Kind: captions Language: id Berbagai pihak semakin menduga kalau Adani ini bisa sejahat itu. Khususnya juga karena dilindungi dan kongkalikong dengan pemerintah. Tapi meskipun banyak skandal dan dugaan pelanggaran hukum, Gautam Adani itu masih jadi salah satu orang terkaya di India, Asia, bahkan di dunia. Jadi mau kita ngomong gimanapun mereka terlibat skandal hukum ini orang masih kaya. Yo geng, tekan tombol subscribe, Gengir. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry. Genggeng, kalian pernah dengar enggak, Geng, nama dari Gautam Adani? Kalau belum, fix kalian kelewatan. salah satu cerita paling gila di dunia bisnis perusahaan. Bayangin ya, Geng, ya. Jadi, si Gautam Adani ini dia adalah eh anak orang biasa benar-benar sebiasa itu ya bisa dikatakan ya dari kalangan menengah ke bawah gitu ya. Dan bahkan secara pendidikan dia tidak selesai pendidikannya dan termasuk ke dalam barisan orang yang cukup direndahkanlah di negaranya sendiri. Nah, terus secara mendadak dia bisa menjadi orang terkaya nomor tiga di dunia. Bukan di India, tapi di dunia. Jadi benar-benar dari yang tadinya miskin itu mendadak menjadi super kaya. Dan kekayaannya pun enggak main-main, Geng. Pokoknya levelnya udah bukan miliaran melainkan triliunan. Sampai-sampai dia ini ngalahin kekayaannya Mukes Ambani yang kemarin kita udah sempat bahas tentang e skandal keluarganya. Nah, yang kita tahu ya Mukes Ambani ini kan jadi Crazy rich nomor satu seAsia. Nah, bahkan Mukes Ambani aja kalah ya. Pernah kalah dengan orang ini dan dia juga pernah dinobatkan lebih tajir atau lebih kaya daripada Bill Gates. Tapi nih, Geng, ternyata kekayaannya dia ini enggak cuma tumbuh dari bisnis doang. Setelah ditelusuri lebih jauh, diketahui bahwa dia memiliki sesuatu yang lebih gelap daripada itu. Yang mana diungkapkan di balik kerajaan bisnisnya yang melimpah, ternyata ada skandal manipulasi dan kecurangan kelas kakap yang dia buat. Mulai dari dugaan manipulasi saham, penipuan akuntansi sampai suap miliaran dolar ke pejabat pemerintah India. Dan gilanya skandal Gautam Adani ini bahkan sampai dinobatkan sebagai kasus penipuan terbesar dalam sejarah bisnis korporasi. dan jumlah penipuannya juga enggak main-main. Kayak yang gua bilang tadi, levelnya sudah bukan miliaran rupiah lagi, tapi miliaran dolar yang kalau dijumlahkan ke rupiah sudah menyentuh triliunan. Nah, lalu Usut punya Usut ternyata dia juga ada main di belakang dengan pejabat pemerintah India. Makanya dia bisa sampai sekaya itu. Kayaknya di luar nalar. Gimana kisah selengkapnya tentang si Crazy Rich yang satu ini? Langsung saja kita bahas di sisi [Musik] lain. Sebelum kita masuk ke dalam permasalahannya, alangkah baiknya kita kenalan dulu nih dengan Gautam Adani, seorang pengusaha dan crazy rich India yang pernah menjadi orang terkaya nomor tiga di dunia. Jadi, Geng, Gautam Adani ini lahir pada tanggal 24 Juni tahun 1962 di Ahmed Jabat, Gujarat. Nah, berarti sekarang tuh umurnya sekitar 62 tahun. Sebelum dia menjadi seorang Crazy Rich, dia ini ternyata adalah orang yang lahir dari keluarga yang biasa-biasa aja, Geng. Kelas menengah ke bawah. Dan Gautam ini juga lahir dari keluarga yang menganut Jainisme. Ya, kita udah sempat membahas soal Jainisme. Buat kalian yang pengin tahu bisa langsung cek video yang ini. Agama jin atau jinisme adalah salah satu dari tiga agama tertua di India. Dan saat ini agama Jane ini masih menjadi bagian dari budaya India. Nah, sedikit gua jelaskan eisme itu ya singkatnya mereka sangat menekan pada prinsip-prinsip moral yang ketat seperti menjaga kelestarian lingkungan, menghormati semua makhluk hidup, dan menghindari konsumsi makanan yang melibatkan ee menyakiti makhluk hidup atau mematikan makhluk hidup. Keluarga Gautam ini adalah seorang Jainisme dan mereka adalah orang Gujarat yang mana memang budaya Gujarat itu sendiri terkenal karena mereka ya suka berwirausaha. Nah, mereka tuh e jadi entrepreneurnya kuat gitu walaupun eh apa ya banyak menengah ke bawah di sana. Bahkan kalau secara sejarahnya masyarakat di daerah Gujarat itu memang secara konsisten mendorong inovasi dan perdagangan di India. Dan budaya berwirausaha itu juga dijalankan oleh bapaknya si Gautam yaitu Shantilal Adani yang merupakan seorang pedagang tekstil kecil. Terus, geng, ibunya Gautam ini bernama Shantaben Adani. Nah, tapi sayangnya gak banyak informasi tentang pekerjaan atau profesi spesifiknya. Tapi ibunya ini yang jelas dikenal sebagai ibu rumah tangga yang mendukung keluarga dalam kehidupan mereka. Gautam ini itu punya tujuh saudara kandung, Geng. Nah, enggak terlalu detail juga informasi tentang saudara-saudaranya, tapi beberapa dari saudaranya itu ya juga turut berkecimpung di dunia bisnis. Kalau berdasarkan informasi, keluarga Adani ini memang pernah bermigrasi dari kota Tat yang ada di Gujarat Utara untuk mencari penghidupan. Jadi mereka tuh merantau untuk ya mencari apa ya peruntunganlah. Diketahui bahwa Gautam Adani itu menempuh pendidikan menengah di Shet Cimanlal Nagidas Fidalaya yang ada di Ahmed Dabat Gujarat. Nah, setelah dia menyelesaikan sekolah menengah sekitar usia dia 16 tahun, tepatnya pada tahun 1978, Gautam Adani akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Ahmedab dan pindah ke Mumbai. Keputusan ini dia ambil untuk mengejar peluang kerja di kota besar. Di Mumbai, dia ini bekerja sebagai penyortir berlian di perusahaan Mahendra Brothers selama kurang lebih 3 tahun, Geng. Dan dari pekerjaannya tersebut, Gautam ini mendapatkan komisi pertamanya sebesar Rp10.000 R000 rup atau Rp2 juta dari perdagangan berlian dengan pembeli yang berasal dari Jepang. Nah, di saat itu ya udah terlihatlah otak otak bisnisnya dia berjalan. Terus geng kemudian pada tahun 1981 kakaknya yang bernama Mahaukbay Adani itu membeli sebuah unit plastik di Ahmedab dan meminta Gautam untuk mengelola operasional di tempat tersebut. Nah, melalui usaha tersebutlah Gautam ini mulai terlibat di dalam perdagangan global dengan mengimpor polifinyil chloride atau PVC. ya kayak pipa itu pipa air. Nah, jadi perusahaan plastik yang dibeli oleh kakaknya tuh dikelola oleh dia. Nah, hal tersebut menjadi pintu masuknya dia ke dunia bisnis internasional, Geng. Lalu, Geng, saat di Ahmedabat, Gautam ini juga sempat mendaftar di Gujarat University untuk program sarjana di bidang perdagangan. Tapi dia di saat itu memutuskan untuk keluar dari universitas tersebut setelah tahun kedua karena lebih tertarik mengejar peluang bisnis daripada melanjutkan pendidikan formal. Dan selang 7 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1988, dia akhirnya mendirikan yang namanya Adani Export. Kalau sekarang namanya Adani Enterprise dan perusahaan ini awalnya bergerak di bidang perdagangan komoditas pertanian dan juga energi. Nah, jadi udah semakin besar tuh usahanya dia. Dan pada tahun-tahun Gautam ini mendirikan perusahaannya, India di satu sisi juga sedang ada reformasi ekonomi yang itu juga ee jadi berdampak kepada mempercepat pertumbuhan bisnisnya dia. Sehingga dari sektor pertanian dan energi gautam adani bisa mulai merambah ke sektor logistik, perdagangan logam, tekstil juga kemudian energi hingga infrastruktur. Nah, enggak butuk waktu lama ekspansi bisnis Gautam Adani semakin lama semakin besar. Bahkan pada tahun 1995, Gautam Adani mendapatkan kontrak untuk mengelola pelabuhan Mundra di Gujarat yang kini menjadi pelabuhan swasta terbesar di India. Kemudian geng, setahun berikutnya, tepat pada tahun 1996, Gautam ini mendirikan Adani Power. Perusahaan ini menjadi produsen listrik tenaga termal swasta terbesar di India dengan kapasitas 4.620 MW, intinya ribuan watt lah gitu. Yang kemudian menjadi salah satu perusahaan pembangkit listrik terbesar di India. Wah, dari orang miskin sekarang punya perusahaan pembangkit listrik. Dan kemudian pada tahun 2006 ada nih grup ini menjadi importir batuara terbesar di India. Jadi bisnis Adani di sektor energi juga makin masif dan makin berkembang besar. Di tahun yang sama, saham Adani Expor yang sekarang namanya e udah jadi Adani Enterprise, kalian bisa cek sendiri di Google. Nah, itu juga naik gila-gilaan. Tapi di balik itu semua ternyata ada sesuatu yang enggak beres. Nah, jadi di rentetan kesuksesan mereka, sebegitu banyaknya perkembangan di perusahaan mereka ternyata ditemukanlah adanya kecurangan. Di saat itu, Geng, Securities and Exchange Board of India atau disingkat dengan SEBI, yaitu Badan Pengawas Pasar Modal India itu udah mulai mencium ada yang aneh dengan pergerakan harga saham dari perusahaan Adani ini. Nah, investigasi pun dimulai dan hasilnya bikin heboh. Pihak SEBI di saat itu menemukan kalau beberapa perusahaan yang terkait dengan Adani Grup ini ternyata diduga melakukan manipulasi harga saham itu ee kerja sama dengan seorang broker saham kontroversial. namanya itu adalah ketan parek. Nah, mereka ini diduga terlibat di dalam perdagangan terkoordinasi, menciptakan volume transaksi palsu, terus mengatur harga saham, ada nih ekspor biar terus naik, pokoknya tuh semuanya dimanipulasi ya aslinya enggak kayak gitu. Dan enggak cuma itu aja, Geng. Ada juga indikasi pergerakan dana dan saham antara Adani Grup dan juga jaringan parek. Nah, skandal ini bikin pihak SEBI turun tangan keras. Beberapa perusahaan yang terlibat dilarang melakukan aktivitas perdagangan selama 2 tahun di saat itu. Nah, ini menjadi sebuah pukulan berat untuk Adani Grup yang di saat itu dianggap sedang sukses-suksesnya. Dan mereka juga di saat itu masih di dalam fase ekspansi. Tapi yang namanya adani mereka enggak gampang tumbang karena mereka tuh akarnya sudah sangat kuat. Kecurangan-kecurangan mereka bisa mereka backup, bisa mereka perbaiki. Perbaiki dalam artian tuh mereka tutupi gitu. Nah, setelah mereka dihantam badai, ya, mereka kembali bangkit dan justru makin agresif dalam memperluas bisnis mereka ke berbagai sektor. Jadi, pada tahun 2008, Adani Grup ini melakukan akuisisi internasional pertama mereka dengan membeli sebuah tambang batu bara di Pulau Bunyu, Indonesia. Nah, jadi mereka beli tambang di negara kita. Investasi tambang di Indonesia dari keluarga Adani ini itu bernilai sekitar 1,65 miliar atau setara dengan 27,3 triliun. Dan ini pun menjadi langkah awal ekspansi Adani Grup dalam sektor pertambangan batubara di luar India. Nah, jadi sektor batuara pertama mereka ya keluarga mereka yang mereka ekspansi ke negara luar itu justru ke Indonesia negara kita. Nah, terus geng setelah mereka membuka batu bara di Indonesia 3 tahun setelahnya pada tahun 2011 bisnis Gautam Adani itu semakin menuju puncak kesuksesan. Terlebih setelah Gautam Adani ini membeli tambang Galile Basin dan pelabuhan Abot Point di Australia. Jadi makin luas tuh. Nah, yang mana hal ini membuat bisnis mereka semakin mendunia. Nah, terus setelah mereka semakin luas bisnisnya, ya, busuk-busuknya mereka yang belakangan itu itu udah mulai dilupakan, itu udah mulai enggak diperhitungkan oleh orang. Nah, sampai pada akhirnya di tahun 2020 tepat di tengah-tengah pandemi, salah satu perusahaan Adani Group yaitu Adani Green Energy juga memenangkan proyek tenaga surya terbesar di dunia. Jadilah mereka semakin kaya. Nah, jadi proyek tersebut itu melibatkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 8 GW dan fasilitas manufaktur panel surya domestik sebesar 2 GW. Nah, jadi total investasi untuk proyek ini diperkirakan mencapai 6 miliar setara Rp99,33 triliun. Uh, gila tuh. Kalau kalian mau banding-bandingin, ah masih banyak korupsi 3000T segala macam, ya udah beda hal ya. ini 99 triliun bukan korupsi tapi mereka investasi. Kebayang duitnya ada seberapa banyak dan proyek ini diberikan oleh Solar Energy Corporation of India atau SECHI dan merupakan bagian dari upaya India untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan di negara mereka. Dan proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi emisi karbon hingga 900 juta ton selama masa pakainya. Terus kemudian geng, pada tahun 2022 Adani ini mengakui sisi saham mayoritas di bandara internasional Mumbai yang mana bandara tersebut merupakan bandara paling sibuk kedua di India. Jadi keluarga mereka yang menguasai. Nah, terus masih di tahun yang sama yaitu pada bulan Mei tahun 2022, keluarga Adani melalui special purpose entity atau perusahaan atau badan hukum yang dibuat untuk tujuan khusus itu akhirnya mengakui ambuja Semen dan anak perusahaannya yaitu ACC dari Holsim Group, sebuah perusahaan bahan bangunan asal Swiss. Gua yakin banget kalian pernah dengar iklannya. Holsim, iklan semen. Nah, itu punya keluarga mereka untuk saat ini. Perusahaan asal Swiss mereka akuisisi dan nilai akuisisinya itu mencapai 10,5 miliar atau setara dengan 173,83 triliun dan menjadikan ini adalah salah satu transaksi merger dan akuisisi terbesar di sektor infrastruktur dan material di India. Dan akuisi ini juga membuat Adani Group menjadi produsen semen terbesar kedua di India dengan kapasitas produksi gabungan sekitar 70 juta ton per tahunnya. Terus, Geng, masih di tahun yang sama yaitu pada Agustus tahun 2022, AMG Media Network Limited atau disingkat dengan AML. Nah, ini adalah perusahaan anak dari Adani Group. Nah, mereka mengumumkan rencana mereka untuk mengakuisisi RRP Holding. Nah, RRP Holding ini bukan perusahaan sembarangan, Geng. Karena mereka memegang 29,18% saham NDTV, yaitu salah satu stasiun berita nasional terkemuka yang ada di India. Bahkan enggak cukup sampai di situ aja. Adani juga langsung tancap gas dengan mengajukan tawaran terbuka untuk membeli 26% saham tambahan yang artinya mereka berambisi untuk menguasai mayoritas saham NDTV. Ya, masalahnya langkah ini bakal bikin geger karena menurut pernyataan resmi ND TV, akuisi ini dilakukan tanpa pengetahuan ataupun persetujuan dari para pendiri ND TV, yaitu pasangan suami istri yang bernama Radika Roy, seorang mantan jurnalis dan Pranoi Roy, seorang ekonom. Nah, karena kan gini, Geng. Ini perlu diketahui juga ya, seseorang kalau udah kaya banget, hal yang akan dia lakukan adalah mencari kekuasaan dan menguasai media. Karena media ini harus dipegang supaya mereka bisa menggiring segala opini untuk memperbaiki citra mereka kalau mereka punya salah. Dan ternyata itulah yang dilakukan oleh ya keluarga Adani. Nah, terus geng si suami istri pendiri dari NDTV tadi mengklaim bahwa Adani itu menggunakan pihak ketiga untuk mengakuisisi saham tersebut tanpa diskusi atau pemberitahuan sebelumnya kepada mereka sebagai seorang founder. Dan di sinilah kontroversi semakin panas. Banyak pihak yang khawatir soal independensi editorial ND TV mengingat Adani dikenal punya hubungan dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi dan juga partainya yaitu Baratia Janata Party atau BJP. Nah, yang mana artinya semua pemberitaan di India itu enggak bakal bisa mengkritik pemerintah dari Narendra Modi karena mereka yang sudah menguasai media tersebut. Nah, sebelum diakuisisi oleh Adani, NDTV ini e dikenal sebagai media yang cukup kritis terhadap pemerintahan Modi. Tapi setelah Adani masuk, menurut laporan The Economist, NDTV berubah menjadi supain alias tunduk dan enggak lagi sekeras dulu untuk mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah. Nah, lalu geng di tahun 2022 itu bisa dikatakan sebagai puncak keemasan dari si Adani ini. Jadi bisa kebayang tuh bagaimana mereka berkuasanya di India. udah kaya megang media, dekat sama pemerintah dan ya karena mereka memang kebanjiran proyek besar terus dan mereka juga aktif dan berhasil mengembangkan bisnis mereka baik di dalam dan juga di luar negeri. Terus geng singkat cerita di Februari tahun 2022 Gautam Adani menjadi orang paling terkaya di Asia bahkan melewati kekayaannya Mukes Ambani. Ya, yang mau tahu tentang Mukes Ambani ini karena kita udah pernah bahas, silakan tonton. Dan setelah itu, Geng, enggak sampai di situ aja. Pada Agustus tahun 2022, Gautam Adani juga dinobatkan sebagai orang terkaya ketiga di dunia menurut media fortune. Dan bahkan ada juga yang menyebutkan kalau Gautam Adani lebih kaya daripada Bill Gates atau Warren Buffett. Dan ini bisa dikatakan ya gila banget. Kalau kalian tanya Elon Max ya ggak ada apa-apanya Elon Max sama Gautam Adani. Nah, tapi emang kita agak jarang mendengar nama Gautam Adani ini. Yang lebih sering kita dengar ya Bill Gates, Elon Marx atau Warren Buffett ini sebagai orang kaya. Nah, tapi nih geng semakin tinggi pohon sudah pasti semakin kencang anginnya. Dan siapa sangka bahwa pada tahun berikutnya yaitu tahun 2023, Gautam Adani akhirnya tersangkut sebuah skandal manipulasi saham dan kecurangan finansial yang dalam sekejap langsung membuat saham Adani ambruk seambruk-ambruknya dan bahkan kekayaannya anjlok hingga triliunan rupiah. Nah, gimana bisa? Ini dari sepanjang itu gua cerita tentang kekayaannya, kehebatannya nih ya. Dia bisa jatuh dalam satu malam doang. Tiba-tiba langsung bruk hancur. Nah, sekarang kita akan bahas skandal manipulasi dan kecurangan finansial dalam bisnis Gautam Andani yang membuat dia hancur [Musik] lebur. Jadi, Geng pada Januari tahun 2023 ini benar-benar baru masuk banget pergantian tahun terbitlah sebuah laporan yang dilakukan oleh firma investasi asal Amerika Serikat yaitu Heidenberg Research yang berjudul Adani Group. Bagaimana orang paling kaya ketiga di dunia melakukan penipuan terbesar dalam sejarah korporasi atau perusahaan? Nah, itu judulnya tuh ya gua artiin dalam bahasa Indonesia. Di dalam laporan tersebut, Heidenberg research ini menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan Adani Group sudah memanipulasi harga saham dan melakukan penipuan keuangan selama bertahun-tahun. Jadi berdasarkan laporan, Adani Grup sengaja membuat perusahaan-perusahaan yang keberadaannya cuma ada di atas kertas saja alias disebut dengan perusahaan cangkang. Jadi enggak ada perusahaannya, cuma ada dokumennya aja. Dan kemudian perusahaan-perusahaan tersebut didirikan di negara-negara yang menerapkan tax havens. Jadi untuk individu atau perusahaan yang asing pajaknya dibuatkan rendah atau malah sampai nol. Dan negara-negara tax heaven ini seperti Mauritius, Uni Emirat Arab, dan kepulauan-kepulauan Arab lain. Taxen ini kayak ini loh, Geng, yang eh pihak Apple mau mendirikan perusahaannya di Indonesia, mereka tuh minta text heaven. Jadi kayak apa ya? Eh, ya pajaknya rendahlah. Mereka mengiming-imingkan membuka lapangan pekerjaan, tapi pajaknya enggak boleh tinggi-tinggi gitulah kurang lebih bahkan sampai nol. Hal ini dilakukan untuk memanipulasi harga saham dengan membuat omset palsu serta menutupi hutang adani grup yang sebenarnya udah sangat besar, Geng. Jadi, mereka membuat perusahaan cangkang di negara pajak rendah dan dari situlah mereka mengatakan kalau saham mereka naik karena banyaknya perusahaan ingin berinvestasi ke mereka. Nah, dari situ nilai saham mereka meningkat dan nilai saham mereka yang meningkat akibat perusahaan dan omset palsu tersebut yang bakal dijadikan jaminan hutang sama Adani Group. Dan ini yang bikin riskan atau berbahaya, Geng. Dan memang benar, Geng. Saham perusahaan-perusahaan Adani Group memang tercatat sempat mengalami kenaikan yang luar biasa sebesar 819% dalam 3 tahun terakhir. Yang diduga besar ini karena manipulasi yang mereka lakukan tersebut dan bukan pertumbuhan bisnis yang sehat. Nah, kalau berdasarkan laporan dari pihak Heidenberg tadi, Adani ini melakukan manipulasi dan kecurangan tersebut sama anggota keluarganya yang lain. Dan selain itu, berdasarkan laporan Heidenberg lagi, Adani Grup ini memang sudah lama jadi objek investigasi dalam empat kasus penipuan besar senilai 17 miliar dolar atau lebih dari Rp12 triliun, termasuk tuduhan pencucian uang, penggelapan pajak, dan korupsi. Jadi memang bahkan pemerintah aja sampai ya mengusut kasus manipulasi dan kecurangan yang diduga dilakukan oleh Andani Grup ini. Nah, tapi masih dalam tahapan penyelidikan. Jadi, publik ya belum diberitahukan di saat itu. Makanya bisa dikatakan kasusnya itu dibongkar oleh Heidenberg Research asal Amerika Serikat. Makanya karena itu pula Heidenberg research ini menuduh Gautam Adani sudah melakukan penipuan terbesar dalam sejarah perusahaan atau korporasi mereka. Terus kemudian setelah laporan Heidenberg tersebut dirilis, ya harga saham Adani pun langsung anjlok. Yang tadinya mereka tuh ya bisa dikatakan terkaya langsung hancur-hancuran sampai menyebabkan kerugian hingga 150 miliar dolar atau sekitar Rp2 triliun. Dan kekayaan Gautam Adani pun ikut merosot tajam. Bahkan kekayaannya berkurang setengahnya menjadi sedikit lebih dari Rp61 miliar atau setara dengan 920,79 triliun. Lalu, Geng, karena semakin turun kekayaannya, imbas dari kasus manipulasi dan kecurangan tersebut, posisi Gautam Adani merosot ke peringkat 16 di dunia. Pada saat itu, Adani Grup menanggapi dengan menyatakan bahwa laporan Heidenberg itu informasinya salah dan enggak up to date," kata mereka. Dan laporan tersebut dikatakan oleh keluarga Anda di grup sengaja dirancang untuk merusak reputasi perusahaan mereka. Soalnya pada saat itu ada di grup ya sedang deal-dealan atas saham publik gitu, Geng. Jadi mereka menuduh, "Wah, kita ini disabotase oleh sebuah perusahaan Amerika." Itu yang mereka tuduh. Terus Adani Grup juga bilang pada saat itu kalau mereka bakal mempertimbangkan hukum mempertimbangkan untuk melaporkan Heidenberg research ini. Bahkan pemerintah India dilaporkan melakukan penyelidikan atas kasus manipulasi dan kecurangan bisnis adani tersebut. Kemudian geng, pada November tahun 2024, sebuah badai baru tiba-tiba menerpa keluarga kaya raya ini, keluarga Gautam Adani. Kali ini pengadilan distrik di New York menjatuhkan dakwaan berat kepada Adani dan tujuh eksekutif bisnisnya. Mereka dituduh menggelontorkan lebih dari 250 juta dolar atau sekitar 3,75 triliun untuk menyogok pejabat pemerintah India demi mengamankan kontrak energi yang super menguntungkan untuk adani Green Energy. Nah, ini perusahaan yang sebelumnya gua ceritakan, perusahaan energi terbarukan yang mayoritas dipegang oleh Adani Grup. Nah, waktu itu jaksa yang menuntut itu bilang kalau pada tahun 2021 tersebut ada Nigreen Energy menawarkan obligasi kepada investor dengan menyembunyikan informasi palsu tentang upaya anti korupsi dan anti suap yang mereka lakukan. Jaksa penuntut umum juga mengungkapkan bahwa Adani dan tujuh eksekutif berkomunikasi melalui pesan teks, aplikasi pesan, dan presentasi PowerPoint yang mencatat rincian suap bahkan menggunakan nama kode di dalam komunikasi mereka. Beberapa terdakwa di saat itu juga diduga berusaha menghapus bukti elektronik yang menghubungkan mereka dengan skema suap tersebut. Geng, skema suap ini udah jalan dari tahun 2019 sampai 2020. Pas Andani Green Energy eh dapat kontrak gede dari Solar Energy Corporation of India atau Sechi senilai 6 miliar dolar atau sekitar 99,33 triliun yang sebelumnya sempat gua ceritakan tadi, Geng. Kan mereka itu dapatnya sekitar 99 triliun lebih untuk menjalankan proyeknya. Tapi sebenarnya dari proyek R99 triliun tersebut diharapkan bisa menghasilkan keuntungan lebih dari 2 miliar dolar atau setara R3 triliun dalam kurun waktu 20 tahun. Tapi proyek tersebut malah mengalami kesulitan karena biaya energi surya yang sangat tinggi yang membuat pihak Sechi itu kesulitan untuk mendapatkan pelanggan. Untuk mengatasi hal ini, Adani dan tujuh eksekutifnya diduga memberikan suap kepada pejabat-pejabat negara bagian di India, termasuk seorang pejabat yang menerima sekitar 228 juta dolar atau sekitar 3,77 triliun. Dia menerima sendiri tuh. Itu buat dia aja tuh dia dapat. Dan untuk meyakinkan mereka agar membeli energi surya dari Adani Green Energy. Ya, itulah angka yang pihak Adani ini bayar. Dan ini semua terjadi di sepanjang tahun 2021 sampai awal tahun 2024, Geng. Enggak cuma itu, Geng. Dalam dakwaan tersebut, jaksa juga menuduh Sagar Adani, keponakan dari Gautam Adani yang terlibat di dalam pengelolaan rincian suap kepada pejabat India, termasuk memantau setiap transaksi yang dilakukan dan mencatat jumlah suap yang diberikan serta jumlah energi surya yang akan dibeli oleh masing-masing negara bagian. Jadi memang proyek energi surya tersebut tuh sampai negara-negara lain transaksi bisnisnya saking luasnya. saking besarnya. Makanya, Geng, ini menjadi skandal besar banget karena kasus manipulasi dan kecurangannya sampai lintas negara. Skandal ini bikin saham perusahaan mereka makin jatuh dan beberapa proyek internasional mereka dibatalkan. Bahkan pemerintah negara Kenya itu membatalkan kesepakatan senilai 2, miliar dolar atau sekitar Rp41,3 triliun terkait pengambilan bandara internasional Jomo Kenyata dan proyek energi lain karena kekhawatiran mereka akan potensi kewajiban hukum akibat keterlibatan Adani di dalam skandal manipulasi atau penipuan tersebut. Nah, terus Geng karena dakowaan ini datang ketika saham Adani Grup sudah ambruk gara-gara laporan Heidenberg Research di awal 2024. Jadi ketika dakwaan ini muncul, kasus ini bukan cuma menghancurkan reputasi Adani, tapi juga membuat hubungan dekatnya dengan Perdana Menteri Narendra Modi makin disorot. Nah, sebenarnya nih, Geng, udah lama juga ada gosip kalau aturan pengadaan proyek di India itu sengaja diubah untuk menguntungkan Adani Grup. Dan sekarang skandal ini sepertinya bakal semakin memperkuat dugaan tersebut. Jadi, seperti yang udah gua sebut-sebutkan sebelumnya, Gautam Adani dikenal sebagai pengusaha yang sangat dekat dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi serta partainya Baratia Janata Party atau BJP. Kedekatan ini menimbulkan berbagai tuduhan kronism di mana hubungan politik diduga membantu ekspansi bisnis keluarga Adani. Ya, kayak misalnya nih, pada awal tahun 2000-an saat Modi masih menjabat sebagai Menteri Utama Gujarat, Adani mendapat banyak proyek infrastruktur besar. Dukungan Adani terhadap Modi semakin terlihat saat kerusuhan Gujarat 2002 di mana dia tetap berpihak kepada Modi meski mendapatkan kecaman dari berbagai pihak dan juga dari publik. Tahun 2013 menjelang Pemilu 2014, Adani bahkan menyediakan pesawat pribadi untuk kampanyenya Modi. Pun juga saat Modi terpilih sebagai Perdana Menteri India pada 2014, kerajaan bisnis Adani berkembang pesat. Jadi modi ini naik, Modi ini dapat jabatan, keluarga Adani juga mendapatkan kekayaan. Jadi simbiosis mutualisme mereka sangat kuat. perusahaannya adani ini bahkan semenjak Modi semakin berkuasa mereka memenangkan proyek infrastruktur strategis seperti bikin bandara, pelabuhan, pembangkit listrik dan itu semua proyek nasional yang berhubungan langsung sama pemerintah alias si Narendra Modi selaku perdana menteri dan juga partai BJP. Lalu kemudian pada akhirnya ya setelah semuanya terbongkar dari tahun 2023 dan 2024 di mana skandal-skandalnya ya mulai tercium dan semuanya semakin mencuat ke publik, berbagai pihak semakin menduga kalau Adani ini bisa sejahat itu. Khususnya juga karena dilindungi dan kongkalikong dengan pemerintah. Tapi geng, meski diterpasandal bertubi-tubi, adani ini tetap berusaha menjaga citra mereka. Dan bahkan baru-baru ini mereka mengumumkan rencana mereka untuk berinvestasi sebesar 10 miliar dolar atau setara dengan 165 triliun di sektor energi dan infrastruktur yang ada di Amerika Serikat. Gila ya. Makin ditantang oleh mereka. Itulah kelebihan kalau orang punya duit gitu. Dan mereka juga sambil berjanji bakal menciptakan ribuan lapangan pekerjaan. Nah, tapi banyak yang skeptis nih dan melihat langkah ini sebagai usaha untuk mengalihkan perhatian dari kasus hukum yang menjerat mereka saat ini. Dan Adani Grup juga sedang ribut di pengadilan lingkungan di India karena mereka mendapatkan tuduhan mulai dari proyek listrik senilai 2 miliar di Utar Pradesh dianggap tanpa izin lingkungan yang jelas. Di Mumbai, proyek real estate mewah mereka juga kena gugatan karena dianggap mengganggu tata kota dan lingkungan. Bahkan proyek rehabilitasi kawasan kumuh di daerah Deravi yang awalnya diklaim bakal membantu warga miskin, sekarang malah disorot gara-gara dugaan pelanggaran aturan. Tapi meskipun banyak skandal dan dugaan pelanggaran hukum, Gautam Adani itu masih jadi salah satu orang terkaya di India, Asia, bahkan di dunia. Jadi mau kita ngomong gimanapun mereka terlibat skandal hukum, ini orang masih kaya. Tapi bedanya dia eh ya kekayaannya udah di bawah Bill Gates, udah di bawah Elonmas mungkin ya. karena skandalnya dia ini. Itu dia, Geng, pembahasan kita hari ini soal skandal Crazy Richis India yang selain kekayaannya enggak main-main, apalagi dari tadi angkanya yang gua sebutin juga udah terlilunan semua gitu ya. Tapi selain kekayaannya yang enggak main-main, skandal manipulasi dan kecurangannya juga enggak main-main. Gimana menurut pendapat kalian, Geng, tentang kisah dari orang ini? Apakah kalian setuju untuk menjadi sangat kaya sepertinya enggak bisa jujur-jujur amat? emang harus sekotor ini kayaknya.