BUDAYA MINUM MIRAS OPLOSAN MASYARAKAT INDIA HINGGA RIBUAN ORANG MENINGGAL DUNIA | HOOCH
wbSAQW3mDbE • 2025-03-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Sebanyak ratusan orang itu dilarikan ke
rumah sakit karena mereka jatuh sakit
secara tiba-tiba setelah mereka
mengkonsumsi minuman keras. Mereka semua
mengalami gejala yang serupa, yaitu
pusing, sakit kepala, muntah-muntah,
sakit perut, iritasi mata, pokoknya tuh
sekitar area kepala tuh wah hancur deh.
Orang-orang seperti Kanu Kuti ini, Geng,
sering menambahkan metanol ke dalam
miras supaya rasanya lebih keras lagi.
Dan metanol sendiri itu adalah bentuk
alkohol yang sangat beracun yang
terkadang digunakan sebagai zat anti
beku. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe,
Geng. Halo, Geng. Welcome back to kamar
[Musik]
ceri genggeng. Sebelum kita mulai, gua
pengen nanya dulu ke kalian apa yang
kalian pikirkan atau apa yang ada di
dalam kepala kalian ketika kita
berbicara tentang India.
Mungkin ada yang kepikiran soal gimana
ee kehidupan di sana yang selalu
dikait-kaitkan dengan ee apa ya ee
kotor, kumuh gitu. Atau juga kalian
membayangkan bagaimana suksesnya
orang-orang di sana. Karena banyak
banget orang terkaya, terpintar,
penguasa-penguasa yang ada di
perusahaan-perusahaan besar itu biasanya
diisi oleh orang-orang India juga.
Hal-hal tersebut memang gak bisa
dilepaskan dari India. Mulai dari hal
yang buruk banget sampai yang keren
banget ada di sana karena memang
manusianya cukup banyak. Tapi ada sebuah
fakta yang enggak semua orang tahu
tentang India, Geng. Yang mana mungkin
kita jarang melihat di sosial media,
yaitu ternyata di India sering terjadi
kasus orang tewas akibat meminum minuman
keras oplosan. Nah, mereka kalau
misalkan minum takjil kobokan enggak
masalah. Tapi kalau miras oplosan itu
enggak pilih kasih. Jangankan orang
India, orang Indonesia, orang Malaysia,
orang mana pun bisa modar gara-gara
miras oplosan. Di dalam waktu setahun
aja bisa ada ribuan orang yang tewas
karena meminum miras oplosan ini. Dan
karena di India sendiri peredaran miras
oplosan atau ilegal ini sangat marak dan
pembelinya juga sangat banyak. Oleh
sebab itu, enggak heran kalau korban
jiwanya bisa mencapai angka ribuan
orang.
Dan di video kali ini kita akan membahas
beberapa kasus keracunan miras oplosan
di India. Mulai dari kasus yang
baru-baru ini terjadi yaitu di Tamil
Nadu, Bihar, dan lain-lain. Terus juga
kita akan membahas kenapa sih fenomena
ini bisa terjadi sampai menelan banyak
korban. Nah, untuk itu langsung aja kita
masuk ke dalam pembahasan videonya di
sisi
[Musik]
lain. Kita langsung masuk ke dalam kasus
yang pertama nih, yaitu keracunan
alkohol di Tamil
Nadu. Jadi yang pertama kita akan bahas
mengenai kejadian keracunan alkohol di
distrik Kalakurich Tamilnadu, India
Selatan. Nah, peristiwa ini terjadi
belum lama, Geng. Yaitu tanggal 18 Juni
tahun 2024 kemarin. Sebanyak ratusan
orang itu dilarikan ke rumah sakit
karena mereka jatuh sakit secara
tiba-tiba setelah mereka mengkonsumsi
minuman keras. Mereka semua mengalami
gejala yang serupa, yaitu pusing, sakit
kepala, muntah-muntah, sakit perut,
iritasi mata, pokoknya tuh sekitar area
kepala tuh wah hancur deh. Ada salah
satu kesaksian dari korban yang selamat
yang bernama Murugan yang diwawancarai
oleh media BBC. Nah, dia ini bercerita
dia ini adalah seorang peminum dan
setiap hari dia selalu membeli miras 4
sampai 6 botol. Pada tanggal 17 Juni
tahun 2024, setelah dia meminum beberapa
botol miras tersebut, Murugan ini sampai
tersandung ketika berjalan pulang. Nah,
dia gak bisa berbuat apa-apa di saat itu
karena memang tubuhnya jadi lemas
setelah mengkonsumsi miras tersebut.
Padahal nih dia setiap harinya minum
miras, tapi sensasi yang dia rasakan
saat ini berbeda dari biasanya. Nah, di
saat itu dia merasakan lemas dan enggak
bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Jadi, kayak mati gitu. Enggak lama
kemudian, anaknya pun menghampiri dia
dan langsung membopong dia masuk ke
dalam rumah dan meredbahkan badannya ke
kasur. Dan keesokan harinya, kondisi
Murugan tidak kunjung membaik. Dia malah
mengalami muntah-muntah dan masih
terbaring kaku. Nah, oleh karena itu
keluarganya segera membawa dia ke rumah
sakit untuk mendapatkan perawatan. Lalu
geng, selain Murugan juga ada korban
lainnya yang sama yang bernama Sadya
yang bercerita kalau sebagian besar
orang-orang yang meminum miras bersama
dia sudah meninggal dunia setelah
mengalami gejala yang sama dengan
Murugan. Ya, beruntungnya Satya ini
salah satu yang selamat. Dan dari
kejadian tersebut ada sebanyak 56 orang
meninggal dunia. 32 di antaranya
dilaporkan berasal dari Karunapuram,
sebuah lingkungan dengan penduduk yang
sebagian besar berasal dari kelompok
kasta yang kurang mampu. Nah, lalu lebih
dari 100 orang yang dirawat di berbagai
rumah sakit yang ada di distrik
Kalauichi. Nah, jadi di saat itu banyak
yang tumbang gara-gara kejadian ini.
Akibat banyaknya orang yang terlihat
seperti gejala keracunan Miras, polisi
kemudian melakukan penyelidikan. Jadi,
singkat ceritanya nih, Geng. Pada
tanggal 23 Juni tahun 2024, polisi
akhirnya berhasil nih menangkap seorang
pria yang diduga menjual miras sekaligus
yang mengoplos miras tersebut. Nah, jadi
ada pengoplosnya di saat itu dan dia
adalah seorang pria yang bernama
Kagovindara alias Kanukuti panggilannya.
Kanukuti ini mengoplos alkohol dengan
metanol. Ini mirip nih kayak yang
terjadi di negara kita juga nih. Di
Pulau Jawa sering nih kejadian kayak
gini. Nah, metanol ini, Geng, dicampur
dengan minuman-minuman lain yang mana
itu nanti akan dijual sebagai miras yang
dianggap layak konsumsi. Dan ketika
ditangkap, polisi di saat itu menemukan
200 lit miras oplosan di rumahnya si
Kanu ini. Dan Kanu Kuti di saat itu
mengecer miras-miras tersebut dalam
bentuk paketan. Orang-orang seperti Kanu
Kuti ini, Geng, sering menambahkan
metanol ke dalam miras supaya rasanya
lebih keras lagi. Dan metanol sendiri
itu adalah bentuk alkohol yang sangat
beracun yang terkadang digunakan sebagai
zat anti beku. Jadi sebenarnya metanol
ini bukan alkohol untuk dikonsumsi terus
ditelan gitu, enggak. Bisa dipakai tapi
hanya untuk bagian luar tubuh karena
keras banget.
Kalian bayangkan ya, kalau meninggoy ya
udahlah ya gitu udah berserah diri sama
Tuhan. Tapi kalau misalkan hanya
menyebabkan kecacatan misalkan kebutaan
yang paling sering salah satu contohnya
nih yang pernah gua bahas nih soal Bang
Rizki Arab. Dia ini gara-gara miras
oplosan juga sampai buta. Dan tidak
jarang juga orang-orang yang
mengkonsumsi metanol itu mengalami
kerusakan hati sampai dengan meninggal
dunia. Jadi memang bahaya banget metanol
ini. Nah, selain itu gua juga pernah
membahas kejadian seperti ini yaitu
salah satunya ya selain Bang Rizki Arab
tadi yaitu ada pesta miras oplosan di
Subang dan juga pembahasan tentang
mantan kiper timnas yaitu Kurnia Mega
yang mana dari kejadian ini sama-sama
disebabkan oleh minuman keras oplosan
sampai pada akhirnya ya mereka mengalami
kebutaan. Nah, alkohol yang sudah
dioplos ini biasanya disebut dengan haw
atau country liaker dalam artian tuh
kayak minuman keras lokal ya, kurang
lebih bahasanya kayak gitu. Nah, dan di
saat itu selain menangkap kana pihak
berwenang juga menangguhkan seorang
pejabat senior polisi dan 10 anggota
sayaap penegakan larangan negara yang
bertugas untuk mengawasi penyelundupan
alkohol ilegal di negara tersebut.
Mereka ditangguhkan atau diberikan
sanksi karena dianggap lalai dalam
pengawasan ilegal sehingga menyebabkan
jatuhnya korban. Nah, Kepala Menteri
Tamil Nadu yang bernama MK Stalin itu
udah mengumumkan adanya kompensasi yang
diberikan sebesar Rp1 juta rup atau yang
setara dengan 1 juta kepada keluarga
yang anggota keluarganya menjadi korban
dan meninggal dunia akibat keracunan
dari miras oplosan ini. Wah, gokil juga
India ya. Padahal kalau dipikir-pikir
yang salah ya si korban sendiri. siapa
suruh minum alkohol gitu kan, tapi tetap
mendapatkan kompensasi ya karena
dianggap ini adalah sebuah kelalaian
dari pihak pemerintahnya juga dalam
mengontrol ee miras-miras ilegal dan
juga mereka adalah korban dari miras
ilegal itu sendiri. Sementara geng yang
masih selamat dalam perawatan ada
kompensasi juga yang diberikan oleh
pemerintah sebesar Rp50.000 R000 atau
setara dengan Rp9,5 juta. Nah, cuma geng
pada saat itu partai-partai oposisi yang
ada di India itu mengkritik pemerintah
karena dianggap gagal untuk menghentikan
peredaran ilegal di negara mereka. K.
Anamalai selaku kepala negara bagian
dari Partai Baratia Janata atau BRJ itu
menuntut agar menteri yang bertugas
untuk mengawasi penjualan minuman
beralkohol segera mengundurkan diri.
Oke, sekarang kita akan masuk nih, Geng,
ke dalam kasus kedua, yaitu keracunan
hawk atau miras oplosan di daerah Bihar
dan
Gujarat. Jadi, geng, kejadian yang satu
ini terjadi di dua desa yang ada di
Bihar, sebuah negara bagian timur India
yang terkenal miskin. Sebelum insiden
ini terjadi, sebenarnya wilayah ini udah
melarang penjualan dan konsumsi miras
sejak tahun 2016 ketika kelompok
perempuan melakukan kampanye untuk
melawan kebiasaan pekerja miskin yang
selalu menghabiskan uang mereka untuk
mendapatkan miras, terus berpesta miras,
padahal uang mereka juga enggak banyak
gitu. Larangan semacam ini juga berlaku,
Geng, di India. Tapi tetap aja ada
insiden seperti ini di berbagai negara
di bagian India. Nah, lalu bagaimana
semua ini bisa bermula? Nah, ceritanya
nih tahun 2022 para pria yang tinggal di
distrik Saran yang jaraknya hampir 60 km
ke utara dari ibu kota negara bagian
patah itu mulai mengalami muntah-muntah.
Setelah itu kondisi mereka dengan cepat
langsung berubah drastis dan semakin
memburuk. Dengan cepat mereka semua
dibawa ke rumah sakit. Namun sayangnya
ada beberapa di antara mereka yang
meninggal di dalam perjalanan ke rumah
sakit dan yang lainnya meninggal ketika
dirawat di rumah sakit. Nah, jadi
kebanyakan dari mereka tuh tewas.
Menurut laporan dari berbagai media
lokal pada saat itu menyebutkan jumlah
korban itu mencapai 31 orang korban. Ada
beberapa orang yang dirawat di rumah
sakit juga dan mengalami kehilangan
penglihatan atau kebutaan.
Terus, Geng, Santos Kumar selaku perwira
polisi senior di saat itu mengatakan
kalau pihak berwenang sudah
menindaklanjuti tokoh-tokoh yang menjual
miras ilegal di daerah tersebut dengan
menangkap sebanyak 126 orang dalam 48
jam setelah insiden keracunan dilaporkan
ke polisi. Nah, Dr. Gopal Krishna selaku
Kepala Pusat Kesehatan primer di daerah
Saran itu menyampaikan bahwa ada hampir
55 orang yang melaporkan diri dengan
mengeluhkan berbagai penyakit. Ada yang
mengeluh udah mulai kehilangan
penglihatan. Ada yang mual, ada yang
pusing. Ada yang mengalami tekanan darah
tinggi. Dan di antara mereka sebanyak 15
orang dipulangkan setelah mendapatkan
perawatan dan sisanya dirujuk ke rumah
sakit yang berbeda untuk mendapatkan
perawatan lanjutan. Namun ada sebanyak
empat orang yang tewas setelah datang ke
pusat kesehatan
tersebut. Di saat itu, Geng, hal ini
mendapatkan respon dari pihak penguasa
di sana. Jadi beberapa partai oposisi
termasuk Partai Nasionalis Hindu Baratia
Janata atau BJP itu sempat mengadakan
protes pada hari Kamis di luar gedung
legislatif negara bagian untuk menuntut
pencabutan larangan minuman keras dan
meminta sejumlah uang kompensasi untuk
diberikan kepada pihak keluarga korban.
Nah, pemimpin BJP negara bagian yaitu
Susil Modi mengatakan lebih dari 1000
orang tewas setelah minum minuman keras
yang tercemar sejak larangan tersebut
diberlakukan. Nah, di saat itu Menteri
Utama Bihar yang bernama Nitis Kumar itu
menolak tuntutan oposisi dan mengatakan
larangan penjualan miras adalah bukan
keinginan pribadinya dia, melainkan
tanggapan atas tuntutan dari para
perempuan yang ada di sana. Karena
ibu-ibu di sana tuh udah pada khawatir,
Geng. Udah banyak anak laki-laki mereka
yang tewas sia-sia meregang nyawa
gara-gara pesta miras
ini. Terus, Geng, di tahun yang sama
kejadian serupa juga terjadi di Gujarat,
tepatnya di distrik Botat dan Ahmedabat.
Nah, di sana sedang berlangsung sebuah
pesta miras pada tanggal 28 Juli tahun
2022. Padahal di daerah tersebut
pembuatan, penjualan, dan konsumsi miras
adalah perbuatan yang ilegal. Setelah
meminum miras, banyak yang langsung
merasa enggak enak badan disertai dengan
mual-mual dan kehilangan penglihatan.
Nah, seperti yang terjadi di kasus
sebelumnya, mereka kemudian dibawa ke
rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Namun, ada sebanyak 42 orang yang tidak
dapat diselamatkan. Dan dari kejadian
tersebut, polisi mencurigai bahwa para
korban sudah mengkonsumsi hok atau ya
minuman keras oplosan dan polisi di saat
itu langsung melakukan penyelidikan.
Sampai pada akhirnya ada sekitar 10
orang yang ditangkap. Dan di Sita nih ya
ada sekitar 475 liter cairan ilegal yang
siap diperjualbelikan. Yang mana salah
satu di antara 10 orang tersebut mengaku
mencuri metanol dari sebuah pabrik di
Gujarat dan lalu menjual metanol
tersebut. Dan metanol ini memang
digunakan untuk mengoplos miras.
Kebayang ya, Geng, untuk minuman sehat
aja, minuman biasa nih yang
kesehariannya diminum kayak sirup, air
kelapa itu kalau kita lihat dari video
tuh joroknya udah gimana gitu. Ini
ditambah mereka ngoplos bahan kimia.
Kebayang bahayanya gimana dengan enggak
tahu takaran, ngasal-ngasal doang, belum
lagi jorok dan kotornya gitu. Dan mereka
semua benar-benar ya mencari keuntungan
tanpa pengetahuan, tanpa ilmu
pengetahuan, tanpa tahu itu bakal
ngebunuh orang ya udah dijual kayak
gitu. Nah, sampai pada akhirnya 10 orang
tadi ya harus mendekam di penjara untuk
mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Oke, itu sudah dua kasus yang terjadi di
India. Sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya. Keracunan Hawk
atau miras oplosan yang terjadi di
daerah
Punjap. Oke, Geng. Insiden kali ini
terjadi pada tahun 2020 di negara bagian
punjap. Detailnya kurang lebih sama.
Mereka meminum Hawk atau minuman oplosan
yang gak lama dari itu mereka merasakan
sensasi yang berbeda dari tubuh mereka
dan mulai mengalami gejala mual-mual,
pusing, dan penglihatan yang mulai
buram. Nah, mereka dibawa ke rumah
sakit. Namun karena parahnya gejala yang
dialami, banyak dari mereka yang
meninggal dunia dan dikabarkan pada saat
itu ada sebanyak 69 orang yang harus
meregang nyawa. Dinar Gupta sebagai
Kepala Kepolisian Punjap itu mengatakan
kalau laporan kematian pertama akibat
HWK ini dilaporkan pada tanggal 29 Juli
tahun 2020 malam di mana ada dua warga
dari distrik Amritsar itu tewas dan 3
hari kemudian ada sebanyak 48 kasus
kematian lain yang dilaporkan dari
distrik Amritsar inini terus ada dari
distrik Tantaran, terus ada distrik
Batala juga. Nah, seiring penyelidikan
yang dilakukan, ternyata jumlah dari
korban yang meninggal dunia itu
meningkat jadi 98 orang. Di mana 75 di
antaranya berasal dari distrik tantaran
tadi. Kemudian 11 kematian lainnya
terjadi di distrik Gurdaspur dan 12
orang lainnya dari Distrik Amritsar. Di
saat itu, Geng, Menteri Utama Punjap
yang bernama Amarindersing itu
mengatakan dia udah memerintahkan
penyelidikan khusus atas insiden
tersebut. Dia menegaskan enggak akan
bertindak lunak atau ya enggak akan
membiarkan para pelaku yang sudah
menewaskan hampir 100 orang gara-gara
haw atau minuman oplosan ini. Yang mana
ini merupakan barang yang sangat ilegal
dan kepolisian India sudah menangkap 25
orang karena diduga menjual miras
oplosan tersebut. Dan mereka semua
memasuk miras oplosan ke
restoran-restoran pinggir jalan dan
menjualnya ke turis serta warga sekitar.
Selain itu, ada enam petugas polisi dan
tujuh petugas lain yang dikenakan sanksi
scorsing karena dinilai gagal untuk
mencegah penjualan miras oplosan di
punjat. Dari empat kasus tersebut gua
rasa udah cukup menjelaskan ya, Geng,
insiden-insidennya. Banyak banget kasus
di sana ya, orang-orang di India sana
yang meninggal dunia karena miras
oplosan. Tapi kalau kita bahas semua
kejadiannya bakal panjang banget. Nah,
melihat bagaimana insiden tersebut bisa
terus-menerus terjadi di India, apakah
separah itu peredaran Hawk atau
peredaran eh miras oplosan di India ini?
Sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai besarnya peredaran
miras oplosan di
India. Melihat banyaknya kasus keracunan
miras oplosan atau Hawk ini di India
bisa menjadi penilaian kita mengenai
seberapa besar dan banyaknya HW di
negara tersebut. Orang-orang di India
juga seperti enggak takut. Padahal
setiap tahunnya dari berbagai wilayah
selalu ada aja kasus ini. Tapi tetap aja
mereka membeli miras oplosan tersebut.
Nah, bahkan nih, Geng, ketika pandemi
kemarin yang mana kondisi perekonomian
sedang sulit, orang India itu masih
sempat-sempatnya membeli miras oplosan.
Pada saat lockdown, di beberapa kota di
India mulai dilonggarkan, banyak
orang-orang yang mengantri untuk membeli
minuman keras. Salah satunya adalah di
daerah Mumbai yang juga menjadi salah
satu kota di India dengan angka kasus
COVID tertinggi. Di sana banyak orang
yang mengantri untuk membeli miras tanpa
menjaga jarak. Polisi sampai harus
bertugas untuk merapikan antrian dan
toko miras tersebut selalu ramai
didatangi oleh pembeli. Nah, ini
kayaknya kalau misalkan kalian jual e
arak gitu ya yang buatan Indonesia
kayaknya cocok tuh di sana tuh bakal
laku banget. Nah, bahkan ada seorang
warga dari Bangalor yang menghabiskan
hampir 700 Amerika atau sekitar 10 juta
untuk membeli alkohol buat dia sendiri.
Dan terjadi peningkatan konsumsi miras
ketika lockdown diberlakukan di sana.
Dan hal kayak gini sebenarnya terjadi di
banyak negara, tapi India itu jauh lebih
besar, lebih tinggi angka pembelian
mirasnya. Ada peraturan di India yang
mana kalau penjualan miras itu enggak
boleh dijual secara online di sana.
Untuk dikirim ke alamat rumah juga
enggak boleh. Jadi kalau mau beli Miras
satu-satunya cara adalah dengan datang
ke toko Miras. India adalah konsumen
terbesar kedua minuman keras di dunia
setelah China. Dan ini menurut data
perusahaan riset di London yaitu EWSR
Drinks Market Analysis. Nah, India juga
dikenal sebagai negara yang banyak
mengkonsumsi whisky tiga kali lebih
besar dibandingkan Amerika Serikat. Dan
rata-rata hampir satu dari dua botol
whisky yang diproduksi itu terjual di
India. Dan data menunjukkan ada lebih
dari 45% penjualan miras ada di lima
negara bagian selatan yaitu Andara
Prades, Talangana, Tamilnadu, Karnataka,
dan juga Kerala. Jadi India ini emang
suka mabuk orang-orang di sana. Lalu ada
wilayah yang juga banyak mengkonsumsi
miras, yaitu daerah Punjap, Rajastan,
Utar Prades, Madia Prades, Wes Bengal,
dan Maharashtra. Di negara-negara bagian
tersebut, pajak penjualan miras
menyumbang pendapatan negara hampir 5
sampai 10%. Dan meningkatnya konsumsi
miras di India ini di sisi lain juga
memiliki sisi gelap yang mengerikan.
Jadi, sepertiga laki-laki di India yang
mengkonsumsi miras menurut laporan
pemerintah dan lebih dari 14% warga
India berusia antara 10 sampai 75 tahun
dikenal sebagai pemabuk di sana. Nah,
yang membuat hal ini mengkhawatirkan
adalah sepertiga peminum mengkonsumsi
miras lokal yang berkualitas rendah atau
bisa dikatakan ya miras oplos sehingga
banyak yang mati gara-gara hal ini. Dan
seperti kasus yang sebelum-sebelumnya
kita bahas ya, karena miras oplosan yang
mana udah banyak contoh yang meninggal
dunia tapi mereka enggak takut sama
sekali, enggak jerah tetap mengkonsumsi
hal
itu. Gua enggak paham ya apa yang
membuat mereka tuh ya maaf-maaf kata nih
seperti tidak teredukasi dengan
kejadian-kejadian yang sudah ada gitu.
Tetap aja ngeyel minum miras oplosan.
Dan menurut informasi yang beredar ada
sebanyak 30 juta orang yang mengkonsumsi
miras secara sembarangan. WHO
memperkirakan ada lebih dari 50% miras
yang beredar secara gelap di sana. Dan
miras produksi lokal tidak didaftarkan
di beberapa negara bagian. Karena itulah
enggak bisa dikenai pajak. Dan ada
survei yang dilakukan oleh lembaga
international Alliance of Responsible
Drinking di tahun 2014 yang menunjukkan
banyak peminum yang lebih memilih
minuman keras lokal atau produksi
rumahan yang sering sekali dipalsukan
dengan metanol atau mengandung
bahan-bahan yang berbahaya ketimbang
membeli yang resmi. Dan tingkat konsumsi
miras-miras ilegal yang mematikan ini
meningkat dari tahun ke tahun. Dan dalam
kurun waktu dari tahun 1990 sampai
dengan tahun 2017 konsumsinya meningkat
sebesar 38% dari 4,3 L menjadi 5,9 L per
orangnya. Dan penambahan ini lebih cepat
dibandingkan upaya pemerintah untuk
mengurangi konsumsi minuman keras. Dan
di sisi lain harga miras di sana juga
dijual semakin murah apalagi yang
oplosan. Jadi kayak lu ngebeli racun
buat diri lu sendiri. Alkohol ilegal
atau Hawk ini sendiri sangat populer di
India. Ada sekitar 40% dari semua
alkohol yang dikonsumsi di negara
tersebut berasal dari sumber yang
ilegal. Banyaknya peredaran Haw ini
diduga karena adanya kerja sama anggota
polisi setempat dengan penjual sehingga
perdagangan Hawk ini bisa terus ada dan
semakin menjamur di mana-mana. Seperti
yang gua katakan sebelumnya, Hawk ini
sangat berbahaya karena mengandung
metanol sebagai campuran mirasnya
sehingga Hawk ini sudah dipastikan
sangat ilegal dan mematikan. Nah,
menurut National Crime Records Biro, ada
sebanyak
1296 orang yang udah tewas karena
keracunan haw atau keracunan minuman
oplosan ini di India tahun 2019.
Kebayang aja tuh, Geng, udah 1200 orang
tapi enggak dijadikan pelajaran. Nah,
sementara sejumlah besar korban yang
selamat mengalami masalah kesehatan yang
serius seperti ya jadi lumpuh dan juga
buta permanen. Data yang diambil dalam
10 tahun terakhir menunjukkan kalau
miras ilegal itu merenggut sedikitnya
tiga nyawa setiap hari di India. Jadi,
ada tiga orang yang mati setiap hari
gara-gara miras oplosan di India.
Toko-toko yang menjual Hawk secara
ilegal tersebar di beberapa kota besar
dan juga kota kecil, termasuk di ibu
kota mereka yaitu New Delhi. Nah, tapi
karena harga jual minuman oplosan
biasanya jauh lebih murah di
negara-negara bagian perbatasan daripada
di ibu kota New Delhi, ya. Jadinya
tempat-tempat di sepanjang perbatasan
negara bagian sudah menjadi surga bagi
penyelundupan miras ilegal ke New Delhi.
Jadi, banyak orang yang membeli di
daerah sana. Dan dari fenomena ini bisa
kita simpulkan, Geng. Setidaknya tiga
faktor kenapa Hawk atau minuman oplosan
India ini banyak banget di sana. Yang
pertama ya, karena India memiliki pajak
yang tinggi untuk minuman beralkohol
yang legal atau resmi yang mana bagi
banyak orang harganya terlalu mahal
sehingga kemudian terciptalah pasar
alternatif yang menyediakan alkohol
dengan harga yang lebih murah. Terus
faktor kedua, karena kemiskinan dan
pengangguran di daerah yang kurang
beruntung secara ekonomi, orang-orang
mungkin akan beralih ke produksi dan
penjualan miras ilegal sebagai mata
pencaharian. Dan dari kalangan mereka
jugalah yang nantinya akan membeli HWK
tersebut atau kalangan orang-orang
miskin ini yang bakal membeli HWA
tersebut karena mereka gak mampu untuk
membeli alkohol yang legal. Nah, lalu
faktor yang ketiga dan kurangnya
regulasi serta penegakan hukum di banyak
wilayah terhadap produksi dan penjualan
miras ilegal ini sehingga praktik ini
masih berjalan sampai sekarang. Dan
untuk itu, pemerintah India dikatakan ya
perlu untuk melakukan beberapa
pengetatan atas aturan agar kejadian
kayak gini enggak terulang lagi, Geng.
ya, seperti mereformulasi ulang pajak
miras agar membuat orang-orang di sana
bisa ya membeli miras dengan harga
terjangkau. Karena memang masyarakat di
sana tuh udah terlalu ya senang dengan
hidup mabok-mabokan gitu, Geng. Dan mau
diapain lagi gitu kan udah turun-temurun
ya. Mau enggak mau pemerintahnya harus
bijak dengan miras yang legal.
Kemudian geng, pemerintah mereka juga
dikatakan harus memperkuat penegakan
hukum yang ada untuk bisa menekan dan
menghilangkan praktik produksi dan
distribusi miras oplosan atau HWK ini.
Dan yang terakhir yang juga enggak kalah
pentingnya adalah pemerintah mereka
diharuskan untuk mengatasi kesenjangan
ekonomi yang begitu parah di India.
Mengurangi kemiskinan dan pengangguran
agar orang-orang tidak perlu membeli
barang-barang ilegal yang harganya jauh
lebih murah.
Nah, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai insiden keracunan miras
oplosan atau Hawk di India. Emang ada
ada aja lah ya di negara yang satu ini.
Udah tahu bahaya tapi tetap dikonsumsi
ya. Kalau dari diri mereka sendiri sadar
dan enggak mau untuk membeli miras
oplosan itu pasti enggak akan ada
pasarnya, enggak akan ada penjualnya
karena kan enggak laku ya. Tapi apa
boleh buat? Biasanya mereka mengoplos
malah laku. Nah, itu dia, Geng
pembahasan kita hari ini. Gimana menurut
kalian? Gimana menurut tanggapan kalian?
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:59 UTC
Categories
Manage