File TXT tidak ditemukan.
PERANG DUNIA DIMULAI ! PELABUHAN IRAN MELEDAK DAN CURIGAI ISR4EL SEBAGAI PELAKU
e5PL6S2tNPM • 2025-05-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, terjadi sebuah ledakan yang benar-benar gila di Iran tepatnya di Kota Bandar Abbas. Ledakannya itu benar-benar luar biasa banget. Kalian mungkin bisa lihat dari ee beberapa dokumentasi ini. Buat kalian yang belum tahu, kota Bandar Abbas ini, kota ini adalah salah satu pelabuhan terbesar dan paling strategis di Iran. yang terletak di pinggir selat Hormus, jalur yang sangat sibuk buat lalu lintas dunia. Jadi, banyak kapal-kapal dari seluruh dunia itu lalu-lalang di sana. Nah, bayangin aja, Geng. Waktu ada berita soal ledakan besar di sana, orang-orang langsung waspada. Soalnya pelabuhan di Bandar Abbas ini bukan sekedar kota pelabuhan biasa. Segala sesuatu yang terjadi di sana bisa memberikan efek ke banyak negara. Jadi, Geng, di saat kejadian laporan awalnya masih simpang siur. Ada yang bilang kalau itu cuma kecelakaan biasa. kayak kebakaran di salah satu kapal atau gudang. Nah, tapi enggak sedikit juga yang mulai curiga kalau ledakan tersebut adalah bagian dari sabotase atau serangan. Ini nih kenapa gua bahas karena seru nih. Ledakan tersebut adalah bentuk sabotase. Ledakan tersebut adalah bentuk serangan diam-diam dari salah satu pihak. Kalian mau tebak dari pihak mana? Nah, ini memang masih dicurigai atau bisa dikatakan ini masih tuduhan gitu. Nah, karena hubungan Iran ini dengan beberapa negara lain lagi panas-panasnya dan insiden ini juga bertepatan dengan agenda Iran yang sedang bertemu dengan Amerika di negara Oman untuk membahas perundingan nuklir putaran ketiga. Nah, apakah ini berkaitan dengan Amerika atau enggak? Nah, tapi banyak yang mencurigai pelaku sabotasenya adalah Isriwil yang memang sudah dikenal sebagai musuh bebuyutan dari Iran. Iran benci banget sama isri Will. Dan di video kali ini gua bakal ngajak kalian untuk mengungkap gimana sih kronologi ledakan yang terjadi di Bandar Abbas ini. Kira-kira penyebabnya apa dan bagaimana dampaknya bagi Iran. Terus berpengaruh enggak sih dengan geopolitik dunia? Nah, jadi di sini langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Ginging. Oke, jadi ledakan ini tepat di kota Bandar Abbas ya, kota pelabuhan di Iran. Dan untuk persisnya ledakannya itu berada di pelabuhan syahid raja E yang terletak di pesisir utara Selat Hormus, tepatnya di Teluk Persia yang bertemu dengan Teluk Oman yang dibangun pada tahun 2005. Ini berdiri di atas lahan seluas 4.800 hektar dengan kapasitas pelabuhan yang bisa menampung 100 juta ton kargo per tahunnya. Jadi enggak salah ya, ini merupakan salah satu pelabuhan penting bagi dunia. Dan pelabuhan syahid raja E ini adalah salah satu pelabuhan paling sibuk di dunia karena merupakan jalur perdagangan minyak dan gas alam yang paling utama di dunia. Dan pelabuhan tersebut adalah aset terbesar dan paling strategisnya Iran. Jadi mungkin ya bisa dikatakan salah satu pendapatan besar Iran kenapa Iran menjadi salah satu negara kuat, banyak duitnya, kaya gitu ya. Nah, itu gara-gara pelabuhan ini juga. Dan pelabuhan ini menangani sebanyak 85% lalu lintas peti kemas Iran. Dan lokasi dari pelabuhan ini juga dilalui oleh 20% perdagangan minyak internasional. Kebayang ya di sini kalian sudah bisa nebak kalau ini pelabuhan lumpuh mati dalam beberapa hari, bisa jadi harga BBM bakal naik. Makanya apapun berita mengenai pelabuhan ini bisa berdampak enggak cuma ke Iran, tapi juga ke negara lain. Karena negara-negara yang melakukan perdagangan pasti melalui jalur ini dan pasti singgah di pelabuhan syahid raja E ini. Pada hari Sabtu tanggal 26 April 2025 sekitar jam 12.00 siang waktu setempat, ledakan besar terjadi di pelabuhan tersebut dan api dengan cepat menyambar ke banyak kontainer yang berada di sana. Ya, bayangin aja, Geng. Yang meledak itu adalah pelabuhan tempat pengangkutan minyak. ketika meledak itu enggak ada ampun ya kan bahan bakarnya udah ada gitu. Ada sebuah video yang merekam bagaimana kondisi pasca ledakan tersebut terjadi. Kalian bisa lihat dari video yang gua tampilkan ini. Banyak banget kontainer penyok saking panasnya dan besarnya api yang berkobar ya meleleh gitu ya. Sehingga membuat kontainer tersebut meledak. Bahkan, Geng kabarnya saking besarnya ledakan api, apinya masih ada yang berkobar dan baru bisa dikendalikan selama 2 hari. Nyala terus. benar-benar menyala abangku ya. 2 hari abangku nyalanya. Enggak lama setelah terdengar ledakan, pemerintah langsung mengirimkan bantuan untuk memadamkan api dengan menerjunkan 20 tim tanggap bencana dan lima helikopter serta pesawat untuk memadamkan. Nah, helikopter dan pesawat ini mengangkut air lalu dituangkan di atas gumpalan asap tebal tersebut. Sementara petugas tangkap darurat itu sibuk mengevakuasi para korban di antara puing-puing yang menutupi jalan. Kebayang mengerikannya tuh, Geng. Nah, mereka bekerja sepanjang malam sampai keesokan harinya masih belum padam juga. Asap hitam di saat itu mengepul di udara yang membuat banyak orang itu sampai sesak nafas, Geng. Polusi udara menyebar ke seluruh wilayah gara-gara kebakaran di ee pelabuhan itu ya itu hampir sekotanya tuh gelap. Hampir sekotanya itu polusinya gila-gilaan. Di saat itu untuk menjaga keamanan semua sekolah dan kantor yang berada di daerah Bandar Abbas itu diperintahkan untuk ditutup sementara supaya pihak berwenang bisa fokus untuk melakukan pemadaman api dan mengevakuasi orang-orang yang kemungkinan jadi korban. Nah, pihak berwenang di saat itu sampai menghimbau agar warga yang ada di sana untuk enggak keluar rumah sampai pemberitahuan lebih lanjut dan kalau bisa menggunakan masker pelindung karena memang ya polusinya cukup berbahaya, Geng. Terus, geng, pada hari Minggu apinya udah bisa dikendalikan. Namun, ada informasi kalau apinya itu belum sepenuhnya padam. Tapi sebagian besar dari api itu udah bisa dikendalikan lah ya. Walaupun di beberapa titik tuh ya hampir tidak mungkin untuk dipadamkan. Menurut keterangan dari Farzaneh Sade selaku Menteri Jalan Raya dan Pembangunan Kota dikatakan hanya ada satu zona pelabuhan saja yang terkena dampak, selebihnya masih aman kata dia. Luas dari wilayah yang terkena dampak itu enggak main-main, tapi walaupun satu titik doang, yaitu sekitar 1500 hektar. Hampir 2/3 lokasi dan menjadi wilayah yang terkena dampak paling parah. proses evakuasi terhadap korban-korban di sana itu dilakukan dan media pemerintah Iran itu sampai ngelaporin ada sedikitnya 70 orang yang meninggal dunia dan lebih dari 1000 orang itu luka-luka. Dan luka-lukanya juga enggak main-main, Geng. Luka bakar gimana sih sampai eh seram banget. Dan menurut keterangan dari Iskandar Momeni selaku Menteri Dalam Negeri Iran, di saat itu 120 korban yang mengalami luka-luka masih dirawat di rumah sakit. Nah, presiden mereka yaitu Mas Sot Pezeskian itu mengunjungi rumah sakit yang merawat korban luka di Bandar Abbas. Nah, di situ terlihatlah, Geng, seram banget, Geng, korban-korbannya. Ya Allah, korban luka bakar kena minyak gimana sih? Uh, dan pihak berwenang di saat itu menyatakan di hari Senin tanggal 28 April sebagai hari berkabung nasional. Sementara 3 hari bergabung dimulai pada hari Minggu di Provinsi Hormos Gun ya. Karena ini adalah bencana yang sangat-sangat luar biasa yang pernah terjadi di Iran. Terus, Geng, setelah terjadinya insiden ini, Iran kembali mengalami masalah karena serangan cyber besar-besaran menyerbu infrastruktur Iran. Kebayang ya? Lagi bencana ya, lagi sibuk ngurusin korban-korban kebakaran, tiba-tiba ada serangan cyber. Serangan cyber ini ya, serangan hacker gitu, Geng. Secara besar-besaran. Di saat itu Bezad Akbari selaku Kepala Perusahaan Infrastruktur Komunikasi Iran itu berhasil ya mengendalikan serangan tersebut. Bahkan menurut dia ini adalah salah satu serangan cyber paling luas dan kompleks yang pernah dihadapi oleh Iran. Lagi repot-repotnya ngurusin masalah bencana ya kan kebakaran, mereka juga harus direpotkan dengan para hacker ini. Tapi beruntungnya Iran masih bisa menghalau segala serangan cyber tersebut. Nah, sebenarnya nih, Geng, ya, ketika gua meriset konten ini, banyak media, mau itu media lokal maupun media internasional yang melaporkan tentang hal ini. Tapi semua media tidak menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya terjadi ketika itu. Jadi, apa ya? Semacam berita Iran ini, berita kebakaran di Iran ini ada yang menutup-nutupi atau ada yang apa ya, enggak menjelaskannya secara gamblang gitu. Entah ini karena akibat dari serangan cyber atau memang ini udah diset sama Iran sendiri. Gua enggak tahu nih, enggak dijelaskan dari mana api itu berasal. Intinya minim banget informasi yang menjelaskan secara detail perihal kejadian ini. Tapi diduga pemerintah Iran memang sengaja membungkam media agar tidak ada yang memberitakan apa yang terjadi pada saat ledakan tersebut. Nah, hal ini disuarakan oleh para jurnalis Iran yang memperingatkan adanya pengetatan terhadap media setelah serangkaian insiden yang terjadi di Iran. Jadi ya apa ya, pemerintah Iran itu kayak menutup semua informasi tersebut ya karena mereka berpikir mereka ini kan punya banyak musuh gitu. Jangan sampai ya pergerakan mereka dibaca oleh musuh, kekurangan mereka diketahui oleh musuh. Jadi mereka menutup diri untuk hal itu. Lagian juga negara sebesar Iran nih ya mereka enggak perlu koar-koar di media e menjual kesedihan dari bencana mereka untuk dapat bala bantuan, untuk dapat sembakau yang isinya Indomie. beras, gula, kopi, Nescafe. Enggak, enggak perlu ya. Iran negara besar, negara kuat. Mereka bisa bertahan sendiri. Di saat itu, Geng, ada seorang wartawan yang bekerja di Teheran yang berbicara kepada media The Guardian dengan identitas yang dia rahasiakan. Jadi, dia takut nih si wartawan ini. Jadi, dirahasiakanlah identitasnya. Dia bilang kalau para jurnalis itu diperingatkan untuk tidak membuat laporan apa yang terjadi di lapangan. Mereka juga dilarang untuk membagikan berita di media sosial. Nah, tapi dengan korban yang sebanyak ini udah gak mungkin lagi ada yang bisa ditutup-tutupi, ya kan? Ya gimana sih? Gatal juga medianya pengin menyebarkan beritanya gitu. Ditambah lagi ada diskriminasi yang dirasakan oleh para jurnalis Iran karena adanya pengajuan tuntutan pidana terhadap media dan aktivis oleh kantor Kejaksaan Teheran sehingga menyebabkan wartawan yang ada di Iran jadi khawatir mengenai kebebasan pers yang ada di sana. Nah, kantor berita yang bernama Mizan yang merupakan kantor berita resmi pengadilan mengatakan siapa saja yang melanggar akan menghadapi konsekuensi hukum karena berupaya untuk menerbitkan berita ilegal mengenai ledakan di Iran ini. Jadi, benar-benar ditutup-tutupi. Nah, kenapa berita penting kayak gini enggak boleh diberitakan bahkan sampai mengancam jurnalis dan mempidanakan mereka? Ya, kemungkinan besar nih, Geng. Pelarangan tersebut disebabkan karena ledakan terjadi di pelabuhan penting strategis milik Iran. sehingga ya kalau terjadi apa-apa di sana akan menggoyahkan stabilitas politik dan perekonomian Iran. Apalagi saat ini Iran sedang berkonflik dengan banyak negara ya. Kayak yang gua bilang tadi, mereka enggak mau memperlihatkan titik kelemahan mereka ya. Apalagi salah satu ee di antara musuh mereka paling kuat itu adalah Isriwil. Nah, bisa aja ini jadi peluang bagi Isriwil untuk menyerang Iran karena lagi repot mengurus permasalahan ya bagian vital mereka yang sedang ya cacat ini, yang sedang sakit ini. Makanya negara orang gila banget ya, Geng ya. Enggak ada tuh minta-minta belas kasihan bertahan sendiri. Pemberitaan enggak perlu ada. Wah, gila banget ini Iran. Meskipun begitu, sebenarnya pihak Iran sendiri belum mengetahui apa penyebab dari terjadinya ledakan di pelabuhan syahid raja ini. Pemimpin tertinggi Iran yaitu Ayatullah Komeini sampai meminta pejabat keamanan dan peradilan untuk menyelidiki penyebabnya. Menurut Ayatullah Kaumini ini yang harus bertanggung jawab adalah pejabat keamanan dan peradilan yang mana ya mereka ini harus benar-benar mencari tahu siapa pelaku di balik ini semua. Nah, mereka diharuskan untuk melakukan penyelidikan penyeluruh. Oke, sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan menguak penyebab dari ledakan di pelabuhan syahid Raja E ini. Apa sebenarnya penyebab dari ledakan besar yang terjadi di sana? Berdasarkan laporan dari media CNN, sebelum insiden ini terjadi, ada ratusan bahan kimia yang dipergunakan untuk bahan bakar program rudal balistik Iran yang sudah tiba di pelabuhan syahid Raja E pada bulan Februari. Nah, jadi ada bahan bakar program rudal balistik ya, bahan buat nuklir-nukliran. Waduh gila nih ya. Negara orang tuh udah sampai apa ya yang masuk ke pelabuhannya itu bahan nuklir, bahan ledak gitu buat perang ya. Kalau di negara kita tuh masih ini apa namanya? Pertal light. Pert dioplos jadi Pertamax gitu ya. Ya begitulah. Nah, di saat itu ada pengiriman lainnya yang dilaporkan juga tiba pada bulan Maret, Geng. Lalu ada laporan dari perusahaan keamanan swasta yaitu Ambri Intelligence yang mengatakan pelabuhan tersebut menerima bahan bakar kimia rudal di bulan Maret yang merupakan bagian dari pengiriman amonium perklorat dari Cina oleh dua kapal Iran yang pertama kali dilaporkan di bulan Januari. oleh Financial Times. Nah, jadi langsung tuh diimpor dari Cina. Nah, bahan tersebut bakal digunakan untuk mengisi kembali persediaan rudal Iran yang sudah habis akibat serangan langsung Iran terhadap istriwil selama perang di Gaza. Nah, jadi kemungkinan besar nih gara-gara ini nih enggak mau di apa sebaruaskan di media nih. Karena yang meledak itu kemungkinan besar bahan-bahan untuk perang yang sudah menipis, yang sudah habis. Ya, otomatis kalau sampai ketahuan berarti ya Iran lagi lemah nih, bisa-bisa diserang sama Isriwel. Nah, terus ada juga laporan lain dari The New York Times yang mendapatkan sumber dari seseorang yang memiliki hubungan dengan Garda Revolusi Iran yang mengatakan kalau penyebabnya gara-gara natrium perklorat yang meledak. Dan saat itu Iran belum mengakui kalau sudah menerima kiriman tersebut dan masih enggak jelas juga kenapa Iran tidak memindahkan bahan kimia tersebut dari pelabuhan. Sebab ya di tahun 2020 di pelabuhan Beirut Lebanon pernah terjadi ledakan juga yang seharusnya bisa menjadi contoh bagi banyak negara untuk tidak menyimpan bahan kimia peledak di pelabuhan. Kenapa Iran tidak belajar dari kejadian tersebut? Jadi apakah ada kemungkinan besar kalau penyebab dari ledakan tersebut ya karena bahan kimia? Coba deh kalian tinggalkan komentar di bawah menurut opini kalian. Namun di saat itu, Geng, Kementerian Pertahanan membantah adanya laporan CNN serta laporan dari media asing lainnya yang mengatakan kalau kargo yang tiba di Iran merupakan bahan bakar rudal kimia yang biasanya mengandung natrium perklorat. Nah, mereka enggak ngaku tuh. Dan hal tersebut dikonfirmasi oleh Reza Talainik selaku juru bicara yang mengatakan enggak ada impor atau ekspor pengiriman bahan bakar atau kargo untuk keperluan militer di sekitar lokasi kejadian. sehingga dia menuduh kalau media asing atau media Barat itu udah menyebarkan berita hoa atas insiden tersebut. Angkatan Laut Garda Revolusi Iran juga menegaskan kalau pelabuhan tersebut murni untuk kegiatan komersial. Enggak ada barang militer yang lewat di sana. Nah, lalu Iskandar Momeni selaku Menteri Dalam Negeri juga bilang kalau penyebab dari ledakan tersebut ya karena kekurangan serta ketidakpatuhan terhadap tindakan pencegahan keselamatan dan kelalaian. Tapi apa sebenarnya barang yang menyebabkan ledakan sebesar itu? Apa murni itu cuma gara-gara bahan bakar yang dibawa di dalam kargo-kargo itu. Nah, sayangnya, Geng, para pejabat Iran cuma mengkonfirmasi kalau barang yang meledak itu kemungkinan tidak memiliki kode referensi digital seperti yang menjadi persyaratan hukum Bea Cukai Iran. Jadi, dengan kata lain mereka ini ee menuduh ada yang menyelewengkan, ada yang menyelundupkan, alias ada yang ilegal lah masuk di sana. Jadi, ada banyak banget kontainer di sana, Geng. Ada sekitar 130.000 Rib kontainer yang disimpan di pelabuhan. Dan hal tersebut disebabkan kurangnya infrastruktur yang menyebabkan otoritas Bea Cukai dan Kementerian Pemerintah itu tidak memproses barang untuk ekspor selama berminggu-minggu. Pejabat Iran juga menyalahkan adanya kesalahan pelabelan yang seharusnya mengandung muatan berbahaya malah diberi label tidak berbahaya dan bahkan ada yang enggak diberi label sama sekali. Nah, jadi masih banyak yang nakal nih yang ada di sana itu. Terus, Gengs, sementara itu administrasi Bea Cukai Iran mengatakan kalau penyebab ledakan disebabkan karena adanya tumpukan barang berbahaya dan bahan kimia yang disimpan di area pelabuhan. Nah, terkait perusahaan apa yang diduga mengimpor bahan tersebut? Masih belum diketahui nih. Namun diduga perusahaan itu enggak memberitahu kalau barang yang ada di kargo adalah bahan kimia yang mudah terbakar sehingga dikategorikan sebagai barang biasa. Nah, tujuan mereka apa? tujuan mereka untuk memangkas biaya cukai. Nah, jadi ini adalah pemain-pemain nakal gitu, Geng. Mereka ingin berbuat curang. Tapi ada kelalaian pihak Bea Cukai di sini karena seharusnya mereka memeriksa dengan baik setiap barang yang masuk ke pelabuhan. Oleh karena itu, sudah ada beberapa orang yang dianggap bertanggung jawab dan sudah dipanggil untuk diinterogasi. Lalu, apa nih persisnya barang-barang yang mudah terbakar tersebut? Ya kalau bukan dari bahan kimia pembuat rudal, terus apa gitu. Nah, sampai sekarang itu masih terjadi perdebatan, Geng, di kalangan para ahli. Menurut seorang profesor kimia dari University College London yang bernama Andrea Selam, nah ledakan tersebut dia katakan kemungkinan disebabkan oleh bahan kimia biasa seperti amonium nitrat. Dan saat terjadinya ledakan ciri khasnya seperti ledakan amonium nitrat. Nah, amonium nitrat ini merupakan bahan kimia komoditas yang banyak digunakan sebagai pupuk dan bahan peledak industri. Kalau bahan tersebut disimpan dengan penyimpanan yang buruk bisa meningkatkan resiko ledakan secara signifikan sampai membuat kebakaran besar kayak gitu. Nah, cuma geng ada seorang ahli senjata kimia yang bernama Dan Kazeta. Dia bilang kalau adanya laporan mengenai natrium perklorat di pelabuhan itu bisa memberikan penjelasan logis mengenai gimana ledakan tersebut berasal. yang mengingat perklorat itu digunakan dalam bahan-bahan seperti propelan roket dan kembang api. Nah, memang jadi ini adalah salah satu bahan untuk membuat ee apa ya benda-benda peledak gitu. Dan keyakinannya ini juga didasarkan pada sulitnya amonium nitrat bisa meledak dengan sendirinya tanpa adanya bahan kimia lain yang menimbulkan reaksi. Jadi memang si ahli yang sebelumnya bilang itu amonium nitrat karena ledakannya itu mirip banget gitu ya. Nah, tapi si ahli yang kedua ini bilang amonium nitrat itu dia gak mungkin gampang meledak kalau ggak ada reaksi dari campuran kimia lain gitu. Jadi gini, Geng. Misalkan itu bahan kimia benar-benar amonium nitrat, harus ada pemicunya. Misalkan ada percikan api atau sebagainya, baru amonium nitrat ini bisa meledak. Tapi kalau enggak ada, amonium nitratnya enggak akan bisa meledak. Nah, terus geng muncul dugaan. Apakah insiden ini kemungkinan disebabkan karena adanya serangan atau sabotase yang dilakukan oleh negara lain yang merupakan musuh-musuh dari Iran seperti Amerika atau isriwil. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai dugaan keterlibatan negara lain di dalam ledakan yang benar-benar mengerikan [Musik] ini. Seperti yang sempat gua mention sebelumnya ya, Geng. Kalau ledakan di pelabuhan syahid raja e ini tepat ketika berlangsungnya putaran ketiga perundingan nuklir Iran antara Iran dan Amerika Serikat. Perundingan ini dilangsungkan di Muskat Oman dan sedikit gua jelaskan nih, Geng, soal perundingan nuklir ini. Jadi, intinya itu Iran bersi keras agar mereka bisa mengembangkan teknologi nuklir untuk membantu kehidupan masyarakat sipil seperti di antaranya untuk terapi kanker dan juga penyinaran bibit unggul di bidang pertanian. Nah, sementara Amerika bersama dengan istri Will khawatir kalau nuklir itu gak akan dipergunakan oleh Iran hanya untuk kepentingan rakyatnya aja, tapi justru untuk digunakan sebagai senjata perang. Nah, ini aneh nih ya. Amerika is rewiel kalau bikin nuklir suka-suka mereka. Mereka boleh bikin apa aja. Tapi kalau negara lain nih mau bikin hal-hal yang kayak gitu ya mereka bikin perundingan lah, mereka ketakutan lah, mereka khawatirlah, nuduhnya aneh-aneh gitu. Di dalam dialog pertama mengenai perundingan nuklir ini terjadi pada tahun 2018 ketika Donald Trump secara sepihak mengeluarkan Amerika dari perjanjian nuklir Iran. Di dalam perjanjian tersebut dikatakan negara-negara Barat secara bertahap meringankan sanksi ekonomi atas Iran dengan syarat Iran mengembangkan nuklir hanya di ambang rendah untuk kesehatan ataupun pertanian. Jadi enggak boleh gede-gede nih, enggak boleh e yang luar biasa banget nih eh nuklir buatan Iran itu syaratnya. Nah, di saat itu karena Amerika keluar inilah Iran kembali diembargo secara ekonomi. Akibatnya muncul berbagai laporan kalau Iran itu langsung ngebut untuk pengembangan nuklir mereka sampai ke tahap bisa membuat senjata nuklir. Iran enggak mau mengakhiri secara total program nuklir mereka karena Iran enggak mau bernasib sama seperti Libya dan Ukraina. Sebab sebelumnya dua negara tersebut kan dijanjikan nih berbagai hal yang indah-indah dan surga-surga kalau mereka mau mengakhiri program nuklirnya. Nah, tapi ternyata janji tersebut enggak dipenuhi oleh Barat, oleh Amerika ya. Amerika dan Barat ini cuma enggak pengin negara lain tuh lebih kuat dari negara mereka gitu. Nah, mereka ini semua diberikan harapan palsu tersebut. Nah, lalu di tanggal 26 itulah geng terjadi perundingan ketiga. Pada saat itu Amerika diwakili oleh Steve Wkov dan juga Michael Anton. Witkov ini adalah utusan khusus presiden Amerika untuk Timur Tengah. Sementara Anton saat ini menjabat sebagai direktur kebijakan pada departemen luar negeri Amerika. Dan Anton sendiri sudah dikenal sebagai pendukung setia Donald Trump setidaknya selama 10 tahun terakhir. Nah, dari sini kita bisa lihat ya bahwa ada sesuatu nih antara Amerika dengan Iran. Nah, apakah Amerika berperan di dalam ledakan di pelabuhan Iran tersebut? Nah, informasi yang diperoleh dari Abas Araksyi selaku Menteri Luar Negeri Iran, masing-masing pihak merasa optimis mengenai kelanjutan dari perundingan bersama Amerika. Dan baik Amerika maupun Iran sama-sama setuju untuk melanjutkan perundingan ke tahap perincian teknis. Dan hal ini menandakan kedua belah pihak sepakat untuk terus mencari solusi. Nah, cuma, Geng, mereka belum bisa memastikan apa solusi yang bisa disepakati oleh keduanya. Nah, kalau dari informasi ini seharusnya ya kayaknya bukan Amerika pelakunya karena enggak punya motif untuk melakukan serangan itu karena perundingannya kan baik-baik aja nih. Nah, tapi kita enggak tahu ya, Geng, gimana strategi Amerika di balik ini semua. Bisa jadi dengan melakukan serangan itu, mereka bisa menekan Iran agar membuat perundingan nuklir lebih menguntungkan Amerika dan bisa mengendalikan Iran seperti apa yang mereka inginkan. Nah, jadi bisa dikatakan ya jangan tertipu dengan kebaikan yang diberikan oleh Barat bersama Amerika ini yang mereka tampilkan di media. Padahal di belakang mereka ya bisa saja melakukan permainan-permainan yang tidak diketahui. Lalu geng, selain Amerika, negara mana lagi yang dicurigai melakukan penyerangan atau sabotase ini? Ya, jelas istri Will, musuh bebuyutan dari Iran. Gua enggak perlu jelasin panjang lebar lah soal permusuhan mereka sejak perang terjadi di Timur Tengah. Jadi bukan sesuatu yang aneh kalau memang benar istri Will yang menjadi dalang di balik insiden ini. Dan pihak Iran juga sebelumnya menuduh kalau istri Will lah yang berada di balik serangan itu. Karena yang punya motif jelas untuk menyerang Iran ya cuma mereka dan enggak ada lagi. Apalagi sebelumnya Iswill pernah menargetkan pelabuhan syahid raja i ini dan tepatnya itu di tahun 2020 sampai mereka merusak sistem komputer di sana sehingga menyebabkan kekacauan distribusi. Nah, selain itu istri juga menargetkan lokasi rudal Iran tempat pemerintahnya menggunakan mixer industri untuk membuat bahan bakar padat. Nah, namun, geng, atas semua tuduhan tersebut, pemerintah Iran ya sudah mengatakan kalau enggak ada keterlibatan asing dalam ledakan ini. Dan mereka juga menegaskan bahwa ini semua murni karena kelalaian dari pihak Bea Cukai. Nah, oleh karena ledakan ini Iran menghadapi kerugian ekonomi sebesar 25 juta Do atau yang kalau dirupiahkan itu sekitar 41,4 miliar. Sajat Mohamadi selaku mantan deputi bidang teknik dan pengembangan infrastruktur organisasi pelabuhan dan maritim yang ada di Iran, kerugian harian di saat itu terus bertambah, kata beliau. Sementara fasilitas penting enggak bisa dioperasikan lagi. Nah, hal lain yang disoroti dari kabar ini juga berkaitan dengan pers yang ditekan oleh Iran yang mana amnesti menyerukan adanya penyelidikan independen untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi serta menekan para pejabat manapun untuk tidak mengintimidasi pers. Jadi supaya pemberitaan ini bisa terang menderang. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai ledakan besar yang terjadi di Pelabuhan Syahid Rajei, sebuah aset berharga milik Iran. Gimana, Geng? Menurut kalian kira-kira siapa yang bertanggung jawab atas hal tersebut? Apakah Amerika iswi atau justru murni ini karena kelalaian seperti yang dikatakan oleh pihak Iran? Coba tinggalkan komentar di bawah. [Musik]
Resume
Categories