Kind: captions Language: id Geng, kalian sempat lihat enggak, Geng? Satu video yang sempat viral banget beberapa minggu yang lalu lah atau beberapa hari yang lalu, yaitu mengenai seorang pasien yang sedang melakukan apa ya, semacam treatment di klinik kecantikan. Namun dia tiba-tiba mengalami kejang-kejang atau eh apa ya gejala yang aneh banget. Kejadian ini itu sempat heboh banget. Orang-orang tuh jadi bertanya-tanya ini sebenarnya kenapa? Nah, tapi enggak ada narasi yang benar-benar lengkap yang menjelaskan perihal kasus ini. Nah, mungkin kalian bisa lihat dulu yang ini ya kejadiannya. Nah, hal ini dialami oleh salah satu tiktoker asal Indonesia yang mana dia melakukan tindakan perawatan di sebuah klinik kecantikan. Namun dia malah jadi kejang-kejang kayak gitu. Nah, terus kalian tahu nih yang paling hebohnya lagi ya di dalam kasus itu pihak kliniknya itu malah mengira dia kerasukan. Padahal itu bukan kerasukan, tapi itu adalah dampak atau efek dari perawatan tersebut, dari treatment tersebut yang kabarnya sih mengganggu sistem saraf yang ada di tubuh si pasien tersebut atau di tubuh si wanita tersebut. Nah, ini kan aneh banget ya, Geng. Di depan orang-orang yang mungkin ya diduga ini adalah tenaga medis gitu. Tapi gua gak tahu pasti nih apakah orang-orang yang ada di sana yang melakukan atau menangani treatmen tersebut benar tenaga medis atau cuma tenaga ahli kecantikan doang yang nekat-nekatan karena paham cara nyuntik, cara infus, tiba-tiba bikin praktik kita enggak tahu juga. Nah, tapi yang mana mereka di saat itu malah mengira si pasiennya tersebut ya mengalami kerasukan. Padahal bukan itu ya yang terjadi di saat itu. Bukan itu. Video dari tiktokers ini sempat ramai banget dan dibicarakan oleh netizen yang mana banyak netizen yang ingin menuntut pihak klinik agar bertanggung jawab terhadap kondisi dari si pasien tersebut atau si tiktoker tadi. Nah, dari kasus itu kalian bisa lihat ya, Geng, betapa mengerikannya ya, treatmen-treatmen yang menjurus kepada aksi malpraktik kayak gini. Dan yang perlu kalian tahu geng, di Indonesia kasus yang berkaitan dengan perawatan kecantikan yang mengarah kepada mal praktik kayak gini gak cuma terjadi satu dua kali aja. Pernah juga kejadian ada dokter kecantikan abal-abal yang menjalankan praktik kecantikan yang ilegal. Terus ketika si dokter ini menjalani proses hukum, dia bukannya mengaku sebagai dokter kecantikan, tapi dia malah ngaku sebagai tabib kecantikan dan dia enggak punya lisensi untuk melakukan tindakan medis. Gila enggak tuh? Nah, terus ada lagi kasus mengenai seorang owner skinc yang menjual skinc berbahan mercury yang mana ini berbahaya banget bagi kulit. Nah, di video kali ini kita bakal membahas nih kasus-kasus tersebut ya. Dan gua harap dengan adanya pembahasan ini bisa mengedukasi kalian semua untuk berhati-hati dan jangan sembarangan membeli produk atau memakai jasa dari ee klinik-klinik yang abal-abal kayak gini, yang enggak punya lisensi kayak gini. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo geng, welcome back to Kamar [Musik] Jerry Ging Geng. Oke, untuk kasus yang pertama kita bahas dulu nih kasus tiktokers yang kejang-kejang setelah perawatan di klinik kecantikan yang mana ini heboh banget. Jadi, geng, ada seorang tiktoker serta model ya, namanya itu adalah Meme Flome. Dia ini punya sekitar 100an rib followers lah di akun TikTok-nya dia. Wajahnya itu cantik, Geng. Emang bawaan lahir tuh udah cantik dan style-nya juga kekinian banget. Dan gak heran dia memiliki banyak followers di akunnya karena ya banyak orang yang suka dengan personality-nya dia. Karena penampilannya dia itu juga dia ini jadi sering mendapatkan endorse dari produk-produk fashion terkenal atau mungkin endorse dari produk-produk skincare dan lain-lain. Lalu seperti kebanyakan influencer atau public figure, meme flow ini itu tetap harus menjaga penampilannya dia tuh. Nah, karena kan memang fashion itu adalah bidangnya dia. Jadi, cara dia untuk bisa tetap mempertahankan penampilan adalah salah satunya dengan melakukan perawatan kecantikan seperti operasi plastik. Nah, treatmennya itu operasi plastik OPL. Tapi sayangnya perawatan yang seharusnya bisa membuat dia tetap atau mungkin jadi lebih cantik, tapi justru menjadi awal mula di mana hidupnya dia berubah 180 derajat. benar-benar dia terjun bebas ng-down semuanya. Jadi kejadian itu pada bulan Mei tahun 2024 dia ini memilih sebuah klinik di mana dia bakal menjalani operasi plastik. Jadi kejadian ini memang udah setahun yang lalu sebenarnya. Jadi ketika dia menjalankan operasi plastik tersebut, tiba-tiba meme flome ini mengalami kejang-kejang yang di saat itu enggak diketahui entah kenapa. Tiba-tiba aja. Bahkan dikatakan kalau kejang-kejang ini cukup parah. Dan untuk bisa meredakan kejangnya tersebut, dokter serta perawat yang menangani tindakan operasi ini menambahkan obat bius atau anestesi ke tubuh si memeflome ini. Bisa kebayang tuh ya di dalam kejadian tersebut setelah dibius malah kejang-kejang mau menjalankan operasi besarnya itu malah kejang-kejang langsung ditambah obat bius lagi karo keeman kok sayang to tak jaga ngar aku ya mbah ya. Heeh. Ya, kejangnya di saat itu memang agak berhenti setelah ditambah obat bius. Tapi si dokter-dokter ini enggak tahu sebenarnya kondisi dia ini benar-benar sudah tenang, bisa dilakukan tindakan operasi atau enggak, atau justru sebenarnya harus dihentikan. Nah, tapi di saat itu si dokter-dokter tersebut memutuskan untuk melanjutkan tindakan operasinya. Nah, tapi efeknya nih dari pemberian anestesi itu baru terlihat setelah operasi selesai. Meme Flome kembali mengalami kejang-kejang hebat dengan durasi yang gak sebentar. Dia kejang-kejang dengan kondisi yang benar-benar ggak normal sampai 12 jam. Kebayang tuh, Geng. 12 jam kejang-kejang, sakit banget. Dan di sebuah video yang dibagikan oleh Meme Flome ini di akun TikTok-nya dia, kita bisa lihat sendiri, Geng. Gimana kondisinya dia ketika mengalami kejang tersebut, ya. Gua ngelihatnya tuh agak merinding. Waduh, antara hidup dan mati kan ya. Ibaratnya gini, lu masih punya nyawa tapi lu enggak bisa nguasain tubuh lu, gitu. Tubuh lu tuh mati gitu, enggak bisa gerak. Dan kita juga bisa lihat tindakan yang dilakukan oleh pihak klinik, mau itu dokter dan perawatnya, mereka enggak langsung melakukan penanganan medis yang memadai kepada si meme flome ini. Malah bisa-bisanya ada yang ngajak si meme flome ini buat ngobrol ketika dia ngalamin kejang. Yang bikin enggak habis pikirnya adalah ada cuplikan video yang memperlihatkan ada seorang wanita. Gua gak tahu ini dia staff di situ atau justru keluarga dari si Meme Flome. Yang jelas si orang ini mengajak ngobrol si Meme Flome seolah-olah Meme Flome ini seperti sedang kesurupan. Iya, kita baik-baik ya biar Noni bisa bisa minum obat sayangku ya. He eh. Tuh sampai keringetan L kasihan. He eh. Dia meminta yang merasuki tubuh si meme Flome ini agar segera keluar dari sana. Karena kasihan ya, kasihan si meme flomenya udah keringetan katanya. Bisa-bisanya, bisa-bisanya tenaga medis. Gua enggak tahu ya ini tenaga medis atau mungkin keluarganya, tapi yang jelas ini kan praktiknya tuh apa ya operasi di dunia modern gitu. Masih aja percaya dengan hal-hal kayak gitu. Dan kenapa enggak sempat berpikir kalau itu adalah benar-benar ya efek efek pasca operasi yang mungkin ada kesalahan di dalam ee dosis biusnya atau ada kesalahan ketika menangani ee ya potong-memotong mungkin ada yang kepotong. Jujur gua enggak paham nih bahasa medisnya kayak gimana. Tapi yang jelas ya gua yakin kalian juga paham. Kemungkinan besar ada kesalahan dari si dokternya gitu. Kenapa dia enggak mikir sampai ke sana? malah mikirnya kesurupan. Huh, ya Allah. Lu kalau misalkan ya masih kayak gini gitu, better jangan buka klinik kecantikan, buka perdukunan padepokan. Tuh Haji Shamsudin. Eh, kok Haji Samsudin? Gusudin. Nah, kayak Gusamsudin tuh buka sekalian nanti berantem dah sama pesulap merah sekalian. Aduh, ada-ada aja. Nah, ini aneh banget. Kok bisa orang yang bekerja di bidang medis menganggap kejadian tersebut adalah kerasukan? Harusnya nih, Geng, ya. Penanganan yang paling tepat adalah ketika terjadi seperti itu ya, si pasiennya itu langsung harus dilarikan ke rumah sakit, bukan tetap di klinik kecantikan tersebut. Nah, ini malah justru dibiarkan kayak gitu aja dan diajak ngobrol ketika mengalami kejang-kejang. Dan setelah 12 jam dalam kondisi yang kayak gitu barulah meme flome ini dilarikan ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik. Nah, terus ngapain dari tadi? Dari tadi ngajak ngobrol arwah kesurupan. Ngapain? Kenapa enggak langsung dibawa? setelah 12 jam yang mana seharusnya ya mungkin lebih bisa ditangani apabila cepat-cepat dibawa ke rumah sakit sebelumnya atau ya ini juga termasuk syukur alhamdulillah si pasiennya masih selamat kalau misalkan lewat koid gimana? Nah, di rumah sakit dia akhirnya dinyatakan koma selama hampir 1 bulan. Nah, dia baru terbangun dari komanya itu ya. Nah, si meme Flome ini kaget ketika dia diberitahu kalau puluhan saraf di tubuhnya sudah terputus gara-gara treatmen di klinik kecantikan tersebut. Sehingga dia ini kesulitan untuk menjalani aktivitas dengan normal. Banyak ya indra-indra penggerak di tubuhnya gitu ya yang kayak tangan, kaki itu enggak bisa digerakkan ya. Jadi di saat itu bisa dikatakan ya salah satu yang putus adalah saraf motoriknya. Jadi dia enggak bisa menguasai tangan, menguasai kaki, ngomong juga susah. Kalau meme flome dibawa ke rumah sakit lebih lama lagi, lebih telat lagi, mungkin kondisinya akan lebih parah dan bahkan bisa mengancam nyawanya bisa meninggal dia ya. Masih diberikan umur panjang. Terus, Geng, karena kondisinya yang kayak gitu, meme flome ini harus menjalani fisioterapi dan pemulihan jangka panjang sebab dia mengalami kesulitan bicara serta kelumpuhan. Efek trauma dan kerusakan saraf di tubuhnya dia itu masih dia rasakan sampai sekarang. Nah, setahun kemudian, tepatnya di bulan Mei tahun lalu, Meme Flome ini memberanikan diri buat membagikan kisahnya dia atas insiden yang menimpa dia ini di sosial media, terutama di TikTok-nya dia. Ya, alasannya karena dia kecewa terhadap pihak klinik maupun tenaga medis yang menangani dia karena tidak bertanggung jawab terhadap kondisinya dia yang kayak sekarang. Nah, mereka tidak menunjukkan itikat baik sama sekali, bahkan menghilang dari sosial media. Kan kasihan si meme flomenya. video ketika si Meme Flome ini mengalami kejang-kejang sampai dirawat di rumah sakit dan dinyatakan koma itu langsung viral di TikTok karena udah ya ditahan-tahan sama dia selama ini enggak mau dia viralkan. Dia berharap itikat baik dari si klinik kecantikan tersebut dan tenaga medisnya tapi enggak ada ya udah diviralkan dan bahkan ya udah ditonton 20 juta kali geng itu video. Dan ya tujuan dari si Meme Flome ini salah satunya adalah untuk menyadarkan orang-orang agar lebih berhati-hati memilih klinik kecantikan. Ini ibaratnya nih ya, ini maaf-maaf nih ya, bukan berarti gua meremehkan atau pengin e menghalangi rezeki orang nih. Kalian tahu enggak tukang gigi itu juga gimana ya gua ngomongnya ya? kayaknya cuma di Indonesia nih ada tukang gigi. Enggak tahu deh di negara lain. Nah, seharusnya ya yang berhubungan dengan gigi itu yang pantas dan punya hak untuk menanganinya adalah para dentis, adalah dokter gigi. Kalau tukang gigi biasanya kalau kalian tanya nih, "Bang, ya atau Kak kok bisa jadi tukang gigi?" Jawabannya apa? Ya, saya punya pengalaman jadi asisten dokter atau saya punya pengalaman jadi perawatnya dokter. Pasti kayak gitu. Bukannya mereka yang sudah menjalani sekolah, enggak. Tapi mereka menyatakan mereka pernah belajar otodidak. Nah, ini yang kayak gini-gini bahaya nih, Geng. Ini sama halnya seperti yang terjadi ya di dalam dunia kecantikan. Harusnya nih kalau kalian ee apa ya merasa kurang yakin gitu dengan klinik-klinik yang takutnya mereka cuma ngurus lisensinya, cuma ngambil lisensi dari dokter, tapi sebenarnya dokternya enggak bekerja di situ. Ya, yang ngerjain itu adalah si apa namanya? Si apa ya sebutannya ya? Yang ngelakuin treatment itu adalah orang-orang yang enggak punya background sebagai tenaga medis. Misalkan dia cuma paham aja cara nyuntik gimana, cara masukin jarum infus gimana. Tapi kliniknya bisa berjalan karena dia ngurus lisensi untuk membuka klinik. Dengan cara apa? Dia pakai ya surat izin praktiknya dokter-dokter yang dia bayar murah. Si dokternya enggak perlu datang ke klinik itu untuk praktik langsung, tapi cuma surat izin praktiknya doang yang dibayar, disewa gitu. Nah, ini yang bahaya banget. Jadi hati-hati banget kalian, Geng. Di dalam video yang disebarkan oleh Meme Flome ini, itu memberikan informasi di mana klinik tempat dia melakukan operasi. Kliniknya itu bernama Klinik Swiss. Ini tulisannya kliniku cllinq gitu ya, suis yang mana lokasinya itu juga enggak main-main. Lokasinya itu di tengah-tengah pusat ibuota yaitu di Sudirman. Di biososial medianya, klinik tersebut memang secara khusus menangani atau memberikan pelayanan berupa body detox, terus terapi ozon, dan juga anti-aging atau ya merawat muka seseorang atau tubuh seseorang menjadi anti tua gitu, muda. Terus. Nah, di akun sosial medianya baik yang ada di TikTok maupun Instagram, postingan terakhirnya itu di-upload pada tanggal 14 Maret tahun 2025. Nah, ada kabar yang beredar kalau saat ini kliniknya sudah tutup, Geng. permanen kayaknya ya mau gimana lagi gitu kan. Udah ada kasus kayak gini ya enggak mungkin lagi beroperasi, enggak mungkin lagi praktik. Dan ketika viral selain membocorkan nama klinik ini Meme Flome juga nge-spill nama dari seseorang yang mengajak dia ngobrol ketika dia sedang kejang-kejang. Seolah-olah dia sedang kesurupan. namanya itu adalah Ayin. Nah, tapi dari informasi mengenai Ayin ini masih terbatas banget karena akunnya si Ain yang ada di TikTok dan Instagram itu udah dipriv dan kita enggak bisa silaturahmi ke akunnya lagi. Ain ini juga enggak menggunakan foto aslinya sebagai profilnya dia. Nah, jadi sampai sekarang netizen masih enggak tahu nih yang mana wajah si Ain ini dan netizen berasumsi kalau Ain ini adalah staf dari klinik tersebut. Nah, namun ada informasi lain yang mengatakan kalau Ain bukan staf, melainkan agensi yang menawarkan perawatan kecantikan kepada si Meme Flome gitu, Geng. Terus, Geng, selain itu masih di video yang sama nih, Meme Flome ini menulis beberapa fakta mengenai Ain ini, Geng. Dikatakan kalau si Ain ini mengubah kronologi kejadian yang menimpa Meme Flome. Ain ini mengklaim kalau dia membawa Meme Flome ke rumah sakit jam .00. Padahal sebenarnya si Meme Flome ini baru dibawa ke rumah sakit itu di jam 11.00. Nah, di sini gua gak bisa mastiin nih, Geng. Maksudnya jam 7 tuh jam 7. berapa? Apakah jam . malam atau jam 7. pagi karena gak dijelasin lebih lanjut nih. Terus, Geng, si Ain ini juga bilang kalau dia dengan si Meme Flome adalah sahabat dekat. Ya, bukan seperti rumor yang beredar kata dia yang katanya itu ee hanya antara agensi dan ya si kliennya atau customernya gitu. Nah, dia ngaku sahabat dekat. Nah, sementara Meme Flome ini bilang dia ngaku nih kalau dia baru kenal sama si Ain ini. Nah, jadi enggak bisa dibilang kalau mereka itu sahabatan. Dan terus ketika si Meme Flome ini mau MRI, ya, Ain ini bukannya menanyakan gimana kondisi dari Meme Flome, malah dia e bilang kayak gini. Dia sibuk nanya ke teman-temannya Meme Flome, apakah mereka kaya atau enggak, aneh banget ya, berduit atau enggak, pacarnya siapa malah di profiling gitu. Dan kayak gak ada empatinya gitu loh, Geng, sama si Meme Flome ini. Udah tahu kondisinya lagi gak baik-baik aja. Sememprihatinkan itu, koma di rumah sakit dan harus menjalani perawatan intensif, si Ain malah sibuk nanyain hal-hal yang enggak penting alias nge-profiling background orang. Terus dia malah ngarang-ngarang kronologi kejadian dan beralasan kalau dia dan Meme Flome adalah sahabat. Nah, ini menurut ketenangannya Meme Flome ya, bukan keterangan gua. Gua cuma menyampaikan. Nah, mungkin ya di dalam kasus ini ya disangkakan nih kalau si Ain ini mau cuci tangan ya biar enggak disalahkan atas kejadian tersebut. Terus yang jadi pertanyaannya nih ya itu kan kronologinya. Nah, pasti kalian penasaran ini apa yang menyebabkan atau membuat si meme flome ini berakhir kayak gitu berakhir kejang-kejang. Apa yang sebenarnya terjadi pada saat tindakan operasi hingga dia mengalami kejang selama 12 jam? Kuat dugaan ya kalau memflome ini mengalami overdosis anestesi, Geng. Nah, overdosis obat bius. Dan ini adalah sebuah kondisi ketika jumlah obat anestesi yang diberikan kepada pasien melebihi dosis yang aman atau yang dibutuhkan sama tubuhnya. Jadi, tubuhnya itu enggak sanggup nampung. Kalau terjadi kondisi seperti itu bisa menimbulkan efek berbahaya bagi si pasien seperti yang dialami oleh si memeflome yaitu kejang-kejang. Ya, ibaratnya kayak kalian pakai narkoboy sama kan kejang-kejang juga keluar busa kalau overdosis. Nah, yang paling parahnya ini bisa mengancam nyawanya dia dan enggak langsung ditangani dengan cepat di saat itu. Dan ketika kasus dari Meme Flome ini viral, enggak cuma netizen aja yang menyoroti kasus ini, tapi juga membuat para dokter sampai angkat bicara. Salah satunya adalah dokter detektif, yaitu seorang dokter yang suka membongkar-bongkar skincare abal-abal yang mana dia ikut prihatin atas apa yang menimpa meme flome ini. Dan banyak orang yang memberikan dukungan moral kepada si meme flome. Bahkan siap membantu kalau meme flome mau membawa kasus ini ke jalur hukum. Nah, udah banyak yang nawarin diri dan sampai gua reset konten ini, Geng. Belum ada perkembangan dari kasusnya. Jadi kayak mandek gitu, Geng. Jadi kita tunggu aja nanti update terbarunya dari kasus ini tuh sampai mana gitu. Dan kita sama-sama berdoa ya agar si meme flome ini bisa sembuh kembali dari penyakitnya, bisa normal lagi ya kan. Dan pihak klinik bisa bertanggung jawab atas masalah ini gitu geng. Nah, kasihan banget gua ngelihatnya. Kasihan banget. Mana cantik lagi ya kan ya. Bukan berarti kalau misalkan dia enggak cantik harus kayak gitu juga enggak. Enggak harus dikasih Hani juga enggak. Maksudnya tuh ya sayang aja gitu. Sayang aja seharusnya bisa hidup normal. seharusnya bisa punya masa depan yang cerah malah jadi kayak gini. Sekarang nih, Geng, kita bakal berlanjut ke kasus yang lain. Nah, kasus yang satu ini melibatkan seseorang yang menjalani praktik kecantikan padahal dia sama sekali bukanlah seorang dokter. Malah dia sendiri yang mengaku kalau dia bukan dokter saat ya problem ini jadi mencuat dan dia ditangkap polisi. Di saat itu dia memberikan keterangan kalau dia adalah seorang tabib kecantikan. ada gitu. Di mana-mana setahu gua tabib itu kan pengobatan alternatif gitu ya, kayak mantri sunat tuh kayak gitu. Oke, sekarang kita bahas. Jadi, Geng, kasus ini menyeret seorang perempuan yang bernama Ria Agustina. Katanya sih dia adalah seorang influencer nih. Nah, dia ini memiliki sebuah klinik kecantikan yang bernama Ria Beauty Care yang berlokasi di Jalan Graha Kencana Raya Nomor 51, Karang L, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Singosari, Kota Malang yang mana dia sudah buka sejak tahun 2017. Nah, klinik tersebut menyediakan layanan perawatan kecantikan dan dermaroller wajah. Nah, Dermaroller ini sebuah alat yang dilengkapi dengan jarum-jarum kecil yang berfungsi untuk merangsang produksi kolagen dan mengatasi berbagai masalah kulit seperti kerutan, ada bekas jerawat, bopeng-bopeng di wajah tuh yang biasanya disebabkan karena dulunya pernah jerawatan parah gitu ya, yang mana jerawatnya besar-besar sampai bolong-bolong gitu. Nah, suka dipencet-pencet juga. Nah, itu bisa diobati di situ pakai alat itu tadi. Nah, klinik tersebut juga mengklaim mereka memiliki tim profesional kecantikan yang berpengalaman untuk menangani setiap permasalahan kulit dari para pasiennya. Dan siia ini ya sering membagikan hasil dari treatment para pasiennya di sosial media. Follower di akun TikTok-nya itu juga udah mencapai 77.000, geng, yang artinya banyak orang yang percaya sama dia. Dan Ria juga dikatakan menyediakan layanan panggilan sesuai dengan kota, tempat tinggal para pasiennya. Jadi kalau ada pasien yang berada di kota lain, dia bersedia tuh buat datang ke tempat pasiennya tersebut. Dan Ria diketahui sudah memiliki banyak pasien langganan dan treatmennya dia yang mana ini dia cukup dikenal oleh orang-orang. Terus singkat cerita nih, Geng. Sampailah pada akhirnya di tanggal 14 November tahun 2024, anggota unit 1 Subdit 5 Dit Krimum Polda Metro Jaya menyamar menjadi pasiennya Syria ini, Geng. Nah, mau dijebaklah. Anggota polisi ini mengirim pesan lewat WhatsApp untuk menanyakan layanan treatment klinik tersebut. Dan pihak admin klinik membalas dengan meminta identitas dan foto wajah dan kemudian memberitahukan kalau biaya treatmentnya senilai Rp15 juta satu kali treatment. Gokil enggak tuh harganya? Demi cantik tuh. Dan kalau memang berminat untuk melakukan treatmen, diminta untuk segera melakukan pembayaran DP sebesar Rp1 juta terlebih dahulu. Dan keesokan harinya, admin klinik akan menginvite atau meng-ad kepada si polisi yang sedang menyamar itu. Nah, lalu keesokan harinya si admin klinik bakal memasukkan si polisi yang menyamar tadi ke sebuah grup yang diberi nama Derma Roller Jakarta Desember. Nah, disebutkan kalau di dalam grup tersebut sudah ada sembilan anggota yang mana singkat ceritanya di tanggal 28 November polisi mendapatkan informasi dari grup tersebut mengenai jadwal derma roller yang ada di Jakarta yaitu tanggal 1 Desember 2024 di sebuah hotel yang bernama Hotel Somerset Grand Citra Jakarta Ciputra World Jakarta di Jalan Prof. Dr. Satrio Kuningan Timur Setiabudi, Jakarta Selatan. Sesuai dengan jadwal yang sudah tertera di grup itu, anggota polisi mendatangi nih kamar nomor 2028 di Hotel Somerset tersebut. Dan itu kejadiannya jam .00 Sore. Saat anggota polisi datang, Ria sedang melakukan treatmen Derma roller dengan didampingi oleh seseorang yang berinisial DNJ serta ada pasien ri yang lain yang terdiri dari enam perempuan dan satu orang laki-laki. Terus, Geng, Ria ini ditangkap ketika dia sedang akan melakukan treatmen Derma roller tadi terhadap seorang perempuan. Ria serta DNJ langsung diringkus di saat itu juga dan polisi langsung menggeledah kamar 2028 itu dan menemukan roller bekas pakai, serum, serta krim anestesi. Dan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi, semua produk yang digunakan oleh Ria dalam treatment-treatmennya itu tidak memiliki izin resmi dan semua produk tersebut diketahui diproduksi di Korea dan juga Jerman. Krim anestesi dan juga serum yang digunakan juga tidak terdaftar di BPOM. Dan gak cuma itu aja, ternyata si Ria dan DNJ ini juga bukan merupakan tenaga kesehatan. Ria bahkan sama sekali bukan lulusan dokter, tapi merupakan sarjana perikanan. Sementara treatmen yang dilakukan oleh Ria ini sudah termasuk ke dalam tindakan medis yang mana seharusnya hanya boleh dilakukan oleh seorang dokter. Nah, lulusan dokter dan juga sudah punya sertifikasi sebagai dokter spesialis. Sementara Ria ini cuma mengandalkan sejumlah sertifikat ahli kecantikan yang dia miliki dan dia tidak boleh melakukan praktik tersebut harusnya. Dan terus geng singkat cerita pasca ditangkapnya Ria ini, pengacara Ria yang bernama Raden Arya yaitu sampai angkat bicara. Menurut Raden kliennya tersebut enggak salah-salah banget gitu. Ria ini enggak salah-salah banget menurut si Raden ya, pengacaraannya tadi. Sebab menurut dia, Ria ini sudah mengikuti berbagai pelatihan dan sudah mendapatkan 33 sertifikat pelatihan yang dia lakukan di dalam dan di luar negeri. Terlepas dari adanya penggunaan dari produk yang tidak memiliki izin resmi dan juga tidak terdaftar dari BPOM, Raden ini bilang kalau ada banyak obat yang sudah terdaftar di BPOM. Ya, ada banyak obat yang digunakan sebenarnya ya sudah terdaftar di BPOM. Sementara obat-obat lain ya memang berasal dari luar negeri gitu. Nah, selain itu dia juga menyebutkan kalau memang Ria ini bukanlah seorang dokter atau tenaga medis. Karena Ria sendiri enggak pernah menyatakan kalau dia adalah dokter. Dia enggak pernah ngaku-ngaku dokter. Dan yang lucunya ya, Ria ini menyebut dirinya sendiri sebagai tabib. Ya, tabib kecantikan. Nah, atau ahli kecantikan. Dan hal ini juga kabarnya sudah disampaikan oleh Ria kepada pasien-pasiennya katanya. Jadi setiap ada pasien yang mau treatment ke dia, dia ngasih tahu, "Saya bukan dokter ya, saya tabib." gitu. Tabib Nurmagomedov. Waduh, Kabib itu ya? Atau tabib ini yang joget-joget. Eh, jangan deh. Aduh, takut-takut. Lanjutlanjut. Nah, di saat itu katanya pasien-pasiennya itulah yang memanggil Ria ini dokter. Dan menurut Raden yaitu terserah dari si pasien-pasiennya hak dari pasien memanggil dia apa. Dan kabarnya juga Ria ini enggak cuma melakukan perawatan atau treatmen ke pasien-pasiennya, tapi juga bahkan treatment itu dia lakukan ke dirinya sendiri, khususnya di bagian kepala. ya, bagian wajah dengan tujuan untuk menumbuhkan rambut. Nah, Raden mengaku kalau sampai saat ini belum ada pihak yang merasa dirugikan setelah melakukan treatmen di kliniknya Ria Beauty ini. Jadi, kenapa dia ditangkap? Katanya gitu ya. Belum ada kasus kan ngapain ditangkap? Tunggu ada yang mati dulu gitu. Enggak, enggak. Maksudnya tuh kayak sejauh ini tuh enggak ada yang komplain gitu dan malah katanya pasien dari kliniknya tersebut sudah banyak hingga ke luar negeri. Jadi banyak yang memakai jasanya Ria ini. Nah, menurut kalian gimana tuh, Geng? Apakah itu bisa dibenarkan tuh kalau pasiennya udah banyak yang merasa terbantu oleh ria, merasakan manfaatnya. Apakah sebenarnya ya ria ini enggak salah? Menurut kalian gimana? Coba tinggalkan komentar di bawah. Oke, kita lanjut. Sementara menurut kuasa hukum ria yang lain yaitu yang bernama Arjuna Febrianto, kasus ria ini bukanlah disebabkan karena treatment yang dia lakukan ilegal, tetapi melainkan katanya ya ada indikasi persaingan bisnis. Nah, ada yang pengin jatuhin dia, ada yang iri sama dia. Dan alasannya ya karena Arjuna sempat melihat adanya haters atau buzer yang mendukung agar Ria segera ditangkap. Dan dari sinilah Arjuna ini menilai kalau ada kompetitor Ria yang menyewa haters atau buzer tersebut supaya bisa memenjarakan Ria gitu. Dan oleh karena itu, tim kuasa hukum Ria berupaya untuk mengambil langkah hukum terkait ditangkapnya Ria dengan meminta agar penahanan Ria ditangguhkan. Jadi jangan sampai di penjara. Dan faktor pengajuan tersebut juga dikarenakan Ria ini masih memiliki anak yang berusia 1 tahun dan Ria sendiri merupakan tulang punggung keluarga sehingga dia harus tetap menghidupi keluarganya yang terdiri dari orang tuanya sampai dengan iparnya. Dan dikatakan juga kalau suaminya Ria ini enggak kerja, Geng. Jadi benar-benar Ria ini yang menjadi tulang punggung keluarga. Nah, namun status ri itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Mitro Jaya dengan jeratan kasus pada pasal 435 jungtuh pasal 138 ayat 2 dan atau ayat 3 dan atau pasal 439 JTO pasal 441 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan. Nah, jadi kasusnya Ria ini panjang, Geng. sampai memenjarakan dia. Walaupun belum ada yang merasa menjadi korban, tapi dia dianggap ya melakukan ya praktik yang ilegal. Gimana tuh menurut kalian? Oke. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam kasus yang terakhir nih, Geng. Mengenai owner skincare yang menjual skincare dengan bahan mercury yang berbahaya bagi kulit. Sekarang kita bahas. Jadi, geng, owner skincare ini bernama Mira Hayati. Dia ini berasal dari Makassar dan sebelum menjadi owner skincare, dia mengawali karirnya sebagai penyanyi dangdut dulu mengikuti jejak ayahnya yang merupakan seorang pemain organ tunggal. Sejak dia kecil, dia ini udah sering tampil di berbagai panggung. Tapi di tahun 2018 dia mengambil sebuah keputusan untuk berhenti menjadi seorang penyanyi dan dia mencoba mencari profesi lain. Nah, Mira di saat itu mencoba berbagai usaha kecil seperti membuka salon, menjual kosmetik secara keliling, dan dia bahkan pernah berjualan bensin untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Nah, lumayan struggle hidupnya. Nah, sampai pada akhirnya nih pandemi menjadi titik balik bagi dia dengan memulai bisnis skincare yang dia beri nama dengan MH Miracle Whitening Skin. Cuma di saat itu dia modalnya kecil. Dia melakukan pemasaran di sosial media. Mira ini ya benar-benar struggle banget dan akhirnya berhasil menarik perhatian banyak orang untuk mau membeli produknya dia. Dan seiring berjalannya waktu, produk skincare-nya dia jadi terkenal. Dan saking suksesnya bisnis skincare-nya dia tersebut ya itu membuat perekonomiannya dia langsung meroket, meningkat pesat. Dia bahkan sampai bisa bangun pabrik dan dia menjalankan semua ya usahanya ini di bawah PT yang bernama PT Agus Mira Mandiri Utama. Dan dari penjualan skincare-nya ini dia bisa mendapatkan banyak uang dan menikmati gaya hidup yang glamor. Dia sering memamerkan berbagai koleksi perhiasan emas di akun sosial medianya. Dan ciri khas penampilannya itu memang selalu mengenakan kalung besar, gelang besar, dan tas berbahan emas. Nah, karena itulah Mira ini punya julukan sebagai ratu emas, bukan ratu entok ya. Kalau ratu entok yang dipamerin beda tuh. Kalau ini emas, geng, tuh emas-emas tukang bakso. Nah, namun perjalanan karirnya dia harus berakhir di bulan November tahun 2024 ketika polisi mengungkap kalau produk skincare-nya dia ini mengandung bahan berbahaya yaitu Mercury yang sudah diuji di laboratorium. Produk lain dari skincare-nya Mira yaitu night cream yang juga ternyata mengandung Mercury dan gak memiliki izin edar. Dan sebenarnya isu mengenai kandungan Mercury di dalam skincare milik Mira ini udah ramai banget dibicarakan 2 bulan sebelumnya, tepatnya dari bulan September 2024. Nah, cuma geng pada saat itu Mira masih bebas berkeliaran bahkan terus memasarkan produknya dia di sosial media sambil dia pamerkan gaya hidup mewahnya. Dan Mira akhirnya ditahan bersama dengan dua owner skincare lain, yaitu yang bernama Agus Salim selaku owner Raja Glow dan juga Mustadir Daeng Sila selaku owner skincare yang bernama FF yang juga merupakan suami dari Fenny FR. Meskipun skincare FF ini adalah milik Fenny FR tapi semua perizinannya itu atas nama Mustadir suaminya. Dan pada saat penangkapan Mira, pihak kepolisian sempat mengalami kendala yang disebabkan karena kondisi kesehatan Mira yang di saat itu sempat muntah darah dan bahkan dalam keadaan hamil. Dan Mira serta Agus serta Mustadir dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Sedikit gua jelaskan Mercury sendiri ya yang dianggap sangat berbahaya nih di dalam kandungan skincare yang mereka punya itu adalah salah satu bahan yang sebenarnya ya harus banget dihindari dari tubuh manusia. Mercury ini adalah unsur logam yang secara alami terdapat di tanah, air, dan juga udara. Dan senyawa ini juga bisa ditemui di produk sehari-hari seperti makanan dan kosmetik. Tapi biasanya kadarnya itu enggak berbahaya. Kadarnya itu ya aman bagi tubuh. Nah, tapi ada produsen skincare yang nakal yang menggunakan Mercury ini menjadi bahan skincare mereka ya. Karena Mercury bisa menghambat pembentukan melanin atau pigmen kulit sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu yang singkat. Nah, tapi dampaknya buat kesehatan enggak bisa dianggap remeh. Orang yang menggunakan skincare berbahan Mercury bisa membuat lapisan kulitnya jadi tipis lama-lama ya. Lama-lama tuh keluar tuh daging, tulang, ya kan? Baru di dalam tuh ada gigi. Aduh, seram. Dan enggak cuma berdampak pada kulit aja, tapi juga bisa menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan dan sistem syaraf. Dan selain itu, Mercury juga beresiko mengganggu fungsi berbagai organ tubuh seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal sampai dengan ya kekebalan tubuh. Sistem imun ee manusia itu bisa diganggu oleh dia dan penggunaannya dalam jangka panjang bisa memicu kanker, Geng. Terutama kanker kulit. Makanya seram banget. Nah, jadi makanya nih kalian yang pengen kulit putih ya, apalagi kalau kalian pakai krim yang diklaim bisa memutihkan kulit dengan cepat. Nah, itu hati-hati karena bisa jadi produk skincare tersebut menggunakan Mercury dan kita sebagai konsumen juga harus memastikan legalitas dari produk skincare tersebut dengan memeriksanya di BPOM. Dan yang terpenting jangan termakan standar kecantikan yang dinilai dari kulit putih doang. Karena kulit yang sehat itu jauh lebih penting daripada warnanya gitu. Nah, dengan pola hidup yang sehat seperti makan makanan yang bergizi, minum air putih yang cukup, olahraga, menggunakan sunscreen yang aman setiap pagi dan siang, ya, semoga kulit kalian terjaga. Nah, dengan adanya konten ini ya, gua harap banget kalian harus lebih hati-hati lagi, lebih teliti lagi dalam membeli dan melakukan perawatan di manapun ya agar enggak berdampak terhadap kesehatan kalian, Geng. Hati-hati banget. Oke, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini. Gimana menurut kalian setelah mendengar kasus-kasus tadi? Coba tinggalkan komentar di bawah.