BUDAYA MINUM MIRAS OPLOSAN MASYARAKAT INDIA HINGGA RIBUAN ORANG MENINGGAL DUNIA | HOOCH
wbSAQW3mDbE • 2025-03-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Sebanyak ratusan orang itu dilarikan ke rumah sakit karena mereka jatuh sakit secara tiba-tiba setelah mereka mengkonsumsi minuman keras. Mereka semua mengalami gejala yang serupa, yaitu pusing, sakit kepala, muntah-muntah, sakit perut, iritasi mata, pokoknya tuh sekitar area kepala tuh wah hancur deh. Orang-orang seperti Kanu Kuti ini, Geng, sering menambahkan metanol ke dalam miras supaya rasanya lebih keras lagi. Dan metanol sendiri itu adalah bentuk alkohol yang sangat beracun yang terkadang digunakan sebagai zat anti beku. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng. Halo, Geng. Welcome back to kamar [Musik] ceri genggeng. Sebelum kita mulai, gua pengen nanya dulu ke kalian apa yang kalian pikirkan atau apa yang ada di dalam kepala kalian ketika kita berbicara tentang India. Mungkin ada yang kepikiran soal gimana ee kehidupan di sana yang selalu dikait-kaitkan dengan ee apa ya ee kotor, kumuh gitu. Atau juga kalian membayangkan bagaimana suksesnya orang-orang di sana. Karena banyak banget orang terkaya, terpintar, penguasa-penguasa yang ada di perusahaan-perusahaan besar itu biasanya diisi oleh orang-orang India juga. Hal-hal tersebut memang gak bisa dilepaskan dari India. Mulai dari hal yang buruk banget sampai yang keren banget ada di sana karena memang manusianya cukup banyak. Tapi ada sebuah fakta yang enggak semua orang tahu tentang India, Geng. Yang mana mungkin kita jarang melihat di sosial media, yaitu ternyata di India sering terjadi kasus orang tewas akibat meminum minuman keras oplosan. Nah, mereka kalau misalkan minum takjil kobokan enggak masalah. Tapi kalau miras oplosan itu enggak pilih kasih. Jangankan orang India, orang Indonesia, orang Malaysia, orang mana pun bisa modar gara-gara miras oplosan. Di dalam waktu setahun aja bisa ada ribuan orang yang tewas karena meminum miras oplosan ini. Dan karena di India sendiri peredaran miras oplosan atau ilegal ini sangat marak dan pembelinya juga sangat banyak. Oleh sebab itu, enggak heran kalau korban jiwanya bisa mencapai angka ribuan orang. Dan di video kali ini kita akan membahas beberapa kasus keracunan miras oplosan di India. Mulai dari kasus yang baru-baru ini terjadi yaitu di Tamil Nadu, Bihar, dan lain-lain. Terus juga kita akan membahas kenapa sih fenomena ini bisa terjadi sampai menelan banyak korban. Nah, untuk itu langsung aja kita masuk ke dalam pembahasan videonya di sisi [Musik] lain. Kita langsung masuk ke dalam kasus yang pertama nih, yaitu keracunan alkohol di Tamil Nadu. Jadi yang pertama kita akan bahas mengenai kejadian keracunan alkohol di distrik Kalakurich Tamilnadu, India Selatan. Nah, peristiwa ini terjadi belum lama, Geng. Yaitu tanggal 18 Juni tahun 2024 kemarin. Sebanyak ratusan orang itu dilarikan ke rumah sakit karena mereka jatuh sakit secara tiba-tiba setelah mereka mengkonsumsi minuman keras. Mereka semua mengalami gejala yang serupa, yaitu pusing, sakit kepala, muntah-muntah, sakit perut, iritasi mata, pokoknya tuh sekitar area kepala tuh wah hancur deh. Ada salah satu kesaksian dari korban yang selamat yang bernama Murugan yang diwawancarai oleh media BBC. Nah, dia ini bercerita dia ini adalah seorang peminum dan setiap hari dia selalu membeli miras 4 sampai 6 botol. Pada tanggal 17 Juni tahun 2024, setelah dia meminum beberapa botol miras tersebut, Murugan ini sampai tersandung ketika berjalan pulang. Nah, dia gak bisa berbuat apa-apa di saat itu karena memang tubuhnya jadi lemas setelah mengkonsumsi miras tersebut. Padahal nih dia setiap harinya minum miras, tapi sensasi yang dia rasakan saat ini berbeda dari biasanya. Nah, di saat itu dia merasakan lemas dan enggak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Jadi, kayak mati gitu. Enggak lama kemudian, anaknya pun menghampiri dia dan langsung membopong dia masuk ke dalam rumah dan meredbahkan badannya ke kasur. Dan keesokan harinya, kondisi Murugan tidak kunjung membaik. Dia malah mengalami muntah-muntah dan masih terbaring kaku. Nah, oleh karena itu keluarganya segera membawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Lalu geng, selain Murugan juga ada korban lainnya yang sama yang bernama Sadya yang bercerita kalau sebagian besar orang-orang yang meminum miras bersama dia sudah meninggal dunia setelah mengalami gejala yang sama dengan Murugan. Ya, beruntungnya Satya ini salah satu yang selamat. Dan dari kejadian tersebut ada sebanyak 56 orang meninggal dunia. 32 di antaranya dilaporkan berasal dari Karunapuram, sebuah lingkungan dengan penduduk yang sebagian besar berasal dari kelompok kasta yang kurang mampu. Nah, lalu lebih dari 100 orang yang dirawat di berbagai rumah sakit yang ada di distrik Kalauichi. Nah, jadi di saat itu banyak yang tumbang gara-gara kejadian ini. Akibat banyaknya orang yang terlihat seperti gejala keracunan Miras, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Jadi, singkat ceritanya nih, Geng. Pada tanggal 23 Juni tahun 2024, polisi akhirnya berhasil nih menangkap seorang pria yang diduga menjual miras sekaligus yang mengoplos miras tersebut. Nah, jadi ada pengoplosnya di saat itu dan dia adalah seorang pria yang bernama Kagovindara alias Kanukuti panggilannya. Kanukuti ini mengoplos alkohol dengan metanol. Ini mirip nih kayak yang terjadi di negara kita juga nih. Di Pulau Jawa sering nih kejadian kayak gini. Nah, metanol ini, Geng, dicampur dengan minuman-minuman lain yang mana itu nanti akan dijual sebagai miras yang dianggap layak konsumsi. Dan ketika ditangkap, polisi di saat itu menemukan 200 lit miras oplosan di rumahnya si Kanu ini. Dan Kanu Kuti di saat itu mengecer miras-miras tersebut dalam bentuk paketan. Orang-orang seperti Kanu Kuti ini, Geng, sering menambahkan metanol ke dalam miras supaya rasanya lebih keras lagi. Dan metanol sendiri itu adalah bentuk alkohol yang sangat beracun yang terkadang digunakan sebagai zat anti beku. Jadi sebenarnya metanol ini bukan alkohol untuk dikonsumsi terus ditelan gitu, enggak. Bisa dipakai tapi hanya untuk bagian luar tubuh karena keras banget. Kalian bayangkan ya, kalau meninggoy ya udahlah ya gitu udah berserah diri sama Tuhan. Tapi kalau misalkan hanya menyebabkan kecacatan misalkan kebutaan yang paling sering salah satu contohnya nih yang pernah gua bahas nih soal Bang Rizki Arab. Dia ini gara-gara miras oplosan juga sampai buta. Dan tidak jarang juga orang-orang yang mengkonsumsi metanol itu mengalami kerusakan hati sampai dengan meninggal dunia. Jadi memang bahaya banget metanol ini. Nah, selain itu gua juga pernah membahas kejadian seperti ini yaitu salah satunya ya selain Bang Rizki Arab tadi yaitu ada pesta miras oplosan di Subang dan juga pembahasan tentang mantan kiper timnas yaitu Kurnia Mega yang mana dari kejadian ini sama-sama disebabkan oleh minuman keras oplosan sampai pada akhirnya ya mereka mengalami kebutaan. Nah, alkohol yang sudah dioplos ini biasanya disebut dengan haw atau country liaker dalam artian tuh kayak minuman keras lokal ya, kurang lebih bahasanya kayak gitu. Nah, dan di saat itu selain menangkap kana pihak berwenang juga menangguhkan seorang pejabat senior polisi dan 10 anggota sayaap penegakan larangan negara yang bertugas untuk mengawasi penyelundupan alkohol ilegal di negara tersebut. Mereka ditangguhkan atau diberikan sanksi karena dianggap lalai dalam pengawasan ilegal sehingga menyebabkan jatuhnya korban. Nah, Kepala Menteri Tamil Nadu yang bernama MK Stalin itu udah mengumumkan adanya kompensasi yang diberikan sebesar Rp1 juta rup atau yang setara dengan 1 juta kepada keluarga yang anggota keluarganya menjadi korban dan meninggal dunia akibat keracunan dari miras oplosan ini. Wah, gokil juga India ya. Padahal kalau dipikir-pikir yang salah ya si korban sendiri. siapa suruh minum alkohol gitu kan, tapi tetap mendapatkan kompensasi ya karena dianggap ini adalah sebuah kelalaian dari pihak pemerintahnya juga dalam mengontrol ee miras-miras ilegal dan juga mereka adalah korban dari miras ilegal itu sendiri. Sementara geng yang masih selamat dalam perawatan ada kompensasi juga yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp50.000 R000 atau setara dengan Rp9,5 juta. Nah, cuma geng pada saat itu partai-partai oposisi yang ada di India itu mengkritik pemerintah karena dianggap gagal untuk menghentikan peredaran ilegal di negara mereka. K. Anamalai selaku kepala negara bagian dari Partai Baratia Janata atau BRJ itu menuntut agar menteri yang bertugas untuk mengawasi penjualan minuman beralkohol segera mengundurkan diri. Oke, sekarang kita akan masuk nih, Geng, ke dalam kasus kedua, yaitu keracunan hawk atau miras oplosan di daerah Bihar dan Gujarat. Jadi, geng, kejadian yang satu ini terjadi di dua desa yang ada di Bihar, sebuah negara bagian timur India yang terkenal miskin. Sebelum insiden ini terjadi, sebenarnya wilayah ini udah melarang penjualan dan konsumsi miras sejak tahun 2016 ketika kelompok perempuan melakukan kampanye untuk melawan kebiasaan pekerja miskin yang selalu menghabiskan uang mereka untuk mendapatkan miras, terus berpesta miras, padahal uang mereka juga enggak banyak gitu. Larangan semacam ini juga berlaku, Geng, di India. Tapi tetap aja ada insiden seperti ini di berbagai negara di bagian India. Nah, lalu bagaimana semua ini bisa bermula? Nah, ceritanya nih tahun 2022 para pria yang tinggal di distrik Saran yang jaraknya hampir 60 km ke utara dari ibu kota negara bagian patah itu mulai mengalami muntah-muntah. Setelah itu kondisi mereka dengan cepat langsung berubah drastis dan semakin memburuk. Dengan cepat mereka semua dibawa ke rumah sakit. Namun sayangnya ada beberapa di antara mereka yang meninggal di dalam perjalanan ke rumah sakit dan yang lainnya meninggal ketika dirawat di rumah sakit. Nah, jadi kebanyakan dari mereka tuh tewas. Menurut laporan dari berbagai media lokal pada saat itu menyebutkan jumlah korban itu mencapai 31 orang korban. Ada beberapa orang yang dirawat di rumah sakit juga dan mengalami kehilangan penglihatan atau kebutaan. Terus, Geng, Santos Kumar selaku perwira polisi senior di saat itu mengatakan kalau pihak berwenang sudah menindaklanjuti tokoh-tokoh yang menjual miras ilegal di daerah tersebut dengan menangkap sebanyak 126 orang dalam 48 jam setelah insiden keracunan dilaporkan ke polisi. Nah, Dr. Gopal Krishna selaku Kepala Pusat Kesehatan primer di daerah Saran itu menyampaikan bahwa ada hampir 55 orang yang melaporkan diri dengan mengeluhkan berbagai penyakit. Ada yang mengeluh udah mulai kehilangan penglihatan. Ada yang mual, ada yang pusing. Ada yang mengalami tekanan darah tinggi. Dan di antara mereka sebanyak 15 orang dipulangkan setelah mendapatkan perawatan dan sisanya dirujuk ke rumah sakit yang berbeda untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun ada sebanyak empat orang yang tewas setelah datang ke pusat kesehatan tersebut. Di saat itu, Geng, hal ini mendapatkan respon dari pihak penguasa di sana. Jadi beberapa partai oposisi termasuk Partai Nasionalis Hindu Baratia Janata atau BJP itu sempat mengadakan protes pada hari Kamis di luar gedung legislatif negara bagian untuk menuntut pencabutan larangan minuman keras dan meminta sejumlah uang kompensasi untuk diberikan kepada pihak keluarga korban. Nah, pemimpin BJP negara bagian yaitu Susil Modi mengatakan lebih dari 1000 orang tewas setelah minum minuman keras yang tercemar sejak larangan tersebut diberlakukan. Nah, di saat itu Menteri Utama Bihar yang bernama Nitis Kumar itu menolak tuntutan oposisi dan mengatakan larangan penjualan miras adalah bukan keinginan pribadinya dia, melainkan tanggapan atas tuntutan dari para perempuan yang ada di sana. Karena ibu-ibu di sana tuh udah pada khawatir, Geng. Udah banyak anak laki-laki mereka yang tewas sia-sia meregang nyawa gara-gara pesta miras ini. Terus, Geng, di tahun yang sama kejadian serupa juga terjadi di Gujarat, tepatnya di distrik Botat dan Ahmedabat. Nah, di sana sedang berlangsung sebuah pesta miras pada tanggal 28 Juli tahun 2022. Padahal di daerah tersebut pembuatan, penjualan, dan konsumsi miras adalah perbuatan yang ilegal. Setelah meminum miras, banyak yang langsung merasa enggak enak badan disertai dengan mual-mual dan kehilangan penglihatan. Nah, seperti yang terjadi di kasus sebelumnya, mereka kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, ada sebanyak 42 orang yang tidak dapat diselamatkan. Dan dari kejadian tersebut, polisi mencurigai bahwa para korban sudah mengkonsumsi hok atau ya minuman keras oplosan dan polisi di saat itu langsung melakukan penyelidikan. Sampai pada akhirnya ada sekitar 10 orang yang ditangkap. Dan di Sita nih ya ada sekitar 475 liter cairan ilegal yang siap diperjualbelikan. Yang mana salah satu di antara 10 orang tersebut mengaku mencuri metanol dari sebuah pabrik di Gujarat dan lalu menjual metanol tersebut. Dan metanol ini memang digunakan untuk mengoplos miras. Kebayang ya, Geng, untuk minuman sehat aja, minuman biasa nih yang kesehariannya diminum kayak sirup, air kelapa itu kalau kita lihat dari video tuh joroknya udah gimana gitu. Ini ditambah mereka ngoplos bahan kimia. Kebayang bahayanya gimana dengan enggak tahu takaran, ngasal-ngasal doang, belum lagi jorok dan kotornya gitu. Dan mereka semua benar-benar ya mencari keuntungan tanpa pengetahuan, tanpa ilmu pengetahuan, tanpa tahu itu bakal ngebunuh orang ya udah dijual kayak gitu. Nah, sampai pada akhirnya 10 orang tadi ya harus mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Oke, itu sudah dua kasus yang terjadi di India. Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan selanjutnya. Keracunan Hawk atau miras oplosan yang terjadi di daerah Punjap. Oke, Geng. Insiden kali ini terjadi pada tahun 2020 di negara bagian punjap. Detailnya kurang lebih sama. Mereka meminum Hawk atau minuman oplosan yang gak lama dari itu mereka merasakan sensasi yang berbeda dari tubuh mereka dan mulai mengalami gejala mual-mual, pusing, dan penglihatan yang mulai buram. Nah, mereka dibawa ke rumah sakit. Namun karena parahnya gejala yang dialami, banyak dari mereka yang meninggal dunia dan dikabarkan pada saat itu ada sebanyak 69 orang yang harus meregang nyawa. Dinar Gupta sebagai Kepala Kepolisian Punjap itu mengatakan kalau laporan kematian pertama akibat HWK ini dilaporkan pada tanggal 29 Juli tahun 2020 malam di mana ada dua warga dari distrik Amritsar itu tewas dan 3 hari kemudian ada sebanyak 48 kasus kematian lain yang dilaporkan dari distrik Amritsar inini terus ada dari distrik Tantaran, terus ada distrik Batala juga. Nah, seiring penyelidikan yang dilakukan, ternyata jumlah dari korban yang meninggal dunia itu meningkat jadi 98 orang. Di mana 75 di antaranya berasal dari distrik tantaran tadi. Kemudian 11 kematian lainnya terjadi di distrik Gurdaspur dan 12 orang lainnya dari Distrik Amritsar. Di saat itu, Geng, Menteri Utama Punjap yang bernama Amarindersing itu mengatakan dia udah memerintahkan penyelidikan khusus atas insiden tersebut. Dia menegaskan enggak akan bertindak lunak atau ya enggak akan membiarkan para pelaku yang sudah menewaskan hampir 100 orang gara-gara haw atau minuman oplosan ini. Yang mana ini merupakan barang yang sangat ilegal dan kepolisian India sudah menangkap 25 orang karena diduga menjual miras oplosan tersebut. Dan mereka semua memasuk miras oplosan ke restoran-restoran pinggir jalan dan menjualnya ke turis serta warga sekitar. Selain itu, ada enam petugas polisi dan tujuh petugas lain yang dikenakan sanksi scorsing karena dinilai gagal untuk mencegah penjualan miras oplosan di punjat. Dari empat kasus tersebut gua rasa udah cukup menjelaskan ya, Geng, insiden-insidennya. Banyak banget kasus di sana ya, orang-orang di India sana yang meninggal dunia karena miras oplosan. Tapi kalau kita bahas semua kejadiannya bakal panjang banget. Nah, melihat bagaimana insiden tersebut bisa terus-menerus terjadi di India, apakah separah itu peredaran Hawk atau peredaran eh miras oplosan di India ini? Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai besarnya peredaran miras oplosan di India. Melihat banyaknya kasus keracunan miras oplosan atau Hawk ini di India bisa menjadi penilaian kita mengenai seberapa besar dan banyaknya HW di negara tersebut. Orang-orang di India juga seperti enggak takut. Padahal setiap tahunnya dari berbagai wilayah selalu ada aja kasus ini. Tapi tetap aja mereka membeli miras oplosan tersebut. Nah, bahkan nih, Geng, ketika pandemi kemarin yang mana kondisi perekonomian sedang sulit, orang India itu masih sempat-sempatnya membeli miras oplosan. Pada saat lockdown, di beberapa kota di India mulai dilonggarkan, banyak orang-orang yang mengantri untuk membeli minuman keras. Salah satunya adalah di daerah Mumbai yang juga menjadi salah satu kota di India dengan angka kasus COVID tertinggi. Di sana banyak orang yang mengantri untuk membeli miras tanpa menjaga jarak. Polisi sampai harus bertugas untuk merapikan antrian dan toko miras tersebut selalu ramai didatangi oleh pembeli. Nah, ini kayaknya kalau misalkan kalian jual e arak gitu ya yang buatan Indonesia kayaknya cocok tuh di sana tuh bakal laku banget. Nah, bahkan ada seorang warga dari Bangalor yang menghabiskan hampir 700 Amerika atau sekitar 10 juta untuk membeli alkohol buat dia sendiri. Dan terjadi peningkatan konsumsi miras ketika lockdown diberlakukan di sana. Dan hal kayak gini sebenarnya terjadi di banyak negara, tapi India itu jauh lebih besar, lebih tinggi angka pembelian mirasnya. Ada peraturan di India yang mana kalau penjualan miras itu enggak boleh dijual secara online di sana. Untuk dikirim ke alamat rumah juga enggak boleh. Jadi kalau mau beli Miras satu-satunya cara adalah dengan datang ke toko Miras. India adalah konsumen terbesar kedua minuman keras di dunia setelah China. Dan ini menurut data perusahaan riset di London yaitu EWSR Drinks Market Analysis. Nah, India juga dikenal sebagai negara yang banyak mengkonsumsi whisky tiga kali lebih besar dibandingkan Amerika Serikat. Dan rata-rata hampir satu dari dua botol whisky yang diproduksi itu terjual di India. Dan data menunjukkan ada lebih dari 45% penjualan miras ada di lima negara bagian selatan yaitu Andara Prades, Talangana, Tamilnadu, Karnataka, dan juga Kerala. Jadi India ini emang suka mabuk orang-orang di sana. Lalu ada wilayah yang juga banyak mengkonsumsi miras, yaitu daerah Punjap, Rajastan, Utar Prades, Madia Prades, Wes Bengal, dan Maharashtra. Di negara-negara bagian tersebut, pajak penjualan miras menyumbang pendapatan negara hampir 5 sampai 10%. Dan meningkatnya konsumsi miras di India ini di sisi lain juga memiliki sisi gelap yang mengerikan. Jadi, sepertiga laki-laki di India yang mengkonsumsi miras menurut laporan pemerintah dan lebih dari 14% warga India berusia antara 10 sampai 75 tahun dikenal sebagai pemabuk di sana. Nah, yang membuat hal ini mengkhawatirkan adalah sepertiga peminum mengkonsumsi miras lokal yang berkualitas rendah atau bisa dikatakan ya miras oplos sehingga banyak yang mati gara-gara hal ini. Dan seperti kasus yang sebelum-sebelumnya kita bahas ya, karena miras oplosan yang mana udah banyak contoh yang meninggal dunia tapi mereka enggak takut sama sekali, enggak jerah tetap mengkonsumsi hal itu. Gua enggak paham ya apa yang membuat mereka tuh ya maaf-maaf kata nih seperti tidak teredukasi dengan kejadian-kejadian yang sudah ada gitu. Tetap aja ngeyel minum miras oplosan. Dan menurut informasi yang beredar ada sebanyak 30 juta orang yang mengkonsumsi miras secara sembarangan. WHO memperkirakan ada lebih dari 50% miras yang beredar secara gelap di sana. Dan miras produksi lokal tidak didaftarkan di beberapa negara bagian. Karena itulah enggak bisa dikenai pajak. Dan ada survei yang dilakukan oleh lembaga international Alliance of Responsible Drinking di tahun 2014 yang menunjukkan banyak peminum yang lebih memilih minuman keras lokal atau produksi rumahan yang sering sekali dipalsukan dengan metanol atau mengandung bahan-bahan yang berbahaya ketimbang membeli yang resmi. Dan tingkat konsumsi miras-miras ilegal yang mematikan ini meningkat dari tahun ke tahun. Dan dalam kurun waktu dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2017 konsumsinya meningkat sebesar 38% dari 4,3 L menjadi 5,9 L per orangnya. Dan penambahan ini lebih cepat dibandingkan upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi minuman keras. Dan di sisi lain harga miras di sana juga dijual semakin murah apalagi yang oplosan. Jadi kayak lu ngebeli racun buat diri lu sendiri. Alkohol ilegal atau Hawk ini sendiri sangat populer di India. Ada sekitar 40% dari semua alkohol yang dikonsumsi di negara tersebut berasal dari sumber yang ilegal. Banyaknya peredaran Haw ini diduga karena adanya kerja sama anggota polisi setempat dengan penjual sehingga perdagangan Hawk ini bisa terus ada dan semakin menjamur di mana-mana. Seperti yang gua katakan sebelumnya, Hawk ini sangat berbahaya karena mengandung metanol sebagai campuran mirasnya sehingga Hawk ini sudah dipastikan sangat ilegal dan mematikan. Nah, menurut National Crime Records Biro, ada sebanyak 1296 orang yang udah tewas karena keracunan haw atau keracunan minuman oplosan ini di India tahun 2019. Kebayang aja tuh, Geng, udah 1200 orang tapi enggak dijadikan pelajaran. Nah, sementara sejumlah besar korban yang selamat mengalami masalah kesehatan yang serius seperti ya jadi lumpuh dan juga buta permanen. Data yang diambil dalam 10 tahun terakhir menunjukkan kalau miras ilegal itu merenggut sedikitnya tiga nyawa setiap hari di India. Jadi, ada tiga orang yang mati setiap hari gara-gara miras oplosan di India. Toko-toko yang menjual Hawk secara ilegal tersebar di beberapa kota besar dan juga kota kecil, termasuk di ibu kota mereka yaitu New Delhi. Nah, tapi karena harga jual minuman oplosan biasanya jauh lebih murah di negara-negara bagian perbatasan daripada di ibu kota New Delhi, ya. Jadinya tempat-tempat di sepanjang perbatasan negara bagian sudah menjadi surga bagi penyelundupan miras ilegal ke New Delhi. Jadi, banyak orang yang membeli di daerah sana. Dan dari fenomena ini bisa kita simpulkan, Geng. Setidaknya tiga faktor kenapa Hawk atau minuman oplosan India ini banyak banget di sana. Yang pertama ya, karena India memiliki pajak yang tinggi untuk minuman beralkohol yang legal atau resmi yang mana bagi banyak orang harganya terlalu mahal sehingga kemudian terciptalah pasar alternatif yang menyediakan alkohol dengan harga yang lebih murah. Terus faktor kedua, karena kemiskinan dan pengangguran di daerah yang kurang beruntung secara ekonomi, orang-orang mungkin akan beralih ke produksi dan penjualan miras ilegal sebagai mata pencaharian. Dan dari kalangan mereka jugalah yang nantinya akan membeli HWK tersebut atau kalangan orang-orang miskin ini yang bakal membeli HWA tersebut karena mereka gak mampu untuk membeli alkohol yang legal. Nah, lalu faktor yang ketiga dan kurangnya regulasi serta penegakan hukum di banyak wilayah terhadap produksi dan penjualan miras ilegal ini sehingga praktik ini masih berjalan sampai sekarang. Dan untuk itu, pemerintah India dikatakan ya perlu untuk melakukan beberapa pengetatan atas aturan agar kejadian kayak gini enggak terulang lagi, Geng. ya, seperti mereformulasi ulang pajak miras agar membuat orang-orang di sana bisa ya membeli miras dengan harga terjangkau. Karena memang masyarakat di sana tuh udah terlalu ya senang dengan hidup mabok-mabokan gitu, Geng. Dan mau diapain lagi gitu kan udah turun-temurun ya. Mau enggak mau pemerintahnya harus bijak dengan miras yang legal. Kemudian geng, pemerintah mereka juga dikatakan harus memperkuat penegakan hukum yang ada untuk bisa menekan dan menghilangkan praktik produksi dan distribusi miras oplosan atau HWK ini. Dan yang terakhir yang juga enggak kalah pentingnya adalah pemerintah mereka diharuskan untuk mengatasi kesenjangan ekonomi yang begitu parah di India. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran agar orang-orang tidak perlu membeli barang-barang ilegal yang harganya jauh lebih murah. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai insiden keracunan miras oplosan atau Hawk di India. Emang ada ada aja lah ya di negara yang satu ini. Udah tahu bahaya tapi tetap dikonsumsi ya. Kalau dari diri mereka sendiri sadar dan enggak mau untuk membeli miras oplosan itu pasti enggak akan ada pasarnya, enggak akan ada penjualnya karena kan enggak laku ya. Tapi apa boleh buat? Biasanya mereka mengoplos malah laku. Nah, itu dia, Geng pembahasan kita hari ini. Gimana menurut kalian? Gimana menurut tanggapan kalian?
Resume
Categories