KORB4N PEKERJA SCAM MYANMAR ! LEBIH SERAM DARI PENJUALAN ORG4N KAMBOJA !
Oj7qQO1mpWA • 2025-04-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Tapi enggak enggak ngelaluin jalur
imigrasi yang orang-orang pada umumnya
tuh ngelalui. Cuman kayak sekedar
formalitas enggak enggak kayak
diperiksain enggak apa. Oh iya iya.
Ini di Soekarno Hata nih. Iya di
Soekarno. H dari awal dijanjikan kerja
bukan seperti ini katanya kan. Ini sama
aja nipu orang lain dong katanya. Iya
iya iya. Nah si Cina ini enggak mau tahu
kan ya kamu mau kerja atau kamu mau gitu
doang pilihannya. Setelah dia jual semua
gimana dia masih nge-chat? masih
nge-chat, "Sayang, gimana aku mau jual
ginjal tidak laku,
katanya. Enggak ada yang mau di
negaraku," katanya. Dia mau jual ginjal
buat si cewek itu. Cuman di perusahaan
saya enggak ada itu istilah dipulangin.
Karena leader saya pun bilang, "Tuhanmu
aja enggak bisa jemput di sini."
[Musik]
Ee permisi, Pak. Eh, kami
dari warga Indonesia kami sudah pernah
kena kena sekarang sekarang ini kena
tipu. Sekarang kami di perbatasan e
Thailand sama Myanmar. Ya, menurut
Menkopolka Budi Gunawan, ratusan WNI
korban scaming ini mengalami kekerasan
fisik.
Brother, siapa namanya gua? Hadi. Hadi.
Hadi Handyo. Hadi Handyo. Lu asli mana?
Asli Jakarta. Oh, Jak. I memang asli
orang Jakarta. Iya, asli orang Jakarta.
Betawi? Enggak apa ada e Jawa. Jawa? Oh,
dari Jawa. Tapi lahir besar sini ya?
Besar tapi kayak Chinese lu ya. Gua
ngelihat gua kira orang Chinese dari
almarhum. Oh, almarhum. Memang ada
turunannya? Iya ada. Oh, gitu. Lu
tinggal di mana? Di Jakarta. Di Jakarta
di Tanjung Periuk. Wus. Daerah keras
tuh. Tanjung Beriuk ke mana ya? Di Dewa
Kembar. Perumahan Dewa Kembar. Oh,
perumahan Dewa Kembar. Bukan yang itu
tuh, mambo. Gua kan sering dengar tuh,
Gang mambo, gang apa yang rumah pitung.
Oh, itu beda ya? Iya, dekatdekat. Oh,
itu dekat dekat dari rumah Pitung. Dekat
yang sering tawuran kan. Iya. Lu lu
pernah nih ngikut tuh enggak? Masa sih?
Enggak yakin gua. Periuk boy. Masa iya
orang Periuk enggak kita di rumah aja.
Ini sekarang apa kegiatan? Belum ada
sih, baru selesai gitu. Oh, iya. Ini bar
berarti ini ceritanya baru banget. Baru
banget. Kira-kira berapa ini? Baru
berapa lama lu bebas dari itu? Kita tiba
baru sebulan yang lalu. Setengah bulan
malah. Serius? I ini berarti lagi masa
lu bersyukur banget nih ya. Iya. Masih
kayak mimpi gitu bisa selamat dari itu.
Iya. Masih bisa bisa lihat negara
sendirilah. Bisa lihat negara sendiri.
Iya iya iya iya. Gua tuh sebenarnya udah
berapa kali kan ee ngebahas
tentang ee Kamboja sebenarnya yang gua
bahas tuh Kamboja sebenarnya ya. Kenapa
Kamboja? Karena kan yang memang
orang-orang eh apa ya? Yang memang
orang-orang spotlight selalu
tentang ee negara yang beberapa ini kan
ada Kamboja, Myanmar, Thailand gitu kan
pasti tuh nama-nama yang selalu
dikaitkan kan. Yang paling sering tuh
Kamboja karena judul kan. Iya. Nah,
Elunya sendiri tuh di Kamboja atau
gimana? Di Myanmar. Oh, lu Myanmar. Iya,
Myanmar. I Myanmar, Kamboja tuh dekat
enggak sih? Lumayan. Tapi bisa jalur
darat. Bisa jalur darat? Iya.
Dan elunya sendiri
ee di daerah Myanmarnya karena gini, gua
pernah bahas tuh nama daerah namanya
Swoko. Iya. Swekoko itu kayak, maaf ya,
ini bukan nyaman-nyamain ya, Teman-teman
ya. Jadi kayak di Jakarta tuh ada pik
daerah khusus gitu orang-orang kaya di
sana yang kebanyakan tuh ee masyarakat
Tionghoa gitu yang tinggal yang
teman-teman kita yang Chinese gitu. Tapi
kalau PIK kan emang daerah maju yang
dikhususkan untuk menengah ke atas. Nah,
kalau Su Koko itu yang gua baca dia itu
daerah khusus tapi untuk hal-hal yang
berbau-bau perjudian, ilegal dan bahkan
itu mereka tuh di kayak negara di dalam
negara gitu. Nah, kalau lu sendiri tuh
di Myanmar di mana ya? Di Kyokat itu
beda dari suatu itu. Iya. Ini ee bisa
dibilang kayak dia konflik gitu. Masih
konflik. Oh, daerah konflik di Iya. Di
dalam negaranya sendiri.
Tapi dia bagian dari Myanmar. Bagian
dari Myanmar. Dia asli orang Myanmar
juga, bahasa Myanmar. Heeh. Dia pakai
bahasa Burma. Bahasa Burma. Oke. Oke.
Jadi kita itu komunikasi paling kalau
minta tolong lewat translate sih.
Translate-nya pakai apa? dari handphone
si Myanmar itu. Oh, oke oke. Ini mungkin
eh kita langsung mulai obrolannya aja
lah ya. Ini kan lu ini adalah salah satu
korban I TPPO. Iya benar. perdagangan
orang, perdagangan manusia.
Dan lu itu berangkat dari Jakarta ya?
Dari Jakarta ke Myanmar. Boleh lu
ceritain dong gimana awalnya lu kenapa
bisa kejebak di dalam? Ya, awalnya itu
saya nyari lowongan biasa anak muda kan
pengin ke luar negeri lah. Oke. Umur
berapa sih? Umur 25. Saya 25. Oke. Terus
jadi saya nyari lowongan di Facebook
kayak kita nyarinya di restoran. Nah,
dia nawarin jadi asisten koki.
Oke. E habis itu udah video call terus
disuruh tes ketik juga kan katanya juga
ada lowongan buat admin. H admin dari
restoran.
Habis dari tes ketik saya lolos terus
interview pakai bahasa Inggris, habis
itu langsung diterbangin lah.
Interview-nya sama orang Indonesia.
Orang Indonesia yang ngerekrut orang
Indonesia-nya Jakarta. I Indonesia kita
itu enggak tahu dia di mana, tapi wajah
dia ada. Wajahnya dia enggak ada. Cuman
dimatiin kameranya cuman ngelihat muka
kita aja. Oke. Iklannya itu di Facebook
masih ada enggak sih? Masih banyak
sekarang. Enggak. Yang yang yang lu ikut
itu masih ada. Udah enggak ada sekarang
akunnya. udah ditutup sama dia. Oh, oke
oke. Terus terus terus. Jadi awalnya itu
kita kayak diiming-iming lah gaji besar
terus kayak tunjangan Oh iya ya segala
macam jadi kayak transport semua
ditanggung. Gaji berapa? Gajinya itu
sampai 9 sampai 12. 9 sampai R juta
belum bonus itu ya? Belum bonus.
Jadi ya itu asisten koki. Sor asisten
koki. Asisten koki. Oke. Terus jadi ya
saya tergiur kan habis itu udah izin
sama orang rumah untuk ke luar negeri
diizinin lah. He dia bilangnya enggak di
Myanmar, dia bilangnya di Thailand. Dia
bilangnya di Thailand.
Dia bilangnya di Myot restorannya. Dari
situ kan saya bilang kalau dari Thailand
masih aman lah. Soalnya dari Bangkok itu
belum ada yang mencurigakan. Oke. Tapi
sebenarnya udah aware masalah itu ya,
masalah orang ke luar negeri tapi masih
kawasan Asia Tenggara tuh masih kayak
masih seram gitu kan. Oke. Setelah itu
kita disambutlah di bandara itu kan sama
VIP lainnya. Sebentar. Ini dari Jakarta
ke mana dulu? Ke Bangkok. Oh enggak
enggak. Maksudnya ketemunya di mana
titik kumpulnya? Dari rumah. Di dari
rumah itu di Bandara Soekarno Hto kayak
dijemput kita sama VIP yang 666. VIP
Land 66 itu apa? Sor enggak tahu.
Pokoknya dia bawa kertas. VIP Land kita
ngikutin dia namanya VIP land. Iya VIP
land. Jadi kita enggak penerbangan
biasa. Jadi lewar lewat VIP land.
Gokil ya. Berarti mereka tuh kayak
ngebayar khusus gitu. Iya. Kita diinapin
di hotel di Jakarta 3 hari. Oke. Berarti
dari rumah di dikarantina dulu lah
ceritanya. Iya soalnya ngumpulin kan
dikumpulin di hotel mana? Di hotel
Tangerang itu. Saya lupa namanya itu.
Itu dekat dekat bandara. Dekat bandara.
Iya. Oke. Nginap di situ 3 hari. 3 hari
semua ditanggung sama dia. Makan enak
semua. Enak. Iya. Enggak makan. Enggak
makan. Cuman kayak dikasih duit satu
orangnya itu 100.000 lah per hari. Per
hari. Hotelnya termasuk mewah kali dari
kelihatannya. Bintang lima kah? Bintang
kayak biasa sih. Biasa aja. Oke. Cuman
dari situ 3 hari
diundur-undur ee feeling saya udah
enggak enak. Saya pengin balik lagi
pulang. Oh, udah ngerasa itu. Iya. Teman
saya juga banyak yang udah keluarga ke
situ kan dijemput cuman teman saya ya
udah kita sama-sama gitu kan. Heeh. He
he. Akhirnya kita mutusin untuk
berangkat. Berangkat di hari ke di hari
pas tanggal 12 Agustus berarti hari
ketiga. Hari keempat. Iya. Hari keempat.
Hari keempat. Oke. Hari keempat tuh kita
dijemput lah. Heeh. Jam 0.30 pagi tuh
subuh. Iya. Katanya VIP ini udah siap
katanya. Kalian ke bandara lah semuanya.
H entar di situ ada yang nyamperin
kalian orang gitu. Ya udah kita dari
situ ya udah percaya dong namanya dia
langsung nelepon kan. Heeh. Heeh. Biar
enggak lama langsung aja kalian kumpul
di titik ini ya. Pokoknya udah diaturlah
sama dia di sana. Masih ingat enggak
bandara terminal berapa? Tiga. Kurang
tahu. Pokoknya pokoknya dijemput udah
gitu pesawatnya bahkan enggak tahu tuh
pesawat Lion Lion ke ke Bangkok.
Bangkok. Oke, dari situ ya saya udah kok
maksudnya tiketnya itu kayak beda gitu,
bukan penumpang kayak biasa. Hah,
maksudnya bedanya gimana ya? Kan
misalkan kayak kita kalau penumpang
biasa kan kayak ngantri, kalau kita
enggak. Jalur belakang imigrasi lah.
Loh, kok bisa jalur belakang imigrasi?
Ya imigrasi cuman cuman ngelihat paspor
doang udah enggak ngelihat siapa namanya
gitu. Hah. Jadi ya VP itu emang kayak
ada sesuatuah kita enggak tahu. Oke.
Oke. Bapak-bapak imigrasi. Oke. Berarti
tapi enggak enggak ngelaluin jalur
imigrasi yang orang-orang pada umumnya
tuh ngelalui. Cuman kayak sekedar
formalitas enggak enggak kayak
diperiksain enggak apa. Oh iya iya.
Ini di Soekarno Hatta nih. Iya di
Soekarno. Oke.
Terus yang bikin gua penasaran tuh lu
sebelumnya udah ada paspor? Udah bikin
sendiri. Saya bikin sendiri ya. Berarti
ee dokumen-dokumen tuh enggak ada yang
diurusin sama mereka ya? Enggak ada.
Enggak ada. Oke. Akhirnya sampailah di
bandara itu. Kalian berapa orang? Kami
berangkat 12 orang. 12 orang tuh. Cewek
cowok apa cowok semua? Semua campur.
Cewek-cowok ada di situ dan saling kenal
tuh. Ee mereka ada yang saling kenal,
ada yang enggak gitu. Ada yang enggak.
Iya. Lu ada yang saling kenal enggak?
Enggak ada. Lu sendiri sendiri. Masuk
tuh ke bandara akhirnya lewat imigrasi
dan naik naik ke pesawat. Iya.
dari grup kan kita kontek-kontekan tuh
pada di mana gitu. Udah udah di sini
udah lolos imigrasi udah di pesawat lah.
H sama kita pas kenal itu udah pas di
pesawatnya. Oke. Oh ini namanya ini udah
saling kenalan tuh. Iya iya. Terus benar
enggak yakin enggak nih tujuannya kita
kerja kayak gini gitu. Tapi lihat enggak
tiketnya dikasih kalian? Enggak tiketnya
dikasih di di situ ada tulisan Bangkok.
Ada. Dan memang turunnya di Bangkok.
Turunnya di Bangkok. Benar. Oke. Sampai
tuh di Bangkok. Iya. di Bangkok. Kita
turun di Bangkok kita ditahan sama
imigrasi Bangkok dong. Karena ya kita
kayak visa belum jadi apa belum jadi
kan. Mungkin karena lu berangkat ke sana
ditanyain lu pengin buat kerja ke sana
pasti ada yang jawab buat kerja dong.
Makanya ditahan kan. Iya benar. Harusnya
kalau misalkan buat kerja mana visa
kerjanya kan gitu ya. I benar. Ee
sementara kalau misalkan lu masuk pengin
liburan doang kayaknya enggak harus
pakai visa dan enggak mungkin ditahan
dong. Iya. Enggak mungkin ditahan. Kalau
berarti kalian sempat ditanyain sama
imigrasi sana ya, tujuan ke sini apa?
Iya, soalnya kan kita emang untuk niat
kerja kan. Oh, iya benar. Nah, kita
enggak tahu kalau visanya itu wisata.
Iya iya iya. Sudah sampai migrasi
Bangkok ditelepon lagi tuh kita diumumin
di grup. Kalian jangan khawatir katanya
nanti ada orang ke situ ngurus imigrasi
kalian sama visa kalian katanya. Oke.
Oke. Habis itu ditemuinlah sama
perempuan. Dia kayaknya orang asli
Thailand atau apa enggak tahu. Cuman dia
bisa bahasa Thailand. Heh. Setelah
ditemuin ngobrol sama imigrasi ada
setengah jam udah kita dilolosin gitu
aja di imigrasi Thailand. Iya. Lolos.
Setelah lolos ee suruh ngumpul lagi di
depan bandara tuh. Heh. Udah nanti ee
satu orang naik mobil katanya. Pokoknya
satu mobil itu isinya dua orang enggak
boleh lebih katanya. Mobilnya banyak.
Jangan khawatir katanya. Oke. Oke. Ya
udah kita ikut aja kan soalnya bagiannya
beda-beda katanya. Lu sama yang siapa?
Saya sama Julius. Julius. Orang Bekasi.
Dia orang Bekasi. Kenal di situ. Kenal
di bandara. Di bandara. Oke. Naik tuh.
Nah, habis itu ya udah kita
ngobrol-ngobrol gimana nih? Gini. Pas
perjalanan itu dilihat maps itu tujuan
itu 8 jam. Ah. Jalur darat. Jalur darat.
Tapi dalam dalam bahasa Thailand tuh ya.
Iya. Heh. Saya kan baca map ke Bangkok
dari Bangkok ke Mesot 8 jam.
Udah mencurigakan nih. Sudah
mencurigakan dan semuanya beriringan
bareng atau pisah-pisah? Pisah. Enggak
tahu mobil satu di mana, mobil dua di
mana, kita enggak tahu. Berarti
ditugasinnya beda-beda tuh. Enggak.
Enggak. Kita nanti ujung-ujungnya
ketemu. Oh, ujung-ujung ketemu. Oke. Di
dalam perjalanan gimana? Dalam
perjalanan pertama kita ya di pom bensin
tuh berhenti dulu. Oke. Kita dikasih
rokok banyak, suruh isap ngerokok kan.
Suruh ngerokok. Udah kamu puas-puasin
dulu ngerokok katanya. Nanti di
perusahaan enggak bisa ngerokok katanya.
Kata sopirnya dia pakai bahasa pakai
bahasa ini ya pakai handphone. Pakai
handphone. Oke. Oke. Translate tuh ya.
Heeh. He. Saya saya tanya lagi kenapa di
perusahaan kita enggak boleh merokok?
Heh. Ya udah dia udah prosedurlah
katanya perusahaan.
Okelah ya udah kita ngerokok terus rokok
ada yang saya umpetin kan buat nanti di
perusahaan takutnya kita enggak bisa
beli rokok. Saya umpetin di dalam koper.
Habis itu udah masuk lagi jalan lagi
kita. Setelah udah 8 jam udah sampai
Mesot, kita berhenti di hotel. Di hotel
udah ketemu semua titik kumpul. Titik
kumpul kita perjalan lagi dari hotel itu
perjalanan 1 jam ke sungai. Sungai? Iya.
Maksudnya naik mobil ke daerah sungai
gitu. Iya. Soalnya kalau misalkan dari
perbatasan Thailand ke Myanmar itu kan
harusnya lewat jembatan persahabatan.
Oke. Tapi kita lewat jar belakang. Oh
lewat hutan. lewat hutannya langsung dan
enggak ada orang sepi. Enggak ada,
enggak ada. Oke. Jalurnya aspal atau
enggak kayak tanah-tanah merah gitu
kayak desa. Oke. Oke. Oke. Nah, di sana
itu emang kayak ada tembok tinggi harus
ngelewatin sungai itu. Oke. Di sungai
itu kita cuman kayak perahu kayu biasa.
Iya. Iya, iya iya iya. Jadi satu perahu
itu untuk satu orang ganti-gantian kita
diseberangin kan dari nyeberang sungai
semua koper, handphone, komunikasi semua
ditahan. Dari seberang sungai itu udah
ada satu orang yang ngambil gitu,
rameai. Udah ada tentara juga. Tentara
Myanmar, tentara pemberontak. Hah?
Pemberontak DKBA namanya. Oh,
pemberontak. Bukan tentara negara ya
berarti ya. Oke. Bukan. Jadi tentara itu
dia enggak setuju dengan apa yang di
pemerintahan Myanmar. Jadi dia ngebangun
negaranya sendiri di tempat kalian itu.
Iya. Oke. Terus di situ kalian sudah
disambut tuh. Sudah disambut. Udah kata
tentara itu enggak usah takut katanya
kita lindungin kalian katanya. Kalian
cuman ke perusahaan. Hm. Tapi pas udah
di mobil itu ya tangan kita kayak apa
udah diborgol di dalam mobil itu udah
diborgol.
Pas tadi barang-barang kalian diturunin
tuh. Enggak, udah, udah dibawa di bawa
mobil yang pertama itu. Jadi dipisahin
bareng-bareng kita. Hm. Kaliannya
diborgol langsung. Iya. Habis udah di
dalam mobil ya udah kita mau enggak mau
kan kita udah pasrah aja, udah ngikut
aja kan. He. Nah, senjatanya juga udah
udah perlar apa lengkaplah gitu kayak
tentara biasa. He. Terus kita udah jalan
udah menuju ke apa namanya ke
perusahaan.
Kok jalannya makin kecil, makin desa
gitu ya? Makin desa. Terus lama-lama
penduduk udah enggak ada tuh. Oke.
Penduduk udah enggak ada. Kayak
warga-warga biasa udah enggak ada. Jadi
yang lewat-lewat hanya tentara-tentara
itu aja. Ada. Tapi tentara itu banyak di
situ. Banyak. Emang udah kayak markas
situ. Oke. Jadi udah sampai sana kita ke
gerbang besar tuh. Nah, itu
perusahaannya. Hm. Ke Taman Taicang
namanya. Taman Taicang. Iya. Lu bisa
tahu itu? dari kita nanya-nanya dari
warga situ. Oh, ada warga juga. Ada
warga Myanmar kerja di situ. Oke. Oke.
Nah, terus sampai itu namanya apa tadi?
Taman. Taman Taicang. Taman Taicang.
Tamang. Taman. Taman. Oh, taman. Tapi
dalam bahasa mereka iya soalnya
wilayahnya gede. Oke. Wilayahnya itu dia
ee persegi bentuknya, kotak. Cuman di
situ lengkap kayak ada barnya, tempat
minum, restoran. Jadi kayak bangun kota
sendiri dia. Oke, dari situ udahlah kita
dikumpulin di pos security semua
diperiksain kayak korek diambil pokoknya
benda-benda lah. Hm. Jadi kita udah
dikasih baju aja di situ. He. Paspor
udah ditahan kan kita sudahud enggak
bisa ngapa-ngapain di situ. Pas sudah
naik ke perusahaannya langsung dikasih
kertas suruh tanda-tangan kontrak. Baca
enggak? Tapi isinya apa? Baca dalam
bahasa Inggris. Hm. Bahasa Inggris.
Terus atas itu bahasa Cina. Oke. Bukan
bahasa Myanmar, bukan bahasa Thailand.
Bukan Mandarin. Mandarin atau iya
tulusan Cina asli. Oke. Inti dari
kontraknya lu paham? Paham apa tuh
kontraknya itu dia kayak semacam nyari
customer.
Oke. Jadi kayak dia ada platformnya lah
ya. Oke. Berarti itu kan tugasnya ya,
jobd-nya itu ya. Ee pasal-pasalnya itu
apa? Apa di situ yang enggak boleh apa
enggak boleh apa? Pokoknya di situ
enggak boleh kayak kita ngobrol sama
warga asli Myanmar, terus ngobrol sama
warga negara lain enggak boleh. Terus ee
terutama kita kayak minjam
ponsel apalagi kayak buat-buat laporan
lah ke negara kita itu enggak boleh. Itu
langsung ada tulisannya hukuman mati.
Anjir. Kalau sampai ketahuan. Nah, kalau
laporan itu paling fatal. Oke. Laporan
ke negara paling fatal. Oke. Jadi dari
situ kita mau gimana? Cuman teman saya
ini kan ada yang wanita kan. Nah, dia
nangis, dia berontak tuh. Enggak mau,
enggak mau tanda-tangan. H ini namanya
penipuan katanya. H dari awal dijanjikan
kerja bukan seperti ini katanya kan. Ini
sama aja nipu orang lain dong katanya.
Iya, iya iya. Nah, si Cina ini enggak
mau tahu kan ya. Kamu mau kerja atau
kamu mau mati gitu doang pilihannya.
Jadi kayak h tanda tangan surat kematian
sendiri ya. Iya, benar. Terus kontraknya
itu 1 seteng tahun. Oh, bentar. Ini agak
agak agak agak lucu nih. Kontraknya 1
seteng tahun. Setelah 1 seteng tahun
mereka akan lepasin kalian. Enggak akan
pulang. Tetap enggak ya. Iya. Soalnya di
sana juga kayak ada orang lama orang
Indonesia yang nenangin kita lah. Udah
berapa lama dia? Udah 3 tahun. Ih. Dan
sekarang dia masih belum pulang dan
enggak bisa pulang. I karena dia kayak
di perusahaan itu kayak ditahan gitu
karena karena dia bisa kerja. Oke nanti
nanti deh nanti nanti kita ceritain
versi dia ya. Kasihan juga ya. Oke.
Terus akhirnya tanda tangan tuh kalian
semua, termasuk cewek yang berontak
tadi. Iya. Mau enggak mau kan kita tanda
tangan kan. Nah, saya ngomong sama yang
lain kan udah kita tanda tangan dulu
entar untuk rencana ke depannya kita
pikirin bareng-bareng kan. He. Habis itu
tangan-tangan semua kita dipecah lah
jadi dua tim. Oke. Jadi dua tim. Nah,
yang tim satu lagi saya enggak tahu
dikemain tuh. Tiba-tiba ngilang kan dari
kantor udah enggak ada. kita dibagiin
tempat tidur, Mes, sama dikasih
peralatan untuk mandi. Habis itu diajak
makan lah sama manajer itu, manajer
Cina. Dia diajak makan terus dibilang,
"Udah kerja aja yang benar nanti kalian
pulang." Cewek, cowok, cowokowok. Oke.
Dia targetnya itu kalau boleh pulang
200.000. Dan di situ dia udah
terang-terangan tuh nyuruh kalian untuk
nyari customer tuh. Iya. Pokoknya kata
dia itu, "Kalian enggak usah ngikutin
kontrak," katanya kerja aja yang benar,
kumpulin 200.000 dolar kalian pulang
katanya. Anjir. Satu orang 200.000
dolar. Lu mencapai lu mencapai target
tuh? Sudah mencapai target belum? Belum
enggak? Masih jauh saya masih jauh. Oke.
Terus terus pas kita kerja tuh udah
pokoknya udah enggak pikir kayak hidup
gimana lah. Kita ngghubungin keluarga
aja udah enggak bisa kan. Tapi sempat
hubungin keluarga udah enggak sempat.
Pas baru sampai semua orang disuruh
hubungin keluarga. Ah, disuruh ngomong
apa? Ngomong suruh udah baik-baik aja.
Dia translator itu orang Malaysia. Jadi
kan dia ngerti juga kan ke Indonesia.
Oke, udah kamu harus ngomong yang
baik-baik di sini. Kata dia. Dia itu
udah bawa setruman, bawa kayak pipa gede
kan di belakang kita. H. Jadi kita kalau
ngomong sedikit yang enggak benar tuh
dia ngerti. Oke. Itu kan lu dijual ke
perusahaan lain kan katanya kan. Tapi
itu masih di kota yang sama. Iya, masih
di kota yang sama. Masih di kota yang
sama. Jaraknya hanya 30 menit. Oh,
berarti lumayan besar ya itu tempatnya.
Lumayan besar. I besarnya. Tapi emang
perusahaan itu banyak di sana. Banyak.
Banyak banget. Banyak banget di sana.
Dan orang rata-rata orang Indonesia
semua. Enggak yang Indonesia pokoknya
semua negara ada sih. Sampai Jepang pun
ada yang kejebak di sana. Hm. Apa yang
punyanya satu orang enggak kan? Kayaknya
sih enggak. Enggak ya? Banyak. Mafianya
banyak ya. Banyak. Lu ini dari tahun
berapa sih di sana? Saya 8 bulan.
Aih. Lu udah ngumpulin berapa dari lu
bekerja selama 8 bulan? Itu udah
ngumpulin ada R.000 000 20 juta 20.000
20.000 000 itu sekitar 200 jutaan lebih
ya, R00 juta ya. Dan dan dan maaf nih
itu dari hasil dari hasil iya orang scam
nipu orang. Iya nipu. Boleh cerita
enggak maksudnya prosesnya seperti apa
sih? Lu pertama tuh diajarin enggak sih?
Diajarin pertama. Hah? Diajarinnya itu
kayak kita udah ada scriptnya, kita
dibagiin kertas tuh. Oke. Dalam bahasa
Inggris. Oke. Cuman dia nanti
ditranslatein, kan kita ada grup
Telegram tuh diranslatein ke Indonesia
dikirim sama dia. He. Setelah kita baca
2 hari udah langsung terjun. Terjun
pakai pakai komputer. Oke. Kita mainnya
Telegram, WhatsApp. Habis di sana kan
ada dua bagian. Bagian TikTok ada bagian
kita yang nge-kill. Ada nge-kill
ngebunuh ngebunuh customer. Hah?
maksudnya jadi ya benar-benar kasaman
itu sampai matilah kita kill. Caranya ya
kita kan seolah-olah jadi wanita gitu.
Oke. Jadi wanita kita ajak bisnis. Oke.
Nah, setelah hari ketiga kita percakapan
3 hari 4 hari dia udah jatuh cinta sama
kita, kita ajaklah main di platform kita
kayak semacam investasi gitu. Oke. Nah,
dari situ saya minta bantuan. Saya minta
bantuan namanya itu kalau di sana
withdraw. Jadi setiap hari itu kita
harus ada withdraw. Heeh. Withdraw itu
kita ngasih duit ke
customer 25 dolar. Customer yang yang lu
jebak ini. Iya. Oke. Kita kan
seolah-olah kan udah pacaran tuh. Iya.
Heeh. Kita kasih duit dulu dia. Dia di
awal kan biar dia percaya bahwa ini
enggak penipuan. Tapi pernah nelepon
enggak sih? Apa chattingan doang? Tapi
video call nelpon ada video call sama
muka siapa? Asli dia ada AI dari
komputer, tapi yang nelepon itu cewek
asli. Dia model dari Rusia
pakai bahasa Inggris. Iya. Dia yang
suaranya dia yang dipakai. Heeh. Muka
kalau muka muka AI. AI. Oke. Jadi AI-nya
itu tergantung dari kita pakai model
apa. Oke. Dia ngikutlah AI-nya. He. Jadi
kalau kita video call, kita ke ruangan
video call dong. He. Ya udah dari situ
kita ajak main ke platform. Dia senang
dong kan tugasnya itu 40 pesanan. Terus
jadi ya kayaknya kayak kita belanja
online lah. Ngasih bintang lima terus
ngasih rating. Oh kita nyuruh dia. Iya.
Oke. Kita seolah-olah kita sibuklah.
Kita kan bilangnya kita sebagai desainer
pakaian. Kerjaan kita banyak. kita
enggak bisa ngambil pekerjaan sampingan
itu. Jadi dia yang bantu. Oke. Karena
dia si cowok itu udah jatuh cinta sama
si model. Ya udah akhirnya dia mau ya
udah apa pekerjaanmu dia. H. Akhirnya
dia daftar kan dia daftar pakai ID dia
sendiri biar dia dapat komisi. H.
Setelah dia dapat komisi itu dia bilang
ini bisnis yang bagus kata dia. Karena
dia tanpa modal pun dapat duit dari di
awal itu ya. Iya. Cuman tugas itu mudah
kata dia, cuman ngasih lima apa lima
bintang sama rating-rating bagus, dia
dapat duit tanpa kayak diminta-mintain
lah dari awal. Habis itu kita kayak
ngerayu dia lagi untuk dia ngebantu
kedua kalinya. Pesanan 25 26 dia harus
deposit. Oh, di situ tuh baru. Nah, di
situlah kita bunuh.
Bentar, eksekusilah istilahnya ya. Heeh.
Targetnya siapa sih target itu? kayak
Kajakstan, Irak, Rusia sampai Indo pun
ada yang bisa bahasa Inggris. Tapi
enggak kita kan kayak di sana ada
sistemnya sendiri dia di komputernya.
Jadi kita ngetik bahasa Indonesia aja
sudah otomatis ke bahasa Iraq. Oh. Dia
pun ngirim sudah otomatis ke bahasa
Indonesia. Nanti pas ngomong gimana?
Bahasa Inggris. Kita seakan-akan kita
enggak bisa menguasai bahasa dia. Kita
komunikasi lewat handphone pakai
translate. Oh, kita kasih tahu misalkan
kayak lu nih ee aku nih misalkan ya aku
nih cewek dari Rusia gitu ya. Heeh. Kamu
di Kazakstan kita pacaran gitu ya. Oke.
Dan cuman kalau untuk video call kita
tatap muka aja. Kalau ngobrol aku pakai
bahasa Inggris katanya gitu.
Benar sor kalau video call tatap muka
aja. Vide iya tapi kalau untuk berbicara
aku pakai bahasa Inggris gitu. Oke.
Enggak bisa ke bahasa Irak. Enggak bisa
kalau ngobrol. Heeh. Heeh. Heh. Jadi ya
udah customer itu paling video call itu
dia buat meyakinkan bahwa benar-benar
ada ceweknya. Iya, cewek asl ya. Ngobrol
enggak? Ngobrol enggak tuh? Ngobrol.
Kadang juga ada yang nemuin bisa bahasa
Inggris kan. Heeh. Heeh. Jadi ngobrol
nyambung tuh. He. Dan dia enggak sadar
kalau itu AI. Enggak. Enggak sadar
saking bagusnya kualitasnya saking bagus
gila ya. Soalnya mau gerak gimanap pun
AI-nya itu tetap mukanya si model
gila. Oke. Oke. Dan dan nanti yang
ngatur pembicaraan itu elak enggak.
Udah, udah si model itu ya, si model
Rusia itu tadi tetap kita. Oh, iya iya.
Dia tugasnya kan nelepon aja. Meyakinkan
si customer bahwa dia cewek asli. Udah
gitu doang tugas. Itu doang tugasnya
dia. Untuk kita yang ngebunuh, kita yang
ngerayu, kita sendiri kan. Ngebunuh nih
gimana? Boleh jelasin enggak ngebunuh
tuh? Ngebunuh itu kayak dia misalkan
udah kena order yang ke-30, dia kan
harus deposit dong sampai 3.000,
10.000, apa pesanannya semakin naik tuh
semakin naik. Maksudnya gimana sih?
Bentar. Ini bukan sih yang kayak gini
nih? Misalkan kayak kamu mau nghasilin
misalkan e lu deposit 1.000 i kamu mau
hasilin jadi 1000 500 harus deposit
2.000 gitu enggak sih? Apa tuh sistem
bukan ponzi tuh apa sih yang kayak
berjang bertingkat gitu kan pokoknya
sistemnya dia komisi lah. Komisi iya mau
cairin sejuta top up dulu, deposit dulu
R2 juta gitu kan. Oke. Oke. Pokoknya
dari situ semakin naik semakin naiklah.
He. Dan dia belum sadar tuh di pertama,
kedua, ketiga belum sadar. Belum sadar.
Yang paling parah dia udah kayak jual
mobil, jual rumah, terus sampai yang
terakhir itu dia kayak kabur dari
perusahaannya kan. Bawa duit perusahaan
tuh. Sebentar. Berarti di yang pertama
nih dia deposit dicairkan dulu dong.
Iya, dicairkan dulu kemudian dicairkan
sampai dua kali aja. Itu cair dua kali
aja itu. Tiga kali udah kita kill.
Oh, itu maksud kill itu. Iya, soalnya di
sini kan kita mainin psikolog. Oke. Jadi
pas kedua itu kita kasih dia duit lebih
banyak kan. Iya. Iya, iya. Iya. Dia udah
nerima uangnya skyoginya udah kayak
psikologinya kayak apa? Wah, ini benar
nih. Menguntungkan nih. Nah, habis itu
udah dia kena dia malah yang ngajak lagi
main. Udah bukan kita lagi yang ngajak.
Ngajak siapa? Kita. Oh, dia ngajak ke
ayo bisnis ini lagi kata dia. Iya iya
iya iya. bisnis ini lagi ini sangat
menjanjikan kata dia. Iya iya iya. Butuh
uang berapa untuk modal selanjutnya?
Kata dia. Modal itu kan tergantung saya
bilang tergantung pesanan keberuntungan
di sana. Pesanan keberuntungan. Oke.
Jadi kata dia, "Ya udah saya udah
menyiapkan modal
10.000 ya udah kita main tuh main." Pas
dia pesanan terakhir itu sampai
naik-naik akhirnya dia kena pajak. Dia
sudah selesai 40 pesanan. 40 pesanan itu
totalnya
15.000 dia udah selesai dan 40 pesanan
itu dia udah curiga kok enggak bisa
dicairin?
Bentar 40 pesanan berarti di pesanan ke
ke39 dia masih bisa withdraw enggak
cuman dia masih bisa
ngelunasin depositnya.
Ngelunasin depositnya dan dia masih
percaya padahal udah enggak bisa
dicairin. Iya masih percaya enggak? Yang
gua bingung tuh gini, Brother. I kan itu
udah 40 pesanan. Artinya dia udah 40
kali deposit dong. Bag. Gimana bisa dia
ngelewatin pesanan ke 3, 4 5 6 7 sampai
39? Deposit terus.
Deposit terus. Padahal padahal belum
bisa dicairin. Belum bisa. Dan dia tahu
itu enggak belum bisa dicairin di situ.
Iya. Soalnya kita nyairinnya itu harus
selesaiin 40 pesanan baru bisa dicairin.
Oh gitu. Di pesanan ketiga itu enggak
bisa. Enggak bisa. bisanya ke 40 dan
jumlahnya naik terus. Naik terus. Oke.
Akhirnya dia kena pajak tuh tadi. Kena
pajak. Nah, dia nanya, "Kenapa saya
enggak bisa dicairin lagi?" Kata dia,
"Heh, ya kita harus ngerayu lagi kan.
Kamu bayar aja pajaknya gitu. Kamu ke
layanan customer service." Oke. Nah,
dari customer service itu dimintain
pajak kan. Pajak itu udah enggak
kira-kira lagi. Sudah seharga satu
rumah, dua rumah supaya bisa nyairin itu
tadi. Iya.
Nah, jadi pajak pertama itu dia
alasannya itu si customer service karena
kita beda negara kan. H. Nah, si
platform ini dia bers apa servitatnya
itu Amerika
si apa siapa servit platform ini
Amerikaat ini itu real enggak buatan.
Oh, cuman kalau namanya kita jadi
pelanggan itu kan ngelihat dengan foto
aja udah percaya dong. Pasti percaya.
Apa sih platformnya? Bay namanya Eby
sama Bonanza dua. Eby Ebyay. Jadi
seolah-olah eBay gitu. Iya. Bonanza satu
lagi. Oke. Jadi kayak dia belanja online
lah. Heeh. Padahal enggak ada tuh
produknya. Enggak ada. Cuman foto-foto
aja itu. Cuman dari komise itu dia
tergiur
kan. Dia modal segini enggak kerja tapi
dia dapat untungnya lebih besar kan.
Oke. Apa lagi? Bonanza. Bang apa?
Bonanza sama e. Eby Bonanza B ya.
Bonanza dan e. EBay. Gimana susnya?
eBay. eBay tapi beda logo beda eBay itu
dia modelnya lain Buanza modelnya lain
enggak enggak enggak maksudnya eBay tadi
kayak eBay yang resmi gitu apa enggak
iya sama oh jadi dia dul pikatnya lah
gini nih ah ini Bonanza inih ini eBay
eBay-nya bukanya benar Bonanza tadi coba
Bonanza tuh Bonanza iya ini di benar
sama kayak enggak ada bedanya lah jadi
kalau misalkan si customer itu
searching-searching googling link ya
sama aja hasilnya juga sama. Heeh. Ini
yang versi resmi atau yang penipuannya?
Ini yang resmi. Ini resmi. Resmi ya?
Penipuan tuh cuma kalian yang punya
linknya. Iya. Oke. Jadi pokoknya kalau
belakang linknya ada kayak ada pagar,
ada bintang tuh udah pasti penipuan.
Oke. Enggak masuk akal lah gitu. Iya iya
iya. Nah, akhirnya tuh udah tuh lu dia
ketipu tuh. Ketipu. Oke. Kata dia,
"Harus berapa kali pajak? Harus saya
bayar." Katanya. Nah, udah ngamuk-ngamuk
tuh dia. Aku kan e sebagai si cewek itu
enggak tahu dong wajak itu sampai berapa
kali. Ya kan enggak tahu apa-apa kan
karena customer service ya. Iya. Heeh.
Soalnya aku bilang mungkin kamu pri yang
beruntung
udah bisa menyelesai 40 pesanan. Aku
rayu lagi dia. Ini rayu nih. Emang
insting sendiri atau skrip nih? Skript.
Udah. Jadi kita copy paste aja. Kirain
insting sendiri kan tiba-tiba jadi
gimana posisinya jadi cewek, nipu cowok
gitu kan. Oke oke terus terus. Nah habis
itu aduh dia udah bilang udah enggak
punya duit apa-apa kan. Nah cuman dia
ngajuin pinjaman ke bank. Ya Allah ya
Rabbi. Ini orang mana nih? Orang Rusia.
Oke. Rusia. Oke. Nah dia pinjaman ke
bank itu semua bank dia tarik tarik
debit kan. He. Dia dapat sampai 70.000
dolar. W gila. Nah dia nyelesaiin itu
pajak pertama itu sekitar 8.000 R9.000
R000 lah. He. Dengan alasan berbeda
negara pajaknya itu kan. Heeh. Terus dia
nanya setelah bayar pajak apakah bisa
dicairin? H. Dia langsung ke customer
servisnya. Kasama servis ini bilang,
"Tentu saja bisa. Kamu harus membayar
pajak ini berapa dolar?" kata dia gitu
kan. Ya udah, habis itu dia transfer
tuh. Ya Allah, transfer udah selang
suruh nunggu kan 24 jam pencairan. 24
jam dia nungguin kita chat apa
chattingan biasa lah chattingan biasa
habis itu dia nanya-nanya kok ini belum
masuk juga uangku sama komisinya
terus saya bilang tunggu aja beberapa
jam habis itu dia baca-baca mungkin atau
ke temannya ini dia nanya-nanya ke teman
yang mana ke teman dekatlah iya ke teman
dekat di ini benar apa enggak iya benar
gitu sebelumnya ibaratnya psikologisnya
dia udah udah terpengaruh kalau ini
benar beneran gitu. Iya. Setelah dia
tanya, temannya itu udah bilang, "Ini
penipuan di Rusia sudah terkenal
penipuan seperti ini. Udah banyak
korban. Iya, udah banyak korban. Cuman
karena si korban ini udah jatuh cinta
sama si model, dia enggak percaya
temannya." Ya ampun. Temannya itu dia
bilang ke saya itu dia chattingan dari
WhatsApp, "Saya enggak percaya teman
saya. Teman saya bohong." Dia bilang,
"Ini penipuan. Aku percaya
kamu." Itu udah semakin dia udah jatuh
cinta. Oke. Padahal baru berapa hari ya?
Iya, 4 hari. He, cuman dari situlah kita
udah nyuci otaknya lagi baru mau
nge-kill dia. Nih
udah habis itu dia ke customer service
lagi nanya uangnya. Oke. Dia nanya
gimana cara cairin uang
saya. Nah, ada pajak kedua. Ya ampun.
Pajak kedua itu karena dia rekeningnya
rekeningnya itu beda negara, Pak,
katanya. Jadi harus Bapak bayar pajak
lagi sekian. Hm. Terus dia bilang, "Saya
nyari uang di mana lagi?" Kata dia,
"Saya sudah habis semua harta
Bapak masih ada rumah." Digituin kan
sama apa si customer service itu. Hm.
"Iya, rumah saya salah satunya. Kalau
saya jual atau saya gadai, saya tinggal
di mana?" Dia bilang sampai kayak gitu
kan. Hm. Nah, saya dia ngechat saya lagi
tuh, "Sayang, bagaimana menurutmu kalau
kita jual rumah?" Kata dia anjir. Terus
ya saya kan gimana saya ngechat itu juga
saya sambil nangis saya enggak tega kan.
Ya ampun serius. Iya saya udah enggak
tega itu. Terus ee disamperin lah sama
leader leader Cina tuh dia nanya kan why
kata dia kenapa? Karena nangis ya. Oke.
E saya saya tunjuk aja ke monitor saya
ini udah proses nge-kill lah gitu. Habis
itu saya suruh berdiri dia yang duduk
dia ngerjain kan.
First skill itu dia yang ngerjain. Iya.
Udah kamu scan WhatsApp kamu kirim ke
saya. Dia itu transil dari
komputer. Udah dican WhatsApp saya udah
dikill sama dia. Udah jual jual rumah
kamu besok digituin sama dia. Oke. Semua
harta dihabisin lah pokoknya. Itu
istilah kill itu. Itu berarti. Iya.
Pokoknya ngebunuh sampai benar-benar ada
yang bunuh diri si pelanggan itu kan.
Anjir. Di si Rusia ini nasibnya gimana?
Si Rusia ini udah pokoknya setelah dia
jual rumah itu dia udah enggak punya
rumah, udah enggak punya apa-apa lagi.
Dia nge-chat tuh nge-chat terakhir kali,
"Sayang, aku mau mati kata dia gitu. Aku
udah enggak punya apa-apa lagi, cuman
handphone buat berkomunikasi sama kamu."
Akhirnya, akhirnya itu kita chat lagi
setelah 3 hari, 4 hari, dia udah enggak
ada kabar tuh. Dia mungkin blokir nomor
saya kan. Iya. Karena dia tahu penipuan.
Oke. Padahal dia udah diingetin sama
pihak bank pas di minjam kredit. Udah
dikasih tahu. Nah, pihak bank itu sudah
bilang ini penipuan. Cuman karena dia
percaya si model, dia enggak percaya
bank. Dan sampai sekarang udah enggak
ada kabar lagi tuh orang. Enggak ada.
Gila ya. Biasanya tuh target-target
korban kayak gitu tuh
ee kalian ada di diminta untuk nyari
yang kriteria khusus gitu enggak? Atau
misalkan nih harus talking e medsosnya
dulu, orangnya yang lagi kesepian atau
gimana tuh ada enggak kriteria
khususnya? Ya itu ada bagiannya di
TikTok. Hah? Jadi dia kenalan dulu di
TikTok kan. Jadi si model ini kayak
upload foto, upload video. Oke. Nanti
kan kayak pria-pria kan cowok-cowok kan
pada komen dong, kenalan. Ya udah dari
kenalan itu minta WhatsApp, minta
Telegram.
Oke. Nah, dari nomor itu baru dioper ke
tim kita. Tim kita kan yang nge-killnya.
Oh, yang bikin jatuh cinta sampai dapat
duit.
Gila, enggak habis pikir ya. Berarti
benar-benar nyari yang memang bisa di
jaring gitu ya. Ini yang Rusia ini bisa
diing sudah tua apa muda? Ee udah udah
udah udah lumayan tua lah. 49 umurnya.
Harusnya punya istri lah ya. Harusnya
punya istri cuman dia bilang dia belum
siap menikah katanya. Oh. Tapi dia pas
sama apa? Pacar sama si model ini dia
udah pengin nikah. Jatuh hati banget ya.
Iya. Jadi setelah kita selesaikan uang
ini cair, ini untuk tamu katanya
semuanya untuk menikah. Itu isi skripnya
seperti apa sih? Boleh di ini enggak? E
skripnya itu kayak kehidupan sehari-hari
buat buat si cewek itu hidup nyata gitu.
Oke, semua fotonya bahannya udah
disediain. Oke, jadi kayak hari pertama
itu kita kegiatan nge-gym, he, makan
siang bersama teman, terus kayak
minumlah ke bar atau apa. Jadi kayak
kehidupan nyata asli gitu. Nirimting.
Oh, pap pap gitu. Kalau kata-katanya,
kata-katanya udah dikrip semua. Tinggal
ngikutin aja. Masa enggak enggak enggak
ada maksudnya enggak ada yang berbelok
dari isi script. Ada. Heeh. Cuman kalau
berbelok kita alihin lagi untuk biar
kita dia enggak dijual apa di luar jalur
lah. Di luar jalur itu tetap stay di
situ. Pokoknya kita harus ngegiring dia
lah gitu. Yang udah-udah tuh korban
paling parah dari negara mana? Irak.
Irak. Iya. Dia bos minyak
yang nge-kill lo leader. Cuman customer
saya. Oh, customer kamu. Iya. Kayak tadi
kan customer kamu tapi yang nge-kill
leader kan. Iya. Pokoknya kalau udah
tingkat pesanan yangan tinggi tuh pasti
leader. Leader itu gimana ceritanya
kalau yang Irak? Irak itu kayak sama
awalnya kenalan dulu kan. Kenalan
kerjaan bagus. Dari mana dia kenalnya?
TikTok apa? Dari TikTok. TikTok. Oke.
Dia punya kayak pertamangan minyak
lah. Gajinya juga udah besarlah. Jadi si
leader ini mau kita ngerawat customer
itu. Oke. Jadi buatlah percakapan
seminggu bukan 4 hari. Wah. Karena gede
nih. H. Duitnya ada. Jelas jelas. Iya
iya. Dan ee lu ini ngaku dari negara
kita dari Korea. Korea. Dan memang F
ceweknya cewek Korea nih. AI-nya. Oke.
Nah, dari situ kita kenalan-kenalan.
Udahlah habis itu dia mau datang ke
Korea. Dari situlah kita udah udah di
luar skrip dong itu. Iya iya iya. Kata
leadernya bilang aja datang aja ke Korea
temuin di wilayah ini. Terus dia minta
Sherlock kan si Irak ini. Soalnya dia
orang berpendidikan kan. Pasti dia
pintar dong. Iya iya iya iya. Kita
shelock si leader itu yang sherlock
gitu. Caranya pakai sherlockan palsu. Oh
ada ya? Ada aplikasinya ya? Ada ada.
Semua sistem di sana tuh lengkap. Oke.
Jadi kayak di titiknya di apartemen di
Korea. Udah kamu datang aja ke apartemen
aku. Gitu. He. Cuman kamu agak susah ke
Korea kalau misalkan kamu enggak ada
pisah gini-gini lah. Jadi harus
ngurus-ngurus semuanya. Dia bilang oke
kata dia. Udah habis itu kita rayu dulu.
Kita sibuk, kita punya pekerjaan lain
yang harus diselesaikan. Dia mau
ngebantu, udahlah di situ kena dia. Mau
ngebantu maksudnya biar ini saya di sini
aku ringan aku bantu deh. Iya bantu biar
kamu enggak mikirin kerjaan terus. Ah
dia enggak ini maksudnya yang persoalan
dia pengin ngunjungin ke Korea tadi lupa
udah lupa. Makanya kita giring lagi ke
skrip kan.
Kita giring lagi ke apa ke skrip. Habis
dari skrip
udah kamu selesain ini 40 nanti kamu
dapat duit.
Apalagi dia kan gila pembisnis dong
kalau Irak itu. Udah habis itu kita cuci
otaknya, habis itu dia main lah. Dia
malah pakai modal awal. Dia enggak mau
kita kasih duit duluan. Oke. Dia pakai
modal awal. Udah dari situ dia enggak
mikirin duitnya lagi tuh. Terus-terus
sampai dalam. Pas udah dalam baru dia
mulai merasa ini udah enggak benar
sayang. Kata dia. Itu dia merasa di
tingkat berapa? Udah 150. 15000 dolar
itu udah masuk ke ini belum sih? Udah
masuk ke customer service belum sih?
Belum. Itu masih di pesanan 26. Soalnya
karena customer itu kaya kita buat
pesanannya lebih tinggi lebih tinggi kan
bisa diatur. Iya. Jadi kita lihat dulu
kualitas customer kayak gimana. Kalau
semakin kaya semakin dalam lah dia. Oke
sudahudah masuk tuh ee pesanan
ke-260.000
150 pokoknya dia nyelesainin ke 40 itu
harus R1 juta. Oke. Gila 1 juta. Dolar.
Ha. Terus dia udah sadar tuh di 26 di
37.
dia habis di R00.000. Oh, ini masih
lanjut nih. Kan dia ngomong dia tadi,
"Ini kayaknya penipuan nih, sayang."
Terus lanjut. Iya. Dia bilang, "Jangan
khawatir, tabungan banyak kata dia." H
tabungan banyak. Semua pihak-pihak bank
juga dia kalau pinjam uang kan gampang.
Iya. Oke. Pemilik. Habis itu udahlah
dari situ kayak dia udah mulai capek di
37 itu. H. "Gimana, sayang? Masa aku
harus tutup perusahaanku?" kata dia
untuk nyairin dana pensiun kata dia.
Heeh. He. Nah, leader saya sudah yang
ngurus itu. Ah. Habis itu udah jual aja
semua perusahaanmu. Nanti kan setelah
cair kita bisa buka perusahaan baru di
Korea. Oke. Nah, dari situ udah kecuci
otaknya. Kecuci otak ya. Berhasil ini.
Oke. Oke. Terus berhasil dia jual
perusahaan itu di lelang. Masuklah ke
perusahaan itu. Juta totalnya 1 juta
dolar. Berarti lu berhasil dong
jatuhnya? Berhasil sebenarnya. Nah,
terus. Terus cuman ya dari situ kan kita
enggak ada hitung-hitungan kita udah
berapa targetnya kan di sana enggak ada
tadi. Padahal katanya Rp200.000 ini
malah udah lewat ya udah lebih. Iya.
Jadi di sana itu sistem kerja itu kayak
tanda-tangan kontrak itu kayaknya
sebenarnya enggak ada. Iya iya namanya
penipuan. Terus akhirnya di di angka
berapa dia jual? Kalau angka pastinya
kita enggak tahu cuman apa
menyanggupilah dia semua pesanan itu.
Heeh. Heeh. Heeh. Heeh.
Oke. Sampai frustasinya gimana? Pokoknya
akhirnya kita itu diomel-omelin kan. Dia
lapor dia dari pihak negara dia. Hah?
Dia sampai lapor ke negaranya. Iya. Heh.
Terus ini penipuan terus sampai
pemerintah itu kayak bertindak mau mau
nyari di mana penipunya gitu kan. Cuman
emang enggak bisa kan platform kita
kalau selaki apa udah viral gimana ganti
pasti. Oh gitu. Nah itu dia sampai
berapa tahu enggak ruginya? Maksudnya
dia sampai tahap ke tahap customer
service enggak? Iya. Pokoknya total itu
dia ada di totalnya 1,2 lah. 1,2 T
enggak? Juta juta dolar. Juta dolar.
Gila sampai perusahaan dia udah enggak
ada apa-apa lagi. Udah dijual semuanya.
Dijual semua karena dia udah jatuh cinta
sama si model ini. Setelah dia jual
semua gimana? Dia masih nge-chat. Masih
nge-chat. Sayang gimana aku mau jual
ginjal tidak laku katanya. Enggak ada
yang mau di negaraku, katanya. Heh, dia
mau jual ginjal buat si cewek itu. He.
Yang penting pesanan dia itu tuntas bisa
ditarik lagi uangnya. Oke. Terus jadi si
leader itu udah kalau misalkan kamu
emang ada rumah sakit mau nerima ginjal
udah anjing sampai segitu harus jual ya.
Namanya kan nge-kill. Nge-ekill itu
ngebunuh. Nge-ekill itu ngebunuh sampai
mati juga enggak apa-apa sampai
benar-benar itu customer nyadar itu
penipuan. Akhirnya sadar enggak gimana
endingnya gimana sih? Akhirnya semua
sadar penipuan. Cuman mau gimana lagi
duitnya udah lenyap. Yang siak ini
gimana? Si Rak ini udah sadar. Sadar
terus penipuan. Ah ke Elya masih
interest dia A masih suka. Cuman karena
dia udah enggak ada duit dia udah enggak
bisah apa-apa lagi. Masih nge-chat
enggak? Masih nge-chat cuman udah kita
diamin. Kalau udah enggak ada duitnya
udah enggak kita respon anjir. Jadi
tinggallah gitu.
Gila. Gila ya. Jadi benar-benar kita di
kerja disuruh kerja paksa sih. Kita mau
penghasilan berapa dolar pun enggak
bakal digaji. Lebih duluan mana? Yang
Irak apa yang Rusia? Rusia. Rusia dulu
baru setelah itu yang Irak. Jackpotnya
di Irak itu. Irak. Ini leadernya orang
Cina. Orang Cina. Cina asli ya? RRC gitu
ya? Iya. Terus ada juga Cina, Malaysia.
Oh, ada juga Cina, Malaysia. Berarti
bisa bahasa Melayu gitu? Ada juga bisa.
Tapi yang punya tu perusahaan orang
Myanmar bukan? Enggak. Orang Cina. orang
Cina yang tinggal di Myanmar itu dan
mereka itu kayak ber relasinya ya sama
pemberontak-pemberontak itu. Iya. Sama
tentara itu buat penjagaan dia lah. Oke.
Oke. Gila ya. Benar-benar sulit sih
situasinya di sana kita. Korban lu udah
berapa orang? Korban udah enggak
kehitung sih. Banyak banget. Banyak.
Soalnya sehari aja kita suruh nge-chat
ratusan omar. Gila, ratusan. Udah. Pasti
ada yang nyangkut. Pasti ada yang
nyangkut.
Jadi kita harus emang kan di sana kan
emang harus tes ketik kan harus cepat.
Kalau enggak kita copy paste. Jadi ya
ratusan nomor itu harus kita chat setiap
hari
dong. Gila makanya dalam 8 bulan
tuh dari dari lu sendiri aja tuh
penghasilannya. Iya. Iya. Tapi lu digaji
enggak? Enggak. Apa? Sepera pun enggak
ada. Apa yang dikasih buat lu? Makan.
Iya. Makan aja. makan sama tempat
tinggal lah. Cuman dia bilang nanti gaji
diberikan pas kontrak sudah habis kata
dia gitu. Cuman itu enggak ada. Ada
perlakuan-perlakuan yang ini enggak
maksudnya yang lu terima secara fisik
yang ya. Paling hukuman sih. Hukuman itu
kalau di sana namanya punishment. Oke.
Punishment itu berbagai-bagai cara sih
dia kayak setiap pagi tuh kita
ganti-ganti punishmentnya. Heeh. Kayak
ada yang olahraga tapi bukan olahraga.
Gimana tuh? Jadi kayak misalkan kita
lari lari sejam sejam itu sambil bawa
galon
supaya apa ya? Itu hukumannya.
Hukumannya itu udah termasuk yang paling
ringan lah. Enggak dipukul itu gara-gara
apa dikasih hukuman? Karena ya kita
enggak ada customer. Sehari aja enggak
ada customer dihukum? Iya dihukum jam
.00 pagi sampai jam 08.00
gila 4 jam lah. Tapi istirahat dikasih
dong. Istirahat dikasih setengah jam.
Hah? Sehari setengah jam. Setengah jam.
tidurtiur dari 10. pagi sampai jam .00
sore itu udah harus bangun kita itu yang
perusahaan yang lain. Iya. Yang enggak
yang kita yang pertama dulu jam 10. Pagi
sampai jam .00 sore tidur. Tidur itu
karena malam kerjanya. Malam dari jam
.00 sore kan kita sudah kerja lagi. Oh
.00 sore sampai besok. Besok lagi. Jadi
benar-benar kita pulang jam 0.00 kita
makan habis itu tidur jam 10. Jam 10
kita belum nyuci pakaian kan pasti udah
jam 12.00 siang. Iya, iya. I tidur ke 4
jam 4 jam. Nah, tinggalnya di mana? Dia
ada di mes. Oh, dikasih mes. Jarak mesat
kerja jalan kaki. Iya, jalan kaki dekat.
Oke. Jadi, kita itu benar-benar harus
gimana ya? Bangun itu harus dikasih
alarm kan dibangunin. Kalau telat kita
pasti dipukul.
Dipukul pakai apa sih? Ya di sana kayak
ada rantai pipa. Lu sering kena pukul
enggak? Kalau saya kenapa?
Cuman saya itu seringnya dihukumnya
kayak olahraga
karena kesalahannya ringan. Iya, karena
saya itu kayak enggak pernah buat fatal
lah. Oke, contoh buat fatal tuh kayak
gimana? Kayak kita ngelapor, bikin
video. Lah, kan ngelapor pakai apa? Kan
HP enggak ada. Kita kan minjam minjam
dari warga enggak? Minjam kayak
orang-orangnya di situ. Kayak orang Cina
itu kan enggak semuanya jahat sih. Orang
Cina siapa nih? Di situ ada karyawan
juga. Oh, karyawan. Jadi, tapi posisi
dia masih jadi member kayak sama kayak
kita. Heeh. Kok dia punya HP? Punya dia.
Kalau orang Cina dikasih. Oh, kenapa
gitu? Enggak tahu. Karena dia mikir
kayak negaranya sendiri dia enggak
mungkin buat laporan.
Oh, oke. Pinjam tuh dari orang. Minjam.
Karena kan warga Indonesia ini kan teman
saya ini ada yang bisa bahasa Cina dong.
Oke. Oke. Jadi komunikasi gampanglah.
minjam HP alasannya mau nelepon keluarga
kan kita bukan bikin video langsung di
mes bikin video rame-rame oke
eh apa ya pas dari mes ke kantor tuh
dijaga apa ya itu doang apa kayak
tentara itu yang bersenjata itu dikawal
tuh ditemenin sambil jalan enggak kalau
ke mes enggak cuman di pagar di dikawal
oh mes dan kantor Tuh ada pagarnya
sendiri ya, enggak bisa ke mana-mana.
Ada kita kan dikotakin gitu. Dikotakin
enggak bisa ke mana-mana. Iya iya iya
iya iya iya.
Jadi temboknya itu kayak ada kayak
kawat. Kawat itu kayak nyaber-nyambar
listrik lah. Iya. I jadi enggak bisa
kabur kita.
Kalau berarti yang Cina-Cina tadi itu ee
mereka juga sama-sama korban. sama-sama
korban tapi yang berasal dari Cina dan
mereka enggak bisa ngapa-ngapain. Enggak
bisa ngapa-ngapain. Cuman dikasih HP
spesialnya. Iya. Kenapa gitu ya? Cuman
dia mau sampai 10 tahun pun enggak bakal
bisa pulang. Kenapa? Ya enggak tahu.
Karena dia pikir kayak senegara dia itu
emang udah kayak udahlah jadi komplotan
gitu. Jadi semakin lama jabatannya
dinaikin lah. Oh. karena senegara dan
akhirnya yang tadinya mereka itu jadi
korban lama-lama nyaman sendiri gitu.
Nyaman sendiri. Tapi kan enggak pulang
juga enggak enak dong harusnya. Tapi
mereka betah. Iya. Ya mau gimana gitu.
Mungkin dari awalnya terpaksa karena dia
kayak udah dijamin kan sama si bos itu.
Ada hak spesial enggak buat mereka?
Contoh kayak misalkan kayak lu kan
enggak boleh dapat gaji. Mereka dapat
gaji enggak? Dapat. Oh, mereka dapat
gaji dari China itu. Oh, soalnya mereka
itu rata-rata China itu kan leader
paling. Oh, jadi pangkat tinggi ya? Iya.
Dia yang nghukum kita lah kalau setiap
pagi tuh. Nah, yang minjamin HP biasa
leader-leader itu enggak. Dia member
biasa. Member biasa baru-baru nih. Iya,
baru-baru. Jadi kayak masih terpaksalah
kerjanya. Oke. Habis itu ya udah ini
telepon keluargamu katanya. He. Dari
situ kita buat
video. Itu viral kan di TikTok. Oh, yang
kalian minta tolong pulang
itu bentar. Ee setelah itu kan lu sempat
dipindahin tuh di bulan ke berapa?
Dipindahin ke perusahaan kedua. Perusaan
lain ya yang pas mau viral artis artis
Cina itu. Artis Cina viral itu kan kita
keluar juga karena dibantu mereka juga
kan viral. Itu artis Cina. Iya. Terjebak
di sana gara-gara kayak dia
diimbing-imbing syuting lah. Syuting ke
luar negeri ke Thailand. Kalau tahu mau
jadi jadi scam juga. Iya. Mau dijadiin
model di sana. Hm. Cuman karena dia
enggak mau tuh, ya udah disiksa dia di
sana. Oh, iya. Artisinya siapa sih? Coba
boleh kita lihat
Uang Sing ini. Nah, benar. Di Myanmar
dia ditipu juga. Heeh. Sampai kurus
gitu.
Iya. Ini saya aja kan emang benar di
sana dibotakin. Dibotakin tuh maksudnya
gimana? Di dicukurlah. Dicukur. Heeh. Di
sana itu wajib wajib botak lah. Kenapa?
Ya enggak tahu. Mungkin kayak ngikutin
prosedur Cina gitu. Nah, uang sing ini
bisa diselamatin kenapa sih? Di karena
diam-diam ada yang videoin dia. Karena
dia artis dia. Nah, dia viral. Heeh.
Jadi, pemerintah Cina sendiri langsung
turun dong. Turun. Oh, bahaya. Nah,
kalau kalau dia bilang itu artis enggak
dipulangin ke negaranya, ini perusahaan
enggak bakal ada lagi di Myanmar
digituin sama pemerintah Cina. Iyalah,
takutlah ya. Akhirnya dipulangin. Iya,
soalnya kan pas saya kerja itu kan saya
ngelihat juga kan di Telegram leader.
Hm. Telegram leader itu kayak ada yang
aneh. Dia kalau ngelihat berita itu
kayak was-was gitu. Iya. Enggak boleh
ada member yang ngelihat. Iya. I emang
khusus grup-grup kayak mafia gitu kan.
Iya. Iya. Nah, dari situ saya baca-baca
iya benar artis Cina gitu. Tapi mereka
tahu kan ini artis? Tahu. Dari awal
memang pengin ngejebak ini artis kan
mungkin. Iya. Dan ternyata gara-gara ini
artis urusannya malah berat. Malah
panjang. Malah panjang urusannya sama
pemerintah Cina turun langsung tuh
pemerintah Cina tuh.
Nah, pas dia dilolosin yang lain juga
ikut lolos. Iya. Jadi kan Cina ini kan
kerja sama berbagai negara kan. Siapa
aja yang warganya di sana tertahan kan.
Ayo kita hancurin aja perusahaan scammer
ini. Gitu. Oh oke oke. Jadi si Cina itu
udah ngancam langsung ngirim ke jenderal
yang tentara DKBA itu kan pemberontak
itu. He warga saya pulangin dan warga
asing lainnya tinggalin warga Cina di
situ yang mau bekerja katanya. He gitu.
Tapi ada yang mau bekerja memang ada.
Oke. Jadi warga asing semuanya
dipulangin. Heh. Cuman di perusahaan
saya enggak ada itu istilah dipulangi
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:13 UTC
Categories
Manage