PERUSAHAAN YANG BERDIRI SEJAK ERA NABI MUHAMMAD SAW LAHIR HINGGA SEKARANG | KONGO-GUMI JEPANG !
AGPmlcA-4YE • 2025-03-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ketika Kongogumi dibuat pada tahun 578 Masehi, di tahun yang sama pula ya di Makkah ya di Makkah di saat itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Nabi Muhammad ya Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu lahir pada tahun 570 Masehi yang mana artinya ketika perusahaan Kongogumi ini dibuat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di saat itu sudah berumur 8 tahun. Wah, merinding gua dengan ceritanya. Nah, jadi Kongkogumi ini melihat peluang besar untuk berkembang lebih jauh dari sekedar membangun dan merawat kuil. Karena itulah mereka pun mulai berinvestasi besar-besaran di sektor properti dan berharap bisa dapat untung besar dari harga tanah dan bangunan yang terus meroket. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng. Eo, what's good? Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Jingjeng. Mungkin kalian sering mendengar soal perusahaan-perusahaan besar yang berdiri selama berpuluh-puluh tahun gitu kan, Geng? Misalkan kayak Disney, terus ada Adidas, Sony, Nintendo, atau enggak usah jauh-jauh deh yang di dalam negeri seperti Indomie ya kan, Indofood, Wings dan lain-lain. Itu kan salah satu perusahaan yang udah lama banget. Oh iya, satu lagi Honda Kawasaki ya kan. Nah, itu kan perusahaan yang sudah ada sejak e zaman sebelum Perang Dunia Kedua bahkan. Nah, tapi kalian tahu enggak, Geng, kalau ternyata ada perusahaan yang jauh lebih lama ada di muka bumi ini. Bahkan sudah berdiri 1400 tahun yang lalu alias berabad-abad yang lalu. Bahkan sudah ada sebelum VOC mengeruk rempah-rempah di Nusantara dulu. Atau bahkan nih yang lebih gilanya nih, perusahaan yang satu ini sudah berdiri sejak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam atau Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam masih berusia 8 tahun. Gila enggak tuh? Percaya enggak percaya perusahaan ini ada. Perusahaan ini bernama Kongogumi yang dikenal sebagai perusahaan tertua yang masih beroperasi di dunia. Kongogumi ini didirikan pada tahun 5078 Masehi oleh Sige Mitsu Kongo di Jepang. Dan selama lebih dari 1400 tahun, perusahaan ini bertahan dan berkembang dan mereka khususnya bergerak di dalam bidang pembangunan kuil Buddha. Masih belum percaya ya? Kalian harus dengar kisah sejarah, cerita dari perusahaan ini. Kita bakal membahas secara lengkap. Langsung aja di sisi lain. [Musik] Jadi, Geng, pada abad ke-6 sekitar tahun 538 Masehi atau 552 Masehi, Jepang yang pada saat itu masih menganut kepercayaan Shinto, jadi agama tradisional mereka. Di saat itu mereka tiba-tiba mulai mengenal ajaran Buddha yang diperkenalkan dari kerajaan Korea yang bernama kerajaan Paik J. Nah, tulisannya itu Baike J gitu ya, bacanya Paik C. Pada masa tersebut Jepang sedang dalam masa pemerintahan Kaisar Kimei. Nah, waktu itu Kaisar Kimei ini menerima patung Buddha dan kitab suci sebagai hadiah dari kerajaan Paikce lewat utusan mereka. Ini menjadi tanda resmi dikenalkannya budaya Buddhism ke Jepang atau budaya Buddha. Nah, tapi pada saat itu penyebaran agama Buddha menghadapi pertentangan gitu, Geng, dari klan-klen di Jepang yang di saat itu mendukung kepercayaan Shinto tradisional. Di saat itu ada satu klen yang mau menerima agama Buddha ini. Nama clan itu adalah clen Soga. Nah, clen Soga ini adalah keluarga imigran yang kuat dan berpengaruh di Jepang. Dan ada sumber yang mengatakan kalau mereka ini banyak yang berasal dari Korea. Nah, setelah Kaisar Kimei meninggal pada tahun 572 Masehi, putranya yang bernama Bidatsu naik takhta sebagai kaisar ke-30 Jepang dan melanjutkan pengenalan agama Buddha tersebut karena udah punya kekuasaan. Nah, cuma di saat itu masih ada pertentangan dan penolakan dari klan-klan yang menganut shinto tradisional tersebut. Dan di saat itu cucu kaisar bidatsu yang bernama Pangeran Sotoku Taisi itu ternyata suka banget sama agama Buddha dan getol banget di dalam mempromosikan agama Buddha di Jepang. Jadi dia benar-benar suka lengan kehidupan Buddha yang dia anggap damai. Saat di sekitar tahun 570-an, Pangeran Sotoku ini akhirnya memutuskan untuk mendirikan kuil Buddha pertama di Jepang. Tapi di saat itu enggak ada satuun tukang kayu di Jepang yang berpengalaman dalam membuat kuil Buddha. Karena itu, pangeran Sotoku ini akhirnya memanggil tiga orang tukang kayu dari kerajaan Paik yang sekarang kita kenal dengan nama Korea. Tapi di masa itu belum terpecah tuh, belum ada Korea Selatan, Korea Utara, masih satu Korea. Mereka dipanggil untuk membuat kuil Buddha atau bisa disebut dengan Miadaiku oleh orang-orang Jepang. Di antara tiga tukang kayu tersebut ada tukang kayu yang bernama Shigetsu Kongo. Shigetsu Kongo inilah yang nantinya bakal menjadi founder dari perusahaan Kongogumi. Nah, di awalnya tuh kayak gitu, Geng. Karena keahliannya dia diakui oleh Pangeran Sotoku, akhirnya si Getsukongo ini sekalian bikin dan meresmikan Kongogumi sebagai semacam perusahaan atau pada saat itu ya penjual jasa di bidang pertukangan kayu. Jadi kayak ibaratnya kalau zaman sekarang nih ya, misalkan gua nih, nah ini mungkin anak-anak kantoran bakal relate, gua nih misalkan e freelancer, gua freelance di sebuah perusahaan di kantor freelance, freelance, freelance dibayar upah gua. Setelah itu gua merasa kayak ada baiknya gua bikin PT nih, bikin PT atau bikin perusahaan yang mana perusahaan gua akan bekerja dengan perusahaan lain alias B2B, bisnis to bisnis gitu. Nah, kurang lebih kayak gitulah kisah dari Kongogumi ini. Kongogumi ini kalau diartikan itu jadi keluarga Kongo artinya jadi Kongogumi, keluarga Kongo. PT Kongogumi, PT keluarga Kongo. Dan Kongo itu memang nama marga. Sementara Gumi artinya memang keluarga. Kongo Gumi pun diresmikan pada tahun 578 Masehi. Sementara kuil yang diminta oleh Pangeran Sotoku untuk dibuat yaitu kuil Shitenoji. Kuil tersebut akhirnya dibangun dan selesai dibuat pada tahun 590-an. Dan di saat itu kuil Shitenoji ini berlokasi di daerah Osaka, Jepang. Dan sampai sekarang mungkin kalian kalau ke Jepang masih bisa menemukan lokasinya. Nah, jadi bukti sejarahnya ada. Dan atas keahliannya keluarga Kongo atau Kongogumi tadi dipercaya untuk terus membangun dan merawat kuil-kuil di Jepang. Terlebih pada saat itu, tukang kayu terutama khusus untuk pembangunan kuil Buddha di Jepang itu sangat sedikit. Jadi pekerjaan ini termasuk pekerjaan spesial dan mahal gitu, Geng. Nah, uniknya nih, Geng, ketika Kongogumi dibuat pada tahun 578 Masehi, di tahun yang sama pula ya di Makkah, ya di Makkah di saat itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Nabi Muhammad ya, Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu lahir pada tahun 570 Masehi. yang mana artinya ketika perusahaan Kongogumi ini dibuat, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di saat itu sudah berumur 8 tahun. Wah, merinding gua dengan ceritanya. Tapi inilah kisah nyatanya dan ini pun menjadi tanda kalau perusahaan Kongogumi itu telah ada di masa-masa besar yang ada di dunia, Geng. Nah, selama berabad-abad kongumi bertanggung jawab atas pemeliharaan dan juga rekonstruksi Shitenoji yang mana beberapa kali sempat hancur karena perang dan bencana alam. Nah, mereka lagi nih yang membangun dan merawat. Keahlian mereka dalam arsitektur kayu tradisional Jepang sangat dihargai dan dipercaya. Dan mereka terlibat di dalam pembangunan banyak kuil terkenal di Jepang juga. Dan enggak cuma kuil si Tenoji aja, Kongogumi juga terlibat dalam pembangunan kuil-kuil besar lain seperti pembangunan kuil Horioji pada tahun 607 Masehi yang menjadi salah satu bangunan kayu tertua di dunia dan buktinya juga masih ada. Terus juga sempat membangun kuil Koyasan pada tahun 816 Masehi yang menjadi pusat agama Buddha di Jepang. Kemudian yang paling fenomenalnya adalah Kongogumi juga terlibat dalam pembangunan istana Osaka pada tahun 1583 yang mana ini menjadi salah satu bangunan paling ikonik di Jepang atas perintah Toyotomi Hideyosi, kepala menteri kekaisaran di Jepang pada saat itu. Nah, masa keemasan Kongogumi terjadi selama masa Kesogunan Tokugawa, yaitu dari rentang 1603 sampai dengan 1867. di mana di saat itu kuil-kuil Buddha mendapatkan dukungan finansial yang besar dan Kongogumi yang sudah terkenal pun menjadi semacam kebanjiran pekerjaan. Jadi kebanjiran project di saat itu karena mereka memang yang paling dipercaya. Namun geng usai mengalami masa keemasan di era kesogunan Tokugawa tadi, ternyata Kongogumi ini juga mengalami semacam masa yang sebenarnya kelam bagi mereka. Karena usai era Kesogunan Tokugawa yaitu ketika era Meiji yang berlangsung sekitar tahun 1868 hingga 1912 terjadi era di mana Jepang di saat itu jadi pro shinto. Jadi mereka pro terhadap agama leluhur mereka lagi. Jadi selain agama Shinto, agama lain-lain yang ada di Jepang itu udah mulai diblokir dan kurang diterima. Dan juga itu berdampak kepada para penganut agama Buddha di Jepang yang dianggap sebagai agama pendatang dari Korea. Nah, karena inilah jadinya banyak kuil-kuil Buddha di Jepang itu pada dihancurkan. Jadi, banyak didemo, dirusak, dan dipaksa untuk ditutup. Nah, tapi di saat itu kuil Buddha pertama yang dibangun oleh si Gegitsukongo yang di awal tadi kita ceritakan, nah itu tidak terkena penghancuran itu. Ee entah kenapa mungkin mereka menganggap ya udahlah ini nilai sejarahnya ada gitu atau mungkin ini adalah perintah penguasa di masa itu. Akhirnya enggak dihancurin. Nah, jadi bisa dikatakan masih ada bukti sejarahnya sampai sekarang. Dan juga sebenarnya kuil sienoji yang sempat kita ceritakan juga tadi itu sudah beberapa kali juga mengalami kerusakan karena sempat terbakar ketika pengepungan Osaka pada tahun 1614. Terus tercatat beberapa kali juga rusak karena perang dan bencana alam gitu. Nah, ketika hal-hal tersebut terjadi pada saat itu yang mengurus kuil tersebut adalah perusahaan dari Kongogumi. Dihancurin, dibangun lagi, diperbaiki lagi, dirawat lagi. Itu semua adalah proyeknya Kongogumi. Mereka yang bertanggung jawab dan mereka yang mendapatkan hasilnya. Terus, Geng, ada sumber yang mengatakan kalau pada era Meiji tersebut si Tenoji itu tanah kuilnya disita. Jadi, enggak bisa beroperasi dan fungsi lahannya itu diambil alih. Dan gara-gara hal itu, Kongogumi pun juga jadi kehilangan pendapatan tahunan yang mereka terima dari kuil itu. Nah, peristiwa ini merupakan pukulan finansial yang signifikan bagi Kongogumi dan memaksa mereka untuk mencari sumber pendapatan lain. Restorasi Meiji membawa modernisasi pesat di Jepang, termasuk dalam teknologi konstruksi yang mana akhirnya untuk beradaptasi pihak Kongogumi mulai bereksperimen dengan bangunan-bangunan non Buddha, proyek konstruksi untuk kelas bangsawan, samurai, termasuk rumah-rumah mewah dan istana. Nah, jadi di saat itu mereka tetap pengin nih mempertahankan perusahaannya, tapi enggak mungkin nih bergantung sama bikin kuil mulu gitu, udah harus move on atau justru mengembangkan lebih besar lagi gitu lingkup produk yang mereka bangun. Di saat itu, selain bangunan tempat tinggal, Kongogumi juga akhirnya mulai terlibat di dalam pembangunan bangunan komersial seperti toko dan rumah teh. Dan mereka mulai menggunakan bahan-bahan baru yang mana di saat itu kan mereka dikenal dengan pandai kayu nih kan ya. Mulai nih mereka pakai semen, beton, baja, meskipun tetap mempertahankan keahlian tradisional mereka yaitu dalam arsitektur kayu. Penggunaan bahan modern itu memungkinkan mereka untuk mengerjakan berbagai jenis proyek konstruksi. Jadi bukan berarti mereka meninggalkan ee keahlian mereka di kayu gitu ya, supaya mereka bisa memperluas bisnis aja. Nah, di saat itu mereka termasuk membangun bangunan yang lebih besar dan lebih tahan lama ya dari bangunan-bangunan yang selama ini mereka bangun menggunakan kayu. Terus, Geng, seiring berjalannya waktu, perusahaan ini sudah berjalan cukup lama. Hingga pada tahun 1920-an terjadilah krisis keuangan di Jepang. Apalagi di saat itu pasca perang dunia pertama sama ada gempa besar juga yang menyebabkan kerugian besar yang akhirnya membuat Jepang jadi dilanda krisis. Dan lagi-lagi Kongogumi beradaptasi dan kali ini dengan cara memaksimalkan penggunaan teknologi modern. Nah, tidak terlalu dijelaskan nih apa inovasi teknologi modern yang mereka pakai saat krisis finansial sha. Hanya saja itu menjadi usaha yang mereka lakukan untuk bisa menyelamatkan e perusahaan mereka dari dampak krisis finansial yang terjadi di saat itu. Nah, sebenarnya nih, Geng, ada semacam tragedi yang terjadi saat krisis finansial Showa ini. Jadi, di saat itu, Kongogumi itu dipimpin oleh eh seseorang yang bernama Haruhi Kongo. Ini adalah generasi ke-37 dari awal Kongogumi ini dibangun oleh kakek buyutnya. Krisis finansialowa itu kan sangat berdampak banget nih sama perusahaan Kongogumi ini. Meskipun di akhirnya mereka bisa survive lah gitu. Nah, di saat itu si pemimpin dari generasi ke-37 ini yang bernama Harui Chikongo itu melakukan sepuku di depan makam leluhurnya karena dia di saat itu merasa gagal menghidupi keluarganya dan juga para pekerja mereka. Budaya sepuku ini itu adalah ritual untuk menghabisi diri sendiri dan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri saat mengalami kegagalan yang mana ini sangat lumrah di masa-masa ya Jepang pada saat itu. Ya, kita juga sering dengar kan istilah harak kiri yang dilakukan oleh samurai yang mengalami kegagalan saat menjalankan tugas. Dan karena memang budaya malu di Jepang itu sangat kental, makanya sepuku dilakukan oleh Haruichi ini. Dia merasa gagal dalam menjalankan perusahaan Kongogumi dan akhirnya ya demi kehormatannya dia melakukan hal tersebut di makam keluarganya. Namun karena enggak mau Kongogumi berakhir gitu aja tanpa sisa, akhirnya di saat itu istrinya Haruichi yang masih hidup itu mengambil alih kepemimpinan. Nah, istrinya ini namanya Yoshi Kongo. Nah, dia mengambil alih ee Kongogumi sebagai generasi ke-38. Dia menggantikan suaminya Haruhi yang meninggal karena sepupu tersebut. Yosi ini juga menjadi perempuan pertama yang menjadi pemimpin Kongogumi. Nah, sepak terjang Yosi ini adalah salah satu yang sangat terlihat saat pasca krisis finansial Showa ketika Shiten Tenoji, yaitu kuil yang menjadi karya pertama Kongogumi itu colaps karena angin topan Moruto. Jadi, gara-gara bencana alam. Nah, Kongogumi diperintahkan kembali untuk membangun kuil tersebut dan di tangan Yoshi, kuil si Tenoji kembali pulih seperti sedia kalah. Dan mereka di saat itu bisa memperbaiki finansial dari Kongogumi. Nah, terus geng setelah krisis finansial SOA, terbitlah dampak dari Perang Dunia Kedua. Nah, Perang Dunia Kedua itu memiliki dampak yang signifikan untuk Jepang. Jangankan Jepang, perang dunia kedua ini sendiri juga berdampak buat kita secara sejarah gitu kan. Nah, Indonesia sendiri bisa terselamatkan atas penjajahan Jepang ya karena Jepang kalah di dalam Perang Dunia Kedua. Nah, di masa itu pekerjaan untuk Kongogumi itu semakin lama semakin sedikit karena sedang pada sibuk perang dan bertahan hidup. Nah, pekerjaan mereka kan cuma sebatas pembangunan kuil Gokoku. Semacam kuil untuk menghormatan kepada orang-orang yang meninggal dalam keadaan mengorbankan nyawa mereka. Sama mereka juga bikin kuil untuk memuja dewa perang. Nah, karena pada saat itu Jepang sedang di dalam kondisi berperang yang luar biasa sampai pada akhirnya geng, Kongogumi pun kembali putar otak supaya bisa beradaptasi. Dan waktu itu yang mereka lakukan adalah untuk bisa bertahan itu dengan cara menjual peti mati kayu. Nah, jadi melihat wah banyak nih jenazah bergelimpangan ya udah kita bisnisin peti mati kayu. Nah, jadi di saat itu Yoshi si pemimpin perempuan pertama Kongogumi memohon kepada pemerintah untuk mengizinkan perusahaan mereka bertahan hidup melalui pengambil alihan produksi peti mati kayu untuk memperluas cakupan perusahaan mereka. Dan dia juga mereformasikan manajemen perusahaannya dengan memisahkan posisi manajerial dari posisi pertukangan. Kangogumi itu selamat dari perang di saat itu dan pada tahun 1955 di bawah kepemimpinan generasi ke-39 yaitu Kongoitaka, perusahaan Kongogumi ini melakukan penawaran saham perdana atau IPO dan menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa. Nah, kemudian geng menjelang akhir abad ke-20 sekitar tahun 1980-an, Jepang di saat itu mengalami ledakan ekonomi besar-besaran. Bank of Japan atau BOJ itu menerapkan kebijakan moneter yang sangat longgar pada pertengahan tahun 1980-an untuk merangsang ekonomi dan mengurangi dampak apresiasi Yen atau Yendaka setelah perjanjian Plaza atau Plaza Accord pada tahun 1985. Salah satunya adalah dengan menekan suku bunga dengan sangat rendah dan itu menyebabkan gelembung aset. Nah, karena ini aset-aset di Jepang seperti properti dan saham pun jadi naik gila-gilaan. Karena suku bunga rendah banget, banyak perusahaan yang tergiur untuk ambil pinjaman, hutang untuk kredit dalam jumlah besar, termasuk juga ya perusahaan Kongogumi ini. Nah, jadi Kongogumi ini melihat peluang besar untuk berkembang lebih jauh dari sekedar membangun dan merawat kuil. Karena itulah mereka pun mulai berinvestasi besar-besaran di sektor properti dan berharap bisa dapat untung besar dari harga tanah dan bangunan yang terus meroket. Kebayang tuh, Geng, ya, dari yang awalnya cuma tukang kayu, ya, di tahun 500-an dulu membangun kuil, sekarang sudah mulai menjamah bisnis properti. Tapi geng, masuk awal tahun 1990-an, gelembung ekonomi Jepang pecah. Harga properti dan saham yang tadinya naik terus tiba-tiba anjlok drastis. Aset-aset yang dibeli oleh Kokogumi jadi enggak ada nilainya, sementara hutang mereka tetap menumpuk. Dan situasi ini semakin diperparah karena bisnis intim mereka yaitu konstruksi dan renovasi kuil juga mulai lesu. Jepang sudah berubah. Tidak sebanyak dulu orang yang membangun atau merenovasi kuil. Jadi pemasukan utama mereka makin seret. Nah, Kongogumi berusaha bertahan selama hampir 20 tahun dengan berjuang membayar hutang mereka. Tapi tekanan finansial terus bertambah. Bahkan sampai tahun 2004 revenue mereka turun sebesar 35%. Sehingga pemimpin Kongogumi pada saat itu yaitu yang bernama Masakazukongo harus mempphk karyawannya dan efisiensi anggaran operasional kantor mereka. Sampai pada akhirnya di tahun 2006 mereka resmi collaps dengan hutang yang membengkak hingga 343 juta Do atau setara dengan Rp3,17 triliun. Wah, sedih banget ya. Udah ribuan tahun. Ratusan tahun apa? Ribuan tahun. Ribuan tahun ya. Berdiri tiba-tiba bangkrut. Dengan beban hutang yang begitu berat, akhirnya mereka harus menyerah. Pada bulan Januari tahun 2006, karena pendapatan yang diperoleh oleh Kongogumi tidak lagi cukup untuk membayar hutang, pada akhirnya aset milik Kongogumi dibeli oleh Takamatsu Construction Group. Nah, mereka pun jadinya merger dengan Takamatsu Construction Group pada tahun 2006 dan menjadi anak perusahaan Takamatsu di saat itu. Ya, meskipun mereka sudah bukan lagi perusahaan independen, tapi teknik-teknik tradisional mereka masih dipertahankan. Bahkan lebih dari 120 tukang kayu dan pegawai mereka masih terus bekerja di bidang konstruksi kuil. Hingga saat ini perusahaan ini tetap beroperasi dan spesialisasinya tetap dalam pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kuil Buddha. Nah, mereka bahkan sampai saat ini masih menggunakan alat dan teknik tradisional yang diwariskan dari pendirinya dulu. Walaupun sekarang ya pemiliknya bukan lagi dari keluarga Kongogumi yang asli. Nah, sebenarnya sedih juga ya, Geng. Mendengar sepak terjang Kongogumi yang menjadi perusahaan tertua di dunia. Malah terjerat hutang dan jadi mesti bergabung dengan perusahaan lain, perusahaan orang. Padahal mereka sendiri ada masa ketika sedang jaya-jayanya dan bahkan menorehkan sejarah di Jepang. Tapi meskipun akhirnya menjadi merger dan jadi anak perusahaan orang, alasan kenapa Kongogumi bisa berhasil bertahan hingga 1440 tahun itu ya sejatinya karena prinsip-prinsip bisnis dan hidup yang diwariskan turun-temurun oleh kakek buyut mereka. Jadi pemimpin Kongogumi ke-32 yaitu Yoshi Sada Kongo menulis pedoman yang berjudul Shokuke Kokoro Nokoto yang mencakup 16 prinsip yang tidak hanya mengatur bisnis tetapi juga mengatur cara hidup keluarga Kongo. Seperti cara berpakaian harus sesuai dengan status, minum alkohol secukupnya, bersikap sopan santun, enggak boleh arogan dan ngomongin orang, menghormati orang lain, dan mematuhi ajaran Konfusianisme Buddha dan juga Shinto. Nah, jadi antara agama Buddha dan Shinto, mereka tuh tetap menganut dua-duanya, enggak dibedain dan kualitas pekerjaan mereka juga sangat dihargai dan diutamakan. Nah, bahkan pekerja di Kongogumi harus kerja dulu sebanyak 10 sampai 20 tahun untuk bisa disebut sebagai ahli, Geng. Dan selain itu, perusahaan ini selalu menjaga hubungan baik dengan para pelanggannya seperti Kuil Sintenoji yang menjadi pelanggan setia selama berabad-abad. Mereka juga selalu fleksibel dalam beradaptasi dengan perubahan zaman seperti saat mengalihkan fokus dari pembangunan kuil ke proyek perumahan dan perkantoran saat restorasi magji dan mengembangkan bisnis peti mati saat perang dunia kedua. Pokoknya apa aja diadaptasi. Salah satu prinsip penting di Kongogumi adalah kepemimpinan yang kuat. Keahlian pertukangan harus diwariskan dalam garis keluarga. Begitu juga dengan kontrol dan kepemilikan atas perusahaan. Jika tidak ada ahli waris laki-laki atau jika ahli waris yang ada dianggap tidak layak untuk menjalankan bisnis keluarga, kendali perusahaan akan diserahkan kepada seorang menantu laki-laki yang akan mengambil nama Kongo atau kepada seorang istri yang juga bisa mengambil nama Kongo. Nah, salah satu contohnya itu adalah kasus pemimpin yang ke-37 yaitu Haruichi yang melakukan sepuku. Nah, terus digantikan sama istrinya Yoshi dan itu enggak semerta-merta karena titel keluarga aja. Meskipun di dalam keluarga kemampuan kepemimpinannya juga harus bagus. Makanya Kongogumi ini fleksibel, tidak memandang perempuan atau laki-laki selama memimpin perusahaan mereka. Dan perusahaan mereka tuh longless sampai 1400 tahun. Nah, pendekatan dan prinsip yang diterapkan oleh keluarga Kongo inilah yang membuat perusahaan Kongogumi bisa bertahan selama lebih dari 1400 tahun tadi. Nah, itu dia geng pembahasan tentang perusahaan tertua di muka bumi ini yang bernama Kongogumi yang mana mereka sudah ada sejak zaman Rasul, zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Perang dunia kesatu, perang dunia kedua, bahkan hingga saat sekarang ini ya lewat semuanya. Gimana tuh, Geng, menurut tanggapan kalian? Dari sini kita jadi paham ya kenapa orang-orang Jepang itu disiplin dan ulet banget ya kan. Menjalankan sesuatu mereka benar-benar fokus hingga ya ada buktinya kayak gini. Apa tanggapan kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories