Transcript
KA9xs2-WFGs • THE ISSUE OF INSULTING THE PROPHET MUHAMMAD BY DRUZE LEADERS HAS DIVIDENED THE WAR IN SYRIA!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1431_KA9xs2-WFGs.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, pembahasan kita hari ini tentang
negara yang masih saja berperang, yaitu
Suriah alias Syria. Dan beberapa waktu
yang lalu, Suriah ini kembali
memanas. Suriah ini adalah salah satu
negara yang berada di Timur Tengah dan
memang enggak terlepas dari konflik. Dan
di sejarah perjalanan negara ini ya
berkonflik terus. Sekitar 4 bulan yang
lalu, Suriah menjadi sorotan dunia
karena presiden mereka yaitu Basyar
Al-Assad yang sudah memerintah selama
bertahun-tahun dengan kepemimpinannya
yang otoriter akhirnya digulingkan oleh
HTS yaitu kelompok pejuang Suriah. Nah,
kalau kalian mau tahu gimana cerita
penggulingan dari Al-Asad ini, kalian
bisa nonton video gua yang ini. Dan di
saat itu semua pihak mengira setelah
Al-Asad dilengserkan, akhirnya Suriah
menjadi sebuah negara yang damai,
membentuk pemerintahan yang memikirkan
keselamatan rakyatnya dan lain-lain lah.
Pokoknya mikirnya itu setelah itu jadi
surga lah gitu. Tapi ternyata hal
tersebut salah, Geng. Karena ternyata
tetap aja konflik di sana. Terjadi lagi
konflik dan konflik terus-terusan. Nah,
terus baru-baru ini terjadi bentrokan.
Nah, cuma bentrokan yang terjadi dan
akan kita bahas ini itu enggak 100%
bermotif politik, melainkan karena
masalah agama. Nah, singkatnya nih ya.
Jadi ada sebuah rekaman dari pemimpin
agama yang bernama Drue. Nah, ini gimana
cara bacanya gue juga kurang paham. Yang
jelas tulisannya Drue. Jadi pengejaan
atau pengucapan gua sesuai dengan ucapan
orang Indonesia aja ya. Jadi, Druze Dru
ini adalah sebuah agama yang pengikutnya
tersebar di beberapa negara Timur Tengah
yang diduga si pemimpin agama yang
bernama Druze ini menghina Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam sehingga
membuat marah banyak pihak, terutama
dari kalangan orang-orang Islam yang ada
di sana. Nah, setelahnya terjadilah aksi
protes yang berujung kepada
pemberontakan. Padahal situasi politik
di Suriah juga belum membaik pasca
lengsernya Al-Assad. Nah, malah
diperparah dengan isu konflik agama ini.
Dan kondisi ini juga diperparah dengan
adanya istri Will yang memanfaatkan
momen ini untuk menyerang Suriah di saat
yang bersamaan. Nah, di video kali ini
kita bakal merangkum nih, Geng,
bentrokan yang terjadi di Suriah yang
diduga disebabkan karena pemimpin agama
Dru yang melakukan penghinaan terhadap
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dan masuknya istri Will karena melihat
adanya kesempatan untuk menyerang Suriah
ini. Gimana ceritanya? Langsung aja kita
bahas. Halo, Geng. Welcome back to kamar
[Musik]
jer geng geng. Oke, mungkin karena agama
Druze ini bukanlah sebuah agama yang
familiar buat kita, gua bakal sedikit
menjelaskan mengenai agama ini, Geng.
Sekarang kita masuk ke dalam
pembahasannya. pecahnya bentrokan dan
apa itu agama
Druz? Jadi, geng seperti yang gua
katakan sebelumnya kalau konflik ini
berawal karena ada seseorang yang diduga
ya sebagai pemimpin agama Druze yang
menghina Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam dan perkataan tersebut terekam
di sebuah rekaman audio. Nah, menurut
informasi pemimpin Druze ini bernama
Marwan Kiwan. Nah, enggak membutuhkan
waktu lama, rekaman audio tersebut
menyebar dengan cepat di sosial media
dan sampai diketahui oleh orang-orang
terutama dari orang-orang Islam.
Nah, diadakanlah sebuah aksi yang
diikuti oleh ribuan orang yang sampai
turun ke jalan yang merasa tidak terima
dengan ucapan yang dianggap menghina
Nabi Muhammad dan sudah masuk ke dalam
tindakan penistaan agama ini. Cuma di
saat itu, kecaman tersebut enggak
berhenti pada aksi protes tersebut aja.
Namun berlanjut ke aksi yang lebih parah
yaitu adanya tindakan kekerasan yang
meletus di daerah Jaramana dan juga
daerah Asrafiyat Sahnaya yaitu dua kota
yang terletak di pinggiran Damaskus ibu
kota Suriah. Ashrafiyat Sahnaya ini
adalah daerah dengan populasi druze yang
cukup besar ya ya di sana itu ya
ibaratnya tuh pusatnya agama Druze ini.
Dan bentrokan pertamanya itu terjadi
pada hari Senin dini hari subuh-subuh
tanggal 28 April 2025 antara orang-orang
bersenjata dari komunitas Druze dan
orang-orang bersenjata yang enggak
dikenal dari daerah yang berada di
sekitar Jaramana dan juga Asrafiat
Sahnaya tadi. Nah, bentrokan tersebut
semakin memuncak di hari Rabu tanggal 30
April 2025 yang mana pada saat itu
pemerintah Suriah mengatakan sudah ada
sebuah kesepakatan yang dicapai antara
pemimpin Bruze dan perwakilan resmi yang
merasa enggak terima dengan kasus ini.
Dan setelah itu pasukan keamanan dan
pejuang yang pro pemerintah memasuki
Sahnaya sehingga mereka dapat memukul
mundur dan mengontrol orang-orang
bersenjata dari Druze ini supaya ya
enggak terjadi konflik berkepanjangan.
Cuma ternyata, Geng, hal tersebut ggak
membuat konfliknya berhenti. Sebab
dikatakan kelompok bersenjata dari
orang-orang yang pro pemerintah malah
melakukan aksi kekerasan terhadap
orang-orang Druze yang mereka tangkap.
Nah, mereka tangkap orang Druze di
Sahnaya, terus mereka malah
pukul-pukulin, malah dilakukan kekerasan
terhadap orang Druz ini. Nah, di sini
kalian ingat ya, Geng. yang melakukan
itu bukan orang-orang yang berdemo,
bukan orang-orang muslim yang berdemo
yang meminta pemimpin Druze untuk minta
maaf, tetapi justru anggota militer dari
pemerintah yang pro pemerintah itu
menangkap orang-orang Druze lalu
dilakukanlah tindakan kejahatan dan
bahkan mereka mengucapkan
kalimat-kalimat yang menghina atau
menyerang kelompok Druze ini. Nah, jadi
di sini tuh udah kayak ada adu dombanya.
yang marah itu umat Islam ya terhadap
Druze. Dan orang Druz ini akhirnya
ditangkap sama kelompok bersenjata pro
pemerintah. Tapi malah orang Druze ini
disakiti oleh angkatan bersenjata pro
pemerintah. Terus setelah itu
Kementerian Informasi Suriah bilang
gara-gara bentrokan ini ada 11 anggota
pasukan keamanan negara yang sampai
tewas dalam dua serangan terpisah.
Sementara itu, Syrian Observatory for
Human Rights atau SOR yang berpusat di
Inggris itu adalah lembaga yang juga
ikut mengawasi perang. Nah, mereka ini
melaporkan setidaknya ada 101 orang yang
tewas di dalam mentrokan antara pasukan
keamanan, pejuang sekutu, dan kelompok
drue. Nah, jadi ada tiga kelompok di
sini. Pasukan keamanan pemerintah dan
pejuang sekutu dan kelompok Druze. Nah,
di antara para korban itu yang tewas ada
30 orang yang merupakan loyalis atau pro
pemerintah. Terus ada 21 pejuang Druze
dan 10 warga sipil termasuk mantan
walikota Sanaya yang bernama Husam
Warwar. Nah, di Provinsi Selatan Suida
tempat di mana banyaknya orang-orang
Druze tinggal, ada sebanyak 40 pejuang
Druze. 35 korban di antaranya tewas di
dalam sebuah penyergapan di Jalan Sueda
Damaskus di hari Rabu. Pecahnya konflik
tersebut menjadi tantangan serius bagi
pemerintahan baru di Suriah. Karena kan
Basyar al-Asadnya sudah dilengserkan dan
sekarang Suriah dipimpin oleh Ahmed
Alsara yang sekaligus merupakan pemimpin
dari Hayat Tahril alsyam atau HTS.
pemerintahan belum stabil, tapi udah
terjadi bentrokan antara sesama warga
Suriah. Nah, pusinglah tuh pemerintah
baru. Terus, Geng, kondisinya itu makin
diperparah ketika istri Will ikut-ikutan
dan memanfaatkan situasi Suriah yang
sedang bergojolak kayak gini. Di tanggal
30 April, istri Will itu malah
melancarkan serangan di selatan Damaskus
ketika bentrokan antara orang-orang
bersenjata Druze, pasukan keamanan, dan
pejuang sekutu. Nah, berlanjut lagi nih,
Geng. Melakukan serangan di hari Jumat
tanggal 2 Mei tahun 2025. Istri Will di
saat itu melancarkan serangan udara
dengan menargetkan daerah yang berada di
sebelah persis istana presiden di
Damaskus. Beberapa serangan militer isri
Wel ini juga dilaporkan terjadi di
seluruh Suriah pada Jumat malam,
termasuk di Damaskus dan sekitarnya
serta di pedesaan Hama yang berjarak
sekitar 200 km timur laut Damaskus.
Drone pengintai juga terlihat
bersileweran di ketinggian rendah di
Damaskus dan daerah pedesaan. Dan
berdasarkan keterangan dari sumber yang
dekat dengan pemerintah Suriah itu
dikatakan drone tersebut milik militer
Isriwil. Gokil ya Isriwel ya. Orang lagi
perang di dalam dia nimbrung ngambil
kesempatan pakai drone lagi yang enggak
perlu ibaratnya ya ada awak kapalnya
gitu.
Padahal kalau dipikir-pikir ya, Geng, di
negara mereka sendiri sekarang sedang
terjadi bencana kebakaran yang besar.
Bahkan sampai ada badai pasir dan juga
banjir lagi. Sampai-sampai mereka harus
minta bantuan ke negara lain untuk bisa
memadamkan api atau meredam bencana
tersebut. Tapi bisa-bisanya malah mereka
ikut di dalam konflik negara lain. Nah,
di saat itu Benyamin Netanyahu selaku
Perdana Menteri Isriwil itu bilang
serangan tersebut adalah pesan bagi
pemerintah Suriah kalau Isriwil enggak
akan mengizinkan pengerahan pasukan di
selatan Damaskus atau ancaman apapun
terhadap komunitas Druze. Nah, jadi Sri
Will ini ngembela druse. Dan di hari
Jumat itu dilaporkan ada empat orang
tewas karena diserang oleh pesawat tidak
berawak atau drone yang tidak dikenal di
sebuah pertanian yang terletak di
pedesaan Suwaida. Nah, pemerintah Suriah
menuduh istri Will lah yang berada di
balik serangan tersebut. Nah, tapi
gengstriwil Army Radio, media resmi yang
dikelola oleh pemerintah bilang kalau
militer mereka tidak melepaskan tembakan
di Suriah dalam beberapa jam terakhir.
Nah, tapi ya drone-nya sih ada gitu ya.
Kalau tembakan sih gak ada gitu. Tapi
yang membingungkan nih, Geng ya, kenapa
bisa tiba-tiba istri Will ini
seolah-olah memihak komunitas Druze?
Sebenarnya kan istri Will dan Suriah ini
bukanlah sebuah aliansi atau sekutu,
Geng. Dua negara ini enggak pernah akur.
Istriwil sendiri udah mengambil banyak
wilayah Suriah yang berada di selatan
dan wilayah-wilayah tersebut berada di
luar wilayah dataran tinggi Golan yang
sudah lama mereka duduki. Nah, istri
Will mencoba meningkatkan hubungan
mereka dengan komunitas Druze yang
berada di kawasan tersebut dengan
menunjukkan kalau istri Will membela
mereka. kalau mereka ini didiskriminasi
di negara sendiri. Tapi sebenarnya
banyak orang-orang Druze yang enggak
percaya dengan sikap baik Isriwil kepada
mereka. Ya, seperti ada niat lain lah,
mereka paham gitu ini licik gitu kan
menurut mereka. Dan eh orang Druze itu
merasa dimanfaatkan untuk melawan
pemerintah Suriah semata-mata untuk
kepentingan Isriwil doang. Nah, apalagi
Isri Will memang sudah mengeluarkan
pernyataan kalau pemerintah Suriah yang
baru adalah ekstremis dan kehadiran
pasukan keamanannya di dekat perbatasan
akan menjadi ancaman bagi Isriwil. Nah,
jadi Israwiel ini pendekatannya ke Druze
karena mereka tahu bahwa orang-orang
Druze ini berselisih dengan agama lain
termasuk Islam, Kristen dan
lain-lain. Dari pernyataan inilah jadi
semakin terlihat jelas nih niat isriwil
untuk mendekati orang-orang Druze itu
cuma ingin mengamankan wilayah mereka
dari pemerintah Suriah aja, Geng. Jadi
bukan benar-benar pengin ngebantu orang
Druze dan Menteri Pertahanan Isriwil
yaitu Israel Kats. Nah, dia
memperingatkan bahwa Isriwil akan
menanggapi segala serangan yang
ditujukan kepada komunitas Dru
signifikan. Ahmedara yang saat ini
menjabat sebagai Presiden Suriah itu
sudah melakukan pernyataan yang mengutuk
keras serangan Israwiil tersebut dengan
menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya
yang bertujuan untuk mengganggu
stabilitas atau kedaulatan Suriah. Nah,
hal ini dikonfirmasi nih oleh Asad
Alsyaibani selaku Menteri Luar Negeri
Suriah yang bilang kalau intervensi dari
pihak lain dengan alasan apapun cuma
akan mengarah kepada perpecahan lebih
lanjut. Nah, terus geng sekretaris
jenderal PBB yang bernama Antonio
Guteres itu ikut mengkritik serangan
Israwiil tersebut yang dia sebut sebagai
pelanggaran kedaulatan Suriah. Dan oleh
karena itu, Suriah meminta masyarakat
internasional untuk mendukung Suriah
dalam menghadapi serangan Istriwel yang
dianggap sudah melanggar hukum
internasional. Ya, tapi sayangnya ya
kalau berhubungan dengan Istriwil
kayaknya PBB cuma bisa ngemeng doang
gitu. Kalau ngasih teguran ya enggak
mungkin gitu ya.
Terus geng, gimana dengan reaksi dari
komunitas Druze-nya sendiri yang
dianggap oleh Ril mereka melindungi
Druze ini? Nah, ternyata geng menurut
pernyataan dari Syekh Hamud Alhinawi
yang mana dia ini adalah pemimpin agama
Druze di Sueda, dia bilang apa yang
terjadi di saat ini adalah penargetan
sekte yang dilakukan oleh orang-orang
ekstremis dan hal ini menjadi tugas
negara untuk melindungi warga sipil.
Komunitas Druze sepenuhnya mendukung
supremasi hukum dan kedaulatan nasional
Suriah selama pemerintah melindungi
warga negaranya dan mematuhi komitmennya
untuk membangun kembali Suriah. Nah,
mengenai istri Will yang seolah-olah
berpihak kepada mereka yang menyerang
dengan alasan untuk membela komunitas
Druze, Syekh Hamur ini bilang yang
menjadi masalah bukan apakah Dru ini
mendukung atau menentang Isriwel. Sebab
ini adalah masalah hidup dan mati bagi
mereka. Kalau mereka diserang, mereka
punya hak untuk membela diri. Kalau
mereka dibantu oleh Isriwil, mau enggak
mau mereka harus menerima daripada
mereka meninggoi diserang oleh sesama
rakyat Suriah gitu. Dan pemimpin
kelompok Druze ini juga tidak akan
memberikan dukungan kepada Isriwil
aslinya mereka memilih untuk
menyampaikan keluhan mereka dalam sebuah
pertemuan tertutup dengan pemerintahan
yang baru. Nah, jadi sebenarnya mereka
di dalam hati mereka tuh kayak gini,
"Eh, kami enggak akan bela Isriwil.
Isriwil nawarin kayak gitu, kami enggak
akan terima. Tapi tolong kami jangan
dibantai," gitu. Nah, jadi mereka juga
menyampaikan keluhan mereka di dalam ee
apa ya pertemuan tertutup itu. Dan
permasalahan tentang penghinaan terhadap
Nabi Muhammad itu juga harus diobrolin
yang mana bukan berarti semua umat dari
agama Druze ini ya setuju dengan apa
yang dilakukan oleh pemimpin mereka
tersebut. Terus, Geng, dari tadi kan
kita membahas soal agama Druz ini. Tapi
sebenarnya apa sih agama ini? Nah, kita
yang orang Indonesia mungkin enggak
pernah dengar adanya agama ini
sebelumnya. Dan apakah benar pemimpin
dari Druzelah yang bernama Marwan Kirwan
yang menghina Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Nah, sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai
seluk-beluk agama Druze di Suriah dan
bagaimana kondisi mereka di Suriah.
Apakah mereka mengalami diskriminasi di
negara tersebut atau enggak? Sekarang
kita
[Musik]
bahas. Jadi, Geng, kalau dilihat dari
sejarahnya, agama Druze ini adalah agama
yang berasal dari Mesir dan merupakan
cabang dari agama Syiah Ismailiyah. Pada
saat pemerintahan Khalifah Fatimiyah
keenam yaitu Alhakim Bi Amir Allah yang
berkuasa tahun 996 sampai dengan 1021.
Nah, beberapa ahli agama Islamiah mulai
membentuk gerakan yang menyatakan bahwa
al-Hakim adalah sosok Ilahi atau sosok
Tuhan, geng. Kemungkinan gerakan ini
didukung oleh Alhakim sendiri, tapi para
pemimpin agama Fatimiyah menolak keras
ide tersebut dan gerakan tersebut.
Karena menurut mereka meskipun alhakim
dan para pendahulunya memang ditunjuk
oleh Allah Subhanahu wa taala tapi
mereka bukanlah Tuhan itu sendiri. Nah,
di tahun 2017 ajaran ini pertama kali
disampaikan secara terbuka dan berbuah
kerusuhan di Kairu, Mesir. Nah, mulai
sejak itu muncullah konflik internal
dari gerakan tersebut. Dan hal ini
disebabkan karena tokoh utama yang
mendukung ajaran mengenai keilahian
al-Hakim yaitu Hamzah bin Ali bin Ahmad
Al-Zuzani itu harus bersaing
memperebutkan kekuasaan dan pengikut
dengan mantan muridnya sendiri yang
bernama Muhammad Aldarazi. Nah, tapi
Hamzah ini kelihatannya lebih disukai,
geng, oleh Al-Hakim. Sementara Aldaraazi
dianggap murtad oleh gerakan tersebut
dan akhirnya menghilang. Banyak yang
percaya kalau Aldarazi ini enggak
semata-mata hilang, tapi justru
dihilangkan atau dieksekusi atas
perintah Alhakim. Nah, meskipun Aldarazi
sudah dianggap murtad, bahkan ada dugaan
kalau dia dieksekusi, orang-orang tetap
menyebut gerakan ini dengan namanya dia,
yaitu Aldaraziah atau aldurus yang
kemudian berubah e dengan sebutan Drue.
Nah, di situlah asal muasalnya, Geng.
Terus, Geng, singkat ceritanya pada
tahun 1021 Al-Hakim menghilang secara
misterius dan gerakan ini mengalami
diskriminasi oleh penerusnya Al-Hakim
yaitu Al-Zahir. Nah, kondisi ini membuat
tokoh-tokoh penting di balik gerakan
tersebut terpaksa untuk bersembunyi.
Jadi, pada kabur di saat itu. Termasuk
dengan Hamzah yang kemudian digantikan
oleh almuktana Baha Aldin yang juga
dikenal dengan Alsamuki sebagai pemimpin
druze yang baru. Nah, karena yang lain
udah kabur, dialah yang mengganti posisi
pemimpin Re. Nah, Alsamuki ini dianggap
sepertinya masih berhubungan dengan
Hamzah selama beberapa waktu, Geng.
Namun, gara-gara kondisi yang udah
enggak memungkinkan untuk menjalankan
gerakan ini, perlahan-lahan agama Druz
ini mulai punah di Mesir. Nah, tapi di
daerah-daerah terpencil di Suriah dan
juga Lebanon, agama Druze ini tetap ada.
Di Suriah dan Lebanon inilah para
misionaris dari gerakan Druzei yang
berasal dari Mesir itu membangun kembali
komunitas mereka yang kuat di Suriah
terutama. Nah, di saat itu almuktana
atau Alsamuki ini kemudian menarik diri
dari publik pada tahun
1037 tapi masih terus menulis
surat-surat untuk menyebarkan ajaran Dru
sampai tahun 1043. Dan setelah itu
penyebaran agama ini dihentikan dan
Druze enggak lagi menerima orang baru
untuk masuk ke dalam agama mereka. Dan
sampai sekarang agama Druze ini masih
enggak memperbolehkan orang-orang pindah
baik masuk atau keluar dari agama
mereka. Jadi enggak boleh keluar dari
agama ini, enggak boleh juga dari agama
lain masuk ke agama mereka. Itu artinya
penganut agama Druze ini turun-temurun,
Geng. Murni. Enggak ada istilah kayak
kalau di dalam Islam tuh kayak e murtad
atau mungkin mualaf gitu, enggak ada.
Nah, enggak bisa tuh merekrut orang lain
dari agama lain untuk masuk ke agama
mereka. Dan pernikahan dengan orang yang
bukan penganut itu sangat jarang dan
sangat tidak dianjurkan. Tapi enggak
dilarang sih, tapi enggak dianjurkan ya
walaupun pada akhirnya ada juga yang
melakukan. Nah, banyak praktik keagamaan
Druze yang dirahasiakan, Geng. Bahkan
dari sebagian besar anggota komunitas
mereka sendiri. Nah, jadi cuma
sekelompok kecil aja yang terdiri dari
beberapa orang terpilih yang bisa ibadah
dan punya akses ke kitab suci mereka
yang bernama Alhikmah Alssyarifah. Nah,
sekelompok kecil ini disebut dengan ukal
yang berarti orang-orang yang tahu. Nah,
aneh banget ya. Eh, kalau di agama
manaun biasanya kan yang namanya kitab
suci itu ya harus dipelajari oleh semua
umatnya, harus dipelajari oleh semua
pengikutnya. Nah, kalau mereka enggak
dirahasiakan hanya orang-orang yang
terpilih aja yang boleh mempelajarinya.
Terus, Geng, karena penganut Druze ini
didasarkan pada keturunan, komunitasnya
itu enggak sebesar agama-agama lain.
Nah, tapi walaupun begitu, orang-orang
Druze ini punya peran penting dalam
sejarah Timur Tengah. Contohnya, ketika
perang salib, tentara Druz ini ikut
membantu pasukan Ayyubiah atau Mamluk
dengan melawan serangan tentara salib di
pantai Lebanon. Nah, umat Druze ini
mendapatkan banyak kebebasan di bawah
kepemimpinan kekaisaran Otoman.
Pemberian kebebasan kepada Druze ini
disebabkan karena wilayah tempat Druze
ini bermukim berada di pegunungan
sehingga sulit bagi orang-orang Otoman
untuk menguasai wilayah mereka. Walaupun
Ruze ini mendapatkan kebebasan, tapi
mereka juga sering memberontak pada
Otoman. Dari abad ke-16 sampai ke-19,
ada beberapa penguasa feodal yang kuat
yang memimpin kehidupan politik druse.
Salah satunya yang paling terkenal
adalah Fakir Aldin I dari keluarga main
pada abad ke-17 yang membentuk aliansi
dengan orang Kristen maronit di
pegunungan Libanon dan menentang
kekuasaan Otoman yang bekerja sama
dengan Tusk atau Tusani tulisannya. Di
negara Libanon itu menjadi negara tempat
di mana komunitas Druze ini
terkonsentrasi di satu wilayah. Mereka
tinggal di sepanjang bagian barat
pegunungan Lebanon dan juga di bagian
tenggara negara tersebut. Di awal tahun
2020-an jumlah mereka sekitar 300.000an
orang. Nah, umat Rze ini memiliki
pengaruh politik yang besar di Lebanon
sejak negara itu merdeka. Dan salah satu
pemimpin ruze yang terkenal adalah Kamal
Jumblat yang sangat disukai karena
memiliki karisma yang membuat
orang-orang jadi terpesona sama dia.
Nah, dia ini menentang Chamil Kamon
seorang politisi Lebanon yang pernah
menjabat sebagai Presiden Lebanon di
tahun 1952 sampai dengan 1958 dan
menyebabkan pemberontakan yang melawan
Kamon di tahun 1958. Kamal Jumblat ini
pun menjadi orang yang dihormati oleh
banyak kaum nasionalis Arab, geng. Dia
pun terjun di dunia politik dan beberapa
kali memegang jabatan menteri di saat
itu. Nah, setelah Kamal Jumblat ini
dieksekusi pada tahun 1977, nah,
putranya dia atau anaknya yang laki-laki
yang bernama Walid. Nah, tapi ini bukan
Walid Malaysia ya, bukan Walid Melayu.
Ini Walid anaknya Kamal Jumblat. Walid
inilah yang mengambil kepemimpinan
menggantikan posisi ayahnya yaitu
kepemimpinan politik komunitas Druze di
Lebanon. Dia mengikuti jejak ayahnya.
Walid ini memegang peran penting dalam
menentukan arah politik Lebanon. Dan di
antara komunitas Druze ini juga ada
konflik internalnya, Geng. Yaitu
persaingan antara keluarga Jumlat dengan
keluarga Arslan untuk memimpin komunitas
Druze di Lebanon. Nah, mereka ini sering
berada di kubu politik yang
berseberangan di Lebanon. Dan walaupun
saling bersaing, kedua keluarga ini
sering mengenyampingkan perbedaan mereka
dan bekerja sama untuk melindungi
kepentingan e umat Druze. Jadi, mereka
persatuannya benar-benar kuat. Nah, itu
kan di Libanon. Terus gimana dengan
komunitas Druze yang ada di Suriah? Nah,
kalau di Libanon itu orang Druzeenya
terkonsentrasi di satu wilayah,
sementara di Suriah ini gak seperti itu,
Geng. Kalau di total jumlah orang-orang
Druenya lebih banyak dibandingkan yang
ada di Libanon. Di tahun 2020-an
jumlahnya mencapai lebih dari 700.000
orang. Dan sebagian besar orang-orang
Druze yang berada di Suriah itu berasal
dari Libanon pada abad ke-18 dan menetap
di sekitar daerah Alsuwaida di wilayah
pegunungan Druze atau yang disebut
dengan Jabal Aldurus. Tempat tersebut
masih menjadi tempat tinggal utama
masyarakat Druze di Suriah sampai
sekarang. Dan pada tahun 1925, pemimpin
Druze yaitu Sultan Al-Atrraj itu
memimpin pemberontakan melawan kekuasaan
Prancis. Dan setelah berhasil mengusir
Prancis dari sana, akhirnya orang-orang
nasionalis Suriah di luar komunitas
Druze itu ikut bergabung dan terjadilah
pemberontakan kepada Prancis dan mereka
menyebar ke seluruh wilayah sampai ke
Damaskus sebelum akhirnya dihentikan
pada tahun 1927. Orang Druzei tetap
menjadi tokoh penting selama beberapa
dekade berikutnya. Dan pemberontakan
Druze lainnya memicu pemberontakan
nasional dan menggulingkan Presiden Adib
Alsisakli pada tahun 1954. Dan selain
itu putra dari Sultan Al-Atras yaitu
seorang pemimpin Druze yang bernama
Mansul Al-Atras itu menjadi salah satu
pendiri dari Partai Baat Suriah. Nah,
dia kemudian sempat menjabat sebagai
ketua parlemen pada tahun 1965 sampai
akhirnya ditangkap pada tahun 1966.
Kalau kita lihat dari sejarahnya ya,
Geng. Memang kelompok Druze ini memiliki
peran yang penting banget, Geng, dalam
gerakan nasionalis di Suriah. Tapi
kenapa sekarang kayaknya kelompok
tersebut jadi diskriminasi gitu?
Sebenarnya ya ada beberapa alasan. Yang
pertama nih, karena Dur ini kan adalah
komunitas agama yang kecil dengan
menganut ajaran yang sama sekali berbeda
dengan mayoritas muslim Sunni di Suriah.
Terus yang kedua, pemerintah yang
berkuasa sering merasa waspada dengan
kelompok minoritas yang ada di sana.
Ditambah lagi komunitas Druze ini selalu
menghindar untuk berpihak pada kelompok
politik tertentu sehingga mereka
dianggap menjadi ancaman bagi pemerintah
Suriah sendiri yang mengalami banyak
pergolakan politik. Jadi ibaratnya tuh
gini, ketika misalkan ada
kampanye-kampanye gitu ya, kelompok
Druze ini enggak mau enggak mau
ikut-ikutan ngebela pemerintah mana,
pemerintah mana. Mereka enggak mau,
mereka netral aja. Nah, hal inilah yang
membuat kelompok Druze ini mengalami
diskriminasi di Suriah, Geng. Dan mata
pencaharian mereka juga enggak menentu.
Di Suriah, meskipun kaum Druze ini
mendapatkan pengaruh politik yang cukup
besar setelah partai Baat berkuasa pada
tahun 1963, tapi kemudian pelan-pelan
mereka dikesampingkan, mulai dibuang
gitu. Dan karena ini juga membuat mereka
jadi lebih berhati-hatilah selama perang
saudara di Suriah. Tapi seiring
berjalannya konflik, mereka jadi semakin
sering berhadapan dengan kelompok
ekstremis seperti Fron Nusra dan juga
ISIS.
sampai pembahasan ini ya mungkin belum
terjawab eh persoalan kapan sih mereka
atau pemimpin mereka menghina e Nabi
Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Nah, bagaimana dengan rekaman
suara yang diduga adalah Marwan Kiwan
yang menghina Nabi Muhammad ini? Ya, eh
Marwan Kiwan itu pemimpin mereka. Marwan
Kiwan ini memberikan klarifikasi, Geng,
dengan mengatakan kalau suara di rekaman
tersebut bukan dia sehingga dia enggak
bertanggung jawab atas hal tersebut.
Lalu pemimpin tertinggi Drui atau yang
dikenal dengan istilah Syekh Aqil yang
bernama Syekh Yosef Jarbu itu sudah
mengeluarkan pernyataan yang mengatakan
kalau umat Druze ini sudah mengetahui
pelaku yang bertanggung jawab atas
perbuatan yang menolak segala penghinaan
terhadap Nabi Muhammad ini dan nabi-nabi
lainnya. Terus Syekh Yusef Jarbo ini
memperingatkan akan adanya fitnah yang
bertujuan untuk memecah belah persatuan
masyarakat Suriah. Kemudian menyatakan
juga bahwa umat Druze sudah terbiasa
menjadi satu kesatuan yang saling
bekerja sama demi kebaikan Suriah. Jadi
kalau dari pernyataan Syekh Yusef
tersebut sepertinya umat Dru ini sendiri
udah mengetahui siapa orang yang
menghina Nabi Muhammad ini, Geng. Namun
enggak disebutkan apakah pelakunya
adalah Marwan Kiwan atau bukan. Nah,
sejauh ini makanya konfliknya itu belum
selesai karena enggak diungkapkan siapa
pelakunya. Ya, dari pembahasan ini kita
bisa lihat ya, Geng, ya. Semoga konflik
di Suriah bisa cepat selesai sehingga
enggak harus jatuh korban lagi. Kasihan
banget gitu kalau perang saudara kayak
gini. Nah, itu dia, Geng, pembahasan
kita kali ini mengenai pecahnya konflik
di Suriah yang disebabkan karena adanya
pemimpin rou yang diduga menghina Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Gimana, Geng, menurut kalian tentang
pembahasan kita kali ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
[Musik]