Transcript
JoaJ8ZLK0F8 • TERNYATA GALON AIR ISI ULANG MENGANDUNG RACUN ?! FAKTA KANDUNGAN BPA YANG DIANGGAP BERBAHAYA !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1377_JoaJ8ZLK0F8.txt
Kind: captions Language: id ada penelitian terbaru dari Institut Teknologi Bandung atau ITB dari seseorang yang bernama Ahmad Zainal Abidin PHD selaku kepala laboratorium teknologi polimer dan membran ITB jadi sejumlah peneliti dan juga ahli polimer dari ITB ini membuat sebuah uji laboratorium secara independen untuk mengetahui apakah kandungan BPA pada galon kemasan terbukti berbahaya bagi tubuh Nah jadi ini gimana nih sebenarnya takut terhadap BPA karena isunya ada di air galon sementara masih banyak yang enggak sadar ya BPA itu ya ada di produk-produk lain juga yang dibuat dari polikarbonat yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry jeng jeng oke kita sekarang hidup di era di mana semua informasi dengan mudahnya bisa diakses tanpa perlu capek-capek lagi baca buku atau e ke warnet gitu tinggal search di Google atau ya search engine lainnya ya kalian bisa mendapatkan banyak informasi nah kemudahan akses informasi juga memberikan edukasi yang memudahkan untuk kita ya agar bisa mengetahui bagaimana cara hidup yang sehat namun perkembangan teknologi ini selalu punya dua sisi kadang memang ya memudahkan tapi juga bisa menyesat kan atau biasa disebut dengan misleading information yang membuat orang-orang jadi mempercayai sesuatu yang tidak benar dan Enggak cuma Google aja bahkan di X terus ada di Instagram sampai tiktok yang jadi wadah bagi orang-orang untuk mencari informasi nah tapi sebenarnya Enggak semua informasi yang beredar itu bisa dikatakan benar ataupun valid justru ya kadang-kadang orang banyak yang percaya dan menyebarkan kembali informasi tersebut padahal belum 100% itu benar Nah maka dari itu jadi semakin banyak informasi yang tidak benar yang menyebar di internet dan hal tersebut malah menjadi Snowball effectfek yang semakin lama akan bergulir dan dampaknya semakin membesar salah satu contohnya tentang yang akan kita bahas hari ini yaitu mengenai kandungan kimia di dalam air minum nah ini Jujur aja ya kalian Mungkin bisa lihat nih perubahan e fisik gua e perubahan badan gua dari yang kemarin gendut banget Terus tiba-tiba sekarang kurus nah ini karena gua sekarang memang memperhatikan kesehatan banget rajin olahraga dan ya mengatur pola makan banyak hal yang mulai gua tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk mulai gua tinggalkan makanya akhirnya berat badan gua turun dan hidup gua jauh lebih sehat saat ini nah Untuk itu hari ini gua pengin berbagi informasi seputar ya dunia kesehatan Walaupun mungkin ilmu gua terbatas untuk hal ini tapi setidaknya gua berbagi sedikit informasi supaya kalian tahu tentang hal ini jadi geng sekarang itu banyak banget orang yang khawatir dengan adanya kandungan kimia di dalam air minum dalam kemasan polikarbonat yang kalau kandungan tersebut masuk ke dalam tubuh kita bakal membahayakan kesehatan dan ini cukup parah nah tapi apa benar nih geng kandungan ini berbahaya bagi tubuh Terus kalau benar kandungannya berbahaya Mengapa ya pihak bpo masih memperbolehkan air minum yang satu ini beredar di pasaran nah hal ini yang masih menjadi perdebatan banyak orang sebenarnya contoh lainnya seperti influencer-influencer yang memberikan informasi ee apa ya informasi bisa dikatakan informasi bodong mengenai Skincare lah contohnya ada yang overclaim dan ada juga yang bilang kandungan di dalam skinc tersebut ya berbahaya terus informasi tersebut akhirnya ditelan mentah-mentah oleh netizen atau masyarakat tanpa berusaha untuk meng-cross check terlebih dahulu dari sumber lain seperti jurnal penelitian atau artikel-artikel yang terpercaya nah masyarakat kita itu cenderung mempercayai pernyataan satu atau segelintir orang saja dan hal itulah yang membuat semakin banyak orang Indonesia yang akhirnya terjebak di dalam berita-berita yang tidak benar yang mereka dapatkan dari internet tapi hari ini kita enggak bakal membahas soal skinc Ya seperti yang gua singgung sebelumnya kita hari ini bakal fokus ke dalam satu pembahasan mengenai kandungan BPA yang ada di dalam air minum yang instan bisa dikatakan instan atau air minum kemasan yang siap saji tanpa harus kita masak terlebih dahulu karena banyak banget nih geng gua lihat ya Ee kekhawatiran dengan kandungan BPA ini sekarang semakin membuat orang-orang ya pedulilah dengan hal itu nah tapi apa benar nih geng BPA Ini adalah sebuah kandungan yang sangat berbahaya Terus kalau benar kenapa BPOM masih memperbolehkan air minum yang mengandung BPA ini beredar di pasaran Nah untuk bisa mengetahui kebenaran dari ini gua bakal memberikan penjelasannya biar kalian mengetahui informasi yang benar terkait kandungan BPA ini dan bisa menjadi pembelajaran bagi kalian semua Jadi langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi lain [Musik] kita langsung masuk ke dalam pembahasan pertama kebenaran mengenai kandungan BPA jadi geng banyak orang-orang di Indonesia yang khawatir kalau mereka bisa terkontaminasi oleh BPA dari minuman kemasan dalam bentuk galon berbahan polikarbonat yang mereka beli di pasaran nah kekhawatiran ini bukan tanpa alasan sebab badan pengawas obat dan makanan atau BPOM di pertengahan tahun ini membuat sebuah peraturan baru terkait Label Pangan olahan yang tertuang di dalam peraturan BPOM nomor 6 tahun 2024 di dalam peraturan itu geng Nah tepatnya di pasal 61a ya itu disebutkan nih gua sebutin nih air minum dalam kemasan yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat wajib mencantumkan tulisan dalam kondisi tertentu kemasan polikarbonat dapat melepaskan BPA pada air minum dalam kemasan pada sebuah label Nah jadi peraturan baru ini dikatakan bertujuan agar melindungi resiko kesehatan masyarakat dari paparan BPA jadi itu semacam e ada tulisan pengingat gitulah geng Nah berarti kan BPOM ini menilai kalau BPA ini sebenarnya bisa meningkatkan resiko penyakit bagi masyarakat makanya dibuat peraturan seperti itu ya walaupun sebenarnya ini agak miris juga ya Ya udah tahu berbahaya tapi tetap dijual dengan syarat yang menurut gua enggak terlalu berpengaruh mungkin ya mungkin enggak terlalu berpengaruh karena cuma sekedar tulisan Enggak semua orang bakal aware tentang hal itu tapi Ya udah yang penting udah ada usahanya dari pihak otoritas tersebut gitu kan dan tentunya peraturan ini membuat masyarakat menjadi resah dan khawatir karena air minum yang beredar di pasaran yang dikemas menggunakan galon terbuat dari bahan polikarbonat ditambah lagi informasi ini juga sempat disuarakan oleh influencer-influencer mengenai betapa berbahayanya BPA di dalam galon air yang banyak dijual di pasaran makin Percayalah masyarakat kalau BPA ini bisa membuat masyarakat terkena penyakit berbahaya nah tapi pertanyaannya kalau memang berbahaya Kenapa masih boleh beredar air-air dengan kemasan yang mengandung BPA tersebut Nah jadi jawabannya gini Geng sebenarnya kalau kalian cek lagi soal BPA ada penelitian terbaru dari Institut Teknologi Bandung atau ITB dari seseorang yang bernama Ahmad Zainal Abidin PHD selaku kepala laboratorium teknologi polimer dan membran ITB jadi sejumlah peneliti dan juga ahli polimer dari ITB ini membuat sebuah uji laboratorium secara independen untuk mengetahui apakah kandungan BPA pada galon kemasan terbukti berbahaya bagi tubuh dan tim riset ini menggunakan sampel dari berbagai merek air minum yang terkenal yang mana merek-merek tersebut menggunakan galon yang mengandung polikarbonat tim riset juga melakukan uji penelitian di Jawa Barat sebab wilayah tersebut memiliki jumlah sarana Produksi Industri air minum dalam kemasan terbanyak di Indonesia dari hasil penelitian ini Ahmad Zainal mengatakan kalau semua sampel air minum dalam kemasan galon yang diuji itu terbukti aman karena tim risetnya enggak mendeteksi adanya BPA dari semua sampel air minum yang diuji sehingga kadar BPA di dalam sampel air minum masih sangat aman untuk dikonsumsi dan berada jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh otoritas keamanan pangan nasional maupun internasional seperti standar nasional Indonesia atau SNI BPOM sampai dengan Who dan dari penelitian ini menunjukkan kalau semua sampel air minum yang diuji sudah bebas dari kandungan zat berbahaya termasuk dengan BPA nah produk dengan kemasan yang mengandung BPA ini Seharusnya tetap aman selama kadarnya sesuai dengan batas yang sudah ditetapkan oleh BPOM yang ada di peraturan BPOM nomor 20 tahun 2019 mengenai ambang batas maksimum migrasi BPA dalam wadah penyimpanan yaitu 600 mg/ l atau 0,6 PPM selain BPA ada lebih banyak lagi bahan berbahaya yang dilarang oleh BPOM dan seharusnya dengan adanya label BPOM itu bisa menjamin kalau semua bahan pangan yang beredar sudah aman tanpa harus ditulis satu persatu nah tapi kenapa di dalam peraturan BPOM cuma mengatur galon polikarbonat sementara kemasan lain Salah satunya kemasan kaleng itu yang mempunyai potensi paparan yang jauh lebih tinggi dibandingkan galon polikarbonat nah ternyata Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Zainal beserta dengan tim dari ITB menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang kualitas dan keamanan air minum dalam kemasan galon berbahan polikarbonat yang diisukan membahayakan kesehatan masyarakat dari penelitian ini terbukti geng walaupun air minum dikemas dengan bahan yang terbuat dari polikarbonat itu enggak berarti kandungan BPA itu bisa mengkontaminasi begitu aja air mineral yang ada di dalam kemasan polikarbonat tersebut karena BPA yang ada di dalam kemasan itu masih di bawah batas yang sudah ditetapkan baik oleh SNI ppom maupun Who sehingga kita semua ya bisa dikatakan enggak perlu khawatir terhadap minuman air kemasan yang selama ini dikonsumsi setiap hari jadi ibaratnya kalau obat itu ya kadarnya atau secara resepnya itu masih sesuai tapi kalau terlalu berlebihan Nah itu bisa jadi berbahaya tapi kalau misalnya kadarnya masih sesuai dan masih aman untuk tubuh ya Sah harusnya enggak kenapa-napa Nah justru dari sini Ahmad Zainal menekankan betapa pentingnya pemahaman mengenai air minum dalam kemasan galon yang dijual di pasaran kalau diberikan informasi yang tepat mengenai hal tersebut masyarakat enggak perlu merasa khawatir lagi terhadap air kemasan galon yang beredar di pasaran untuk mereka konsumsi Ya intinya komunikasinya informasinya jelas bagus ya masyarakat Harusnya bisa lebih tenang gitu geng Nah Selain itu geng selain dari pihak ITB ada Penelitian yang dilakukan juga di Makassar oleh Endah Dwijayanti SSI MSI dia ini adalah kepala program studi Kimia Universitas Islam Makassar yang mana hasil dari penelitian tersebut itu serupa Endah ini menjelaskan kalau Penelitian yang dilakukan terhadap beberapa galon yang bermerek yang beredar di Kota Makassar ya hasilnya sama atau serupa dan tim peneliti mengumpulkan beberapa sampel galon dari lima titik di lima kecamatan di Makassar dan hasilnya tidak ditemukan migrasi BPA dari galon ke air yang artinya penggunaan galon polikar bonat sebagai kemasan air masih aman katanya gitu geng Nah selanjutnya ada penelitian lain yaitu dari seorang dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis endokrinologi metabolisme dan diabetes yang bernama do Dr laurentius Aswin Pramono nah dikatakan oleh Beliau masyarakat jangan parno dulu dengan berbagai pemberitaan atau informasi adanya kandungan BPA di dalam air minum dalam kemasan galon karena selama ini enggak ada kasus orang yang terkena penyakit akibat BPA di dalam kandungan air minum Nah tapi di saat ini banyak narasi yang berkembang di masyarakat mengenai bahan BPA bagi kesehatan masyarakat padahal belum ada riset dan kesepakatan ahli yang bisa membuktikan hal tersebut katanya Nah jadi kalau ada nih yang e bilang Wah ini bahaya banget ini bisa menyebabkan Apalah apa kanker segala macam nah tahan-tahan dulu kalau yang ngomong itu baru sebatas apa ya kalau memang profesinya dokter ya kalian juga harus lihat dokternya tuh background-nya apa apakah dokter influencer doang atau mungkin malah dokter Skin Care yang ngomong jadi kan kayak kurang nyambung aja nah tapi ini udah ahlinya yang ngomong gitu kan yaitu spesialis penyakit dalam Ya seharusnya apa yang mereka Nyatakan statement mereka itu bisa dipertanggungjawabkan penelitian yang ada saat ini justru membuktikan ketika BPA masuk ke dalam tubuh akan didetoksifikasi oleh hati dan kemudian dibuang menjadi urin dan vases sehingga BPA tidak akan masuk ke dalam sistem peredaran darah dan enggak akan berbahaya bagi kesehatan tubuh jadi dia itu ibaratnya tuh jadi ampas gitu geng kita minum ya enggak akan mengalir di tubuh kita enggak akan jadi apapun jadi dia bakal jadi ampas keluar bersama kotoran Jadi kurang lebih kayak gitu terus geng dikatakan juga kita sebagai masyarakat juga harus menyaring informasi yang tepat Jangan sampai kita percaya dengan informasi yang salah sama halnya dengan informasi mengenai BPA ini geng yang mengancam kesehatan katanya banyak orang yang pada akhirnya percaya kalau air minum dalam kemasan yang beredar di pasaran itu berbahaya karena sudah terkontaminasi dengan BPA yang ada di dalam kemasan produk yang digunakan nah tapi ternyata hal tersebut dibantah dari penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Zainal tadi dan memang ya mengenai pemberitaan miring tentang BPA ini kita tuh enggak bisa mencegah informasi yang sesaat beredar di internet dan ya akhirnya tuh terciptalah hoax gitu tapi kita bisa memfilternya sendiri dengan mencari lebih banyak e informasi dari sumber-sumber lain lalu kita bandingkan yang mungkin sumber-sumber yang lebih Kredibel dan terpercaya atau dari informasi penelitian terbaru nah barulah Setelah itu kita kita bisa mengambil kesimpulannya jadi enggak bisa menelan mentah-mentah satu informasi aja namun edukasi mengenai BPA yang dapat menyebabkan kanker hingga gangguan kesuburan Oke sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai Apa itu BPA dan fakta-fakta sebenarnya dari BPA yang dianggap berbahaya dan mengkhawatirkan ini kita bahas Nah jadi geng BPA ini adalah eh singkatan dari bispenol A atau yang paling sering disebut BPA dan ini adalah senyawa organik yang masuk ke dalam klasifikasi kelompok fenol BPA ini dibuat secara sintetik melalui reaksi antara fenol dan aseton dengan asam kuat nah BPA pertama kali disintesiskan pada tahun 1891 oleh seorang ilmuwan Rusia yang bernama Alexander pedianin tapi walaupun begitu geng BPA baru pertama kali disebut di dalam jurnal imiah pada tahun 1905 oleh Thomas zinkel dari Universitas marberg Jerman dan singkat cerita produksi BPA Ini akhirnya secara komersial untuk berbagai alat dan bahan plastik itu baru dibuat atau dilakukan pada tahun 1957 di Amerika dan 1958 di Eropa nah awalnya tuh belum dijadikan bahan untuk alat-alat rumah tangga ataupun kayak apa ya ya benda-benda yang mungkin terbuat dari bahan plastik nah terus geng BPA ini sebagai bahan material memiliki berbagai kelebihan yaitu pertama tahan terhadap suhu sampai dengan 40 sampai dengan 145 derajat Celcius sehingga BPA ini ya adalah bahan yang sangat kuat dan juga keras serta tahan terhadap panas terus tahan terhadap asam bahkan minyak sekalipun Nah terus juga BPA ini bentuknya transparan geng yang membuat BPA cocok untuk menjadi produk kemasan untuk botol air untuk botol susu Bai kaleng kotak makanan mainan alat kesehatan dan lain-lain karena itu tadi jadi dia transparan jernih gitu jadinya ya cocoklah nah lalu Karena luasnya penggunaan dari BPA ini sampai sekarang BPA dianggap sebagai bahan yang ada di mana-mana saja di belahan muka bumi ini jadi banyak banget BPA digunakan untuk ya segala macam peralatan Nah kita bisa menemukan BPA ada di udara tanah dan air bahkan bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui saluran cerna lalu saluran nafas dan juga kontak melalui kulit banyak sumber pangan yang mengandung BPA sebenarnya dan memang kandungan BPA tertinggi itu ada di makanan yang dikemas di dalam kaleng Nah jadi Menurut data dari WHO anak usia di atas 3 tahun memiliki paparan BPA yang rata-rata adalah 70 ng atau 70 n per kg berat badan per harinya dan yang tertinggi adalah 190 ng per kg berat badan per hari sementara untuk orang dewasa paparan BPA ini rata-rata adalah 140 nanogr/ kg berat badan per hari dan maksimalnya adalah 420 nang/ kg berat badan per hari ada sebuah studi yang meneliti BPA pada berbagai makanan baik makanan segar beku serta kaleng ditemukan juga ada BPA sebanyak 73% di makanan-makanan kaleng Sementara untuk makanan segar dan beku juga ditemukan BPA tapi kecil yaitu hanya sebanyak 7%. Nah jadi semua makanan yang kita konsumsi Sebenarnya ada bpa-nya geng Dan itu enggak cuma ada di air minum aja atau air minum kemasan aja tapi juga banyak di hal-hal lainnya Terus bagaimana kalau BPA tersebut masuk ke dalam tubuh kita Apakah nanti bakal bereaksi gitu kan Nah jadi ini sama dengan yang dikatakan oleh Ahmad Zainal tadi berdasarkan review yang dibuat oleh Ikatan Dokter Indonesia atau Idi BPA yang terkonsumsi oleh kita akan dialirkan ke organ hati dan BPA tersebut akan diolah yang membuat BPA ini menjadi tidak aktif lagi jadi diolah oleh hati kita ya kan dirubah gitu racun-racunnya dan akhirnya aman BPA yang tidak aktif ini kadarnya sangat rendah dan ya tidak berbahaya di dalam tubuh dan ada sebuah studi yang melaporkan kalau rata-rata katar BPA aktif di dalam darah manusia adalah 4,3 nog/ ML pada anak-anak 2,8 nang/ ML pada remaja dan 2,3 sampai 2,4 nanog/ ML pada dewasa namun untuk BPA yang sudah tidak aktif ini akan dikeluarkan oleh tubuh melalui empedu serta urin Jadi pas kalian pipis itu keluar semua nah di dalam tubuh kita juga sebenarnya ditemukan BPA dan yang paling banyak ditemukan di jaringan lemak dan juga otak Nah jadi kalau kalian khawatir dengan BPA ya tunggu-tunggu dulu karena di tubuh kalian sendiri udah ada bpa-nya gitu nah Selain itu BPA juga ditemukan di ASI atau cairan ketuban dan juga darah plasenta darah janin dan hati janin ya pokoknya terhadap yang baru lahir dan ibunya gitu ya Yang mana BPA ini ternyata ditransfer dari darah ibunya ke dalam janin kandungan Si Ibu jadi kurang lebih kayak gitu nah terus yang jadi pertanyaannya sebegitu Bahayakah BPA dan gangguan penyakitnya apa aja gitu nah dikatakan nih geng gangguan penyakit yang bisa terjadi kalau tubuh manusia terpapar oleh BPA salah satunya pernah ada sumber dari tah tahun 1996 BPA yang mana diduga sebagai senyawa kimia yang bisa mengganggu hormon manusia yaitu hormon endokrin kalau BPA masih dalam bentuk aktif senyawa ini bisa memiliki aktivitas seperti hormon estrogen yang kalau masuk ke dalam tubuh bisa menyerupai kerja dari hormon estrogen tersebut nah Selain itu BPA juga merupakan salah satu senyawa yang bisa mengganggu produksi kerja dan metabolisme dari hormon tertentu nah padahal faktanya BPA yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan akan disalurkan ke organ hati yang membuat BPA ini menjadi tidak aktif lagi karena dia itu ya semi racunlah untuk badan nah seperti yang sudah gua Jelaskan sebelumnya BPA ini memiliki sifat yang larut di dalam air sehingga bisa dikeluarkan dari tubuh melalui urin dan enggak cukkup sampai di situ aja isu mengenai BPA ini yang dianggap berbahaya bahkan dianggap berbahaya untuk bayi karena dikatakan bayi memiliki potensi yang lebih besar daripada kelompok umur lainnya sementara banyak produk bayi seperti susu formula yang dikemas menggunakan kaleng dan botol susu bayi yang dibuat dari polikarbonat Nah jadi ini gimana nih sebenarnya takut terhadap BPA karena isunya ada di air galon sementara masih banyak yang gak sadar ya BPA itu ya ada di produk-produk lain juga yang dibuat dari polikarbonat namun faktanya nih geng ya saat ini belum ada penelitian yang bisa memastikan adanya hubungan yang pasti mengenai BPA dengan gangguan perkembangan dan syaraf pada bayi kalau ada isu yang mengatakan bayinya bakal bodoh karena mengkonsumsi air yang mengandung BPA ya tunggu Tunggu dulu belum ada penelitiannya nah sebab kontaminasi BPA pada manusia itu akan selalu bersamaan dengan interaksi terhadap bahan kimia lain geng yang mana ini bisa menjadi faktor resiko juga kalaupun ada penelitian BPA objeknya adalah hewan yang mana hewan ini akan sangat berbeda efeknya terhadap manusia yang memiliki struktur organ yang berbeda dengan hewan Nah inilah nih kayak Aduh gimana ya kayak ada sesuatu yang baru gitu obat baru vaksin baru uji cobanya ke hewan kalau berhasil baru diuji coba ke manusia padahal kan ya enggak semuanya konsepnya begitu gitu kan dan sampai saat ini belum juga ada alat yang sempurna untuk bisa menilai efek dari BPA ini terhadap perkembangan saraf nah kebanyakan alat yang digunakan hanya kuisioner yang sering banget menimbulkan banyak bias Lalu ada juga yang menyebut kalau BPA yang terkontaminasi oleh ibu hamil itu bisa menyebabkan obesitas terhadap bayi yang dilahirkan pada 6 bulan pertama dan dugaan kalau BPA dengan dosis tinggi mencapai 0,01 PPM itu bisa meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular seperti penyumbatan pembuluh darah hipertensi atau darah tinggi dan juga diabetes melitus nah tapi geng penelitian-penelitian yang berkaitan dengan hubungan antara BPA dengan obesitas dan kardiovaskular itu hanya dilakukan pada hewan dan studio invitro atau Penelitian yang dilakukan di luar organisme hidup Sehingga sulit untuk menemukan efek klinis pada manusia sementara studi pada manusia masih terbatas dan ya masih terbatas pada studi observasional yang hasilnya berbeda karena berbagai faktor seperti salah satu contohnya tuh kriteria yang enggak seragam terus diagnosis klinis yang berbeda dan sistem scoring yang tidak sama terus geng ada juga kekhawatiran mengenai BPA yang bisa meningkatkan risiko kanker seperti kanker payudara ovarium dan prostat katanya Ya memang ada Penelitian pada hewan yang menunjukkan kontaminasi BPA pada bayi hewan yang berkaitan dengan perubahan pada ovarium dan meningkatnya jumlah di ovarium dan juga penebalan dinding rahim tapi geng sampai sekarang data yang menunjukkan BPA yang menyebabkan kanker pada manusia itu masih terbatas banget sekarang juga belum ada penelitian mengenai potensi efek BPA jangka panjang terhadap manusia nah begitu juga dengan kekhawatiran BPA yang bisa menyebabkan gangguan infertilitas atau kesuburan dan kelahiran prematur nah namun lagi-lagi belum ada penelitian lebih lanjut yang bisa membuktikan kedua hal tersebut nah Oleh karena itu hingga saat ini BPA masih dianggap sebagai sebuah kandungan yang tidak mengancam kesehatan manusia sama sekali tapi meskipun begitu geng BPA yang ada di kemasan dan bahan-bahan yang berkontak dengan makanan dan minuman memiliki aturan di berbagai negara sebab ada beberapa temuan dari studi-studi yang ada kalau BPA dalam dosis Tertentu bisa mengubah fungsi dan organ yang terkait hormon berkaitan dengan kejadian berbagai penyakit yang ee enggak menular pada manusia terus makanya walaupun dikategorikan aman dan enggak mengancam kesehatan tapi BP tetap dipantau agar tidak melebihi kadar dan dosis yang seharusnya Nah kalau untuk Uni Eropa sendiri dari organisasi the Europe commission batas BPA yang masih diperbolehkan untuk berpindah dari kemasan ke makanan dan minuman itu hanya sebesar 0,6 mg/ kg makanan dengan batas maksimal konsumsi BPA sebesar 0,01 mg/ kg berat badan per hari Nah ini di Eropa nih geng dan batas ini ternyata juga berlaku di Indonesia Korea Selatan dan Cina yang menetapkan batas migrasi maksimum dari ba pada semua kemasan yaitu 0,6 bagian per juta atau bpj nah di Indonesia sendiri BPOM melakukan pengawasan terhadap kemasan galon air minum yang terbuat dari polikarbonat selama 5 tahun terakhir dan menunjukkan bahwa migrasi BPA berada di bawah 0,01 bpj atau 10 mikg/ kg sehingga masih dalam batas aman pada tahun 2021 BPOM juga menyampaikan hasil pengawasan mereka bahwa migrasi BPA dari kemasan galon rata-rata sebesar 0,033 bpj yang masih sangat jauh di bawah batas Aman yang ditetapkan badan kesehatan dunia nah tapi memang geng ada beberapa negara ya salah satunya untuk Amerika dan beberapa negara lain mereka itu sudah melarang penggunaan BPA sebagai bahan dasar produksi botol susu bayi dan peralatan makanan bayi sementara untuk Jepang batas aman penggunaan BPA tidak boleh melebihi 2,5 mg/ kgnya Nah dari sini kita bisa tahu ya Geng kalau belum ada bukti tentang BPA yang membahayakan kesehatan kita dan di Indonesia sendiri sudah ada ketetapan mengenai bat bas aman penggunaan BPA yang mana semua produk air minum yang beredar di pasaran ini juga berada di bawah batas yang ditetapkan oleh BPOM Jadi enggak usah khawatirlah geng ya kalau kalian meminum air kemasan yang dikemas di dalam galon polikarbonat ya itu semua sudah sesuai dengan takarannya sudah sesuai dengan kadarnya dan dosisnya jadi aman karena ya Enggak cuma negara kita yang menggunakannya bahkan di Eropa juga sama Walaupun ada beberapa negara yang sudah melarang ya terkhususnya untuk bahan dan pembuatan peralatan makanan bayi Jadi bukan untuk galon oke itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai BPA yang terkandung di dalam galon polikarbonat yang banyak kita gunakan di negara kita nah kira-kira Menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini apa yang bisa kalian sampaikan di kolom komentar