen karena kalau
berbicara tentang resiko keselamatan
lebih beresiko pak iliasnya yang enggak
punya apa-apa mengejar orang atau
mengejar pelaku yang punya senjata dan
ternyata benar di dalam kasus ini Pak
Elias menjadi korban nah di dalam hal
ini netizen semakin mengkritik institusi
kepolisian yang mana netizen
mempertanyakan sikap Pasif dari pihak
kepolisian dalam situasi darurat padahal
jelas-jelas pada saat itu pak Ilias
meminta bantuan kepada mereka nah
perbedaan keterangan antara pihaknya Pak
Ilias dengan keterangan polisi itu
menarik perhatian seorang kriminolog
dari Universitas Indonesia yang bernama
Adrianus Meliala Pak Adrianus ini
menilai kalau sepertinya Pak Elias
pernah punya pengalaman mendapatkan
penyewa mobil yang nakal hal ini bisa
dilihat dari Bagaimana upaya yang
dilakukan oleh Pak Ilias ketika
melakukan pengejaran terhadap mobil
tersebut sampai ke daerah Pandeglang dan
menurut gua juga benar gitu ya kita bisa
lihat ya dari cara dia memasang GPS
sampai 3 berarti dia memang sudah punya
pengalaman yang kayak gini-gini ya
ibaratnya tuh udah pemain lama di rental
gitu perbedaan keterangan ini menjadi
sebuah hal yang menarik menurut Pak
Adrianus karena dari sini timbulah
sebuah pertanyaan Siapa yang benar di
antara mereka karena kalau cerita dari
anaknya Pak Ilias yaitu Rizki Agam
pihaknya sudah berusaha untuk
menunjukkan bukti-bukti kelengkapan
surat mobil sementara menurut pihak
Polsek Cinangka mengatakan kalau Pak
Ilyas belum sempat menunjukkan ee
surat-surat tersebut karena merasa
terburu-buru melakukan pengejaran nah
menurut Adrianus dirasa tidak mungkin
gitulah ya gitu ya Sebagai seorang
pemilik rental yang sedang melakukan
pengejaran terhadap mobilnya yang dicuri
pastinya Pak lias ini membawa dokumen
lengkap terus Selain itu Pak AD us juga
menyoroti kata-kata pendampingan yang
dikatakan oleh polisi dan juga pihak
korban sebab menurut Adrianus kata-kata
tersebut seperti upaya dari pihak korban
untuk menghaluskan maksud mereka untuk
meminta pertolongan kepada kepolisian
karena sebenarnya yang diharapkan oleh
Pak Ilias dan yang lain agar polisi bisa
melakukan penangkapan terhadap pelaku
nah sementara bagi pihak polisi upaya
penangkapan harus ada dasar yang kuat
agar polisi tidak salah paham ketika
melakukan tindakan Nah tapi di dalam hal
ini tuh jadi kita sebagai masyarakat
yang bingung gitu ya geng Menurut kalian
tuh gimana geng sebenarnya pernyataan
Siapa yang benar pernyataan dari Rizki
Agam selaku anak pak Ilias atau korban
sekaligus pemilik rental atau justru
keterangan dari Pak Asep selaku Kapolsek
Cinangka Coba deh Menurut kalian ya
Siapa yang benar di dalam pernyataan ini
terus geng dari Kejadian ini gua malah
terpikir gitu ya kan kalau di luar
negeri Katakanlah di Amerika gitu mereka
tuh punya hotline atau nomor telepon
darurat yaitu 911 yang biasa mereka
gunakan ketika mereka berada di dalam ke
keadaan darurat sehingga mereka enggak
perlu datang ke kantor polisi terus ee
bikin laporan dulu minta dulu sungkem
dulu dan lain-lain untuk bisa ditangani
kasus daruratnya kita bisa lihat itu di
banyak kejadian ya kalian cek di YouTube
aja banyak gitu anak kecil bahkan ya
anak Bocil yang baru belajar ngomong
nelpon ke 911 itu ditanggapi dengan
serius oleh 911 banyak kok e
dokumentasinya ya kan kayak halo e Ibuku
sakit Ibuku sesak nafas Tolong datang n
onewnya datang polisi-polisinya datang
Ang yang jadi pertanyaannya Apakah di
negara kita Indonesia punya yang kayak
gitu juga enggak sih gitu punya enggak
sih e nomor darurat yang bisa langsung
ee ditindak atau justru memang semua
prosedurnya itu harus melaporkan
terlebih dahulu atau nunggu 1 kali 24
jam atau gimana gitu ternyata nih
Setelah gua cek di Indonesia sebenarnya
punya dua hotline darurat yang pertama
adalah 110 atau 110 yang merupakan
hotline dari layanan polisi Indonesia
dan yang satu lagi adalah 112 yaitu
center yang dibuat oleh pemerintah
daerah Nah untuk 110 atau 110 itu
nomornya bakal langsung terhubung ke
agen yang akan memberikan layanan berupa
informasi pelaporan seputar kecelakaan
bencana kerusuhan dan lain-lain serta
pengaduan yang meliputi penghinaan
ancaman dan tindakan kekerasan dan
sebagainya yang berdasarkan dari
penjelasan situs Polri gua enggak
menemukan kepastian Apakah kasus
pencurian mobil bisa ditindak lanjuti
melalui hotline tersebut atau enggak
Hanya saja karena Pak Ilyas dan yang
lain sempat diancam menggunakan ee
todongan senpi ke arah mereka seharusnya
masuk enggak sih ke dalam kategori
ancaman dan tindakan kekerasan dan ini
termasuk ke dalam kategori darurat
enggak sih Apa Enggak termasuk Nah ini
nih Jadi bingung kan Terus kalau emang
enggak termasuk fungsinya nomor darurat
110 sama 112 itu buat laporan apa ya
gitu Menurut kalian gimana tuh geng Nah
mungkin karena masyarakat Indonesia
masih belum banyak yang mengetahui
adanya nomor darurat kayak gini Jadi
kita masih memilih untuk langsung datang
ke kantor polisi dibandingkan
menghubungi hotline darurat tersebut
Yang pastinya ya akan memakan waktu
lebih lama kebayang enggak nih misalkan
ya nih misalkan nih Ada pencuri masuk ke
rumah kalian serba salah enggak di
negara kita tuh serba salah mau dihajar
pencurinya loun terjadi tersangka kagak
dihajar barang kita habis atau justru
mungkin ada anggota keluarga kita yang
bakal jadi korban nah satu-satunya jalan
yang paling bagus adalah nelepon nomor
darurat biar kayak di luar negeri 911
Tolong rumah saya kem masukan maling Nah
tapi di dalam kasus ini yang udah
kejadian aja apa ya ya yang udah
langsung melapor aja tuh ternyata ya
dianggap oleh netizen ya Ini bukan
anggapan gua dianggap oleh netizen tuh
pasif gitu tidak langsung mendapat
tindakan Nah makanya nih e gua belum
tahu apakah kasus pencurian mobil
seperti ini yang dialami oleh pak Ilyas
bisa diadukan melalui hotline darurat
atau enggak Tapi kalau kita lihat dari
kejadiannya dia sudah diancam
menggunakan senjata Harusnya sih bisa ya
tapi ya enggak tahu gitu ya
namanya manusia boy bukan Nabi Ya kan
buat kalian yang tahu soal ini mungkin
bisa kasih informasi nih geng di kolom
komentar agar kita semua jadi lebih
mudah untuk melaporkan sebuah insiden
semoga nih ya ya ee apa ya ini mohon
maaf buat keluarga Pak Ilyas pengorbanan
Pak Ilias dalam kasus ini bisa
merevolusi e mental penegak hukum kita
dan bisa merevolusi informasi serta
pengetahuan masyarakat bahwa ada hotline
yang bernomor 110 dan 112 yang
memungkinkan kalian enggak perlu datang
ke kantor polisi atau enggak perlu
datang ke kantor kantor yang lain untuk
melaporkan situasi darurat Nah jadi
mungkin selama ini yang masyarakat tahu
kalau situasi darurat itu nelponnya
Damkar nah buat kalian kalian sekarang
sudahudah tahu Teleponlah 110 dan 112
Apakah nanti ditanggapi ya itu gua
enggak tahu tapi gua udah ngasih
informasi ke kalian kalau ada situasi
darurat telepon ke nomor itu supaya
nomor itu berfungsi Nah kenapa gua
katakan demikian karena setiap harinya
ya kalian itu ada pajak gitu yang kalian
bayarkan Nah itu untuk membayar gaji
orang orang yang berada di balik nomor
handphone tersebut Kalau nomor handphone
itu tidak kalian gunakan sebagai layanan
untuk diri kalian sendiri ketika darurat
maka rugilah kalian Gitu geng jadi
digunakan dengan
sebaik-baiknya itu dia geng pembahasan
kita hari ini tentang insiden yang
mengerikan yaitu ya tewasnya seorang
pemilik rental yang bernama Pak Ilias
serta fakta-fakta terkait kasus ini yang
sekarang ya masih diperdebatkan gimana
Menurut kalian geng tentang kasus yang
satu ini ini coba tinggalkan komentar di
bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:14 UTC
Categories
Manage