Transcript
iWewPSDaK-c • 2 PENDAKI KELOMPOK FIERSA BESARI TEWAS DI PUNCAK CARSTENZS
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1371_iWewPSDaK-c.txt
Kind: captions Language: id tim lain dalam pendakian kartens yang bernama Dawa gialj sherpa nah tapi upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Dawa terhenti di teras dua di sanalah dia akhirnya menemukan lily dan Elsa dalam kondisi yang sudah tidak tertolong karena mereka berdua sudah tidak bernafas lagi ternyata lily dan Elsa itu mau memasang plakat untuk mengenang teman mereka yang bernama Hanafi Tanoto yang meninggal dunia di gunung tersebut juga pada tahun sebelumnya plakat yang mereka bawa itu bertuliskan perjumpaan tidak pernah berakhir seperti awan menjadi hujan dan kembali persatuanmu kekal dalam kami dan semesta sang kalik telah menyambutmu kau wariskan semangat yang kami teruskan Wah gua merinding geng sumpah demi Allah ini gua merinding banget dengan kata-katanya yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar Jerry [Musik] geng geng beberapa hari ini sosial media lagi rame banget geng dengan adanya sebuah kabar duka dari dua orang pendaki perempuan ketika sedang mendaki di gunung carstens dua orang pendaki tersebut bernama Lily Wijayanti dan Elsa Laksono nah mereka ini bukan orang yang baru pertama kali mendaki tetapi melainkan sudah menjadi pendaki profesional jadi sudah sering baik Lily maupun Elsa juga cukup dikenal oleh sesama pendaki namun sayangnya mereka harus menghadapi sebuah kemalangan meninggal dunia di dalam pendakian di Gunung carstens beberapa hari yang lalu Nah dari kabar duka ini juga diketahui kalau ada e seorang pendaki terkenal sekaligus penyanyi juga dan penulis buku yaitu yang mungkin kalian kalau aktif di X pasti kenal dengan dia yaitu virs besesari yang mana dia ini tergabung ke dalam rombongan dengan Lili dan juga nah netizen di saat itu sempat khawatir dengan kondisi Firsa yang mana ketika itu masih belum diketahui kabarnya Kalau yang dua orang tadi sudah dipastikan meninggal nah namun Virsa birsari itu belum diketahui nih Apakah dia selamat atau enggak karena memang benar-benar putus kontak Nah beruntungnya kemarin akhirnya virsabisari angkat bicara dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ketika itu nah di video Kali ini Gua akan menceritakan dan merangkum Bagaimana kronologi kejadiannya dan apa yang dialami oleh para pendaki ini selama berada di Gunung carstens Nah gua berharap video ini bisa menjadi sebuah informasi serta edukasi buat kalian yang ingin melakukan pendakian geng jadi jangan sembarangan dan jangan juga terlalu percaya dengan tahayul tentang yang ada di alam tapi juga jangan nantang alam gitu jadi selayak dan sewajarnya aja ya Oke Langsung aja nih kita bahas secara lengkap tentang kasus yang satu ini di sisi lain [Musik] kita langsung masuk ke dalam kronologi kejadian nih [Musik] geng Jadi sempat ramai adanya sebuah berita duka dari kedua pendaki yaitu Lily Wijayanti dan Elsa Laksono dalam sebuah pendakian di Gunung carstens nah mereka ini adalah dua dari 20 orang yang tergabung ke dalam rombongan pendaki 20 orang tersebut terdiri dari lima pemandu tujuh pendaki Indonesia enam pendaki asing terus ada dua pendaki dari taman nasional lawence menurut media Kompas nih ya operator jasa kegiatan pendakian diduga itu adalah dari pihak Indonesia Expedition yang mana sementara pemegang izin pendakian Yang menaungi Indonesia Expedition ini adalah PT tropis carstands Jaya nah 2 hari sebelum kejadian tepatnya di tanggal 26 Februari tahun 205 rombongan berangkat dari Bandara Mozes kilangin Timika menuju ke baseecamp yellow Valley atau Lembah Kuning dengan menumpang helikopter nah Sesampainya di sana mereka melakukan aklimatisasi yaitu proses penyesuaian diri organisme terhadap lingkungan jadi mencoba beradaptasi dulu gitu dan Selain itu para pendaki ini melakukan latihan naik atau yang biasa disebut dengan ascanding serta latihan turun menggunakan tali atau deskanding jadi di hari mereka sampai itu mereka enggak langsung muncak mereka ee benar-benar sudah prepare secara fisik dan juga latihan jadi Jadi kalau dibilang mereka ini naik ke sana asal-asalan nekat-nekatan tanpa adanya persiapan itu salah besar mereka Udah persiapan banget dan semua persiapan itu perlu dilakukan karena Medan Puncak kartens ini itu berbentuk tebing yang sangat sempit dan juga terjal dengan ketinggian sekitar m lalu geng di hari Jumat tanggal 28 Februari tahun 2025 akhirnya rombongan itu mulai melakukan perjalanan sekitar jam .00 pagi nah lalu di jam 10 lewat 51 siang ini dari pagi sudahudah menuju siang gitu ya rombongan melakukan penyeberangan di jembatan tirolean nah sekitar jam 2 siang para pendaki terakhir itu berhasil mencapai puncak carstans nah rombongan tersebut sebenarnya sudah dilengkapi oleh HT ya pakai HT atau handy talk namun HT mereka pada saat itu dalam kondisi yang low jadi enggak tahu mau diicharge di mana sehingga enggak ada komunikasi pada saat itu Nah setelah mereka sampai ke Puncak rombongan ini ingin segera turun dari sana cuma ada kendala yang terjadi sebab sedang terjadi cuaca buruk dengan turunnya hujan salju dan hujan deras juga dan bahkan ditambah dengan angin kencang hal ini sangat beresiko geng bagi para pendaki karena di atas puncak gunung itu kan pasti udaranya dingin banget dan ditambah dengan turunnya hujan salju hujan deras serta angin kencang yang pasti akan menambah udara dingin dan mereka benar-benar harus struggle di sana kondisi seperti ini rawan banget untuk membuat si para pendaki ini mengalami hipo hipotermia nah hipotermia sendiri itu adalah kondisi di mana suhu tubuh Jadi turun di bawah suhu normal yang diakibatkan karena tubuh terpapar suhu yang sangat dingin dan hipotermia ini bisa berdampak terhadap gangguan jantung saluran pernafasan sampai ke otak ada lima pendaki yang terjebak karena cuaca buruk tersebut dan mengalami hipotermia geng ada salah satu pemandu yang bernama Nur Huda yang di saat itu berhasil turun dan tiba di baseecamp sekitar jam 845 malam padahal pada saat itu dia sendiri terkena hipotermia tapi sesampainya dia di baseecamp Nur Huda itu mengabarkan ke tim yang ada di baseecamp kalau ada lima pendaki lain yang sedang terjebak dan terkena hipotermia di atas Nah di sini keadaannya itu benar-benar udah mencekam nah ketika mendapatkan kabar tersebut tim yang ada di baseecamp itu memutuskan untuk membantu para pendaki yang masih terjebak dan Nurhuda pun juga ikut di dalam penyelamatan ini walaupun Sebelumnya dia ah terkena hipotermia ya tapi mau enggak mau karena itu memang sudah tugasnya dia dan tanggung jawabnya dia ya dia harus ikut membantu Nah karena dia mengalami hipotermia juga sebelum kembali ke Puncak bersama tim Nurhuda ini sempat beristirahat sebentar di baseecamp agar bisa mengumpulkan energi baru dia kembali lagi naik setelah pemulihan nah terus geng ada salah satu pemandu lokal yang bernama Yustinus segau dia ini sempat berusaha naik menuju ke pendaki yang bernama Indira Alaika terus ada Saroni dan juga Alvin regy nah Alvin ini adalah gate yang ikut terjebak di Puncak Nah posisi mereka pada saat itu berada di Summit reach yaitu punggungan Puncak nah Yustinus di saat itu berjalan ke arah mereka dengan membawa bantuan berupa sleeping bag terus ada flashit air panas dan juga membawa sebuah radio nah cuma upaya penyelamatan diaat itu terhenti karena cuaca semakin memburuk Jadi mereka berhenti di yang namanya teras besar nah ketika sudah enggak bisa lagi melakukan penyelamatan Yustinus memutuskan untuk kembali turun Namun semua peralatan yang dia bawa untuk penyelamatan dia tinggal di teras besar dalam perjalanannya di saat itu dia sempat bertemu dengan seorang pendaki yang termasuk ke dalam rombongan yang bernama Ludi nah saat itulah dia langsung mendampingi Ludi hingga sampai ke baseecamp upaya pertolongan juga dilakukan oleh pemandu asal Nepal tim lain dalam pendakian kartens yang bernama Dawa gialj sherpa nah tapi upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Dawa terhenti di teras dua di sanalah dia akhirnya menemukan lily dan Elsa dalam kondisi yang sudah tidak tertolong karena mereka berdua sudah tidak bernafas lagi nah jadi si Dawa ini yaitu pemandu asal Nepal inilah yang menemukan dua korban tadi gate Loka lainnya yang bernama poxy dan Damar itu kembali mencoba naik ke teras 2 untuk memberikan bantuan kepada lily dan Elsa mereka menghubungi tim di BS camp dan melaporkan sudah memberikan pertolongan kepada lily dan Elsa salah satu Git yang bernama octris yang berkomunikasi dengan poxy dan Dawa menginformasikan dari baseecamp kalau ada dua pendaki perempuan yaitu lily dan Elsa tadi yang sudah tidak tertolong di teras du alias sudah meninggal dunia Nah selanjutnya seorang J yang bernama Huda itu naik menuju ke puncak untuk menolong Indira Alvin dan Saroni di Summit Rich tadi Nah namun Huda mengabarkan kalau dia itu udah enggak sanggup untuk meneruskan perjalanan ke titik di mana Indira dan Alvin dan saruni berada karena udah wah kedinginan parah hipotermia capek dan oleh karena itu Huda kemudian meletakkan peralatan bantuan untuk mereka berdua di bawah Summit Rich tadi Nah jadi di saat itu emang udah enggak kuat lagi dia untuk menuju ke titik para pendaki yang terjebak nah upaya penyelamatan selanjutnya di saat itu membentuk dua tim penyelamat tim pertama terdiri atas tiga gate internasional yang bernama Garet Madison tashi serpa dan juga Ben Jones nah mereka bertiga bertugas untuk mendaki kembali ke Summit R untuk menyelamatkan Indira Alvin dan Saroni yang masih selamat di saat itu nah sementara tim yang kedua terdiri dari Dr Adnan dan juga Meidi yang berjalan dengan tujuan menjemput yang sudah meninggal yaitu lily dan Elsa di teras du tim pertama itu berhasil menjemput Indira Alvin dan Saroni pada tanggal 1 Maret tahun 2025 nah ketiga gate asing tersebut langsung memberikan kabar ke baseecamp kalau Ketiga orang yang mereka tolong itu masih hidup hanya saja dalam kondisi yang kritis udah hampir meninggal dan tim penyelamat memberikan pertolongan pertama dan mengganti pakaian mereka dan memberikan isotonik makanan serta obat-obatan setelah itu tim penyelamat serta tiga korban yang terjebak kembali turun menuju ke Lembah Kuning Indira Alvin dan Saroni yang tadi tadinya terjebak langsung dilarikan ke rumah sakit yang ada di daerah Timika sementara itu jenazah dari lily dan Elsa yang sudah tidak bisa diselamatkan diturunkan sampai ke Lembah Kuning pada Sabtu sore tanggal 1 Maret tahun 2025 namun menurut Rahman Muklis sebagai ketua Asosiasi pemandu gunung Indonesia atau apgi dia menyebutkan kalau evakuasi korban baru akan dilakukan di hari Minggu tanggal 2 Maret tahun 2025 dan jenazahnya diinapkan di Lembah Kuning pada pagi hari Basarnas melakukan evakuasi terhadap jenazah Elsa dengan mengguna akan helikopter Nah jadi proses evakuasinya tuh benar-benar E seribet itu geng gila banget dan jenazahnya keduanya diturunkan di helipad Bandara upbu Mozes kilangin Timika Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah untuk dikirimkan ke RSUD Timika pada saat itu evakuasi dilakukan sampai jam 300 sore dan evakuasi kemudian dihentikan sementara karena cuaca yang tidak mendukung jadi cuacanya ekstrem banget dan rencana pelaksanaan evakuasi dilanjutkan di hari Senin tanggal 3 Maret tahun 2025 terhadap Lili dan para pendaki yang selamat nah di hari Senin pagi salah satu operator lokal pendakian kartens yang bernama Irfan Erianto itu mengatakan kalau jenazah Lily sudah berhasil dievakuasi dari Lembah Kuning dan lily pun dibawa ke RSUD Timika sama seperti Elsa itu berhasil dievakuasi kurang lebih jam an ya E itu berhasil dievakuasi menuju Moses kilangin dan E langsung dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah di tim m Nah sekarang kita bakal masuk nih geng ke dalam pembahasan mengenai siapa lily dan Elsa ini sampai akhirnya ditemukan meninggal dunia di puncak kartens nah kabarnya Mereka berdua adalah pendaki profesional Kok bisa sampai kayak gini kita bahas jadi geng lily dan Elsa merupakan seorang pendaki senior yang sudah bersahabat sejak di bangku SMP lily dan Elsa juga merupakan alumni SMA Katolik Albertus atau Dempo Malang angkatan 1984 mereka sama-sama memiliki hobi mendaki gunung berawal dari sinilah keduanya melakukan pendakian bersama sejak usia 18 tahun yang mana pada saat itu mereka berhasil menaklukkan Gunung Bromo nah Lily Wijayanti pogiono lahir di Malang pada tanggal 2 Oktober tahun 1965 dan di dalam kesehariannya Lily ini adalah seorang desainer melalui usaha bisnis yang diberi nama labelfame atau yang disingkat dengan lbf dan ber domisili di Bandung nah dia ini sudah mendaki sekitar 30 gunung termasuk dengan gunung Merbabu cirmai Manglayang Slamet Burangrang Kelut Kerinci Semeru Rinjani Bukit Raya Latimojong dan binaya Nah jadi udah cukup berpengalaman dia dan untuk bisa menjaga ketahanan fisiknya Lily ini bahkan melakukan latihan panjat tebing di Citatah 90 Kabupaten Bandung Barat Lily memiliki sebuah akun Instagram dengan username Mam pendaki yang dia jadikan sebagai media untuk mengunggah hobinya tersebut yaitu ya mendaki gunung dan lily diketahui sudah mendaki tujuh gunung yang ada di dalam negeri atau yang dikenal dengan the Seven summits nah yang mana 4 hari sebelum pendagiannya ke carstands Lily ini sempat membuat sebuah video yang memperlihatkan momennya dia ketika memilih berbagai keperluan yang akan dia kenakan nanti ketika mendaki carsts mulai dari jaket celana dan juga sepatu nah sementara Elsa merupakan seorang pendaki perempuan asal Malang Jawa Timur yang lahir pada tanggal 24 Juli 1965 dan tinggal di Jakarta Nah dia ini dikenal sebagai Mamak gigi panggilan ini karena Elsa yang ternyata berprofesi sebagai seorang dokter gigi geng Nah jadi bisa dilihat ya background mereka berdua bukan orang-orang biasa-biasa gitu yang satu desainer yang satu dokter Nah Elsa ini memiliki ruko yang dijadikan klinik gigi yang bernama Radian dental care yang berada di kawasan Tebet dia juga tinggal di ruku tersebut bersama dengan suaminya yang bernama Andi Mulya Halim Elsa itu memiliki akun Instagram GR explore with Elsa dan sejak dia masih muda Elsa sudah memiliki rasa cinta dengan alam dia diketahui sudah mendaki gunung Sumbing Papandayan Samet dan juga Mahameru nah bersama dengan Lily Elsa juga diketahui pernah mendaki gunung tertinggi di dunia yaitu gunung Everest yang berada di Nepal pada tahun 2019 jadi saking cintanya mereka berdua dengan gunung ketika Elsa berulang tahun ke-50 mereka ingin merayakannya dengan mendaki gunung Semeru namun di saat itu ya berakhir gagal nah namun hal itu tidak membuat mereka putus asa di saat itu tapi justru mereka melanjutkan pendakian mereka ke berbagai Gunung yang lain geng sampai-sampai Lili ini memberikan julukan kepada mereka berdua nih ya nama Apa ya nama bestinya lah nama persahabatan mereka yaitu Ratu pendaki atau dengan kata lain hiking Queen Nah jadi memang dua sahabat yang sefrekuensi yang hobinya sama dan suka mendaki gunung nah mereka berdua ini ya memang dipertemukan untuk menghabiskan waktu bersama dengan hobi yang sama dan sedihnya ya mereka harus bertemu dengan ajalnya dengan cara mereka sendiri dan di jalan yang mereka sukai yaitu mendaki gunung ya bisa dikatakan secara enggak langsung saking cintanya sama alam ya sampai jiwa dan raga mereka mereka persembahkan untuk Alam eh kita bacakan Alfatihah untuk kedua korban ya geng Oke kita lanjut lagi Nah pasti timbul pertanyaan lalu Dalam rangka apa mereka berdua mendaki gunung kartens ini nah jadi geng kabarnya pendakian ini tidak hanya mereka lakukan untuk bersenang-senang tapi ada alasan tersendiri ternyata lily dan Elsa itu mau memasang plakat untuk mengenang teman mereka yang bernama Hanafi Tanoto yang meninggal dunia di Gunung tersebut juga pada tahun sebelumnya plakat yang mereka bawa itu bertuliskan perjumpaan tidak pernah berakhir seperti awan menjadi hujan dan kembali persatuanmu kekal dalam kami dan semesta sang kalik telah menyambutmu kau wariskan semangat yang kami teruskan Wah gua merinding geng sumpah demi Allah ini gua merinding banget dengan kata-katanya Wah gila mereka kayak mau ngasih plang itu sebagai Bukan perpisahan ya mengenang ya tapi akhirnya Tuhan ngasih mereka jalan untuk bertemu langsung dengan sahabat mereka di alam yang berbeda gua merinding banget Dan di saat itu geng setelah mereka berhasil mencapai puncak carstance lily dan Elsa berhasil memasang pelakat tersebut dan sayangnya seperti yang kita tahu ya hal yang tidak diinginkan terjadi di gunung yang sama tempat meninggalnya Hanafi lily dan Elsa juga akhirnya berpulang dan apa yang sebenarnya terjadi ketika mereka terjebak nih nah Apa penyebab mereka meninggal dunia Jadi menurut informasi yang gua dapatkan dari keterangan Kapolres Mimika yang bernama AKBP belianda hild Rio lily dan Elsa ini meninggal ketika perjalanan turun dari puncak carstance karena indikasi gejala akut mountain sickness atau disingkat dengan AMS nah AMS ini adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa beradaptasi dengan kadar Oksigen yang rendah di ketinggian sebuah tempat nah jadi itu semakin tinggi tempatnya oksigennya semakin enggak ada makin sesek dan makin dingin pastinya dan AMS ini bisa menyerang siapa saja termasuk pendaki gunung sampai pemain Ski dan Billy juga memastikan tidak ada unsur kelalaian dari pihak sponsor pendakian atas meninggalnya lily dan Elsa sehingga ini semuanya murni ya kecelakaan murni eh tragedi yang tidak disengaja dan penyebabnya adalah AMS dan pihak keluarga Lily meminta agar jenazahnya sekalian dimandikan dibersihkan dan didoakan di rumah sakit pada hari Senin tanggal 3 Maret tahun 2025 kedua jenazah akhirnya diterbangkan ke Jakarta sekitar jam 1045 pagi nah suami dari Lily yang bernama freegard di saat itu berencana ingin memakamkan jenazah Lily di San Diego Hill Memorial Park yaitu yang ada di Karawang nah sementara jenazah dari Elsa Sesampainya di Jakarta langsung disem amkan di rumah duka Carolus yang berada di Salemba Jakarta Pusat jenazah Elsa ini akan dikremasi ya sesuai dengan kepercayaan yang dianut oleh keluarga Setelah beredarnya kabar mengenai lily dan Elsa yang meninggal dunia terdengar kabar juga ada salah seorang selebritas Indonesia yaitu seorang penyanyi dan penulis yang bernama Virsa Besari yang mana ternyata dia juga berada di dalam rombongan yang sama di saat itu sempat ada kekhawatiran mengenai bagaimana kondisi dari Virsa geng karena dia sempat hilang kontak dengan keluarga namun beruntungnya Virsa di saat itu berhasil selamat dan dia yang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat itu nah sekarang kita akan masuk ke dalam penjelasan dan cerita dari Virsa Besari pada saat kejadian nah Virsa ini diketahui termasuk ke dalam rombongan yang sama dengan dua korban tadi yaitu lily dan Elsa keberadaannya dia sempat dipert tanyakan dan tidak diketahui ketika dia hilang kontak dengan istrinya banyak orang yang merasa khawatir dengan kondisi Virsa di saat itu termasuk rekannya sesama musisi yaitu Sal Priadi yang mengungkapkan kekhawatirannya di salah satu tweet yang ada di X bahkan di saat itu tersebar luas isi chat dari sang istri yang terakhir kali menghubungi virsabesari yang mana Udah centang satu wah ini kondisinya benar-benar bikin cemas gitu ya bayangin kalian di posisi istrinya nghubungin pasangan kalian atau saudara kalian keluarga kalian tapi udah ceklis satu dan diketahui dia di dalam kelompok orang yang meninggal dunia apa enggak Wah hancur runtuh banget rasanya hidup gitu ya dan chat ini sempat diposting oleh istrinya di Story Dan itu menjadi heboh dan sangat viral namun geng alhamdulillahnya gitu ya kekhawatiran akan hilangnya virs Besari Ini akhirnya terjawab sudah jadi di tanggal 3 Maret kemarin ya Virsa Besari akhirnya memberi update meng ai kondisinya dia dan menceritakan apa yang dia alami ketika berada di puncak carstance di sebuah postingan di Instagramnya Virsa menyatakan kalau dia sudah sampai di Timika dia selamat dia bersama dengan seseorang yang bernama furki shahroni dan kondisinya sudah stabil penyelamatannya dia pada saat itu sempat mengalami kendala yang disebabkan karena cuaca buruk yang berdampak pada lalu lintas helikopter dan di dalam postingan tersebut Virsa juga menyampaikan belasngkawa terhadap Lily serta Elsa dan dia kemudian menjelaskan walaupun berada di dalam rombongan yang sama dengan lily dan Elsa tapi rombongan tersebut sebenarnya terdiri dari sejumlah grup dengan operator pendakian yang berbeda-beda Nah jadi Firsa mengatakan kalau dia tidak berada di dalam grup yang sama dengan lily dan Elsa karena operator yang digunakan Virsa berbeda dengan mereka timnya Virsa ini terdiri dari tiga orang dan Selain itu ada pendaki yang merupakan warga negara asing serta ada yang dari pihak Balai taman nasional yang bersama Virsa Virsa dan furki tiba di baseecamp yellow Valley pada tanggal 28 Februari tahun 2025 tepat jam 2248 malam dan baru mendapatkan kabar bahwa ada lima pendaki yaitu Lily Elsa Indira Alvin dan Sahroni yang terjebak di atas itu pada tanggal 1 Maret tahun 2025 sekitar jam 4 pagi nah rombongan yang berada di baseecamp berusaha untuk mengontak korban yang terjebak menggunakan HT agar tetap merespon sampai pada akhirnya para korban dijemput oleh para relawan baik yang lokal maupun internasional pada tanggal 1 Maret 2025 nah di dalam tulisannya tersebut Virsa juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang supportif dalam proses evakuasi terutama untuk seluruh kru dan pendaki di yellow Valley namun di akhir tulisannya tersebut Virsa menghimbau agar netizen tidak mengeluarkan asumsi teori apalagi komentar yang tidak berempati untuk untuk menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan Ya karena memang seperti yang kita tahu Ya dari kasus ini banyak banget kayak netizen-netizen yang enggak tahu apa-apa enggak tahu cerita sebenarnya itu langsung mencela yang kayak Siapa suruh ngedaki bikin capek timsar bikin ngabis dana e bensin helikopter nolong kalian ya sekalian begini sekalian Begitu pokoknya kejam-kejam bangetlah padahal ya ada nyawa yang melayang di sini ada nyawa yang hilang ada keluarga yang berduka jadi kita juga enggak bisa menyalahkan siapapun geng Nah terus di pembahasan kali ini dirasa kurang lengkap kalau kita tidak menjelaskan tentang Gunung ini gunung yang memakan korban ini yaitu yang bernama gunung carstens seberapa beresiko gunung tersebut Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai fakta-fakta tentang Gunung karstens [Musik] ini jadi geng gunung kstens dikenal juga sebagai Gunung Jayawijaya nah sebenarnya sering kita dengarlah Gunung ini sering kita dengar di dalam pemberitaan tentang Papua dan gunung tersebut menjadi bagian dari pegunungan barisan Sudirman yang terletak di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah Puncak carstens ini atau Puncak Jaya ini memiliki ketinggian mencapai 4.884 mdpl sehingga tercatat sebagai puncak tertinggi di Indonesia bahkan tercatat menjadi salah satu paling tinggi di dunia sementara di kawasan Asia Gunung ini termasuk tertinggi ketujuh sehingga ya masuk ke dalam daftar Seven Summit dan Selain itu puncak ksens ini termasuk Pegunungan yang unik di dunia di sekitar gunungnya terdapat glisterer carstens yang menjadi satu-satunya glisterer Tropika yang ada di Indonesia yang masih tersisa hingga saat ini dan berdasarkan cerita dari gali donikara seorang pegiat alam yang diwawancarai oleh BBC pendakian ke Puncak carstens ini memiliki tingkat kesulitan dan keunikan khusus bahkan bagi pendaki internasional yang sudah berpengalaman dan Hal ini disebabkan karena Medan dan cuacanya yang basah serta super dingin karena faktor tersebut dibutuhkan beberapa hal yang harus di persiapkan untuk mendaki Puncak carstance nah yang pertama yaitu kemampuan teknik yang memadai yaitu pengetahuan tentang teknik pemanjatan dan alat-alat panjat tebing terus selanjutnya adalah kondisi cuaca di carstens yang merupakan kombinasi antara air hujan tropis dan juga salju nah sebab menurut gali terkadang pendaki hanya fokus untuk menyiapkan alat-alat untuk menghangatkan tubuh tapi mereka lupa untuk mempersiapkan alat di saat kehujanan nah Hujan Basah itu menyebabkan kelembaban yang mempersulit untuk seseorang melakukan pernafasan di area tinggi yang sangat minim oksigen nah udara dingin dan hujan menjadi pengaruh penting dalam meningkatkan potensi terjadinya hipotermia kalau pakaian sampai basah dan dinginnya sampai ke kulit kita Nah itu akan mempercepat proses kehilangan panas di tubuh yang bisa menyebabkan halusinasi hingga pingsan nah pingsan yang tidak tertangani inilah yang bisa berujung ke kematian nah hal selanjutnya yang enggak kalah penting adalah analisis cuaca sebelum pendakian Karena wilayah carstens ini memiliki cuaca yang berubah-rubah biasanya ini terjadi karena pendaki suka mengab baikan cuaca buruk karena alasan waktu yang tinggal sedikit lagi dan mereka tuh ya udah gitu daripada ya buang-buang waktu hajar aja L gitu modal nekad dan mereka biasanya merasa tanggung kalau enggak segera diselesaikan padahal inilah yang bisa meningkatkan resiko keselamatan Galih menyoroti kalau pengabaian cuaca sering terjadi di tingkat regulator yaitu pihak yang memiliki otoritas di kawasan menurutnya regulator harus berani untuk mengeluarkan instruksi stop pendakian di saat cuaca ekstrem saat ini dan biasanya bulan Januari sampai Maret pendakian itu ditutup dan baru dibuka lagi bulan April tapi sekarang malah udah dibuka padahal carstens itu sudah lama ditutup sejak covid dan untuk itu pihak yang bertanggung jawab di kawasan carstens itu haruslah mengetahui kondisi Gunung tersebut apakah aman atau justru membahayakan ya jangan sampai kayak gini dan ditambah lagi pihak regulator harus melakukan seleksi ketat bagi para pendaki yang ingin naik ke puncak carstance mulai dari pemeriksaan medis alat-alat jumlah Porter dan juga skenario operasi penyelamatan jika hal buruk terjadi Nah itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai dua pendaki yang meninggal dunia yang bernama lily dan Elsa di puncak carstens atau yang disebut dengan puncak Jayawijaya dan juga ya kasus ini kenapa viral banget ya karena melibatkan salah satu selebritas tanah air yang bernama Virsa Besari yaitu seorang penyanyi dan gua harap Dari video ini bisa menjadi informasi tambahan buat kalian yang mau mendakai gunung ya lebih pikir panjang dulu apa apa di antara kalian yang mungkin juga hobi mendaki gunung Coba deh Tuliskan pendapat kalian dan Mungkin kalian bisa sharing tips-tips mendaki gunung di kolom komentar