Kind: captions Language: id singkat cerita alat buatannya Gibran ini banyak digunakan oleh para pembudidaya ikan dan dia memberi nama alatnya tersebut sebagai eiciery feeder dan usahanya tersebut terus berkembang Gibran kemudian memberi nama perusahaannya menjadi eiciery sesuai dengan nama alatnya nah di dalam laporan tersebut ada dua laporan keuangan geng yang satu untuk laporan internal yang satu lagi untuk eksternal yang biasanya akan diberikan kepada investor jadi yang eksternal itu untuk dilapor ke investor Ni loh pengeluaran pendapatan kita Nah tapi di internalnya malah laporannya beda gitu Jadi seolah-olah ada salah satu nih yang palsu atau yang dibuat-buat yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar jeri [Musik] gengjeng oke Hari ini kita akan membahas eh sebuah Kasus penipuan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan startup atas Indonesia yang bernama eiciery ketika perusahaan ini diluncurkan eiciery yang notabandnya adalah sebuah perusahaan yang bergerak di sektor aquakultur atau ternak ikan serta udang diharapkan bisa memajukan industri perikanan di Indonesia serta eiri ini ya bisa menjadi sebuah perusahaan ternama di dunia karena potensi yang sangat besar bagi eiciery untuk sampai ke Kancah internasional apalagi seperti yang kita tahu ya hasil laut di negara kita itu enggak main-main Nah jadi makanya diharapkan nih dengan adanya Perusahaan kayak gini bakal memperbesar penghasilan negara dan mensejahterakan masyarakat gitu tapi geng harapan besar ini sepertinya sirna karena beberapa waktu lalu akhirnya terungkap kalau ternyata pendiri dari eisery sudah melakukan penipuan dengan memanipulasi keuangan dan berbohong kepada estor-investornya Haduh enggak ada habis-habisnya ya mau rakyat mau pemerintahnya otak korupsinya Enggak hilang-hilang aneh banget Padahal ya waktu itu ificier ini dikabarkan akan menjadi sebuah perusahaan Unicorn di Indonesia ya tapi karena kasus ini banyak investor yang enggak lagi percaya dengan eisery dan Enggak cuma itu banyak investor yang ya Enggak lagi percaya dengan Indonesia banyak yang menarik diri gara-gara kasus yang menggemparkan ini nah di video kali ini kita akan membahas mengenai penipuan yang cuk menggemparkan di kalangan pebisnis Indonesia ini dan bagaimana modus penipuan ini bisa berjalan Langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi lain [Musik] oke sebelumnya Gua takutnya nih Rama banget Yang komen nih tangan gua Kenapa tangan gua Kenapa karena ada ginian ya jadi e kecelakan olahraga pas lagi olahraga ya gitu deh olahraganya agak sedikit stream dan akhirnya tangan gua geser bengkak gitu ya Oke kalau ada yang komen tangan gua kenapa ya itu jawabannya Oke kita langsung masuk ke dalam pembahasan kita kita bahas dulu nih ya profile dari eiciery ini nah jadi geng ificiery ini dibuat oleh seseorang yang bernama Gibran huzaifah sejak bulan Oktober tahun 2013 yang mana saat itu usia dia masih 24 tahun cukup muda dan enggak heran kalau pertumbuhan perusahaan nya sangat pesat Gibran ini adalah lulusan dari ITB yang mengambil pendidikan biologi nah waktu itu Gibran berdiskusi dengan para pelaku budidaya ikan yang memiliki 2000 kolam nah di dalam diskusinya tersebut Gibran mengatakan kalau dia ingin sekali membuat sebuah pakan ikan otomatis yang akan terhubung ke internet yang fungsinya untuk mempermudah para pembudidaya memberi makan ikan dan bisa memantaunya dari handphone aja Jadi kurang lebih tuh kayak apa ya Ee jadi peternak jarak jauh lah gitu kayak sistem remote Nah ada aplikasinya yang bisa mengontrol itu semua nah ibaratnya kalau di rumah canggih atau Smart home gitu kayak Google gitu kan yang bisa diperintahkan pakai suara doang nah untuk bisa mewujudkan hal tersebut Gibran ini mengajak temannya yang memiliki background pendidikan Teknik Elektro alatnya pun ya akhirnya dibuat dan sudah berhasil nah namun yang menjadi kendalanya adalah soal biayanya yang relatif mahal untuk para pembudidaya yang mana hal ini sangat menyulitkan Gibran karena harga harg anyanya yang mahal pembudidaya ikan enggak mau untuk menggunakan alat yang dibuat oleh Gibran sehingga dia harus memberikan uang kepada mereka agar mereka mau mencoba alat tersebut jadi kayak endorse gitu bahkan di saat itu butuh 96 hari membujuk para pembudidaya sampai akhirnya ada satu orang yang mau mencoba menggunakan alat tersebut jadi benar-benar kayak apa ya banyak pembudidaya di saat itu merasa kayak mereka bukan enggak nerima ee pembaharuan atau enggak menerima kemajuan teknologi Tapi menurut mereka mereka agak ragu gitu untuk Bu buang waktu menggunakan alat baru Apalagi itu masih masa uji coba gitu ya mereka lebih mau pakai yang tradisional tapi pada akhirnya ada satu orang yang mau dan hasilnya terlihatlah pertumbuhan dan produksi ikan ternyata membaik dengan alat yang diciptakan oleh Gibran ini nah pemberian pakan ikan juga menjadi lebih efisien dan panen ikannya jadi lebih cepat dibandingkan sebelumnya menyediakan layanan yang membantu peternak memberi makan ikan secara otomatis dan peternak bisa memonitor dengan ponsel Nah kalau kita lihat dari sini berarti kan apa yang dilakukan oleh Gibran ini sebenarnya positif dan ya cukup berhasil dan dari usahanya yang cukup sulit tersebut Gibran memutuskan untuk membangun skema paguyuban Dia kemudian merekrut pekerja yang dekat dengan petani perikanan atau para peternak gitu ya sehingga membuat hubungan ke pembudidaya menjadi lebih mudah agar bisa menawarkan mereka alat yang dibuat oleh gibrand nah dia juga mengubah skema pemakaian teknologi itu itu yang tadinya ya para pembudidaya harus beli tapi Gibran malah mengubahnya menjadi sistem sewa jadi orang-orang yang mau coba boleh sewa alatnya singkat cerita alat buatannya Gibran ini banyak digunakan oleh para pembudidaya ikan dan dia memberi nama alatnya tersebut sebagai ificiery feeder dan usahanya tersebut terus berkembang Gibran kemudian memberi nama perusahaannya menjadi eiciery sesuai dengan nama alatnya dan pada tahun 2015 ifishery yang tadinya hanya dijalankan dari gerasi rumah yang disewa oleh Gibran perlahan-lahan bisa memiliki kantor pusat serta gudang untuk tahap produksi dan penjualan jadi makin lama makin besar dan setahun kemudian eishery feeder kemudian diproduksi secara massal untuk para pembudidaya ikan karena sudahah mulai banyak peminatnya dan dikatakan kalau pertumbuhan perusahaan mereka semakin masif per tahunnya nah bahkan pada tahun 2017 produknya tersebut Enggak cuma bisa digunakan oleh para petani ikan atau peternak ikan tapi melainkan juga bisa dipakai untuk para peternak udang berlanjut lagi di tahun 2018 eiciery membuat sebuah unit bisnis baru yang bernama eiciery fresh yang bergerak pada distribusi hasil perikanan dan lalu pada tahun 2019 ificieri kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan Kabayan seperti namanya Kabayan ini menawarkan pinjaman modal usaha untuk para pembudidaya ikan serta udang yang bisa dibayarkan ketika panen pinjamannya ini bisa berupa pakan benih sampai sarana produksi budidaya lainnya yang dibutuhkan oleh oleh para peternak di tahun 2020 efishery membuat efishery Point untuk bisa menjangkau para petani di seluruh Indonesia sampai pada akhir 2021 eishery feeders sudah mendapatkan 6.000 petani kelompok dan koperasi ikan serta udang dari 250 kota di Indonesia huh maju banget ya 24 tahun umurnya di saat itu membuat perusahaan ini Cemerlang banget masa depannya ya sebenarnya dengan angka tersebut ada total empat ,6.000 kolam ikan dan udang yang menggunakan efficiaryy feeders dan dipakainya eiciary feeders ini oleh para petani juga sangat membantu mereka jadi simbiosis mutualismenya jelas gitu karena pendapatan petani pun ikut meningkat sampai 45% ketika menggunakan alat ini dan eiciery juga sudah membantu sebanyak 1700 para peternak dengan meminjamkan lebih dari 70 miliar yang disebarkan kepada mereka dengan rata-rata pinjaman yang disetujui senilai Rp75 juta di bulan Janu i Tahun 2022 dengan eicieri yang sudah sebesar itu yang berencana ingin memperluas operasional mereka ke luar negeri yaitu ke Thailand terus ke Cina sampai India untuk wilayah acn sendiri ekspansi bisnisnya itu diharapkan lebih cepat di bulan yang sama juga geng evishery ini sampai berhasil mengumpulkan pendanaan tahap investasi dalam siklus pendanaan startup yang lebih dikenal dengan pendanaan seri C sebesar r90 juta USD atau setara dengan rp1,3 triliun nah pendanaan ini dipimpin oleh temaek softbank Vision font 2 dan sequoya Capital Indonesia Nah ada harapan bagi efficiery yang merupakan perusahaan startup bisa berkembang menjadi Unicorn di saat itu Hal inilah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia karena bisa menghasilkan perusahaan yang bisa menguntungkan para peternak atau petani ikan tapi di satu sisi perusahaannya juga bisa menjadi perusahaan yang besar nah sebelum kecurangannya terbongkar eiciery ini ya dipji-puji dan sudah berhasil menyandang status perusahaan Unicorn yang diagung-agungkan lah masa depannya cukup cerah di saat itu idenya sangat Cemerlang nah cuma geng di tengah-tengah harapan besar bagi ificiery ini ada kendala yang terjadi sebab secara mendadak dan tiba-tiba ketahuanlah ifisheri ini diduga melakukan penipuan atau frouud yang dilakukan oleh si penemunya petingginya atau pemilik dari perusahaan ini yaitu Gibran serta satu orang lainnya yang menjabat sebagai CPO yang bernama Krishna adityya Nah sekarang kita akan masuk nih ke dalam pembahasan mengenai penipuan yang terjadi di i ini jadi geng kasus ini baru meledak pada awal tahun ini tapi sebenarnya kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian sejak awal tahun lalu awal tahun 2024 ada empat laporan yang diterima oleh Polisi yaitu laporan di bulan Februari di bulan maret kemudian di bulan April yang terakhir di bulan Mei 2024 dan penyelidikannya dilakukan sepanjang tahun 2024 kalau informasi yang gua dapatkan dari media Tempo Kasus penipuan ini mencuat ketika Evis seri mendapatkan pendanaan seri D Nah seri D ini adalah tahap pendanaan lanjutan dari seri C yang sudah gua Sebutkan sebelumnya yang biasanya dilakukan oleh perusahaan startup yang masih membutuhkan modal tambahan untuk alasan strategi bisnis dikatakan ada seorang whistleblower atau dengan kata lain kayak yang membocorkan gitu ya yang membocorkan informasi yang mana dia ini mendatangi anggota dewan dengan tuduhan kalau laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan tidak akurat geng Nah kemudian dewan menugaskan penyelidikan formal melalui pihak independen yaitu FTI Consulting pada bulan Desember tahun 2024 yang dilakukan oleh para investor termasuk softbank dan juga temasik laporan keuangan tersebut ditulis oleh FTI Consulting serta ditandai sebagai draft dan dapat berubah lebih lanjut selama penyelidikan jadi ibaratnya tuh selama diselidiki ya drafnya Sekian gitu Ini yang baru ditemukan n nanti akan bertambah lagi datanya Nah kurang lebih kayak gitu dan di saat masih draft awal aja hasilnya ternyata ditemukan kan adanya hal yang enggak konsisten dari hitung-hitungan akuntansi perusahaan dan berakhir dengan dewan yang akhirnya memecat si Gibran huzaifah si ownernya atau si foundernya setelah itu nah lalu pertanyaannya Apanya yang enggak konsisten dari laporan keuangan tersebut Kok bisa sampai si foundernya juga dipecat gitu nah di dalam laporan tersebut ada dua laporan keuangan geng yang satu untuk laporan internal yang satu lagi untuk eksternal yang biasanya akan diberikan kepada investor jadi yang eksternal itu untuk lapor ke investor Ni loh pengeluaran pendapatan kita Nah tapi di internalnya malah laporannya beda gitu Jadi seolah-olah ada salah satu nih yang palsu atau yang dibuat-buat di dalam laporan internal tertulis kalau eicieri berhasil memperoleh pendapatan sebesar 2,6 triliun selama 9 bulan dari bulan Januari sampai September 2024 tetapi geng di laporan eksternal eiciery dikatakan mendapatkan keuntungan 4,8 kali lebih besar dibandingkan yang tertulis di laporan internal yaitu 12,3 triliun rupiah jadi benar-benar Dimar up bukan Mar up sih kayak digede-gedein gitu kayak misalkan lu untungnya cuma r.000 tapi lu ngomong ke orang weh gua untungnya r.000 nih gitu dan dia ngomongnya itu kepada Para investor supaya investor ini makin tertarik kayak Wih menguntungkan nih mantap juga Dana gua di sini nah terus geng berdasarkan laporan keuangan eksternal tersebut pertumbuhan pendapatan eviseri ini melonjak dengan cepat itu kan gede banget gitu dan di tahun 2021 pendapatannya aja nilai r,6 triliun dan 2022 menjadi 5,8 triliun dan 2023 menjadi 10,8 triliun nah angka-angka yang ada di laporan keuangan eksternal tersebut berbeda dengan apa yang ditulis di laporan keuangan internal yang internal ini yang sebenar-benarnya yang menunjukkan pendapatan eicieri di tahun 2021 sebenarnya enggak segede itu dia cuma 1 triliun 2022 senilai 4,3 triliun dan 2023 sebesar 6 triliun sebenarnya gede juga sih tapi yang bikin bingungnya Kenapa Harus dibikin seolah-olah lebih besar daripada itu 6 triliun aja udah besar kan nah tapi tunggu dulu Nanti kalian akan paham nah walaupun sama-sama meningkat ya setiap tahunnya namun angka yang tertulis itu lebih besar di laporan eksternal dibandingkan dengan Internal kan Nah laporan yang berbeda satu sama lain ini sangat terlihat dari pencatatan profit sebelum pajak dan berdasarkan laporan eksternalnya ifishery membukukan profit sebelum pajak senilai 261 miliar selama bulan Januari sampai September 2002 4 namun di laporan internalnya menunjukkan kalau eicieri justru merugi sebesar 578 miliar di bulan yang sama nah sejak tahun 2021 sampai bulan ke-9 di tahun 2024 laporan stnal efficiery memperlihatkan pertumbuhan profit sebelum pajak yang positif dan juga stabil nah hal ini berbeda dengan laporan internalnya yang menunjukkan kalau perusahaan ternyata terus merugi sejak tahun 2021 kerugian yang paling parah terjadi pada Tahun 2022 yaitu senilai 784 mili yang kemudian berlanjut di tahun 2023 sebesar rp759 miliar dari sini kita bisa lihat geng dengan angka yang dituliskan berbeda di laporan internal dan eksternal menunjukkan kalau apa yang terjadi dengan evicier ini adalah penggelembungan nilai pendapatan yang sebenarnya enggak ada ya Apa tujuannya kalau bukan untuk menarik investor ya dia tuh cuman pengen membuat investor tuh jadi ngiler kayak Wah untungnya gede banget gua mau nginvest mau nginvest mau nginvest dan kalau kayak gitu dia gali lubang tutup lubang mencari investor baru untuk menutupi kerugian investor lain itu juga kalau ketutup Kalau enggak ya cuma buat operasional perusahaan aja biar terus jalan tapi lagi-lagi rugi dan rugi dengan laporan eksternal yang terus menunjukkan peningkatan pendapatan investor banyak yang percaya dan tertarik untuk berinvestasi di eiciery ini dan dengan laporan tersebut itu artinya ada lebih dari 75% dari angka yang dilaporkan oleh perusahaan itu semuanya palsu gila banget the real penipu handal dan penipuan ini enggak cuma di lakukan di catatan laporan aja geng tapi melainkan Gibran selaku pemilik dan pendiri eiciery selaku sekaligus penipunya gitu ya dia mengaku ke investor kalau perusahaannya memiliki lebih dari 400.000 fasilitas pakan padahal kenyataannya fasilitas pakan yang dimiliki oleh eviser ini di lapangan cuma ada 24.000 Buset terus 300 sekian ribunya di mane Gibran dan jauh banget dari angka yang diklaim oleh Gibran ke investor Gibran juga diduga sengaja memerintahkan untuk mengelembungkan biaya modal perusahaan untuk pembelian pakan ya sama si apa namanya orang finance-nya gitu kayak Eh lu tulis ya kayak ee kita modalnya tuh harusnya sekian gitu Padahal misalkan modalnya cuma r.000 nah lu tulis 1 juta deh biar investor kita Ya tahunya modalnya R juta gitu nah lebihnya itu dia kantongin Dan di saat itu tujuan dia adalah untuk menutupi kondisi keuangan perusahaan yang terus-menerus merugi setiap tahunnya yaitu itu gua bilang tadi dia terus menutupi luobang dengan dana dari investor baru Nah upaya Untuk memanipulasi ini sudah dilakukan oleh Gibran dan timnya sejak tahun 2018 agar bisa mendapatkan pendanaan Seri A yaitu tahap pertama dalam siklus pendanaan startup setelah pendanaan awal dan di Tahun 2022 ada lima perusahaan yang dibentuk dan dikendalikan oleh si Gibran ini nah cuma geng dari kelima perusahaan tersebut enggak ada satuun nama Gibran yang tercantum sebagai pemilik perusahaan pintar banget nih orang nah dia memakai nama orang lain sebagai pemilik perusahaan biar enggak ketahuan kalau kelima-limanya ternyata ya kepemilikannya satu orang yaitu nama dia yaitu nama Gibran dengan ificieri tadi dan hitungannya udah perusahaan fiktif nah perusahaan-perusahaan ini juga berfungsi untuk pencatatan perputaran uang untuk bisa menaikkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan manipulasi keuangan ini terus berlanjut pada tahun 2023 di mana Gibran dan beberapa orang lain melakukan upaya pemalsuan dokumen-dokumen seperti invoice kontrak serta pembukuan palsu nah sehingga kalau di total uang yang digelapkan oleh ifiseri ini udah mencapai 600 juta USD atau setara dengan 9,7 triliun wuh gila gimana bentuknya itu 9,7 triliun nah akibat dari kasus ini manajemen dari eviciery melakukan penindakan tegas dengan mencopot Gibran serta Krishna dari jabatannya pada pertengahan bulan Desember tahun 2024 sebagai penggantinya posisi Gibran akhirnya diisi oleh seseorang yang bernama Adi Wibisono yang sebelumnya menjabat sebagai cfo Karena sekarang dia bertugas menggantikan gibrand posisi dia yang sebelumnya saat ini digantikan oleh Albertus sasmra dan keputusan tersebut diambil bersama dengan shareholder perusahaan sebagai bentuk komitmen mereka untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik manajemen efficiery juga memberikan perhatian penuh dalam penyelidikan kasus ini dan tidak akan ragu untuk membantu penyidik jika memang membutuhkan informasi mengenai data internal perusahaan nah jadi di sini yang jahat tuh bukan perusahaan eiciery-nya Enggak semua orang di dalam eiciery itu terlibat sebenarnya jadi yang gila ini adalah si Gibran ini dan si Krishna dan untuk bisa melakukan penyelidikan menyeluruh polisi melakukan koordinasi dengan lembaga terkait yaitu Otoritas Jasa Keuangan atau OJK geng dalam laporan tersebut diperkirakan manajemen menggelembungkan pendapatan hampir 600 juta us do atau rp9,7 triliun selama Januari hingga September 2024 laporan itu juga menyebutkan lebih dari 75% dari angka-angka Yang dilaporkan adalah palsu Nah jadi geng kecurangan yang dilakukan oleh Gibran serta Krishna ini benar-benar luar biasa dan Enggak cuma menghancurkan Citra dari perusahaan yang akan mempengaruhi kepercayaan investor tapi juga berdampak terhadap para pekerja mereka yang harus di PHK Nah sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai staff eiciery yang terkena PHK imbas dari kasus manipulasi yang dilakukan oleh Gibran dan Krishna Nah jadi geng duga an frud atau kecurangan dalam perusahaan Unicorn eiciery sampai berimbas kepada staf-staf mereka di bulan yang sama ketika manajemen eiciery mengganti Gibran serta Krishna yang menjabat di sana perusahaan tersebut akhirnya menghentikan juga operasional mereka namun geng enggak sampai di situ karena ifiseri juga melakukan pemangkasan pekerja atau memphk 90% dari 1500 staf mereka para pekerja dikatakan sudah diberitahu sebelumnya dan prosesnya akan dilakukan secara bertahap mulai dari akhir bulan Januari kemarin Dan di saat itu menurut informasi yang gua dapat kan walaupun stafnya di PHK tapi mereka sudah mendapatkan hak mereka yang sesuai dengan undang-undang Cipta kerja jadi di PHK tetap dikasih tunjangan hanya saja belum ada informasi lebih lanjut mengenai bagaimana keberlanjutan operasional perusahaan tersebut setelah perusahaan melakukan PHK terhadap Para stafnya jadi enggak jelas nih nih perusahaan Gimana udah ngerugiin banyak orang Apakah lanjut atau Ya udah akhirnya dibubarkan belum tahu dan walaupun dikatakan hak pekerjanya sudah dipenuhi namun tetap aja kasus ini membuat Para stafnya mendapatkan Stigma yang buruk ya pokoknya kasihanlah yang kerja di sana tuh keluar dari eisery dianggap sekaligus pembohong padahal yang melakukan penipuan atau kebohongan adalah Gibran dan Krishna sebab ada karyawan yang juga resain karena ketidakpastian operasional perusahaan sehingga mereka akhirnya mencari pekerjaan yang baru Nah namun ketika mereka melamar di perusahaan yang baru mereka dighosting gitu aja geng karena karyawannya itu dicap sebagai mantan karyawan dari perusahaan yang melakukan penipuan kasihan banget dan hal ini ya tentu merugikan para pekerja yang mana mereka jadi kena imbas yang Padahal mereka tidak menikmati e hasil penipuan tersebut enggak terlibat yang terlibat cuma petingginya nah tapi mereka harus ya apa ya jadi jelek namanya nah para pekerjanya Enggak tahu apa-apa tapi ikut terdampak Nah kalau begini akan banyak orang yang menjadi Pengangguran karena tidak bisa lagi bekerja di tempat lain Mereka di blacklist udah cari kerja Susah Ditambah lagi dengan oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan untuk diri sendiri namun berimbas sama orang-orang kecil start up efficiaryy kembali melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya informasi terbaru mengungkapkan jumlah karyawan yang akan di PHK mencapai 300 orang terus enggak cuma itu geng Kasus penipuan yang dilakukan oleh eviseri ini juga pada akhirnya bisa berdampak terhadap ekosistem startup Indonesia padahal peningkatan perusahaan lokal saat ini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya apa yang terjadi dengan eiciery tentunya sangat memalukan dan merusak nama Indonesia serta komunitas startup menurut seorang coofounder dan co-anaging partner dari North Star group yang namanya adalah Patrick walujo yang mana perusahaan dia juga ikut memberikan dana kepada eiciery dalam putaran seri c dan d dia ini bilang sulit untuk memproyeksikan keberlanjutan dari eiciery meskipun sudah menunjuk pimpinan yang baru Nah Patrick mengatakan kalau penipuan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi karena beberapa tahun terakhir ada beberapa startup yang pada akhirnya bangkrut karena dugaan frout atau penipuan kayak gini yang seolah-olah terlihat sukses kantornya mewah banget Padahal mah rugi terus nah Oleh karena itu dari kasus ifiseri harus menjadi pelajaran bagi semua perusahaan startup di Indonesia untuk memiliki tata kelola keuangan perusahaan yang baik Haduh kacau banget karena memang kalau kita lihat ya banyak banget anak-anak muda yang bikin perusahaan terus langsung tampil di media untuk gaya-gayaan seolah-olah terlihat sukses padahal mah hasilnya Enggak seberapa terus karyawannya juga ya okelah ada karyawan yang digajinya gede banget tapi kayak gaji lo itu kayak sebenarnya bisa diproyeksikan untuk 5 tahun tapi akhirnya Lu cuma bisa terima setahun setahun berikutnya lu udah di PHK Karena perusahaan lu bangkrut gitu jadi enggak ada yang ngejamin nah kemudian geng ada seseorang yang bernama Josua Pardede dia ini adalah kepala ekonom Bank Permata nah beliau ini menyampaikan transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang pelaku usaha terlepas dari statusnya mau itu usaha di bidang teknologi UMKM atau korporasi pelaku usaha juga perlu untuk bisa menerapkan prinsip tata kelola yang baik dalam menjalankan Setiap kegiatan usaha mereka lalu diversifikasi penilaian enggak bisa kalau cuma mengandalkan laporan keuangan tapi juga harus menggunakan berbagai pengecekan data seperti historis pengecekan inventory informasi dari supplier atau pihak lainnya semua hal ini penting ketika proses valuasi perusahaan ataupun audit untuk meminimalisir frud kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi para investor untuk melakukan pengecekan serta audit keuangan secara berkala kepada perusahaan startup yang menjadi portofolio investasi mereka ya sama seperti Patrick Joshua juga mengatakan kasus ini akan berdampak terhadap komunitas lain Sebab investor akan lebih memilih untuk berinvestasi nah Lalu ada pendapat lagi nih dari peneliti center of economic and law studies atau selios yang bernama burani Septia beliau ini mengatakan kasus penggelomungan pendapatan dan laba eiseri bisa berdampak terhadap investasi digital di Indonesia yang saat ini sedang mengalami perlambatan banyak orang yang enggak bakal percaya lagi untuk berinvestasi di Indonesia apaal lagi frud terjadi pada startup yang sudah mendapatkan gelar Unicorn atau bervaluasi lebih dari 1 miliar USD ya orang-orang Mana percaya lagi sama perusahaan kecil mana percaya lagi yang gede kayak gini aja yang udah digadang-gadang bakal Sukses banget aja nipu gitu dan oleh karena itu startup perlu untuk belajar pentingnya mengutamakan pelaporan keuangan yang akurat dan transparan Nah itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai kasus fraud atau penipuan yang terjadi pada eiciary yang dilakukan oleh pemilik atau dirinya sendiri yaitu Gibran bersama dengan partnernya yang bernama Krishna sayang banget geng padahal evisher ini memiliki potensi yang besar dan bisa membanggakan karena merupakan perusahaan lokal yang enggak cuma sukses di dalam negeri tapi juga di luar negeri gua Yakin banget ya setelah eviseri ini runtuh gagal bakal ada perusahaan luar yang meniru dan membuatnya jauh lebih baik lagi-lagi kita ke cololongan gara-gara apa gara-gara budaya yang hobi banget nyari untung duluan alias korupsi ya kan nah tapi karena kasus ini jadi Pupus sudah harapan untuk ifishery ya y gimana geng Menurut kalian tentang kasus ini coba tinggalkan komentar di bawah