File TXT tidak ditemukan.
Discotheque Collapses Killing Hundreds of People & Artists in the Dominican Republic | JET SET NI...
5oo8OE3vllw • 2025-04-28
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini gua mau cerita nih sebuah
tragedi yang membuat satu negara jadi
berduka. Negara yang sedang bergabung
ini adalah Republik Dominika. Nah,
mungkin kalian familiar dengan nama dari
negara ini karena sempat muncul di salah
satu series Fast for ya kan pernah nih
syutingnya di sana. Nah, ini adalah
sebuah negara yang eksotis, negara
orang-orang Latin. Kejadian ini di awal
bulan April. Jadi di saat itu ada sebuah
insiden yang sangat menggemparkan negara
tersebut yaitu runtuhnya atap sebuah
klub malam alias tempat dugem. Namanya
itu adalah Jetset nama klubnya. Dan klub
malam ini sangat terkenal, Geng, di
negara tersebut. Dan pada hari kejadian
itu sedang ada acara di jetset itu
sehingga kondisinya di saat itu ramai
banget. Tiba-tiba aja di tengah-tengah
perayaan yang seharusnya penuh dengan
sukacita, seketika langsung berubah
menjadi sebuah tragedi yang enggak akan
pernah terlupakan bagi masyarakat.
Karena banyaknya orang yang menjadi
korban jiwa yang jumlahnya mencapai
ratusan orang. Lagi asik-asyik dugem,
lagi tinggi-tinggi ketimpa bangunan. Tuh
kejadiannya. Di antara para korban jiwa
ini salah satunya adalah seorang
penyanyi terkenal asal Republik Dominika
yang bernama Ruby Perez. Dia di saat itu
lagi tampil di perayaan yang
diselenggarakan di jetset ini. Dan atas
kejadian ini ya, bahkan mendiang Paus
Fransiskus yang baru aja meninggal dunia
kemarin juga menyampaikan bela sungkawa
atas insiden ini, Geng. Nah, jadi ini
sebuah kejadian yang cukup viral di saat
itu karena ini adalah kejadian yang
enggak biasa ya. Orang lagi asik-asyik
joget tiba-tiba menemui ajalnya.
Di video kali ini gua bakal membahas
insiden ini, Geng. bagaimana kronologi
kejadiannya sampai dengan detik-detik
ketika atap dari Jetset ini akhirnya
runtuh dan nanti kalian bisa bayangkan
bagaimana mengerikannya. Dan buat kalian
yang misalkan nih ya suka komen-komen,
"Ei, mampus lu masuk neraka." gitu-gitu
ya itu tahan-tahan ya itu tahan-tahan.
Tapi kalau udah enggak tahan itu urusan
kalian gua enggak mau ikut campur. Oke,
nanti gua juga bakal membahas proses
evakuasi dari para korban. Mau itu yang
sudah meninggal ataupun yang berhasil
diselamatkan dari sana. Dan yang gak
kalah pentingnya nih, Geng, apa penyebab
dari atap jetset ini bisa runtuh? Apa
karena ada bencana alam seperti tornado
atau karena bangunan yang sudah tua dan
gak kunjung direnovasi? Untuk bisa
menjawab pertanyaan tersebut, gua bakal
langsung masuk ke dalam pembahasannya.
Nah, langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry.
[Musik]
Geng-geng, kita akan masuk ke dalam
kronologi utamanya ketika atap Jetset
atau e klub malam di Republik Dominika
ini runtuh.
Jadi, Geng, insiden ini terjadi di
sebuah klub malam yang bernama Jetset
yang lokasinya itu di Ibu kota Republik
Dominika, San Domingo. Ketika awal
pembangunan, jetset ini enggak langsung
difungsikan sebagai klub malam, nah tapi
terlebih dahulu dibuka sebagai bioskop
pada tahun 1973. Bertahun-tahun
kemudian, tepatnya di tahun 1994,
bangunan tersebut baru dirubah fungsikan
atau dialih fungsikan menjadi klub malam
dan diberi nama Jetset. Nah, tercatat
nih kalau bangunan yang saat ini sudah
menjadi jetset ini mengalami renovasi
sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2010
dan 2015. Nah, gedung tersebut memiliki
langit-langit setinggi dua lantai di
atas lantai dansa yang terbuka luas.
Kalau di klub malam itu kan pasti ada
pengunjung yang berdiri sama duduk tuh,
Geng. Ya, enggak semuanya e mampu beli
sofa gitu ya. Adik aja yang Kismin gitu
yang datang ke sana gayanya mentereng
tapi pulangnya ke kos-kosan kamar mandi
luar tuh banyak tuh yang kayak gitu tuh.
Jetset ini bisa menampung sebanyak 1000
orang pengunjung yang berdiri nih
kebayang tuh ya yang berdiri 1000 orang,
700 yang duduk. Bangunannya juga udah
dilengkapi dengan AC yang super besar
dan generator listrik di bagian atap.
Sebagai sebuah klub enggak lengkap
rasanya nih kalau enggak banyak lampu
dan sound system kan ya itu emang daya
tariknya di sana gitu. Nah, hal itu
semua ada di jetset dan semua kemewahan
dunia gemerlap ya, tempat dugem itu bisa
kalian temukan di jetset ini saking
mewahnya. Sejauh informasi yang gua
temukan nih, sebelum atapnya rubuh,
jetset ini cuma pernah mengalami insiden
sekali, tepatnya pada tahun 2023 yang
mana ketika itu terjadi kebakaran yang
disebabkan karena petir yang menyambar
generator atap. Cuma pada saat itu
insidennya enggak begitu serius, Geng.
Enggak ada kerusakan bangunan yang
terjadi dan itu semua sudah diperiksa
oleh petugas pemadam kebakaran. Nah,
namun geng hal yang berbeda diungkapkan
oleh insinyur sipil dan arsitek yang
mengatakan kalau atap jetset ini gak
ditopang dengan baik karena hanya
ditopang oleh tiang-tiang sempit yang
berada di sisi-sisinya dan enggak ada e
tiang penyangga di bagian tengahnya.
Insinyur sipil dan arsitek itu merasa
khawatir kalau atap ini bisa saja roboh
cepat atau lambat suatu hari nanti. Nah,
apalagi karena insiden kebakaran tadi
yang menyebabkan betonnya tuh jadi lemah
karena udah kebakar gitu kan akibat
panas api dari kebakaran tersebut serta
adanya mesin-mesin yang berat di bagian
atap. Ya, Republik Dominika ini bukan
yang kayak kota maju-maju bangetlah,
tapi orang-orang di sana itu memang
secara style-nya kelas lah gitu ya. dan
Republik Dominika ini menjadi salah satu
tujuan destinasi wisata para bule ya
kayak Bali atau Thailand gitu, Geng.
Tapi sayangnya ya mereka itu secara
bangunannya arsitektur bangunan di klub
malam yang namanya Jetset ini enggak
diperhitungkan. Nah, jadi ditaruhlah ada
sound system alat-alat yang berat banget
tapi enggak pernah diukur tuh kekuatan
dari bangunannya ya. Ditambah dengan
ribuan orang yang masuk ke sana. Terus
kan terjadi getaran dari sound system
juga. itu kan bisa membuat struktur
bangunan juga ikut bergetar sehingga
menambah resiko atapnya jadi runtuh. Ya,
kita contohin aja kayak sound Horek nih.
Sound Horex di Indonesia ya, di apa,
Jawa Timur sana. Kita bisa lihat ketika
sound tersebut menggelegar ya, rumah
orang itu bisa rontok, kaca bisa pecah,
kaca mobilnya bisa pecah. Nah, itu
adalah salah satu efeknya, dampaknya.
Dan siapa sangka, Geng, kekhawatiran
tersebut ternyata benar-benar terjadi.
Insidennya semuanya berawal pada tanggal
7 April tahun 2025 di Jetset. di saat
itu sedang ada sebuah acara musik atau
lebih tepatnya ya bisa dikatakan konser.
Musiknya itu adalah musik merengge. Ee
tulisannya tuh merengue, bacanya tuh
merengge. Nah, musik merengge ini adalah
salah satu genre musik yang berasal dari
Republik Dominika ini, Geng. Dan di
Jetset sendiri ada sebuah perayaan yang
disebut dengan Jetset Monday, yaitu hari
di mana para musisi merengge akan
bermain di jetset setiap minggunya. Dan
pada saat itu ada seorang penyanyi yang
bernama Ruby Perez. Dialah yang bakal
naik panggung. Dan sedikit cerita
tentang background si Ruby Perez ini,
Geng. Jadi, dia ini adalah seorang
penyanyi yang memulai karirnya itu di
tahun 1987. Lagu-lagu dia di saat itu
langsung populer dan ketika itu bahkan
ada lagu dia yang sampai masuk ke tangga
lagu Billboard. Nah, atas karya-karyanya
dia ini, Robi itu sampai menang
Cassandra Award di dalam kategori
orkestra of the year dan merenge of the
Year. Di Venezuela, dia ini menang album
emas dan platinum pada tahun 1988 dengan
album solo pertamanya yang berjudul
Buscando Tusbos. Jadi memang bisa
dikatakan kalau di negaranya Ruby Perz
ini sangat terkenal, gila banget. Dan
pada saat itu banyak orang yang rela
datang ke jetset untuk nonton
performance-nya dia. Nah, jadi kebayang
ya di jetset itu bisa menampung ribuan
orang kan. Di saat Ruby Peres ini
datang, otomatis banyak yang datang di
saat itu. Pada ngumpul semua di sana.
Pengin party, pengin mabuk, pengin
ketemu teman-teman, have gitu. Nah,
menurut informasi dari media lokal, ada
sekitar 500 sampai 1000 orang yang
datang ke sana. Dan yang datang bukan
cuma orang biasa, Geng. Tapi ada banyak
musisi, atlet, sampai pejabat
pemerintah. Dia naik panggung sekitar
jam 09.00 malam. Namun, dia baru nyanyi
atau perform sekitar jam 11.50 malam
waktu setempat.
Di saat itu, Geng, di tengah-tengah
pertunjukannya dia, kira-kira sejam
setelah konser dimulai, atap jetset di
saat itu enggak langsung roboh. Awalnya
baru debu dari langit-langit yang mulai
jatuh ke dalam minuman para penonton.
Jadi, kayak gimana sih? Kalau di TV itu
kayak adegan gempa gitu. Orang-orang
tiba-tiba kayak ngelihat gelasnya goyang
terus, "Loh, kok banyak debu nih turun
gitu."
Dan di saat itu belum ada yang sadar
kalau itu debu berasal dari material
bagian atap yang jatuh karena retak.
Mereka pikir itu cuma debu biasa karena
kan kotor atau segala macam lah. Jadi
enggak ada yang menghiraukan debu itu di
minuman mereka dan enggak menganggap hal
tersebut adalah hal yang serius yang
mana itu harusnya menjadi kesempatan
buat mereka bisa menyelamatkan diri.
Beberapa menit kemudian setelah itu
debu-debu material yang jatuh itu
semakin banyak dan udah mulai ada
beberapa orang yang aware kalau ada yang
gak beres dengan gedung tersebut dan
mereka langsung menjauhi ruangan itu.
Nah, tapi sayangnya terlambat secara
tiba-tiba dan mendadak bagian
langit-langit ruangan tersebut rubuh
seketika dan menimpa penonton yang
berada tepat di bawahnya. Sempat ada
pengunjung yang memvideokan detik-detik
ketika langit-langit bangunan tersebut
rubuh. Kalian bisa lihat sendiri betapa
mengerikannya momen di saat itu.
[Musik]
Dan pasca insiden tersebut di jam 1244
dini hari waktu setempat sistem
emergency call dari negara tersebut
yaitu 911 menerima panggilan dari 102
panggilan. Gila enggak tuh? 102 orang
yang nelepon 911 untuk mengirimkan
bantuan ke jetset. 2 menit kemudian di
jam 12.46 dini hari waktu setempat
Gubernur Monte Christi namanya itu
adalah Nelsy Cruz. Nah, dia menelepon
Presiden Republik Dominika yang bernama
Louis Abineder. Dia di saat itu di dalam
telepon cruise ini bilang tolong
kirimkan semua orang serta ambulans ke
klub malam Jetset karena memang klub
malam ini terkenal gitu. Dan ternyata
cruise ini berada di lokasi kejadian
ketika insiden tersebut terjadi. Dia
lagi party. Dan 90 detik setelah
panggilan pertama ke 911 diterima,
polisi langsung tiba di jetset dan
dilanjutkan dengan kedatangan unit
penyelamat yang datang 8 menit setelah
911 menerima panggilan. Pihak berwenang
menerjunkan sebanyak 25 personil
tentara, 7uh tim pemadam kebakaran,
serta 77 ambulans. Dan untuk menunjang
proses evakuasi, tim penyelamat juga
mengerahkan anjing pelacak, kamera
termal, dan juga puluhan peralatan
khusus. Nah, jadi aduh merinding deh.
Ngelihat kasusnya, gua jadi ingat kasus
kebakaran Glodok Plaza enggak sih?
Orang-orang lagi tinggi, lagi joget,
lagi ah lagi pokoknya gak sadar deh,
pokoknya lupa dunia gitu. Tiba-tiba
dihantem sama batu, pang dihantem sama
semen. Kalau yang ini kan kebakar, kalau
ini kan kehantem gitu. Sebegitu
mengerikannya, Geng. Kebayanglah. Nah,
jadi itu dia kronologi ketika atap di
jetset itu runtuh, Geng. Nah, terus,
Geng, bagaimana nasib dari para
pengunjung yang berada di sana? Sekarang
kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan
evakuasi mereka serta pengakuan dari
korban yang selamat.
Nah, jadi geng setelah menerima
panggilan, tim penyelamat langsung
bergerak cepat tuh untuk bisa masuk ke
dalam jetset dan mengevakuasi para
pengunjung yang terjebak di dalam. Nah,
ketika proses evakuasi pertama, tim
evakuasi itu bilang kalau sedikitnya ada
13 orang yang tewas dan lebih dari 70
orang itu mengalami luka sangat parah.
Ada yang patah-patah, ada yang sampai
ininya robek. Wah, seram banget. Hingga
pada sore hari, pada tanggal 8 April
jumlah korban itu meningkat menjadi 59
orang yang tewas. Awalnya kan 13 tuh.
Nah, banyak korban yang berjatuhan
ketika itu membuat ratusan orang di
berbagai pusat di S domingo berinisiatif
buat datang ke pusat donor. Mereka di
saat itu ya simpatilah sama para korban.
Nah, di sana mereka kompak banget.
Mereka beramai-ramai itu untuk
mendonorkan darah supaya bisa membantu
proses pemulihan para korban. Keren
banget ya negara orang ya. Kayaknya
kalau di negara kita enggak seperti itu
yang terjadi ya. Yang ada tuh dijulitin
kalau enggak direkam-rekam terus
disebar-sebarin. Nah, terus Geng kabar
mengenai insiden ini pun menyebar dengan
cepat dan orang-orang yang khawatir
terhadap keselamatan orang terdekat
mereka atau yang takut gitu ada
keluarganya yang jadi korban di sana.
yang diketahui di saat itu kan eh banyak
orang yang sedang mengunjungi jetset ini
ya gara-gara ada si penyanyi terkenal
tersebut dan akhirnya hal tersebut
membuat ya warga di sana
berbondong-bondong untuk datang dan
saking padatnya menghalangi akses
ambulans untuk bisa masuk ke jetset itu.
Sempat terganggu lah sehingga pihak
berwenang itu harus menertibkan mereka
ya mau nolong keluarga mereka pakai
ambulans malah merekanya yang
menghalangi. Bukan menghalangi sih
secara otomatis ya terhalang gitu karena
mereka ramai banget. di akhir pencarian
ya karena terlambat nih untuk dievakuasi
gara-gara macet, gara-gara padat banget.
Nah, pihak berwenang mengumumkan bahwa
jumlah korban yang meninggal dunia sudah
mencapai 98 orang. Yang mana itu sampai
jam 3.00 sore tim evakuasi enggak
menemukan lagi korban yang selamat.
Jadi, korban yang selamat tuh udah
diungsikan. Nah, sisanya itu yang
meninggal. Ada yang meninggal baru
ditemukan di sana, ada yang meninggal
setelah diselamatkan terus di rumah
sakit tewas gitu. Tapi menurut informasi
dari media lain yang gua temukan nih,
tim evakuasi sempat menemukan korban
terakhir yang selamat itu pada sore
hari. Dia tertimbun gitu. Kabarnya sih
kayak gitu, tapi e enggak jelas gitu ya
namanya siapa, ditemukannya kayak
gimana, itu enggak jelas. Tapi dikatakan
ada korban terakhir satu orang.
Setelah itu, Geng, proses evakuasi
dilanjutkan besoknya di tanggal 9 April.
Dan di saat itu didatangkanlah tim
penyelamat dari Purto Rico dan juga
Isriwel. Nah, jadi pihak Isriwil juga
datang terbang ke sana untuk ngebantu
karena memang kan ini negara yang ya
cukup pro lah ke mereka. Nah, di saat
itu dicarilah korban yang selamat dan
terluka karena tertimbun e reruntuhan
dan agak susah untuk dicari. Dan di hari
itu jumlah korban yang ditemukan
bertambah lagi. Dari 98 orang yang tadi
gua bilang, kalian bayangkan, geng.
Bertambah hampir dua kali lipat, yaitu
menjadi 184 orang.
Gila enggak tuh? Di sisi lain semakin
banyak orang yang datang ke rumah sakit
dan juga lembaga forensik karena mereka
ingin mencari kerabat mereka baik yang
masih hidup maupun sudah meninggal. Nah,
singkat cerita pada malam harinya
pemerintah itu mengumumkan akan beralih
ke fase pemulihan yang difokuskan kepada
penemuan jenazah. Jadi tim evakuasi
enggak akan mencari korban yang selamat
lagi, Geng. Karena menurut pemerintah
dalam kondisi kayak gini seharusnya
enggak mungkin lagi ada yang selamat.
Walaupun tertimbun ya enggak mungkin
selama itu dia bisa selamat ya tertimbun
masih hidup masih bisa bernafas tapi
karena udah kelamaan kayaknya udah tewas
gitu. Pernyataan tersebut sempat menuai
kritikan bagi banyak pihak terutama dari
pihak keluarga yang di saat ini masih
mencari kabar dari kerabat mereka yang
mana kondisinya enggak tahu tuh masih
hidup atau enggak. Nah, permasalahannya
tuh gini, Geng. Kalau sistem
pencariannya itu masih memfokuskan pada
korban yang kemungkinan selamat,
otomatis itu akan memperlambat proses
evakuasi. Karena kenapa? ya karena cara
kerjanya itu harus pelan-pelan ngangkat
satu batu, ngangkat dua batu gitu siapa
tahu masih ada yang selamat cuma patah
badannya atau apa gitu. Nah, itu akan
memperlambat. Tapi kalau misalkan nih
proses evakuasinya tidak berfokus pada
yang selamat lagi karena udah dianggap
udahlah ini udah meninggal semua, nah
maka proses evakuasinya tuh bakal pakai
beko ya kan dikerok gitu diangkat pakai
alat berat yang otomatis kalau masih ada
yang hidup maka bakal meninggoi di saat
dievakuasi itu ada yang kegencet ada
yang kena itu pahamlah ya maksud gue ya
bahasa simpelnya kayak gitu. Nah, itu
perbedaan SOP dari pemerintahnya. Kalau
udah dikatakan udah sistem pencariannya,
pencarian korban yang tidak selamat,
anggaplah mereka sudah meninggal semua.
Nah, itu bakal lebih cepat evakuasinya.
Kurang lebih kayak gitu. Tapi justru ya
pihak keluarga dari korban-korban ini
enggak setuju. Siapa tahu masih ada
harapan buat keluarga mereka masih hidup
gitu kan. Nah, dan mereka pun di saat
itu masih berharap kalau kerabat mereka
bisa ditemukan dalam keadaan yang
selamat dan mereka yakin kalau masih ada
harapan atau masih ada yang berjuang
untuk bisa tetap hidup di bawah
reruntuhan itu. Nah, walaupun ada juga
yang pasrah ya karena mengingat kondisi
berhari-hari sudah tertimpa reruntuhan
kecil kemungkinan mereka untuk bisa
bertahan hidup di bawah itu. Nah, kalau
kalian nih geng kalian nih ya misalkan
ini adalah anggota keluarga kalian,
kalian lebih yakin mana? Yakin keluarga
kalian itu sudah tewas atau masih hidup?
Coba deh tinggalkan komentar di bawah.
Terus, Geng, keesokan harinya tim
evakuasi kembali melakukan evakuasi
lagi. Menjelang siang hari, Direktur
Operasi darurat yang bernama Juan Manuel
Mendengumkan
bahwa kru sudah selesai dalam proses
mencari korban dan kemungkinan orang
yang selamat. Nah, mereka menjalankan
evakuasi itu terus-menerus selama 53
jam. Nah, dianggap selesai itu cash
close gitu. Nah, ketika mengumumkan hal
itu, Mendz ini sampai nangis, Geng.
menyebutkan bahwa ini adalah tugas
paling sulit yang pernah dialami selama
20 tahun terakhir.
Concluimos
lafil
que he tenido
durante 20 años al frente del centro de
mi culpa.
Otoritas setempat memindahkan mesin
berat, mengemas peralatan mereka, dan
meminta warga yang tinggal di sekitar
sana untuk dipindahkan sementara waktu
saat tim evakuasi melakukan pengasapan
pada bangunan jetset. Di hari itu tim
evakuasi itu berhasil nyelamatin
sebanyak 189 orang dari reruntuhan dalam
kondisi masih hidup. Yang mana ini
berbeda dari perkiraan pemerintah kalau
enggak mungkin ada korban yang selamat.
Nah, jadi ternyata masih ada yang
ditemukan selamat dan pada tanggal 11
April orang-orang masih berkumpul di
rumah sakit dan lembaga forensik untuk
mengetahui keberadaan dari kerabat
mereka atau sanak famili mereka yang
masih belum diketahui. Nah, mereka di
saat itu nuntut supaya pemerintah segera
menemukan keberadaan dari kerabatnya
ini. Dan di lembaga forensik disediakan
sebuah layar yang menunjukkan nama-nama
korban dalam berbagai warna. Jadi, kan
orang-orang berkerumunan tuh ini udah
kayak bencana alam kayak tsunami atau
apa ya, air bah gitulah, Geng. Padahal
ini adalah musibah runtuhnya sebuah klub
malam atau tempat dugem. Nah, mereka tuh
ngelihat tuh di layar TV nama-namanya
dicek sudah meninggal apa belum, selamat
atau enggak gitu. Jadi, ya begitulah
cara mereka memastikan sanak famili
mereka masih hidup atau enggak.
Nah, di saat itu perbedaan warna dari
nama-nama korban ini itu ee ada
penjelasannya. Yang berwarna hitam itu
berarti jenazah sudah siap tapi belum
ada yang mengambil. Sementara yang
berwarna hijau berarti keluarga korban
sudah mengidentifikasi mereka. Untuk
bisa mengembalikan jenazah itu kepada
keluarga, pejabat pemerintah meminta
supaya anggota keluarga menyerahkan
dokumen resmi dari korban sebagai data
pemerintah. Misalkan kayak kakak gitu.
Bukti kalau itu emang keluarga mereka
itu harus diserahkan. Berdasarkan
keterangan dari sejumlah pejabat korban
tewas di dalam insiden ini, itu
bertambah lagi naik ya. Setelah tadi itu
sekitar 180 sekian, tiba-tiba dapat info
lagi naik menjadi 221 orang yang salah
satunya adalah Nelsy Cruz, gubernur
provinsi Monte Christi dan adik dari
Nelson Cruz yaitu mantan bintang
baseball. Dia berhasil dievakuasi dan
langsung dibawa ke rumah sakit untuk
mendapatkan perawatan. Tapi sayangnya
sesampainya di rumah sakit, Cruz ini
meninggal dunia. Kemudian ada juga atlet
baseball yang bernama Octavio Dotel.
Nah, dia bermain untuk 13 tim baseball
termasuk match klub baseball asal New
York dengan posisi sebagai pitcher. Nah,
piter itu yang ngelempar bola, Geng.
Nah, dotel ini ditemukan tertimpa
reruntuhan dan ditarik dari reruntuhan
tersebut oleh tim penyelamat. Namun
ketika dia dalam perjalanan menuju ke
rumah sakit, Dotel ini meninggal dunia.
Nah, klubnya dia yaitu Mat itu
mengheningkan cipta untuk Dotel sebelum
pertandingan mereka dilangsungkan.
Selain Dotel, di saat itu ada lagi atlet
baseball lain yang juga menjadi korban,
yaitu yang bernama Tony Blanco. Nah,
Tony Blanco ini main untuk Washington
Nationals dan juga bermain untuk Jepang
dan Republik Dominika. Nah, jenazah
Dotel dan Blanco ini ditemukan pada
tanggal 8 April dalam kondisi yang
mengenaskan, Geng.
Terus kalian pasti penasaran gimana
nasib si artis. Dia yang membuat klub
ini jadi ramai kan. Dia datang ke sana
karena penampilan dia yang spektakuler
orang-orang berkumpul yaitu si Robi
Perez. Nasibnya dia sama geng. Dia juga
meninggal dunia di dalam insiden
tersebut. Selain Peres, ada pemain
saksofon dari grupnya ikut menjadi
korban. Putri dari Peres juga yang
bernama Zulinka yang juga berada di
Jetset itu tertimpa reruntuhan. Tapi
untungnya dia selamat dari kejadian itu
karena dia sadar ada yang enggak beres
dengan bangunan jetset ini. Sehingga dia
memutuskan untuk menjauh dari sana. Nah,
jenazah Peres itu baru ditemukan pada
tanggal 9 April. Pemerintah di saat itu
sampai mengadakan peringatan belah
sungkawa untuk peres di teater nasional
Eduardo Brito San Domingo yang dihadiri
oleh ratusan orang ketika itu termasuk
dengan presiden yaitu Louis Abinadir dan
juga bintang merengge yaitu Juan Louis
Guera. Ketika peti jenazah dibawa ke
mobil jenazah, orang-orang yang hadir di
dalam pemakaman tersebut melepas balon
yang berwarna putih dan menyanyikan lagu
yang berjudul Fol Ferry, yaitu lagu dari
si peres tadi. Penghormatan terakhir
juga diunggah di akun Instagram miliknya
dia ya. Di saat itu komenannya banyak
banget sampai hampai ribuan lah. Korban
tewas lainnya adalah desainer yang
bernama Martin Palanko. Dia ini dikenal
merancang desain untuk Dedy Yankee dan
juga Sergio Vargas serta Presiden
Republik Dominika yaitu Louis Abinader.
Nah, jadi banyak orang-orang penting
yang tewas di dalam kejadian ini. Nah,
terus ada silan warga negara Amerika
Serikat yang ikut menjadi korban. Dan
menurut informasi dari Departemen luar
negeri Amerika Serikat, di saat itu ya
korban-korban sudah dibawa pulang. Dan
ada juga penduduk tetap Amerika atau
yang memiliki green card yang menjadi
korban namun enggak disebutkan
identitasnya secara spesifik ee dan
jumlahnya ada berapa.
Terus, Geng, di dalam kejadian ini ada
kesaksian yang diberikan oleh salah satu
korban yang berhasil selamat. namanya
itu adalah Patricia Ovayes. Nah, dia ini
cerita apa yang dia alami ketika dia
terjebak di dalam reruntuhan bersama
dengan jasad-jasad selama hampir 6 jam.
Kebayang tuh ya, misalkan kayak daps
kalian terjebak di dalam runtuhan,
kalian lihat kiri kanan mayat mayat
gimana k dia menghadap ke muka kalian
gitu. Eh, gua enggak kebayang. Seram
banget. Dan di saat itu dia sempat
ngedengar ada handphone yang bunyi. Dan
handphone tersebut adalah milik
seseorang yang udah tewas di sebelahnya.
Iya, itu kayaknya keluarganya yang
nelponelular
son
mu
dan tangan mayat itu tergeletak di atas
tangannya Patricia dan dia bisa tahu
orang tersebut udah meninggal karena
cahaya dari handphone-nya dia itu
langsung kena ke wajah tuh orang jadi
langsung kelihatan itu orang udah enggak
bernyawa lagi. Nah, singkat cerita
Patriia ini coba nih cari tuh handphone
di bawah reruntuhan itu kan. Akhirnya
dia dapat tuh handphone yang masih nyala
dan dia langsung pakai itu handphone
untuk nelepon pasangannya atau pacarnya.
Dia berpesan untuk tolong lindungi
anaknya dan jangan beritahu apapun
mengenai kondisi dia karena dia enggak
mau anaknya tahu. Dia juga minta tolong
lindungi ayah saya dan ibu saya. Katanya
benar-benar dramatis, Geng. Dan bahkan
ketika itu Patriia mengaku sudah pasrah
kalau dia harus meninggal di sana. Sebab
dia enggak mau anaknya ngelihat dia
meninggal dunia. Selain itu, Patriia
juga ingat kalau dia mendengar banyak
orang yang menangis minta tolong yang
masih selamat dan terjebak di bawah
sana. Terus, geng, si Patria ini juga
ingat. Jadi sempat ada momen ya sebelum
itu semua runtuh itu tiba-tiba ada air
hujan yang turun terus langsung
ngebasahin lantai sebelum atap itu
runtuh. Dan dia sempat ngelihat Ruby Pes
nih, Geng. Peres ini bilang kalau air
hujan yang turun itu pasir katanya. dan
peres menutupi wajahnya dia untuk
ngelindungi diri. Nah, putrinya si peres
atau anaknya si peres yang namanya
Zulinka itu bilang ke ayahnya untuk,
"Dudah, pergi aja, ini ada yang aneh
gitu." Nah, tapi si peresnya itu enggak
mau pergi, Geng. Dan dia tetap pengen
nyanyi dan ya kita sudah tahu ya
bagaimana akhirnya atap jetset itu pun
rubuh padahal udah ada tanda-tandanya.
Dan gak cuma Patriia di saat itu ada
seorang presenter berita dari media
noticias telemikro yang bernama Elianta
Quintero. Dia termasuk salah satu di
antara korban yang selamat. Namun dia
ini menderita banyak luka di sekujur
tubuhnya sehingga harus mendapatkan
perawatan intensif di rumah sakit.
Terus, Geng, di tengah-tengah insiden
kayak gini nih, masih ada aja, Geng,
yang mencoba untuk mendapatkan
keuntungan, mencari kesempatan di dalam
kesempitan. Nah, orang ini bernama
Rafael Rosario. Dia ini ngaku ikut
membantu tim evakuasi untuk
menyelamatkan para korban termasuk
dengan Kento tadi. Nah, serta 11 orang
lainnya. Dia ngaku-ngaku nih. Karena
aksi heroiknya tersebut, Rosario ini
sampai diundang ke Noticias Telemikro
dengan kondisi tangan kirinya yang
mengenakan perban dan berinteraksi
dengan Quentero yang masih di dalam
perawatan. Quintero di sana itu sampai
terharu tuh ngucapin terima kasih kepada
si Rosario ini karena tanpa dia mungkin
Quintero ini ya gak selamat gitu. Setiap
diwawancara Rosario ini bilang tangan
kirinya itu mengalami cedera ketika
menyelamatkan banyak orang yang terjebak
di dalam reruntuhan jetset. Karena
inilah Rosario dianggap sebagai pahlawan
gitu bagi banyak orang di sana serta
keluarga dari para korban. Tapi pada
akhirnya ini ada hal konyol yang
terungkap ketika pihak berwenang
mengincar pihak-pihak yang berupaya
untuk mendapatkan keuntungan dari
insiden ini. Termasuk dengan Rosario
ini. Dia ditangkap. Nah, barulah di situ
ketahuan kalau keberadaan dia di jetset
karena dia dibayar oleh pihak tertentu.
Nah, dia mau-mau aja karena dia enggak
punya kerjaan. Nah, lalu tangan kirinya
itu diperban. Itu bukan disebabkan
karena dia cedera setelah menolong para
korban, tapi itu luka dikarenakan luka
tembak yang dia derita sejak bulan
Februari. Jadi dia itu apa ya? Bohong
supaya dapat untung, supaya dapat
popularitas gitu. Ada-ada aja gitu, Geng
ya.
[Musik]
Terus, Geng, yang menjadi pertanyaan
bagi banyak orang, gimana bisa sebuah
klub malam yang sering didatangi oleh
banyak orang, termasuk orang-orang
penting nih, itu bisa mengalami insiden
semengerikan ini. Harusnya kan ada apa
ya, kayak quality control-nya, dicek
dulu tuh bangunannya, pasti ada
renovasi-renovasi kecil. kok bisa
seasal-asalan ini gitu. Nah, sekarang
kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam
pembahasan mengenai penyebab runtuhnya
atap Jetset.
Jadi saat ini, Geng, memang pemerintah
Republik Dominika udah membentuk komisi
yang terdiri dari para ahli untuk
mengidentifikasi kemungkinan penyebab
runtuhnya atap jetset ini. Sementara
penyelidikan berlangsung, pemilik jetset
ini yaitu Antonio Esilat itu memberikan
eh informasi atau klarifikasi mengenai
kondisi dari bangunan jetset ini dalam
wawancara dia di salah satu program
media Telesistema Dominicano namanya. Di
wawancara tersebut, Es Pilot ini bilang
kalau keluarganya udah mengoperasikan
gedung ini sejak sekitar 30 tahun
lamanya. Jadi usaha turun-temurun. Nah,
sejak saat itu kata dia enggak pernah
ada insinyur atau arsitek atau otoritas
yang berasal dari negaranya yang pernah
melakukan peninjauan struktural. Dia
bisa ngaku kayak gitu dengan jujur.
Padahal ya kalau dipikir-pikir itu kan
salah satu kewajiban dia tuh dan dia
mengakui kesalahannya ada di sana. Nah,
tapi Es Pilat ini bilang petugas pemadam
kebakaran dan pejabat kota sebenarnya
udah periksa masalah keselamatan dasar
dan perizinan usahanya dia itu gedung
tersebut. Dan Esat ini juga bilang ee
bukan hal yang biasa gitu ya bagi
bisnis-bisnis di daerah tersebut untuk
menjalani inspeksi struktural. Jadi
memang enggak banyak adanya pemeriksaan
struktural ee apa terutama untuk
gedung-gedung di sana karena memang ya
balik lagi untuk membangun izin ya untuk
membuat izin buka usaha di sana pakai
duit juga. Jadi banyak juga yang
korup-korupnya. Dicek mah enggak gitu.
Ya udah dikasih aja izinnya yang penting
bayar. Makanya terjadi hal kayak gini.
Nah, Spilet juga bilang ada enam
pendingin udara yang berada di atap
bangunan tersebut. Dan selama puluhan
tahun pendingin udara atau AC ini sering
bocor ke panel langit-langit yang kadang
menyebabkan hal itu jadi rapuh sampai
jatuh gitu. Nah, kalau udah begitu maka
karyawan jetset lah yang bakal mengganti
bagian yang rusak. Jadi dibenerin sama
karyawannya aja. Dan itu juga dilakukan
ketika malam terjadinya insiden. Bukan
dicek pasi hari sebelum beroperasi.
Enggak. Pas sudah kejadian baru
dikerjain. S Pilot juga udah menyewa
perusahaan untuk bisa menangani
pendingin udara ini yang bocor. Nah,
namun kayaknya belum ada perubahan. Nah,
masih belum jelas apakah pendingin udara
yang bocor ini ada hubungannya dengan
atap yang roboh. Ya, siapa tahu ini yang
bikin rapuh. Nah, Espilat ini bilang dia
bakal bekerja sama kalau ada yang
membutuhkan informasi mengenai gedung
tersebut. Dan keterangan Spilat di dalam
wawancara tersebut justru menuai
kritikan. Ya jelaslah kenapa bisa
karyawan jetset yang disuruh untuk
perbaikan bukan langsung memanggil ee
ahli yang memang benar-benar di
bidangnya. Apalagi setelah tahu kalau
ternyata gedung itu enggak pernah
dilakukan pemeriksaan karena sudah
seharusnya udah berpuluh-puluh tahun
sebagai pemilik gedung Espilat ini
periksa tuh struktur bangunannya
walaupun itu ya mungkin agak sedikit
ngabisin uang. Nah, karena hal ini
sebagai upaya untuk menjamin keselamatan
orang-orang yang berada di dalam
bangunan dan spekulasi pun akhirnya
bermunculan kalau memang bangunan jetset
ini udah rapuh dan enggak pernah ada
inisiatif dari si pemiliknya untuk
merenovasi. Nah, meskipun begitu pihak
berwenang bilang masih terlalu dini
untuk menentukan penyebab runtuhnya atap
itu. Ya, lagi-lagi geng pemilik Jacket
kan duitnya banyak. Jadi gimana ya?
Penegak hukumnya juga enggak bisa
berpihak kepada masyarakat sepenuhnya.
jadi kayak dilindungi gitu. Dan sejauh
ini informasi yang gua dapatkan
pemeriksaan masih berlangsung. Jadi kita
tunggu aja nanti bagaimana perkembangan
selanjutnya. Nah, itu dia geng
pembahasan kita hari ini mengenai
runtuhnya atap dari sebuah klub malam
atau tempat dugem yang bernama Jetset di
Republik Dominika yang korbannya udah
kayak korban bencana alam. Gimana, Geng,
menurut kalian? Apa opini yang bisa
kalian utarakan di kolom komentar?
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:28 UTC
Categories
Manage