Transcript
1wO23c25_MU • DOKTER KANDUNGAN C4B*L !! PASIEN DIJADIKAN OBJEK KEBEJ4TAN DI GARUT
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1416_1wO23c25_MU.txt
Kind: captions
Language: id
Tapi si Sari ini malah minta untuk
melakukan pembayarannya di dalam kamar
kos. Katanya dia bilang dia malu kalau
dilihat oleh orang
lain. Selesai pemeriksaan tersebut,
Syahril meminta agar Aka dan suaminya
berfoto dengan dia lalu meminta nomor
WhatsApp-nya Aka. Aneh banget ya.
Alasannya pada saat itu dia bilang untuk
ngirim foto serta hasil USG.
Yo, Geng. Tekan tombol subscribe,
Geng. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry, Genggeng. Aduh, Indonesia
darurat. Darurat. Darurat orang
sakneh. Banyak banget yang ngacengan ya.
Ada yang dari institusi kepolisian, ada
oknum guru, ada tenaga kesehatan. Ya,
kemarin kalian pasti ingat kan dokter
priguna yang sempat kita bahas dan
menghebohkan banget. Nah, kasusnya itu
viral banget. Netizen ramai-ramai itu
menyuarakan dan mengangkat kasus ini
supaya si dokter priguna ini segera
ditangkap. Tapi ternyata, Geng, dalam
rentang waktu yang berdekatan, enggak
cuma kasus dokter priguna aja yang
mencuat ke media. Ada lagi kasus serupa
dan lagi-lagi dilakukan oleh seorang
tenaga kesehatan alias dokter. Ini
bedanya dokter yang satu ini dari dokter
Priguna kan. Dokter priguna itu dokter
residen nih, dokter koas yang lagi
praktik lah gitu untuk menjadi e dokter
spesialis. Kasus yang satu ini yang
bakal gua ceritakan adalah kasus dokter
spesialisnya langsung seniornya lah.
Tepatnya dia adalah spesialis gin atau
yang lebih dikenal dengan dokter
kandungan. Ini yang jadi pertanyaan gua
dari dulu nih. Apa memang begini ya?
Kenapa enggak dokter kandungan bidan itu
cuma perempuan aja gitu? Kenapa harus
ada yang laki-laki? Gua tuh jadi apa ya?
Jadi berpikir gitu kan gua masih single
nih geng ya belum menikah gitu ya. Gua
enggak tahu suatu hari kalau gua udah
punya istri nih gua kayaknya istri gua
enggak boleh deh dipegang sama dokter
laki-laki. Gua penginnya dokter
perempuan gitu. Nah, apalagi dokter
kandungan. Karena nih kasus kayak gini
nih, dokter-dokter sakne nih,
predator-predator yang mengerikan kayak
gini. Jadi benar-benar udah seperti ya
mereka ini kan berpendidikan ya,
kuliahnya mahal kita tahu tapi adabnya
enggak ada gitu. Dan gilanya ya dari
kasus yang satu ini lokasinya sama-sama
di Jawa Barat. Dokter priguna itu di
Bandung sementara si dokter kandungan
yang satu ini di Garut. Nah, terus
kemudian diketahui kalau dokter
kandungan yang satu ini bernama Muhammad
Syahril Firdaus.
Geng, geng, geng. Sebelumnya gua mau
disclaimer dan minta maaf dulu ke kalian
karena di video ini gua salah
menyebutkan nama dari si pelaku. Nama
yang seharusnya itu adalah Muhammad
Syafril Firdaus, tapi gua malah
nyebutnya Syahril. Jadi untuk sepanjang
video yang udah terlanjur gua buat ini,
gua mohon maaf banget ke kalian. Semoga
kalian enggak terganggu dengan
penyebutan nama tersebut. Oke, sekarang
kita lanjutkan kontennya.
Udah dua kasus yang menyangkut profesi
dokter yang membuat netizen jadi enggak
habis pikir. Kita datang ke dokter
karena kita percaya ya. Kita
mempercayakan keamanan dan kenyamanan
bahkan sampai nyawa kita ke mereka ya
supaya bisa sembuh, supaya bisa sehat
tapi kita malah dijadikan target untuk
kesempatan bagi oknum-oknum ini yang
otaknya sengklek-sengklek gitu ya. Yang
jelas tidak bertanggung jawab ya.
Walaupun sebenarnya kita enggak bisa
menyamaaratakan semua dokter ya. Ini
hanya oknum memang benar. Cuma dalam
waktu berdekatan ada dua oknum sekaligus
yang terlibat kayak gini. Berarti kan
ini para predator ini pasti ada beberapa
yang masih belum ketahuan nih. Makanya
jadi menimbulkan rasa takut bagi kita
masyarakat. Apalagi yang lawan jenis ya
perempuan berobat kepada dokter
laki-laki itu kayak mikir-mikir gitu.
Nah, sesuai dengan judulnya hari ini
kita bakal membahas mengenai kasus si
dokter kandungan ini, Geng. Dan kita
akan bercerita sejak kapan dia melakukan
kasusnya, apa modusnya, dan yang
terpenting siapa sosok dokter ini. Nah,
di sini kita bakal membahas secara
lengkap tentang kasus yang satu ini.
Langsung aja di sisi
[Musik]
lain. Kita langsung masuk ke dalam
pembahasan utamanya nih. kronologi
ketika si dokter yang bernama Ahmad
Syahril Firdaus ini ketahuan melakukan
aksi
bejatnya. Jadi, Geng, terungkapnya kasus
ini ya dari si Syahril ini itu berbeda
dengan kasusnya priguna. Kalau priguna
itu kan bisa terungkap karena ada korban
yang melapor ya akibat dia ini sadar
gitu sadar e ada hal yang berbeda dari
tubuhnya dia. Nah, sementara kasusnya
Syahril ini beda, Geng. Awalnya beredar
sebuah video yang diambil dari rekaman
CCTV ketika Syahril ini sedang melakukan
praktik dan menangani seorang pasien.
Karena dia adalah seorang dokter
kandungan ya pastinya pasiennya datang
ya dalam kondisi yang sedang mengandung
atau justru mungkin sedang memeriksa
kesuburan atau hal-hal apapunlah yang
berhubungan dengan perempuan. Nah,
ketika itu kebetulan banget nih pasien
yang lagi datang itu sendirian karena
enggak ada orang lain yang berada di
ruangan selain si dokter yang bernama
Syahril ini dan si pasien tersebut. Nah,
ini jadi pelajaran juga nih buat kalian
nih cowok-cowok. Jangan maunya bikin
doang. Ketika disuruh tanggung jawabnya
ogah-ogahan nemenin istri ke dokter
kandungan kagak mau. Jadinya kan gini
nih jadinya nih. Ya ini pelajaran juga
nih. Oke, kita lanjutkan. Di dalam video
tersebut terlihat nih si dokter yang
bernama Syahril ini sedang memeriksa
kandungan pasiennya menggunakan alat USG
atau USG yang dia pegang dengan tangan.
Nah, namun di saat itu Syahril e semacam
menunjukkan gerak-gerik yang aneh. Kayak
gerak-gerik yang enggak seharusnya dia
lakukan gitu. Nah, tangan kirinya itu
seolah-olah memegang-megang bagian atas
perut pasien dan diduga kalau dia juga
sudah menyentuh bagian-bagian yang
sensitif dari si pasien lawan jenisnya
tersebut. Di video yang berisi rekaman
CCTV ini pun langsung viral, Geng, di
sosial media. Nah, waktu itu identitas
dari Syahril ini belum terungkap dan
netizen seperti biasa ya mencoba untuk
mengulik siapa sih dokter yang ada di
dalam rekaman tersebut yang berani
melakukan aksi bejat ini. Nah, di sini
kalian pasti bingung kan? Ini kok bisa
videonya kesebar? Bukankah si dokter itu
punya kuasa untuk mengendalikan CCTV di
dalam ruangannya sendiri? Nah,
jawabannya enggak, Geng. Jadi, antara
dokter dengan rumah sakit atau dengan
tempat praktik itu enggak selalu ee itu
punya si dokter. Jadi bisa jadi itu
dokter kerja di situ ya, bisa juga
dokter freelance atau dokter cabutan
gitu. Nah, yang mana dia itu punya
jadwal hari-hari tertentu untuk bekerja
di sana. Nah, yang berkuasa atau yang
memiliki kuasa untuk ruangan, rumah
sakit, terus juga fasilitas-fasilitas di
sana seperti CCTV itu udah pasti pihak
si yang punya klinik tersebut, yang
punya rumah sakit tersebut. Di situlah
si dokter ini ternyata dia enggak tahu
kalau aksi dia itu direkam. Entah dia
tahu di situ ada CCTV, tapi dia berpikir
kayak bodo amat lah orang gua lagi
praktik, siapa juga yang ngerti apa yang
gua praktikin. Mungkin dalam pikiran dia
kayak gitu. Nah, tanpa dia sangka video
praktik dia yang aneh tersebut kesebar.
Terus, Geng, setelah kesebar, akhirnya
netizen itu berhasil nih mengetahui
identitas si Syahril ini. Seperti yang
gua sebutkan sebelumnya, namanya adalah
Muhammad Syahril Firdaus. Dia ini
merupakan alumni dari Universitas
Padjajaran atau UNPAT, kampus yang sama,
tempat priguna menjalani pendidikan
spesialis. Halo, Teman-teman UMpat, apa
kabar
nih? Ini siapa yang ngajarin sih nih?
Dokter pada sakne-sakne begini nih. Ya
Allah. Aduh.
Dan ada informasi yang mengatakan kalau
Syahril ini pernah membuka praktik di
klinik Sekar Kusuma di Jalan Beko Nomor
1 Kampung Asem Kulon, Desa Kresek,
Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.
Syaril ini diketahui ya praktik di tiga
fasilitas kesehatan, Geng. Yaitu di
Klinik Karya Harsa, terus ada Anisa
Quein, terus ada di RSUD Malangbong.
Nah, ini coba nih teman-teman yang
tinggal di daerah tersebut ada yang
pernah merasa berobat di sana enggak?
Ada yang pernah merasa bertemu ggak
dengan sosok orang ini? Tinggalkan
komentar di bawah. Terus, geng, singkat
cerita, pencarian netizen pun berlanjut
ketika ada yang mencari nama lengkap
Syahril di Google dan muncullah putusan
pengadilan yang berisi perceraian dia
dengan mantan istrinya. Wow, beda banget
ya sama Priguna kemarin ya. Kalau
Priguna kemarin baru kawin udah sakne
sama orang lain. Saknenya sama yang
pingsan-pingsan. Kalau ini masih masuk
akal nih, habis cerai sakne mungkin
enggak punya pelampiasan kali. Ah, tapi
enggak tahu juga nih. Nah, di saat itu
sekedar informasi nih, Geng. Beberapa
putusan pengadilan itu ada yang terbuka
untuk publik. Jadi, siapapun bisa
mengakses nih ya putusan pengadilan
tersebut informasinya. Termasuk si
Syahril ini juga, Geng, putusan
pengadilannya bisa diakses. Nah, dari
putusan pengadilan tersebut tertera
jelas nih, kalian baca sendiri.
dikatakan kelakuannya dia itu bejatnya
sudah terlihat sejak 2 tahun yang lalu
dan itu semua tertulis di dalam putusan
perceraiannya dia. Gila, punya TRK
record yang memang mmm negatif. Nah,
disebutkan kalau pernikahan antara
Syahril dengan istrinya itu mulai goyah
setelah Syahril ini dan mantan istrinya
mengalami perselisihan dan pertengkaran
terus-menerus sejak bulan September
tahun 2023. Ada beberapa penyebab
perceraiannya dia itu. Yang pertama
dikatakan karena si Syahril ini memiliki
kelainan actual UAL ya. UAL enggak pakai
es. Gua enggak pakai es karena gua
plesetin takut marah Mbah YouTube. Ya,
dikatakan ternyata dia ini sudah pernah
melakukan hal yang enggak senonoh kepada
pasien dengan meraba-raba area yang
enggak boleh diraba dari seorang pasien
perempuan. Itu satu. Terus yang kedua
hampir pernah melakukan
percobaan ngegas
ngituin asisten rumah tangga di rumahnya
sendiri. Gila, pembantunya juga mau
disikat. Dan yang ketiga, karena Syahril
ini melakukan kekerasan kepada si mantan
istrinya itu. Jadi pernah main tangan.
Nah, enggak cuma mantan istrinya, Geng.
yang menjadi korban dari tindakan Sharil
ini juga salah satu buah hati mereka
yang sulung itu juga ikut menjadi
korban. Dan Syaril ini bahkan sudah
dilaporkan ke polisi oleh mantan
istrinya atas kelakuannya tersebut pada
tanggal 19 September tahun 2024. Terus
kemudian gue juga menemukan informasi
kalau ternyata mantan istrinya ini
berinisial RA. Ee nama aslinya gua
enggak bisa ucapin ya. E maaf banget
kalian bisa cek di media-media itu ada.
Nah, RAI ini ternyata juga sama-sama
berprofesi sebagai seorang dokter,
tepatnya sebagai spesialis dermatologi
dan bekerja di Rumah Sakit UNPAT.
Standar banget. Laki dokter harus kawin
sama dokter. Kalau perawat kawin sama
polisi. Kalau bidan kawin sama tentara.
Waduh, template-nya ya. Gua enggak paham
nih budaya dari mana sih nih. Dokter
harus kawin sama dokter. Cobainlah kawin
sama YouTuber dokter cobain. Candacanda
kalau ada boleh. Eh, enggak enggak
enggak ccanda. Oke, lanjut nih. Oke, ya.
Nah, terus spesialis dermatologi ini
lebih dikenal sebagai dokter spesialis
kulit dan kelamin atau SPKK. Nah, di
dalam akun Instagramnya si Ibu RA ini
sempat menulis di story IG-nya kalau dia
udah enggak ada hubungan lagi dengan si
mantan suaminya ini. Dan dia berharap
para korban langsung menghubungi yang
bersangkutan dan tidak menghubungi serta
menyerang dia atau mungkin anak-anaknya.
Karena sampai saat ini RA ini masih saja
menerima banyak aduan dari para korban.
Kasihan banget ya. Profesi dokter
digunakan untuk ee memenuhi nafsu sakne.
Lu jadi dokter pasti punya duit kan?
Spesialis lagi. Nyari yang oke-oke kek.
Enggak usah inilah cari yang kalau emang
fantasi lu gimana gitu. Ah, gua malah
ngajarin ya. Ya, intinya gitu deh.
Jangan jadiin anak orang, anak perempuan
orang, istri orang jadi bahan lau gitu.
Itu
kelainan. Kacau. Nah, si RA ini juga
berharap agar orang-orang yang
mengkritik dia atas permasalahan si
mantan suaminya segera berhenti nyerang
dia karena dia sendiri enggak mau tahu
lagi, Geng. dan disangkut paudkan dengan
masalah si mantan suaminya ini. Nah,
kasihan juga Ibu Ra ini. Apalagi kalau
sampai ee keluarga dia diserang karena
keluarga RA ini enggak tahu-menu
mengenai kelakuan mantan suaminya yang
problematik tersebut. Cuma dia dan
anak-anaknya yang tahu. Dia simpan
semuanya. Jadi, sampai di sini kalian
bisa ngebayangin ya, bagaimana kasus ini
benar-benar bikin kita tuh enggak habis
pikir gitu. Ternyata ada ya kehidupan
macam ini gitu. sudah dianugerahkan
hal-hal terbaik oleh ee Tuhan Yang Maha
Esa ya kan. E jadi dokter spesialis pula
punya keluarga udah punya anak, istri
juga dokter cakep gitu akhirnya jadi
mantan istri bercerai gitu. Cuma
gara-gara kelakuan yang menyimpang ini.
Shafril Firdaus ternyata pernah ditonjok
oleh suam pasien pelaku dan juga sempat
melakukan begitu ya kepada ART-nya.
Viralnya video rekaman CCTV yang
memperlihatkan aksi menjijikan yang
dilakukan oleh Sharil, mulai banyak para
korban yang berani untuk speak up
mengenai apa yang mereka alami dan
dilakukan oleh Sharil. Nah, sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasan
mengenai pengakuan dari para korbannya,
Geng.
Oke, setelah video dari Syahril
melakukan hal yang menjijikan tersebut
ketika dia sedang praktik ini udah mulai
viral dan ramai di sosial media mulai
nih, Geng. Para korbannya itu
bermunculan. Mereka mengaku mereka juga
pernah mendapatkan perlakuan yang sama
dari Syahril. Modusnya pun beda-beda.
Dari satu korban dengan korban lainnya
itu ya hal-hal yang mereka alami itu
bermacam ragam. Namun ada informasi juga
nih, Geng. Katanya sebelum video Syahril
ini diviralkan sudah ada yang melaporkan
ke polisi beberapa bulan lalu. Tapi ya
coba
tebak ya itu dia jawabannya. Belum ada
tindakan atau tindak lanjut atas laporan
tersebut. Makanya diputuskan untuk
diviralkan dulu kasus ini karena ya no
viral no justice. Dan konten ini juga
semoga kalian bisa bagikan ke banyak
orang supaya ya ini bisa viral dan
diproses. Salah satu yang bersuara itu
adalah korban yang berinisial AED
berusia 24 tahun. Dia ini adalah pasien
dari Syahril dan pada saat itu dia
menghubungi Syahril untuk berkonsultasi.
Di tanggal 22 Maret tahun 2025, AED ini
pun datang ke klinik untuk menjalani
pemeriksaan dengan si Sharil. AED ini
kemudian dijadwalkan untuk mendapatkan
vaksin gonor dengan biaya sebesar Rp6
juta. Nah, namun anehnya Syahril enggak
melakukan tindakan medis berupa
penyuntikan vaksin di kliniknya, tapi
justru di rumah orang tuanya si AED. Nih
ada yang aneh nih menurut gua ya. Vaksin
gonor. Gonor ini kan penyakit yang seram
banget menurut gua. Tahu enggak? Ya,
cari tahu sendiri deh di apa Google. Dan
biayanya gede banget R juta. Nah,
anehnya praktiknya atau penyuntikannya
ini bukan di klinik tapi di rumah orang
tuanya si AED. Jadi kayak ee apa ya?
Home service mungkin. Terus, Geng, masih
dalam keadaan yang enggak curiga, AED
ini pun mengiyakan. Dan pemberian vaksin
tersebut akan dilakukan 2 hari kemudian,
tepatnya di tanggal 24 Maret tahun 2025.
Pemberian vaksin itu selesai pada malam
hari. Ketika ingin pulang, Syahril ini
meminta kepada AED untuk mengantar dia
pulang ke kosannya yang berlokasi di
kawasan Tarogong Kidul. Karena di saat
itu dia datang ke rumah orang tuanya AED
menggunakan ojek online. Nah, AED ini
menyanggupi permintaan dari Sahril.
Diantarkanlah Sahril ke kosannya si AED.
Sesampainya di sana, AED yang mau
membayar jasa pemberian vaksin, tapi si
Sahil ini malah minta untuk melakukan
pembayarannya di dalam kamar kos.
Katanya dia bilang dia malu kalau
dilihat oleh orang lain. Nah, ini aneh
banget nih. Malu kenapa gitu. Namanya
juga bayar jasa gitu kan. Nah, tapi Aed
di saat itu mengiyakan. Dia enggak
merasa ya bakal terjadi hal-hal yang
aneh karena buat apa juga gitu kan
seorang dokter bakal berbuat macam-macam
kepada pasiennya. Ya, akhirnya si AED
ini mau-mau aja nih diajak masuk oleh
Syahril ke dalam kamar kos. Dan setelah
Aed masuk, Syahril langsung mengunci
pintu kamarnya dan dia di saat itu mulai
melakukan aksinya. Nah, berawal dari dia
ya gua gak bisa cerita nih. Pokoknya dia
melakukan adegan-adegan yang enggak
boleh dilakukan lah. Dan Aed di saat itu
sempat mengancam Syahril, geng. Tapi
Syahril enggak peduli tetap melakukan
aksi tersebut. Nah, karena di saat itu
udah enggak tahan lagi AED ini akhirnya
melawan dan berhasil keluar dari kamar
kos Syahril setelah menendang si Syahril
ini. Dan di saat itu AED ini sempat
melaporkan Syahril ke Polres Garut. Nah,
itu baru satu cerita dan itu juga udah
dilaporkan, tapi laporannya gak
berjalan. Nah, terus geng di cerita yang
lain ada lagi nih korban lainnya yang
berinisial AK yang pada saat itu dalam
kondisi sedang mengandung. Nah, dia ini
memeriksakan kandungannya di klinik
karya Harsa pada tanggal 10 Juni tahun
2024. Dia ditangani langsung oleh si
Syahril. Nah, karena sedang mengandung,
Akai ini mengaku kalau dia mengalami
beberapa keluhan, termasuk di bagian e
dadanya dia bagian kiri. Mendengar
keluhan tersebut, si Shahril ini
langsung meminta si Aka untuk berbaring
di tempat tidur. Langsung berbaring di
sana dan Syahril langsung menempelkan
alat USG tepat di bagian perutnya si
Aka. Di saat itu aka teringat kalau
proses pemeriksaan yang dilakukan oleh
Syahril itu berlangsung lama, Geng.
Enggak seperti biasanya ketika aka
diperiksa oleh dokter-dokter yang lain.
Nah, aka pun menanyakan kepada Sahil,
"Nih, kenapa periksanya lama ya, Dok?"
Dan dijawablah oleh Sahil di saat itu
pemeriksaannya lama karena posisi
bayinya tengkurap katanya. Yang membuat
bayi tersebut agak susah terlihat di
layar USG. Dan setelah selesai di USG,
Syahril ini bilang kepada aka, "Mana nih
bagian ee dadanya saya USG juga."
Dan aka di saat itu agak kaget mendengar
perkataan Syahril dan dia merasa aneh
kok tiba-tiba Syahril mau ngecek bagian
yang sensitif kayak gitu dan dia
langsung nanya gimana Jok maksudnya? Dan
di dalam ingatan aka di saat itu Syahril
kemudian berkata, "Ya, siapa tahu ada
benjolan." Jadi kayak apa ya? Mau
bercanda tapi bercandanya tuh yang
sensual gitu ngarah-ngarah ke hal yang
jorok-jorok. Nah, sebenarnya kan sebagai
seorang dokter itu udah menyalahi kode
etik gitu, Geng. Nah, namun pada
akhirnya aka yang mengikuti perkataan
Sahil karena gak ada kecurigaan sedikit
pun. Nah, lalu Sahril di saat itu
menggunakan kesempatan tersebut karena
Ak ini polos, dia menggunakan alat USG
untuk memeriksa bagian tersebut tepat di
bagian kiri. Dan Syahril mengatakan
kalau bagian itu ya dari tubuh si Aka
itu enggak ada benjolan. Aman katanya.
Keanehan yang dirasakan oleh aka semakin
menjadi-jadi hingga mulai risih ketika
lama-kelamaan Shahila ini menaruh adanya
semacam pelumas atau gel untuk USG tepat
di bagian dadanya berkali-kali. Jadi
udah aneh nih arah-arahnya nih udah
beda. Sepengalaman AK ketika dia
diperiksa di spesialis bedah yang
memeriksa bagian itunya ya cara untuk
memeriksanya enggak seperti yang
dilakukan oleh Syahril. Nah masih enggak
puas dengan apa yang dia lakukan.
Syahril malah meminta agar bagian itunya
aka yang sebelah kanan juga ikut
diperiksa yang mana hal tersebut dia
lakukan berulang-ulang. Nah, dia
mengira-ngira proses pemeriksaan itu
berlangsung antara 30 sampai 45 menit.
Hampir 1 jam, Geng. Pemeriksaan macam
apa itu? Dan enggak seperti korban yang
terlihat di video yang viral, Aka di
saat itu ya enggak sendiri karena dia
ditemani oleh suaminya dan juga ada
asisten bidan atau perawat yang juga
berada di ruangan. Nah, suami Aka itu
berada enggak jauh dari aka dan sama
seperti Aka, suaminya ini juga enggak
menaruh curiga apapun terhadap Syahril.
Padahal dia melihat gitu ya, istrinya
itu sedang diperiksa, tapi dia enggak
sadar kalau pemeriksaannya itu aneh.
Nah, sementara perawat disibukkan oleh
Syahril untuk e membuat catatan
kehamilan sehingga perawat tersebut
enggak bisa berbuat apa-apa dan enggak
fokus ke aka, enggak fokus kepada
kejadian itu. Sebab posisinya dia juga
enggak standby di sampingnya Syahril dan
juga Aka. Nah, terus geng cerita dari
Akka ini masih berlanjut. Selesai
pemeriksaan tersebut, Syahril meminta
agar Akka dan suaminya berfoto dengan
dia lalu meminta nomor WhatsApp-nya Aka.
Aneh banget ya. Alasannya pada saat itu
dia bilang untuk ngirim foto serta hasil
USG. Nah, diberikanlah nomornya oleh Aka
dan tanpa disangka-sangka pemberian
nomor WhatsApp oleh Aka ini menjadi
modus Syahril selanjutnya. Karena
Syahril ternyata melakukan berbagai hal
yang tidak senonoh secara verbal melalui
WhatsApp tersebut. Jadi, udah mulai
kayak sakne banget, otaknya udah ke
mana-mana, ngirim-ngirim perkataan yang
jorok-jorok ke bini orang yang merupakan
pasiennya. Nah, Syahril di saat itu
beberapa kali nih mengontak Aka melalui
WhatsApp sampai menawarinya untuk
memberikan pemeriksaan USG secara
gratis. Nah, namun karena AK ini mulai
risih, Aka gak mau untuk diperiksa lagi
meskipun iming-imingnya mendapatkan
pemeriksaan gratis karena dia udah
ngerasa ini ada yang aneh. Nah, enggak
lama setelah dia diperlakukan kayak
gitu, Aku. Sempat kepikiran ingin
menceritakan apa yang dia alami ke
publik, ke sosial media alias
memviralkan kasus ini. Cuma hal tersebut
pada akhirnya enggak dilakukan oleh Aka
karena dia takut terhadap sikap publik
yang nanti justru ya enggak bisa ditebak
gitu. bisa-bisa malah akanya yang
disalahkan gitu. Setelah kejadian ini
viral, barulah aka memberanikan diri
untuk mengungkap apa yang dia alami atau
versinya dia pada saat itu melalui akun
Instagramnya. Yang mana dari kesaksian
seorang pasien bahkan mengaku pernah
dimintai nomor telepon oleh Shafril
Tribunars. Hal ini juga diungkapkan oleh
pasien lain yang mengaku mendapatkan
pesan dari SFril.
Terus, Geng, selain itu tindakan yang
enggak senonoh juga terjadi melalui
WhatsApp itu dialami oleh pasien lain.
Nah, inisialnya itu SS usianya 29 tahun.
Nah, dia ini ngaku nih pernah dimintain
nomor WhatsApp oleh si Syahril setelah
dia melakukan pemeriksaan. Di saat itu
dia enggak curiga sama sekali. SS ini ya
ngasih aja nomornya. Tapi setelah dia
ngasih nomor ke Syahril, terus tiba-tiba
Syahril ini ngirimin berbagai pesan yang
dianggap mengarah pada perilaku yang
enggak senonoh, yang enggak sepantasnya
ee dikirim oleh seorang dokter kepada
pasien. SS ini bilang kalau dia bukan
satu-satunya korban di saat itu. Selain
dia dan juga Aka itu ada beberapa
temannya juga yang jadi pasiennya si
Syahril dan ikut mengalami hal serupa.
Sengklek banget otaknya nih. Ngehe nih
orang. semua pasien mau dicobain sama
dia. Nah, pengakuan serupa juga datang
dari seseorang yang berinisial BL. Ini
adalah pasien lain lagi yang mana
Syahril di saat itu memeriksa dia juga.
Nah, BL ini usianya 28 tahun. Dia ini
sama juga nih modusnya ya dimintain
nomor WhatsApp dan dia memberikan nomor
WhatsApp tersebut kepada Syahril.
Awalnya nih, Geng, dia ngira kalau
pesan-pesan yang dikirimkan oleh Syahril
cuma sebatas candaan. ya mana nyampe
gitu ya. Dia mikir kalau si dokter yang
namanya Syahril ini bakal bertindak yang
gak senonoh gitu. Dia pikir ya udahlah
mungkin ini cuma candaan ya ini mungkin
cuma cara si dokter bikin suasana jadi
lebih cair gitu. Tapi lama-kelamaan
pesan-pesan yang dikirim oleh si Shahril
ini dirasa oleh si BL itu mulai kelewat
batas. Jadi mulai ke arah-arah yang
benar-benar bikin enggak nyaman gitu.
Jadilah di saat itu BL udah gak
ngegubris si dokter Sangean ini lagi.
Terus geng, masih ada banyak korban lagi
yang speak up mengenai kelakuannya si
Syahril ini. Yang mana ini diviralkan
oleh salah satu dokter gigi namanya
Mirza. Nah, dokter gigi Mirza ini itu
sangat vokal kalau ada kasus-kasus kayak
gini, Geng. dan dia juga membantu
memviralkan kasus dari priguna kemarin.
Nah, beliau ini mengatakan kalau
ternyata ada seorang pasien yang juga
menjadi korbannya Syahril untuk
pelecehan verbal yang mana ini
berhubungan dengan air susu ibu atau
ASI. Nah, di saat itu ada pasien yang
nanyain ke Syahril apakah ASInya udah
keluar atau belum. Di saat itu si Sahril
ini malah nawarin diri pengen ngeluarin
ASI langsung dari sumbernya, langsung
dari itunya si pasien tersebut. Nah, itu
kan enggak sopan banget, aneh banget
gitu. Dan terus ada yang mengaku juga
mendapatkan perlakuan yang enggak
senonoh ketika diperiksa oleh Sharil
sampai-sampai diajak jalan-jalan.
Padahal si pasiennya ini udah punya
suami. Ya, jelaslah punya suami orang
dia datang ke situ buat meriksa
kandungan, buat meriksa kesuburan, udah
pasti dia punya suami, gitu. Nah,
kemudian ada pengakuan dari pasien yang
mendapatkan chat yang mana isinya itu
godaan dan juga rayuan-rayuan dan dibaca
oleh suaminya langsung. Orang ini sampai
marah-marah, Geng. Dan dia mengancam
bakal melaporkan Syahril. Namun di saat
itu Syahrilnya ya ternyata jauh lebih
pintar gitu. Dia malah ngancam balik.
Dia bilang dia bakal ngebatalin operasi
terhadap si pasien ini kalau sampai
ngadu. Di saat itu e enggak jelas nih
kelanjutannya gimana. Apakah si pasien
ini tetap dioperasi atau enggak? Tapi
menurut gua kayaknya enggak deh. Lalu
pengakuan lainnya menyebutkan kalau
Sahil ini selalu mengirim chat ke
WhatsApp pasien-pasiennya dengan
iming-iming memberikan USG gratis. Tapi
dia ngajak ketemu dengan syarat enggak
boleh bawa siapapun ketika diperiksa.
Nah, kan udah ngarah-ngarahnya tuh ke
hal-hal yang aneh nih. Nah, terus gimana
nih dengan korban yang ada di video yang
viral yang videonya kesebar? Nah, apakah
si korban itu udah ikut melaporkan
Syahril ke polisi atau belum? Nah,
menurut informasi yang gua dapatkan
sampai tanggal 17 April tahun 2025,
Polres Garut belum menerima laporan dari
ee si korban tersebut. Namun pihak
kepolisian mengatakan kalau pihaknya
sudah mendapatkan identitas dari si
korban dan sudah dihubungi. Nah, polisi
di saat itu mengatakan kalau korban
masih berkonsultasi dengan suaminya
serta keluarganya dulu atas usulan untuk
melaporkan si Sahril ini. Dari sini kita
bisa tahu ya, Geng, kalau korbannya itu
enggak satu dua orang tapi udah banyak
banget. Dan ini memang seorang dokter
yang punya kelainan ya kan. Ini aneh
banget ya. Dikit-dikit sakne,
dikit-dikit sakne gitu ya. Cepat banget
naik birahinya. dan pasien-pasiennya itu
mulai dari mendapatkan tindakan tidak
senonoh secara fisik maupun verbal juga
melalui
WhatsApp. Oke, sekarang kita bakal masuk
nih, Geng, ke dalam pembahasan
selanjutnya, yaitu fakta-fakta mengenai
sosok si Syahril ini yang akhirnya
terungkap ke media. Nah, gimana nih
sosoknya? Kita
bahas. Jadi, Geng, profesinya sebagai
seorang dokter kandungan itu membuat
Syahril bisa melakukan aksinya dengan
mudah. Apalagi kan pasiennya itu ya
semuanya perempuan udah pasti. Dan
banyak juga pasien yang datang sendirian
sehingga ya semakin mudah buat dia untuk
melakukan tindakan fantasi aneh dia
tersebut. Dan sekalipun pasiennya
didampingi oleh suami atau keluarga itu
enggak akan ada yang curiga dengan aksi
yang dilakukan oleh Syahril ini. Karena
mereka berpikir itu adalah tindakan
medis dan mereka terkadang juga berpikir
itu memang bagian dari prosedur
pemeriksaan medis yang sudah seharusnya
dilakukan sebagai seorang dokter. Nah,
oleh karena itu mayoritas dari korbannya
si Syahril ini adalah ibu hamil dengan
usia kandungan trimester 2 atau 3. Nah,
trimester 2 itu usia kandungannya antara
13 sampai 27 minggu. Sementara trimester
3 itu usia kandungannya 28 minggu sampai
dengan menjelang persalinan. Nah, lalu
kenapa yang trimester 1 enggak menjadi
incarannya si Sharil? Nah, dikatakan
kalau masih trimester 1 itu belum
dilakukan pengecekan ke arah atas perut
yang dekat dengan dada. sehingga Sahil
tidak memiliki wewenang atau kesempatan
untuk melakukan aksi bejatnya. Nah, jadi
dia enggak bisa ngada-ngada. Terus
apakah aksinya ini selama ini enggak ada
yang tahu? Ya, jawabannya ada, yaitu
istrinya gitu kan. Dan kenapa dari
banyaknya korban ini enggak ada satuun
yang melaporkan si Sahril ini ke pihak
klinik ataupun rumah sakit? Nah,
jawabannya perawat dan staf klinik itu
sebenarnya udah tahu bagaimana kelakuan
dari Syahril ini, Geng. Menurut
pengakuan salah satu mantan asisten
dokter, Syahril ini ya memang bakal
meminta nomor WhatsApp dan kemudian
nge-chat satu persatu pasiennya karena
itu memang fantasinya dia. Dan awalnya
biasanya dia bakal basa-basi dulu, nanya
tempat wisata, kuliner di Garut dan
lain-lain. Nah, lama-kelamaan dia bakal
replay semua status dari
pasien-pasiennya ya. kayak status
WhatsApp gitu di-replay-replay terus
dikasih emote-emote dan dia bakal
nge-chat yang enggak jelas sampai dengan
ya tahap kemerayu si pasien dengan
menawarkan USG gratis. Kalau misalkan
ada pasien yang tergiur dan ya bakal
menjadi mangsanya dia, maka di saat itu
Syahril bakal nyuruh itu pasien untuk
datang ke klinik di jam-jam terakhir di
saat yang udah sepi gitu. Nah, setiap
ada pasien yang datang, Syahril bakal
menyuruh si asistennya untuk pulang
duluan. Dan biasanya itu kalau ada
pasien yang datang untuk diperiksa itu
kan harus daftar dulu tuh di meja admin.
Tapi kalau ada pasien yang spesial nih
yang memang udah jadi targetnya si
Syahril, nah biasanya mereka bakal
dipersilakan untuk langsung masuk ke
ruangan tanpa mendaftarkan diri terlebih
dahulu dengan alasan ya sudah janjian
dengan Syahril. Gila ya. Nah, karena
kelakuannya Syahril ini, Geng, Syahril
sampai dijuluki sebagai dokter centil
karena sering menggoda para pasiennya.
Nah, jadi dari sini kita bisa lihat ya
bahwa sebenarnya apa yang dilakukan oleh
Syahril ini sudah menjadi rahasia umum
dan kabarnya saat ini ya Syahril sudah
berurusan dengan kepolisian dan proses
hukum sedang berlangsung. Jadi kita
tunggu aja nanti proses hukumnya sampai
mana dan apakah dia bakal diadili
seadil-adilnya atau justru ya ada
permainan di belakang ini. Kita enggak
tahu. Nanti kita coba lihat, kita tunggu
hasilnya kayak gimana. Itu dia geng
pembahasan kita hari ini tentang seorang
dokter of Jin yang bernama Syahril yang
ternyata dia ini sangat-sangat eh bulak
gitu ya. Gua balikin ya. Bulca gitu.
Saknean fantasinya kejauhan gitu.
Pasiennya yang lagi hamil bisa-bisanya
dia gitu ya dengan pasien
tersebut. Ini kacau sih. Gimana geng
menurut kalian dengan ya daruratnya
tindakan-tindakan enggak senonoh kayak
gini di negara kita? banyak dari
berbagai kalangan ya yang seharusnya
mereka ini dari instansi atau institusi
yang terhormat tapi malah ya
oknum-oknumnya ini menjatuhkan harkat
dan martabat dari instansi atau
institusi mereka masing-masing. Kacau
banget.