Transcript
KA9xs2-WFGs • THE ISSUE OF INSULTING THE PROPHET MUHAMMAD BY DRUZE LEADERS HAS DIVIDENED THE WAR IN SYRIA!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1431_KA9xs2-WFGs.txt
Kind: captions Language: id Geng, pembahasan kita hari ini tentang negara yang masih saja berperang, yaitu Suriah alias Syria. Dan beberapa waktu yang lalu, Suriah ini kembali memanas. Suriah ini adalah salah satu negara yang berada di Timur Tengah dan memang enggak terlepas dari konflik. Dan di sejarah perjalanan negara ini ya berkonflik terus. Sekitar 4 bulan yang lalu, Suriah menjadi sorotan dunia karena presiden mereka yaitu Basyar Al-Assad yang sudah memerintah selama bertahun-tahun dengan kepemimpinannya yang otoriter akhirnya digulingkan oleh HTS yaitu kelompok pejuang Suriah. Nah, kalau kalian mau tahu gimana cerita penggulingan dari Al-Asad ini, kalian bisa nonton video gua yang ini. Dan di saat itu semua pihak mengira setelah Al-Asad dilengserkan, akhirnya Suriah menjadi sebuah negara yang damai, membentuk pemerintahan yang memikirkan keselamatan rakyatnya dan lain-lain lah. Pokoknya mikirnya itu setelah itu jadi surga lah gitu. Tapi ternyata hal tersebut salah, Geng. Karena ternyata tetap aja konflik di sana. Terjadi lagi konflik dan konflik terus-terusan. Nah, terus baru-baru ini terjadi bentrokan. Nah, cuma bentrokan yang terjadi dan akan kita bahas ini itu enggak 100% bermotif politik, melainkan karena masalah agama. Nah, singkatnya nih ya. Jadi ada sebuah rekaman dari pemimpin agama yang bernama Drue. Nah, ini gimana cara bacanya gue juga kurang paham. Yang jelas tulisannya Drue. Jadi pengejaan atau pengucapan gua sesuai dengan ucapan orang Indonesia aja ya. Jadi, Druze Dru ini adalah sebuah agama yang pengikutnya tersebar di beberapa negara Timur Tengah yang diduga si pemimpin agama yang bernama Druze ini menghina Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sehingga membuat marah banyak pihak, terutama dari kalangan orang-orang Islam yang ada di sana. Nah, setelahnya terjadilah aksi protes yang berujung kepada pemberontakan. Padahal situasi politik di Suriah juga belum membaik pasca lengsernya Al-Assad. Nah, malah diperparah dengan isu konflik agama ini. Dan kondisi ini juga diperparah dengan adanya istri Will yang memanfaatkan momen ini untuk menyerang Suriah di saat yang bersamaan. Nah, di video kali ini kita bakal merangkum nih, Geng, bentrokan yang terjadi di Suriah yang diduga disebabkan karena pemimpin agama Dru yang melakukan penghinaan terhadap Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan masuknya istri Will karena melihat adanya kesempatan untuk menyerang Suriah ini. Gimana ceritanya? Langsung aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to kamar [Musik] jer geng geng. Oke, mungkin karena agama Druze ini bukanlah sebuah agama yang familiar buat kita, gua bakal sedikit menjelaskan mengenai agama ini, Geng. Sekarang kita masuk ke dalam pembahasannya. pecahnya bentrokan dan apa itu agama Druz? Jadi, geng seperti yang gua katakan sebelumnya kalau konflik ini berawal karena ada seseorang yang diduga ya sebagai pemimpin agama Druze yang menghina Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan perkataan tersebut terekam di sebuah rekaman audio. Nah, menurut informasi pemimpin Druze ini bernama Marwan Kiwan. Nah, enggak membutuhkan waktu lama, rekaman audio tersebut menyebar dengan cepat di sosial media dan sampai diketahui oleh orang-orang terutama dari orang-orang Islam. Nah, diadakanlah sebuah aksi yang diikuti oleh ribuan orang yang sampai turun ke jalan yang merasa tidak terima dengan ucapan yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan sudah masuk ke dalam tindakan penistaan agama ini. Cuma di saat itu, kecaman tersebut enggak berhenti pada aksi protes tersebut aja. Namun berlanjut ke aksi yang lebih parah yaitu adanya tindakan kekerasan yang meletus di daerah Jaramana dan juga daerah Asrafiyat Sahnaya yaitu dua kota yang terletak di pinggiran Damaskus ibu kota Suriah. Ashrafiyat Sahnaya ini adalah daerah dengan populasi druze yang cukup besar ya ya di sana itu ya ibaratnya tuh pusatnya agama Druze ini. Dan bentrokan pertamanya itu terjadi pada hari Senin dini hari subuh-subuh tanggal 28 April 2025 antara orang-orang bersenjata dari komunitas Druze dan orang-orang bersenjata yang enggak dikenal dari daerah yang berada di sekitar Jaramana dan juga Asrafiat Sahnaya tadi. Nah, bentrokan tersebut semakin memuncak di hari Rabu tanggal 30 April 2025 yang mana pada saat itu pemerintah Suriah mengatakan sudah ada sebuah kesepakatan yang dicapai antara pemimpin Bruze dan perwakilan resmi yang merasa enggak terima dengan kasus ini. Dan setelah itu pasukan keamanan dan pejuang yang pro pemerintah memasuki Sahnaya sehingga mereka dapat memukul mundur dan mengontrol orang-orang bersenjata dari Druze ini supaya ya enggak terjadi konflik berkepanjangan. Cuma ternyata, Geng, hal tersebut ggak membuat konfliknya berhenti. Sebab dikatakan kelompok bersenjata dari orang-orang yang pro pemerintah malah melakukan aksi kekerasan terhadap orang-orang Druze yang mereka tangkap. Nah, mereka tangkap orang Druze di Sahnaya, terus mereka malah pukul-pukulin, malah dilakukan kekerasan terhadap orang Druz ini. Nah, di sini kalian ingat ya, Geng. yang melakukan itu bukan orang-orang yang berdemo, bukan orang-orang muslim yang berdemo yang meminta pemimpin Druze untuk minta maaf, tetapi justru anggota militer dari pemerintah yang pro pemerintah itu menangkap orang-orang Druze lalu dilakukanlah tindakan kejahatan dan bahkan mereka mengucapkan kalimat-kalimat yang menghina atau menyerang kelompok Druze ini. Nah, jadi di sini tuh udah kayak ada adu dombanya. yang marah itu umat Islam ya terhadap Druze. Dan orang Druz ini akhirnya ditangkap sama kelompok bersenjata pro pemerintah. Tapi malah orang Druze ini disakiti oleh angkatan bersenjata pro pemerintah. Terus setelah itu Kementerian Informasi Suriah bilang gara-gara bentrokan ini ada 11 anggota pasukan keamanan negara yang sampai tewas dalam dua serangan terpisah. Sementara itu, Syrian Observatory for Human Rights atau SOR yang berpusat di Inggris itu adalah lembaga yang juga ikut mengawasi perang. Nah, mereka ini melaporkan setidaknya ada 101 orang yang tewas di dalam mentrokan antara pasukan keamanan, pejuang sekutu, dan kelompok drue. Nah, jadi ada tiga kelompok di sini. Pasukan keamanan pemerintah dan pejuang sekutu dan kelompok Druze. Nah, di antara para korban itu yang tewas ada 30 orang yang merupakan loyalis atau pro pemerintah. Terus ada 21 pejuang Druze dan 10 warga sipil termasuk mantan walikota Sanaya yang bernama Husam Warwar. Nah, di Provinsi Selatan Suida tempat di mana banyaknya orang-orang Druze tinggal, ada sebanyak 40 pejuang Druze. 35 korban di antaranya tewas di dalam sebuah penyergapan di Jalan Sueda Damaskus di hari Rabu. Pecahnya konflik tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintahan baru di Suriah. Karena kan Basyar al-Asadnya sudah dilengserkan dan sekarang Suriah dipimpin oleh Ahmed Alsara yang sekaligus merupakan pemimpin dari Hayat Tahril alsyam atau HTS. pemerintahan belum stabil, tapi udah terjadi bentrokan antara sesama warga Suriah. Nah, pusinglah tuh pemerintah baru. Terus, Geng, kondisinya itu makin diperparah ketika istri Will ikut-ikutan dan memanfaatkan situasi Suriah yang sedang bergojolak kayak gini. Di tanggal 30 April, istri Will itu malah melancarkan serangan di selatan Damaskus ketika bentrokan antara orang-orang bersenjata Druze, pasukan keamanan, dan pejuang sekutu. Nah, berlanjut lagi nih, Geng. Melakukan serangan di hari Jumat tanggal 2 Mei tahun 2025. Istri Will di saat itu melancarkan serangan udara dengan menargetkan daerah yang berada di sebelah persis istana presiden di Damaskus. Beberapa serangan militer isri Wel ini juga dilaporkan terjadi di seluruh Suriah pada Jumat malam, termasuk di Damaskus dan sekitarnya serta di pedesaan Hama yang berjarak sekitar 200 km timur laut Damaskus. Drone pengintai juga terlihat bersileweran di ketinggian rendah di Damaskus dan daerah pedesaan. Dan berdasarkan keterangan dari sumber yang dekat dengan pemerintah Suriah itu dikatakan drone tersebut milik militer Isriwil. Gokil ya Isriwel ya. Orang lagi perang di dalam dia nimbrung ngambil kesempatan pakai drone lagi yang enggak perlu ibaratnya ya ada awak kapalnya gitu. Padahal kalau dipikir-pikir ya, Geng, di negara mereka sendiri sekarang sedang terjadi bencana kebakaran yang besar. Bahkan sampai ada badai pasir dan juga banjir lagi. Sampai-sampai mereka harus minta bantuan ke negara lain untuk bisa memadamkan api atau meredam bencana tersebut. Tapi bisa-bisanya malah mereka ikut di dalam konflik negara lain. Nah, di saat itu Benyamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Isriwil itu bilang serangan tersebut adalah pesan bagi pemerintah Suriah kalau Isriwil enggak akan mengizinkan pengerahan pasukan di selatan Damaskus atau ancaman apapun terhadap komunitas Druze. Nah, jadi Sri Will ini ngembela druse. Dan di hari Jumat itu dilaporkan ada empat orang tewas karena diserang oleh pesawat tidak berawak atau drone yang tidak dikenal di sebuah pertanian yang terletak di pedesaan Suwaida. Nah, pemerintah Suriah menuduh istri Will lah yang berada di balik serangan tersebut. Nah, tapi gengstriwil Army Radio, media resmi yang dikelola oleh pemerintah bilang kalau militer mereka tidak melepaskan tembakan di Suriah dalam beberapa jam terakhir. Nah, tapi ya drone-nya sih ada gitu ya. Kalau tembakan sih gak ada gitu. Tapi yang membingungkan nih, Geng ya, kenapa bisa tiba-tiba istri Will ini seolah-olah memihak komunitas Druze? Sebenarnya kan istri Will dan Suriah ini bukanlah sebuah aliansi atau sekutu, Geng. Dua negara ini enggak pernah akur. Istriwil sendiri udah mengambil banyak wilayah Suriah yang berada di selatan dan wilayah-wilayah tersebut berada di luar wilayah dataran tinggi Golan yang sudah lama mereka duduki. Nah, istri Will mencoba meningkatkan hubungan mereka dengan komunitas Druze yang berada di kawasan tersebut dengan menunjukkan kalau istri Will membela mereka. kalau mereka ini didiskriminasi di negara sendiri. Tapi sebenarnya banyak orang-orang Druze yang enggak percaya dengan sikap baik Isriwil kepada mereka. Ya, seperti ada niat lain lah, mereka paham gitu ini licik gitu kan menurut mereka. Dan eh orang Druze itu merasa dimanfaatkan untuk melawan pemerintah Suriah semata-mata untuk kepentingan Isriwil doang. Nah, apalagi Isri Will memang sudah mengeluarkan pernyataan kalau pemerintah Suriah yang baru adalah ekstremis dan kehadiran pasukan keamanannya di dekat perbatasan akan menjadi ancaman bagi Isriwil. Nah, jadi Israwiel ini pendekatannya ke Druze karena mereka tahu bahwa orang-orang Druze ini berselisih dengan agama lain termasuk Islam, Kristen dan lain-lain. Dari pernyataan inilah jadi semakin terlihat jelas nih niat isriwil untuk mendekati orang-orang Druze itu cuma ingin mengamankan wilayah mereka dari pemerintah Suriah aja, Geng. Jadi bukan benar-benar pengin ngebantu orang Druze dan Menteri Pertahanan Isriwil yaitu Israel Kats. Nah, dia memperingatkan bahwa Isriwil akan menanggapi segala serangan yang ditujukan kepada komunitas Dru signifikan. Ahmedara yang saat ini menjabat sebagai Presiden Suriah itu sudah melakukan pernyataan yang mengutuk keras serangan Israwiil tersebut dengan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas atau kedaulatan Suriah. Nah, hal ini dikonfirmasi nih oleh Asad Alsyaibani selaku Menteri Luar Negeri Suriah yang bilang kalau intervensi dari pihak lain dengan alasan apapun cuma akan mengarah kepada perpecahan lebih lanjut. Nah, terus geng sekretaris jenderal PBB yang bernama Antonio Guteres itu ikut mengkritik serangan Israwiil tersebut yang dia sebut sebagai pelanggaran kedaulatan Suriah. Dan oleh karena itu, Suriah meminta masyarakat internasional untuk mendukung Suriah dalam menghadapi serangan Istriwel yang dianggap sudah melanggar hukum internasional. Ya, tapi sayangnya ya kalau berhubungan dengan Istriwil kayaknya PBB cuma bisa ngemeng doang gitu. Kalau ngasih teguran ya enggak mungkin gitu ya. Terus geng, gimana dengan reaksi dari komunitas Druze-nya sendiri yang dianggap oleh Ril mereka melindungi Druze ini? Nah, ternyata geng menurut pernyataan dari Syekh Hamud Alhinawi yang mana dia ini adalah pemimpin agama Druze di Sueda, dia bilang apa yang terjadi di saat ini adalah penargetan sekte yang dilakukan oleh orang-orang ekstremis dan hal ini menjadi tugas negara untuk melindungi warga sipil. Komunitas Druze sepenuhnya mendukung supremasi hukum dan kedaulatan nasional Suriah selama pemerintah melindungi warga negaranya dan mematuhi komitmennya untuk membangun kembali Suriah. Nah, mengenai istri Will yang seolah-olah berpihak kepada mereka yang menyerang dengan alasan untuk membela komunitas Druze, Syekh Hamur ini bilang yang menjadi masalah bukan apakah Dru ini mendukung atau menentang Isriwel. Sebab ini adalah masalah hidup dan mati bagi mereka. Kalau mereka diserang, mereka punya hak untuk membela diri. Kalau mereka dibantu oleh Isriwil, mau enggak mau mereka harus menerima daripada mereka meninggoi diserang oleh sesama rakyat Suriah gitu. Dan pemimpin kelompok Druze ini juga tidak akan memberikan dukungan kepada Isriwil aslinya mereka memilih untuk menyampaikan keluhan mereka dalam sebuah pertemuan tertutup dengan pemerintahan yang baru. Nah, jadi sebenarnya mereka di dalam hati mereka tuh kayak gini, "Eh, kami enggak akan bela Isriwil. Isriwil nawarin kayak gitu, kami enggak akan terima. Tapi tolong kami jangan dibantai," gitu. Nah, jadi mereka juga menyampaikan keluhan mereka di dalam ee apa ya pertemuan tertutup itu. Dan permasalahan tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad itu juga harus diobrolin yang mana bukan berarti semua umat dari agama Druze ini ya setuju dengan apa yang dilakukan oleh pemimpin mereka tersebut. Terus, Geng, dari tadi kan kita membahas soal agama Druz ini. Tapi sebenarnya apa sih agama ini? Nah, kita yang orang Indonesia mungkin enggak pernah dengar adanya agama ini sebelumnya. Dan apakah benar pemimpin dari Druzelah yang bernama Marwan Kirwan yang menghina Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai seluk-beluk agama Druze di Suriah dan bagaimana kondisi mereka di Suriah. Apakah mereka mengalami diskriminasi di negara tersebut atau enggak? Sekarang kita [Musik] bahas. Jadi, Geng, kalau dilihat dari sejarahnya, agama Druze ini adalah agama yang berasal dari Mesir dan merupakan cabang dari agama Syiah Ismailiyah. Pada saat pemerintahan Khalifah Fatimiyah keenam yaitu Alhakim Bi Amir Allah yang berkuasa tahun 996 sampai dengan 1021. Nah, beberapa ahli agama Islamiah mulai membentuk gerakan yang menyatakan bahwa al-Hakim adalah sosok Ilahi atau sosok Tuhan, geng. Kemungkinan gerakan ini didukung oleh Alhakim sendiri, tapi para pemimpin agama Fatimiyah menolak keras ide tersebut dan gerakan tersebut. Karena menurut mereka meskipun alhakim dan para pendahulunya memang ditunjuk oleh Allah Subhanahu wa taala tapi mereka bukanlah Tuhan itu sendiri. Nah, di tahun 2017 ajaran ini pertama kali disampaikan secara terbuka dan berbuah kerusuhan di Kairu, Mesir. Nah, mulai sejak itu muncullah konflik internal dari gerakan tersebut. Dan hal ini disebabkan karena tokoh utama yang mendukung ajaran mengenai keilahian al-Hakim yaitu Hamzah bin Ali bin Ahmad Al-Zuzani itu harus bersaing memperebutkan kekuasaan dan pengikut dengan mantan muridnya sendiri yang bernama Muhammad Aldarazi. Nah, tapi Hamzah ini kelihatannya lebih disukai, geng, oleh Al-Hakim. Sementara Aldaraazi dianggap murtad oleh gerakan tersebut dan akhirnya menghilang. Banyak yang percaya kalau Aldarazi ini enggak semata-mata hilang, tapi justru dihilangkan atau dieksekusi atas perintah Alhakim. Nah, meskipun Aldarazi sudah dianggap murtad, bahkan ada dugaan kalau dia dieksekusi, orang-orang tetap menyebut gerakan ini dengan namanya dia, yaitu Aldaraziah atau aldurus yang kemudian berubah e dengan sebutan Drue. Nah, di situlah asal muasalnya, Geng. Terus, Geng, singkat ceritanya pada tahun 1021 Al-Hakim menghilang secara misterius dan gerakan ini mengalami diskriminasi oleh penerusnya Al-Hakim yaitu Al-Zahir. Nah, kondisi ini membuat tokoh-tokoh penting di balik gerakan tersebut terpaksa untuk bersembunyi. Jadi, pada kabur di saat itu. Termasuk dengan Hamzah yang kemudian digantikan oleh almuktana Baha Aldin yang juga dikenal dengan Alsamuki sebagai pemimpin druze yang baru. Nah, karena yang lain udah kabur, dialah yang mengganti posisi pemimpin Re. Nah, Alsamuki ini dianggap sepertinya masih berhubungan dengan Hamzah selama beberapa waktu, Geng. Namun, gara-gara kondisi yang udah enggak memungkinkan untuk menjalankan gerakan ini, perlahan-lahan agama Druz ini mulai punah di Mesir. Nah, tapi di daerah-daerah terpencil di Suriah dan juga Lebanon, agama Druze ini tetap ada. Di Suriah dan Lebanon inilah para misionaris dari gerakan Druzei yang berasal dari Mesir itu membangun kembali komunitas mereka yang kuat di Suriah terutama. Nah, di saat itu almuktana atau Alsamuki ini kemudian menarik diri dari publik pada tahun 1037 tapi masih terus menulis surat-surat untuk menyebarkan ajaran Dru sampai tahun 1043. Dan setelah itu penyebaran agama ini dihentikan dan Druze enggak lagi menerima orang baru untuk masuk ke dalam agama mereka. Dan sampai sekarang agama Druze ini masih enggak memperbolehkan orang-orang pindah baik masuk atau keluar dari agama mereka. Jadi enggak boleh keluar dari agama ini, enggak boleh juga dari agama lain masuk ke agama mereka. Itu artinya penganut agama Druze ini turun-temurun, Geng. Murni. Enggak ada istilah kayak kalau di dalam Islam tuh kayak e murtad atau mungkin mualaf gitu, enggak ada. Nah, enggak bisa tuh merekrut orang lain dari agama lain untuk masuk ke agama mereka. Dan pernikahan dengan orang yang bukan penganut itu sangat jarang dan sangat tidak dianjurkan. Tapi enggak dilarang sih, tapi enggak dianjurkan ya walaupun pada akhirnya ada juga yang melakukan. Nah, banyak praktik keagamaan Druze yang dirahasiakan, Geng. Bahkan dari sebagian besar anggota komunitas mereka sendiri. Nah, jadi cuma sekelompok kecil aja yang terdiri dari beberapa orang terpilih yang bisa ibadah dan punya akses ke kitab suci mereka yang bernama Alhikmah Alssyarifah. Nah, sekelompok kecil ini disebut dengan ukal yang berarti orang-orang yang tahu. Nah, aneh banget ya. Eh, kalau di agama manaun biasanya kan yang namanya kitab suci itu ya harus dipelajari oleh semua umatnya, harus dipelajari oleh semua pengikutnya. Nah, kalau mereka enggak dirahasiakan hanya orang-orang yang terpilih aja yang boleh mempelajarinya. Terus, Geng, karena penganut Druze ini didasarkan pada keturunan, komunitasnya itu enggak sebesar agama-agama lain. Nah, tapi walaupun begitu, orang-orang Druze ini punya peran penting dalam sejarah Timur Tengah. Contohnya, ketika perang salib, tentara Druz ini ikut membantu pasukan Ayyubiah atau Mamluk dengan melawan serangan tentara salib di pantai Lebanon. Nah, umat Druze ini mendapatkan banyak kebebasan di bawah kepemimpinan kekaisaran Otoman. Pemberian kebebasan kepada Druze ini disebabkan karena wilayah tempat Druze ini bermukim berada di pegunungan sehingga sulit bagi orang-orang Otoman untuk menguasai wilayah mereka. Walaupun Ruze ini mendapatkan kebebasan, tapi mereka juga sering memberontak pada Otoman. Dari abad ke-16 sampai ke-19, ada beberapa penguasa feodal yang kuat yang memimpin kehidupan politik druse. Salah satunya yang paling terkenal adalah Fakir Aldin I dari keluarga main pada abad ke-17 yang membentuk aliansi dengan orang Kristen maronit di pegunungan Libanon dan menentang kekuasaan Otoman yang bekerja sama dengan Tusk atau Tusani tulisannya. Di negara Libanon itu menjadi negara tempat di mana komunitas Druze ini terkonsentrasi di satu wilayah. Mereka tinggal di sepanjang bagian barat pegunungan Lebanon dan juga di bagian tenggara negara tersebut. Di awal tahun 2020-an jumlah mereka sekitar 300.000an orang. Nah, umat Rze ini memiliki pengaruh politik yang besar di Lebanon sejak negara itu merdeka. Dan salah satu pemimpin ruze yang terkenal adalah Kamal Jumblat yang sangat disukai karena memiliki karisma yang membuat orang-orang jadi terpesona sama dia. Nah, dia ini menentang Chamil Kamon seorang politisi Lebanon yang pernah menjabat sebagai Presiden Lebanon di tahun 1952 sampai dengan 1958 dan menyebabkan pemberontakan yang melawan Kamon di tahun 1958. Kamal Jumblat ini pun menjadi orang yang dihormati oleh banyak kaum nasionalis Arab, geng. Dia pun terjun di dunia politik dan beberapa kali memegang jabatan menteri di saat itu. Nah, setelah Kamal Jumblat ini dieksekusi pada tahun 1977, nah, putranya dia atau anaknya yang laki-laki yang bernama Walid. Nah, tapi ini bukan Walid Malaysia ya, bukan Walid Melayu. Ini Walid anaknya Kamal Jumblat. Walid inilah yang mengambil kepemimpinan menggantikan posisi ayahnya yaitu kepemimpinan politik komunitas Druze di Lebanon. Dia mengikuti jejak ayahnya. Walid ini memegang peran penting dalam menentukan arah politik Lebanon. Dan di antara komunitas Druze ini juga ada konflik internalnya, Geng. Yaitu persaingan antara keluarga Jumlat dengan keluarga Arslan untuk memimpin komunitas Druze di Lebanon. Nah, mereka ini sering berada di kubu politik yang berseberangan di Lebanon. Dan walaupun saling bersaing, kedua keluarga ini sering mengenyampingkan perbedaan mereka dan bekerja sama untuk melindungi kepentingan e umat Druze. Jadi, mereka persatuannya benar-benar kuat. Nah, itu kan di Libanon. Terus gimana dengan komunitas Druze yang ada di Suriah? Nah, kalau di Libanon itu orang Druzeenya terkonsentrasi di satu wilayah, sementara di Suriah ini gak seperti itu, Geng. Kalau di total jumlah orang-orang Druenya lebih banyak dibandingkan yang ada di Libanon. Di tahun 2020-an jumlahnya mencapai lebih dari 700.000 orang. Dan sebagian besar orang-orang Druze yang berada di Suriah itu berasal dari Libanon pada abad ke-18 dan menetap di sekitar daerah Alsuwaida di wilayah pegunungan Druze atau yang disebut dengan Jabal Aldurus. Tempat tersebut masih menjadi tempat tinggal utama masyarakat Druze di Suriah sampai sekarang. Dan pada tahun 1925, pemimpin Druze yaitu Sultan Al-Atrraj itu memimpin pemberontakan melawan kekuasaan Prancis. Dan setelah berhasil mengusir Prancis dari sana, akhirnya orang-orang nasionalis Suriah di luar komunitas Druze itu ikut bergabung dan terjadilah pemberontakan kepada Prancis dan mereka menyebar ke seluruh wilayah sampai ke Damaskus sebelum akhirnya dihentikan pada tahun 1927. Orang Druzei tetap menjadi tokoh penting selama beberapa dekade berikutnya. Dan pemberontakan Druze lainnya memicu pemberontakan nasional dan menggulingkan Presiden Adib Alsisakli pada tahun 1954. Dan selain itu putra dari Sultan Al-Atras yaitu seorang pemimpin Druze yang bernama Mansul Al-Atras itu menjadi salah satu pendiri dari Partai Baat Suriah. Nah, dia kemudian sempat menjabat sebagai ketua parlemen pada tahun 1965 sampai akhirnya ditangkap pada tahun 1966. Kalau kita lihat dari sejarahnya ya, Geng. Memang kelompok Druze ini memiliki peran yang penting banget, Geng, dalam gerakan nasionalis di Suriah. Tapi kenapa sekarang kayaknya kelompok tersebut jadi diskriminasi gitu? Sebenarnya ya ada beberapa alasan. Yang pertama nih, karena Dur ini kan adalah komunitas agama yang kecil dengan menganut ajaran yang sama sekali berbeda dengan mayoritas muslim Sunni di Suriah. Terus yang kedua, pemerintah yang berkuasa sering merasa waspada dengan kelompok minoritas yang ada di sana. Ditambah lagi komunitas Druze ini selalu menghindar untuk berpihak pada kelompok politik tertentu sehingga mereka dianggap menjadi ancaman bagi pemerintah Suriah sendiri yang mengalami banyak pergolakan politik. Jadi ibaratnya tuh gini, ketika misalkan ada kampanye-kampanye gitu ya, kelompok Druze ini enggak mau enggak mau ikut-ikutan ngebela pemerintah mana, pemerintah mana. Mereka enggak mau, mereka netral aja. Nah, hal inilah yang membuat kelompok Druze ini mengalami diskriminasi di Suriah, Geng. Dan mata pencaharian mereka juga enggak menentu. Di Suriah, meskipun kaum Druze ini mendapatkan pengaruh politik yang cukup besar setelah partai Baat berkuasa pada tahun 1963, tapi kemudian pelan-pelan mereka dikesampingkan, mulai dibuang gitu. Dan karena ini juga membuat mereka jadi lebih berhati-hatilah selama perang saudara di Suriah. Tapi seiring berjalannya konflik, mereka jadi semakin sering berhadapan dengan kelompok ekstremis seperti Fron Nusra dan juga ISIS. sampai pembahasan ini ya mungkin belum terjawab eh persoalan kapan sih mereka atau pemimpin mereka menghina e Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nah, bagaimana dengan rekaman suara yang diduga adalah Marwan Kiwan yang menghina Nabi Muhammad ini? Ya, eh Marwan Kiwan itu pemimpin mereka. Marwan Kiwan ini memberikan klarifikasi, Geng, dengan mengatakan kalau suara di rekaman tersebut bukan dia sehingga dia enggak bertanggung jawab atas hal tersebut. Lalu pemimpin tertinggi Drui atau yang dikenal dengan istilah Syekh Aqil yang bernama Syekh Yosef Jarbu itu sudah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan kalau umat Druze ini sudah mengetahui pelaku yang bertanggung jawab atas perbuatan yang menolak segala penghinaan terhadap Nabi Muhammad ini dan nabi-nabi lainnya. Terus Syekh Yusef Jarbo ini memperingatkan akan adanya fitnah yang bertujuan untuk memecah belah persatuan masyarakat Suriah. Kemudian menyatakan juga bahwa umat Druze sudah terbiasa menjadi satu kesatuan yang saling bekerja sama demi kebaikan Suriah. Jadi kalau dari pernyataan Syekh Yusef tersebut sepertinya umat Dru ini sendiri udah mengetahui siapa orang yang menghina Nabi Muhammad ini, Geng. Namun enggak disebutkan apakah pelakunya adalah Marwan Kiwan atau bukan. Nah, sejauh ini makanya konfliknya itu belum selesai karena enggak diungkapkan siapa pelakunya. Ya, dari pembahasan ini kita bisa lihat ya, Geng, ya. Semoga konflik di Suriah bisa cepat selesai sehingga enggak harus jatuh korban lagi. Kasihan banget gitu kalau perang saudara kayak gini. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai pecahnya konflik di Suriah yang disebabkan karena adanya pemimpin rou yang diduga menghina Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah. [Musik]