Transcript
GXDNrLmdRF8 • AI YANG LEBIH PINTAR DARI MANUSIA AKAN DIBANGUN OLEH CRUSOE !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1452_GXDNrLmdRF8.txt
Kind: captions Language: id Geng, AI hari ini jadi semakin canggih dan makin gila aja kualitasnya. Kita sekarang udah bisa lihat sendiri ya kemajuan dari teknologi yang satu ini. Kita mau bikin apa aja sekarang udah bisa dikerjakan oleh AI. Mulai dari foto ee lagu, video, semuanya sudah dengan sangat gampang dikerjakan oleh AI. Di masa depan mungkin setahun atau 2 tahun lagi ya paling dekatnya gitu ya. Bisa jadi AI ini sudah eh lebih canggih dan bakal mengganti atau menggeser posisi ee profesi-profesi manusia sekarang. Editor, engineer, desainer, desain grafis, pokoknya semuanya lah yang berhubungan dengan komputer kayaknya bakal digantikan oleh AI. Ini semua dikarenakan pengembang AI itu selalu melakukan inovasi dan pelatihan terhadap AI itu juga gila-gilaan. Tujuannya apa? Tujuannya supaya kecerdasan dari AI itu bisa setara dengan manusia, Geng. Sehingga proses developmentnya itu bakal terus berlanjut sampai bertahun-tahun ke depan. Kebayang ya kita ini sesama manusia aja nih. Kita sesama manusia antara lu sama gue ya, antara lu sama teman lu itu kecerdasannya aja berbeda. Ada yang pintar, ada yang lolot, ada yang pintar banget. Ini kebayang enggak kalau AI bisa melampaui atau menyamakanlah ya minimal kecerdasan dari manusia. kita bicara tentang kecerdasan yang otomatis orang yang lolot ya bakal tertinggal oleh AI. AI atau mesin yang satu ini bakal lebih pintar dari manusia itu sendiri. Kacau enggak tuh? Dan sekarang pengembangannya gila-gilaan. Nah, salah satu developer AI paling besar dan terkenal yaitu Open AI dan yang mungkin ya sekarang banyak dipakailah ya. Nah, mereka itu memiliki sebuah project untuk mengembangkan AI lagi yang jauh lebih canggih. Dan seperti yang kita tahu, eh aturan untuk AI ini abu-abu ya, enggak ada batasannya. Jadi setiap orang termasuk open AI ini ya, eh perusahaannya terus mengembangkan kecanggihan dari AI ini tanpa batas. Jadi siap-siap aja, Geng. Siap-siap aja kalian akan memiliki lawan yang lebih berat daripada sesama manusia. Di dalam mereka melakukan pengembangan AI ya, open AI itu enggak sendirian. Mereka itu menggandeng eh investor lah ibaratnya itu orang kaya gitu ya. Nah, orang ini bernama Chess Lock Miller. Dia ini merupakan pemilik perusahaan Cruso namanya. Nah, kalian sendiri pernah dengar enggak, Geng, nama perusahaan Cruso ini? Ya, begitu juga dengan kebanyakan orang. Bahkan Cruso ya bukanlah sebuah perusahaan yang lama. Bisa dikatakan statusnya itu masih start up, masih baru. Yang mana bikin semua orang tuh jadi penasaran kenapa perusahaan sebesar Open AI justru percaya atau mempercayakan project mereka ya mengembangkan AI kepada Cruso ini yang mana ya mereka ini kan perusahaan startup yang belum lama berkecimpung di dalam bidang teknologi. Nah, terus siapa sih sebenarnya Chess Lock Miller ini? apa background-nya dia sampai bisa buat Cruso yang bertanggung jawab untuk mengembangkan AI. Nah, semua pertanyaan itu bakal terjawab di video kali ini ya. Kalian harus banget nih dengar informasi ini karena ini informasi yang baik juga buat kalian di sini ya. Kita nanti akan mengetahui perkembangan dari dunia ini. Gimana sih dunia sekarang berjalan? Kenapa kok sekarang semuanya tiba-tiba jadi AI gitu kan. Nah, sekarang langsung aja kita bahas secara lengkap tentang Chase Lock Miller, pemilik perusahaan bernama Cruso yang bakal memegang project dari Open AI untuk mengembangkan kecanggihan AI di muka bumi ini. Halo, geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry Genggeng. Untuk pembahasan pertama, kita bakal membahas profile dari Chase Lock Miller ini. Siapa sih dia? Jadi sebelum gua bahas soal perusahaannya, gua mau jelasin dulu ke kalian soal pemiliknya. Ini namanya Chase Lock Miller. Nah, dia ini lahir dan dibesarkan di Denver, negara bagian Colorado, tepatnya di kaki pegunungan Rocky. Sejak dia masih kecil, dia ini udah ya suka banget matematika dan enggak kayak anak-anak sekarang yang kebanyakan enggak suka sama matematika. Anak-anak sekarang kan bingung, pusing buat hitung-hitungan gitu ya. Kalau dia nih dari kecil udah suka banget hitung-hitungan, Geng. Hitung-hitungan tuh maksudnya bukan pelit kayak lu pada ya. Maksudnya suka menghitung gitu. Bukan apa-apa tuh dihitung kayak eh kembaliannya berapa nih gitu. Enggak. Nah, dia ini saat berusia 5 tahun saking dia sukanya sama matematika, dia itu terobsesi banget, Geng, untuk bisa menyelesaikan lembar-lembar soal perkalian. Chas ini bahkan sampai minta ke mamanya, ke ibunya tuh untuk menghitung waktunya dia ketika dia menyelesaikan soal-soal tersebut sehingga dia terus berusaha untuk bisa mengalahkan rekor waktu yang udah pernah dia capai sebelum-sebelumnya. Nah, ambisi dia ini benar-benar besar untuk bisa menyelesaikan semua soal perkalian secepat mungkin dan lebih cepat dibandingkan yang sebelumnya dia lakukan. Tuh, gini nih. Kalau anak cerdas nih paling apa ya? Berusaha mengalahkan ego, mengalahkan limit waktu yang sebelumnya. Penasaran terus, secepat mungkin mengerjakan soal. Lah, kalau lu semua secepat mungkin nembakin Free Fire. Beda, beda emang kalau calon orang kaya ya. Jadi memang Chase ini memiliki minat yang sangat besar dalam bidang matematika dan sudah menunjukkan kalau dia bakal mendalami bidang tersebut. Dan itu terbukti dari berbagai prestasi yang sudah dia dapatkan ketika dia duduk di bangku sekolah. Jess ini selalu dapat nilai sempurna dalam pelajaran matematika khususnya. Nah, tapi emang berbeda ya, Geng. Kalau dunia pendidikan di luar negeri sana mereka itu kejuruan gitu loh. Kayak mereka tuh sudah jelas orang-orangnya tuh diarahkan ke mana. Siswa-siswanya itu misalkan nih ketertarikannya jadi musisi. Ya udah fokusnya di musisi atau ketertarikannya di matematika ya udah nih yang berhubungan dengan matematika seperti misalkan coding, algoritma dan segala macam. Nah difokuskan ke situ biasanya siswa-siswanya jadi lebih cerdas di satu bidang, jadi lebih ahli di satu bidang. Nah berbeda dengan di negara kita. Negara kita mah semua harus dipelajari. Matematika, bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa planet, manjat kelapa, berenang, menyelam, semuanya harus pintar. Tapi ujung-ujungnya tawuran ya gitulah. Nah, terus Geng selain dia ini ya si Chess ini menyukai matematika, Ches juga sangat suka mendaki gunung. Nah, ini entah kenapa ya gua sering menemukan orang-orang yang cerdas, yang pintar itu senang banget ee naik gunung untuk menenangkan diri. Salah satunya adalah ee Bung Rocky Gerung. Nah, beliau juga suka naik gunung tuh untuk menenangkan diri, nyari kedamaian. Nah, sama dengan Chess ini dia suka banget naik gunung, daki gunung. Mungkin di saat itu dia melihat ya mendaki gunung itu memiliki adrenalin tersendiri buat dia. Dan ketika dia sudah mencapai puncak, dia bakal merasa puas atas usaha yang dia dapatkan. Ya, seperti semua usaha dia ketika dia mendaki itu terbayar dengan melihat pemandangan yang indah di puncak gunung. Dan saat dia mendaki gunung itu menjadi momen chase untuk bisa beristirahat sejenak dan mempertimbangkan apa yang benar-benar ingin dia lakukan ke depannya. Jadi dia enggak mau salah langkah dan buang-buang waktu. Dan bagi Chase, mendaki gunung itu menjadi salah satu cara untuk bisa melepas penat saat sudah lelah untuk mengerjakan soal-soal matematika. Dan saat dia masih duduk di bangku sekolah menengah, e suami dari salah satu gurunya ya itu pernah mendaki eh Seven Summit. Istilah yang merujuk kepada tujuh gunung tertinggi yang ada di setiap benua. Nah, Chase ini jadi kagum tuh dengan suami dari si gurunya ini. Gimana bisa ada orang yang sanggup mendaki tujuh gunung tertinggi di dunia dan membayangkan kalau ya seandainya itu dia gimana ya kalau dia bisa mengikuti jejak dari suami gurunya tersebut. Dan pengalaman dari suami gurunya yang mendaki seven summits ini juga selalu dijadikan inspirasi oleh si eh Chase agar suatu saat dia bisa melakukan hal yang sama. Nah, sampai pada akhirnya dia berencana mewujudkan impiannya tersebut. di tahun 2014 ketika dia memutuskan untuk mendaki gunung Everest, gunung tertinggi di dunia. Nah, namun rencana tersebut jadi gagal karena di saat itu ada musibah longsoran salju di dekat air terjun Es kumbu yang menewaskan 15 orang sherpa. Sherpa itu adalah pendaki lokal yang biasanya membantu para pendaki lain dari mancanegara untuk mendaki gunung Everes. Nah, 15 orang sherpa itu tewas di dalam kejadian tersebut. Terus, Geng, prestasi dan semua yang didapatkan oleh Chase itu dari hasil berlatih soal matematika membuat dia akhirnya diterima masuk ke Massachuset Institute of Technology. Di sana Chase memaksimalkan diri untuk mempelajari fisika dan matematika. Dan karena untuk mempelajari fisika dan matematika itu dibutuhkan kemampuan memecahkan masalah yang tinggi, dia kemudian akhirnya memasuki bidang ilmu lain yaitu keuangan kuantitatif. Dan untuk mempelajari keuangan kuantitatif, CES ini mempelajari studi matematika lanjutan, statistik, pemrograman komputer, dan teori ekonomi. Sekaligus untuk menganalisis pasar keuangan. Keuangan kuantitatif ini berfokus pada penggunaan model matematis dan algoritma, Geng. Dan oleh karena inilah CES ini akhirnya menghabiskan beberapa tahun untuk membangun algoritma pembelajaran mesin skala besar. Dan algoritma ini dirancang untuk bisa mempelajari pola atau membuat prediksi dari data dalam jumlah yang besar. mau itu jutaan contoh data, fitur-fitur yang kompleks atau data-data yang terus bertambah secara real time. Nah, itu bisa ditampung di sana. Terus karena dia ini selalu berambisi untuk bisa terus mempelajari banyak hal dan mengembangkan keterampilannya dia. Karena nih orang nih enggak pernah puas nih saking cerdasnya, saking laparnya sama ilmu gitu. Cheese akhirnya mulai kuliah secara paruh waktu di Stanford dan kuliahnya itu online untuk mempelajari ilmu komputer. Dia juga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S2-nya di Stanford. Dan di salah satu mata kuliahnya ada dosennya dia yang bernama Profesor Andrew Ng yang menyebutkan kalau AI adalah sebuah inovasi teknologi baru yang keberadaannya sudah seperti listrik yang langsung bisa dipakai oleh manusia. Nah, Profesor Andrew Eng ini mengibaratkan AI sudah seperti listrik yang langsung menyebar ke seluruh dunia enggak lama setelah ditemukan. Menurut Profesor Andrew ini, AI nantinya bakal sangat diandalkan oleh peradaban manusia. Dan karena Stanford terletak di Silicon Valley ya, yang mana ini merupakan pusat dari pengembangan teknologi dunia, banyak profesor-profesor Stanford yang memiliki perusahaan startup di bidang teknologi. Nah, jadi di satu sisi si profesor ini tuh mengajar tapi mereka juga punya profesi sampingan, yaitu pemilik startup, Geng. Jadi ibaratnya nih dia ngajarin orang, sharing ilmu. Nah, duitnya dia yang paling besar itu adalah di perusahaan yang dia bangun. Karena kan sayang ya, dia cuma berbagi ilmu kepada mahasiswa-mahasiswanya, tapi ilmunya enggak dia manfaatkan untuk keuntungan dia sendiri. Ya, sayang banget. Nah, akhirnya ilmunya dia itu dia terapkan tuh dia bikin perusahaan startup-nya sendiri. Sering juga profesor-profesor tersebut memberikan proyek kepada para mahasiswanya dia yang mana proyek tersebut akhirnya diakuisisi dan dikembangkan oleh Google. Jadi ibaratnya tuh si profesor ini sembari membangun e perusahaan, dia ngelihat juga tuh mahasiswa-mahasiswa dan mahasiswi yang pintar ya, yang berpotensi untuk dia tarik atau dia pekerjakan. Nah, terus Geng ada salah satu contoh nih ya ee proyek-proyek besar yang sudah diakuisisi dan dikembangkan oleh Google nih. Contohnya seperti development teknologi mobil tanpa pengemudi atau self driving car serta Google Brain. Nah, itu udah banyak tuh proyek-proyek yang diakuisisi oleh pihak Google. Nah, terus geng ya kembali ke si Chase nih. Singkat cerita kan dia akhirnya lulus nih dari Stanford. Chase ini akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia crypto yang bekerja sama dengan perusahaan startup yang mengembangkan crypto yang bernama Poly Chain. Nah, alasan dia tertarik untuk masuk ke crypto karena dia tertarik dengan ide menciptakan bentuk mata uang baru dan kemampuan menggunakan teknologi blockchain untuk menciptakan aset digital. Yang mana menurut dia ini sangat berbeda dengan file-file biasa seperti PDF. CHES ini bekerja di sana dari yang awalnya. Polin ini cuma bernilai 25 juta dolar Amerika. Sekarang ya tiba-tiba menjadi meledak senilai 1 miliar dolar Amerika. Berarti nilainya itu sudah meningkat sebesar 975 juta Do Amerika. Nah, akhirnya nih di tahun 2018 Jess ini memutuskan untuk memiliki perusahaannya sendiri. Setelah dia lalu-lalang jadi mahasiswa bekerja di perusahaan ini, membantu perusahaan orang, ya dia akhirnya oke memantapkan hati bikin perusahaan sendiri karena dia sudah merasa siap untuk mengejar sesuatu yang berbeda dari poly chain yang mana menurut dia itu cuma berfokus kepada uang doang, pengelolaan uang dan hanya mencari keuntungan semata. dia pengin membuat sesuatu yang bermanfaat, canggih, dan apa ya? Suatu hari itu bisa menjadi e warisan yang hebat lah buat dunia menurut dia. Chase akhirnya membuat sebuah perusahaan sendiri yang bernama Cruso. Oke, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan selanjutnya, Geng. mengenai pendirian perusahaan Cruso yang akhirnya menjadi pengelola proyek besar AI. Jadi setelah Chase memutuskan untuk keluar dari poly chain, dia itu bertemu dengan seorang teman sekolahnya di Denver. Temannya ini bernama Kali Cavnes. Mereka berdua sebenarnya itu udah dekat sejak mereka masih di sekolah, tapi saat dewasa mereka memilih jalan yang berbeda. Jadi jarang ketemu gitu, udah enggak pernah main bareng. Danse ini berkecimpung di bidang teknologi dan keuangan. Sementara kali itu dia bekerja di industri minyak dan gas. Nah, Kali ini tertarik untuk mengambil bidang tersebut karena sedari dulu keluarganya memang sudah lama berkecimpung di industri tersebut bahkan sudah dari beberapa generasi. Nah, jadinya karena turun-temurun dia memilih industri itu. Nah, kali ini sangat antusias nih untuk bisa menemukan sumber energi termurah dan teramah lingkungan di dunia. Dia sampai rela mengunjungi 25 negara seperti Chili. di Argentina dan bahkan melihat panas bumi di Islandia. Nah, kali ini bekerja di sebuah perusahaan yang di saat itu baru saja mengebor sumur baru dan sumur yang berisikan minyak dan menghasilkan gas alam yang benar-benar melimpah. Dan saat dia bekerja di perusahaan tersebut, Kali ini menceritakan salah satu pekerjaannya ketika dia mendaki pegunungan Rocky. Dia baru mengetahui nih ketika dia mengebor untuk mencari minyak, bisa saja kita menemukan gas alam dalam jumlah yang banyak. Kalau di situasi ini kita gak punya jaringan pipa di dekat lokasi, maka biasanya kita harus membakar semua gas tersebut atau istilahnya flaring. Gas tersebut pada akhirnya terbuang dengan percuma. Nah, sementara ada sekitar 4,41 miliar m³ gas dibakar setiap harinya di seluruh dunia. Untuk di Amerika itu lebih dari 304 juta m³. Jumlah tersebut cukup untuk menyuplai energi ke seluruh benua Afrika. Nah, jadi dia merasa kasihan aja kayak, "Aduh, sayang banget ya dibakar kayak gitu aja, terbuang kayak gitu aja." Padahal gas alam adalah sumber energi yang jauh lebih ramah e di lingkungan dibandingkan sumber lainnya. Masalahnya nih, Geng, sampai saat ini kalau enggak ada jaringan pipa yang enggak akan ada orang yang bisa membeli gas tersebut. Enggak ada juga yang mau memberikan secara cuma-cuma. Kalaupun kita mau membayar orang untuk bisa mengambil gas tersebut, tetap aja enggak ada yang mau. Dari penjelasan inilah ya, Chase dan Kali itu berpikir nih ketika mereka bertemu ya, Ces ini udah mulai bosan dengan mencari uang doang. kali e punya ambisi yang kayak pengin nolong dunia, pengin apa ya bumi ini semuanya bisa kenyang, bisa menikmati ee energi, gas alam, ya kan. Nah, di saat itu mereka satu visi dan mereka mulai berpikir dibandingkan gas tersebut tadi pada akhirnya terbuang sia-sia, kenapa enggak dipakai aja oleh mereka? Meskipun mereka berasal dari background yang berbeda-beda, tapi ya faktanya perbedaan background inilah yang menjadikan mereka bisa menjalin kerja sama. Ya, jadi kayak apa ya? cross profesi tapi dengan tujuan yang satu gitu ya. Jadi saling mengisi satu sama lain dan mereka memiliki ide untuk memanfaatkan gas tersebut yang nantinya bakal dipergunakan untuk menambang Bitcoin. Wah, gimana tuh caranya tuh? Di satu sisi nih, Geng, Chas ini kan udah lebih dulu terjun ke crypto dan bahkan udah sukses banget di sana. Dia paham bagaimana cara menambang Bitcoin dan sistem komputer. Sementara kali itu yang bakal melakukan pencarian terhadap gas alam tersebut. Nah, ini mulai menarik nih. Apa hubungannya gas alam dengan Bitcoin ya kan? Ini kayaknya jauh banget gitu. Nah, nanti kalian bakal paham. Jadi singkat ceritanya akhirnya di tahun 2017 nih ya saat Chase dan Kali itu mendaki bersama mereka memutuskan untuk bekerja sama dalam memanfaatkan energi yang terbuang itu tadi yaitu gas yang dibakar cuma-cuma itu. Dan ini mereka ingin jadikan menjadi energi listrik yang nantinya dipergunakan untuk menambang Bitcoin. Tuh, seperti yang kita tahu ya, penambangan Bitcoin itu kan biasanya tuh pakai apa tuh? VGA tuh ya, VGA yang banyak terus listriknya juga gila-gilaan. Nah, kebanyakan penambang-penambang Bitcoin itu bermasalah sama PLN kan. Nah, di dalam hal ini mereka mau memanfaatkan bagian itunya bagian energi listriknya yang berasal dari gas. Jadi, enggak perlu tuh mereka ke PLN Amerika. Enggak perlu enggak perlu bayar listrik lagi. Nah, Ches dan Kali akhirnya menamai perusahaan mereka dengan nama Cruso yang mereka ambil dari tokoh fiksi yang populer di abad ke-18 yang bernama Robinson Cruso yang mana dia terdampar di sebuah pulau Karibia dan menggunakan kecerdasannya untuk bertahan hidup. Nah, itu filosofi dari nama Cruso itu diambil dari tokoh fiksi tadi. Sebenarnya nih, Geng ya. Visi yang dilakukan oleh Chase dan Kali ini menjadi sebuah inovasi yang sangat bagus. memanfaatkan energi sebaik-baiknya supaya tidak terbuang sia-sia dan mencemari lingkungan. Nah, namun seperti inovasi-inovasi lainnya, di saat awal-awal menjalankan perusahaan Cruso, banyak yang skeptis dengan apa yang digagas oleh Chase dan kali ini salah satu contohnya adalah Stephen Cohen dari band Capital yang mana dia memimpin pendanaan awal bagi Cruso sebesar 4,5 juta dolar Amerika pada tahun 2019. Nah, dia bilang kalau model bisnis yang dijalankan oleh Cruso ini enggak sepenuhnya jelas sebenarnya. Nah, dia meragukan kemampuan dari Chase dan Kali ini. Nah, karena banyak yang skeptis dengan perusahaan tersebut, Chase akhirnya menginvestasikan 600.000 Amerika dari uang pribadinya sendiri untuk membangun Rick penambangan crypto dalam kontainer pengiriman dan pemasangannya di ladang gas yang berada di dekat Denver. Nah, Rick ini sendiri ya sebuah komputer khusus yang dirancang dan dibangun untuk melakukan proses penambangan mata uang kripto. Nah, jadi kayak ketika orang-orang enggak percaya sama dia, dia enggak mau apa ya, enggak mau kecewa gitu aja, dia akhirnya ngeluarin dananya sendiri karena dia yakin dengan kemampuan dia bersama si sahabatnya tadi. Dan seiring berjalannya waktu nih, Geng. Perusahaan Cruso ini mulai membangun infrastruktur komputasi di medan yang lebih keras. Di saat itu ada yang namanya Antonio Gracias dari Valor Equity Partners. Dia yang pertama kali bertemu dengan Chase dan Kali pada tahun 2018 ketika mereka memasang kontainer pertama mereka di ladang minyak bacon di North Dakota. Antonio ini merasa bahwa apa yang dilakukan oleh Chase dan Kali adalah sesuatu yang gila. Mempertaruhkan segalanya untuk membuktikan apa yang mereka inginkan ini bisa berhasil. Ya, karena merasa tertarik dengan tekad mereka, Antonio pun menaruh investasinya di kruso. Investor lainnya seperti Lee Jacob dari e Long Journey itu mengatakan kalau Cruso ini memiliki visi ke depan dan memprediksikan kalau Cruso bakal menjadi perusahaan yang sukses ke depannya. Jadi, di antara yang skeptis tuh ada juga yang yakin ke mereka, ada juga yang percaya. Namun, sebuah masalah terjadi di waktu pandemi Covid kemarin, Geng. Tepatnya di tahun 2020. Tiba-tiba adanya pembatasan wilayah yang diberlakukan selama pandemi membuat pengurangan terhadap permintaan bensin. Nah, karena kan enggak boleh tuh pergi ke mana yang akibatnya perusahaan minyak menghentikan pengoboran sehingga otomatis nih kalau pengeboran dihentikan ya menghentikan juga pasokan gas yang bakal dibakar. Yang mana hal tersebut adalah sumber energi yang dibutuhkan oleh perusahaan Cruso untuk menambang Bitcoin tadi. Hal inilah yang membuat Cruso hampir berhenti beroperasi. Serba salah di saat itu. Nah, Chis dan Kali berusaha keras tuh untuk menemukan lokasi baru dan menemukan solusi agar bisa mencari sumber energi yang lebih ramah lingkungan lagi supaya perusahaan mereka tetap bisa berjalan. Namun, Geng, siapa yang sangka ya, Geng? Karena kesulitan mereka yang mereka hadapi ini justru membawa mereka ke ekspansi bisnis lain, yaitu ke AI. Karena di tahun tersebut tiba-tiba ya AI sedang berkembang dengan masif. orang-orang sudah mulai apa ya melihat ke arah AI gitu. Nah, di tahun itulah mereka mulai berpikir gila ya kita lagi berusaha nambang Bitcoin udah banyak dapatnya nih. Udah oke nih. Tiba-tiba pandemi berhenti usaha kita gara-gara gasnya enggak ada, tiba-tiba ada AI. Mereka melihat adanya kesempatan. Nah, inilah disebut dengan orang sukses nih. Orang sukses itu akan melihat kesempatan tapi dia memiliki kesiapan. Ketika kesiapan bertemu dengan kesempatan, maka sukses udah pasti di tangan lu, Geng. Nah, singkat cerita ya di tahun 2023 Cruso ya perusahaan milik Chase dan Kali meminjam uang sebesar 200 juta dolar Amerika untuk membeli GPU dari Nvidia Age 100 untuk memperluas layanan komputasi awan atau cloud dan merekrut orang-orang yang ahli dan berpengalaman dari perusahaan-perusahaan besar seperti 365 Main dan Digital Realty. Nah, Cruso kemudian bekerja sama dengan pengembang pusat data North dari Islandia untuk menyiapkan layanan cruso cloud mereka di negara yang memiliki iklim yang dingin. Nah, agar memudahkan mereka untuk menjaga GPU tetap dingin. Di tahun 2024, Chas mengetahui ada beberapa perusahaan besar teknologi yaitu Open AI dan Microsoft yang sedang mencari kontraktor untuk membangun pusat data berskala besar untuk mengembangkan AI yang disebut dengan Starget dan diharapkan untuk bisa mengerjakannya dengan cepat yaitu kurang dari 2 tahun. Nah, di sinilah mereka melihat ada kesempatan. Wah, gila nih kesempatan kita nih ya kan daripada perusahaan kita mangkrak gara-gara gas enggak bekerja gara-gara COVID gitu ya, mending ini nih mending ini kita gas gitu kata mereka. Nah, sebenarnya ada beberapa perusahaan lain yang tertarik di saat itu untuk mengerjakan Stargate ini. Tapi ya pada akhirnya mereka semua menolak karena deadline-nya ya terlalu enggak masuk akal karena harus selesai kurang dari 2 tahun. Sementara yang harus dikerjakan banyak mulai dari mencari lahan, membuat izin pembangunan, ya sampai waktu tunggu pasukan barang yang mungkin bisa lebih lama. Belum lagi kalau dibangunnya di Indonesia ada ormas. Enggak, enggak ccanda gua ormasnya enggak ada di sana. Ya, intinya kayak gitu. Terlalu singkat. Jadi menurut mereka itu semua tampak mustahil untuk bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Nah, jadi akhirnya nih geng ya di saat itu berbeda dengan perusahaan-perusahaan lain yang ragu, ya. Mereka merasa itu enggak realistis. berpikir 2 tahun itu terlalu sebentar singkat ya. Akhirnya Chess dan Kali justru mengambil resiko take risk gitu ya menyetujui projek tersebut. Merekalah yang mengambil. Mereka mempertimbangkan kalau Cruso sudah memiliki pusat manufacture di Denver dan juga Tulsa serta memiliki hubungan dengan pemasuk penting seperti Gernova. Sehingga Ches dan Kali percaya kalau Cruso bisa membangun proyek tersebut. Dan untuk lokasinya, Kruso langsung menyewa lahan seluas 1000 hektar di Abyin dari pengembang Lencium yang sebelumnya sudah mendapatkan izin untuk lokasi tersebut dan berencana membangun pusat penambangan kripto di sana. Nah, yang tadinya rencana untuk membangun kripto, sekarang tempat tersebut mereka ingin jadikan untuk eh apa ya? mengerjakan project AI [Musik] ini. Terus, Geng, di bulan Juni tahun 2024, Open AI dan Oracle itu mengumumkan kerja sama yang mana kedua perusahaan AI terbesar tersebut menggunakan Oracle Cloud Infrastruktur untuk mengintegrasikan AI ke platform Azure milik Microsoft. Ini bakal menjadi model AI generasi pertama yang sepenuhnya melampaui kecerdasan manusia. Huh, loh. Lolot semua, Geng. AI lebih pintar dari lu. Melampaui kecerdasan manusia gitu. Nah, AI yang bakal dikembangkan oleh Cruso ini akan menjadi AI yang melatih AI lain. Ganas enggak tuh? AI aja udah pintar. Ini pelatihnya AI biangnya. Dan pusat dari segala AI itulah yang bakal dikembangkan oleh Cruso. Dan Cruso mengoperasikan pusat data yang akan disewa oleh Oracle. Nah, kemudian Oracle akan menempatkan GPU di fasilitas yang dimiliki oleh Cruso dan menyewakan server kepada Microsoft. Lalu Microsoft bakal memberikan chip tersebut kepada Open AI. Wah, kerja sama yang luar binasa. Terus di saat itu perusahaan Blue Ow Capital merasa tertarik nih dengan kesepakatan bisnis antara Cruso dengan Open AI ini. E ada Oracle juga di dalam dan juga Microsoft gitu ya. Nah, sehingga Blue Ow Capital itu memutuskan untuk mengikuti penggalangan dana Cruso sebesar 600 juta dolar Amerika di tahun 2024 dan membantu mengatur pembiayaan proyek sebesar 2,3 miliar dolar Amerika dari GP Morgan untuk dua gedung serta komputasi sebesar 200 MW. Cruso udah mengumpulkan sebesar 3,4 miliar dolar Amerika dalam pendanaan usaha patungan dengan Blue Ow Capital dan perusahaan investasi lainnya yang berfokus pada pusat data primary digital infrastructure untuk membangun dua gedung pertama mereka. Namun itu cuma sebagian kecil dari total 500 miliar dolar Amerika yang dijanjikan oleh Larry Ellison selaku pendiri Oracle. Terus ada Masayosi Sonu CEO Softbank dan juga Sam Altman selaku CEO Open AI di bulan Januari tahun ini. Dana tersebut rencananya bakal diinvestasikan dalam 5 tahun ke depan untuk membangun masa depan AI dan menjaga dominasi global bagi Amerika Serikat. Jadi ada agenda politiknya juga nih, Geng. Agar bisa membuat Amerika terus mendominasi dunia. Karena kan kita tahu ya sekarang Amerika lagi ketar-ketir tuh sama Cina. Nah, mereka enggak mau kalah. Tapi ternyata enggak mau kalahnya juga enggak main-main. Mereka lagi mempersiapkan sesuatu yang benar-benar gila. Nih di akun X-nya Sam Altman, dia itu membagikan foto yang diambil dari udara ya, kayak dari drone gitu, dari satelit gitu ya, yang menunjukkan lokasi pembangunan dari tempat AI ini bakal dikerjakan, yang bakal dikembangkan dan dia memujinya kalau bangunan tersebut sangat besar dan indah, megah parah. Gila. Namun yang bikin orang-orang jadi bingung, kenapa perusahaan besar seperti Open AI, Oracle, dan Microsoft memilih Cruso yang masih baru merintis dan belum banyak pengalaman untuk menjalankan bisnis lain ya kan ya. Sebenarnya sih jawaban simpelnya tadi ya karena mereka yang berani kan dari awal ceritanya tadi perusahaan lain tuh dikasih deadline 2 tahun kurang tuh pada nolak. Nah, tapi ada Cruso nih, perusahaan baru yang gambling pengen nyoba dan dari ketiga perusahaan besar tadi yaitu Open AI, Oracle, dan Microsoft ya memang belum ada yang memberikan tanggapan mereka sampai sekarang, Geng. Tapi menurut para investor dan mitranya Cruso, Chas dan kali ini memiliki semangat dan tekad untuk membangun pusat data yang lebih besar dan lebih cepat dari sebelumnya. memang tekadnya gila nih orang berdua dan mereka juga yakin kalau mereka bakal bisa menemukan cukup energi untuk mengoperasikan hal itu. Nah, karena mereka PD ketiga perusahaan tersebut ya ee ketiga perusahaan besar tadi percaya kalau Cruso bisa mewujudkan apa yang mereka inginkan dan meskipun begitu hasilnya ya masih ee jauh dari pasti gitu, Geng. Belum tahu nih sukses apa enggak. Nah, menurut informasi yang gua dapatkan dari media Forbes, beberapa klien Cruso ini bahkan merasa frustasi karena layanan komputasi cloud atau komputasi awan mereka yang ada sekarang dinilai agak kurang canggih gitu. Kalaupun fase pertama dari Starjet ini berjalan lancar, pasti ada keraguan-keraguan lain. Nah, masih banyak yang mempertanyakan gimana cara Cruso bisa terus mempertahankan ini semua dan mempertahankan rantai pasokan untuk memenuhi kebutuhan AI yang terus meningkat terhadap daya komputasi dan energi. Nah, lalu geng kendalanya itu enggak cuma di situ. Ada kendala lain lagi yang mana ini berkaitan dengan tarif yang dibuat oleh Donald Trump ee kepada sekitar 90 negara yang bakal berdampak terhadap bahan-bahan utama seperti aluminium dan juga baja itu bakal jadi lebih mahal dan nantinya bakal menambah biaya bagi pengembang pusat data seperti Cruso ini. Nah, namun lagi-lagi Ches dan Kali tidak melihat itu sebagai sebuah masalah. Malah mereka berpikir kalau itu bisa menjadi challenge tersendiri, tantangan tersendiri bagi mereka untuk bisa memproduksi komponen listrik sendiri tanpa perlu mengandalkan rantai pasokan dari negara lain. Mereka enggak peduli dengan ee keunikan Donald Trump ya yang bikin negara lain jadi ee jual mahal ke Amerika. Nah, di saat itu Cruso bakal melengkapi setiap gedung Starget dengan 100 MW listrik yang cukup untuk mengaliri listrik untuk satu kota yang memiliki penduduk sebanyak 100.000 orang. Nah, sebagian besar dayanya bakal berasal dari ratusan turbin angin setinggi 91 m yang berpusat di wilayah barat Texas. Turbin angin tersebut menghasilkan lebih banyak listrik dibandingkan yang dibutuhkan di wilayah tersebut. Dan oleh karena itu, para pemilik turbin angin yang kelebihan pasokan ya terkadang menjual listrik mereka ke jaringan listrik umum agar bisa digunakan ke orang lain. Walaupun harga jualnya sangat murah atau bahkan lebih rendah dibandingkan biaya produksinya alias rugi gitu. Nah, alasan mereka tetap menjual meskipun rugi karena pemerintah federal di sana memberikan insentif pajak untuk setiap energi ramah lingkungan yang dihasilkan. Nah, jadi walaupun mereka rugi dari penjualan listrik, ya mereka bakal tetap untung karena dapat uang tambahan dari insentif pemerintah federal. Cruso lah yang bakal memanfaatkan kelebihan sumber daya listrik tersebut, Geng. Nantinya untuk Starget mereka. Semisalkan angin berhenti bertiup atau jaringan listrik padam, Cruso sudah menyiapkan antisipasi dengan menyiapkan lima turbin gas dari general elektrik Fernova sebagai cadangannya. Nah, di akhir tahun 2025, Cruso berharap ya dapat memasang 100.000 unit GPU Nvidia yang akan diletakkan di dua bangunan di lahan seluas 152 m² di sana. Dan di pertengahan tahun 2026, kapasitas listrik juga diharapkan meningkat sampai 1,2 GW. Nah, jadi Cruso ini sangat serius untuk membangun pusat data mengembangkan AI dan semisalkan proyek Starget ini berhasil ya kita akan bisa merasakan AI yang kepintarannya sudah setara bahkan melebihi manusia. Seram banget. Dan karena saat ini Cruso sudah berfokus pada pengembangan AI, di awal tahun ini Cruso sudah mengumumkan keluar dari penambangan Bitcoin. Nah, jadi kalian pasti penasaran kan nih gimana nih yang Bitcoinnya udah sukses apa belum? Nah, mereka tuh cabut tuh dari usaha itu dan mereka sudah melepaskan operasi tersebut ke NYG. Bacanya gimana tuh? Nidik. Pokoknya gitu deh. Ini adalah sebuah perusahaan jasa keuangan dan tenaga yang berfokus kepada Bitcoin. Dan perusahaan NYDIG ini bakal mengambil alih sekitar 135 karyawan Cruso yang bakal terus menjalankan bisnis di bawah kepemilikan baru yang merupakan unit bisnis gabungan antara NYDIG dan sebagian bisnis Cruso. Cruso menjadi pemegang saham utama di unit bisnis tersebut dengan presentase saham terbesar kedua setelah Stone Rich. Nah, jadi ibaratnya gini walaupun itu perusahaan dijual atau di apa ya ditake over sama orang tapi krusu tetap mendapat bagian. Nah, jadi enggak sepenuhnya dijual gitu. Dan Stone Rich itu merupakan perusahaan induknya NY di IG. Dan kesepakatan tersebut juga mencakup teknologi yang dikembangkan Cruso yang menangkap dan mengubah gas buang atau flir gas dari ladang minyak serta lebih dari 425 pusat data yang tersebar di tujuh negara bagian di Amerika Serikat dan beberapa wilayah di Argentina. Nah, secara keseluruhan operasi ini menyumbang sekitar 1% dari aktivitas penambangan Bitcoin di seluruh dunia, Geng. Nah, itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai Chase Lock Miller dan perusahaannya yang bernama Cruso yang menjalankan proyek besar pengembangan AI bersama dengan tiga perusahaan besar teknologi dan dia ini bisa dikatakan ya macam Elon Max gitu tapi versi yang low key-nya low apa ya low profile-nya enggak terlalu terdengar gitu. Nah, gimana geng menurut kalian semisalkan proyek Stubjet ini berhasil? Apakah ini merupakan sebuah kemajuan bagi peradaban umat manusia yang bakal membantu kita atau justru sebaliknya bakal menjadi awal kehancuran, ancaman karena bisa jadi AI bisa mengambil segala aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah pekerjaan. Coba deh tuliskan pendapat kalian di kolom komentar.